📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat2 jam lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar, Surat At-Taubah

Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya, baik laki-laki maupun wanita, bahwa Dia kelak pada hari Kiamat akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang dibawah bangunan-bangunan istana nya mengalir sungai-sungai. Mereka akan menetap di sana untuk selama-lamanya. Di sana mereka tidak akan pernah mati dan kenikmatan yang mereka terima tidak akan pernah habis. Allah berjanji untuk memasukkan mereka ke dalam rumah-rumah yang bagus di dalam surga-surga sebagai tempat tinggal mereka selamanya. Namun limpahan ridha yang Allah anugerahkan kepada mereka lebih besar dari itu semua. Balasan tersebut adalah kemenangan besar yang tidak tertandingi oleh kemenangan apapun.

💬 0 komentar📅 16 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 jam lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

📖Tafsir Ibnu Katsir: Al-Isrā’ Ayat 31

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami-lah yang memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”🌱 Pokok-Pokok Pelajaran1. Allah Lebih Sayang kepada Hamba-NyaAyat ini menunjukkan besarnya kasih sayang Allah kepada manusia. Allah melarang orang tua membunuh anak-anak mereka, sebagaimana Allah juga memerintahkan agar anak-anak mendapat hak warisan.Kasih sayang Allah melampaui kasih sayang orang tua kepada anaknya.2. Tradisi Jahiliah yang KejamPada masa Jahiliah:Anak perempuan sering dianggap sebagai beban.Sebagian orang tidak memberikan hak warisan kepada anak perempuan.Bahkan ada yang mengubur atau membunuh anak perempuan karena malu atau takut menanggung biaya hidupnya.Islam datang menghapus seluruh praktik kezaliman tersebut.3. Larangan Membunuh Anak Karena Takut MiskinAllah melarang membunuh anak karena khawatir ekonomi akan memburuk di masa depan.Rasa takut miskin tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan nyawa yang Allah amanahkan.4. Allah Menjamin Rezeki Anak dan Orang TuanyaAllah berfirman:“Kami-lah yang memberi rezeki kepada mereka dan juga kepada kalian.”Dalam ayat ini, Allah menyebut rezeki anak terlebih dahulu karena yang dikhawatirkan oleh orang tua adalah masa depan anak tersebut.Maknanya:Setiap anak lahir dengan jatah rezekinya.Orang tua tidak perlu takut bahwa kehadiran anak akan menghalangi rezeki.Allah adalah Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki).5. Perbedaan dengan Surat Al-An’am Ayat 151Ibnu Katsir menjelaskan perbedaan susunan ayat:Al-Isrā’ 31“Kami memberi rezeki kepada mereka dan kepada kalian.”Ditujukan kepada orang yang sudah mampu tetapi takut miskin di masa depan karena memiliki anak.Al-An’am 151“Kami memberi rezeki kepada kalian dan kepada mereka.”Ditujukan kepada orang yang memang sedang miskin.Karena itu dalam Al-An’am, rezeki orang tua disebut lebih dahulu.6. Membunuh Anak Adalah Dosa BesarAllah menegaskan:“Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.”Artinya:Termasuk dosa besar yang sangat berat.Merupakan bentuk kezaliman terhadap amanah yang Allah titipkan.7. Termasuk Dosa Terbesar Setelah SyirikIbnu Katsir membawakan hadits dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu.Ketika beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang dosa terbesar, Nabi menjawab:Menyekutukan Allah (syirik).Membunuh anak karena takut berbagi makanan dengannya.Berzina dengan istri tetangga.Hadits ini menunjukkan bahwa membunuh anak termasuk dosa yang paling besar setelah syirik.✨ TadabburAnak bukan penyebab kemiskinan, tetapi amanah dari Allah.Rezeki setiap manusia telah Allah tetapkan.Kekhawatiran berlebihan terhadap masa depan tidak boleh membuat seseorang melanggar syariat.Islam sangat memuliakan anak, baik laki-laki maupun perempuan.Seorang mukmin hendaknya bertawakal kepada Allah dalam urusan rezeki sambil tetap berikhtiar.📝 Kesimpulan SingkatAllah melarang keras membunuh anak karena takut miskin. Praktik Jahiliah yang menganggap anak sebagai beban telah dihapus oleh Islam. Allah menjamin rezeki setiap hamba-Nya, sehingga orang tua wajib bertawakal kepada-Nya. Membunuh anak termasuk dosa besar, bahkan disebut oleh Rasulullah ﷺ sebagai salah satu dosa terbesar setelah syirik.

💬 0 komentar📅 16 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 jam lalu
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Tafsir quran

Teman setan yaitu orang-orang jahat dan orang-orang kafir. Dan dibantu oleh setan untuk terus berada di dalam kesesatan.Apabila al qur'an dibaca maka dengarkanlah bacaannya dengan seksama, jangan berbicara atau menyibukkan diri dengan hal lain agar mendapatkan rahmat Allah.Sebutlah Nama Allah dengan khusyuk, rendah hati dan disertai rasa takutMalaikat yang ada disisi TuhanMu tidak segan untuk beribadah kepada Allah. Mereka tunduk dan patuh kepadaNya tanpa henti. Mereka terus menyucikan Nya dari segala sesuatu yang tidak pantas bagiNya siang dan malam dan hanya kepadaNya mereka bersujud.

💬 0 komentar📅 16 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 jam lalu
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Ayat-Ayat Allah, Petunjuk Menuju Jalan Lurus

📖 Tafsir Al-Muyassar — QS. An-Nūr: 46Sesungguhnya Kami telah menurunkan di dalam Al-Qur’an tanda-tanda yang jelas, yang menunjukkan kepada kebenaran. Allah memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada siapa pun dari hamba-Nya yang Dia kehendaki untuk meniti jalan yang lurus, yakni agama Islam.🌸 Pesan yang dapat kita amalkan♥️ Meyakini bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang jelas menuju kebenaran.♥️ Membiasakan diri membaca, memahami, dan mentadabburi ayat-ayat Allah, bukan sekadar membacanya.♥️ Memohon hidayah kepada Allah, karena hidayah dan taufik berada di tangan-Nya.♥️ Bersyukur ketika Allah memberikan hati kita kemampuan untuk menerima kebenaran dan meniti jalan yang lurus.♥️ Tidak merasa aman dari kesesatan, tetapi senantiasa memohon agar Allah meneguhkan hati kita di atas Islam.🌱 KesimpulanAllah telah menurunkan ayat-ayat yang jelas sebagai petunjuk menuju kebenaran. Namun, untuk dapat meniti jalan yang lurus, kita membutuhkan hidayah dan taufik dari Allah.Maka, jangan pernah lelah memohon:“Yaa Allaah, tunjukilah kami jalan yang lurus dan teguhkanlah kami di atasnya.”🤍 Untuk Kita Renungkan“Al-Qur’an telah menunjukkan jalannya. Tinggal hati kita: maukah menerima petunjuk dan berjalan menuju-Nya?”

💬 0 komentar📅 16 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 jam lalu
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al-Muyassar — QS. Al-Ahzab: 42

Allah taala berfirman:وَسَبِّحُوهُ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلًاDan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.Tafsir Al-Muyassar — QS. Al-Ahzab: 42Tema: Keharusan Mengingat AllahSubtema: Berzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknyaInti tafsir:Gunakan waktu untuk banyak berzikir kepada Allah, baik pada waktu pagi maupun petang.Zikir juga dilakukan setelah shalat fardhu dan dalam berbagai keadaan, karena zikir merupakan ibadah yang disyariatkan.Memperbanyak zikir mengundang kecintaan Allah kepada hamba-Nya.Zikir membantu menjaga lisan dari perkataan dan dosa serta mendorong seseorang untuk melakukan berbagai kebaikan.🌱 Pelajaran:Jangan biarkan waktu berlalu tanpa mengingat Allah. Perbanyak zikir, karena ia mendekatkan kita kepada Allah, menjaga lisan, dan membantu kita dalam kebaikan.Sumber: Disalin dari Quran Tadabbur — https://quran.firanda.com⁠�

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 jam lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran 86-87

Bagaimana mungkin Allah menunjukkan jalan iman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya bagi orang-orang yang ingkar setelah mereka beriman kepada Allah dan bersaksi bahwa apa yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah kebenaran, dan telah datang kepada mereka bukti-bukti nyata yang menunjukkan kebenaran hal itu?! Allah tidak akan menunjukkan jalan iman kepada-Nya bagi orang-orang zalim yang sengaja memilih jalan yang sesat daripada jalan yang benar.Sesungguhnya balasan bagi orang-orang zalim yang memilih kebatilan itu ialah mereka akan dilaknat oleh Allah, para malaikat dan seluruh manusia sehingga mereka semua dijauhkan dari rahmat Allah dan terusir darinya.

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 jam lalu
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir At Takatsur

Tafsir Al-MuyassarAt-Takatsur (102:8)Tema: ANCAMAN ALLAH TERHADAP ORANG YANG LALAI DAN BERMEGAH-MEGAHAN (Ayat 1-8)Tidaklah semestinya kalian saling berbangga dengan banyaknya harta kekayaan. Seandainya kalian mengetahui dengan pengetahuan yang benar, niscaya kalian tidak akan melakukannya. Pasti kalian akan bersegera menyelamatkan diri dari kebinasaan. Kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim. Kalian akan benar-benar melihatnya dengan tanpa keraguan. Kemudian pada hari Kiamat kalian pasti akan dimintai pertanggungjawaban tentang semua kenikmatan itu.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 jam lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Nikmat, Kekuasaan dan Syukur

🌿 QS. Saba’ 12–13 — Nikmat, Kekuasaan, dan Syukur1. Inti Tafsir Ayat 12Allah memberikan kepada Nabi Sulaiman عليه السلام berbagai keistimewaan:Angin ditundukkan untuknya, sehingga perjalanan pagi dan sore dapat menempuh jarak yang sangat jauh.Allah mengalirkan cairan tembaga untuknya.Allah menundukkan sebagian jin agar bekerja untuknya dengan izin Allah.Jin tersebut mengerjakan berbagai pekerjaan dan pembangunan sesuai yang dikehendaki Sulaiman.Namun mereka tetap berada di bawah perintah Allah. Jika menyimpang dari perintah-Nya, mereka mendapat ancaman azab.Inti pesannya:Kekuasaan Sulaiman bukan berasal dari dirinya sendiri.Semua kemampuan luar biasa itu adalah pemberian dan izin Allah.Jadi semakin besar nikmat dan kekuasaan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk tunduk kepada Allah.2. Inti Tafsir Ayat 13Allah menjelaskan berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh jin untuk Sulaiman:membangun bangunan,tempat-tempat yang megah,masjid atau tempat ibadah,membuat berbagai benda,membuat wadah makanan yang sangat besar seperti kolam,serta periuk-periuk besar yang tetap berada di tempatnya karena berat.Tetapi setelah menyebutkan semua nikmat tersebut, Allah tidak mengatakan:“Nikmatilah semuanya.”Melainkan:اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا“Bekerjalah, wahai keluarga Daud, untuk bersyukur.”Inilah inti besar ayat 13:Nikmat harus menghasilkan syukur, dan syukur harus diwujudkan dalam amal.Tafsir menjelaskan bahwa syukur dapat dilakukan melalui:hati — menyadari bahwa nikmat berasal dari Allah,lisan — memuji Allah,perbuatan — menggunakan nikmat untuk ketaatan dan amal saleh.Bahkan salat, puasa, dan seluruh amal kebaikan yang dilakukan karena Allah merupakan bentuk syukur.Kandungan Utama TafsirKandunganPenjelasanSemua nikmat berasal dari AllahKemampuan, harta, ilmu, kekuasaan, dan fasilitas adalah pemberian Allah. Nikmat adalah amanah Semakin besar nikmat, semakin besar tanggung jawab. Kekuasaan harus tunduk kepada AllahSulaiman memiliki kekuasaan besar, tetapi semuanya dengan izin Allah. Syukur bukan hanya ucapanSyukur harus terlihat dalam hati, lisan, dan perbuatan. Nikmat seharusnya menghasilkan amalFasilitas dunia digunakan untuk agama dan kebaikan. Sedikit manusia yang benar-benar bersyukur. Banyak orang menikmati nikmat, tetapi tidak mengubah nikmat itu menjadi ketaatan.

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 jam lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 15 September

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Hajj: 54وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَفِي شِقَاقٍۭ بَعِيدٍ​"Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat."​Penjelasan: Mereka berada dalam kesesatan, pertentangan, dan keingkaran. Kata ba'id bermakna sangat jauh dari perkara yang hak dan nilai-nilai kebenaran.Makna Ilmu & Keimanan terhadap Al-Qur'anوَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ​"...dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa Al-Qur'an itulah yang hak dari Tuhanmu..."Penjelasan: Orang-orang yang diberi ilmu bermanfaat (yang mampu membedakan hak dan batil) serta beriman kepada Allah dan Rasul-Nya meyakini bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan ilmu-Nya, dipelihara, dan dijaga agar tidak bercampur kebatilan. Semakna dengan firman-Nya:لَّا يَأۡتِيهِ ٱلۡبَٰطِلُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ تَنزِيلٌ مِّنۡ حَكِيمٍ حَمِيدٍ​"...Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji." (Q.S. Fussilat: 42)فَيُؤۡمِنُواْ بِهِۦ​"...lalu mereka beriman kepadanya..."​Penjelasan: Membenarkan dan mengikuti petunjuk Al-Qur'an.فَتُخۡبِتَ لَهُۥ قُلُوبُهُمۡ​"...dan tunduk hati mereka kepadanya."​Penjelasan: Hati mereka pasrah, tunduk, dan patuh terhadap wahyu Allah.Petunjuk Allah di Dunia & Akhiratوَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسۡتَقِيمٍ​"...Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus."​Di Dunia: Memberi mereka petunjuk untuk mengikuti kebenaran, serta kemampuan untuk menjauhi dan menentang kebatilan.​Di Akhirat: Memberi petunjuk menempuh siratal mustaqim yang menghantarkan mereka naik ke derajat surga dan menyelamatkan mereka dari azab neraka.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 jam lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ibnu Katair Surah Ibrāhīm Ayat 1–3

Tema: Wahyu Ilahi Menghapus KegelapanSubtema: Al-Qur’an Menunjukkan Semua Umat Manusia ke Jalan yang Terang1. Al-Qur’an adalah kitab paling muliaAllah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ, rasul yang paling mulia, sebagai petunjuk bagi seluruh manusia tanpa membedakan bangsa Arab maupun non-Arab.Al-Qur’an bukan hanya untuk satu kaum atau satu zaman, tetapi merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia hingga hari kiamat.2. Tujuan diturunkannya Al-Qur’anTujuan utama Al-Qur’an adalah:Mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.Memindahkan manusia dari kesesatan kepada petunjuk.Mengantarkan manusia dari kekafiran menuju keimanan.Membimbing manusia menuju kebenaran dan keselamatan.“Kegelapan” mencakup:SyirikKekafiranKebodohanKemaksiatanPenyimpanganSedangkan “cahaya” adalah:TauhidImanIlmuKetaatanPetunjuk Allah3. Hidayah terjadi dengan izin AllahMeskipun Rasulullah ﷺ menyampaikan Al-Qur’an dan menunjukkan jalan yang benar, hidayah hanya terjadi dengan izin Allah.Rasul adalah penyampai petunjuk, sedangkan Allah-lah yang membuka hati manusia untuk menerimanya.4. Jalan yang ditunjukkan Al-Qur’anAl-Qur’an mengarahkan manusia kepada jalan Allah, yaitu jalan yang lurus menuju-Nya.Allah memiliki dua sifat agung yang disebutkan dalam ayat ini:Al-’Aziz (Maha Perkasa)Tidak ada yang mampu mengalahkan-Nya.Semua makhluk berada di bawah kekuasaan-Nya.Al-Hamid (Maha Terpuji)Seluruh perbuatan, syariat, perintah, dan larangan-Nya sempurna.Semua keputusan-Nya layak dipuji.5. Allah adalah pemilik seluruh alam semestaSegala sesuatu yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah.Karena Allah adalah pemilik dan penguasa seluruh makhluk, maka hanya Dia yang berhak:DisembahDitaatiDijadikan tujuan hidup6. Ancaman bagi orang-orang kafirAllah memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang:Mendustakan para rasul.Menolak petunjuk Al-Qur’an.Menentang kebenaran setelah datang kepada mereka.Bagi mereka tersedia azab yang sangat pedih pada hari kiamat.7. Ciri orang yang tersesatAllah menjelaskan beberapa sifat orang-orang yang jauh dari petunjuk:a. Lebih mencintai dunia daripada akhiratMereka:Menjadikan dunia sebagai tujuan utama.Mengutamakan kesenangan sementara.Melupakan kehidupan akhirat yang kekal.b. Menghalangi manusia dari jalan AllahMereka tidak hanya menolak kebenaran untuk diri sendiri, tetapi juga berusaha menjauhkan orang lain dari:IslamTauhidDakwah para rasulc. Menginginkan agama menjadi bengkokMereka berusaha:Merusak ajaran agama.Membuat manusia ragu terhadap kebenaran.Menampilkan jalan Allah seolah tidak lurus.Padahal agama Allah tetap lurus dan sempurna, tidak akan rusak oleh penentangan manusia.Pelajaran dan Tadabbur🌿 Al-Qur’an adalah cahaya yang mengeluarkan manusia dari berbagai bentuk kegelapan menuju petunjuk.🌿 Hidayah merupakan karunia Allah, sehingga seorang muslim harus terus memohon agar diteguhkan di atas jalan yang lurus.🌿 Kecintaan berlebihan kepada dunia dapat menjadi penghalang terbesar menuju akhirat.🌿 Jangan hanya menjaga diri dari kesesatan, tetapi juga jangan sampai menjadi sebab orang lain jauh dari agama.🌿 Jalan Allah selalu lurus dan benar, meskipun banyak orang menentang atau meremehkannya.Inti Ayat 1–3Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai cahaya yang membimbing seluruh manusia dari kegelapan menuju petunjuk, dengan izin Allah. Orang yang menerima petunjuk akan berjalan di jalan Allah yang lurus, sedangkan orang yang lebih mencintai dunia, menghalangi manusia dari agama, dan berusaha membengkokkan kebenaran berada dalam kesesatan yang jauh.

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 jam lalu
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari Az Zukhruf dan Asy syura

1️⃣ Mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam adalah salah satu sebab yang mengantar pada hidayah2️⃣ Segala urusan di dunia kembalinya adalah kepada Allah 'azza wajalla, oleh sebab itu janganlah bergantung kecuali pada-Nya3️⃣ Seseorang yang sedang lalai bisa saja menjadi orang yang paling bermanfaat kalau saja ia kembali ke jalan yang benar

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 jam lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 19

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 19أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَArtinya:“Atau seperti orang-orang yang ditimpa hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh, dan kilat. Mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya karena mendengar suara petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.”Kata “aw” yaitu “atau” menguatkan bahwasanya ayat sebelumnya, yaitu ayat ke-18, berkaitan dengan orang-orang munafik.Kenapa? Karena perumpamaan pada ayat ke-19 ini, para ulama sepakat bahwa yang dimaksud adalah orang-orang munafik. Adapun yang diperselisihkan pada ayat ke-17, apakah perumpamaan tersebut tentang orang-orang munafik atau orang-orang kafir dari kalangan Yahudi.Dari firman Allah, kata “aw” yaitu “atau” menunjukkan seakan-akan yang diperumpamakan itu sama. Kalau ayat ini tentang orang-orang munafik, berarti ayat sebelumnya juga tentang orang-orang munafik. Karena Allah mengatakan, “atau seperti perumpamaan mereka yang seperti itu.”Berarti semuanya berkaitan dengan orang-orang munafik. Dan ini menguatkan pendapat Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di bahwasanya ayat ke-17 juga tentang orang-orang munafik.Di mana yang pertama tentang perumpamaan api, sedangkan yang kedua tentang perumpamaan berupa air hujan.Pada kalimat “ka-shayyibin”, yang artinya hujan lebat dari langit, Allah memaksudkan ini sebagai ayat-ayat Al-Qur’an.Sebenarnya ayat-ayat Al-Qur’an itu turun dengan membawa manfaat. Tetapi bagi orang-orang munafik, Al-Qur’an itu justru terasa menakutkan.Kenapa?Karena ada ayat-ayat yang menyeru mereka, dan mereka tidak menyukai ayat-ayat yang membongkar aib serta keburukan mereka.Makanya Allah mengatakan:“Fīhi ẓulumātun wa ra‘dun wa barq.”Artinya, “di dalamnya gelap gulita, guruh, dan kilat.”Allah menggambarkan orang-orang munafik dalam keadaan ketakutan ketika turun surah yang menjelaskan tentang borok-borok hati mereka.Makanya, seperti Surah At-Taubah, yang disebut sebagai surah yang membongkar rahasia orang-orang munafik. Mereka ketakutan dengan ayat-ayat Al-Qur’an.Padahal mereka mengetahui bahwa ini adalah ayat-ayat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seharusnya, jika ada hujan yang membawa manfaat, manfaatnya mereka ambil. Namun mereka justru:“Yaj‘alūna aṣābi‘ahum fī ādhānihim minas-sawā‘iq.”Artinya, “mereka menyumbat jari-jari mereka di dalam telinga mereka karena suara petir.”Di sini mereka menganggap Al-Qur’an itu hanyalah sesuatu yang menakutkan bagi mereka.Saking takutnya ketahuan, mereka menutup telinga dan tidak mau mendengarkan ayat-ayat tersebut, karena begitu banyak ayat yang membongkar keburukan-keburukan yang mereka simpan di dalam hati mereka.

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 jam lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir al-furqan: 53

Firman Allah subhanahu wata'āla:dan yang lain asin lagi pahit. (Al Furqaan:53)Yakni berasa asin, pahit, sulit untuk diminum. Air ini banyak di dapat di laut-laut yang telah dikenal baik di belahan timur maupun di belahan barat. Yaitu di lautan yang luas dan laut-laut lainnya yang berhubungan dengannya, seperti Laut Merah, Laut Yaman, Laut Basrah, Laut Persia, Laut Cina, Lautan Hindia, Laut Tengah, dan laut-laut lainnya yang tenang tidak mengalir, tetapi berombak dan ombaknya makin besar bila musim dingin tiba dan musim angin kencang. Di antara laut-laut itu ada yang mengalami pasang dan surut. Pada permulaan tiap bulan terjadi pasang, dan apabila bulan makin berkurang, terjadilah surut, maka permukaan laut kembali seperti semula. Kemudian bila bulan lainnya tiba, laut kembali mengalami pasang sampai pertengahan bulan, lalu pada hari-hari berikutnya mulai menyurut. Allah subhanahu wata'āla Yang Mahakuasa yang mengatur demikian itu dalam tatanan alam ini.Semua laut diciptakan oleh Allah subhanahu wata'āla berair asin, agar tidak menimbulkan pencemaran pada udara yang akhirnya akan merusak lingkungan, juga agar bumi (pantai) tidak berbau busuk karena hewan-hewan yang mati di dalam laut. Mengingat air laut asin, maka udaranya segar dan bangkai hewannya halal. Karena itulah Rasulullah ﷺ. ketika ditanya tentang air laut, bolehkah dipakai sarana untuk berwudu? Maka beliau menjawab:Laut itu bersih airnya lagi halal bangkainya.Hadis diriwayatkan oleh Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad, dan para pemilik kitab sunan dengan sanad yang jayyid.Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas. (Al Furqaan:53)Yaitu yang membatasi antara air tawar dan air asin. Makna barzakhan adalah dinding yang berupa tanah kering.dan batas yang menghalangi. (Al Furqaan:53)Yakni yang menjadi penghalang di antara keduanya, agar salah satu di antaranya tidak bercampur dengan yang lainnya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahmaan:19-21)Dan firman Allah subhanahu wata'āla:Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (An Naml:61)

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →