Halaqah 75
Jum'at, 10 Juli 2026Jejak Ilmu HSI@komunitasbeekindHalaqah 75Bab 8 - Sesuatu yang Berkaitan dengan Bid'ah Termasuk Dosa Besar yang Paling DahsyatPembahasan Dalil Kelima, Hadist Shahih Riwayat Ummu Salamah (Bagian 3)(Kitāb Fadhlul Islām karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh)Ketentuan Hukum Terhadap Pelaku Bid'ah secara UmumJangan kita kiaskan kemudian setiap orang yang melakukan kebid’ahan—karena bid'ah ini lebih dahsyat daripada kemaksiatan—kemudian dihalalkan darah orang yang melakukan kebidahan tersebut (Tidak). Di sini beliau ﷺ sedang berbicara secara khusus tentang aliran tertentu, yaitu al-Khawarij. Sabda beliau:أينما لقيتموهم فاقتلوهمMaksudnya adalah khusus untuk orang-orang Khawarij. Begitu pula sabda beliau:لئن لقيتموهم لأقتلنهم قتل عادIni juga khusus tentang orang-orang Khawarij.Kedahsyatan Ancaman Terhadap Kaum KhawarijPara ulama menjelaskan bahwasanya Nabi ﷺ tidak menyebutkan ancaman-ancaman yang lebih dahsyat daripada ancaman-ancaman terhadap orang-orang Khawarij. Di antara ancaman dan sifat buruk mereka adalah:Pemusnahan Total: Nabi ﷺ sampai meniatkan seandainya bertemu dengan mereka, beliau akan membunuh mereka secara keseluruhan (bukan hanya sekedar dibunuh sebagian), tetapi seperti terbunuhnya orang-orang ‘Ad (kaumnya Nabi Hud) yang dibinasakan oleh Allāh secara keseluruhan tanpa ada di antara mereka yang tersisa.Sifat شرُّ قتلى تحتَ أديمِ السماءِ (Sejelek-jelek Orang yang Terbunuh):Nabi ﷺ bersabda bahwa mereka adalah sejelek-jelek orang yang terbunuh di bawah langit. Makna kalimat شرُّ قتلى di sini adalah min syarri qotla (di antara sejelek-jelek orang yang terbunuh).Perbandingan Kata: Sama halnya dengan sabda Nabi ﷺ:وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَاMakna syarral umur di sini maksudnya adalah min syarril umur (di antara sejelek-jelek perkara), karena sejelek-jelek perkara mutlak adalah syirik. Maka maksud kalimat tersebut adalah sebagian/di antara yang paling jelek adalah bid'ah. Demikian pula makna hadits tentang Khawarij, diucapkan oleh Nabi bahwa orang yang terbunuh yang paling syar (di antara yang paling jelek) adalah terbunuhnya orang-orang Khawarij.Sifat خيرُ قتلى مَن قتَلوه (Sebaik-baik Orang yang Terbunuh):Nabi ﷺ bersabda bahwa sebaik-baik orang yang terbunuh adalah orang yang dibunuh oleh mereka (orang-orang Khawarij). Lengkapnya beliau bersabda:شرُّ قtly تَحْتَ أديمِ السماءِ خيرُ قتلى مَن قتَلوهSifat كِلَابُ النَّارِ (Anjing-Anjing Neraka):Sebelumnya Nabi ﷺ juga mensifati orang-orang Khawarij bahwasanya mereka adalah Kilabunnar (Anjing-anjing Neraka). Wallāhualam, maksudnya mereka diancam dengan Neraka kelak, yang mana azab mereka sangat pedih sehingga mereka berteriak seperti teriakan anjing-anjing. Yang jelas ini adalah sifat yang jelek bagi orang-orang Khawarij.Atsar Abu Umamah radhiyallahu anhu di DamaskusDisebutkan sebuah kisah mengenai sahabat Abu Umamah radhiyallahu anhu. Saat itu beliau melihat kepala-kepala yang dipajang di tangga masjid Damaskus (dan ini adalah kepala-kepala orang-orang Khawarij). Beliau kemudian mengatakan:كِلَابُ النَّارِ شرُّ قتلى تحتَ أديمِ السماءِ خيرُ قتلى مَن قتَلوهKemudian beliau membaca firman Allāh ﷻ:۞ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌArtinya: “Pada hari yang di waktu itu ada wajah yang memutih, dan ada pula wajah yang hitam gelap.” (QS. Ali 'Imran: 106)Penjelasan Ayat: Sudah kita sampaikan sebelumnya, yang dimaksud dengan wajah-wajah yang memutih adalah Ahlussunnah, sedangkan wajah yang hitam adalah Ahli Bid'ah. Abu Umamah (seorang sahabat Nabi ﷺ) membaca ayat ini ketika melihat mayat-mayat orang-orang Khawarij. Hal ini menguatkan apa yang disampaikan oleh Abdullah bin Abbas bahwasanya wajah-wajah yang menghitam tadi adalah Ahlu Bid'ah.Otentisitas Riwayat dari Abu UmamahKisah di atas berlanjut hingga akhir ayat (إلى akhirِ الآيةِ). Aku (yaitu Abu Ghalib) berkata kepada Abu Umamah:أَنتَ سمعتَهُ من رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّلهُ علَيهِ وسلَّمَ ؟Artinya: “Apakah engkau mendengar ini langsung dari Rasulullah ﷺ?”Abu Umamah menjawab untuk menguatkan:لَو لَم أسمَعهُ إلَّا مرَّةً أو مرَّتينِ أو ثلاثًا أو أربعًا- حتَّى عدَّ سَبعًا- ما حدَّثتُكُموهُArtinya: “Seandainya aku tidak mendengarnya dari Nabi ﷺ kecuali satu, dua, tiga, atau empat kali—sampai beliau menghitungnya sebanyak tujuh kali—niscaya aku tidak akan menyampaikan ini kepada kalian.”Maksud Jawaban Abu Umamah: Seandainya beliau tidak mendengarnya secara langsung dan berulang kali dari Nabi ﷺ, tentunya beliau tidak akan berani menyampaikan hal seperti ini. Sebab, perkara-perkara yang disebutkan tadi (كلابُ النَّارِ شرُّ قتلى تحتَ أديمِ Сَّماءِ خيرُ قَتلى من قتلوهُ) merupakan bagian dari perkara gaib. Seandainya bukan karena mendengar dari Nabi ﷺ, niscaya beliau tidak akan menyampaikannya kepada manusia.Peringatan Terhadap Pemikiran Khawarij Masa KiniOleh karenanya, para ulama menjelaskan bahwa tidak ada di sana ancaman-ancaman yang mengerikan yang melebihi ancaman yang datang untuk aliran Khawarij ini. Aliran Khawarij sudah ada sejak zaman dahulu, dan dari masa ke masa masih terus ada orang-orang yang membawa pemikiran Khawarij ini sampai di zaman kita sekarang ini. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan pemikiran mereka. Di antara caranya adalah dengan membentengi diri kita menggunakan aqidah yang benar. Jangan sampai kita tertipu dengan rajinnya ibadah mereka (seperti rajinnya mereka membaca Al-Qur'an), atau karena mereka memakai pakaian seperti pakaian kita, atau secara lahiriah (dhahirnya) tampak seperti seorang Salafi, padahal ternyata pemikiran mereka adalah pemikiran Khawarij.KesimpulanAncaman yang sedemikian keras dari Nabi ﷺ—seperti perintah pemusnahan total laksana kaum 'Ad, julukan seburuk-buruk orang yang terbunuh di bawah langit (syarru qatla), serta sebutan anjing-anjing neraka (kilabun nar)—merupakan kekhususan yang ditujukan kepada sekte Khawarij saja, dan tidak boleh dikiaskan untuk menghalalkan darah seluruh pelaku bid'ah secara umum. Atsar dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu anhu di Damaskus menegaskan otentisitas ancaman gaib ini (yang beliau dengar hingga tujuh kali dari Rasulullah ﷺ) sekaligus mengaitkan kaum Khawarij sebagai bagian dari ahli bid'ah yang berwajah hitam di hari kiamat berdasarkan QS. Ali 'Imran: 106. Karena pemikiran Khawarij ini terus lestari dari masa ke masa hingga zaman sekarang, umat Islam diperingatkan agar tidak tertipu oleh casing lahiriah mereka (seperti janggut/pakaian, klaim manhaj Salaf, maupun kencangnya ibadah dan bacaan Al-Qur'an), melainkan harus membentengi diri dengan pemahaman aqidah yang benar agar selamat dari syubhat pemikiran radikal tersebut.


















