📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya18 Juni 2026
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

‎Materi #13: Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi

‎Materi #13: Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi‎(Ringkasan Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. berdasarkan kitab Talbis Iblis karya Ibnu al-Jauzi)‎Masih ini membahas berbagai bentuk tipu daya Iblis yang menimpa sebagian kelompok sufi, baik dalam metode pendidikan, aqidah, maupun praktik ibadah. Berikut poin-poin utamanya:‎1. Kritik terhadap Metode Pendidikan Sufi‎Ustadz Firanda menjelaskan bantahan Imam Ibnu al-Jauzi terhadap sebagian metode pendidikan sufi yang menggunakan tawahhum (khayalan atau imajinasi) sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Metode semacam ini dinilai tidak memiliki landasan dari Salafush Shalih dan berpotensi menjerumuskan pelakunya ke dalam bid'ah.‎2. Aqidah yang Menyimpang‎Dibahas beberapa keyakinan yang dianggap menyimpang dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, di antaranya:‎Hululiyah, yaitu keyakinan bahwa Allah menempati makhluk-Nya.‎Wahdatul Wujud, yaitu keyakinan bahwa seluruh wujud pada hakikatnya adalah satu.‎Ittihadiyah, yaitu keyakinan bersatunya Tuhan dengan makhluk.‎Menurut penjelasan beliau, keyakinan-keyakinan tersebut bertentangan dengan aqidah Islam yang benar.‎3. Kisah Al-Hallaj‎Kajian ini juga mengulas tentang Al-Husain bin Manshur Al-Hallaj, seorang tokoh yang terkenal dengan ucapan dan ajaran yang dianggap mengandung unsur kekufuran. Para ulama menilai pemikirannya menyimpang dan menetapkan hukuman terhadapnya karena dianggap telah keluar dari ajaran Islam.‎4. Bid'ah dalam Ibadah dan Tempat Tinggal‎a. Waswas dalam Bersuci‎Sebagian orang terjerumus ke dalam sikap berlebihan ketika bersuci, seperti menggunakan air secara berlebihan dan mengulang-ulang wudhu karena waswas. Sikap ini dianggap sebagai salah satu bentuk tipu daya setan yang menjauhkan seseorang dari tuntunan syariat yang mudah dan sederhana.‎b. Sunnah Khusus yang Dibuat-buat‎Dikritik pula adanya amalan-amalan khusus yang tidak memiliki dalil dari Nabi ﷺ, seperti zikir atau salat tertentu yang dikaitkan dengan pakaian atau keadaan tertentu tanpa dasar syariat yang sahih.‎c. Pembangunan Ribat‎Ibnu al-Jauzi juga mengkritik tradisi membangun ribat (tempat ibadah atau tempat berkumpul khusus) yang dijadikan alternatif selain masjid. Menurut beliau, praktik ini berpotensi memecah persatuan kaum muslimin, mengurangi peran masjid sebagai pusat ibadah, dan menyerupai tradisi kependetaan Nasrani.‎Pelajaran yang Dapat Diambil‎Ibadah harus dibangun di atas dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah.‎Menjaga kemurnian aqidah merupakan kewajiban setiap muslim.‎Waswas dan sikap berlebihan dalam beragama dapat menjadi pintu masuk tipu daya setan.‎Semangat beribadah harus diiringi dengan ilmu agar tidak terjatuh ke dalam bid'ah dan penyimpangan.‎"Setiap amalan yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah ﷺ maka amalan tersebut tertolak." (HR. Muslim)‎

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Talbis Iblis 13

Talbis Iblis 13Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)Kitab ‘Talbis Iblis’ oleh Imam Ibnu JauziDisyarahkan Oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, M.AKritik Terhadap Kitab Al-Wasawis wal Khatarat (Buku Khayalan)​Sebagian ulama yang condong pada tasawuf menulis buku yang mengandalkan metode dramatisasi khayalan (tawahum), salah satu contohnya adalah Al-Harits Al-Muhasibi.​Metode Buku: Pembaca dipaksa membayangkan skenario yang tidak ada dalil rincinya, seperti: "Bayangkan jika malaikat maut datang, lalu dia berkata begini kepadamu... bayangkan malam pertamamu di kubur...".​Kritik Ulama Salaf: Buku model ini sangat ditentang oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Abu Zur’ah Ar-Razi.​Sebab Penolakan: ​Ini adalah metode bid'ah dalam mendidik jiwa. Salaf mendidik dengan rasa takut (khauf) yang bersumber langsung dari teks Al-Qur'an dan Hadis, bukan lewat karangan skenario buatan manusia.​Abu Zur’ah menyatakan: "Siapa yang tidak bisa mengambil pelajaran (ibrah) dari Al-Qur'an dan Sunnah, maka dia tidak akan bisa mengambil pelajaran dari buku-buku khayalan seperti itu.".Efek Samping: Al-Harits Al-Muhasibi akhirnya diboikot (dihajr) oleh Imam Ahmad karena dua hal: menulis metode khayalan ini dan tergelincir masuk ke dalam pemikiran Kullabiyah (ilmu kalam terkait sifat-sifat Allah).Etika Akademis Ibnu Jauzi dalam Membantah​​Sebelum masuk ke inti bantahan yang tajam, Imam Ibnu Jauzi menunjukkan teladan bagaimana membantah tokoh yang dihormati masyarakat (seperti Abu Hamid Al-Ghazali atau Al-Muhasibi) dengan adab yang tinggi:​Prinsip Tanziihus Syariah: Syariat harus dibersihkan dari noda keliru, siapapun yang mengucapkannya. Beliau berkata: "Jika tokoh mereka salah karena jauh dari ilmu hadis, kita harus bantah. Tidak boleh ada rasa pekewuh (sungkan) dalam membela kebenaran.".Bukan Kebencian Personal: Tujuan bantahan murni demi menjaga umat agar tidak meniru kesalahan tersebut, bukan untuk menjatuhkan kehormatan sang ulama.Bantahan Terhadap Orang Bodoh (Jahil): Ibnu Jauzi mengingatkan agar kita tidak tertipu dengan ucapan orang bodoh yang berkata: "Mengapa kau membantah tokoh itu? Dia kan orang zuhud, alim, dan orang-orang mencari berkah darinya!" Ibnu Jauzi menegaskan, ketundukan itu hanya kepada dalil syariat, karena tidak ada manusia yang maksum dari kesalahan kecuali Rasulullah.Detail Penyimpangan Akidah: Hulul, Ittihad, dan Wahdatul Wujud​Tiga sekte aqidah ekstrem yang lahir dari rahim tasawuf radikal:​Wahdatul Wujud (Kesatuan Keberadaan)​Ditokohi secara masif oleh Ibnu Arabi. Akidah ini menganggap alam semesta dan pencipta adalah satu kesatuan utuh (diibaratkan seperti laut dan ombaknya).​Konsekuensi ekstrem akidah ini: Ibnu Arabi mengklaim Firaun masuk surga karena saat Firaun berkata "Akulah Tuhanmu yang paling tinggi", Firaun sadar bahwa dirinya adalah bagian dari penampakan Tuhan. Dia juga menyalahkan kaum Nabi Nuh karena dianggap membatasi Tuhan hanya pada berhala tertentu, padahal menurutnya, menyembah apa pun di dunia ini pada hakikatnya menyembah Allah.Al-Hululiyah (Tuhan Menempati Makhluk)​Keyakinan bahwa Tuhan memilih jasad tertentu untuk ditempati.​Kisah Abu Hamzah: Ketika sedang berkhotbah di masjid, ada burung gagak berbunyi di atap. Abu Hamzah berteriak, "Labbaik! (Aku penuhi panggilan-Mu)". Dia merasa Tuhan sedang berbicara atau memperingatkannya lewat perantara suara gagak, angin, atau air mengalir. Akibatnya, masyarakat berteriak bahwa dia adalah seorang zindik hululi, lalu kudanya disita dan dijual di depan masjid sebagai hukuman sosial.Al-Ittihadiyah (Peleburan)​Dua zat yang berbeda (Tuhan dan makhluk) melebur menjadi satu zat baru (diibaratkan seperti kopi dan susu yang diaduk).Kasus Ekstrem: Fitnah dan Eksekusi Al-HallajKisah Al-Husain bin Mansur Al-Hallaj (hidup abad ke-3 s.d. awal abad ke-4 Hijriah di Baghdad), yang menjadi simbol sufi ekstrem yang dihukum mati.​Klaim Ketuhanan: Al-Hallaj secara terang-terangan mengaku dirinya sebagai Tuhan. Di dalam tas salah seorang muridnya, ditemukan surat yang ditulis langsung oleh Al-Hallaj yang berbunyi: "Dari Arrahman Arrahim (Allah) kepada Fulan bin Fulan".​Penghinaan Terhadap Al-Qur'an: Amr bin Usman Al-Makki bercerita bahwa saat dia membaca Al-Qur'an di samping Al-Hallaj, Al-Hallaj dengan sombongnya berkata: "Aku juga bisa mengarang kalimat seperti yang kamu baca itu.".​Tipuan Sihir/Kesaktian: Al-Hallaj memiliki banyak pengikut karena bisa menampilkan "karamah" palsu (sihir dibantu jin). Contohnya, dia bisa mengeluarkan buah segar di musim kering dan mengklaimnya diambil langsung dari surga. Ketika muridnya jeli melihat ada ulat di dalam buah tersebut, Al-Hallaj berkilah: "Di surga memang tidak ada ulat, tapi ini karena proses kargonya terkontaminasi udara dunia saat saya bawa ke sini.".​Ijma Ulama: Seluruh ulama dan hakim di Baghdad pada masanya (kecuali Abu Abbas bin Suraij yang memilih diam karena mengaku tidak paham maksud ucapan Al-Hallaj) bersepakat bahwa darah Al-Hallaj halal karena telah murtad secara nyata. Dia dieksekusi dengan dipotong tangan dan kakinya, dipenggal, lalu jasadnya dibakar agar abunya tidak dijadikan pemujaan oleh pengikutnya yang fanatik buta.Tipu Daya Setan dalam Wudhu dan Shalat​Was Was Wudhu yang Ekstrem: Karena mengabaikan ilmu fiqih, sebagian sufi terkena penyakit was was ekstrem. Mereka tidak mau wudhu dari air keran atau wadah biasa, melainkan harus pergi ke sungai dan menghabiskan air dalam jumlah sangat besar karena takut wudhunya tidak sah. Padahal secara syariat, Rasulullah hanya membutuhkan air yang sangat sedikit (sekitar setengah liter/satu mud) untuk wudhu.Syariat dan Wirid Rahasia: Ustadz Firanda mengkritik kebiasaan tarekat sufi yang mengklaim memiliki amalan khusus yang "rahasia" (misalnya shalat dua rakaat khusus setelah memakai baju bertambal tanda tobat, atau wirid yang tidak boleh dibocorkan kepada orang lain).​Bantahan Logika Ibnu Jauzi:​Islam adalah agama universal (Rahmatan lil 'Alamin). Tidak ada ajaran, zikir, atau jalan ke surga yang sifatnya eksklusif tersembunyi bagi kelompok tertentu.​Jika amalan tersebut memang bersumber dari Islam, seharusnya para ulama ahli fiqih (fuqaha) adalah orang pertama yang paling mengetahuinya, bukan justru para sufi yang jauh dari ilmu hadis.Kritik Terhadap Pembangunan Ribat (Padepokan Sufi)​Ibnu Jauzi membedah fenomena di mana kaum sufi memisahkan diri dari masyarakat umum dengan membangun Ribat (semacam pondok/padepokan khusus untuk menyendiri dan beribadah). Walaupun niatnya terkesan baik, Ibnu Jauzi menyebut tindakan ini salah dari 6 sisi:​Bangunan Bid'ah: Tempat ibadah resmi di dalam Islam yang diakui syariat untuk kumpul beribadah hanyalah masjid, bukan padepokan khusus golongan.​Menyaingi Masjid: Keberadaan Ribat membuat saf-saf di masjid jami' menjadi sepi dan berkurang karena anggotanya lebih memilih beriktikaf di padepokannya sendiri.​Kehilangan Pahala Masjid: Mereka kehilangan keutamaan melangkahkan kaki ke masjid Allah.​Tasyabbuh (Menyerupai) Nasrani: Cara menyendiri di padepokan ini meniru (tasyabbuh) perilaku para rahib dan pendeta Kristen yang membangun biara/kuil di atas gunung atau tempat terpencil untuk menjauh dari dunia.​Menyiksa Diri (Menolak Menikah): Banyak pemuda sufi di dalam Ribat memilih menahan syahwat dan tidak menikah demi fokus ibadah, yang mana hal ini menyalahi sunnah nabi dan menyiksa psikologis mereka sendiri.​Ketergantungan Sosial & Merasa Suci: Lambat laun, Ribat memunculkan label di masyarakat bahwa penghuninya adalah "orang-orang suci/zuhud". Hal ini memancing masyarakat awam berbondong-bondong datang memberikan donasi uang (yang kadang tidak jelas halal-haramnya). Penghuni padepokan akhirnya malas bekerja, tidak produktif, dan hidup dari belas kasihan/donasi orang yang datang mencari berkah kepada mereka.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026

Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)

Kritik terhadap Metode Pendidikan Sufi: Penulis mengkritik model penulisan seperti karya Al-Harits Al-Muhasibi (kitab Tawahum) yang mendorong pembacanya untuk terus berkhayal tentang kematian dan alam barzakh, yang menurut para ulama seperti Imam Ahmad bin Hambal dan Abu Zur'ah Ar-Razi, bukanlah metode pendidikan yang diajarkan oleh Salaf Penyimpangan Akidah (Hululiyah & Wahdatul Wujud): Bahaya akidah yang meyakini bahwa Tuhan menempati makhluk (hulul), bersatu dengan makhluk (ittihad), atau bahwa seluruh alam adalah manifestasi Tuhan (wahdatul wujud). Tokoh yang disorot secara khusus adalah Al-Hallaj yang mengaku dirinya Tuhan dan akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh para ulama karena dianggap murtad Waswas dalam Ibadah: Ibnul Jauzi mengkritik sikap berlebihan kaum Sufi dalam bersuci yang berujung pada waswas (keraguan terus-menerus), yang justru menjadi pintu masuk tipu daya Iblis Sunah Khusus yang Menyimpang: Kritik terhadap adanya "sunah-sunah" atau amalan khusus yang hanya diketahui oleh kelompok tarekat tertentu. Menurut Ibnul Jauzi, Islam bersifat terbuka dan tidak memiliki rahasia atau amalan khusus yang disembunyikan dari umat Islam lainnya Tempat Ibadah (Ribat): Kritik terhadap pembangunan ribat (tempat ibadah khusus bagi kaum Sufi) yang dianggap menyalahi syariat karena seharusnya ibadah dilakukan di masjid, serta dapat memecah belah persatuan umat dan menyerupai praktik rahib-rahib Nasrani .

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)

Pembahasan Kitab Al-Wasawis wal KhataratBantahan Al-Imam Ibnu al-Jauzi terhadap kitab-kitab yang mendukung sufisme, seperti Ihya Ulumuddin (Al-Ghazali), Quutul Qulub (Abu Thalib al-Makki), dan Luma' as-Sufiyah (Abu Nashr as-Sarraj).Tulisan kaum Sufi yang disebut Al-Wasawis wal Khatarat (buku tentang khayalan-khayalan/lintasan pikiran), yang salah satu pelopornya adalah Al-Harits al-Muhasibi melalui kitabnya yang berjudul Tawahum.Isi buku tersebut mengajak pembaca berandai-andai dan membayangkan secara detail (misalnya: "Bayangkan jika kamu sakaratul maut, bayangkan malam pertama di alam barzakh, dll."). Meskipun gaya penulisan ini membuat pembaca terenyuh atau takut, para ulama Salaf justru memberikan peringatan keras (tahdzir) terhadap metode ini.Peringatan Ulama Salaf terhadap Al-Harits al-MuhasibiImam Ahmad bin Hanbal memperingatkan muridnya agar tidak duduk berkumpul dengan pengikut Al-Harits al-Muhasibi.Abu Zur'ah ar-Razi (seorang imam ahli hadis) ketika ditanya mengenai kitab-kitab Al-Muhasibi yang menyentuh hati tersebut, beliau menegaskan bahwa buku-buku itu mengandung bidah dan kesesatan. Beliau memerintahkan untuk mencukupkan diri dengan atsar (hadis dan perkataan para sahabat).Ketika seseorang menyanggah bahwa buku tersebut bisa mendatangkan pelajaran (ibrah) bagi pembacanya, Abu Zur'ah menjawab: "Siapa yang tidak bisa mengambil ibrah dari Al-Qur'an, Sunah, dan atsar Salaf, maka tidak ada pelajaran baginya dari buku-buku (khayalan) seperti itu." Beliau juga menyatakan bahwa para imam terdahulu seperti Imam Malik dan Sufyan ats-Tsauri tidak pernah mendidik umat dengan cara berandai-andai (wasawis).Alasan Imam Ahmad memboikot (hajr) Al-Muhasibi:Karena menulis buku yang mendukung sufisme bermetode al-wasawis wal khatarat bukan dengan metode ahlussunnah wal jama’ah.Karena masuk ke dalam pemikiran Kullabiyah (pemikiran teologis di antara paham Jahmiyah/Mu'tazilah dan Ahlussunnah) terkait sifat-sifat Allah. Karena pemboikotan ini, Al-Muhasibi hidup bersembunyi hingga wafatnya.Etika Ibnu al-Jauzi dalam Membantah TokohIbnu al-Jauzi menuliskan pasal berjudul Tanziihus Syariah (Mensucikan Syariat). Beliau menekankan bahwa jika ada kesalahan nyata dari tokoh yang dicintai masyarakat, syariat harus tetap dibersihkan dari kesalahan tersebut tanpa rasa sungkan.Beliau menegaskan bahwa tujuan membantah bukanlah untuk mencari-cari kesalahan individu (mencela person), melainkan bentuk amanah ilmiah dan rasa cemburu untuk menjaga kemurnian syariat Islam.Prinsip penting: Jangan tertipu oleh ucapan orang jahil yang berkata, "Mengapa kamu membantah orang yang zuhud, alim, dan dicari berkahnya?" Ketundukan mutlak hanya milik dalil syariat. Seseorang bisa jadi merupakan wali Allah, namun posisi tingginya tidak menghalangi ulama lain untuk meluruskan kesalahannya karena tidak ada manusia yang maksum selain Rasulullah ﷺ.“Tidak ada sungkan-sungkan dalam membela kebenaran.”Penyimpangan Akidah: Paham Hulul dan Wahdatul WujudTiga keyakinan menyimpang yang ada di sebagian kalangan Sufi ekstrem:Wahdatul Wujud: Keyakinan bahwa makhluk dan Tuhan adalah satu kesatuan (alam adalah penampakan Allah). Tokoh utamanya adalah Ibnu Arabi, yang memiliki pemikiran kontroversial seperti menganggap Firaun masuk surga karena mengklaim dirinya Tuhan, serta membenarkan semua bentuk penyembahan berhala.Al-Hulul (Hululiyah): Keyakinan bahwa Allah menempati jasad makhluk-Nya (seperti air menempati gelas).Al-Ittihad (Ittihadiyah): Keyakinan bahwa Allah dan makhluk melebur menjadi satu (seperti kopi dicampur susu).Seorang sufi yang ketika mendengar burung gagak berbunyi langsung berteriak "Labbaik, Labbaik" (Aku penuhi panggilanmu). Dia menganggap semua suara alam (angin, air, burung) adalah perwakilan suara Allah yang memanggilnya berzikir. Akibatnya, masyarakat di zamannya mencapnya sebagai zindiq penganut paham hulul.Tokoh sufi Abul Hasan an-Nuri mengklaim bahwa dirinya kangen/hasrat (isyq) kepada Allah dan Allah kangen kepadaku. Ibnu al-Jauzi membantahnya dari 3 sisi: istilah isyq dalam bahasa Arab hanya dipakai untuk hubungan asmara/nikah, dalil al-Qur'an hanya memakai istilah yuhibbuhum (cinta/suka), dan dari mana orang tersebut bisa tahu secara pasti bahwa Allah mencintainya tanpa dalil wahyu.Fitnah dan Eksekusi Al-Hallaj (Al-Husain bin Mansur)Al-Hallaj adalah tokoh penganut hululiyah ekstrem yang mengaku dirinya sebagai Tuhan. Dia memiliki "kesaktian" yang dibantu oleh jin (seperti memunculkan buah musim panas di musim dingin, namun buahnya berulat). Ulama di zamannya sepakat bahwa darahnya halal karena telah murtad dan zindiq.Kisah Amr bin Makki: Ketika Amr bin Utsman membaca Al-Qur'an di dekat Al-Hallaj, Al-Hallaj berkomentar bahwa dia pun bisa mengarang dan mengucapkan kalimat seperti Al-Qur'an tersebut. Amr langsung meninggalkan dan melaknatnya.Kisah Surat dari "Ar-Rahman Ar-Rahim": Ditemukan surat tulisan Al-Hallaj dalam tas pengikutnya yang diawali dengan kalimat "Dari Ar-Rahman Ar-Rahim kepada Fulan bin Fulan". Saat diinterogasi di depan penguasa Baghdad, pengikutnya ketakutan dan mengklaim itu tulisannya sendiri, yang justru menjebak dirinya sendiri karena berarti dia mengaku sebagai Tuhan.Tiga tokoh di Baghdad yang diperiksa terkait pemikiran ini: Al-Jariri dan Asy-Syibli berlepas diri dan menyatakan paham tersebut kafir, sedangkan Ibnu Atha' yang membenarkan akidah Al-Hallaj akhirnya ikut dieksekusi mati. Al-Hallaj sendiri dihukum mati dengan dipotong tangan-kakinya lalu jasadnya dibakar. Meskipun ulama telah sepakat atas kesesatannya, sebagian kaum Sufi karena kebodohannya tetap fanatik kepada Al-Hallaj.Tipu Daya Iblis terhadap Kaum Sufiah dalam Hal Bersuci dan ShalatDalam Bersuci (Thaharah): Kaum Sufi awam sering terkena penyakit waswas yang ekstrem. Mereka berwudhu menggunakan air dalam jumlah yang sangat banyak (berlebihan), bertentangan dengan sunnah Nabi yang mencukupkan air sedikit. Ada yang menolak berwudhu menggunakan air di rumah dan memaksakan diri harus berwudhu langsung di sungai karena ketakutan waswas yang tidak berdasar.Dalam Shalat dan Amalan Khusus: Setiap tarekat sufi sering membuat "sunnah" atau ritual baru tersendiri (seperti shalat dua rakaat khusus setelah mengenakan baju khas Sufi yang penuh tambalan).Beliau mengkritik adanya amalan atau wirid khusus dari guru tarekat yang bersifat rahasia (misalnya: istri boleh tahu, suami tidak boleh tahu). Ajaran Islam itu bersifat terbuka untuk seluruh umat manusia. Jika ada kelompok yang mengklaim suatu zikir atau wirid hanya khusus untuk kelompok mereka dan tidak boleh diketahui orang lain, maka dipastikan itu adalah jalan yang sesat. Semua kaum muslimin memiliki hak yang sama terhadap sunah, dan para ahli fikih (fuqaha) adalah orang yang paling tahu tentang sunnah Nabi.Tipu Daya Iblis Terkait Tempat Tinggal (Ribat)Kaum Sufi gemar membangun tempat tinggal bersama yang disebut Ribat untuk menyendiri dan fokus beribadah secara eksklusif. Ibnu al-Jauzi menjelaskan meskipun niat mereka baik, tindakan mengkhususkan bangunan di luar masjid ini salah dari 6 sisi:Membangun tempat ibadah khusus di luar masjid adalah perkara bidah (tempat ibadah resmi umat Islam adalah masjid).Menjadikan bangunan tersebut sebagai saingan masjid, sehingga meramaikan ribat namun membuat masjid sekitar menjadi sepi.Menghalangi diri mereka sendiri dari pahala sunah melangkahkan kaki menuju masjid.Menyerupai (tasyabbuh) tradisi para pendeta Nasrani (rahib) yang membangun kuil-kuil khusus untuk menyendiri daripada pergi beribadah ke gereja umum.Membuat diri mereka tersiksa menahan syahwat karena banyak pemuda di ribat tersebut yang memilih untuk tidak menikah demi fokus ibadah.Menjadikan diri mereka sebagai simbol atau tanda sebagai "orang zuhud" di mata masyarakat. Hal ini memicu masyarakat datang meminta berkah dan memberi mereka uang (yang kadang tidak jelas status halal/haram/syubhatnya), sehingga membuat penghuni ribat malas bekerja dan hanya bergantung pada belas kasihan orang lain.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bag-2)

bantahan Imam Ibnu Al-Jauzi terhadap kitab-kitab yang mendukung pemikiran Sufi, salah satunya karya Al-Harits Al-Muhasibi yang berjudul Tawahum.Buku ini mengajarkan metode mendidik hati dengan cara meminta pembaca membayangkan kematian, sakaratul maut, dan malam pertama di alam barzakh secara berlebihan (andai-andai/khayalan).Metode ini di-tahdzir (diperingatkan bahayanya) oleh para ulama Salaf seperti Imam Ahmad bin Hambal dan Abu Zur'ah Ar-Razi. Mereka menegaskan bahwa jika seseorang tidak bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur'an dan Sunnah, maka tidak ada pelajaran dari buku-buku khayalan seperti itu. Cara mendidik yang benar adalah dengan berpegang teguh pada hadis dan atsar para sahabat.Al-Harits Al-Muhasibi di-boikot (hajar) oleh Imam Ahmad karena dua kesalahan fatal:1 Menulis buku yang mendukung Sufi dengan metode khayalan (al-wasawis wal khatarat).2 Terjerumus dalam pemikiran Kullabiyah (ilmu kalam terkait sifat-sifat Allah) yang berada di antara pemikiran Jahmiyah, Mu'tazilah, dan Ahlussunnah.Kaum Sufi sering kali terkena penyakit waswas yang parah dalam bersuci, seperti harus berwudu menggunakan air sungai karena menganggap air di rumah tidak sah atau haram, padahal Nabi ﷺ mengajarkan berwudu dengan air yang sedikit. tarekat Sufi cenderung membuat "sunah" atau ritual internal tersendiri (seperti zikir/wirid rahasia yang tidak boleh diketahui orang luar atau shalat dua rakaat khusus setelah memakai baju tambal-tambalan).

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
A
Anna setyaningsih

📍 Kota Bekasi

Catatan materi talbis iblis #13

📖 Talbis Iblis #13Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Imam Ibnul Jauzi رحمه الله dalam kitab Talbis Iblis menjelaskan bahwa setan tidak hanya menipu pelaku maksiat, tetapi juga dapat menipu orang-orang yang rajin beribadah. Bahkan semakin tinggi semangat ibadah seseorang, semakin halus pula tipu daya yang digunakan.Pada pembahasan ini beliau mengkritik berbagai penyimpangan yang muncul pada sebagian kelompok sufi yang tidak berpegang teguh kepada Al-Qur'an, Sunnah, dan pemahaman Salaf.1️⃣ Kritik terhadap Metode Pendidikan Sufi📌 Pokok PermasalahanSebagian tokoh sufi lebih menekankan:Mengikuti perasaan hati.Menganalisa lintasan hati (khatharat).Memperhatikan bisikan-bisikan jiwa.Mengandalkan pengalaman ruhani.Daripada:Belajar Al-Qur'an.Mempelajari hadits.Menuntut ilmu syar'i.⚠️ Bentuk Talbis IblisIblis membuat seseorang merasa:"Aku tidak perlu banyak belajar dalil, cukup membersihkan hati."Padahal hati yang benar justru harus dibimbing oleh wahyu.🌱 PelajaranHati bisa salah.Perasaan bisa menipu.Kasyaf dan ilham bukan sumber hukum.Timbangan kebenaran adalah Al-Qur'an dan Sunnah.📖 Allah berfirman:"Jika kalian berselisih dalam sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya."2️⃣ Penyimpangan AkidahA. Hululiyah📌 DefinisiKeyakinan bahwa Allah "masuk" atau menempati makhluk tertentu.Misalnya menganggap:Allah berada dalam diri manusia tertentu.Allah menyatu dengan seorang wali.❌ KesalahannyaAllah Maha Tinggi di atas seluruh makhluk-Nya.Allah tidak menempati makhluk dan tidak bercampur dengan ciptaan-Nya.B. Ittihadiyah📌 DefinisiKeyakinan bahwa Allah dan makhluk menjadi satu.Sehingga tidak ada lagi perbedaan antara:Khaliq (Pencipta)Makhluk (ciptaan)❌ KesalahannyaIni bertentangan dengan seluruh ajaran tauhid.Tauhid mengajarkan bahwa Allah berbeda dari makhluk-Nya.C. Wahdatul Wujud📌 DefinisiPaham yang menyatakan:"Hakikatnya yang ada hanya Allah."Alam semesta dianggap bagian dari Allah atau manifestasi Allah.⚠️ BahayanyaKonsekuensinya:Tidak ada perbedaan antara ibadah dan kemaksiatan.Tidak ada perbedaan antara mukmin dan kafir.Semua dianggap satu hakikat.Ini merusak dasar agama Islam.D. Kasus Al-HallajAl-Hallaj terkenal dengan ucapannya:"Ana al-Haqq" (Aku adalah Yang Maha Benar).Sebagian pengikutnya menganggap ini puncak ma'rifat.Namun para ulama Ahlus Sunnah menganggap ucapan tersebut sebagai kesesatan yang sangat berbahaya.🌱 PelajaranSemakin tinggi kedudukan seseorang, semakin wajib ucapannya ditimbang dengan dalil.Bukan karena terkenal lalu otomatis benar.3️⃣ Talbis Iblis dalam Thaharah📌 Bentuk TipuanIblis membuat sebagian orang:Terlalu lama berwudhu.Mengulang wudhu berkali-kali.Mengulang niat terus-menerus.Menghabiskan air secara berlebihan.Karena merasa belum sempurna.ContohSeseorang:Membasuh tangan berkali-kali.Merasa air belum mengenai seluruh anggota.Mengulang wudhu dari awal.Padahal sudah sah.⚠️ AkibatnyaMenyulitkan diri.Boros air.Kehilangan kekhusyukan.Membenci ibadah karena terasa berat.🌱 SolusiIkuti Sunnah Nabi ﷺ:Wudhu sederhana.Tidak berlebihan.Tidak mengikuti waswas.Kaidah:Keyakinan tidak hilang karena keraguan.4️⃣ Klaim Sunnah atau Wirid Khusus yang Tidak Berdalil📌 Bentuk PenyimpanganSebagian kelompok membuat:Dzikir tertentu.Wirid tertentu.Tata cara ibadah tertentu.Lalu mengklaim:"Ini amalan khusus ahli hakikat."Padahal tidak ada dalil dari Nabi ﷺ.⚠️ Talbis IblisIblis menghias bid'ah sehingga tampak seperti ibadah.Padahal:Setiap ibadah harus memiliki dalil.🌱 Kaidah PentingAsal ibadah adalah:Tauqifiyah (harus berdasarkan dalil).Bukan berdasarkan mimpi, ilham, atau pengalaman pribadi.5️⃣ Penyimpangan dalam Tempat Ibadah📌 PermasalahanSebagian sufi membangun tempat khusus seperti:Ribath.Zawiyah.Tempat khalwat.Lalu meninggalkan masjid.⚠️ DampakJamaah masjid berkurang.Umat terpecah.Timbul kelompok-kelompok eksklusif.Padahal masjid adalah pusat ibadah kaum muslimin.🌱 PelajaranKeutamaan shalat berjamaah:Di masjid.Bersama kaum muslimin.Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ.Bukan mengasingkan diri tanpa alasan syar'i.🌷 Fawaid (Pelajaran Penting)✅ Kebenaran diukur dengan dalil, bukan perasaan.✅ Hati yang baik harus mengikuti wahyu.✅ Kasyaf, ilham, dan mimpi bukan sumber syariat.✅ Allah terpisah dari makhluk-Nya dan tidak menyatu dengan ciptaan.✅ Waspadai waswas dalam ibadah.✅ Jangan berlebih-lebihan dalam thaharah.✅ Semua ibadah harus memiliki dalil.✅ Masjid tetap menjadi pusat ibadah kaum muslimin.✅ Semangat beribadah harus dibarengi ilmu.📝 KesimpulanTalbis Iblis terhadap sebagian kaum sufi terjadi ketika ibadah dan kezuhudan tidak lagi dibangun di atas ilmu dan dalil. Setan menghias perasaan, pengalaman ruhani, dan amalan-amalan yang tidak bersumber dari Al-Qur'an serta Sunnah sehingga tampak indah. Karena itu jalan keselamatan adalah mengikuti manhaj Rasulullah ﷺ dan para sahabat: beribadah dengan ikhlas dan sesuai tuntunan."Setiap kebaikan adalah dengan mengikuti Salaf, dan setiap keburukan adalah pada jalan orang yang menyelisihi mereka."

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman Materi Talbis Iblis 13

Talbis Iblis 13 "Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi - 2"🎙️ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A.◾Ibnul Jauzi Membantah Tulisan Sufiah Diantara yang beliau bantah adalah jenis tulisan yang dikenal dengan istilah walwasawis alkhatarat yaitu menjelaskan tentang khayalan-khayalan seseorang. Yang terkenal membawah tulisan ini Al-Harits al-Muhasibi ; judul bukunya tawahum isi bukunya disuruh membayang-bayangkan, mengangdai-ngandaikan sehingga orang yang membaca buku ini sperti terenyuh, takut. Namun buku ini ditahzir oleh para ulama diantaranya:✓ Imam Ahmad. Kata Imam Ahmad kepada muridnya "Menurutku jangan kamu duduk sama mereka (orang-orang yang bermazhab seperti Al-Harits al-Muhasibi)".  Imam Ahmad memboikotnya maka Al-Harits al-Muhasibi bersembunyi sampai dia meninggal dunia. Al-Harits al-Muhasibi dia merupakan orang berilmu namun tergelincir dalam 2 kesalahan :~ Terjerumus dalam bid'ah qulabiyah~ Terjerumus mendukung sufiyah dengan buku-buku yang ia tulis bukan dengan metode ahlu sunnah waljaama'ah.✓ Abu Zur'a Ar-Razi. Beliau berkata "Jauhilah engkau buku-buku yang seperti ini. Ini adalah buku-buku bid'ah dan buku-buku kesesatan. Hendaknya engkau berpegang teguh dengan hadist dan atsar dari para sahabat. Jika engkau berlajar hadist dan belajar atsar dari para salaf engkau tidak butuh lagi dengan buku-buku seperti ini. Buku ini bukan cara para salaf mendidik. Dan apa yang dididik oleh para salaf itu lebih baik lebih membentuk kepada pribadi yang sesuai dengan al-qur'an dan sunnah yang diinginkan oleh syari'at.Dalam pembahasan kaum sufiyah ternyata Imam Ibnu Jauzi menyebutkan sebagian ulama tergelincir atau terjatuh dalam pemahaman sufiyah seperti Al-Harits al-Muhasibi, Hamid Al-Ghazali namun Ibnu Jauzi tetap membantah mereka dengan sopan bahkan beliau memberikan udzur muqaddimah sebelum membantah. Beliau memberi judul tanziihus syariah pasal tentang mensucikan syariat dari pemikiran-pemikiran dan keyakinan-keyakinan yang salah.◾Talbis Iblis Kepada Kaum Sufiah✓ BersuciAhli ibadah karena bodoh terkadang ditipu oleh syaitan tetapi sufiah lebih parah lagi. Sampai mereka dibuat was-was sehingga jika ketika mereka bersuci memakai air yang banyak. Mereka menggap berwudhu dengan air sedikit tidak sah sebab banyaknya was-was.✓ ShalatSetan menggoda kaum sufiah sebagaimana setan menggoda ahli ibadah yang tidak berilmu namun setan menambah lebih parah lagi. Kaum sufi memiliki sunnah-sunnah tersendiri, diantara sunnah-sunnah mereka bersedirian dalam sunnah ibadah tersebut bernisbah kepada sunnah tersebut. Diantara perkara yang buruk dikalangan sufih yaitu memiliki sunnah-sunnah tersendiri yang tidak diketahui oleh orang lain dan itu bukan dari islam. ✓ Tempat Tinggal Sufi memiliki tempat-tempat namanya ribat dimana mereka beribadah dan berkumpul dengan guru. Mereka membangun bangunan khusus untuk bersendirian ibadah kepada Allah. Mereka itu kalau niatnya baik tetap salah dari 6 sisi :~ Mereka membuat bangunan bid'ah.~ Mereka menjadikan bangunan ini sebagai saingan masjid.~ Mereka akhirnya menghalangi diri dari pahala melangkahkan kaki ke masjid.~ Mereka bertasyabu dengan orang-orang nasarah.~ Mereka tersiksa karena banyak diantara mereka anak-anak muda sementara mereka tidak menikah, sibuk beribadah di ribat-ribat tersebut.~ Mereka menjadikan diri mereka suatu tanda "kami orang-orang zuhud" sampai orang-orang tertarik dengan mereka.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Talbis iblis #13

Talbis iblis#13Talbis iblis terhadap kaum sufi (bag.2)Pemateri : ustadz DR. Firanda Andirja MA hafidzhahullah Al wasawis Al khotoro' : jenis tulisan buku yang menjelaskan tentang khayalan khayalan seseorang.Pembawa tulisan tersebut yang terkenal adalah Al Harits Al muhasibi-tawwahum (bayangkan jika sakaratul maut,bayangkan jika datang malaikat maut,bayangkan di alam barzakh).namun buku dengan model begini di tahdzir oleh para ulama.diantaranya ketika di tanya imam Ahmad rahimahullah ta'ala tentang buku yg di tulis oleh Al Harits Al muhasibi: menurut ku jangan kau duduk bersama mereka , perkataan imam Ahmad kepada muridnya.Diriwayatkan oleh tsaid bin Amr:seorang ahli hadits Al burruzah ar roziy ketika di tanya tentang tulisan Al Harits Al muhasibi,jauhilah engkau dari buku buku seperti ini,ini adalah buku buku bid'ah dan kesesatan,dan hendaklah engkau berpegang teguh dengan hadits dan perkataan sahabat,maka kalau kau belajar hadits dan asr dari para sahabat ,engkau tidak akan butuh lagi dari buku buku ini.sesungguhnya dalam buku buku ini ada pelajaran ,akan ada bayangan yang mungkin akan bisa membuat engkau tobat,namun beliau mengatakan:siapa yang tidak bisa mengambil ibroh dari Al-Quran dan Sunnah Sunnah nabi dan attsar salaf maka tidak ada Ibroh dari buku buku ini.Di sebutkan oleh para ulama Al imam Ahmad mentahdzir masyarakat dari Al Harits Al muhasibi karena 2 kesalahannya: menulis buku yang mendukung sufiyah dan dia berbicara tentang sifat masuk ke dalam madzhab Al qulabiyah.Ketika ditahdzir ,Al Harits Al muhasibi bersembunyi hingga akhirnya dia meninggal dunia .Riwayat imam Ahmad bin Hambal: peringatkan lah manusia dari bahayanya Al Harits Al muhasibi dengan peringatan yang keras.Imam Ibnul Jauzi: sudah jelas perkataan dari imam imam mereka(guru guru mereka),nampak kesalahan kesalahan Krn jauhnya mereka dari ilmu.kalau memang yang di nukil dari guru guru sufiyah itu benar,maka mereka berkata demikian harus di bantah,tidak ada sungkan sungkan dalam membela kebenaran.kalau ternyata yang di nisbah kan kepada mereka tidak benar,hanya kata kata muridnya,gurunya tidak mengatakan demikian,maka kita peringatkan bahwa perkataan yang begini adalah salah.dan kita ingatkan ini adalah pemikiran yang keliru dan tidak boleh diikuti.adapun orang orang yang meniru hal tersebut dan bukan dari golongan mereka,maka kesalahan mereka lebih parah.kami akan menyampaikan beberapa kesalahan kesalahan mereka (kaum sufiyah) dan Allah mengetahui,bukan Maksud kami untuk mencari cari kesalahan kecuali untuk memurnikan syariat.dan bagaimana kecemburuan untuk membela syariat agar tidak dimasuki oleh kotoran kotoran yang bukan dari islam.bukan urusan kami siapa yang bilang siapa yang lakukan,kami hanya menyampaikan amanah ilmiah, amanah ilmu.dan senantiasa dari dulu sampai sekarang,para ulama saling bantah kesalahan kawannya dengan tujuan untuk membenarkan bukan untuk menjelek2kan orang yang di bantah tetapi untuk membela kebenaran.Ketundukkan itu hanya kepada dalil yang datang dari syariat bukan pada sosok2 person person.bisa jadi seorang penghuni surga,termasuk wali wali Allah tapi punya kesalahan kesalahan, kedudukannya yang tinggi tersebut tidak dapat mencegah kita untuk menjelaskan kesalahan kesalahannya.Model model kesalahan kaum sufiah:1.wahdatul wujud : Allah adalah makhluk,makhluk adalah allah.satu kesatuan. (Ibnu arrobi)Orang orang punya keyakinan bervariasi tentang Allah dan aku meyakini semua pemikiran mereka.semuanya benar 2.Al ululiyahtuhan menempati sebagian makhluknya.3. Ibtihidahiyah: Allah dan makhluk bersatu, sehingga satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.perkataan imam Ibnu Jauzi: ada seorang sufi namanya abu Hamzah,dia cerita di masjid dan banyak orang terima ceramahnya.suatu hari orang sufi ini ceramah,tiba tiba ada burung gagak di atas masjid dan bersuara,dan diapun kaget dan berkata labbaik labbaik.dan orang yang mendengarnya mengatakan ini orang sinting,ini orang mahdzab hululi dan kemudian di ambil kudanya dan di jual di depan masjid.Abu Hamzah menganggap setiap dengar suara sesuatu itu dari Allah untuk mengingatkan supaya berdzikir.Assaraj berkata:telah sampai kepada ku sekelompok kaum sufiah dari hululi ,mereka menyangka bahwasanya Allah memilih sebagian jasad untuk Allah tempat kan padanya makna makna rububiyah(makna ketuhanan).dan telah sampai kepada ku sekolompok ahlul syam,mereka mengaku bahwasanya mereka dapat melihat Allah dengan hati mereka di dunia.sebagaimana orang orang akan melihat Allah pada hari kiamat dengan mata mereka.Assaraj berkata: bahwasanya abu Hasan alnurry ,ghulamul guli mendengar abu Hasan alnurry berkata aku berhasrat kepada Allah,rindu kepada Allah dan Allah kangen kepadaku .Orang hululiyah berpendapat Allah memiliki sifat kangen.Bantahan : mengatakan Allah memiliki sifat kangen atau hasrat,ini adalah salah dari 3 sisi: menurut ahli bahasa namanya ishq itu untuk yang dinikahi (yg ada hasrat).sifat yg kedua yuhib: Allah mencintai,Allah menyukai.yg ketiga bagaimana dia tau Allah kangen kepada dia,dan cinta kepada dia.(Tidak ada dalilnya).Para ulama telah sepakat bahwa darahnya alhallaj adalah halal,boleh di bunuh.yg pertama mengatakan diantara para hakim hakim Abdurrahman Al qotty.Rasulullah bersabda:darah seorang muslim tidak halal kecuali satu diantara 3,diantaranya: orang yang meninggalkan agama (murtad)#Talbis iblis terhadap kaum sufiyah terkait sholat:setan menggoda kaum sufiyah seperti setan menggoda kaum ahli ilmu namun untuk kaum sufiyah,setan lebih tambah lagi yaitu kaum sufi memiliki dzikir dzikir spesial yang menjadi ciri khas torikhoh torikhoh mereka.diantaranya Sunnah Sunnah mereka:sholat 2 rakaat setelah memakai baju tambalan khas sufiyah.diabtara perkataan yg buruk di kalangan sufiyah yaitunkaum sufi punya Sunnah Sunnah tersendiri.Bantahan ya: seharusnya kaum muslimin semua sama,dan para furokhiha paling mengerti tentang Sunnah Sunnah nabi.dan jika Sunnah Sunnah itu dari Islam seharusnya semua orang boleh mengamalkan kannya.#Tipuan iblis terhadap kaum sufiyah terkait tempat tinggal merekaAdapun membangun ribat ribat (tempat ibadah kaum sufi),Banatahannya:bangunan tersebut bid'ah Krn bangunan orang Islam untuk ibadah namanya masjid.menjadikan bangunan tersebut sebagai saingan masjid,menghalangi mereka mendapat pahala untuk datang ke masjid,bertasyabuh dgn orang nasyoro,tersiksa Krn banyak diantara mereka anak muda yg tidak menikah Krn sibuk beribadah di tempat tersebut,menjadikan diri mereka sebagai orang orang Zuhud sehingga orang datang kepada mereka untuk mencari berkah kepada mereka.Catatan:jika ada kelompok yang mengatakan ini untuk amalan kami yg lain tidak boleh,maka ini kelompok sesat Krn Islam itu untuk semua orang.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

DAY-13, TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM SUFI, BAG-2

Kritik terhadap Tulisan Sufi Bantahan Al-Imam Ibnul Jauzi terhadap karya-karya kaum sufi yang dianggap menyimpang, khususnya buku-buku yang berfokus pada al-wasawis (bisikan) dan al-khatarat (khayalan/imajinasi). Tokoh yang disorot adalah Al-Harits Al-Muhasibi dengan bukunya Tawahum. Ulama salaf, termasuk Imam Ahmad bin Hambal, mentahzir buku-buku ini karena dianggap bukan metode pendidikan yang diajarkan oleh syariat.Prinsip dalam Mengkritik Al Imam Ibnul Jauzi memberikan kaidah bahwa tidak ada sosok yang maksum kecuali Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Meskipun seseorang dikenal zuhud atau alim, jika terdapat kesalahan fatal, maka wajib dibantah demi mensucikan syariat dan menjaga umat dari kesesatan, bukan untuk menjatuhkan pribadi orang tersebut.Akidah yang MenyimpangBeberapa akidah rusak yang dianut sebagian kaum sufi ekstrem:Wahdatul Wujud, Hululiyah, dan Ittihadiyah: Keyakinan bahwa Allah menempati makhluk, bersatu dengan makhluk, atau bahwa alam adalah penampakan Allah. Ustadz mencontohkan penyimpangan Al-Hallaj yang mengaku dirinya Tuhan dan akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh para ulama karena dianggap murtad.Fenomena "Labaik": Kisah sufi yang berteriak "Labaik" saat mendengar suara alam (burung, angin) karena menganggapnya sebagai suara Allah, yang dinilai sebagai perilaku zindik.Was-was dalam Bersuci dan IbadahIblis menipu kaum sufi melalui was-was yang berlebihan, misalnya mengharuskan wudhu dengan air dalam jumlah sangat banyak atau merasa wudu tidak sah jika tidak dari sumber tertentu. Selain itu, mereka sering membuat "sunnah-sunnah" baru yang tidak memiliki dasar dalam Islam, seperti shalat khusus setelah memakai pakaian tertentu.Pembangunan Ribat Enam sisi kesalahan membangun ribat (tempat ibadah khusus sufi):Pembangunan yang bersifat bid'ah.Menjadikan ribat sebagai saingan masjid.Menghalangi diri dari pahala langkah kaki ke masjid.Menyerupai cara ibadah rahib Nasrani.Menyebabkan penyiksaan diri karena menahan syahwat bagi pemuda yang tidak menikah.Menjadikan diri sebagai ikon atau tanda kesalehan yang akhirnya mengarah pada pengumpulan harta (pemberian orang) yang tidak jelas kehalalannya.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinoteyarakat.note

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi bagian 2

Talbis Iblis 13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)Ustadz Dr. Firanda AndirjaIbnu Jauzi membantah kitab yang membahas tentang Al-Wasawis wal Khatarat adalah tulisan yang menjelaskan tentang khayalan-khayalan seseorang. Orang yang terkenal membawa tulisan ini adalah Al Harits Al Muhasibi. Ia memiliki buku judulnya Tawahum. Isinya berisi tentang mengajak pembaca untuk membayangkan saat meninggal dunia, sakaratul maut, berada di alam barzakh dll. Sehingga pembaca merasa jiwanya tersentuh.Namun, buku seperti itu di tahdzir oleh para ulama. ImamAhmad dan Abu Zur’ah Ar-Razi memperingatkan untuk tidak membaca kitab tersebut karena termasuk buku bid’ah dan mengandung kesesatan. Hendaklah kita berpegang dengan hadits dan atsar dari para sahabat.Abu Zur’ah Ar-Razi berkata “barangsiapa yang tidak bisa mengambil ibrah dari Al-Qur’an, sunnah-sunnah dan atsar salaf maka tidak ada ibrah pelajaran dari buku-buku seperti ini.”Al Imam Ahmad mentahdzir Al Harits Al Muhasibi karena dua kesalahannya, yaitu:Ia menulis buku yang mendukung sufiah dengan istilah Al Wasawis wal Khatarat.Ia berbicara tentang sifat-sifat Allah dan ikut madzhabnya Ibnu Kullab yang masuk ke dalam pemikiran Al Kullabiyah.Ibnu Jauzi menyebutkan bahwa sebagian ulama yang tergelincir ke dalam pemahaman sufiah adalah Al Harits Al Muhasibi, Abu Hamid Al-Ghazali. Ibnu Jauzi tetap membantah mereka dengan sopan.Beliau berkata jika telah jelas perkataan guru-guru mereka kaum sufiah dan juga telah nampak kesalahan-kesalahan dari guru-guru mereka karena jauhnya mereka dari ilmu maka memang harus dibantah. Jika ternyata yang dinisbahkan kepada mereka tidak benar hanya kata murid-muridnya ternyata guru-gurunya tidak pernah mengatakan demikian maka kita peringatkan bahwa perkataan yang seperti ini salah.Adapun orang-orang yang meniru orang-orang tersebut dan bukan dari golongan mereka maka kesalahan mereka lebih parah. Para ulama dari dulu sampai sekarang saling membantah, dengan tujuan untuk menjelaskan kebenaran.Tokoh-tokoh sufiah yang terjerumus ke dalam aqidah Al Hululiyah, Al Ittihadiyah dan Wahdatul Wujud:Abu Hamzah adalah seorang sufi, ia ceramah di Masjid Tarsus dan orang-orang menerima ceramahnya. Tiba-tiba ada burung gagak di atap masjid dan mengeluarkan suara, maka ia pun terkejut dengan suara burung gagak tersebut. Lantas dia berkata “Labbaik.. labbaik…”. Akhirnya orang-orang bilang bahwa ia orang zindiq. Lalu kudanya diambil dan dijual di depan pintu masjid kemudian penjualnya berkata “ini adalah kudanya si zindiq”.Di riwayat yang lain, Abu Hamzah jika mendengar sesuatu ia langsung mengatakan “labbaik..labbaik”.Dia menganggap bahwasannya suara tersebut adalah suara dari Allah untuk mengingatkan dia supaya berdzikir.Abu Nasr Assaraj mengatakan bahwa telah sampai kepadanya sekelompok kaum sufiah tapi bermadzhab hululi, mereka menyangka bahwasannya Allah memilih sebagian jasad untuk Allah tempatkan kepadanya makna-makna rububiyah (ketuhanan). Kemudian tempat-tempat tersebut dicabut dari nilai-nilai kemanusiaan dan ditanam nilai-nilai ketuhanan. Cara mengetahuinya yaitu ketika kita melihat pemandangan yang indah maka disitulah Allah telah meletakkan nilai-nilai ketuhanan di pemandangan-pemandangan yang indah tersebut.Sekelompok Ahlu syam mengaku bahwa mereka bisa melihat Allah dengan hati mereka di dunia sebagaimana orang-orang akan melihat Allah pada hari kiamat dengan mata mereka.Assaraj berkata, ia menukil dari orang-orang sufiah bahwasannya Abu Al Hasan Annuri (tokoh sufiah) berkata “aku rindu kepada Allah dan Allah juga rindu kepadaku”. Maka Al Qadi Abu Ya’la berkata bahwa orang hululiyah berpendapat Allah memiliki sifat isyq (rindu). Lalu Ibnu Jauzi membantah bahwa itu tidak benar dilihat dari 3 sisi:Menurut ahli bahasa sifat isyq (rindu) itu hanya kepada orang yang dinikahi dan ada hasrat. Jadi tidak mungkin kita mengatakan berhasrat kepada Allah dan Allah berhasrat kepada kita.Sifat yang ada di Al Qur’an hanya yuhib (mencintai).Bagaimana ia tahu bahwa Allah rindu kepadanya? Hal ini pun tidak ada dalilnya.Tokoh yang paling berbahaya dari al hululiyah  yaitu Al Husain bin Mansur Al Hallaj yang kemudian dibunuh oleh para ulama. Ulama sepakat bahwa ia kafir dan telah membuat kerusakan. Ia dibunuh dan dibakar jasadnya. Dia hidup sekitar tahun 250an H sampai 300an H yaitu di penghujung abad ketiga sampai di awal abad keempat di Baghdad. Ia mengaku bahwa dirinya itu Tuhan dan ia memiliki kesaktian-kesaktian. Ia mengaku bahwa ia bisa mengambil buah di surga dan ia juga mengaku bahwa bisa membuat Al-Qur’an.Namun, masih banyak kaum sufiah yang fanatik kepada Al Hallaj karena kebodohan mereka dan mereka tidak peduli dengan ijma fuqoha.Di antara godaan iblis terhadap kaum sufiah adalah masalah bersuci, Ibnu Jauzi berkata sebelumnya sudah dibahas tentang tipuan iblis terhadap orang-orang ahli ibadah namun kaum sufiah ini lebih parah. Mereka dibuat was-was hingga mereka ketika bersuci menggunakan air yang banyak. Seorang ulama Hambali pernah masuk ke ribath (tempat ibadah kaum sufiah) dan ia ditertawakan karena menggunakan air yang sedikit. Kaum sufiah menganggap jika berwudhu dengan sedikit air itu tidak sah.Di antara godaan iblis lainnya terhadap kaum sufiah ialah terkait sholat. Iblis menggoda kaum sufiah sebagaimana iblis menggoda ahli ibadah yang tidak berilmu. Mereka memiliki sunnah-sunnah yang mereka bersendirian (tidak diketahui oleh yang lain) dan bernisbah dengan sunnah tersebut. Di antaranya adalah mereka sholat dua rakaat setelah memakai baju yang ditambal-tambal. Mereka berdalil dengan hadits Thumama bin Uthal bahwasannya Nabi menyuruh Thumama untuk mandi, maka Ibnu Jauzi membantah bahwa saat itu Thumama masuk islam dan Nabi memerintahkannya untuk mandi dan tidak ada sholat setelahnya.Tipuan iblis terhadap kaum sufi terkait tempat tinggal mereka yaitu mereka memiliki ribath-ribath, mereka beribadah dan berkumpul dengan guru-gurunya di dalam sana. Ada 6 sisi kesalahan tentang bangunan ribath tersebut, yaitu:Ini adalah bangunan bid’ah karena dalam islam bangunan yang digunakan untuk ibadah hanya masjid.Mereka membuat bangunan ini menjadi saingan bagi masjid akhirnya jama’ah masjid menjadi berkurang.Mereka akhirnya menghalangi diri mereka dari pahala melangkahkan kaki ke masjid karena mereka beribadah di ribath.Mereka bertasyabbuh dengan orang-orang nashoro karena dahulu rahib-rahibnya memiliki kuil-kuil untuk beribadah dan tidak ke gereja.Tersiksa karena tidak menikah dan sibuk beribadah di ribath-ribath tersebut.Mereka melabeli diri mereka bahwa mereka orang-orang yang zuhud kepada masyarakat hingga orang-orang tertarik kepada mereka.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan pertemuan ke 13

Ringkasan Kajian Talbis Iblis #13Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi dalam Al-Wasawis wal Khatharat dan Penyimpangan AkidahPemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهPada pembahasan ini, Imam Ibnu al-Jauzi rahimahullah melanjutkan bantahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan yang terjadi di kalangan sebagian kaum sufi. Beliau menjelaskan bahwa tujuan bantahan tersebut bukan untuk menjatuhkan tokoh tertentu, melainkan untuk menjaga kemurnian syariat dari pemikiran-pemikiran yang tidak berasal dari Al-Qur'an dan Sunnah.Tulisan Al-Wasawis wal KhatharatSalah satu jenis tulisan yang dikritik oleh para ulama adalah tulisan yang banyak membahas khayalan dan lintasan hati (al-wasawis wal khatharat).Tulisan semacam ini mengajak pembacanya untuk terus membayangkan berbagai keadaan, seperti:Datangnya sakaratul maut.Kehidupan alam barzakh.Pertanyaan Munkar dan Nakir.Peristiwa hari kiamat.Tokoh yang terkenal menulis dalam model seperti ini adalah Al-Harits Al-Muhasibi rahimahullah, di antaranya melalui kitab At-Tawahhum.Meskipun tulisan tersebut dapat membuat hati menjadi tersentuh, para ulama menilai bahwa metode seperti ini bukanlah metode para salaf dalam mendidik manusia.Sikap Para Ulama terhadap Al-Harits Al-MuhasibiImam Ahmad bin Hanbal rahimahullah memperingatkan agar tidak duduk bersama kelompok Al-Harits Al-Muhasibi.Demikian pula Abu Zur'ah Ar-Razi rahimahullah menyatakan bahwa:"Barang siapa tidak bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur'an, Sunnah, dan atsar para salaf, maka ia tidak akan mendapatkan manfaat dari buku-buku seperti ini."Beliau juga mempertanyakan:Apakah Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri, dan para imam terdahulu pernah menulis buku dengan metode seperti itu?Menurut beliau, inilah salah satu bentuk bid'ah yang muncul di tengah umat.Dua Kesalahan Al-Harits Al-MuhasibiImam Ahmad rahimahullah memperingatkan manusia dari Al-Harits Al-Muhasibi karena dua perkara:1. Menulis buku-buku yang mendukung pemikiran tasawufMelalui tulisan-tulisan tentang al-wasawis wal khatharat, beliau dinilai telah menempuh metode yang tidak dikenal di kalangan para salaf.2. Terpengaruh mazhab Al-KullabiyahAl-Harits Al-Muhasibi berbicara tentang sifat-sifat Allah dengan pendekatan ilmu kalam dan mengikuti mazhab Ibnu Kullab. Karena itu Imam Ahmad memboikotnya, hingga beliau hidup menyendiri sampai wafat.Adab Ibnu al-Jauzi dalam MembantahMeskipun membantah sebagian tokoh yang memiliki kedudukan tinggi, seperti Al-Harits Al-Muhasibi dan Abu Hamid Al-Ghazali, Ibnu al-Jauzi tetap melakukannya dengan penuh adab.Beliau menjelaskan bahwa tujuan bantahan adalah:Membersihkan syariat dari penyimpangan.Menjelaskan kebenaran.Mencegah manusia mengikuti kesalahan.Menurut beliau, tidak ada seorang pun yang maksum selain Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, kesalahan seorang ulama tetap harus dijelaskan tanpa mengurangi kedudukannya.Penyimpangan Akidah Sebagian Kaum SufiIbnu al-Jauzi menyebutkan beberapa bentuk penyimpangan akidah yang muncul di kalangan sebagian tokoh sufi.1. Wahdatul WujudKeyakinan bahwa Allah dan seluruh makhluk pada hakikatnya adalah satu wujud, sedangkan perbedaan yang tampak hanyalah penampakan semata.Pemikiran ini banyak dikaitkan dengan Ibnu Arabi.2. HululKeyakinan bahwa Allah menempati sebagian makhluk-Nya.Seperti air yang berada di dalam gelas, ada yang menempati dan ada yang ditempati.3. IttihadKeyakinan bahwa Allah dan makhluk menyatu menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, seperti kopi yang bercampur dengan susu.Menurut Ibnu al-Jauzi, seluruh keyakinan tersebut merupakan kesesatan yang berat.Kisah Abu HamzahDisebutkan bahwa Abu Hamzah, salah seorang tokoh sufi, apabila mendengar suara burung, aliran air, atau suara angin, ia mengatakan:"Labbaik, labbaik."Ia menganggap suara-suara tersebut sebagai bentuk panggilan dari Allah.Karena keyakinan seperti itu, sebagian orang menuduhnya memiliki pemikiran hulul.Al-Hallaj dan Keyakinan HululTokoh yang paling terkenal dalam pemikiran hulul adalah Al-Husain bin Manshur Al-Hallaj.Ia mengaku memiliki berbagai karamah dan bahkan sampai pada ucapan-ucapan yang menunjukkan keyakinan bahwa dirinya adalah Tuhan.Para ulama pada zamannya sepakat bahwa keyakinan tersebut merupakan kekufuran dan menjatuhkan hukuman mati kepadanya.Namun demikian, sebagian pengikut tasawuf tetap fanatik kepadanya.Talbis Iblis dalam BersuciSebagian kaum sufi terjatuh dalam waswas yang berlebihan ketika berwudu.Mereka:Menggunakan air dalam jumlah yang sangat banyak.Merasa wudu dengan sedikit air tidak sah.Bahkan ada yang hanya mau berwudu dari sungai karena terlalu banyak keraguan.Padahal Rasulullah ﷺ berwudu dengan air yang sedikit.Talbis Iblis dalam SalatSebagian tarekat memiliki amalan-amalan khusus yang tidak dikenal dalam syariat, seperti:Salat dua rakaat ketika memakai pakaian khas sufi.Zikir-zikir khusus yang hanya diketahui oleh kelompok mereka.Ibnu al-Jauzi menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang terbuka bagi seluruh kaum muslimin. Tidak ada ibadah khusus yang hanya boleh diketahui oleh kelompok tertentu.Beliau menegaskan:Semua jalan menuju Allah tertutup, kecuali jalan yang ditempuh Rasulullah ﷺ.Talbis Iblis dalam Tempat IbadahSebagian kaum sufi membangun tempat-tempat khusus (ribat) untuk beribadah dan berkumpul bersama guru mereka.Menurut Ibnu al-Jauzi, hal ini mengandung beberapa dampak buruk, di antaranya:Menjadikan tempat tersebut sebagai saingan masjid.Mengurangi keutamaan berjalan menuju masjid.Menyerupai para rahib Nasrani.Menyebabkan sebagian mereka meninggalkan pernikahan.Menjadikan kezuhudan sebagai sarana mencari kedudukan di tengah manusia.Padahal tempat ibadah yang disyariatkan bagi kaum muslimin adalah masjid.PenutupImam Ibnu al-Jauzi rahimahullah menjelaskan bahwa berbagai penyimpangan dalam tasawuf muncul karena jauhnya sebagian orang dari metode para salaf dalam memahami agama.Beliau menegaskan bahwa ukuran kebenaran bukanlah kedudukan seseorang, melainkan dalil dari Al-Qur'an, Sunnah, dan pemahaman para sahabat.Karena itu, setiap kesalahan harus dijelaskan demi menjaga kemurnian syariat dan agar umat tidak terjerumus mengikuti penyimpangan tersebut.Wallahu a'lam.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

#13 Talbis Iblis Kepada Kaum Sufi Bag-2

🥞Bantahan terhadap Kitab Jenis Al-Wasawis wal Khatarat (Khayalan & Bisikan)Salah satu bentuk perangkap iblis yang dibahas oleh Imam Ibnul Jauzi adalah munculnya metode penulisan buku yang mendidik jiwa lewat khayalan emosional secara berlebihan.Tokoh dan Karya: Contoh utamanya adalah Al-Harits Al-Muhasibi yang menulis kitab berjudul Tawahum. Di dalamnya, pembaca diminta membayangkan secara detail bagaimana detik-detik kematian datang, bagaimana malaikat maut berbicara, hingga suasana malam pertama di alam barzakh.Kritik Keras Ulama Salaf: Meskipun buku jenis ini sepintas tampak menyentuh hati dan bisa membuat pembacanya menangis atau bertaubat, metode ini justru diperingatkan (ditahdzir) oleh para imam ahlussunnah karena menyelisihi cara Salaf dalam mendidik pribadi muslim.Imam Ahmad bin Hambal: Melarang keras murid-muridnya untuk duduk dan belajar dari Al-Harits Al-Muhasibi maupun pengikutnya. Imam Ahmad bahkan memboikotnya karena dua kesalahan besar: tergelincir ke dalam pemikiran Kullabiyah terkait sifat-sifat Allah (ilmul kalam) serta mendukung metode sufiyah yang tidak berdalil.Abu Zur'ah Ar-Razi: Ketika ditanya tentang kitab-kitab Al-Muhasibi, beliau menegaskan bahwa buku-buku tersebut mengandung bidah dan kesesatan. Beliau menyatakan bahwa siapa saja yang tidak bisa mengambil pelajaran dari Al-Qur'an, Sunnah Nabi, dan atsar para sahabat, maka ia tidak akan mendapatkan pelajaran sejati dari buku-buku khayalan seperti itu.🥞Etika Ulama dalam Membela Syariat (Tanziihus Syariah)Imam Ibnul Jauzi memberikan penjelasan penting mengapa beliau harus membantah tokoh-tokoh besar seperti Al-Muhasibi atau Abu Hamid al-Ghazali (penulis Ihya Ulumuddin).Amanah Ilmiah: Mensucikan syariat dari noda kekeliruan adalah kewajiban agama. Dalam membela kebenaran, seorang ulama tidak boleh merasa sungkan atau segan, sekalipun harus meluruskan tokoh yang sangat dicintai oleh masyarakat luas.Membantah Bukan Berarti Membenci: Tradisi saling membantah di antara para ulama bertujuan murni untuk menjelaskan kebenaran (izhharul haqq), bukan untuk menjatuhkan kehormatan personal orang yang dibantah.Tolok Ukur adalah Dalil, Bukan Figur: Ibnul Jauzi mengingatkan agar kita tidak tertipu oleh ucapan orang bodoh yang berkata, "Mengapa engkau membantah tokoh yang dikenal alim, zahid, dan zuhud ini?" Kedudukan tinggi seseorang di mata manusia tidak membuatnya maksum (bebas dari dosa dan salah). Satu-satunya manusia yang maksum hanyalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam🥞Penyimpangan Akidah: Wahdatul Wujud, Al-Hulul, dan Al-IttihadIbnul Jauzi memaparkan kerusakan akidah yang menjangkiti sebagian tokoh ekstrem kaum sufi:Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud): Keyakinan bahwa makhluk dan Pencipta adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan (diibaratkan seperti laut dengan ombaknya). Tokoh sentral akidah ini adalah Ibnu Arabi (penulis Fususul Hikam). Karena menganggap segalanya adalah penampakan Tuhan, Ibnu Arabi sampai menyatakan bahwa Firaun masuk surga karena Firaun betul-betul mengenal Allah saat berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". Ia juga menganggap penyembah berhala dan kaum Nasrani salah hanya karena mereka membatasi sesembahan pada objek tertentu, padahal menurutnya segala yang disembah di alam semesta ini pada hakikatnya adalah Allah.Al-Hulul: Keyakinan bahwa Allah memilih jasad makhluk tertentu untuk ditempati nilai-nilai ketuhanan, sementara sifat kemanusiaan pada jasad tersebut dicabut.Kasus Abu Hamzah: Suatu hari saat berkhutbah di masjid, ada burung gagak berbunyi di atas atap. Abu Hamzah seketika berteriak, "Labbaik, Labbaik" (Aku penuhi panggilan-Mu). Ia merasa suara gagak itu adalah perwakilan suara Allah yang menegurnya untuk berdzikir. Akibatnya, masyarakat dan para ahli fikih saat itu menghakiminya sebagai zindiq yang menganut paham hulul, lalu mengusirnya dan menjual kudanya di depan pintu masjid.Al-Ittihad: Keyakinan bahwa zat Allah dan zat makhluk melebur menjadi satu zat baru (diibaratkan seperti kopi dan susu yang diaduk menjadi kopi susu).🥞Penyimpangan dan Eksekusi Al-Hallaj (Al-Husain bin Mansur)Al-Hallaj adalah salah satu tokoh sufi paling berbahaya yang mengaku dirinya sebagai Tuhan (paham hulul). Ia diliputi tipu daya jin sehingga memiliki berbagai kesaktian, seperti mengklaim bisa mengambil buah segar langsung dari surga di musim kering.Kekufuran Nyata: Saat berjalan di Makkah dan mendengar ayat Al-Qur'an dibacakan, ia dengan sombong berkata, "Aku juga bisa mengarang kalimat seperti yang kau baca itu." Ia juga pernah menulis surat rahasia kepada pengikutnya dengan kop surat: "Dari Arrahman Arrahim (Maksudnya dirinya sendiri) kepada Fulan bin Fulan". Saat pengikutnya diinterogasi di Baghdad, mereka berdalih bahwa yang menulis surat itu hakikatnya adalah Allah, sementara tangan Al-Hallaj hanyalah alatnya saja.Kesepakatan Ulama: Para ulama dan hakim di zaman itu (termasuk ulama mazhab seperti Abu Umar al-Hammadi) sepakat secara ijmak bahwa darah Al-Hallaj halal karena telah murtad dari Islam. Ia akhirnya dieksekusi mati di Baghdad, dipotong tangan dan kakinya, dipertontonkan di depan publik, lalu jasadnya dibakar. Meskipun demikian, Ibnul Jauzi menyayangkan masih banyak kaum sufi yang fanatik buta memuji Al-Hallaj karena ketidaktahuan mereka terhadap ijmak para ahli fikih.🥞Tipu Daya Setan dalam Masalah Bersuci (Wudhu) dan ShalatSetan memanfaatkan kebodohan sebagian ahli ibadah dari kalangan sufi untuk menjerumuskan mereka ke dalam sikap ekstrem (ghuluw):Waswas dalam Bersuci: Setan membisikkan keraguan parah saat mereka berwudhu, sehingga mereka menggunakan air secara berlebihan dan boros (bisa menghabiskan berkilo-kilo air hanya untuk satu kali wudhu). Beberapa di antara mereka bahkan menolak berwudhu menggunakan air di rumah karena takut tidak sah atau terkena najis syubhat, sehingga memaksakan diri harus pergi berwudhu langsung ke sungai jami'.Membuat Aturan/Syariat Sendiri: Munculnya tarekat-tarekat yang mengklaim memiliki amalan, zikir, atau wirid khusus yang bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui oleh orang di luar kelompok mereka (bahkan ada yang merahasiakannya dari pasangan sendiri).Bantahan: Ajaran Islam diturunkan secara terbuka untuk seluruh umat manusia (rahmatan lil 'alamin). Jika ada suatu amalan atau wirid yang diklaim khusus hanya untuk kelompok tertentu dan tidak boleh diketahui orang lain, maka itu dipastikan adalah jalan kesesatan. Jika amalan itu benar dari Islam, pastilah para ulama ahli fikih yang paling pertama mengetahuinya karena merekalah yang paling paham tentang dalil.Ritual Pakaian Tambalan: Adanya kebiasaan shalat dua rakaat khusus yang dilakukan setelah seseorang memakai pakaian khas sufi (baju yang sengaja ditambal-tambal) sebagai simbol tobat. Amalan shalat ini dibantah oleh Ibnul Jauzi karena tidak memiliki dasar perintah sama sekali dalam syariat Islam.🥞Tipu Daya Terkait Tempat Tinggal Eksklusif (Ribat)Sebagian kaum sufi membangun pondokan atau bangunan khusus yang disebut Ribat sebagai tempat tinggal bersama guru mereka untuk menyendiri demi fokus beribadah. Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa meskipun niat awal mereka terkesan mulia, tindakan mengisolasi diri di Ribat ini salah dari enam sisi:Konsep Bangunan Bid'ah: Dalam syariat Islam, tempat resmi yang dibangun untuk mengumpulkan kaum muslimin dalam beribadah dan shalat berjamaah adalah masjid, bukan bangunan eksklusif kelompok seperti ribat.Menyaingi Fungsi Masjid: Berdirinya ribat membuat fungsi masjid jami' menjadi sepi karena para pengikut tarekat lebih memilih berdiam diri di pondokan mereka sendiri.Kehilangan Keutamaan Langkah Kaki: Para penghuninya kehilangan pahala besar dari syariat yang menjanjikan ganjaran bagi setiap langkah kaki yang diayunkan menuju masjid Allah.Menyerupai (Tasyabbuh) Kaum Nasrani: Metode ini meniru cara hidup para rahib dan pendeta Nasrani zaman dahulu yang membangun kuil-kuil khusus di tempat terpencil untuk menjauhkan diri dari masyarakat.Menyiksa Diri dan Menolak Sunnah Menikah: Banyak anak muda sufi di dalam ribat yang memilih hidup membujang demi fokus ibadah, sehingga mereka tersiksa secara batiniah karena harus menahan syahwat alami manusia yang semestinya disalurkan lewat pernikahan syar'i.Klaim Kesucian & Mengemis Terselubung: Bangunan ribat secara tidak langsung menjadi simbol atau papan pengumuman kepada masyarakat luas bahwa "kami adalah kelompok orang-orang zuhud". Hal ini memicu tabarruk (pencarian berkah) yang salah kaprah dari orang awam. Masyarakat akhirnya berbondong-bondong datang memberikan donasi uang (yang sering kali bercampur antara yang halal, syubhat, maupun haram). Akibatnya, para penghuni ribat menjadi malas bekerja, enggan mencari nafkah, dan hidupnya hanya bertumpu pada belas kasihan serta pemberian orang lain demi status keduniawian yang dibungkus label agama.Segala bentuk akidah, metode penyucian jiwa, dan tata cara ibadah wajib tegak di atas dalil syariat yang murni serta mengikuti pemahaman para sahabat Nabi (Salafush Shalih), bukan bersandar pada khayalan perasaan, kesaktian semu, ataupun metode baru yang dibuat-buat.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026

Talbis Iblis Terhadap Orang-orang Sufi (Bag. 2)

Kritik terhadap Metode 'Khayalan' (Al-Wasawis Wal-Khatarat) Ustadz menjelaskan bantahan Imam Ibnu Jauzi terhadap kitab-kitab yang berisi metode imajinasi/khayalan untuk menyucikan hati, seperti karya Al-Harits Al-Muhasibi. Metode ini dinilai tidak diajarkan oleh para Salaf. Imam Ahmad bin Hanbal dan Abu Zur’ah Ar-Razi mentahzir (memperingatkan) masyarakat dari metode ini karena dianggap menyimpang dari cara mendidik yang sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.2. Kesalahan dalam Akidah Dibahas bahayanya akidah Hululiyah (Allah menempati makhluk), Wahdatul Wujud (Alam adalah Allah), dan Ittihadiyah (Penyatuan Allah dengan makhluk).Ustadz memberikan contoh tokoh seperti Al-Hallaj yang mengaku dirinya Tuhan/memiliki sifat ketuhanan. Para ulama telah bersepakat bahwa Al-Hallaj kafir karena keyakinannya tersebut.3. Tipuan dalam Ibadah dan Syariat Bersuci: Kaum Sufi sering terjebak dalam waswas yang berlebihan dalam bersuci, seperti merasa wudu tidak sah kecuali menggunakan air yang sangat banyak dari sumber tertentu.Sunnah Tersendiri: Kritikan terhadap adanya "sunnah-sunnah khusus" atau wirid rahasia yang hanya diketahui oleh kelompok tarekat tertentu. Menurut Ustadz, Islam adalah agama terbuka dan tidak memiliki amalan rahasia yang hanya diketahui segelintir orang.4. Pembangunan Ribat (Tempat Ibadah Khusus)Imam Ibnu Jauzi mengkritik pembangunan ribat atau tempat ibadah khusus bagi kaum sufi. Alasannya:Merupakan bid'ah yang menyaingi fungsi masjid.Mengurangi jumlah jamaah di masjid utama.Meniru cara hidup rahib Nasrani (uzlah/mengucilkan diri).Potensi menimbulkan fanatisme dan ketergantungan ekonomi pada pemberian orang lain.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Talbis Iblis #13: Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)

Talbis Iblis #13:Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)Oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A حفظه لله تعالىBantahan terhadap Penulis Buku Pendukung Sufiah·       Imam Ibnu al-Jauzi mengkritik jenis tulisan yang dikenal dengan istilah Al-Wasawis Wal Khatarat¸karena hanya berfokus pada penjelasan khayalan-khayalan seseorang. Jenis tulisan ini dibawa oleh Al-Harits al-Muhasibi melalui bukunya yang berjudul Tawahum, yang mengajak pembaca membayangkan hal-hal gaib secara berlebihan (seperti malaikat maut dan alam barzah). Meskipun dapat menyentuh hati, metode ini ditahdzir (diperingatkan) oleh para ulama Salaf, termasuk Imam Ahmad bin Hambal dan Abu Zur’ah Ar-Razi.·       Prinsip Salaf:o   Imam Ahmad bin Hambal : Janganlah kalian duduk Bersama merekao   Abu Zur’ah Ar-Raz: Menegaskan bahwa jika seseorang tidak bisa mengambil pelajaran (ibrah) dari Al-Qur'an, Sunnah-sunnah Nabi, dan atsar para salaf, maka ia tidak akan bisa mendapatkan pelajaran yang benar dari buku-buku khayalan seperti itu.·       Al Imam Ahmad mentahdzir masyarat dari Al-Harits al-Muhasibi karena dua kesalahan:1.     Menulis buku pendukung Sufi dengan metode al-wasawis.2.     Ikut dalam pemikiran Al-Kullabiyah (ilmu kalam terkait sifat-sifat Allah).Mensucikan Syariat dari Pemikiran yang Salah·       Imam Ibnu al-Jauzi menegaskan pentingnya membersihkan syariat dari noda pemikiran keliru. Beliau membantah tokoh-tokoh besar yang tergelincir ke dalam pemikiran Sufi (seperti Al-Muhasibi atau Abu Hamid al-Ghazali) dengan tetap menjaga sopan santun.·       Penjelasan kesalahan tokoh yang dicintai masyarakat bukan bertujuan untuk menjelek-jelekkan personal, melainkan bentuk amanah ilmiah dan kasih sayang agar masyarakat tidak mengikuti kekeliruan tersebut. Ketundukan mutlak hanya milik dalil syariat, karena tidak ada manusia yang maksum dari kesalahan kecuali Rasulullah ﷺ.Penyimpangan Akidah Kaum Sufiah§  Wahdatul Wujud: Keyakinan bahwa Allah dan makhluk adalah satu kesatuan utuh (dipopulerkan oleh Ibnu Arabi, yang bahkan mengklaim Firaun masuk surga karena menganggap ucapan Firaun sebagai bentuk pengenalan bahwa dirinya adalah Allah).§  Al-Hululiyah : Meyakini Allah menempati jasad makhluk§  Ittihadiyah : Persatuan yaitu dua dzat melebur jadi satu kesatuan§  Contoh Kasus Tokoh Sufi :o   Abu Hamzah: Menjawab "Labbaik, Labbaik" (aku penuhi panggilanmu) saat mendengar suara burung gagak berkicau, embusan angin, atau gemercik air, karena menganggap itu adalah penjelmaan suara Allah untuknya. Akibatnya, ia dicap sebagai zindik penganut akidah Hululiyah.o   Abul Hasan An-Nuri: Mengklaim dirinya memiliki rasa hasrat/kangen (Isyq) kepada Allah dan Allah kangen kepadanya. Hal ini dibantah keras oleh Ibnu al-Jauzi karena kata Isyq dalam bahasa Arab bermakna hasrat syahwat jasmani (yang hanya dipakai untuk hubungan pernikahan) dan tidak ada dalil syariatnya.o   Al-Hallaj (Al-Husain bin Mansur): Tokoh paling berbahaya yang mengaku dirinya sebagai Tuhan. Ia memiliki kesaktian yang dibantu jin. Ia pernah mengklaim bisa mengarang ayat seperti Al-Qur'an, dan menulis surat dengan nama "Dari Arrahman Arrahim (maksudnya dirinya sendiri) kepada Fulan". Atas fatwa kesepakatan para ulama di zamannya karena terbukti murtad dan zindik, Al-Hallaj akhirnya dihukum mati dan jasadnya dibakar.Talbis Iblis terhadap kaum Sufiah dalam Bersuci·       Setan menggoda kaum sufi yang awam dengan penyakit waswas yang parah. Mereka cenderung menggunakan air wudhu dalam jumlah yang sangat berlebihan secara tidak syar'i, bahkan ada yang menolak berwudhu dengan air rumah dan harus berwudhu langsung di sungai karena waswas.Talbis Iblis terhadap kaum Sufiah dalam Shalat·       Iblis membisikkan kepada setiap tarekat Sufi untuk memilik ciri khas ritual tersendiri, seperti mewajibkan shalat dua rakaat khusus setelah memakai pakaian khas Sufi yang ditambal-tambal.·       Kritik Ustadz & Ibnu al-Jauzi: Islam itu ditujukan universal bagi seluruh alam. Jika ada suatu kelompok atau tarekat yang mengklaim memiliki wirid atau amalan rahasia/khusus yang orang luar atau ahli fikih sekalipun tidak boleh tahu, maka itu dipastikan adalah amalan kelompok sesat. Jika amalan tersebut memang bagian dari Islam, seharusnya para ahli fikih/ulama yang paling pertama mengetahuinya.Talbis Iblis Terkait Tempat Tinggal (Membangun "Ribat")Imam Ibnu al-Jauzi menyebutkan enam kesalahan dari kebiasaan kaum sufi yang membangun tempat khusus (ribat) untuk memisahkan diri demi beribadah, di antaranya:1)    Bangunan tersebut merupakan bid'ah karena tempat ibadah umat Islam yang disyariatkan adalah masjid.2)    Menjadi saingan masjid sehingga mengurangi jumlah jamaah masjid.3)    Menghalangi diri dari pahala melangkahkan kaki ke masjid.4)    Menyerupai (tasyabuh) dengan para rahib Nasrani yang membuat kuil-kuil khusus di luar gereja.5)    Banyak pemuda sufi di dalamnya tersiksa karena menahan syahwat akibat enggan menikah demi fokus ibadah.6)    Memunculkan sikap pamer kesalehan (riya'). Mereka melabeli diri sebagai orang zuhud sehingga memicu masyarakat datang meminta berkah dan memberi mereka uang, yang membuat mereka malas bekerja dan hanya bergantung pada belas kasihan orang lain.Kesimpulan :Dalam beragama dan membersihkan jiwa, cukupkan diri hanya dengan mengikuti tuntunan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan pemahaman para sahabat (Salafush Shalih), bukan berdasarkan perasaan, khayalan, atau figuritas tokoh semata.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 13

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 13Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-13BAB KESEPULUH: TENTANG TIPU DAYA IBLIS PADA PARA SUFI DARI GOLONGAN AHLI ZUHUDBagian 3 1. Mayoritas karya-karya yang disusun untuk mereka tidak memiliki dasar dan hanyalah kejadian-kejadian yang diambil sebagian mereka dari sebagian yang lain dan mereka tulis. Mereka telah menamakannya "ilmu batin" (khayalan-khayalan). ◦ Dengan sanad kepada Abu Ya'qub Ishaq bin Hayyah berkata: Aku mendengar Ahmad bin Hanbal ditanya tentang waswas dan khatharot (pikiran-pikiran), maka dia berkata: "Hal itu tidak dibicarakan oleh para sahabat dan tabi'in." ◦ Dari Sa'id bin Amr Al-Barda'i berkata: Aku menyaksikan Abu Zur'ah ditanya tentang Al-Harits Al-Muhasibi dan kitab-kitabnya, maka dia berkata kepada penanya: "Hati-hatilah terhadap kitab-kitab ini. Kitab-kitab ini adalah kitab- kitab bid'ah dan kesesatan. Berpeganglah kepada atsar karena engkau akan mendapatkan di dalamnya apa yang membuatmu tidak memerlukan kitab- kitab ini." . "Dalam kitab-kitab ini terdapat pelajaran." Dia berkata: "Barangsiapa yang tidak mendapat pelajaran dari Kitab Allah Azza wa Jalla, maka dia tidak akan mendapat pelajaran dari kitab-kitab ini. Apakah sampai kepada kalian bahwa Malik bin Anas, Sufyan Ats-Tsauri, Al-Auza'i, dan para imam terdahulu menyusun kitab-kitab ini tentang khatharot, waswas, dan hal- hal ini? Mereka adalah kaum yang menyelisihi ahli ilmu. ◦ Mengabarkan kepada kami Muhammad bin Abdul Baqi, menceritakan kepada kami Abu Muhammad Rizqullah bin Abdul Wahhab At-Tamimi dari Abu Abdurrahman As-Sulami berkata: "Orang pertama yang berbicara di negerinya tentang penyusunan keadaan-keadaan dan maqam-maqam ahli wilayah adalah Dzun Nun Al-Mishri. Abdullah bin Abdul Hakam mengingkarinya - dia adalah pemimpin Mesir dan menganut madzhab Malik - dan para ulama Mesir menjauhinya ketika tersebar kabar bahwa dia menciptakan ilmu yang tidak dibicarakan oleh salaf, hingga mereka menuduhnya zindiq." ◦ Ibnul jauzi berkata Berkata penyusun: Abu Bakar Al-Khallal telah menyebutkan dalam kitab "As- Sunnah" dari Ahmad bin Hanbal bahwa dia berkata: "Berhati-hatilah dari Al-Harits dengan sangat hati-hati. Al-Harits adalah asal bencana" - maksudnya dalam peristiwa-peristiwa perkataan Jahm. Dia bergaul dengan si fulan dan si fulan dan mengeluarkan mereka kepada pendapat Jahm. Al-Harits senantiasa menjadi tempat kembali para ahli kalam, seperti singa yang mengintai, lihat hari mana dia akan menerkam manusia." 2. Para sufi awal mengakui bahwa sandaran adalah kepada Kitab dan Sunnah. Sesungguhnya setan hanya memperdaya mereka karena sedikitnya ilmu mereka. ◦ Berkata Al-Husain An-Nuri kepada sebagian sahabatnya: "Barangsiapa yang kamu lihat mengaku bersama Allah Azza wa Jalla suatu keadaan yang mengeluarkannya dari batas ilmu syariat, maka janganlah mendekatinya. Dan barangsiapa yang kamu lihat mengaku suatu keadaan yang tidak ditunjukkan oleh dalil dan tidak disaksikan oleh penjagaan zahir, maka tuduh dia dalam agamanya." ◦ Dari Abu Ja'far berkata: "Barangsiapa tidak menimbang perkataan, perbuatan, dan keadaannya dengan Kitab dan Sunnah serta tidak menuduh pikirannya, maka jangan masukkan dia dalam daftar laki-laki." 1. Ketika telah terbukti ini dari perkataan para syaikh mereka, terjadi dari sebagian syaikh mereka kesalahan-kesalahan karena jauhnya mereka dari ilmu. Jika hal itu benar dari mereka, maka pantas untuk menolak mereka karena tidak ada bela-membela dalam kebenaran. Dan jika tidak benar dari mereka, kami memperingatkan dari perkataan seperti itu dan madzhab itu dari siapa pun yang mengeluarkannya. ◦ Adapun orang-orang yang menyerupai kaum (sufi) tetapi bukan dari mereka,maka kesalahan-kesalahan mereka banyak. ◦ Para ulama senantiasa menjelaskan setiap orang di antara mereka kesalahan temannya dengan maksud menjelaskan kebenaran, bukan untuk menampakkan aib orang yang salah. Tidak ada pertimbangan terhadap ◦ perkataan orang jahil yang berkata: "Bagaimana menolak si fulan yang zahid yang diberkahi?" Karena ketundukan hanyalah kepada apa yang dibawa oleh syariat, bukan kepada pribadi-pribadi. Boleh jadi seseorang dari kalangan wali dan ahli surga tetapi memiliki kesalahan-kesalahan, maka kedudukannya tidak menghalangi penjelasan kekeliruannya. ◦ Ketahuilah bahwa barangsiapa melihat kepada pengagungan seseorang dan tidak melihat dengan dalil kepada apa yang keluar darinya, dia seperti orang yang melihat kepada apa yang terjadi di tangan Al-Masih shallallahu alaihi wasallam dari perkara-perkara luar biasa dan tidak melihat kepadanya lalu mengaku ketuhanan padanya. Seandainya dia melihat kepadanya dan bahwa dia tidak bisa berdiri kecuali dengan makanan, dia tidak akan memberikan kepadanya kecuali apa yang pantas diterimanya.Penyebutan Tipu Daya Iblis dalam penganut hulul ◦ Dari Abu Abdullah ar-Ramli yang berkata: Abu Hamzah berbicara di Masjid Tarsus dan mereka menerimanya. Suatu hari ketika dia sedang berbicara, tiba-tiba seekor burung gagak berteriak di atas atap masjid. Abu Hamzah pun berteriak dan berkata "Labbaik, labbaik" (aku datang memenuhi panggilan) Mereka kemudian menuduhnya sebagai zindiq dan berkata dia adalah hululi (penganut paham hulul) yang zindiq. Kudanya dijual dengan diumumkan di depan pintu masjid "Ini kuda si zindiq". ◦ Dengan sanad hingga Abu Bakar al-Farghani bahwa dia berkata: Abu Hamzah apabila mendengar sesuatu selalu berkata "Labbaik, labbaik". Mereka kemudian menyebutnya sebagai hululi. Kemudian Abu Ali berkata: "Sesungguhnya yang membuatnya menjadi penyeru dari Yang Haq telah membangunkannya untuk berdzikir." ◦ Dari Abu Ali ar-Ruzabari yang berkata: Abu Hamzah disebut sebagai hululi karena dia apabila mendengar suara seperti hembusan angin, gemericik air, dan teriakan burung-burung, dia berteriak dan berkata "Labbaik, labbaik". Maka mereka menuduhnya dengan paham hulul. ◦ As-Sarraj berkata: "Telah sampai kepadaku bahwa sekelompok penganut hulul mengklaim bahwa Yang Haq Azza wa Jalla telah memilih tubuh-tubuh yang Dia masuki dengan makna-makna ketuhanan dan menghilangkan dari tubuh-tubuh itu makna-makna kemanusiaan. Di antara mereka ada yang berkata dengan memandang kepada hal-hal indah yang dikagumi, dan di antara mereka ada yang berkata Dia masuk ke dalam hal-hal yang dikagumi." ◦ Dia berkata: "Telah sampai kepadaku dari sekelompok ahli Syam bahwa mereka mengklaim penglihatan dengan hati di dunia seperti penglihatan dengan mata di akhirat." ◦ As-Sarraj berkata: "Telah sampai kepadaku bahwa Abu al-Husain an-Nuri disaksikan atasnya oleh Ghulam al-Khalil bahwa dia mendengarnya berkata: 'Aku mencintai Allah Azza wa Jalla dan Dia mencintaiku.' An-Nuri berkata: 'Aku mendengar Allah berfirman: "Allah mencintai mereka dan mereka mencintai- Nya" (Surat al-Maidah ayat 54), dan cinta bukanlah lebih dari mahabbah m(kecintaan).'" ◦ Qadhi Abu Ya'la berkata: "Kaum Hululi telah berpendapat bahwa Allah Azza wa Jalla mencinta dengan syahwat."Ibnul jauzi berkata: "Ini adalah kebodohan dari tiga segi. ◦ Pertama, dari segi nama, karena cinta syahwat menurut ahli bahasa tidak ada kecuali untuk yang dapat dinikahi. ◦ Kedua, bahwa sifat-sifat Allah Azza wa Jalla adalah tauqifi (berdasarkan nash), maka Dia mencintai dan tidak dikatakan Dia mencinta dengan syahwat, sebagaimana dikatakan Dia mengetahui dan tidak dikatakan Dia mengenal. ◦ Ketiga, dari mana dia tahu bahwa Allah Ta'ala mencintainya?Ini adalah klaim tanpa dalil. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: 'Barangsiapa berkata aku di surga maka dia di neraka.'"Diantara tokoh hulluliyyah yang paling berbahaya adalah Al hallaj yang mengaku diirnya Tuhan dan memiliki kesaktian. Beberapa riwayat tentang kesombongannya : ◦ Dari Abu Abdurrahman as-Sulami yang menceritakan dari Amr al-Makki bahwa dia berkata: "Aku berjalan bersama al Husain bin Manshur di beberapa gang Makkah dan aku membaca al-Quran. Dia mendengar bacaanku lalu berkata: 'Aku bisa mengatakan seperti ini.' Maka aku meninggalkannya." ◦ Dengan sanad dari Abu al-Qasim ar-Razi yang berkata: Abu Bakar bin Mimsyad berkata: "Datang kepada kami di Dainur seorang laki-laki dengan membawa tas, dan dia tidak pernah berpisah darinya baik siang maupun malam. Mereka menggeledah tas tersebut dan menemukan di dalamnya sebuah buku dari al-Hallaj yang judulnya 'Dari ar-Rahman ar-Rahim kepada fulan bin fulan.' Dia dikirim ke Baghdad lalu dihadapkan kepadanya. Dia berkata: 'Ini tulisanku dan aku yang menulisnya.' Mereka berkata: 'Dulu kamu mengklaim kenabian, sekarang kamu mengklaim ketuhanan?' Dia berkata: 'Aku tidak mengklaim ketuhanan, tetapi ini adalah hakikat penyatuan menurut kami. Apakah yang menulis kepada Allah Ta'ala? Dan tangan di dalamnya adalah alat.' Dikatakan kepadanya: 'Apakah ada yang bersamamu?' Dia berkata: 'Ya, Ibnu Atha, Abu Muhammad al-Jurairi, dan Abu Bakar asy-Syibli. Abu Muhammad al-Jurairi menyembunyikan diri dan asy-Syibli menyembunyikan diri, maka jika demikian maka Ibnu Atha.' Al-Jurairi dihadapkan dan ditanya, dia berkata: 'Yang mengatakan ini adalah kafir, harus dibunuh siapa yang mengatakan ini.' Asy-Syibli ditanya, dia berkata: 'Yang mengatakan ini harus dicegah.' Ibnu Atha ditanya tentang perkataan al-Hallaj, dia berkata sesuai dengan perkataannya, dan itu menjadi sebab pembunuhannya." ◦ Dengan sanad dari Ali bin al-Muhsin al-Qadhi dari Abu al-Qasim Ismail bin Muhammad bin Zanji dari ayahnya bahwa putri as-Sumari dimasukkan kepada Hamid al-Wazir. Dia menanyakannya tentang al-Hallaj. Dia berkata: "Ayahku membawaku kepadanya, lalu dia berkata: 'Aku telah menikahkanmu dengan anakku Sulaiman dan dia tinggal di Naisabur. Apabila terjadi sesuatu yang kamu ingkari darinya, maka berpuasalah pada harimu dan naiklah di penghujung siang ke atap rumah, berdirilah di atas abu dan jadikan berbukamu di atasnya dan dengan garam yang kasar, hadapkan wajahmu kepadaku dan sebutkan kepadaku apa yang kamu ingkari darinya, karena aku mendengar dan melihat.' Dia berkata: 'Suatu malam aku tidur di atap rumah, lalu aku merasakan dia mendatangiku. Aku terbangun dengan ketakutan karena apa yang dia lakukan. Dia berkata: Sesungguhnya aku datang kepadamu untuk membangunkanmu untuk shalat.' Ketika kami turun, putrinya berkata: 'Sujudlah kepadanya.' Aku berkata: 'Apakah ada yang sujud kepada selain Allah?' Dia mendengar perkataanku lalu berkata: 'Ya, ada Tuhan di langit dan Tuhan di bumi.'"Ibnul jauzi berkata: "Para ulama pada masanya sepakat tentang dibolehkannya menumpahkan darah al-Hallaj. Yang pertama mengatakan bahwa darahnya halal adalah Abu Amr al-Qadhi dan para ulama setuju dengannya. Hanya Abu al-Abbas Suraij yang diam tentangnya. Dia berkata: 'Aku tidak tahu apa yang dia katakan.' Ijma' adalah dalil yang terjaga dari kesalahan."Ibnul jauzi berkata: "Sekelompok sufi membela al-Hallaj karena kebodohan mereka dan kurang peduli terhadap ijma' para fuqaha." ◦ Dengan sanad dari Muhammad bin al-Husain an-Naisaburi yang berkata: "Aku mendengar Ibrahim bin Muhammad an-Nashr Abadi berkata: 'Jika setelah para nabi dan shiddiqin ada orang yang bertauhid, maka dialah al-Hallaj.'"Ibnul jauzi berkata: "Begitulah kebanyakan pendongeng zaman kita dan sufi masa kita, semuanya bodoh tentang syariat dan jauh dari pengetahuan tentang riwayat. Penyebutan Tipu Daya Iblis kepada Para Sufi dalam BersuciPenulis berkata: "Telah kami sebutkan tipu dayanya kepada para hamba dalam bersuci, namun dia telah menambah dalam hal para sufi melampaui batas. ◦ Dia menguatkan was-was mereka dalam menggunakan air yang banyak hingga sampai kepadaku bahwa Ibnu Aqil masuk ke ribath lalu berwudhu, mereka tertawa karena sedikitnya dia menggunakan air. Mereka tidak tahu bahwa barangsiapa menyempurnakan wudhu dengan satu rithl air sudah cukup baginya. ◦ Sampai kepada kami dari Abu Hamid asy-Syirazi bahwa dia berkata kepada seorang fakir: 'Dari mana kamu berwudhu?' Dia berkata: 'Dari sungai, aku punya was-was dalam bersuci.' Dia berkata: 'Dulu aku kenal para sufi mengolok-olok setan, sekarang setan yang mengolok-olok mereka.' ◦ Di antara mereka ada yang berjalan dengan sandal di atas tikar, ini tidak mengapa kecuali mungkin pemula melihat orang yang dia ikuti lalu menyangka itu syariat. Para salaf terbaik tidak seperti ini. Aneh bagi orang yang berlebihan dalam berhati-hati sampai l batas ini yang memiliki sifat membersihkan zahirnya sedangkan batinnya penuh dengan kotoran dan keruhnya. Allah yang memberi taufiqPenyebutan Tipu Daya Iblis kepada Mereka dalam Shalat"Telah kami sebutkan tipu dayanya kepada para hamba dalam shalat, dan dengan itu dia menipu para sufi dan menambahnya. ◦ Muhammad bin Tahir al-Maqdisi telah menyebutkan bahwa di antara sunnah mereka yang mereka praktikkan tersendiri dan mereka nisbatkan kepada diri mereka adalah shalat dua rakaat setelah memakai kain tambal dan bertobat. Dia berdalil dengan hadits Tsamah bin Atsal bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkannya ketika masuk Islam untuk mandi."Ibnul Jauzi berkata: "Alangkah buruknya orang bodoh apabila dia melakukan yang bukan urusannya! Sesungguhnya Tsamah adalah orang kafir lalu masuk Islam. Apabila orang kafir masuk Islam wajib baginya mandi menurut madzhab sekelompok fuqaha di antaranya Ahmad bin Hanbal. Adapun shalat dua rakaat, tidak ada seorang ulama pun yang memerintahkannya bagi orang yang masuk Islam. Tidak ada dalam hadits Tsamah penyebutan shalat yang bisa diqiyaskan kepadanya. Bukankah ini bid'ah dalam kenyataannya yang mereka namakan sunnah? Kemudian yang paling buruk adalah perkataannya bahwa para sufi menyendiri dengan sunnah-sunnah, karena jika itu dinisbatkan kepada syariat maka semua muslim sama di dalamnya dan para fuqaha lebih mengerti tentangnya. Apa alasan para sufi menyendiri dengannya? Jika itu berdasarkan pendapat mereka maka mereka menyendiri dengannya karena mereka yang menciptakannya."Penyebutan Tipu Daya Iblis Terhadap Para Sufi dalam Hal Tempat Tinggal Adapun mengenai pembangunan ribath (tempat tinggal para sufi), sesungguhnya sekelompok orang yang beribadah pada masa lalu membangunnya untuk menyendiri dalam beribadah. Mereka ini, jika niat mereka benar, maka mereka tetap dalam kesalahan dari enam segi: 1. mereka telah mengada-adakan bangunan ini, padahal bangunan umat Islam yang seharusnya adalah masjid masjid. 2. mereka menjadikan sesuatu yang setara dengan masjid yang mengurangi jamaah masjid. 3. mereka melewatkan kesempatan untuk memindahkan kesalahan ke masjid-masjid. 4. mereka menyerupai orang-orang Nasrani dengan menyendiri di biara-biara. 5. mereka menyiksa diri padahal mereka masih muda dan kebanyakan dari mereka membutuhkan pernikahan. 6. mereka menjadikan untuk diri mereka tanda yang menunjukkan bahwa mereka adalah para zahid (orang yang zuhud), sehingga hal itu mengharuskan orang mengunjungi mereka dan mencari berkah dari mereka.Jika niat mereka tidak benar, maka sesungguhnya mereka telah membangun toko toko untuk kemegahan dan tempat persinggahan untuk kebatilan serta tanda-tanda untuk menampakkan kezuhudan. Kami telah melihat kebanyakan generasi belakangan dari mereka bersantai santai di ribath-ribath, terhindar dari jerih payah pencarian nafkah, sibuk dengan makan, minum, menyanyi, dan menari. Mereka mencari dunia dari setiap orang zalim dan tidak takut-takut menerima pemberian orang yang memungut pajak. Kebanyakan ribath mereka telah dibangun oleh para penguasa zalim dan mereka mewakafkan harta-harta haram untuk ribath tersebut.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
E
Ellisa Septiana

📍 Kota Depok

Talbis iblis #13 : Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bag2) -Ustadz dr.Firanda-

Kitab dan Ulama yang Dibantah Al-Imam Ibnu Jauzi• Al-Imam Ibnu Jauzi membantah ulama-ulama yang menulis kitab yang mendukung kaum Sufiyah, seperti:1. Ihya Ulumuddin karya Abu Hamid al-Ghazali.2. Qutul Qulub karya Abu Thalib al-Makki.3. Luma as-Sufiah karya Abu Nasar as-Sarraj.• Al-Imam Ibnu Jauzi juga menolak karya-karya yang membahas waswas dan khayalan-khayalan mistik seperti karya Al-Harit al-Muhasibi dengan bukunya Tawahhum.Pendapat Ibnu Jauzi tentang Ulama Terjerumus Sufiyah• Selain Al-Harit al-Muhasibi, Ibnu Jauzi mengkritik ulama terkenal Sufi seperti Abu Hamid al-Ghazali.• Namun bantahan dilakukan dengan cara yang sopan dan ilmiah, disertai kutipan dan rujukan.• Tujuannya adalah mensucikan syariat dari keyakinan keliru yang berkembang dalam kelompok Sufi tersebut.Tekanan Ibnu Jauzi untuk Membantah Kaum Sufiyah• Ibnu Jauzi menegaskan perlunya membantah kesalahan demi menjaga kemurnian agama, meski yang dibantah ulama atau orang terhormat.• Bantahan didasarkan pada dalil, bukan pada popularitas atau status sosial seseorang.• Kalau kesalahan dianggap benar, itu akan merusak ajaran yang benar dan mengarah pada kerusakan akidah.Model Kesalahan Kaum Sufiyah: Akidah Hululiyah, Wahdatul Wujud, Ittihadiah• Terdapat tiga keyakinan utama yang menjadi kontroversi:1. Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud): Menganggap Allah dan makhluk adalah satu kesatuan, dipopulerkan oleh Ibnu Arabi. Contohnya: "Firaun masuk surga karena mengenal Allah."2. Hululiyah (Penjelmaan Tuhan dalam makhluk): Allah menempati sebagian makhluk. Contohnya Allah dianggap bersemayam pada makhluk seperti air dalam gelas.3. Ittihadiah (Persatuan Tuhan dan makhluk menjadi satu yang tak terpisahkan).• Terdapat tiga keyakinan utama yang menjadi kontroversi:1. Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud): Menganggap Allah dan makhluk adalah satu kesatuan, dipopulerkan oleh Ibnu Arabi. Contohnya: "Firaun masuk surga karena mengenal Allah."2. Hululiyah (Penjelmaan Tuhan dalam makhluk): Allah menempati sebagian makhluk. Contohnya Allah dianggap bersemayam pada makhluk seperti air dalam gelas.3. Ittihadiah (Persatuan Tuhan dan makhluk menjadi satu yang tak terpisahkan).Contoh Penolakan terhadap Ajaran Sufi Bermasalah• Ibnu Jauzi menegaskan faham hululiyah tidak sesuai dengan Aqidah Islam karena merendahkan sifat Tuhan dengan menempatkan-Nya sebagai setara makhluk.• Ada kisah Sufi yang dianggap zindik (sesat) karena mengklaim mendapat wahyu dari suara burung gagak, menunjukkan bagaimana keyakinan sesat berkembang di kalangan Sufi.• Mereka menganggap semua suara, alam, atau fenomena sebagai perwakilan Allah, yang jelas bertentangan dengan tauhid.Godaan Iblis terhadap Kaum Sufi dalam Bersuci dan Sholat• Iblis menipu kaum Sufi yang ahli ibadah dengan membuat mereka waswas berlebihan, misalnya dalam penggunaan air wudhu.• Mereka kadang memakai air sangat banyak saat wudhu karena merasa dengan sedikit air ibadah tidak sah.• Waswas ini bukan ajaran Islam, melainkan godaan setan untuk menyulitkan ibadah.Sunah Tarekat dan Wirid Khusus Kaum Sufi• Setiap tarekat (kaum Sufi) punya sunah dan wirid khusus yang berbeda-beda, yang sering kali rahasia dan tertutup.• Ini bertentangan dengan hakikat Islam yang universal, rahmat untuk semua alam dan tidak membatasi amalan hanya untuk kelompok tertentu.• Contoh: Salat dua rakaat setelah mengenakan baju khas Sufi dengan tambalan-tambalan, dianggap sebagai amalan khusus tanpa dasar syari’at.Penutup dan Anjuran Ibnu Jauzi• Ibnu Jauzi berpesan jika ingin beribadah, pergilah ke masjid—bukan di tempat-tempat khusus seperti ribat atau kuil tarekat yang tidak diajarkan nabi.• Karena ibadah yang benar adalah yang sesuai syariat, tidak menimbulkan perpecahan atau bidah.• Sebagian tarekat masih mempertahankan praktik ribat hingga kini.Ringkasan Kunci dan Insight Utama• Talbis Iblis Kaum Sufi : Iblis menipu kaum Sufi melalui aqidah bidah, praktek waswas, dan pembentukan kelompok eksklusif yang menyimpang dari Islam.• Kritik Al-Harit al-Muhasibi : Penolakan ulama terhadap buku dan metode yang menimbulkan waswas dan khayalan berlebihan tanpa dalil, termasuk sikap Imam Ahmad bin Hambal menolak ajarannya.• Aqidah Sesat Sufi : Wahdatul wujud, hululiyah, ittihadiah—tiga kesesatan utama menyesatkan umat dengan menghilangkan perbedaan antara Tuhan dan makhluk.• Tokoh Sufi Kontroversial : Al-Hallaj ditolak keras karena klaim ketuhanan dan murtad, dihakimi mati oleh para ulama dan menjadi simbol bahaya aqidah sesat.• Sunah Khusus Tarekat : Penggunaan wirid dan ibadah khusus yang tertutup serta ritual bertambah yang bertolak belakang dengan keumuman Islam yang universal dan inklusif.• Tempat Ibadah Sufi (Ribat) : Pendirian ribat dianggap bidah berlawanan dengan sunnah masjid, mengurangi pahala, menimbulkan penghalang pahala berjamaah di masjid, serta menyerupai praktek Nasrani.• Anjuran Kembali ke Masjid Ibnu : Jauzi menegaskan agar ibadah kembali kepada syariat yakni masjid dan jamaah, meninggalkan tempat-tempat dan praktek bidah tarekat.Kesimpulan:Bahasan ini menegaskan bahwa menurut Al-Imam Ibnu Jauzi dan pendukungnya, kaum Sufi dengan ajaran serta praktek yang menyimpang terutama dalam aqidah seperti wahdatul wujud, hululiyah, dan ittihadiah harus dibantah demi membersihkan syariat. Metode beribadah yang mengandung bidah, wirid khusus, serta pembangunan ribat dan ritual tanpa dalil syar’i sangat dikecam karena menampilkan bentuk talbis iblis yang menyesatkan umat. Penolakan atas tokoh-tokoh sesat seperti Al-Hallaj adalah bukti komitmen ulama salaf terhadap aqidah dan syariat Islam yang murni. Ajakan terakhir adalah beribadah di masjid sesuai sunnah Nabi, meninggalkan praktik-praktik tarekat yang menimbulkan pelbagai kesesatan.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis İblis 13

📖 Ringkasan Kajian Talbis Iblis 13Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.🌿 PengantarIbnul Jauzi menjelaskan bahwa setan tidak hanya menyesatkan manusia melalui kemaksiatan, tetapi juga melalui ibadah, pemikiran, dan keyakinan yang tampak baik namun tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Sebagian penyimpangan yang terjadi di kalangan sufi menjadi contoh bagaimana talbis (tipu daya) iblis dapat menyesatkan seseorang dari jalan yang benar.⸻1. Kritik terhadap Sebagian Kitab SufiIbnul Jauzi mengkritik sebagian kitab tasawuf yang membahas penyucian jiwa melalui khayalan, bisikan hati, dan pengalaman spiritual yang tidak memiliki landasan yang kuat dari Al-Qur’an dan Sunnah.Poin Kritik:* Mengutamakan perasaan dan pengalaman spiritual di atas dalil.* Terlalu banyak membahas waswas, ilham, dan bayangan-bayangan hati.* Menjadikan pengalaman pribadi sebagai ukuran kebenaran.Pelajaran:✅ Tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) harus dibangun di atas ilmu dan tuntunan syariat.⸻2. Penyimpangan Akidah di Kalangan Sebagian SufiKajian membahas beberapa keyakinan yang dianggap menyimpang dari aqidah Islam.❌ Wahdatul WujudKeyakinan bahwa seluruh alam merupakan manifestasi atau penampakan dari Allah.❌ HululiyahKeyakinan bahwa Allah berada atau menempati sebagian makhluk-Nya.❌ IttihadiyahKeyakinan bahwa Allah dan makhluk dapat bersatu menjadi satu hakikat.Pelajaran:✅ Aqidah Islam menegaskan bahwa Allah berbeda dari makhluk-Nya dan tidak menyatu dengan ciptaan-Nya.⸻3. Tokoh dan Kisah PenyimpanganAbu HamzahDiceritakan sebagai seorang sufi yang menyahut suara burung dan fenomena alam dengan ucapan “Labaik”, yang dianggap sebagai bentuk keyakinan hulul.Al-Hallaj (Al-Husain bin Mansur)Tokoh sufi yang terkenal karena ucapan-ucapan yang dianggap mengandung pengakuan ketuhanan. Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa banyak ulama menganggap keyakinannya menyimpang dan menghukumnya sebagai bentuk kemurtadan.Pelajaran:✅ Seorang muslim wajib menilai ucapan dan keyakinan seseorang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, bukan karena ketokohan atau popularitasnya.⸻4. Tipu Daya Iblis dalam IbadahWaswas dalam BersuciSebagian orang berlebihan dalam menggunakan air karena keraguan yang terus-menerus saat berwudhu atau bersuci.Membuat Sunnah yang Tidak Ada DasarnyaSebagian membuat tata cara ibadah, wirid, atau amalan tertentu yang tidak pernah dicontohkan Nabi ﷺ.Pelajaran:✅ Ibadah yang diterima adalah ibadah yang ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.⸻5. Kesalahan dalam Tempat IbadahIbnul Jauzi mengkritik pembangunan ribat (pondok khusus untuk beribadah dan mengasingkan diri) yang dilakukan sebagian kaum sufi.Alasan Kritik:* Menjadi alternatif yang mengurangi peran masjid.* Menghalangi sebagian orang dari keutamaan melangkah ke masjid.* Menyerupai praktik para rahib Nasrani yang mengasingkan diri.* Menjadi tempat sebagian orang meninggalkan pekerjaan dan bergantung pada bantuan orang lain.* Menumbuhkan sikap berlebihan dalam uzlah (menyendiri).Pelajaran:✅ Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, bekerja, dan berinteraksi dengan masyarakat.⸻🌷 Kesimpulan KajianTalbis Iblis terhadap sebagian kaum sufi tampak dalam beberapa bentuk:1. Penyimpangan metode penyucian jiwa yang tidak berdasarkan dalil.2. Munculnya keyakinan akidah yang menyimpang seperti Wahdatul Wujud, Hululiyah, dan Ittihadiyah.3. Pengagungan tokoh hingga menerima keyakinan yang bertentangan dengan tauhid.4. Penambahan ibadah dan amalan tanpa landasan syariat.5. Sikap berlebihan dalam bersuci dan mengasingkan diri dari masyarakat.⸻✨ Hikmah dan Pelajaran✅ Kebenaran harus diukur dengan Al-Qur’an dan Sunnah.✅ Semangat beribadah harus dibarengi dengan ilmu.✅ Tauhid harus dijaga dari segala bentuk penyimpangan.✅ Tidak semua yang tampak zuhud atau spiritual pasti benar menurut syariat.✅ Jalan keselamatan adalah mengikuti pemahaman Rasulullah ﷺ, para sahabat, dan generasi Salaf dalam beragama.📚 Talbis Iblis #13 – Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.#jejakcahaya 🌿

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
M
Mahargyani Yogyantari

📍 Kota Depok

Tablis Iblis #13

Tablis Iblis #13 Kritik terhadap penyimpangan dalam kelompok Sufi yaitu ‌Kritik Ibnu Jauzi kepada Al Harith Al Muhasibi dan  Abu Hamid Al Ghazali yang menulis buku-buku yang berisi metode khayalan dinilai tidak sesuai dengan metode salaf dan ditahzir oleh ulama seperti Imam Ahmad bin Hambal‌Bahaya Akidah Huluhiyah dan Wahdatul Wujud yang menyatakan bahwa Tuhan dan makhluk adalah satu kesatuan ‌Penyimpangan dalam ibadah dan tempat ibadah, salah satunya berlebihan dalam bersuci yang tidak sesuai dengan Sunnah. Begitu pula dengan pembangunan ribat yang dikritik mirip praktik rahib Nasrani.Ustadz Firanda Rahimanullah menekankan bahwa Islam adalah agama yang terbuka bagi semua orang berdasarkan dalil yang jelas (Al Qur'an & As Sunnah), bukan melalui tarekat tertutup atau metode yang diada-adakan sendiri oleh kelompok

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Talbis iblis#13 ustadz firanda adirja

Talbis iblis -13Ustadz firanda adirjaTalbis iblis terhadap kaum sufiImam al jauzy menentang dan membantah sebagian pendapat sebagian ulama terhadap kaum suffiyyah tentang jenis tulisan buku tentang khayalan seseorang. Membuat hati terenyuh tentang sesuatu yang membuat mu menghayal. Membayangkan sesuatu seandainya.. Dan seandainya. *Maka pelajari ilmu dari para salaf, sehingga kita tidak perlu lagi buku buku yang lain. Ambil lah ibroh dari al quran dan hadist*. Peringatan lah manusia dari buku akademik haris musahibi, karena dia tergelincir dalam pemahaman suffiyyah. Banyak ulama membantah kaum ini bukan untuk menjatuhkan tapi untuk meluruskan syariat. Model model kesalahan kaum suffiyyah-Menyampaikan riwayat tentang kaum suffiyyah aqidah yang rusakMakhluk itu satu kesatuan (wahdatul wujud) Firaun itu masuk surga Menyalahi kaum nabi musaHamba adalah tuhan. Tuhan itu hambaAlhulu liyah -Tuhan menempati tempat nyaOrang sufi abdu hamzah dia orang sufi sedang ceramah, tiba tiba ada burung gagak bersuara, dia kaget kemudian dia bilang labaik labaik, seakan seakan ada ilahi yang memanggil nya.dia menganggap itu panggilan atau mengingat kan dia untuk berzikir. Al syaroz lu ma suffiyyah.. Sekelompok kaum suffiyyah bermazhab hululliyyah... Kita lihat pemandangan yang indah berarti Allah ada di situ. Aku kangen sama Allah,, allah mempunyai sifat kangen dan hasratTokoh suffiyyah yang paling bahaya al halaz . Al husein masum al halaz dia mengaku mempunyai kesaktian, dia bisa mengambil buah dari surga. Dia sakti dan di liputi jin. Dia pengikut nya banyak. Banyak orang terpedaya dengan dia, dia merasa dirinya tuhan. Talbis iblis terhadap kaum suffiyyah dalam bersuci Mereka di buat was was dalam berwudhu. Talbis iblis terhadap kaum suffiyyah dalam shalat terkait niat dan lain lain nya. Setiap kaum sufi itu punya amal amal sendiri, zikir zikir sendiri, thoriqoh thoriqoh sendiri. *yang nama nya islam itu semua tahu, untuk siapa saja dari mana saja*Mereka punya sunah sunah bersendirian dengan sunah sunah tersebut. Mereka punya baju khas yaitu tambalan tambalan. Tidak ada ulama yang menyuruh sholat dua rakaat saat masuk islam, padahal itu tidak ada yang ada hanya suruh mandi saat masuk islamTalbis iblis terhadap kaum suffiyyah tentang tempat tinggal mereka. Mereka punya ribat ribat atau banguna khusus untuk ibadah di tempat tersebutIni bantahan ibnu jauzyMereka bikin bangunan itu bidah, bangunan dalam IsIam itu masjidMereka menghalangi kaki mereka kemasjidMereka bertasyabuh dengan orang nashoroMereka tersiksa diantara mereka anak anak muda, sehingga mereka tersiksaMereka menjadikan diri mereka orang orang zuhud

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Materi 13

TALBIS IBLISMateri 13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)​Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Sumber Rujukan: Kitab Talbis Iblis karya Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah​1. Pendahuluan​Kaum Sufi tidak memiliki satu model tunggal, melainkan bervariasi (bermodel-model).​Al-Imam Ibnul Jauzi mengkritisi beberapa kitab yang dianggap mendukung paham Sufi, seperti Ihya Ulumuddin (Al-Ghazali), Qutul Qulub (Abu Thalib Al-Makki), dan Luma' as-Sufiyah (Abu Nashr as-Sarraj).​2. Kritisi terhadap Metode "Al-Wasawis wal Khatarat"​Definisi: Metode penulisan yang mendorong pembaca untuk membayangkan skenario (seperti sakaratul maut, alam barzakh, atau hari kiamat) agar hati menjadi terenyuh/takut.​Tokoh Utama: Al-Harits al-Muhasibi (dengan bukunya seperti Tawahum).​Pandangan Ulama Salaf:​Imam Ahmad bin Hambal: Menyarankan untuk tidak duduk bersama pengikut aliran ini dan memperingatkan bahaya pemikiran mereka.​Abu Zar'ah ar-Razi: Menganggap metode ini sebagai bentuk bid'ah. Beliau menegaskan bahwa orang yang tidak bisa mengambil pelajaran (ibrah) dari Al-Qur'an, Sunnah, dan atsar Salaf, maka ia tidak akan mendapatkan pelajaran dari buku-buku khayalan tersebut.​Alasan Penolakan:​Bukan metode yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ maupun generasi Salaf.​Berpotensi membentuk kepribadian yang tidak sesuai dengan syariat.​Al-Harits al-Muhasibi juga dinilai terjerumus dalam bid'ah Kullabiyah (ilmu kalam dalam sifat Allah).​3. Prinsip Ibnul Jauzi dalam Membantah​Mensucikan Syariat: Bantahan dilakukan bukan untuk menjatuhkan pribadi seseorang, melainkan sebagai kewajiban ilmiah untuk membela kebenaran agar masyarakat tidak tertipu.​Tidak Ada yang Maksum: Meskipun seseorang dikenal sebagai orang saleh atau zahid, jika ia melakukan kesalahan fatal dalam akidah atau syariat, maka ia harus dibantah.​Kebenaran di Atas Person: Ketundukan seorang muslim hanyalah kepada dalil syar'i, bukan kepada tokoh.​4. Penyimpangan Akidah: Hululiyah & Ittihadiyah​Ibnul Jauzi memaparkan kerusakan akidah sebagian tokoh Sufi yang terjerumus dalam:​Wahdatul Wujud: Keyakinan bahwa Allah dan alam semesta adalah satu kesatuan (seperti laut dan ombaknya). Tokoh sentralnya adalah Ibnu Arabi.​Al-Hulul: Keyakinan bahwa Tuhan menempati sebagian makhluk-Nya (seperti air dalam gelas).​Ittihadiyah: Keyakinan bahwa Allah dan makhluk bersatu (seperti kopi dan susu).​Contoh Kasus:​Abu Hamzah: Sufi yang menyangka suara burung gagak adalah suara Ilahi dan membalasnya dengan "Labaik, Labaik" (seolah menanggapi panggilan Allah). Ia dituduh sebagai penganut paham Hululiyah.​Al-Hallaj (Husin bin Mansur): Seorang yang mengaku dirinya Tuhan. Ulama sepakat atas kekafirannya dan ia dihukum mati. Meski begitu, banyak pengikutnya yang masih fanatik karena kebodohan mereka terhadap ijma' ulama.​5. Tipuan Iblis dalam Ibadah​A. Waswas dalam Bersuci​Setan membuat kaum Sufi terjebak dalam waswas yang berlebihan (misalnya harus bersuci dengan air sungai dalam jumlah yang sangat banyak dan enggan menggunakan air sedikit), padahal hal tersebut tidak disyariatkan.​B. Inovasi Ibadah (Salat & Wirid Khusus)​Banyak tarekat menciptakan ritual atau salat khusus yang tidak ada dalilnya (misal: salat dua rakaat khusus setelah memakai pakaian tertentu).​Logika Bantahan: Jika amalan tersebut dari Islam, seharusnya semua umat Islam boleh dan tahu cara mengamalkannya. Klaim "wirid khusus untuk kelompok tertentu" adalah tanda ajaran menyimpang.​C. Pembangunan Ribat (Tempat Ibadah Khusus)​Ibnul Jauzi mengkritik pembangunan ribat dengan enam alasan:​Merupakan bangunan bid'ah (karena tempat ibadah umat Islam hanyalah masjid).​Menjadi saingan bagi masjid sehingga meredupkan syiar masjid.​Menghalangi pelakunya dari pahala langkah kaki menuju masjid.​Menyerupai cara hidup rahib Nasrani (memisahkan diri dari masyarakat).​Menyiksa diri (misalnya anak muda yang menahan syahwat karena tidak menikah demi ibadah di ribat).​Menjadi sarana untuk pamer kezuhudan dan mencari penghasilan dari belas kasih orang lain (tidak bekerja).​6. Kesimpulan Utama​Islam bersifat universal dan terbuka bagi semua orang untuk mengamalkan dalil yang benar.​Setiap amalan ibadah harus berpijak pada tuntunan Rasulullah ﷺ dan pemahaman Salafus Shalih.​Pentingnya menjaga syariat dari kotoran bid'ah, meskipun yang membawanya adalah orang-orang yang dicintai masyarakat.​

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →