📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat2 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 13

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 13وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَArtinya:“Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.’ Mereka menjawab, ‘Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?’ Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu.”(QS. Al-Baqarah: 13)Ketika kaum munafik di Madinah didakwahi untuk beriman sebagaimana kaum Muslimin yang benar-benar beriman, mereka menjawab dengan kesombongan dan penghinaan:أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ“Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?”Mereka menganggap orang-orang yang beriman sebagai orang bodoh dan rendah akalnya. Sebaliknya, mereka menganggap diri mereka lebih cerdas karena menolak keimanan.Namun Allah membalik tuduhan tersebut:أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ“Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang kurang akal.”Mengapa?Karena kebodohan yang sebenarnya bukan sekadar tidak mengetahui sesuatu, tetapi ketika seseorang tidak mengetahui apa yang mendatangkan maslahat bagi dirinya, lalu memilih jalan yang justru membawanya kepada keburukan dan kemudaratan.Mereka merasa pintar karena menggunakan akal untuk menolak kebenaran. Padahal akal yang tidak membawa seseorang kepada iman dan ketaatan justru menjadi sebab kebinasaan.Allah kemudian berfirman:وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ“Tetapi mereka tidak tahu.”Mereka tidak menyadari bahwa sikap merasa lebih pintar daripada orang-orang beriman justru merupakan bentuk kebodohan yang lebih parah.Pelajarannya:Jangan mengukur kebenaran hanya dengan merasa diri paling cerdas. Sebab seseorang bisa memiliki pengetahuan dan kecerdasan, tetapi tetap bodoh apabila kecerdasannya justru membuatnya menolak kebenaran.Intinya: merasa pintar tidak selalu berarti benar. Yang lebih penting adalah apakah ilmu dan akal membawa seseorang kepada kebenaran dan ketaatan kepada Allah.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir — QS. Al-Furqan: 30

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir — QS. Al-Furqan: 30“Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang tidak diacuhkan.”Inti Tafsir:Meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya dengan tidak membacanya, tetapi juga tidak mau mendengar dan membenarkannya.Termasuk mengacuhkan Al-Qur’an: tidak merenungkan dan memahami maknanya.Juga termasuk tidak mengamalkan perintahnya dan tidak meninggalkan larangannya.Mengabaikan Al-Qur’an dengan berpaling kepada hal lain yang melalaikan—seperti syair, nyanyian, cerita, pendapat, atau hiburan—juga termasuk bentuk hajrul Qur’an.Ayat ini menjadi peringatan keras agar seorang muslim tidak sekadar memiliki atau membaca Al-Qur’an, tetapi berusaha menghafal, memahami, mentadabburi, dan mengamalkannya.🌱 PelajaranJangan sampai Al-Qur’an hanya hadir di lisan, tetapi jauh dari hati dan kehidupan.Hak Al-Qur’an adalah dibaca, dipahami, direnungkan, lalu diamalkan.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pengantar siapa orang-orang yang mendapatkan pancaran nur Ilahi itu?

Cahaya Allah bersinar di rumah-rumah yang Allah muliakan—masjid. Di sanalah nama-Nya disebut, Al-Qur’an dibaca, zikir dilantunkan, dan shalat ditegakkan pagi maupun petang.Yang menarik, ayat 36 menjadi pengantar menuju ayat 37–38: siapa orang-orang yang mendapatkan pancaran nur Ilahi itu? Mereka adalah orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan kesibukan dunia dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat.Kalau untuk poster tadabbur, saya sarankan dibuat lebih singkat dan kontemplatif, misalnya:HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULANOrang yang mendapat pancaran Nur IlahiQS. An-Nūr: 36“Cahaya itu bersinar di masjid-masjid yang Allah perintahkan untuk dimuliakan dan ditinggikan…”Masjid bukan sekadar tempat kita bersujud.Ia adalah tempat nama Allah disebut,Al-Qur’an dibaca,zikir dilantunkan,dan hati kembali diterangi oleh nur-Nya.Sudahkah hati kita menjadi salah satu hati yang rindu kepada rumah-rumah Allah? 🤍

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. A Haqqah: 14.

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:14)Ini merupakan salah satu gambaran tentang kedahsyatan hari kiamat. Gunung-gunung akan diangkat dan dilepaskan dari pasaknya, lalu kemudian saling dibenturkan di langit, lalu ditabrakkan ke bumi hingga hancur seluruhnya. Dan di sini Allah menyebutkan dengan lafazh الدَّكُّ yang artinya: membenturkan sesuatu dengan yang lainnya dengan benturan yang sangat keras dan menyebabkan benda tersebut hancur lebur. (34)Dan Allah ﷻ juga telah berfirman,وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا، فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا، لَا تَرَى فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, ‘Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya, kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali, (sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana’.” (QS. Thaha : 105-107)Maka Subhanallah, jika gempa bumi pada hari ini saja telah membuat manusia ketakutan, bagaimana lagi jika bumi itu diangkat, gunung-gunung diangkat lalu dibenturkan satu sama lain?Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al isra

## 🌿 Rangkuman QS. Al-Isra: 23–24Allah memerintahkan kita untuk: 🤍 Menyembah hanya kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. 🌸 Berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama ketika mereka telah lanjut usia.🗣️ Tidak mengucapkan perkataan yang menyakiti mereka, bahkan sekadar “ah” pun dilarang. 💕 Berbicara kepada orang tua dengan perkataan yang lembut, mulia, dan penuh penghormatan 🌷 Merendahkan diri di hadapan mereka dengan penuh kasih sayang, bukan karena terpaksa.🤲 Senantiasa mendoakan mereka:> رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا> “Ya Rabbku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika aku masih kecil.”*✨ Inti ayat:Setelah tauhid, salah satu amal yang paling ditekankan adalah berbakti kepada kedua orang tua. Kebaikan kepada mereka bukan hanya melalui perbuatan, tetapi juga melalui ucapan, sikap, kelembutan, dan doa

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Falaq : 1

Tafsir At-TaysirAl-Falaq (113:1)Tema: ALLAH PELINDUNG DARI SEGALA KEJAHATAN (Ayat 1-5)Surat ini dan surat setelahnya yaitu surat An-Naas diturunkan secara bersamaan Oleh karena itu, kedua surat ini dinamakanالْمُعَوِّذَتَيْنِ Al-Mu’awwidzatain (dua pelindung). Surat ini merupakan surat Madaniyah yang diturunkan kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam setelah berhijrah ke kota Madinah. Sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa sebab turunnya surat ini adalah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disihir oleh orang Yahudi yang bernama Lubid bin Al-A’sham di Madinah. Akhirnya Nabi pun tersihir beberapa lama, efeknya adalah seakan-akan beliau melakukan sesuatu yang ternyata tidak dilakukannya. Bahkan dibayangkan bahwasanya beliau mendatangi (menggauli) istri-istrinya padahal tidak.Allah lantas menurunkan Al-Mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas). Lalu Nabipun membaca kedua surat tersebut dan dengan izin Allah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sembuh(1).Sebagian orang mengingkari hadits ini dan mengatakan bahwasanya Nabi tidak mungkin tersihir, karena seandainya beliau tersihir maka Nabi bisa keliru dalam menyampaikan wahyu. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah karena sihir yang menimpa Nabi tidak berkaitan dengan pemberian wahyu. Karena Nabi tetap menyampaikan wahyu sebagaimana biasanya. Akan tetapi efek sihir tersebut hanya membuat Nabi seperti orang sakit atau dikhayalkan ia telah melakukan sesuatu padahal ia tidak melakukannya.Bahkan sebelum beliau ada Nabi Musa juga yang pernah tersihir. Disebutkan di dalam Al-Quran, Allah berfirman:قَالَ بَلْ أَلْقُوا ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ (66) فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُّوسَىٰ (67)Berkata Musa, ‘Silahkan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya.” (QS Thaha : 66-67)Nabi Musa takut melihat ular-ular yang bergerak, padahal tidak ada ular di situ melainkan hanya tongkat-tongkat dan tali-tali saja. Itu karena Nabi Musa tersihir oleh para penyihir Fir’aun. Sehingga mungkin saja seorang Nabi itu tersihir, tetapi dibalik itu ada hikmah yang Allah kehendaki. Selain itu, sihir tersebut tidak akan mempengaruhi periwayatan ayat-ayat Allah. Adapun penolakan sebagian orang terhadap hadits ini maka tidak perlu didengarkan karena argumentasi mereka hanyalah logika mereka yang lemah.Ada beberapa pendapat tentang makna اَلْفَلَقُ. Pendapat yang pertama dan yang paling kuat adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, yaitu shubuh. Sebagaimana firman Allah:فالِقُ الْإِصْباحِ“Allah yang membuka subuh.” (QS Al-An’am : 96)Sehingga makna ayat menjadi “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh’.” Pendapat yang lain mengatakan bahwasanya اَلْفَلَقُ artinya makhluk. Ada juga yang mengatakan اَلْفَلَقُ adalah salah satu nama neraka, ada yang mengatakan bahwa اَلْفَلَقُ adalah nama penjara di neraka Jahannam. Ada pula yang mengatakan اَلْفَلَقُ artinya lembah yang ada di neraka Jahannam. Ada yang mengatakan اَلْفَلَقُ artinya sumur yang ada di neraka Jahannam. Ada yang mengatakan اَلْفَلَقُ artinya rumah yang ada di neraka Jahannam. Namun pendapat terkuat adalah pendapat pertama yang artinya adalah shubuh(2)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran Ayat 64

Katakanlah -wahai Rasul-, “Wahai Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani! Marilah kita bersatu pada kalimat yang telah disepakati yang sama-sama kita yakini bersama, yaitu kita memurnikan pengabdian hanya kepada Allah; kita tidak perlu menyembah yang lain selain Dia, betapapun tingginya kedudukan dan pangkatnya; dan janganlah sebagian dari kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan yang disembah dan ditaati selain Allah.” Jika mereka berpaling dari seruanmu untuk mengikuti kebenaran dan keadilan itu maka katakanlah -wahai orang-orang mukmin- kepada mereka, “Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang tunduk dan berserah diri kepada Allah dengan menaati-Nya.”

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

📖 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir QS. Ar-Ra’d Ayat 26–27

Tema: Manusia Memperoleh Balasan Amal Perbuatannya (Ayat 18–29)Subtema: Di antara sifat dan perbuatan orang yang ingkar kepada Allah (Ayat 25–27)🌿 Ar-Ra’d Ayat 26Allah Meluaskan dan Menyempitkan RezekiAllah سبحانه وتعالى meluaskan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya kepada siapa yang Dia kehendaki.Semua itu terjadi berdasarkan hikmah dan keadilan Allah.➡️ Banyaknya rezeki bukan selalu tanda bahwa Allah meridai seseorang.➡️ Sedikitnya rezeki juga bukan berarti Allah membenci seseorang.Kesenangan Dunia Bisa Menjadi IstidrajOrang-orang kafir merasa gembira dengan kenikmatan dunia yang mereka miliki.Padahal, kenikmatan tersebut bisa menjadi istidraj, yaitu pemberian atau kelapangan yang membuat seseorang semakin lalai dan terus berada dalam kesesatan, sementara azabnya ditangguhkan.Allah berfirman dalam QS. Al-Mu’minun: 55–56:“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka berarti bahwa Kami segera memberikan kebaikan kepada mereka? Tidak, tetapi mereka tidak menyadari.”Pelajaran:Harta, kedudukan, dan banyaknya kenikmatan dunia bukan ukuran mutlak kebaikan seseorang di sisi Allah.🌍 Dunia Sangat Kecil Dibanding AkhiratAllah menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang sedikit dan sementara apabila dibandingkan dengan kehidupan akhirat.QS. An-Nisa: 77“Kesenangan dunia ini hanya sebentar, sedangkan akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.”QS. Al-A’la: 16–17“Tetapi kalian lebih memilih kehidupan dunia, sedangkan akhirat lebih baik dan lebih kekal.”Perumpamaan Dunia dan AkhiratRasulullah ﷺ menggambarkan perbandingan dunia dengan akhirat seperti:Seseorang mencelupkan jari telunjuknya ke laut.Air yang menempel pada jarinya dibandingkan dengan air laut adalah gambaran kehidupan dunia dibandingkan kehidupan akhirat.Artinya:🌊 Akhirat begitu luas dan kekal.💧 Dunia sangat sedikit dan sementara.Dunia Tidak Bernilai di Hadapan AllahDalam hadis lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa dunia lebih hina di sisi Allah daripada bangkai kambing yang tidak lagi diinginkan oleh pemiliknya.Pelajaran penting:Jangan sampai kita:Terlalu bangga dengan harta.Tertipu oleh kemewahan.Menganggap kesuksesan dunia sebagai tujuan utama.Melupakan kehidupan akhirat yang kekal.✨ Intisari Ayat 26Allah meluaskan dan menyempitkan rezeki sesuai hikmah-Nya.Banyaknya harta bukan selalu tanda cinta Allah.Kenikmatan dunia dapat menjadi istidraj bagi orang yang terus ingkar.Dunia hanya sementara dan sangat sedikit dibanding akhirat.Seorang mukmin hendaknya menjadikan akhirat sebagai tujuan utama.🌿 Ar-Ra’d Ayat 27Orang Musyrik Meminta MukjizatOrang-orang musyrik berkata:“Mengapa tidak diturunkan kepadanya, Muhammad, suatu tanda atau mukjizat dari Tuhannya?”Mereka meminta mukjizat tertentu sebagai syarat untuk beriman.Permintaan serupa juga disebutkan dalam QS. Al-Anbiya: 5, yaitu agar Rasulullah ﷺ mendatangkan mukjizat seperti rasul-rasul sebelumnya.Allah Mampu Memberikan Apa yang Mereka MintaAllah سبحانه وتعالى sebenarnya mampu memberikan mukjizat apa pun yang mereka inginkan.Disebutkan bahwa mereka pernah meminta berbagai hal, seperti:Bukit Safa dijadikan emas.Mata air yang melimpah.Bukit-bukit di sekitar Mekah disingkirkan dan digantikan dengan kebun.Allah memberikan pilihan kepada Rasulullah ﷺ:Jika mukjizat itu diberikan tetapi mereka tetap kafir, maka mereka akan mendapatkan azab yang sangat berat.Namun, jika Rasulullah ﷺ menghendaki, pintu tobat dan rahmat tetap dibukakan bagi mereka.Rasulullah ﷺ memilih:Agar pintu tobat dan rahmat dibukakan bagi mereka.Hal ini menunjukkan kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya.🌱 Hidayah Tidak Bergantung pada Banyaknya MukjizatAllah berfirman:“Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang bertobat kepada-Nya.”Maknanya, hidayah berada di tangan Allah.Bukan berarti seseorang pasti beriman hanya karena melihat mukjizat.Seseorang yang hatinya telah menolak kebenaran bisa tetap tidak beriman meskipun melihat banyak tanda kebesaran Allah.Tanda Tidak Bermanfaat bagi Hati yang Menolak KebenaranAllah menjelaskan bahwa:Tanda-tanda kekuasaan Allah tidak bermanfaat bagi orang yang tidak mau beriman.Sebagian manusia tetap tidak beriman meskipun datang berbagai bukti.Bahkan jika malaikat diturunkan atau orang mati berbicara kepada mereka, mereka tetap dapat menolak kebenaran kecuali Allah menghendaki.Pelajarannya:Masalah utama bukan selalu kurangnya bukti, tetapi bisa karena hati yang tidak mau menerima kebenaran.🤲 Siapa yang Mendapat Petunjuk?Allah memberikan petunjuk kepada orang yang:Bertobat kepada-Nya.Kembali kepada-Nya.Memohon pertolongan kepada-Nya.Merendahkan diri di hadapan-Nya.Bersungguh-sungguh mencari kebenaran.Hidayah membutuhkan hati yang mau kembali kepada Allah.✨ Intisari Ayat 27Orang musyrik meminta mukjizat sebagai syarat untuk beriman.Allah mampu memberikan mukjizat apa pun yang Dia kehendaki.Banyaknya mukjizat tidak menjamin seseorang akan beriman.Hidayah dan kesesatan berada dalam ketetapan Allah.Allah memberi petunjuk kepada orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya.Hati yang sombong dan menolak kebenaran dapat tetap berpaling meskipun telah melihat banyak bukti.🌸 Intisari Besar QS. Ar-Ra’d Ayat 26–27Rezeki dan kenikmatan dunia bukan ukuran utama kemuliaan seseorang di sisi Allah.Dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat lebih baik dan kekal.Demikian pula, melihat banyak bukti tidak akan bermanfaat apabila hati tidak mau menerima kebenaran.🤍 Seorang mukmin hendaknya tidak tertipu oleh dunia, tetapi menjadikan akhirat sebagai tujuan dan senantiasa memohon hidayah kepada Allah.✨ Quote“Jangan tertipu oleh luasnya dunia yang diberikan, karena kenikmatan bukan selalu tanda keridaan. Jangan pula merasa cukup dengan banyaknya bukti, karena hidayah hanya masuk ke dalam hati yang mau kembali kepada Allah.”QS. Ar-Ra’d: 26–27

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 43

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:44)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Kemudian Allah subhanahu wata'āla berfirman:Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? (Al Furqaan:44), hingga akhir ayat.Yakni mereka lebih buruk keadaannya daripada hewan ternak yang dilepas bebas, karena sesungguhnya hewan ternak itu hanyalah melakukan sesuai dengan naluri kehewanannya. Sedangkan mereka diciptakan untuk beribadah kepada Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, lalu mengapa mereka tidak menyembah-Nya? Bahkan mereka menyembah selain-Nya dan mempersekutukan-Nya dengan yang lain, padahal hujah telah ditegakkan terhadap mereka dengan diutus-Nya para rasul kepada mereka.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Pedoman agar selamat dari kesalahan

tafsir ini mengajarkan tiga hal utama:Jangan mudah percaya berita → selalu tabayyun dan periksa kebenarannya.Jangan terburu-buru mengambil keputusan → karena keputusan berdasarkan informasi yang salah dapat merugikan orang lain.Jaga dan cintai iman → jauhi kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan karena hidayah dan keimanan merupakan karunia Allah.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir At-Taysir Luqmān (31:17)

Tema: NASIHAT LUQMAN KEPADA ANAKNYA (Ayat 12-19)Para ulama mengatakan bahwa seakan-akan Luqman Al-Hakim ketika memerintahkan putranya untuk amar makruf nahi munkar akan mendapatkan gangguan(50). Hal ini disebabkan orang yang nahi munkar maka dia akan mendapatkan hal-hal yang tidak ia sukai. Karena orang yang melakukan nahi munkar dia telah menghalangi orang lain dari kelezatan syahwatnya. Orang yang sedang melakukan kemungkaran sesungguhnya dia sedang merasakan kelezatan. Orang yang sedang mabuk sedang merasakan kelezatan dengan mabuknya. Orang yang sedang berzina sedang merasakan kelezatan dengan zinanya. Orang yang memakan riba sedang merasakan kelezatan dengan keuntungan ribanya. Orang yang sedang joget sedang merasakan kelezatan dengan mendengarkan musiknya. Orang yang sedang melihat hal yang haram sedang merasakan kelezatan dengan pandangan yang haram. Kemudian datang seseorang yang mengatakan bahwa hal-hal di atas tidak boleh, maka dia telah mengusik orang yang sedang tenggelam dalam kelezatan. Dan tidak semua orang yang bisa menerima usikan tersebut yang menyebabkan mereka akhirnya membalas. Oleh karenanya orang yang melakukan amar makruf dan nahi munkar rentan untuk di ganggu. Oleh karenanya Luqman Al-Hakim ketika memerintahkan putranya untuk amar makruf dan nahi munkar kemudian dia mengatakan,وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَdan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.Yaitu kesabaran dalam hal diganggu setelah nahi munkar atau kesabaran jika tertimpa musibah(51). Kemudian Luqman Al-Hakim berkata,إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ“Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang penting dan ditekankan (oleh Allah).”Kebanyakan Ahli Tafsir mengatakan إِنَّ ذَٰلِكَ “Sesungguhnya yang demikian itu” kembali kepada shalat, amar makruf, nahi munkar, dan bersabar. Yang semua itu adalah perkara-perkara yang penting oleh karenanya disebutkan secara khusus oleh Luqman Al-Hakim.Ada juga yang mengatakan إِنَّ ذَٰلِكَ “Sesungguhnya yang demikian itu” kembali kepada kesabaran. Kesabaran itu adalah perkara yang penting yang sangat ditekankan. Sabar termasuk akhlak yang mulia. Oleh karenanya tidak ada seseorang yang diberikan anugerah yang lebih luas dan lebih banyak dari kesabaran. Jika seseorang bisa bersabar maka dia telah diberi anugerah yang luar biasa yang merupakan perkara yang penting yang sangat ditekankan dalam syariat. Oleh karenanya seseorang jangan menyepelekan akhlak sabar karena sabar adalah sesuatu yang penting.(52)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 September 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar - Surat Al-Anfal

Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang berjalan di muka bumi ialah orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya. Mereka tidak mau beriman walaupun semua bukti kekuasaan Allah telah datang kepada mereka lantaran tetap bersikeras mempertahankan kekafiran mereka, sehingga semua sarana penangkap hidayah seperti akal pikiran, pendengaran, dan penglihatan yang mereka miliki benar-benar tidak berfungsi.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 September 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al Muyassar Al Maidah 116

Ingatlah ketika Allah berfirman di hari kiamat: "Wahai Isa putra Maryam, apakah kamu berkata kepada manusia agar mereka menjadikanmu dan ibumu dua sesembahan selain Allah?" Maka Isa menjawab menyucikan Allah, "Tidak patut bagiku mengatakan apa yang tidak benar kepada manusia. Bila akau memang mengatakannya maka Engkau pasti mengetahui, karena tidak ada sesuatu pun yang samar bagi-Mu, Engkau mengetahui apa yang tersimpan dalam dadaku, sedangkan akau tidak mengetahui apa yang ada dalam jiwa-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu yang Nampak maupun yang tersembunyi."

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 September 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Hijr: 49 — Allah Maha Pengampun & Penyayang

Allah memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-Nya dengan dua sisi: ampunan dan rahmat-Nya, sekaligus azab-Nya yang sangat pedih. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh hanya memiliki raja’ (harap) sampai merasa aman dari dosa, dan tidak boleh hanya memiliki khauf (takut) sampai berputus asa dari rahmat Allah.Ibnu Katsir menekankan bahwa ayat ini mengajarkan kita untuk menyeimbangkan harapan dan ketakutan. Mengetahui luasnya ampunan Allah seharusnya membuat kita tidak berputus asa dan selalu ingin kembali kepada-Nya. Namun, mengetahui pedihnya azab Allah juga seharusnya membuat kita mampu menahan hawa nafsu dan tidak berani meremehkan dosa.

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 September 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:187

Tafsir Al-MuyassarQS Al-'Araf:187Orang-orang kafir Makkah itu bertanya kepadamu (wahai Rasul) tentang hari Kiamat, kapan terjadinya? Katakanlah kepada mereka, "Pengetahuan tentang terjadinya hari Kiamat ada pada Allah, tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskannya kecuali Dia. Pengetahuan tentang hari Kiamat itu sungguh berat dan dirahasiakan dari penghuni langit dan bumi, tidak ada malaikat yang didekatkan atau seorang nabi pun yang mengetahui kapan terjadinya. Kiamat tidak akan datang, kecuali dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat karena kamu dianggap mengetahuinya, mereka meminta penjelasan tentangnya dengan pertanyaan itu. Katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat ada di sisi Allah yang mengetahui rahasia langit dan bumi. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa Kiamat itu tidak ada yang mengetahui, kecuali Allah."

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →