📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. Taha : 7

Allah taala berfirman:وَإِن تَجۡهَرۡ بِٱلۡقَوۡلِ فَإِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخۡفَىDan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi (1) Catatan kaki:210682. Maksud ayat ini ialah tidak perlu mengeraskan suara dalam berdoa karena Allah mendengar semua doa itu, walaupun diucapkan dengan suara rendah.Tafsir Ibnu KatsirTaha (20:7)Tema: AL-QUR'AN DITURUNKAN SEBAGAI PERINGATAN BAGI MANUSIA (Ayat 1-8)Catatan kaki:210682. Maksud ayat ini ialah tidak perlu mengeraskan suara dalam berdoa karena Allah mendengar semua doa itu, walaupun diucapkan dengan suara rendah.Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.Yakni Al-Qur'an ini diturunkan oleh Tuhan yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi, yang mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:Katakanlah, "Al-Qur'an ini diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Furqaan:6)Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.Yang dimaksud dengan rahasia ialah apa yang disembunyikan oleh anak Adam dalam hatinya, sedangkan yang lebih tersembunyi ialah apa yang tidak diketahui oleh anak Adam, padahal ia yang mengerjakannya. Maka Allah mengetahui kesemuanya itu. Pengetahuan Allah tentang apa yang telah berlalu dari hal ini dan apa yang akan datang meliputi semuanya, dan semua makhluk bagi Allah dalam hal ini sama dengan salah satu dari mereka. Seperti yang disebutkan oleh Firman-Nya dalam ayatyang lain, yaitu:Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. (Luqman:28)Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.Arti sirr ialah sesuatu yang dibicarakan olehmu dalam dirimu, sedangkan akhfa ialah sesuatu yang belum kamu bicarakan dalam dirimu.Sa'id ibnu Jubair mengatakan, "Anda mengetahui apa yang Anda rahasiakan hari ini, tetapi Anda tidak akan mengetahui apa yang bakal Anda rahasiakan keesokan harinya. Allah mengetahui apa yang Anda rahasiakan hari ini dan apa yang akan Anda rahasiakan keesokan harinya.Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Akhfa" bahwa yang dimaksud dengannya ialah bisikan hati. Dan ia serta Sa'id ibnu Jubair mengatakan pula bahwa akhfa artinya sesuatu yang dilakukan oleh manusia tanpa diniatkannya dahulu dalam hatinya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al Baqarah: 26

RenungkanAllah tidak hanya memberikan petunjuk melalui perkara-perkara besar. Makhluk yang sangat kecil pun dapat menjadi tanda kebesaran dan hikmah-Nya.Perbedaannya bukan pada perumpamaannya, tetapi pada sikap hati orang yang mendengarnya.IntisariAllah ﷻ berhak membuat perumpamaan dengan apa saja yang Dia kehendaki.Orang beriman menerima firman Allah dengan yakin dan berusaha mengambil hikmah.Perumpamaan Al-Qur’an merupakan sarana petunjuk sekaligus ujian.Kesombongan dan kefasikan dapat menyebabkan seseorang berpaling dari petunjuk.Pengamalan Hari IniKetika menemukan ayat atau nasihat yang belum kita pahami, jangan langsung mempertanyakannya dengan sikap meremehkan. Tundukkan hati, cari penjelasannya, dan renungkan apa yang Allah ingin ajarkan kepada kita.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Ahzab 11

Tafsir Ibnu KatsirAl-Ahzab (33:11)Tema: BANTUAN ALLAH KEPADA KAUM MUSLIMIN DALAM PERANG AHZAB (Ayat 9-25)Allah subhanahu wata'āla menceritakan keadaan tersebut, yaitu ketika golongan yang bersekutu bermarkas di sekitar Madinah, sedangkan kaum muslim terkepung oleh mereka dalam keadaan yang sangat terjepit dan sangat gawat. Dan Rasulullah ﷺ. ada di antara mereka, mereka mendapat ujian dan cobaan yang berat, dan mereka diguncangkan oleh guncangan yang sangat kuat. Maka pada saat itulah tampak kemunafikan dan berkatalah orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit nifak mengungkapkan apa yang terkandung di dalam diri mereka, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam firman-Nya:Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.” (Al Ahzab:12)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan:38

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:38)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Catatan kaki:210837. Ar-Ras adalah telaga yang sudah kering airnya. Kemudian, dijadikan nama suatu kaum, yaitu kaum Ar-Ras. Mereka menyembah patung, lalu Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengutus Nabi Syuʻayb ‘Alaihissalām kepada mereka.Firman Allah subhanahu wata'āla:dan (Kami binasakan) kaum 'Ad dan Samud dan penduduk Rass. (Al Furqaan:38)Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan kisah mengenai kaum Ad dan kaum Samud bukan hanya dalam satu surat, seperti dalam surat Al-A'raf, sehingga tidak perlu diulangi lagi dalam pembahasan ini.Adapun mengenai penduduk Rass, menurut Ibnu Juraij, dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa mereka adalah penduduk suatu kota dari kalangan kaum Samud. Ibnu Juraij mengatakan, Ikrimah pernah mengatakan bahwa penduduk Rass bertempat tinggal di Falj, mereka adalah penduduk Yasin. Qatadah mengatakan bahwa Falj termasuk salah satu kota yang terletak di Yamamah.Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan berikut sanadnya melalui Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan penduduk Rass. (Al Furqaan:38) Rass adalah nama sebuah sumur yang terletak di Adzerbijan. As'-Sauri meriwayatkan dari Abu Bakar, dari Ikrimah, bahwa Rass adalah nama sebuah sumur, penduduk di sekitarnya mengebumikan nabi mereka di dalam sumur itu.Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah bersabda, "Sesungguhnya manusia yang mula-mula masuk surga kelak di hari kiamat adalah seorang hamba berkulit hitam. Demikian itu karena Allah subhanahu wata'āla mengutus seorang nabi kepada penduduk suatu kota, tiada yang beriman dari kalangan penduduk kota itu kecuali hamba yang berkulit hitam tersebut. Kemudian penduduk kota menangkap nabi mereka, lalu membuat sebuah sumur. Selanjutnya mereka melemparkan nabinya ke dalam sumur itu, kemudian mulut sumur itu mereka tutup dengan batu besar. Hamba itu setiap harinya berangkat mencari kayu, kemudian kayu itu ia panggul di atas pundaknya dan dijualnya kayu itu, hasilnya ia belikan makanan dan minuman. Kemudian ia membawa makanan dan minuman itu ke sumur tersebut. Lalu ia mengangkat batu besar itu dengan pertolongan dari Allah (hingga ia kuat mengangkatnya sendirian), kemudian ia mengulurkan makanan dan minuman itu ke dalam sumur. Setelah selesai, ia mengembalikan batu itu seperti sediakala. Demikianlah yang dilakukan oleh si hamba itu setiap harinya selama masa yang dikehendaki oleh Allah. Lalu pada suatu hari seperti biasanya ia mencari kayu. Setelah beroleh kayu, ia mengumpulkannya dan mengikatnya. Ketika hendak memanggulnya, tiba-tiba rasa kantuk berat menyerangnya. Ia berbaring sebentar untuk istirahat dan tertidur, maka Allah menjadikannya tertidur selama tujuh tahun. Setelah itu ia terbangun dan menjulurkan tubuhnya, lalu pindah ke sisi lambung yang lain, maka Allah menjadikannya tertidur lagi selama tujuh tahun berikutnya. Kemudian ia terbangun, lalu memanggul ikatan kayunya, sedangkan dia mengira bahwa dirinya hanya tidur selama setengah hari. Lalu ia datang ke kota dan menjual kayunya, lalu membeli makanan dan minuman seperti yang ia lakukan sebelumnya. Ia pergi menuju sumur tersebut yang di dalamnya terdapat seorang nabi yang disekap. Lalu ia mencarinya, tetapi ternyata ia tidak men­jumpainya. Tanpa diketahuinya kaumnya telah sadar, lalu mereka mengeluarkan nabi itu dari dalam sumur tersebut, dan mereka beriman kepadanya serta membenarkannya. Lalu Nabi itu menanyakan kepada mereka perihal si budak hitam, apa saja yang dilakukannya? Mereka menjawab, 'Kami tidak mengetahui,' hingga akhirnya nabi itu wafat. Sesudah itu si budak hitam tersebut terbangun dari tidurnya." Maka Rasulullah ﷺ. bersabda: Sesungguhnya budak hitam itu adalah orang yang mula-mula masuk surga.Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu Humaid, dari Salamah, dari Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Ka'b secara mursal. Akan tetapi, di dalamnya terdapat garabah dan nakarah. Barangkali di dalam hadis terdapat idraj, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.Ibnu Jarir mengatakan, tidak boleh menakwilkan bahwa mereka adalah penduduk Rass yang disebut di dalam Al-Qur'an, karena Allah telah menceritakan perihal mereka, bahwa Allah telah membinasakan mereka, sedangkan yang disebut di dalam hadis ini mereka beriman dan percaya kepada nabinya. Terkecuali jika ditakwilkan bahwa peristiwa itu terjadi setelah bapak-bapak mereka binasa, lalu keturunannya beriman kepada nabi mereka. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan penduduk Rass ialah orang-orang yang memiliki galian (parit), yaitu mereka yang disebut di dalam surat Al-Buruj. Hanya Allah­lah Yang Maha Mengetahui.Firman Allah subhanahu wata'āla:dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut. (Al Furqaan:38)Yakni umat-umat yang jumlahnya berkali lipat daripada mereka yang telah disebutkan, semuanya telah Kami binasakan.untuk prompt AI jika mau boleh menggunakan prompt ini:

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 25 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Hūd: 77​Allah menceritakan kedatangan utusan malaikat kepada Nabi Luth setelah memberikan kabar kepada Nabi Ibrahim bahwa mereka akan membinasakan kaum Luth pada malam itu atas perintah Allah. Malaikat datang kepada Nabi Luth (di ladang miliknya atau di rumahnya) dalam rupa pemuda yang sangat tampan sebagai ujian dari Allah.​Penjelasan Potongan Ayatوَلَمَّا جَآءَتۡ رُسُلُنَا لُوطًا سِيٓءَ بِهِمۡ وَضَاقَ بِهِمۡ ذَرۡعًا ​"Dan ketika utusan-utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Lut, dia merasa curiga dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka..."​Penjelasan: Ketampanan para tamu membuat Nabi Luth kerepotan dan merasa sesak dadanya. Ia khawatir jika tidak menerima mereka, kaumnya akan mengambil mereka dan berbuat buruk (fahsya) terhadap mereka.​ وَقَالَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَصِيبٌ ​"...dan Lut berkata, 'Ini adalah hari yang amat sulit.'"​Penjelasan (Ibnu Abbas & lainnya): Makna 'asib adalah ujian yang sangat berat. Nabi Luthbmenyadari ia harus membela para tamunya dari kejahatan kaumnya, dan hal itu terasa sangat berat baginya.Riwayat & Detail Peristiwa​Kisah Riwayat Qatadah:​Malaikat menemui Nabi Luth a.s. di ladang miliknya. Karena merasa malu dan khawatir, Nabi Luth a.s. berjalan di depan mereka sambil berkata seolah memberi peringatan agar mereka pergi: "Demi Allah, hai kalian, aku belum pernah mengetahui di muka bumi ini suatu penduduk kota yang lebih kotor dan lebih jahat daripada mereka."​Nabi Luth a.s. mengulang perkataannya hingga empat kali. Para malaikat memang diperintahkan oleh Allah untuk tidak membinasakan kaum tersebut sebelum Nabi mereka memberikan kesaksian atas kejahatan kaumnya.​Kisah Riwayat As-Saddi:​Malaikat sampai di Sungai Sodom pada tengah hari dan bertemu putri Nabi Luth a.s. yang sedang memberi minum ternaknya.​Malaikat bertanya: "Hai gadis, apakah ayahmu ada di rumah?" Putri Nabi Luth a.s. menyuruh mereka menunggu agar tidak terlihat oleh kaumnya, lalu ia memberitahu ayahnya: "Hai ayah, susullah beberapa pemuda yang ada di pintu gerbang kota, aku belum pernah melihat wajah kaum yang setampan mereka, agar mereka tidak diculik oleh kaummu."​Meskipun sebelumnya dilarang oleh kaumnya untuk menerima tamu laki-laki, Nabi Luth a.s. memberanikan diri menemui dan menerima mereka.​Nabi Luth a.s. merahasiakan kedatangan mereka dari orang lain, tetapi istrinya keluar dan membocorkan keberadaan para tamu tampan tersebut kepada kaumnya. Akibatnya, kaumnya bergegas mendatangi rumah Nabi Luth a.s.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan Al-Qalam 68:17–28

Ringkasan Al-Qalam 68:17–28Tema: Allah menimpakan cobaan kepada orang kafir seperti yang ditimpakan kepada pemilik kebunAyat 17–18: Allah memberi nikmat kepada para pemilik kebun, tetapi mereka tidak bersyukur. Dahulu ayah mereka yang saleh selalu menyisihkan hasil kebun untuk orang miskin. Setelah ayahnya meninggal, mereka berniat mengambil seluruh hasil panen dan tidak memberikan sedikit pun kepada fakir miskin.“وَلَا يَسْتَثْنُونَ” (68:18): Ditafsirkan sebagai tidak mengucapkan “insya Allah” karena terlalu yakin rencana mereka pasti terlaksana. Ada pula tafsiran: tidak menyisihkan bagian untuk orang miskin.Ayat 19–20: Saat mereka tidur, Allah mengirimkan azab kepada kebun tersebut. Kebun yang sebelumnya hijau dan penuh buah terbakar habis, hingga menjadi hitam seperti malam.Ayat 24: Pagi harinya mereka berangkat dengan penuh semangat sambil berbisik agar jangan sampai ada orang miskin yang mendapat hasil panen.Ironisnya, mereka sibuk merencanakan bagaimana menghalangi orang miskin, sementara kebun mereka sendiri telah hancur.Ayat 26–27: Ketika melihat kebun yang telah hitam, awalnya mereka mengira telah salah jalan. Setelah yakin bahwa itu kebun mereka, mereka sadar bahwa merekalah yang terhalangi dari hasil panen, bukan orang miskin.Ayat 28: Salah seorang dari mereka mengingatkan bahwa seharusnya mereka bertasbih kepada Allah, yaitu bersyukur, menaati perintah-Nya, dan tidak berniat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah, seperti menolak memberikan hak orang miskin.💡 Pelajaran utamaNikmat yang tidak disyukuri dan digunakan untuk berbuat zalim dapat menjadi sebab hilangnya nikmat tersebut.Allah mengajarkan bahwa:Jangan merasa pasti terhadap rencana masa depan tanpa mengaitkannya dengan kehendak Allah.Dan jangan sampai keserakahan membuat kita menghalangi hak orang lain, karena bisa jadi sesuatu yang kita pertahankan dengan pelit justru menjadi sebab Allah mencabut seluruh nikmat yang kita miliki.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Al Haqqah: 9

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:9)Mereka orang-orang kafir Quraisy menginginkan agar Nabi ber-mudahanah, yaitu jika Nabi berhenti mencela sesembahan dan nenek moyang mereka, serta menghentikan dakwahnya, maka mereka juga akan berhenti dan tidak akan mencela Nabi ﷺ lagi sebagai orang gila. Artinya mereka memberi tawaran karena merasa terganggu ketika mereka disebut sebagai orang musyrik. Bahkan mereka mengatakan,إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ“(Orang-orang musyrikin berkata) Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf : 22)Akan tetapi Nabi ﷺ membantah mereka dengan mengatakan bahwa mereka itu sesat, dan nenek moyang mereka pun dahulu dalam kesesatan. Tentu hal ini hanya menambah kemarahan orang-orang musyrikin.Di hadapan kita ada istilah الْمُدَاهَنَةُ mudahanah dan الْمُدَارَاةُ mudarah. Mudahanah adalah mencari kemaslahatan duniawi dengan mengorbankan agama. Contohnya adalah seseorang yang ingin berteman dengan seorang kawannya yang bermain musik, maka dia ikut bermain musik agar bisa berteman dengan orang tersebut meskipun dia tahu akan haramnya musik. Misalnya pula warga di lingkungan tempat tinggal kita sering bermain judi, maka agar bisa enak bergaul dan mengobrol dengan mereka maka kita pun ikut bermain judi meskipun kita sadar bahwa judi itu haram. Misalnya lagi seseorang yang bertanya tentang bolehnya suatu perkara, maka kita pun memperbolehkan agar orang tersebut tidak marah, meskipun kita tahu hal tersebut tidak boleh dalam syariat. Inilah yang disebut dengan mudahanah, dan hal seperti ini tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu, kita hendaknya menyampaikan syariat dengan sebaik-baiknya dan selembut-lembutnya, akan tetapi yang syirik tetap kita katakan sebagai syirik, yang bid’ah tetap kita katakan sebagai bid’ah, yang maksiat tetap kita katakan sebagai maksiat. Jangan kemudian kita ber-mudahanah sehingga yang maksiat kita katakan sebagai halal, yang bid’ah menjadi sunnah, dan yang syirik menjadi tauhid. Kita harus menyampaikan syariat Islam sesuai dengan apa yang Allah ﷻ kehendaki dan telah dijelaskan oleh Rasul-Nya, bukan syariat yang kita modifikasi dengan dalih agar diterima masyarakat. Tentunya hal syariat tersebut harus kita sampaikan seadanya, namun dengan kata-kata yang baik, serta dalil yang jelas.Mudaraah adalah mengorbankan sedikit dari kemaslahatan dunia demi untuk agama. Contoh mudarah adalah apabila ada orang yang memaki-maki kita maka kita tetap sikapi dengan sabar dan tetap berusaha mendekati hatinya agar dakwah tetap berlangsung. Hal seperti ini (mudarah) adalah hal yang dianjurkan. Contohnya seorang da’i yang sedang berbicara masalah tauhid, lalu para jemaahnya merokok di depannya sehingga sang da’i merasa terganggu dengan hal tersebut. Tetapi dia tetap bersabar menyampaikan dakwahnya, bahkan dia tetap bersabar meskipun kesehatannya tersebut terganggu, demi agar dakwah bisa sampai kepada orang tersebut. Ini adalah salah satu contoh sikap mudarah, mengorbankan sebagian maslahat duniawi demi kemaslahatan agama. Sikap mudarah adalah hal yang dibolehkan, adapun mudahanah adalah sikap yang tidak diperbolehkan. (30)Dalam kehidupan bermasyarakat, terkadang ada yang berbeda dengan kita. Maka kita boleh bersikap lembut kepada mereka tanpa harus mengatakan bahwa kesalahan mereka sebagai kebenaran. Bukan bersikap lembut kepada mereka dengan mengikuti kesalahan yang mereka lakukan. Kalau ada seseorang yang bermaksiat maka kita harus katakan itu sebagai maksiat, yang syirik tetap syirik, dan yang haram tetap haram. Jangan sampai karena slogan “toleransi” sehingga kita ikut-ikut dalam kemaksiatan mereka. Karena yang demikianlah yang disebut sebagai sikap ber-mudahanah, yaitu sikap yang diinginkan oleh orang-orang musyrikin terhadap Nabi ﷺ.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al-Muyassar Q. S. Yūnus (10:31)

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik, "Siapakah yang memberi rizki kepada kalian dari langit, yaitu dengan turunnya hujan dan dari bumi, yaitu dengan tumbuhnya berbagai tanaman dan pepohonan yang kalian dan binatang peliharaan kalian makan? Dan siapakah yang berkuasa memberikan pendengaran dan penglihatan yang kalian pergunakan? Dan siapakah yang memiliki hidup dan mati di alam ini, yang mengeluarkan makhluk yang hidup dari yang mati juga sebaliknya, yang kalian ketahui maupun tidak? Dan siapakah yang mengatur langit, bumi dan segala isinya, mengatur urusan kalian dan seuruh makhluk?" Maka mereka pasti akan menjawab, "Allah." Katakanlah kepada mereka, "Apakah kalian tidak takut akan siksa Allah apabila kalian menyembah bersama Allah dengan selaian-Nya?"Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf : 178

Tafsir Ibnu KatsirQS Al-Araf:178Allah subhanahu wata'āla berfirman bahwa barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, maka sesungguhnya dia telah merugi, kecewa, dan sesat tanpa dapat dielakkan lagi. Karena sesungguhnya sesuatu yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi, dan sesuatu yang tidak dikehendaki­Nya pasti tidak akan terjadi. Karena itulah di dalam hadis Ibnu Mas'ud r.a. disebutkan hal seperti berikut:Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan, memohon hidayah, dan memohon ampun hanya kepada-Nya. Dan Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu kami dan keburukan-keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah, tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya Dan saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul­Nya.Hadis selengkapnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para pemilik kitab sunnah dan kitab-kitab lainnya,

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Yusuf 47 - Finansial Planning Ala Nabi Yusuf

Ada beberapa poin yang sangat ngena:1. Saat rezeki lapang, jangan perlakukan seluruhnya sebagai “uang untuk dinikmati”Nabi Yusuf mengarahkan agar hasil panen selama 7 tahun subur tetap disimpan dalam bulirnya, supaya tahan lama dan tidak cepat rusak.Kalau ditarik ke finansial:Ketika income sedang baik, tidak semua peningkatan income harus berubah menjadi peningkatan lifestyle.Sebagian perlu diamankan untuk masa depan.2. Saving bukan berarti tidak boleh menikmati rezekiIni bagian yang menarik dari tafsir Ibnu Katsir: “Terkecuali sekadar apa yang kalian makan…”Jadi bukan disuruh menyimpan semuanya. Ada yang boleh dikonsumsi. Tetapi secukupnya.Ibnu Katsir bahkan menekankan “Makanlah dalam kadar yang minim, jangan berlebih-lebihan…”Ini bukan berarti Islam mengajarkan kita harus hidup sengsara.Tapi ada prinsip: Consume → save → prepareDari kisah Nabi Yusuf, ada pelajaran tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi masa sulit. Rezeki yang banyak belum tentu membuat seseorang aman. Kalau tidak dikelola, kelapangan hari ini bisa habis sebelum kesempitan datang.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →