📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat16 jam lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Refleksi Al-Baqarah (2:277)

Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:277)Tema: CARA-CARA PENGGUNAAN HARTA DAN HUKUM-HUKUMNYA (Ayat 261-286)Subtema: Hukum riba (Ayat 275-281)Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, melakukan perbuatan-perbuatan baik, mendirikan shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, membayarkan zakat harta mereka, mereka mendapatkan pahala besar yang khusus bagi mereka di sisi Rabb mereka dan pemberi rizki mereka, mereka tidak ditimpa ketakutan di akhirat dan mereka tidak bersedih atas apa yang luput dari bagian di dunia mereka.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 jam lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 24

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:24)Ayat ini adalah dalil bahwasanya seseorang akan masuk surga dengan sebab amal saleh yang telah dikerjakan ketika dulu masih di dunia, karena dalam ayat ini Allah ﷻ menyebutkan,بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَة“Karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”Oleh karena itu, berkaitan dengan masuknya seseorang ke dalam surga, Allah ﷻ telah menjadikan amal sebagai sebabnya (49). Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl : 32)Akan tetapi pada dasarnya amalan yang dilakukan oleh seseorang tidaklah pantas untuk memasukkannya ke dalam surga. Adapun amalan itu hanya merupakan sebab untuk mendatangkan rahmat dan karunia-Nya Allah ﷻ sehingga seseorang bisa masuk surga. Hal ini sebagaimana yang Nabi ﷺpernah sabdakan,لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لاَ وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ“Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” Para sahabat bertanya, ‘Dan tidak pula engkau wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, ‘Aku pun tidak. Kecuali Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku’.”(50)Ini menunjukkan bahwa amalan seseorang tidak bisa digunakan untuk membayar surga, karena amalan tersebut tidak ada bandingannya dengan surga. Kita tahu bahwa shalat sunnah fajar memiliki balasan pahala yang lebih baik daripada dunia dan seisinya. Pertanyaannya, apakah shalat yang kita lakukan kurang dari lima menit itu atau mungkin yang terkadang kita lakukan dengan setengah sadar (tidak khusyuk) pantas untuk mendapatkan pahala sebesar dunia dan seisinya? Tentu tidak pantas. Maka demikian pula seluruh amalan seseorang pada dasarnya tidak pantas digunakan untuk membayar surga yang dimana orang-orang akan abadi di sana. Oleh karenanya amal saleh itu merupakan sebab untuk mendatangkan rahmat Allah ﷻ bagi kita, sehingga dengan rahmat tersebut kita dapat masuk surga. Dan dari amalan-amalan tersebutlah, Allah ﷻ akan menempatkan seseorang di dalam surga pada derajat sesuai yang pantas untuknya. Semakin banyak amalan seseorang maka akan semakin tinggi derajat surganya dan semakin tinggi kualitas kenikmatan yang akan dia dapatkan di surga. Oleh karena itu, seseorang yang diberi umur dan kesehatan oleh Allah hendaknya ia benar-benar memanfaatkan waktu-waktunya untuk memperbanyak amalan saleh, karena tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dengan hal tersebut. Dan sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu,فَإِنَّ الْيَوْم عَمَلٌ وَلَا حِسَاب، وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَل“Sesungguhnya hari ini adalah untuk beramal dan tidak ada hisab, dan esok adalah hari penghisaban bukan lagi untuk beramal.”(51)Maka, sungguh beruntung orang yang banyak beramal saleh dalam kehidupannya di dunia. Demikianlah orang yang mendapatkan catatan amalnya dengan tangan kanannya, dia pun akhirnya bangga dan memamerkan catatan amalnya tersebut yang berisikan berbagai amalan kebaikan dan ibadah kepada Allah ﷻ selama dulu ia masih hidup di dunia.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 jam lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat At-Taubah

Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin wanita satu sama lain saling mendukung karena mereka disatukan oleh iman. Mereka menyuruh berbuat yang ma'ruf, yaitu segala sesuatu yang dicintai Allah Ta'ala dari beragam ketaatan, seperti menjalankan ajaran tauhid, mendirikan shalat, mereka mencegah perbuatan yang mungkar, yaitu segala sesuatu yang dibenci Allah Ta’ala dari berbagai maksiat, seperti menjalankan kekafiran dan praktik riba. Mereka menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya, taat kepada Allah dan taat kepada RasulNya. Orang-orang yang memiliki sifat terpuji itu akan Allah masukkan kedalam rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam menciptakan makhluk-Nya, mengatur alam semesta, dan menetapkan syariat-Nya.

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 jam lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Ar Ra'd ayat 25

📖 TAFSIR AL-MUKHTASHAR FI TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIMSurah Ar-Ra’d Ayat 25Adapun orang-orang yang melanggar perjanjian dengan Allah sesudah disepakati, memutuskan apa yang Allah perintahkan agar disambung, yaitu silaturahmi, serta melakukan kerusakan di muka bumi dengan berbagai maksiat kepada Allah, maka mereka itulah orang-orang sengsara yang dijauhkan dari rahmat Allah dan bagi mereka akhir yang buruk, yaitu api neraka.

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Beragam Cara Bergerak, Satu Kuasa Pencipta

Tafsir QuranAn Nūr : 45Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1–64)Subtema: Cerminan kekuasaan Allah (Ayat 41–46)QS. An-Nūr: 45وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٖ مِّن مَّآءٖ ۖ فَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰ بَطۡنِهِۦ وَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰ رِجۡلَيۡنِ وَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰٓ أَرۡبَعٖ ۚ يَخۡلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞArtinya:Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya; sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.Tafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:45)Allah telah menciptakan semua jenis makhluk yang melata di muka bumi dari air. Air merupakan asal penciptaan makhluk-Nya.Di antara makhluk itu ada yang berjalan di atas perutnya seperti ular dan yang semisalnya. Ada yang berjalan dengan dua kaki, misalnya manusia. Ada yang berjalan dengan empat kaki, misalnya hewan ternak dan yang semisalnya.Allah menciptakan makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Dia adalah Dzat yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Arti per kataوَٱللَّهُ — dan Allahخَلَقَ — telah menciptakanكُلَّ — semuaدَآبَّةٖ — jenis hewan / makhluk yang melataمِّن مَّآءٖ — dari airفَمِنۡهُم — maka sebagian dari merekaمَن — yangيَمۡشِي — berjalanعَلَىٰ بَطۡنِهِۦ — di atas perutnyaوَمِنۡهُم — dan sebagian dari merekaمَن — yangيَمۡشِي — berjalanعَلَىٰ رِجۡلَيۡنِ — dengan dua kakiوَمِنۡهُم — dan sebagian dari merekaمَن — yangيَمۡشِي — berjalanعَلَىٰٓ أَرۡبَعٖ — dengan empat kakiيَخۡلُقُ — Dia menciptakanٱللَّهُ — Allahمَا يَشَآءُ — apa yang Dia kehendakiإِنَّ — sesungguhnyaٱللَّهَ — Allahعَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ — atas segala sesuatuقَدِيرٞ — Maha KuasaPesan yang dapat kita amalkan dari ayat tersebut♥️ Menyadari bahwa semua makhluk di sekitar kita adalah ciptaan Allah yang berasal dari air, dengan bentuk dan cara berjalan yang berbeda-beda.♥️ Mengagumi kebesaran dan kekuasaan Allah dalam menciptakan makhluk-Nya dengan sangat sempurna.♥️ Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kehidupan dan keberagaman makhluk di bumi ini.♥️ Menjaga sikap rendah hati, karena kita hanyalah salah satu dari sekian banyak ciptaan-Nya.KesimpulanAyat ini mengingatkan kita bahwa semua makhluk yang melata di bumi diciptakan oleh Allah dari air, dengan berbagai bentuk dan cara berjalan.Semua itu adalah bukti kekuasaan dan kehendak-Nya yang sempurna.Untuk Kita Renungkan“Setiap makhluk di bumi ini adalah tanda kekuasaan Allah. Maka, jangan hanya melihatnya, tetapi renungkan siapa yang menciptakannya.”

💬 0 komentar📅 15 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 jam lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Memohon Ampunan dan Mengharap Rahmat Allah

Kandungan Utama TafsirKandunganMaknaUjian adalah bagian dari kehidupanAllah menguji manusia dengan berbagai keadaan.Kesalahan harus direspons dengan taubatJangan membela kesalahan; kembali kepada Allah.Allah adalah Wali/PelindungTempat bergantung yang sebenarnya adalah Allah.Ampunan harus diikuti perubahanMemohon agar tidak kembali kepada dosa yang sama.Rahmat Allah sangat luasRahmat Allah meliputi segala sesuatu.Rahmat khusus membutuhkan sifat tertentuTakwa, zakat, dan iman kepada ayat-ayat Allah.Kebaikan dunia dan akhirat harus diminta bersamaIslam tidak mengajarkan hanya mengejar dunia atau hanya akhirat.🌱 Faedah dan Pelajaran1. Jangan menjadikan ujian sebagai alasan untuk menjauh dari AllahMusa عليه السلام ketika menghadapi kejadian berat justru berkata:“Itu hanyalah cobaan dari-Mu.”Artinya, ujian seharusnya membawa kita lebih dekat kepada Allah, bukan semakin jauh.Faedah:Ketika mendapat masalah, pertanyaan pertama bukan hanya:“Kenapa ini terjadi kepada saya?”Tetapi juga:“Apa yang Allah ingin saya pelajari dari keadaan ini?”2. Taubat bukan sekadar meminta dosa dihapusTafsir menjelaskan bahwa memohon ampun sekaligus memohon rahmat berarti meminta agar Allah tidak menjerumuskan kita kembali kepada dosa tersebut.Ini sangat penting.Taubat yang matang bukan:dosa → minta ampun → ulangi → minta ampun lagitetapi:dosa → sadar → taubat → evaluasi → tutup pintu dosa → istiqamah.3. Jangan merasa cukup dengan menjadi “orang baik”Ayat 156 menyebut ciri orang yang mendapat rahmat khusus:takwa + zakat + iman kepada ayat Allah.Jadi iman bukan sekadar identitas.Ia harus terlihat dalam:ketakwaan,ibadah,kepedulian sosial,dan keyakinan kepada petunjuk Allah.4. Rahmat Allah luas, tetapi jangan menyalahgunakannyaAyat mengatakan:“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”Ini memberi harapan yang sangat besar.Tetapi ayat berikutnya menjelaskan bahwa rahmat tersebut ditetapkan bagi orang-orang yang bertakwa, menunaikan zakat, dan beriman.Maka jangan memahami rahmat Allah sebagai:“Allah Maha Pengampun, jadi tidak masalah kalau saya terus melakukan dosa.”Yang benar:“Karena Allah Maha Pengampun, saya tidak boleh berputus asa dari taubat.”5. Berdoalah untuk kebaikan dunia dan akhiratDoa Musa:“Tetapkanlah bagi kami kebaikan di dunia dan di akhirat.”Mengajarkan keseimbangan.Kita boleh meminta:kesehatan,keluarga yang baik,rezeki,pekerjaan,keamanan,ilmu,keberhasilan,tetapi semuanya diarahkan agar menjadi kebaikan yang membawa keselamatan akhirat.

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Az Zukhruf

1️⃣ Kita tau bahwa Allah Maha Mengetahui segalanya, maka sudah sewajarnya hal tersebut mendorong kita kepada takwa-Nya2️⃣ Allah subhaanahu wata'ala Maha Suci dari segala penisbatan anak pada-Nya 3️⃣ Kita tidak perlu menghiraukan orang-orang yang menyakiti kita, sebagaimana Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam untuk tidak menghiraukan orang kafir

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 18

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 18سُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَArtinya, mereka itu tuli, bisu, dan buta. Maka tidaklah mereka akan kembali ke jalan yang benar.Orang-orang munafik demikian. Mereka sudah mengetahui kebenaran, namun mereka tinggalkan. Berbeda dengan orang jahil. Orang jahil, jika diberitahu, mereka akan mengikuti. Namun orang munafik sudah mengetahui kebenaran tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang Islam, tetapi mereka tidak mau masuk Islam. Sehingga mereka seperti orang tuli, bisu, dan buta, tidak akan kembali. Kenapa? Karena mereka meninggalkan kebenaran setelah tahu kebenaran.Apalagi orang-orang munafik pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana mereka shalat bersama, mendengar ceramah Nabi, mereka tahu mukjizat Nabi, tetapi mereka tidak beriman.Maka sulit bagi mereka untuk kembali kepada kebenaran karena mereka meninggalkan kebenaran setelah mereka tahu itu adalah kebenaran.Lain halnya dengan orang bodoh yang tidak tahu. Namun, ketika diberi penjelasan, mungkin akan sadar.

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 84 - 85

84 Katakanlah -wahai Rasul-, “Kami beriman kepada Allah sebagai Tuhan yang berhak disembah. Kami taat kepada-Nya dengan cara menjalankan perintah-Nya. Kami juga beriman kepada wahyu yang Dia turunkan kepada kami, wahyu yang Dia turunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, dan Yakub, wahyu yang Dia turunkan kepada para nabi dari keturunan Yakub, dan beriman kepada apa yang yang diberikan kepada Musa, Isa, dan semua nabi lainnya, yaitu kitab-kitab suci dan mukjizat-mukjizat yang berasal dari Tuhan mereka, tanpa membeda-bedakan di antara mereka dengan beriman kepada nabi yang satu dan kafir kepada nabi yang lain. Kami hanya tunduk dan berserah diri kepada Allah -Ta'ālā-.”85 Barang siapa yang mencari agama lain di luar agama yang diridai Allah, yaitu agama Islam, maka agamanya itu tidak akan diterima oleh Allah, dan kelak di akhirat ia akan termasuk golongan orang-orang yang merugikan diri sendiri, karena mereka dimasukkan ke dalam neraka.

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 14 September

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-'Anbiyā: 35كُلُّ نَفۡسٍ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِ​"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati."Bait Syair Imam Syafi'i (Semakna):“Banyak kalangan lelaki yang mengharapkan aku mati cepat, dan memang mati itu merupakan suatu akhir yang saya tidak menyendiri di dalamnya."-​"Maka katakanlah kepada orang yang menginginkan hal yang berbeda dengan pendahulunya, bersiap-siaplah untuk menghadapi masa hidupnya yang baru, kematian akan tetap menjadi suatu kepastian baginya."وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةً​"Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)."Penjelasan: Allah menguji manusia —baik dengan musibah maupun nikmat— untuk melihat siapa yang bersyukur, ingkar, bersabar, atau berputus asa.Penafsiran Ibnu Abbas r.a. (Riwayat Ali ibnu Abu Talhah): Ujian tersebut meliputi kesengsaraan dan kemakmuran, sehat dan sakit, kaya dan miskin, halal dan haram, taat dan durhaka, serta petunjuk dan kesesatan.وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ​"Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan."​Penjelasan: Allah akan memberikan balasan sesuai dengan seluruh amal perbuatan manusia.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

Al Maidah 1

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, tunaikanlah perjanjian Allah yang tegas, berupa iman kepada syariat-syariat agama, dan tunduk kepadanya. Tunaikan pula perjanjian-perjanjian diantara kalian dalam bentuk amanat, jual beli dan lainnya asalkan ia tidak menyimpang dari Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Allah telah menghalalkan bagi kalian hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing kecuali apa yang telah Allah jelaskan kepada kalian tentang keharaman bangkai, darah dan lainnya dan pengharaman hewan buruan saat kalian sedang berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan kehendak-Nya yang sejalan dengan Hikmah dan keadilan-Nya.

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 24

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:24)Ayat ini adalah dalil bahwasanya seseorang akan masuk surga dengan sebab amal saleh yang telah dikerjakan ketika dulu masih di dunia, karena dalam ayat ini Allah ﷻ menyebutkan,بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَة“Karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”Oleh karena itu, berkaitan dengan masuknya seseorang ke dalam surga, Allah ﷻ telah menjadikan amal sebagai sebabnya (49). Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl : 32)Akan tetapi pada dasarnya amalan yang dilakukan oleh seseorang tidaklah pantas untuk memasukkannya ke dalam surga. Adapun amalan itu hanya merupakan sebab untuk mendatangkan rahmat dan karunia-Nya Allah ﷻ sehingga seseorang bisa masuk surga. Hal ini sebagaimana yang Nabi ﷺpernah sabdakan,لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لاَ وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ“Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” Para sahabat bertanya, ‘Dan tidak pula engkau wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, ‘Aku pun tidak. Kecuali Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku’.”(50)Ini menunjukkan bahwa amalan seseorang tidak bisa digunakan untuk membayar surga, karena amalan tersebut tidak ada bandingannya dengan surga. Kita tahu bahwa shalat sunnah fajar memiliki balasan pahala yang lebih baik daripada dunia dan seisinya. Pertanyaannya, apakah shalat yang kita lakukan kurang dari lima menit itu atau mungkin yang terkadang kita lakukan dengan setengah sadar (tidak khusyuk) pantas untuk mendapatkan pahala sebesar dunia dan seisinya? Tentu tidak pantas. Maka demikian pula seluruh amalan seseorang pada dasarnya tidak pantas digunakan untuk membayar surga yang dimana orang-orang akan abadi di sana. Oleh karenanya amal saleh itu merupakan sebab untuk mendatangkan rahmat Allah ﷻ bagi kita, sehingga dengan rahmat tersebut kita dapat masuk surga. Dan dari amalan-amalan tersebutlah, Allah ﷻ akan menempatkan seseorang di dalam surga pada derajat sesuai yang pantas untuknya. Semakin banyak amalan seseorang maka akan semakin tinggi derajat surganya dan semakin tinggi kualitas kenikmatan yang akan dia dapatkan di surga. Oleh karena itu, seseorang yang diberi umur dan kesehatan oleh Allah hendaknya ia benar-benar memanfaatkan waktu-waktunya untuk memperbanyak amalan saleh, karena tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dengan hal tersebut. Dan sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu,فَإِنَّ الْيَوْم عَمَلٌ وَلَا حِسَاب، وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَل“Sesungguhnya hari ini adalah untuk beramal dan tidak ada hisab, dan esok adalah hari penghisaban bukan lagi untuk beramal.”(51)Maka, sungguh beruntung orang yang banyak beramal saleh dalam kehidupannya di dunia. Demikianlah orang yang mendapatkan catatan amalnya dengan tangan kanannya, dia pun akhirnya bangga dan memamerkan catatan amalnya tersebut yang berisikan berbagai amalan kebaikan dan ibadah kepada Allah ﷻ selama dulu ia masih hidup di dunia.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al-Mukhtashar – Surah Ar-Ra’d

Ayat 22: Mereka adalah orang-orang yang sabar dalam menaati Allah, sabar atas takdir Allah pada mereka, baik yang membahagiakan atau yang menyedihkan, mereka sabar menahan diri dari kemaksiatan kepada Allah demi mendapatkan rida Allah, mereka menegakkan salat secara sempurna, memberikan sebagian dari apa yang Kami berikan kepada mereka, yaitu hak-hak harta yang wajib, juga memberikan sebagian dari harta dengan suka rela secara sembunyi-sembunyi karena takut ria dan juga secara terbuka agar diteladani oleh orang lain, dan mereka membalas keburukan orang yang berbuat buruk kepada mereka dengan berbuat baik kepadanya. Orang-orang yang memiliki sifat tersebut mendapatkan akhir yang baik pada hari kiamat.Ayat 23: Akhir yang baik itu adalah surga-surga yang mereka tinggal di dalamnya dengan mendapatkan nikmat-nikmat yang abadi. Di antara kesempurnaan nikmat yang mereka dapatkan adalah masuknya bapak-bapak, ibu-ibu, istri-istri, dan anak-anak mereka yang saleh bersama mereka; hal ini untuk menambah ketenangan mereka karena bisa berkumpul dengan orang-orang tersebut. Para malaikat mendatangi mereka untuk menyampaikan ucapan selamat dari segala pintu di tempat mereka di surga.

💬 0 komentar📅 14 Sep 2026Baca selengkapnya →