📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Muyassar Al-An'am (6:2)

Tafsir Al-MuyassarAl-An'am (6:2)Tema: KEYAKINAN TENTANG KEESAAN ALLAH-LAH YANG MENANG (Ayat 1-49)Subtema: Dalil-dalil tentang keesaan Allah (Ayat 1-3)Allah yang menciptakan bapak kalian Adam dari tanah sedangkan kalian adalah anak keturunannya. Kemudian Allah menulis ajal waktu keberadaan kalian di kehidupan dunia ini. Dia juga menulis ajal yang lain yang tertentu namun hanya Dia yang mengetahuinya, yaitu ajal hari Kiamat. Kemudian setelah ini kalian meragukan kekuasaan Allah dalam membangkitkan setelah kematian.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. Maryam : 35

Allah taala berfirman:مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٖ ۖ سُبۡحَٰنَهُۥٓ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرٗا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُTidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah", maka jadilah ia.📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Allah Mahasuci dari Memiliki AnakAllah Mahasuci dari tuduhan bahwa Dia memiliki anak. Anggapan tersebut merupakan perkataan yang batil dan melampaui batas terhadap Allah.2. Isa ﷺ adalah Hamba dan Nabi AllahNabi Isa ﷺ diciptakan sebagai hamba dan nabi Allah, bukan anak Allah.3. Allah Mahakuasa MenciptakanJika Allah menetapkan sesuatu, Dia hanya berfirman, “Jadilah,” maka jadilah ia. Penciptaan Isa tanpa ayah bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah, sebagaimana Allah menciptakan Adam tanpa ayah maupun ibu.✨ PelajaranKesempurnaan kekuasaan Allah tidak membutuhkan sebab sebagaimana makhluk.Meyakini Allah sebagai satu-satunya Rabb berarti menyucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya dan membenarkan apa yang Dia kabarkan tentang diri-Nya.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Ahzab 3

Tafsir Al-MuyassarAl-Ahzab (33:3)Tema: HUKUM KEKELUARGAAN HARUS BERDASARKAN KETETAPAN ALLAH DAN (Ayat 1-8)Subtema: RASUL. Takwa dan tawakkal kepada Allah (Ayat 1-3)Bersandarlah kepada Rabb-mu, serahkanlah segala urusanmu kepada-Nya, cukuplah Allah sebagai penjaga bagi siapa yang bertawakal dan kembali kepada-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Inti Tafsir QS. Ash-Shaff: 2h

🌿 Inti Tafsir QS. Ash-Shaff: 2لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ"Mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan?"Pesan utama:Allah ﷻ mencela orang yang mengucapkan atau menjanjikan sesuatu tetapi tidak melaksanakannya.Ayat ini turun berkaitan dengan para sahabat yang ingin mengetahui amalan yang paling dicintai Allah ﷻ, lalu ketika diperintahkan berjihad, sebagian tidak mampu melaksanakannya.Namun, sebab turunnya ayat tidak membatasi maknanya. Pelajarannya berlaku secara umum.Bentuk perilaku yang tercela:🟣 Mengatakan ingin melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya.Contoh: "Kalau punya uang, saya akan bersedekah," tetapi ketika punya uang tidak bersedekah.🟣 Berjanji tetapi tidak menepati janji, terlebih jika janji tersebut menyebabkan kerugian atau mudarat bagi orang lain.🟣 Mengaku melakukan sesuatu yang sebenarnya dilakukan orang lain.Misalnya mengaku sebagai orang yang membangun atau memberikan sesuatu, padahal hanya ikut atau menyalurkannya.🟣 Mengajak orang lain kepada kebaikan tetapi diri sendiri tidak berusaha mengamalkannya.Termasuk orang yang sering menyampaikan nasihat di dunia nyata maupun media sosial tetapi tidak memperbaiki dirinya sendiri.💡 Pelajaran pentingJangan hanya menjadi orang yang pandai mengatakan kebaikan, tetapi berusahalah menjadi orang yang mengamalkannya.Jika seseorang belum mampu mengamalkan apa yang ia sampaikan, bukan berarti ia harus berhenti menasihati, tetapi ia harus:berusaha memperbaiki diri,memperbanyak istighfar,dan memiliki tekad untuk mengamalkan apa yang disampaikan.الْعِبْرَةُ بِعُمُوْمِ اللَّفْظِ لَا بِخُصُوْصِ السَّبَبِ“Pelajaran diambil dari keumuman lafaz, bukan dari kekhususan sebab.”Jadi, ayat ini bukan hanya tentang jihad, tetapi menjadi peringatan bagi setiap Muslim agar ucapan, janji, nasihat, dan amalnya selaras.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 6

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:6)Tema: KEPASTIAN HARI KIAMAT (Ayat 1-37)Subtema: Orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa (Ayat 1-12)Kaum ‘Ad merupakan kaum yang lebih dahulu ada dibandingkan kaum Tsamud. Oleh karenanya kaum ‘Ad disebut kaum ‘Adanil Ula (kaum ‘Ad yang pertama), adapun kaum Tsamud disebut sebagai kaum ‘Ad yang kedua (15). Karena antara kaum ‘Ad dan kaum Tsamud mereka memiliki hubungan keturunan, yaitu dimana kaum Tsamud asalnya merupakan keturunan dari kaum ‘Ad. Intinya kaum ‘Ad adalah kaum yang dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang.Kaum ‘Ad merupakan kaum yang dahulunya istimewa karena Allah ﷻ banyak kenikmatan kepada mereka. Mereka diberi keutamaan oleh Allah ﷻ berupa tubuh yang besar dan kuat melebihi nenek moyang mereka yaitu kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِن بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً“Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan.” (QS. Al-A’raf : 69)Akan tetapi karena saking kuatnya mereka, ternyata kenikmatan tersebut mengantarkan mereka kepada kesombongan. Sebagaimana firman Allah ﷻ,فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۖ أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ“Maka adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (QS. Fusshilat : 15)Karena kesombongan dan pembangkangan mereka terhadap Nabi Hud ‘alaihissalam, maka Allah ﷻ mengirimkan azab kepada mereka berupa angin. Adapun angin tersebut bukanlah angin biasa, melainkan angin yang disifat dengan صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ. Adapun angin صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ ini memiliki tiga sifat. Pertama, dia adalah angin yang sangat dingin lagi sangat menyiksa. Kedua, dia adalah angin yang sangat bising dan keras, sebagaimana tafsiran Imam Al-Qurthubi dan Thahir Ibnu ‘Asyur terhadap makna صَرْصَرٍ (16). Ketiga, dia adalah angin yang sangat kencang. Bahkan karena saking kencangnya (17), Allah ﷻ menggambarkannya sebagaimana kencangnya angin tersebut di dalam surah Al-Qamar. Allah ﷻ berfirman,إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّ، تَنزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنقَعِرٍ“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus, yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.” (QS. Al-Qamar : 19-20)Maka kita bisa bayangkan bagaimana badan mereka yang sangat kuat dan besar, akan tetapi angin lebih mampu untuk mengangkat badan-badan mereka. Ketika angin tersebut datang, mereka bersembunyi mencari tempat yang aman, ada yang masuk ke dalam gua, turun ke bawah sumur. Tetapi angin tersebut seakan-akan mencari mereka, memasuki semua tempat persembunyian mereka bagaimanapun sempitnya. Angin tersebut masuk ketempat-tempat persembunyian mereka lalu mengambil mereka, seperti sebuah pohon yang dicabut hingga ke akar-akarnya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 46-47

Dia (Isa) berbicara kepada manusia ketika masih bayi, sebelum waktunya berbicara. Dia juga berbicara kepada manusia ketika dewasa, setelah kekuatan fisik dan kedewasaannya sempurna. Dia berbicara kepada mereka tentang ajaran yang bersisi seruan untuk memperbaiki urusan agama dan dunia mereka dan dia termasuk orang-orang saleh dalam berbicara dan bertindak.Maryam mengungkapkan keheranannya tentang dirinya yang bisa mempunyai anak tanpa seorang suami dengan mengatakan "Bagaimana mungkin aku punya anak, sedangkan aku tidak pernah didekati oleh laki-laki manapun, bsik secara halal maupun haram?!" Malaikat menjawabnya, "Sama seperti Allah menciptakan anak untukmu tanpa ayah, Dia juga menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya dengan cara yang tidak biasa. Apabila Allah menghendaki sesuatu, Dia cukup mengatakan kepada-Nya, "Jadilah", maka jadilah sesuatu itu. Jadi tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya."

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah : 25 balasan untuk orang beriman kepada Allah Ta’ala dan beramal Saleh

25) Jika ancaman tersebut di atas diperuntukkan bagi orang-orang kafir, maka berikanlah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang beriman kepada Allah -Ta'alā- dan beramal saleh bahwa mereka akan mendapatkan balasan yang menyenangkan. Yaitu Surga yang sungai-sungainya mengalir dari bawah istana-istana dan pohon-pohonnya. Setiap kali mereka disuguhi hidangan berupa buah-buahan yang bagus, mereka berkata, "Ini sama seperti buah-buahan yang pernah kita nikmati sebelumnya." Karena buah-buahan itu mirip sekali dengan buah-buahan yang ada di dunia.Mereka diberi hidangan buah-buahan yang bentuknyadan namanya mirip dengan buah-buahan yang ada di dunia agar mereka tertarik kepada-Nya karena merasa sudah kenal sebelumnya. Namun cita rasa dan kelezatannya benar-benar berbeda. Di dalam Surga itu mereka mempunyai isteri-isteri yang bersih dari segala hal menjijikkan yang terbayang di benak penduduk dunia. Mereka hidup dalam kenikmatan abadi yang tidak akan berbatas. Berbeda dengan kenikmatan dunia yang serba terbatas.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Surat ar-ra'd

Allah lah yang meninggikan tujuh langit dengan kekuasaan-Nya tanpa tiang sebagaimana yang kalian lihat, kemudian Dia beristiwa (yakni ala wa irtafa'a (tinggi dan meninggi)) di atas Arsy, yaitu istiwa yang selaras dengan keagungan dan kebesaran-Nya. Dia menundukkan matahari dan bulan untuk kemanfaatan manusia. Masing-masing dari keduanya beredar di orbitnya hingga hari Kiamat. Dia mengatur urusan dunia dan akhirat, Dia menjelaskan kepada kalian tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan-Nya dan bahwa tiada Illah yang berhak disembah kecuali Dia; agar kalian yakin kepada Allah dan tempat kembali kepada-Nya. Karena itu, percayalah dengan janji dan ancaman-Nya, dan murnikan peribadatan untuk-Nya semata.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan:37

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:37)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Firman Allah subhanahu wata'āla:Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. (Muhammad:10)Demikian pula yang telah dilakukan oleh Allah subhanahu wata'āla terhadap kaum Nuh a.s. yang mendustakan Rasul-Nya. Barang siapa yang mendustakan salah seorang rasul Allah, berarti ia mendustakan semua rasul Allah, sebab tidak ada bedanya antara rasul yang satu dengan rasul yang lainnya. Seandainya Allah menakdirkan untuk mengutus kepada mereka semua rasul, maka pastilah mereka akan mendustakan para rasul Allah itu. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. (Al Furqaan:37)Allah subhanahu wata'āla tidak mengutus kepada mereka selain Nuh a.s. saja. Ia tinggal di kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun, seraya menyeru mereka untuk menyembah Allah subhanahu wata'āla dan memperingatkan mereka akan azab Allah (bila mereka tidak menaati seruannya).Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit (Huud:40)Karena itulah Allah menenggelamkan mereka semuanya, sehingga tiada seorang pun dari mereka yang tersisa, dan tidak ada seorang Bani Adam pun yang ada di muka bumi tersisa kecuali orang-orang yang menaiki perahu Nuh a.s.dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. (Al Furqaan:37)Yakni pelajaran yang dijadikan sebagai peringatan bagi mereka, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung), Kami bawa (nenek moyang) kalian ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kalian dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (Al Haaqqah:11-12)Kami biarkan kalian menaiki bahtera menempuh ombak lautan agar kalian ingat akan nikmat Allah kepada kalian, bahwa kalian telah diselamatkan dari tenggelam, dan menjadikan kalian termasuk keturunan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan membenarkan perintah-Nya.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah ayat 7

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 7خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌArtinya:“Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”Makna KhatamaDi sini, khatama artinya menutup atau mengunci.Mereka ini seperti sudah distempel. Maksudnya, tidak ada lagi perubahan. Mau diberi nasihat, sudah tertutup; tidak bisa terbuka atau tidak peduli. Hati mereka tertutup.Mereka diberi tahu, tetapi tidak mendengar.Kita berdoa semoga Allah membuka hati mereka dan memberikan hidayah. Tetapi kalau sudah ditutup oleh Allah, yakni orang kafir yang hatinya telah distempel, sampai kapan pun mereka tidak mendapatkan hidayah.Jadi, ini menunjukkan bahwa orang kafir yang belum distempel atau belum dicap hatinya masih mungkin mendapatkan hidayah. Tetapi jika Allah sudah menjelaskan bahwa hati mereka telah distempel atau ditutup, mereka tidak mungkin mendapatkan hidayah.Hati, Pendengaran, dan Penglihatan yang TertutupDi sini pendengaran dan penglihatan mereka tertutup sehingga mereka tidak bisa melihat kebenaran.Kebenaran sudah ada di depan mata, tetapi mereka tidak bisa memahami.Allah berfirman:“Sungguh, Kami benar-benar telah memenuhi neraka Jahanam dari kalangan jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar.”Di sini Allah sudah menutup hati mereka.‘Adzabun ‘AzimKemudian Allah berfirman:وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ“Dan bagi mereka azab yang amat berat.”Kata ‘adzabun berbentuk nakirah atau tankir, yang salah satu tujuannya adalah untuk menunjukkan ta’zhim, yaitu pengagungan atau menunjukkan betapa besarnya sesuatu.Maksudnya, ini bukan azab sembarangan. Azabnya luar biasa, baik secara kualitas maupun kuantitas, dan hanya Allah yang mengetahuinya.Kata ‘azim artinya dahsyat atau luar biasa, yang semakin menekankan bahwa azab tersebut benar-benar sangat berat.Hati Adalah Pemimpin Anggota TubuhKata para ulama, Allah mendahulukan penyebutan qulub, yaitu hati.Penyebutan hati didahulukan karena hati sangat penting. Hati disebut sebagai malikul a‘dha’, yaitu raja atau pemimpin bagi anggota tubuh yang lainnya.Sehingga hati memiliki pengaruh yang luar biasa.Rasulullah ﷺ bersabda bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuh. Itulah hati.Namun, meskipun hati adalah pemimpin bagi anggota tubuh, anggota tubuh juga memiliki pengaruh terhadap hati.Dosa dan Noda Hitam pada HatiRasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ketika seorang hamba melakukan dosa, akan diberikan satu titik hitam pada hatinya.Jika ia bertaubat dan meninggalkan dosa tersebut, maka titik hitam itu dihapuskan.Namun, jika ia terus melakukan maksiat, maka noda hitam tersebut akan semakin bertambah hingga menutupi hatinya.Inilah yang perlu kita waspadai.Dosa yang dilakukan terus-menerus dapat membuat hati semakin tertutup dan semakin sulit menerima kebenaran.PenutupInilah sifat-sifat orang kafir yang dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 6–7.Sedangkan Allah menjelaskan sifat-sifat orang beriman dalam QS. Al-Baqarah ayat 1–5.Tinggal kita memilih, mana di antara kedua jalan tersebut yang akan kita tempuh.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Anjuran menikah (Ayat 32-33)

Allah taala berfirman:وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ ۗ وَٱلَّذِينَ يَبۡتَغُونَ ٱلۡكِتَٰبَ مِمَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ فَكَاتِبُوهُمۡ إِنۡ عَلِمۡتُمۡ فِيهِمۡ خَيۡرٗا ۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِيٓ ءَاتَىٰكُمۡ ۚ وَلَا تُكۡرِهُواْ فَتَيَٰتِكُمۡ عَلَى ٱلۡبِغَآءِ إِنۡ أَرَدۡنَ تَحَصُّنٗا لِّتَبۡتَغُواْ عَرَضَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۚ وَمَن يُكۡرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعۡدِ إِكۡرَٰهِهِنَّ غَفُورٞ رَّحِيمٞDan orang-orang yang tidak mampu kawin, hendaklah menjaga kesucian (diri)nya sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka 1, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu 2. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barang siapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa ( itu) 3.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Anjuran menikah (Ayat 32-33)Catatan kaki:210805. Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu seorang hamba boleh meminta kepada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi pembayaran itu dengan harta yang halal.210806. Untuk mempercepat lunasnya perjanjian itu, hendaklah budak-budak itu ditolong dengan harta­harta yang diambilkan dari zakat atau harta lainnya.210807. Maksudnya, Tuhan akan mengampuni budak-budak wanita yang dipaksa melakukan pelacuran oleh tuannya itu selama mereka tidak mengulangi perbuatannya itu lagi. Tafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:33)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Anjuran menikah (Ayat 32-33)Catatan kaki:210805. Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu seorang hamba boleh meminta kepada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi pembayaran itu dengan harta yang halal.210806. Untuk mempercepat lunasnya perjanjian itu, hendaklah budak-budak itu ditolong dengan harta­harta yang diambilkan dari zakat atau harta lainnya.210807. Maksudnya, Tuhan akan mengampuni budak-budak wanita yang dipaksa melakukan pelacuran oleh tuannya itu selama mereka tidak mengulangi perbuatannya itu lagi.Dan orang-orang yang tidak mampu menikah karena miskin atau karena sebab yang lain, maka hendaknya ia tetap menjaga kesucian dirinya dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah sampai Allah memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya dan memberikan kemudahan untuk menikah. Para budak baik wanita maupun lelaki yang ingin mengadakan perjanjian mukatabah dengan pemiliknya yakni mau membayar dengan sebagian harta yang mereka dapatkan kepada pemiliknya. Maka para pemilik budak tersebut hendaknya bersedia untuk membuat perjanjian mukatabah dengan budak yang dimilikinya jika ia melihat ada kebaikan di dalamnya. Yakni kebaikan secara akal dan ia mampu untuk bekerja serta kebaikan dalam agama. Dan hendaknya para pemilik budak tersebut memberikan sebagian hartanya kepada budaknya, atau mengurangi bayaran yang harus dibayar oleh budak yang mukatab. Kalian (para pemilik budak) tidak diperkenankan memaksa mereka untuk berbuat zina dengan kalian agar para budak wanita tersebut mendapatkan harta. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi pada kalian, padahal mereka sebenarnya sangat ingin menjaga kehormatan mereka sedangkan kalian enggan memberikannya? Di dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang buruknya perbuatan mereka tersebut. Barangsiapa yang memaksa para budak wanita untuk berbuat zina, maka sesungguhnya Allah pasti akan mengampuni dan menyayangi para budak tersebut, dan dosanya akan ditanggung oleh orang yang memaksanya.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Ibnus Sakan di dalam kitab Ma'rifatush Shahaabah, dari Abdullah bin Shubaih, yang bersumber dari bapaknya, bahwa Shubaih, hamba sahaya Huwaithib bin Abdul Uzzaa, meminta dimerdekakan dengan suatu perjanjian tertentu. Akan tetapi permohonannya ditolak. Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan untuk mengabulkan permintaan hamba sahaya yang ingin merdeka dengan perjanjian tertentu.Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sufyan yang bersumber dari Jabir bin Abdillah, bahwa Abdullah bin Ubay menyuruh jariahnya (hamba sahaya wanita) melacur dan meminta bagian dari hasilnya. Maka turunlah kelanjutan ayat ini sebagai larangan memaksa jariah melacurkan diri untuk mengambil keuntungan.Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sufyan yang bersumber juga dari Jabir bin Abdillah, bahwa jariah Abdullah bin Ubay itu Masikah dan Aminah, yang keduanya mengadu kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam karena dipaksa melacur. Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.Diriwayatkan oleh Al Hakim dari Abuz Zubair yang bersumber dari Jabir bahwa Masikah itu jariah milik seorang Anshar. Ia mengadu kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bahwa tuannya memaksanya untuk melacur. Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.Diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Ath Thabrani dengan sanad yang shahih, yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Al Bazzar dengan sanad yang dhaif, yang bersumber dari Anas, dengan tambahan bahwa nama jariah itu Mu'adzah. bahwa Abdullah bin Ubay mempunyai seorang jariah yang suka disuruh melacur sejak jaman jahiliyyah. Ketika zina diharamkan, jariah itu tidak mau lagi melakukannya. Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut sebagai larangan untuk memaksa jariah melacur.Diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur dari Sya'ban, dari Amr bin Dinar, yang bersumber dari Ikrimah bahwa Abdullah bin Ubay mempunyai dua orang jariah, Mu'adzah dan Masikah. Keduanya ia paksa untuk melacurkan diri. Berkatalah salah seorang diantara kedua jariah tadi: "Sekiranya perbuatan itu baik, engkau telah mendapatkan hasil yang banyak dari perbuatan itu. Namun sekiranya perbuatan itu tidak baik, sudah sepantasnyalah aku meninggalkannya." Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comQS. An-Nūr: 33Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al-Mukhtashar, Al-Mujadilah (58:10)

Sesungguhnya bisik-bisik itu—yang mengandung dosa, permusuhan, dan kemaksiatan terhadap Rasul—adalah bagian dari upaya setan untuk memperindah yang buruk dan gangguannya terhadap para penolong-penolongnya, untuk memasukkan kesedihan ke hati orang-orang beriman bahwa mereka tertipu oleh setan.Setan dan upayanya untuk memperindah yang buruk itu sedikit pun tidak bisa menimpakan mudarat kepada orang-orang yang beriman kecuali dengan kehendak dan keinginan Allah.Hendaknya kepada Allah saja orang-orang yang beriman bersandar dalam segala urusan mereka.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →