📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah : 5

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:5)Tema: KEPASTIAN HARI KIAMAT (Ayat 1-37)Subtema: Orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa (Ayat 1-12)Catatan kaki:211273. Yang dimaksud dengan "kejadian luar biasa itu" ialah petir yang amat keras yang menyebabkan suara yang mengguntur yang dapat menghancurkan.Telah dimaklumi bahwa kaum Tsamud dibinasakan dengan صَيْحَةٌ (suara yang sangat keras). Namun dalam ayat ini Allah ﷻ menggunakan ungkapan طَاغِيَةٌ yang bermakna sesuatu yang melampaui batas. Ada dua penafsiran ulama tentang maksud dari kata طَاغِيَةٌ.Pendapat pertama, Allah ﷻ menggunakan kata طَاغِيَةٌ dalam ayat ini untuk menunjukkan bahwa mereka dibinasakan dengan suara keras yang tidak wajar dan sangat melampaui batas. Jika suara guntur di zaman sekarang yang sering didengar oleh manusia saja terkadang membuatnya ketakutan, maka suara guntur yang terdengar oleh kaum Tsamud saat itu adalah suara guntur yang sangat keras melampaui batas sehingga membuat mereka meninggal dunia. Inilah kenapa Allah ﷻ menyebut طَاغِيَةٌ.Pendapat kedua, yang dimaksud dengan طَاغِيَةٌ adalah Qudar bin Salif, yaitu orang yang membunuh untanya Nabi Shalih ‘alaihissalam (12). Ketika Nabi Shalih ‘alaihissalam diutus kepada kaum Tsamud, bersamaan dengan itu Allah ﷻ kirimkan unta Allah ﷻ sebagai mukjizat. Dan Nabi Shalih ‘alaihissalam telah melarang dan memperingatkan kaumnya agar jangan sampai berani mengganggu unta tersebut, karena mereka bisa ditimpa azab dengan sebab itu. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ“Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa azab’.” (QS. Hud : 64)Namun mereka tidak menghiraukan itu. Dan sebagaimana firman Allah ﷻ,كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا، إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا“(Kaum) Tsamud telah mendustakan (Rasul-Nya) karena mereka melampaui batas (zalim), ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka.” (QS. Asy-Syams : 11-12)Akhirnya mereka pun bermusyawarah, lalu bangkitlah seorang yang disebut oleh Ahli sejarah namanya adalah Qudar bin Salif (13). Dia bangkit dan pergi untuk membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Dia lah yang disebut dengan طَاغِيَةٌ, yaitu orang yang sangat zalim dan telah melampaui batas karena kenekatannya untuk membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Namun yang perlu diperhatikan di sini adalah walaupun yang membunuh hanya Qudar bin Salif seorang, akan tetapi Allah ﷻ menyandarkan perbuatan Qudar bin Salif terhadap mereka seluruhnya(14). Oleh karenanya kita dapati Allah ﷻ berfirman tentang mereka,فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا، وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا“Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah), dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.” (QS. Asy-Syams : 14-15)Meskipun yang melakukan hanya satu orang, akan tetapi karena yang lainnya telah bermusyawarah dan ridha dengan dibunuhnya unta Nabi Shalih ‘alaihissalam, maka hukum bagi yang lainnya pun sama, yaitu mereka dihukumi ikut membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Oleh karenanya tatkala Allah ﷻ mengatakan,فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ“Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.”Yaitu seakan-akan Allah ﷻ mengatakan “Adapun kaum Tsamud, mereka telah dibinasakan karena perbuatan satu orang dan mereka ridha.” Oleh karena itu, ini juga merupakan peringatan terkait sikap setuju terhadap sebuah kemaksiatan. Bisa jadi seseorang tidak melakukan kemaksiatan, kesyirikan, dan kekufuran itu secara langsung, tetapi dia setuju dan tidak berusaha mengingkarinya, maka bisa jadi dia ikut mendapat dosa dan terkena dampak dari perbuatan tersebut sebagaimana yang dialami oleh kaum Tsamud.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Anjuran Menikah

Tafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:32)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Anjuran menikah (Ayat 32-33)Catatan kaki:210804. Maksudnya, hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita-wanita yang tidak bersuami dibantu agar mereka dapat kawin.Nikahkanlah (wahai orang-orang yang beriman) seseorang yang belum mempunyai pasangan di antara kalian, baik lelaki maupun perempuan, hamba sahaya kalian yang shalih, baik lelaki maupun perempuan. Jika orang yang hendak menikah demi menjaga kehormatannya adalah orang fakir, maka Allah pasti akan mencukupinya dengan keluasan rizki-Nya. Allah adalah Yang Mahaluas, Mahabanyak kebaikan-Nya, Mahaagung karunia-Nya dan Maha Mengetahui keadaan para hamba-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 21 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Yūnus: 85​Kaum Bani Israil telah melakukan hal tersebut (bertawakal). Mereka mengatakan:​ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةً لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ​"Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim."​Penjelasan Makna & Tafsir Para Ulama​Penjelasan Umum:​Makna: Janganlah Engkau memberikan kemenangan kepada mereka atas kami dan menjadikan mereka berkuasa atas kami, sehingga mereka mengira bahwa semata-mata mereka berkuasa karena berada di pihak yang benar sedangkan kita berada di pihak yang batil, yang menyebabkan mereka berada di atas angin.​Riwayat: Dituturkan juga bersumber dari Abu Mijlaz dan Abud-Duha.​Penafsiran Mujahid (Riwayat Ibnu Abu Nujaih & Lain-Lain):​Makna 1: Janganlah Engkau mengazab kami melalui kekuatan Fir'aun dan pasukannya, dan jangan pula melalui tangan kekuasaan (malaikat) dari sisi Engkau yang pada akhirnya kaum Fir'aun akan mengatakan: "Seandainya mereka berada di pihak yang benar, tentulah mereka tidak disiksa dan kita pun tidak dapat berkuasa atas mereka. Terlebih lagi menindas kita."​Makna 2 (Riwayat Abdur-Razzak dari Ibnu Uyainah dari Ibnu Abu Nujaih): Janganlah Engkau membiarkan mereka dapat menguasai kami karena mereka pasti akan memfitnah kami.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 27-28

27. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Janganlah kalian berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengabaikan perintah-perintahNya dan melanggar larangan-laranganNya dan janganlah kalian mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kalian, seperti hutang dll, sedangkan kalian tahu bahwa apa yang kalian lakukan adalah pengkhianatan, sehingga kalian termasuk ke dalam golongan para pengkhianat.Ketika kencintaan kepada harta dan anak mendorong seseorang untuk berlaku khianat maka Allah mengabarkan bahwa keduanya merupakan fitnah. Dia berfirman,28. Ketahuilah -wahai orang-orang mukmin- bahwa harta dan anak-anak kalian sejatinya merupakan cobaan dan ujian dari Allah untuk kalian karena harta dan anak-anak kalian dapat menghalang-halangi kalian beramal untuk akhirat dan mendorong kalian untuk berkhianat. Ketahuilah bahwa disisi Allah terdapat pahala yang sangat besar, maka janganlah kalian kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala itu karena terlalu sibuk mengurus harta dan anak-anak kalian, serta berlaku khianat demi kepentingan mereka.​

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al A'raf : 171

QS Al A'raf:171Tafsir Al Muyassar Dan ingatlah (wahai Rasul) ketika Kami mengangkat bukit ke atas Bani Israil, seakan-akan bukit itu awan yang menaungi mereka dan meyakini bahwa bukit itu akan menimpa mereka, jika mereka tidak mau menerima hukum-hukum Taurat. Kami berfirman kepada mereka: "Peganglah dengan teguh apa yang telah kami berikan kepada kalian", yakni kerjakanlah syariat-syariat yang Aku berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh dan ingatlah perjanjian-perjanjian yang telah Kami ambil dari kalian, tepatilah isi perjanjian itu agar kalian bertakwa kepada Rabb kalian sehingga kalian akan selamat dari siksa-Nya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al-Mukhtashar AL Baqarah:7

Karena Allah telah menutup dan mengunci rapat hati mereka beserta kebatilan yg ada didalamnya. Allah juga menutup telinga mereka sehingga mereka tidak bisa mendengar -dalam arti menerima dan mengukuti- kebenaran. Dan Allah -Ta'ala- juga menutup mata mereka sehingga mereka tidak bisa melihat kebenaran yg sangat jelas di hadapan mereka. Dan kelak di Akhirat mereka akan mendapatkan azab yg sangat berat. Setelah menjelaskan sifat" orang" kafir yg rusak secara lahir dan batin, selanjutnya Allah -Ta'ala- menjelaskan sifat" ornag munafik yg rusak batinnya tetapi lahirnya nampak baik di mata manusia.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

SIKAP KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA

Allah taala berfirman:وَمَا جَعَلۡنَٰهُمۡ جَسَدٗا لَّا يَأۡكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَمَا كَانُواْ خَٰلِدِينَDan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.Tema: SIKAP KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA (Ayat 1-20)QS. Al-'Anbiyā: 8Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Tadabbur Qs Taubah: 122

Dalam konteks Perang Tabuk, ayat ini menjelaskan bahwa tidak semua kaum Muslimin harus pergi bersama Rasulullah ﷺ. Sebagian pergi menjalankan tugas, sementara sebagian lainnya tinggal untuk memperdalam agama, kemudian mengajarkannya kepada kaumnya ketika kembali. Dari sini aku jadi melihat bahwa menuntut ilmu juga bagian dari perjuangan. Ada kalanya kita memang perlu berhenti sejenak, duduk, belajar, bertanya, dan memperdalam. Bukan berarti sedang nggak melakukan apa-apa, tapi sedang menyiapkan bekal agar ilmu yang dipelajari bisa diamalkan dan bermanfaat untuk orang lain.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali Imran ayat 39-41

39. Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan kelahiran Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri dari hawa nafsu dan seorang nabi di antara orang-orang saleh."40.Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa memiliki anak, padahal aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."41._Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda." Allah berfirman, "Tandamu ialah engkau tidak dapat berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari."

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-'Isrā: 5

Allah taala berfirman:فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثۡنَا عَلَيۡكُمۡ عِبَادٗا لَّنَآ أُوْلِي بَأۡسٖ شَدِيدٖ فَجَاسُواْ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعۡدٗا مَّفۡعُولٗاMaka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.Tema: ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR (Ayat 1-111)Subtema: Kehancuran Bani Israil karena tidak mengikuti ajaran Taurat (Ayat 4-8)QS. Al-'Isrā: 5📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Hukuman atas KerusakanKetika tiba waktu hukuman atas kerusakan pertama Bani Israil, Allah mengirimkan hamba-hamba-Nya yang memiliki kekuatan besar untuk menguasai mereka.2. Mereka Menguasai NegeriPara penyerang merajalela di kampung-kampung Bani Israil dan menguasai negeri mereka tanpa merasa takut kepada siapa pun.3. Ketetapan Allah Pasti TerlaksanaPeristiwa tersebut merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi sebagai balasan atas kerusakan dan kesewenang-wenangan mereka.✨ PelajaranKezaliman dan kesombongan tidak dibiarkan selamanya. Allah memberi kesempatan, tetapi ketika ketetapan-Nya datang, tidak ada yang mampu menghalanginya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →