📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al Baqarah : 19-20

Hujan lebat → perumpamaan bagi Al-Qur’an dan wahyu Allah, karena di dalamnya terdapat kehidupan bagi hati sebagaimana hujan menghidupkan bumi.Kegelapan → berbagai keraguan, kebingungan, dan kesesatan yang ada dalam hati mereka.Guruh → ancaman dan larangan Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an. Suaranya keras dan menakutkan bagi mereka karena mereka tidak mau tunduk kepadanya.Kilat → kebenaran yang terkadang tampak jelas kepada mereka.Menutup telinga → gambaran tentang berpaling dan enggan mendengarkan kebenaran, terutama ketika ayat-ayat berisi ancaman dan kewajiban yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka.Berjalan ketika ada cahaya → ketika kebenaran tampak dan sesuai dengan kepentingan mereka, mereka mengikutinya.Berhenti ketika gelap → ketika kebenaran menjadi berat bagi mereka, mereka kembali bingung dan berhenti dari jalan tersebut.Allah memberikan perumpamaan bagi orang-orang munafik dengan orang yang berada di tengah hujan lebat disertai kegelapan, guruh, dan kilat.Mereka takut terhadap suara guruh sehingga menutup telinga. Demikian pula orang-orang munafik: ketika ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung ancaman dan larangan dibacakan, mereka berpaling karena takut hal itu menyingkap keadaan mereka.Ketika muncul sesuatu dari kebenaran yang menguntungkan mereka, mereka mengikutinya. Namun ketika kebenaran menjadi berat atau mereka menghadapi kesulitan, mereka berhenti dan tidak mau melanjutkan.Allah sebenarnya meliputi mereka dan mengetahui seluruh keadaan mereka. Mereka tidak mungkin melarikan diri dari kekuasaan-Nya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan Tafsir At-Taysir — QS. Al-Waqi'ah: 25

🌿 Ringkasan Tafsir At-Taysir — QS. Al-Waqi'ah: 25Tema: Kejadian-Kejadian Besar pada Hari KiamatSubtema: Balasan bagi orang yang paling dahulu berimanInti ayat:Salah satu kenikmatan penghuni surga bukan hanya makanan, tempat tinggal, pelayan, dan pasangan yang indah, tetapi juga kenikmatan dalam berbicara.Di surga:🌸 Tidak ada perkataan yang sia-sia.🤍 Tidak ada perkataan yang menyakiti hati.🚫 Tidak ada ghibah dan namimah.🚫 Tidak ada hinaan, sindiran, kesombongan, atau celaan.😊 Semua perkataan yang terdengar menyenangkan dan membawa kebahagiaan.🫶 Para penghuni surga saling bertemu dengan wajah penuh kegembiraan dan senyuman.Pelajaran untuk kita:Di dunia, ucapan sering menjadi sumber luka. Bahkan dalam keluarga maupun media sosial, perkataan dapat merendahkan, menyindir, menyakiti, atau menimbulkan dosa.Maka, jagalah lisan sejak di dunia. Biasakan berbicara dengan lembut, meninggalkan ghibah dan namimah, serta menghindari perkataan yang menyakiti orang lain.🌷 Bayangkan kenikmatan surga: bukan hanya tidak ada rasa sakit pada tubuh, tetapi juga tidak ada rasa sakit yang ditimbulkan oleh ucapan.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Isra 11

Tafsir Al-MuyassarAl-Isra (17:11)Tema: ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR (Ayat 1-111)Subtema: Al-Qur'an petunjuk ke jalan yang benar (Ayat 9-12)Terkadang manusia mendoakan terhadap diri, anak atau hartanya dengan keburukan, dan itu dilakukan pada saat marah, sebagaimana ia mendoakan dengan kebaikan. Hal itu akibat kejahilan manusia dan ketergesa-gesaannya. Namun, berkat rahmat Allah kepadanya, Dia mengabulkan doanya untuk kebaikan bukan keburukan, karena Dia tahu bahwa ia tidak menyengaja hal itu, dan manusia itu bertabiat tergesa-gesa.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 4 Kaum Tsamud dan Kaum 'Ad

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:4)Kata Al-Qari’ah juga merupakan salah satu dari nama-nama hari kiamat. Al-Qari’ah (الْقَارِعَةُ) dari الْقَرْعُ yang bermakna ضَرْبٌ شَديْدٌ (pukulan kuat) (7). Hari kiamat dinamakan Al-Qari’ah karena hari tersebut benar-benar membuat manusia ketakutan seakan-akan ada hantaman yang kuat di dalam hatinya karena menyaksikan dahsyatnya hari kiamat (8), yaitu tatkala mereka melihat langit terbelah, bintang berjatuhan, dan cahaya matahari meredup.Kemudian Allah ﷻ menyebutkan kaum ‘Ad dan kaum Tsamud secara khusus karena keduanya merupakan kaum Arab yang dikenal oleh orang-orang Quraisy dengan العَرَبُ البَائِدَةُ Al-‘Arab Al-Ba’idah (kaum Arab yang telah punah). Dan surah Al-Haqqah ini turun kepada Nabi ﷺtatkala beliau di Makkah saat berhadapan langsung dengan kaum Quraisy Arab. Sehingga Allah ﷻ menyebutkan kaum ‘Ad dan kaum Tsamud sebagai contoh agar mereka bisa sadar. Sedangkan mereka mengenal kaum ‘Ad (kaumnya Nabi Hud) dan kaum Tsamud (kaumnya Nabi Shalih) sebagai al-Arab al-Ba’idah (kaum Arab yang sudah punah) (9).Kaum Tsamud yang merupakan kaum Nabi Shalih ‘alaihissalam terletak di sebelah utara jazirah Arab yang sekarang dikenal dengan nama kota Al-‘Ula, sekitar 200-300 kilometer ke utara kota Madinah. Adapun kaum ‘Ad yang merupakan kaum Nabi Hud ‘alaihissalam terletak di sebelah selatan jazirah Arab(10) . Sebagian ulama mengatakan bahwa kaum ‘Ad dahulu terletak di Yaman. Sebagian yang lain mengatakan letaknya antara Yaman dan Oman yang dikenal dengan nama Al-Ahqaf (bukit-bukit pasir). Oleh karenanya kaum ‘Ad dan kaum Tsamud masih bagian dari Arab, dan Nabi-Nabi mereka juga orang Arab, namun mereka sudah punah tidak memiliki keturunan lagi hingga sekarang setelah dibinasakan oleh Allah ﷻ. Akan tetapi kaum ‘Ad dan kaum Tsamud dikenal oleh orang-orang Quraisy karena mereka masih menjadi bagian dari bangsa Arab, sehingga Allah ﷻ mendahulukan penyebutan kedua kaum tersebut sebagaimana dalam ayat ini.Allah mendahulukan menyebutkan kaum Tsamud karena tempat tinggal kaum Tsamud lebih dekat dengan dengan orang-orang Quraisy Arab, yang dimana tempat mereka tinggal adalah jalur yang dilalui oleh orang-orang Arab ketika hendak pergi ke Syam. Dan yang demikian agar lebih mengena ke hati mereka dan lebih menakutkan mereka, karena menyaksikan kampung yang dahulu dibinasakan oleh Allah azza wa jalla. (11)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Al'Quran petunjuk yang lurus

Makna ayat 1-3 Al-Qur’an adalah petunjuk yang lurus.Allah menurunkannya sebagai nikmat dan petunjuk bagi manusia, tanpa kebengkokan maupun penyimpangan.Al-Qur’an membawa dua pesan:Peringatan bagi orang yang mendustakan Allah.Kabar gembira bagi orang beriman yang beramal saleh, dengan pahala yang kekal. Maknanya ayat 4-5Jangan berbicara tentang Allah tanpa ilmu.Ucapan tentang Allah harus berdasarkan kebenaran dan pengetahuan, bukan perkataan yang dibuat-buat tanpa bukti.PESAN UTAMAAl-Qur’an adalah petunjuk yang lurus.Ia memperingatkan dari keburukan dan memberi kabar gembira bagi orang beriman yang beramal saleh.Tentang Allah, jangan berkata tanpa ilmu dan bukti.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)

Allah taala berfirman:وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا ۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِي ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَKatakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 31Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:31)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Katakanlah kepada para wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dari aurat yang tidak halal baginya. Menjaga kemaluannya dari perkara yang diharamkan oleh Allah. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kepada para lelaki, bahkan mereka harus berusaha untuk menyembunyikannya, kecuali yang biasa Nampak dari pakaian yang dipakainya, bila hal itu tidak akan menimbulkan fitnah karenanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya (menjulurkan jilbabnya) ke atas belahan pakaian yang ada di dadanya bagian atas dan menutup mukanya sebagai kesempurnaannya. Dan janganlah mereka (kaum wanita) menampakkan perhiasannya yang tersembunyi kecuali hanya kepada suami mereka saja, karena suami boleh melihat dari para istrinya yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Dan dibolehkan para wanita terlihat sebagian dari anggota badannya, misalnya muka, leher, kedua tangan, lengan oleh bapak, mertua, anak, anak tiri, saudara, anak saudara, anak saudari, dan seluruh para wanita muslimah (bukan wanita kafir), hamba sahayanya, dan kepada para lelaki yang sudah tidak ada keinginan (syahwat) dan kebutuhan kepada wanita. Misalnya orang yang lemah akalnya, yakni seseorang yang keinginan syahwatnya hanya kepada makan dan minum saja, kepada para anak kecil yang masih belum mengetahui tentang aurat wanita dan juga belum mempunyai syahwat dengan aurat wanita. Janganlah para wanita menginjakkan kakinya dengan keras ketika lewat di depan para lelaki agar bisa terdengar suara perhiasan yang disembunyikannya, misalnya perhiasan berupa gelang kaki atau semisalnya. Bertaubatlah wahai orang-orang yang beriman untuk selalu taat kepada Allah di dalam sifat-sifat yang baik dan akhlak yang mulia yang diperintahkan kepada kalian. Dan tinggalkanlah akhak dan sifat buruk orang jahiliyah dengan harapan kalian akan mendapatkan keuntungan di dunia maupun di akhirat.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Muqatil, yang bersumber dari Jabir bin Abdillah bahwa Asma' binti Murtsid, pemilik kebun kurma, sering dikunjungi wanita-wanita yang bermain-main di kebunnya tanpa berkain panjang sehingga kelihatan gelang-gelang kakinya. Demikian juga dada dan sanggul mereka kelihatan. Berkatalah Asma': "Alangkah buruknya (pemandangan) ini." Turunnya ayat ini sampai,…'auraatin nisaa'… (…aurat wanita..) berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang memerintahkan kepada kaum Mukminat untuk menutup aurat mereka.Tolong buatkan poster nuansa nude & soft pinkDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Hadhrami, bahwa seorang wanita membuat dua kantong perak yang diisi untaian batu-batu mutu manikam sebagai perhiasan kakinya. Apabila ia lewat dihadapan sekelompok orang, ia memukul-mukulkan kakinya ke tanah sehingga kedua gelang kakinya bersuara seperti beradu. Maka turunlah kelanjutan ayat ini, dari… wa laa yadlribna bi arjulihinn…[.. dan janganlah mereka memukulkan kakinya…] sampai akhir ayat, yang melarang wanita menggerak-gerakkan anggota tubuhnya untuk mendapatkan perhatian laki-laki.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTolong buatkan poster mengenai QS An Nuur agat 31 tersebut, lengkap dengan ayat, arti, dan tafsir Al Muyassar dengan nuansa pastel nude & soft pink

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 20 Agustus

Tafsir As-Sa’diQS. Yūnus: 27​Setelah menceritakan perihal orang-orang yang berbahagia (yang dilipatgandakan amal baiknya dan diberi tambahan), Allah mengiringinya dengan kisah orang-orang yang celaka. Allah menyebutkan keadilan-Nya terhadap mereka, bahwa pembalasan kejahatan diberikan secara setimpal tanpa dilebihkan atau dilipatgandakan.​ وَتَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٌ ​"...dan mereka ditutupi oleh kehinaan."​Penjelasan: Kehinaan menyelimuti diri mereka karena perbuatan maksiat dan ketakutan terhadap perbuatan maksiatnya sendiri. Hal ini serupa dengan firman Allah:​ وَتَرَىٰهُمۡ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا خَٰشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ ​"Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina." (Q.S. Asy-Syura: 45)​ وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٍ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ۝ مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ​"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya." (QS. Ibrahim: 42–43)​ مَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنۡ عَاصِمٍ ​"Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah."​Penjelasan: Tiada pelindung dan tiada pembela yang menyelamatkan mereka dari azab Allah. Semakna dengan firman-Nya:​ يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذٍ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ۝ كَلَّا لَا وَزَرَ ۝ إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمُسۡتَقَرُّ ​"Pada hari itu manusia berkata, 'Ke mana tempat lari?' Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali." (QS. Al-Qiyamah: 10–12)​ كَأَنَّمَا أُغۡشِيَتۡ وُجُوهُهُمۡ... ​"Seakan-akan muka mereka ditutupi..."​Penjelasan: Menceritakan tentang hitamnya wajah mereka kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah dalam ayat lainnya:​ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٌۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡوَدَّتۡ وُجُوهُهُمۡ أَكَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ۝ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ​"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri, ada pula muka yang menjadi hitam muram. Adapun orang-orang yang menjadi hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan) 'Mengapa kalian kafir sesudah kalian beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiran kalian itu.' Adapun orang-orang yang menjadi putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga), mereka kekal di dalamnya." (QS. Ali 'Imran: 106–107)​ وُجُوهٌ يَوۡمَئِذٍ مُّسۡفِرَةٌ ۝ ضَاحِكَةٌ مُّسۡتَبۡشِرَةٌ ۝ وَوُجُوهٌ يَوۡمَئِذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٌ ​"Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa, dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu." (QS. 'Abasa: 38–40)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 35

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:35)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Allah subhanahu wata'āla berfirman seraya mengancam orang-orang yang mendustakan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Mereka terdiri atas kalangan orang-orang musyrik kaumnya dan orang-orang yang menentangnya. Allah subhanahu wata'āla memperingatkan mereka terhadap siksaan-Nya dan azab-Nya yang sangat pedih yang telah menimpa umat-umat terdahulu yang telah mendustakan rasul-rasul-Nya. Allah subhanahu wata'āla memulainya dengan menyebutkan kisah Musa, bahwa Dia telah mengutusnya dan mengangkat saudara laki-lakinya yang bernama Harun sebagai nabi yang membantu, mendukung, dan menolongnya. Akan tetapi, fir'aun dan bala tentaranya mendustakannya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:17

Kebenaran akan tetap bertahan, sedangkan kebatilan akan lenyap.Allah menggambarkan kebenaran dan kebatilan seperti air dan buih. Air yang bermanfaat akan tetap mengalir, sedangkan buih hanya mengapung lalu hilang.Begitu pula kebenaran akan memberi manfaat dan bertahan, sementara kebatilan pada akhirnya akan lenyap.Pelajaran: Jangan tertipu oleh sesuatu yang tampak besar atau ramai. Yang benar mungkin terlihat sederhana, tetapi ia memiliki manfaat dan keteguhan.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:19Tidak sama orang yang mengetahui kebenaran dengan orang yang tidak mau melihatnya.Orang yang memahami bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran akan menerima, membenarkan, dan mengikuti petunjuknya.Sedangkan orang yang menolak kebenaran diibaratkan seperti orang yang buta.Pelajaran: Akal yang sehat bukan hanya mengetahui kebenaran, tetapi juga mau mengambil pelajaran darinya.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:20Orang beriman menjaga janji.Salah satu sifat orang yang mendapatkan kebaikan adalah memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.Berbeda dengan sifat kemunafikan yang ditandai dengan ingkar janji, dusta, kecurangan, dan khianat.Pelajaran: Keimanan terlihat dari bagaimana seseorang menjaga amanah dan komitmennya.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:21Menghubungkan silaturahmi dan takut kepada Allah.Orang-orang yang baik menjaga hubungan yang Allah perintahkan untuk dijaga, seperti silaturahmi, membantu keluarga, fakir miskin, dan orang yang membutuhkan.Mereka juga takut kepada Allah sehingga berhati-hati dalam menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan.Pelajaran: Kesalehan bukan hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga terlihat dari bagaimana kita menjaga hubungan dengan sesama.🤍 Benang Merah Ayat 17–21Ayat 17: Pilih yang benar, karena kebenaran akan bertahan.Ayat 19: Kenali dan ikuti kebenaran Al-Qur’an.Ayat 20: Buktikan iman dengan menepati janji.Ayat 21: Jaga silaturahmi dan hidup dalam ketakwaan.Inti renungan:Yang benar tidak selalu terlihat paling ramai, tetapi ia akan tetap memberi manfaat. Maka berpeganglah pada kebenaran, jaga amanah, dan rawat hubungan yang Allah perintahkan.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar - Surat Al-Anfal : 25

Jika ada kemungkaran, maka jangan diam.Waspadalah -wahai orang-orang mukmin- terhadap azab yang tidak hanya menimpa orang yang durhaka saja diantara kalian, melainkan menimpa semuanya, baik yang durhaka maupun tidak. Hal itu terjadi manakala kezaliman merajalela dan tidak ada yang berusaha mengubahnya. Yakinlah kalian bahwa Allah sangat kuat hukumanNya bagi orang yang durhaka kepadaNya, sebab itu jangan sekali-kali kalian durhaka kepadaNya.Faedah : Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin agar tidak membiarkan kemungkaran merajalela di tengah-tengah mereka, karena hal itu dapat mengundang datangnya azab bagi mereka semua.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al-Mukhtashar Al Baqarah: 3-4

Orang-orang yg bertaqwa itu adalah orang" yg beriman kepada perkara ghaib, yaitu segala sesuatu yg tidak bisa di tangkap oleh pancaindra dan tersembunyi yg diberitakanoleh Allah atau Rasulullah seperti hari Akhir, orang" yg mendirikan salat, yakni menunaikannya sesuai ketentuan syariat yg meliputi syarat, rukun, wajib dan sunahnya, dan orang" yg gemar menginfakkan sebagian rezeki yg mereka terima dari Allah, baik yg sifatnya wajib seperti zakat, maupun yg tidak wajib seperti sedekah, demi mengharap pahala dari Allah. Mereka juga orang" yg beriman kepada wahyu yg Allah turunkan kepadamu -wahai Nabi- dan wahyu yg Dia turunkan kepada para nabi -'alaihimussalam- sebelum kamu, tanpa membeda-bedakan di antara mereka. Dan mereka juga beriman secara mantap akan adanya akhirat beserta ganjaran dan hukuman yg ada didalamnya.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS At Taubah: 59

Inti tafsir Ibnu Katsir pada QS At-Taubah ayat 59 adalah tentang adab terhadap pemberian dan ketetapan Allah. Sikap yang seharusnya dimiliki bukan hanya menerima ketika mendapat sesuai keinginan, tetapi ridha terhadap apa yang Allah berikan, bertawakal kepada-Nya, dan tetap berharap pada karunia-Nya. Kalimat “Cukuplah Allah bagi kami” menunjukkan bahwa tempat bergantung adalah Allah, sementara Rasul diikuti dalam menjalankan perintah, meninggalkan larangan, membenarkan berita, dan mengikuti petunjuknya. Jadi, ayat ini mengajarkan bahwa ridha, tawakal, dan berharap kepada Allah harus berjalan bersama, bukan menjadikan pemberian materi sebagai ukuran kasih sayang atau ketetapan Allah kepada kita.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 13

Tafsir Ibnu KatsirAr-Raĥmān (55:13)Firman Allah subhanahu wata'āla:Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 13)Yakni nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, hai dua jenis makhluk, jin dan manusia yang kalian dustakan? Demikianlah menurut pendapat Mujahid dan ulama lainnya, yang hal ini ditunjukkan oleh pengertian yang terkandung pada konteks sesudahnya. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa nikmat-nikmat Tuhanmu tampak jelas pada kalian dan kalian diliputi olehnya hingga kalian tidak dapat mengingkarinya atau tidak mengakuinya. Dan kami hanya dapat mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh jin yang beriman kepada-Nya, "Ya Allah, tiada sesuatu pun dari nikmat-nikmat-Mu yang kami ingkari, maka bagi-Mulah segala puji."Disebutkan bahwa Ibnu Abbas selalu menjawabnya dengan ucapan berikut, "Tidak, lalu yang manakah, wahai Tuhanku?" Dengan kata lain. dapat disebutkan bahwa kami tidak mendustakan sesuatu pun darinya.Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Abul Aswad, dari Urwah, dari Asma binti Abu Bakar yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah ia dengar dalam salatnya membaca satu rukun Al-Qur'an sebelum diperintahkan untuk menyerukan dakwahnya secara terang-terangan, sedangkan orang-orang musyrik mendengarkan­nya, yaitu firman Allah subhanahu wata'āla: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 13)

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →