📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali Imran ayat 33

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam -'alaihissalām- dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada-Nya. Lalu Allah memilih Nuh dan menjadikannya sebagai rasul pertama untuk penduduk bumi. Lalu Allah memilih Ibrahim dan menjadikan derajat kenabian tetap berada di dalam jajaran keturunannya, dan Allah juga memilih Āli 'Imrān (keluarga 'Imrān). Allah telah memilih mereka semua dan memberi mereka kelebihan atas orang-orang yang hidup sezaman mereka.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 18 Agustus

Tafsir Ibnu KatsirQS. Al-'Anfāl: 58​ وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوۡمٍ ​"Dan jika kamu khawatir terhadap suatu golongan"​Penjelasan: Golongan yang telah mengadakan perjanjian perdamaian dengan kamu.​ خِيَانَةً ​"akan suatu pengkhianatan"​Penjelasan: Maksudnya merusak perjanjian yang ada antara kamu dan mereka.​فَٱنۢبِذۡ إِلَيۡهِمۡ عَلَىٰ سَوَآءٍۚ ​"maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur"​Penjelasan: Beritahukan kepada mereka bahwa kamu membatalkan perjanjian karena mereka telah melanggarnya, sehingga kedua belah pihak secara terang-terangan mengetahui tidak ada lagi ikatan dan kini berstatus musuh.​Penafsiran Al-Walid ibnu Muslim: Makna sawa-un (dengan cara yang jujur) ialah dengan cara yang hati-hati.​ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡخَآئِنِينَ ​"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat"​Penjelasan: Sekalipun berkhianat terhadap orang-orang kafir, Allah tetap tidak menyukainya.​Kisah & Dalil Hadits ​Kisah Mu'awiyah dan 'Amr ibnu 'Anbasah r.a.​Peristiwa: Mu'awiyah berjalan bersama pasukannya di negeri Romawi saat masa gencatan senjata masih berlaku, bertuju mendekat agar bisa langsung menyerang ketika masa berlaku habis.​Teguran: Seorang sahabat Nabi, 'Amr ibnu 'Anbasah r.a., berkendara mendekat seraya bertakbir dan mengingatkan sabda Nabi ﷺ:​"Barang siapa yang antara dia dan suatu kaum terdapat suatu perjanjian, maka jangan sekali-kali ia membuka ikatan, jangan pula mengencangkannya sebelum masa berlakunya habis, atau (sebelum) perjanjian itu dikembalikan kepada mereka dengan cara yang jujur."​Sikap Mu'awiyah: Mendengar sabda tersebut, Mu'awiyah langsung berputar balik menuju Syam.​Riwayat: H.R. Ahmad, Abu Daud At-Tayalisi, Abu Daud, At-Tirmidzi (Hasan Shahih), An-Nasa'i, dan Ibnu Hibban (Sahih) melalui jalur Syu'bah, dari Abul Faid, dari Salim ibnu Amir.​Kisah Salman Al-Farisi r.a.​Peristiwa: Saat tiba di suatu benteng/kota musuh, Salman r.a. meminta izin menyeru musuh selama 3 hari sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah ﷺ:Mengajak masuk Islam agar mendapat hak dan kewajiban yang sama.​Jika menolak, membayar jizyah dalam keadaan tunduk.​Jika tetap membangkang, mengembalikan perjanjian dengan cara yang jujur seraya membacakan: "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat."​Hasil: Pada hari keempat, pasukan Muslimin menyerang dan berhasil menaklukkan benteng tersebut atas pertolongan Allah.​Riwayat: H.R. Ahmad (dari Muhammad ibnu Abdullah Az-Zubairi, dari Israil, dari Ata ibnu Saib, dari Abul Buhturi).Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 51

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:51)Tema: ALLAH TIDAK MENYAMAKAN ORANG YANG BAIK DENGAN ORANG YANG BURUK (Ayat 34-52)Subtema: Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, (Ayat 45-52)Catatan kaki:211270. Menurut kebiasaan yang terjadi di tanah Arab, seseorang dapat membinasakan binatang atau manusia dengan menujukan pandangannya yang tajam. Hal ini hendak dilakukan pula kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam, tetapi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā memeliharanya, sehingga terhindar dari bahaya itu, sebagaimana dijanjikan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dalam surah Al-Mā`idah ayat 67. Kekuatan pandangan mata itu pada masa sekarang dikenal dengan hipnotisme.Para ahli tafsir menyebutkan bahwa di zaman Nabi ﷺ ada seseorang yang terkenal memiliki ‘ain (pandangan mata jahat) yang luar biasa. Ketika dia melihat unta lalu memuji unta tersebut, maka tidak lama unta tersebut akan jatuh. Bahkan, dikatakan bahwa jika dia ingin melakukan ‘ain, maka dia berpuasa 2-3 hari sebelum beraksi dengan ‘ainnya. Intinya, orang tersebut dikenal akan kehebatannya dalam melakukan ‘ain. Maka, sekelompok kaum musyrikin memintanya agar mencelakakan Nabi ﷺ dengan tatapan matanya. Namun, ternyata Allah ﷻ menyelamatkan Nabi Muhammad ﷺ. (99)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 4

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 4وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَWalladzīna yu’minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika, wa bil-ākhirati hum yūqinūn.Artinya:“Dan mereka yang beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.”Di sini kita tahu bahwa Al-Qur’an adalah kitab terakhir. Sebelumnya ada Injil, Taurat, dan Zabur.Lalu, kenapa Al-Qur’an disebutkan lebih dahulu, padahal secara zaman Al-Qur’an datang belakangan?Allah berfirman:وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَWalladzīna yu’minūna bimā unzila ilaika.Artinya, “Dan mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad).”Kata para ulama, Al-Qur’an disebutkan lebih dahulu karena Al-Qur’an adalah muhaimin, yaitu sebagai penjaga dan pembenar terhadap kitab-kitab sebelumnya, sekaligus menjadi hakim atas kitab-kitab tersebut. Al-Qur’an juga menasakh atau menghapus syariat-syariat sebelumnya.Sebagaimana ketika Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu membaca selembaran dari kitab-kitab terdahulu, baik Taurat atau yang lainnya, Nabi ﷺ pun marah. Nabi ﷺ berkata:“Apakah kamu ragu, wahai Ibnul Khattab? Seandainya Nabi Musa masih hidup, pasti dia akan mengikutiku.”Kemudian Allah menyebutkan tentang iman kepada hari akhir:وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَWa bil-ākhirati hum yūqinūn.“Dan mereka yakin akan adanya akhirat.”Beriman kepada hari akhir termasuk bagian dari iman kepada perkara yang gaib.Lalu, mengapa iman kepada akhirat disebutkan lagi, padahal pada ayat sebelumnya, yaitu ayat ketiga, telah dijelaskan tentang iman kepada yang gaib?Kata para ulama, karena pengaruh iman kepada hari akhir sangat besar.Beriman kepada akhiratlah yang menjadikan seseorang semangat untuk beramal saleh dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.Sebaliknya, jika iman seseorang kepada akhirat lemah, maka tentunya dia akan malas untuk beribadah dan berani menerjang larangan-larangan Allah سبحانه وتعالى.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 33

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:33)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210836. Maksudnya, setiap kali mereka datang kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam membawa suatu hal yang aneh berupa usul dan kecaman, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menolaknya dengan suatu yang benar dan nyata.Firman Allah subhanahu wata'āla:Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil. (Al Furqaan:33)Yaitu dengan membawa sesuatu alasan dan tuduhan yang tidak benar.melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (Al Furqaan:33)Artinya, tidak sekali-kali orang-orang kafir itu mengatakan sesuatu untuk menentang perkara yang hak, melainkan Kami sanggah mereka dengan jawaban yang benar, lebih jelas, lebih terang, dan lebih fasih daripada ucapan mereka.Sa'id ibnu Jubair mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil. (Al Furqaan:33 ) Yakni suatu usaha untuk menjatuhkan Al-Qur'an dan Rasulullah ﷺ. melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar. (Al Furqaan:33), hingga akhir ayat. kecuali Jibril turun mengemban tugas dari Allah untuk menjawab mereka.Hal ini tiada lain menunjukkan bukti perhatian Allah yang besar dan kemuliaan Rasulullah ﷺ. di sisi-Nya, sehingga wahyu selalu datang kepadanya dari Allah subhanahu wata'āla, baik di pagi hari, maupun di petang hari, di siang hari maupun di malam hari, sedang dalam perjalanan maupun sedang berada di tempat. Setiap kali malaikat turun menemuinya selalu membawa Al-Qur'an, lain halnya dengan cara penurunan kitab-kitab yang terdahulu (yang diturunkan sekaligus). Hal ini merupakan suatu kedudukan yang lebih tinggi dan lebih besar serta lebih agung ketimbang saudara-saudaranya dari kalangan semua nabi.Al-Qur'an adalah kitab yang paling mulia yang diturunkan oleh Allah subhanahu wata'āla, dan Nabi Muhammad ﷺ. adalah nabi yang paling besar yang diutus oleh Allah subhanahu wata'ālaAl-Qur'an mempunyai dua sifat kekhususan (dibandingkan dengan kitab-kitab terdahulu), yaitu Di alam mala'ul a'la, Al-Qur'an diturunkan sekaligus dari Lauh Mahfuz ke Baitul izzah di langit yang paling bawah. Sesudah itu Al-Qur'an diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur menurut peristiwa dan kejadian (yang memerlukan penurunan)nya.Imam Nasai telah meriwayatkan berikut sanadnya melalui Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan sekaligus ke langit yang paling bawah pada malam Qadar. Kemudian diturunkan ke bumi selama dua puluh tahun. Kemudian membaca: Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (Al Furqaan:33) Dan firman Allah subhanahu wata'āla: Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (Al Israa':106)

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ibnu Katsir QS. Ar-Ra’d (13): 10 & 13

Tema: Kebenaran Al-Qur’anSubtema: Bukti kekuasaan Allah dan kesempurnaan ilmu-Nya🌿 QS. Ar-Ra’d: 10Allah Mengetahui Segala SesuatuAyat ini menegaskan bahwa ilmu dan pendengaran Allah meliputi seluruh makhluk.Bagi Allah, tidak ada perbedaan antara:orang yang menyembunyikan perkataannya,orang yang berbicara terang-terangan,orang yang bersembunyi di malam hari,maupun orang yang berjalan terang-terangan di siang hari.Semuanya diketahui Allah dengan sempurna.1. Tidak ada suara yang tersembunyi dari AllahAllah mendengar seluruh suara, bahkan sesuatu yang tidak terdengar oleh manusia.Kisah yang dinukil dari Aisyah r.a. menunjukkan betapa luasnya pendengaran Allah. Ketika seorang wanita mengadukan persoalannya kepada Rasulullah ﷺ, Allah menurunkan ayat yang menegaskan bahwa Allah mendengar pembicaraan mereka.Pelajaran:Tidak ada keluhan, doa, percakapan, atau suara hati yang luput dari pendengaran Allah.2. Allah mengetahui manusia dalam keadaan apa punBaik seseorang berada dalam keadaan tersembunyi maupun terlihat, ilmu Allah tetap meliputinya.Allah mengetahui apa yang manusia lakukan ketika tidak ada orang lain yang melihatnya.Karena itu, seorang mukmin seharusnya memiliki kesadaran bahwa:“Aku mungkin tidak terlihat oleh manusia, tetapi aku selalu berada dalam pengetahuan Allah.”3. Tidak ada satu pun amal yang luputTidak ada pekerjaan manusia yang terlepas dari pengetahuan Allah, bahkan sesuatu yang sangat kecil sekalipun.Hal ini mengajarkan bahwa setiap perkataan dan perbuatan memiliki nilai di hadapan Allah.⚡ QS. Ar-Ra’d: 13Guruh dan Petir sebagai Tanda Kekuasaan AllahAyat ini menunjukkan bahwa alam semesta juga tunduk dan bertasbih kepada Allah.1. Guruh bertasbih kepada AllahAllah berfirman bahwa:“Guruh itu bertasbih dengan memuji Allah.”Artinya, guruh bukan sekadar fenomena alam, tetapi merupakan bagian dari makhluk Allah yang tunduk kepada-Nya.Hal ini sejalan dengan makna bahwa seluruh makhluk bertasbih kepada Allah, meskipun manusia tidak selalu memahami cara tasbih mereka.2. Petir menunjukkan kekuasaan AllahAllah yang mengatur hujan, awan, guruh, dan petir.Dalam tafsir disebutkan bahwa Allah dapat menjadikan petir sebagai peringatan maupun azab bagi siapa yang Dia kehendaki.Karena itu, fenomena alam seharusnya tidak hanya membuat manusia kagum secara lahiriah, tetapi juga menggerakkan hati untuk mengingat kebesaran Allah.3. Ketika mendengar guruh, dianjurkan mengingat AllahTafsir Ibnu Katsir menyebut beberapa riwayat tentang doa dan zikir ketika mendengar guruh.Inti sikapnya adalah:mengingat Allah, bertasbih, dan memohon perlindungan serta ampunan-Nya.Guruh menjadi pengingat bahwa manusia berada di bawah kekuasaan Allah.4. Jangan memperdebatkan kebesaran AllahAyat ini juga menyebut orang-orang yang berbantah-bantahan tentang Allah.Mereka meragukan kebesaran dan kekuasaan-Nya, padahal tanda-tanda kekuasaan Allah tampak di seluruh alam.Allah kemudian menegaskan bahwa Dia adalah:شَدِيدُ الْمِحَالِ — Mahakeras siksa-NyaYakni sangat kuat dalam memberikan pembalasan kepada orang yang terus-menerus membangkang dan melampaui batas terhadap-Nya.🌸 Hikmah dan Tadabbur1. Allah mengetahui apa yang manusia sembunyikanTidak ada rahasia yang benar-benar tersembunyi dari Allah.2. Jadilah baik meskipun tidak ada manusia yang melihatKarena pengawasan Allah tidak pernah berhenti.3. Alam semesta mengajarkan kita untuk bertasbihGuruh, hujan, langit, dan berbagai fenomena alam merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah.4. Jangan hanya melihat fenomena, tetapi lihat PenciptanyaKetika melihat sesuatu yang menakjubkan di alam, seorang mukmin tidak berhenti pada kekaguman terhadap alam, tetapi hatinya diarahkan kepada Allah yang menciptakannya.5. Ilmu Allah seharusnya melahirkan rasa takut sekaligus ketenanganTakut karena tidak ada amal yang tersembunyi dari-Nya, tetapi juga tenang karena tidak ada doa dan kesulitan yang tidak diketahui-Nya.✨ Inti PesanQS. Ar-Ra’d 10:Tidak ada perkataan, perbuatan, atau keadaan kita yang tersembunyi dari Allah.QS. Ar-Ra’d 13:Bahkan guruh dan seluruh alam tunduk kepada Allah. Maka ketika melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, arahkan hati untuk mengingat dan mengagungkan-Nya.🌿 RenunganJika Allah mengetahui setiap kata yang kita ucapkan, setiap langkah yang kita sembunyikan, bahkan setiap keadaan hati kita—maka tidak ada alasan untuk merasa sendirian dalam menghadapi kehidupan.Allah tahu. Allah mendengar. Allah melihat. Dan seluruh alam berada dalam kekuasaan-Nya.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Al Anfal ayat 55

Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang berjalan di muka bumi ialah orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya. Mereka tidak mau beriman walaupun semua bukti kekuasaan Allah telah datang kepada mereka lantaran tetap bersikeras mempertahankan kekafiran mereka, sehingga semua sarana penangkap hidayah seperti akal pikiran, pendengaran, dan penglihatan yang mereka miliki benar-benar tidak berfungsi

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)

Allah taala berfirman:فَإِن لَّمۡ تَجِدُواْ فِيهَآ أَحَدٗا فَلَا تَدۡخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤۡذَنَ لَكُمۡ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرۡجِعُواْ فَٱرۡجِعُواْ ۖ هُوَ أَزۡكَىٰ لَكُمۡ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞJika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembali (saja)lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 28Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:28)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Jika kalian tidak menemukan seseorang di dalam rumah orang lain itu, maka janganlah kalian masuk sebelum kalian menemukan seseorang yang memberi izin kepada kalian. Jika ia tidak memberi izin bahkan berkata kepada kalian: Kembalilah, maka hendaklah kalian kembali. Dan janganlah mendesak terus untuk masuk. Karena kembali pada saat itu adalah yang terbaik untuk kalian. Sebab terkadang berada dalam keadaan tidak suka bilamana dilihat orang lain. Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui amal perbuatan kalian dan akan membalas seseorang sesuai dengan amal perbuatannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 21

Janganlah kalian -wahai orang-orang mukmin- bersikap seperti orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka mereka berkata, “Kami mendengar dengan telinga kami ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan kepada kami.”Akan tetapi, mereka tidak mendengarnya untuk merenungkan makna nya dan mengambil pelajaran lalu mendapatkan manfaat darinya.​

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. An Nahl : 18

Allah taala berfirman:وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞDan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Nikmat Allah Tak TerhitungNikmat dan kebaikan Allah kepada manusia begitu banyak hingga kita tidak akan mampu menghitung seluruhnya, apalagi mensyukurinya dengan sempurna.2. Allah Maha PengampunManusia sering lalai dalam mensyukuri nikmat. Namun Allah mengampuni hamba yang bertobat dan kembali kepada-Nya dengan ketaatan.3. Allah Maha PenyayangAllah tidak segera mengazab hamba-Nya setelah ia kembali dan bertobat. Bahkan, kebaikan sekecil apa pun diberi balasan, sedangkan dosa-dosa yang banyak dapat Dia ampuni.✨ PelajaranKita tidak akan pernah mampu membalas seluruh nikmat Allah.Maka jangan merasa telah cukup bersyukur. Teruslah mengingat nikmat-Nya, bertobat ketika lalai, dan kembali kepada Allah dengan ketaatan.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Anfal: 70

Ada dua janji Allah kepada tawanan yang memiliki kebaikan dalam hati:Allah mengganti apa yang hilang dengan sesuatu yang lebih baik.Allah memberikan ampunan.Dan kisah Al-Abbas menjadi contoh nyata dari keduanya.Al-Abbas mengatakan bahwa dirinya telah Islam, tetapi secara lahiriah ia berada di pihak Quraisy sehingga diperlakukan sebagai tawanan.Ia kemudian harus membayar tebusan. Bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa harta yang diambil darinya berjumlah 20 atau 40 uqiyah emas ada perbedaan riwayat dalam jumlahnya.Namun Allah kemudian menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih banyak. Al-Abbas sendiri menceritakan bahwa ia memperoleh banyak harta dan budak yang menghasilkan harta untuknya.Ia tidak menganggap keuntungan dunia sebagai pengganti yang paling berharga. Al-Abbas mengatakan bahwa ia berharap mendapatkan ampunan Allah. Dan Al-Abbas memahami bahwa ampunan Allah jauh lebih berharga daripada seluruh pengganti dunia.Kadang kita melihat sesuatu yang hilang dari hidup kita hanya dari sisi:“Aku kehilangan apa?”Padahal perspektif seorang mukmin seharusnya juga bertanya:“Kalau Allah mengambil sesuatu dariku, apa yang sedang Allah siapkan sebagai gantinya?”Dan pengganti itu tidak selalu berupa benda yang sama dalam jumlah lebih banyak.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:155

Tafsir Ibnu Katsir Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa Allah memerintahkan Musa untuk memilih tujuh puluh orang lelaki. Maka Musa memilih tujuh puluh orang lelaki dari kaumnya, lalu membawa mereka ke tanah lapang untuk berdoa kepada Tuhan mereka. Tersebutlah bahwa di antara doa yang diucapkan oleh mereka kepada Allah ialah, "Ya Allah, berikanlah kepada kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seseorang pun sebelum kami dan tidak akan Engkau berikan kepada seorang pun sesudah kami." Maka Allah tidak suka kepada permintaan yang mereka panjatkan itu, lalu mereka ditimpa oleh gempa.Musa berkata, "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini.", hingga akhir ayat.As-Saddi mengatakan, "Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada Musa untuk datang kepada-Nya bersama tiga puluh orang lelaki dari kalangan Bani Israil untuk meminta ampun kepada-Nya tentang perbuatan mereka yang telah menyembah patung anak lembu itu, dan Allah menjanjikan waktunya kepada mereka." Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya. (Al A'raf:155) yang berada di hadapannya, kemudian Musa membawa mereka pergi untuk bertobat. Ketika mereka telah sampat di tempat yang dituju, mereka mengatakan, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam ayat lain melalui Firman-Nya: Kami tidak akan beriman kepadamu. (Al Baqarah:55) Hai Musa. sebelum kami melihat Allah dengan terang. (Al Baqarah:55) Karena engkau telah berbicara langsung kepada-Nya, maka perlihatkanlah Allah kepada kami. karena itu kalian disambar halilintar. (Al Baqarah:55) Maka mereka pun mati semua, dan Musa berdiri menangis seraya berdoa kepada Allah, "Ya Tuhanku, apakah yang akan aku katakan kepada Bani Israil, jika aku datang kembali kepada mereka tanpa orang-orang ini, sedangkan orang-orang yang terpilih mereka telah Engkau binasa­kan?" Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasa­kan mereka dan aku sebelum ini.Muhammad ibnu Ishaq menceritakan bahwa Musa memilih tujuh puluh orang lelaki dari kalangan kaum Bani Israil, semuanya adalah orang-orang yang terpilih (terkemuka) dari kalangan mereka. Musa berkata, "Berangkatlah kalian kepada Allah, dan bertobatlah kepada-Nya dari apa yang telah kalian perbuat, dan mintakanlah kepada-Nya tobat buat orang-orang yang kalian tinggalkan di belakang kalian dari kalangan kaum kalian. Berpuasalah, bersucilah, dan bersihkanlah pakaian-pakaian kalian terlebih dahulu." Kemudian Musa membawa mereka pergi menuju Bukit Tursina untuk memenuhi janji yang telah ditetapkan untuknya oleh Tuhan-Nya Tersebutlah bahwa Musa tidak berani datang ke tempat itu kecuali dengan seizin dan pemberitahuan dari Allah subhanahu wata'āla Lalu ketujuh puluh orang itu —menurut kisah yang sampai kepada­ku— setelah melakukan apa yang diperintahkan oleh Musa kepada mereka dan Musa membawa mereka untuk bersua dengan Tuhannya, berkatalah mereka kepada Musa, "Mintakanlah bagi kami agar kami dapat mendengar suara Tuhan kami." Musa menjawab, "Akan aku lakukan." Ketika Musa berada di dekat bukit itu, tiba-tiba gunung itu diliputi oleh awan yang berbentuk tiang raksasa sehingga menutupi seluruh kawasan bukit tersebut. Musa mendekat dan masuk ke dalamnya, lalu ia berkata kepada kaumnya, "Mendekatlah kalian." Disebutkan bahwa apabila Musa sedang diajak bicara oleh Tuhan­nya, maka dari keningnya memancarlah nur yang sangat cemerlang, tiada seorang manusia pun yang mampu memandangnya. Maka dibuatkanlah hijab (oleh Allah) untuk menutupinya. Kaum itu mendekat, dan manakala mereka masuk ke dalam awan itu, maka mereka terjatuh bersujud, dan mereka mendengar Allah sedang berbicara kepada Musa seraya mengeluarkan titah dan larangan-Nya kepada Musa, yakni lakukanlah anu dan tinggalkanlah anu. Setelah Allah selesai dari pembicaraan-Nya kepada Musa dan awan telah lenyap dari Musa, maka Musa datang menemui mereka, tetapi mereka berkata kepadanya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kalian disambar halilintar. (Al Baqarah:55) Yang dimaksud dengan sa'iqah sama dengan rajfah. Maka nyawa mereka semuanya melayang, dan matilah mereka. Lalu Musa bangkit memohon kepada Tuhannya dan berdoa serta memohon dengan penuh harap kepada-Nya. Untuk itu Musa mengatakan:Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasa­kan mereka dan aku sebelum iniSedangkan mereka benar-benar orang-orang yang bodoh, maka apakah Engkau membinasakan orang-orang Bani Israil yang ada di belakangku?Ibnu Abbas, Qatadah, Mujahid, dan Ibnu Jarir mengatakan bahwa mereka ditimpa oleh halilintar (gempa dahsyat) karena mereka tidak mau melenyapkan penyembahan patung anak lembu dari kalangan kaumnya, tidak mau pula melarang kaumnya melakukan hal tersebut. Pendapat ini berdasarkan perkataan Musa a.s. yang disitir oleh firman-Nya: Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Al A'raf:155)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Itu hanyalah cobaan dari Engkau.Maksudnya cobaan dan ujian yang Engkau berikan kepada mereka.Demikianlah menurut tafsir yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Sa'id ibnu Jubair, Abul Aliyah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf.Tiada makna atau takwil selain ini. Dengan kata lain, sesungguhnya perkara ini hanyalah urusanmu, dan sesungguhnya keputusan ini hanyalah Engkau yang melakukannya. Maka apa saja yang Engkau kehendaki, pasti terjadi, Engkau sesatkan siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk siapa pun yang Engkau kehendaki. Tidak ada pemberi petunjuk bagi orang yang telah Engkau sesatkan, dan tiada yang dapat menyesatkan orang yang telah Engkau beri petunjuk. Tidak ada yang memberi orang yang Engkau cegah, dan tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan. Kerajaan adalah milik Engkau belaka, dan keputusan hukum hanyalah milik Engkau, milik Engkaulah makhluk dan semua urusan.Firman Allah subhanahu wata'āla:Engkaulah yang memimpin kami. maka ampunilah kami dan berilah kamirahmat, dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. (Al A'raf:155)Al-gafru artinya menutupi dan tidak menghukum karena dosa, sedangkan pengertian rahmat apabila dibarengi dengan ampunan. Maka makna yang dimaksud ialah 'janganlah dijerumuskan ke dalam hal yang serupa (yakni dosa yang serupa) di masa mendatang nanti.Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. (Al A'raf:155)Yakni tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau sendiri.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →