📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 50

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:50)Tema: ALLAH TIDAK MENYAMAKAN ORANG YANG BAIK DENGAN ORANG YANG BURUK (Ayat 34-52)Subtema: Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, (Ayat 45-52)Namun, akhirnya Nabi Yunus ‘alaihissalam bertaubat kepada Allah menyadari kesalahannya, lalu Allah pun menerima taubatnya dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang saleh. (97)Oleh karena itu, jangan pernah terbetik di dalam pikiran kita bahwa Nabi Yunus ‘alaihissalam adalah orang yang tercela dan kita lebih baik daripada dia. Karena sesungguhnya Allah telah menerima taubatnya dan memasukkannya ke dalam golongan orang yang saleh(98), sebagaimana Nabi-Nabi yang lain juga pernah salah seperti Nabi Adam, Nabi Nuh, dan Nabi Musa ‘alaihimassalam, bahkan Nabi ﷺ juga pernah berbuat salah. Akan tetapi kesalahan tersebut menjadikan mereka para Nabi-Nabi Allah jadi lebih baik dari sebelum mereka bersalah. Karena betapa banyak orang setelah melakukan kesalahan, dia kembali kepada Allah ﷻ, namun itu menjadikan dia lebih baik dari sebelumnya, di antaranya adalah Nabi Yunus ‘alaihissalam.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah annisah halaman 82

1 Larangan menikahi wanita-wanita yg sdh bersuami,baik wanita merdeka maupun budak sampai masa iddah mereka bereka berakhir,apapun sebab iddah tersbut2 Mahar(mas kawin)seorang wanita menjadi keharusan yg wajid ditinaikan setelah pasangan suami istri bercampur dan istri boleh memberikan potongan atas mahar tsbt apabila dilakukan dgn kerelahan dr dirinya3 Boleh menikahi budak-budak wanita yg beriman ketika laki-laki tidak mampu menikahi wanita yg merdeka

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir quran surah al ankabut ayat 21

Allah taala berfirman:يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرۡحَمُ مَن يَشَآءُ ۖ وَإِلَيۡهِ تُقۡلَبُونَAllah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)QS. Al-`Ankabūt: 21Tafsir Al-MuyassarAl-'Ankabut (29:21)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya atas dosa masa lalunya dalam kehidupannya, dan Dia merahmati siapa yang Dia kehendaki dari mereka dari kalangan orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih. Hanya kepada-Nya kalian akan kembali, lalu Dia akan membalas kalian atas apa yang kalian lakukan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

QS At takwir ayat 8

وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ ۝٨"apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,"Asal kata dari الْمَوْءُودَةُ adalah maknanya diberi beban berat, karena berasal dari kata kerja وَأَدَ, Ibnu Faris berkata :(وَأَدَ) الْوَاوُ وَالْهَمْزَةُ وَالدَّالُ: كَلِمَةٌ تَدُلُّ عَلَى إِثْقَالِ شَيْءٍ بِشَيْءٍ...وَالْمَوْءُودَةُ مِنْ هَذَا، لِأَنَّهَا تُدْفَنُ حَيَّةً، فَهِيَ تُثْقَلُ بِالتُّرَابِ الَّذِي يَعْلُوهَا‘’ وَأَدَHuruf wawu, hamzah, dan daal adalah kata yang menunjukan makna memberatkan sesuatu dengan sesuatu… diantaranya adalah karena anak wanita itu dikubur hidup-hidup, maka anak wanita itu diberi beban berat yaitu tanah yang menutupinya’’ (Mu’jam Maqoosyiis al-Lughoh 6/78, lihat juga Tafsir al-Qurthubi 19/232)

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah 11-12

QS. Al-Baqarah: 11–12وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ۝١١“Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah kalian membuat kerusakan di bumi,’ mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.’”Tafsir Al-Mukhtashar:Apabila mereka dilarang membuat kerusakan di muka bumi berupa kekafiran, perbuatan dosa, dan lainnya, mereka mengingkarinya. Bahkan mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang baik dan selalu menganjurkan perbaikan.أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ ۝١٢“Ketahuilah, sesungguhnya merekalah yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya.”Tafsir Al-Mukhtashar:Padahal, sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya serta tidak merasa bahwa perbuatan mereka adalah sumber kerusakan.KesimpulanOrang munafik melakukan kerusakan, tetapi menganggap dirinya sedang melakukan perbaikan. Mereka menolak nasihat dan tidak menyadari bahwa perbuatan mereka sebenarnya menjadi sumber kerusakan.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat ar Rahman

1️⃣ Bacalah doa: "Allahumma innii as-alukal jannata wa na'iimaha wa maa qarraba ilayha kin qaulin wa 'amal"(Artinya: "Ya Allah, aku memohon pada-Mu surga-Mu dan kenikmatannya, serta segala ucapan dan amalan yang mendekatkanku padanya")2️⃣ Bersyukurlah kepada Allah 'azza wajalla karena telah mengajarkan kita Al-Qur'an3️⃣ Ingatlah sebuah nikmat yang Allah berikan khusus untukmu, lalu syukurilah

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir As-Sa'di QS Al Hijr : 46

Allah taala berfirman:ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ(Dikatakan kepada mereka), "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman 1".📝 Ringkasan Tafsir As-Sa'di“Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.”Allah menyambut orang-orang bertakwa dengan keselamatan dan keamanan sempurna di dalam surga.Mereka terbebas dari:kematian dan tidur,kelelahan dan kelesuan,berkurangnya kenikmatan,penyakit dan kesedihan,kegelisahan serta segala sesuatu yang mengeruhkan hati.✨ PelajaranKenikmatan surga itu sempurna dan kekal.Tidak ada rasa takut kehilangan, tidak ada kesedihan, sakit, lelah, ataupun gangguan yang mengurangi kebahagiaan.Dunia penuh dengan kenikmatan yang sementara dan tidak sempurna. Sedangkan surga adalah tempat keselamatan, ketenangan, dan kenikmatan yang sempurna.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Juz 6 - Surat Al-Ma'idah #1 Ayat 1-3

Keistimewaan :1.       surat terakhir turun2.       banyak berbicara tentang fiqih (makanan halal, haram dan lain-lain masalah2 fiqih)ayat 1 : tunaikanlah kesempurnaan janji kalian.Janji di sini bersifat umum. Dibagi menjadi 2 janji kepada Allah dan janji kepada manusiaDalil bahwa pasal dalam perjanjian/kesepakatan Adalah boleh harus di tunaikanAllah berfirman, di halalkan bagi kalian hewan ternak (halal), kecuali yang akan di bacakan kepada kalian (Qs. Al Maidah pada ayat 3 – hewan yang haram). Tanpa menghalalkan hewan buruan sementara kalian sedang ikhram (boleh berburu kecuali sedang ikhram atau sedang di tanah haram). Sesuangguhnya Allah menghukum apa yang Ia kehendaki Ayat 2, Janganlah kalian melanggar (menghalalkan), siar-siar Allah (berkaitan dengan tanah haram/haji) jangan menggampangkan atau buat aturan sendiri, bulan-bulan haram (Dzulkaidah,Dzulhijjah,Muharram, Rajab) jangan berperang lalu jangan bermaksiat, Al Hadyu (hewan yang di hadiahkan di tanah haram), Al Qolaaid (hewan yang di kasih tanda), Aamiinabait, dll jangan sampai kebencian kalian (melampaui batas) menghalangi kalian dari masjid haram membawa kalian untuk melanggar/berbuat dzolim. Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa (ta’awun sebagai makhluk sosial dan butuh kerja sama dalam mengerjakan kebaikan di lingkup kecil dalam berkeluarga), jangan tolong-monolong dalam berbuat dosa (kemaksiatan) karna Siksa Allah sangat berat. Ayat 3, Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah,1 daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam/dilukai oleh binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih.2 Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah),3 (karena) itu suatu perbuatan fasik. Tetapi barang siapa terpaksa (darurat) karena tidak ada pilihan sehingga lapar hingga hampir mati bukan karena ingin berbuat dosa boleh untuk di makan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 3

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 3الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ“Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”Pada ayat ini, Allah menjelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa.Apa saja sifat-sifat orang bertakwa yang bisa mengambil hidayah dari Al-Qur'an?1. Orang-orang yang beriman kepada yang gaib.Gaib yaitu sesuatu yang tidak kelihatan, seperti alam barzakh, masa depan, surga dan neraka, malaikat, takdir, Allah, dan lainnya yang membutuhkan keimanan.Ini adalah level yang tinggi, yaitu beriman kepada sesuatu yang tidak terlihat, namun terdapat bukti-bukti yang menunjukkannya. Ini adalah sifat spesial yang memuliakan kaum beriman.2. Mendirikan salat.Mendirikan atau menegakkan salat tidak sama dengan sekadar mengerjakan salat.Yang dituntut oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah menegakkan salat. Menegakkan berarti melazimkan seseorang untuk salat dengan baik, berusaha menyempurnakan rukun-rukunnya dan sunnah-sunnahnya, serta berusaha sebaik-baiknya dan khusyuk.Salat inilah yang mengantarkan kepada pencegahan perbuatan yang keji dan mungkar.3. Dan dari apa yang Kami beri rezeki kepada mereka, mereka infakkan.Rezeki yang mereka infakkan bahwasanya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita berusaha, tetapi yang menentukan banyak dan sedikitnya rezeki adalah Allah.Yang diminta oleh Allah hanyalah sebagian, bukan seluruhnya. Allah memberi, maka kita mengeluarkan sebagian.Karena harta dari Allah adalah amanah.Infak, kata para ulama, di sini bersifat umum, mencakup infak wajib dan infak sunnah.Infak wajib dibagi menjadi dua, yaitu:✓ Zakat, yang sudah ditentukan kadar dan aturannya.✓ Infak wajib, seperti nafkah kepada keluarga, orang tua, kerabat, orang miskin, dan lainnya. Ini tidak ditentukan kadarnya secara khusus, namun berdasarkan 'urf (kebiasaan yang berlaku) dan kemampuan.Adapun infak sunnah, sifatnya bebas. Yang penting dilakukan dengan ikhlas.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 31

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:32)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210835. Maksudnya, Al-Qur`ān itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur­angsur agar dengan cara demikian hati nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam menjadi kuat dan tetap.Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang sikap orang-orang kafir yang banyak menentang dan ingkar, juga keusilan mereka terhadap hal yang bukan urusan mereka, karena mereka mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? (Al Furqaan:32)Yakni mengapa Al-Qur'an yang diwahyukan kepada Muhammad tidak diturunkan sekali turun saja, sebagaimana telah diturunkan kitab-kitab yang sebelumnya sekaligus, seperti kitab Taurat, Injil, Zabur, dan kitab-kitab samawi lainnya?Maka Allah subhanahu wata'āla menjawab perkataan tersebut. Sesungguhnya Dia menurunkan Al-Qur'an secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun menurut peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang berkaitan dengannya serta menurut hukum yang diperlukan, tiada lain untuk meneguhkan hati orang-orang mukmin terhadapnya. Sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur. (Al Israa':106), hingga akhir ayat.Dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil. (Al Furqaan:32)Qatadah mengatakan bahwa makna tartil ialah menjelaskan, yakni Kami menjelaskannya sejelas-jelasnya. Menurut Ibnu Zaid, makna yang dimaksud ialah Kami menafsirkannya dengan jelas."Tolong buatkan teks di atas dalam bentuk foto dalam format story Instagram. Dengan menggunakan simbol siluet tanpa wajah yang sesuai. Menggunakan stabilo warna kuning dan garis warna merah untuk membuat penekanan pada kata atau kalimat yang menjadi poin. Menggunakan latar belakang warna kertas yang sesuai. Tertata rapi dan mudah dipahami. Dimuat dalam 1 halaman"Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:31)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan seperti itulah telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. (Al Furqaan:31)Seperti yang terjadi pada dirimu, hai Muhammad, dari kaummu, yaitu orang-orang yang tidak mengacuhkan Al-Qur'an. Hal yang sama telah terjadi pula di kalangan umat-umat terdahulu. Karena Allah menjadikan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari kalangan orang-orang yang berdosa yang menyeru manusia kepada kesesatan dan kekafiran mereka. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebut dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. (Al An'am:112)Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (Al Furqaan:31)bagi orang yang mengikuti Rasul-Nya, beriman kepada Kitab-Nya, membenarkannya dan mengikuti petunjuknya. Sesungguhnya Allah akan memberinya petunjuk dan menolongnya di dunia dan di akhirat. Disebutkan oleh firman-Nya:menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (Al Furqaan:31)tiada lain karena orang-orang musyrik selalu menghalang-halangi manusia dari mengikuti ajaran Al-Qur'an, dengan tujuan agar tiada seorang pun yang memakai petunjuknya, dan agar jalan mereka (orang-orang musyrik) dapat mengalahkan petunjuk Al-Qur'an. Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. (Al Furqaan:31), hingga akhir ayat.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 17 Agustus

Tafsir As-Sa’di QS. Al-'Anfāl: 53​ ذَٰلِكَ ​"Yang demikian (siksaan) itu."​Penjelasan: Siksa yang Allah timpakan kepada umat-umat yang mendustakan dan melenyapkan nikmat yang mereka rasakan adalah disebabkan oleh dosa-dosa mereka dan pengubahan terhadap apa yang ada pada diri mereka sendiri.​ ٱللَّهَ لَمۡ يَكُ مُغَيِّرٗا نِّعۡمَةً أَنۡعَمَهَا عَلَىٰ قَوۡمٍ ​"sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum"​Penjelasan: Baik dari nikmat agama maupun dunia, tetapi Dia membiarkannya dan akan menambahnya jika mereka mensyukurinya.​ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡ ​"hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri"​Penjelasan: Yakni dari ketaatan kepada kemaksiatan, kemudian mereka mengkufuri nikmat Allah dan menggantinya dengan kekufuran, maka Dia pun menariknya kembali dan merubahnya sebagaimana mereka merubah apa yang ada pada diri mereka.​Penjelasan Hikmah & Keadilan Allah​Dalam semua itu Allah memiliki hikmah, keadilan, dan kebaikan kepada hamba-hamba-Nya:​Allah tidak menyiksa mereka kecuali karena kezhaliman mereka.​Allah menarik hati para wali-Nya agar selalu ingat kepada-Nya dengan melihat azab yang menimpa hamba-hamba-Nya yang menyelisihi perintah-Nya.​ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ​"Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"​Penjelasan: Mendengar semua yang diucapkan orang yang berucap, baik yang dikeraskan maupun yang dirahasiakan. Allah mengetahui apa yang disimpan oleh hati dan dipendam dalam dada, maka Dia memberlakukan takdir kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →