📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir QS. Ar-Ra’d (13): 8–9

Tema: Kesempurnaan Ilmu Allah1. Allah Mengetahui Segala SesuatuAllah memiliki ilmu yang sempurna dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.Allah mengetahui:Apa yang ada di dalam rahim.Tahapan perkembangan janin.Jenis kelamin dan keadaan janin.Rezeki, usia, amal, serta keadaan manusia.Segala sesuatu yang tampak maupun yang tersembunyi.Tidak ada satu pun detail kehidupan manusia yang luput dari ilmu Allah.2. Allah Mengetahui Proses Penciptaan ManusiaJanin diciptakan tahap demi tahap dalam rahim.Tafsir Ibnu Katsir mengaitkannya dengan penjelasan dalam QS. Al-Mu’minun 12–14 tentang tahapan penciptaan manusia.Hal ini menunjukkan bahwa penciptaan manusia bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa aturan, tetapi berlangsung berdasarkan ilmu, kehendak, dan ketetapan Allah.3. “Yang Kurang dan Yang Bertambah”Allah mengetahui keadaan setiap kandungan, termasuk apa yang terjadi pada masa kehamilan.Para ulama tafsir memberikan beberapa penjelasan tentang makna “kurang” dan “bertambah”, di antaranya berkaitan dengan:Masa kehamilan yang lebih singkat atau lebih panjang.Janin yang lahir belum sempurna atau lahir sempurna.Berbagai keadaan yang terjadi pada kandungan.Intinya: seluruh keadaan tersebut diketahui dan berada dalam ilmu Allah.4. Allah Mengetahui Rezeki dan AjalAllah telah menetapkan ukuran bagi setiap makhluk.Termasuk:RezekiAjal/usiaKetentuan kehidupan manusiaKarena itu, manusia tidak perlu hidup dalam kecemasan seolah-olah rezekinya berada sepenuhnya di tangannya sendiri.Namun keyakinan terhadap ketetapan Allah bukan alasan untuk meninggalkan usaha. Kita tetap berikhtiar, sementara hati bertawakal kepada Allah.5. Allah Mengetahui yang Gaib dan yang TampakAllah mengetahui al-ghaib maupun asy-syahadah:Apa yang manusia lihat maupun yang tidak dapat mereka lihat, semuanya berada dalam pengetahuan Allah.Tidak ada rahasia yang benar-benar tersembunyi dari-Nya.Pikiran yang tidak diketahui manusia, keadaan hati, sesuatu yang belum terjadi, serta berbagai perkara gaib—semuanya berada dalam ilmu Allah.6. Allah Mahabesar dan MahatinggiAyat ini ditutup dengan sifat Allah:Al-Kabīr — Yang Mahabesar.Al-Muta‘āl — Yang Mahatinggi.Tidak ada sesuatu pun yang lebih besar daripada Allah dan tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kekuasaan-Nya.🌿 Hikmah dan Tadabbur1. Kita tidak pernah benar-benar sendirian.Ada banyak hal dalam hidup yang tidak kita ketahui, tetapi semuanya diketahui Allah.2. Belajar percaya kepada Allah.Ketika kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok, kita tetap bisa tenang karena Allah mengetahuinya.3. Rezeki tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.Allah yang memberi rezeki bahkan kepada manusia ketika masih berada di dalam rahim dan belum mampu melakukan apa pun.4. Ketidaktahuan manusia bukan berarti Allah tidak mengaturnya.Kita hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan, sedangkan ilmu Allah meliputi semuanya.5. Ilmu seharusnya melahirkan tawakal.Semakin kita menyadari luasnya ilmu Allah, semakin kita memahami bahwa manusia membutuhkan-Nya.✨ Inti Pesan Ayat 8–9Allah mengetahui apa yang kita tidak ketahui.Allah mengetahui bagaimana kita dimulai, bagaimana kita menjalani hidup, dan kapan kehidupan kita berakhir.Maka tugas kita bukan mengetahui seluruh rencana Allah, tetapi beriman, berikhtiar, dan mempercayakan apa yang tidak kita ketahui kepada Allah Yang Maha Mengetahui.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Al Anfal ayat 48

Tetaplah kalian taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya dalam seluruh ucapan, perbuatan, dan hal ihwal kalian, serta janganlah kalian kal berselisih pendapat karena perselisihan akan membuat kalian menjadi lemah, takut, dan kehilangan kekuatan kalian. Bersabarlah ketika kalian berhadapan dengan musuh kalian karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dalam bentuk pertolongan, dukungan, dan bantuan, dan barang siapa yang Allah menyertai-Nya maka ialah orang yang pasti meraih kemenangan dan mendapatkan pertolongan.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 20

“Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti RasulNya! Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada RasulNya dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya dan janganlah kalian berpaling dariNya dengan menentang perintahNya dan melanggar laranganNya, sedangkan kalian mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian.”​

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir QS At-Tin Al- Mukhtasar

Tafsir QS At-Tin Al- Mukhtasar Tujuan pokok :Penyebutan karunia Allah terhadap manusia berupa kelulusan fitrah dan penciptaannya, serta kesempurnaan syariat penutup (Islam).Tafsir:Allah bersumpah dengan buah tin dan tempat tumbuhnya, serta bersumpah dengan buah zaitun dan tempat tumbuhnya di negeri Palestina. Allah juga bersumpah dengan bukit Sinai yang merupakan tempat Allah memanggil nabinya Musa alaihissalam Kemudian dia bersumpah dengan tanah haram Mekah yang merupakan tempat aman bagi orang-orang yang memasukinya sekaligus tempat diutusnya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaan dan seindah-indahnya rupa.Kemudian kami kembalikan fisiknya menjadi tua dan pikun di dunia, sehingga tak dapat memanfaatkan jasadnya sebagaimana ia tak dapat mengambil manfaat bila fitrahnya rusak dan masuk neraka. Kecuali orang yang beriman kepada Allah dan melakukan amal saleh karena meskipun jasad mereka menua namun bagi mereka balasan yang kekal dan tidak terputus yaitu dengan surga karena mereka menyucikan fitrah diri mereka. Lantas apa yang menjadikanmu wahai manusia mendustakan Hari pembalasan setelah kamu melihat langsung sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya yang banyak?Bukan Allah dengan menjadikan hari kiamat sebagai Hari pembalasan adalah sang hakim yang paling bijaksana dan paling adil apakah masuk akal bahwa Allah meninggalkan hamba-hambaNya begitu saja tanpa mengadili di antara mereka yaitu dengan membalas orang yang baik karena kebaikannya dan membalas orang jahat karena kejahatannya?!

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)

Allah taala berfirman:يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتًا غَيۡرَ بُيُوتِكُمۡ حَتَّىٰ تَسۡتَأۡنِسُواْ وَتُسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَهۡلِهَا ۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 27Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:27)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang menjalankan syariat-Nya! Janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin untuk masuk dan memberi salam kepada penghuninya. Dengan kalimat yang diajarkan oleh sunnah: Assalamu’alaikum! Apakah saya boleh masuk? Ini adalah cara meminta izin yang baik buat kalian agar dengan perbuatan itu, kalian selalu ingat dengan perintah-perintah-Nya kemudian kalian menaati-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 16 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf : 147

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Araf : 147Dan orang-orang yang mendustakan keterangan-keterangan dan ayat-ayat Allah dan tidak percaya akan adanya pertemuan dengan-Nya pada hari Kiamat maka sia-sialah semua perbuatan mereka, karena hilangnya syarat diterimanya amal yaitu beriman kepada Allah dan membenarkan pembalasan-Nya. Mereka tidak akan mendapat balasan apa-apa di akhirat, kecuali sesuai dengan kekufuran dan kedurhakaan yang mereka lakukan di dunia, yaitu kekal di neraka.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As Sa'di surah Al Anfal ayat 27

(27) Allah تعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman agar menunaikan perintah-perintah dan larangan-larangan yang Allah amanatkan kepada mereka, karena Allah telah mena-warkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung, semua menolak memikulnya dan khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. Barangsiapa menunaikan amanat, maka dia berhak mendapatkan pahala besar dari Allah, dan barangsiapa mengkhia-natinya dan tidak menunaikannya, maka dia berhak mendapatkan azab yang keras dan dia menjadi pengkhianat Allah, Rasulullah, dan amanatnya itu sendiri, menodai dirinya sendiri karena dia telah mengambil sifat terburuk dan ciri terjelek yaitu khianat, serta meng-abaikan sifat yang paling baik dan sempurna yaitu amanat.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Tadabbur surat al anfal 11

Di tengah beratnya peperangan, Allah memberi ketenangan kepada kaum muslimin bahkan melalui rasa kantuk, lalu menurunkan hujan yang bukan hanya menyucikan mereka secara lahir, tetapi juga menghilangkan bisikan setan, menguatkan hati, dan memperteguh langkah mereka. Hal serupa juga terjadi dalam Perang Uhud, sebagaimana disebutkan dalam Ali ‘Imran: 154. Dari sini kita belajar, pertolongan Allah tidak selalu langsung berupa perubahan keadaan; terkadang Allah terlebih dahulu menenangkan hati kita agar mampu tetap teguh menghadapi keadaan yang belum berubah.Kadang kita kira pertolongan Allah itu harus berupa masalah yang langsung selesai. Padahal di kisah Perang Badar, bahkan juga Perang Uhud, Allah menolong kaum muslimin dengan cara menenangkan hati mereka terlebih dahulu, rasa kantuk, menurunkan hujan, menguatkan hati, lalu memperteguh langkah mereka. Jadi mungkin, saat keadaan belum juga berubah, bisa jadi Allah sedang menolong kita dengan menenangkan hati kita dulu supaya kita tetap kuat menghadapinya.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Muyassar QS. Ibrahim : 7

Allah taala berfirman:وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ ۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞDan (ingatlah juga), tatkala Tuhan-mu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"📝 Ringkasan Tafsir Al-Muyassar1. Bersyukur Mendatangkan Tambahan NikmatAllah menjanjikan: siapa yang bersyukur atas nikmat-Nya, Allah akan menambah karunia dan nikmat tersebut.2. Kufur Nikmat Mendatangkan AzabSebaliknya, orang yang mengingkari nikmat Allah dan tidak mensyukurinya akan mendapatkan azab yang pedih.✨ PelajaranSyukur bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah, tetapi mengakui nikmat berasal dari Allah dan menggunakannya dalam ketaatan kepada-Nya.Nikmat → syukur → tambahan karunia.Nikmat → kufur → ancaman azab.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Qs At takwir ayat 7

Ada 3 tafisiran dikalangan salaf tentang makna ayat ini.Tafsiran pertama yang dimaksudkan dengan dipertemukan adalah jiwa itu dimasukkan ke dalam badannya kembali. Tadinya ruh dicabut kemudian diletakkan di alam barzakh sedangkan tubuhnya bisa jadi lapuk bersama tanah atau bisa jadi dimakan oleh binatang buas atau dimakan oleh ikan, namun pada hari tersebut ruh akan dikembalikan kepada tubuhnya semula. (Tafsir At-Thobari 24/144)Para ulama menyatakan bahwa kondisi keterkaitan antara ruh dan badan ada beberapa jenis. Tatkala seseorang masih hidup di atas muka bumi, maka yang paling dominan adalah jasad dibandingkan dengan ruh. Karenanya jika tertimpa sesuatu yang menyakitkan maka yang pertama kali akan merasakannya adalah jasad, begitupun jika ada sesuatu yang melezatkan maka yang pertama kali merasakannya adalah jasad. Meskipun ruh juga bisa terpengaruh dengan sakit atau kelezatan yang dialami jasad tetapi hubungan antara jasad dan ruh lebih kuat/dominan pada jasad dibandingkan dengan. Adapun ketika di alam barzakh maka ruh lebih dominan dibandingkan jasad, ruh menjadi sempurna sedangkan jasad mulai rusak, sehingga kalau seseorang dikuburkan maka ruh lah yang paling dominan. Ruh yang merasakan adzab dan kenikmatan. Meskipun jasadnya akan terpengaruh akan tetapi yang paling dominan adalah ruh dibandingkan jasad, dan jasad mengikuti ruuh. Namun di hari akhirat kelak antara ruh dan jasad sama-sama dominan sehingga adzab dan kenikmatan dirasakan oleh jasad dan ruh bersamaan. Hal ini karena ruh tersebut dikumpulkan kembali dengan jasadnya. (lihat hubungan antara ruuh dan Jasad di kitab-kitab berikut : Ar-Ruuh, Ibnul Qoyyim hal 43-44, Al-Ajwibah Al-Muhimmah, Ibnu Hajar hal 7-8, syarh al-‘Aqiidah at-Thohaawiyah, Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi 2/578-579, dan penjelasan Asy-Syaikh Sholih Alu Syaikh terhadap al-Aqidah at-Thohawiyah)Tafsiran kedua yang dimaksud dengan dipertemukan adalah masing-masing orang dikumpulkan dengan yang sejalan dengannya. Orang kafir akan dikumpulkan dengan sesama orang kafir, orang munafik akan dikumpulkan dengan sesama orang munafik, orang yahudi akan dikumpulkan dengan sesama orang yahudi, orang nasrani akan dikumpulkan dengan orang nasrani, orang yang menyembah matahari akan dikumpulkan dengan sesama penyembah matahari, pezina dikumpulkan dengan sesama pezina, begitupun dengan orang beriman akan dikumpulkan dengan sesama orang beriman, orang bertakwa akan dikumpulkan dengan sesama orang bertakwa. Oleh karena itu, Allah berfirman dalam Al Qur'an :احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah.” (QS Ash-Shaffat : 22)Allah juga berfirman dalam ayat yang lain :وَكُنتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً (7) فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ (8) وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ (9) وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ (10) أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ (11)“Dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah).” (QS Al-Waqi’ah : 7-11)Oleh karena itu, masing-masing manusia pada hari kiamat nanti akan bergandengan bersama kelompoknya masing-masing. Orang musyrik akan berkumpul bersama orang musyrik, orang bertauhid akan berkumpul bersama orang bertauhid, dan seterusnya. Demikianlah Allah akan mengelompokkan mereka pada hari kiamat kelak.Tafsiran ketiga yaitu sebagaimana perkataan ‘Athoo’ :زُوِّجَتْ نُفُوسُ الْمُؤْمِنِينَ بِالْحُورِ الْعِينِ‘’jiwa-jiwa kaum mukminin dipertemukan (yaitu dinikahkan) dengan bidadari’’ (Tafsir Al-Baghowi 8/347)

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 2

Surah Al-Baqarah Ayat 2Zalikal kitabu la raiba fihi hudan lil muttaqin.Artinya, “Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”Zalikal kitabu.Zalika, “zalika” itu adalah kata isyarah yang menunjukkan kata jauh, sedangkan Al-Kitab itu adalah Al-Kitab atau Al-Qur’an.Zalikal kitabu, Al-Qur’an itu. Maksudnya, untuk menunjukkan tingginya kedudukan Al-Qur’an. Karena dia seakan-akan jauh tinggi di sana. Ini metode orang-orang Arab dalam mengagungkan sesuatu.Kitab itu maksudnya adalah Al-Qur’an. Ketika Surah Al-Baqarah ini turun, setelah Nabi berhijrah, Al-Qur’an belum dikumpulkan menjadi sebuah kitab seperti sekarang, namun baru berupa lembaran-lembaran. Ini isyarat bahwasanya Al-Qur’an, ketika Allah mengungkap Al-Qur’an dengan kitab, memberi isyarat bahwasanya Al-Qur’an itu akan menjadi suatu kitab.La raiba fihi.La artinya tidak. Raibah, keraguan. Asalnya, sebagaimana penjelasan Ibn ‘Asyur, bahwasanya artinya kegelisahan karena keraguan dan kegoncangan dalam hati. Asal kata raibah, keraguan dan kegelisahan dalam jiwa.Al-Qur’an tidak ada keraguan apa pun sama sekali dalam sisi atau segi apa pun.Allah Ta’ala berfirman, “Apakah mereka tidak mentadaburi Al-Qur’an? Seandainya Al-Qur’an bukan dari Allah, maka kalian akan mendapati banyak perselisihan.”Tidak ada keraguan, maksudnya melainkan lawannya, yaitu Al-Qur’an isinya semuanya perkara yang diyakini.Hudan lil muttaqin.Hudan, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.Petunjuk menuju apa? Di sini tidak disebutkan oleh Allah. Dalam kaidah tafsir, jika maf’ul atau objek tidak disebutkan, maka memberi faedah keumuman. Maksudnya, Al-Qur’an memberi petunjuk kepada segala kebaikan.Jika ingin mencari segala kebaikan, carilah lewat Al-Qur’an.Lil muttaqin, takwa.Takwa secara bahasa, seseorang berusaha melakukan sebab-sebab untuk melindungi dari neraka Jahannam.Takwa menurut istilah, melakukan sebab-sebab dari terhindarnya azab neraka.Al-Qur’an itu petunjuk bagi semuanya. Tetapi yang bisa mengambil faedah atau hidayah hanya orang yang bertakwa.Takwa, mengambil perlindungan. Maksudnya, seseorang mengambil perlindungan dari neraka Jahannam.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
I

izabel hikmatul rasheeda

📍 Kota Tangerang Selatan

Tafsir ayat 142

Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:142)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Sekitar pemindahan kiblat (Ayat 142-152)Catatan kaki:209862. Maksudnya ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.209863. Di waktu Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam berada di Mekah, di tengah-tengah kaum musyrikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelahOrang-orang yang bodoh dan orang-orang yang lemah akal dari kalangan orang-orang Yahudi dan lainnya berkata menghina dan menentang, "Apa yang memalingkan orang-orang Islam itu dari kiblat di mana selama ini mereka shalat menghadap ke sana di awal Islam?" Maksudnya adalah Baitul Maqdis. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Barat dan timur serta apa yang ada di antara keduanya adalah milik Allah. Tidak ada satu arahpun yang keluar dari kekuasaan Allah, Dia membimbing siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus. Ini mengandung petunjuk bahwa segala urusan adalah milik Allah dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya, ke mana pun Dia memalingkan kami, ke sanalah kami berpaling."Disalin dari Quran TadabburTilawah juz 4 1/2 pertama

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir al ankabut ayat 31

Allah taala berfirman:وَلَمَّا جَآءَتۡ رُسُلُنَآ إِبۡرَٰهِيمَ بِٱلۡبُشۡرَىٰ قَالُوٓاْ إِنَّا مُهۡلِكُوٓاْ أَهۡلِ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِ ۖ إِنَّ أَهۡلَهَا كَانُواْ ظَٰلِمِينَDan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrāhīm membawa kabar gembira 1, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim".Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)Catatan kaki:210919. Maksudnya, kabar bahwa Nabi Ibrāhīm ‘Alaihissalām akan mendapat putra.QS. Al-`Ankabūt: 31Tafsir Ibnu KatsirAl-'Ankabut (29:31)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)Catatan kaki:210919. Maksudnya, kabar bahwa Nabi Ibrāhīm ‘Alaihissalām akan mendapat putra.Setelah Nabi Lut a.s. meminta tolong kepada Allah subhanahu wata'āla untuk membinasakan mereka, maka Allah mengirimkan para malaikat untuk menolongnya, malaikat-malaikat itu mampir terlebih dahulu ke rumah Nabi Ibrahim a.s. dalam rupa tamu. Maka Ibrahim a.s. melakukan hal yang biasa dilakukan oleh pemilik rumah kepada para tamunya, tetapi setelah Nabi Ibrahim melihat bahwa para tamunya ini tidak mempunyai selera terhadap makanan yang disuguhkannya, maka ia merasa heran, dan rasa takut terhadap mereka mulai menyelinap di hatinya.Maka para tamu itu menghibur hatinya dan menyampaikan berita gembira kepadanya akan kelahiran seorang anak yang saleh dari istrinya yang bernama Sarah. Saat itu Sarah ada di tempat yang sama dan menyaksikan mereka, ia merasa heran dengan berita gembira itu, sebagai­mana yang telah dijelaskan dalam tafsir surat Hud dan surat Al-Hijr.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 11

Tafsir Tafsir At-TaysirAr-Raĥmān (55:11)Tema: BEBERAPA NIKMAT ALLAH YANG DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA (Ayat 1-30)Di bumi ada buah-buahan(41). Sedangkan planet lain selain bumi tidak ada. Maka, bagaimana mungkin manusia hendak hidup di sana.فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِۖ“Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.” (QS. Ar-Rahman: 11)Di dalam ayat ini Allah menyebutkan diantara kenikmatan-kenikmatan yang Allah letakkan di bumi. Allah tidak menjadikan bumi hanya berupa dataran tanpa ada isinya, akan tetapi Dia juga menyiapkan kenikmatan-kenikmatan yang lain berupa buah-buahan, pohon kurma yang memiliki (الْأَكْمَام) penutup. Maksudnya adalah kelopak buah kurma. (42)Para ulama menjelaskan (الْأَكْمَام ذَاتُ) dengan dua tafsiran. Pertama: Serbuk sari pada kurma yang terletak di dalam kelopak yang menutupinya dan suatu saat dia akan terbuka ketika tiba waktunya. Itu menandakan bahwa kurma tersebut telah matang. Maka di dalam ayat ini disebutkan dengan kurma yang memiliki kelopak yang menutupinya. Kedua: Serabut yang menutupi batang kurma, hingga seakan-akan buah kurma tertutupi dengan serabut tersebut.(43)Intinya, di dalam ayat ini Allah menjelaskan tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

QS Al maidah ayat 1

QS Al maidah ayat 1 Sumber : Aplikasi Qur'an Tadabbur by ustadz Firanda Adirja Tafsir Muyassar Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, tunaikanlah perjanjian Allah yang tegas, berupa iman kepada syariat-syariat agama, dan tunduk kepadanya. Tunaikan pula perjanjian-perjanjian diantara kalian dalam bentuk amanat, jual beli dan lainnya asalkan ia tidak menyimpang dari Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Allah telah menghalalkan bagi kalian hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing kecuali apa yang telah Allah jelaskan kepada kalian tentang keharaman bangkai, darah dan lainnya dan pengharaman hewan buruan saat kalian sedang berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan kehendak-Nya yang sejalan dengan Hikmah dan keadilan-Nya.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →