Tafsir Al Baqarah 164
Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:164)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Allah Yang Berkuasa dan Yang menentukan (Ayat 163-171)Sesungguhnya pada penciptaan langit dengan ketinggian dan keluasannya, bumi dengan gunung-gunung, lembah-lembah dan lautan-lautannya, perbedaan malam dan siang, panjang dan pendeknya, gelap dan terangnya, dan pergantiannya di mana yang satu hadir menggantikan yang lain, perahu-perahu yang berjalan diatas air yang membawa manfaat bagi manusia, air hujan yang Allah turunkan dari langit, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi sehingga ia menjadi hijau dan indah setelah sebelumnya kering dan gersang tanpa tanaman, hewan-hewan yang melata di muka bumi yang Allah sebarkan, bertiupnya angin yang Dia karuniakan kepada kalian, awan yang tunduk di antara langit dan bumi, sesungguhnya pada semua bukti-bukti diatas terdapat tanda-tanda bagi keesaan Allah dan keagungan nikmat-Nya bagi kaum yang memahami titik-titik dalil, mengerti bukti-bukti-Nya atas keesaan-Nya dan bahwa hanya Dia yang berhak disembah.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur di dalam Sunannya, Al Faryabi di dalam Tafsirnya, dan Al Baihaqi di dalam kitab Syu'abul iimaan, yang bersumber dari Abudh Dhuha. As Suyuthi berpendapat bahwa hadits ini mu'dhal, tetapi mempunyai syaahid (penguat). Bahwa ketika turun ayat 163 surah Al Baqarah, kaum musyrikin kaget dan bertanya-tanya: "Apakah benar Tuhan itu tunggal? Jika benar demikian, berikanlah kepada kami bukti-buktinya." Maka turunlah ayat berikutnya (Al Baqarah: 164) yang menegaskan adanya bukti-bukti Kemahaesaan Tuhan.Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syaikh di dalam kitab Al Azhamah, yang bersumber dari Atha'. Bahwa setelah turun ayat ini kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam di Madinah, orang-orang kafir Quraisy di Mekah bertanya: "Bagaimana Tuhan yang tunggal bisa mendengar manusia yang banyak?" Maka turunlah ayat berikutnya (Al Baqarah: 164) sebagai jawabannya.Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu Abbas. Sanadnya baik dan mushul. Bahwa kaum Quraisy berkata kepada Nabi Muhammad: "Berdoalah kepada Allah agar Ia menjadikan bukit Shafa ini emas, sehingga kita dapat memperkuat diri melawan musuh." Maka Allah menurunkan wahyu kepada beliau (Al-Ma-idah: 115) untuk menyanggupi permintaan mereka dengan syarat apabila mereka kufur setelah dipenuhi permintaan mereka, Allah akan memberi siksaan yang belum pernah diberikan kepada yang lain di alam ini. Maka Rasullullah bersabda: "Wahai Rabb-ku, biarkanlah aku dengan kaumku. Aku akan mendakwahi mereka sehari demi sehari." Maka turunlah ayat ini. Dengan turunnya ayat tersebut, Allah menjelaskan mengapa mereka meminta Bukit Shafa dijadikan emas, padahal mereka mengetahui banyak ayat-ayat (tanda-tanda) yang luar biasa.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com


















