Tafsir Al Baqarah ayat 124
Tilawah juz 1 ½ kedua
Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat
Tilawah juz 1 ½ kedua
1 Salah satu bentuk keburukan perilaku dan perangai orang oran Yahudi ialah permusuhanyg mereka lancarkan kpd para Nabi Allah dgn cara mendustakan dan membunuh mereka2 Setiap kemenangan yg ada di dunia pasti memiliki kekurangan.Kemenangan yg sempurna hanya ada diakhirat,berupa keselamatan dineraka dan masuk kedalam surga3 Salah satu bentuk cobaan ialah serangan yg diterima oleh orang-orang mukmin pd agama dan diri mereka dr Ahli kitab dan orang-orang musyrik.Yang haris dilakukan oeh orang-orang mukmin ketika itu “Bersabar dan Bertaqwa kpd Allah Ta’ala
Rachmatika
📍 Kota Administrasi Jakarta Barat
Hanya Allah semata yang menciptakan untuk kalian segala kenikmatan yang ada di muka bumi yang dapat kalian manfaatkan. Kemudian Dia menuju langit dan menciptakan nya dalam bentuk tujuh lapisan. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu dan Ilmu-Nya meliputi segala apa yang Dia ciptakan.
⑦ Dialah yang menurunkan Al-Quān kepadamu, -wahai Nabi-. Di dalamnya terdapat ayat-ayat yang jelas sekali maknanya, tidak ada kesulitan sama sekali untuk memahaminya. Ini adalah bagian yang utama dan dominan di dalamnya, serta menjadi rujukan utama ketika terjadi perbedaan pendapat. Juga ada sebagian ayat-ayatnya yang mengandung lebih dari satu makna (multi tafsir) dan sulit dimengerti maknanya oleh kebanyakan orang. Adapun orang-orang yang hatinya melenceng dari kebenaran, mereka meninggalkan ayat-ayat yang jelas sekali maknanya (muhkam) dan mengambil ayat-ayat yang sulit dimengerti maknanya (mutasyābih) dan multi tafsir; dengan tujuan ingin membangkitkan keragu-raguan dan menyesatkan orang dari jalan yang benar. Mereka ingin menafsirkan ayat-ayat tersebut menurut selera mereka yang sejalan dengan mazhab mereka yang sesat. Tidak ada yang mengetahui makna yang sesungguhnya dari ayat-ayat semacam itu dan bagaimana kenyataannya yang sebenarnya kecuali Allah, sedangkan orang-orang yang berilmu tinggi dan dalam mengatakan, “Kami percaya kepada Al-Qurān secara keseluruhan karena semuanya berasal dari sisi Tuhan kami.” Mereka menafsirkan ayat-ayat mutasyābih dengan ayat-ayat muhkam dan tidak ada yang bisa mendapatkan pelajaran dan peringatan kecuali orang-orang yang berakal sehat. ⑧ Orang-orang yang berilmu tinggi itu berdoa, “Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau palingkan hati kami dari kebenaran setelah Engkau tunjukkan kami kepada-Nya. Selamatkanlah kami dari azab yang menimpa orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dan berilah kami rahmat yang luas dari sisi-Mu untuk membimbing hati kami ke jalan yang benar dan memeliharanya dari kesesatan. Sesungguhnya Engkau -wahai Tuhan kami- adalah Tuhan Yang Maha Memberi. ⑨ Ya Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau akan mengumpulkan semua manusia untuk kembali kepada-Mu untuk mempertanggungjawabkan amal mereka pada hari yang tidak ada keraguan terhadapnya karena hari itu pasti akan datang, tidak mungkin tidak. Sesungguhnya Engkau -wahai Tuhan kami- tidak mengingkari janji.”
Surah At-Taubah : 116Teks Arabإِنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍTerjemahan"Sesungguhnya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan tidak ada bagimu selain Allah seorang pelindung pun dan tidak (pula) penolong."1. Sisi Konteks Perang Tabuk (Nukilan Ibnu Jarir at-Thabari)Ibnu Katsir mengutip Ibnu Jarir untuk menjelaskan alasan praktis mengapa Allah menegaskan kepemilikan-Nya atas langit dan bumi di ayat ini:Ayat ini berfungsi sebagai pendorong keberanian (tahridh) bagi kaum mukminin yang saat itu sedang bersiap atau menghadapi ekspedisi Perang Tabuk.Pesannya tegas: Karena Allah adalah Penguasa mutlak alam semesta yang mengatur hidup dan mati, tidak ada alasan bagi pasukan Muslim untuk takut atau gentar menghadapi kekuatan musuh.2. Sisi Keagungan dan Kerajaan Allah (Riwayat Ibnu Abi Hatim & Ka'b al-Ahbar)Ibnu Katsir membawakan riwayat tentang para malaikat untuk menggambarkan betapa dahsyatnya makna "kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi":Hadis Hakim bin Hizam: Menggambarkan langit sampai "berderit/bergemuruh" (at-thath-thur) karena padatnya jumlah malaikat yang bersujud dan berdiri beribadah kepada Allah di setiap jengkalnya.Atsar Ka'b al-Ahbar: Menjelaskan betapa luasnya penjagaan Allah di bumi melalui malaikat-malaikat-Nya dan betapa besarnya ukuran malaikat pemikul 'Arasy (Hamalat al-'Arsy).Pelajaran :Penaung Keberanian dalam Perjuangan (Nukilan Ibnu Jarir): Pemahaman bahwa Allah adalah Pemilik langit dan bumi menghilangkan rasa takut kepada kekuatan manusia. Kesadaran ini memicu keberanian dan tawakal bulat saat menghadapi musuh, karena kemenangan dan kematian berada penuh di tangan-Nya.Pengakuan atas Keagungan Allah dan Ketaatan Malaikat (Hadis Hakim bin Hizam): Gambaran langit yang berderit karena dipenuhi malaikat yang bersujud menunjukkan bahwa Allah tidak membutuhkan ibadah manusia. Alam semesta dipenuhi oleh makhluk-makhluk yang tunduk, sehingga hendaknya manusia merasa kerdil dan semakin khusyuk dalam beribadah.Sempurnanya Pengawasan dan Penjagaan Allah (Atsar Ka'b al-Ahbar): Riwayat bahwa tidak ada celah sekecil lubang jarum pun di bumi melainkan ada malaikat yang bertugas memantau, menegaskan bahwa ilmu dan kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu. Tidak ada amalan atau kejadian yang terluput dari pengawasan-Nya.Kedahsyatan Ciptaan Menunjukkan Keagungan Sang Pencipta (Deskripsi Malaikat Pemikul 'Arasy): Ukuran fisik malaikat pemikul 'Arasy yang begitu raksasa memperlihatkan betapa Mahabesar Penciptanya. Jika hamba-Nya saja sedemikian dahsyat, maka hanya Allah-lah satu-satunya Zat yang layak dijadikan tempat bergantung (Wali) dan penolong (Nasir).
Diantara nikmat yang Allah berikan dan Dia sebutkan di urutan pertama dalam surat ini adalah Allah mengajarkan Al-Qur’an. Dia mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi dan juga kepada hamba-hambaNya(13). Maka dari itu Allah berfirman:وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17)Al-Qur’an mudah dipelajari. Orang yang tidak mengetahui ilmu bahasa Arab pun mampu membacanya(14). Apalagi bagi mereka yang mengetahuinya. Jadi, Al-Qur’an termasuk nikmat paling besar yang diberikan kepada makhlukNya. Al-Qur’an adalah kitab yang mendatangkan kebahagiaan. sejauh mana keterkaitan seseorang dengan Al-Qur’an, maka sejauh itu pula seseorang akan merasakan kebahagiaan. Sejauh mana seseorang semakin jauh dengan Al-Qur’an, maka sejauh itu pula kebahagiaan itu menjauhi seseorang. Kemudian kesengsaraan akan menghinggapi hatinya.Maka, hendaknya seorang mukmin berusaha memiliki perhatian dengan Al-Qur’an, baik tilawah (membaca)nya, membaca terjemahannya atau mendengarkan tafsirnya. Karena, ketika seseorang semakin memperdalam Al-Qur’an, maka dia semakin memperoleh kebahagiaan. Sebagaimana halnya, Allah menyebutkan di dalam surat ini nikmat yang paling besar, nikmat yang Allah berikan kepada hambaNya sebelum nikmat-nikmat yang lain, yaitu nikmat Al-Qur’an.Disebutkan di dalam suatu riwayat dari Abdullah bin Mas’ud yang menunjukan bahwa surah Ar-Rahman termasuk surah-surah al-MufashhoL
{إِنَّ أَوَّلَ بَيۡتٖ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكٗا وَهُدٗى لِّلۡعَٰلَمِينَ}Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun di muka bumi untuk seluruh umat manusia sebagai tempat beribadah kepada Allah ialah Baitullah (Ka'bah) yang ada di Makkah. Itu adalah rumah yang diberkahi, memiliki banyak manfaat dari segi agama dan duniawi, dan mengandung petunjuk bagi segenap alam semesta.[Āli 'Imrān:96]{فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ}Di Baitullah ini terdapat tanda-tanda yang jelas mengenai kemuliaan dan keutamaannya, seperti manasik dan masyā'ir. Di antaranya ialah batu yang dijadikan tempat berdiri oleh Ibrahim ketika dia hendak meninggikan dinding Ka'bah. Juga di antaranya ialah siapa yang memasukinya maka ia akan merasa aman dan tidak akan mengalami gangguan apa pun, serta seluruh manusia berkewajiban untuk berkunjung ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji karena Allah, bagi orang yang memiliki kemampuan untuk sampai ke tempat itu. Namun, siapa yang mengingkari kewajiban haji maka sungguh Allah Mahakaya, tidak butuh terhadap orang yang kafir itu dan segenap alam semesta.[Āli 'Imrān:97]https://quranenc.com/id/browse/indonesian_mokhtasar/3-14/#97
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
📍 Kota Surabaya
Dunia mengajarkan kita mengejar hal-hal yang terlihat besar.Namun di sisi Allah, yang menentukan bukan seberapa besar kita di mata manusia, melainkan seberapa berat timbangan amal kita.Jangan pernah meremehkan satu dzikir, satu sedekah, satu kebaikan, atau satu taubat yang tulus. Bisa jadi itulah yang kelak memberatkan timbanganmu.📖 Tadabbur QS. Al-A’raf: 8
Kita membutuhkan Allah dalam setiap kondisi.
Jika penduduk suatu negeri beriman kepada Rasul Allah maka Allah akan bukakan pintu2 kebaikan. Jika mereka mendustakannya maka azab Allah bagi mereka atas kekufuran mereka.
Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:7)Allah telah menutup rapat-rapat hati dan pendengaran mereka. Allah telah meletakkan penutup di depan pandangan mata mereka di sebabkan oleh kekufuran mereka dan pengingkaran mereka setelah sebelumnya mereka mengetehui kebenaran, sehingga Allah tidak membimbing mereka kepada petunjuk, dan bagi mereka siksa yang berat di dalam api neraka Jahannam.Disalin dari Quran Tadabburtilawah 1/2 juz kedua
An-Nur 24:64أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ قَدۡ يَعۡلَمُ مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ وَيَوۡمَ يُرۡجَعُونَ إِلَيۡهِ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمُۢIndonesian - Sabeq CompanyKetahuilah, sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan kamu sekarang. Dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Indonesian - Tafsir Ibn KathirAllahﷻ memberitahukan bahwa Dialah Yang Memiliki langit dan bumi, dan Dia adalah Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dia mengetahui apa yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya, secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. Untuk itu Allahﷻ berfirman:{قَدْ يَعْلَمُ مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ}{|Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kalian berada di dalamnya (sekarang).|} (An-Nur, [24:64])Huruf qad menunjukkan makna tahqiq, yakni pasti terjadi. Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:{قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ يَتَسَلَّلُوْنَ مِنْكُمْ لِوَاذًا}{|Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kalian dengan berlindung (kepada kawannya).|} (An-Nur, [24:63]){قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ الْمُعَوِّقِيْنَ مِنْكُمْ}{|Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kalian.|} (Al-Ahzab, [33:18]), hingga akhir ayat.{قَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا}{|Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kami.|} (Al-Mujadalah, [58:1]), hingga akhir ayat.{قَدْ نَعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ}{|Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.|} (Al-An¦am, [6:33])Dan firman Allahﷻ:{قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِ}{|Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit.|} (Al-Baqarah, [2:144]), hingga akhir ayat.Semua ayat tersebut di dalamnya terdapat huruf qad yang bermakna tahqiq. Semisal dengannya ialah ucapan seorang juru azan dalam iqamahnya, {قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ، قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ}{|Sesungguhnya salat telah didirikan.|}*******Firman Allahﷻ:{قَدْ يَعْلَمُ مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ}{|Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kalian berada di dalamnya (sekarang).|} (An-Nur, [24:64])Yakni Dia mengetahui dan menyaksikannya, tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya walaupun sebesar zarrah. Pengertiannya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allahﷻ dalam ayat lain melalui firman-Nya:{وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْنَ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ}{|Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.|} (Asy-Syu¦ara, [26:217] sampai [26:220])Dan firman Allahﷻ:{وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰنٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ وَلَآ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ}{|Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).|} (Yunus, [10:61]){اَفَمَنْ هُوَ قَاۤىِٕمٌ عَلٰى كُلِّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ}{|Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?|} (Ar-Ra¦d, [13:33])Yakni Dia Maha Menyaksikan apa yang diperbuat oleh hamba-hamba-Nya, kebaikan dan keburukan mereka.{اَلَا حِيْنَ يَسْتَغْشُوْنَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ}{|Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan.|} (Hud, [11:5]){سَوَاۤءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ اَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهٖ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۢ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِالنَّهَارِ}{|Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.|} (Ar-Ra¦d, [13:10])Ayat-ayat Al-Qur¦an dan hadis-hadis yang membicarakan hal ini sangat banyak.*******Firman Allahﷻ:{وَيَوْمَ يُرْجَعُوْنَ اِلَيْهِ }{|Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya.|} (An-Nur, [24:64])Yakni di hari semua makhluk dikembalikan kepada Allah, yaitu hari kiamat.{فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا}{|lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.|} (An-Nur, [24:64])Artinya, Allah memberitahukan kepada mereka semua perbuatan mereka ketika di dunia, baik yang besar maupun yang kecil, baik yang berat maupun yang ringan. Sama seperti yang disebutkan oleh Allahﷻdalam ayat lain melalui firman-Nya:{يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَ}{|Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.|} (Al-Qiyamah, [75:13])Dan firman Allahﷻ:{وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَا وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا}{|Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: ¤Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya, dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.‡|} (Al-Kahfi, [18:49])Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:{وَيَوْمَ يُرْجَعُوْنَ اِلَيْهِ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ}{|Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu di terangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.|} (An-Nur, [24:64])
Tafsir surah Al Jasiyah Ayat 23- 25Sumber : Al-Quran tafsir Al Mukhtasar Lihatlah wahai rasul kepada orang yang mengikuti hawa nafsunya dan menjadikannya seperti sesembahan baginya yang ditaatinya. Allah telah menyesatkannya berdasarkan ilmu dari Nya karena ia pantas untuk disesatkan, Dia mengunci hatinya sehingga ia tidak bisa mendengar sesuatu yang bermanfaat baginya, dan Allah menjadikan penutup pada mata hatinya yang menghalanginya dari melihat kebenaran. Lantas siapakah orang yang akan membimbingnya kepada kebenaran setelah disesatkan oleh Allah? ! Apakah mereka tidak memikirkan bahaya mengikuti hawa nafsu dan manfaat dari mengikuti syariat Allah?!Orang-orang kafir yang mengingkari adanya kebangkitan berkata, "tidak ada kehidupan kecuali kehidupan di dunia ini saja, tidak ada kehidupan lagi setelahnya. Banyak generasi telah meninggal namun tidak ada yang kembali dan tumbuhlah generasi-generasi lainnya. Tidaklah ada yang mematikan kami kecuali pergantian siang dan malam." Mereka tidak mempunyai pengetahuan atas pengingkaran mereka terhadap adanya hari kebangkitan, mereka tiada lain hanyalah menduga-duga saja, padahal sesungguhnya prasangka itu sedikitpun tidak berguna untuk mencapai kebenaran. Jika dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas kepada orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari kebangkitan mereka tidak mempunyai hujjah lain yang mereka gunakan sebagai alasan kecuali hanya ucapan mereka kepada Rasul shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya, "Hidupkan lagi bapak-bapak kami yang telah mati jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam pengakuan kalian bahwa kami akan dibangkitkan lagi setelah mati."
Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:155)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar (Ayat 154-157)Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, menipisnya harta baik karena sulitnya mendapatkan atau hilangnya ia. Dan ujian pada jiwa berupa kematian atau syahadah di jalan Allah, menipisnya buah-buahan seperti kurma, anggur dan biji-bijian lainnya. Minimnya hasil semua itu atau kerusakannya. Sampaikan berita gembira wahai Nabi karena orang-orang yang sabar dalam menghadapi hal itu dan hal-hal yang sepertinya dengan sesuatu yang membahagiakan hati mereka berupa akibat baik di dunia dan di akhirat.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Tafsir Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:24)Ketika tiba di pagi hari, mereka saling bersemangat membangunkan satu dengan yang lainnya untuk memanen hasil kebun mereka. Maka mereka pun dengan semangat berangkat ke kebun mereka sambil berbisik-bisik bahwa jangan sampai ada satu orang miskin yang mendapat bagian dari hasil panen tersebut. Kalau kita mau gambarkan situasi ini, Allah ﷻ seakan-akan sedang membuat dua visualisasi. Yang satu Allah ﷻ gambarkan kepada kita bahwa orang-orang tersebut berjalan sambil berbisik-bisik, dan yang satunya lagi Allah ﷻ menggambarkan kepada kita tentang kebunnya yang telah habis terbakar api. Seakan-akan kita melihat bagaimana mereka menertawakan orang miskin agar tidak mendapat bagian dari hasil kebun mereka, akan tetapi kita pun menertawakan mereka karena kebun tersebut telah habis ludes. Mereka berbisik-bisik menghina orang miskin, sedangkan kita yang membaca kisah ini melihat bagaimana Allah ﷻ menghinakan mereka.
Al A'raf : 189
1. Saudara Yusuf meminta Bunyamin ikut ke Mesir (QS. Yusuf: 63)Saudara-saudara Yusuf kembali kepada Nabi Ya’qub membawa kabar bahwa mereka tidak akan mendapatkan sukatan gandum lagi jika tidak membawa Bunyamin. Mereka meminta izin agar Bunyamin ikut bersama mereka dan berjanji akan menjaganya. Namun, permintaan itu mengingatkan Ya’qub pada peristiwa kehilangan Yusuf dahulu.2. Kekhawatiran Nabi Ya’qub terhadap Bunyamin (QS. Yusuf: 64)Ya’qub merasa berat mempercayakan Bunyamin kepada mereka karena pengalaman pahit dengan Yusuf. Meski demikian, beliau tetap menyerahkan urusan kepada Allah dengan berkata bahwa Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.Beliau tetap berharap Allah menjaga anaknya dan mengembalikan keluarganya dalam keadaan baik.3. Barang mereka dikembalikan oleh Yusuf (QS. Yusuf: 65)Ketika membuka karung-karung gandum, mereka menemukan barang pembayaran mereka dikembalikan oleh Yusuf. Hal itu menjadi alasan mereka untuk meyakinkan Ya’qub bahwa perjalanan berikutnya akan membawa manfaat: mereka bisa mendapatkan lebih banyak makanan dan kebutuhan keluarga mereka terpenuhi.4. Ya’qub meminta janji yang kuat (QS. Yusuf: 66)Karena rasa khawatir yang besar, Ya’qub tidak langsung mengizinkan Bunyamin pergi. Beliau meminta anak-anaknya bersumpah atas nama Allah bahwa mereka akan membawa Bunyamin kembali, kecuali jika mereka benar-benar tidak mampu karena keadaan yang tidak bisa mereka kendalikan. Setelah mereka berjanji, Ya’qub menjadikan Allah sebagai saksi atas perjanjian tersebut.5. Nasihat Ya’qub untuk berhati-hati (QS. Yusuf: 67)Sebelum berangkat, Ya’qub menasihati anak-anaknya agar masuk ke Mesir melalui pintu-pintu yang berbeda. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kehati-hatian agar mereka tidak menarik perhatian atau terkena bahaya.Namun Ya’qub juga mengingatkan bahwa usaha manusia tidak dapat mengubah takdir Allah. Segala sesuatu tetap berada dalam kehendak-Nya.Pelajaran dari Ayat 63–67🌿 1. Tawakkal harus disertai ikhtiarNabi Ya’qub adalah orang yang sangat bertawakkal kepada Allah, tetapi beliau tetap mengambil langkah pencegahan dan memberikan nasihat kepada anak-anaknya.🌿 2. Luka masa lalu dapat memengaruhi keputusan seseorangYa’qub masih mengingat kehilangan Yusuf, sehingga beliau lebih berhati-hati dalam menjaga Bunyamin.🌿 3. Allah adalah sebaik-baik PenjagaManusia boleh berusaha menjaga sesuatu, tetapi penjagaan Allah adalah yang paling sempurna.🌿 4. Janji adalah amanahYa’qub meminta janji dengan nama Allah agar anak-anaknya memahami beratnya tanggung jawab mereka.🌿 5. Kesabaran dan harapan kepada Allah tidak pernah sia-siaDi balik ujian panjang Ya’qub, Allah sedang menyiapkan pertemuan kembali dengan Yusuf dan kebahagiaan keluarganya.“Seorang mukmin tidak hanya berserah diri kepada Allah, tetapi juga berusaha dengan bijak. Ikhtiar adalah bentuk ketaatan, sedangkan hasil akhirnya diserahkan kepada Allah Sang Penjaga terbaik.”
Beberapa contoh pengalaman ayat
"Nabi Khidir membongkar alasan 3 "kejadian aneh" yang membuat Nabi Musa Protes" 1. Perahu yang dilubangi, ternyata di seberang lautan ada raja zalim yang menyita semua perahu yang bagus. Perahu dibuat rusak sedikit agar terlihat cacat dan tidak disita sehingga para nelayan miskin bisa mencari makan nantinya . 2. Anak kecil yang di bunuh : anak itu di takdirkan akan tumbuh menjadi pribadi yang sangat dzalim dan memaksa kedua orang tua yang saleh ke dalam kekafiran. Allah mewafatkannya lebih cepat untuk menyelamatkan iman orang tuanya, dan menggantinya dengan anak yang lain yang berbakti 3. Dinding rumah yang di perbaiki : di bawah dinding tua itu tersimpan harta karun milik dua anak yatim. orang tua dulu adalah orang yang saleh. Allah ingin harta itu tetap aman sampai anak-anak dewasa. Pesan yang paling mendalam di ayat 82, Nabi Khadir berkata : "Dan bukanlah aku melakukannya menurut kemauanku sendiri". Semua itu adalah skenario Allah. Kaidah yang di ambil : Kadang, Allah merusak "Perahu" rencana kita untuk menyelamatkan kita dari bahaya yang lebih besar di depan. Kadang Allah mengambil sesuatu dari kita untuk menggantinya dengan yang lebih baik