📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
Q

Qur'aniah Ali

📍 Kabupaten Bantul

ALLAH SANGAT TERPUJI DAN ILMUNYA SANGAT SEMPURNA (Saba : Ayat 1-9)

Allah ﷻ Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang masuk ke bumi, keluar darinya, turun dari langit, maupun yang naik ke langit. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari ilmu-Nya, karena Dialah yang menciptakan dan mengatur seluruh makhluk dengan sempurna.Keteraturan dan kesempurnaan alam semesta mengajarkan kita untuk semakin mengenal kebesaran, kebijaksanaan, dan kesempurnaan Allah ﷻ. Semakin kita merenungkan ciptaan-Nya, seharusnya semakin kuat keyakinan bahwa seluruh keagungan hanya milik Allah ﷻ.Di balik ilmu dan kekuasaan-Nya yang meliputi segala sesuatu, Allah ﷻ juga Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Karena itu, kita hendaknya tidak hanya kagum kepada kebesaran-Nya, tetapi juga berharap kepada rahmat-Nya, memperbanyak istighfar, dan kembali kepada-Nya ketika melakukan kesalahan.

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Tafsir At-Taysir An-Najm (53:43)

Tafsir Tafsir At-TaysirAn-Najm (53:43)Ayat ini menjelaskan bahwasanya manusia tidak luput dari dua kondisi, kalau tidak dalam keadaan senang maka sedang dalam kondisi sedih. Maka ketika Allah ﷻ menyebutkan bahwa Allah ﷻ yang membuat tertawa dan menangis maka Allah lah yang menciptakan sebab-sebab orang menjadi tertawa dan menangis. Kalau kondisi manusia cuma dua senang atau sedih berarti maksudnya segala urusan manusia yang mengatur adalah Allah ﷻ (128) . Oleh karenanya tawa tidak bisa dicela secara dzatnya selama tidak berlebih-lebihan karena jika berlebih-lebihan maka akan mematikan hati, sebagaimana sabda Nabi ﷺ ,وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْوبَ “Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati”(129 ). Adapun jika tertawa pada tempatnya maka tidak mengapa karena Nabi ﷻ tertawa dan para sahabat juga tertawa, dalam suatu hadist juga disebutkan bahwasanya setelah sholat subuh Nabi ﷺ berdzikir sampai terbitnya matahari sementara para sahabat ngobrol tentang masa jahiliyah mereka sambil tertawa dan ketika Nabi ﷻ lewat beliau hanya tersenyum dan tidak menegur(130). Pernah juga dikatakan kepada Ibnu Umar radhiyallahu anhu,سُئِلَ ابْنُ عُمَرَ: هَلْ كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْحَكُونَ؟ قَالَ قَالَ: نَعَمْ! وَالْإِيمَانُ وَاللَّهِ أَثْبَتُ فِي قُلُوبِهِمْ مِنَ الْجِبَالِ الرَّوَاسِ “Apakah para sahabat Nabi ﷺ tertawa? “Iya”, akan tetapi Iman mereka demi Allah lebih tegar dari pada gunung-gunung yang kokoh” jawabnya(131). Sebagian ahli tafsir seperti Al-Quthuby mengatakan terdapat tafsir-tafsir yang lain bahwasanya ini berkaitan dengan akhirat bahwasanya Allah ﷻ lah yang menjadikan penghuni surga tertawa dan Allah ﷻ pula yang menjadikan penghuni neraka menangis. Ada pula yang mengatakan bahwa ayat ini membahas tentang manusia karena manusia lah yang bisa menangis dan tertawa adapun hewan tidak bisa tertawa dan menangis, ada hewan yang bisa tertawa seperti monyet tapi tidak bisa menangis, ada juga hewan yang bisa menangis tapi tidak bisa tertawa seperti onta, adapun yang bisa menggabungkan tawa dan tangis hanyalah manusia(132).Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir Ibnu Katsir Al furqon:22

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:22)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210829. Maksudnya, pada hari mereka menemui kematian atau pada hari kiamat.210830. Ini suatu ungkapan yang biasa disebut oleh orang Arab pada waktu menemui musuh yang tidak dapat dielakkan lagi atau ditimpa suatu bencana yang tidak dapat dihindari. Ungkapan ini berarti, "Semoga Allah menghindarkan bahaya ini dari saya."Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Hijran Mahjura.” (Al Furqaan:22)Maksudnya, mereka tidak dapat melihat malaikat di hari yang paling baik bagi mereka, bahkan di hari mereka dapat melihat para malaikat, tiada kabar gembira bagi mereka. Yang demikian itu bertepatan dengan saat mereka menjelang kematiannya, yaitu di saat para malaikat memberitahukan kepada mereka bahwa mereka masuk neraka dan mendapat murka dari Tuhan Yang Mahaperkasa. Saat itu malaikat berkata kepada orang kafir tepat-padasaat roh keluar dari tubuhnya, "Keluarlah, hai jiwa yang kotor, dari tubuh yang kotor. Keluarlah kamu menuju ke dalam siksaan angin yang amat panas, air yang panas lagi mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam."Roh orang kafir itu menolak, tidak mau keluar dan bercerai-berai ke seluruh tubuhnya. Maka malaikat maut memukulinya (hingga keluar secara paksa). Hal ini digambarkan oleh Allah subhanahu wata'āla melalui firman-Nya:Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka. (Al Anfaal:50), hingga akhir ayat.Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya. (Al An'am:93)Yakni memukuli mereka dengan tangannya.(sambil berkata), "'Keluarkanlah nyawamu.” Di hari kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (Al An'am:93)Karena itulah dalam ayat yang mulia ini Allah subhanahu wata'āla berfirman:Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa. (Al Furqaan:22)Hal ini berbeda dengan keadaan yang dialami oleh orang-orang mukmin, saat mereka menjelang kematiannya. Karena sesungguhnya mereka mendapat berita gembira akan kebaikan-kebaikan dan beroleh hal-hal yang menggembirakan. Allah subhanahu wata'āla telah berfirman:Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah, " kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih, dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.” Kamilah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta. Sebagai balasan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Fussilat: 30-32)Di dalam hadis sahih disebutkan melalui Al-Barra ibnu Azib, bahwa malaikat berkata kepada roh orang mukmin, "Keluarlah, hai jiwa yang baik, dari tubuh yang baik, jika kamu hendak memakmurkannya. Keluarlah kamu menuju kehidupan yang penuh dengan kenikmatan dan keharuman serta Tuhan yang tidak murka." Hadis ini secara utuh disebutkan di dalam tafsir surat Ibrahim pada pembahasan firman-Nya:Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim:27)Ulama lain mengatakan, makna yang dimaksud dari firman-Nya:Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira. (Al Furqaan:22)Yakni pa

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
N
Nahda L M

📍 Kabupaten Bandung

Tafsir Yasin Ayat 40

Tafsir Surah Yasin Ayat 40Allah taala berfirman:لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلّٞ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَTidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.Tafsir Al-Muyassar :Masing-masing dari matahari, rembulan, malam dan siang memiliki waktu yang telah Allah tetapkan yang tidak mereka lampaui. Maka tidak mungkin matahari menyusul rembulan lalu ia menghapus cahayanya, atau orbit berputarnya berubah. Malam juga tidak mungkin mendahului siang, lalu siang masuk ke dalam malam padahal malam belum habis. Masing-masing dari matahari, rembulan dan bintang-bintang memiliki falak sendiri-sendiri yang padanya mereka bergerak.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar

Surah Al Anfal ayat 20-22 Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan janganlah kalian berpaling dari-Nya dengan menentang perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya, sedangkan kalian mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian. Janganlah kalian wahai orang-orang mukmin bersikap seperti orang-orang munafik dan dan orang-orang musyrik yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah sepada mereka maka maka mereka berkata, "Kami mendengar dengan telinga kami ayat-ayat Al-Qur än yang dibacakan kepada kami." Akan tetapi, mereka tidak mendengarnya untuk merenungkan maknanya dan mengambil pelajaran lalu mendapatkan manfaat darinya. Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang ada di muka bumi ini menurut Allah ialah orang-orang tuli yang tidak bisa mendengar kebenaran dengan pendengaran yang membuatnya bisa menerimanya dan orang-orang bisu yang tidak mau mengakui kebenaran itu dan tidak mau menyerukannya. Mereka itulah orang-orang yang tidak bisa memahami perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya.

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
U

Ummu Salamah Pasaribu

📍 Kota Padangsidimpuan

Nur Ala Nur

As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). (An Nuur:35) Yakni cahaya api dan cahaya minyak, saat bertemu kedua-duanya menerangi, masing-masing tidak dapat menerangi tanpa yang lainnya. Demikian pula cahaya Al-Qur'an dan cahaya iman, manakala keduanya bertemu, maka masing-masing dari keduanya tidak akan ada kecuali dengan keberadaan yang lainnya.

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 4 Agustus 2026

Tafsir As-Sa'di QS. Al-Mā'idah: 100Perintah Meringkas Perbedaan Antara yang Buruk dan yang Baik​Maksud Kata Qul (Katakanlah):Ditujukan kepada manusia untuk memberikan semangat kepada kebaikan dan memperingatkan dari keburukan.​Makna Lā Yastawil-Khabītsu wat-Thayyib (Tidak sama yang buruk dengan yang baik):Berlaku secara mutlak dalam segala hal:​Iman tidak sama dengan kekufuran.​Ketaatan tidak sama dengan kemaksiatan.​Penduduk surga tidak sama dengan penghuni neraka.​Perbuatan baik tidak sama dengan perbuatan buruk.​Harta yang halal tidak sama dengan harta yang haram.Hakikat Jumlah yang Buruk​Makna Walau A'jabaka Katsratul-Khabīts: Meskipun banyaknya hal yang buruk itu menarik hati, hal itu tidak akan berguna sedikitpun bagi pemiliknya, melainkan justru membahayakan agama dan dunianya.Perintah Bertakwa dan Jalan Keberuntungan​Sasaran Perintah (Yā Ulil-Albāb): Allah mengarahkan perintah takwa kepada orang-orang yang berakal sempurna dan memiliki pandangan yang lurus, karena merekalah yang diperhatikan serta diharapkan menjadi baik.​Keterkaitan Takwa dan Keberuntungan (La'allakum Tuflihūn):​Keberuntungan bergantung pada takwa (yaitu menaati perintah dan larangan Allah).​Barang siapa bertakwa kepada-Nya, ia akan beruntung secara total.​Barang siapa meninggalkan takwa, ia akan merugi dan tidak akan beruntung.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar, Surat Ali-Imran ayat 1-3

SURAH ALI ‘IMRANSurah Ke 3; 200 Ayat, MadaniyahTUJUAN POKOK:Membuktikan bahwa agama Islam adalah agama yang benar; dengan tujuan membantah syubhat-syubhat yang dilancarkan oleh kalangan Ahli Kitab dan untuk meneguhkan keimanan orang-orang mukmin.TAFSIR:Surah ini termasuk Surah Madaniyah. Disebut Surah Ali Imran karena menceritakan keluarga Imran pada ayat 33.① Alif Lām Mīm. Huruf-huruf yang terpisah-pisah seperti ini sudah ada sebelumnya pada surah Al-Baqarah. Di dalam huruf-huruf ini terkandung isyarat bahwa bangsa Arab tidak mampu membuat tandingan Al-Qur'an, meskipun Al-Qur'an yang tersusun dari huruf-huruf pembuka surah-surah ini ialah huruf-huruf yang mereka gunakan dalam susunan ucapan mereka.② Allah adalah Zat yang tiada tuhan yang berhak disembah selain Dia, tanpa sekutu bagi-Nya; Yang Mahahidup dengan kehidupan yang sempurna, tidak ada kematian bagi-Nya dan tidak ada kekurangan bagi-Nya; Yang Maha Mengurus segala sesuatu sendirian, tidak membutuhkan bantuan dari satu pun makhluk-Nya, karena Dialah semua makhluk ini bisa berdiri sehingga mereka semua senantiasa membutuhkan-Nya dalam kondisi apa pun juga.**③ Dia menurunkan Al-Qur'an kepadamu -wahai Nabi- dengan benar dalam menyampaikan berita dan adil dalam menetapkan hukum, serta sesuai dengan kitab-kitab suci sebelumnya sehingga tidak ada pertentangan di antara kitab-kitab suci tersebut. Dia telah menurunkan Taurat kepada Musa dan Injil kepada Isa -'alaihimā as-salām- sebelum menurunkan Al-Qur'an kepadamu. Kitab-kitab Allah itu semuanya adalah petunjuk dan pembimbing manusia kepada kebaikan agama dan dunia mereka. Kemudian Allah menurunkan al-Furqān yang digunakan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, dan membedakan yang mengikuti petunjuk dan yang tersesat. Adapun orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat yang Allah turunkan kepadamu akan mendapatkan azab yang berat.

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 Agustus 2026
J

Jihan Jalilah Aflah

📍 Kota Makassar

Surah al qasas

Allah taala berfirman:وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَ ۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَDan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.Tema: KISAH KARUN DAN KEKAYAANNYA ADALAH PELAJARAN BAGI MANUSIA (Ayat 76-82)QS. Al-Qaşaş: 77Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 3 Agu 2026Baca selengkapnya →