SURAT AT TAKWIR
At takdir ayat 1
Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat
At takdir ayat 1
Allah boleh bersumpah dengan makhluk makhluknya sesuai kehendaknya. Adapun makhluk tidak boleh bersumpah dengan selain Allah. Karena bersumpah kepada selain Allah adalah syirik.
Alhamdulillah hari ini sedikit sibuk dan qodarullah baru selesai ngerjain tugas jejak ayat dimenit menit terakhir
Allah taala berfirman:فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوٓاْ ءَالَ لُوطٖ مِّن قَرۡيَتِكُمۡ ۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَMaka tidak lain jawaban kaumnya, melainkan mengatakan, "Usirlah Lūṭ beserta keluarganya dari negerimu karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih 1".— QS. An-Naml: 56Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAn-Naml (27:56)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan, “Usirlah Lut beserta keluarganya dari negeri kalian, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih " (An Naml:56)Maksudnya, mereka enggan mengerjakan apa yang biasa kalian kerjakan dan tidak menyetujui perbuatan kalian ini. Karena itu usirlah Lut dan para pengikutnya dari negeri kalian, sesungguhnya mereka tidak layak untuk bertetangga dengan kalian. Mereka bertekad melakukan hal itu, tetapi Allah keburu membinasakan mereka, juga orang-orang kafir lainnya akan mendapat azab yang serupa.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Adapun orang-orang yang membenarkan Allah dari sisi keyakinan, perkataan dan perbuatan, dan tetap konsisten di atas syariat-Nya, maka Dia akan memberikan pahala amal baik mereka dengan sempurna dengan tambahan dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang menolak taat kepada Allah, menyombongkan diri untuk merendahkan diri di hadapan-Nya, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksa yang menyakitkan. Mereka tidak akan mendapatkan penolong yang mengentaskan mereka dari siksa Allah, dan pembantu yang membantu mereka selain Allah.
📍 Kabupaten Sukoharjo
Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Fatihahبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ(Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm)Khilaf Ulama tentang BasmalahSebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Qurthubi, terdapat tiga pendapat ulama mengenai kedudukan basmalah dalam Surah Al-Fatihah.1. Pendapat Pertama (Pendapat yang Rajih)Basmalah bukan termasuk ayat Surah Al-Fatihah dan juga bukan bagian dari seluruh surah Al-Qur'an. Basmalah diturunkan sebagai pemisah antara satu surah dengan surah yang lain.Ini merupakan pendapat mayoritas (jumhur) ulama dan dinilai sebagai pendapat yang lebih kuat.2. Pendapat KeduaBasmalah merupakan ayat pertama pada seluruh surah Al-Qur'an (kecuali Surah At-Taubah). Pendapat ini dinukil dari Imam Mubarak.3. Pendapat KetigaBasmalah merupakan ayat pertama Surah Al-Fatihah saja, namun bukan ayat pertama pada seluruh surah Al-Qur'an. Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu ta'ala.Basmalah dalam Al-Qur'anLafaz Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm terdapat dalam dua bentuk:1. Basmalah yang menjadi bagian dari ayat Al-Qur'anTerdapat pada Surah An-Naml ayat 30, yaitu ketika Nabi Sulaiman 'alaihis salam mengirim surat kepada Ratu Balqis. Seluruh ulama sepakat bahwa basmalah pada ayat tersebut merupakan bagian dari ayat Al-Qur'an.2. Basmalah di awal surahBasmalah yang berada di awal-awal surah, khususnya di awal Surah Al-Fatihah. Inilah yang menjadi pembahasan para ulama mengenai apakah ia termasuk ayat atau tidak.KesimpulanDi antara ketiga pendapat tersebut, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa basmalah bukan termasuk ayat dari Surah Al-Fatihah, melainkan sebagai pembuka dan pemisah antarsurah.Kapan Dianjurkan Membaca Basmalah?1. Pada setiap urusan penting (secara umum)Dianjurkan memulai setiap perkara penting dengan membaca basmalah.Rasulullah ﷺ bersabda:«"Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan basmalah maka terputus (kurang keberkahannya)."»Status hadis: Hasan li ghairihi.2. Pada amalan-amalan khususDalam Tafsir Imam Al-Qurthubi disebutkan beberapa amalan yang dianjurkan diawali dengan basmalah, di antaranya:- Menyembelih hewan kurban.- Berwudu.- Ketika tergelincir atau mengalami suatu kejadian.- Sebelum makan.- Meruqyah diri.- Dan amalan-amalan lainnya yang terdapat dalilnya.Wallāhu a'lam bish-shawāb.
{إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغۡنِيَ عَنۡهُمۡ أَمۡوَٰلُهُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡـٔٗاۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ وَقُودُ ٱلنَّارِ}Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya tidak akan bisa dilindungi oleh harta dan anak-anak mereka dari azab Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Orang-orang semacam itu adalah bahan bakar neraka Jahanam yang akan dinyalakan pada hari Kiamat.[Āli 'Imrān:10]{كَدَأۡبِ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمۡۗ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ}Kondisi orang-orang kafir itu sama seperti pengikut Firaun dan orang-orang sebelum mereka yang kafir kepada Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya maka Allah menimpakan azab kepada mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna bagi mereka dan Allah Mahakeras hukuman-Nya bagi orang-orang yang kafir kepada-Nya dan mendustakan ayat-ayat-Nya.[Āli 'Imrān:11]
Ar-Rahman adalah salah satu nama dari nama-nama Allah. Ar-Rahman menunjukkan sifat rahmat Allah yang meliputi seluruh makhluk, baik orang-orang beriman maupun orang-orang kafir. Mereka semua mendapatkan rahmat dari Allah. Mereka diberikan rizki, kesehatan, kemudahan-kemudahan kepada seluruh hamba-NYA meskipun kafir.
Tafsir surah Al Anfal ayat 35-36Sumber Tafsir Al Mukhtasar 35 salat yang dilakukan oleh orang-orang musyrik di masjid al haram tidak lain hanyalah berupa siulan dan tepuk tangan. Oleh sebab itu rasakanlah azab wahai orang-orang musyrik dengan terbunuh dan tertawan dalam perang badar disebabkan kalian kafir kepada Allah dan mendustakan rasulNya36 serunya orang-orang kafir kepada Allah akan menggunakan hartanya untuk menghalang-halangi manusia dari agama Allah. Mereka terus mengeluarkan harta mereka tetapi apa yang mereka inginkan tidak akan terwujud kemudian kegemaran mereka menggunakan harta untuk tujuan yang jahat itu akan berakhir dengan penyesalan karena mereka telah kehilangan harta mereka tetapi tidak berhasil mencapai cita-cita mereka dan mereka akan dikalahkan oleh orang-orang mukmin. Orang-orang yang kafir kepada Allah akan dikirim ke dalam neraka jahanam kelak di Hari kiamat lalu mereka akan memasukinya untuk selama-lamanya.
Hari ini dapat ilmu baru tentang doa ketika ndak bisa tidur
Surah At-Taubah : 24Teks Arabقُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَTerjemahan"Katakanlah: 'Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.' Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."Penjelasan Tafsir Ibnu KatsirDalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini mengandung ancaman keras (wa'id) dari Allah SWT bagi siapa saja yang mendahulukan kepentingan duniawi daripada ketaatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan perjuangan di jalan-Nya.1. Delapan Keterikatan DuniawiIbnu Katsir merincikan delapan hal yang sering kali menjadi ujian dan penghalang keimanan seseorang jika dicintai secara berlebihan:Orang tua (bapak/ibu)Anak-anakSaudara-saudaraIstri-istri / PasanganKaum kerabat / Kerabat dekatHarta benda yang diusahakan dan dikumpulkanPerniagaan / Bisnis yang ditakuti kemerosotannyaRumah / Tempat tinggal yang nyaman dan disukaiMencintai hal-hal di atas adalah fitrah manusia. Namun, Ibnu Katsir menegaskan bahwa jika kecintaan terhadap salah satu dari delapan hal ini mengalahkan atau menghalangi seseorang dari menaati Allah, Rasul-Nya, serta berjihad di jalan-Nya, maka orang tersebut telah jatuh ke dalam kefasikan.2. Ancaman "Maka Tunggulah" (Fatarabbashu)Kalimat "fatarabbashu hatta ya'tiyallahu bi amrih" (maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya) adalah bentuk ancaman azab atau hukuman, baik yang diturunkan di dunia maupun yang disiapkan di akhirat bagi mereka yang melalaikan agama demi kenikmatan dunia.3. Hadis-Hadis Pendukung yang Dikutip Ibnu KatsirUntuk memperkuat makna ayat ini, Ibnu Katsir menyertakan beberapa hadis sahih:Kesempurnaan Iman dengan Mencintai Nabi SAW: "Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)Pengakuan Umar bin Al-Khaththab RA: Umar RA pernah berkata, "Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri." Nabi SAW menjawab, "Tidak, demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri." Maka Umar berkata, "Sekarang, demi Allah, engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri." Nabi SAW bersabda, "Sekarang (baru benar imanmu), wahai Umar." (HR. Bukhari)Dampak Kehinaan Akibat Mengabaikan Agama demi Dunia: Ibnu Katsir mengutip hadis riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud mengenai bahaya ketika masyarakat telah tenggelam dalam transaksi ribawi (jual beli 'inah), sibuk dengan perternakan dan pertanian, lalu meninggalkan jihad dan kewajiban agama: Allah akan menimpakan kehinaan atas mereka dan tidak akan mencabutnya sampai mereka kembali kepada ajaran agamanya.Poin Utama AyatHierarki Cinta Utama: Cinta kepada Allah, Rasul-Nya, dan penegakan agama-Nya wajib ditaruh di atas segala bentuk cinta duniawi.Definisi Orang Fasik dalam Ayat Ini: Orang yang menyimpang dari ketaatan karena lebih memilih kenyamanan keluarga, harta, atau tempat tinggal daripada menjalankan perintah Allah.Keseimbangan Sikap: Agama tidak melarang manusia mencintai keluarga dan harta, namun melarang keras jika ikatan duniawi tersebut menandingi atau mengalahkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.Wallahu 'Alam
Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:152)Allah memerintahkan orang-orang mukmin agar berzikir kepadanya dan menjanjikan pahala terbaik atasnya. Yaitu pujian di sisi malaikat kepada siapa yang mengingat-Nya. Wahai orang-orang mukmin, berikanlah rasa syukur kalian hanya kepada-Ku, baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan, dan jangan memungkiri nikmat-nikmat-Ku kepada kalian.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Qur'aniah Ali
📍 Kabupaten Bantul
Dunia hanyalah tempat persinggahan. Lakukan yang terbaik, fokus beribadah untuk bekal akhirat kelak.
Tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama
Tafsir Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:19)Tema: ALLAH TELAH MENIMPAKAN COBAAN KEPADA ORANG KAFIR SEPERTI YANG DITIMPAKAN KEPADA PEMILIK KEBUN (Ayat 17-33)Tatkala mereka tidur pada malam hari untuk menanti esok pagi, Allah pun mengirimkan azab pada kebun mereka. طَائِفٌ adalah sesuatu yang mengelilingi(49). Sebagian menafsirkan bahwa malaikat Jibril datang memberi bencana, sebagian yang lain menafsirkan bahwa api yang dikirimkan oleh Allah ﷻ untuk meliputi kebun mereka hingga habis terbakar tanpa terkecuali sedikitpun, dan tidak tersisa sedikitpun kecuali hanya debu dan warna hitam bekas kebakaran(50). Dan mereka tidak menyadari apa yang telah terjadi dengan kebun-kebun mereka. Demikianlah azab Allah ﷻ yang bisa datang kapan saja tanpa disadari, sebagaimana Allah ﷻ berfirman,أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ، أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ“Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?” (QS. Al-A’raf : 97-98)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comBuatkan flyer portrait aesthetic dengan tulisan hand writing, sederhanakan kalimatnya dan berikan highlight, latarnya seperti kertas binder, berikan sedikit gambar tapi jangan gambar makhluk bernyawa, tambahkan bahasa arabnya untuk setiap ayat
Rachmatika
📍 Kota Administrasi Jakarta Barat
Wahai orang-orang musyrik, bagaimana kalian bisa mengingkari keesaan Allah dan mempersekutukan-Nya dengan yang lain dalam ibadah padahal bukti yang jelas terdapat pada diri kalian? Sebelumnya kalian benar-benar tidak ada, lalu Allah menciptakan kalian dan meniupkan napas kehidupan pada kalian, kemudian Dia mematikan kalian setelah habis ajal kalian yang telah Dia tetapkan untuk kalian, kemudian Dia mengembalikan kalian untuk hidup kembali di hari kebangkitan, kemudian kalian kembali kepada-Nya untuk menghadapi hisab dan menerima pembalasan.Tafsir Al Muyassar Al Baqarah (2:28)Quran Tadabbur
Tafsir At-TaysirQS. Al-Mā'idah: 87Tiga Cakupan Larangan Mengharamkan yang HalalAllah ﷻ memperingatkan orang-orang beriman untuk tidak mengharamkan apa yang telah Allah ﷻ halalkan kepada mereka. Firman Allah ﷻ: لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ“Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepada kamu”.mencakup tiga hal:Mengubah Hukum Allah ﷻ (Bentuk Kekufuran):Mengubah hukum dengan mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram secara sengaja dan sadar setelah jelas hukumnya. Contoh Menghalalkan yang Haram: Menghalalkan zina atau daging babi.Contoh Mengharamkan yang Halal: Mengharamkan daging kambing bagi diri sendiri.Kedustaan/Kekeliruan dalam Mengabarkan Hukum:Mengabarkan bahwa sesuatu itu haram padahal halal tanpa bermaksud mengubah hukum Allah ﷻ.Contoh: Menyebut memakan/meminum susu kuda itu haram padahal hukumnya halal. Perbuatan ini termasuk kemaksiatan atau kekeliruan, sehingga perlu berhati-hati dalam menyampaikan hukum.Menahan Diri dari Perkara Halal (Maksud Utama Ayat):Makna Lā Tuharrimū adalah Lā Tamtani‘ū (jangan menolak/mencegah diri dari apa yang Allah halalkan).Menolak makan daging, makanan lezat, atau pakaian bagus dengan niat mendekatkan diri kepada Allah adalah perbuatan terlarang (zuhud dan warak yang salah).Kisah 3 Orang yang Bersemangat Ibadah:Ada tiga orang yang bersumpah: tidak menikahi wanita, tidak makan daging, dan tidak tidur di kasur.Nabi ﷺ menegur mereka: “Aku shalat dan tidur, berpuasa dan berbuka, serta menikahi wanita. Siapa yang tidak suka dengan sunnahku, maka dia bukan dari golonganku.” (HR. Hadis).Ketentuan Menikmati Perkara HalalDua Syarat Nikmat Halal: Boleh dinikmati tanpa berlebih-lebihan (israf) dan tanpa sombong (makhilah).Teladan Rasulullah ﷺ: Memakan kurma/makanan lezat yang dihidangkan, termasuk memenuhi undangan makanan dari orang Yahudi.Memakai Pakaian Indah: Hukum asalnya boleh berdasarkan hadits “Sesungguhnya Allah itu indah menyukai keindahan”. Namun jika khawatir sombong atau berlebih-lebihan, hendaknya ditinggalkan. Menolak pemberian bagus yang halal dari Allah dapat diartikan bentuk tidak bersyukur.Larangan Melampaui Batas dan Penetapan Sifat Cinta AllahMakna Wa Lā Ta‘tadū: Jangan melampaui batas dengan mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.Sifat Cinta (Al-Mahabbah) Bagi Allah: Karena Allah tidak menyukai sikap melampaui batas, konsekuensinya Allah menyukai sikap yang tidak melampaui batas (Aqidah Ahlus Sunnah).Sejarah Penolakan Sifat Cinta Allah (Ahli Bidah):Ja'd bin Dirham: Orang pertama yang mengingkari bahwa Allah memiliki sifat mencintai dan menolak QS. An-Nisa: 125 ("Allah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-Nya").Eksekusi Ja'd bin Dirham: Diberhentikan dan disembelih oleh Gubernur Khalid Al-Qasri saat khutbah Idul Adha karena meyakini Allah tidak menjadikan Ibrahim kekasih-Nya dan tidak berbicara langsung dengan Musa.Penerus Pemikiran: Dilanjutkan oleh Jahm bin Shafwan, kelompok Mu'tazilah, dan kelompok-kelompok belakangan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Hikmah Hari Kiamat benar-benar akan disaksikan seluruh makhluk.Kondisi Langit Saat Kiamat Allah menggambarkan langit mengalami lima tahapan. ① الانفطار Terbelah.② الانشقاق Robek sempurna.③ واهية Menjadi lemah.④ الكشط Terlepas dari bingkainya. ⑤ طَيُّ السَّمَاءِ Dilipat seperti lembaran kitab.💡 Pelajaran Alam semesta yang begitu kokoh pun akan hancur atas kehendak Allah.Tafsir Hari Kiamat✔ Pasti terjadi. ✔ Tidak mungkin dihindari.✔ Seluruh janji Allah akan terbukti.✔ Semua manusia akan dikumpulkan.Kehancuran Umat Terdahulu :Kaum Tsamud - Kaum 'Ad - Fir'aun - Kaum Nabi Luth - Semuanya dibinasakan karena mendustakan para rasul. Pelajaran🌿 Jangan mendustakan wahyu Allah.🌿 Ambillah pelajaran dari umat terdahulu.🌿 Persiapkan bekal sebelum Hari Kiamat.🌿 Dunia hanyalah sementara.✨ Quote Penutup "Hari Kiamat adalah kepastian. Yang akan selamat hanyalah orang yang beriman dan mempersiapkan bekalnya.
Merupakan sunnatullah (ketentuan Allah) diturunkannya bala (cobaan dan ujian). Maka janganlah kalian (wahai orang-orang mukmin) mengira bahwa Allah akan meninggalkan kalian tanpa memberi ujian; agar Allah mengetahui siapa di antara kalian yang ikhlas dalam berjihad dan tidak meminta perlindungan selain kepada Allah, Rasul-Nya, serta orang-orang mukmin. Dan Allah Maha Mengetahui semua apa yang kalian kerjakan dan akan membalasnya.
Berlomba-lombalah kalian wahai orang beriman untuk melakukan kebajikan.