📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Ringkasan Bab 9 ; Talbis Iblis terhadap orang yg beramar ma'ruf nahi mungkar

TALBIS IBLIS 9 ; Talbis Iblis terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar.Ustadz DR Firanda Andirja M APenjelasan ttg tipuan syaithan terhadap orang2 yg beramar ma'ruf dan bernahi mungkar. Dan termasuk ibadah yg agung adl beramar ma'ruf nahi mungkar. Meskipun ini adl ibadah yg agung, ini ada fikih nya. Ada aturan2 nya. Pertama, bila dia beramar ma'ruf nahi mungkar, maka kemungkaran itu akan hilang, maka ia wajib ber nahi mungkar. Kedua, kemungkaran tps berkurang, maka ia wajib ber nahi mungkar. Ketiga, bila kemungkaran malah semakin besar, maka ia tidak boleh bernahi mungkar. Tidak boleh kita mencegah kemungkaran yg malah menyebabkan kemungkaran yg lebih dahsyat. Ke empat, kita cegah kemungkaran tetapi malah berganti dg kemungkaran yg sejenis. Maka ini butuh ijtihad.Beliau (Ibnul Jauzi) berkata, orang2 yg beramar ma'ruf nahi mungkar ada 2 model. Pertama Alimun (org yg berilmu), Kedua Jahilun (org yg jahil). Adapun Iblis menggoda org yg pertama (alim), ia mengerti ttg fikih, dan dia pantas untuk beramar ma'ruf nahi mungkar (berdakwah), tapi ternyata iblis bs masuk kepada nya lewat 2 pintu :Bergaya dg perbuatannya bernahi mungkar dg dakwahnya, dan ingin disebut2 org, ujub dg perbuatannya.Dia marah bukan karena Allah, tp marah krn dirinya. Bisa jdi sejak awal dia marah krn diri nya, atau bs jadi dia awalnya dia ikhlas, tp terakhirnya dia ikut emosi dan akhirnya dia marah krn diri nya. Adapun Iblis menggoda orang2 bodoh tuk beramar ma'ruf nahi mungkar, iblis akan mempermainkan nya. Dan sesungguhnya ketika ia beramar ma'ruf kerusakan yg dia timbulkan lebih banyak daripada perbaikan yg dia lakukan. Kenapa?krn bisa jadi dia melarang yg tdk ada ijma, tdk mengerti, tidak ada fiqihnya. Oleh karena itu banyak nya perpecahan di kalangan kaum muslimin krn banyak org bodoh yg beramar ma'ruf nahi mungkar. Diantara yg org bodoh lakukan, ia mendobrak pintu, memanjat, terkadang ia memukul pelaku kemungkaran, terkadang ia selalu menuduh yg tidak2. Terkadang org yg beramar ma'ruf nahi mungkar, ia membongkar sesuatu yg seharusnya ia sembunyikan. Berbanga-bangga dg mengingkari kemungkaran dan berbangga-bangga membongkar aib pelaku maksiat. Kata Beliau, tipuan setan terhadap org yg mengingkari kemungkaran maka dia pun duduk di hadapan banyak org dan membangga2kan ttg perbuatannya bernahi mungkar. Ibnu Jauzi berkata, jgn2 org2 yg dia caci maki, jelek2an sdh bertobat. Bisa jadi yg melakukan maksiat menyesal, sementara yg beramar ma'ruf nahi mungkar, ia sombong dg kemungkaran dan akhirnya membuka aib2 kaum muslimin. Menutupi aib kaum muslimin adl wajib sebisa mungkin. Ini adl kebodohan. Adapun org alim, bila ia beramar ma'ruf nahi mungkar, maka engkau akan aman. Krn ia menasehati agar engkau menjadi lbh baik. Dan dahulu para salaf, mereka lembut dalam mengingkari. Bagaimana mengingkari para Fuqara para penguasa. Orang yg paling utama tuk kita lembuti ketika kita mengingkari adl para penguasa. Dan Allah tlh mencontohkan dalam Al quran kisah Musa dan Harun. Allah menyuruh Musa dan Harun, pergilah menemui Firaun, sesungguhnya dia melampaui batas, ucapkanlah kepada Firaun dg kata2 yg lembut, siapa tau dia sadar dan mengambil pelajaran dan siapa tau dia takut kepada Allah. Dan Musa ketika menemui Firaun, ia berucap dg perkataan yg lembut sekali. Maka contohnya spt, Ketahuilah wahai penguasa, sesungguhnya Allah telah mengangkat kalian dg dijadikan penguasa. Maka ingatlah ini nikmat dari Allah. Sesungguhnya nikmat itu akan langgeng dg bersyukur kpd Allah. Jangan sampai nikmat itu di tanggapi dg kemaksiatan. Fitnah seorang yang tidak bernahi mungkar.Setan telah menipu sebagian ahli ibadah. Dia melihat kemungkaran namun dia tidak mengingkari nya. Kemudia dia berkata, yg bs bernahi mungkar adalah org2 yg sholeh, sementara saya bukan org sholeh. Kata Ibnu Jauzi, ini kesalahan. Karena wajib bagi dia untuk beramar ma'ruf nahi mungkar meski ia sering melakukan maksiat.Penyebutan tentang tipuan iblis kepada org2 yg ahli zuhud dan ahli ibadah.Kata Ibnu Jauzi, terkadang seorang awam mendengar dalam Al quran dan hadist2 ttg celaan thd dunia. Maka dia merasa kalau mau selamat harus tinggalkan dunia. Dia tidak tau bahwasa nya dunia itu tdk tercela secara dzat nya tp tercela krn orang yg melakukan dunia tsb. Iblis pun menipunya dg berkata, kau tidak akan selamat di akhirat kec kau meninggalkan dunia. Maka dia segera pergi menuju gunung2, kemudian dia menjauhkan diri dari sholat jumat dan sholat berjamaah. Dan dia tidak menuntut ilmu, maka jadilah dia seperti hewan yg liar, dan dikhayalkan kpd diri nya inilah zuhud yg hakiki. Terlebih ada org yg berkelana tidak sibuk dg dunia. Dan dia mendengar ada org sholeh yg beribadah di gunung, padahal dia punya keluarga, akhirnya ia berkelana dan keluarga nya tidak terurus. Dan bisa jadi dia tidak tau rukun sholat yg seharus nya, ini adl talbis iblis krn dia sedikit ilmu nya. Seandainya ia di beri taufik oleh Allah untuk belajar pd org yg fakih maka ia akan paham hakikat. Maka org yg fakih tsb akan menjelaskan kpd nya, bahwasa nya dunia itu bukan tercela, bagaimana itu dicela padhal itu karunia Allah. Dan bukankah dunia sebab dia menuntut ilmu dan beribadah. Yang tercela itu bila mengambil dunia dg berlebih-lebihan,mengambil dunia tidak sesuai kebutuhan. Diantara tipuan setan kpd Ahli Zuhud, setan mengkhayalkan bahwasa nya zuhud itu meninggalkan perkara2 mubah.Wara' meninggalkan sesuatu perkara yg mungkin mudharat di akhirat. Konsekuensi dari wara' adl meninggalkan yg haram dan meninggalkan yg syubhat karena syubhat ini terkadang memberi mudharat. Adapun Zuhud, meninggalkan yg tidak bermanfaat di akhirat. Bukan meninggalkan perkara2 mubah, krn perkara mubah ada yg bermanfaat di akhirat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
F
Fitri Febriyanti

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis terhadap orang yang ber amar ma'ruf nahi mungkar

Talbis iblis terhadap orang yang amar ma'ruf nahi mungkarSalah satu Ibadah yang agung adalah amar ma'ruf nahi mungkarKalian adalah manusia terbaik yang dikeluarkan pada manusia, umat terbaik yang dikeluarkan pada manusia, sifat kalian menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan kalian beribadah kepada Allah. Umat yg mengerjakan keburukan adalah umat yg terlaknat. Terlaknatlah umat bani israil, karena mereka tidak saling bernahi mungkar.Fiqihnya luas untuk ber amar ma'ruf nahi mungkarBernahi mungkar bukan sedekar menyampaikan kebaikan dan mencegah keburukan.Ada beberapa kondisi untuk bernahi mungkarKemungkaran tsb ilang, boleh bernahi mungkarKemungkaran tsb berkurang , boleh bernahi mungkarKemungkarannya semakin besar, jika seperti ini kita tidak boleh bernahi mungkar karena menyebabkan kemungkarannya semakin besarKita melarang Kemungkaran namun malah tergantikan dengan kemungkaran yang lain, maka perlu adanya ijtihadDari ke 4 kondisi diatas saja sudah menggambarkan, bahwa Bernahi mungkar tidak semudah yg difikirkan Rosulullah bersabdaSiapa diantara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya,jika tidak bisa dengan lisannya, jika tidak bisa maka dengan hatinya, itu iman paling rendah. Nah tidak semua kemungkaran itu buruk.Orang yang ber amar ma'ruf nahi mungkar itu ada 2 model :Orang yg berilmuOrang yang jahil Adapun iblis menggoda org yg alim, bisa masuk melalui 2 jalan, yaitu :Bergaya dengan perbuatannya bernahi mungkar, ingin disebut sebut orang ( RIYA), ujub dengan perbuatannya, ingin dipujiDiriwayatkan kepada kami dari sanad hawari, Abu sulaiman dia berkata "aku mendengar abu jafar almansur (seorang khalifah) menangis saat kutbahnya dihari jumat, yaitu aku marah maka hadir dalam diriku niat untuk menegurnya saat dia turun dari mimbarnya setelah kutbahnya. Ternyata aku tidak jadiMenegemurnya karena aku tidak suka aku menegurnya di depan khalayak ramai, dilihat banyak orang, aku khawatir ketika kesana aku bergaya, berdrama tidak seadanya mumpung dilihat banyak orang. Khawatir saya tidak ikhlas, khalifah tidak senang saya malah dibunuh yang ada saya mati konyol.Seperti sabda nabiSebaik baik jihad adalah perkataan hati kepada penguasa yang zalim. Dia marah bukan karena Allah, dia marah karena dirinyaContohnya : ibnu jauzi berkata bisa jadi sejak awal dia marah karena dirinya untuk bela dirinya. Atau bisa jadi diawal dia ikhlas ditengah tengah dia marah bukan karena membela Allah, dia membela dirinya. Setan kadang masuk lewat situ.Karena itu sulit bantah bantahan dengan ikhlas karena Allah.Maka jadilah permusuhan tersebut untuk membela dirinya.Perkataan umar abdul aziz "Kalau bukan karen  saya sedang marah tentu saya akan menghukum mu". Maksudnya apa? Umar bin abdul aziz berkata "Kau bikin saya marah, aku khawatir ketika aku menghukummu saat marah aku khawatir aku menghukummu bukan karena Allah tapi karena bercampur untuk memuaskan emosi ku.  Maka aku memilih untuk diam."Betapa para salaf terdahulu sangat berhati hati dalam amar ma'ruf nahi mungkar. Karena mereka ber nahi mungkar karena Allah.Hati hati bagi pegiat dakwah jika ber amar ma'ruf nahi mungkar jika tidak diniatkan untuk Allah. Berikutnya tipuan iblis pada orang bodoh yang melakukan nahi mungkarSesungguhnya bila mereka melakukan amar ma'ruf nahi mungkar akan banyak kerusakan yang terjadi. Kenapa??? Karena bisa jadi diamelarang yang boleh secara ijma. Karena dia tidak tau kalau itu boleh padahal ijma mengatakan boleh. Bisa jadi dia mengingkari sesuatu padahal orang tersebut memiliki tafsir yg tidak dia ketahui sesuai dengan yang iya sangkakan. Atau orang tersebut mengikuti pendapat lain. Kemungkarannya bukan ijma tapi khilaf. Kemungkaran yg diperbolehkan itu kesepakatan para ulama ada jika ada ijma atau khilaf yg bersifat lemah, itulah kemungkaran yg boleh untuk diingkari. Seperti riba adalah terkait dengan uang, tapi uang adalah alat tukar terdapat khilaf antar para ulama tapi ini bersifat lemah sehjngga bisa diingkari. Contoh lainnya ada yang bilang musik itu halal padahal ijma ulama mengatakan musik itu haram. Jkka sudah ijma maka tidak boleh diingkari karena sudah kesepakatan para ulama.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap orang yang beramar Ma’ruf nahi munkar

Talbis iblis #9Talbis iblis terhadap orang yang beramar Ma’ruf Nahi MunkarUstadz Dr. Firanda  Andirja MADengan ibadah terbaik adalah Amar Ma’ruf nahi Munkar karena dengan ibadah ini umat manusia mulia﴿كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ﴾“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kalian menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”﴿لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ  كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ﴾“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak saling melarang kemungkaran yang mereka perbuat. Sungguh sangat buruk apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. Al-Ma’idah: 78–79)Meskipun ini ibadah yang agung tapi ada fiqih yang mengaturnya bukan sekedar menyampaikan kebenaran dan melarang kemungkaran.Hal yang harus diperhatikankemungkaran itu akan hilang maka ini wajib melakukanyaKemungkaran tsb berkurang ini juga wajibKemungkarannya semakin besar maka ini tidak boleh dilakukanTerjadi kemungkaran namun berganti dengan kemungkaran yang lain maka ini butuh ijtihaddari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman”(HR. Shahih Muslim no. 49)Orang orang yang beramar ma’ruf nahi munkar itu ada 2 macamorang yang berilmuOrang yang bodohTalbis iblis terhadap ahli ilmuriya dan ujub dengan dakwah dan amal perbuatanya karena dia tau fiqihnyaDari ahmad bin abi al hawari“Aku mendengar Abu Sulaiman berkata: Aku mendengar Abu Ja’far berkhutbah sambil menangis, maka ketika itu aku marah karena kemungakranya maka hadir dalam diriku niat utk menegurnya ternyata tidak jadi aku tidak suka berjalan menuju khalifah dan menasehatinya didepan umum dan oraang melihatnya aku khawatir kesana dn menghias diri dengan bergaya utk mensehatinya,aku khawatirnya dia memerintahkan anak buahnya utk melakukan keburukan maka bisa jadi aku dibunuh maka akupun duduk dan diam”Maksudnya dia takut riya,dibunuh dan mati konyol.marah bukan karena Allah tapi ada maksud lainContoh bisa jadi sejak awal dia marah karena dirinya karena diganggu oleh orang yang dinasehati.Umar Bin Abdul Aziz berkata kepada seorang laki laki“Kalo bukan karena saya marah tentu saya sudah menghukummu”Maksudnya khawatir marah bukan karena Allah tapi bercampur dengan emosi karena urusan pribadiTalbis iblis terhadap orang bodohsyetan mempermainkannya dengan menimbulkan banyak kerusakan karena apa yg dilarang ternyata bertentangan dengan syariatOrang yang dinasehati mengikuti fiqih dari ijma ulama lain seperti ada ulama yang membolehkan musik padahal ulama mengharamkan.Masuk rumah orang yang bermaksiat dengan mendobrak pintunya (tidak boleh tajasus pada maksiat yang dilakukan diam2)Main hakim sendiri pada pelaku maksiatMenuduh orang tanpa bukti (qodzf)Membongkar suatu perkara yang seharusnya disembunyikan.Imam Ahmad pernah ditanya Ada suatu kaum yang membawa kemungkaran tertutup apakah harus dihancurkan?Imam Ahmad berkata “jangan kau hancurin” karena tidak keliatan.Dalam riwayat yang lain Imam Ahmad menyuruh mematahi alat musiknya itu mungkin tidak tertutup dgn sempurna dan keliatan.ada sebagian orang yang nahi mungkar kemudian lapor kepada penguasa yang tidak berilmu akhirnya menzolimi pelaku maksiatBerkata Imam Ahmad Bin Hambal“Kalo kau tau penguasa orang soleh mengerti hukum maka laporkan kalo tidak jangan laporkan karena dia akan menghukumn sesuai syariat.berbangga2 dengan membongkar aib pelaku maksiatKarena bisa jadi pelakunya sudah bertobat dan lebih baik dari yang membongkar ,menutup aib muslim wajib sebisa mungkinmenyerang orang yang belom pasti melakukan kemaksiatan.Bagaimana mengingkari para penguasaOrang yang paling berhak kita lembuti ketika menasehati adalah para penguasa karena dengan kelembutan bisa jadi dia menjadi tersentuh.Seperti nasehat Nabi Musa kepada Fir’aun yang diperintahkan Allah utk mengajak tauhid dengan kelembutan.Talbis iblis terhadap ahli ibadah yang melihat kemungkaran tapi dia tidak mengingkarinyamereka berkata yang bisa bernahi munkar hanya orang soleh sementara dia merasa belom soleh,padahal wajib bagi seorang muslim utk bernahi munkar walaupun masih melakukan maksiatIbnu Aqil berkataKami melihat org soleh dizaman kami yang bernama abu bakar al aqfali jika dia mau beramal soleh dia mengajak orang soleh berjalan bersamanya,atau orang yg tidak pernah mengambil sedekah dan mengotori harta mereka atau orang yang kuat sholat malam.Talbis iblis terhadap orang ahli zuhud dan ahli ibadahmendengar hadist atau ayat2 yang mencela dunia sehingga dia merasa kalo mau selamat maka harus tinggalkan dunia padahal dunia tidak tercela secara zat hanya tercela adalah sifat manusia terhadap zat tsb.sehingga dia menjauhkan diri di pegunungan sehingga meninggalkan sholat dan menuntut ilmuBerkelana menghindar dari dunia padahal punya keluarga yang dia tinggalkan,iblis menggoda karena kurang ilmunya dan dia ridho denganyaDunia kalo dimanfaat adalah sarana menuju kebahagiaan akhirat yang tidak boleh adalah berlebih2an menikmati dunia.Berkata sebagian salaf“Kami pergi beramai2 beribadah kegunung lalu datang Sofyan Attsaury menyuruh kami pulang”tidak menuntut ilmu karena sibuk dengan kezuhudan,mengganti kebaikan dengan hal yang sia sia karena menuntut ilmu manfaatnya banyakSyetan membisikan bahwa zuhud meninggalkan perkara mubah.Wara’ adalah meninggalkan apa yang dikhawatirkan membahayakan di akhirat.”Zuhud artinya meninggalkan hal hal yang tidak ada manfatnya buat akhirat kitaDiantara talbis iblis yang  menganggap kezuhudan adalah tidak mau makan buah,makan roti halus,makan sedikit sampai kerempeng,memakan hidangan yang enak dll,ini bukalah jalan para rasul dan para sahabatPara sahabat dulu lapar karena tidak ada makan bukan melaparkan diri seperti kisah diperang khandak.ketika lapar mereka sabarSofyan Attsaury ketika safar membawa daging yang dibakar sebagai bekal padahal dia terkenal zuhud.“Tubuhmu adalah tungganganmu maka lembutkanlah agar dia bermanfaat bagimu dan jangan berlebihan”

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #9: Talbis Iblis Terhadap Orang Yg Beramar Ma'ruf Nahi Munkar - Dr. Firanda Andirja MA

tipu daya iblis di dalamnya:1. Golongan Berilmu (Alimun)Meskipun memenuhi syarat dan memahami ilmu fiqih, orang berilmu tetap bisa digoda oleh iblis melalui dua celah utama:Niat yang Salah (Riya' dan Ujub): Melakukan amar ma'ruf nahi munkar hanya untuk bergaya, pamer, dan mengharapkan pujian dari manusia.Motif Marah yang Keliru: Marah ketika berdakwah bukan karena membela agama Allah, melainkan karena ego atau membela diri sendiri.2. Golongan Tanpa Ilmu (Jahilun)Praktik amar ma'ruf nahi munkar oleh orang yang tidak berilmu dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Kesalahan utama mereka meliputi:Mengharamkan yang Boleh: Melarang sesuatu yang sebenarnya dibolehkan oleh ijma' (kesepakatan ulama) atau sesuatu yang memiliki dasar fiqihnya.Keliru Menyikapi Perbedaan Pendapat (Khilaf): * Sesuatu wajib dimungkari jika sudah disepakati keharamannya (ijma'), misalnya musik (sebagian besar ulama mengharamkan musik, hanya sebagian kecil sekali yang membolehkan, maka wajib kita ingkari dan jauhi musik).Jika masalah tersebut adalah perbedaan pendapat (khilaf) seperti Qunut Subuh, maka tidak perlu didebat secara kusir atau dimungkari secara berlebihan karena umat boleh memilih untuk mengikuti atau tidak.Mengedepankan Emosi: Nahi munkar memiliki aturan dan fiqihnya. Tidak boleh dilakukan asal-asalan dan penuh emosi. Allah mencontohkan Nabi Musa dan Harun yang tetap diperintahkan berucap lembut meski saat menghadapi Fir'aun.3. Golongan Ahli ZuhudAhli zuhud sering kali salah memahami ayat-ayat yang mencela dunia, padahal menurut Ibnu Jauzi, dunia pada zatnya tidak tercela, melainkan sifat manusianyalah yang membuatnya tercela.Tipu Daya Iblis (Talbis Iblis): Mendorong mereka untuk mengasingkan diri (misal ke pegunungan) dan menjauhi manusia.Dampak Buruk: Akibat pengasingan tersebut, mereka justru meninggalkan kewajiban agama yang lebih utama, seperti sholat berjamaah, merawat orang tua, dan menunaikan hak-hak orang lain.Prinsip Penting dalam Amar Ma'ruf Nahi MunkarSelain kesalahan golongan di atas, ada beberapa prinsip dasar yang sering disalahpahami:Menegur Orang Lain = Menegur Diri Sendiri: Seseorang yang menegur kemaksiatan karena Allah hakikatnya sedang menegur dirinya sendiri. Pengingkaran ini akan berdampak jauh lebih besar jika ia juga telah meninggalkan maksiat tersebut.Bantahan Terhadap Syarat "Harus Soleh Dulu": Ada tipu daya iblis yang membisikkan bahwa “Hanya orang soleh yang boleh menegur.” Ini adalah keliru. Amar ma'ruf nahi munkar wajib bagi siapapun, termasuk bagi orang yang masih melakukan maksiat tersebut.Dua Kewajiban Mutlak: Jika seseorang masih bermaksiat, ia memiliki dua kewajiban: (1) Meninggalkan maksiat tersebut, dan (2) Tetap bernahi munkar. Jika ia tidak melakukan keduanya, maka ia menanggung dua dosa sekaligus.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Materi 9: talbis iblis terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi munkar

Rangkuman Kajian: Talbis Iblis #9 (Tipu Daya Iblis Terhadap Pelaku Amar Ma'ruf Nahi Munkar)Ibadah Amar Ma'ruf Nahi Munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) adalah pilar agung yang menjaga keselamatan suatu umat. Namun, karena nilai pahalanya yang luar biasa, Iblis sangat agresif menyusupkan tipu daya (talbis) kepada para pelakunya. Iblis tidak menghentikan mereka dari berdakwah, melainkan merusak amalan tersebut dari dalam melalui distorsi niat, hilangnya ilmu, dan salah metode.Berikut adalah poin-poin utama tipu daya Iblis dalam bab ini:1. Distorsi Niat: Memburu Ego dan OtoritasMencari Panggung & Sensasi: Iblis memalingkan niat seseorang sehingga ia merasa menjadi "pembela agama" yang suci. Aktivitasnahi munkar yang dilakukannya perlahan bergeser menjadi sarana untuk mencari popularitas, pengakuan, dan validasi bahwa dirinya lebih mulia daripada orang lain.Tujuan Mempermalukan, Bukan Memperbaiki: Tujuan asli nahi munkar adalah menyelamatkan pelaku maksiat atas dasar kasih sayang agar mereka bertaubat. Namun, Iblis mengubahnya menjadi dorongan untuk menjatuhkan, merendahkan, dan mempermalukan pelaku maksiat di hadapan publik.2. Sikap Keras dan Marah karena NafsuKemarahan Berkedok Agama: Ketika nasihat atau tegurannya ditolak, pelaku nahi munkar sering kali menjadi sangat marah dan kalap. Hakikat kemarahan tersebut acap kali bukan karena hukum Allah dilanggar, melainkan karena egonya terluka dan merasa tidak dihargai.Melewati Batas Syariat: Iblis membisikkan bahwa "demi menegakkan kebenaran", seseorang boleh mencaci-maki, menggunakan kata-kata kotor, atau melakukan kekerasan fisik secara serampangan yang justru melanggar koridor syariat dan hukum yang berlaku.3. Terjebak dalam Fitnah Tajassus (Mencari-Cari Kesalahan)Membongkar Aib yang Tersembunyi: Salah satu jebakan Iblis yang paling halus adalah mendorong seseorang untuk sengaja memata-matai, mengintai, atau mengorek-ngorek dosa privat seseorang dengan dalih "mencegah kemungkaran".Aturan Syariat yang Dilanggar: Islam secara tegas melarang tindakan tajassus. Kemungkaran yang wajib diingkari secara terbuka adalah maksiat yang dilakukan secara terang-terangan (mujaharah) dan berdampak luas pada publik. Jika maksiat itu bersifat privat dan telah ditutupi oleh Allah, maka tidak boleh dibongkar secara paksa.4. Salah Menimbang Maslahat dan MudaratMemicu Kemungkaran yang Lebih Besar: Iblis membuat pelakunya bertindak tergesa-gesa tanpa perhitungan ilmiah. Akibat metode nahi munkar yang kaku atau anarkis, tindakan tersebut justru memicu dampak buruk yang jauh lebih besar, seperti pertumpahan darah, rusaknya tatanan sosial, atau fitnah besar yang menjauhkan masyarakat dari agama.Kaku dalam Masalah Khilafiyah: Iblis menipu sebagian orang agar menyamakan perbedaan pendapat ijtihadiyyah (masalah fikih yang longgar di antara para ulama) sebagai sebuah "kemungkaran besar". Mereka menghabiskan energi untuk memusuhi dan mengingkari sesama muslim dalam perkara yang sebenarnya masih ditoleransi oleh para ulama.5. Kontradiksi Ucapan dan PerbuatanMelupakan Diri Sendiri: Pelaku dakwah ditipu hingga sangat vokal menyuruh orang lain berbuat baik dan keras melarang kemungkaran, namun ia sendiri lalai terhadap kewajiban tersebut pada dirinya dan keluarga terdekatnya. Mereka mengabaikan peringatan keras Allah dalam Al-Qur'an:"Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri..." (QS. Al-Baqarah: 44).💡 Pilar Keselamatan dalam Amar Ma'ruf Nahi MunkarUntuk membentengi diri dari jebakan Iblis, Ust. Firanda menekankan empat syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap muslim sebelum terjun melakukan amar ma'ruf nahi munkar:No Pilar Keselamatan Keterangan1 Al-'Ilmu (Berilmu) Harus paham betul secara syariat mana perkara yang benar-benar ma'ruf dan mana yang benar-benar munkar berdasarkan dalil, bukan sekadar perasaan atau adat kebiasaan.2 Al-Rifqu (Lembut) Menyampaikan ajakan atau teguran dengan cara yang santun dan lembut, karena kelembutan akan menghiasi amalan dan lebih mudah menyentuh hati manusia.3 Al-'Adlu (Adil/Ikhlas) Menjaga hati agar tetap ikhlas karena Allah dan adil, bertindak atas dasar kasih sayang (rahmah) agar orang lain selamat, bukan karena kebencian pribadi.4 Al-Shabru (Sabar) Mempersiapkan mental untuk bersabar menghadapi respons negatif, penolakan, maupun risiko gangguan yang timbul setelah dakwah disampaikan.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
R
Riva Aktivia

📍 Kota Palembang

Talbis iblis 9

Talbis iblis #9 Terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar ○umat islam adalah umat yang terbaik diantara Umat islam karena menyuruh berbuat baik dan mencegah berbuat mungkar ○talbis iblis pada org2 yg alim lewat 2 cara, yaitu pertama bergaya dengan perbuatannya dengan riya dan ujub,yg kedua dia marah karena membela dirinya bukan karena Allah. ○talbis iblis pada orang2 yg tidak berilmu caranya seperti main hakim sendiri, berbangga-bangga sudah bernahi mungkar dan mencaci maki pelaku, menasehati dengan lembut walaupun kepada penguasa yg zalim seperti nabi musa dan nabi harun mengajak Fir'aun dengan kata2 yg halus karena diperintahkan oleh Allah, tidak ber-nahi mungkar karena mereka masih berbuat kemungkaran sehingga merasa tidak pantas melakukannya padahal ber-nahi mungkar adalah wajib baginya,Talbis iblis kepada ahli zuhud dan ahli ibadah○dunia tidak tercela secara zatnya namun yg tercela adalah sifat manusia terhadap dunia tersebut. Talbis iblis kepadanya dengan meninggalkan dunia ke hutan atau ke gunung dan meninggalkan keluarganya, ia menyendiri sibuk ibadah sendiri ia menyangka ia sudah zuhud padahal dunia dapat dimanfaatkan dengan amal soleh.○dunia yg tercela adalah dengan mengambil dengan cara yg haram dan berlebihan tidak sesuai dengan kebutuhan hanya mengikuti hawa nafsu/keinginan semata. ○talbis iblis tentang zuhud adalah sibuk ibadah sendiri tapi tidak mau menuntut ilmu, sedangkan zuhud adalah meninggalkan yg tidak bermanfaat di akhirat bukan meninggalkan perkara mubah. Sehingga jika ingin zuhud pikirkan apakah ini ada manfatnya diakhirat jika tidak ada manfaatnya maka tinggalkanlah.○wara adalah meninggalkan sesuatu yg mungkin mudoroot di akhirat yaitu meninggalkan yg haram dan syubhat.○contoh Talbis iblis seperti tidak mau makan kecuali hanya sedikit, berpakaian hanya yg tipis dan kurang layak, padahal zaman nabi para sahabat pun makan yg enak2, pakai yg bagus2, namun jika sedang tidak ada yg bisa dimakandan dipakai baru bersabar dan berhemat.○

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 9

Rangkuman Kajian Talbis Iblis #9Talbis Iblis terhadap Orang yang Beramar Ma’ruf Nahi MunkarPemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.⸻📌 Pengertian Talbis IblisTalbis Iblis adalah tipu daya setan yang membuat seseorang mengira dirinya berada di atas kebenaran, padahal telah menyimpang dari tuntunan syariat.⸻1️⃣ Tipu Daya Setan dalam Amar Ma’ruf Nahi MunkarA. Terhadap Orang BerilmuSetan menjerumuskan mereka dengan:Ujub (bangga terhadap diri sendiri).Riya’ (ingin dipuji dan dilihat manusia).Marah saat berdakwah karena membela ego dan kehormatan diri, bukan karena membela agama Allah.B. Terhadap Orang yang Kurang IlmuSetan mendorong mereka sehingga:Melakukan tajassus (mencari-cari aib orang lain).Bertindak sebagai hakim terhadap manusia tanpa ilmu.Mengingkari perkara yang masih diperselisihkan ulama (khilafiyah).Menimbulkan kerusakan yang lebih besar daripada kemaslahatan yang ingin dicapai.C. Adab MenasihatiDakwah harus dilakukan dengan hikmah, ilmu, dan kelembutan.Menasihati penguasa dilakukan dengan cara yang benar dan penuh adab.Meneladani Nabi Musa ketika berdakwah kepada Fir’aun dengan perkataan yang lembut.D. Kewajiban BerdakwahSeseorang yang masih memiliki dosa tetap wajib beramar ma’ruf nahi munkar.Namun ia juga wajib memperbaiki dirinya sendiri agar nasihatnya lebih berpengaruh.⸻2️⃣ Tipu Daya Setan terhadap Ahli ZuhudA. Zuhud yang KeliruSetan membisikkan bahwa zuhud berarti:Meninggalkan dunia sepenuhnya.Menjauhi masyarakat.Tidak menikah.Tidak berjamaah.Menyiksa diri dengan pakaian kasar dan makanan yang sangat sedikit.Padahal pemahaman ini tidak sesuai dengan tuntunan Islam.B. Hakikat Zuhud yang BenarMenurut Ibnu Jauzi:Zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat, bukan meninggalkan perkara mubah yang dapat membantu ketaatan kepada Allah.Zuhud bukan berarti:Menelantarkan tubuh.Menelantarkan keluarga.Mengabaikan tanggung jawab duniawi.C. Teladan Rasulullah ﷺRasulullah ﷺ menikmati makanan dan minuman yang baik.Beliau menikah, bermasyarakat, dan berinteraksi dengan manusia.Beliau hidup sederhana tanpa berlebih-lebihan.Memaksakan kesengsaraan atas diri tanpa dalil bukanlah bentuk zuhud.⸻📖 Dalil PentingTentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.”(QS. Ali Imran: 104)Tentang Kelembutan dalam Dakwah“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut.”(QS. Thaha: 44)Tentang Sikap Berlebihan dalam AgamaRasulullah ﷺ bersabda:“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan dalam agama.”(HR. Muslim)⸻✨ Poin-Poin Penting Kajian✅ Dakwah harus dilandasi ilmu dan keikhlasan.✅ Jangan sampai amar ma’ruf nahi munkar berubah menjadi sarana mencari popularitas atau melampiaskan emosi.✅ Mengingkari kemungkaran harus mempertimbangkan maslahat dan mudarat.✅ Zuhud bukan meninggalkan dunia, tetapi menjadikan dunia sebagai sarana menuju akhirat.✅ Islam melarang sikap ekstrem (ghuluw) dan rahbaniyah yang tidak diajarkan syariat.✅ Seorang muslim harus menjaga keseimbangan antara ibadah, keluarga, pekerjaan, dan dakwah.⸻🌸 KesimpulanTalbis Iblis terhadap para da’i dan ahli zuhud terjadi ketika seseorang beribadah atau berdakwah tanpa ilmu, keikhlasan, dan pemahaman syariat yang benar. Setan dapat menjerumuskan manusia melalui ujub, riya’, sikap berlebihan dalam agama, serta pemahaman zuhud yang keliru. Seorang muslim hendaknya meniti jalan pertengahan (wasathiyah), mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para salaf, serta menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat demi meraih ridha Allah Ta’ala. 🌿

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 9: Talbis Iblis #9

Bagian 1: Tipuan Iblis terhadap Pelaku Amar Ma'ruf Nahi MunkarAmar Ma'ruf Nahi Munkar adalah ibadah yang sangat mulia.Iblis tetap bisa masuk dan merusak pahalanya melalui dua kelompok pelaku:A. Tipuan terhadap orang yang berilmu (Alim)Meskipun secara fikih paham cara menegur yang benar, orang alim kerap ditipu iblis melalui dua jalan:Riya' dan Ujub: Sengaja berdakwah atau menegur kemungkaran dengan gaya berlebihan agar dikagumi orang lain, atau merasa bangga diri (ujub) ketika tegurannya berhasil membuat orang tunduk.Marah untuk Membela Diri, Bukan karena Allah: Awalnya berniat ikhlas, tetapi ketika orang yang ditegur membalas dengan hinaan atau cacian, ia menjadi emosi. Pada titik ini, bantahan dan perdebatannya berubah menjadi ajang membela harga diri pribadi, bukan lagi membela agama Allah.B. Tipuan terhadap Orang Bodoh (Jahil)Orang yang bermodal semangat tanpa dasar ilmu sering kali menimbulkan kerusakan yang lebih besar daripada perbaikan, contohnya: Asal Tuduh pada Masalah Khilafiyah: Meributkan dan menyalahkan orang lain pada perkara fikih yang masih didebatkan para ulama besar.Melanggar Batasan Syariat (Tajasus): Sengaja mendobrak pintu rumah orang lain atau memata-matai maksiat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, padahal Islam melarang membuka aib sesama muslim yang tidak terang-terangan.Main Hakim Sendiri: Melakukan kekerasan fisik (seperti memukuli pencuri hingga tewas) atau melontarkan tuduhan zina tanpa empat saksi mata, yang justru termasuk dosa besar.C. Adab Menegur Penguasa (Pemerintah)Di dalam dakwah, orang yang paling utama untuk dihadapi dengan kelembutan adalah para penguasa.Mencontoh Nabi Musa dan Harun saat diperintah Allah untuk menasihati Firaun dengan kata-kata yang lemah lembut (qoulan layyinan), tujuannya agar mereka sadar dan bukan untuk memprovokasi kemarahan yang bisa berujung pada kezaliman yang lebih parah.Bagian 2: Tipuan Iblis terhadap Ahli Zuhud dan Ahli IbadahBanyak ahli ibadah salah memahami esensi zuhud karena minimnya ilmu, lalu terjebak dalam talbis iblis berikut:Mengisolasi Diri ke Gunung/Hutan secara Keliru: Karena sering mendengar dalil tercelanya dunia, sebagian orang mengira bahwa cara selamat adalah kabur ke gunung atau hutan. Akibatnya, mereka meninggalkan kewajiban yang lebih besar seperti menuntut ilmu, salat Jumat, salat berjamaah, serta menelantarkan hak keluarga (anak, istri, atau orang tua).Hakikat Dunia --> Tidak Tercela pada Zatnya: Dunia sebenarnya tidak haram secara zatnya. Manusia butuh dunia (makan, minum, pakaian, dan uang) agar fisiknya kuat untuk menuntut ilmu dan beribadah (misalnya untuk membangun masjid). Dunia baru tercela jika: diambil dari cara yang haram/syubhat, atau digunakan secara berlebihan hanya demi menuruti hawa nafsu.Zuhud yang Salah: Menyiksa Diri: Banyak yang mengira zuhud berarti sengaja makan makanan basi/kasar, antipati pada buah-buahan, enggan minum air dingin, atau memakai pakaian yang kasar dan menyiksa tubuh. Jalan Rasulullah bukan seperti itu Nabi menyukai daging kambing, ayam, makanan manis, dan air dingin yang segar jika memang hidangan itu ada. Para sahabat bersabar saat lapar (karena kondisi miskin), tetapi ketika ada makanan enak, mereka tetap memakannya dengan porsi yang tidak berlebihan.Definisi Zuhud yang Benar menurut Syariat:Wara’: Meninggalkan perkara yang ditakutkan membawa mudarat di akhirat (meninggalkan yang haram dan syubhat).Zuhud: Meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat. Jadi, tolok ukurnya adalah manfaat akhirat, bukan sengaja mengharamkan perkara mubah yang justru bisa menunjang ibadah.Tubuh manusia adalah "tunggangan" untuk beribadah. Tubuh harus dirawat dengan gizi yang seimbang agar tetap kuat beraktivitas, bukan malah disiksa dengan kelaparan ekstrem yang membuat lemas.Kesimpulan: Jangan terjebak pada dua ekstrem: terlalu menuruti hawa nafsu (gila dunia) atau melakukan rohbaniah (ekstrem beribadah di pojok masjid sampai menelantarkan hak orang lain). Beribadah dan berkehidupanlah dengan berlandaskan akal dan syariat sesuai tuntunan Nabi dan para sahabat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Talbis Iblis #9

Talbis Iblis #9Talbis Iblis Terhadap Orang Yang Beramar Ma'ruf Nahi MunkarSalah satu ibadah yang agung adalah amar ma'ruf nahi munkar. Dengan ibadah ini umat Islam menjadi mulia (terbaik). Sebaliknya umat yang tidak beramar ma'ruf nahi munkar menjadi umat yang terlaknat sebagaimana yang terjadi pada kaum Bani Israil. Meskipun amar ma'ruf nahi munkar adalah ibadah yang agung, tentu ada fiqihnya. Bukan sekedar menyampaikan kebaikan dan mencegah kemunkaran. Rasulullah bersabda :"Barang siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu dengan lisannya, jika tidak mampu dengan hatinya, itulah iman yang paling rendah."Orang-orang yang Beramar ma'ruf nahi munkar ada 2 model :1. ​Orang-orang Alim (berilmu) Adapun iblis menggoda orang alim lewat 2 jalan :    a. Riya     b. Ujub2. ​Orang-orang JahilTalbis iblis pada orang-orang jahil :   a. Marah bukan karena Allah (marah karena dirinya)    b. Mungkin awalnya dia ikhlas, namun karena dia diganggu/diserang oleh orang yang dia tegur akhirnya dia marah untuk membela dirinya.   c. TajassusMendobrak pintu untuk masuk rumah orang. Misalnya ada orang yang minum khamr dirumahnya sendiri.   d. Main hakim sendiriMisalnya ada yang mencuri lalu dibakar/dibunuh.  e. Menuduh sembarangan tanpa bukti  f. Terkadang orang yang melihat kemunkaran lalu melaporkan kepada Penguasa namun ternyata Penguasa tersebut tidak punya ilmu sehingga pelaku kemunkaran malah dihukum melebihi yang seharusnya sehingga orang tersebut terzalimi.   g. Berbangga-bangga mengingkari kemunkaran dan mengumbar aib maksiat. Terkadang dia mencaci pelaku kemunkaran, bisa jadi pelaku maksiat tersebut sudah bertaubat dan lebih baik dari dia.  Bagaimana mengingkari para pemimpin (umaro) :Allah sudah contohkan dalam Alquran tentang Musa dan Harun, Allah berkata :"pergilah kalian kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, ucapkanlah kalian kepada Fir'aun dengan kata-kata yang lembut, siapa tahu dia sadar dan mengambil pelajaran ". Lalu Musa pun berkata kepada Fir'aun "Maukah engkau aku tunjukkan jalan supaya engkau bisa mensucikan dirimu? Aku menjadi petunjuk jalan bagimu menuju Tuhanmu".Fitnah Seorang Tidak Bernahi MunkarSyaitan telah menipu sebagian ahli ibadah, dia melihat kemunkaran namun dia tidak mengingkarinya, dia berkata "yang bisa bernahi munkar hanyalah orang sholeh sementara saya bukan orang sholeh"Ini sebuah kesalahan, karena wajib bagi dia untuk beramar ma'ruf nahi munkar meskipun dia sendiri melakukan maksiat tersebut.Talbis Iblis terhadap orang-orang ahli zuhud dan ahli ibadahSeorang awam mendengar dalam Alquran dan hadits tentang celaan dunia maka dia merasa kalau mau selamat harus tinggal dunia, dia tidak tahu bahwasanya dunia tidak tercela tapi tercela karena orang yang melakukan dunia tersebut. Dunia tidak tercela secara zatnya yang tercela sifat manusia terhadap dunia tersebut. Iblis menipunya dengan berkata "kau tidak selamat di akhirat kecuali dengan meniggalkan dunia." Maka dia pergi ke gunung, dia meninggalkan shalat Jum'at, meninggalkan shalat berjamaah, dia tidak menuntut ilmu, dia dikhayalkan bahwa inilah zuhud. Ini talbis iblis.Diantara tipuan syaitan terhadap ahli zuhudMereka tidak menuntut ilmu dan sibuk dengan kezuhudan. Mereka telah mengganti yang baik dengan yang buruk. Mengapa demikian? Kata Ibnu Jauzi karena orang yang zuhud manfaatnya hanya untuk dirinya, adapun orang alim manfaatnya banyak kepada masyarakat. Betapa banyak orang berilmu memperbaiki ahli ibadah kepada jalan kebenaran.Diantara tipuan iblis kepada ahli zuhudSyaitan mengesankan bahwa zuhud itu meninggalkan perkara2 mubah. Wara : meninggalkan suatu perkara yang mungkin mudharat di akhiratKonsekuensi dari Wara : meninggalkan yang haram dan meninggalkan yang syubhat Zuhud : meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat di akhirat. Bukan meninggalkan perkara-perkara mubah, perkara mubah ada yang bermanfaat di akhirat. Maka ini mengajarkan kepada kita apapun yang akan kita lakukan, pikirkan dulu ada manfaatnya di akhirat atau tidak. Jika tidak kita tinggalkan itulah zuhud.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
A
Anna setyaningsih

📍 Kota Bekasi

Ringkasan bab 9

📖 TALBIS IBLIS #9Talbis Iblis terhadap Orang yang Beramar Ma'ruf Nahi Mungkar(Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.)🌿Amar ma'ruf nahi mungkar adalah ibadah yang sangat mulia. Dengannya agama terjaga dan kemaksiatan dapat dicegah. Karena pentingnya amalan ini, iblis juga memiliki banyak tipu daya untuk menyesatkan para pelakunya. 1️⃣ Bersemangat Berdakwah Tanpa IlmuTalbis Iblis:Seseorang ingin mengingkari kemungkaran namun tidak memiliki ilmu yang cukup.Akibat:Menghalalkan yang haram.Mengharamkan yang halal.Menimbulkan kerusakan lebih besar daripada kemungkaran yang ingin dihilangkan.Dakwah menjadi tidak tepat sasaran.📌 Pelajaran: Ilmu harus mendahului dakwah dan amar ma'ruf nahi mungkar.2️⃣ Bersikap Terlalu Keras dan KasarTalbis Iblis:Iblis membuat seseorang merasa bahwa semakin keras maka semakin tegas.Akibat:Orang menjauh dari kebenaran.Menimbulkan kebencian kepada agama.Dakwah kehilangan hikmah.📌 Pelajaran: Kelembutan sering kali lebih efektif daripada kemarahan.3️⃣ Mengingkari Kemungkaran Dengan Cara yang Menimbulkan Kemungkaran Lebih BesarTalbis Iblis:Seseorang hanya melihat kemungkaran yang ada di depan mata tanpa mempertimbangkan akibat setelahnya.Contoh:Menegur dengan cara yang memancing keributan.Bertindak sehingga muncul fitnah yang lebih besar.📌 Pelajaran: Menghilangkan kemungkaran tidak boleh menimbulkan kemungkaran yang lebih besar.4️⃣ Riya dalam BerdakwahTalbis Iblis:Merasa dirinya pembela agama lalu senang dipuji.Tanda-tanda:Senang jika dipuji keberaniannya.Sedih jika tidak dihargai.Dakwah dilakukan demi popularitas.📌 Pelajaran: Tujuan amar ma'ruf nahi mungkar adalah mencari ridha Allah, bukan pujian manusia.5️⃣ Merasa Paling BenarTalbis Iblis:Karena sering menasihati orang lain, seseorang merasa dirinya lebih baik.Akibat:Muncul ujub.Muncul kesombongan.Sulit menerima nasihat.📌 Pelajaran: Orang yang menasihati juga membutuhkan nasihat.6️⃣ Sibuk Mengoreksi Orang Lain, Lupa Memperbaiki DiriTalbis Iblis:Fokus mencari kesalahan orang lain namun melupakan kekurangan diri sendiri.📌 Pelajaran: Perbaikan diri dan perbaikan masyarakat harus berjalan bersamaan.7️⃣ Putus Asa Saat Melihat KemaksiatanTalbis Iblis:Merasa dakwah tidak ada hasilnya lalu berhenti berdakwah.Padahal:Hidayah milik Allah.Tugas seorang dai adalah menyampaikan.Hasil bukan ukuran keberhasilan utama.📌 Pelajaran: Terus berdakwah dengan sabar dan ikhlas.⭐ Kesimpulan Bab 9Tipu daya iblis terhadap pelaku amar ma'ruf nahi mungkar umumnya berputar pada:✅ Kebodohan✅ Sikap berlebihan✅ Kekerasan tanpa hikmah✅ Riya dan ujub✅ Merasa paling benar✅ Melupakan perbaikan diri✅ Putus asa dalam berdakwah"Amar ma'ruf nahi mungkar harus dibangun di atas ilmu, hikmah, kesabaran, dan keikhlasan.""Jangan sampai menghilangkan kemungkaran dengan cara yang melahirkan kemungkaran yang lebih besar.""Tugas kita adalah menyampaikan, sedangkan hidayah berada di tangan Allah."

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Talbis Iblis #9: Talbis Iblis Terhadap Orang Yg Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis — Bab 8 & Bab 9Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A. Tema: Talbis Iblis dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar serta Paham ZuhudBAGIAN I: Talbis Iblis dalam Urusan Amar Ma'ruf Nahi Munkar (Bab 8 - Lanjutan)Amar ma'ruf nahi munkar adalah salah satu ibadah yang paling agung di dalam Islam. Melalui ibadah inilah Allah Subhanahu wa Ta'ala melabeli umat Islam sebagai umat yang terbaik (Khaira Ummah), sebagaimana firman-Nya:"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena) kamu menyuruh (berbuat) yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..." (QS. Ali 'Imran: 110)Sebaliknya, Allah melaknat kaum Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi 'Isa bin Maryam disebabkan karena mereka meninggalkan ibadah ini dan membiarkan kemungkaran merajalela di lingkungan mereka (QS. Al-Ma'idah: 78-79). Namun, ibadah yang agung ini memiliki fikih dan aturan yang sangat ketat, tidak boleh dilakukan hanya bermodalkan semangat tanpa ilmu.A. Empat Kaidah Hasil Akhir Nahi MunkarSebelum seseorang memutuskan untuk mencegah sebuah kemungkaran, ia harus menimbang 4 kemungkinan dampak yang akan terjadi:Kemungkaran hilang total: Hukum mencegahnya adalah Wajib.Kemungkaran berkurang (dari besar menjadi kecil): Hukum mencegahnya adalah Wajib.Memicu kemungkaran yang jauh lebih besar/dahsyat: Hukum mencegahnya adalah Haram (dilarang), karena tindakan tersebut bukan lagi mencegah kemungkaran melainkan memproduksi kemungkaran baru.Kemungkaran digantikan oleh kemungkaran lain yang sejenis: Kondisi ini berada dalam ranah Ijtihad para ulama.Selain itu, jika kemungkaran tersebut berada pada ranah khilafiyah (perbedaan pendapat) yang kuat di antara para fuqaha (seperti masalah Qunut Shalat Subuh), maka tidak boleh diingkari dengan metode nahi munkar. Nahi munkar hanya berlaku pada perkara yang telah disepakati keharamannya secara ijma' (konsensus) atau pada masalah khilafiyah yang landasan dalilnya sangat lemah (seperti keharaman musik dan praktik riba uang kertas).Al-Imam Ibnul Jauzi membagi pelaku amar ma'ruf nahi munkar menjadi 2 kelompok: Orang yang Berilmu (Alim) dan Orang Bodoh (Jahil).B. Talbis Iblis terhadap Orang Berilmu (Alim) dalam Nahi MunkarMeskipun seorang alim memahami fikih dan waktu yang tepat untuk berbicara atau diam, Iblis tetap bisa menyusupinya melalui dua jalan tersembunyi:1. Penyakit Riya, Ujub, dan Tazayun (Mencari Popularitas)Iblis menggoda mereka agar menampakkan kegiatan dakwah dan nahi mungkarnya demi mendapatkan pujian khalayak ramai, serta merasa ujub bahwa setiap kali dirinya menegur, orang-orang pasti patuh.Keteladanan Abu Sulaiman Al-Darani: Ahmad bin Abil Hawari mengisahkan bahwa ia mendengar gurunya, Abu Sulaiman, bercerita tentang momen ketika Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur menangis di atas mimbar saat menyampaikan khutbah Jumat. Abu Sulaiman berkata: "Saat melihatnya menangis, muncul kemarahan di hatiku karena aku melihat adanya kemungkaran. Terbetik niat di hatiku untuk berdiri dan menegurnya langsung saat ia turun mimbar. Namun, aku membatalkan niat tersebut karena aku khawatir diriku terjebak dalam sikap tazayun (menghias diri/berlagak berani di depan umum agar dikagumi jemaah). Aku khawatir jika aku menegurnya tanpa keikhlasan yang murni, lalu khalifah marah dan memerintahkan pengawalnya untuk membunuhku, maka kematianku menjadi kematian yang konyol (karena mati membawa dosa riya)." Meskipun Nabi ﷺ bersabda bahwa seutama-utama jihad adalah menyampaikan kalimat yang hak di hadapan penguasa yang zalim, hal itu hanya berlaku jika didasari keikhlasan murni, bukan demi konten pamer keberanian.2. Marah untuk Membela Ego Diri Sendiri (Al-Ghadabu lin-Nafsi)Awalnya seorang dai berniat ikhlas karena Allah saat menegur kemungkaran. Namun, ketika pelaku maksiat tersebut berbalik menyerang, mencaci, atau merendahkan martabat sang dai, seketika itu juga niatnya bergeser. Sang dai menjadi emosional dan mendebat pelaku maksiat tersebut bukan lagi demi membela syariat Allah, melainkan demi memuaskan amarah dan membela harga diri egonya yang terluka.Keteladanan Umar bin Abdul Aziz: Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah mendapati seorang pria yang memicu kemarahannya. Namun, beliau menahan diri dan berkata kepada pria tersebut: "Seandainya aku saat ini tidak sedang berada dalam kondisi marah, niscaya aku sudah menghukummu. Namun karena engkau telah membuatku emosional, aku khawatir jika aku menghukummu sekarang, hukumanku tidak murni karena Allah, melainkan bercampur dengan dorongan emosi untuk memuaskan egoku. Maka, aku tidak jadi menghukummu."C. Talbis Iblis terhadap Orang Bodoh (Jahil) dalam Nahi MunkarJika orang bodoh memaksakan diri melakukan nahi munkar tanpa bimbingan ilmu fikih, maka tingkat kerusakan yang mereka timbulkan pasti jauh lebih besar daripada perbaikan yang mereka inginkan. Bentuk-bentuk kesalahannya antara lain:Menolak Perkara yang Diperbolehkan: Melarang sesuatu yang sebenarnya dihalalkan secara ijma' karena ketidaktahuannya terhadap mazhab fikih ulama lain.Melakukan Tajasus (Mata-mata) dan Merusak Hak Privasi: Iblis menipu mereka untuk mendobrak pintu rumah orang lain, memanjat pagar secara ilegal, atau memasang kamera pengawas rahasia demi membongkar maksiat privat seseorang. Islam melarang keras tindakan tajasus. Selama maksiat itu disembunyikan di dalam rumah dan pintunya dikunci, tidak boleh ada yang melanggar privasi tersebut, kecuali jika maksiat itu sudah dibawa ke ruang publik atau melibatkan eksploitasi anak-anak.Kaidah Imam Ahmad tentang Maksiat Tersembunyi: Al-Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya mengenai sekelompok orang yang berjalan di ruang publik dengan membawa bungkusan kain tertutup yang diduga berisi alat musik (tunbur) atau minuman keras (muskir). Imam Ahmad menjawab: "Jika barang tersebut ditutup rapat dan tidak dinampakkan bentuknya, kalian dilarang membongkar atau menghancurkannya." Dalam riwayat lain, seseorang melapor: "Wahai Imam, saat aku berjalan melewati sebuah rumah, aku mendengar sayup-sayup suara seruling di dalamnya." Imam Ahmad menegaskan: "Itu bukan urusanmu (jangan engkau cari-cari tahu asal suaranya)."Tindakan Main Hakim Sendiri: Melakukan kekerasan fisik, memukuli, atau membakar pelaku kriminal (seperti pencuri) hingga tewas. Tindakan ini haram karena wewenang eksekusi hukuman fisik mutlak berada di tangan pemerintah, bukan individu masyarakat.Terjerumus Dosa Qadzaf (Menuduh Zina tanpa Bukti): Orang bodoh sering kali berlebihan saat menegur sepasang kekasih yang berjalan bersama dengan meneriakkan kalimat tuduhan keji (seperti kata pelacur/pezina). Di dalam Islam, menuduh seseorang berzina tanpa mampu mendatangkan 4 orang saksi pria yang melihat langsung proses perzinaan tersebut secara detail (diibaratkan seperti melihat ember masuk ke dalam sumur), maka si penuduh wajib dijatuhi hukuman cambuk 80 kali karena telah melakukan dosa besar Qadzaf.Melaporkan kepada Penguasa yang Zalim: Melaporkan pelaku maksiat kecil kepada oknum aparat yang korup, yang berujung pada diperasnya harta pelaku maksiat tersebut atau dihukum secara tidak manusiawi melebihi batas syariat. Imam Ahmad berkata: "Jika penguasa tersebut adalah orang saleh yang menegakkan hukum Allah secara adil, laporkan. Namun jika dilaporkannya orang tersebut justru memicu kezaliman dan pemerasan yang lebih parah, maka jangan dilaporkan."D. Fitnah Membanggakan Aktivitas Nahi Munkar (Tabahi bil-Inkar)Termasuk tipuan Iblis yang marak di era modern adalah fenomena seseorang yang setelah selesai melakukan nahi munkar atau membantah pemikiran sesat, ia sengaja duduk di dalam sebuah majelis (atau melalui konten podcast dan media sosial) untuk menceritakan kehebatannya: "Tadi saya pergi ke sana, saya labrak pelaku maksiat itu, saya maki-maki mereka hingga tak berkutik." Tindakan ini merusak keikhlasan dan mengumbar aib sesama muslim yang wajib ditutupi (satrul muslim). Ibnul Jauzi mengingatkan: "Bisa jadi orang yang engkau maki-maki dan engkau umbar aibnya itu saat ini telah menangis bertobat kepada Allah, sedangkan engkau sedang ditertawakan Iblis karena tertimpa penyakit kesombongan atas amalanmu."Keteladanan Salaf dalam Kelembutan Nahi Munkar:Bilal bin Sa'ad ketika melihat seorang pria sedang berdua-duaan berbicara dengan wanita yang bukan mahramnya, beliau tidak menghardiknya di depan umum. Beliau mendekat dan berbisik lembut: "Sesungguhnya Allah sedang melihat kalian berdua. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosa kalian berdua." Setelah itu beliau langsung berjalan pergi. Kalimat pendek yang menyentuh hati ini jauh lebih efektif memicu pertobatan daripada makian.BAGIAN II: Talbis Iblis dalam Urusan Paham Zuhud (Bab 9)Al-Imam Ibnul Jauzi membuka Bab 9 dengan menyoroti kekeliruan kaum awam atau ahli ibadah yang salah paham ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis yang berisi celaan terhadap dunia. Karena keterbatasan ilmu, mereka menyimpulkan bahwa jalan keselamatan satu-satunya adalah dengan memusuhi dan membuang dunia secara totalitas.A. Hakikat Dunia: Zat vs Sifat ManusiaIbnul Jauzi menegaskan sebuah kaidah penting:Dunia tidak pernah tercela pada zatnya. Dunia adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan penuh manfaat. Yang dicela oleh Allah di dalam dalil adalah sifat dan cara pandang manusia yang keliru terhadap dunia tersebut, yaitu ketika dunia diambil dengan cara yang haram atau digunakan secara berlebihan demi memuaskan hawa nafsu.Dunia adalah ladang penunjang utama bagi tegaknya urusan akhirat. Tanpa dunia, seorang anak Adam tidak akan bisa hidup untuk menuntut ilmu dan beribadah. Makanan dan minuman yang kita beli dengan uang dunia adalah bahan bakar fisik agar kuat sujud. Pakaian yang kita beli digunakan untuk menutup aurat shalat. Bahkan, mendirikan masjid dan pondok pesantren di era sekarang membutuhkan dana dunia yang sangat besar.B. Penyimpangan Praktik Zuhud Ekstrem (Rahbaniyyah)Akibat bisikan Iblis bahwa zuhud berarti membuang dunia, banyak ahli ibadah yang nekat melakukan tindakan ekstrem:Mengisolasi Diri ke Gunung dan Hutan: Mereka melarikan diri dari masyarakat, tinggal di gua atau gunung, sehingga berakibat fatal: mereka meninggalkan shalat Jumat, meninggalkan shalat jamaah, dan berhenti dari menuntut ilmu. Mereka mengira itu adalah puncak kesalehan, padahal mereka sedang menurunkan derajat diri mereka menjadi seperti hewan liar yang terputus dari syariat.Menelantarkan Hak Keluarga: Mereka pergi mengisolasi diri dengan meninggalkan anak dan istri dalam kondisi kelaparan tanpa nafkah, atau mengabaikan tangisan ibunya yang membutuhkan perawatan di rumah, sehingga mereka jatuh ke dalam dosa durhaka (uququl walidain).Melanggar Hak Manusia: Pergi menjauh dari dunia dengan membawa beban hutang yang belum dilunasi kepada manusia.Al-Imam Sufyan Ats-Tauri pernah mendatangi sekelompok pemuda ahli ibadah yang sengaja pergi mengisolasi diri di sebuah gunung demi beribadah. Beliau menghardik mereka dan memerintahkan: "Turunlah kalian semua dari gunung ini! Jangan melakukan perbuatan baru ini. Kembalilah ke masyarakat untuk menghidupkan shalat Jumat dan jamaah!"Manfaat dari ilmu seorang ulama mengalir luas memperbaiki peradaban masyarakat, sedangkan manfaat dari ritual seorang zahid (ahli zuhud) yang bodoh hanya berhenti pada dirinya sendiri. Satu orang alim yang membimbing umat jauh lebih dicintai Allah daripada seribu ahli ibadah yang mengisolasi diri karena kebodohan.C. Meluruskan Definisi Wara' dan ZuhudIblis membelokkan definisi zuhud seolah-olah maknanya adalah mengharamkan perkara-perkara mubah yang dihalalkan Allah. Para ulama mendefinisikan perbedaan keduanya dengan sangat indah:Wara' (Kehati-hatian): Meninggalkan segala sesuatu yang dikhawatirkan mendatangkan mudarat di akhirat (konsekuensinya mutlak wajib meninggalkan perkara haram dan menjauhi perkara syubhat).Zuhud (Asketisme Islam): Meninggalkan segala sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat untuk urusan akhirat.Jadi, zuhud bukan berarti mengharamkan makanan enak, baju bagus, atau kendaraan nyaman. Parameter zuhud adalah kegunaan akhirat. Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri setiap kali diajak oleh muridnya untuk mendatangi suatu tempat atau membeli suatu barang, beliau selalu melempar pertanyaan filosofis: "Wahai Fulan, apakah aktivitas yang engkau tawarkan ini memiliki nilai manfaat untuk akhirat kita nanti?" Jika jawabannya ada, beliau berangkat; jika tidak ada, beliau meninggalkannya. Inilah hakikat zuhud yang sesungguhnya.D. Kekeliruan Menolak Makanan Enak dan Fasilitas MubahIblis mengelabui sebagian ahli zuhud sehingga mereka menyiksa diri dengan menolak makan roti halus dari gandum, menolak makan buah-buahan, sengaja memakai pakaian dari bulu domba (suf) yang kasar, gatal, dan berbau, serta menolak minum air dingin di siang hari yang terik. Mereka mengira menyiksa fisik adalah inti dari zuhud.Sifat Zuhud Rasulullah ﷺ dan Para Sahabat:Para sahabat Nabi ﷺ dahulu pernah mengalami kelaparan ekstrem hingga mengikatkan batu di perut mereka (seperti saat Perang Khandaq). Namun, mereka lapar bukan karena sengaja melaparkan diri, melainkan karena kondisi geografis dan ekonomi saat itu memang sedang tidak ada makanan. Ketika makanan yang lezat tersedia, mereka memakannya hingga kenyang.Kisah Abu Hurairah: Nabi ﷺ menyuruh Abu Hurairah meminum susu berulang-ulang hingga Abu Hurairah berkata: "Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, wahai Rasulullah, lambungku sudah penuh dan tidak ada lagi ruang tersisa untuk menampung air susu ini." Nabi ﷺ tidak melarangnya kenyang selama tidak menjadi kebiasaan yang memicu kemalasan.Kebiasaan Kuliner Nabi ﷺ: Rasulullah ﷺ adalah pemimpin para zahid di dunia, namun riwayat sahih mencatat beliau sangat menggemari makan daging (khususnya paha kambing), beliau memakan daging ayam, sangat menyukai makanan yang manis-manis (al-halwa), dan sangat gemar meminum air putih yang dingin dan segar (al-ma' al-barid al-hulu) yang telah diendapkan semalaman di dalam kendi kulit atau tanah liat agar terasa lebih nikmat.Kritik Hasan Al-Basri: Seseorang menolak makan makanan mewah (khabis — campuran gandum, minyak, dan madu) dengan alasan: "Aku takut tidak mampu menunaikan hak syukur atas kelezatan makanan ini." Hasan Al-Basri menegurnya dengan telak: "Sungguh engkau adalah orang yang bodoh! Apakah engkau mengira engkau sudah mampu menunaikan hak syukur atas segelas air putih dingin yang engkau minum setiap hari? Jika alasanmu adalah tidak mampu bersyukur, sekalian saja engkau berhenti makan dan minum seumur hidup!"Kebiasaan Sufyan Ats-Tauri: Ketika melakukan safar jauh, Imam Sufyan Ats-Tauri sengaja membawa bekal terbaik berupa daging panggang (lahmul maswi) dan kue manis mewah (faludaj) agar fisiknya tetap prima dalam perjalanan ibadah.E. Filosofi Tubuh: Tubuhmu adalah TungganganmuAl-Imam Ibnul Jauzi memberikan sebuah nasihat medis dan spiritual yang sangat mendalam:"Sesungguhnya jasad dan tubuhmu itu adalah tungganganmu (tunggangan untuk menuju Allah). Maka, engkau wajib berlaku lembut dan menyayangi tungganganmu agar ia mampu membawamu sampai ke tempat tujuan dengan selamat."Jika seseorang memaksa tubuhnya hanya memakan roti kering tanpa lauk dan menolak nutrisi mubah, maka organ tubuhnya akan mengalami kerusakan fisik (seperti kisah sebagian ahli ibadah kuno yang otaknya mengering dan matanya mengalami kebutaan akibat malnutrisi). Secara medis syariat, tubuh manusia membutuhkan keseimbangan rasa dan zat: ada kalanya membutuhkan zat asam, zat manis, suhu hangat, dan dingin untuk menjaga stabilitas metabolisme tubuh.Menjaga tubuh agar tetap sehat demi menunjang kualitas ibadah adalah kewajiban syariat. Yang dilarang dan dicela oleh agama adalah sifat rakus, gila belanja (consumerism), dan berlebih-lebihan (israf) dalam menuruti hawa nafsu keduniawian yang tidak memiliki nilai tambah untuk akhirat.F. Peringatan Ibnu 'Aqil terhadap Dua Kutub EkstremDiktat kajian ini ditutup dengan untaian mutiara yang sangat indah dari seorang ulama besar mazhab Hambali, Ibnu 'Aqil rahimahullah:"Sungguh sangat mengherankan urusan beragama kalian! Kalian sering kali terjebak di antara dua kutub ekstrem yang sama-sama keliru: kutub pertama adalah orang-orang yang mempertuhankan hawa nafsu dan menghabiskan umur untuk bermain-main, sedangkan kutub kedua adalah orang-orang yang menciptakan paham pendetaisme/monastisisme (rahbanyyah mubtada'ah) dengan cara mengurung diri di pojok masjid dan menelantarkan hak-hak kemanusiaan (hak orang tua, hak nafkah anak, dan hak biologis istri). Ketahuilah, ibadah yang benar di sisi Allah adalah ibadah yang dibangun dengan menyinergikan antara kelurusan akal sehat dan bimbingan wahyu syariat!"

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 9

Talbis iblis#9Talbis iblis terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkarTipuan syaithan terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar Ibadah yang agung yang amar ma'ruf nahi mungkarUmat yang meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar adalah umat yang terlaknatMereka tidak saling meng nahi mungkar Adapun iblis menggoda orang yang beramar ma'ruf nahi mungkarTipuan syaithan terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkarMeninggalkan amar ma'ruf nahi mungkarSetan membuat kita merasa bukan tanggung jawab, takut kehilangan, atau berdalih "fokus memperbaiki diri"Beramar ma'ruf tanpa ilmu, beramar ma'ruf orang yang bodohKita tidak boleh tajassus, tidak boleh pukul sendiri/main hakim sendiriKita tidak boleh bernahi mungkar dengan kebodohan, tidak boleh menuduh tanpa bukti, kalau tidak ada saksi 4 orang maka kamu dicambuk, orang yang nahi mungkar tidak boleh emosian, harus menahan diriKalau dai sedikit sedikit emosi jangan jadi dai, kalau dai sedikit sedikit ngamuk jangan jadi dai, dai harus sabar, dia bela diri bukan bela AllahYang ma'sum aja Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam sabar apalagi kita yang bukan ma'sum Siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan tutup aib dia pada hari kiamat kelakTidak semua kemungkaran harus kita umbar, karena nahi mungkar ada aturannyaKita dilarang tajassus, tidak usah mencari cari tauBerbangga bangga berbuat maksiat dan berbangga bangga ngumbar aib itu gak bolehDiantara tipuan iblis dia duduk dihadapan semua orang lalu dia cerita dia begini dia begitu saya pernah begini saya pernah begitu dia cerita terus Menutupi aib kaum muslimin wajib sebisa mungkinNahi mungkar menimbulkan kerusakan lebih besarTujuan nahi mungkar adalah mengurangi kerusakan, bukan menciptakan kerusakan yang lebih besar.Tipuan iblis kepada ahli ibadah kamu aja begini sementara saya aja bukan orang shaleh, kamu aja begitu ngapain tegur tegur orang, ini kesalahan Meskipun dia sering berbuat maksiat tersebut dia harus ber nahi mungkar/tegur, kalau dia tidak tegur, dia dapat dosa nya, dan seorang yang ber nahi mungkar dengan menegur kemasiatan nya, itu dia menasehati dirinya sendiri, semoga dia termotivasi untuk meninggalkan maksiat tersebutTipuan iblis kepada ahli zuhud dan ahli ibadahOrang awam mendengar celaan terhadap duniaMaka dia merasa kalau mau selamat harus tinggalkan dunia, dia pergi ke gunung, keluarga/istri/anak dia tinggalkan, jadi terlantar, dia tinggalkan ibu, ibunya nangis, jadilah dia durhaka kepada ibunya, dia tinggalkan utang utang orang jadi dia tidak bayar utangnya, dia menjauhkan diri dari shalat jum'at, dari shalat berjamaah, gimana mau shalat jum'at dia tinggal di gunung, dunia itu tidak tercela, dunia itu bisa bermanfaat, yang tercela sifat dia terhadap dunia tersebutDunia adalah sebab untuk menuntut ilmu, bisa beribadah, dia bisa makan minum, dia bisa bangun masjid bisa beribadahYang tercela itu kalau ambil dunia dengan tidak halalAtau ambil dunia dengan berlebih lebihan, rumah berlebih lebihan, baju berlebih lebihan, mobil berlebih lebihan, mengambil dunia tidak sesuai dengan kebutuhan, ini yang tercelaDiantara tipuan iblis kepada ahli zuhud mereka tidak menuntut ilmu karena ke zuhudan merekaMereka telah mengganti yang baik dengan yang buruk, syaithan mengkhayalkan perkara perkara mubahAda manfaatnya ga di akhirat? Kalau gak ada tinggalkan, itu zuhudDiantara mereka zuhud itu meninggalkan yang mubah seperti tidak mau makan, ada yang makan nya sedikit sampai tubuhnya kerempeng, ini bukan jalan Rasulullah shallallahu'alahi wasallam dan juga bukan jalan para sahabat dan juga bukan jalan tabi'in, para sahabat dulu mereka lapar karena tidak ada makanan, mereka sabar bukan melaparkan diri, kalau ada makanan mereka makan, bukan makan sedikit sampai tubuh kering, tinggalkan yang tidak bermanfaat, seperti kekenyangan, berlebih lebihan, mengikuti hawa nafsu, karena itu merusak badan dan agamaHendaknya mereka beribadah kepada Allah ikut akal dan syariat, bukan sibuk beribadah tapi hak istri hak ibu hak orang lain ditinggalkan bukan ikut keinginan atau rohbaniyyah, ke masjid melulu tidak peduliin istri dan anak

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi ke 9 TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG ORANG YANG BERAMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR Bersama Ustadz DR. FIRANDA ANDIRJA M.A

Materi ke 9TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG ORANG YANG BERAMAR MA’RUF NAHI MUNGKARBersama Ustadz DR. FIRANDA ANDIRJA M.A- Diantara ibadah yang agung adalah Amar ma’ruf Nahí mungkar dan dengan ıbadah ınilah umat ıni mulia.Sifat-sifat mulia manusia adalah:menyeru kpd kebaikan, mencegah dari kemungkaran, dan beriman kpd Allah..  Umat yang meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar adalah umat yang terlaknat  Ada fiqih dım beramar må'rıf nahi mungkar, apabila seseorang beramar ma'ruf nahi mungkar ada beberapa kemungkinan:  Kemungkaran tersebut  hilang, maka wajıb bagi dia bernahi mungkar  Kemungkaran tsb berkurang, Maka wajib bernahi mungkarKalau bernahi mungkar kemungkarannya Semakin besar, maka tidak boleh bernahi mungkarKita larang kemunakaran tapi tenganti dgn kemungka ran sejenis, maka ini butuh ijtihadBernahi mungkar itu tidak semudah  yg kita bayangkan.  Tidak semua kemungkaran itu dianggap MungkarMisalnya masalah  khilafiah (terutama kalo Kuat)  Kemungkaran tidak bisa dgntajassus  Orang orang yang salah dlm praktek kemungkaranIbnu Jauzı berkata: para orang orang yang beramar ma’ruf nahi mungkar itu ada z model :  Alimun → orang yang berilmu  Jahilun → orano yang jahil.- Adapun ıblis menggoda orang yang alim bernahi mungkar=terpenuhi persyaratan dan iblis bisa masuk lewat 2 jalan:  Bergaya dengan dakwahnya, berdzikir untuk disebut2 orang. → riya’ dan ujub dgn amal perbuatannya untuk bernahı mungkar.  Dia marah tapi bukan karena Allah, dia marah karena membela dirinya , ketika ıtu brarti dia tidek beramal sholeh- Ketıka orang bodoh bernahi mungkar, maka setan akan mempermainkan orang tersebut dan kerusakan2 yang ditimbullan akan lebin banyak darıpada perbaikan yg dilakukan( bişa jadi dia melarang sesuatu yg boleh secara ijma’,bisa jadı dia mengingkari seseorang tp org tsb punya takwil/tafsıran sendiri, atau orang tsb mengikuti pendapat lain , merusak properti untuk beramar ma’rif nahi mungkar ( misal Mendobrak rumah yg sedang minum mıras di rumahnya),bernahi mugkar itu butuh ilmu fiqih → Kalau Orang sedang maksiat diam2 kita tdk baleh tajassus; tak boleh memukul pelaku kemungkaran, kita  baleh Jengkel tetapi tak boleh bernahi mungkar dgn Kebodohan.Orang bernahí mungkar tdk boleh emosi  Terkadang orang bernahi mungkar dan membongkar sesuatu yang harus disembunyikan.  Melapor ke penguara ltu sebaiknya kita hanır benar2 tahu apakah si penguasa paham ilmu dan hukumnya.  Berbangga2 dengan mengakui pelaku kemungkaran(pelaku maksiat) itu tidak diperbolehkan.  Menutupi aib kaum muslimin adalah wajib şebisa mungkin  Orang yong paling kita lembuti untuk kita ingkari Kemungkarannya adalah para penguasa  Setan telah menipu sebagian ahli ibadah, dia telah melihat kemungkaran tetepi tidak mengingkarınya., katanya hanya org sholeh yang bisa bernahi mungkar  Orang pelaku kemaksiatan wajib beramar ma’ru nahu mungkar, karena mempunyai 2 kewajıban:  Kewajiban meninggalkan maksiat  Kewajiban untuk bernahi mungkar.- Seseseoramg yang menegur pelaku kemaksiatan sebenarnya dia sedang menegur dırinya sendiri-Ketika dia bernahi mungkar dan dia meninggalkan maksiatnya maka itulah yg lebih utama

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya11 Juni 2026
N
Nadya Nandadita Islamina

📍 Kota Bandung

Tablis Iblis #9

Talbis Iblis terhadap Orang yang Beramar Ma'ruf Nahi MunkarAmar ma'ruf nahi munkar adalah ibadah yang sangat agung. Melalui ibadah inilah umat Islam menjadi umat terbaik, sebagaimana yang dicontohkan oleh para nabi dan rasul. Sebaliknya, umat terdahulu seperti Bani Israil dilaknat karena mereka meninggalkan ibadah ini dan saling membiarkan kemungkaran terjadi.Namun, penerapan nahi munkar memerlukan pemahaman fikih yang luas dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Secara sederhana, ada empat kemungkinan dampak saat seseorang mencegah kemungkaran:1 Kemungkaran tersebut hilang (Wajib hukumnya).2 Kemungkaran tersebut berkurang (Wajib hukumnya).3 Mencegahnya justru menimbulkan kemungkaran yang lebih besar (Haram/tidak boleh dilakukan karena justru menyebabkan kemungkaran baru).4 Kemungkaran yang dilarang terganti dengan kemungkaran sejenis (Memerlukan ijtihad ulama).Ibnu Jauzi membagi orang yang melakukan amar ma'ruf nahi munkar menjadi dua kelompok:A. Kelompok Alim (Orang yang Berilmu)Orang alim memahami fikih dakwah, kapan harus berbicara, dan kapan harus diam. Namun, iblis tetap bisa menggelincirkan mereka melalui dua jalan: Jalan Pertama: Riya dan UjubSetan menggoda orang alim agar bergaya (berdrama/takaluf) dengan aktivitas dakwahnya agar dipuji orang lain (tholabuz zikr). Mereka juga digoda agar ujub (bangga diri) terhadap amalnya, misalnya merasa hebat karena perkataannya mampu membuat orang lain berhenti bermaksiat.Contoh dari ulama Salaf (Abu Sulaiman): Beliau menceritakan seseorang yang awalnya berniat menasihati khalifah yang menangis saat khotbah Jumat. Namun, ia mengurungkan niatnya karena khawatir ketika maju di depan orang banyak, muncul sifat ingin dilihat orang (tazayun). Jika ia dihukum mati oleh khalifah dalam kondisi tidak ikhlas, maka kematiannya menjadi konyol. Menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa zalim adalah jihad terbaik, dengan syarat niatnya harus murni karena Allah. Jalan Kedua: Marah karena Membela Diri (Bukan karena Allah)Sering kali seseorang memulai nahi munkar dengan ikhlas. Namun, ketika orang yang ditegur membalas dengan cercaan atau hinaan, orang alim tersebut menjadi emosi. Pada titik ini, motivasinya bergeser dari membela agama Allah menjadi membela harga diri sendiri agar tidak terlihat kalah di depan publik. Hal ini sangat sering terjadi dalam perdebatan di dunia maya.Contoh dari Umar bin Abdul Aziz: Beliau pernah batal menghukum seseorang yang membuatnya marah. Beliau berkata bahwa jika bukan karena sedang marah, beliau pasti sudah menghukumnya. Beliau khawatir hukumannya tidak murni karena Allah, melainkan bercampur dengan dorongan untuk memuaskan emosi pribadinya.B. Kelompok Jahil (Orang yang Bodoh/Tanpa Ilmu)Jika orang bodoh melakukan amar ma'ruf nahi munkar, setan akan mempermainkannya dengan sangat mudah. Kerusakan yang mereka timbulkan jauh lebih besar daripada perbaikannya. Sifat buruk kelompok ini di antaranya: Melarang sesuatu yang sebenarnya diperbolehkan menurut ijmak ulama karena ketidaktahuannya. Mengingkari masalah-masalah khilafiyah (perbedaan pendapat) yang kuat di antara para mazhab besar seolah-olah itu adalah kemungkaran mutlak. Hal inilah yang memicu banyak perpecahan di kalangan kaum muslimin. Melakukan Tajasus (Mata-mata): Mereka mencari-cari kesalahan orang lain, mendobrak pintu rumah, atau memanjat pagar untuk membongkar maksiat tersembunyi. Dalam Islam, jika seseorang bermaksiat secara diam-diam di dalam rumahnya dan mengunci pintu, kita dilarang membongkarnya karena Islam memerintahkan untuk menutup aib sesama muslim. Pandangan Imam Ahmad: Ketika ditanya mengenai kaum yang membawa alat musik atau khamar secara tertutup, Imam Ahmad melarang untuk merusak atau menghancurkannya jika barang tersebut benar-benar tidak terlihat, demi menghindari tajasus. Begitu pula jika mendengar suara alat musik namun tidak diketahui persis sumber asalnya, maka tidak perlu dicari-cari. Main Hakim Sendiri: Melakukan tindakan kekerasan fisik secara berlebihan kepada pelaku maksiat (seperti memukuli pencuri hingga tewas). Menuduh Tanpa Bukti (Qadzaf): Berlebihan dalam mencaci, misalnya menuduh wanita yang jalan bersama lelaki sebagai pezina tanpa adanya 4 orang saksi sah yang melihat langsung. Melaporkan ke Penguasa yang Zalim: Melaporkan kemungkaran kepada aparat yang tidak paham hukum, sehingga pelaku maksiat justru dizalimi atau diperas melebihi batas hukuman syariat yang semestinya.Bagian 2: Talbis Iblis terhadap Ahli Zuhud dan Ahli IbadahBanyak orang awam yang mendengar ayat atau hadis tentang celaan terhadap dunia, lalu menyimpulkan bahwa cara untuk selamat adalah dengan membuang dunia secara total. Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa dunia tidak tercela pada zatnya, melainkan tercela karena cara manusia menyikapi dan menggunakannya.Setan menipu para ahli ibadah yang minim ilmu melalui beberapa cara:1. Mengisolasi Diri ke Gunung atau HutanBanyak yang mengira zuhud yang hakiki adalah pergi ke gunung atau tengah hutan untuk fokus beribadah. Akibatnya, mereka tertipu hingga meninggalkan kewajiban-kewajiban yang lebih besar seperti salat Jumat, salat berjamaah, dan menuntut ilmu. Menjauh dari ilmu dan ulama hanya akan memperkuat kebodohan di dalam diri.Bahkan, sebagian orang nekat pergi ke gunung hingga menelantarkan anak, istri, atau membuat ibunya menangis (durhaka), serta meninggalkan utang yang belum lunas. Jika ada ulama Salaf terdahulu yang beribadah di gunung, kondisi mereka berbeda (misalnya tidak memiliki tanggungan keluarga). Ulama besar seperti Sufyan Ats-Tsauri bahkan pernah menyuruh sekelompok orang yang beribadah di gunung untuk pulang ke masyarakat.2. Meninggalkan Perkara Mubah yang BermanfaatSetan mengkhayalkan bahwa zuhud berarti menyiksa diri dengan meninggalkan hal-hal yang mubah. Ibnu Jauzi dan Ibnu Qayyim meluruskan definisi yang benar: Wara’: Meninggalkan sesuatu yang ditakutkan membawa mudarat di akhirat (meninggalkan yang haram dan syubhat). Zuhud: Meninggalkan sesuatu yang tidak memberikan manfaat di akhirat. Artinya, jika suatu perkara mubah bisa mendukung ibadah, maka tidak perlu ditinggalkan.Bentuk salah kaprah ahli zuhud yang keliru: Sengaja tidak mau makan roti yang halus, enggan makan buah-buahan, atau sengaja membiarkan tubuh kurus kerempeng karena menahan lapar. Menyiksa badan dengan mengenakan pakaian kasar dari bulu domba (suf) yang panas dan bau, atau menolak minum air dingin karena menganggapnya terlalu nikmat.Ulama menegaskan bahwa ini bukanlah jalan Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Para sahabat dahulu menahan lapar hanya jika makanan memang sedang tidak ada. Namun, jika makanan tersedia, mereka akan makan hingga kenyang.Rasulullah ﷺ sendiri menyukai daging kambing, ayam, makanan manis, serta menyukai air minum yang segar dan dingin yang disimpan di dalam kendi atau wadah kulit.Ketika ada seseorang yang enggan makan makanan lezat karena takut tidak bisa mensyukurinya, Hasan Al-Basri membantahnya dengan berkata bahwa orang tersebut bahkan tidak akan mampu mensyukuri segelas air putih biasa yang ia minum. Sementara itu, ulama besar yang zuhud seperti Sufyan Ats-Tsauri tetap membawa bekal daging panggang dan manisan yang enak saat melakukan perjalanan.3. Mengabaikan Kesehatan dan Tabiat TubuhTubuh adalah tunggangan manusia untuk beribadah, sehingga manusia harus memperlakukannya secara lembut dan proporsional agar bisa sampai ke tujuan (akhirat). Tubuh manusia memiliki kebutuhan medis yang dinamis terhadap rasa kecut, manis, panas, atau dingin. Menahan kebutuhan alami tubuh secara berlebihan justru merusak kesehatan dan menghambat aktivitas ibadah. Perkara dunia baru tercela jika diambil dengan cara yang tidak halal, dikonsumsi secara berlebih-lebihan, atau dibelanjakan hanya untuk menuruti hawa nafsu belaka.Kesimpulan (Nasihat Ibnu Aqil)Ibnu Aqil (ulama mazhab Hambali) menyatakan keheranannya terhadap umat yang beragama tetapi ekstrem: di satu sisi ada yang sibuk mengikuti hawa nafsu dan bermain-main, sementara di sisi lain ada yang menganut paham rahbaniyatur (kerahiban/meninggalkan dunia secara total) hingga berdiam di pojok masjid dan mengabaikan hak-hak keluarga. Jalan yang benar adalah beribadah kepada Allah dengan menyeimbangkan antara akal dan syariat, bukan mengikuti perasaan atau kebodohan.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #8: talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 4)

TALBIS IBLIS #8: talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 4)1. Talbis Iblis dalam Ibadah HajiSalah Prioritas: Iblis menggoda orang yang sudah haji wajib berangkat lagi (haji sunnah) namun tanpa rida orang tua.Melalaikan Hutang dan Kezaliman: Seseorang tetap haji padahal masih punya hutang/kezaliman sm orang lain yang belum diselesaikan. Syarat utama haji adalah kemampuan (istitha'ah).Dalil (QS. Ali 'Imran: 97):وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah".Haji dengan Harta Haram: Allah tidak menerima ibadah yang dibangun dari harta yang kotor.Dalil (Hadis):إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا"Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan Allah tidak menerima kecuali yang baik-baik pula".Ancaman bagi pelaku haji dengan harta haram: لَا لَبَّيْكَ لَكَ وَلَا سَعْدَيْكَ (Tidak ada Labaik bagimu dan hartamu haram).Hati yang Kotor dan Jidal: Iblis menipu jemaah sehingga mereka hanya fokus pada kedekatan jasad ke Ka'bah, sementara hati mereka kotor, penuh kesombongan, pamer (riya), atau saling bermusuhan dan bertengkar (jidal).Dalil (QS. Al-Baqarah: 197):وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ"...dan tidak boleh berbantah-bantahan (debat kusir) di dalam masa mengerjakan haji".Membanggakan Kuantitas Haji: Merasa bangga dan mengumumkan jumlah haji yang sudah dilakukan (misal: "Saya sudah 20 kali wukuf") demi mendapatkan pujian manusia.Lalai Kewajiban demi Haji: Semangat haji tapi mengabaikan shalat fardu, berbuat zalim (memukul/merepotkan) teman perjalanan, atau curang dalam berdagang saat safar.Dalil (QS. Al-Baqarah: 197):وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa".Bid'ah dalam Manasik: Melakukan hal-hal yang tidak dicontohkan Nabi, seperti:Membuka satu pundak ihram sepanjang hari (padahal hanya disyariatkan saat Tawaf Kudum).Berlebihan dalam merendahkan diri seperti hewan (misal: memberi tali di hidung saat tawaf).Prinsip ibadah:خَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ(Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ).Salah Memahami Tawakal: Berhaji tanpa membawa bekal dengan alasan tawakal.2. Talbis Iblis dalam JihadNiat yang Melenceng: Berperang demi popularitas, agar dikatakan pemberani, atau karena fanatisme suku (hamiyyah).Definisi Jihad Fisabilillah:Dalil (Hadis):مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِيسَبِيلِ اللهِ"Siapa yang berjihad untuk menegakkan kalimat Allah, maka dialah yang berada di jalan Allah".Mengejar Ganimah: Niat utama berperang hanya untuk mengincar harta rampasan perang.Bahaya Riya (Pamer): Peringatan tentang mujahid yang pertama kali dilemparkan ke neraka karena berjihad hanya agar disebut "sang pemberani" (faqad qila).3. Talbis Iblis dalam Urusan Harta (Ghanimah)Gulul (Pencurian Harta Rampasan): Mengambil harta ghanimah secara ilegal sebelum dibagikan secara resmi oleh pemimpin.Salah Paham Harta Orang Kafir: Iblis membuat orang merasa halal mengambil harta orang kafir mana saja tanpa aturan syariat, padahal hanya harta kafir harbi (yang memerangi Islam) yang bisa diambil lewat jihad.Ancaman Sekecil Apapun: Mengambil ghanimah tanpa izin, meski hanya sepotong kain atau tali sandal, bisa menjadi api yang membakar di neraka.Dalil (Hadis):شِرَاكٌ مِنْ نَارٍ"(Ini adalah) tali sandal dari api neraka".4. Keteladanan dalam Melawan Talbis (Keikhlasan)Menyembunyikan Amal:Abdullah bin Mubarak: Setelah mengalahkan musuh dalam duel, ia menutup wajahnya agar tidak dikenali dan tidak dipuji oleh orang-orang.Amir bin Abd Qais: Mengembalikan harta rampasan tanpa mau menyebutkan namanya. Ia berkata: waardha bitsawabih (Aku rida dengan pahala-Nya), menunjukkan ia tidak butuh pujian manusia.Ilmu diperlukan untuk mengetahui hukum, dan iman diperlukan untuk memberikan kekuatan agar tidak mengambil yang haram meskipun ada kesempatan.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis iblis materi 8

Talbis iblis materi 8Kepada ahli ilmu (bagian 3)https://youtu.be/vtgIIgyIW3A?si=sdbqie--gM3LmfTCTipu tablis iblis terhadap ibadah haji1. Pamer dan sengaja untuk mencari gelar2. Mendahulukan ibadah sunnah (cium hajar aswad)3. Meninggalkan kewajiban (bayar haji tp tidak melunasi utang)4. Berbuat maksimat (menipu berkata kotor di sana)5. Mempersulit diri sendiri (bid’ah)Tablis iblis terhadap orang berjihad1. Niat bukan karena Allah2. Tergesa gesa terhadap3. Ghuluw4. Merusak ketakwaan5. Menyalahi pemimpin

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
F
Fatimah Azzahrah

📍 Kabupaten Banggai

Talbis iblis terhadap ahli ilmu bagian 4

Ustadz Dr. Firanda Andirja, lc. M.A TALBIS IBLIS#8 Talbis iblis terhadapa ahli ilmu bagian 4‌Talbis iblis terhadap jama'ah hajiTerkadang seseorang sudah melakukan ibadah haji dan kewajiban haji sudah selesai (kewajiban haji hanya sekali seumur hidup). Kemudian ingin haji lagi (haji sunnah) tetapi haji sunnah tersebut terkadang tdk sesuai dengan aturan, contohnya - Tidak di ridhoi orangtuanya. dan ini adalah kesalahan.- Mempunyai hutang - Hanya untuk jalan-jalan- Menggunakan harta yang syubhat / haram “Sesungguhnya Allah itu maha baik dan tdk menerima kecuali yang baik² pula”- Hanya karena supaya di puji oleh orang lain- Hatinya kotor dan batin yang tdk bersih - Hanya untuk memperbanyak haji nya- Berhaji tapi membully saudaranya- Semangat haji tapi sholat tdk di perhatikan- Berdagang sambil menuju haji tapi tdk jujur dalam berdagang- Berbuat bid'ah ketika sedang melakukan manasik haji, yang mana bukan dari bagian dari manasik haji. - Mengaku bertawakkal. Pergi haji tanpa bekal, mereka menyangka berhaji tanpa bekal itulah tawakkal yang sesungguhnya. Itulah puncak kesalahan. Tdk boleh berhaji sedangkan tdk ada bekal nya dan tdk menyiapkan bekal untuk keluarga yang di tinggalkan. Haji itu hanya bagi yang mampu, tdk perlu memaksakan untuk berhaji sedangkan tdk ada bekal. ‌Talbis iblis masalah jihad fii Sabilillah"Setiap ibadah ada talbisnya"Banyak yang terkena godaan syaitan pergi berjihad niat hanya untuk riya', untuk di katakan sang pemberani, dan jga ada yang berjihad hanya untuk mendapatkan ghanimah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata "Sesungguhnya amal tergantung pada niatnya".Rasulullah bersabda "Siapa yang berjihat untuk menegakkan kalima Allah maka itulah fi sabilillah".Ibnu Mas'ud berkata "Berhati² lah, jangan kalian berkata fulan mati syahid, atau si fulan terbunuh mati syahid, karena ada orang berperang murni hanya untuk mencari ghanimah, dan benar ada orang berjihad karena riya', dan ada yang berperang supaya di ketahui kedudukannya. Tiga orang yang pertama kali di sidang oleh Allah pada hari kiamat1. Seseorang mati syahid tetapi masuk neraka karena niatnya berjihad karena riya'2. Seorang ustadz yang belajar ilmu agama supaya di puji oleh orang lain (masuk neraka) 3. Orang dermawan, tetapi niatnya karena riya' (masuk neraka) - Iblis menipu mujahid dengan mengambil ghanimah gak orang lain. Mengambil harta ghanimah sebelum di kumpulkan oleh Amir dan di bagikan. pengaruh iman dan ilmu untuk menjaga diri dari fitnah hartaBisa jadi seorang mujahid tahu bahwasanya ghulul (mengambil ghanimah sebelum pembagian) hukumnya haram, tetapi karena tdk sabar untuk tdk mengambilnya, dan menyangka akan termaafkan karena amal jihadnya. Ini lah dampak nya dari iman dan ilmu. "Perlu berkumpul antara iman dan ilmu agar terhindar dari fitnah harta".

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
S
Syfa Adinna Shabra

📍 Kabupaten Karanganyar

#8 - TALBIS ILBIS KEPADA AHLI ILMU⁴

•┈┈┈┈••❁🌸﷽🌸❁••┈┈┈┈•12- Talbis Iblis dalam Ibadah Haji.》 Terkadang seseorang sudah menggugurkan kewajiban dengan melaksanakan ibadah haji sekali kemudian dia mengulanginya (haji sunnah) tanpa ridha kedua orangnya, ini sebuah kesalahan. Karena berbakti kepada orang tua lebih utama. 》 Terkadang seseorang berangkat haji padahal dia masih memikul hutang atau kezhaliman (yang wajib adalah melunasi hutangnya terlebih dahulu), terkadang berangkat hanya untuk tamasya, dan terkadang berhaji dengan biaya uang syubhat ataupun harta haram. ⬆️ Haji seperti ini tidak akan diterima. "Sesungguhnya Allah itu maha baik dan Allah tidak menerima kecuali yang baik-baik pula". Maka orang yang berhaji dengan harta yang haram, disebutkan di dalam atsar apabila dia mengatakan "labbaik Allahumma labbaik", maka dikatakan kepadanya "laa.. labbaik kalak, tidak ada labbaik bagimu, hartamu adalah harta yang haram".》 Di antara mereka ada yang ingin dipanggil haji bila bertemu seseorang. Kebanyakan dari mereka menyia-nyiakan kewajiban. di jalan, menyiakan-nyiakan thaharah dan shalat, berkumpul di Ka’bah dengan hati berdosa dan batin yang kotor. ⚠️ Iblis memperlihatkan kepada mereka bentuk haji (yang penting kamu haji), iblis telah menipu mereka.Ketahuilah! bahwa maksud haji adalah mendekatkan hati bukan badan semata, hal itu terwujud bila ketakwaan dilakukan.Kata para ulama, diantara faedah Allah mensyariatkan haji adalah : لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ Artinya:"Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka Hindari berjidal (debat kusir) dengan sesama jama'ah terlebih dengan keluarga kita sendiri ataupun 1 rombongan dengan kita, karena bisa mengganggu kenyamanan hati. Tahan emosi kita, supaya hati kita bisa dekat. 》 Berapa banyak orang di jalan Makkah bermaksud menunaikan haji, mereka memukul rekan-rekannya karena berebut air dan mempersempit jalan mereka. Atau para senior menyuruh orang-orang yang dibawahnya mencari air (pada zaman ibnul jauzi) ⚠️ Iblis telah mengacaukan sebagian orang yang berangkat ke Makkah, mereka menyia-nyiakan shalat, mengurangi timbangan dan takaran saat mereka menjual, mereka menyangka bahwa haji menolak adzab dari mereka. Iblis mengacaukan sebagian orang dari mereka, mereka mengadaadakan manasik yang bukan termasuk darinya (diluar thawaf khudum). Aku melihat sekelompok orang berdandan saat ihram, membuka satu pundak, menjemurnya di bawah matahari berhari-hari, maka kulit mereka berubah gelap dan kepala mereka kusut, mereka menjadikannya sebagai perhiasaan di depan orang-orang.🔗 Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi melihat seorang laki-laki thawaf di Ka’bah dengan tali tambang atau lainnya, maka nabi memotongnya. Maksudnya, ia membawa tali yang diikatkan dihidung temannya (layak nya hewan) dan ditarik tarik supaya mungkin tunduk di hadapan Allah (tawadhu). Rasulullah shallallahu alaihiwasallam menyuruh untuk memotong tali tersebut 'kalaupun ingin menggiring, pakai tangan!'. (HR. Imam Bukhori) Ibnul Jauzi berkata : "Hadits ini melarang perbuatan bid’ah dalam agama sekalipun maksudnya adalah ibadah.”Karena, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. 13- Talbis Iblis atas mereka dalam Tawakal.》 Iblis mengacaukan sebagian orang yang mengaku bertawakal, maka mereka berangkat haji tanpa bekal, mereka beranggapan bahwa itulah tawakal, padahal mereka benar-benar keliru.》 Seorang laki-laki berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal, “Saya ingin berangkat ke Makkah dengan tawakal tanpa bekal.” Maka Imam Ahmad Ahmad menjawab, “Berangkatlah tanpa rombongan.” Dia berkata, “Tidak, tetapi bersama rombongan.” Maka Imam Ahmad berkata, “Kamu bertawakal kepada kantong makanan orang.” Kami memohon kepada Allah agar membimbing kami.⚠️ Hadits ini menegaskan bahwa jika kita tidak membawa bekal itu akan menyusahkan rombongan yang lain dan ini bukan bagian dari tawakal. Karena tawakal itu adalah ikhtiar dengan menyerahkan hati kepada Allah bukan nekat tanpa ikhtiar. Allah mengatakan bahwa berhaji itu wajib bagi yang mampu agar kita memiliki bekal untuk diri sendiri ketika berhaji dan bekal untuk keluarga yang sedang ditinggalkan.14- Talbis Iblis atas Orang Berjihad. 》 Iblis telah mengacaukan banyak orang, mereka berangkat berjihad sementara niat mereka adalah membanggakan diri dan riya’, agar dikatakan, ‘Fulan berperang'. Bisa jadi tujuannya adalah agar dikatakan, ‘Fulan pemberani', atau mencari harta rampasan perang (ghanimah). Dari Abu Musa Al-Asy'ari berkata : “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi , dia berkata, “Ya Rasulullah, apa pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berperang demi keberanian, berperang karena fanatisme dan berperang karena riya’, siapakah dari mereka yang berperang di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Barangsiapa berperang untuk meninggikan kalimat Allah maka dia di jalan Allah.” (Diriwayatkan dalam ash-shahihain.)Dari Ibnu Mas’ud berkata,“Jangan berkata, ‘Fulan syahid.’ Atau, ‘Fulan gugur sebagai syahid.’ Karena terkadang seseorang berperang agar mendapatkan harta rampasan perang, berperang mencari nama dan berperang agar kedudukannya diketahui!".Dari Abu Hurairah berkata, “Manusia pertama yang diputuskan di Hari Kiamat ada 3 : ¹Seorang laki-laki gugur di medan perang, dia dihadirkan, dikenalkan kepada nikmat-nikmatnya maka dia mengenalnya. Allah bertanya, Apa yang kamu lakukan padanya?’ Dia menjawab, ‘Aku berperang di jalanMu hingga aku terbunuh.’ Allah berfirman, ‘Kamu dusta, karena kamu berperang agar dikatakan bahwa kamu pemberani dan itu sudah dikatakan.’ Kemudian Allah memerintahkannya agar diseret di atas wajahnya hingga dicampakkan ke dalam api neraka.²Seorang laki-laki belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca alQuran, dia dihadapkan kepada Allah, Dia mengenalkan nikmat-nikmatNya maka dia mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, Apa yang kamu lakukan padanya?’ Dia menjawab, ‘Aku belajar ilmu karenaMu, mengajarkannya dan aku membaca al-Qur’an.’ Allah berfirman, ‘Kamu dusta, sebaliknya kamu belajar agar dikatakan bahwa kamu alim dan itu sudah dikatakan. Kamu membaca al-Qur ‘an agar dikatakan bahwa kamu qari’ dan itu sudah dikatakan.’ Kemudian Allah memerintahkannya agar diseret di atas wajahnya hingga dicampakkan ke dalam api neraka.³Seorang laki-laki yang dilapangkan hidupnya, memberinya berbagai macam harta, dia dihadapkan, maka Allah mengenalkan nikmat-nikmatNya dan dia mengenalinya. Allah bertanya, Apa yang kamu lakukan padanya?’ Dia menjawab, ‘Aku tidak membiarkan satu jalan di mana Engkau menganjurkan berinfak padanya kecuali aku berinfak padanya karenaMu.’ Allah berfirman, ‘Kamu dusta, akan tetapi kamu berinfak agar dikatakan bahwa kamu dermawan dan itu sudah dikatakan.’ Kemudian Allah memerintahkannya agar diseret di atas wajahnya hingga dicampakkan ke dalam api neraka.” (Diriwayatkan sendiri oleh Muslim).⬆️ Hadis Abu Hurairah mengenai tiga orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di Hari Kiamat diriwayatkan oleh Imam Muslim.Mereka adalah ahli jihad yang gugur, ahli ilmu yang membaca Al-Qur'an, dan orang yang berlimpah harta. Ketiganya divonis masuk neraka karena beramal bukan karena Allah, melainkan karena riya (mencari pujian).15- Talbis Iblis atas mereka Dalam Urusan Harta Rampasan.》 Iblis mengacaukan seorang mujahid tatkala harta rampasan perang diraih, terkadang dia mengambil harta rampasan perang padahal dia tidak boleh mengambilnya. Ada kemungkinan dia berilmu minim, sehingga dia melihat bahwa harta orang-orang kafir mubah bagi siapa yang mengambilnya dan dia tidak tahu bahwa menggelapkan harta rampasan perang adalah dosa.Dalam ash-Shahihain dari hadits Abu Hurairah, ia berkata,“Kami berangkat bersama Rasulullah menuju Khaibar, dan Allah memberikan kemenangan kepada kami dan kami tidak mendapatkan harta rampasan perang berupa emas maupun perak, akan tetapi peralatan, makanan dan pakaian. Kemudian kami pergi ke lembah, sedangkan Rasulullah bersama seorang budaknya. Tatkala kami singgah, budak Rasulullah ini bangkit seraya membuka, namun sebuah anak panah mengenainya dan mematikannya. Kami berkata, ‘Selamat baginya, syahadah wahai Rasulullah.” Maka Nabi menjawab, ‘Tidak demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, sesungguhnya syal (yang digelapkannya) membakarnya, dia mengambilnya di perang Khaibar dan belum dibagi.’ Maka orang-orang ketakutan, seorang laki-laki datang membawa satu buah tali sandal atau dua, dia berkata, ‘Saya mengambilnya di perang Khaibar.’ Rasulullah bersabda, “Satu buah tali sandal dari neraka atau dua buah tali sandal dari neraka".》 Terkadang seorang prajurit mengetahui larangan, hanya saja dia melihat harta melimpah sehingga tak kuasa menahan diri darinya, bisa jadi dia menyangka bahwa jihadnya melindunginya dari apa yang dilakukannya. Di sinilah diketahui dampak iman dan ilmu.⚠️ Berhati-hatilah! Jangan sampai kita memakan harta orang lain walaupun sedikit.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

Day-8 TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAH BAGIAN 4

Talbis iblis terkait ibadah haji. Menuruut Al Imam Ibnu Jauzi, terkadang seseorang sudah melaksanakan haji dan kewajiban haji sudah selesai (kewajiban haji hanya sekali). Lalu orang tersebut ingin melakkukan ibadah haji sunnah. Contoh: Seorang anak hendak berhaji sunnah, namun kedua orang tuanya tidak ridho karena ada keperluan. Maka hendaknya ia meninggalkan ibadah haji sunnah dan memenuhi panggilan orangtuanya. karena berbakti kepada orangtua lebih utama. Kemudian ada lagi orang yang berhaji, dan ini merupakan haji pertamanya. Namun orang ini memiliki hutang atau kedzoliman-kedzoliman yang belum ia selesaikan. Maka ini tidak boleh. Sebab haji berlaku hanya bagi yang mampu. Lebih utama melunasi hutang dahulu.Terkadang orang yang berhaji berniat untuk jalan-jalan. Terkadang ada orang berhaji dengan uang syubhat bahkan uang haram. Dan berhaji dengan uang yang haram maka hajinya tertolak. Karena Allah hanya menerima dari yang halal. Terkadang ada orang yang berniat haji hanya ingin agar dipanggil haji oleh orang-orang. Ada sebagian jama’ah haji yang berkumpul di suatu tempat namun hati mereka kotor (marah-marah saat ibadah haji karena tersenggol). Padahal seharusnya bukan hanya jasad saja yang bersatu tapi hati saling berjauhan. Dalam berhaji pun dilarang untuk berdebat kusir.Banyaknya orang yang berbangga-bangga karena saking seringnya berhaji. Diantara mereka ditipu iblis, berhaji namun sholatnya tidak dijaga. Terkadang juga ada yang berhaji tapi berniat untuk berjualan.Larangan-larangan dalam berhaji agar mabrur:Tidak berdebat kusirTidak mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan syahwatTidak berjima’ ketika ihramTidak mendzolimi orangAl Imam Ibnu Jauzi mengatakan bahwa iblis menipu mereka agar berbuat bid’ah saat berihram. Seperti saat melakukan thowaf membuka bahu kanannya. Hadits Riwayat Imam Bukhari tanpa di riwayatkan Imam Muslim, dari Ibnu Abbas, “Ada seorang thowaf di Ka’bah sambil membawa zimah ( semacam tali), dan tali tersebut diikat di hidung temannya dan ditariknya, seakan-akan temannya itu seperti hewan. Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasalam menyuruh untukmemotong tali tersebut.” Makna hadits ini adalah larangan untuk berbuat bid’ah ketika thowaf. Karena sebaik-baiknya haji adalah hajiny Rasulullah.Ada sebagian orang yang ditipu iblis ketika berhaji mengaku bertawakal dengan tidak membawa bekal sama sekali. orang itu mengira bahwa itulah tawakal yang sesungguhnya. Mereka berada di puncak kesalahan. Karena Allah menyuruh untuk berbekal agar tidak merepotkan orang lain saat berhaji. Imam Ahmad pernah ditanya seseorang, “Bolehkah saya berhaji dengan tawakal yang sesungguhnya tanpa membawa bekal?” Imam Ahmad menjawab, “Pergilah berhaji sendirian, jangan bersama rombongan! Karena nanti akan merepotkan orang.”Talbis iblis terkait jihad. Mereka keluar berjihad tapi niat dihatinya ingin berbangga-bangga, ingin dikatakan jagoan, ingin mencari ghonimah (harta rampasan perang). Sementara Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda, “sesungguhnya semua amal berdasarkan dari niatnya”. Berbagai macam tipuan iblis dari Abu Musa radiallahu anhu, ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan berkata, “Ya Rasulullah bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang berperang menunjukkan keberaniannya, ada yang berperang karena murni membela suku, dan ada orang berperang fii sabilillah, mana diantara ini yang utama?” Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasalam menjawab, “Siapa yang berjihad untuk menegakkan kalimat Allah maka fii sabilillah”. (HR. Bukhari & Muslim). Fii sabilillah itu berperang menegakkan kalimat-kalimat Allah. Oleh karenanya Ibnu Mas’ud mengingatkan, “hati-hati! Jangan kalian berkata si fulan mati syahid. Atau seorang terbunuh mati syahid. Karena ada orang yang berperang karena murni untuk mencari ghonimah. Dan benar ada orang yang berjihad untuk disebut-sebut (riya’)”. Dalam masalah jihad, orang berniat macam-macam dan hanya Allah yang mengetahui niat mereka.Hadits tentang orang yang pertama kali di hisab di neraka jahanam pada hari kiamat, pertama, seorang mati syahid kemudian dihadirkan lalu Allah ingatkan orang tersebut dengan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan Allah bertanya, “Apa yang kau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?” Dijawabnya, “Aku berperang karena engkau, yaa Allah! Sampai aku mati syahid”. Allah berkata, “Kau dusta, engkau berperang supaya dikatakan pemberani. Niatmu supaya dikatakan pemberani terkabulkan”. Kedua, seorang ustdz belajar ilmu agama supaya dikatakan alim, supaya dikatakan ahli qur’an, ahli hadits dan terkenal tapi Allah memasukkannya ke neraka. Ketiga, orang yang dermawan. Allam memberinya harta, lalu Allah bertanya, “Apa yang kau lakukan dengan hartamu?” Dijawabnya, “Semua jalan yang ENGKAU suka untuk aku infaq, maka aku infaqkan, yaa Allah”. Allah membalas, “Kau dusta, kau berinfaq supaya dikatakan dermawan! Maka lemparkanlah ia ke neraka jahanam!” Maknanya, bahwa tidak semua jihad niatnya karena Allah.Dari Abu Hatim Ar-Rozi, dia berkata, “Aku mendengar Abdah bin Sulaiman berkata, Suatu hari kami dalam sebuah pasukan kecil bersama Abdullah bin Ibnu Mubarak di negeri Romawi, tiba-tiba bertemu dengan musuh. Ketika bertemu 2 shaf, ada shaf kaum muslimin dan shaf romawi. Ada jagoan dari shaf Romawi mengatan, Ayo siapa yang mau duel melawan saya? Maka ada seorang yang maju dari kaum muslimin. Mereka bertempur berdua dan ternyata kaum muslimin kalah, kejadian berulang hingga ada orang ke-4 yang menerima tantangan orang Romawi itu, dan menang dengan menikamnya.Lalu semua orang dari kaum muslimin datang mengerumini orang ke-4 karena ingin tahu siapa yang yang menaklukkan jagoan Romawi ini. Ternyata orang ke-4 ini menutup wajahnya karena tidak ingin diketahui orang. Tapi saya tarik penutup wajahnya, ternyata orangke-4 itu adalah Ibnu Mubarak”.Komentar Ibnu Jauzi akan peristiwa ini, “Lihatlah kalian para pembaca semoga Allah merahmati kalian. Lihatlah orang yang mulia, yang ikhlas ini, bagaimana ia takut ikhlaslah terganggu maka ia menutup wajahnya.” Para salaf takut akan amal sholehnya rusak karena takut riya’. Ibrahim bin Adham, ketika beliau berjihad kemudian menang, beliau tidak mengambil ghonimah karena ingin jihadnya sempurna. Talbis iblis terkait seorang mujahid. Terkadang iblis menipu seorang mujahid ketika dia menang dan dia mendapat ghonimah, kemudian ia mengambil bagian ghonimah padahal itu bukan bagian dari haknya. Mungkin ia tidak punya ilmu sehingga ia menyangka bahwasanya seluruh harta orang kafir halal untuk diambil. Padahal ia tahu dalam aturan jihad, tidak boleh mengambil harta sebelum dikumpulkan oleh amir. Setelahnya amir yang membagikan. Mengambil ghonimah sendiri sebelum dikumpulkan dan dibagikan amir disebut harta ghulul.Dalam hadits shahih dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, “Suatu hari kami berangkat dalam perang Khaibar dan akhirnya kami menakhlukkan Khaibar dan ada ghonimah. Ketika itu kami hanya mendapatkan ghonimah berupa perabot, makanan. Kemudian kami pergi ke suatu lembah. Dan bersama Nabi shalallahu alaihi wasalam ada budaknya. Saat kami singgah di lembah tersebut, budak Rasulullah ini melepas pelana onta tiba-tiba ada panah asing ke arahnya, dan dia meninggal karena panah tersebut. tatkala kami melihat budak itu meninggal karena anak panah itu, kami pun memberinya selamat baginya karena mati syahid. Lalu Rasulullah shalallahu alaihi wasalam berkata, Tidak, demi Dzat yang Muhammad ada di tangannya, seseungguhnya kain telah menyalakannya untuk membakarnya, dia telah mengambil kain dari harta ghonimah perang Khaibar padahal belum ada pembagian dan balasannya seperti mengambil api neraka”. Pengaruh iman dan ilmu untuk menjaga diri dari fitnah harta, bisa jadi seorang mujahid tahu bahwasanya mengambil harta ghulul hukumnya haram, tetapi karena hatinya tidak sabar dan merasa mempunyai kontribusi telah ikut berperang dan menganggap boleh.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026

Talbis Iblis kepada Ahli Ilmu

Kebanyakan orang berhaji bukan karena ketakwaan, melainkan karena ingin jalan-jalan, ingin dipuji atau terlihat berapa kali haji.Ada yang memaksakan haji, sementara ia masih memiliki utang yang belum dilunasi atau melanggar hak orang tua, padahal berbakti kepada orang tua lebih utama dari pada haji.Iblis menipu orang untuk berhaji dengan harta yang haram atau subhat.Allah tidak menerima ibadah kecuali yang brsumber dari harta yang baik.Sebagian haji melakukan bid'ah dalam manasik atau nekat membawa bekal dengan alsan "tawakal" yang keliru. Iblis mendorong seseorang berjihad agar disebut pemberani atau karena fanatisme kesukuan, bukan untuk menegakkan kalimat Allah.Kesalahan dalam jihad adalah mengambil harta rampasan perang (ghonimah) sebelum dibagikan secara resmi oleh pemimpin. Ibnu Jauzi menekankan bahwa perbuatan ini disebut ghulul dan sangat berbahaya, bisa menghalangi seseorang mendapatkan pahala syahid.PPentingnya seseorang mujahid membekalli diri dengan ilmu syar'i agar tidak terjebak dalam ketamakan terhadap harta.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →