📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 7: Talbis Iblis #7

Tipu Daya Iblis Terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)Sibuk dengan amalan sunnah, melupakan perbaikan batin dan kehalalan makananBanyak orang rajin salat sunnah siang dan malam, namun mengabaikan penyakit-penyakit di dalam batin mereka (sombong, dengki, dll).Mereka juga kurang memperhatikan dari mana sumber makanan yang mereka makan. Padahal, memperbaiki batin dan memastikan makanan yang masuk itu halal jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak kuantitas shalat sunnah.Tipu daya dalam membaca Al-Qur'an (kuantitas vs kualitas)Membaca Terlalu Cepat: Iblis menggoda sebagian orang untuk mengejar target khatam dengan membaca sangat cepat, tidak tartil dan tanpa perenungan (tadabbur).Tujuan Utama Membaca Al-Qur'an: Target utama membaca Al-Qur'an adalah untuk dipahami maknanya agar iman bertambah dan bisa diamalkan. Membaca dengan perlahan (tartil) jauh lebih utama daripada sekadar mengejar jumlah juz.Meskipun sebagian ulama Salaf (seperti Utsman bin Affan atau Imam Syafi'i) pernah mengkhatamkan Al-Qur'an dengan sangat cepat (terutama di bulan Ramadan), mereka melakukannya karena mereka sudah sangat paham tafsirnya. Kita tidak bisa menyamakan diri dengan mereka.Membaca Al-Qur'an yang mengganggu orang lain --> rawan riyaIblis menggoda sebagian ahli Quran untuk membaca Al-Qur'an dengan suara yang sangat keras di malam hari (atau menggunakan pengeras suara masjid sebelum subuh/setelah azan).Amalan ini mendatangkan dua kesalahan besar:Mengganggu orang lain: Mengganggu orang yang sedang tidur, orang yang sedang sakit, atau mengganggu orang lain yang ingin khusyuk salat sunnah dan berdoa.Rawan Riya': Sangat sulit menjaga hati agar tetap ikhlas ketika memamerkan suara indah di depan orang banyak pada waktu-waktu ibadah sunnah.Tipu daya memamerkan amalan khatam Al-Qur'anDicontohkan ada orang yang sengaja membaca surat-surat tertentu atau doa khatam Al-Qur'an di hadapan jemaah setelah salat agar orang lain tahu bahwa dia telah khatam.Ini bukanlah metode para salaf terdahulu. Para ulama terdahulu (seperti Imam Ahmad bin Hambal) justru sangat menyembunyikan ibadah mereka dan tidak ada yang tahu kapan mereka khatam Al-Qur'an. Riya' adalah senjata Iblis yang paling ampuh untuk menggugurkan amal saleh.Tipu daya dalam amalan puasa sunnahPuasa Setiap Hari (Puasa Dahar): Iblis menggoda orang untuk puasa sepanjang tahun (kecuali pada hari yang diharamkan seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik). Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa yang paling utama dan dicintai Allah adalah Puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka).Orang yang memaksakan diri puasa setiap hari memiliki dua kekurangan besar:Membuat fisik menjadi lemah sehingga lalai dari kewajiban mencari nafkah untuk keluarga atau tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis pasangan (istri).Kehilangan keutamaan karena tidak mengikuti petunjuk puasa yang terbaik (Puasa Daud). Jangan sampai amalan sunnah justru merusak amalan yang wajib.Puasa juga jangan sampai membuat seseorang menjadi merasa lebih mulia lalu merendahkan orang lain yang tidak berpuasa.Riya' yang sangat halus (khofiyur riya')Menyembunyikan Pembatalan Amal karena Gengsi: Seseorang yang terkenal selalu berpuasa, suatu hari terpaksa tidak berpuasa (berbuka). Namun, dia menyembunyikan fakta bahwa dia tidak berpuasa agar popularitas atau pandangan orang terhadap dirinya tidak turun. Ini adalah riya' yang sangat samar.Menceritakan Amal dengan Alasan "Menjadi Teladan": Iblis membisikkan syubhat kepada seseorang untuk menceritakan konsistensi ibadahnya (misal: "Saya sudah 20 juz" atau "Saya sudah 20 tahun puasa") dengan dalih agar dicontoh orang lain. Padahal, batas antara ingin memberi teladan dengan ingin dihormati/dipuji sangatlah tipis.Berpindahnya Catatan Amal: Jika kita menceritakan amalan tersembunyi kita kepada orang lain, maka pahala kita akan berpindah dari catatan amal rahasia (diwanis sirr) ke catatan amal terang-terangan (diwanul alaniah), yang mana pahalanya jauh lebih kecil.Kesimpulan:Pintu-pintu riya' dan tipu daya Iblis sangatlah banyak dan tipis. Fokuslah beribadah dengan benar sesuai petunjuk Nabi SAW, sembunyikan amalan kebaikanmu sebagaimana kamu menyembunyikan aib/dosamu, dan jangan pedulikan pujian ataupun cercaan manusia.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
F
fitria bunga yunita

📍 Kota Bogor

Talbis Iblis #7: Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3)

Talbis Iblis #7: Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3) Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.:1. Sibuk dengan amalan aunah hingga melupakan yang wajibSetan menggoda sebagian ahli ibadah supaya sibuk melakukan solat sunah siang dan malam, namun mereka mengabaikan perbaikan batin (penyakit-penyakit hati) serta tidak mempedulikan sumber makanan mereka.Memperbaiki hati dan memastikan makanan yang dimakan adalah halal sepatutnya menjadi keutamaan yang lebih besar berbanding sekadar memperbanyakkan solat sunah.2. Tipu daya iblis dalam membaca Al-QuranMembaca terlalu cepat (gopoh): setan menggoda sebagian orang untuk mengejar jumlah bacaan Al-Quran untuk memenuhi target khatam, sehingga membacanya tanpa tartil dan tanpa tadabbur.Tujuan utama Al-Quran: Ustadz mengingatkan bahwa tujuan utama al-Quran diturunkan adalah untuk ditadabbur dan diamalkan. Walaupun ada riwayat salafu solih yang khatam dalam masa yang sangat singkat, perkara itu jarang dilakukan di luar Ramadan dan mereka membacanya dengan penuh kefahaman..Mengganggu orang Lain: Iblis menggoda orang yang membaca Al-Quran dengan suara yang terlalu kuat menggunakan mikrofon masjid pada waktu malam (sebelum subuh) atau selepas azan. Perbuatan ini dan mengganggu orang yang sedang tidur, orang sakit, atau orang lain yang ingin khusyuk solat sunat dan berdoa3. Riya' terang-teranganDicontohkan orang yang sengaja membaca doa khatam al-Quran di hadapan jemaah selepas solat Subuh hari Jumaat semata-mata agar orang lain tahu bahwa dia telah khatam Al-Quran. Ini berbeda dengan salafu solih yang sentiasa menyembunyikan amalan mereka agar terhindar daripada sifat riya'.4. Tipu daya dalam ibadah puasaPuasa dahar (terus menerus): Iblis menggoda sebagian orang untuk berpuasa setiap hari tanpa henti (kecuali pada hari-hari yang diharamkan). Sebaiknya hal ini tidak dilakukan karena menyebabkan badan menjadi lemah untuk mencari rezeki serta mengabaikan hak biologi pasangan (isteri). Ustadz menegaskan bahwa sebaik-baik puasa sunat ialah Puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari berbuka).5. Riya' yang SamarSeseorang yang terkenal sering berpuasa, apabila tiba satu hari dia terpaksa berbuka (tidak berpuasa), dia akan menyembunyikannya agar reputasinya sebagai ahli puasa tidak jatuh. Jika ia Ikhlas, sebaiknya sesekali tampakkan tidak berpuasa di depan orang.Pintu-pintu riya' amat banyak dan setan sentiasa mencari jalan untuk menggugurkan pahala amalan manusia. Oleh itu, setiap Muslim dituntut untuk sentiasa memeriksa niat hati, mengutamakan kualitas ibadah (ikhlas dan mengikut sunnah) dibandingkan kuantitas, serta berupaya untuk menyembunyikan amalan kebaikan dari orang lain.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
P
putri anggraini

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis 7 : Talbis Iblis terhadap ahli ibadah bagian 3

Sibuk dengan yang tidak utama dan meninggalkan yang utamaIbnul Jauzi rahimahullah berkata syaitan telah mengoda banyak dari ahli ibadah, kau melihat orang sholat sholat sunnah dimalam hari, mereka sholat di siang hari tetapi mereka tidak perhatian terhadap batin mereka. Padahal dalam batin ini sangat banyak aib. Dan mereka tidak memperhatikan apa yang mereka makan. Padahal memperhatikan hal tersebut membantu memperbaiki penyakit-penyakit batin, dan perhatian terhadap apa yang kita makan itu lebih utama daripada memperbanyak sholat-sholat sunnah.Maksud dari iman Ibnul Jauzi rahimahullah jangan sampai seseorang sibuk dengan yang dzohir dan lupa dengan yang batin. Jangan lupa memperhatikan batin dan memperhatikan pada dzohir.Godaan syaitan terhadap para pembaca Al-Qur'an. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata syaitan telah menggoda manusia dengan memperbanyak tilawah Qur'an tapi mereka membaca dengan hazn (cepat), tanpa dengan tartil, tanpa dibaca dengan pelan-pelan. Metode membaca dengan cepat, ini lah kondisi tidak terpuji. Memang benar diriwayatkan dari sebagian salaf khatam dalam sehari, atau ada yang menghatamkan Al-Qur'an dalam satu rakaat sholat. Namun, perkara ini adalah yang jarang diantara mereka. Bukan setiap hari mereka lakukan. Membaca dengan tartil itu lebih disukai ulama. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda, "barangsiapa yang khatam Al-Qur'an terlalu cepat atau kurang dari 3 hari maka dia tidak faqih". Perlu diperhatikan sulit kita kiyaskan kita dengan mereka, karena mereka paham artinya, paham tafsirnya. Contoh imam syafi'i rahimahullah yang sudah jadi mufti dari umur 15 tahun, beliau membaca Al-Qur'an dengan paham dengan tartil dan terbawa sudah tafsirnya. Tujuan membaca Al-Qur'an adalah untuk dipahami, dengan  begitu iman akan bertambah dan mudah akan di amalkan. Berbeda dengan orang yang membuat target berjuz-juz, tidak pelan-pelan tidak ada tadabbur. Maka ini adalah talbis iblis. Seorang hendaklah memperhatikan kuantitas dia juga hendaknya memperhatikan kualitas dengan dia baca. Kita niat membaca Al-Qur'an niat tilawah:1. Untuk mendapatkan pahala, 2. Untuk mentadabbur3.  Untuk Mengobati dirinya dengan ruqiyah4. Agar mendapatkan petunjuk5. Agar kita mendapatkan rahmat AllahPara ulama membahas ini dan dengan ini bacaan Al-Qur'an kita berkualitas. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, bersabda bahwa aku tidak mengatakan alif lam mim, itu satu ayat. Tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. Dan satu huruf 10 pahal.Oleh karena Nabi Shallallahu alayhi wa sallam mencela orang-orang khawarij mereka membaca Al-Qur'an tapi tidak melewati kerongkongan nya.Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan untuk diamalkan. Al-Qur'an harus dipahami, dimengerti baru untuk diamalkan. Maka sebagian orang membatasi diri hanya dengan membaca Al-Qur'an, padahal membaca itu baru tahapan awal.Tahapan Al-Qur'an1. Membaca2. Tadabbur3. BeramalMulai sekarang berusaha untuk mentadaburi agar bertambah iman dan berkualitas. Membaca Al-Qur'an pelan-pelan, baca terjemahannya. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam saja berbicara pada orang Arab jangan mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari. Ini orang Arab dilarang, bagaimana lagi kita kita bukan orang Arab.Ibnu Mas'ud berkata jangan jadikan akhir Al-Qur'an pada tujuanmu. Tapi berhentilah pada keajaiban-keajaiban Al-Qur'an, goyangkan hati, pikirkan, renungkan,maka akan datang bacaan yang berkualitas untuk menambah iman.Adapun bulan Ramadhan boleh mengkhatamkan Al-Qur'an boleh dengan berkualitas, memahami maknanya.Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, iblis menggoda kelompok ahli Qura, Ahli Qur'an kaum khawarij dimana mereka membaca Al-Qur'an di menara pada malam hari. Mereka mengumpulkan suara  dengan beberapa orang, maka mereka ini sudah mengumpulkan dia kesalahan, kesalahan pertama menganggu orang tidur, kedua masuk pada riya'.Sama seperti masjid sekarang dua jam sebelum sholat subuh, kita dengar masjid berbunyi, banyak yang terganggu sholat malamnya terganggu, yang sakit tidak bisa tidur. Diantaranya juga banyak orang yang sudah adzan dia membaca Al-Qur'an, bersenandung, bahasa arabnya salah, terganggu dengan orang bacaan Al-Qur'an. Sehingga sunnah tidak di lakukan. Maka sebaik-baiknya petunjuk adalah sunnah Nabi shallallahu alayhi wa sallam.Berkata Ibnul Jauzi rahimahullah, di antara perkara menakjubkan adalaah seseorang mengimami sholat subuh pada hari Jum'at, setelah sholat subuh dia kemudian dia membaca Al-Muqizatain dan dia membacaa do'a khatam Qur'an. Sungguh ini bukan metode para salaf, para salaf sangat menyembunyikan smalam mereka. Tarohlah itu tidak riya', itupun bukan metode salaf. Apalagi jika terkena salaf.Rabi' bin Khusaim rahimahullah, dia seorang tabi'in dan seluruh amalnya tersembunyi. Para sahabat berkata, kalau Nabi melihat mu pasti Nabi mencintai mu. Bisa jadi dia sedang membaca Al-Qur'an, kemudian ada orang masuk dia tutup Al-Qur'annya.Godaan Syaitan terhadap puasa ibadah dalam ibadah puasaSyaitan menggoda seseorang maka mereka puasa terus menerus (puasa dhar) , dan itu hukum nya boleh. Jika seorang berpuasa pada hari yang tidak diharamkan.Tingkatan puasa sunnah 1. Berbuka dua hari, puasa sehari2. Puasa Daud3. Puasa Dhar (puasa setiap hari, kecuali hari raya, hari tasryik).Maka para ulama berbeda pendapat tidak dianjurkan berpuasa Dhar, ada yang berpendapat makruh, ada yang berkata haram. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam pernah menegur Abdullah bin Amr bi Ash, tidak ada yang lebih utama dari puasa Daud.Dan cerita 3 orang sahabat yang mendatangi istri Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, Ada yang ingin tidak menikah, ada yang ingin berpuasa, dan ada yang ingin sholat terus terusan. Lalu Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menengur mereka satu demi satu. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menegur orang yang puasa setiap hari.Ibnul Jauzi rahimahullah berkata meskipun ini boleh berpuasa setiap hari, akan menimpa dua kekurangan :1. Dia mungkin akan lemah, untuk mencari rezeki demi keluarga nya dan bisa jadi terhalang untuk bermesraan dengan istrinya, sedangkan istrinya juga membutuhkan haknya. 2. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda bahwa sesungguhnya istrimu punya hak, betapa banyak kewajiban yang terlalaikan karena melakukan sunnah yang salah dengan berpuasa setiap hari.Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda pada Abdullah bin Amr bin Ash, berpuasa satu bulan dalam 3 hari (puasa ayyamul bidh) Kata Abdullah, aku lebih mampu dari itu ya Rasulullah, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam berkata maka berpuasa sehari dan berbuka dua hari. Abdullah berkata, aku bisa lebih dari itu maka berpuasalah dengan puasa Daud. Dan tidak ada yang lebih baik daripada puasa Daud.Jika ada yang berkata seseorang kadang mampu melakukan puasa sekaligus mencari rezeki dan dia bisa berpuasa setiap hari. Tapi kita tetap berpatokan pada dalil Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam, hadist Nabi lebih kita cinta tentang puasa Nabi Daud.Bahkan ada kaum sebelum kita mereka mendawamkan, mengkontinyukan puasa daud sstiap hari padahal makanan mereka kurang bergizi dan makanan sedikit. Akhirnya sebagian mereka ada yang buta matanya, otaknya kering. Terlalu memaksakan untuk berpuasa Daud. Maka ini adalah bentuk kelalaian dan keterpaksaan pada jiwa yang padahal itu tidak mampu, melalaikan jm kewajiban bagi jiwa. Ini tidak boleh, puasa bukan untuk bunuh diri. Bahkan puasa Ramadhan jika tidak mampu berpuasa kita bisa menganti dengan fidyah.SAMARNYA RIYA'Ibnul Jauzi rahimahullah bisa jadi terkenal seseorang sering berpuasa dahr, dan dia tahu dia terkenal suka berpuasa. Maka dia tidak pernah bebruka, misalnya satu hari dia tidak berpuasa baik karena sakit, dia bersembunyi agar popularitas dia tidak jatuh. Ini adalah riya' yang samar. Jika orang ini ingin ikhlas harusnya jika dia ingin berbuka puasa, maka dia sesekali dia menampakkan dia berbuka di hadapan orang yang tau dia berpuasa setiap hari.Diantara mereka ada yang riya' dengan mengambarkan dengan puasanya, misalnya "hari ini sejak 20 tahun yang lalu aku selalu berpuasa dan tidak pernah berbuka". Syaitan membuat syubhat "cerita aja saman orang agar kau jadi teladan". Ibnul Jauzi rahimahullah berkata Allah lebih mengetahui hati seseorang.Misalnya juga seorang ustadz meminta muridnya mempopulerkan dirinya setiap ibadahnya.Syubhat iblis : kabarkanlah ibadahmu agar engkau dihormati, kalau sudah ingin dihormati maka ini riya'.Minimal kalau ikhlas pahalanya berkurang dan pahala ibadah tersembunyi, menjadi amal ibadah yang terlihat. Amal tersembunyi pahalanya lebih besar daripada amal yang terlihat.Para salaf bersusah payah menyembunyikan amal mereka. Para salaf sangat takut riya' sedangkan sekarang kita tidak takut dengan riya'. Orang zaman sekarang bersusah payah untuk mempublikasikan amal ibadahnya.Kata Ibnul Jauzi rahimahullah sebagian mereka ada yang selalu berpuasa Senin Kamis, diajak makan-makan dia menolak makan-makan, lalu dia berkata "coba ingat hari apa? Ini kan hari kamis". Ini mengesankan dsngan riya' yang samar. Ada juga orang yang berpuasa tapi mengomentari orang lain dengan menghina misalnya " ini orang ini katanya hafal Al-Qur'an tapi tidak puasa kamis".Berpuasa makan sahur dan bukanya tidak tau syubhat atau haram. Berpuasa tapi tidak perduli ghibah jalan terus. Berpuasa tapi nonton jalan terus. Harusnya berpuasa menjaga semuanya, iblis mengesankan dengan berpuasa semuanya akan terhapus.Jadi seorang beribadah dia harus waspada jangan sampai ibadahnya hancur gara-gara riya' bahkan dengan riya' yang tersembunyi. Maka pentingkanlah ibadah kita untuk Allah, jangan perdulikan pujian orang kita akan bertemu Allah sendiri-sendiri.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 3)

Talbis iblis #7Talbis iblis terhadap ahli ibadah (bagian 3)15. Sibuk tentang hal yang tidak utama lalu maninggalkan hal yang utamaIman Al Jauzy berkata“Setan telah menggoda banyak ahli ibadah dengan sholat sunnah dimalam hari tetapi mereka tidak perhatian dengan perbaikan batin mereka padahal dalam batin banyak sekali aib dan tidak memperhatikan apa yang mereka makan halal atau haram.karena ini lebih utama dari pada memperbanyak sholat sunnah16. Talbis iblis dalam membaca al quranIman Al Jauzy berkata“Syetan telah menggoda dengan memperbanyak tilawah tapi cepat tanpa mentartil,(target banyak juz selesai) ini tidak terpuji.”Memang ada riwayat para salaf khatam dalam sehari atau dalam 1 rakaat seperti yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan dan Abu Hanifah namun ini adalah perkara yg jarang dan siapa salaf yang begini bukan setiap hariIni boleh tapi membaca dengan tartil itu lebih utamaSabda rasululloh“Orang yang khatam kurang dari 3 hari maka dia tidak paham al qur’an”Larangan ini diluar ramadhan tapi boleh dibulan Ramdhan seperti Imam Syafii menghatamkan al qur’an sehari 2 kali dalam ramadhan.Tujuan membaca alqur’an adalah utk ditaddaburi ayat2nyaFudhail Bin Iyadh pernah berkata“Sesungguhnya alqur’an diturunkan untuk diamalkan dan untuk diamalkan harus ditadabburi maka sebagian orang membatasi mengamalkan alqur’an dengan tidak mentadabburinya”17. Talbis iblis terhadap pembaca Al qur’an dan#.membacanya dimenara mesjid dimalam hari dengan suara keras atau berame2 dengan 1 suara.Maka mereka telah mengumpulkan 2 kesalahan yaitumengganggu orang tidurMemaparkan diri Terjerumus dalam riya#.membaca alquran setelah adzan sehingga mengganggu org berdoa atau sholat sunnahIbnu Mas’ud berkata“siapa yang ingin bersunnah maka ikutilah orang2 yang sudah meninggal yaitu para sahabat”Berkata Ibnu Al Jauzy“Diantara perkara yang menakjubkan ketika seseorang mengimami sholat subuh dihari jumat setelah mengucapkan salam dia membaca surat terakhir dan mengucapkan doa khatam qur’an,ini bukan metode salaf yang suka menyembunyikan amalan”Robi’ Bin Husain seluruh amalanya tersembunyi sampai ada sahabat yang mengatakan kalo nabi melihatnya nabi pasti mencintainyaAhmad bin Hambal sering baca qur’an dan tidak diketahui kapan dia khatam qur’an.17. Talbis iblis terhadap ibadah puasaSyetan menggoda sebagian orang dengan puasa terus menerus (puasa Dahr)Ini hukumnya boleh jika dia tidak berpuasa dihari2 yang diharamkanTingkatan puasaPuasa Dahr dengan syarat tidak puasa dihari yang dilarang (khilaf ulama ada yang bilang haram dan ada yang bilang makruh)Puasa sehari berbuka sehariPuasa sehari berbuka 2 hariKekurangan puasa dahr bagi seseorangmenyebabkan dia lemah sehingga tidak fokus mencari rejeki buat keluarga,Membuat dia terhalang memenuhi kebutuhan biologis istrinyaMenyebabkan dia terluput dari keutamaan nabi yaitu puasa daud lebih sempurnaHadist  dari abdullan bin Amr bin Ash“Rasululloh bertemun denganku dan berkata “ bukankah telah disampaikan kepadaku bahwasanya engkau selalu sholat malam  bukankah kau yang berkata “aku akan sholat malam dan puasa disiang hari”Aku berkata “benar ya rasululloh aku telah mengatkan demikian”Maka Rasululloh menasehati jangan sholat semalam suntuk,sholat dan tidurlah dan jangan puasa setiap hari,puasa dan berbukalah,kalo mau puasa 3 hari dalam 1 bulan karena ini seperti puasa setiap hari”Aku berkata “saya mampu lebih daripada itu”Maka rasululloh memberi yang lebih tinggi “ puass sehari berbuka 2 hari”Aku berkata “saya lebih mampu dari itu ya Rasululloh”“Kalo begitu puasa nabi Daud karena ini puasa terbaik”“Aku masih mampu lebih dari itu ya Rasululloh dan beliau berkata “tidak ada yang lebih baik dari itu”Jika ada yang berkata bahwa ada ulama salaf yang berpuasa setiap hari sikap kita“Mereka mampu melakukannya setip hari tanpa melalaikan kewajiban kepada keluarga atau bisa jadi mereka tidak punya keluarga dan tidak perlu mencari rejeki ada juga yg melakukan diakhir hayatnyaMeskipun demikian rasululloh berkata“Tidak ada yang lebih afdol dari puasa daud”Ada orang yang merutinkan puasa Daud padahal makanan mereka kurang bergizi dan sedikit sampai ada yg buta karena terlalu memaksa ini adalah bentuk kelalaian terhadap jiwa yang bukan kemampuannya maka ini tidak boleh.Ada yang dikenal orang suka melakukan puasa dahr maka dia tidak pernah berbuka sama sekali,kalopun dia berbuka satu hari maka dia sembunyi agar tidak dilihat orang dan ini adalah riya jika dia ingin ikhlas hendaknya dia berbuka didepan orang yang menganggap  dia puasa setiap hari lalu dia puas lagi diam diam dan tidak menyampaikan keorang lain.Diantaranya ada yg riya secara terang2an dan berkata “saya selalu berpuasa setiap hari semenjak 20 tahun”Dan syetan berbuat syubhat “tunjukan kepada orang agar menjadi teladan”“Sembunyikanlah kebaikan2mu seperti kau menyembunyikan keburukanmu”Sufyan Atsauri berkata“Sungguh seorang hamba melakukan ibadah dalam kesendirianya maka syetan menggodanya utk menyebarkanya maka pahalanya berpindah dari pahala amalan tersembunyi menjadi amalan yang terlihat”Ada yang terbiasa puasa senen kamis lalu menghina orang yang tidak puasaAda yang berpuasa namun berbuka tidak tahu haram dan halalnyaAda yang berpuasa tapi ghibah jalan terus (maksiat)Harus puasa tidak hanya menahan makan dan minum“Waspadalah terhadap hancurnya ibadah dengan riya yang tersembunyi jangan pedulikan pujian manusia”

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tablis iblis #7

TALBIS IBLIS #7TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bag-3)Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA, M.ASetan telah banyak menggoda dari ahli ibadah, mereka shalat sunnah di malam hari, shalat sunnah di siang hari tetapi mereka tidak perhatian terhadap perbaikan batin mereka.padahal kita tahu, bahwa dalam batin ini banyak aib.Mereka juga tidak perhatikan akan apa yg mereka makan, padahal memperhatikan hal tersebut akan memperbaiki penyakit-penyakit batin dan perhatian terhadap akan halal nya yg kita makan.Itu lebih utama daripada memperbanyak shalat-shalat sunnah.Imam Jawzi ingin mengatakan:Jangan kita menyibukkan dg  amalan yang zahir dari pada yang batin, sedikit perlu kita perbaiki🍄Godaan setan pada ahli ibadah dalam membaca Al QuranSetan menggoda mereka cara memperbanyak tilawah Qur’an tetapi tetapi mereka membaca Al Qur’an dg cepat tanpa mentartil.Ini adalah kondisi yg tidak terpuji.Meskipun hal ini boleh,tapi membacanya deh tartil lebih disukai para ulama.Seseorang membaca Al Qur’an untuk dipahami Dan agar mudah diamalkanNiat ketika membaca Al Qur’an ada beberapa:-   niat tilawahniat mentadaburiNiat beramal☘️Iblis menggoda sekelompok ahli pembaca Qur’anMereka membaca Al Qur’an di menara masjid malam hari dg suara yg keras.Maka mereka telah mengumpulkan 2 kesalahan:mengganggu orang tidurMemaparkan diri terjerumus ke dalam riya☘️Diantara mereka ada yg baca Al Qur’an ketika azan,Imam Jawzi berkata :Ada perkara yg menakjubkan, imam shalat subuh pada hari Jumat ,setelah selesai Shalat di berzikir dan baca doa khatam Qur’an. Ini bukan perlakukan para salaf. Para salaf menyembunyikan ibadah mereka.Ar-Rabi’ bin Khutsaim : seluruh amalnya tersembunyiImam Akhmad sering baca Al Qur’an dan tidak diketahui kapan dia khatam Qur’anRiya itu senjata setan yg paling ampuh untuk menggugurkan amalan soleh seseorang.Seseorang harus waspada pada talbis iblisGODAAN SETAN TERHADAP AHLI PUASASetan menggoda sebagian kaum dengan puasa  Dahr (terus-menerus)Tingkatan puasa sunnah :puasa sehari  berbuka 2 hariPuasa nabi Daud (berbuka sehari,puasa sehari)Puasa dahr ( puasa terus-menerus), dg syarat ketika hari-hari di haramkan puasa, tidak berpuasaAda 2 pendapat di kalangan ulama tentang puasa dahr :Tidak dianjurkan puasa  setiap hari ( ada yg mengatakan hukum haram dan ada makhruh)Memperbolehkan ( ada yang mustajab dan ada jaiz)Kata Imam Jawzi  ada 2 kekurangan yg akan menimpa orang yg puasa terus-menerus:Bisa jadi membuat dia lemah,sehingga orang ini lemah untuk mencari rezeki buat keluarga nya,bisa jadi tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis istrinyaMenyebabkan dia terluput dari keutamaan  dari puasa Nabi DaudNabi ﷺ mengatakan“ tidak ada yg lebih afdal dari puasa nabi Daud”.SAMARNYA RIYAOrang yg berpuasa dahr ini ,untuk menjaga agar ketenarannya dalam berpuasa, ketika dia tidak puasa mungkin karena sakit,dia sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan sama orang bahwasanya dia hari itu tidak berpuasa. Ini adalah riya yg samar.Makanya jika dia ingin ikhlas, untuk menyembunyikan ibadahnya justru dia berbuka di hadapan orang yang tahu kalau dia berbuka puasa setiap hari. Kemudian dia puasa lagi diam-diam.Ada yang riya terang-terangan tentang puasanyaDia berkata bahwa sejak 20 th ini saya tidak pernah berbukasetan bikin syubhat, cerita aja sama orang-orang biar kamu jadi teladan.Jika pun itu ikhlas,pahalanya akan berkurang, dari pahala ibadah yg tersembunyi menjadi pahala ibadah yang terlihat.Sufyan ats- Tsauri berkata :“Sesungguhnya seorang hamba melakukan amalan ibadah dalam kesendiriannya, maka setan menggodanya sampai akhirnya dibicarakan, maka pahala berpindah dari yg tersembunyi kepada pahala yang terlihat”.Para salaf terdahulu takut riyaPara salaf terdahulu bersusah payah untuk menyembunyikan amal soleh, di zaman sekarang orang bersusah payah untuk mempublikasikan amal solehnya.Diantara mereka ada yg puasa Senin Kamis tapi merendahkan atau menghina  orang lainDiantara mereka ada yg berpuasa,mereka tidak peduli dg iftor mereka pakai makan apa, apakah itu dari haram atau halal.Diantara mereka ada yg puas tpi ghibah nya jalan terusDiantara mereka ada yg puasa melihat hal-hal yang haram jalan terusDiantara mereka yg puasa ngoceh jalan terus, harusnya jaga bicaraSeseorang jika beribadah harus waspada jangan sampai ibadahnya hancur karena  riya dan setan  menghapuskan riya dalam diri seseorang bahkan dg cara yg sangat tersembunyi

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 7

TALBIS IBLIS 7Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.1. Fokus Pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas IbadahSetan tidak selalu menggoda manusia dengan meninggalkan ibadah, tetapi terkadang mendorong seseorang sibuk memperbanyak amalan lahiriah sambil melalaikan perbaikan hati dan akhlak.Pelajaran Penting:Perbaikan hati lebih utama daripada sekadar memperbanyak amalan sunnah.Kehalalan makanan dan sumber rezeki sangat berpengaruh terhadap diterimanya ibadah.Ibadah yang berkualitas lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak namun tanpa perhatian terhadap batin.2. Adab Membaca Al-Qur’anA. Jangan Hanya Mengejar Target KhatamSetan membisikkan agar seseorang membaca Al-Qur’an dengan sangat cepat demi menyelesaikan target khatam, sehingga mengabaikan tartil dan pemahaman.Allah berfirman:“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”(QS. Al-Muzzammil: 4)B. Utamakan TadabburTujuan utama membaca Al-Qur’an adalah memahami, menghayati, dan mengamalkan isinya.Allah berfirman:“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an?”(QS. Muhammad: 24)C. Tidak Mengganggu Orang LainMembaca Al-Qur’an dengan suara keras hingga mengganggu orang lain bukanlah adab yang diajarkan syariat.Pelajaran Penting:Tartil lebih utama daripada tergesa-gesa.Tadabbur lebih penting daripada sekadar banyaknya bacaan.Hindari sikap yang dapat menimbulkan riya atau mengganggu kaum muslimin lainnya.3. Bahaya Riya dalam IbadahRiya termasuk salah satu pintu terbesar yang digunakan setan untuk merusak amal seseorang.Bentuk-Bentuk Riya:Menampakkan ibadah agar dipuji manusia.Memamerkan keberhasilan khatam Al-Qur’an.Menceritakan amalan pribadi tanpa kebutuhan syar’i.Berpura-pura tetap berpuasa agar dianggap saleh.Rasulullah ﷺ bersabda:“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu?”Beliau menjawab, “Riya.”(HR. Ahmad)Pelajaran Penting:Para salaf sangat berusaha menyembunyikan amal ibadah mereka.Amal yang ikhlas meskipun sedikit lebih baik daripada amal banyak yang tercampuri riya.4. Talbis Iblis dalam Puasa SunnahSetan dapat menggoda seseorang agar berlebihan dalam berpuasa hingga melalaikan kewajiban yang lebih utama.Bentuk Kesalahan:Berpuasa terus-menerus hingga melemahkan tubuh.Melalaikan nafkah keluarga.Mengabaikan hak pasangan dan kewajiban lainnya.Rasulullah ﷺ bersabda:“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Dawud, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka.”(HR. Bukhari dan Muslim)Pelajaran Penting:Islam mengajarkan keseimbangan dalam beribadah.Ibadah sunnah tidak boleh menyebabkan kewajiban terbengkalai.Sikap berlebihan (ghuluw) bukanlah ajaran Islam.Hikmah dan Pelajaran Kajian✅ Setan dapat menyesatkan seseorang melalui ibadah yang tidak dilakukan sesuai tuntunan.✅ Kualitas ibadah lebih penting daripada sekadar kuantitas.✅ Membaca Al-Qur’an harus disertai tartil, tadabbur, dan adab yang baik.✅ Riya dapat merusak amal yang telah susah payah dilakukan.✅ Islam mengajarkan keseimbangan dan menjauhi sikap berlebihan dalam beribadah.✅ Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang ikhlas dan sesuai sunnah.KesimpulanTalbis Iblis terhadap ahli ibadah sering kali terjadi bukan dengan mengajak meninggalkan ibadah, tetapi dengan merusak niat, menghilangkan keikhlasan, mendorong sikap berlebihan, serta membuat seseorang lebih memperhatikan kuantitas daripada kualitas ibadah. Seorang muslim hendaknya selalu menjaga keikhlasan, mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, dan mengutamakan amal yang benar, seimbang, serta bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.Instagram: @tendrinovitaaKomunitas: @komunitas.beekind#jejakcahaya ✨

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
D
Dewi Murthy Sari

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis #7 Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)

Sibuk dengan yg tidak utama sehingga meninggalkan yang utama.Sibuk dengan ibadah dimalam hari, mengerjakan sholat sholat sunnah tapi tidak memperhatikan batin, memperbaiki isi hati, dan tidak memperhatikan apa yang kita makan.Membaca Al Qur'an tanpa tartil, terburu-buru. Boleh membaca Qur'an khatam dalam sehari tetapi dengan Tartil dan paham dengan isi Al-Qur'an, karna tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah mentadaburinya.Iblis membuat rancu para Qori', mereka membaca Qur'an dimenara mesjid pada malam hari dengan suara kencang.Mereka mengumpulkan 2 kesalahan, yang pertama adalah mengganggu orang tidur pada malam hari, yang kedua adalah riya dalam membaca Al-Qur'an.Membaca doa khatam Qur'an didepan orang banyak. Para salaf dahulu menyembunyikan amalan mereka. Riya adalah senajata setan paling ampuh untuk menggugurkan amal sholeh seseorang. Itulah sebab harus waspada dengan Talbis Iblis.Talbis Iblis Terhadap Ibadah PuasaTingkatan puasa sunnah:Puasa sehari, berbuka 2 hariPuasa Daud, puasa sehari, berbuka sehariPuasa Dahr, puasa terus-menerus kecuali di hari yang diharamkan untuk puasa.Syeitan menggoda sebagian kaum untuk puasa terus menerus (dahr). Hukumnya boleh apabila tidak berpuasa dihari yang diharamkan untuk berpuasa (hari Ied, Adha, hari tasyrik). Ibnu Jauzi mengatakan ada kekurangan sebab puasa terus-menerus: Menjadi lemah, tidak kuat mencari rejeki, dan bisa jadi mengabaikan hak biologis istri.Sabda Rasul: "Tidak ada yang lebih afdal dari puasa Daud"Amalan puasa sunnah tidak luput dari godaan syeitan untuk riya. Riya yang samar akan nampak pada orang yg berpuasa tetapi menceritakan amalannya dengan dalih sebagai teladan.Sufyan ats Tsauri:" Sesungguhnya seorang hamba melakukan ibadah dengan kesenderiannya, lalu setan menggodanya sampai akhirnya dibicarakan, maka pahala berpindah dari yang tersembunyi menjadi pahala yang terlihat."Beberapa bentuk talbis Iblis terhadap orang berpuasa:Berpuasa senin kamis tetapi mereka menampakkan, pamer jika sedang berpuasa, merendahkan dan menghina orang lainBerpuasa tetapi mengghibahBerpuasa tidak menjaga lisan

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #7: talbis iblis kepada ahli ibadah

TALBIS IBLIS #7: talbis iblis kepada ahli ibadah1️⃣Sibuk dengan Amalan Lahiriah, Lupa Memperbaiki Batinsetan sering membuat orang rajin shalat sunnah namun lupa memperbaiki penyakit batin (seperti sombong, dengki, dll) dan tidak peduli dengan kehalalan makanan.2️⃣Target Khatam Al-Qur’an Tanpa Tadabursetan menggoda untuk membaca Al-Qur'an dengan sangat cepat (hazan) demi mengejar target khatam tanpa dibaca perlahan (tartil) dan tanpa dipahami maknanya.Rasulullah ﷺ bersabda:"لَا يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ""Tidak paham (tidak faqih) orang yang membaca (mengkhatamkan) Al-Qur'an kurang dari tiga hari".🎈Tujuan utama membaca Al-Qur’an adalah untuk tadabur (merenungkan maknanya) agar iman bertambah, bukan sekadar sampai di lisan saja.3️⃣Beribadah Sambil Mengganggu Orang Lainsetan membisikkan bahwa membaca Al-Qur'an dengan suara keras di menara atau mikrofon masjid di malam hari adalah kebaikan.Namun, Ibnu Jauzi menyebut ini memiliki dua kesalahan besar:mengganggu orang yang sedang tidur, orang sakit, atau orang yang sedang khusyuk shalat tahajudrentan terjerumus dalam riya' karena sulit bagi hati untuk tetap ikhlas saat bacaan bagusnya didengar banyak orang di tengah malam.4️⃣Pamer Ibadah Secara Haluscara licik setan untuk merusak keikhlasan seseorang:Mengumumkan ibadah (ex: sengaja membaca doa khatam Al-Qur'an di depan jemaah setelah shalat agar orang tahu dia sudah khatam).Menjaga "image" (seseorang yang dikenal selalu puasa, saat dia sedang tidak puasa (karena sakit atau hal lain), dia bersembunyi saat makan agar orang-orang tetap menyangka dia hebat karena selalu puasa).Sindiran halus (saat diajak makan, dia berkata, "Eh, ini hari apa ya? Hari Kamis ya?" (mengisyaratkan bahwa dia rutin puasa Senin-Kamis)).5️⃣Berlebih-lebihan dalam Puasa Sunnahsetan mendorong seseorang untuk puasa setiap hari tanpa henti (puasa dahar). Hal ini bisa menimbulkan dampak buruk:Membuat tubuh lemah sehingga tidak bisa bekerja mencari nafkah bagi keluarga.Melalaikan kewajiban biologis terhadap pasangan.Nabi ﷺ menegaskan bahwa puasa yang paling dicintai Allah adalah Puasa Daud: "أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ"6️⃣Bahaya Riya' yang Menghapus Amalsetan sering membisikkan agar kita menceritakan amalan kita dengan alasan "supaya jadi teladan". Padahal, para salaf dahulu sangat berusaha menyembunyikan amal mereka seperti mereka menyembunyikan dosa.Nasihat Abu Hazim:"اكْتُمْ مِنْ حَسَنَاتِكَ كَمَا تَكْتُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكَ""Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan dosa-dosamu".Setiap kali amalan yang tadinya rahasia diceritakan kepada orang lain, maka pahalanya bisa berkurang dari pahala amalan tersembunyi menjadi pahala amalan yang terlihat.Jangan hanya mengejar kuantitas ibadah, tapi perhatikan kualitas, keikhlasan, dan jangan sampai ibadah kita justru mengganggu hak orang lain atau menjadi sarana untuk pamer.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi ke 7 Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu bagian ke -3 Bersama Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA M.A

Materi ke 7Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu bagian ke -3Bersama Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA M.Aبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِTalbis Iblis terhadap ahli ibadah—Faslun al-insyighal bil-mafduh 'an al-fadhil. Fasal tentang sibuk dengan yang tidak utama sehingga meninggalkan yang utama. Wa qad lab-basa 'ala jama'atin muta'abbidin fatarahum yushallunal-laila wan-nahar wa la yanzhuruna fi islahi 'aibin bathinin wa la fi math'amin wan-nazharu fi dzalika aula bihim min katsratit-tanafful. Kata Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu taala, "Setan telah menggoda banyak dari ahli ibadah. Kau lihat mereka salat malam, salat-salat sunah di malam hari, salat-salat sunah di siang hari, tetapi mereka tidak perhatian terhadap perbaikan batin mereka. Padahal, kita tahu di dalam batin ini banyak sekali aib.""Dan mereka juga tidak memperhatikan tentang apa yang mereka makan. Padahal, memperhatikan hal-hal tersebut—memperbaiki penyakit-penyakit batin dan juga perhatian terhadap halalnya apa yang kita makan dari sumber yang mana—itu lebih utama daripada memperbanyak salat-salat sunah, daripada memperbanyak salat-salat sunah." Nah, ini maksudnya, ya, Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu taala eh menyampaikan jangan sampai seseorang sibuk dengan yang zahir, seperti ibadah-ibadah eh salat sunah, kemudian lupa untuk memperbaiki yang batin. Batin kita ini penuh dengan penyakit, perlu kita perbaiki sedikit demi sedikit, perlu kita obati.Demikian juga, jangan sampai rajin ibadah, salat terus, tapi tidak peduli, tidak memperhatikan apa yang kita makan. Harusnya kita perhatikan yang kita makan ini sumbernya halal atau atau tidak. Kemudian pembahasan berikutnya, Dzikru talbisihi 'alaihim fi qira'atil-qur'an. Penyebutan tentang godaan setan terhadap para ahli ibadah dalam membaca Al-Qur'an.Ibnul Jauzi berkata, "Setan telah menggoda suatu kaum dengan memperbanyak tilawah Qur'an, tetapi mereka membaca Al-Qur'an dengan hazzan, yaitu dengan cepat, min ghairi tartil, tanpa mentartil." Yaitu, baca dengan cepat, berburu-buru, tanpa ditartil, tanpa dibaca dengan pelan-pelan. Wa hadzihi halatun laisat bi mahmudah. Metode membaca seperti ini, dengan cepat sekali—ya, intinya target adalah berjus-jus dengan cepat—ini adalah kondisi yang tidak terpuji.Wa qad ruwiya 'an jama'atin minas-salaf annahum kanu yaqra'unal-qur'ana fi kulli yaumin au fi kulli rak'ah. Memang benar, diriwayatkan dari sebagian salaf, ada di antara mereka yang membaca Al-Qur'an khatam dalam sehari, atau bahkan ada yang menghatamkan Al-Qur'an dalam satu rakaat, seperti diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu dan juga diriwayatkan dari Al-Imam Abu Hanifah rahimahullahu taala. Mereka membaca Qur'an satu rakaat khatam. Namun, kata Ibnul Jauzi, wa hadza yakunu nadiran minhum. Namun, ini adalah perkara yang jarang dari mereka. Wa man dawama 'alaihi, dan siapa di antara para salaf yang mungkin selalu seperti ini—artinya, mereka mungkin seperti itu tapi bukan setiap hari, bukan setiap hari menghatamkan Qur'an satu hari khatam, bukan setiap hari setiap satu rakaat 30 juz—tapi mereka melakukan jarang, tapi pernah mereka lakukan.Siapa yang mendawamkan hal ini, ya, wa in kana ja'izan, meskipun hal ini boleh—boleh seorang terus khatam Al-Qur'an setiap hari satu kali—illa annat-tartil wat-tatsabbut ahabbu ilal-'ulama'. Akan tetapi, membaca dengan tartil, dengan pelan-pelan, itu lebih disukai oleh para ulama. Wa qad qala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, la yafqahu man qara'al-qur'ana fi aqalla min tsalats. Orang yang baca Al-Qur'an kurang—khatam Qur'an kurang dari tiga hari, maka dia tidak paham, dia tidak fakih, dia tidak paham apa? Al-Qur'an.Jadi, eh kita dapatkan memang sebagian salaf mereka membaca Al-Qur'an khatam sehari sekali, bahkan ada di antara mereka ada yang khatam sehari dua kali, terutama di bulan Ramadan. Dan Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan dalam eh kitabnya tentang eh keutamaan beribadah di bulan Ramadan, beliau menyebutkan bahwasanya larangan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menghatamkan Qur'an kurang dari tiga hari itu berlaku di luar bulan Ramadan. Adapun pada bulan Ramadan, maka sebagian salaf mereka menghatamkan Qur'an sehari sekali, bahkan diriwayatkan Imam Syafi'i rahimahullah beliau menghatamkan sehari dua dua kali. Namun, ini ketika bulan Ramadan saja.Namun, perlu diperhatikan, sulit bagi kita untuk mengkiaskan diri kita dengan mereka para ulama. Bayangkan Imam Syafi'i yang sejak usia 15 tahun sudah menjadi mufti di kota Mekah, ketika dia baca Qur'an mungkin se-khatam sehari sekali, dia baca dengan paham dan dia sudah ketika baca maka seluruh tafsirnya terbawa dalam bacaannya. Maka beda dengan kita, yang kita baca kita enggak ngerti apa yang kita kita baca. Padahal, tujuan utama dari baca Al-Qur'an adalah untuk liyaddabbaru ayatihi, untuk ditadaburi ayat-ayatnya.Maka, maksud dari Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu taala adalah seorang berusaha membaca Al-Qur'an untuk dipahami, karena itu itu adalah eh keutamaan atau tujuan dari membaca Al-Qur'an. Kalau sudah dipahami, maka iman semakin mudah bertambah dan mudah untuk diamalkan. Adapun baca target sehari sekian juz tapi bacanya dengan tidak tartil, tidak tatsabbut, tidak pelan-pelan, hanya yang penting siapa target siapa target, apalagi bikin grup-grup target, akhirnya tidak ada tadabur dalam bacaan tersebut dan itu tentu talbis Iblis, kata Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu taala. Maka seorang, selain memperhatikan kuantitas dia baca, yang lebih utama adalah dia memperhatikan kualitas apa yang dia baca.Di antara hal yang yang yang perlu, yang yang saya sesalkan dalam kehidupan saya adalah baca Al-Qur'an, saya kurang tadabur. Kadang saya juga baca dengan apa? Target, ya. Kadang saya baca dengan target. Itu pun saya ngerti bahasa Arab, bagaimana lagi dengan yang tidak ngerti apa? Bahasa Arab. Maka, mulai sekarang kita rubah cara baca Qur'an kita, kita baca Qur'an dengan niat untuk apa? Tadabur. Jadi, niat untuk tadabur. Ada beberapa niat yang bisa kita pasang ketika baca Al-Qur'an, di antaranya niat tilawah, yang di mana setiap huruf dapat 10 pahala. Alif lam mim, la aqulu alif lam mim harfun, kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, walakin alifun harfun, wal-lamu harfun, wa mimun harfun." Alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf. Siapa yang baca alif lam mim dapat 30 kebaikan. Itu di antara niat kita baca Al-Qur'an. Di antara niat kita baca Al-Qur'an adalah untuk mentadaburi—mentadaburi Al-Qur'an.Di antaranya agar Allah memberikan rahmat kepada kepada kita, di antaranya kita dapat petunjuk ketika baca Al-Qur'an. Para ulama menyebutkan niat-niat tersebut sehingga ketika kita baca Al-Qur'an berkualitas. Bahkan, boleh kita berniat untuk mengobati diri kita, untuk merukiah—rukiah diri sendiri, boleh, ya. Oleh karenanya, seorang ketika baca Qur'an dia kumpulkan beberapa niat, sehingga baca Qur'an-nya berkualitas. Bukan cuma baca baca baca baca, kemudian target satu juz, dua juz, khatam, tapi yang didapatkan tidak sebanyak yang seharusnya.Oleh karenanya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencela orang-orang Khawarij, kenapa? Karena mereka baca Qur'an, mereka tidak paham. Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaqra'unal-qur'ana la yujawizu taraqiyahum. Mereka baca Al-Qur'an namun tidak melewati taraqi, yaitu tidak melewati tulang selangka mereka, yaitu tidak masuk ke dalam hati, hanya sekadar di di lisan, ya. Jadi, mereka dicela karena tidak mentadaburi apa yang mereka baca. Maka, seorang berusaha ketika baca Qur'an niatnya adalah untuk mentadaburi. Eh, Fudhail bin Iyadh rahimahullah pernah berkata, innama nuzilal-qur'anu liyu'mala bihi fattakhadzannasu qira'atahu 'amalan. Sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan untuk diamalkan. Dan untuk bisa diamalkan harus ditadaburi, harus ngerti. Bagaimana mau mengamalkan Al-Qur'an kalau tidak dimengerti? Ngerti dulu baru diamalkan. Fattakhadzannasu qira'atahu 'amalan, maka sebagian orang hanya membatasi mengamalkan Al-Qur'an dengan membacanya saja.Sehingga dia sudah kalau sudah khatam Qur'an dia merasa sudah mengamalkan, padahal belum. Baca itu adalah salah satu tahapan yang paling awal. Tahapan kedua, tadabur. Tahapan ketiga baru ber- beramal. Maka nasihat bagi saya pribadi, dan juga kepada para hadirin hadirat, mulai sekarang kalau baca Qur'an berusaha untuk mentadaburi, agar ketika kita baca berkualitas dan kita tambah iman. Kita baca pelan-pelan, enggak usah buru-buru, enggak usah buru-buru. Baca aja, baca kalau tidak ngerti baca terjemahannya. Tentu berbeda kalau kita hanya sekadar baca. Makanya tadi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, la yafqahu man qara'al-qur'ana fi aqalla min tsalats. Tidak fakih atau tidak paham orang menghatamkan Qur'an kurang dari tiga hari. Ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bicara kepada orang-orang Arab yang mereka ngerti bahasa Arab. Itu pun kalau mereka khatam Qur'an kurang dari tiga hari tidak dikatakan paham. Artinya, Rasulullah menyuruh mereka untuk menghatamkan Qur'an tiga hari minimal, atau lebih daripada daripada itu.Maka, jangan sampai Iblis datang mentalbis, menggoda kita sehingga kita hanya terfokus, terpacu pada akhir surat yang penting selesai, yang penting selesai, tanpa kita tadabur, tanpa kita tadabur. Dan ada sebuah perkataan dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu melarang akan hal ini, ya. Jangan jadikan akhir Qur'an sebagai tujuanmu, tapi qifu 'inda 'aja'ibihi, berhentilah pada keajaiban-keajaiban Al-Qur'an. Harrikul-qulub, goyangkan hati, pikirkan, renungkan. Maka akan datang bacaan yang berkualitas yang sangat mudah menambah iman. Makanya para ulama menyebutkan di antara cara, karena iman itu yazid wa yanqush, iman itu naik dan turun, di antara cara paling mudah menambah keimanan dengan baca Al-Qur'an, tapi baca Qur'an yang berkualitas. Bukan sekadar yang penting khatam, yang penting khatam, khatam. Adapun bulan Ramadan, sesekali khatam Qur'an dalam waktu singkat dua hari, itu boleh, sebagaimana para salaf tentu dengan bacaan yang berkualitas, tetap di dipahami maknanya, eh sebagaimana yang dipraktikkan oleh para para salaf.Kemudian, Ibnul Jauzi berkata, wa qad lab-basa iblisu 'ala qaumin minal-qurra'. Iblis telah menggoda, membuat rancu sekelompok ahli baca Qur'an, sekelompok qari. Mereka membaca Al-Qur'an di menara masjid di malam hari. Dahulu tidak ada toa,tidak ada mikrofon.Sehingga orang kalau azan di menara, supaya apa? Suara terdengar. Ini masalahnya bukan azan, dia baca Qur'an di menara masjid di malam hari. Bil-aswatil-mujtami'atil-murtafi'ati juz'an awil-juz'aini, dengan suara yang kencang, yang dia kumpulkan kemudian dia keluarkan dengan keras. Itu dengan tarik napas, kemudian suara keras, kemudian di disampaikan, ya. Atau bisa jadi maksudnya adalah beberapa orang baca ramai-ramai dengan satu suara, dengan satu suara, ya, satu juz atau dua juz di malam hari.Maka mereka ini, qari ini, ahli baca Qur'an ini, fayajma'una baina adzan-nas fi man'ihim minan-naum wa bainat-ta'arrudh lir-riya'. Maka mereka telah mengumpulkan dua kesalahan. Kesalahan pertama, mengganggu orang tidur, (tertawa) kata Ibnul Jauzi, kesalahan pertama mengganggu orang . Yang kedua, memaparkan diri kepada terjerumus dalam riya’. Sulit orang baca Qur'an di menara di malam hari—coba kalau antum baca Qur'an jam 3 malam, baca pakai mikrofon, mikrofon Masjid Al-Ikhlas di Kubima—sulit bilang saya tidak riak. Sulit enggak? Sulit, apalagi bacaannya bagus, indah. Hati siapa yang kuat mengatakan saya tidak riak? Saya hanya ingin berta'abbud, bertakarub kepada Allah, sementara orang semua terbangun tidurnya dengar suara antum. Oleh karenanya, sebagian masjid, 1 jam sebelum azan sudah putar muratal, bahkan 2 jam sebelum azan sudah putar apa? Muratal. Mengganggu. Orang yang lagi tidur kebangun, yang sakit enggak bisa tidur, yang salat malam keganggu bacaannya.Orang2 yg mengganggu sekitarnya bs jadi berdosa bukannya dpt pahala.Diantaranya ada yg membaca Al quran setelah sholat itu bs mengganggu orang,dan sunnah ya tdk terjalankan.Adapun org yg berdzikir2 dengan sholawat2 nyanyian,maka org2 tsb bisa terpapar riya’.Sunnah yg terbaik Rasulullah ﷺ dan para sabahat,jika beliau tdk menjalankannya maka itu adalah sunnah yg terbaik.Sebaik2nya petunjuk adalah petunjuknya Rasulullah ﷺJanganlah membuat2 perkara2 baru thd ibadahKarena ketika ada ibadah baru yg dimunculkan maka akan ada sunnah yg ditinggalkanBerkata Ibnu Jauzi:Diantara perkara yg menakjubkan yg aku lihat ada seseorang yg mengimami sholat subuh pd hari Jumat,setelah sholat subuh di hari Jumat dia membaca al Mukwadita’in (3 ayat qul)dan dia membaca doa khatam Al quran(utk memberi tahu org2 bahwa dia telah membaca khatam Al quran)~>bukan cara ibadah salaf(metoda salaf semua ibadah sebaiknya tersembunyi)Imam Ahmad sering membaca Al quran,dan tdk diketahui kapan dia khatam Al quranRiya’ itu adalah senjata setan yg paling ampuh dalam rangka menggugurkan amalan ibadah seseorang.Seseorang harus waspada dengan takbis iblis.Itulah talbis iblis pada para pembaca Al alquranBab berikutnya: GODAAN SETAN TERHADAP PARA AHLI IBADAH DALAM IBADAH PUASASetan menggoda pd sebagian kaum,maka mereka puasa terus menerus,dan itu hukumnya boleh jika seseorang berpuasa pd hari2 yg tdk diharamkan.Puasa sunnah itu bertingkat tingkat,yg paling tinggi itu puasa Sunna Senin-Kamis,puasa Daud,puasa dhahr(puasa tiap hari)dgn syarat ketika ada hari2 diharamkan berpuasa maka tdk boleh berpuasa(ied,ayyamul tasyrik)~>khilaf para ulama:1.tidak dianjurkan berpuasa tiap hari ~>ada 2 pendapat:haram dan ada pula makruhRasulullah ﷺ berkata :Tidak ada yg lebih afdhol daripada puasa DaudOleh karenanya, Ibnu Jauzi mengingatkan di antara bentuk talbis iblis (tipu daya iblis) kepada para penuntut ilmu atau para ulama, yaitu mereka asyik dengan ilmu dan mereka menyangka bahwasanya ilmu tersebut sudah cukup tanpa harus diamalkan.Iblis membisikkan kepada mereka: 'Ilmu itu adalah derajat yang tinggi, posisi yang mulia, kedudukan yang luhur.' Sehingga orang yang memilikinya merasa, 'Saya sudah punya kedudukan yang tinggi,' lalu dia lalai dari beramal. Padahal, maksud utama dari ilmu itu adalah untuk diamalkan.Ibaratnya ilmu itu adalah pohon, dan amalan itu adalah buahnya. Seseorang mencari ilmu agar dia bisa beramal dengan benar, bukan sekadar untuk tahu.Oleh karenanya, Ibnu Jauzi menyebutkan permisalan orang yang mengumpulkan ilmu, tahu ini halal, tahu ini haram, tahu ini sunnah, tahu ini makruh, tahu detail-detail masalah agama, tetapi dia tidak mengamalkannya, ibarat seorang yang sakit. Dia pergi ke dokter, lalu dia diberi resep obat. Dia tahu obat ini khasiatnya begini, obat ini kandungannya begitu, diminumnya tiga kali sehari, dia hafal semuanya. Dia hafal resep tersebut, dia bawa resep itu ke mana-mana, dia baca terus resepnya, tapi obatnya tidak pernah dia minum. Apakah dia bisa sembuh? Tentu tidak akan bisa sembuh.Sama halnya dengan orang yang tahu, 'Oh, ini haram, ini riya tidak boleh, hasad tidak boleh, suuzan tidak boleh,' dia tahu teorinya. Dia tahu bahwasanya salat malam itu mulia, baca Al-Qur'an itu mendatangkan pahala yang besar, sedekah itu menghapuskan dosa. Dia tahu semua dalilnya, dia hafal, bahkan dia bisa mengajarkannya kepada orang lain. Tetapi, dia sendiri tidak mengamalkannya. Maka ilmu yang dia miliki tidak akan bermanfaat bagi dirinya.Maka dari itu, iblis menipu mereka dengan mengesankan bahwa: 'Yang penting kamu sudah tahu, kamu sudah punya ilmu, kedudukanmu sudah tinggi di sisi Allah, tinggale menyampaikan saja.' Ini adalah salah satu bentuk tipu daya iblis yang sangat berbahaya bagi para ahli ilmu dan penuntut ilmu."

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Materi ke-7 : talbis IBLIS terhadap ahli ilmu bagian ke-3

Rangkuman Kajian: Talbis Iblis #7 (Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu – Bagian 3)1. Fitnah Hubbur Riyasah (Gila Hormat & Cinta Kedudukan)Salah satu puncak tipu daya iblis yang paling berbahaya bagi ahli ilmu adalah menanamkan kecintaan pada kekuasaan, pengaruh, dan penghormatan dari manusia.Candu Pujian: Iblis membuat seorang ahli ilmu merasa berhak untuk selalu dihormati, didengarkan kata-katanya tanpa boleh dibantah, dan diprioritaskan dalam segala urusan majelis.Merasa di Atas Angin: Keinginan untuk menjadi pusat perhatian (center of attention) ini perlahan mengikis keikhlasan, sehingga aktivitas dakwah atau belajar tidak lagi diniatkan karena Allah, melainkan untuk mempertahankan status sosial.2. Ambisi Memperbanyak Pengikut (Jamaah)Iblis masuk melalui celah kuantitas untuk merusak kualitas hati seorang dai atau penuntut ilmu:Bangga dengan Angka: Muncul perasaan senang dan puas yang berlebihan ketika melihat majelisnya dihadiri banyak orang, videonya ditonton jutaan kali, atau pengikutnya di media sosial melimpah.Sempit Hati Saat Sepi: Sebaliknya, ia akan merasa sesak, sedih, atau bahkan tersinggung jika majelisnya sepi atau pengikutnya berkurang.Sikap Sinis pada Guru Lain: Ciri nyata dari talbis ini adalah munculnya rasa tidak suka atau benci ketika melihat murid atau jamaahnya pergi belajar kepada ulama/ustadz lain. Dakwah yang harusnya mengajak manusia kepada Allah, bergeser menjadi mengajak manusia kepada kelompok atau dirinya sendiri.3. Penyakit 'Ujub (Mengagumi Diri Sendiri) & Merendahkan Orang AwamKetika ilmu sudah bertambah, iblis meniupkan bisikan bahwa dirinya adalah orang pilihan yang suci dan jenius.Merasa Paling Selamat: Merasa diri paling paham dalil, paling sunnah, atau paling bersih dari dosa, sementara memandang orang awam atau penuntut ilmu yang baru belajar dengan pandangan merendahkan dan penuh penghinaan.Sulit Menerima Kebenaran: Sifat 'ujub ini melahirkan kesombongan yang membuat seorang ahli ilmu sangat gengsi untuk menerima masukan, kritikan, atau koreksi ilmiah, meskipun kritikan tersebut datang dari orang yang lebih muda atau lebih rendah status sosialnya.4. Riya' dan Sum'ah Lewat Karya IlmiahBagi ahli ilmu yang aktif menulis buku, membuat artikel, atau menyusun fatwa, iblis memalingkan niat mereka:Bukan lagi untuk menyebarkan manfaat dan menyelamatkan umat dari kebodohan, melainkan agar namanya tercatat dalam sejarah, dianggap sebagai ulama yang produktif, atau sekadar berburu gelar akademis (Al-Allamah, Profesor, Doktor) demi validasi manusia.💡 Kesimpulan & Solusi KeselamatanDi akhir kajian, Ust. Firanda menekankan beberapa benteng agar terhindar dari talbis di fase ini:🌱 Tawadhu yang Hakiki: Sadarilah bahwa ilmu, hafalan, dan pemahaman yang kuat adalah murni titipan dari Allah, bukan karena kehebatan diri sendiri. Allah bisa mencabutnya dalam sekejap.🔄 Fokus pada Manfaat, Bukan Kuantitas: Suksesnya dakwah di mata Allah diukur dari keikhlasan, bukan dari seberapa penuh ruangan majelis atau seberapa banyak pengikut.🤫 Miliki Amal Rahasia: Perbanyak ibadah, sedekah, atau tangisan di sepertiga malam yang tidak diketahui oleh satu pun jamaah atau murid, sebagai penyeimbang dan penawar racun riya' di siang hari.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
P
Peni Fauziah Puadah

📍 Kota Bandung

Ringkasan Talbis Iblis 7

"Jangan jadikan akhir quran sebagai tujuanmu, tapi berhentilah pada keajaiban-keajaiban Alquran"Ulama menyebutkan, karena iman itu bertambah dan berkurang, maka tingkatkanlah iman dengan membaca Alquran. Artinya bacaan quran yg dibutuhkan untuk meningkatkan iman adalah yang berkualitas.Alquran itu turun untuk di amalkan. Bagaimana bisa seseorang mengamalkan Alquran tanpa memahaminya lewat tadabbur?Maka tadabbur itu adalah tahapan ke dua setelah kita membaca.Semoga kita terlindung dari talbis iblis yang membisiki kita untuk cepat cepat dalam membaca Alquran tanpa mengetahui maknanya.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
R
Riva Aktivia

📍 Kota Palembang

Talbis iblis 6

Talbis iblis #6 Terhadap ahli ilmu bagian 2 sering mengulang niat karena ragu apakah niatnya batal was-was adalah kebodohan yang disebabkan oleh iblis. 20 berlama-lama mengerjakan ibadah sunnah tapi meninggalkan ibadah yang wajib hanya mengikuti ibadah yang dilakukan ornag soleh tapi tidak mempelajari apakah yang dilakukan oleh orang itu ada syariatnya atau tidak. Riya dalam beribadah, apalagi dizaman sekarang semua hal mudah dishare, sedangkan amal/ibadah yang disembunyikan lebih baik dibanding yang diperlihatkan. beribadah/beramal lalu viral sehingga niatnya yang awalnya ikhlas lama2 jadi berbelok hingga menjadi riya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis iblis materi 6

Talbis IblisMateri 6Talbis iblis terhadap ahli ilmuhttps://youtu.be/-BhEt81ICnY?si=tlEdCiJIjWZoDyZ5Imam ibnul jauzi rahimallahu diantaranya tipu daya muslihat iblis, diantara orang yang tertipu orang yang solatTalbis iblis yang sibuk pada orang yang sibuk dengan yang wajib dan meninggalkan yang sunnahTalbis iblis pada orang yang memajangkan solat, dan meninggalkan perkara sunnahImam Ibnu jauzi rahimallahu diantara ada juga orang yang keluar dari undang undang sesungguhnya ada dari orang yang digoda iblis berlebihanTalbis iblis ada yang menceritakan amal solehTalbis Inlis orang yang membaca Alquran dan dikenal orang yang menyelesaikan bacaan alquran dj mesjid

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
N
Nadya Nandadita Islamina

📍 Kota Bandung

📜 RANGKUMAN KAJIAN: TALBIS IBLIS #7

Talbis Iblis #7: Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3)" oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.:Waspada Tipuan Setan Terhadap Ahli Ibadah📌 1. SIBUK DENGAN YANG TIDAK UTAMA (MENINGGALKAN YANG UTAMA)Kondisi Ahli Ibadah: Banyak yang rajin shalat sunnah di malam dan siang hari, namun abai terhadap perbaikan batin.Kelalaian Utama: Tidak memperhatikan penyakit-penyakit batin (hati) dan tidak peduli terhadap kehalalan sumber makanan.Prinsip Penting: Memperbaiki penyakit batin dan memastikan makanan yang dikonsumsi berasal dari sumber yang halal jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak kuantitas shalat sunnah.📌 2. TIPUAN DALAM MEMBACA AL-QUR'ANMembaca Terburu-buru (Hazan): Setan menggoda manusia untuk mengejar kuantitas (berjus-juz) tanpa tartil dan tadabur demi mencapai target semata.Tujuan Utama Membaca Al-Qur'an: Untuk ditadaburi (liyaddabbaru ayatih), dipahami maknanya, sehingga iman bertambah dan lebih mudah diamalkan.Niat-Niat Berkualitas Saat Membaca Al-Qur'an:Niat Tilawah: Mengejar pahala kebaikan di setiap huruf.Niat Tadabur: Memahami isi dan mencari petunjuk Allah.Niat Mengobati: Menjadikan Al-Qur'an sebagai sarana ruqyah mandiri.Larangan Nabi ﷺ: Tidak paham (tidak fakih) orang yang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari (berlaku di luar bulan Ramadhan).Peringatan Penting:Nabi ﷺ mencela kaum Khawarij karena membaca Al-Qur'an hanya sampai tenggorokan dan tidak masuk ke dalam hati.Jangan jadikan akhir surat atau khatam sebagai tujuan utama. Berhentilah pada keajaiban ayatnya untuk menggetarkan hati.📌 3. GANGGUAN SUARA DAN TIPUAN RIYA' DI MASJIDFenomena Membaca Keras di Malam Hari: Membaca Al-Qur'an atau memutar murattal dengan suara sangat keras (melalui pengeras suara) sebelum subuh.Dua Kesalahan Besar Menurut Imam Ibnu Jauzi:Mengganggu Orang Lain: Mengganggu orang yang sedang tidur, orang yang sakit, atau orang lain yang sedang khusyuk shalat malam.Terjerumus Riya' (Pamer): Sangat sulit menjaga keikhlasan hati ketika sengaja memperdengarkan suara merdu di malam buta agar diketahui orang lain.Mengganggu Doa Setelah Azan: Mengencangkan suara atau bersenandung di dalam masjid setelah azan dapat menzalimi hak jamaah lain yang ingin memanfaatkan waktu mustajab untuk shalat sunnah atau berdoa secara khusyuk.📌 4. RIYA' YANG SAMAR (KHOFIYUR RIYA') & PAMER AMALMenyembunyikan Pembatalan Amal: Seseorang yang dikenal selalu puasa setiap hari, lalu saat dia terpaksa tidak puasa (karena sakit/udzur), dia bersembunyi agar popularitasnya tidak jatuh.Solusi Ikhlas: Harusnya dia berani menampakkan bahwa dirinya sedang tidak berpuasa di hadapan orang yang mengenalnya agar amalnya tersamar.Riya' Berkedok "Ingin Menjadi Teladan": Setan membisikkan syubhat agar seseorang menceritakan rekam jejak ibadahnya (misal: "Saya sudah 20 tahun tidak pernah absen puasa ini") dengan alasan memotivasi orang lain, padahal aslinya mencari penghormatan.Sindiran Riya' yang Halus: Sengaja memancing ingatan orang saat diajak makan, "Ini hari apa ya? Oh iya, hari Kamis," untuk menunjukkan secara tidak langsung bahwa dirinya rajin puasa Senin-Kamis.Bahaya Riya': Dapat menggugurkan seluruh amal saleh yang sudah dibangun bertahun-tahun.Penurunan Derajat Amal: Menceritakan amalan yang tadinya tersembunyi (diwanis sirr) akan memindahkan catatan pahalanya menjadi amalan yang terlihat (diwanil alaniah), di mana nilai pahalanya jauh berkurang.Teladan Ulama Salaf: Mereka bersusah payah menyembunyikan amal. Imam Ahmad bin Hambal sering mengkhatamkan Al-Qur'an namun tidak ada yang tahu kapan beliau mengkhatamkannya.📌 5. TIPUAN DALAM IBADAH PUASAPuasa Dahar (Setahun Penuh): Ulama berbeda pendapat, sebagian memakruhkan/mengharamkan dan sebagian membolehkan selama tidak berpuasa di hari yang dilarang (Idul Fitri, Idul Adha, Hari Tasyrik).Dua Kekurangan Puasa Setahun Penuh (Meskipun Dibolehkan):Membuat Fisik Lemah: Bisa melalaikan kewajiban mencari nafkah untuk keluarga dan melalaikan hak biologis istri.Terluput dari Puasa Terbaik: Puasa yang paling dicintai Allah dan paling utama adalah Puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka).Larangan Memaksa Diri: Jangan memaksakan puasa sunnah jika kondisi fisik sedang sakit atau tidak mampu hingga merusak tubuh (seperti kisah sebagian orang terdahulu yang matanya menjadi buta atau otaknya kering). Puasa bukan untuk mencelakai diri sendiri.Noda-Noda Saat Berpuasa:Puasa tetapi tetap melakukan ghibah, menonton hal yang haram, dan tidak menjaga lisan.Merendahkan atau menghina orang lain yang tidak berpuasa sunnah. Setan menipu dengan menggambarkan bahwa pahala puasa otomatis menghapus semua dosa-dosa tersebut.💡 KESIMPULAN / PESAN UTAMA"Pintu-pintu riya' sangat banyak dan tipis. Jangan pedulikan pujian maupun cercaan manusia. Fokuslah agar ibadah kita diterima oleh Allah, karena pada akhirnya kita akan menghadap Allah seorang diri."Tolong buatkan teks di atas dalam bentuk foto dalam format story Instagram. Dengan menggunakan siluet tanpa wajah yang sesuai. Menggunakan stabilo magenta pastel dan garis warna biru pastel untuk membuat penekanan pada kata atau kalimat yang menjadi poin penting. Menggunakan latar belakang seperti journal. Tertata rapih dan mudah dipahami. Dimuat dalam satu halaman. Jangan ada gambar iblis atau mata satu dan pakai ilustrasi seorang muslimah.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
F
Fatimah Azzahrah

📍 Kabupaten Banggai

Talbis iblis terhadap ahli ilmu bagian 2

Ustadz Dr. Firanda Andirja, lc. M.ATALBIS IBLISTalbis iblis terhadapa ahli Ilmu Bag-2TALBIS iblis dalam masalah niat dalam sholat- Mengulang² niat karena keraguan (harusnya tdk perlu ragu² krn sholat akan dah dengan niat yang benar) - Mengulang² takbir karena keraguan, - Bersumpah dengan nama Allah bertakbir di ulang²Tdk pernah di lakukan oleh Nabi dari hal² seperti ini. Untuk menghilangkan talbis ini "kalau tujuannya adalah menghadirkan niat sehinga di ulangi² untuk bertakbir, maka niat sdh ada. Karena tadi berdiri untuk sholat. "Niat tempat nya di hati bukan di lafadz kan""Lafal² tdk lazim dan keraguan itu murni kebodohan"- Mewajibkan membaca niat sambil takbirAbdullah bin Mas'ud berkata "demi dzat yang tdk ada sesembahan selain Allah, aku tdk pernah melihat seorang pun yang lebih tegas terhadap orang yang berlebih²han seperti Rasulullah صلى الله عليه وسلم، aku tdk pernah melihat seorang pun yang paling khawatir terhadap orang yang berlebih-lebihan seperti Abu Bakar, dan menurutku umar bin Khattab adalah orang yang paling keras dari penghuni bumi yang paling keras terhadap orang² yang berlebih-lebihan dalam beragama".- Sibuk untuk dalam niat untuk sholat sehingga lupa yang selanjutnya tdk di perhatikanDiantara orang² yang kena was² klw sdh merasa niat dan takbirnya pas, maka ia sdh santai. Sehingga ia tdk perhatikan apa yang selanjutnya. Seakan² tujuan sholat hanya ngepas kan niat dan takbir saja. "Tujuan takbir adalah masuk dalam sholat, tujuannya masuk dalam ibadah, kenapa sdh masuk malah ibadahnya di lalaikan"."Sholat itu seperti rumah, jangan smpai kamu hanya sibuk masuk pintu kemudian tdk sibuk dengan apa yang ada dalam rumah".- Di antara was² adalah sibuk dengan yang wajib meninggalka yang sunnahKetika masbuk yang di utamakan membaca Al-fatihah. (Wajib membaca al fatihah) prioritaskan yang wajib- meninggalkan sunnah² nabi karena perkara² yang menimpanya (masalah pribadi) (Jalankan sunnah lawan riya').Seandainya manusia pada tahu tentang keutamaan menjawab adzan dan keutamaan sholat di shaf pertama, kemudian mereka tdk bisa melakukan nya kecuali dengan undian, tentu mereka akan melakukan undian. Dalam hadits Muslim "Rasulullah bersabda "sebaik² shaf para lelaki adalah yang paling pertama dan yang paling buruk adalah yang paling akhir".Adapun meletakkan tangan di atas tangan yang lain adalah sunnah. Ibnu Mas'ud pernah sholat kemudian ia meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan, maka nabi melihat Ibnu Mas'ud tangannya terbalik, maka Rasulullah perbaiki."Perbaiki hati kerjakan sunnah, bukan mengikuti hati dengan meninggalkan sunnah"."Jangan mengikuti meskipun yang melakukan nya orang sholeh, karena kita terikat dengan dalil".Jangan sampai meninggalkan syariat hanya karena perkataan seorang yang engkau agungkan, karena syariat lebih agung dari perkataannya, dan orang bisa saja salah dalam menafsirkan, dan bisa jadi dia memiliki pendapat yang tdk sesuai dengan syariat karena hadits² belum sampai kepadanya. "Yang menjadi patokan adalah dalil"- Keluar dari undang² ibadahIblis sungguh telah menggoda sebagian orang yang sholat dalam masalah makhorijul hurufMengulang² membaca karena merasa kurang fasih,Terkadang iblis menggoda untuk mentahqiq tasyid, Terkadang dalam mengeluarkan rugdod, Berlebih²han dalam mengeluarkan hurufSibuk memikirkan tajwidnya sehingga lupa pada maknanya- iblis sungguh telah menggoda banyak orang dari kalangan ahli ibadah yang bodoh, mereka memandang bahwasanya ibadah itu hanyalah berdiri duduk sudah cukup, dan demikianlah kondisi ibadah mereka. Dan mereka melakukan kekurangan dalam perkara² wajib dalam ibadah yang mereka lakukan, dan mereka tdk sadar. - memanjang²kan sholat, memperpanjang qiro'ah namun meninggalkan perkara² yang sunnah dalam sholat, bahkan melakukan perkara² yang makruh dalam sholat.- Sibuk dengan yg sunnah lalai dengan yang wajibIblis telah memberi tipu muslihat kepada sebagian jama'ah dari kalangan ahli ibadah, merek memperbanyak sholat malam, dan diantara mereka ada yang begadang sampai semalam suntuk, sehingga meninggalkan sholat shubuh. dan ia senang klw bisa sholat malam, dan senangnya melebihi daripada melaksanakan sholat fardhu. Hendaknya seseorang sholat sesuai dengan semangatnya, klw capek boleh duduk. - Fitnah menceritakan amal sholehSungguh iblis telah memperdaya sekelompok Ahli sholat malam, di siang hari mereka menceritakan bahwa mereka telah sholat malam, tetapi mereka bercerita dengan cara halus, terkadang salah seorang berkata "subhanallah si fulan tadi malam adzannya pas waktu, agar orang yang mendengar tahu bahwa dia tdk tidur, makanya ia tahu bahwa si fulan adzannya pas waktu".Orang yang caranya seperti ini klw tdk riya' minimal dia telah memindahkan aslinya yang tersembunyi menjadi terlihat. Tentunya pahalanya berbeda. - Di antaranya orang² yang membaca Al qur'anSyaitan memberi tipu daya kepada sebagian orang yang mereka bersendirian sholat di masjid, maka di kenal lah ia, akhirnya orang² pun sholat di belakang mereka. Ini adalah salah satu racun yang di masukkan oleh iblis. Karena inilah orang jadi senang dengan dia, maka dia semangat beribadah. karena dia tau perbuatannya menjadi terkenal, dan orang² akan memujinya. Yang membuat ia semangat bukan karena ketulusannya tapi karena orang² semangat melihat ia ibadah. Dari Zaid bin tsabit nabi Rasulullah bersabda "sebaik² sholat seseorang adalah di rumahnya kecuali sholat fardhu"- Syaitan menggoda sebagian ahli ibadah menangis di depan banyak orang. Dalam tangisan pun ada riya'

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Talbis iblis Terhadap Ahli Ilmu Bagian 2

Talbis iblis #6penulis imam Ibnu Jauzi Ustadz Dr Firanda Adirja MA🌹🌺🌺🌺Tipu daya iblis pada shalat 🌺🌺🌺🌹. ragu-ragu (was-was) pada niat. mengulang-ngulang takbir karena ragu( was - was)iblis sering membersihkan keraguan pada orang yang shalat, seperti merasa niatnya batal atau takbirnya kurang sempurna sehingga diulang-ulang.❗tempatnya niat ada di hati❌ melafalkan niat bukan wajib(apa lagi menjabarkan)✅nabi tidak mencontohkan untuk melafalkan niat 🌺🌺🌺 Salah prioritas antara Sunnah dan wajib❌banyak orang terjebak menyibukkan diri dengan perkara sunnah seperti doa istighfar atau ta'awudz yang panjang dan melalaikan atau melewatkan perkara yang ✅wajib seperti membaca al-fatihah dengan tenang saat menjadi makmum yang masbuk🌺🌺🌺 Meninggalkan sunnah karena alasan pribadi❌ada orang yang sengaja tidak menempati shaf pertama atau tidak bersedekap dengan benar karena takut dianggap riya atau takut kurang khusyuk. ✅ kita harus melawan hawa nafsu dan mengikuti sunnah nabi bukan meninggalkan sunnah demi menjaga perasaan pribadi. 🌺🌺🌺 Berlebihan dalam beribadah iblis menggoda seseorang untuk berlebihan dalam tajwid seperti menekan huruf secara kencang hingga keluar air liur, yang justru membuat pelakunya lupa akan makna ayat yang dibaca.🌺🌺🌺 pentingnya skala prioritas dan keseimbangan ❌mengabaikan kewajiban seperti salat fardhu berjamaah karena terlalu asik salat Sunnah di malam hari adalah tipu daya iblis. ✅ tubuh ini memiliki hak untuk beristirahat dan di dalam Islam mengajarkan jalan Yang pertengahan. 🌺🌺🌺 fitnah dalam beramal ❌iblis sering membujuk seseorang untuk memamerkan amalannya secara halus atau terang-terangan✅ mau menyembunyikan amal saleh seperti sedekah atau tangisan saat beribadah untuk menjaga keikhlasan dari penyakit riya

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
P
putri anggraini

📍 Kota Samarinda

TALBIS IBLIS 6 : Talbis Iblis terhadap ahli ilmu bag. 2

Tipu muslihat iblis yang menjadi kan ibadah kita terganggu, kita merasa itu bid'ah ternyata itu bukan ibadah. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, diantaranya tipu daya muslihat iblis, diantara orang yang tertipu orang yang sholat. Orang yang berniat sholat, mengulangi berkali-kali. Dia menyangka niatnya sudah tidak terbatalkan, padahal niatnya tidak terbatalkan. Dan ketika imam rukuk dia ikut rukuk bersama rukuk. Itu semua godaan iblis, agar dia terluput dari keutamaan di takbiratul ihram, keutamaan diawal sholat dan yang lainnya. Dan diantara orang yang terkena was was syaitan, ada orang yang bersumpah "ya Allah demi allah, saya ingin bertakbir hanya sekali ini saja, bahkan ada yang bersumpah jika saya bisa bertakbir satu kali maka saya tinggalkan harta saya semua, atau ada orang yang bisa bertakbir maka dia akan menceraikan istrinya" Hal ini sungguh tidak terjadi dalam syariat islam, syariat kita mudah tidak pernah dilakukan pada Rasulullah shallallahu alami wa sallam dan para sahabat sama sekali hal seperti ini. Abu Hazim rahimahullah pernah masuk kedalam masjid, ketika dia masuk masjid. Maka datanglah iblis "sesungguhnya wahai abu hazim, engkau sholat tanpa wudhu". Abu Hazim menjawab "sejak kapan engkau wahai iblis menasehati ku dan berkata sholatku tanpa wudhu".Ini untuk menepis semua talbis iblis. Untuk membatah,menghilangkan talbis iblis ini " Kalau tujuanmu untuk menghadirkan niat, maka katakan untuk apa kau ulang-ulang niat? Bukankah engkau tadi berdiri untuk sholat maka sudah. Dan bukankah niat letaknya dihati? Tapi jika maksudnya diulangi untuk memperbaiki lafadz nya, ingatlah bahwa melafalkan tidak wajib dan kau sudah mengucapkan dengan benar. Tidak perlu diulangi lagi. Kau sudah mengucapkan tapi kau menyangka mengucapkan, maka inilah penyakit. Ibnul Jauzi rahimahullah sabagian kami meriwayatkan dari pada guru beliau Ibnu Aqil, "wahai Ibnu Aqil, aku telah membasuh anggota wudhu, kemudian aku berkata aku belum membasuh nya perasaanku, kemudian aku sudah bertakbir, aku belum tidak bertakbir". Bagaimana ini wahai Ibnul Aqil? Maka Ibnu Aqil menjawab bahwa "engkau tidak wajib sholat". Orang-orang bertanya kepada orang Ibnu Aqil " Bagaimana engkau mengatakan dia tidak wajib sholat?". Ibnu Aqil membawakan dalil, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,رُفعَ القلَمُ عن ثلاثةٍ : عنِ الصَّبيِّ حتَّى يبلغَ ، وعن المجنونِ حتَّى يُفيق ، وعنِ النَّائمِ حتَّى يستيقظَ“Pena catatan amal diangkat dari tiga orang: dari anak kecil sampai dia baligh, dari orang gila sampai ia waras, dari orang yang tidur sampai ia bangun.” (HR. Bukhari secara mu’allaq, Abu Daud no. 4400, disahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’, 2: 5).Bahwasanya orang gila diangkatpena darinya, siapa yang bertakbir tapi dia berkata dia belum bertakbir. Was was syaitan dan ini gila. Diangkat dari orang gila. Was was dalam sholay yang berasal ada konslet di akal karena bodoh terhadap syariat. Sebagaimana diketahui jika ada seorang alim masuk, kemudian seseorang berkata "aku berniat menyambut, berdiri untuk bertemu seorang alim ini" Maka ini tidak perlu disebutkan, karena itu sudah terbetik dalam jiwa. Begitu juga saat kita ingin sholat, niat itu langsung terkumpul niat dalam satu waktu atau satu saat. Yang butuh waktu panjang ketika kita uraikan. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata tidak perlu merangkai niat yang terkumpul kau uraikan dalam lafal-lafal, lafal ini tidak lazim. Dan was-was itu murni kebodohan. Adapun was was itu ada, karena saat itu dia ingin merincikan pada suatu waktu. Misalnya "saya sholat dzuhur, fardu,sholatnya ada bukan qodho, sebagai makmum". Maka ini susah. Kalau dia ingin membebani dirinya untuk menyambut orang alim, maka itu berat. Jadi Ibnul Jauzi rahimahullah ingin menegaskan bahwa, Niat itu mudah, tidak sesulit yang di bayangkan.Dan boleh niat itu didahulukan sebelum takbir, selama niatnya belum dibatalkan.Dari Mis'ar berkata ini dari Ma'an bin Abdurrahman telah mengeluarkan catatan hadist dari tulisan ayahnya, dalam catatan tersebut Abdullah bin Mas'ud berkata, "Demi Dzat yang tidak ada sesembahan selain Dia, aku tidak pernah melihat seorang yang lebih tegas selain Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam terhadap orang sangat berlebih-lebihan. Aku tidak pernah melihat orang yang khawatir terhadap orang yang berlebihan dalam beragama. Dan aku tidak pernah melihat Umar bin Khattab radhiyallahu anhu paling keras orangnya dimuka bumi ini terhadap orang berlebih-lebihan dalam agama. Terlalu sibuk memperhatikan niat akhirnya sholatnya tidak diperhatikan. Diantara orang terkena talbis iblis adalah orang yang terlalu fokus ke niat dan mengambungkan takbir. Kemudian santai pada setelah takbir. Dan ini talbis iblis, cara menghilangkan Sibuk dengan yang wajib dan meninggalkan yang sunnah. Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan orang yang sudah sah takbir dibelakang imam, orang masuk masbuk dia sudah sah bertakbir dibelakang imam tapi dia masih disibukkan dengan membaca istiftah. Maka jika begini tidak usah istiftah, fokus baca Al-fatihah saja. Karena aku fatihah adalah wajib dalam sholat. Istiftah, dan ta'awudz itu sunnah, dan para ulama menyebutkan wajib makmum dan imam membaca Al-fatihah. Iblis banyak memberi tipu daya contoh orang tidak pernah di shaf pertama selalu dibelakang, dia khawatir riya' jadi dia selalu di shaf belakang. Dia menjadikan masalah pribadi untuk meninggalkan sunnah. Lawan hatimu kerjakan sunnah Ini karena kurangnya ilmu kata imam Ibnul Jauzi rahimahullah. Dikatakan Imam bin Ahmad, wahai imam Ahmad sesungguhnya imam Mubarak berkata begini begitu. Iman Mubarak menjawab, sesungguhnya imam Mubarak bukan dalil, dan dia tidak turun dari langit. Dikatakan oleh Ibrahim bin Adham "sesungguhnya kalian memberi kan kepadaku bukan jalan yang asal, jangan pernah menjadikan jalan tikus sebagai dalil. Dan bisa jadi dia tidak menjadikan syariat sebagai dalil. Perkataan dia memang agung, tapi syariat lebih dalil". Imam Ibnul Jauzi rahimahullah diantara ada juga orang yang keluar dari undang-undang ibadah, sesungguhnya ada orang yang digoda iblis berlebihan dalam makharijul huruf. Ada yang sholat berulang-ulang mengulang untuk menyempurnakan makharijul huruf, ini keluar dari aturan sholat. Kadang iblis datang mentakhik tasyid "dikatakan iblis tasydidnya" atau ada yang berlebihan dalam huruf ض sampai liurnya keluar. Atau juga orang yang terkena talbis iblis dalam tajwid dan lupa terhadap makna ibadah. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkataIblis menggoda ahli ibadah yang bodoh, namanya ibadah itu mereka berdiri duduk dan mereka melakukan kekurangan dalam perkara-perkara wajib dan mereka tidak sadar. Misalnya orang yang salam melihat imam salam, sedangkan dia ikut salam. Padahal dia belum tahiyyat. Maka dia harus menyelesaikan tahiyyatnya karena ini tidak ditanggung imam. Talbis iblis pada orang memanjangkan sholat dan meninggalkan perkara sunnah atau melakukan hal makruh dalam sholat. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata aku bertemu dengan ahli ibadah dan dia sedang sholat sunnah di siang hari dan dia melakukan bacaan jahr disiang hari, sedangkan seharusnya sholat siang itu adalah sihr. Lalu ahli ibadah menjawab "aku melakukan bacaan jahr supaya aku tidak mengantuk".Maka Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menjawab sesungguhnya jangan kau tinggal sunnah-sunnah nabi-mu karena bergadang, kalau kamu mengantuk maka tidur. Talbis iblis ke ahli ibadah sibuk dengan perkara sunnah dan melupakan perkara wajib. Ada orang yang lebih bahagia sholat sunnah sholat malam, sholat dhuha tapi terlewat sholat wajib. Orang bergadang untuk sholat malam terlewat dengan lewat fajr. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata aku pernah melihat ahli ibadah,dia berjalan di siang hari di masjid, ahli ibadah berkata "agar aku tidak tidur siang maka aku berjalan di masjid". Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata sesungguhnya ini adalah kebodohan, tidak pernah tau syariat karena sunnahnya adalah tidur siang dan memberikan hak tubuhnya. Rasulullah shallallahu alayhi sallam bersabda hendaknya kalian mengikuti petunjuk nabi yang tengah, jangalah kalian berlebih-lebihan. Siapa yang berlebih-lebihan maka, dia akan mendominasi. Ikuti sunnah Nabi. Kata Nabi Muhammad shallallahu alayhi sallam kalau seseorang mengantuk, maka hendaklah dia tidur. Jangan sampai dia ingin istighfar dia malah mencaci maki dirinya.Iman Ibnul Jauzi rahimahullah berkata secara akal tidaklah tidur memperbarui kekuatan yang tadi lemas gara-gara bergadang. Misalnya ada berkata jika sudah sampai ada perkataan para ulama yang sholat malam semalam suntuk? Maka kata imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata sesungguhnya ulama itu mengerjakan secara bertahap. Rasulullah shallallahu alayhi sallam tidak pernah bergadang semalam suntuk untuk sholat malam. Sunnah Nabi lebih utama untuk di ikuti. Talbis iblis bagi orang menceritakan amal sholeh, sholat di publish, umroh dipublish. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah sesungguhnya iblis memperdaya orang sholat malam, terkadang sholat malam menceritakan di siang hari. Riya' dan ghibah, misalnya fulan adzannya pas. Padahal amal sholeh yang disembunyikan itu lebih baik. Tapi syiatan selalu menjerumuskan untuk riya' atau syaitan membuat caranya halus dari amal yang dikurangi pahalanya. Talbis iblis pada orang yang membaca Al-Qur'an, dikenal kepada orang yang selalu menyelesaikan bacaan Al-Qur'an di masjid, Orang-orang senang kepada ahli ibadah dan orang-orang semangat untuk memujinya. Dia sholat bersemangat karena ingin mencari perhatian orang. Amir bin Khoisy tidak suka melihat orang sholatnya, maka dia sholat dirumah. Ada Ibnul abi Laila dan dia pura-pura tidur supaya tidak disangka orang sholat. Jiwa yang suka mencela itu adalah kontrol. Misalnya orang yang riya' jiwanya tahu kalau sudah ada sinyal maka segera jangan di lanjutkan. Talbis menggoda sebagian ahli ibadah menangis, sementara orang diselilingnya,menangis didepan banyak orang. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata mungkin dia tidak tahan dalam tangisnya tapi siapa yang mampu menahan tangisnya tapi dia tampakkan, maka sesungguhnya dia terjatuh dalam riya'. Abu awil di rumahnya terdengar suara tangisannya, kalau dikasihkan dunia dia untuk menangis dalam sholatnya dia tidak pernah mau. Salah seorang salaf ada yang ahli hadist kalau tidak sanggup menyampaikan ilmu dia kadang berdiri. Karena dalam tangisan ada riya'.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Talbis Iblis 6

Talbis Iblis 6Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bagian 2)Ustadz DR. Firanda Andirja, M.AWaswas dalam Niat Beribadah dan Takbir (Penyakit Waswas)Niat yang diulang-ulangIblis membisikkan keraguan bahwa niatnya batal atau lafalnya keliru. Akibatnya, seseorang mengulang-ulang ucapan Ushalli atau Allahu Akbar.Sumpah ekstrem yang menyiksaSaking parahnya penyakit waswas, ada orang yang sampai bersumpah dengan nama Allah, bersumpah menyedekahkan seluruh harta, hingga bersumpah menceraikan istrinya jika mereka mengulang takbir lagi.Bantahan syariatNiat itu bertempat di hati (bukan dilafalkan) dan sudah otomatis ada saat seseorang berdiri hendak salatUlama Ibnu 'Aqil menyindir orang yang terkena waswas ekstrem (seperti sudah membasuh wudu/takbir tapi merasa belum) sebagai orang yang tidak berakal/gila, sehingga pena syariat diangkat darinya.Waswas muncul karena adanya kekacauan (khalal) pada akal dan kebodohan terhadap syariat.Mensinkronkan Niat dengan Rukun Pertama Sebagian ulama fikih mensyaratkan niat harus dihadirkan berbarengan tepat pada rukun pertama (saat mengucapkan Allahu Akbar).Iblis memanfaatkan kaidah ini untuk membuat manusia terbebani. Sangat sulit bagi awam untuk meresapi keagungan lafal takbir sekaligus menguraikan detail niat salat (Zuhur, 4 rakaat, menghadap kiblat, menjadi makmum, karena Allah) dalam satu detik yang sama.Islam itu mudah; Rasulullah dan para sahabat tidak pernah menyulitkan diri dengan sinkronisasi detail lafal niat seperti ini.Salah Skala Prioritas dalam Shalat Fokus pada pintu masuk sajaorang yang saking susahnya mengepaskan takbir dan niat, ketika berhasil masuk salat, mereka langsung santai dan melalaikan kekhusyukan sisa salatnya. Salat diibaratkan seperti rumah; jangan hanya sibuk di pintu masuk (takbir) lalu melalaikan isinya.Mendahulukan sunnah, meninggal wajib (keadaan masbuk)Orang masbuk yang mendapati imam sebentar lagi rukuk, terkadang terjebak talbis dengan tetap membaca doa istiftah dan taawuz (yang hukumnya sunah). Akibatnya, mereka kehabisan waktu untuk membaca surah Al-Fatihah (yang hukumnya wajib).Meninggalkan Sunnah demi Alasan Pribadi Iblis menipu sebagian orang saleh untuk meninggalkan sunah demi kenyamanan perasaan atau alasan psikologis mereka sendiri:Sengaja memilih saf belakang karena takut tidak fokus atau takut riya di saf pertama.​Sengaja salat tanpa bersedekap (meletakkan tangan di dada) karena takut dicap sok khusyuk oleh orang lain.Bantahan: Syariat tetap memerintahkan untuk mengejar saf pertama dan melakukan gerakan salat sesuai sunah. Tugas manusia adalah menjalankan sunah tersebut sembari melawan penyakit riya di dalam hatinya, bukan malah mundur meninggalkan sunah. Patokan utama adalah dalil syariat, bukan perasaan atau perilaku tokoh saleh yang menyelisihi dalil.Berlebihan dalam Makhraj Huruf & Tajwid (Keluar dari Adab)​Iblis membuat orang berlebihan saat membaca Al-Fatihah dalam salat demi mengejar kesempurnaan makhraj (misal nekan huruf Dhad / ض) hingga mengeluarkan air ludah.​Dampak Buruk: Saking sibuknya memikirkan teknis tajwid dan makhraj, hati mereka menjadi kosong dan benar-benar lupa mentadaburi makna ayat yang sedang dibacaMelanggar Aturan Ibadah Akibat Kebodohan​Kasus Ikut Salam: Ada makmum yang langsung ikut salam begitu imam salam, padahal bacaan tasyahud akhir dan selawatnya sendiri belum selesai.​Mengeraskan Suara di Siang Hari: Ada yang sengaja mengeraskan suara (jahr) saat shalat sunnah di siang hari (yang asalnya lirih/sirr) hanya demi mengusir kantuk. Syariat menekankan jika mengantuk, sebaiknya tidur karena tubuh memiliki hak.​Begadang Kebablasan: Menggebu-gebu shalat malam/tahajud semalam suntuk, namun menjelang subuh kelelahan lalu ketiduran sehingga shalat subuhnya telat atau terlewat berjamaah. Menjaga shalat fardhu subuh jauh lebih utama daripada mengejar salat sunah malam.Fitnah Menceritakan Amal Sholeh ​Riya Malu-Malu (Isyarat): Orang yang salat malam sengaja bercerita di siang hari dengan gaya bahasa halus, contohnya: "Si Fulan muazin tadi malam adzannya pas waktu ya," agar orang lain paham bahwa dia semalaman terjaga/tidak tidur.​Memindahkan Catatan Amal: Meskipun selamat dari riya, menceritakan amal secara sengaja (termasuk pamer di media sosial/podcast) dapat menurunkan nilai pahala dari amalan rahasia (sirr) menjadi amalan yang nampak.Sengaja Beribadah di Depan Orang: Sengaja berlama-lama i'tikaf atau salat di masjid agar dilihat orang dan diikuti, yang akhirnya memicu semangat ibadah karena dorongan ingin dipuji. Padahal, sunah shalat nafilah (sunnah) adalah di rumah.Pamer Tangisan: Sengaja menampakkan tangisan di depan publik atau pura-pura menangis. Para Salaf dahulu justru mati-matian menyembunyikan tangisannya saat beribadah; jika tidak tahan, mereka akan pergi atau pura-pura sedang terkena flu berat agar tangisannya tersamarkan.KesimpulanSetiap kali manusia hendak pamer atau melakukan riya, Allah telah membekali manusia dengan Nafsul Lawwamah (jiwa yang suka mencela/memberi sinyal kontrol). Jika hati sudah merasakan sinyal ragu atau merasa ingin dipuji, segeralah berhenti dan tutup rapat-rapat semua pintu talbis Iblis tersebut.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #6 - Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2)

1. Godaan Waswas (Keragu-raguan) dalam Niat Salat dan TakbirIblis sering memberikan waswas kepada seseorang yang hendak salat, sehingga orang tersebut mengulang-ulang lafal niatnya (seperti "ushalli") atau mengulang-ulang takbiratul ihram berkali-kali karena merasa niatnya telah batal atau belum pas.Anehnya, ketika imam sudah rukuk dan orang tersebut takut ketinggalan rakaat, seketika niatnya bisa hadir dan ia langsung bertakbir lalu rukuk. Hal ini membuktikan bahwa keraguan sebelumnya murni godaan Iblis yang ingin menghilangkan keutamaan takbiratul ihram dari orang tersebut.Ada orang yang karena parahnya penyakit waswas ini sampai bersumpah dengan nama Allah, bersumpah meninggalkan seluruh hartanya, bahkan bersumpah menceraikan istrinya jika ia mengulang takbirnya lagi. Padahal syariat Islam itu mudah dan Nabi ﷺ serta sahabat tidak pernah menyusahkan diri seperti ini.Terdapat kisah ulama salaf, Abu Hazim, yang menepis bisikan Iblis. Saat Iblis membisikkan bahwa ia salat tanpa wudu, ia menjawab telak, "Sejak kapan engkau (iblis) peduli untuk memberiku nasihat?".2. Solusi dari Waswas dan Hakikat NiatCara menepis kerancuan ini adalah dengan menyadari bahwa tempat niat itu di dalam hati, bukan pada lafal lisan. Melafalkan niat tidak diwajibkan, dan keinginan kita untuk bangkit mengerjakan salat, itulah hakikat niat.Al-Imam Ibnu Jauzi membawakan kisah Ibnu Aqil tentang seseorang yang merasa belum berwudu dan bertakbir padahal ia sudah melakukannya. Ibnu Aqil menjawab bahwa orang seperti ini "tidak wajib salat" karena perbuatannya menunjukkan akalnya sedang tidak waras, dan pena catatan amal diangkat bagi orang gila.Sebab utama waswas adalah kerancuan di akal akibat ketidaktahuan (kebodohan) terhadap ilmu syariat.Niat itu datang seketika di dalam hati. Ketika kita berangkat ke masjid untuk salat magrib, otomatis di hati sudah terkumpul niat untuk salat magrib 3 rakaat, menghadap kiblat, dan menjadi makmum, tanpa perlu diurai menjadi untaian kata-kata panjang yang memakan waktu.Memaksakan diri menggabungkan lafal niat yang sangat panjang secara berbarengan tepat di detik yang sama saat mengucapkan takbiratul ihram adalah sesuatu yang sangat berat dan justru memicu waswas. Syariat tidak menuntut hal sesulit itu.Terdapat atsar dari Abdullah Bin Mas'ud yang membenci sikap berlebih-lebihan dan menyulit-nyulitkan diri dalam beragama (mutanatti'). Nabi ﷺ, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab juga sangat tegas keras terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan.3. Lalai pada Tujuan Ibadah karena Hal-Hal Kurang PentingTerlalu Sibuk dengan Takbir/Niat: Sebagian orang yang terkena waswas, ketika merasa takbir dan niatnya sudah pas, mereka justru santai dan tidak memperhatikan kelanjutan kekhusyukan salatnya. Padahal salat itu ibarat rumah; takbir hanyalah pintu masuknya. Jangan sampai kita hanya sibuk mengurus pintu rumah lalu melalaikan isi di dalamnya.Sibuk dengan Sunah, Lalai pada yang Wajib: Ada makmum yang terlambat (masbuk) dan imam sudah hampir rukuk, tetapi sang makmum malah sibuk membaca doa iftitah dan ta'awuz (yang hukumnya sunah) sehingga tidak sempat membaca Al-Fatihah yang hukumnya wajib. Seharusnya, ia memprioritaskan membaca Al-Fatihah.Ibnu Jauzi saat kecil pernah ditegur oleh gurunya, Abu Bakar Ad-Dinawari, bahwa doa iftitah disepakati sunah, sedangkan membaca Al-Fatihah adalah wajib (atau diperselisihkan kewajibannya bagi makmum). Maka, dalam kondisi waktu sempit, dahulukanlah yang wajib.4. Meninggalkan Sunah karena Perasaan Pribadi atau Takut RiyaIblis kerap menipu sebagian orang saleh sehingga meninggalkan sunah karena alasan kondisi hatinya. Misalnya, sengaja mundur tidak mau salat di saf (barisan) paling depan dengan alasan agar hatinya lebih fokus atau karena takut riya.Contoh lain adalah orang yang sengaja tidak bersedekap (meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri) di dada saat berdiri salat, melainkan melepaskannya lurus ke bawah, dengan alasan takut dianggap sok khusyuk oleh orang lain padahal hatinya sedang tidak khusyuk.Padahal secara syariat, sebaik-baik saf bagi pria adalah di saf paling depan, dan bersedekap adalah sunah. Tindakan yang benar adalah tetap kerjakan sunah tersebut lalu lawanlah penyakit hati serta ketakutan riya di dalam diri, bukan malah lari dengan meninggalkan sunah.Kita terikat pada dalil, bukan pada perbuatan tokoh tertentu. Meskipun ada ulama atau orang saleh di masa lalu yang perbuatannya tanpa sengaja menyelisihi sunah, kita tetap harus mengikuti dalil. Ulama tidak maksum dan bisa jadi dalil hadis belum sampai kepada mereka. Imam Ahmad bin Hanbal pun pernah menegaskan, "Ibnu Mubarak (seorang tokoh ulama besar) tidak turun dari langit."5. Berlebih-lebihan dalam Tajwid (Makharijul Huruf)Iblis menggoda agar orang berlebih-lebihan mengucapkan makhraj huruf hingga keluar dari batas kewajaran ibadah. Contohnya mengulang-ulang kata "Alhamdulillah" atau memaksakan menekan makhraj huruf Dhad (ض) teramat keras hingga memercikkan air liur. Yang penting adalah hurufnya terdengar jelas dan tepat (tidak tertukar dengan huruf lain).Akibat terlalu sibuk memikirkan makhraj dan tajwid, seseorang justru menjadi lalai merenungkan makna ayat-ayat yang dibacanya. Padahal tajwid adalah sarana untuk membantu kita menyelami maknanya.6. Kelalaian dalam Pelaksanaan SalatKesalahan makmum yang langsung mengikuti imam salam padahal tasyahud dan selawat wajib (Tasyahud Akhir) belum selesai ia baca. Tasyahud wajib tidak ditanggung oleh imam, sehingga makmum harus menyelesaikannya dulu sebelum ikut mengucapkan salam.Mengerjakan salat sunah di siang hari dengan mengeraskan bacaan (Jahar) dengan alasan untuk mengusir rasa kantuk. Padahal salat siang disyariatkan pelan (Sirr). Solusi syar'i jika mengantuk adalah tidur sejenak, bukan memaksakan salat sambil melanggar aturan.7. Salah Prioritas: Mendahulukan Salat Malam Dibanding Salat FarduIblis menipu sebagian ahli ibadah agar mereka memaksakan diri begadang salat malam (sunah) semalam suntuk, namun menjelang Subuh mereka ketiduran dan akhirnya terlewat salat Subuh berjamaah yang hukumnya fardu dan pahalanya jauh lebih besar.Atau, mereka berhasil bangun subuh tapi dalam kondisi yang sangat mengantuk dan malas. Diceritakan kisah Husain Al-Qazwini yang memaksakan diri berjalan berkeliling masjid di siang hari agar tidak tidur akibat begadang malam. Ini menyelisihi syariat, sebab tubuh juga memiliki hak untuk diistirahatkan.Nabi ﷺ melarang umatnya memaksakan diri dalam beribadah saat lelah. Beliau pernah memerintahkan mencopot tali di masjid yang digunakan Zainab untuk berpegangan saat lelah salat, dan menyuruhnya salat sambil duduk saja jika lelah.Kalau sangat mengantuk, Nabi memerintahkan untuk tidur terlebih dahulu. Dikhawatirkan jika memaksakan salat dalam keadaan setengah sadar, seseorang berniat istigfar namun lisannya malah mencaci-maki dirinya sendiri tanpa sadar.Sebaik-baik ritme salat malam adalah salat Nabi Daud: Beliau tidur di pertengahan awal malam, bangun salat di sepertiga malam, dan tidur lagi di seperenam akhir malam agar bisa bangun salat subuh dalam keadaan tubuh yang segar.8. Fitnah Riya Terselubung dan Mempublikasikan Amal SalehPenyakit yang marak di zaman sekarang: hobi upload atau publikasi amal saleh (seperti sedang umrah, haji, atau bersedekah).Iblis sering memperdaya para ahli ibadah malam untuk berbuat riya dengan cara yang sangat halus. Seseorang bisa bercerita secara tersirat, misalnya: "Muazin tadi malam azannya pas waktu," agar pendengar menyimpulkan bahwa ia sedang terbangun salat malam. Atau berkata: "Fulan itu tidak pernah takbiratul ihram tepat waktu saat subuh", yang artinya ia sedang riya memuji dirinya sendiri sekaligus jatuh ke dalam ghibah (menggunjing) saudaranya.Menceritakan amal ibadah akan menurunkan kedudukan dari amalan rahasia (yang pahalanya sangat besar) menjadi amalan jahr (terlihat). Apalagi jika dicampuri niat pamer, pahalanya bisa gugur total. Waspadailah undangan-undangan acara seperti podcast yang sering memancing kita untuk mengumbar amalan di masa lalu.Riya berkumpul untuk salat di masjid: Ada sekelompok orang yang terkenal karena sering berlama-lama salat sunah di masjid hingga menjadi viral dan dielu-elukan masyarakat. Padahal sebaik-baik salat sunah adalah di rumah, karena lebih aman dari incaran pujian manusia.Berkebalikan dengan kaum salaf terdahulu yang sangat menjaga keikhlasan. Amir bin Qais enggan salat sunah di masjid. Ibnu Abi Laila pura-pura berbaring tidur jika ada orang tiba-tiba masuk saat ia sedang salat. Ada juga yang pura-pura menggeliat seperti baru bangun tidur saat azan subuh berkumandang demi menyembunyikan salat malamnya.Nafsul Lawwamah: Ini adalah alarm pengingat dalam jiwa manusia yang otomatis mencela tatkala kita berbuat salah. Sebenarnya, orang yang sedang riya itu sadar bahwa dirinya sedang riya, sebab pujian itu terasa "lezat" di hati. Jika alarm peringatan di hati ini mulai muncul, segeralah berhenti. Jangan teruskan niat untuk bercerita.9. Berlebih-lebihan dalam Tangisan IbadahTerkadang Iblis menggoda seseorang saat sedang salat atau mendengar kajian, sehingga ia sengaja menangis tersedu-sedu dan menampakkan tangisannya di depan banyak orang. Barangsiapa yang sebenarnya mampu menahan/menyembunyikan tangisnya tapi malah sengaja melampiaskannya, sungguh ia telah memaparkan dirinya pada riya. Tentu hukumnya berbeda jika memang tangisannya itu tak kuasa ia tahan secara alamiah.Contoh ulama salaf dalam menyembunyikan tangis mereka sungguh luar biasa: Abu Wail menangis tersedu-sedu jika salat sendirian di rumah, tapi menolak menampakkannya di luar biarpun ditawari seisi dunia. Ayyub As-Sakhtiyani akan memilih langsung bangkit lalu pergi saat tak mampu menahan tangis, demi menghindar dari tatapan orang. Ulama lain ada yang sibuk mengelap hidungnya dan beralasan, "Penyakit flu ini sungguh berat," semata-mata demi menutupi air matanya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →