📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Materi 6

Talbis Iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) Ust Dr. Firanda Andirja M.A":​Kata Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu taala, di antara tipu daya iblis adalah :🌷Masalah niat salat. Ada orang yang berkata "usholli" (saya berniat salat) kemudian dia mengulangi lagi karena menyangka niatnya batal. Padahal niat itu tidak batal, mungkin hanya lafalnya yang tidak pas, tapi niat aslinya sudah ada. Harusnya dia tidak perlu ragu karena salatnya sudah sah.🌷Ada juga orang yang bertakbir "Allahu Akbar", lalu membatalkan, kemudian mengulangi lagi terus-menerus. Namun, ketika imam sudah ruku, tiba-tiba dia bisa konsentrasi dan takbir. Mengapa tiba-tiba niatnya hadir? Itu adalah godaan iblis agar dia terluput dari keutamaan Takbiratul Ihram. 🌷Bahkan ada yang bersumpah dengan nama Allah atau bersumpah akan menceraikan istrinya jika dia mengulangi takbir lagi. Ini semua adalah talbis dari iblis untuk menyusahkan diri. Padahal, syariat kita mudah dan ringan.​🖊Telah sampai riwayat dari Abu Hazim. Ketika dia masuk masjid, iblis membisikkan bahwa dia salat tanpa wudu. Abu Hazim menjawab, "Sejak kapan kau menasihatiku, wahai iblis?" Dia menepis bisikan itu. Untuk menghilangkan kerancuan (waswas) ini, ingatlah bahwa tempat niat adalah di hati, bukan di lafal. Jika tujuanmu adalah menghadirkan niat, niat itu sudah ada di hatimu sejak kau hendak menjalankan salat fardu.🖊​Sebagian guru kami meriwayatkan hikayat dari Ibnu Aqil. Ada seseorang bertanya kepadanya, "Wahai Ibnu Aqil, aku telah membasuh anggota wudu, tapi perasaanku bilang aku belum membasuh. Aku sudah bertakbir, tapi bilang aku belum bertakbir." Ibnu Aqil menjawab, "Kalau begitu, kau tidak usah salat, karena pena diangkat dari orang gila sampai dia sadar." Ini menunjukkan bahwa waswas adalah penyakit dan sebabnya adalah konslet di akal karena kebodohan terhadap syariat.🌷​Niat itu tidak butuh waktu panjang untuk merenungkannya. Begitu kita hendak salat, niat itu sudah terbetik dalam hati. Adapun yang butuh waktu lama adalah jika kita menguraikan lafal niat. Jika kita ingin membebani diri dengan menguraikan lafal niat yang panjang, itu memang sulit. Maka, niatlah dengan mudah. Boleh juga niat didahulukan sebelum takbir selama tidak membatalkannya.​Islam tidak sesusah itu. Rasulullah dulu mengajarkan salat kepada orang Badwi dengan mudah, tanpa perlu mempersulit diri. Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa dia tidak melihat orang yang lebih keras terhadap orang yang berlebih-lebihan dalam beragama selain Umar bin Khattab. Janganlah berlebih-lebihan, karena itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat.🌷​Di antara talbis iblis lainnya adalah orang yang sibuk dengan urusan niat dan takbir sehingga sisa salatnya tidak diperhatikan. Seakan-akan tujuan salat hanya pada takbir. Ingat, takbir hanyalah pintu masuk; setelah masuk, sibuklah dengan ibadah di dalam salat itu sendiri.🌷​Ada pula orang yang sibuk dengan hal sunah tetapi meninggalkan yang wajib. Contohnya, saat masbuk, seseorang sibuk membaca doa istiftah dan taawuz yang hukumnya sunah, sehingga dia tidak sempat membaca Al-Fatihah yang hukumnya wajib bagi makmum menurut sebagian ulama. Jika waktu sedikit, langsung saja baca Al-Fatihah.🌷​Iblis juga menggoda orang untuk meninggalkan banyak sunah karena alasan pribadi. Contohnya, ada yang sengaja tidak di saf pertama karena takut riya. Padahal, seharusnya dia melawan perasaan riya tersebut dengan tetap mengambil saf pertama, bukan malah meninggalkannya. Rasulullah bersabda bahwa seandainya manusia tahu keutamaan saf pertama, mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya. Jika kita takut riya, perbaiki hatimu, bukan dengan meninggalkan sunah.🖊​Ibnu Jauzi menegaskan bahwa kita terikat dengan dalil, bukan mengikuti orang saleh yang melakukan perbuatan menyelisihi sunah. Ulama tidak maksum; mereka bisa saja salah atau belum sampai hadis kepadanya.🌷​Iblis juga menggoda dalam masalah makharijul huruf (tajwid) hingga berlebihan dan membuat orang lupa pada makna ayat yang dibaca. Cukuplah membaca dengan benar tanpa perlu berlebihan hingga keluar ludah atau menekan huruf terlalu keras.🌷​Setan juga menggoda orang yang salat fardu berjamaah agar ikut salam bersama imam, padahal dia belum menyelesaikan tasyahud yang wajib. Jika belum selesai, selesaikanlah tasyahudmu, tidak perlu terburu-buru mengikuti salam imam.​Ada pula yang begadang untuk salat malam, tetapi justru melalaikan salat fardu subuh atau salat dalam kondisi ngantuk dan malas. Ini salah, karena salat fardu lebih utama. Jika mengantuk, tidurlah agar bisa segar saat salat fardu. Tubuh memiliki hak untuk istirahat. Rasulullah memerintahkan untuk mengikuti petunjuk tengah, karena siapa yang berlebih-lebihan dalam beragama, dia akan kalah.🌷​Fitnah menceritakan amal saleh juga merupakan talbis iblis. Jika kita melakukan amal saleh, sembunyikanlah. Jika kita menceritakannya, meskipun dengan cara halus atau tersirat, pahalanya akan berkurang atau hilang. Hati-hati juga terhadap riya dalam tangisan saat salat atau saat mendengarkan kajian. Jika memang menangis karena takut kepada Allah, biarkanlah. Tapi jika mampu menahan dan berpura-pura, itu berbahaya.​Iblis akan terus menggoda dalam banyak hal. Hidup hanya sebentar, maka beribadahlah dengan serius, ikhlas kepada Allah, dan tutup segala pintu riya. Jika ada sinyal dalam hati bahwa kita sedang melakukan riya atau pamer, berhentilah segera.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
E
Ellisa Septiana

📍 Kota Depok

Talbis iblis #6 : Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2)-Ustadz dr.Firanda-

Talbis iblis #6 : Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2)-Ustadz dr.Firanda-Satu tipu daya iblis dalam niat salat adalah munculnya rasa waswas yang berlebihan dalam melafalkan niat salat, seperti mengulangi niat dan takbir berulang kali karena merasa telah membatalkan niat sebelumnya. Contohnya seseorang yang sudah berniat salat Zuhur tetapi karena salah lafaz atau ragu, ia ulang lagi niatnya berkali-kali, padahal sebenarnya niat itu sudah tetap dan tidak batal hanya karena kesalahan lafaz.Kisah Abu Hazim yang mendapat bisikan iblis tentang salat tanpa wudu dijadikan contoh bagaimana seorang muslim yang berilmu menepis bisikan tersebut dengan mempertegas bahwa iblis tidak pernah memberi nasihat baik. Ini mengilustrasikan bahwa waswas datang sebagai gangguan dan tipuan untuk merusak ibadah.Cara menghilangkan waswas dalam niat adalah dengan menyadari bahwa niat dalam salat sudah ada sejak hati berkeinginan untuk salat dan tidak perlu dilafalkan atau diulangi terus-menerus. Niat itu berada di hati dan sekali hadir sudah cukup.Al Imam Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa ada orang yang sangat waswas sampai menganggap yang telah dilakukan belum dilakukan, padahal sudah. Dari sebuah riwayat dari Ibnu Aqil, orang seperti ini dianjurkan untuk tidak salat, karena menunjukkan ketidakwarasan (gila) yang membuatnya tidak wajib salat sebagaimana ada hadis bahwa orang gila diangkat kewajiban salatnya sampai sadar.Sebab utama waswas adalah kebodohan terhadap syariat dan terlalu memperinci niat dengan lafaz yang berlebihan. Contohnya, tidak perlu mengucapkan panjang lebar niat seperti “Usoli fardhal zuhrir arba rakaatin…” secara rinci dalam hati, karena niat itu sudah hadir spontan saat hendak memulai salat.Penegasan bahwa niat adalah dalam hati dan muncul secara spontan. Seorang yang hendak salat Zuhur atau Magrib sudah terpikirkan secara otomatis detailnya seperti rakaat dan menghadap kiblat tanpa harus dilafalkan secara verbal atau mental satu per satu.Disebutkan juga bahwa boleh mendahulukan niat sebelum takbiratul ihram, asalkan niat tidak batal. Meski secara fikih niat harus berada bersamaan atau tepat dengan rukun pertama salat (yakni takbir), dalam praktiknya Islam tidak membebani dengan hal yang terlalu sulit.Perbandingan dengan wudu: niat wudu diserukan bersamaan dengan melakukan rukun wudu pertama yaitu mencuci wajah. Dalam salat, rukun pertama adalah takbiratul ihram; walau demikian, sebagian orang sulit menyinkronkan niat panjang dengan takbir sehingga muncul waswas.Penegasan bahwa Islam tidak sesulit yang dibayangkan dalam masalah niat dan takbir. Rasulullah mengajarkan salat yang sederhana tanpa menyulitkan, berbeda dengan keinginan terlalu sempurna sehingga malah menjadi beban dan sumber waswas.Dari kitab tulisan Abdullah bin Mas’ud disebutkan bahwa beliau sangat keras menolak orang yang berlebih-lebihan dan menyulitkan diri dalam agama. Abu Bakar dan Umar juga sangat khawatir terhadap ekstremisme ini. Ini menegaskan bahwa berlebihan dalam beragama bukan sunah dan bernilai negatif.Satu tipu daya iblis adalah membuat seseorang terlalu sibuk pada urusan niat atau takbir yang “pas”, sehingga lupa memperhatikan keseluruhan salat. Contohnya, seseorang sudah merasa niat dan takbir sudah benar, lalu santai dan lalai dari rukun atau sunnah salat selanjutnya.Contoh lain adalah orang yang sudah terlambat mengikuti imam dan membacakan doa istiftah (sunah) yang panjang sehingga Imam rukuk duluan dan makmum kesulitan mengikutinya. Sebaiknya jika sudah masbuk dan waktu sempit, langsung membaca al-Fatihah tanpa doa tambahan agar tidak tertinggal imam.Penekanan bahwa al-Fatihah wajib dibaca oleh makmum, sementara doa istiftah dan ta’awwudz hukumnya sunnah, sehingga jangan sampai prioritas terganggu. Lebih baik meninggalkan yang sunnah daripada meninggalkan yang wajib.Contoh lain adalah orang yang meninggalkan sunnah salat karena kondisi pribadinya, misalnya takut riak, sehingga shaf tidak di depan atau salat dengan cara yang tidak biasa. Ibnu Jauzi mengatakan ini akibat kurang ilmu walaupun orang tersebut shalih.Hadis Abu Hurairah mengajarkan keutamaan saf pertama dalam salat berjamaah. Oleh karena itu, jangan takut mengambil saf terbaik karena riak; sebenarnya riak itu harus dilawan dengan istiqamah mengerjakan sunnah, bukan meninggalkannya.Cara meletakkan tangan saat salat pun termasuk sunnah. Ibnu Mas’ud pernah diperbaiki Nabi ketika letakkan tangan dengan cara yang salah. Jangan meninggalkan sunnah karena alasan pribadi seperti takut riak, sebab sunnah harus dilakukan dengan niat yang lurus dan hati yang benar.Ibnu Jauzi menegaskan bahwa patokan utama adalah dalil syariat, bukan mengikuti pendapat ulama secara membabi buta, karena ulama juga manusia biasa yang bisa salah. Oleh karena itu, dalam perselisihan harus mencari dalil mana yang paling kuat.Iblis juga menggoda dengan cara membuat orang terlena memperbaiki makharij huruf dan tajwid yang berlebihan saat membaca Al-Qur’an, hingga mereka menjadi sibuk dengan bacaan sampai keluar air ludah dan mengabaikan makna bacaan.Berikutnya, iblis menggoda orang ahli ibadah yang bodoh karena mengira ibadah hanyalah berdiri duduk tanpa memperhatikan ketepatan rukun wajib dan sunnah. Contohnya orang yang ikut salam imam sebelum selesai tasyahhud dan mengabaikan syarat-syarat salat dengan benar.Ada juga yang terlalu memanjangkan membaca Al-Qur`an dalam salat atau menggunakan suara keras saat salat siang demi menghilangkan kantuk, padahal sunnah orang ngantuk sebaiknya beristirahat, bukan memaksakan diri dan mengganggu ibadahIblis menipu juga dengan membuat orang sibuk dengan shalat malam dan lupa shalat fardhu, sehingga terlambat atau tidak fokus mengerjakan shalat wajib berjamaah yang pahalanya lebih besar.Dijelaskan pula bahwa tubuh punya hak untuk beristirahat dan sunnah Nabi adalah tidur cukup agar ibadah dilakukan dengan penuh semangat, contohnya salat Nabi Daud yang tidurnya teratur dibagi menjadi tiga bagian.Mengenai salat malam yang ekstrem, para salaf melakukannya secara bertahap dan bukan tiba-tiba. Nabi SAW sendiri tidak pernah begadang semalam suntuk tanpa tidur sama sekali. Maka tidak dianjurkan meniru yang ekstrem tanpa kemampuan fisik.Selanjutnya, bahaya riya’ dan pamer dalam beribadah ditegaskan. Iblis menipu orang-orang yang suka mempublikasikan amal salihnya dengan riak halus, misalnya menceritakan salat malam, umrah, atau sedekah agar dipuji orang lain.Nabi SAW menyatakan bahwa amal baik yang disembunyikan lebih utama daripada yang dipublikasikan. Jika riya mengotori amal salih, pahala bisa hilang bahkan menjadi dosa, sehingga harus berhati-hati dalam menceritakan amal ibadah.Ada juga godaan iblis kepada orang yang rajin membaca Qur’an di masjid, sampai ketenaran mereka menjadi tujuan beribadah bukan keikhlasan. Rasulullah menganjurkan agar salat sunnah sebaiknya dilakukan di rumah agar terjaga keikhlasan.Kisah para salaf yang menyembunyikan ibadahnya agar tidak dikenal menegaskan pentingnya menutup amal baik dari publik agar terhindar dari riya’. Contohnya datang orang ke masjid, seseorang pura-pura tidur agar orang tidak tahu sedang salat malam.Jiwa manusia memiliki nafsul lawamah, yakni jiwa yang selalu mencela bila berbuat maksiat atau riya, sebagai kontrol diri agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Bila muncul sinyal ini, disarankan untuk segera berhenti dari perilaku tersebut.Walau ada godaan untuk menunjukkan kesedihan atau tangisan dalam ibadah agar dilihat orang, disarankan untuk tahan dan sembunyikan agar ibadah tetap ikhlas dan tidak hilang pahala karena riya’.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 6: Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu bagian 2

Talbis 6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu 2Ustadz Dr. Firanda AndirjaTalbis Iblis dalam niat sholat.Iblis menggoda seseorang untuk mengulang pelafalan niatnya karena menurutnya niatnya batal padahal jika sudah niat dari hatinya itu sudah cukup, sholatnya sah.Iblis menggoda seseorang dengan rasa was-was ketika takbiratul ihram sehingga ia mengulang takbirnya berkali-kali namun saat imam rukuk, ia tiba-tiba yakin takbir dan langsung ikut rukuk karena tidak ingin ketinggalan rakaat sholat. Hal ini dikarenakan godaan iblis yang menginginkan seseorang untuk tidak mendapatkan keutamaan takbiratul ihrom.Diantara orang yang terkena was-was sampai ada yang bersumpah hanya ingin takbir sekali saja karena rasa was-was yang berlebihannya itu.Ini semua adalah talbis iblis, karena sebenarnya syariat islam itu mudah dan selamat dari kekurangan-kekurangan. Hal-hal seperti ini juga tidak pernah dialami oleh Nabi dan sahabat-sahabat Nabi.Riwayat dari Abu Hazim rahimahullah ta’ala ketika ia masuk masjid lalu iblis menggodanya dengan membisikkan “wahai Hazim sesungguhnya engkau sholat tanpa wudhu”. Lalu Hazim berkata “sejak kapan nasihatmu sampai seperti ini wahai iblis”. Inilah cara Abu Hazim menepis bisikan dari iblis agar terhindar dari was-was.Cara menghilangkan talbis ini dari orang yang terkena was-was terhadap niat adalah:Jika mengulang takbiratul ihrom untuk menghadirkan niat maka dengan ia berdiri untuk menjalankan sholat fardhu itu sudah temasuk niat dan itu cukup karena niat itu letaknya di hati bukan di lafadz.Tetapi jika mengulang takbiratul ihrom untuk memperbaiki pelafalan bacaan niat maka cukup mengingat bahwa melafalkan niat itu tidak wajib.Ibnul Jauzi berkata ketahuilah bahwasannya was-was dalam niat sholat menandakan adanya masalah pada akalnya karena kebodohannya dalam syari’at.Seseorang yang was-was menjadi bimbang karena disebabkan keinginannya untuk memperinci niatnya melalui lafal dan hatinya dalam satu waktu.Ibnu Jauzi juga berkata bahwa niat itu boleh didahulukan sebelum takbir dengan waktu yang sebentar selama ia tidak membatalkan niatnya. Hal ini dikarenakan ada sebagian orang yang menggabungkan melafalkan dan meresapi  niat dengan rukun pertama pada sholat (takbirotul ihrom) secara bersamaan. Hal ini jelas akan menyulitkan dan akan mudah menimbulkan was-was. Hal ini juga tidak dicontohkan oleh nabi dan juga para sahabat.Abdullah bin Mas’ud berkata “Demi zat yang tidak ada sesembahan selainNya, aku tidak melihat seorang pun yang lebih tegas terhadap  orang yang berlebih-lebihan seperti Rasulullah. Aku tidak pernah melihat seorang pun yang paling khawatir dengan orang yang berlebih-lebihan seperti Abu Bakar dan menurutku Umar bin Khattab adalah orang yang paling keras terhadap orang yang berlebih-lebihan dalam beragama”.Di antara talbis iblis ada seseorang yang sibuk dengan niatnya tapi kurang memperhatikan sholatnya. Seakan-akan sholat hanya untuk mengepaskan takbir dengan niatnya saja dan ini adalah talbis iblis. Cara untuk menghilangkannya adalah dengan memahami bahwasannya tujuan takbir adalah masuk dalam sholat. Jadi jangan hanya fokus terhadap niat dan takbirnya namun lalai dalam sholatnya.Di antara rasa was-was yaitu sibuk dengan yang sunnah kemudian melalaikan yang wajib. Contohnya ketika seseorang masbuk dalam sholatnya kemudian ia sudah sah dalam bertakbiratul ihrom dan mendapati imam sudah mendekati rukuk, namun ia tetap sibuk dengan bacaan iftitahnya padahal seharusnya ia langsung membaca Al Fatihah. Hal ini  dikhawatirkan jika ia sibuk dengan bacaan yang sunnah ia akan ketinggalan bacaan Al Fatihahnya. Karena bacaan iftitah dan ta’awudz adalah sunnah sedangkan membaca Al Fatihah adalah wajib bahkan sebagian ulama berkata bahwa makmum wajib membaca Al Fatihah.Ibnul jauzi berkata iblis telah memberikan tipu daya kepada suatu kaum sehingga ia meninggalkan banyak sunah-sunah Nabi karena perkara-perkara yang menimpanya. Contohnya di antara mereka ada yang sengaja memilih shaf belakang ketika sholat karena ia ingin lebih fokus dalam sholat karena jika di depan ia khawatir riya. Seharusnya tetap jalani sunnah dan lawan riya. Diantara mereka ada yang sholatnya tidak melipat tangannya di depan, hal itu dikarenakan mereka khawatir apabila melipat tangan di depan seakan-akan mereka akan terlihat khusyu padahal hatinya biasa saja. Hal ini menyelisihi sunnah dan hal ini disebabkan karena kurangnya ilmu meskipun sholeh.Dalam riwayat shahih Bukhari dan Muslim dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,Rasulullah bersabda “Seandainya manusia mengetahui tentang keutamaan menjawab azan dan keutamaan di shaf pertama, kemudian mereka tidak bisa melakukannya kecuali dengan undian, maka tentu mereka akan ikut melakukan undian agar berada di shaf pertama”.Dan dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda “sebaik-baiknya Nabi adalah di shaf pertama dan yang paling buruk adalah yang paling akhir”.Adapun meletakkan tangan di atas tangan lainnya adalah sunnah. Ibnu Mas’ud pernah sholat dan ia meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanan, maka nabi pun melihat Ibnu Mas’ud tangannya terbalik maka Rasulullah memperbaiki posisi tangannya. Hal ini menunjukkan bahwa hukum meletakan tangan di atas tangan yang lain hukumnya sunnah.  Jadi jangan berpikir takut dikira khusyu maka tidak menjalankan sunnah, namun perbaikilah hati kita.“Jangan sampai meninggalkan syari’at hanya karena perkataan seseorang yang kau agungkan karena syari’at itu lebih agung dari perkataanya dan orang lain bisa saja salah dalam menafsirkan dan bisa jadi ia memiliki pendapat yang tidak sesuai syari’at karena hadits-hadits Nabi belum sampai kepadaNya”. Disini Ibnu Jauzi ingin menyampaikan bahwa yang harus dijadikan patokan adalah dalil dan yang dijadikan dalil adalah syari’at.Iblis menggoda sebagian orang yang sholat dalam masalah makhorijul huruf sehingga ia mengulang-ulang bacaannya. Maka itu sudah keluar dari aturan sholat. Hal ini juga menyebabkan seseorang melupakan makna dari bacaannya karena sibuk memperbaiki makhrojnya.Jika imam sudah mengucapkan salam namun kita belum selesai membaca tasyahud. Tidak mengapa imam salam lebih dulu dan kita tetap menyelesaikan bacaan tasyahud kita karena ini tidak ditanggung oleh imam.Diantara ahli ibadah yang bodoh adalah mereka begadang untuk sholat malam hingga semalam suntuk, mereka merasa senang melaksanakan sholat malam melebihi rasa senangnya dalam melaksanakan sholat fardhu. Kemudian mereka merasa lelah dan tertidur sehingga tertinggal sholat fajarnya. Hal ini keliru karena sibuk dengan ibadah sunnahnya namun lalai dengan ibadah wajibnya. Seseorang harus lebih bahagia ketika bisa sholat subuh berjama’ah dibandingkan sholat malam yang ia kerjakan.Rasulullah bersabda “sesungguhnya ikutilah petunjuk nabi yang tengah. Barang siapa yang berlebihan dalam agama maka ia akan terdominasi”.Rasulullah juga berkata jika salah seorang dari kalian mengantuk maka tidurlah sampai hilang rasa kantuknya karena jika seseorang sholat dalam kondisi ngantuk maka bisa jadi ia ingin beristighfar tapi dia malah mencaci maki dirinya.Rasulullah berkata sebaik-baiknya sholat adalah sholatnya Nabi Daud karena beliau tidur setengah malam lalu beliau sholat sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam dan bangun sholat subuh dalam keadaan segar.Jika ada yang berkata “bukankah telah diriwayatkan kepada kita sekelompok dari golongan ulama salaf, mereka sholat semalam suntuk?”. Ibnu Jauzi berkata bahwa mereka itu bertahap sampai mampu dalam hal tersebut dan mereka yakin bisa melakukan sholat subuh secara berjama’ah. Hal yang membuat mereka kuat adalah karena mereka tidur disiang hari dan makan mereka sedikit sehingga mereka tetap mampu sholat semalam suntuk dan sholat subuh berjama’ah. Maka boleh mereka melakukan demikian. Kemudian juga tidak sampai kepada kami, bahwasannya Rasulullah pernah begadang semalam suntuk tidak tidur sama sekali. Sunnah Nabi lebih utama untuk diikuti daripada perbuatan para salaf tersebut.Fitnah dalam menceritakan amal sholeh, sungguh iblis telah menipu dan memperdaya sekelompok orang dari yang ahli sholat malam karena pada siang hari mereka menceritakan sholat malam tersebut tapi terkadang ceritanya tidak langsung dan dengan cara yang halus “Subhanallahu si fulan tadi malam azannya pas waktu” tujuannya agar pendengar tahu bahwa ia tidak tidur semalam. Hal ini bisa termasuk kepada riya.  Maka cara orang yang seperti ini adalah ia telah meninggalkan catatan amalnya dari amal tersembunyi menuju amal yang terlihat. Tentu pahalanya akan berbeda antara amalan tersembunyi dengan amalan yang terlihat/terceritakan.Kata Allah subhanahu wa ta’ala “jika kalian bersedekah kalian perlihatkan dan jika ikhlas tidak jadi masalah itu baik. Namun jika ia sembunyikan maka itu lebih baik”. Jadi amal sholeh yang disembunyikan itu lebih baik.Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam berkata “siapa yang mampu diantara kalian memiliki amal sholeh yang tersembunyi maka lakukanlah”.Walaupun kita selamat dari riya, setan akan menjerumuskan kita kedalam amalan yang terlihat sehingga pahala kita bisa berkurang. Karena pahalanya akan berbeda antara amalan tersembunyi dengan amalan yang terlihat. Tipu daya setan itu sangat halus. Maka berhati-hatilah.Iblis memberi tipu daya kepada sebagian orang yang bersendirian sholat di masjid untuk beribadah maka lalu ia dikenal sebagai orang yang rajin beribadah di masjid, maka orang-orang pun datang dan mengikutinya sholat menjadi makmum. Pada akhirnya orang ini terkenal. Ini adalah racun yang dimasukkan oleh iblis. Karena hal ini orang-orang menjadi senang kepadanya  dan mereka menjadi semangat dalam beribadah karena ia tahu perbuatannya menjadi viral dan akhirnya orang lain memujinya. Hal yang membuat ia semangat beribadah bukan karena ketulusannya dalam beribadah namun karena perbuatannya yang viral.Dari Zaid bin Tsabit, Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda “sebaik-baiknya sholat (sunnah) seseorang adalah di rumahnya kecuali sholat fardhu”.Allah menciptakan jiwa kita memiliki nafsu la wama yaitu jiwa yang suka mencela dan jiwa ini yang mengontrol dan memberi sinyal kepada kita. Jika kita melakukan maksiat maka jiwa kita akan menegur/menyadari bahwa itu salah. Maka jika hati sudah memberi sinyal maka berhenti dan jangan lanjutkan.Iblis menggoda sebagian ahli ibadah dengan menangis di depan umum. Kata Ibnu Jauzi mungkin ia tidak bisa menahan tangisannya dan ini ya sudah tidak mengapa. Namun siapa yang mampu menyembunyikan tangisnya tetapi ia malah menampakkan tangisnya maka ia terpapar oleh riya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
L
Lisna Febriani

📍 Kota Tasikmalaya

Talbis Iblis 6

Talbis Iblis 6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bagian 2)Pokok Bahasan: Bab 8Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah dalam Berbagai Macam Ibadah 6.Meninggalkan yang SunatIblis memperdayai sebagian orang, lalu mereka meninggalkan sekian banyak sunat karena berdasarkan pertimbangan mereka sendiri. Diantara mereka ada yang sengaja tidak ikut ke dalam shaf yang pertama, seraya berkata, "Karena aku ingin mencari ketenangan hati." Diantara mereka ada yang tidak meletakkan satu tangan di atas tangan yang satunya lagi, seraya berkata, "Aku tidak suka memperlihatkan kekhusyukan yang tidak ada di dalam hatiku."Telah diriwayatkan kepada kami 2 macam perbuatan ini dan para pemuka orang-orang shalih. Yang demikian ini terjadi karena minimnya ilmu. Telah disebutkan di dalam Ash-Shahihain, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dari Nabi shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda,"Andaikan manusia itu tau pahala dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara diundi, tentulah mereka mau diundi." (HR.Al-Bukharu & Muslim)"Sebaik-baik shaf kaum laki-laki adalah yang pertama, seburuk-buruk shaf nya adalah yang terakhir." (HR.Muslim)Sedangkan meletakkan tangan di atas tangan yang lain adalah sunat.Adakalanya Iblis melancarkan talbis dalam masalah tasydid, atau dalam makhraj huruf dhad saat membaca al-maghddhub (dalam surat Al-Fatihah). Iblis mendorong mereka untuk melebihi batasan & membuat mereka sibuk dalam pengucapan huruf, sehingga tidak memahami lagi apa yang dibaca.7.Terus menerus Shalat MalamTalbis Iblis dilancarkan terhadap para ahli ibadah, lalu mereka banyak mendirikan shalat malam.Diantara mereka ada yang berjaga sepanjang malam, lebih suka mendirikan shalat malam & shalat dhuha dalam porsi yang lebih banyaj daripada kesukaannya mendirikan shalat fardhu.Maka ketika mendekati waktu fajar, dia tertidur dan ketinggalan shalat fardhu, atau dia bangun namun ketinggalan mengerjakan shalat fardhu secara berjamaah. Atau esoknya dia menjadi malas & lemas untuk mencari penghidupan untuk keluarganya."Sesungguhnya dirimu mempunyai hak atas kamu. Maka bangunlah dan juga tidurlah." (HR.Abu Daud)"Jika salah seorang diantara kalian mengantuk, maka hendaklah dia tidur hingga hilang kantuknya. Sesungguhnya jika dia shalat dalam keadaan mengantuk, maka boleh jadi dia membaca dengan maksud untuk memohon ampunan, lalu dia pun membaca sambil mencaci maki dirinya." (HR.Al Bukhari & Muslim)Iblis memperdayai orang-orang yang biasa mendirikan shalat malam, lalu mereka membicarakannya pada siang hari. Boleh jadi salah seorang di antara mereka berkata, "Fulan mengumandangkan adzan pada jam sekian, agar orang-orang tahu dialah yang mengingatkan." Ada segolongan orang yang lebih suka menyendiri di dalam masjid untuk shalat dan beribadah, sehingga kebiasaan ini diketahui banyak orang, yang kemudian bergabung bersama dan shalat bersama pula. Lama kelamaan mereka jadi terkenal. Yang seperti ini termasuk tipu daya iblis, meskipun yang demikian mendorong mereka untuk tekun beribadah, karena ternyata tindakan mereka ini hanya untuk mencari pujian."Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah di dalam rumahnya, kecuali shalat wajib." (HR.Al Bukhari & Muslim)Amir bin Abdi Qais tidak suka jika orang-orang melihatnya mendirikan shalat, karenanya ia tidak pernah mendirikan shalat sunat di masjid. Jika Ibnu Abi Laila sedang shalat sunat, lalu ada seseorang memasuki rumahnya, maka dia pun terlentang.Diantara para ahli ibadah ada pula yang suka menangis, sementara di sekitarnya banyak orang. Tangis ini terjadi begitu saja dan sulit untuk ditahan. Siapa yang mampu menyembunyikannya, namun dia tetap menampakkannya, maka dia termasuk orang yang riya'. Dari Ashim, dia berkata, "Abu Wa'li biasa shalat (sunat) di dalam rumahnya, dan tatkala shalat itu dia menangis sesenggukan. Andaikata ada seseorang melihatnya, maka dia tidak menangis," Sementara jika Ayyub As-Sakhtiyani tidak mampu menahan tangisnya, maka dia bangkit berdiri.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 6

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 6Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-6BAB KEDELAPAN: PENYEBUTAN TIPU DAYAIBLIS KEPADA PARA HAMBA DALAM IBADAHBagian 2Penyebutan Tipu Dayanya kepada Mereka dalam Shalat ◦ Di antaranya tipu dayanya kepada mereka dalam niat shalat. Di antara mereka ada yang berkata: "Aku shalat shalat ini," kemudian mengulanginya karena mengira bahwa dia telah merusak niat. Niat tidak rusak meski tidak ridha dengan lafaz. Di antara mereka ada yang takbir kemudian merusaknya, kemudian takbir kemudian merusaknya. Jika imam rukuk, orang yang was- was takbir dan rukuk bersamanya. Aku heran apa yang menghadirkan niat saat itu? Itu tidak lain karena Iblis ingin melewatkan keutamaan baginya. Di antara orang yang was-was ada yang bersumpah demi Allah tidak akan takbir selain yang ini. Di antara mereka ada yang bersumpah demi Allah dengan mengeluarkan hartanya atau dengan talak. Ini semua tipu daya Iblis. Syariat itu toleran, mudah, selamat dari bencana-bencana ini. Tidak terjadi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya sesuatu dari ini.Telah sampai kepada kami dari Abu Hazim bahwa dia masuk masjid lalu Iblis membisikkan kepadanya bahwa kamu shalat tanpa wudhu. Dia berkata: "Nasihatmu tidak sampai ke tingkat ini." Pembongkaran tipu daya ini adalah dikatakan kepada orang yang was-was: Jika kamu ingin menghadirkan niat, niat sudah hadir karena kamu berdiri untuk menunaikan fardhu dan inilah niat itu. Tempatnya adalah hati, bukanlafaz. Jika kamu ingin membenarkan lafaz, lafaz tidak wajib. Kamu sudah mengatakannya dengan benar, maka apa alasan mengulanginya? Apakah kamu mengira setelah mengatakan bahwa kamu tidak mengatakannya? Ibnul Jauzi berkata: Sebagian syaikh menceritakan kepadaku dari Ibnu Aqil kisahyang mengherankan bahwa seorang laki-laki menemuinya dan berkata: "Sesungguhnya aku membasuh anggota dan berkata aku tidakmembasuhnya, aku takbir dan berkata aku tidak takbir." Ibnu Aqil berkata kepadanya: "Tinggalkan shalat karena itu tidak wajib atas kamu." Suatu kaum berkata kepada Ibnu Aqil: "Bagaimana kamu berkata demikian?" Dia berkata kepada mereka: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Diangkat pena dari orang gila hingga dia sadar.' Barangsiapa takbir dan berkata tidak takbir maka dia bukan orang berakal, dan orang gila tidak wajib shalat atasnyaIbnul Jauzi berkata: Ketahuilah bahwa was-was dalam niat shalat sebabnya adalah kerusakan dalam akal dan kebodohan terhadap kemudahan. Diketahui bahwa orang yang dimasuki seorang alim lalu dia berdiri untuknya dan berkata: "Aku niat berdiri tegak karena masuknya alim ini karena ilmunya menghadap kepadanya dengan wajahku," ini menunjukkan ada cacat dalam akalnya. Sesungguhnya ini telah tergambar dalam pikirannya sejak melihatalim itu. Berdirinya manusia untuk shalat untuk menunaikan fardhu adalah perkara yang tergambar dalam jiwa dalam satu keadaan, tidak memanjang waktunya. Yang memanjang waktu adalah menyusun lafaz-lafaz ini, sedangkan lafaz tidak wajib. Was-was adalah kebodohan murniSesungguhnya orang yang was-was memaksakan dirinya menghadirkan dalam hatinya zuhur empat rakaat fardhu dalam satu keadaan terperinci dengan lafaz-lafaznya sambil dia memperhatikannya, dan itu mustahil.Seandainya dia memaksakan dirinya demikian dalam berdiri untuk alim, niscaya sulit baginya.Dari Miswar dia berkata: Mu'in bin Abdurrahman mengeluarkan kepadaku sebuah kitab dan bersumpah demi Allah bahwa itu tulisan ayahnya. Di dalamnya tertulis: Abdullah berkata: "Demi Dzat yang tidak ada ilah selain- Nya, aku tidak melihat seorang pun yang lebih keras terhadap orang-orang yang berlebihan daripada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak melihat setelah beliau yang lebih takut kepada mereka daripada Abu Bakar. Sesungguhnya aku mengira Umar adalah orang yang paling takut di muka bumi kepada mereka." ◦ Di antara orang yang was-was ada yang jika niatnya benar dan dia takbir, dia lalai dari sisa shalatnya seolah-olah tujuan dari shalat hanya takbir saja. Ini tipu daya yang dibongkar bahwa takbir dimaksudkan untuk masuk dalam ibadah. Bagaimana mengabaikan ibadah yang seperti rumah dan hanya sibuk menjaga pintu? ◦ Di antara orang yang was-was ada yang takbirnya benar di belakang imam padahal tersisa dari rakaat sedikit, lalu dia membaca iftitah dan ta'awwudz. Imam rukuk. Ini juga tipu daya karena yang dia mulai dari ta'awwudz dan iftitah adalah sunnah, sedangkan yang dia tinggalkan yaitu membaca al-Fatihah wajib bagi makmum menurut segolongan ulama. Maka tidak pantas mendahulukan sunnah atasnya. ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang sehingga mereka meninggalkan banyak sunnah karena kejadian-kejadian yang menimpa mereka. Di antara mereka ada yang sengaja tidak berada di shaf pertama sambil berkata: "Yang dimaksud adalah mendekatkan hati." Di antara mereka ada yang tidak meletakkan tangan di atas tangan dalam salat sambil berkata: "Aku tidak suka menampakkan kekhusyukan yang tidak ada dalam hatiku.". Kami telah meriwayatkan kedua perbuatan ini dari sebagian tokoh salehbesar, namun ini adalah masalah yang disebabkan oleh kurangnya ilmu.Dalam Shahihain dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya manusia mengetahuikeutamaan yang mereka peroleh dalam azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan cara lain kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundi."Dalam riwayat khusus Muslim dari hadisnya, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama, dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir."Adapun meletakkan tangan di atas tangan, itu adalah sunnah. Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunannya bahwa Ibnu Zubair berkata: "Meletakkan tangan di atas tangan adalah termasuk sunnah." Dan bahwa Ibnu Mas'ud pernah salat lalu meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanan, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam melihatnya dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri. ◦ Iblis telah menipu sebagian orang yang salat dalam hal makharijul huruf (tempat keluarnya huruf). Kamu akan melihatnya berkata "al-hamdu al-hamdu" sehingga dengan mengulang kata tersebut dia keluar dari aturan adab salat. Terkadang dia menipu dalam hal tahqiq tasydid (membenarkan huruf yang ditasydid), dan terkadang dalam mengeluarkan huruf dhad pada kata "al-maghdubi". Sungguh aku telah melihat orang yang mengucapkan "al-maghdubi" sehingga keluar ludah bersama keluarnya huruf dhad karena kuatnya penekanan. Padahal yang dimaksud hanyalah membenarkan huruf saja. Iblis mengeluarkan orang-orang ini dengan berlebihan melampaui batas tahqiq dan menyibukkan mereka dengan melebih-lebihkan huruf sehingga tidak memahami bacaan. Semua wasangka ini dari Iblis.Dalam riwayat khusus Muslim dari hadis Utsman bin Abi al-Ash, dia berkata:"Aku berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: 'Sesungguhnya setan telah menghalangi antara aku dengan salatku dan bacaanku, dia memusingkanku.' Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 'Itu adalah setan yang disebut Khinzab. Jika kamu merasakannya, makaberlindunglah kepada Allah darinya tiga kali dan ludahlah ke kirimu. ' Aku melakukan itu, maka Allah menghilangkannya dariku." ◦ Iblis telah menipu banyak orang dari kalangan orang bodoh yang beribadah. Mereka melihat bahwa ibadah hanyalah berdiri dan duduk saja. Mereka tekun dalam hal itu namun melalaikan sebagian kewajiban mereka tanpa mengetahuinya. Iblis juga menipu yang lain di antara mereka. Mereka memanjangkan salat dan memperbanyak bacaan, namun meninggalkan yang disunnahkan dalam salat dan melakukan yang dimakruhkan. ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang yang beribadah sehingga mereka memperbanyak salat malam. Di antara mereka ada yang begadang sepanjang malam dan lebih bergembira dengan qiyamul lail dan salat dhuha daripada bergembira dengan menunaikan fardhu. Kemudian dia tertidur menjelang fajar sehingga melewatkan salat fardhu, atau bangun lalu bersiap-siap untuk salat sehingga melewatkan jamaah, atau dia bangun dalam keadaan malas sehingga tidak mampu mencari nafkah untuk keluarganya. Jika ada yang berkata: "Kamu telah meriwayatkan kepada kami bahwa sekelompok salaf biasa menghidupkan malam," maka jawabannya: Mereka bertahap hingga mampu melakukan itu. Mereka yakin dapat menjaga salat fajar berjamaah. Mereka terbantu dengan qailulah (tidur siang) karena sedikitnya makanan, dan itu benar bagi mereka. Kemudian belum sampai kepada kami bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah begadang semalam tanpa tidur. Maka sunnahnyalah yang diikuti." ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang yang qiyamul lail sehingga mereka membicarakan hal itu di siang hari. Barangkali salah seorang dari mereka berkata: "Si fulan muazin azan pada waktu itu," agar orang-orang tahu bahwa dia sedang terjaga. ◦ Iblis telah menipu yang lain yang menyendiri di masjid-masjid untuk salat dan beribadah sehingga mereka dikenal karena hal itu. Keadaan mereka tersebar di antara manusia. Itu termasuk tipu daya Iblis yang menguatkan jiwa untuk beribadah karena mengetahui bahwa hal itu akan tersebar dan mendatangkan pujian. Dari Zaid bin Tsabit, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat wajib."Berkata penulis: "Keduanya (Bukhari dan Muslim) mengeluarkannya dalam Shahihain." Amir bin Abd Qais tidak suka dilihat orang saat salat. Dia tidak salat sunnah di masjid. Dia salat seribu rakaat setiap hari. Ibnu Abi Laila jika salat lalu ada yang masuk, dia berbaring ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang yang beribadah. Mereka menangis sementara orang-orang di sekitar mereka. Ini terkadang terjadi pada seseorang sehingga tidak bisa dicegah. Barangsiapa yang mampu menutupinya namun menampakkannya, maka dia telah terjatuh dalam riya. Dari Ashim: "Abu Wail jika salat di rumahnya menangis tersedu-sedu. Seandainya diberikan kepadanya dunia agar melakukannya di hadapan seseorang yang melihatnya, dia tidak akan melakukannya." Ayyub as-Sakhtiyani jika tangisan mengalahkannya, dia berdiri ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang yang beribadah. Kamu melihat mereka salat siang malam namun tidak memperhatikan perbaikan cacat batin dan makanan. Memperhatikan hal itu lebih utama bagi mereka daripada memperbanyak sunnah.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 6: Talbis Iblis #6

Tipu Daya Iblis terhadap Ahli Ibadah (Bagian 2)Tipu daya dalam masalah niat dan takbirWaswas dalam niat: banyak orang terjebak mengulang-ulang lafaz niat karena merasa niatnya batal. Padahal, niat itu ada di hati. Begitu kita berdiri untuk salat, kita sudah berniat.Mengulang takbir: Iblis membuat orang ragu saat Takbiratul Ihram sehingga ia mengulangnya berkali-kali. Akibatnya, ia kehilangan keutamaan takbir pertama bersama imam.Penyakit waswas ini muncul karena kebodohan terhadap agama dan adanya gangguan pada logika (akal).Kekeliruan skala prioritas (wajib vs sunnah)Mendahulukan yang sunnah: Ada orang yang masbuk (terlambat) sibuk membaca doa istiftah (sunnah) yang panjang, sampai-sampai ia tidak sempat membaca Al-Fatihah (wajib/rukun).Meninggalkan yang wajib demi sunnah: Contohnya, orang yang semangat salat malam (tahajud) tapi akhirnya ketiduran sehingga meninggalkan salat Subuh atau tidak salat Subuh berjemaah. Padahal, pahala amalan wajib jauh lebih besar.Meninggalkan sunnah karena alasan yang salahAda orang yang enggan melakukan sunnah karena takut dianggap pamer (riya). Contoh: Tidak mau salat di saf pertama karena takut riya.Prinsip: Kita harus tetap menjalankan sunnah dan melawan penyakit hatinya, bukan malah meninggalkan sunnahnya.Berlebih-lebihan dalam tajwid dan makhrajIblis menggoda ahli Quran untuk terlalu fokus pada makhraj (cara keluar huruf) secara berlebihan hingga mengulang-ulang satu huruf berkali-kali.Dampaknya: Seseorang jadi terlalu sibuk dengan teknis suara, sehingga lupa merenungi makna ayat yang sedang dibaca.Riya halus (menceritakan amal)Cerita Terselubung: Iblis menggoda orang untuk menceritakan ibadahnya secara halus. Contoh: "Tadi malam muazin azannya tepat waktu ya," (tujuannya supaya orang tahu bahwa dia bangun dan salat malam).Menghapus Pahala: Amalan yang seharusnya rahasia antara hamba dan Allah menjadi terbuka. Amalan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi jauh lebih utama dan lebih terjaga dari riya.Sifat para Salaf: ulama dahulu sangat kuat dalam menyembunyikan amalan. Mengabaikan hak tubuhIblis menggoda ahli ibadah untuk tidak tidur sama sekali demi beribadah. Padahal, tubuh memiliki hak untuk istirahat.Nabi Muhammad SAW melarang hal ini. Beliau mengajarkan kita untuk salat malam tapi juga harus tidur, agar saat salat fardu kita dalam kondisi segar dan fokus, bukan mengantuk.Kesimpulan:Ibadah yang paling baik adalah yang sesuai dengan dalil (sunnah) dan dilakukan dengan ikhlas. Jangan biarkan Iblis merusak pahala Anda melalui perasaan ragu-ragu (waswas), perasaan ingin dipuji (riya), atau sikap berlebih-lebihan yang justru keluar dari jalur agama.*keterangan: hari ini desain posternya berbeda dari sebelumnya karena batasan generate image di chat gpt nya sudah habis.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #6: talbis iblis terhadap ahli ilmu

Kerancuan dalam Niat dan Takbiratul Ihramwas” dalam niat: iblis membuat orang mengulang-ulang ucapan niat (misalnya "Usolli") karena merasa niatnya batal.                        "النِيَّةُ مَحَلُّهَا فِي الْقَلْبِ لَا بِاللَّفْظِ"mengulang takbir: iblis menggoda orang untuk membatalkan takbir berkali-kali hingga ia luput dari keutamaan awal shalat bersama Imam.sumpah yang berlebihan: saking was-wasnya, ada yang sampai bersumpah:"لَوْ عَاوَدْتُ التَّكْبِيرَ طَلَّقْتُ زَوْجَتِي"(Jika aku mengulang takbir lagi, aku ceraikan istriku) hanya agar bisa berhenti dari was-was tersebut.Hakikat was”was” dalam niat shalat adalah bukti adanya kekacauan pada akal(الْوَسْوَسَةُ سَبَبُهَا خَلَلٌ فِي الْعَقْلِ)dan kebodohan terhadap syariat.Salah Prioritas: Mendahulukan Sunnah daripada WajibIblis menggoda makmum masbuk untuk sibuk membaca doa istiftah padahal Imam sudah mau rukuk. ia meninggalkan yang wajib (membaca Al-Fatihah).begadang untuk shalat malam (tahajjud) namun ketiduran sehingga meninggalkan shalat Subuh.Meninggalkan Sunnah Karena Alasan "Hati"Menghindari Saf PertamaSeseorang sengaja berdiri di saf belakang dengan alasan agar lebih khusyuk atau takut riya,"لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا".Tidak Sedekapsengaja tidak meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri karena takut dianggap pura-pura khusyuk.jalankan sunnah dan lawan penyakit hatimu, bukan malah meninggalkan sunnah.Berlebihan dalam Makharijul Huruf (Tajwid)setan menyibukkan orang dengan terlalu menekan makhraj huruf (ex: ض) secara berlebihan hingga keluar air liur/ludah: حَتَّى يَخْرُجَ رِيقهhal ini membuat seseorang lupa merenungkan makna ayat yang sedang dibaca.Kebodohan dalam Aturan Ibadahlangsung ikut salam begitu Imam salam, padahal ia belum menyelesaikan bacaan Tasyahud.memaksa tetap solat walaupun ngantuk, padahal Nabi memerintahkan untuk tidur dahulu agar ia tidak mencaci dirinya sendiri saat berniat istigfar."إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَرْقُدْ"Tipu Daya Riya (Pamer) yang HalusMenceritakan amal secara tersiratDengan bercerita, amalan yang tadinya tercatat di buku amalan rahasia berpindah ke buku amalan yang diperlihatkan, sehingga pahalanya berkurang.Pura-pura sakit untuk menyembunyikan tangis saat ibadah, lalu mengambil tisu dan berkata:"الزُّكَامُ شَدِيدٌ" (Flu ini sangat berat).Ibnu Abi Laila: jika sedang shalat lalu ada orang masuk, ia akan langsung berbaring/pura-pura tidur agar ibadahnya tidak diketahui orang lain.Prinsip Utama Melawan TalbiIkuti jalan asal/sunnah yang jelas, bukan mengikuti "perasaan" atau pendapat tokoh tertentu yang menyalahi dalil.Tubuh memiliki hak untuk istirahat:"إِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا".Amal yang disembunyikan jauh lebih baik:"مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَكُونَ لَهُ خَبْءٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ".

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Materi 6 : talbis IBLIS terhadap ahli ilmu bagian ke-2

Rangkuman Kajian: Talbis Iblis #6 (Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu – Bagian 2)1. Mengapa Iblis Sangat Ambisius Menipu Ahli Ilmu?Iblis memahami bahwa menjatuhkan seorang awam hanya merugikan individu tersebut. Namun, jika iblis berhasil menyimpangkan seorang ahli ilmu (ulama/penuntut ilmu), maka dampaknya akan merusak masyarakat luas karena mereka adalah rujukan umat. Iblis masuk bukan lewat pintu maksiat kasar, melainkan lewat celah-celah halus dalam aktivitas keilmuan mereka.2. Tipu Daya Spesifik pada Berbagai Golongan Ahli IlmuIbnul Jauzi memetakan bagaimana iblis menyesatkan para pakar di bidangnya masing-masing:Talbis pada Ahli Hadits (Muhadditsin):Iblis menipu sebagian mereka sehingga menghabiskan seluruh waktu dan umur hanya untuk berburu sanad yang asing (gharaib), mengoleksi jalur periwayatan, dan sibuk menulis tanpa sempat memahami fiqh (kandungan hukum) dari hadits yang mereka hafal. Mereka merasa sudah selamat hanya dengan mengoleksi hadits, padahal tidak mengamalkannya.Talbis pada Ahli Fiqh (Fuqaha):Sebagian ahli fiqh ditipu hingga masuk ke dalam jebakan perdebatan (jidal) yang tujuannya bukan lagi mencari kebenaran, melainkan demi menjatuhkan dan mempermalukan lawan bicara. Celah lainnya adalah mencari-cari hiyal (muslihat/celah hukum) untuk menghalalkan yang haram demi menyenangkan pihak tertentu atau penguasa.Talbis pada Ahli Bahasa & Sastra (Ahli Nahwu/Lughah):Iblis membuat mereka terlena dan menghabiskan umur puluhan tahun dalam memperdebatkan detail-detail rumit ilmu tata bahasa dan sastra kuno, hingga melalaikan ilmu yang fardhu 'ain (seperti perbaikan akidah, cara bersuci, dan shalat yang benar).Talbis pada Para Mubaligh / Penceramah (Al-Wa'izh):Iblis menipu sebagian penceramah agar suka membawakan kisah-kisah aneh, dongeng, atau bahkan hadits palsu/lemah hanya demi membuat jamaah menangis atau tertawa. Fokus mereka bergeser dari mengedukasi umat menjadi sekadar mencari panggung, popularitas, dan pujian.3. Dua Penyakit Kronis Ahli Ilmu di Bagian KeduaUst. Firanda menekankan dua jebakan paling mematikan yang kerap mengintai para pemilik ilmu:⚠️ Penyakit Hasad (Dengki) Antar Sesama"Hasad yang paling tajam sering kali terjadi di antara orang yang seprofesi, termasuk di antara sesama ahli ilmu."Iblis meniupkan rasa tidak suka, iri, dan dengki ketika melihat ada ulama atau penuntut ilmu lain yang memiliki jamaah lebih banyak, kitabnya lebih laris, atau lebih dihormati oleh masyarakat. Hal ini membuat sebagian ahli ilmu tega mencari-cari kesalahan saudaranya demi menjatuhkan reputasinya.⚠️ Fitnah Kedekatan dengan Penguasa (Ulama Su')Iblis mengaburkan batasan dalam berinteraksi dengan pemerintah/penguasa. Mereka ditipu dengan alasan "ingin memberikan nasihat", namun hakikatnya adalah untuk mencari:Fasilitas duniawi dan harta.Jabatan, kedudukan, dan legitimasi.Pembenaran (stempel syar'i) atas kebijakan penguasa yang keliru demi mengamankan posisi mereka sendiri.💡 Kesimpulan & Solusi KeselamatanBenteng utama bagi para ahli ilmu dan penuntut ilmu agar selamat dari talbis ini adalah senantiasa memperbarui keikhlasan niat, rajin mengintrospeksi diri (muhasabah), serta menyadari bahwa ilmu yang tidak membuahkan rasa takut kepada Allah (Khasyyah) dan tidak diamalkan justru akan menjadi bumerang (hujjah) yang memberatkan mereka di akhirat.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
M
Marni

📍 Kota Bogor

Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu

Talbis Iblis Terhadap Alhi Ilmu Ustadz Firanda Andirja Diantara tipu daya iblis dalam sholat : - Dia menyangka niatnya batal padahal tidak batal. - Mengulang ngulang takbir, tidak perlu ragu ragu - harus mengumpulkan niat dalam satu waktu. - sibuk dalam niat sholat tapi kebelakangnya tidak diperhatikan, seakan-akan mengutamakan niat dan yang lain dilalaikan. - sibuk dengan yang wajib dan meninggalkan sunah. - meninggalkan banyak sunah sunah nabi. - menggoda dengan makharijul huruf dalam bacaan sholat dan lupa dengan makna makna. - mengganggu dengan memanjang manjangkan sholat - sibuk dengan yang sunah dan meninggalkan yang wajib, cth sibuk sholat malam dan kesiangan sholat subuh - fitnah menceritakan amal sholeh atau riya, jika sudah ada sinyal untuk riya maka segera berhenti bercerita Itu semua adalah godaan iblis atau was was syaitan

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Talbis iblis-6 ustadz firanda adirja

🌿 TALBIS IBLIS #6🖋️ Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.📖 TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bag. 2)🟨 WAS-WAS DALAM SHALAT• Iblis menimbulkan keraguan dalam niat, wudhu, dan takbir.• Niat tempatnya di hati, tidak wajib dilafalkan.• Syariat Islam itu mudah dan ringan.• Sibuk menyempurnakan lafaz niat dapat membuat lupa hakikat shalat.🔴 POIN PENTINGNiat adalah rukun shalat dan hadir bersamaan dengan takbiratul ihram.🟨 TALBIS DALAM IBADAH• Terlalu sibuk dengan bacaan sunnah hingga melupakan yang wajib.• Fokus pada kesempurnaan makhraj dan tasydid sampai lalai memahami makna ayat.• Tergesa-gesa menyelesaikan tasyahud karena mengikuti imam.• Memanjangkan ibadah sunnah hingga melalaikan kewajiban.🔴 INGAT!Ibadah terbaik adalah yang sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ, bukan yang berlebihan.🟨 TALBIS RIYA'• Menceritakan amal shalih agar mendapat pujian manusia.• Menampilkan ibadah agar dipandang saleh.• Setan menggoda ahli ibadah melalui rasa bangga dan pujian.🌿 KAIDAH PENTING"Ikuti dalil dan sunnah, jangan berlebihan dalam ibadah, serta dahulukan yang wajib daripada yang sunnah."📚 Sumber Kajian:Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi@komunitasbeekins #jejakcahaya

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

Day-6 TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAH BAGIAN 2

Talbis Iblis terkait niat sholat; ada yang berkata, "Saya berniat sholat ini" dan orang tersebut mengulanginya lagi seakan-akan niat sebelumnya sudah dibatalkan, lalu orang tersebut mengulangi niatnya hingga berkali-kali lagi. Padahal niat itu tidak terbatalkan. Jika seseorang sudah berniat sholat, tetapi lafal yang diucapkannya tidak pas, maka cukup mengganti lafalnya tak perlu mengulang-ulang niatnya. Karena niat sholatnya sudah ada. Seharusnya tidak perlu ragu-ragu, karena sholatnya sudah sah dengan niat yang benar.Lalu ada lagi orang yang bertakbir ketika sholat, kemudian membatalkan lagi. Lalu bertakbir lagi, hingga berulang-ulang. Dan saat imam ruku' orang tersebut bertakbir lalu langsung ruku' karena takut ketinggalan rakat. Padahal sebelumnya sangat ragu-ragu akan takbirnya. Apa yang membuat orang tersebut yakin akan niat takbirnya, padahal sebelumnya ragu-ragu? aitu semua karena godaan iblis, karena iblis ingin orang tersebut terluputkan dari keutamaan takbiratul ihram, dari keutamaan di awal sholat, dan sebagainya.Ada pula orang yang was-was hingga bersumpah dengan nama Allah, "Demi Allah aku mau takbir cuman sekali ini saja!" Bahkan ada yang bersumpah agar kokoh agar bertakbir cuman sekali dengan mengatakan, "Jika aku ulangi takbir, semua harta aku tinggalkan!" Ini semua talbis dari iblis. Ingatlah bahwa syariat Islam itu mudah, ringan dan selamat dari segala kekurangan apapun. Nabi dan para sahabat tidak pernah melakukan hal ini.Telah sampai pada kami, riwayat dari Abu Hazim rahimahullah ta'ala, beliau masuk masjid. Disaat memasuki masjid, iblis membisikkan talbis was-was dengan berkata, "Wahai Abu Hazim, sesungguhnya engkau sholat tanpa wudhu". Kemudian Abu Hazim menjawab iblis, seraya berkata, "Sejak kapan engkau menasehati ku hingga seperti ini, wahai iblis". Dan untuk menghilangkan kerancuan dan was-was talbis iblis, maka tak perlu dengan cara mengulang-ulang niat, mengulang-ulang takbir demi menghadirkan niat, karena sebenarnya niat itu sudah ada. Karena engkau tadi berdiri hendak menjalankan sholat fardhu. Dan keinginanmu untuk sholat, itu sudah merupakan niat. Karena tempatnya niat adalah di hati bukan di lisan. Namun jika engkau mengulang-ulang niatmu karena untuk memperbaiki lafalmu, ingatlah bahwa melafalkan niat tidak wajib. Dan engkau sudah benar lafalmu.Al Imam Ibnu Jauzi berkata, "Sebagian guru kami telah meriwayatkan dari Ibnu Aqil sebuah hikayat yang menakjubkan. Ada seorang bertemu dengan Ibnu Aqil, kemudian orang ini bertanya, "Wahai Ibnu Aqil, sesungguhnya aku telah membasuh anggota wudhu misalnya, kemudian aku mengatakan bahwa aku belum membasuhnya, kemudian aku berwudhu tapi perasaan mengatakan sudah membasuh wudhu, dan lisan saya mengatakan belum membasuh wudhu. Kemudian saat aku bertakbir, aku mengatakan bahwa aku belum bertakbir". Maka Ibnu Aqil berkata, "Kalau begitu engkau tidak usah sholat! Karena sholat tidak wajib bagimu!" Maka sebagian orang yang bertanya kepada Ibnu Aqil, "Bagaimana engkau bilang bahwa sholat tidak wajib bagi dia?" Maka Ibnu Aqil menjawab, "Nabi berkata , bahwa orang gila diangkat pena darinya hingga orang gila tersebut sadar". "Siapa yang bertakbir kemudian bilang, saya belum bertakbir, maka orang tersebut tidak berakal, karena orang gila tidak wajib sholat.""Jika seseorang berdiri untuk sholat/malaksanakan fardhu sholat, maka perkara ini sudah terbetik dalam jiwanya, dalam satu saat. "Saya ingin sholat Dzuhur!" "Saya ingin sholat ashar!" Dan sudah jelas ia berniat sholat. Tidak butuh waktu yang lama dalam meniatkan apalagi menguraikan. Yang membuat lama adalah menguraikan lafalnya secara detail padahal sudah tahu hendak sholat fardhu apa, menghadap Kiblat, sebagai makmum, bukan sholat qodho, sebanyak berapa rakaat.Al Imam Ibnu Jauzi hendak mengingatkan kepada kita bahwa berniat itu sangatlah mudah.Niat sholat boleh didahulukan sebelum takbiratul ihram dengan waktu yang sebentar selama tidak membatalkan niatnya. Dalam kaidah fiqih mengatakan, bahwa niat adalah rukun sholat dan niat itu harus dihadirkan dalam rukun pertama dalam sholat. Misal ketika hendak berwudhu, rukun wudhu adalah membasuh wajah kemudian membasuh kedua tangan , kemudian membasuh kepala dan membasuh kaki. Adapun cuci tangan adalah sunnahnya.Menurut ulama fiqih, berniat wudhu hendaklah disaat ketika membasuh rukun wudhu yang pertama, yaitu saat membasuh wajah. Sehingga harus dihadirkan bebarengan antara niat dengan rukun pertama, karena termasuk ibadah. Adapun saat sholat, rukun pertama sholat adalah saat takbiratul ihram, "Allahu Akbar" dan dibarengi dengan niat.Karena menghadirkan niat harus bebarengan dengan rukun pertama dari suatu ibadah inilah yang memunculkan was-was syaithon.Dari Mis'ar, dia mengatakan bahwa Man'an bin Abdurrahman telah mengeluarkan kepada Mis'ar suatu kitab tulisan hadits dan bersumpah bahwa kitab tersebut dari catatan tulisan tangan bapaknya Man'an bin Abdurrahman. Dan ternyata dalam catatan tersebut, Abdullah bin Mas'ud mengatakan bahwa demi dzat yang tidak ada sesembahan selainNya, dan akuntidak melihat seorang pun yang lebih tegas terhadap orang yang berlebih-lebihan. Dan Rasulullah sangat tegas terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan. Dan Abdullah bin Mas'ud juga mengatakan bahwa ia tidak melihat seorangpun yang paling khawatir terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan kecuali Umar bin Khattab. Dan menurut Abdullah bin Mas'ud, Umar bin Khattab adalah orang yang paling keras terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan dalam beribadah.Talbis iblis yang lainnya adalah, adanya seseorang yang sibuk untuk memperbaiki lafal niatnya apakah sudah tepat atau belum, sementara sholatnya tidak diperhitungkan. Jadi orang-orang yang terkena was-was syaithon merasa jika niat dan takbirnya sudah tepat lafalnya, maka mereka menganggap sholatnya sudah santai sehingga tidak memperhatikan apa yang selanjutnya. Seakan-akan sholat itu hanya menjelaskan niat dan takbir.Talbis iblis kepada orang yang masbuk sholat, adalah saat tertinggal rukun takbir pertamanya imam, orang yang masbuk tak perlu membaca doa oftitah dan ta'awudz. Langsung saja membaca Al-Fatihah. Terlebih bacaan surat pendek imam sudah hampir mendekati ruku'. Sebab doa oftitah dan ta'awudz itu Sunnah sedangkan membaca Al-Fatihah adalah wajib.Jika imam sudah ruku', maka segeralah selesaikan Al-Fatihah. Karena Al-Fatihah wajib.Talbis iblis bagi orang-orang yang meninggalkan sunnah-sunnah dikarenakan kondisi pribadi dirinya. Misalnya ada seseorang yang khawatir riya' jika berada di shaf depan. Al Imam Ibnu Jauzi menasehatkan agar membaiki hati dengan memerangi riya' dan kerjakan Sunnah.Jangan mengikuti orang-orang Sholih yang mengingkari sunnah, karena seorang mukmin itu terikat dengan dalil. Maknanya yang dijadikan patokan dalam beragama adalah dalil. Karena orang-orang sholih bisa salah, kurang ilmu dan tidak maksum.Talbis iblis kepada orang-orang yang sholat tetapi was-was terhadap makhojul huruf dalam bacaan sholatnya. Hingga mengulang-ulang terus bacaan karena kurang pas pelafalan makhojul hurufnua. Sementara lupa akan makna bacaannya. Padahal makhojul huruf merupakan sarana dalam mengetahui makan-makan bacaan Al-Quran.Talbis iblis kepada imam yang memanjang-manjangnya sholatnya. Padahal sunnahnya sholat dengan waktu yang tidak dipanjang-panjangkan. Sebab bisa jadi ada makmum tua yang tidak kuat berdiri lama.Talbis iblis kepada orang yang mementingkan Sunnah tapi meningkatkan hal wajib. Misalnya melalui sholat malam sepanjang malam tetapi meninggalkan sholat subuh karena ngantuk. Padahal sholat subuh berjamaah lebih utama dan disukai daripada sholat malam sepanjang malam. Rasulullah pun menganjurkan agar tidur dahulu sebelum sholat malam hingga ngantuknya hilang.Talbis iblis kepada orang yang memperlihatkan amal sholih. Di zaman sekarang banyak orang yang mempublish segala amalan seperti saat pergi haji. Tentunya pahalanya berbeda antara amalan yang disembunyikan dengan amalan yang diperlihatkan.Talbis iblis kepada orang-orang yang membaca Al-Quran. Orang-orang ini membaca Al-Quran di masjid hingga menjadi perhatian orang. Hingga banyak orang yang sholat dibelakangnya. Dan orang tersebut semakin semangat beribadah membaca Al-Quran karena banyak yang mengikutinya (viral).Riya' adalah talbis iblis yang sangat nyata dan diketahui oleh manusia tapi memilih untuk tidak menggubris. Manusia sebenarnya sadar jika dirinya sedang riya' namun memilih untuk tak perduli terhadap sinyal riya'.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 6

Talbis iblis 6 terhadap ahli ilmu‎Tipu daya muslihat iblis yang menjadikan ibadah kita terganggu‎Iblis ingin merusak ibadah kita‎Diantaranya tipu daya muslihat iblis dalam niat shalat‎Dia menyangka niatnya batal‎Sudah takbir dia bilang belum‎Sudah basuh dia bilang belum‎Itu orang gila‎Dan orang gila tidak boleh shalat sampai dia berakalSaya pengen shalat dzuhur, saya pengen shalat ashar, sudah jelas Tidak butuh waktu yang lamaTidak perlu di uraikanKalau kamu berangkat ke masjid pasti kamu sudah terbetik mau ke masjid shalat maghrib 3 rakaat, ga perlu di uraikan saya mau shalat maghrib 3 rakaat menghadap kiblat di masjid ini, ga perluYang butuh waktu panjang itu yang kamu uraikanAku berniat usholli fardhol dzuhri tapi kalau sudah di dalam hati itu sudah cepatTidak perlu kau merangkai niat yang kau uraikan lafal lafal dan lafal lafal itu gak wajib, dan itu murni kebodohanMeskipun kita mengucapkan dalam hati lafal lafal nya memang susah kalau kita uraikanSaya pengen shalat maghrib 3 rakaat menghadap kiblat menjadi ma'mum selesai sudah otomatis tidak perlu di uraikanDan niat itu boleh didahulukan sebelum takbirIblis selalu berusaha menipu kita dari yang wajib dan yang utama.‌Talbis iblis terhadap niat shalatMengulang ulang niat karena raguMengulang takbir saat imam rukuBersumpah dengan nama Allah karena was was‌Talbis iblis terhadap sibuk dengan sunnah hingga meninggalkan yang wajib‌Talbis iblis meninggalkan sunnah karena takut riya'‌Talbis iblis terlalu fokus pada makhraj huruf‌Talbis iblis menganggap ibadah hanya sekedar gerakanContoh : tidak menyelesaikan tasyahud karena imam sudah salam‌Talbis iblis memanjangkan shalat‌Talbis iblis sunnah tapi lalai shalat wajibAllahu akbar sambil merenungkan lafal niat Menggabungkan niat sambil membayangkan Allah Maha Besar dengan menghadirkan niat usholli Meresapi niat sekaligus takbir dan niatnya panjang dan ini susah, dan islam tidak se susah ituKalau kita niat lalu menggabungkan dengan rukun yang pertama takbir itu sulitIni menimbulkan shalat nya jadi was was dan di ulang ulang terusIni tidak dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat‌Talbis iblis menceritakan amal shalih‌Talbis iblis saat membaca al qur'an‌Talbis iblis menangis di hadapan orangJangan terlalu fokus pada takbir setelahnya kau lalaikanDo'a istiftah ini sunnahJalani sunnah lawan riyaMasalah riya kamu lawanNiatnya baik tapi itu menyelisihi sunnahIni karena kurangnya ilmuKalau ada kesempatan di shaf awal ya di shaf awal jangan takut riya'Jangan tinggalkan sunnahYang jadi patokan nya adalah dalil adalah syariatUlama berselisih kita cari syariatTalbis iblis adalah was was dari iblisIblis menggoda pada kalangan orang bodohMengucapkan bacaan shalat di siang hari adalah sirr Sibuk dengan perkara yang sunnah dan melalaikan yang wajibMereka memperpanjang shalat malam shalat malam ada yang begadang dan dia seneng bisa shalat malam dia seneng bisa shalat dhuha kemudian dia ngantuk shalat shubuhnya tertundaSeseorang harus bisa lebih bahagia kalau dia shalat shubuh berjamaah, shalat fardhu berjama'ah di masjid‎‎

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Ringkasan Bab 6#TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU Bag.2

TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU bag.2Al Imam Ibnul Jauzi mengatakan, salah satu nya masalah niat dalam sholat, seperti seseorang berkali2 niat sholat karena merasa lafaz nya keliru,pdhal itu tdk perlu. Karena semua itu godaan iblis, agar Iblis ingin dia luput dri keutamaan takbiratul ihram. Maka untuk menghilangkan was2 ini, kalau tujuan mu tuk menghiadirkan niat shg kau ulangi Allahu Akbar berkali2, maka sebenarnya niat mu sdh ada. Tuk apa kau ulangi niat. Karena kau td sdh berdiri tuk sholat fardhu,maka keinginan mu sdh termasuk niat,dan tempat niat itu di hati bukan di lafadz. Kau sdh ucapkan, tp merasa blm mengucapkan,ini adl penyakit. Karena itu jika seseorng berdiri untuk melalsanakan fardhu sholat maka ini perkara yg sdh tergambar dlm jiwa nya bahwa dia ingin sholat. Ibnu Jauzi mengingatkan,tidak perlu merangkai niat,diuraikan dalam lafadz2,dan was2 itumurni kebodohan. Kemudian beliau mengatakan, boleh niat didahulukan sebelum takbir dg waktu yg sebentar., selama dia tidak membatalkan niatnya. Niat itu adalah rukun sholat, dan niat itu harus dihadirkan bersama kepada rukun pertama dalam sholat.Diantara Talbis Iblis seseorng sibuk masuk dlm sholat sementara yg belakang nya tidak dia perhatikan terlalu sibuk urusan niat akhirnya sholat malah tak dia perhatikan. Diantara org yg kena was2 kl dia merasa niat dan takbir nya sdh ompas,maka dia sudah santai, sehingga dia tdk perhatikan selanjutnya seakan2 tujuan sholat adl mengepaskan takbir dan niat. Dan ini talbis iblis, dan menghilangkan nya dh mengetahui bahwa takbir adl masuk dlm sholat. Diantara was2, sibuk dg yg sunnah kemudian meninggalkan yg wajib. Ini perkara krn kurangnya Ilmu. Dalam hal apapun yg kita lakukan, yg menjadi patokan adalah dalil.Diantara pasal ttg keluar dri undang-undang Ibadah yaitu mengagungkan Allah Subhanahu wa ta'ala,menjalankan ibadah dg khusyuk. Iblis terkadang menggoda org yg sholat dg masalah makhorijul huruf, sehingga mengulang2 huruf2 ketika membaca surah. Dan iblis membuat mereka jdk berlebih2an dan lbh fokus untuk ke tajwid bukan makna ayat, dan ini talbis iblis.Iblis menggoda ahli ibadah yg kurang ilmu dlm perkara2 ibadah. Mereka kurang dalam melaksanakan perkara2 wajib dalam ibadah yg mereka lakukan. Fitnah menceritakan amal sholeh. Iblis telah menipu sekelompok org yg suka shalat malam. Amal sholeh yg disembunyikan itu lebih baik. Para salaf, mereka selalu menyembunyikan ibadah yg mereka lakukan. Allah memberi nafsu lawamah pada diri kita yaitu, jiwa yg suka mencela. Ini adalah kontrol tuk diri kita ketika melakukan maksiat. Ini adalah rem untuk diri kita. Tutup pintu pintu riya dalam ibadah.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #6

Catatan KajianTalbis iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) - Ust Dr. Firanda Andirja M.A (YouTube channel @FirandaAndirjaOfficial)Kitab "Talbis Iblis"Ditulis oleh Imam Ibnul Jauzi rahimahullaah Ta'ala Talbis Iblis dalam Urusan Niat, Takbir, dan Sumpah Was-was * Pengulangan lafal niat secara lisan karena ragu merupakan gangguan iblis, sebab niat di dalam hati tidak batal hanya karena salah ucap. * Mengulang-ulang Takbiratul Ihram merupakan jebakan setan agar seorang hamba kehilangan keutamaan di awal Sholat bersama imam. * Bersumpah ekstrem seperti ingin menceraikan istri atau menyedekahkan seluruh harta agar tidak mengulang takbir lahir dari kebodohan, karena syariat Islam itu mudah. * Kisah Abu Hazim yang menepis bisikan iblis tentang dirinya belum berwudhu dengan menegaskan bahwa iblis tidak mungkin memberikan nasihat yang tulus. * Niat sudah ada sejak seseorang berdiri dan melangkah untuk Sholat fardhu, sehingga tidak perlu memaksakan uraian lafal panjang bersamaan dengan Takbiratul Ihram.Hakikat Niat Secara Akal dan Syariat (Kisah Ibnu Aqil) * Ibnu Aqil menegur keras orang yang was-was telah membasuh anggota wudhu dan takbir dengan menyebut Sholat tidak wajib baginya, karena orang gila diangkat pena syariat darinya. * Niat bersifat spontan dan tidak rumit, analoginya seperti seseorang yang langsung berdiri saat melihat orang alim tanpa perlu melafalkan niat berdirinya. * Gambaran utuh mengenai Sholat fardhu sudah otomatis terkumpul di dalam hati dalam satu waktu yang singkat tanpa perlu diurai lewat kalimat yang panjang.Ketegasan Para Sahabat terhadap Sikap Berlebih-lebihan (Mutanatti'un) * Abdullah bin Mas'ud menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang paling keras dalam melarang sikap mempersulit diri melebihi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. * Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan tokoh yang paling mengkhawatirkan munculnya sikap kaku dan berlebihan dalam beragama setelah wafatnya nabi. * Umar bin Khattab dikenal sebagai orang yang paling keras tindakannya di muka bumi terhadap siapa saja yang bersikap berlebih-lebihan tanpa contoh dari nabi.Prioritas Ibadah dan Menghindari Jebakan Prioritas yang Terbalik * Terlalu fokus mengepaskan takbir di awal namun mengabaikan kekhusyukan di sisa rakaat adalah talbis iblis, karena takbir hanyalah pintu masuk Sholat. * Makmum masbuk harus mendahulukan hal yang wajib yaitu membaca Al-Fatihah, bukan malah menyibukkan diri dengan doa istiftah atau taawudz yang hukumnya Sunnah. * Kisah masa kecil Ibnu Jauzi yang ditegur gurunya, Abu Bakar Ad-Dinavari, agar selalu menyibukkan diri dengan perkara wajib dan meninggalkan yang Sunnah jika waktu sempit.Larangan Menyelisihi Sunnah Atas Alasan Kondisi Pribadi * Mundur ke saf belakang karena alasan pribadi seperti takut terjangkit penyakit riya, adalah keliru, karena Sunnahnya adalah mengejar saf pertama sambil melawan riya,. * Menolak bersedekap karena takut dituduh sok khusyuk menyalahi Sunnah nabi yang bahkan pernah membetulkan langsung posisi tangan Ibnu Mas'ud yang terbalik. * Patokan utama dalam beragama adalah dalil sahih dari wahyu, bukan pendapat atau amalan individu figur saleh karena ulama tidak maksum.Berlebihan dalam Makharijul Huruf dan Tajwid saat Sholat * Memaksakan makhraj huruf secara ekstrem hingga mengulang kata atau membuat air liur memercik keluar saat membaca huruf Dhad dapat merusak aturan Sholat. * Fokus berlebihan pada urusan teknis tajwid lahiriah membuat pikiran seseorang melalaikan esensi utama Al-Qur'an yaitu merenungkan makna mendalam ayat.Mengatur Ritme Ibadah Sesuai Hak Tubuh (Menepis Was-was Sholat Malam) * Mengeraskan suara Sholat Sunnah di siang hari untuk mengusir kantuk menyalahi Sunnah sirr, karena jalan keluar yang syar'i saat mengantuk berat adalah tidur. * Begadang semalam suntuk untuk tahajud namun akhirnya ketiduran dan melewatkan Sholat Subuh berjamaah adalah kesalahan besar dalam skala prioritas. * Husain Al-Qazwini yang mondar-mandir di siang hari agar tidak tertidur dikritik sebagai bentuk kebodohan karena tubuh memiliki hak untuk diistirahatkan. * Nabi memerintahkan mencopot tali gantungan Sholat milik Zainab dan bersabda agar seseorang Sholat di kala bugar serta dipersilakan duduk jika lelah. * Pola Sholat malam paling ideal adalah meneladani Nabi Daud yang tidur setengah malam pertama, Sholat sepertiga malam, dan tidur lagi seperenam malam terakhir. * Riwayat ulama salaf yang kuat beribadah semalam suntuk dilakukan secara bertahap, dibantu tidur siang (qailulah), serta porsi makan yang sedikit.Fitnah Mempublikasikan Amal Saleh (Riya, dan Ghibah secara Halus) * Memuji muadzin yang azan tepat waktu agar orang lain paham bahwa dirinya terjaga untuk Sholat malam termasuk bentuk riya, yang samar atau malu-malu. * Menyindir orang lain yang selalu terlambat Sholat Subuh merupakan perpaduan antara riya, memuji diri sendiri secara tidak langsung dan perbuatan ghibah. * Menceritakan amalan secara sukarela dapat memindahkan catatan pahala dari kategori amal rahasia yang tersembunyi menjadi amal yang tampak di permukaan.Jebakan Beribadah di Depan Publik dan Menyembunyikan Tangisan * Menjadi lebih bersemangat beribadah karena jamaah mengikuti di belakang dan ingin mendengarkan pujian manusia termasuk racun kepopuleran yang dimasukkan iblis. * Sebaik-baik Sholat seseorang adalah di rumahnya kecuali untuk Sholat fardhu, sebagaimana para salaf yang menyembunyikan Sholat Sunnah mereka dari pandangan orang. * Ibnu Abi Laila akan langsung berpura-pura tidur berbaring apabila ada orang lain yang mendadak masuk ke dalam kamarnya saat ia sedang Sholat. * Alarm internal berupa nafsul lawwamah akan memberikan sinyal di dalam hati sesaat sebelum seseorang terjerumus ke dalam perilaku riya, atau pamer. * Sengaja menampakkan tangisan, dibuat-buat, atau menyewa orang untuk memicu tangisan jemaah dilarang karena membuka pintu riya, lebar-lebar. * Jika seseorang masih mampu menahan tangisannya di depan publik, maka Sunnahnya adalah menahannya atau segera pergi menyamarkannya seperti berpura-pura flu.Kesimpulan * Inti dari kajian ini menegaskan bahwa esensi beragama harus selalu berpatokan pada kemudahan serta dalil sahih yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat. * Segala bentuk sikap ekstrem, was-was, berlebih-lebihan dalam ibadah lahiriah, serta salah dalam menyusun skala prioritas antara amalan wajib dan Sunnah merupakan bentuk tipu daya iblis yang bersumber dari kebodohan terhadap syariat. * Menjaga keikhlasan dengan menutup rapat semua celah riya, dan pamer amalan, serta memenuhi hak tubuh secara proporsional adalah kunci utama agar ibadah tidak rusak dan diterima di sisi Allah.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan pertemuan ke 6

Ringkasan Kajian Talbis Iblis #5 Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah dalam Ibadah Mereka (Bagian 2)Pemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهKitab:Talbis IblisKarya Imam Ibnu al-Jauzi رحمه الله--- PendahuluanImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa setan tidak selalu menggoda manusia dengan maksiat. Terkadang ia justru masuk melalui pintu ibadah, sehingga seseorang merasa sedang mendekat kepada Allah padahal sebenarnya telah terjatuh dalam kesalahan, waswas, riya, atau sikap berlebihan yang tidak diajarkan syariat.--- 1. Talbis Iblis dalam Niat dan Takbiratul IhramSalah satu bentuk waswas yang sering menimpa ahli ibadah adalah keraguan dalam niat dan takbir.Contohnya: Mengulang-ulang lafaz niat. Mengulang takbir berkali-kali. Merasa niat batal padahal tidak batal.Merasa takbir belum sah padahal sudah sah.Padahal:Niat tempatnya di hati. Niat sudah ada ketika seseorang berdiri untuk salat.Melafalkan niat bukan syarat sah salat. Rasulullah ﷺ dan para sahabat tidak pernah mengulang-ulang niat atau takbir.Imam Ibnu al-Jauzi menegaskan bahwa waswas semacam ini berasal dari kebodohan terhadap syariat dan tipu daya setan.--- 2. Jangan Terlalu Fokus pada Permulaan SalatSebagian orang sangat sibuk memastikan niat dan takbirnya sempurna, namun setelah masuk salat justru lalai dalam kekhusyukan.Padahal:Takbir adalah pintu masuk salat, bukan tujuan salat.Tujuan utama adalah menjalankan seluruh salat dengan benar dan khusyuk, bukan hanya menyempurnakan permulaannya.---3. Mendahulukan yang Wajib daripada yang SunnahDi antara talbis iblis adalah membuat seseorang sibuk dengan amalan sunnah hingga melalaikan yang wajib.Contohnya:Terlambat mengikuti imam karena sibuk membaca doa istiftah. Memaksakan membaca ta'awudz dan doa pembuka padahal imam hampir rukuk.Akibatnya tidak sempat membaca Al-Fatihah.Kaidah penting:Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.---4. Jangan Tinggalkan Sunnah karena Alasan PribadiSebagian orang meninggalkan sunnah dengan alasan menjaga hati.Misalnya: Tidak mau berada di saf pertama karena takut riya.Tidak bersedekap saat salat karena takut dianggap khusyuk.Menjauhi amalan sunnah karena khawatir dipuji.Imam Ibnu al-Jauzi menjelaskan bahwa ini adalah kekeliruan.Yang benar:Tetap menjalankan sunnah.Memperbaiki niat dan hati.Melawan riya, bukan meninggalkan amalan yang diajarkan Nabi ﷺ.---5. Talbis Iblis dalam Bacaan SalatSetan juga menggoda sebagian orang dengan berlebihan dalam makharijul huruf dan tajwid.Akibatnya:Mengulang-ulang bacaan.Terlalu memaksakan pelafalan huruf.Fokus kepada suara dan tajwid.Lalai dari memahami makna ayat.Padahal tujuan utama membaca Al-Qur'an dalam salat adalah:Mengagungkan Allah.Merenungi makna bacaan. Menghadirkan hati.---6. Berlebihan dalam Salat MalamSebagian ahli ibadah terlalu memaksakan diri dalam qiyamul lail.Contohnya:Begadang semalaman. Kurang tidur.Ketiduran hingga terlambat Subuh.Salat Subuh dalam keadaan sangat mengantuk.Kehilangan jamaah Subuh.Padahal:Salat fardu lebih utama daripada salat sunnah.Nabi ﷺ mengajarkan keseimbangan: Beribadah.Beristirahat.Memberikan hak tubuh.Tidak berlebihan.--- 7. Menyembunyikan Amal SalehDi antara talbis iblis yang sangat halus adalah mendorong seseorang untuk menceritakan amal salehnya.Contoh: Memberi isyarat bahwa dirinya salat malam. Memberi isyarat bahwa dirinya selalu hadir di saf pertama. Menunjukkan kesalehan secara tidak langsung.Misalnya berkata:"Tadi malam muazin azan tepat jam sekian."Padahal maksud tersembunyinya adalah menunjukkan bahwa dirinya tidak tidur semalaman.Ini termasuk pintu riya yang sangat halus.--- 8. Amal yang Disembunyikan Lebih UtamaPara salaf sangat menjaga keikhlasan.Di antara contoh mereka: Menyembunyikan salat malam.Menyembunyikan tangisan. Tidak suka diketahui orang sedang beribadah.Mereka khawatir amal yang diketahui manusia akan tercampuri riya dan ujub.Karena itu Nabi ﷺ bersabda: "Barang siapa mampu memiliki amal saleh yang tersembunyi, maka lakukanlah."---9. Talbis Iblis dalam Menampakkan TangisanSebagian orang memperlihatkan tangisan agar dianggap khusyuk.Padahal: Menangis karena takut kepada Allah adalah ibadah yang agung.Namun memperlihatkannya tanpa kebutuhan bisa menjadi pintu riya.Para salaf berusaha: Menahan tangisan di hadapan manusia.Menyembunyikan keadaan hati mereka.Menjaga keikhlasan semaksimal mungkin.--- Pelajaran Penting1. Waswas dalam niat dan takbir berasal dari godaan setan.2. Niat tempatnya di hati dan tidak perlu dipersulit.3. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.4. Jangan meninggalkan sunnah hanya karena takut riya.5. Fokus utama bacaan salat adalah memahami maknanya.6. Salat fardu lebih utama daripada ibadah sunnah.7. Tubuh memiliki hak untuk beristirahat.8. Amal yang tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan.9. Riya sering datang melalui cara yang sangat halus.10. Seorang muslim harus selalu mengoreksi niatnya dan menjaga keikhlasan dalam beribadah. KesimpulanImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa setan sering menipu ahli ibadah melalui sikap berlebihan, waswas, salah prioritas, dan riya yang tersembunyi. Karena itu, seorang muslim harus senantiasa menimbang ibadahnya dengan ilmu, mengikuti sunnah Nabi ﷺ, mendahulukan yang wajib, serta menjaga keikhlasan agar amalnya diterima di sisi Allah سبحانه وتعالى.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
N
Nurhasanah nurhasanah

📍 Kota Depok

Talbis iblis day6 terhadap ahli ilmu

pTALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bagian 2)Karya:"Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula tipu daya yang diarahkan kepadanya."1. Bangga Dengan Ilmu📖 Talbis iblis membuat seorang penuntut ilmu merasa lebih tinggi daripada orang lain.Tandanya:Meremehkan orang awam.Sulit menerima nasihat.Senang dipuji karena ilmunya.✨ Obatnya: Ingat bahwa ilmu adalah karunia Allah, bukan hasil kemampuan semata.2. Mencari Popularitas📖 Ilmu dijadikan sarana mencari ketenaran, pengikut, dan pujian manusia.Tandanya:Lebih senang dikenal daripada bermanfaat.Sedih ketika tidak diperhatikan.Gembira berlebihan saat dipuji.✨ Obatnya: Perbaiki niat dan perbanyak amal tersembunyi.3. Banyak Bicara, Sedikit Amal📖 Mengetahui kebenaran tetapi lalai mengamalkannya.Tandanya:Rajin menasihati orang lain.Lalai memperbaiki diri sendiri.✨ Obatnya: Jadikan setiap ilmu sebagai dorongan untuk beramal.4. Gemar Berdebat📖 Talbis iblis membuat ilmu digunakan untuk mengalahkan lawan, bukan mencari kebenaran.Tandanya:Ingin menang dalam diskusi.Sulit mengakui kesalahan.✨ Obatnya: Utamakan kebenaran daripada kemenangan.5. Merasa Aman Dari Penyimpangan📖 Merasa dirinya sudah cukup berilmu sehingga tidak mungkin tergelincir.Tandanya:Kurang introspeksi.Tidak takut terhadap fitnah syubhat.✨ Obatnya: Perbanyak doa agar diteguhkan di atas hidayah.Pesan Penutup⚠️ Ilmu yang tidak disertai keikhlasan dan amal dapat menjadi pintu talbis iblis.✅ Ikhlaskan niat✅ Amalkan ilmu✅ Rendahkan hati✅ Perbanyak doa dan istighfar"Semakin berilmu seseorang, semakin ia menyadari betapa banyak yang belum diketahuinya."

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
D
Dewi Murthy Sari

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis #6 Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bagian 2)

Tablis Iblis terhadap niat sholat. Mengulang-ulang niat karna ragu, mengulang Takbir saat Imam rukuk, timbul was was. Ibn Jauzi: *Niatmu sudah ada, tempatnya adalah dalam hati.Salah prioritas, mendahulukan yg sunnah, melalaikan yg wajib. Meninggalkan sunnah karna perasaan was was. Menghindari saf pertama karna takut riya. Menghindari riya harusnya dengan memperbaiki niat dan mempelajari ilmunya. Kebenaran dan ibadah adalah yang mengikuti dalil bukan mengikuti perasaan maupun perkataan orang shaleh yang dipercayai.Berlebihan dalam Tajwid dan makhroj. Iblis menggoda dalam mentahqiq dan tasydid. Dan iblis membuat melebih-lebihkan dalam tajwid sehingga manusia lalai dg makna ayat yg dibaca dalam sholat.Iblis menggoda dalam berlebih-lebihan dalam sholat. Memaksakan ibadah tp lalai atas hak tubuh untuk istirahat. Menjalankan yg sunnah hingga lalai pada saat menjalankan yg wajib. Menceritakan amal soleh. Mengumbar ibadah dengan riya halus, tanpa disadari. Amal yang tersembunyi lebih baik dari yang ditampakkan. Diantara para salaf, mereka menyembunyikan ibadahnya untuk menjaga diri dari riya.Hendaknya kita menjaga keikhlasan dalam beribadah. Memperbanyak amal yang tidak diketahui oleh manusia. Karna amal yang tersembunyi lebih dekat dari keikhlasan. Dan keikhlasan merupakan benteng utama dari Talbis iblis.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

TALBIS iblis #6

TALBIS IBLIS #6TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bag-2)Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA, M.A🍄 Talbis iblis dalam niat shalat☘️Diantar mereka ada yg berkata : saya niat shalat ini, kemudian mengulangi lagi berkali-kali, dia menyangka niatnya telah dibatalkan padahal niat itu tidak terbatalkan.Hurufnya tidak perlu ragu-ragu karena niat telah Syah dengan niat yang benar.☘️Diantara mereka ada yang takbir dan dibatalkan lagi, dan diulangi lagi takbir nya.Ini semua digoda iblis agar dia luput dari keutamaan takbiratul ihram☘️Diantara mereka ada yg bersumpah dg nama Allah : demi Allah aku akan bertakbir sekali ini aja. Karena sering diulang-ulang maka dia bersumpah karena saking was-was nya.Ada yg bersumpah : kalau saya ulangi takbir semua harta saya tinggalkanAda yg bersumpah:kalau saya takbir saya ceraikan istri sayaIni semua adalah talbis dari iblis.Syariat kita mudah,ringan,selamat dari segala kekurangan-Kekurangan iniTidak pernah dilakukan oleh Nabi dan para sahabat dari hal-hal seperti iniUntuk menghilangkan talbis ini,kerancuan ini dari orang yang terkena was-was maka dikatakan kepadanya : kalau tujuanmu menghadirkan niat,sehingga dilakukan berkali-kali ,padahal niatnya sudah ada.karena tadi sudah berdiri hendak menjalankan shalat,berarti itu sudah niat dan tempatnya adalah di hati bukan di lafadz.mengulangi untuk melafadzkan niat itu tidak wajibRiwayat dari Ibnu Aqil :“Wahai Ibnu Aqil,sesungguhnya aku telah membasuh anggota wudhu,kemudian aku berkata, aku belum basuh,padahal saya sudah basuh,tapi saya bilang belum basuh. Aku sudah bertakbir,lalu aku bilang aku belum bertakbir.Maka Ibnu Aqil berkata: tidak usah shalat, karena shalat tidak wajib bagimuMaka sebagian orang bertanya kepada Ibnu Aqil : bagaimana shalat itu tidak wajib baginya?Maka Ibnu Aqil menjawab: Nabi berkata ,bahwa orang gila diangkat pena darinya sampai ia sadar.orang gila tidak wajib shalat.Was-was dalam niat shalat adalah konslet di akal karena kebodohan terhadap syariatJika seseorang berdiri untuk shalat,maka perkara ini sudah tergambarkan dalam jiwanya, untuk merenungkan hal ini tidak butuh waktu yg lama,semua sudah terkumpul dalam satu saat.Imam Jawzi ingin mengingatkan:Tidak perlu merangkai, karena niat itu sudah ada,lafadz-lafadz tidak lazim dan was-was adalah murni kebodohan.Ingin mengumpulkan yang terurai dalam suatu waktu adalah perkara yang mustahil Meskipun dalam hatiNiat boleh didahulukan sebelum takbir dalam waktu yang sebentar selama tidak membatalkan niatnyaAbdullah bin Mas’ud berkata :“Demi zat yang tidak ada sesembahan selain Nya, aku tidak melihat seorangpun yang lebih tegas terhadap orang yang berlebih-Lebihan seperti Rasulullah ﷺ . Aku tidak melihat seorangpun yang paling khawatir terhadap yang berlebih-lebihan seperti Abu bakar. Dan menurutku Umar bin Khatab adalah orang yg paling keras terhadap orang yang berelebih-lebihan dalam beragama”.🍄Talbis iblis seorang sibuk dalam shalat, sementara yang belakangnya tidak diperhatikan.☘️Diantara orang-orang yang terkena was-was, jika dia sudah niat dan takdirnya sudah maka dia tidak perhatikan hal yg selanjutnya.Dan untuk menghilangkan talbis iblis ini, bahwa tujuan kita takbir adalah masuk ke dalam shalat. Tujuan masuk ke dalam ibadah, ketika sudah masuk dalam ibadahnya malah dilalaikan.Shalat itu seperti rumah, jangan sampai hanya sibuk masuk pintu kemudian tidak sibuk dalam isi rumahnya.☘️Diantara orang-orang yang was-was, sibuk melakukan yang sunnah melalaikan yang wajibLawan hatimu dan kerjakan sunnah.Perbaiki hatimu, bukan ikuti hatimu dan meninggalkan sunnahJangan meninggalkan syariat karena perkataan seorang yang diagungkan, karena syariat lebih agung dari perkataannyaBisa jadi memiliki pendapat yg tidak sesuai dengan syariat, karena hadits belum sampai kepadanya.Imam Jawzi ingin menyampaikan bahwa:Yang jadi patokan adalah dalil, jika seseorang melakukan sesuatu perbuatan menyelisihi sunah mungkin hadits tidak sampai kepadanya, maka yg kita jadikan dalil adalah syariat.Keluar dari undang-undang ibadahUndang-undang ibadah adalah : mengagungkan Allah ﷻ ,menjalankan ibadah dg khusuk☘️Iblis menggoda orang yang shalat dalam makhrajul huruf ( tajwid)Dengan dia mengulang-ngulang bacaannya berarti dia keluar dari aturan shalat.Iblis menggoda dengan tasydid nya kurang tekan. Iblis membuat mereka keluar dari aturan shalat dalam mentarkhikkan huruf tersebut.Iblis menggoda banyak orang dari kalangan ahli ibadah yang bodoh, dan akhirnya mereka kurang dalam melakukan perkara-perkara wajib dalam ibadah yg di lakukan dan mereka tidak sadar.☘️iblis menggoda dengan memanjang-manjangkan shalat namun meninggalkan perkara sunnah dalam shalat karena melakukan perkara yang makruh dalam shalat.🍄iblis telah memberi tipu muslihat kepada sebagian ahli ibadah , mereka memperbanyak shalat malam dan diantara mereka ada yang bergadang semalam suntuk. Senang mereka melebihi dari pada melakukan shalat fardu. Kemudian sebelum subuh dia ketiduran akhirnya shalat fardunya tertunda.Sabda Rasulullah ﷺ :“ hendaknya kalian mengikuti petunjuk Nabi yang tengah, siapa yg berlebihan dalam agama dia akan terdominasi”Sebaik-baiknya shalat adalah shalat Nabi DaudFitnah menceritakan amal saleh☘️Sesungguhnya iblis telah menipu,memperdaya sekelompok orang yg ahli shalat malamDi siang hari mereka ceritakan kalau mereka shalat malam, tapi terkadang cerita nya tidak langsung caranya halus.Seseorang berkata :’subhnallah si Fulan tadi malam azan ya pas waktu’ ,agar orang yang mendengar tahu bahwa dia tidak tidur.Maka orang yang seperti ini, telah memindahkan catatan amalnya dari amalan yang tersembunyi menuju amalan yang terlihatkan/terceritakan.Pahala amalan yg tersembunyi dengan amalan yg terlihat tentunya berbeda.Allah berfirman, QS.Al Baqarah : 271 jika kamu bersedekah dan diperlihatkan, jika itu ikhlas maka itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikan maka itu lebih baik bagimu.Nabi ﷺ bersabda :“Siapa yg mampu diantara kalian punya amalan soleh yg tersembunyi maka lakukanlah”.🍄Setan memberi tipu daya kepada sebagian orang yg shalatnya bersendirian  di masjid untuk beribadah, maka dikenal lah si Fulan. Maka orang-orang pun datang untuk mengikutinya. Akhirnya kelompok orang ini terkenal. Ini adalah salah satu racun yg dimasukkan iblis. Karena hal ini orang-orang senang dg dia dan memujinya , maka dia jadi semangat beribadah .Dari Zaid bin thabith, Rasulullah bersabda :“ sebaiknya shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat fardu”🍄Setan menggoda sebagian ahli ibadah, mereka menangis sementara Orang-orang di sekeliling mereka (nangis di depan banyak orang)Siapa yang mampu menyembunyikan tangisnya, kemudian dia malah nampakkan, sesungguhnya dia telah memaparkan dirinya pada riya.Seseorang harus hati-hati, karena setan bisa menggoda dalam banyak hal, tutup segala pintu riya  dan sinyal-sinyal tersebut.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 6

TALBIS IBLIS 6Tipu Daya Iblis terhadap Ahli IbadahPemateri:Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.✦ Pengertian Talbis IblisTalbis Iblis adalah tipu daya setan yang membuat seseorang merasa sedang beribadah dengan benar, padahal tanpa disadari telah menyelisihi tuntunan syariat.🌿 Bentuk-Bentuk Talbis IblisWaswas dalam Niat dan Takbir• Mengulang-ulang niat atau takbir karena ragu.• Niat adalah amalan hati, tidak perlu dipersulit.📖 “Sesungguhnya agama itu mudah.” (HR. Bukhari)Salah Menempatkan Prioritas• Sibuk dengan amalan sunnah namun melalaikan yang wajib.• Wajib harus didahulukan daripada sunnah.Meninggalkan Sunnah karena Perasaan• Menolak saf pertama atau amal sunnah karena takut riya.• Kebenaran diukur dengan dalil, bukan perasaan.Berlebihan dalam Tajwid dan Makhraj• Terlalu fokus pada pelafalan hingga kehilangan kekhusyukan.• Tujuan membaca Al-Qur’an adalah memahami dan mentadabburi maknanya.📖 QS. Al-Muzzammil: 4Pola Ibadah yang Tidak Sesuai Sunnah• Memaksakan ibadah hingga melalaikan hak tubuh.• Islam mengajarkan keseimbangan.📖 “Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atasmu.” (HR. Bukhari)Menceritakan Amal Saleh• Pamer halus dapat merusak keikhlasan.• Amal tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan.📖 QS. Al-Baqarah: 271Menjaga Keikhlasan• Perbanyak amal yang tidak diketahui manusia.• Jangan mencari pujian dalam ibadah.📖 QS. Al-Bayyinah: 5✨ Hikmah Kajian✓ Setan sering menipu ahli ibadah melalui waswas dan sikap berlebihan.✓ Dahulukan amalan wajib daripada sunnah.✓ Ikuti dalil, bukan perasaan.✓ Islam adalah agama yang seimbang.✓ Keikhlasan adalah benteng utama dari tipu daya iblis.🌸 KesimpulanTipu daya iblis terhadap ahli ibadah sering muncul melalui waswas, berlebihan dalam ibadah, salah prioritas, dan rusaknya keikhlasan. Seorang muslim hendaknya beribadah sesuai Al-Qur’an dan Sunnah serta menjaga keikhlasan agar amalnya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Instagram: @tendrinovitaa@komunitas.beekind#jejakcahaya

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 2)

Talbis iblis #6Ustadz Firanda AndirjaTalbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 2)5. Talbis iblis terhadap niat sholatMereka menyangka batal niat dengan mengulang2 utk mengucapkan niat harusnya tidak usah ragu.Mengulang ulang takbir karena ragu ketika imam rukuk dia takbir lalu langsung rukuk  sehingga dia kehilangan keutamaan awal sholat berjamaahBersumpah dengan nama  Allah utk bertakbir hanya sekali karena was wasnyaRiwayat dari Abu Hasyim ketika masuk mesjid tiba2 iblis membisikan“Wahai Abu Hasyim sesungguhnya engkau sholat tanpa wudhu”Dia menjawab “sejak kapan nasehatmu sampai seperti ini wahai iblis”Untuk menghilangkan talbis ini maka jika tujuanmu menghadirkan niat,niatmu sudah ada dihati karena  tadi sudah berdiri melaksanakan sholat fardhu,tapi kalo maksudnya mengulangi karena ingin memperbaiki lafal maka melafalkan niat tidak wajib.Diriwayatkan dari Ibnu AqilAda seorang ulama bertemu denganya dan bertanya“sesungguhnya aku telah membasuh anggota wudhu tapi perasaan belom membasuhnya,aku bertakbir tapi perasaanku belum bertakbir”Maka Ibnun Aqil berkata“Kalo begitu tidak perlu sholat karena sholat tidak wajib baginya”Maka sebagian orang bertanya kepada Ibnu Aqil“Kenapa sholat tidak wajib baginya?”Ibnu Aqil menjawab“ nabi berkata bahwasanya orang gila diangkat pena baginya sampai dia sadar”Ibnul Jauzy mengatakanKetahuilah was was niat dalam sholat disebabkan ada konslet dalam akal karena kebodohan dalam syariat.Niat sholat tidak perlu waktu lama cukup terlintas sekilas dalam hati maka itu sudah niat yang sah (menguraikan dalam satu waktu)Dan boleh niat didahulukan sebelum takbir selama belom dibatalkanDari Mis’ar berkata telah mengeluarkan kepadaku suatu kitab tulisan hadist catatan bapaknya dan didalamnya tertulis berkata Abdullah bin Mas’ud“Demi dzat yang tidak ada sembahan selain Nya,aku tidak melihat seseorang lebih tegas terhadap orang yang melebih2an selain Rasululloh,aku tidak melihat seorangpu yang paling khawatir terhadap orang yang berlebih2an selain Abu Bakar dan menurutku Umar Bin Khattab adalah orang yang palling keras terhadap orang yg berlebih2an dalam beragama”Sebagian orang yang kena was2 dia merasa niat dan takbirnya sudah pas,dia tidak memperhatikan yang selanjutnya.Cara menghilangkanya bahwa masuk takbir adalah masuk kedalam sholat6. Talbis iblis terhadap sibuk yang sunnah sehingga meninggalkan yang wajibIbnul Jauzy menceritakan ketika masih kecil pernah sholat dibelakang gurunya Abu Bakar Addainuri ali fakih dia melihat Aljauzy terlambat dan tetap membaca iftitah dan taawuz dan beliau berkata“Wahai anakku Sesungguhnya ahli fiqih berselisih membaca alfatihah dibelakang imam tapi mereka tidak berselisih bahwa doa iftitah adalah sunnah maka sibukanlah yang wajib dari pada yang sunnah”7. Tablis iblis kepada sebagian orang meninggalkan sunnah nabi karena perkara2 yang menimpanyaSeperti sengaja tidak dishaf pertama karena takut riya,menbedakan gerakan sholat karena menyangka akan khusu dengan gerakan yg dia lakukan.Dari hadist Bukhari Muslim rasululloh bersabda“Seandainya manusia tau keutamaan menjawab adzan,keutaman dishaf pertama kemudian mereka tidak bisa melakukanya kecuali dengan qur’ah undian tentu mereka akan melakukan undian”Dikatakan kepada Imam Ahmad Bin hambal“Wahai Imam ahmad sesungguhnya Ibnul Mubarak mengatakan demikian demikian”Maka Imam Ahmad membantah“ sesungguhnya Ibnul Mubarok tidak turun dari langit”Artinya dia bisa salah bisa benar.dikatakan kepada ibrahim bin Azham tentang sesuatu maka dia mengatakan“ kalian telah datang kepadaku tentang jalan2 kecil hendaknya kalian mengikuti jalan yang besar maka jangan sampai meninggalkan perkara syariat karena perkataan seorang yang kau agungkan karena syariat lebih agung dari perkataanya,dan orang bisa salah dalam menafsirkan atau bisa jadi dia berpendapat tidak sesuai syariat karena hadist belom sampai kepadanya”Ini mengatakan yang dijadikan pedoman adalah dalil bukan perkataan ulama karena ulama bukanlah maksum8. Talbis terhadap terlalu memperhatikan makhrojul huruf dalam sholat sehingga mengulang2 sholatnya yang penting sudah terpenuhi pelafasan hurufnya dan melalaikan makna ayat.9.Talbis iblis terhadap orang yang menganggap ibadahnya hanya sekedar gerakan sehingga mereka melakukan kekurangan dalam perkara wajib.Contohnya tidak menyelesaikan bacaan tasyawud  karena melihat imam sudah salam.10.Talbis iblis untuk mamanjang2kan sholat dengan meninggalkan perkara yang sunnah dalam sholat bahkan melakukan perkara2 yang makruhDisunnahkan membaca bacaan disholat siang dengan pelan (shir)11. Talbis iblis terhadap perkara sunnah namun lalai dengan perkara wajibseperti rajin sholat malam namun ketinggalan sholat subuh atau lalai sholat fardhu.Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, ia berkata:Nabi ﷺ masuk ke masjid, lalu beliau melihat ada seutas tali yang terbentang di antara dua tiang. Beliau bertanya:“Tali apa ini?”Mereka menjawab:“Ini milik Zainab. Jika ia merasa lelah (saat shalat malam), ia berpegangan padanya.”Maka Nabi ﷺ bersabda:“Lepaskan tali itu! Hendaklah salah seorang dari kalian shalat selama ia masih bersemangat. Jika ia lelah atau mengantuk, hendaklah ia duduk (atau beristirahat).”(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)12.Talbis iblis menceritakan amal solehsungguh iblis telah menipu sekelompok orang yang hobi sholat malam dan disiang hari mereka menceritakan dengan cara halus atau tidak langsung  sehingga dia memindahkan amalan tersembunyi menjadi terang2an yang pahala pasti berbeda13.Talbis iblis terhadap orang yang membaca alquranSetan memberi tipu daya  yang bersendirian sholat dimesjid dengan tujuan agar dikenal orang sehingga dia menjadi bersemangat beribadahDari Zaid bin Tsabit nabi bersabda“Sebaik baik sholat seseorang adalah dirumahnya kecuali sholat fardhu”Amir Bin Qoish tidak suka orang melihatnya sholat jadi dia tidak sholat sunnah dimesjid maka disebutkan dia sholat sehari 1000 rakaat14. Talbis iblis  kepada orang untuk menangis sementara banyak orang disekililing merekasiapa yang mampu menahan tangisnya kemudian dia nampakan maka dia memaparkan dirinya pada riya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →