Materi 6
Talbis Iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) Ust Dr. Firanda Andirja M.A":Kata Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu taala, di antara tipu daya iblis adalah :🌷Masalah niat salat. Ada orang yang berkata "usholli" (saya berniat salat) kemudian dia mengulangi lagi karena menyangka niatnya batal. Padahal niat itu tidak batal, mungkin hanya lafalnya yang tidak pas, tapi niat aslinya sudah ada. Harusnya dia tidak perlu ragu karena salatnya sudah sah.🌷Ada juga orang yang bertakbir "Allahu Akbar", lalu membatalkan, kemudian mengulangi lagi terus-menerus. Namun, ketika imam sudah ruku, tiba-tiba dia bisa konsentrasi dan takbir. Mengapa tiba-tiba niatnya hadir? Itu adalah godaan iblis agar dia terluput dari keutamaan Takbiratul Ihram. 🌷Bahkan ada yang bersumpah dengan nama Allah atau bersumpah akan menceraikan istrinya jika dia mengulangi takbir lagi. Ini semua adalah talbis dari iblis untuk menyusahkan diri. Padahal, syariat kita mudah dan ringan.🖊Telah sampai riwayat dari Abu Hazim. Ketika dia masuk masjid, iblis membisikkan bahwa dia salat tanpa wudu. Abu Hazim menjawab, "Sejak kapan kau menasihatiku, wahai iblis?" Dia menepis bisikan itu. Untuk menghilangkan kerancuan (waswas) ini, ingatlah bahwa tempat niat adalah di hati, bukan di lafal. Jika tujuanmu adalah menghadirkan niat, niat itu sudah ada di hatimu sejak kau hendak menjalankan salat fardu.🖊Sebagian guru kami meriwayatkan hikayat dari Ibnu Aqil. Ada seseorang bertanya kepadanya, "Wahai Ibnu Aqil, aku telah membasuh anggota wudu, tapi perasaanku bilang aku belum membasuh. Aku sudah bertakbir, tapi bilang aku belum bertakbir." Ibnu Aqil menjawab, "Kalau begitu, kau tidak usah salat, karena pena diangkat dari orang gila sampai dia sadar." Ini menunjukkan bahwa waswas adalah penyakit dan sebabnya adalah konslet di akal karena kebodohan terhadap syariat.🌷Niat itu tidak butuh waktu panjang untuk merenungkannya. Begitu kita hendak salat, niat itu sudah terbetik dalam hati. Adapun yang butuh waktu lama adalah jika kita menguraikan lafal niat. Jika kita ingin membebani diri dengan menguraikan lafal niat yang panjang, itu memang sulit. Maka, niatlah dengan mudah. Boleh juga niat didahulukan sebelum takbir selama tidak membatalkannya.Islam tidak sesusah itu. Rasulullah dulu mengajarkan salat kepada orang Badwi dengan mudah, tanpa perlu mempersulit diri. Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa dia tidak melihat orang yang lebih keras terhadap orang yang berlebih-lebihan dalam beragama selain Umar bin Khattab. Janganlah berlebih-lebihan, karena itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat.🌷Di antara talbis iblis lainnya adalah orang yang sibuk dengan urusan niat dan takbir sehingga sisa salatnya tidak diperhatikan. Seakan-akan tujuan salat hanya pada takbir. Ingat, takbir hanyalah pintu masuk; setelah masuk, sibuklah dengan ibadah di dalam salat itu sendiri.🌷Ada pula orang yang sibuk dengan hal sunah tetapi meninggalkan yang wajib. Contohnya, saat masbuk, seseorang sibuk membaca doa istiftah dan taawuz yang hukumnya sunah, sehingga dia tidak sempat membaca Al-Fatihah yang hukumnya wajib bagi makmum menurut sebagian ulama. Jika waktu sedikit, langsung saja baca Al-Fatihah.🌷Iblis juga menggoda orang untuk meninggalkan banyak sunah karena alasan pribadi. Contohnya, ada yang sengaja tidak di saf pertama karena takut riya. Padahal, seharusnya dia melawan perasaan riya tersebut dengan tetap mengambil saf pertama, bukan malah meninggalkannya. Rasulullah bersabda bahwa seandainya manusia tahu keutamaan saf pertama, mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya. Jika kita takut riya, perbaiki hatimu, bukan dengan meninggalkan sunah.🖊Ibnu Jauzi menegaskan bahwa kita terikat dengan dalil, bukan mengikuti orang saleh yang melakukan perbuatan menyelisihi sunah. Ulama tidak maksum; mereka bisa saja salah atau belum sampai hadis kepadanya.🌷Iblis juga menggoda dalam masalah makharijul huruf (tajwid) hingga berlebihan dan membuat orang lupa pada makna ayat yang dibaca. Cukuplah membaca dengan benar tanpa perlu berlebihan hingga keluar ludah atau menekan huruf terlalu keras.🌷Setan juga menggoda orang yang salat fardu berjamaah agar ikut salam bersama imam, padahal dia belum menyelesaikan tasyahud yang wajib. Jika belum selesai, selesaikanlah tasyahudmu, tidak perlu terburu-buru mengikuti salam imam.Ada pula yang begadang untuk salat malam, tetapi justru melalaikan salat fardu subuh atau salat dalam kondisi ngantuk dan malas. Ini salah, karena salat fardu lebih utama. Jika mengantuk, tidurlah agar bisa segar saat salat fardu. Tubuh memiliki hak untuk istirahat. Rasulullah memerintahkan untuk mengikuti petunjuk tengah, karena siapa yang berlebih-lebihan dalam beragama, dia akan kalah.🌷Fitnah menceritakan amal saleh juga merupakan talbis iblis. Jika kita melakukan amal saleh, sembunyikanlah. Jika kita menceritakannya, meskipun dengan cara halus atau tersirat, pahalanya akan berkurang atau hilang. Hati-hati juga terhadap riya dalam tangisan saat salat atau saat mendengarkan kajian. Jika memang menangis karena takut kepada Allah, biarkanlah. Tapi jika mampu menahan dan berpura-pura, itu berbahaya.Iblis akan terus menggoda dalam banyak hal. Hidup hanya sebentar, maka beribadahlah dengan serius, ikhlas kepada Allah, dan tutup segala pintu riya. Jika ada sinyal dalam hati bahwa kita sedang melakukan riya atau pamer, berhentilah segera.
















