📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya16 Juni 2026
T
Tendri Novita

📍 Kota Palu

Talbis Iblis 12

📖 Ringkasan Kajian Kitab Talbis Iblis 12Talbis Iblis terhadap Kaum SufiPemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A🌿 Pengertian dan Asal-usul SufiKata sufi memiliki beberapa pendapat tentang asal-usulnya.Pendapat yang paling masyhur adalah berasal dari kata shuf (wol), karena sebagian ahli zuhud dahulu mengenakan pakaian wol sederhana.Pada awalnya tasawuf bertujuan melatih jiwa, membersihkan hati, dan menjauhkan diri dari cinta dunia.⚠️ Pergeseran Tasawuf Menurut Ibnu JauziMenurut Ibnu Jauzi, tasawuf pada generasi awal masih banyak mengandung kebaikan. Namun seiring waktu, setan berhasil menipu sebagian pengikutnya hingga muncul berbagai penyimpangan dalam akidah dan ibadah.🎭 Bentuk-bentuk Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi1. Salah Memahami ZuhudZuhud dipahami sebagai meninggalkan berbagai kenikmatan dunia yang halal.Sebagian orang menyiksa diri dengan mengurangi makan, tidur, atau kebutuhan jasmani secara berlebihan.Padahal Islam mengajarkan keseimbangan dan tidak melarang kenikmatan yang halal.2. Terlalu Sibuk dengan Khatharat (Lintasan Hati)Sebagian sufi lebih fokus mengamati bisikan hati dan pengalaman batin.Akibatnya mereka terkadang melalaikan ilmu syariat dan amal yang jelas tuntunannya.3. Membuat Ritual yang Tidak DicontohkanContohnya:Mengenakan pakaian tambal-tambalan (muraqqa’ah) sebagai simbol kesalehan.Zikir dengan tata cara tertentu yang tidak memiliki dalil.Tarian atau gerakan khusus (raqs) dalam ibadah.Berbagai amalan yang tidak diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.4. Munculnya Keyakinan MenyimpangDi antaranya:Hululiyah: keyakinan bahwa Allah berada atau menyatu dalam makhluk.Ittihadiyah: keyakinan bahwa manusia dapat bersatu dengan Allah.Wahdatul Wujud: keyakinan bahwa hakikat seluruh makhluk adalah satu dengan Allah.Menurut ulama Ahlus Sunnah, keyakinan-keyakinan tersebut bertentangan dengan aqidah Islam.📚 Kritik Ibnu Jauzi terhadap Sebagian Kitab TasawufIbnu Jauzi mengkritik beberapa kitab tasawuf karena:Memuat hadis-hadis lemah bahkan palsu.Mengandung pemahaman akidah yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.Mendorong sebagian pengikutnya kepada sikap berlebihan dalam beragama.Beberapa kitab yang disebutkan:Al-Luma’ karya Abu Nashr As-Sarraj.Qutul Qulub karya Abu Thalib Al-Makki.Ihya Ulumuddin karya Abu Hamid Al-Ghazali (pada bagian-bagian tertentu yang dikritik oleh para ulama).💡 Hikmah dan Pelajaran✅ Setan tidak selalu menyesatkan manusia melalui maksiat, tetapi juga melalui ibadah yang tidak sesuai tuntunan.✅ Ibadah harus dibangun di atas ilmu, Al-Qur’an, dan Sunnah yang sahih.✅ Zuhud yang benar adalah tidak menjadikan dunia sebagai tujuan hidup, bukan meninggalkan seluruh kenikmatan halal.✅ Seorang muslim harus menjaga keseimbangan antara ibadah, ilmu, dan kebutuhan hidup.✅ Kebaikan niat tidak cukup; amalan juga harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.🌸 KesimpulanMenurut Ibnu Jauzi, banyak orang tertarik kepada kaum sufi karena tampak zuhud dan tekun beribadah. Namun seorang muslim harus selalu menimbang setiap keyakinan dan amalan dengan Al-Qur’an, Sunnah, serta pemahaman para salaf, agar tidak terjatuh ke dalam tipu daya setan yang menghiasi kebatilan dengan tampilan kebaikan.

💬 0 komentar📅 16 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya16 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi 12: Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi Bersama Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Materi 12: Talbis Iblis terhadap Kaum SufiBersama Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (Berdasarkan pembahasan kitab Talbis Iblis karya Ibn al-Jawzi)1. Asal Mula Kaum SufiPada zaman Rasulullah ﷺ tidak dikenal istilah “sufi”, yang ada hanyalah Islam, iman, dan ihsan.Setelah generasi awal muncul istilah:Zuhhad (orang-orang zuhud)’Ubbad (ahli ibadah)Kaum sufi pada awal kemunculannya merupakan bagian dari orang-orang zuhud yang fokus beribadah dan menjauhi kemewahan dunia.2. Perkembangan Tasawuf Menurut Ibnu JauziAwalnya tasawuf berisi:ZuhudPenyucian jiwaPembinaan akhlak muliaSeiring waktu muncul berbagai praktik yang tidak dikenal pada generasi awal:MusikTarian/jogetRitual-ritual khususAkibatnya banyak orang tertarik karena tampak religius tetapi juga menyenangkan hawa nafsu.3. Perdebatan Asal Kata “Sufi”Beberapa pendapat:Dari Ash-Shuf (wol kasar).Dari Ash-Shafa (kesucian hati).Dari Ash-Shuffah (penghuni serambi Masjid Nabawi).Dari nama kelompok atau tokoh tertentu.Dari istilah lain yang diperselisihkan.Kesimpulan Ibnu Jauzi: tidak ada pendapat yang benar-benar kuat secara bahasa, dan penisbatan kepada Ash-Shuffah dianggap tidak tepat.4. Hakikat Tasawuf yang BenarMenurut sebagian sufi awal:Melatih jiwa meninggalkan akhlak buruk.Menghias diri dengan akhlak mulia seperti:IkhlasSabarJujurZuhudHikmahPada tahap awal ini tujuan tasawuf masih dekat dengan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).⸻Bentuk-Bentuk Talbis (Tipu Daya) Iblis terhadap Kaum Sufi1. Berlebih-lebihan dalam ZuhudMembebani diri dengan amalan berat.Mengamalkan hadis-hadis lemah atau palsu.Menganggap kesulitan sebagai tujuan ibadah.2. Sibuk dengan Khatharat dan WaswasTerlalu fokus pada lintasan hati dan pengalaman batin.Menjadikannya dasar penyusunan metode atau madzhab tasawuf tertentu.Muncul berbagai tingkatan dan istilah yang tidak dikenal pada generasi salaf.3. Menjadikan Simbol sebagai Inti AgamaContohnya:Baju tambal-tambal.Ritual khusus.Tepuk tangan.Musik.Tarian.Padahal simbol lahiriah bukan ukuran ketakwaan.4. Mengutamakan “Ilmu Batin” di atas SyariatSebagian menganggap diri lebih tinggi daripada ulama fikih dan hadis.Merasa telah mencapai hakikat sehingga tidak perlu mengikuti tuntunan para ulama.Menjauh dari ilmu syariat yang benar.5. Penyimpangan AqidahSebagian kelompok sufi belakangan terjatuh pada keyakinan:a. IttihadiyahKeyakinan Allah dan makhluk menyatu.b. HululKeyakinan Allah menempati makhluk tertentu.c. Wahdatul WujudMenganggap hakikat seluruh wujud adalah satu.Perbedaan antara Tuhan dan makhluk dianggap hanya penampakan.Dalam kajian ini dipandang sebagai aqidah yang menyimpang dan kufur.⸻Kritik Ibnu Jauzi terhadap Beberapa Tokoh dan Kitab Tasawuf1. Abu Abd al-Rahman al-SulamiDikritik karena meriwayatkan hadis-hadis yang dianggap tidak sahih untuk mendukung tasawuf.2. Abu Nasr al-SarrajPenulis kitab Al-Luma’ fi at-Tasawwuf.Dikritik karena memuat berbagai konsep tasawuf yang dianggap bermasalah.3. Abu Talib al-MakkiPenulis Qutul Qulub.Dikritik karena memuat:Hadis-hadis lemah dan palsu.Dzikir-dzikir tanpa dalil.Kisah-kisah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.4. Kitab Ar-RisalahDinilai memuat banyak istilah dan konsep tasawuf yang tidak berasal dari ajaran Nabi ﷺ.5. Al-Ghazali dan Kitab Ihya UlumuddinDiakui memiliki banyak manfaat dalam pembinaan akhlak dan penyucian jiwa.Namun sebagian ulama mengkritik adanya:Hadis-hadis lemah dan palsu.Beberapa pembahasan yang dianggap bermasalah.Ibnu Jauzi memberikan uzur kepada Al-Ghazali dan tidak menyamakannya dengan tokoh-tokoh penyimpangan ekstrem.⸻Sikap Ibnu Jauzi terhadap Ihya UlumuddinBeliau tidak menolak seluruh isi kitab.Menulis kitab Minhaj al-Qasidin.Tujuannya:Mengambil manfaat yang baik.Menghapus hadis-hadis palsu.Memudahkan masyarakat mengambil faidah yang benar.⸻Kesimpulan Utama KajianTasawuf awalnya lahir dari semangat zuhud dan penyucian jiwa.Menurut Ibnu Jauzi, banyak penyimpangan muncul pada sebagian kelompok sufi generasi belakangan.Penyimpangan tersebut mencakup:Ritual tanpa dalil.Hadis palsu.Pengagungan pengalaman batin.Penyimpangan aqidah seperti hulul, ittihad, dan wahdatul wujud.Seorang muslim harus menjadikan:Al-Qur’anSunnah Nabi ﷺPemahaman para sahabat dan ulama salaf        sebagai tolok ukur dalam beragama.Penampilan zuhud dan banyaknya ibadah tidak cukup menjadi ukuran kebenaran; yang terpenting adalah kesesuaian dengan dalil yang sahih.

💬 0 komentar📅 16 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya16 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 12

Talbis iblis#12Talbis iblis terhadap kaum sufiSufiahSecara bahasa Khilaf1. Nisbah kepada seseorang yang dikenal dengan sufah : Namanya adalah (al ghots bin murr) seorang yang mengkhidmatkan dirinya kepada al masjid al haram di zaman jahiliyah2. Nisbah kepada penghuni suffah ahlus suffah : Seharunya menjadi suffiiy3. Nisbah kepada sufanah yaitu tumbuhan karena mereka suka mencabut tumbuhan tersebut di padang pasir : seharusnya menjadi suufaani4. Nisbah kepada sofatul gofa yaitu rambut yang tumbuh di belakang leher : seakan akan seorang sufi menggiring kepada Allah dan memalingkan dari makluq 5. Nisbah kepada suff (bulu domba) : karena pakaian mereka dari wol-Sejarah muncul sufiah Asal tasawuf menurut para sufiah adalah latihan jika untuk menolak akhlak yang buruk dan melatih untuk akhlak yang mulia : demikianlah asalnya mereka = lalu iblis menggoda mereka dalam banyak perkara - semakin bertumbuh zaman semakin parah hingga puncaknya pada orang belakangan Model talbis iblis : 1. Tujuannya secara umum meninggalkan dunia = namun berlebihan : berlebihan dalam zuhud 2. Pembahasan terkait dengan al wasis persangkaan yang melewati hati, lintasan lintasan hati mulai dijadikan bahan pembicaraan, khatarat dan was was3. Sibuk dengan aturan dan ritual baru memakai buraqa'ahDengar nasyid nasyid itu namanya sufi nyanyi nyanyi melulu, joget sana joget sini, ibadah khusus, itulah khas sufiyyah, tepuk tangan. Jauh dari ulama, bahkan mereka menganggap mereka paling hebat dari ulama. Punya ilmu, ilmu batin. Ilmu dhohir. Dengar qasidah.4. Menuju pada khayalan rusak, karena melaparkan diri. Dia mengaku rindu kepada Allah karena khayalan. = Lalu rusaklah aqidah dan bid'ah mereka dengan berbagai model Mahdzab bersatunya Allah dengan makhluq Ada 3 model 1. Persatuan (menyatu) contohnya seperti 2 dzat yang bersatu2. Menempati 3. Wahdatul wujud : Kesatuan dzat (wujud) Ibnul jauzi mentahdzir/memperingatkan kitab kitab yang mendukung sufiah-  Kitab Abu abd al rahman as sulamiBikin hadits hadits palsu yang mendukung sufiah- Al luma' fi at tasawuf karya abu nasr al sarraj- Qutul qulub karya abu talib al makki- Ihya ulumuddin karya al ghazali- Ar Risalah karya al qusyairiNabi keluar dari kubur mencium lututku, ya akhi ittaqillah Allahul musta'an Mereka melihat malaikat, mereka mendengar suara suara dan mereka ambil faedah dari Nabi Kitab ihya ulumuddin yang bisa membaca hanya para ulama tidak pantas di baca oleh para awam, karena para ulama aqidah nya kuat, hadits hadits palsu yang orang awam tidak ngerti. Kitab ini ada faedah nya dan ada yang tidak benar.

💬 0 komentar📅 16 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya16 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 12: Talbis Iblis #12

Etimologi Kata "Sufi"5 Pendapat Asal-usul Kata "Sufi":Sufah: Diambil dari nama Al-Ghuts bin Mur (bergelar Sufah), orang zaman Jahiliah yang mengabdi total di Masjidil Haram.Ahlus Suffah: Sahabat nabi yang tinggal di emperan Masjid Nabawi. (Dikritik Ibnu Jauzi secara kaidah bahasa).Sufanah: Sejenis tumbuhan padang pasir yang sering dicabut kaum sufi terdahulu. (Dikritik secara bahasa).Shofatul Kaofa: Filosofi bulu/rambut di belakang leher, menggambarkan sufi yang menggiring manusia ke jalan Allah.Suf (Kain Wol): Pendapat paling kuat karena kaum sufi awal identik dengan pakaian wol sederhana yang memicu bau khas saat berkeringat.Hakikat Awal dan Akar PenyimpanganTujuan Awal Tasawuf: Ibnu Jauzi menegaskan bahwa awalnya gerakan sufi itu baik, fokus pada pelatihan jiwa (riyadhatun nafs), membuang akhlak tercela (hasad, riya), dan memupuk akhlak terpuji (zuhud, ikhlas, sabar).Penyusupan Iblis secara bertahap: Seiring berjalannya waktu, iblis mulai menggoda mereka secara bertahap. Semakin bertambah zaman, penyimpangannya menjadi semakin parah hingga puncaknya pada generasi belakangan.Empat Model Tipuan IblisModel I: Zuhud Ekstrem & Anti-Dunia. Iblis menipu mereka untuk menolak segala hal yang bermanfaat bagi jasad (pakaian dan makanan layak). Mereka menganggap harta seperti kalajengking. Padahal, harta itu penting untuk maslahat dakwah, haji, dan masjid. Contoh ekstrem lainnya adalah sufi yang menolak tidur berbaring karena takut kenyamanan. Akibat minim ilmu, mereka mulai memotivasi diri menggunakan hadis palsu.Model II: Terpaku pada Bisikan Hati. Generasi berikutnya mulai sibuk membahas dan membukukan lintasan-lintasan hati (al-wasawis wal-khatarat), keutamaan lapar, dan kemiskinan (seperti Al-Harits Al-Muhasibi).Model III: Merapikan Mazhab & Simbol Khusus. Muncul kelompok yang membuat aturan khusus agar dianggap sufi sejati. Salah satunya kewajiban memakai pakaian bertambal-tambal (muraqqa'ah) warna-warni yang memiliki ijazah.Pelurusan Sejarah: Hadis bahwa Nabi SAW dan para sahabat (seperti Umar bin Khattab dengan 12 tambalan di sarungnya) memakai wol atau baju bertambal karena kondisi ekonomi sulit saat itu, bukan sengaja diniatkan sebagai ritual. Saat ekonomi makmur, pakaian itu ditinggalkan.Penyimpangan Ritual: Masuknya ritual mendengar kasidah menggunakan alat musik (Sama'), menari/joget khusus (Raqs), dan tepuk tangan sebagai bentuk ibadah.Kesombongan Spiritual: Merasa lebih hebat dari ulama. Kaum sufi melabeli ilmu ulama sebagai "ilmu zahir/syariat", sedangkan mereka memegang "ilmu batin".Model IV: Halusinasi Akibat Lapar & Klaim Kasmaran Mistis (Isyq). Efek melaparkan diri secara ekstrem membuat akal tidak stabil, melahirkan khayalan visual tentang Tuhan, lalu mengklaim rasa rindu mendalam (isyq). Fenomena ini rawan disusupi oleh gangguan setan/jin (kitab Al-Insanul Kamil).Pemahaman tentang Penyatuan Zat dan Kerusakan AkidahTiga istilah penyatuan zat makhluk dan Tuhan (yang semuanya adalah kekufuran):Al-Ittihadiyah: Dua zat melebur jadi satu (seperti kopi dicampur susu).Al-Hululiyah: Tuhan menempati tempat/makhluk (seperti air di dalam gelas).Wahdatul Wujud: Kesatuan zat, menganggap alam semesta adalah penampakan Tuhan (seperti ombak dan lautan).Kesimpulan fase ini: Dari model-model tipuan di atas, akidah mereka rusak dan memicu lahirnya berbagai macam tarekat dengan "sunah buatan" sendiri (seperti ritual bertapa di goa/kamar gelap tanpa makan-minum).Peringatan (Tahzir) terhadap Kitab-kitab SufiIbnu Jauzi mendaftar buku-buku yang dianggap berbahaya bagi orang awam karena memuat hadis palsu dan akidah rusak:Luma' As-Sufiyah karya Abu Nasr As-Sarraj.Qutul Qulub karya Abu Thalib Al-Makki (memuat salat, zikir, dan wirid palsu).Klaim Kasyaf & Khurafat: Kritikan terhadap klaim kasyaf (bisa melihat yang gaib, mendapat ilmu sadar dari Nabi, atau bertemu Nabi Khidir). Khurafat zaman sekarang, seperti proposal menjadi wali atau broker pertemuan Nabi Khidir yang komersil.Ar-Risalah karya Al-Qusyairi (mengenalkan istilah-istilah mistis buatan).Ihya Ulumuddin karya Abu Hamid Al-Ghazali: Al-Ghazali adalah ulama usul dan fikih yang besar, namun kitab Ihya miliknya kontroversial karena dipenuhi hadis batil/palsu (karena keterbatasan beliau dalam ilmu hadis) serta tafsir batiniah.Solusi: Ibnu Jauzi menulis kitab Minhajul Qasidin sebagai ringkasan Ihya yang sudah dibersihkan dari hadis palsu agar aman dibaca umat.Alasan Tingginya Minat Masyarakat & PenutupKenapa Orang Suka Sufi? Karena metodenya menawarkan kenyamanan fisik dan jiwa (nyanyi, zikir santai, menari), berbeda dengan belajar syariat yang menuntut pemikiran berat. Selain itu, kisah sufi terkesan adem, sedangkan kisah para sahabat nabi (seperti jihad dan ketegasan Umar) terasa keras bagi jiwa yang lemah.Kontras Sufi Dulu vs Sekarang: kesimpulan Ibnu Jauzi: Kaum sufi zaman dulu sangat menjauhi penguasa/sultan demi menjaga keikhlasan zuhud. Sebaliknya, kaum sufi belakangan justru banyak yang mendekati penguasa demi mencari kedudukan dan jabatan duniawi.

💬 0 komentar📅 16 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya16 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Materi 12: talbis iblis terhadap kaum sufi

Berikut adalah rangkuman dari kajian video "Talbis Iblis #12: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi" yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.:1. Asal Muasal Sebutan "Sufi"Terdapat beberapa pendapat dari para ulama mengenai asal mula kata Sufi, di antaranya:Berasal dari nama seseorang di zaman Jahiliyah bernama Sufah (Al-Ghut bin Mur) yang menghabiskan waktunya untuk berkhidmat di Masjidil Haram.Nisbah kepada Ahlus Suffah, yaitu para sahabat miskin yang tinggal di serambi masjid.Nisbah kepada Sufanah, yakni semacam tumbuhan di padang pasir.Nisbah kepada Safwatul Qafa, yaitu rambut yang tumbuh di belakang leher.Nisbah kepada Suf yang berarti bulu domba/wol, karena orang-orang ini pada awalnya memiliki ciri khas suka memakai pakaian sederhana yang terbuat dari wol.2. Hakikat Awal Kaum SufiyahPada asalnya, ajaran kaum Sufiyah sangatlah baik karena mereka fokus pada zuhud (tidak tergiur dengan dunia) dan melatih jiwa (tazkiyatun nufus) [04:11]. Tujuannya adalah untuk membuang akhlak buruk seperti hasad dan dengki, serta memaksakan jiwa untuk memiliki akhlak mulia seperti ikhlas dan sabar.3. Tahapan Tipuan (Talbis) Iblis Terhadap Kaum SufiSeiring berjalannya waktu, iblis mulai merusak dan menyimpangkan ajaran ini. Ibnul Jauzi menyebutkan 4 model utama tipuan iblis kepada mereka:Ekstrem dalam meninggalkan dunia: Mereka mulai menolak makanan atau pakaian yang bermanfaat, serta memaksakan hal berat seperti tidak mau tidur berbaring. Hal ini terjadi karena mereka kurang ilmu dan termakan oleh hadis-hadis palsu.Menyibukkan diri dengan bisikan hati: Muncul kaum yang terlalu sibuk memikirkan was-was dan lintasan-lintasan hati hingga menulis buku-buku khusus tentang hal tersebut.Menciptakan aturan mazhab dan ritual baru: Mereka sengaja memakai baju tambal-tambalan (muraqqa'ah) sebagai ajang pamer, padahal Nabi dan sahabat dahulu menambal baju murni karena miskin dan terpaksa. Mereka juga menjadikan nyanyian (nasyid) dan joget/menari (raqs) sebagai bentuk ibadah. Selain itu, mereka menjauh dari para ulama dan merasa lebih hebat karena mengklaim memiliki "ilmu batin".Khayalan aneh akibat kelaparan ekstrem: Sebagian dari mereka sengaja melaparkan diri hingga akalnya tidak stabil. Hal ini memunculkan khayalan melihat sosok yang tampan (yang disangka Allah) sehingga timbul rasa rindu (isyik) kepada sosok tersebut, yang sangat mungkin merupakan gangguan dari jin.4. Munculnya Akidah Menyimpang & Klaim MukasyafahPenyimpangan ini pada puncaknya melahirkan akidah-akidah kufur seperti:Al-Ittihadiyah: Keyakinan bahwa Allah menyatu dengan makhluk ibarat kopi yang diaduk dengan susu.Al-Hululiyah: Keyakinan bahwa Allah menempati wujud makhluk ibarat air yang dituangkan untuk menempati gelas.Wahdatul Wujud: Keyakinan bahwa makhluk merupakan penampakan dari Tuhan ibarat ombak yang merupakan kesatuan tak terpisahkan dari lautan.Di samping itu, mereka banyak yang mengaku mengalami Mukasyafah (terbukanya tabir gaib), seperti mengklaim bisa bertemu dan mengambil syariat dari Nabi Muhammad secara langsung dalam keadaan sadar. Ada pula klaim bertemu Nabi Khidir. Ustadz membantah klaim ini karena usia Khidir (jika masih hidup) pastilah sudah lebih dari 3000 tahun dan tidak ada satu pun parameter fisik valid untuk menguji bahwa entitas tersebut benar-benar Nabi Khidir.5. Kritik Terhadap Tokoh dan Kitab SufiIbnul Jauzi mengkritik para tokoh sufi yang menyebarkan ajaran keliru akibat dari minimnya ilmu syariat dan minimnya pengetahuan mereka mengenai hadis nabi. Di antaranya:Abu Abdurrahman As-Sulami: Membuat hadis-hadis palsu untuk mendukung ajaran sufiyah.Abu Thalib Al-Makki: Menulis kitab Qutul Qulub yang berisi hadis-hadis batil dan zikir-zikir palsu.Abu Hamid Al-Ghazali: Menulis kitab Ihya Ulumuddin. Meskipun merupakan ulama ahli fikih dan ushul, kitab ini dipenuhi hadis batil serta tafsir-tafsir kebatinan (seperti menafsirkan matahari/bintang pada kisah Nabi Ibrahim sebagai hijab Allah, bukan sebagai benda langit yang sebenarnya). Itulah sebabnya Ibnul Jauzi kelak menyusun buku Minhajul Qasidin sebagai ringkasan Ihya Ulumuddin dengan membersihkan hadis-hadis palsunya.6. KesimpulanOrang-orang awam cenderung condong menyukai ajaran Sufiyah karena penampilannya secara zahir seperti bentuk ibadah ketaatan, namun pada hakikatnya banyak mengandung kenyamanan hawa nafsu seperti berkumpul untuk nyanyi-nyanyian dan berjoget. Terdapat pula perubahan motif di mana kaum sufi di zaman awal sangat menjauhi penguasa, sedangkan banyak kaum sufi saat ini justru suka mendekati dan berteman dengan penguasa/pejabat.Buatkan infografis dari rangkuman di atas pada selembar kertas dengan ukuran yang optimal untuk story instagram

💬 0 komentar📅 16 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya18 Juni 2026
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

‎‎Materi #11: Talbis Iblis terhadap Kaum Zuhud

‎‎Materi #11: Talbis Iblis terhadap Kaum Zuhud‎(Ringkasan Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.)‎ Talbis Iblis (tipu daya setan) yang menargetkan kaum zuhud, yaitu orang-orang yang berusaha meninggalkan ketergantungan terhadap dunia. Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. menjelaskan bahwa banyak orang terjebak dalam pemahaman zuhud yang keliru sehingga menyimpang dari ajaran Islam yang benar dan seimbang.‎1. Kekeliruan dalam Menjalani Zuhud‎Banyak orang yang mengaku zuhud merasa harus mengasingkan diri, berdiam diri, serta mengabaikan hak-hak keluarga seperti istri dan anak. Padahal Islam adalah agama yang seimbang dan profesional, di mana setiap aspek kehidupan memiliki porsinya masing-masing.‎Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik. Meskipun beliau sangat sibuk dengan dakwah dan berbagai urusan umat, beliau tetap meluangkan waktu untuk keluarga, bercanda dengan mereka, serta memenuhi hak-hak mereka. Zuhud bukan berarti meninggalkan tanggung jawab duniawi yang diwajibkan syariat.‎2. Penyakit Ujub dan Pandangan terhadap Amal‎Salah satu tipu daya setan terhadap ahli ibadah dan orang yang zuhud adalah menumbuhkan rasa kagum terhadap amal sendiri (ujub). Mereka merasa telah melakukan sesuatu yang besar di sisi Allah dan memandang tinggi amal mereka.‎Ustadz Firanda mengingatkan bahwa amal seorang hamba tidak sebanding dengan nikmat Allah yang begitu banyak. Seorang mukmin seharusnya senantiasa merasa kurang dalam bersyukur dan terus memperbaiki amalnya. Contohnya adalah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang tetap merendahkan diri dan berdoa agar amalnya diterima ketika membangun Ka'bah.‎3. Hakikat Sufiyah‎Pada bagian ini dibahas tentang berbagai penipuan setan terhadap sebagian kelompok Sufiyah. Ustadz menjelaskan asal-usul istilah Sufi dan Ahlus Suffah, yaitu para sahabat miskin yang tinggal di serambi belakang Masjid Nabawi karena keadaan mereka yang membutuhkan.‎Beliau menegaskan bahwa Ahlus Suffah bukanlah orang yang sengaja memilih kemiskinan sebagai jalan hidup, melainkan mereka berada dalam kondisi keterbatasan ekonomi. Karena itu, menjadikan kemiskinan sebagai tujuan utama hidup bukanlah ajaran Islam.‎Ustadz juga mengkritisi berbagai praktik yang muncul pada sebagian kelompok Sufiyah yang tidak memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah, serta menjelaskan pentingnya kembali kepada pemahaman Islam yang murni.‎Kesimpulan‎Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah kepada Allah, pemenuhan hak-hak keluarga, dan pelaksanaan tanggung jawab sosial. Seorang muslim hendaknya berusaha meraih zuhud yang benar, yaitu tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, tanpa mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah Allah tetapkan.‎Selain itu, seorang hamba harus senantiasa menjaga keikhlasan, menjauhi penyakit ujub, serta selalu merendahkan diri di hadapan Allah agar tidak terjerumus ke dalam tipu daya setan dalam beribadah.‎

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

DAY-11 TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM ZUHUD

Kesalahan Memahami Zuhud: Banyak orang yang sok zuhud merasa bahwa mereka harus meninggalkan dunia secara total, menyendiri, dan mengabaikan hak keluarga (istri dan anak). Padahal, dalam Islam, hak keluarga adalah kewajiban yang harus dipenuhi.Pentingnya Memenuhi Hak Keluarga: Islam adalah agama yang realistis dan profesional. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam tetap bercanda, bermain dengan anak-anak, dan mengobrol dengan istri di tengah kesibukan beliau yang luar biasa. Mengurus keluarga dengan baik juga merupakan bagian dari ibadah.Perhatian terhadap Hak Keluarga.Banyak orang yang salah memahami konsep zuhud dengan mengasingkan diri, mengabaikan istri, dan tidak berkomunikasi, padahal hal tersebut justru merupakan kezaliman terhadap keluarga.Beliau menekankan bahwa Islam adalah agama yang profesional; setiap aspek kehidupan memiliki porsinya masing-masing. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam tetap memberikan waktu untuk bercanda, mengobrol, dan bersikap lembut kepada istri-istrinya di tengah kesibukan beliau.Bahaya Penyakit Ujub: Ada orang yang merasa amalannya hebat sehingga terjebak dalam penyakit ujub (kagum pada diri sendiri). Mereka seringkali merasa berhak atas karamah atau merasa doanya harus dikabulkan karena merasa sudah beramal banyak, padahal seharusnya seorang Muslim merasa amalnya masih kurang.Talbis iblis terkait ujub itu:Banyak orang zuhud terjebak dalam rasa kagum pada diri sendiri (ujub) karena merasa telah banyak beramal saleh atau merasa diri mereka hebat.Seorang Muslim seharusnya tidak memandang amalnya sebagai sesuatu yang besar, melainkan selalu merasa kurang dan terus beristigfar. Bahkan para Nabi pun selalu memohon agar amal mereka diterima oleh Allah.Pembahasan Mengenai Kaum Sufiyah: kaum Sufiyah sebagai bagian dari pembahasan Talbis Iblis. Asal-usul istilah Sufiyah, baik dari sudut pandang sejarah jahiliyah (al-Ghaut bin Mur) maupun dari istilah Ahlus Suffah di zaman Nabi. Beliau menekankan bahwa penisbahan istilah "Sufi" sering kali tidak tepat secara bahasa dan historis, dan bahwa orang-orang di Suffah dahulu adalah orang fakir yang tinggal di sana karena keadaan, bukan karena pilihan gaya hidup.Kritik terhadap Kaum Sufiyah:Asal-usul istilah Sufiyah dan bagaimana kelompok ini sering kali melakukan penyimpangan, seperti berlebihan dalam mendengarkan musik dan joget-joget yang dianggap sebagai ibadah.Istilah sufiyah bukan berasal dari zaman Nabi. Ada perbedaan pendapat mengenai asal-usulnya, namun Us penisbahan kelompok sufi kepada ahlus suffah (para sahabat yang tinggal di serambi masjid) adalah keliru secara bahasa dan historis, karena ahlus suffah tinggal di sana bukan sebagai pilihan hidup melainkan karena keadaan fakir dan darurat.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinoteyarakat.note

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan talbis iblis bagian 11

Talbis Iblis - 11 Talbis Iblis Terhadap kaum Zuhud Mereka orang-orang yg zuhud tapi salah pengertian. Yg mereka pahami 'meninggalkan dunia secaa mutlak' Imam jauzi nerkata: perhatian terhadap harta keluarga. Diantara orng2 zuhud, mereka suka diam..mereka menjauhkan diri dari bercengkrama dengan istri. Dan mereka hanya menyakiti istrinya dengan perangai buruknya.Mereka juga suka menyendiri sampai susah diajak bicara, bergaul, dll. Mereka lupa dengan sabda nabi shalallaahu 'alayhi wa sallam: sesungguhnya istri mu juga punya hak atasmu.Islam ini adalah agama yg profesional. Masing2 ada porsinya.. Salman al Farisi radhiyallaahu anhu menegur Abu Darda radhiyallahu anhu karna abu darda suka sekali ibdah, dan kurang memberikan hak istrinya. Maka, Salman menasehati Abu Darda: sesungguhnya Rabb mu punya Hak. Jasad mu punya Hak untuk kau tunaikan. Tamu mu juga punya hak untuk kau tunaikan. Dan istrimu punya hak untuk kau tunaikan (untuk bermesraan, dicumbui, digauli) maka penuhilah masing2 haknya.. Setelah itu mereka datang kepada Nabi, dan Abu Darda menceritakan apa yg terjadi dengan Salman. Lalu Nabi membenarkan Salman.. Ibnul jauzi berkata: rasulullaah shalallaahu 'alayhi wa sallam juga bercanda. Rasulullaah juga bermain dengan anak2. Rasulullaah juga ngobrol bersama istri2nya. Dan beliau shalallaahu 'alayhi wassalam juga berlomba lari dengan Aisyah radhiyallaahu anha. Dan banyak hal yg dilakukan oleh nabi shalallaahu 'alayhi wa sallam dengan akhlaknya yg mulia. Salah satu sunnah nabi adalah ngobrol dengan istri sebelum tidur.. Orang2 yg 'sok' zuhud yg menjadikan istrinya seperti janda, dan anaknya seperti yatim (karna dia tidak ngobrol) dan perangainya buruk. Dia melakukan seperti ini karena merasa kalau perbuatan itu membuat dia lalai dalam ibadah. Padahal, nyaman dengan keluarga, ngobrol sm keluarga adalah salah satu bentuk membantu seseoranh dekat dengan akhirat.Kita mendidik anak2 dpt pahala, memenuhi hak istri dpt pahala. Bermain dengan istri adalah tujuan syari'at. Karena tujuan pernikahan adalah agar engkau tentram dengan perempuan tersebut. Sehingga dengan ketenangan (saling cinta) agar Allah menjadikan diantara mereka cinta dan kasih sayang.Maka segala kegiatan yg bisa menumbuhkan cinta kasih sepasang suami istri maka itu di syariat kan. Rasulullaah adalah orang paling sibuk. Tetapi beliau shalallaahu 'alayhi wa sallam selalu memenuhi hak hak istri2nya. Zuhud bukan berarti meninggalkak dunia sepenuhnya. Ibnu jauzi berkata: terkadang orang ini berkering2 (ingin menjauh dri manusia) akhirnya dia tidak menggauli istrinya. Dia meninggalkan yg wajib, untuk perkara sunnah yg asal2an.. Lalu, ada orang2 yg kagum dengan amal shalihnya sendiri..Seseorang yg benar tidak memandang amalnya dengan hebat.. seharusnya dia selalu memandang amalnya ini berkurang. Diantara mereka menanti2 karomah dia muncul.. dan dikhayalkan kepada mereka kalau bertemu air, mereka bisa berjalan diatas air. Dan kadang ada masalah dan dia berdoa, lalu doa dia tidak dikabulkan, dia menggerutu dalam hatinya (selayaknya pegawai meminta gaji kepada bossnya). Jangan pernah pandang (amalan kita) dengan 'wow' apalagi sampai jatuh kedalam ujub.. naudzubillaahSetelah ujub, dia jadi sombong. Contohnya seperti nabi Ibrahim yg membuat ka'bah. Beliau (setiap menaruh batu) berdoa: robbana tawqobbal minna.. Bab selanjutnya: tentang penipuan setan terhadapkaum sufiyyah. Dan kaum tersebug bagian dari orang2 zuhud Imam jauzi menceritakan hakekat sufiyyah.. sufiyyah termasuk orang2 yg zuhud, hanya saja mereka lebih spesifik karna mereka memiliki sifat2 tertentu, dan kondisi tertentu. Dan mereka juga memiliki ciri2 tertentu.. Tasawwuf adalah metode yg awalnya dimulai dengan zuhud totalitas. Lalu setelag berafiliasi dengan sufiyyah mereka mulai melonggarkan (mereka mulai dengar musik, dengan joget2). Lalu mereka mulai menggabungkan sufiyyah dengan mendengarkan kasidah (kata mereka, dengar laagu ibadah dan joget ibadah). Akhirnya, sebagian orang2 awwam yg mencari orientasi akhirat, mereka condong kepada sufiyyah ini. Karena meskipun mereka joget2, dengar music, mereka zuhud (dari pakaian, dari gaya hidup). Dan sebaliknya pencari dunia jg condong kepada mereka (karna ada santai2nya, nyanyi2, joget2) (ini sufiyyah pada zaman imam jauzi).

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman Materi Talbis Iblis 11

Talbis Iblis 11 "Talbis Iblis Kepada Kaum Zuhud"🎙️ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A.Kaum zuhud yaitu orang-orang yang zuhud namun salah pengertian tentang zuhud. Mereka memahami adalah meninggalkan dunia secara mutlak namun ternyata tidak demikian atau tidak seperti yang mereka pahami.◾ Perhatian Terhadap Hak-Hak Keluarga.Diantara orang-orang yang zuhud senantiasa diam. Dalam diamnya sehingga mereka bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkrama dengan istri sehingga menyakiti istri mereka dengan buruk akhlaknya. Dan dia lupa dengan sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wassallam "Sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu". Islam ini adalah agama yang profesional masing-masing ada porsinya. Menunjukkan sempurnanya islam. Dibahas dengan sempurna agar orang tidak berijtihad salah dalam menjalankan syari'at ini. Jika satu porsi berlebihan maka akan menumbalkan porsi yang lain. Orang-orang yang sok zuhud yang menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti yatim. Dia melakukan ini semua menyangka jika berbicara kepada istrinya dan bermain dengan anaknya seakan-akan membuat dia lalai dari akhirat. Karena sedikit ilmunya dia tidak tahu bahwasanya nyaman dengan keluarga, berbicara adalah salah satu bentuk membantu seseorang untuk dekat dengan akhirat. Intinya membantu istri, mencandai istri, bermain dengan istri adalah tujuan syari'at dan berpahala. Karena tujuan pernikahan adalah engkau tentram dengan wanita tersebut sehingga Allah menjadikan diantara suami istri cinta dan kasih sayang. Maka segala kegiatan yang bisa menumbuhkan cinta kasih antara suami istri maka disyariatkan. ◾ Orang Selalu Melihat Amalnya.Seseorang yang benar tidak boleh memandang amalnya bahwasanya amalnya hebat. Dia selalu memandang bahwa amalnya kurang, tidak sempurna. Rasulullah tidak pernah memandang amalnya hebat, tetap beristigfar karena rasulullah tahu Allah begitu agung tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keagungan Allah. Maka nabi mengatakan "Tidak seorangpun dari kalian masuk surga dengan amalnya". Amal ini adalah sebab mendatangkan rahmat, yang membuat masuk surga adalah rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Amal ini tidak ada bandingannya dengan luas keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bab 10 "Penipuan Setan Terhadap Kaum Sufiah"Kaum Sufiah merupakan bagian dari orang-orang yang zuhud. Kaum sufiah itu lebih spesifik berbeda dari kaum zuhud secara umum. Mereka berbeda, memiliki sifat-sifat tertentu dan kondisi-kondisi tertentu dan mereka juga memiliki ciri-ciri tertentu. Tasawuf adalah suatu metode yang awalnya dimulai dengan zuhud secara totalitas. Kemudian seiring berjalannya waktu akhirnya orang-orang menisbahkan kepada sufiah mulai longgar melonggarkan akhirnya tidak zuhud secara totalitas tapi mulai mengambangkan dengan mendengar lantunan-lantunan musik, berjoget-joget yang dulu awalnya tidak ada. Ibnul Jauzi mengatakan harus dijelaskan, diungkapkan bagiamana penipuan iblis terhadap mereka dalam metode yang mereka jalani. Dan hal ini tidak bisa terungkap kecuali harus dibahas tentang asal muasal tarikat ini dan cabang-cabangnya. ◾Asal Muasal SufiahDi zaman nabi tidak ada istilah nama sufiah. Istilah sufiah itu baru yang ada hanyalah istilah Islam dan iman. Dikatakan seorang muslim atau seorang mukmin. Kemudian muncul belakangan istilah zahir dan abid ;✓Zahid yaitu orang zuhud terhadap dunia.✓Abid yaitu ahli ibadah.Kemudian munculah suatu kaum yang benar-benar terikat dengan ibadah. Dan merekapun meninggal dunia dan fokus kepada ibadah. Dan akhirnya dalam rangka meninggalkan dunia dan sibuk ibadah mereka membuat metode sendiri yang berbeda dengan yang lain yang mereka teguh. Serta mereka memiliki akhlak-akhlak khusus yang mereka sengaja untuk berakhlak dengan tersebut. Disini ada pendapat :✓ Dulu ada seorang lelaki namanya Sufah. Nama aslinya Alquut bin Mur maka merekapun berafiliasi kepada orang ini karena mereka menyangka bahwasanya mirip dengan dirinya yang fokus beribadah dan mengurus kabah. Mereka yang mengaku sebagai sufi tersebut adalah pengikut dari Alquut bin Mur dari kabilah Tamim bin Mur.✓ Sufiah itu bukan dari sufah Alquut bin Mur. Tetapi sufiah itu nisbat dari suffah. Suffah itu mulhak tambahan yang nabi buat di belakang masjid Nabawi. Sehingga orang-orang tidur dibagian belakang masjid Nabawi. Mereka tinggal karena terpaksa, darurat bukan pilihan mereka jadi bukan karena terpaksa dan hidup dalam kondisi kemiskinan. Penisbahan sufiyah kepada suffah adalah penisbahan yang salah. Kalau secara bahasa arab nisbah kepada suffah harusnya suffi bukan suufi oleh karenanya salah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Talbis Iblis 11

Talbis Iblis 11Talbis Iblis Terhadap Kaum ZuhudKitab ‘Talbis Iblis’ oleh Imam Ibnu JauziDisyarahkan Oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A​Talbis Iblis terhadap Kaum Zuhud dalam Hal Memenuhi Hak KeluargaBanyak orang yang mengaku zuhud terjebak dalam perangkap iblis dengan cara terus-menerus memilih diam, menyendiri, dan menjauhkan diri dari bercengkrama dengan istri atau keluarga.​Kesalahan Cara Pandang: Mereka menyangka bahwa mengobrol dengan istri atau bermain dengan anak-anak akan melalaikan mereka dari akhirat. Akibatnya, mereka memperlakukan istri seperti janda dan anak seperti anak yatim karena akhlak yang buruk.​Hakikat Sebenarnya: Islam adalah agama yang profesional dan adil dalam membagi porsi kehidupan. Menyenangkan keluarga, mendidik, dan mencari nafkah justru merupakan ladang pahala yang mendekatkan diri ke akhirat.​Dalil Hadis Nabi ﷺ:Sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu.”.​Kisah ketika Salman Al-Farisi menegur Abu Darda yang terlalu sibuk shalat malam dan puasa siang hari hingga mengabaikan hak istrinya. Salman berkata: “Sesungguhnya Rabb-mu punya hak, jasadmu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu punya hak. Maka tunaikanlah hak masing-masing.” Ketika hal ini dilaporkan kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: “Salman benar.”Contoh Keteladanan Rasulullah ﷺ Bersama KeluargaRasulullah ﷺ adalah manusia yang paling sibuk mengurus umat dan dakwah, namun beliau tidak pernah melalaikan hak istri-istrinya. ​Beliau terbiasa bercanda, bermain dengan anak-anak, serta meluangkan waktu khusus untuk mengobrol dengan istri sebelum tidur.​Dalil Hadis Nabi ﷺ:​Riwayat Ibnu Abbas ketika menginap di rumah bibinya, Maimunah (istri Nabi): "Aku mendengar Rasulullah ﷺ mengobrol dengan istrinya beberapa saat sebelum tidur."​Hadits masyhur tentang Ummu Zara: Rasulullah ﷺ mendengarkan dengan penuh perhatian cerita panjang Aisyah tentang 11 wanita yang mengisahkan suaminya, lalu beliau meresponsnya dengan romantis.​Kisah lomba lari antara Rasulullah ﷺ dengan Aisyah radhiyallahu 'anha yang dilakukan untuk menyenangkan hati istrinya.​Sabda Nabi ﷺ kepada Jabir bin Abdillah yang mendesak untuk mencari pasangan yang serasi: “Kenapa engkau tidak menikahi seorang gadis, yang kau bisa bermain (mencandai) dengannya dan dia bisa bermain denganmu?”.​Dalil Ayat Al-Qur'an:​Tujuan pernikahan dalam Islam diantaranya tertuang pada QS. Ar-Rum: 21:​"...agar kamu tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang (mawaddah wa rahmah)."Melalaikan Kewajiban Biologis Istri​Sebagian orang yang merasa zuhud sengaja tidak menggauli istrinya demi fokus pada ibadah sunah yang mereka buat-buat. Padahal, memenuhi kebutuhan biologis istri hukumnya adalah wajib.​Dicontohkan kekeliruan sebagian orang yang memakai dalil keliru/palsu (seperti mengaku meniru Nabi Ibrahim yang meninggalkan Hajar selama puluhan tahun, padahal Nabi Ibrahim melakukannya murni atas perintah mutlak dari Allah SWT).Penyakit Ujub (Mengagumi Amal Sendiri)​Iblis membisikkan tipu daya kepada kaum zuhud agar mereka merasa kagum dengan kesalehan, bacaan Qur'an, sedekah, atau kezuhudan mereka sendiri.​Bahaya Pujian: Ketika dipuji sebagai "Wali" atau "pasak bumi", mereka merasa senang dan membenarkan pujian tersebut, bukannya merasa takut. Bahkan sebagian dari mereka berkhayal dan menanti-nanti kapan karomah mereka muncul (seperti berkhayal bisa berjalan di atas air).​Menggerutu kepada Allah: Saat doanya tidak dikabulkan, mereka menggerutu karena merasa sudah beramal banyak dan menganggap dirinya berhak mendapatkan "upah" instan dari Allah.​Keteladanan para Nabi: Rasulullah ﷺ tidak pernah memandang amalnya hebat. Seusai salat, beliau langsung beristigfar. Begitu pula Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang memohon agar amalnya diterima saat membangun Ka'bah.​Dalil Hadis Nabi ﷺ:​Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak seorang pun dari kalian masuk surga karena amalnya.” Para sahabat bertanya: "Apakah engkau juga tidak, ya Rasulullah?" Beliau menjawab: “Saya juga tidak, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.”.​Dalil Ayat Al-Qur'an:​Perintah istighfar setelah beramal terdapat dalam QS. Al-Baqarah: 199 (setelah bertolak dari Arafah) dan QS. An-Nasr: 3 (di akhir hayat Nabi setelah selesai berdakwah 23 tahun).​Bantahan Allah terhadap orang yang merasa berjasa dengan keislamannya dalam QS. Al-Hujurat: 17:​“Janganlah kamu merasa telah berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan...”​Doa Nabi Ibrahim dalam QS. Al-Baqarah: 127: “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami...”.Pembahasan Spesifik Mengenai Kaum Sufiyah​Mengapa Dibahas Terpisah, meskipun Sufiyah adalah bagian dari kaum zuhud, mereka memiliki ciri khas khusus, aliran, metode, dan keyakinan tersendiri sehingga Al-Imam Ibnu Al-Jauzi menyendirikan pembahasannya. ​Pergeseran Sufiyah: Pada awalnya tasawuf dimulai dengan zuhud totalitas (zuhd al-kulli). Namun seiring berjalannya waktu, terjadi kelonggaran di mana mereka mulai memasukkan unsur lantunan musik (qasidah) dan joget-joget (raqs) ke dalam ritual ibadah.Asal-usul Nama ‘Sufi’​Ibnu Al-Jauzi memaparkan beberapa pendapat mengenai asal-muasal sebutan Sufi:​Pendapat Pertama: Nisbah kepada sebuah komunitas di zaman jahiliah pra-Islam yang dipimpin oleh seseorang bernama Sufah (Al-Ghaut bin Murr) dari kabilah Tamim. Mereka adalah orang-orang yang mengkhususkan diri tinggal di sekitar Ka'bah, meninggalkan dunia, dan fokus beribadah di sana.​Pendapat Kedua: Nisbah kepada Ahlus Suffah. Yaitu orang-orang miskin/fakir di zaman Nabi ﷺ yang tidak punya tempat tinggal dan keluarga di Madinah, sehingga dibuatkan tempat berteduh di bagian belakang Masjid Nabawi.​Kritik Ilmiah: Ibnu Al-Jauzi meluruskan bahwa orang-orang tinggal di suffah saat itu karena terpaksa oleh keadaan ekonomi/kondisi, bukan karena sengaja memilih miskin. Ketika keran rezeki kaum muslimin mulai dibuka, mereka tidak lagi tinggal di sana. Selain itu, secara kaidah bahasa Arab (lughah), penisbahan kepada kata suffah seharusnya membentuk kata Sufi, bukan Sufi.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #11 Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud

Talbis Iblis #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum ZuhudKekeliruan Kaum Zuhud dalam Masalah Hak KeluargaBanyak di antara mereka yang salah memahami arti zuhud dengan mengira bahwa zuhud adalah meninggalkan perkara dunia secara mutlak.Melalaikan Hak Istri: Imam Ibnul Jauzi menyebutkan bab khusus tentang perhatian terhadap hak keluarga. Sebagian orang yang sok zuhud memilih untuk terus-menerus diam, menyendiri, dan menjauh dari bercengkerama dengan istrinya. Akibat buruknya akhlak dan kebiasaan menyendiri ini, mereka justru menyakiti hati istri mereka sendiri.Kisah Salman Al-Farisi dan Abu DardaNabi ﷺ mengingatkan bahwa istri memiliki hak yang wajib ditunaikan. Ustadz menegaskan bahwa Islam adalah agama yang profesional dan proporsional; setiap hal ada porsinya masing-masing.Abu Darda sangat semangat beribadah (shalat malam dan puasa siang hari) hingga melalaikan hak istrinya. Salman Al-Farisi menegurnya: "Sesungguhnya Rabb-mu punya hak, jasadmu punya hak, tamumu punya hak, dan istrimu punya hak. Maka berikanlah setiap yang memiliki hak itu haknya."Ketika Abu Darda mengadukan hal ini kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Salman benar." Perbuatan berlebih-lebihan dalam ibadah hingga menumbalkan porsi atau hak keluarga tidak dibenarkan dalam Islam.Hikmah: Ibadah yang benar adalah ibadah yang seimbang. Berlebihan dalam satu sisi sehingga mengabaikan sisi lain bukanlah kesalehan.Contoh Akhlak Mulia Nabi ﷺ terhadap KeluargaInteraksi Nabi dengan Keluarga: Rasulullah ﷺ adalah sosok yang gemar bercanda dengan para sahabat dan istrinya, bermain dengan anak-anak, serta meluangkan waktu untuk mengobrol.Sunnah Mengobrol Sebelum Tidur: Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas saat menginap di rumah bibinya (Maimunah, istri Nabi), beliau mendengar Rasulullah ﷺ mengobrol sejenak dengan istrinya sebelum tidur. Ustadz menyindir fenomena zaman sekarang di mana suami istri mau tidur justru sibuk memegang HP masing-masing sehingga kehilangan kebahagiaan yang hakiki.Kisah Hadis Ummu Zara': Aisyah radhiallahu 'anha pernah menceritakan kisah panjang tentang 11 wanita yang berkumpul mendiskusikan sifat suami mereka kepada Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ mendengarkan cerita itu dari awal sampai akhir dan meresponsnya dengan hangat, menunjukkan betapa beliau menghargai obrolan dengan istri.Lomba Lari dengan Aisyah: Nabi ﷺ pernah mengajak Aisyah lomba lari saat safar. Pada lomba pertama Aisyah menang karena masih kurus. Bertahun-tahun kemudian, ketika fisik Aisyah mulai berisi, Nabi ﷺ mengajak lomba lari lagi dan beliau menang seraya bercanda: "Ini untuk membayar kekalahanku yang dulu."Perhatian Rutin Setiap Hari: Setiap habis asar, Nabi ﷺ rutin mendatangi rumah istri-istrinya satu per satu sekadar untuk menyapa dan mencumbui mereka sebelum akhirnya menginap di rumah istri yang mendapat jatah giliran.Dampak Buruk "Sok Zuhud" Tanpa IlmuMenelantarkan Keluarga: Orang yang sok zuhud sering kali membuat istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim karena tidak mau diajak bicara dan bermuka masung. Mereka keliru mengira bahwa mengobrol dengan keluarga akan melalaikan mereka dari akhirat.Karena sedikitnya ilmu, mereka tidak tahu bahwa menyenangkan dan mendidik keluarga adalah ladang pahala akhirat. Mengutip hadis riwayat Jabir di mana Nabi ﷺ menganjurkan menikahi gadis agar bisa saling mencandai dan bermesraan.Kisah Suami yang Salah Menggunakan Dalil: Cerita seorang istri yang mengeluh karena suaminya tidak mau menggaulinya dengan alasan dakwah dan berdalih dengan Nabi Ibrahim yang meninggalkan Hajar selama puluhan tahun. Ini adalah penggunaan dalil yang salah karena Nabi Ibrahim melakukan itu atas perintah langsung dari Allah, bukan menuruti syahwat atau keinginan sendiri untuk menjauh. Tidak bisa dijadikan alasan untuk menelantarkan istriZuhud Bukan Alasan Menelantarkan KeluargaNabi ﷺ adalah manusia yang paling sibuk: memimpin umat, menerima wahyu, berdakwah, menghadapi musuh, menjawab pertanyaan para sahabat. Namun beliau tetap menunaikan hak-hak istrinya dengan sempurna.Karena itu tidak pantas seseorang mengaku: terlalu sibuk dakwah, terlalu sibuk menuntut ilmu, terlalu sibuk memikirkan akhirat, lalu mengabaikan keluarganya.Bahaya Penyakit Ujub (Kagum pada Amal Sendiri)Tipu Daya Sifat Ujub: Sebagian orang zuhud terjebak merasa kagum pada amalnya sendiri (bacaan Al-Qur'an, sedekah, dan kezuhudannya). Ketika dipuji sebagai "pasak bumi" (Wali Allah), mereka merasa tenang dan menganggap pujian itu benar.Keteladanan Nabi ﷺ: Nabi ﷺ adalah manusia terbaik, beliau tidak memandang amalnya suatu yang hebat, beliau tidak pernah merasa amalnya cukup, justru langsung beristighfar setelah shalat dan setelah berhaji, keluar dari Arafah. Di akhir hayatnya, beliau terus memperbanyak tasbih dan istighfar karena menyadari keagungan Allah yang tidak sebanding dengan amalan makhluk.Jangan Merasa Berjasa kepada Allah: Allah mencela orang Arab Badui yang merasa berjasa karena masuk Islam (QS. Al-Hujurat: 17). Segala taufik untuk beramal datangnya dari Allah, sehingga manusia wajib bersyukur dan tidak boleh merasa amalnya hebat. Bahkan Nabi ﷺ beristighfar (Ghufronaka) setelah buang hajat karena menyadari nikmat kesehatan sekecil itu pun sulit untuk disyukuri sepenuhnya.Perkataan Ibnu Qayyim: Bisa jadi seseorang masuk surga karena maksiat yang membuatnya terus menyesal dan merendah diri di hadapan Allah, dan bisa jadi seseorang masuk neraka akibat amal shaleh yang membuatnya sombong dan ujub.Cara Menghindari UjubLihatlah kekurangan diri: salat belum khusyuk, sedekah masih berat, berbakti kepada orang tua belum maksimal, mendidik anak masih kurang, dakwah belum tentu ikhlas.Jika seseorang menyadari kekurangannya, ia tidak akan mudah ujub.Kisah Nabi IbrahimKetika membangun Ka'bah, Nabi Ibrahim berdoa: "Ya Rabb kami, terimalah amal kami." Padahal beliau sedang melakukan amal yang sangat besar.Ini menunjukkan bahwa orang saleh tidak pernah merasa amalnya hebat.Talbis Iblis Terhadap Kaum SufiyahImam Ibnul Jauzi memisahkan pembahasan kaum Sufiyah dari kaum zuhud secara umum karena Sufiyah memiliki ciri khas, metode, aliran, dan keyakinan yang lebih spesifik.Perkembangan Tasawuf: Tasawuf pada awalnya dimulai dengan gerakan zuhud secara totalitas. Namun seiring berjalannya waktu, orang-orang belakangan mulai longgar dan memasukkan unsur-unsur baru seperti mendengarkan lantunan musik/qasidah dan joget-joget (ar-raqs) sebagai bentuk ibadah.Mengapa Banyak Orang Tertarik kepada Kaum Sufi?Ibnu Al-Jauzi menyebutkan fenomena menarik. Kaum sufi menarik dua kelompok sekaligus:A. Pencari AkhiratMereka tertarik karena melihat: kesederhanaan hidup, pakaian yang sederhana, semangat ibadah, penampilan yang zuhud. Mereka mengira bahwa inilah jalan menuju akhirat.B. Pencari DuniaMereka tertarik karena melihat: nyanyian, qasidah, suasana santai, hiburan tertentu. Akibatnya dua kelompok ini berkumpul dalam satu tempat.Yang satu tertarik karena unsur zuhud. Yang lain tertarik karena unsur hiburannya.Ibnul Jauzi mengkritik Sufi di zamannya yang masih berpakaian zuhud tapi suka berjoget. Ustadz Firanda menambahkan bahwa sebagian Sufi zaman sekarang bahkan tidak lagi zuhud melainkan hidup mewah namun tetap mempertahankan tradisi joget dan kasidahan tersebut.Asal-Usul Istilah SufiIstilah Baru: Di zaman Nabi ﷺ tidak ada istilah tersebut, hanya ada istilah Muslim dan Mukmin. Setelah masa Nabi barulah muncul istilah-istilah tambahan, seperti Zahid (orang yang zuhud terhadap dunia) dan Abid (orang yang banyak beribadah).Pendapat Pertama (Sufah bin Murr): Ada pendapat yang menyatakan istilah Sufi dinisbahkan kepada seorang lelaki zaman jahiliyah bernama Suffah (Al-Ghauts bin Murr). Ia adalah orang yang mengkhususkan diri meninggalkan urusan dunia untuk fokus berkhidmat di Ka'bah/Masjidil Haram. Orang-orang yang meniru metodenya kemudian disebut Sufiyah.Pendapat Kedua (Ahlus Suffah): Pendapat lain mengaitkannya dengan Ahlus Suffah, yaitu orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin yang tinggal di bagian belakang Masjid Nabawi karena tidak punya rumah dan keluarga di Madinah. Ahlus Suffah tinggal di masjid karena kondisi terpaksa (darurat), bukan karena sengaja memilih kemiskinan. Ketika kondisi ekonomi kaum muslimin membaik dan pintu rezeki terbuka, mereka tidak lagi tinggal di sana.Kehidupan Ahlus Suffah. Kondisi mereka sangat sederhana. Sebagian hanya memiliki satu pakaian, hidup dalam kesulitan, sering kekurangan makanan. Namun mereka bersabar, belajar agama, dekat dengan Rasulullah ﷺ. Mereka menjadi teladan dalam kesabaran dan keteguhan iman.Kisah Sahabat yang Hanya Memiliki Satu Sarung. Diceritakan seorang sahabat ingin menikah. Ketika ditanya tentang mahar, ia berkata: "Aku hanya memiliki sarung yang sedang kupakai." Bahkan jika sarung itu diberikan sebagai mahar, ia tidak punya pakaian lain. Kisah ini menunjukkan betapa beratnya kondisi ekonomi sebagian sahabat saat itu.Orang Fakir yang Pertama Melewati Shirat. Disebutkan dalam hadis bahwa di antara golongan yang pertama melewati Shirath dan masuk surga adalah: Kaum Muhajirin yang Fakir. Mereka hidup sederhana, tidak menikmati kemewahan dunia, bersabar atas kekurangan mereka. Namun kemiskinan mereka bukan karena dicari-cari. Mereka miskin karena keadaan.Rasulullah Sangat Memperhatikan Ahlus Suffah. Rasulullah ﷺ sering mengunjungi mereka, menyapa mereka, memberi makan mereka, memperhatikan kebutuhan mereka. Beliau bahkan mendahulukan kebutuhan Ahlus Suffah dibanding kebutuhan keluarganya sendiri dalam beberapa keadaan. Contohnya ketika Fatimah meminta pembantu. Nabi ﷺ tidak memberikannya karena melihat banyak kebutuhan kaum miskin yang lebih mendesak.Kekeliruan Bahasa: Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa secara kaidah bahasa Arab, penisbahan istilah Sufi ke kata Suffah adalah keliru. Jika dinisbahkan ke Suffah, seharusnya sebutannya adalah Suffi, bukan Sufi.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
D
Dewi Lestari

📍 Kota Banjarbaru

TALBIS IBLIS #11 : TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM ZUHUD

TALBIS IBLIS #11 :TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM ZUHUD Diantara orang2 yang Zuhud mereka senantiasa diam,sehingga mereka menjauhkan diri dari bercengkrama dengan istri,sehingga mereka menyakiti istrinya dengan akhlaknya yg buruk.dan dia lupa akan sabda nabi Muhammad SAW "sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu."Orang Zuhud menjadikan istrinya janda dan anaknya seperti anak yatim.dia tidak tahu bahwasannya bercengkrama dengan keluarga itu adalah salah satu bentuk seseorang dekat dengan Akhirat.menggauli istri hukumnnya Wajib.kalau keluarga saja tidak diperhatikan,bagaimana Islam akan tumbuh lebih baik.jangan pandang sesuatu yang kita lakukan sesuatu yg WoW sehingga kita terkena penyakit ujub.kalau dia memandang tentang bagaimana Allah SWT memberikan dia Taufik untuk bisa belajar,maka dia tahu ini wajib disyukuri.dan seharusnya dia menjalankan syukur kepada Allah SWT .seharusnya seseorang bukan merasa WoW to harusnya buat dia sibuk bahwa amalannya masih kurang.bisa jadi seseorang yg melakukan amal Sholeh masuk neraka dan seseorang yang melakukan maksiat masuk surga Tasawuf adalah metode yang awalnya dimulai dengan Zuhud alkulli yaitu Zuhud secara totalitas kemudian lama2 orang yang memisahkan berafiliasi kepada Sufiah.Asal Muasal Sufiah di Zaman nabi tidak ada istilah sufiah.istilah yg ada hanya Islam & iman.kemudian muncul belakangan setelah itu Zahid dan AbisZahid maksudnya orang2 yang izin terhadap dunia,Abid maksudnya ahli ibadah.dunia mereka tinggalkan dan fokus ibadah.dalam rangka meninggalkan du nia dan sibuk Zuhud dan ibadah maka mereka membuat metode sendiri.Sufiah dibangun untuk orang2 miskin dikalangan kaum muslimin,mereka tinggal di Masjid karena darurat/terpaksa bukan pilihan,mereka pun makan dari sedekah.mereka memiliki kemampuan mereka tidak tinggal di Sufiah.penisbahan kepada Sufiah adalah penisbahan yg Salah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
A
Anna setyaningsih

📍 Kota Bekasi

Rangkuman bab 11

🌷 TALBIS IBLIS #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A🌿 Apa Itu Zuhud yang Benar Dunia di tangan, bukan di hati. Manfaatkan dunia untuk taat, bukan jadi tujuan utama.⚠️ 5 Talbis Iblis ke Kaum Zuhud 1. Salah paham zuhud → Anggap makin sengsara = makin tinggi derajat. Sampai tolak kerja halal & harta halal 2. Lalaikan hak keluarga → Sibuk ibadah sunnah, lupa nafkah, istri, anak 3. Haramkan yang halal → Tolak makanan enak, baju bagus, nikah tanpa alasan syar’i 4. Berlebihan ibadah → Ibadah sampai lemah, bosan, lalu ninggalin semua 5. Riya’ berkedok zuhud → Sengaja lusuh & letih biar dipuji saleh🌸 Ciri Zuhud yang Benar ✅ Syukur saat diberi, sabar saat diuji ✅ Tidak bangga dengan dunia, tidak sedih berlebihan saat hilang ✅ Harta dipakai untuk taat ✅ Tetap tunaikan hak keluarga & masyarakat💎 Pelajaran Penting 1. Zuhud = tinggalkan cinta dunia, bukan tinggalkan dunia 2. Harta bukan musuh, cinta dunia berlebih yang bahaya 3. Ibadah wajib di atas ilmu & sunnah 4. Jangan sampai semangat ibadah bikin lalai kewajiban 5. Waspada riya’ tersembunyi di balik sederhana📝 Quote "Orang zuhud bukan yang tidak punya dunia, tapi yang dunia tidak menguasai hatinya" "Yang sunnah adalah gunakan dunia untuk raih akhirat"🌿 Inti: Iblis sering menipu lewat kebaikan yang berlebihan. Zuhud yang benar itu pertengahan, sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.---

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan pertemuan ke 11

Ringkasan Kajian Talbis Iblis #11Talbis Iblis terhadap Kaum Zuhud dalam Menelantarkan Keluarga dan Awal Munculnya TasawufPemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهAl-Imam Ibnu al-Jauzi rahimahullah melanjutkan pembahasan tentang berbagai bentuk talbis (tipu daya) iblis terhadap orang-orang yang zuhud. Sebagian mereka memiliki semangat ibadah yang tinggi, namun kurang memahami hakikat zuhud yang benar sehingga terjatuh dalam sikap berlebihan dan meninggalkan hak-hak yang wajib ditunaikan.1. Menelantarkan Hak Istri dan KeluargaDi antara kesalahan sebagian orang yang mengaku zuhud adalah terlalu banyak diam, menyendiri, dan menjauh dari istri serta keluarganya. Mereka mengira bahwa sikap tersebut merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah, padahal justru menyebabkan buruknya hubungan dengan keluarga.Padahal Nabi ﷺ bersabda:"Sesungguhnya istrimu memiliki hak atasmu."Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan. Setiap pihak memiliki hak yang wajib ditunaikan.Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu pernah menegur Abu Darda' yang terlalu sibuk dengan ibadah hingga kurang memperhatikan istrinya. Salman berkata:"Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu, tubuhmu memiliki hak atasmu, tamumu memiliki hak atasmu, dan keluargamu pun memiliki hak atasmu."Ketika Abu Darda' menceritakan nasihat tersebut kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:"Salman benar."Ini menunjukkan bahwa berlebihan dalam ibadah hingga mengabaikan hak keluarga adalah sesuatu yang tercela.2. Rasulullah ﷺ Memberikan Perhatian kepada KeluargaRasulullah ﷺ adalah manusia yang paling sibuk, namun beliau tetap meluangkan waktu untuk istri dan anak-anaknya.Beliau:Bercanda dengan para sahabat.Bermain bersama anak-anak.Berbincang dengan istri-istrinya.Menghibur dan menyenangkan mereka.Berlomba lari dengan Aisyah radhiyallahu 'anha.Mendatangi istri-istrinya setelah salat Asar untuk sekadar berbincang dan menunjukkan kasih sayang.Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma pernah mendengar Rasulullah ﷺ berbincang dengan Maimunah radhiyallahu 'anha sebelum tidur.Hal ini menunjukkan bahwa bercengkerama dengan istri merupakan sunnah Nabi ﷺ dan termasuk sebab kebahagiaan rumah tangga.3. Bahaya Kesibukan yang Menghilangkan Kehangatan KeluargaSebagian orang terlalu tenggelam dalam urusan dunia ataupun kesibukan lainnya sehingga kehilangan kebahagiaan yang sebenarnya.Masing-masing sibuk dengan telepon genggamnya, sementara komunikasi dengan pasangan dan anak-anak semakin berkurang.Padahal di antara sunnah Rasulullah ﷺ adalah berbicara dengan istri sebelum tidur. Kebahagiaan hakiki tidak diperoleh dari kesibukan semu, melainkan dari hubungan yang baik dengan keluarga.4. Bercanda dan Bermain dengan Istri Merupakan Bagian dari SyariatRasulullah ﷺ bersabda kepada Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu:"Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis, sehingga engkau dapat bermain dengannya dan dia pun dapat bermain denganmu?"Hadis ini menunjukkan bahwa:Bercanda dengan istri.Bermain dan bercumbu dengannya.Membangun kasih sayang dalam rumah tangga.Semua itu termasuk tujuan syariat, karena Allah berfirman:"Agar kalian mendapatkan ketenangan darinya, dan Dia menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang."(QS. Ar-Rum: 21)Dengan demikian, segala hal yang dapat menumbuhkan cinta dan kasih sayang antara suami istri merupakan perkara yang disyariatkan.5. Zuhud Bukan Berarti Meninggalkan Dunia Secara TotalSebagian orang salah memahami zuhud. Mereka mengira bahwa semakin jauh dari keluarga dan urusan dunia, semakin dekat kepada Allah.Padahal:Mendidik anak adalah ibadah.Menafkahi keluarga adalah ibadah.Memenuhi kebutuhan istri adalah ibadah.Mengajarkan agama kepada keluarga adalah ibadah.Justru perhatian kepada keluarga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.Rasulullah ﷺ sendiri adalah manusia yang paling sibuk, namun tidak pernah melalaikan hak-hak keluarganya.6. Mengabaikan Kebutuhan Biologis Istri Juga Termasuk KesalahanSebagian orang yang mengaku zuhud sengaja meninggalkan hubungan dengan istrinya dengan alasan ingin fokus beribadah.Padahal memenuhi kebutuhan biologis pasangan merupakan kewajiban.Sebagaimana istri memiliki kewajiban memenuhi hak suami, maka suami juga memiliki kewajiban memenuhi hak istrinya.Mengabaikan hal tersebut hanya akan menyiksa pasangan dan bertentangan dengan tujuan pernikahan yang dibangun atas dasar ketenteraman dan kasih sayang.7. Bahaya Ujub dan Merasa Hebat dengan AmalDi antara talbis iblis yang sangat berbahaya adalah membuat seseorang kagum terhadap amalnya sendiri.Ia merasa:Amalnya banyak.Ibadahnya luar biasa.Zuhudnya tinggi.Kedudukannya istimewa di sisi Allah.Bahkan ketika dipuji sebagai wali atau orang saleh, ia menerima pujian tersebut dengan senang.Padahal seorang mukmin seharusnya selalu melihat kekurangan dirinya.8. Para Nabi Tidak Pernah Kagum dengan Amal MerekaRasulullah ﷺ setelah salat beristigfar tiga kali.Di akhir kehidupan beliau, Allah memerintahkan:"Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya."(QS. An-Nashr: 3)Padahal beliau adalah manusia terbaik.Demikian pula Nabi Ibrahim 'alaihis salam ketika membangun Ka'bah bersama Ismail, beliau berdoa:"Ya Rabb kami, terimalah dari kami."(QS. Al-Baqarah: 127)Padahal membangun Ka'bah merupakan amal yang sangat agung.Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang saleh tidak memandang amal mereka sebagai sesuatu yang besar.9. Ujub Dapat Menjerumuskan ke Dalam KebinasaanIbnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa:Bisa jadi seseorang masuk surga karena dosa yang pernah ia lakukan, dan bisa jadi seseorang masuk neraka karena amal salehnya.Seseorang yang terjatuh dalam dosa kemudian terus menyesal dan bertaubat, akhirnya ia dirahmati Allah dan masuk surga.Sebaliknya, seseorang yang banyak beramal namun kagum terhadap amalnya sendiri akan terjatuh dalam ujub dan kesombongan yang dapat membinasakannya.Karena itu seorang mukmin hendaknya selalu melihat bahwa amalnya penuh kekurangan dan senantiasa memohon ampun kepada Allah.Awal Pembahasan Talbis Iblis terhadap Kaum SufiSetelah menjelaskan berbagai bentuk talbis terhadap kaum zuhud, Imam Ibnu al-Jauzi secara khusus membahas kaum sufi, karena mereka memiliki karakteristik dan metode tersendiri yang berbeda dengan kaum zuhud secara umum.Beliau menjelaskan bahwa pada masa Nabi ﷺ belum dikenal istilah "sufi". Yang ada hanyalah:Muslim.Mukmin.Kemudian muncul istilah:Zahid (orang yang zuhud).Abid (ahli ibadah).Selanjutnya sebagian orang mengkhususkan diri dalam ibadah dan meninggalkan dunia secara total, sehingga terbentuk kelompok-kelompok dengan metode dan ciri-ciri khusus yang akhirnya dikenal dengan nama tasawuf.Menurut sebagian pendapat, istilah "sufi" dinisbahkan kepada kaum yang dikenal dengan nama Sufah pada masa jahiliah, yang sibuk beribadah di sekitar Ka'bah.Adapun pendapat lain mengaitkannya dengan Ahlus Suffah, yaitu para sahabat miskin yang tinggal di serambi belakang Masjid Nabawi.Namun Imam Ibnu al-Jauzi menjelaskan bahwa penisbatan kepada Ahlus Suffah tidak tepat secara bahasa, dan para penghuni Suffah sendiri tidak sengaja hidup miskin atau memilih tinggal di sana. Mereka tinggal di sana karena keadaan yang memaksa, dan ketika kondisi mereka membaik, mereka pun meninggalkan tempat tersebut.Pelajaran PentingZuhud yang benar bukan berarti meninggalkan dunia secara mutlak.Menunaikan hak keluarga termasuk ibadah.Bercanda dan berkasih sayang dengan pasangan merupakan sunnah Nabi ﷺ.Jangan berlebihan dalam ibadah hingga melalaikan kewajiban yang lain.Jangan kagum terhadap amal sendiri.Selalu merasa membutuhkan ampunan Allah.Keseimbangan merupakan ciri kesempurnaan syariat Islam.Semua nikmat dan taufik berasal dari Allah semata.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Ringkasan bab 11, Talbis Iblis terhadap kaum zuhud

TALBIS IBLIS 11 # Talbis Iblis terhadap orang-orang zuhud.Ustadz DR Firanda Andirja M.AAl Imam Jauzi berkata, pasal perhatian terhadap hak2 keluarga. Diantara orang2 yg zuhud mereka senantiasa diam, sehingga mereka bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkrama dg istri, dan mereka menyakiti istri istri nya dg buruknya akhlaknya. Mereka lupa dg sabda Nabi, sesungguhnya istri mu mempunyai hak atas mu. Ibnu Jauzi menambahkan dahulu Rasulullah shalallahu alaihiwasalam bercanda, bermain dg anak2, mengobrol dg istri2 nya, lomba lari dg Aisyah. Orang yg zuhud ini menyangka bila ia bercengkrama dg istri dan bermain dg anak2nya akan melalaikan akhiratnya. Dia tidak tau bahwa dengan dekat dan nyaman bersama keluarga justru bisa membantu seseorang dekat dg akhirat, itu karena ilmu nya sedikit.Bahkan terkadang ia tidak menggauli istrinya, hingga ia melalaikan yg wajib krn ingin melaksanakan sesuatu yg sunnah pdhal tdk terpuji. Diantara orang zuhud, ia selalu kagum dg amalan sholeh nya. Dan di khayalkan kepadanya kl dia sudah sampai air di sungai, ia akan berjalan di atas air. Kalau ada permasalahan yg datang kepada nya kemudian dia berdoa, ternyata doa nya tdk di kabulkan, maka dia menggerutu. Kalau dia diks pemahaman oleh Allah, kl dia sadar dia adl seorg budak oleh majikannya, dan budak tidak boleh mentang2 oleh majikan nya, tidak boleh merasa hebat di hadapan Allah. BAB 10 TALBIS IBLIS terhadap kaum sufiyah dan kaum sufiyah merupakan bagian daripada orang-orang zuhud.Berkata Ibnul Jauzi, sufiyah adl termasuk orang2 yg zuhud. Telah disebutkan sebelum nya ttg talbis iblis thd orang2 zuhud. Hanya saja kaum sufiyah itu lbh spesifik berbeda dg kaum zuhud secara umum mereka berbeda dg sifat2 tertentu, mereka memiliki ciri2 tertentu. Tasawuf adl metode yg awalnya dimulai dg zuhud secara totalitas. Kemudian lama2 org2 yg menisbahkan pada sufiah mulai longgar, mulai menggampang kan dg mendengarkan musik dan menari. Maka akhirnya sebagian org2 yg mencari akhirat akhirnya condong kpd kaum sufiyah ini. Dan sebaliknya, pencari dunia pun senang dg sufiyah krn ada tarian dan musik. Sehingga bergabung lah pencari akhirat dan dunia (ini sufiyah di zaman Ibnu Jauzi). Maka Ibnu Jauzi menambahkan, harus kita ungkapkan, bagaimana penipuan iblis thd mereka ttg metode sufiyah. Ada suatu kaum yg fokus dg akhirat dan ibadah. Saking zuhud dg ibadah dan akhirat, mereka membuat metode sendiri. Dan mereka punya akhlak2 khusus. Dulu nya ada seorang lelaki yg beribadah di mesjidil haram, nama nya suffah. Mereka berafiliasi dg org ini krn mereka merasa mereka sama dg org ini yg sibuk beribadah, sibuk mengurusi ka'bah, maka mereka bernisbah dg nama ini,suffah, sufiyah. Berkata lagi Ibnu Jauzi, bahwa penisbahan dari suffah itu salah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026

Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud

Banyak orang yang sok zuhud merasa harus menyendiri dan meninggalkan dunia, sehingga mereka mengabaikan hak istri dan anak. Ustadz menekankan bahwa dalam Islam, keluarga memiliki hak atas waktu dan perhatian suami.Nabi tetap sibuk dengan urusan umat, namun beliau tetap meluangkan waktu untuk bercanda, bermain, dan mengobrol dengan istri-istrinya (seperti lomba lari dengan Aisyah). Hal ini menunjukkan bahwa zuhud tidak berarti meninggalkan tanggung jawab sosial dan keluarga.Iblis sering menipu orang yang zuhud agar merasa hebat dengan amalnya sendiri, yang berujung pada penyakit ujub. Tidak memandang amal sebagai sesuatu yang luar biasa, melainkan selalu menyadari kekurangan diri dan pentingnya beristighfar, seperti yang dilakukan para nabi.Ibnu Al-Jauzi mengkritik kelompok yang menyimpang dari makna zuhud yang sebenarnya dengan menambahkan tradisi seperti musik dan joget, yang tidak ada dasarnya dalam syariat Islam.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Talbis iblis#11

TALBIS IBLIS #11TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI  KAUM ZUHUDUSTADZ DR.FIRANDA ANDIRJA, LC.MAZuhud yg mereka fahami adalah : meninggalkan dunia secara mutlak, namun ternyata tidak seperti yg mereka fahamiPerhatian terhadap hak-hak keluarga🍄Diantara Orang-orang yg zuhud senantiasa diam dan kontinu dalam diamnya, sehingga bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkerama dg istri. Akhirnya mereka hanya menyakiti hati istri mereka.Nabi ﷺ bersabda :“Sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu”.Salman Arfarisi menegur Abu Darda, karena : Abu Darda sangat senang beribadah kepada Allah ﷻ sehingga kurang memberikan hak istrinyaSalman menegur dg berkata : ‘sesungguhnya Rabb mu punya hak, jasadmu punya hak, tamumu juga punya hak dan istrimu punya hak yg untuk kau tunaikan. Maka penuhilah masing-masing haknya.’Islam bisa dijalankan semua manusia,karena ada porsinya.Rasulullah ﷺ bercanda,bermain-main dg anak-anak,ngobrol bersama istri-istrinya dan lomba lari bersama Aisyah, serta banyak hal yg dilakukan Nabi ﷺ dg akhlaknya yg mulia.🍄Orang yg zuhud menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim, karena dia tidak ngobrol dan meninggalkan anak dan istri mereka dan juga karena akhlak mereka yg buruk. Menurut mereka, ini dilakukan agar mereka tidak lalai dari akhirat.Mereka tidak memahami bahwa dekat dg keluarga akan membantu mereka dekat dg akhirat. Dg mengajari anak-anak dapat pahala, menunaikan nafkah kepada istri dapat pahala, mencari nafkah untuk keluarga dapat pahala.Rasulullah ﷺ bersabda :“Wahai Jabir kenapa engkau tidak menikahi seorang gadis, engkau bisa bermain dg nya dan dia bisa bermain dg mu”Bercanda dg istri adalah tujuan syariat karena melakukan ini berpahalaRasulullah ﷺ tidak pernah melalaikan hak-hak istrinya🍄Orang-orang zuhud ini tidak menggauli istrinya,Akhirnya dia melalaikan yg wajib karena ingin melaksanakan sesuatu yg dianggap sunnah padahal tidak terpuji.🍄Diantara orang zuhud, mereka kagum dg amal solehnya ( dia kagum dg baca Al Qur’annya, dia kagum dg sedekahnya, dia kagum dg zuhud nya). Jika ada yg memujinya, maka dia memandang itu  perkataan yg benar.Kata Imam Jawzi : ‘ bahwa seseorang tidak boleh memandang amalnya hebat’Rasulullah ﷺ tidak pernah memandang amalnya hebat, beliau selalu beristighfarAllah begitu agung, Amalnya tidak ada apa-apa dibanding keagungan Allah.Nabi ﷺ berkata :“Tidak seorang dari kalian masuk surga dg amalnya. Apakah engkau tidak masuk surga dg amalmu, wahai Rasulullah? Tidak,saja juga demikian.”Amal ini yg mendatangkan rahmat, rahmat Allah lah yg memasukkan kita ke dalam surga.Diantara orang-orang yg zuhud ini menanti-Menanti kapan karamah nya muncul. Dan dikhayalkan kepada mereka, jika mereka berada di suatu sungai, maka mereka akan bisa berjalan di atas air.Jika ada datang permasalahan kepada mereka, kemudian meraka berdoa,ternyata doanya tidak dikabulkan maka mereka menggerutu dalam dirinya.Seakan-akan dia bekerja kepada Allah, dia meminta gaji kepada Allah, tapi tidak diberi.Jika meraka sadar, bahwa mereka hanya hamba seperti budak sahaya yg dimiliki majikannya.Apa yg kita banggakan di depan Allah, yg memberikan segalanya Allah ﷻJika mereka memandang bagaimana Allah memberi mereka taufik untuk bisa menuntut ilmu maka  ini wajib untuk disyukuri dan harusnya mereka takut, karena kurang menjalankan rasa syukur kepada Allah ﷻ .Nabi ﷺ setelah buang hajat beristighfar karena  buang hajat adalah nikmat dari AllahSeharusnya seseorang jangan merasa amalnya hebat, harusnya di lebih sibuk lagi karena amalannya masih kurangNabi Ibrahim alayhissalam bersama Ismail ketika membangun kakbah, ini bukan pekerjaan yg mudah,ini pekerjaan berat, selalu mengucapkan ‘terimalah amalan kami’ . Nabi Ibrahim tidak pernah merasa amalannya hebat, sampai Nabi Ibrahim berdoa  lagi :’jangan Engkau hinakan aku pada hari manusia dibangkitkan’.Jangan seseorang terpedaya dg amalnya, khawatir dia akan terkena penyakit ujub.Ibnu Qayyim mengatakan :‘Bisa jadi Seorang melakukan maksiat dia masuk surga, bisa seorang melakukan amal soleh masuk neraka ‘Mengapa demikian ???Orang yg melakukan maksiat kemudian dia menyesal, dan bertaubat kepada Allah, sehingga merasa dirinya rendah karen dosa yg dia lakukan,dan akhirnya dia masuk surga. Sementara yg melakukan amal soleh, dia ujub ( bangga), dia merasa hebat, dan akhirnya masuk ke neraka.TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM SUFIOrang-orang sufi merupakan bagian dari orang-orang zuhudOrang sufi,punya  ciri-ciri khas tersendiri daripada orang zuhud secara umumIbnu Jqwzi berkata :Sufiyah adalah : termasuk sesuatu daripada orang-orang yang zuhudKaum sufiyah lebih spesifik daripada kaum zuhud secara umumMereka berbeda dengan memiliki sifat-sifat  tertentu dan kondisi-Kondisi tertentu serta memiliki ciri-ciri tertentu.Tasawuf adalah : suatu metode yg dimulai dari zuhud secara totalitasKemudian dg berjalannya waktu, mereka mulai melonggarkan tidak sekedar zuhud secara totalitas tapi mulai mendengarkan lantunan musik, joget-joget.Akhirnya sebagian orang-orang awam yg mencari akhirnya condong kepada kaum sufiyah.Kaum sufiyah walaupun joget-joget kemudian dengar musik tapi mereka zuhud. seperti pakaian dan gaya hidup mereka zuhud.Sebaliknya pencari dunia juga senang dg sufiyah, karena ada santai-santainya seperti senandung,dllAsal SufiyahDi zaman Nabi tidak ada sufiyah, yang cuma muslim dan dikatakan mukminDan akhirnya karena mereka meninggalkan dunia,sibuk zuhud dan mereka mempunyai metode sendiri, berbeda dg yg lain. Mereka punya akhlak-akhlak khusus.Sufiyah : mengkhususkan dirinya berkhidmat kpd Allah di masjidil Haram, dahulu ada seorang lelaki yg dikenal dg Sufah. Yg namanya Sufah Al Ghoir bin mur, maka mereka berafiliasi kepada orang ini. Karena mereka menyangka kita mirip dg dia. Yang fokus untuk beribadah dan mengurus kakbah, maka kami pun bernisbah kpd mereka  dgn nama SufiyahKepada siapa sufi bernisbah ??Sebelum adanya Islam ada suatu kaum namanya Sufah. Mereka meninggalkan dunia dan fokus ibadah kepada Allah dan tinggal di sekitar kakbah.Ada pendapat yg lain:Sufiyah bukan dari Sufah Al Ghoir bin murSufiyah itu nisbah kepada Sufah , Sufah yg dimaksud: tambahan yg dibuat Nabi di belakang Nabawi yg cuma ada atapnya , sehingga orang-orang tidur di sana. Yg tinggal disana orang miskin yg tidak punya tempat tinggal. Karena mereka  hidup dg zuhud, baju mereka kotor,ada yg punya baju cuma 1. Mereka begini karena kondisinya demikian.Kata Imam Jawzi :Yg tinggal dibelakang masjid Nabawi yg ada atapnya, mereka adalah orang-orang fakir yg datang kpd Nabi untuk belajar dan mereka tidak punya keluarga di Madinah dan mereka juga tidak punya harta. Maka disebut lah mereka dg ahlul Sufah.Hasan Al Basri :Sufah dibangun untuk orang-orang miskin di kalangan kaum muslimin. Maka orang-orang datang membebantuan sebisanya.Mereka tinggal di belakang masjid karena darurat, merekapun makan dari sedekah karena darurat.Ketika kaum muslimin sudah dibukakan harta  oleh Allah ﷻ ,mereka tidak lagi tinggal di Sufah.Penisbahan Sufiyah kepada Sufah adalah penisbahan yg salah

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

talbis iblis #11 talbis iblis terhadap kaum zuhud

Talbis iblis #11‎Talbis iblis terhadap kaum Zuhud‎Bersama ustadz DR Firanda Andirja MA hafidzhahullah ‎‎Mereka meninggalkan dunia secara mutlak namun ternyata tidak demikian,tidak seperti yang mereka pahami.‎Talbis iblis kaum Zuhud terhadap perhatian kepada hak2keluarga‎•mereka senantiasa continue dalam diam,tidak bercengkrama dengan istri,akhirnya mereka menyakiti istrinya dengan buruknya akhlaknya.dan dia lupa dengan sabda nabi shalallahu alaihi wasallam:sesungguhnya  istrimu punya hak juga atasmu.‎✓islam ini adalah agama yg proporsional masing-masing ada porsinya.‎Salman Al farisi menegur abu darda' karena sangat senang beribadah sehingga kurang memberikan hak istrinya,dan mengatakan: sesungguhnya Rabb mu punya hak,jasad tubuhmu punya hak untuk kau tunaikan,tamumu pun punya hak untuk kau tunaikan,dan istrimu punya hak untuk kau tunaikan.maka penuhilah masing-masing haknya.‎*Perkataan Salman tersebut di benarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam*‎Imam Ibnu Jauzi berkata: bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bercanda,bermain main dengan anak,ngobrol dengan istri2nya,berlomba lari dg Aisyah,dan banyak hal yg dilakukan nabi shalallahu alaihi wasallam dg akhlaknya yg mulia.‎Ibnu Abbas berkata: aku tidur di rumah bibiku Maimunah(istri Rasulullah shalallahu alaihi wasallam),aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ngobrol bersama istrinya beberapa saat lalu tidur.‎Kondisinya sangat berbeda dengan zaman sekarang,,dimana suami sibuk ngobrol dengan HP,istri dengan HP,anak nangis di kasih HP.jadinya semua sibuk dengan HP masing-masing.‎orang yg sok Zuhud ini,yg menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim karena dia tidak ngobrol dengan mereka,menyendiri meninggal kan mereka dan juga Krn akhlaknya yg buruk,setiap di ajak ngobrol diam saja,merengut.mereka melakukan ini semua mengira seakan2 dia lalai dari akhirat.karena sedikit ilmunya,dia tidak tahu bahwa ngobrol bersama keluarga adalah salah satu bentuk untuk membantu seseorang dekat dengan akhirat.‎Hadist Bukhori muslim:nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda kepada Jabir:wahai Jabir kenapa engkau tidak menikahi dg gadis,yg dengannya kamu bisa bermain dengannya,dan dia bisa bermain denganmu.‎=⟩bercanda,bercumbu,bermain2 dengan istri adalah tujuan syariat (berpahala) Krn tujuan menikah adalah agar engkau tentram.‎Segala kegiatan yg bisa menumbuhkan cinta kasih antara suami istri maka disyariatkan.‎islam agama realistis (di ajarkan bagaimana menjadi pemimpin yg benar,menjadi ulama yg benar,menjadi suami yg benar,Zuhud yg benar ) semuanya jelas ,sesuai porsinya masing2.ini menunjukkan betapa sempurnanya Islam.‎•mereka menjauh dari manusia sehingga diapun tidak menggauli istrinya sehingga diapun melalaikan yg wajib dan melakukan sesuatu yg di anggap Sunnah padahal tidak terpuji.‎•diantara orang yg Zuhud,ada org yg selalu melihat amalnya.dia kagum dg amal Sholih,kagum dg sedekahnya.dg baca Qur'an nya dg zuhudnya dan jika ada yg berkata kepadanya:engkau adalah wali hebat.maka diapun merasa itu benar.‎•menanti nanti kapan karomah muncul,dan dinkhayalkan kepadanya tentang suatu ayat,jika dia sampai di suatu sungai maka dia bisa berjalan di atas air.kalau ada suatu perkara yg datang kepadanya dan dia berdoa dan ternyata doanya tidak di kabulkan,maka dia menggerutu dalam dirinya.‎Kalau dia di kasih pemahaman oleh Allah tentunya sadar bahwasanya dia hanyalah hamba seperti budak sahaya yg dimiliki oleh majikannya.dan namanya budak tidak mentang2 dg apa yg di kerjakannya.kakau dia memandang bagaimana Allah memberikan Taufik untuk bisa belajar maka ini wajib untuk disyukuri dan harusnya dia takut ttg tafsirnya dalam menjalankan syukur kepada Allah.‎✓jgn pernah memandang apa yg sudah kita lakukan ini adalah sesuatu yang wow,Krn itulah ujub.‎note: seseorang jangan terperdaya dg amalnya khawatir dia terkena penyakit ujub.‎Bisa jadi orang yg bermaksiat masuk surga dan orang yang beramal Sholih masuk neraka=»orang melakukan maksiat kemudian dia menyesal dan selalu penyesalan tersebut di hadapan matanya sehingga dia selalu bertaubat kepada Allah,selalu merasa dirinya rendah Krn dosa yg pernah di lakukan dan Krn dia selalu demikian akhirnya dia masuk surga.‎Sedangkan org yg beramal Sholih,dia ujub dia bangga dia wow merasa hebat akhirnya di cempung ke neraka jahanam Krn ujubnya yg dia lakukan.‎‎2. talbis iblis terhadap kaum sufiyah‎Kaum sufiyah ini termasuk org Zuhud dan memiliki ciri-ciri tersendiri daripada org orang Zuhud secara umum ‎•sufiyah termasuk dalam orang-orang yang Zuhud.‎Tasawuf adalah suatu torikhoh metode yang awalnya dimulai dg Zuhud secara totalitas,kemudian lama-lama dg berjalan nya waktu , orang orang yg menisbatkan kepada sufiyah akhirnya mulai melonggarkan dan tidak Zuhud secara mutlak tapi menggampangkan dg melantunkan alat2 musik,joget joget.‎Maka akhirnya sebagian org2 awan yg mencari akhirat condong kepada kaum sufiyah ini Krn meskipun mereka joget joget mendengar musik,mereka Zuhud dari pakaian.dan sebaliknya di samping pencari akhirat condong kepada Mereka dan pencari dunia mulai senang dg  sufiyah Krn ada santai2nya.‎Akhirnya bergabunglah pencari akhirat dan pencari dunia.‎•asal muasal sufiyah: di zaman nabi tidak ada sufiyah,yg ada cuman Islam dan iman.kemudian muncul belakangan istilah Zahid dan habitt (Zahid berarti Zuhud kepada dunia dan habit adalah ahli ibadah)‎Muncul kembali lagi suatu kaum yg terikat dg Zuhud dan ibadah sehingga mereka meninggalkan dunia dan fokus kepada ibadah.dan mereka akhirnya meninggalkan dunia dan sibuk Zuhud, akhirnya mereka membuat metode sendiri.dan mereka punya akhlak khusus dan sengaja mereka  dg akhlak tsb.mereka memandang dirinya sufiyah Krn pertama kali yg mengkhususkan untuk berkhidmat kepada Allah di Masjidil haram yaitu seorang lelaki yg bernama suffah dan mereka pun bernisbah kepada orang ini.krn mereka menyangka kita mirip dg dia.‎dahulu di zaman jahiliah ada satunkaum yg bernama suffah(mereka fokus beribadah kepada Allah dan meninggalkan dunia dan mereka tinggal di sekitar ka'bah,siapa yg meniru kaum tersebut maka mereka pun menamakan diri mereka dg sufiyah.‎Mereka pengikut Al guff bin mur di kabilah tamimmmur.‎Ada pendapat lain bahwa sufiyahbitu bukan berasal dr sufiyah bin mur tp bernisbah kepada suffah(tambahan yg nabi buat di belakang masjid Nabawi tapi bukan tempat ibadah)‎#siapa yg pertama kali melewati shirath: kaum Muhajirin org2 kafir,yg pakaian mereka kotor(memang tidak punya pakaian),rambut mereka semerawut,tidak menikahi org orang kaya.‎Karena mereka di dunia tidak pernah menikmati kenyamanan.‎•kami bernisbah kepada suffah Krn kami tau mereka seperti suffah(sufiyah bin mur)karena mereka sibuk beribadah kepada Allah meskipun dalam kondisi miskin‎Memang benar bahwa Ahlu suffah(yg tinggal berada di belakang masjid Nabawi),mereka adalahborang orang kafir yg datang kepada nabi untuk belajar,untuk hijrah dan mereka tidak punya keluarga di Madinah,dan mereka tidak punya harta.maka di bangun suffah di belakang masjid nabi.‎Hasan Al Basri:suffah di bangun untuk orang orang miskin kaum muslimin,maka orang-orang datang memberikan bantuan kepadanya, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam datang mengatakan : assalamualaikum yaa ahlas suffah.‎Mereka itu tinggal di masjid karena darurat,mereka makan dari sedekah Krn darurat.penisbahan sufiyah kepada suffah adalah penisbahan yg salah,klo secara bahasa penisbahan kepada suffah adalah suffi bukan suufi .‎

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #11: Talbis Iblis Terhadap Kaum Zuhud - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A

1. Pentingnya Proporsional dalam BeribadahIslam mengajarkan keseimbangan dalam menjalankan kehidupan. Seseorang tidak boleh berlebihan dalam ibadah yang sunnah hingga melalaikan ibadah yang wajib.Kisah Teladan: Salman Al Farisi pernah menegur Abu Darda yang terlalu sibuk berpuasa di siang hari dan sholat malam hingga mengabaikan hak istrinya.Prinsip Hak: Allah memiliki hak, fisik memiliki hak (untuk istirahat), dan keluarga (istri/suami) juga memiliki hak yang perlu kita tunaikan.Ibadah Sosial: Memenuhi kebutuhan keluarga, mendidik anak, bahkan sekadar bercengkerama dengan pasangan adalah bentuk ibadah yang mendekatkan diri pada kebaikan akhirat. Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik; meski sangat sibuk berdakwah dan memimpin umat, beliau tetap menunaikan hak keluarga dengan sempurna.2. Bahaya Ujub dan Riya’ pada Orang ZuhudIblis sering menipu kaum zuhud melalui penyakit hati. Banyak dari mereka yang terjebak merasa bangga dengan amalannya sendiri (ujub) dan haus akan pujian (riya’).Dampak Buruk: Karena merasa sudah banyak beramal, mereka cenderung menunggu karomah dan menuntut Allah untuk mengabulkan doa mereka. Lalu mereka mudah mengeluh atau protes apabila doa mereka tidak segera dikabulkan.Koreksi Diri: Mereka lupa bahwa sebanyak dan sebesar apa pun amal ibadah yang dilakukan, hal tersebut tidak akan pernah sebanding dengan luasnya nikmat yang telah Allah berikan. Sesungguhnya manusia masuk ke surga bukan karena amalnya, tapi karena Allah ridho terhadapnya.3. Talbis Iblis pada Kaum SufiKaum sufi pada dasarnya termasuk ke dalam golongan yang zuhud, namun mereka berbeda. Mereka memiliki sifat dan ciri-ciri tertentu.Zaman Ibnu Jauzi: Kaum sufi gemar melakukan ibadah yang dicampur dengan nyanyian, qasidah, dan tarian, namun mereka masih mempertahankan penampilan pakaian yang sangat sederhana (zuhud).Zaman Sekarang: Banyak ditemukan orang-orang yang tetap mempraktikkan nyanyian, qasidah, dan tarian khas sufi, namun mereka sudah meninggalkan kesederhanaan dan justru mengenakan pakaian yang mewah.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya15 Juni 2026

TALBIS IBLIS terhadap ahli zuhud

1. Pentingnya Menunaikan Hak Keluarga• Ustadz menjelaskan kesalahan sebagian orang zuhud yang berlebihan hingga mengabaikan hak istri dan keluarga. Mereka cenderung menyendiri dan sulit diajak berkomunikasi, yang pada hakikatnya menyakiti keluarga.• Ditegaskan bahwa dalam Islam, setiap hal memiliki porsinya. Seorang suami tetap wajib memperhatikan kebutuhan istri, baik nafkah lahir, batin, maupun kasih sayang.• Terdapat referensi kisah Salman Al-Farisi yang menegur Abu Darda agar tetap memberikan hak kepada Rabb-nya, jasadnya, tamu-nya, dan istrinya, yang dibenarkan oleh Rasulullah SAW.• Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan untuk bercanda, mengobrol, dan bermain dengan istri serta anak-anak.2. Bahaya Penyakit Ujub• Banyak orang zuhud terjebak dalam penyakit ujub (bangga terhadap amal sendiri). Mereka merasa hebat dan seringkali menganggap pujian orang lain sebagai hal yang benar.• Ustadz menekankan bahwa seorang muslim tidak boleh merasa amalnya hebat, melainkan harus selalu merasa kurang dan terus beristighfar, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi SAW yang beristighfar setelah shalat maupun ibadah lainnya.3. Asal Usul Kaum Sufiyah• Pembahasan beralih pada hakikat kaum Sufiyah. Awalnya tasawuf adalah metode untuk zuhud secara totalitas, namun belakangan muncul perilaku yang menyimpang seperti mendengar musik dan menari.• Ustadz membahas asal-usul istilah Sufiyah, dengan dua pendapat utama: apakah berasal dari pengikut Al-Ghauth bin Mur atau dari istilah Ahlus Suffah (orang miskin yang tinggal di serambi Masjid Nabawi).• Ditegaskan bahwa Ahlus Suffah pada zaman Nabi bukanlah orang yang sengaja memilih hidup miskin sebagai metode, melainkan orang-orang yang fakir dan dalam kondisi terpaksa, yang kemudian tetap dibantu oleh Rasulullah SAW.

💬 0 komentar📅 15 Jun 2026Baca selengkapnya →