🎓 Jejak Ilmu HSI

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ilmu HSI

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 1️⃣ Pengantar Penjelasan Kitab Nawaqidul Islam Bag-1

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang pertama dari Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Nawaqidul Islam yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah.Insya Allah kita akan mempelajari bersama kitab Nawaqidul Islam yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab.❣️Penulis kitab ini adalah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman At Tamimi yang lahir pada tahun 1115 H di Uyainah, sebuah daerah di Jazirah Arab.Beliau lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat memperhatikan ilmu agama. Beliau memulai menghafal Al Qur’an sejak kecil, sehingga beliau pun menyelesaikan hafalannya sebelum berumur 10 tahun. Kemudian mulailah beliau menuntut berbagai cabang ilmu agama, seperti tafsir, fiqih, akidah, dan lain-lain.Diantara guru pertama beliau adalah Syeikh Abdul Wahab bin Sulaiman, bapak beliau sendiri. Kemudian setelah itu, beliau rahimahullah melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu, pergi ke kota Mekkah, Madinah, Baghdad, dan kota lainnya.Ketika beliau pergi ke kota Madinah, beliau mengambil ilmu dari Syeikh Muhammad Hayah bin Ibrahim As Sindi. Dan hampir beliau melakukan perjalanan ke Syam. Tetapi karena suatu sebab, beliau tidak bisa pergi ke sana.Beliau menghabiskan waktunya untuk mempelajari ilmu agama dan mengajarkannya kepada orang lain.Selain kitab Nawaqidul Islam ini, beliau juga memiliki kitab-kitab yang lain yang sangat bermanfaat bagi kaum muslimin, diantaranya:• Kitabut Tauhid• Kasyfu Syubuhat• Al Ushulu Sittah• Al Ushulu Tsalatsah• Mukhtashar Zadil Ma’ad• Dan kitab-kitab yang lainSyeikh meninggal dunia pada tahun 1206 H di usia sekitar 91 tahun, setelah menghabiskan waktu dan hidupnya dengan mempelajari ilmu agama, mengajar, dan berdakwah.Kitab Nawaqidul Islam yang akan kita pelajari adalah kitab yang sangat ringkas, hanya terdiri dari beberapa halaman saja. Meskipun demikian, kitab ini mengandung perkara-perkara yang penting, yang seharusnya diketahui oleh seorang muslim.Nawaqid artinya adalah pembatal-pembatal. Jamak dari Naqidun yang artinya pembatal atau perusak.Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِی نَقَضَتۡ غَزۡلَهَا مِنۢ بَعۡدِ قُوَّةٍ أَنكَـٰثࣰا[Surat An-Nahl 92]“Janganlah kalian seperti seorang wanita yang merusak (mencerai beraikan) pintalannya, setelah dia kuat.”Kata نَقَضَتۡ artinya merusak atau mencerai beraikan.Lalu Allah mengatakan,ٱلَّذِینَ یَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِیثَـٰقِهِۦ[Surat Al-Baqarah 27]“Yaitu orang-orang yang merusak/membatalkan perjanjian mereka dengan Allah setelah mereka berjanji kepada Allah.”Ayat ini menceritakan tentang sifat orang yang merusak perjanjian mereka kepada Allah. Mereka berjanji kepada Allah dengan sebuah janji, kemudian membatalkannya dan merusaknya.Di dalam kitab fiqih ada istilah Nawaqidul Wudhu (perusak-perusak wudhu). Artinya amalan-amalan atau perkara-perkara yang membatalkan wudhu seseorang.Adapun Islam di sini, maka maksudnya adalah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, yang memiliki lima rukun.Dan Islam, secara bahasa adalah mashdar dari kata اَسلَمَ – يُسلِمُ (aslama – yuslimu) artinya di dalam Bahasa Arab adalah menyerahkan.Agama Islam dinamakan sebagai agama penyerahan, karena orang yang masuk dalam agama Islam berarti dia telah siap dan bersedia menyerahkan ibadahnya hanya kepada Allah, siap untuk taat kepada Allah, dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.Seorang Nasrani yang dahulunya dia menyembah Allah, Nabi Isa, dan Maryam, maka ketika dia masuk Islam, dia harus menyerahkan ibadahnya hanya kepada Allah dan meninggalkan peribadatan kepada Nabi Isa dan Maryam.Seseorang ketika masuk ke dalam agama Islam dengan dua kalimat syahadat, maka dengannya dia dianggap sebagai seorang muslim, dijaga darahnya, kehormatannya, sebagaimana sabda Nabi Shallallāhu ‘alaihi wa sallam,‏ ‏ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ و أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى الله“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan dan bersyahadat laailaha illallaah dan bersyahadat Muhammad Rasulullah, kemudian mendirikan sholat, membayar zakat. Maka apabila mereka melakukan itu semua, sungguh mereka telah menjaga dariku darah mereka dan harta mereka, kecuali dengan hak Islam. Dan hisab mereka adalah atasAllah.” (Muttafaqun ‘Alaih)Keislaman tersebut bisa batal apabila melakukan satu diantara Nawaqidul Islam. Dan pembatal-pembatal keislaman ada yang berupa ucapan, keyakinan di dalam hati, dan perbuatan anggota badan.Pembatal berupa ucapan, seperti orang yang mencela Allah dan Rasul-Nya, berdo’a kepada selain Allah, dan lain-lain, yang nanti akan datang penjelasannya, Insya Allah.Diantara dalil yang menunjukkan bahwa di sana ada ucapan yang bisa menjadikan seseorang kufur adalah firman Allah,وَلَقَدۡ قَالُوا۟ كَلِمَةَ ٱلۡكُفۡرِ وَكَفَرُوا۟ بَعۡدَ إِسۡلَـٰمِهِمۡ[Surat At-Tawbah 74]“Dan sungguh mereka (yaitu orang-orang munafik) telah mengucapkan ucapan yang kufur. Dan mereka telah kufur setelah keislaman mereka.”Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

KITAB KHULASHAH TA'DZIMUL ILMI Halaqah 1

Halaqah yang pertama dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Khulashah Ta’dzimul Ilmi yang ditulis oleh Fadhilatu Syaikh Shalih Ibn Abdillah Ibn Hamad Al-Ushaimi hafidzahullahu ta’ala.Beliau adalah Dr. Shalih Ibn Abdillah Ibn Hamad Al-Ushaimi hafidzahullahu ta’ala, seorang ulama di kerajaan Saudi Arabia dan beliau adalah pengajar di Masjid Nabawi dan juga di Masjidil Haram.Dan karangan beliau yang akan kita bahas ini adalah termasuk tulisan yang sangat bermanfaat berkaitan dengan adab-adab seorang penuntut ilmu.Dan seorang yang ingin mendapatkan ilmu agama maka seharusnyalah dia mempelajari adab-adab di dalam menuntut ilmu. Ilmu bukan hanya didapatkan dengan semangat tapi harus disertai dengan adab-adab. Kalau dia tidak memperhatikan adab-adab ini, maka dikhawatirkan dia tidak bisa mendapatkan ilmu yang dia inginkan atau dengan susah payah dia mendapatkan ilmu tersebut.Dan kitab yang akan kita pelajari bersama, dia tidak terlalu panjang sehingga perlu pembahasan yang berbulan-bulan, demikian pula tidak terlalu pendek, namun sedang. Dan kita berharap semoga Allāh ﷻ memberkahi waktu kita, sehingga kita bisa menyelesaikan kitab ini dan tentunya kita berharap kita bisa mengambil manfaat dan bisa mengamalkan apa yang kita pelajari bersama ini.Beliau mengatakan, hafidzahullahu ta’ala,بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِMemulai kitabnya dengan basmalah karena mengikuti Allāh ﷻ di dalam Al-Qur’an, karena Allāh ﷻ memulai kitabnya dengan بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ dan juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullāh ﷺ karena Beliau ketika mengirim surat-surat yang isinya adalah dakwah, maka Beliau ﷺ memulai surat-surat tersebut dengan basmalah, dan kitab ini isinya adalah dakwah dan juga peringatan.Kemudian beliau mengatakan,الحمدُ لله الْمعظَّمِ بالتَّوحيد، وصلَّى الله وسلَّم على عبدِهِ ورسولِهِ محمَّدٍ الْمخصوصِ بأجلِّ المزيد، وعلى آله وصحبه أُولي الفضل والرَّأي السَّديدSetelah Basmalah maka beliau memuji Allāh ﷻ kemudian mengucapkan shalawat dan salam untuk Rasulullāh ﷺ dan tidak lupa beliau juga mengucapkan shalawat dan salam untuk keluarga Beliau ﷺ para sahabat Beliau ﷺ radhiallāhu ta’ala ‘anhum jami’an.Kemudian beliau mengatakan,أمَّا بعدُAdapun setelah itu,فهذه من كتابي “تعظيمِ العلمِ” خُلاصةُ اللَّفظ، أُعِدَّت بالتقاطها لمقصَد الحفظ، فاستُخرِج منه للمنفعة المذكورة اللُّباب، وجُعِل فيه الأُنموذج من كلِّ بابٍMaka ini adalah ringkasan atau inti lafadz dari kitabku yang bernama Ta’dzhimul ‘Ilm.Makanya judulnya adalah Khulashah Ta’dzhimul ‘Ilm. Khulashah artinya adalah inti. Kitab beliau ini adalah inti dari kitab beliau yang lain, yaitu Ta’dzhimul ‘Ilm. Berarti Ta’dzhimul ‘Ilm tentunya itu lebih luas karena ini adalah intinya.Beliau melakukan hal ini, yaitu menjadikan di sana kitab yang lain selain Ta’dzhimul ‘Ilm dan itu merupakan inti dari kitab Ta’dzhimul ‘Ilm. Beliau mengatakan maksud beliau adalah untuk dihafalkan. Maka ini diperlukan lafadz yang sedikit. Dan semakin dalam maknanya maka tentunya ini lebih bagus untuk dijadikan hafalan.فاستُخرِج منه للمنفعة المذكورة اللُّبابSehingga karena tujuannya adalah untuk dihafal maka diambillah dari kitab Ta’dzhimul ‘Ilm intinya. Jadi terkadang dirubah lafadznya.Ini perbedaan wallāhu a’lam antara ikhtishar dengan khulashah. Kalau ikhtishar ini dihilangkan seperti misalnya Mukhtashar Shahih Al-Bukhari maka dihilangkan sanadnya misalnya.Tapi kalau khulashah, maka ini mungkin saja di situ ada perubahan lafadz karena yang dimaksud dengan khulashah adalah naqawah, yaitu intinya.وجُعِل فيه الأُنموذج من كلِّ بابٍKemudian dijadikan di sana contoh dari setiap bab.Beliau berusaha mendatangkan intinya kemudian mendatangkan pemisalannya.ليكونَ في نفوس الطَّلبة شمسَ النَّهار، ويتَرشَّحوا بعدَه إلى العمل والادِّكارDibuat tidak sepanjang Ta’dzhimul ‘Ilm tapi dijadikan di sana intinya saja kemudian dibuat di sana permisalan adalah supaya:Menjadi seperti matahari di siang hari bagi para penuntut ilmu.Maksudnya di sini adalah supaya menjadi lebih jelas perkaranya, sebagaimana terangnya matahari di siang hari, sehingga mudah dipahami oleh para penuntut ilmu agama.Kemudian bukan hanya dari sisi keilmuan dan kejelasan dan juga kepahaman, tapi supaya mereka mempersiapkan dirinya setelah itu, yaitu setelah memahami untuk mengamalkan dan juga mengingat-ingat atau mengambil pelajaran, dia bisa mengamalkan kalau dia bisa memahami.Dia bisa memahami kalau dibuat bukunya tadi, dicarikan intinya, dan dibuat permisalan. Karena terkadang kalau terlalu panjang kitabnya, mungkin sebagian penuntut ilmu malah tidak paham. Kalau tidak paham, bagaimana dia bisa mengamalkan dan bagaimana dia bisa mengambil pelajaran. Tapi ketika dibuat intinya, maka dia bisa memahami, kemudian setelah itu dia bisa mengamalkan, dan itu yang kita harapkan.Tujuan kita menuntut ilmu adalah untuk mengamalkan, bukan hanya sekedar dihafal.Maka tentunya ini adalah maksud yang sangat baik dan muafaq dari Syaikh, beliau menjadikan di sana inti dari kitab Ta’dzhimul ‘Ilm Kemudian beliau beri nama dengan Khulashah Ta’dzhimul ‘Ilm tujuannya adalah supaya bisa dipahami oleh kita semuanya dan dari situ bisa kita amalkan dan kita bisa mengambil pelajaran.Kemudian beliau berdo’a,فأسألُ اللهَ لي ولهم لزومَ معاقدِ التَّعظيم، والفوزَ بجوامعِ فضلِهِ العظيمMaka aku meminta kepada Allāh ﷻ untukku dan untuk mereka (para penuntut ilmu).Beliau mendoakan untuk beliau sendiri karena asalnya memang kita mendo’akan untuk diri kita sendiri, kemudian tidak lupa beliau mendo’akan untuk para penuntut ilmu, mendo’akan dengan kebaikan, yaitu supaya mereka melazimi dan berpegang teguh dengan simpul-simpul (prinsip-prinsip) pengagungan terhadap ilmu, bukan hanya sekedar memahami kitab beliau tapi juga berpegang teguh dan istiqamah di atas simpul pengagungan tadi, kemudian dan juga keberuntungan mendapatkan karunia yang besar dari Allāh ﷻ.Dan yang pertama tadi yang kita baca adalah mukadimah dari kitab Khulashah Ta’dzhimul ‘Ilm.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 1 : Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman dengan Para Rasul

Halaqah 1 : Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman dengan Para RasulOleh Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.APokok-pokok keimanan yang harus diimami oleh seorang hamba Adalah beriman kepada para rasul Allah·       Pengertian RasulullahDefinisi: Rasulun (tunggal) atau Rusulun(jamak) berarti utusan. Rasulullah berarti para utusan Allah.Mereka adalah manusia-manusia yang Allah pilih menjadi utusanNya kepada manusia dengan membawa risalah dari Allah untuk disampaikan kepada manusia.Allah berfirman : لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ“Sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata…” (QS. Al-Hadid : 25).Berdasarkan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan Ijma', kaum muslimin wajib hukumnya berimankepada seluruh Rasul Allah dan kekufuran kepada para rasul adalah kekufuran kepada Allah. Semakin seseorang mendalami tentang beriman kepada para Rasul secara terperinci maka akan semakin bertambah keimanannya dan akan semakin banyak manfaatnya, adapun dari Al-Quran maka Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan RasulNya dan Kitab yang telah diturunkan kepada RasulNya dan Kitab yang diturunkan sebelumnya dan Barangsiapa yang kufur kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan hari Akhir maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh” (QS. An-Nisa : 136).Adapun dari Assunah maka Nabi Muhammad ﷺ bersabda Ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang apa itu Iman?الإيمان أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ“Beriman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-RasulNya dan hari Akhir dan engkau beriman dengan Takdir yang baik maupun yang buruk”Beliau (Malaikat Jibril) mengatakan صَدَقْتَ (engkau telah benar), hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.Dan para Ulama berijma’ atas wajibnya beriman kepada rasul-rasul Allah ‘azza wajalla.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah I

Halaqah 01Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman Dengan Para RasulDiantara pokok-pokok keimanan yang harus di imani oleh seorang hamba adalah beriman kepada para Rasul AllahRasuulun adalah bentuk tunggal dari rusulun, rasuulun artinya utusan, rusulun artinya utusan-utusan, Rasulullah artinya para utusan Allah. Mereka adalah manusia-manusia yang Allah pilih menjadi utusanNya kepada manusia dengan membawa risalah dari Allah untuk disampaikan kepada manusia. 🌷Allah berfirman :…لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ…“…Sunngguh Kami telah mengutus rasul rasul Kami dengan bukti bukti yang nyata…” (Al-Hadid 25)Al-Quran, Assunnah dan Ijma’ kaum muslimin menunjukkan tentang wajibnya beriman dengan kepada para Rasul Allah dan kekufuran kepada rasul-rasul Allah adalah kekufuran kepada Allah.Semakin seseorang mendalami tentang beriman kepada para Rasul secara terperinci maka akan semakin bertambah keimanannya dan akan semakin banyak manfaatnya, adapun dari Al-Quran maka Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan RasulNya dan Kitab yang telah diturunkan kepada RasulNya dan Kitab yang diturunkan sebelumnya dan Barangsiapa yang kufur kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan hari Akhir maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh” (An-Nisa : 136)Adapun dari Assunnah maka Nabi ﷺ bersabda ketika ditanya Malaikat Jibril tentang apa itu Iman?الإيمان أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِBeriman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-RasulNya dan hari Akhir dan engkau beriman dengan Takdir yang baik maupun yang burukBeliau (Malaikat Jibril) mengatakan صَدَقْتَ (engkau telah benar), hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.Dan para Ulama berijma’ atas wajibnya beriman kepada rasul rasul Allah ‘azza wajalla.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Halaqah 51 | Bab 07

Wajibnya Masuk Ke Dalam Islam Secara Total dan Meninggalkan Selainnya – Penjelasan Umum Bab dan Pembahasan Dalil Pertama QS Al Baqarah 208Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Kitāb Fadhlul Islāmالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-51 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.Berkata Al-Mushonnif rahimahullah :باب وجوب الدخول في الإسلام كله وترك ما سواهBab tentang wajibnya masuk ke dalam agama Islam semuanya, dan meninggalkan apa-apa selain agama Islam.Di dalam bab ini, beliau rahimahullah Ta’ala ingin menjelaskan kepada kita, bahwasanya di antara makna Islam yang sudah beliau sebutkan sebelumnya ketika membahas tentang tafsirul Islam, kemudian beliau menyebutkan bahwasanya di antara konsekuensi dari keislaman kita, di antaranya adalah bernama dengan nama-nama Islam, berfanatik dengan fanatik terhadap Islam, dan kita harus pegang sumber yang digunakan di dalam agama Islam dan mencukupkan diri dengan sumber yang ada di dalam agama Islam, maka beliau ingin menjelaskan di dalam bab ini, bahwasanya yang dimaksud dengan Islam yang memiliki keutamaan dan hukumnya adalah wajib, adalah menyerahkan diri secara keseluruhan.Di sini penekanan kullihi, masuk ke dalam Islam semuanya. Artinya bukanlah yang dimaksud dengan Islam hanya Islam sebagian saja. Sebagian perkara dia menyerahkan diri, tapi dalam sebagian yang lain dia masih membangkang, membantah kepada Allah, bukan itu yang dimaksud.Islam yang dimaksud adalah Islam secara kaffah, semuanya. Bukan dengan Islam di dalam sebagian amal, tapi tidak Islam dalam sebagian yang lain. Dan ini hukumnya adalah wajib, bukan sebuah anjuran saja, dianjurkan bagi Antum untuk melaksanakan Islam secara keseluruhan, kalau Antum bisa, ya alhamdulillah, kalau tidak ya tidak mengapa. Tidak demikian.Tapi di sini hukumnya sampai wajib untuk masuk ke dalam agama Islam semuanya. Masuklah Antum ke dalam Islam secara keseluruhan, jangan milih-milih. Dalam hal akidah Islam, tapi kalau dalam masalah manhaj, masalah muamalatul hukkam sudah melenceng, memilih cara orang-orang khawarij, misalnya.Di dalam masalah ibadah, Islam, sesuai dengan Al Qur’an dan hadits, tapi masalah imamah mengikuti caranya orang-orang khawarij.Di dalam masalah ibadah sesuai dengan Islam, tapi untuk masalah Tazkiyatun nufus misalnya, dia mengambil caranya orang-orang sufi. Bukan ini yang dimaksud.Maksud ke dalam Islam kullihi, dalam seluruh perkara. Dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, Tazkiyatun nufus, akhlak, tahakum, jangan kita memecah-belah agama yang sudah menjadi satu kesatuan.Wajib hukumnya bagi kita semua masuk ke dalam agama Islam secara kullihi, keseluruhan.Perbedaan antara bab ini dan bab yang sebelumnya, bab yang kedua, adalah bab yang sebelumnya adalah tentangوجوب دخول في الإسلامAda yang mengatakan perbedaannya, kalau yang pertama yaitu وجوب دخول في الإسلام, adalah secara global. Secara global wajib bagi kita untuk masuk ke dalam agama Islam.Adapun di dalam bab ketujuh ini, maka disebutkan di sini, wajibnya masuk ke dalam agama Islam secara terperinci, jadi dia masuknya kalau dia yang didepan kalau disiniوجوب الدخول في الإسلام كلهIni sudah masuk keperinciannya/sudah kedalam²nya (dia masukin) semuanya dilaksanakan, kamar aqidah, muamalah, akhlak semuanya dia masukin, ini perbedaan antara bab yang nomer 2 dengan bab yang 7 ini, jadi ini lebih terperinci lagi, bukan hanya pintu gerbangnya dia masuk tetapi pintu² yang lain yang ada didalam Islām dan ini hukum adalah wajib, dia melaksanakan Islām didalam seluruh perkara tadi.وترك ما سواهDan kewajiban untuk meninggalkan yang selain itu.Beliau mengatakanوقول الله تعالى:Dalil yang pertama dari al-Quran tentang wajibnya masuk kedalam Islām kullihi (seluruh apa yang ada didalam Islām)وقول الله تعالى : (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً)(البقرة: من الآية 208)Dan firman Allah yaitu wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah.Ini adalah apa yang beliau maksud dengan kalimat kullihi. Kaffah, di dalam seluruh apa yang ada di dalam Islam ini. Dalam masalah aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, imamah, dan seterusnya, maka masuklah ke dalam Islam, di dalam seluruh masalah tadi, seluruh bidang tadi, ke dalam Islam itu, Islam yang dibawa oleh Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam. Jangan kita memilah memilih dan memecah-belah, memisah-misah agama yang dibawa oleh Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam.Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama Islam, ke dalam penyerahan diri kepada Allah secara kaffah, secara keseluruhan. Ayat ini sangat jelas. Udkhulu, karena di sini adalah perintah, sedangkan asal dari perintah adalah wajib.Makanya beliau mengatakan wajibnya masuk ke dalam Islam, bukan hanya sekedar sesuatu yang Sunnah.Dan ucapan Allah kaffah, ini menunjukkan apa yang beliau sebutkan di dalam judulnya, kullihi, seluruh Islam.Dan kewajiban kita masuk ke dalam Islam semuanya, ini konsekuensinya adalah meninggalkan selain yang bukan merupakan Islam. Kalau dalam seluruh perkara kita diwajibkan untuk masuk semuanya, wajib untuk menggunakan Islam sebagai dasarnya, maka ini otomatis konsekuensinya kita harus meninggalkan segala sesuatu yang bukan termasuk di dalam agama agama Islam. Ini sudah konsekuensinya, kalau memang kita harus masuk di dalam Islam seluruhnya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 51 - Bab 7 (Pembahasan Bab Utama dan Dalil Pertama (Al-Baqarah:208))

HSI Abdullah RoyJejak Ilmu HSI @komunitasbeekindHalaqah 51Bab 7/Wajibnya Masuk Ke Dalam Islam Secara Total dan Meninggalkan Selainnya – Penjelasan Umum Bab dan Pembahasan Dalil Pertama QS. Al-Baqarah: 208Penjelasan Umum BabKita harus pegang sumber yang digunakan di dalam agama Islam dan mencukupkan diri dengan sumber yang ada di dalam agama Islam. Islam yang memiliki keutamaan dan hukumnya adalah wajib, adalah menyerahkan diri secara keseluruhan.Kullihi (masuk ke dalam Islam semuanya). Maksud ke dalam Islam kullihi, dalam seluruh perkara. Dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, Tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), akhlak, tahakum (berhukum). Islam yang diwajibkan Allah bukan Islam sebagian, tetapi Islam secara menyeluruh (kaffah). Seorang muslim wajib tunduk kepada syariat Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Tidak boleh mengambil Islam pada satu sisi lalu mengambil pemikiran atau jalan selain Islam pada sisi yang lain.Telah dibahas sebelumnya dalam bab 2 ( وجوب دخول في الإسلام : Wujūbul Islām) yaitu menjelaskan kewajiban menjadi seorang muslim yang wajib masuk Islam secara keseluruhan (global). Sedangkan pada bab 7 lebih terperinci lagi, yaitu:Kewajiban masuk ke dalam Islam secara terperinci.Aqidah, muamalah, akhlak, dan seluruh perkara Islam harus dilaksanakan.Menjalankan seluruh perkara yang ada di dalam Islam.Hukumnya wajib.Wajib meninggalkan selain Islam.Pembahasan Dalil Pertama (QS. Al-Baqarah, ayat 208)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah” (QS Al-Baqarah: 208)Dalil pertama tentang wajibnya masuk ke dalam Islam secara kullihi. Kata kaffah menunjukkan seluruh apa yang ada di dalam Islam. Dalam masalah aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, imamah, dan seluruh bidang kehidupan, harus masuk ke dalam Islam yang dibawa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.Tidak boleh memilah-milah dan memecah-belah agama yang dibawa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Masuk ke dalam agama Islam dan menyerahkan diri kepada Allah secara keseluruhan.Kata ادخلوا (udkhulu) adalah perintah. Karena di sini adalah perintah, sedangkan asal dari perintah adalah wajib. Kata كافة (kaffah) menunjukkan seluruh Islam (kullihi).Konsekuensi masuk ke dalam Islam seluruhnya adalah meninggalkan segala sesuatu yang bukan termasuk Islam. Wajib menjadikan Islam sebagai dasar dalam seluruh perkara dan meninggalkan selainnya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

KEADAAN ORANG-ORANG KAFIR KETIKA DIGIRING dan DIKUMPULKAN ke dalam NERAKA

PERTAMA | Mereka akan digiring dengan kasar.(QS Ath Thūr: 13-14)KEDUA | Mereka akan digiring secara berkelompok dan akan disambut oleh para malaikat penjaga neraka di ambang pintu neraka dengan penuh penghinaan.(QS Az Zumar: 71-72)KETIGA | Mereka akan dikumpulkan dalam keadaan berjalan di atas wajah-wajah mereka. (HR Bukhāri dan Muslim; QS Al Furqān: 34)KEEMPAT| Mereka akan dikumpulkan dalam keadaan buta, bisu dan tuli. (QS Al Isrā: 97)KELIMA | Mereka akan dikumpulkan bersama teman-teman mereka dan sesembahansesembahan mereka dan akan saling menyalahkandi antara mereka sebelum akhirnya mereka masuk ke dalam neraka. (Q.S. Ash Shāffāt: 22-32)KEENAM | Sebelum mereka sampai ke neraka mereka akan mendengar suara neraka (QS Al Furqān: 12)

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
N
Nurul

📍 Kota Depok

Pembahasan Kitab Al-Ushulu Ats-Tsalatsah bag.2

Halaqah 26 : Landasan Kedua Ma'rifatul Dinil Islam Bil Adillah : Muqaddimah #1Setelah kita menyelesaikan landasan yang pertama kita masuk pada :الأصل الثاني: معرفة دين الإسلام بالإدلةLandasan yang kedua diantara tiga landasan yang wajib hukumnya kita pelajari, kita amalkan, kita dakwahkan dan kita harus bersabar didalam mempelajarinya.Yaitu tentang : معرفة دين الإسلام بالإدلةLandasan kedua : Mengenal agama Islām dengan dalīl-dalīlnya.Ini adalah pondasi yang kedua, setelah mengenal Allāh adalah mengenal agama Islām. Yang dimaksud dengan دين الإسلام disini adalah Dīnul Islām dengan makna yang khusus yaitu agama Islām yang dibawa oleh Rasūlullāh Shallallāhu ‘alayhi wa sallam.Dīnul Islām terkadang maknanya adalah umum, makna umum Dīnul Islām adalah agama Islām yang merupakan agama seluruh nabi dan juga seluruh rasūl.Agama seluruh nabi dan rasūl adalah satu yaitu Islām. Baik nabi Ādam, nabi Nūh, nabi Ibāhīm, nabi Mūsā, nabi Isa, seluruh nabi mereka beragam Islām.Didalam sebuah ayat ketika Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan tentang nabi Ibrāhīm ‘alayhissalām.Allāh mengatakan kepada-nya:إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَKetika Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata kepada Ibrāhīm : “Islāmlah kamu!” Beliau mengatakan: “Aku Islām, aku menyerahkan diri untuk Allāh Rabbul ‘ālamīn”.(QS. Al-Baqarah:131)Ayat ini ⇒ Menunjukan bahwasanya agama nabi Ibrāhīm adalah Islām.Dan ayat setelah bagaimana Nabi Ibrāhīm berpesan kepada anak-anaknya dan juga Ya’qūb.وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِـۧمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَـٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَDan Ibrāhīm berwasiat dengannya (yaitu dengan wasiat Dīnul Islām) kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qūb.Ibrāhīm berkata: “Wahai,anak-anakku! Sesungguhnya Allāh telah memilih agama ini (Islām) bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islām”.(QS. Al-Baqarah:132)⇒ Ini adalah wasiat nabi Ibrāhīm dan nabi Ya’qūb untuk putra-putra mereka, supaya mereka istiqāmah diatas Islām. Agama mereka adalah agama Islām.أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ إِلَـٰهًۭا وَٰحِدًۭا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَApakah kalian hadir ketika kematian mendatangi Ya’qūb? Ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrāhīm, Ismā’il dan Ishāq (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.(QS. Al-Baqarah:133)⇒ Inilah agama nabi Ibrāhīm, nabi Ya’qūb, nabi Ismā’il.Ketika nabi Sulaimān mengirim surat kepada Bilqis.قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُا۟ إِنِّىٓ أُلْقِىَ إِلَىَّ كِتَـٰبٌۭ كَرِيمٌBerkata Bilqis : “Wahai, pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.=> Saat itu yang membawa surat adalah Hudhud.إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِSesungguhnya (surat) itu dari Sulaimān isinya, “Dengan nama Allāh Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”.Kemudian dilanjutkan :أَلَّا تَعۡلُواْ عَلَيَّ وَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ“Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”(QS. An-Naml:29-31)⇒ Maksudnya menyerahkan diri adalah menyerahkan diri kepada Allāh sebagai seorang muslim.Dan diakhir Bilqis mengatakan:قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَـٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ“Yā Rabb, sesungguhnya aku telah menzhālimi diriku sendiri dan aku berserah diri bersama Sulaimān kepada Allāh, Tuhan semesta alam”.(QS. An-Naml:44)⇒ Ini adalah agama nabi Sulaimān yaitu Islām.Mūsā alayhissalām ketika beliau berkata kepada kaumnya.وَقَالَ مُوسَىٰ يَـٰقَوْمِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَBerkata Mūsā: “Wahai kaumku (Bani Isrāil) jika kamu beriman kepada Allāh, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri”.(QS.Yūnus: 84)⇒ Menunjukkan bahwa nabi Mūsā alayhissalām menyeru kepada Islām, agama beliau adalah agama Islām dan beliau menyeru kepada Islām.Adapun agama Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagaimana agama para nabi sebelumnya yaitu Islām. Banyak sekali dalīl yang menunjukkan bahwasanya agama beliau adalah Islām.Ini adalah perkara yang واضح (yang jelas), yang ingin kita sampaikan disini bahwasanya seluruh nabi dan rasūl agama mereka adalah satu yaitu Islām.Dan ini adalah pengertian Dīnul Islām secara umum. Oleh karena itu Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan :إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ“Sesungguhnya agama disisi Allāh adalah Islām”(QS. Āli-Imrān:19)Karena agama seluruh nabi dan rasūl adalah Islām. Jangan ada yang berpikir bahwasanya nabi Isa beragama Kristen, nabi Mūsā beragama Yahūdi. Tidak !Jangan kita melihat sebuah kaum yang mereka mengaku pengikutnya nabi Isa dan mereka menamakan dirinya Kristen atau Nashara.Dan kita melihat orang-orang yang mengaku beriman dengan nabi Mūsā dan mereka menamakan dirinya (misalnya) Yahūd. Kemudian kita berkeyakinan bahwasanya Isa beragam Nashrāni dan Mūsā beragama Yahūdi.Itu adalah pengakuan mereka, sementara nabi Mūsā dan nabi Isa keduanya adalah seorang Muslim.Demikian pula firman Allāh ‘Azza wa Jalla:وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ“Barangsiapa mencari agama selain agama Islām, maka tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(QS. Āli-Imrān:85)Maka jangan ada yang mengatakan lagi bahwa nabi Mūsā beragama Yahūdi atau mengatakan nabi Isa beragama Nashrāni. Kemudian ingin membantah ayat ini.Kita katakan mereka adalah muslim, adapun pengikut-pengikut mereka yang ghuluw terhadap nabi Isa tentunya mereka sekedar pengakuan sebagai seorang pengikut, adapun secara kenyataan mereka bukan pengikutnya nabi Isa alayhissalām.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →