🎓 Jejak Ilmu HSI

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ilmu HSI

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI3 Juli 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah 20

Halaqah yang Ke-20 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Ke delapan belas.Disana ada perbedaan antara Al-Mu’jizah dengan Al-Karamah① Al-Mu’jizah disertai dengan pengakuan sebagai seorang Nabi, sedangkan Al-Karamah tidak disertai dengan pengakuan sebagai seorang Nabi, tetapi terjadi Al-Karamah dengan sebab dia mengikuti dan beriman dengan Nabi dan istiqamah diatasnya② Al-Mu’jizah terjadi pada seorang Nabi dan Nabi adalah manusia laki-laki yang merdeka sedangkan Al-Karamah bisa terjadi bisa terjadi pada seorang jin atau manusia, hamba sahaya atau orang yang merdeka, seorang laki-laki atau pun perempuan. Kalau mereka adalah orang-orang yang shaleh seperti yang terjadi pada Maryam dan juga Safinah maula Rasulullah ﷺ③ Al Mu’jizah sesuatu yang luar biasa disemua tempat dan masa, sedangkan Al-Karamah adalah sesuatu yang luar biasa di tempat dan juga masa tertentu saja, sedangkan Al-Karamah adalah sesuatu yang luar biasa menurut tempat dan masa tertentu saja. Oleh karena itu apa yang terjadi Maryam ‘alayhassalam berupa ditemukannya makanan musim panas dimusim dingin dan sebaliknya adalah sesuatu yang biasa di zaman sekarang④ Didalam Al-Mu’jizah seorang Nabi diperintahkan untuk menampakkan nya sedangkan Al-Karamah maka seorang wali diperintahkan untuk menyembunyikannya⑤ Manfaat Al Mu’jizah adalah untuk umum sedangkan manfaat Al-Karamah biasanya untuk khusus orang tersebut

💬 0 komentar📅 3 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI3 Juli 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 5)

Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari AkhirAl-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 5)🌿 1. Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah (miskin).Rasulullah ﷺ bersabda:"Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin."(HR. Bukhari dan Muslim)Rasulullah ﷺ juga mengabarkan beberapa nama penghuni surga, di antaranya: Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu 'anhum. (HR. Tirmidzi)🌿 2. Nikmat terbesar di surga adalah melihat wajah Allah ﷻ.Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setelah penghuni surga masuk surga, Allah bertanya:"Apakah kalian menginginkan Aku tambah kenikmatan kepada kalian?"Lalu Allah menyingkap hijab-Nya, dan tidak ada kenikmatan yang lebih mereka cintai daripada melihat Rabb mereka.(HR. Muslim)🌿 3. "Tambahan" dalam QS. Yunus: 26 adalah melihat wajah Allah."Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan."(QS. Yunus: 26)Para sahabat seperti Abu Bakr, Abu Musa Al-Asy'ari, dan Hudzaifah radhiyallahu 'anhum menafsirkan bahwa "tambahan" tersebut adalah memandang wajah Allah ﷻ.🌿 4. Wajah penghuni surga berseri-seri karena melihat Rabb mereka."Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Rabb mereka."(QS. Al-Qiyamah: 22–23)Mereka memperoleh kemuliaan ini karena:Taat kepada Allah.Menjauhi larangan-Nya.Membenarkan berita-Nya.Bersabar atas ujian.Membaca dan mendengar firman-Nya.Mengikuti Rasul-Nya.Merindukan perjumpaan dengan-Nya.🌿 5. Jalan menuju surga penuh dengan rintangan.Menjalankan perintah Allah.Meninggalkan larangan-Nya.Bersabar menghadapi ujian.Rasulullah ﷺ bersabda:"Surga dikelilingi oleh perkara-perkara yang dibenci, sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat."(HR. Muslim)🌿 6. Kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal."Tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan lebih kekal."(QS. Al-A'la: 16–17)Allah juga berfirman bahwa dunia hanyalah:Permainan.Sendau gurau.Perhiasan.Saling berbangga.Berlomba memperbanyak harta dan anak.Sedangkan akhirat berisi adzab atau ampunan serta keridaan Allah.(QS. Al-Hadid: 20)🌿 7. Dunia adalah sarana menuju akhirat.Allah menciptakan dunia beserta kenikmatannya agar dimanfaatkan dalam ketaatan untuk meraih ridha Allah dan surga-Nya, bukan untuk melalaikan akhirat.🌿 8. Orang yang tercelaOrang yang tercela adalah orang yang menjadikan kebahagiaan dunia sebagai tujuan utama dan melupakan kebahagiaan akhirat.🤲 Doa:"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk penghuni surga-Mu yang Engkau anugerahi kenikmatan memandang wajah-Mu yang mulia. Āmīn."

💬 0 komentar📅 3 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI3 Juli 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 70 | Mereka yang Terusir dari Haudh Rasulullah

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهDidalam hadits yang lain Nabi ﷺ mengabarkan tentang adanya sebagian orang yang mereka sudah dilihat oleh Nabi ﷺ, akan mendekati Telaga beliau, sebagai orang yang sudah dilihat oleh Nabi ﷺ mendekati telaga beliau ﷺ tapi ternyata dihalangi, kemudian belum bertanya?Mereka adalah para shahabatku, maka dikatakan kepada beliau ﷺإنك لاَ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَengkau tidak tahu apa yang mereka lakukan setelahmu.Ada yang menafsirkan di sini orang-orang yang murtad setelah meninggalnya Nabi ﷺ, beliau ﷺ tahu dhohirnya saja mereka adalah shahabat beliau yang menemani beliau, maksudnya yg bertemu dengan beliau, karena setiap yang melihat Nabi ﷺ maka dinamakan shahabat tahunya mereka datang beriman bersyahadat adapun setelah itu mereka murtad setelah meninggalnya Nabi ﷺ maka ini bukan kemampuan Nabi ﷺ, beliau meninggal dan tidak mengerti apa yang terjadi maka beliau mengucapkan sesuai dengan yang belum lihat sebelum meninggal – أُصَيْحَابِيأُصَيْحَابِي – tapi ternyata mereka murtad dan kalau murtad berarti bukan lagi shahabat Nabi ﷺ, karena shahabat didefinisikan oleh para ulama orang yang melihat/bertemu Nabi ﷺ beriman dengan beliau dan meninggal di atas Islam, namun sudah murtad dan meninggal di atas kekufuran berarti bukan termasuk shahabat Nabi ﷺ. Bahkan sebagian ulama ada yang menjelaskan bahwasanya ucapanإِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَIhdats sini umum termasuk ihdats yang memiliki makna membuat bidah di dalam agama, ihdats dengan makna yang membuat bidah di dalam agama sebagaimana ucapan Nabi«مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ»Barangsiapa yang membuat sesuatu yang baru didalam urusan agama kami yang dia bukan termasuk agama Islam maka amalan tersebut tertolak.Nabi mengatakan dalam hadits yang lain beliau mengatakan,وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ..Perkara yang paling jelek itu adalah yang muhdats/diada²kan, makanya ada yang memasukkan ihdats membuat bidah di dalam agama ini masuk di dalam ancaman hadits ini, terancam orangnya tidak akan bisa meminum telaganya Rasulullāh ﷺ.Bahkan para ulama menyebutkan kelompok² yang muhditsun khawarij disebutkan oleh mereka karena mereka membuat ihdats didalam agama Islam mereka menyebutkan kelompok-kelompok tadi sehingga ini peringatan bagi setiap orang yang mengadakan ihdats didalam agama.Hati² bisa-bisa mereka masuk dalam ancaman hadits ini tidak bisa meminum dari telaganya Rasulullāh ﷺ.Disaat yang lain mereka bisa meminum dengan puas dan tidak merasakan kehausan mereka terus mendapatkan kehausan mereka tidak bisa menghilangkan dahaga mereka, merasakan kehausan dan dihinakan sebagai seorang muslim karena ditolak oleh Nabi ﷺ disebutkan dalam hadis yang lain,سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِىMenjauhlah² diusir oleh Nabi ﷺ.Ini tidak beradab seorang umat yang tidak beradab diutus kepada mereka Rasulullāh ﷺ diajarkan kepada mereka kebenaran dan Nabi ﷺ mengajarkan itu dengan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa kemudian setelah itu dengan mudahnya dia membuat akidah yang baru, membuat amalan-amalan yang baru, seakan-akan Nabi ﷺ tidak diutus kepada mereka, dikemanakan sunah Nabi ﷺ tidak beradab orang yang demikian, maka orang yang demikian pantas kelak diusir oleh Nabi – سُحْقًا سُحْقًا – pergi kalian, maka hati² dengan perbuatan bid’ah, semoga Allāh subhanahu wa ta’ala semoga Allah subhanahu wa ta’ala menguatkan kita dan menetapkan hati kita di atas agamanya dan mati dalam keadaan menetapi sunnah Nabi ﷺ .Ini adalah tentang Al Haudhالَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِAllāh memuliakan Nabi ﷺ dengan banyak pemuliaan, diantaranya adalah diberikan kepada beliau Telaga ini,غِيَاثًا لِأُمَّتِهِTelaga tersebut diantara hikmahnya adalah selain itu adalah ikram maka itu adalah untuk memberikan pertolongan kepada umatnya yang mereka membutuhkan air yang membutuhkan pertolongan,غِيَاثًا لِأُمَّتِهِUntuk memberikan pertolongan yaitu memberikan air kepada umat beliau ﷺ– حَقٌّBahwasanya semua itu adalah Haq,Dan hadits² tentang masalah telaga Nabi ﷺ adalah hadits² yang mutawatir diriwayatkan oleh banyak shahabat, seandainya itu adalah hadits yang tidak mutawatir kalau itu Hadits yang shahih wajib bagi kita untuk membenarkan, lalu bagaimana dengan hadits yang mutawatir yang seharusnya tidak ada keraguan sedikitpun di dalam diri kita banyak shahabat yang meriwayatkan hadis tentang tenaga Nabi ﷺ.

💬 0 komentar📅 3 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI3 Juli 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 70

Jum’at, 3 Juli 2026Jejak Ilmu HSI@komunitasbeekindHalaqah 70Bab 8 - Sesuatu yang Berkaitan dengan Bid'ah Termasuk Dosa Besar yang Paling DahsyatPembahasan Dalil Keempat Hadist Shahih Riwayat Ali Bin Abi Thalib (Bagian 2)(Kitāb Fadhlul Islām karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh)​Prinsip Inshaf (Keadilan) Ahlussunnah wal Jama'ah​Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, meskipun diperangi dan dikafirkan oleh orang-orang Khawarij, tidak membalas pengkafiran mereka dengan pengkafiran juga.​Ini adalah bentuk inshaf (sikap adil) dari Ahlussunnah wal Jama'ah; orang mengkafirkan mereka, tetapi mereka tidak dengan mudah mengkafirkan orang lain. Mereka sangat berhati-hati.​Masalah takfir (pengkafiran), tafsiq (penyesatan), dan tabdi' (pembid'ahan) adalah masalah hukum syar'i, bukan masalah balas-membalas. Jika ada orang mengkafirkan kita, tidak berarti kita harus mengkafirkan dia. Kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allāh atas hukum yang telah kita terapkan.Makna Hadits "يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرمية"​Arti Kalimat:"Mereka Yamruq (keluar menjauh) dari agama Islām sebagaimana keluarnya anak panah dari sasaran."Maksud dari Kalimat Ini:Jika itu bukan pengkafiran, maksudnya adalah menjauh dari tuntunan Islām.Bentuk Penyimpangan Khawarij dari Tuntunan Islām:​Tuntunan Islām melarang kita mengkafirkan pelaku dosa besar.Tuntunan Islām melarang seseorang memberontak kepada pemerintah dan juga penguasanya.​Sebaliknya, orang-orang Khawarij justru mengkafirkan pelaku dosa besar dan mereka justru memberontak kepada pemerintah yang sah, sehingga berarti mereka menjauhi tuntunan Islām itu sendiri, bahkan sangat jauh dari tuntunan Islām.​Permisalan Anak Panah dan Sasaran (Ar-Ramiyah):​Dipermisalkan seperti sasaran (seekor rusa misalnya) yang dipanah oleh seseorang, kemudian anak panah tersebut keluar dari arah yang berbeda; masuk dari perut bagian kiri dan keluar dari perut bagian kanan. Itu adalah permisalan bagi orang yang meninggalkan ajaran Islām.​Anak panah bisa masuk dari perut bagian kiri dan keluar dari bagian kanan karena saking cepat atau kerasnya. Anak panah yang tajam dilepaskan oleh pemiliknya dengan tepat dan cepat, sehingga bisa keluar dari perut bagian kanan. Ini menunjukkan tentang cepatnya ia meninggalkan buruannya atau sasaran tadi.​Oleh karenanya, sifat orang-orang Khawarij adalah cepatnya mereka meninggalkan ajaran Islām dan aqidah yang mereka miliki, yaitu dengan memberontak kepada pemerintah yang sah dan mengkafirkan pelaku dosa besar. Dengan dua bid'ah ini, mereka menjauh dari agama Islām dengan kecepatan yang sangat cepat (sebagaimana anak panah yang menembus perut sasaran karena saking cepatnya). Berbeda dengan anak panah yang pelan-pelan, ia hanya akan menancap saja, atau seandainya tembus ke bagian kanan, ia tetap berada di perut tersebut dan tidak sampai keluar dari perutnya.Catatan Tambahan: Ada ulama yang sampai mengkafirkan mereka, dan hal ini menunjukkan tentang bahayanya bid'ah orang-orang Khawarij.Pokok-Pokok (Ushul) Pemikiran Khawarij​Orang-orang Khawarij adalah orang-orang yang terkumpul di dalamnya pokok-pokok mereka, yaitu:​Mengkafirkan pelaku dosa besar.​Memberontak kepada penguasa yang sah.​Di antara ciri orang-orang Khawarij, kalau sampai terkumpul di dalam dirinya dua hal ini, maka dikhawatirkan dia termasuk seorang Khawarij.Ketentuan dalam Menilai Seseorang sebagai Khawarij​Kita harus berhati-hati dan tidak boleh sembarangan mengungkapkan atau mengatakan seseorang adalah Khawarij. Diperlukan rincian berikut:​Jika hanya sekadar mengkafirkan: Belum tentu dia seorang Khawarij.​Ada orang yang mengkafirkan kita, tetapi mungkin dari sisi yang lain dan bukan karena sebab kita melakukan dosa besar. Contohnya: Mengkafirkan karena tidak membaiat imamnya. Apakah kemudian kita katakan dia Khawarij? Tidak.​Sebagian orang menyangka setiap orang yang mengkafirkan berarti Khawarij. Jika faedahnya demikian, maka semua aliran adalah Khawarij karena rata-rata mereka mengkafirkan orang yang berseberangan dengan dirinya (Qodariyah mengkafirkan Jabriyah, Jabriyah mengkafirkan Qodariyah, Murjiyah mengkafirkan Khawarij, Khawarij mengkafirkan Murjiyah, rata-rata demikian). Jadi, kita harus melihat sebab dia mengkafirkan.​Jika hanya sekadar mengkafirkan tetapi tidak memberontak: Jika dia mengkafirkan pelaku dosa besar tetapi tidak memberontak kepada penguasa, maka tidak bisa dinamakan juga sebagai orang Khawarij. Harus terkumpul di dalamnya dua makna (ushul) tersebut.​Hubungan Pengkafiran Dosa Besar dengan Pemberontakan:​Terkadang orang yang memiliki jabatan mudah sekali melakukan dosa besar. Ketika orang Khawarij melihat pemerintah/penguasa melakukan dosa besar, sesuai dengan kaidahnya, mereka mengkafirkan pemerintah tadi. Jika pemerintah dianggap kafir, maka diperbolehkan untuk memberontak kepadanya.​Alur pemikiran mereka: Menganggap penguasanya melakukan dosa besar (berzina, riba, dan seterusnya), jika melakukan dosa besar berarti telah keluar dari agama Islām, dan kalau keluar dari agama Islām maka harus diganti dengan orang Islām dan harus memberontak kepadanya. Jika tidak demikian kondisinya, jangan mudah mengatakan itu adalah orang Khawarij.​Jika memberontak tetapi tidak mengkafirkan:​Ada orang memberontak kepada penguasa, tetapi niat memberontaknya bukan karena mengkafirkan penguasa tersebut (misalnya, dia memberontak karena ingin mendapatkan uangnya, jabatan, atau kekuasaan, padahal dia meyakini raja sebelumnya tetap muslim). Apakah dia dinamakan Khawarij? Tidak dinamakan sebagai Khawarij, tetapi dia melakukan dosa karena memberontak kepada penguasa yang sah.​Oleh karenanya, tidak dikatakan setiap yang memberontak kemudian dinamakan Khawarij. Ciri-ciri orang Khawarij yang sebenarnya adalah apabila sebab dia memberontak adalah karena meyakini penguasanya melakukan dosa besar, dan orang yang melakukan dosa besar berarti telah keluar dari agama Islām.Kesimpulan​Sikap Ahlussunnah wal Jama'ah dalam masalah hukum syar'i seperti takfir, tafsiq, dan tabdi' adalah selalu mengedepankan sifat inshaf (adil) dan kehati-hatian, bukan atas dasar balas-membalas. Sabda Nabi ﷺ mengenai sifat Khawarij yang "melesat keluar dari agama seperti anak panah menembus sasarannya" bermakna bahwa mereka menjauh dari tuntunan Islām dengan sangat cepat. ​Seseorang baru dapat dikategorikan sebagai Khawarij apabila di dalam dirinya secara utuh terkumpul dua pokok pemikiran (ushul), yaitu mengkafirkan pelaku dosa besar sekaligus memberontak kepada penguasa yang sah dengan landasan pengkafiran tersebut (karena menganggap penguasa yang berbuat dosa besar telah keluar dari Islām). Oleh karena itu, tidak setiap orang yang sekadar mengkafirkan atau sekadar memberontak karena urusan dunia/kekuasaan dapat disebut sebagai Khawarij.

💬 0 komentar📅 3 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI3 Juli 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 20 | Penjelasan Pembatal Keislaman Ke Delapan Bagian 2

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang ke dua puluh dari Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Nawaqidul Islam yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah.Allah Ta’ala di dalam Al Qur’an mengabarkan bahwa diantara sifat orang-orang Yahudi, mereka dahulu menolong dan mencintai orang-orang kafir, yaitu orang-orang musyrikin yang menyembah berhala. Padahal orang-orang Yahudi adalah ahlul kitab yang menisbahkan diri mereka kepada wahyu.Allah berfirman,(تَرَىٰ كَثِیرࣰا مِّنۡهُمۡ یَتَوَلَّوۡنَ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ۚ لَبِئۡسَ مَا قَدَّمَتۡ لَهُمۡ أَنفُسُهُمۡ أَن سَخِطَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِمۡ وَفِی ٱلۡعَذَابِ هُمۡ خَـٰلِدُونَ)[Surat Al-Ma’idah 80]“Kamu akan melihat sebagian besar mereka (orang-orang Yahudi) mencintai dan menolong orang-orang kafir (orang-orang musyrikin). Sungguh jelek perbuatan tangan mereka. Allah marah kepada mereka. Dan di dalam neraka, mereka akan kekal.”Kemudian Allah mengatakan,(وَلَوۡ كَانُوا۟ یُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِیِّ وَمَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡهِ مَا ٱتَّخَذُوهُمۡ أَوۡلِیَاۤءَ وَلَـٰكِنَّ كَثِیرࣰا مِّنۡهُمۡ فَـٰسِقُونَ)[Surat Al-Ma’idah 81]“Seandainya mereka benar-benar beriman kepada Allah, Nabi, dan apa yang diturunkan kepada Nabi berupa wahyu, tentunya mereka tidak akan menjadikan orang-orang kafir tersebut sebagai penolong. Tetapi banyak diantara mereka yang fasik.”Mencintai dan menolong orang-orang kafir ternyata juga termasuk sifat orang-orang munafik.Allah berfirman,(بَشِّرِ ٱلۡمُنَـٰفِقِینَ بِأَنَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِیمًا)[Surat An-Nisa’ 138]“Kabarkanlah (berikan kabar gembira) kepada orang-orang munafik, bahwa mereka mendapatkan adzab yang pedih.”Kemudian Allah berfirman,(ٱلَّذِینَ یَتَّخِذُونَ ٱلۡكَـٰفِرِینَ أَوۡلِیَاۤءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِینَۚ أَیَبۡتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلۡعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِیعࣰا)[Surat An-Nisa’ 139]“Mereka adalah orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, bukan orang-orang yang beriman. Apakah mereka mencari kemuliaan di sisi orang-orang kafir tersebut? Padahal kemuliaan semuanya hanyalah milik Allah.”Seorang muslim loyalnya hanyalah kepada Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman.Allah berfirman,(إِنَّمَا وَلِیُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِینَ یُقِیمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم رَاكِعُونَ )[Surat Al-Ma’idah 55]“Sesungguhnya wali kalian (penolong kalian) adalah Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman yang mereka mendirikan sholat, membayar zakat, dan mereka dalam keadaan rukuk.”Dan Allah berfirman,(وَمَن یَتَوَلَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ فَإِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡغَـٰلِبُونَ)[Surat Al-Ma’idah 56]“Dan barangsiapa yang loyal kepada Allah, dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, maka sesungguhnya golongan Allah, merekalah orang-orang yang menang.”Dalil bahwasanya menolong kaum musyrikin di dalam memerangi kaum muslimin dengan maksud ingin menampakkan agama orang-orang musyrikin, ini adalah termasuk kekufuran, adalah firman Allah dalam surat Al Maidah 51,وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين“Barangsiapa diantara kalian yang menjadikan mereka sebagai penolong, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.”Firman Allah, فَإِنَّهُ مِنْهُمْ, maka dia adalah termasuk mereka, yaitu termasuk orang-orang kafir.Ibnu ‘Athiyah menjelaskan di dalam tafsirnya, bahwa orang yang loyal dengan keyakinan dan agamanya maka dia termasuk mereka di dalam kekufuran dan sama-sama berhak mendapatkan bencana dan kekal di neraka.Adapun orang-orang yang loyal dengan perbuatannya, yaitu menolong mereka dan semisalnya tanpa keyakinan dan kerusakan iman, maka dia termasuk mereka dalam hal ikut mendapatkan celaan dan kebencian yang menimpa mereka. [Al Muharrar Al Wajiz jilid 2 halaman 204].Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

💬 0 komentar📅 3 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI3 Juli 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 70

Halaqah 70 | Mereka yang Terusir dari Haudh RasulullahKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهDidalam hadits yang lain Nabi ﷺ mengabarkan tentang adanya sebagian orang yang mereka sudah dilihat oleh Nabi ﷺ, akan mendekati Telaga beliau, sebagai orang yang sudah dilihat oleh Nabi ﷺ mendekati telaga beliau ﷺ tapi ternyata dihalangi, kemudian belum bertanya?Mereka adalah para shahabatku, maka dikatakan kepada beliau ﷺإنك لاَ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَengkau tidak tahu apa yang mereka lakukan setelahmu.Ada yang menafsirkan di sini orang-orang yang murtad setelah meninggalnya Nabi ﷺ, beliau ﷺ tahu dhohirnya saja mereka adalah shahabat beliau yang menemani beliau, maksudnya yg bertemu dengan beliau, karena setiap yang melihat Nabi ﷺ maka dinamakan shahabat tahunya mereka datang beriman bersyahadat adapun setelah itu mereka murtad setelah meninggalnya Nabi ﷺ maka ini bukan kemampuan Nabi ﷺ, beliau meninggal dan tidak mengerti apa yang terjadi maka beliau mengucapkan sesuai dengan yang belum lihat sebelum meninggal – أُصَيْحَابِيأُصَيْحَابِي – tapi ternyata mereka murtad dan kalau murtad berarti bukan lagi shahabat Nabi ﷺ, karena shahabat didefinisikan oleh para ulama orang yang melihat/bertemu Nabi ﷺ beriman dengan beliau dan meninggal di atas Islam, namun sudah murtad dan meninggal di atas kekufuran berarti bukan termasuk shahabat Nabi ﷺ. Bahkan sebagian ulama ada yang menjelaskan bahwasanya ucapanإِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَIhdats sini umum termasuk ihdats yang memiliki makna membuat bidah di dalam agama, ihdats dengan makna yang membuat bidah di dalam agama sebagaimana ucapan Nabi«مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ»Barangsiapa yang membuat sesuatu yang baru didalam urusan agama kami yang dia bukan termasuk agama Islam maka amalan tersebut tertolak.Nabi mengatakan dalam hadits yang lain beliau mengatakan,وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ..Perkara yang paling jelek itu adalah yang muhdats/diada²kan, makanya ada yang memasukkan ihdats membuat bidah di dalam agama ini masuk di dalam ancaman hadits ini, terancam orangnya tidak akan bisa meminum telaganya Rasulullāh ﷺ.Bahkan para ulama menyebutkan kelompok² yang muhditsun khawarij disebutkan oleh mereka karena mereka membuat ihdats didalam agama Islam mereka menyebutkan kelompok-kelompok tadi sehingga ini peringatan bagi setiap orang yang mengadakan ihdats didalam agama.Hati² bisa-bisa mereka masuk dalam ancaman hadits ini tidak bisa meminum dari telaganya Rasulullāh ﷺ.Disaat yang lain mereka bisa meminum dengan puas dan tidak merasakan kehausan mereka terus mendapatkan kehausan mereka tidak bisa menghilangkan dahaga mereka, merasakan kehausan dan dihinakan sebagai seorang muslim karena ditolak oleh Nabi ﷺ disebutkan dalam hadis yang lain,سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِىMenjauhlah² diusir oleh Nabi ﷺ.Ini tidak beradab seorang umat yang tidak beradab diutus kepada mereka Rasulullāh ﷺ diajarkan kepada mereka kebenaran dan Nabi ﷺ mengajarkan itu dengan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa kemudian setelah itu dengan mudahnya dia membuat akidah yang baru, membuat amalan-amalan yang baru, seakan-akan Nabi ﷺ tidak diutus kepada mereka, dikemanakan sunah Nabi ﷺ tidak beradab orang yang demikian, maka orang yang demikian pantas kelak diusir oleh Nabi – سُحْقًا سُحْقًا – pergi kalian, maka hati² dengan perbuatan bid’ah, semoga Allāh subhanahu wa ta’ala semoga Allah subhanahu wa ta’ala menguatkan kita dan menetapkan hati kita di atas agamanya dan mati dalam keadaan menetapi sunnah Nabi ﷺ .Ini adalah tentang Al Haudhالَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِAllāh memuliakan Nabi ﷺ dengan banyak pemuliaan, diantaranya adalah diberikan kepada beliau Telaga ini,غِيَاثًا لِأُمَّتِهِTelaga tersebut diantara hikmahnya adalah selain itu adalah ikram maka itu adalah untuk memberikan pertolongan kepada umatnya yang mereka membutuhkan air yang membutuhkan pertolongan,غِيَاثًا لِأُمَّتِهِUntuk memberikan pertolongan yaitu memberikan air kepada umat beliau ﷺ– حَقٌّBahwasanya semua itu adalah Haq,Dan hadits² tentang masalah telaga Nabi ﷺ adalah hadits² yang mutawatir diriwayatkan oleh banyak shahabat, seandainya itu adalah hadits yang tidak mutawatir kalau itu Hadits yang shahih wajib bagi kita untuk membenarkan, lalu bagaimana dengan hadits yang mutawatir yang seharusnya tidak ada keraguan sedikitpun di dalam diri kita banyak shahabat yang meriwayatkan hadis tentang tenaga Nabi ﷺ.

💬 0 komentar📅 3 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI6 Juli 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 69

Kamis, 2 Juli 2026Jejak Ilmu HSI@komunitasbeekindHalaqah 69Bab 8 - Sesuatu yang Berkaitan dengan Bid'ah Termasuk Dosa Besar yang Paling DahsyatPembahasan Dalil Keempat Hadist Shahih Riwayat Ali Bin Abi Thalib (Kitāb Fadhlul Islām karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh)Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh mendatangkan sabda Nabi ﷺ di dalam sebuah hadits yang shahih, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan juga Muslim:​وفي الصحيح أنه ﷺ قال في الخوارج: “أينما لقيتموهم فاقتلوهم...”​Artinya:“Dan di dalam kitab shahih, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda tentang orang-orang Khawarij: 'Dimana saja kalian bertemu dengan orang-orang Khawarij tadi maka hendaklah kalian bunuh mereka...'”​Hadits ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, yang mana Nabi ﷺ sedang mensifati orang-orang Khawarij:​يأتي في آخِر الزمان قوم حُدثاء الأسنان، سُفهاء الأحلام، يقولون من خير قول البرية، يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرَّميَّة​Artinya:“Akan datang di akhir zaman sebuah kaum yang mereka masih muda tetapi akalnya adalah akal yang sangat kurang, mereka mengucapkan ucapan sebaik-baik manusia, mereka Yamruq (keluar menjauh) dari agama Islām sebagaimana keluarnya anak panah dari sasaran (ar-ramiyah).”Penjelasan Karakteristik Orang Khawarij​Mereka adalah kaum yang masih muda (حُدثاء الأسنان), tetapi akalnya adalah akal yang sangat kurang (سُفهاء الأحلام). Disebutkan mereka mengucapkan ucapan sebaik-baik manusia (يقولون من خير قول البرية). Ada yang mengatakan bahwa ucapan sebaik-baik manusia di sini adalah ucapan Rasulullāh ﷺ, dan ada yang mengatakan Al-Quran. Disebutkan didalam sejarah bahwasanya orang-orang Khawarij mereka ini adalah orang-orang yang sangat kencang ibadahnya; malam mereka shalat malam, dan siang mereka membaca Al-Quran.Makna Kalimat "يمرقون من الإسلام" (Yamruqūn Mina Al-Islām)​Nabi ﷺ menyebutkan kabar yang sangat mencengangkan/mengagetkan bahwa ternyata orang-orang tadi keluar menjauh dari agama Islām sebagaimana melesatnya anak panah dari sasarannya (الرَّميَّة yang dimaksud adalah sasaran).​Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai status keislaman mereka berdasarkan kalimat ini:Sebagian ulama menghukumi orang-orang Khawarij ini kafir/keluar dari agama Islām, dengan berdalil pada kalimat hadits يمرقون من الإسلام.Pendapat yang Lebih Shahih, mereka ini tidak keluar dari agama Islām; orang-orang Khawarij adalah muslimun (tidak keluar dari agama Islām).Kedudukan dan Hujjah dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu​Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu adalah sahabat yang meriwayatkan hadits tentang perintah membunuh mereka (لقيتموهم فاقتلوهم), beliau juga yang memerangi orang-orang Khawarij sendiri bersama orang-orang beliau, dan beliau pula yang dikafirkan, dihalalkan darahnya, hingga akhirnya dibunuh oleh orang-orang Khawarij. ​Meskipun demikian, beliau tidak mengkafirkan mereka. Ketika beliau ditanya apakah mereka orang kafir, beliau menjawab:​من الكفر فروا​Artinya:“Mereka ini adalah orang yang sedang lari dari kekafiran.”​(Keterangan ini disebutkan di dalam Mushannaf Abdul Razzaq dan juga di dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).​Konteks Peperangan Nahrawan:Jawaban di atas disampaikan ketika Ali bin Abi Thalib memerangi dan membunuh orang-orang Haruriyyah (Haruriyyah adalah nama lain dari Khawarij; dinamakan Haruriyyah karena mereka berkumpul di sebuah daerah bernama Harura). Dalam peperangan besar Nahrawan tersebut, terbunuh orang-orang Khawarij dalam jumlah yang banyak. Beliau kemudian ditanya, "Siapakah orang-orang ini wahai amirul mukminin, apakah mereka adalah orang-orang yang Kafir?" Beliau menjawab: من الكفر فروا.​Makna Jawaban Ali:Mereka bukan orang kafir, tetapi justru orang yang takut dengan kekafiran sehingga lari kencang meninggalkannya, namun perbuatannya kebablasan. Mereka menganggap sesuatu yang tidak mengkafirkan sebagai bentuk kekafiran, yaitu mereka berucap bahwa orang yang melakukan dosa besar berarti keluar dari agama Islām.Niat Mereka:Secara niat mereka ingin keluar dan ingin menjauh dari kekufuran. Melalui jawaban ini, Ali bin Abi Thalib ingin memberikan penjelasan bahwa beliau tidak menghukumi orang-orang Khawarij sebagai orang kafir. Beliau membunuh/memerangi mereka bukan karena mereka kafir, melainkan karena menjalankan sabda Nabi ﷺ.Bantahan Status bahwa Mereka Orang Munafik​Ketika ada yang bertanya, "Apakah mereka adalah orang Munafik jika bukan orang yang kafir?", ​Ali bin Abi Thalib mengatakan: Sesungguhnya orang-orang munafik tidak mengingat Allāh kecuali sedikit. Sedangkan mereka ini (orang-orang Khawarij) yang dibunuh/diperangi banyak mengingat Allāh, membaca tasbih, tahlil, tahmid, membaca Al-Quran, dan seterusnya. Maka, dinamakan munafik juga bukan, dinamakan kafir juga bukan; berarti mereka adalah muslimun (orang-orang Islām). ​Lalu kenapa mereka bisa demikian? Mereka ini adalah sebuah kaum yang tertimpa fitnah syubhat yang menjadikan mereka buta dan tuli.​Kesimpulan​Berdasarkan hadits shahih riwayat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, orang-orang Khawarij memiliki karakteristik fisik yang berusia muda dan kurang akal, namun sangat kencang dalam beribadah (shalat malam, membaca Al-Quran) serta mengucapkan ucapan yang baik. Nabi ﷺ memerintahkan untuk memerangi/membunuh mereka di mana pun bertemu karena mereka melesat menjauh dari ajaran agama Islām (yamruquna mina al-Islām). Kendati demikian, menurut pendapat yang lebih shahih dari Ali bin Abi Thalib, mereka tidak dihukumi sebagai orang kafir maupun orang munafik. Mereka tetaplah muslim yang berniat lari dari kekafiran, namun mengalami keterlanjuran (kebablasan) dalam beragama akibat tertimpa fitnah syubhat yang membuat mereka buta dan tuli, sehingga menghukumi pelaku dosa besar telah keluar dari Islām.

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
N
Nahda L M

📍 Kabupaten Bandung

Halaqah 19 - Turunnya Nabi Isa 'Alaihissalam Bagian 2

Halaqah 19 - Turunnya Nabi Isa 'Alaihissalam Bagian 2Silsilah Beriman kepada Hari Akhir ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah – 19 Turunnya Nabi Isa ‘Alaihissalam Bagian 2Halaqah – 19 Turunnya Nabi Isa ‘Alaihissalam Bagian 2Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Beriman Kepada Hari Akhirالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعينHalaqah yang ke-19 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Turunnya Nabi Isa ‘Alaihissalam Bagian 2”Setelah Ya’juj dan Ma’juj binasa, jadilah Nabi ‘Isa ‘alaihissalam seorang pemimpin yang adil yang menegakkan syariat islam. Rasulullah ﷺ bersabda :وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ ، لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً ، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ ، حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَاDemi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hampir-hampir turun ‘Isa Ibnu Maryam di antara kalian sebagai seorang penguasa yang adil. Maka dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menggugurkan atau membatalkan hukum jizyah, harta benda melimpah ruah sehingga tidak ada seorangpun yang menerima shadaqah. Sehingga sujud sekali saat itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya (HR. Bukhari dan Muslim)Beliau turun ‘alaihissalam, beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ mengikuti syari’at beliau dan bukan untuk menghapus syariat Nabi Muhammad ﷺ Manusia saat itu dalam keadaan aman, tentram dan damai. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwasanya kehidupan saat itu adalah kehidupan yang sangat indah. Langit di ijinkan untuk menurunkan hujan, Bumi di ijinkan untuk mengeluarkan tanaman, bahkan seandainya ada sebuah biji yang jatuh di atas batu yang keras niscaya dia akan tumbuh. Tidak ada saling bakhil, tidak ada saling hasad dan tidak ada saling benci.Sampai seandainya ada seseorang melewati seekor singa, niscaya singa tersebut tidak akan mengganggunya. Dan seandainya ada orang yang menginjak seekor ular niscaya ular tersebut tidak akan mengganggunya (Hadits Shahih Riwayat Ad-Dailami).Di dalam Shahih Muslim disebutkanbahwasanya beliau akan melakukan haji dan umrah.Dan di dalam hadits yang lain disebutkanbahwasanya beliau akan tinggal di Bumi selama 40 tahun. Kemudian meninggal dan dishalatkan oleh orang islam (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud).

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah 19

Halaqah yang Ke-19 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Ke ujuh belas 17👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ASetelah kita mengetahui tentang Al-Karamah yang Allāh berikan kepada wali-Nya, maka hendaklah kita mengenal tentang Al Ahwal Asy-syaithaniyyah (keadaan-syaithan-syaitan).Al-Ahwal Asy-syaithoniyyah/keadaan-keadaan syaitan adalah perkara-perkara yang di luar kebiasaan yang terjadi pada seorang wali syaitan sebagai IstidrajWali syaitan adalah pengikut syaitan dan penolong syaitan. yang dimaksud dengan Istidraj adalah dibiarkan supaya bertambah kekufurannya kemudian di azabDan di antara dalil yang menunjukkan adanya wali-wali syaithan adalah firman Allah :وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ“Dan orang-orang yang kafir, maka wali-walinya adalah thagut yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan, mereka adalah penduduk Neraka, mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah : 257)Dan Allah berfirman:… وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ…“Dan sesungguhnya syaithan-syaithan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian” (Al-An’am : 121)Dan diantara contoh Al-Ahwal Asy-syaithaniyyah, apa yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah didalam kitab beliau Al-Furqan ( بين أولياء الرحمن و أولياء الشيطان )Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan didalam kitab ini diantara contoh Al-Ahwal syaitoniyyah① Apa yang terjadi pada Musaiylamah Al-Kadzab ketika dia mengaku sebagai seorang Nabi dia mengabarkan beberapa perkara yang ghaib wahyu dengan dari syaitan② Apa yang terjadi pada Al-Aswad Al-Amsiy yang mengaku sebagai Nabi mengabarkan tentang perkara yang ghaib dengan wahyu dari syaitan sehingga tentara kaum muslimin takut syaithan akan mengabarkan kepadanya tentang mereka, sampai tentara kaum muslimin takut apabila syaithan akan mengabarkan kepada Aswad Al-Amsiy tentang mereka③ Kisah Al-Haris Al-Dimasykiy yang mengaku sebagai Nabi di zaman Abdul Malik bin Marwan setiap kali di tangkap dan di penjara datang syaitan dan melepaskan ikatan di kaki nya dan melindungi dia dari senjata.Manusia saat itu melihat rombongannya berjalan diudara ketika dia ditangkap ada orang yang menikam nya dengan tombak namun tidak mempanMaka berkata Abdul Malik :“Engkau tidak menyebut nama Allah”Kemudian ketika dia menyebut nama Allah dan menikamnya mempanlah tombaknya dan meninggallah Al-Harits

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 19: Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bagian 17)

Halaqah 19:Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bagian 17)Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىSetelah mengetahui tentang Al-Karamah yang Allāh berikan kepada wali-Nya, maka hendaklah mengenal tentang Al Ahwal Asy-syaithaniyyah (keadaan-syaithan-syaitan).Al-Ahwal Asy-syaithoniyyah (keadaan-keadaan syaitan) adalah perkara-perkara yang di luar kebiasaan yang terjadi pada seorang wali syaitan sebagai Istidraj.Wali syaitan adalah pengikut syaitan dan penolong syaitan. Yang dimaksud dengan Istidraj adalah dibiarkan supaya bertambah kekufurannya kemudian di azab.Dan di antara dalil yang menunjukkan adanya wali-wali syaithan adalah firman Allah :وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ“Dan orang-orang yang kafir, maka wali-walinya adalah thagut yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan, mereka adalah penduduk Neraka, mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah : 257)Dan Allah berfirman:… وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ…“Dan sesungguhnya syaithan-syaithan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian” (Al-An’am : 121).Dan diantara contoh Al-Ahwal Asy-syaithaniyyah, apa yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah didalam kitab beliau Al-Furqan ( بين أولياء الرحمن و أولياء الشيطان )Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan didalam kitab ini diantara contoh Al-Ahwal syaitoniyyah:1. Apa yang terjadi pada Musaiylamah Al-Kadzab ketika dia mengaku sebagai seorang Nabi dia mengabarkan beberapa perkara yang ghaib wahyu dengan dari syaitan.2. Apa yang terjadi pada Al-Aswad Al-Amsiy yang mengaku sebagai Nabi mengabarkan tentang perkara yang ghaib dengan wahyu dari syaitan sehingga tentara kaum muslimin takut syaithan akan mengabarkan kepadanya tentang mereka, sampai tentara kaum muslimin takut apabila syaithan akan mengabarkan kepada Aswad Al-Amsiy tentang mereka.3. Kisah Al-Haris Al-Dimasykiy yang mengaku sebagai Nabi di zaman Abdul Malik bin Marwan setiap kali di tangkap dan di penjara datang syaitan dan melepaskan ikatan di kaki nya dan melindungi dia dari senjata. Manusia saat itu melihat rombongannya berjalan diudara ketika dia ditangkap ada orang yang menikam nya dengan tombak namun tidak mempan.Maka berkata Abdul Malik :“Engkau tidak menyebut nama Allah”Kemudian ketika dia menyebut nama Allah dan menikamnya mempanlah tombaknya dan meninggal lah Al-Harits

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Bab 08

Ringkasan Halaqah 69 – Pembahasan Dalil Keempat Hadits Shahih Riwayat Ali bin Abi ThalibNabi ﷺ bersabda tentang Khawarij: "Di mana saja kalian menemui mereka, maka bunuhlah mereka." (HR. Bukhari dan Muslim).Khawarij digambarkan sebagai kaum yang masih muda, semangat beribadah, banyak membaca Al-Qur'an, tetapi pemahamannya menyimpang.Sabda Nabi ﷺ: "Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari sasarannya." Maksud yang lebih kuat menurut mayoritas ulama adalah mereka keluar dari ajaran Islam (menyimpang), bukan keluar dari agama Islam menjadi kafir.Sebagian ulama berpendapat Khawarij kafir, namun pendapat yang lebih kuat adalah mereka tetap muslim, meskipun termasuk ahli bid'ah yang sangat sesat.Hal ini dikuatkan oleh perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu ketika ditanya apakah Khawarij kafir. Beliau menjawab: "Mereka lari dari kekufuran." Artinya, mereka ingin menjauhi kekafiran, tetapi berlebihan hingga mengkafirkan kaum muslimin yang melakukan dosa besar.Ketika ditanya apakah mereka munafik, Ali menjawab bahwa orang munafik hanya sedikit mengingat Allah, sedangkan Khawarij sangat banyak beribadah dan berdzikir. Maka mereka bukan munafik.Ali memerangi Khawarij bukan karena mereka kafir, tetapi karena menjalankan perintah Nabi ﷺ dan karena mereka menimbulkan kerusakan besar di tengah kaum muslimin.Penyebab kesesatan Khawarij adalah fitnah syubhat (pemahaman yang rusak) yang membuat mereka buta terhadap kebenaran meskipun semangat ibadah mereka sangat tinggi.

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 69 | Haudh Rasulullāh yang Dijadikan Allāh Kemuliaan Rasulullāh sebagai Minuman Umatnya adalah Benar Adanya

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَالْحَوْضُ – الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ غِيَاثًا لِأُمَّتِهِ – حَقٌّDan diantara keyakinan Ahlussunnah wal jamaah adalah meyakini tentang telaga Rasulullāh ﷺوَالْحَوْضُ – الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِTenaga yang ini adalah di antara bentuk pemuliaan Allāh terhadap NabiNya ﷺ.Al Haud telaganya Rasulullāh ﷺ & masing-masing Nabi disebutkan di dalam hadist mereka diberikan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala telaga masing-masing dari Nabi itu diberikan telaga oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan disebutkan dalam hadis bahwasanya kelak mereka akan berbangga-banggaan siapa di antara mereka yang akan menjadi yang paling banyak didatangi & Nabi ﷺ berharap bahwasanya beliaulah yang paling banyak di datangi dan yang mendatangi tenaga Nabi-Nabi tersebut adalah umatnya sendiri ketika beliau ﷺ berharap bahwasanya beliau adalah yang paling banyak didatang telaganya menunjukkan bahwasanya umat beliau adalah umat yang paling besar, umat yang paling banyak masing-masing Nabi akan diberikan akan diberikan Haud/ telaga oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan ini adalah ikrar pemuliaan Allāh subhanahu wa Ta’Ala kepada para Nabi tersebut, karena disaat manusia setelah mereka dihisab oleh Allāh subhanahu wa ta’ala di padang mahsyar dan kita tahu betapa lamanya mereka di padang mahsyar dalam keadaan mereka tidak minum dalam keadaan mereka tidak makan dalam keadaan matahari didekatkan kepada mereka sampai mereka berkeringat dan keringat mereka sesuai dengan kadar dosa mereka, kita lihat bagaimana manusia dalam keadaan kehausan, kehausan yang luar biasa maka Allāh subhanahu wa taala berkenan untuk memuliakan para Nabi, masing-masing dari Nabi masing-masing mereka memiliki pengikut yang beriman kepada mereka masing-masing dari Nabi Allāh subhanahu wa ta’ala memuliakan dengan diberikan telaga tersebut, termasuk diantaranya adalah Nabi ﷺ dan di situlah pengikut masing-masing dari Nabi tersebut mereka akan menghilangkan dahaga mereka akan menghilangkan hausnya mereka dan disebutkan dalam hadits bahwasanya Nabi ﷺ mengatakan,أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِAku akan mendahului kalian di Telagaku,Jadi sebelum datang umat beliau ﷺ maka beliau ﷺ akan mendahului kita, lebih cepat daripada kita menuju ke tenaga beliau ﷺ, apa tujuannya ingin menanti umatnya menunggu umatnya ingin melayani umat beliau ﷺ yang mereka dalam keadaan kehausan yang luar biasa melayani mereka mengambilkan air dari tenaga beliau ﷺ untuk diminum oleh umat beliau yang sangat sayangi ﷺ.Dengan semangatnya beliau ﷺ mendahului kita menunggu kita, mengharap supaya umatnya datang kepada beliau ﷺ untuk diberikan oleh beliau air dari Telaga beliau ﷺ , dalam hadits yang lain beliau mendorong kita untuk bersabar beliau ingin bertemu mendorong kita untuk bersabar di dunia ya supaya dengan sebab kesabaran kita ini kesabaran kita di atas Sunnah Nabi ﷺ kesabaran kita dalam berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullāh ﷺ ini menjadi sebab kita dimudahkan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala untuk meminum dari telaganya beliau ﷺ.Dalam beberapa hadist yang disebutkan tentang bagaimana sifat-sifat dari telaga Rasulullāh ﷺ yang menunjukkan tentang besarnya beliau mengatakan,حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ، وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌTelagaku ini adalah sepanjang perjalanan satu bulan,Telaga kalau di dunia itu kecil saja itu perjalanan mungkin sehari selesai kita mengitari sebuah Telaga tapi Telaga Nabi ﷺ itu sepanjang perjalanan satu bulanDan sisi-sisinya sama, artinya Allāh ta’ala alam, bujur sangkar dan setiap sisi itu perjalanan satu bulan dan ini menunjukkan betapa besarnya Telaga Nabi ﷺ dan ini adalah sebuah kenikmatan, kita mendatangi telaga yang besar dalam keadaan kehausan dan yang datang ke sana orang banyak tidak takut kita dengan berdesak-desakan, kalau telaga yang kecil ya Telaga di sini sangat besar meskipun umat Nabi ﷺ dari dahulu sampai yang akan datang itu adalah umat yang banyak tapi besarnya Telaga Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwasanya mereka tidak berdasar-desakan di dalam meminumnya,مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ الورقAir dari Telaga tersebut lebih putih daripada perak dan disebutkan dalam lafadz yang lain lebih putih daripada alaban/ susu, susu yang paling putih yang kita tahu di dunia maka Telaga Nabi ﷺ itu sangat dan lebih putih daripada susu yang kita lihat,وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ المِسْكِDan bau nya itu lebih harum daripada minyak kasturi.Minyak yang paling wangi di dunia maka haudnya Nabi ﷺ itu lebih lebih wangi lagi.وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِDan teko2nya itu seperti bintang yang ada di langit.Seperti bintang yang ada di langit dari dua sisi, sisi yang pertama dari sisi keindahan, jadi tekonya adalah teko-teko yang sangat indah, sesi yang kedua adalah dari sisi banyaknya teko²nya banyak sekali sebanyak bintang yang ada di langit , kalau itu adalah jumlah dari tekonya lalu bagaimana dengan gelas-gelasnya karena gelas ini lebih banyak daripada teko, ini juga kenikmatan tersendiri banyak yang manusia yang mengetahui Telaga Nabi ﷺ besarnya itu juga diimbangi dengan banyaknya gelasnya dan juga banyaknya teko sehingga tidak saling menunggu satu dengan yang lain semuanya akan segera meminum dari telaganya Rasulullāh ﷺفمَن شَرِبَ منه فلا يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا.Barang siapa yang meminum dari telaganya Nabi ﷺ maka dia tidak akan haus selama-lamanya.Sekali teguhkan maka dia tidak akan merasakan kehausan selama-lama, ini kelebihannya luar biasa tidak akan dia merasakan kehausan nanti akan tetap ada proses setelah itu,akan Anda proses setelah itu, mereka melewatir mereka tidak akan merasakan kehausan bahkan seandainya ada di antara mereka yang masuk ke dalam Neraka karena dosanya maka di dalam Neraka dia tidak akan merasakan kehausan, benar dia disiksa tapi karena dia sudah meminum Telaga Nabi ﷺ maka dia tidak akan tersiksa dengan kehausan tapi dia disiksa dari sisi yang lain.مَن شَرِبَ منه فلا يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا.

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 69

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 69 | Haudh Rasulullāh yang Dijadikan Allāh Kemuliaan Rasulullāh sebagai Minuman Umatnya adalah Benar AdanyaHalaqah 69 | Haudh Rasulullāh yang Dijadikan Allāh Kemuliaan Rasulullāh sebagai Minuman Umatnya adalah Benar AdanyaKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَالْحَوْضُ – الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ غِيَاثًا لِأُمَّتِهِ – حَقٌّDan diantara keyakinan Ahlussunnah wal jamaah adalah meyakini tentang telaga Rasulullāh ﷺوَالْحَوْضُ – الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِTenaga yang ini adalah di antara bentuk pemuliaan Allāh terhadap NabiNya ﷺ.Al Haud telaganya Rasulullāh ﷺ & masing-masing Nabi disebutkan di dalam hadist mereka diberikan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala telaga masing-masing dari Nabi itu diberikan telaga oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan disebutkan dalam hadis bahwasanya kelak mereka akan berbangga-banggaan siapa di antara mereka yang akan menjadi yang paling banyak didatangi & Nabi ﷺ berharap bahwasanya beliaulah yang paling banyak di datangi dan yang mendatangi tenaga Nabi-Nabi tersebut adalah umatnya sendiri ketika beliau ﷺ berharap bahwasanya beliau adalah yang paling banyak didatang telaganya menunjukkan bahwasanya umat beliau adalah umat yang paling besar, umat yang paling banyak masing-masing Nabi akan diberikan akan diberikan Haud/ telaga oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan ini adalah ikrar pemuliaan Allāh subhanahu wa Ta’Ala kepada para Nabi tersebut, karena disaat manusia setelah mereka dihisab oleh Allāh subhanahu wa ta’ala di padang mahsyar dan kita tahu betapa lamanya mereka di padang mahsyar dalam keadaan mereka tidak minum dalam keadaan mereka tidak makan dalam keadaan matahari didekatkan kepada mereka sampai mereka berkeringat dan keringat mereka sesuai dengan kadar dosa mereka, kita lihat bagaimana manusia dalam keadaan kehausan, kehausan yang luar biasa maka Allāh subhanahu wa taala berkenan untuk memuliakan para Nabi, masing-masing dari Nabi masing-masing mereka memiliki pengikut yang beriman kepada mereka masing-masing dari Nabi Allāh subhanahu wa ta’ala memuliakan dengan diberikan telaga tersebut, termasuk diantaranya adalah Nabi ﷺ dan di situlah pengikut masing-masing dari Nabi tersebut mereka akan menghilangkan dahaga mereka akan menghilangkan hausnya mereka dan disebutkan dalam hadits bahwasanya Nabi ﷺ mengatakan,أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِAku akan mendahului kalian di Telagaku,Jadi sebelum datang umat beliau ﷺ maka beliau ﷺ akan mendahului kita, lebih cepat daripada kita menuju ke tenaga beliau ﷺ, apa tujuannya ingin menanti umatnya menunggu umatnya ingin melayani umat beliau ﷺ yang mereka dalam keadaan kehausan yang luar biasa melayani mereka mengambilkan air dari tenaga beliau ﷺ untuk diminum oleh umat beliau yang sangat sayangi ﷺ.Dengan semangatnya beliau ﷺ mendahului kita menunggu kita, mengharap supaya umatnya datang kepada beliau ﷺ untuk diberikan oleh beliau air dari Telaga beliau ﷺ , dalam hadits yang lain beliau mendorong kita untuk bersabar beliau ingin bertemu mendorong kita untuk bersabar di dunia ya supaya dengan sebab kesabaran kita ini kesabaran kita di atas Sunnah Nabi ﷺ kesabaran kita dalam berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullāh ﷺ ini menjadi sebab kita dimudahkan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala untuk meminum dari telaganya beliau ﷺ.Dalam beberapa hadist yang disebutkan tentang bagaimana sifat-sifat dari telaga Rasulullāh ﷺ yang menunjukkan tentang besarnya beliau mengatakan,حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ، وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌTelagaku ini adalah sepanjang perjalanan satu bulan,Telaga kalau di dunia itu kecil saja itu perjalanan mungkin sehari selesai kita mengitari sebuah Telaga tapi Telaga Nabi ﷺ itu sepanjang perjalanan satu bulanDan sisi-sisinya sama, artinya Allāh ta’ala alam, bujur sangkar dan setiap sisi itu perjalanan satu bulan dan ini menunjukkan betapa besarnya Telaga Nabi ﷺ dan ini adalah sebuah kenikmatan, kita mendatangi telaga yang besar dalam keadaan kehausan dan yang datang ke sana orang banyak tidak takut kita dengan berdesak-desakan, kalau telaga yang kecil ya Telaga di sini sangat besar meskipun umat Nabi ﷺ dari dahulu sampai yang akan datang itu adalah umat yang banyak tapi besarnya Telaga Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwasanya mereka tidak berdasar-desakan di dalam meminumnya,مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ الورقAir dari Telaga tersebut lebih putih daripada perak dan disebutkan dalam lafadz yang lain lebih putih daripada alaban/ susu, susu yang paling putih yang kita tahu di dunia maka Telaga Nabi ﷺ itu sangat dan lebih putih daripada susu yang kita lihat,وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ المِسْكِDan bau nya itu lebih harum daripada minyak kasturi.Minyak yang paling wangi di dunia maka haudnya Nabi ﷺ itu lebih lebih wangi lagi.وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِDan teko2nya itu seperti bintang yang ada di langit.Seperti bintang yang ada di langit dari dua sisi, sisi yang pertama dari sisi keindahan, jadi tekonya adalah teko-teko yang sangat indah, sesi yang kedua adalah dari sisi banyaknya teko²nya banyak sekali sebanyak bintang yang ada di langit , kalau itu adalah jumlah dari tekonya lalu bagaimana dengan gelas-gelasnya karena gelas ini lebih banyak daripada teko, ini juga kenikmatan tersendiri banyak yang manusia yang mengetahui Telaga Nabi ﷺ besarnya itu juga diimbangi dengan banyaknya gelasnya dan juga banyaknya teko sehingga tidak saling menunggu satu dengan yang lain semuanya akan segera meminum dari telaganya Rasulullāh ﷺفمَن شَرِبَ منه فلا يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا.Barang siapa yang meminum dari telaganya Nabi ﷺ maka dia tidak akan haus selama-lamanya.Sekali teguhkan maka dia tidak akan merasakan kehausan selama-lama, ini kelebihannya luar biasa tidak akan dia merasakan kehausan nanti akan tetap ada proses setelah itu,akan Anda proses setelah itu, mereka melewatir mereka tidak akan merasakan kehausan bahkan seandainya ada di antara mereka yang masuk ke dalam Neraka karena dosanya maka di dalam Neraka dia tidak akan merasakan kehausan, benar dia disiksa tapi karena dia sudah meminum Telaga Nabi ﷺ maka dia tidak akan tersiksa dengan kehausan tapi dia disiksa dari sisi yang lain.

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 19 | Penjelasan Pembatal Keislaman Ke Delapan Bagian 1

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang ke sembilan belas dari Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Nawaqidul Islam yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah.Berkata Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah,الثَّامِنُ:مُظَاهَرَةُ المُشْرِكِينَ وَمُعَاوَنَتُهُمْ عَلَى المُسْلِمِينَوَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين“Yang ke delapan: menolong orang-orang musyrikin dan membantu mereka di dalam memerangi kaum muslimin. Dalilnya adalah firman Allah yang artinya ‘Dan barangsiapa yang menolong mereka maka sesungguhnya dia termasuk mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.’ [Al Maidah : 51]”Yang dimaksud dengan menolong orang-orang musyrikin atau orang-orang kafir dan membantu mereka di dalam memerangi orang-orang Islam adalah menolong orang-orang kafir ketika terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir, dengan maksud supaya mereka menang dan mengalahkan kaum muslimin sehingga agama orang-orang kafir lebih nampak daripada agama kaum muslimin.Seorang muslim yang sejati adalah seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, senang ketika Allah dan Rasul-Nya ditaati, gembira melihat agama Allah nampak di bumi, melihat tauhid dan sunnah tersebar. Sebaliknya, dia bersedih ketika melihat kekufuran, kebid’ahan, dan kemaksiatan.Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ:أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سَوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إلاَّ لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ“Tiga perkara apabila ada pada diri seseorang, maka dia menemukan kelezatan iman.1. Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.2. Mencintai orang lain, tidak mencintainya kecuali karena Allah. Yaitu mencintainya karena dia taat kepada Allah.3. Dia benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci apabila dilempar ke dalam api.”[Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim]Kalau demikian, maka menolong orang-orang kafir dan mencintai kekufuran mereka dan senang apabila orang-orang musyrikin tersebut agamanya lebih nampak daripada agama kaum muslimin, maka ini adalah sebuah kekufuran.Adapun orang yang membantu orang-orang musyrikin dan orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin tetapi bukan karena cinta dengan agama orang-orang kafir tersebut dan bukan karena senang apabila agama orang-orang kafir lebih nampak dari agama kaum muslimin, contohnya dia menolong karena keinginan duniawi seperti jabatan, harta, wanita, dll, maka orang yang demikian telah melakukan dosa besar tetapi tidak sampai keluar dari agama Islam. Ini termasuk kefasikan. Kalau dia meninggal dalam keadaan seperti ini, maka dia telah meninggal dunia dalam keadaan membawa dosa besar. Keadaannya di akhirat adalah seperti pelaku dosa besar yang lain. Dia di bawah kehendak Allah. Kalau Allah menghendaki maka Allah mengampuni, dan kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengadzab dia terlebih dahulu di dalam neraka.Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir – Halaqah 69: Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 4)

Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir – Halaqah 69: Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 4) 🌿 Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 4)✨ Penduduk surgaMasuk surga dalam keadaan sempurna.Berusia sekitar 33 tahun (riwayat lain menyebut 30 atau 33 tahun).Tidak berjenggot, tubuh tanpa rambut, bercelak, kulit putih, dan tinggi 60 hasta. (HR. Tirmidzi & Ahmad)💜 Bidadari surgaAllah menikahkan laki-laki penghuni surga dengan bidadari.Bermata indah (ḥūr 'īn), sangat cantik, sebaya umurnya.Diciptakan langsung oleh Allah sebagai perawan yang penuh cinta kepada suaminya.Cantiknya seperti mutiara, yakut, dan marjan.Suci, tidak haid, serta menjaga pandangan hanya untuk suaminya.Kerudung seorang bidadari lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. (HR. Bukhari)🌸 Istri yang berimanIstri di dunia yang beriman akan menjadi istri suaminya di surga.Keluarga yang beriman akan dipertemukan kembali di surga dengan izin Allah. (QS. Ar-Ra'd: 23)🍇 Kenikmatan lainnyaPenghuni surga memperoleh kekuatan yang sempurna dalam makan, minum, dan kenikmatan lainnya.Dilayani oleh pelayan-pelayan muda yang indah laksana mutiara bertebaran. (QS. Al-Waqi'ah: 17, QS. Al-Insan: 19)📖 Dalil utamaQS. At-Thur: 20QS. An-Naba': 33QS. Al-Waqi'ah: 23, 35–37QS. Ar-Rahman: 56–58QS. Al-Baqarah: 25QS. Ar-Ra'd: 23QS. Al-Waqi'ah: 17QS. Al-Insan: 19Sumber: Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir – Halaqah 69: Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 4).

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 68

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 68 | Rasulullah Di-Isra’-kan di Malam Hari dan Dinaikkan ke Langit dengan Jasmaninya dalam Keadaan SadarHalaqah 68 | Rasulullah Di-Isra’-kan di Malam Hari dan Dinaikkan ke Langit dengan Jasmaninya dalam Keadaan SadarKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَقَدْ أُسْرِيَ بِالنَّبِيِّ ﷺ وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِDan telah di isra kan Nabi ﷺ.Yang dimaksud dengan Isra adalah perjalanan dimalam hariسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ..۝[QS Al Isro 1]Maha Suci Allāh yang menjalankan hambanya di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, supaya kami menampakkan kepadanya di antara tanda² kekuasaan.Dengan burok dan ditemani oleh Malaikat Jibril dan di sana beliau mengimami para Nabi ini adalah tanda² kekuasaan Allāh subhanahu wa ta’ala. dari Makkah ke Masjidil Aqsa ini biasanya kalau ditempuh dengan unta ini memerlukan perjalanan 1 bulan kalau bulak balik berarti 2 bulan, Nabi ﷺ meninggalkan Mekkah ke Masjidil Aqsa dan kembali ke Mekah sebelum datang waktu pagi hari, ada yang mengatakan bahwasanya Isra dan juga Mi’raj saat itu terjadi dalam satu malam dan di pagi hari Nabi ﷺ sudah berada di kota Mekah sehingga orang-orang musyrikin Quraisy saat itu mereka menertawakan Nabi ﷺ kemudian mengajak Abu Bakar untuk mendustakan Nabi, karenanya adalah kabar yang tidak masuk tapi Ash Sidik dan dinamakan Ash Sidik karena beliau sangat membenarkan Nabi ﷺ di saat manusia mereka mendustakan Nabi dan meragukan kabar Nabi maka beliau membenarkan apa yang datang dari Nabi ﷺ beliau membenarkan Nabi ﷺ dan bahwasanya datang kepada beliau Wahyu di waktu pagi maupun sore, kalau hanya kabar tentang beliau pergi dari Makkah ke Masjidil Aqsa kemudian ke sidratumuntaha dan kembali ke Mekah dalam satu malam maka ini bukan sesuatu yang aneh-aneh karena Abu Bakar membenarkan yang lebih dahsyat daripada itu bagaimana hanya sekedar dijalankan, itulah Allāh yang عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ , Ahlussunnah membenarkan, membenarkan bahwasanya Nabi ﷺ di isra mi’raj, isra di dalam surat Al-isra sebagaimana dalam ayat yang sebutkan, dan Mi’raj ini ada dalam surat An-Najm.وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِDan di angkat dengan diri beliau.Kenapa di sini disebutkan oleh Abu Ja’far Ath thohawiy karena adanya sebagian orang yang mengatakan iya kami beriman bahwasanya Nabi ﷺ beliau di Isra – Mi’raj kan namun katanya ini adalah dalam mimpi atau ini adalah hanya rohnya saja jadi nyawanya saja yang di isra kan dan nyawanya saja yang di Mi’raj kan bukan dengan badannya, maka beliau mengatakanوَعُرِجَ بِشَخْصِهِBeliau di Mi’raj kan dengan badannya dengan diri beliau semua yaitu dengan nyawa dan juga raganya & inilah yang hak bukan dengan nyawanya karena Allāh subhanahu wa ta’ala mengatakanسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِMaha suci Allāh subhanahu wa ta’ala yang telah menjalankan hambanya.Dan hamba dinamakan hamba dengan badannya dan juga nyawanya, dinamakan hamba/abdu dengan badannya dan juga nyawa itulah hamba bukan nyawanya saja, tapi jasad dan juga nyawanya itulah hamba.Hamba terdiri dari dua perkara. Dalam surat An-Najm Allāh mengatakan,فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى ۝[QS An-Najm 10]Allah mau wahyukan kepada hambaNya apa yang dia wahyukan.Dan hamba ini terdiri dari badan dan juga nya, ini maksud ucapan beliauوَعُرِجَ بِشَخْصِهِفِي الْيَقَظَةِKetika beliau dalam keadaan bangun.Artinya bukan dalam keadaan tidur, sebagian orang ada yang meyakini isra dan juga Miraj Nabi ﷺ tapi dia meyakini bahwasanya itu semua terjadi ketika Nabi ﷺ dalam keadaan tidur, yaitu dalam keadaan bermimpi, padahal beliau di Mekkah tapi beliau bermimpi pergi dari Makkah menuju Masjidil Aqsa kemudian diangkat oleh Allāh ﷻ ke sidratumuntaha kemudian kembali ke Mekkah, itu terjadi dalam keadaan mimpi. Ini adalah bathil yang benar yang shahih bahwasanya beliau ﷺ di Isra dan di Mi’raj kan oleh Allāh ﷻ dalam bangun, dalam keadaan beliau bangun dan tidak dalam keadaan mimpi,apa dalilnya?Dalilnya orang² musyrikin mengingkari, orang² musyrikin Quraisy mereka mengingkari.Mungkinkah mereka mengingkari Nabi bermimpi kalau hanya sekedar mimpi, kalau sekedar mimpi maka siapa di antara kita yang mengingkari? ada orang yang cerita anak bermimpi ke Mekah bersama bapak ibu bersama keluarga anda dan seterusnya, sementara keadaannya bukan orang yang berkemampuan tapi dia bermimpi apakah kita mendustakan? Bohong masa kamu mimpi ke Mekah, kalau hanya sekedar mimpi semua orang juga bisa bermimpi , ada orang bermimpi saya bermimpi saya punya istana yang demikian dan demikian dia ceritakan kepada orang, maka kita katakan mungkin saja bermimpi, itu namanya mimpi, orang dalam mimpinya melihat apa saja anak kecil mungkin dia menjadi Superman, memang benar itu hanya mimpi, yang kita dustakan kalau dia mengatakan saya benar-benar menjadi Superman bisa terbang itu yang kita dustakan tapi kalau hanya sekedar mimpi siapa saja bisa bermimpi.Sekarang yang terjadi Nabi ﷺ seluruh didustakan oleh orang² musyrikin kalau hanya sekedar mimpi tentunya tidak didustakan oleh mereka ketika mereka mendustakan berarti ini adalah hak Nabi ﷺ di Isra kan di Mi’raj kan oleh Allāh ﷻ dalam keadaan الْيَقَظَةِ (bangun)إِلَى السَّمَاءِ.Diangkat ke atas,ثُمَّ إِلَى حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الْعُلَاKemudian Allāh subhanahu wa ta’ala mengangkat beliau yaitu keatas kemudian ke tempat yang Allāh kehendaki, tempat yang tinggi yang Allāh kehendaki yaitu ke Sidratumuntaha, ini adalah batas nya tidak melebihi dari itu, kemudianوَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ، وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،Dan Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Dia kehendaki.Dipertemukan dengan para Anbiya diwajibkan kepada beliau shalat lima waktu secara langsung Allāh subhanahu wa ta’ala mengajak berbicara kepada beliau, memperlihatkan kepada beliau Surga dan Neraka ini semuanya adalah iqrar Allāh memuliakan beliau siapa selain beliau yang didemikiankan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala, dimuliakan oleh Allāh sedemikian rupa, ini adalah ikrar termasuk mukjizat Nabi ﷺ Isra dan juga Mi’raj, Allāh subhanahu wa ta’ala banyak memuliakan mengistimewakan Nabi ﷺ dibandingkan dengan yang lain,وَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ،Allāh subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Allāh kehendaki.Ketika di Isra kan dan juga di Mi’raj kan,وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،Dan Allāh subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada beliau apa yang Allāh Wahyukan,sebagaimana dalam ayatفَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ[QS An Najm 10]Maka Allāh subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada hambaNya apa yang Dia Wahyukan.Termasuk diantaranya adalah kewajiban shalat lima waktu, Allāh subhanahu wa ta’ala langsung wajibkan kepada Rasulullāh ﷺ di atas sana, bukan di bumi menunjukkan keutamaan shalat lima waktu.Ini adalah keyakinan dan aqidah Ahlussunnah wal jamaah di dalam masalah isra dan juga Mi’raj nya Rasulullāh ﷺ. Harus kita yakini jangan kita seperti orang² yang mengedepankan akalnya kemudian dia menolak kabar yang berkaitan dengan Nabi ﷺ yang dianggap ini tidak sesuai dengan akal mereka.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 68 | Rasulullah Di-Isra’-kan di Malam Hari dan Dinaikkan ke Langit dengan Jasmaninya dalam Keadaan Sadar

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَقَدْ أُسْرِيَ بِالنَّبِيِّ ﷺ وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِDan telah di isra kan Nabi ﷺ.Yang dimaksud dengan Isra adalah perjalanan dimalam hariسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ..۝[QS Al Isro 1]Maha Suci Allāh yang menjalankan hambanya di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, supaya kami menampakkan kepadanya di antara tanda² kekuasaan.Dengan burok dan ditemani oleh Malaikat Jibril dan di sana beliau mengimami para Nabi ini adalah tanda² kekuasaan Allāh subhanahu wa ta’ala. dari Makkah ke Masjidil Aqsa ini biasanya kalau ditempuh dengan unta ini memerlukan perjalanan 1 bulan kalau bulak balik berarti 2 bulan, Nabi ﷺ meninggalkan Mekkah ke Masjidil Aqsa dan kembali ke Mekah sebelum datang waktu pagi hari, ada yang mengatakan bahwasanya Isra dan juga Mi’raj saat itu terjadi dalam satu malam dan di pagi hari Nabi ﷺ sudah berada di kota Mekah sehingga orang-orang musyrikin Quraisy saat itu mereka menertawakan Nabi ﷺ kemudian mengajak Abu Bakar untuk mendustakan Nabi, karenanya adalah kabar yang tidak masuk tapi Ash Sidik dan dinamakan Ash Sidik karena beliau sangat membenarkan Nabi ﷺ di saat manusia mereka mendustakan Nabi dan meragukan kabar Nabi maka beliau membenarkan apa yang datang dari Nabi ﷺ beliau membenarkan Nabi ﷺ dan bahwasanya datang kepada beliau Wahyu di waktu pagi maupun sore, kalau hanya kabar tentang beliau pergi dari Makkah ke Masjidil Aqsa kemudian ke sidratumuntaha dan kembali ke Mekah dalam satu malam maka ini bukan sesuatu yang aneh-aneh karena Abu Bakar membenarkan yang lebih dahsyat daripada itu bagaimana hanya sekedar dijalankan, itulah Allāh yang عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ , Ahlussunnah membenarkan, membenarkan bahwasanya Nabi ﷺ di isra mi’raj, isra di dalam surat Al-isra sebagaimana dalam ayat yang sebutkan, dan Mi’raj ini ada dalam surat An-Najm.وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِDan di angkat dengan diri beliau.Kenapa di sini disebutkan oleh Abu Ja’far Ath thohawiy karena adanya sebagian orang yang mengatakan iya kami beriman bahwasanya Nabi ﷺ beliau di Isra – Mi’raj kan namun katanya ini adalah dalam mimpi atau ini adalah hanya rohnya saja jadi nyawanya saja yang di isra kan dan nyawanya saja yang di Mi’raj kan bukan dengan badannya, maka beliau mengatakanوَعُرِجَ بِشَخْصِهِBeliau di Mi’raj kan dengan badannya dengan diri beliau semua yaitu dengan nyawa dan juga raganya & inilah yang hak bukan dengan nyawanya karena Allāh subhanahu wa ta’ala mengatakanسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِMaha suci Allāh subhanahu wa ta’ala yang telah menjalankan hambanya.Dan hamba dinamakan hamba dengan badannya dan juga nyawanya, dinamakan hamba/abdu dengan badannya dan juga nyawa itulah hamba bukan nyawanya saja, tapi jasad dan juga nyawanya itulah hamba.Hamba terdiri dari dua perkara. Dalam surat An-Najm Allāh mengatakan,فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى ۝[QS An-Najm 10]Allah mau wahyukan kepada hambaNya apa yang dia wahyukan.Dan hamba ini terdiri dari badan dan juga nya, ini maksud ucapan beliauوَعُرِجَ بِشَخْصِهِفِي الْيَقَظَةِKetika beliau dalam keadaan bangun.Artinya bukan dalam keadaan tidur, sebagian orang ada yang meyakini isra dan juga Miraj Nabi ﷺ tapi dia meyakini bahwasanya itu semua terjadi ketika Nabi ﷺ dalam keadaan tidur, yaitu dalam keadaan bermimpi, padahal beliau di Mekkah tapi beliau bermimpi pergi dari Makkah menuju Masjidil Aqsa kemudian diangkat oleh Allāh ﷻ ke sidratumuntaha kemudian kembali ke Mekkah, itu terjadi dalam keadaan mimpi. Ini adalah bathil yang benar yang shahih bahwasanya beliau ﷺ di Isra dan di Mi’raj kan oleh Allāh ﷻ dalam bangun, dalam keadaan beliau bangun dan tidak dalam keadaan mimpi,apa dalilnya?Dalilnya orang² musyrikin mengingkari, orang² musyrikin Quraisy mereka mengingkari.Mungkinkah mereka mengingkari Nabi bermimpi kalau hanya sekedar mimpi, kalau sekedar mimpi maka siapa di antara kita yang mengingkari? ada orang yang cerita anak bermimpi ke Mekah bersama bapak ibu bersama keluarga anda dan seterusnya, sementara keadaannya bukan orang yang berkemampuan tapi dia bermimpi apakah kita mendustakan? Bohong masa kamu mimpi ke Mekah, kalau hanya sekedar mimpi semua orang juga bisa bermimpi , ada orang bermimpi saya bermimpi saya punya istana yang demikian dan demikian dia ceritakan kepada orang, maka kita katakan mungkin saja bermimpi, itu namanya mimpi, orang dalam mimpinya melihat apa saja anak kecil mungkin dia menjadi Superman, memang benar itu hanya mimpi, yang kita dustakan kalau dia mengatakan saya benar-benar menjadi Superman bisa terbang itu yang kita dustakan tapi kalau hanya sekedar mimpi siapa saja bisa bermimpi.Sekarang yang terjadi Nabi ﷺ seluruh didustakan oleh orang² musyrikin kalau hanya sekedar mimpi tentunya tidak didustakan oleh mereka ketika mereka mendustakan berarti ini adalah hak Nabi ﷺ di Isra kan di Mi’raj kan oleh Allāh ﷻ dalam keadaan الْيَقَظَةِ (bangun)إِلَى السَّمَاءِ.Diangkat ke atas,ثُمَّ إِلَى حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الْعُلَاKemudian Allāh subhanahu wa ta’ala mengangkat beliau yaitu keatas kemudian ke tempat yang Allāh kehendaki, tempat yang tinggi yang Allāh kehendaki yaitu ke Sidratumuntaha, ini adalah batas nya tidak melebihi dari itu, kemudianوَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ، وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،Dan Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Dia kehendaki.Dipertemukan dengan para Anbiya diwajibkan kepada beliau shalat lima waktu secara langsung Allāh subhanahu wa ta’ala mengajak berbicara kepada beliau, memperlihatkan kepada beliau Surga dan Neraka ini semuanya adalah iqrar Allāh memuliakan beliau siapa selain beliau yang didemikiankan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala, dimuliakan oleh Allāh sedemikian rupa, ini adalah ikrar termasuk mukjizat Nabi ﷺ Isra dan juga Mi’raj, Allāh subhanahu wa ta’ala banyak memuliakan mengistimewakan Nabi ﷺ dibandingkan dengan yang lain,وَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ،Allāh subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Allāh kehendaki.Ketika di Isra kan dan juga di Mi’raj kan,وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،Dan Allāh subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada beliau apa yang Allāh Wahyukan,sebagaimana dalam ayatفَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ[QS An Najm 10]Maka Allāh subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada hambaNya apa yang Dia Wahyukan.Termasuk diantaranya adalah kewajiban shalat lima waktu, Allāh subhanahu wa ta’ala langsung wajibkan kepada Rasulullāh ﷺ di atas sana, bukan di bumi menunjukkan keutamaan shalat lima waktu.Ini adalah keyakinan dan aqidah Ahlussunnah wal jamaah di dalam masalah isra dan juga Mi’raj nya Rasulullāh ﷺ. Harus kita yakini jangan kita seperti orang² yang mengedepankan akalnya kemudian dia menolak kabar yang berkaitan dengan Nabi ﷺ yang dianggap ini tidak sesuai dengan akal mereka.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah 18

Halaqah yang Ke -18 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Ke enam belas.👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ADiantara dalil dari As-Sunnah atas adanya Al-Karamah① Kisah Abu bakar Asy Sidik radhiyallahu ‘anhu ketika memberi makan sebagian ahlu suffah yang datang kepada beliau, setiap kali mereka mengambil satu suapan maka makanannya bertambah banyak di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim② Kisah dua orang shahabat Nabi ﷺ, yaitu ‘Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisr semoga Allah meridhai keduanya, ketika keduanya keluar dari sisi Nabi ﷺ, di suatu malam yang gelap gulita dan di depan mereka ada cahaya, kemudian ketika mereka berpisah terbagilah cahaya tersebut menjadi dua. diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhâri③ Kisah Juraij seorang laki-laki yang shaleh dari kalangan bani israil yang dituduh berzina dengan seorang wanita ia mengaku hamil karena Juraij, kemudian ketika wanita tersebut melahirkan maka Juraij mengusap kepala bayi tersebut, sehingga bayi tersebut sehingga bayi tersebut bisa menyebutkan siapa bapaknya. di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam MuslimKemudian di sana ada beberapa keterangan yang berkaitan dengan Al-Karamah① Al-Karamah yang paling agung bagi seorang hamba adalah istiqamahnya dia diatas jalan yang lurus② Al-Karamah bagi para wali Allah adalah ayat (Mu’jizah) bagi para Nabi,karena wali Allah tidak mendapatkannya kecuali karena keimanan dia kepada rasul tersebut③ Al-Karamah akan tetap ada sampai akhir zaman④ Al-Karamah tidak dijadikan ukuran seseorang lebih afdhal daripada orang yang tidak mendapatkan Al KaromahYang demikian karena Al-Karamah terjadi di antaranya untuk menguatkan keimanan orang tersebut, oleh karena itu Al-Karamah di zaman shahabat radhiyallahu ‘anhum lebih sedikit daripada Al-Karamah di zaman Tabi’in, karena iman dan keyakinan para sahabat lebih kuat dari pada keimanan dan juga keyakinan para Tabi’in⑤ Jangan sampai seseorang terjerumus kedalam pengingkaran terhadap Al-Karamahseperti orang-orang falasifah dan juga Mu’tazilah dan jangan sampai seseorang berlebih-lebihan didalam masalah Al-Karamah seperti orang-yang yang menjadikan Al-Karamah sebagai ukuran kewalian

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 18: Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bagian 16)

Halaqah 18:Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bagian 16)Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىDiantara dalil dari As-Sunnah atas adanya Al-Karamah1. Kisah Abu bakar Asy Sidik radhiyallahu ‘anhu Ketika memberi makan sebagian ahlu suffah yang datang kepada beliau, setiap kali mereka mengambil satu suapan maka makanannya bertambah banyak di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.2. Kisah dua orang sahabat Nabi ﷺ‘Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisr semoga Allah meridhai keduanya, ketika keduanya keluar dari sisi Nabi ﷺ, di suatu malam yang gelap gulita dan di depan mereka ada cahaya, kemudian ketika mereka berpisah terbagilah cahaya tersebut menjadi dua. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhâri3. Kisah Juraij seorang laki-laki yang Shaleh dari Kalangan Bani IsrailDituduh berzina dengan seorang wanita ia mengaku hamil karena Juraij, kemudian ketika wanita tersebut melahirkan maka Juraij mengusap kepala bayi tersebut, sehingga bayi tersebut sehingga bayi tersebut bisa menyebutkan siapa bapaknya. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.Beberapa keterangan yang berkaitan dengan Al-Karamah:① Al-Karamah yang paling agung bagi seorang hamba adalah istiqamahnya dia diatas jalan yang lurus.② Al-Karamah bagi para wali Allah adalah ayat (Mu’jizah) bagi para Nabi, karena wali Allah tidak mendapatkannya kecuali karena keimanan dia kepada rasul tersebut.③ Al-Karamah akan tetap ada sampai akhir zaman.④ Al-Karamah tidak dijadikan ukuran seseorang lebih afdhal daripada orang yang tidak mendapatkan Al Karomah.Yang demikian karena Al-Karamah terjadi di antaranya untuk menguatkan keimanan orang tersebut, oleh karena itu Al-Karamah di zaman shahabat radhiyallahu ‘anhum lebih sedikit daripada Al-Karamah di zaman Tabi’in, karena iman dan keyakinan para sahabat lebih kuat dari pada keimanan dan juga keyakinan para Tabi’in.⑤ Jangan sampai seseorang terjerumus kedalam pengingkaran terhadap Al-Karamah,seperti orang-orang falasifah dan juga Mu’tazilah dan jangan sampai seseorang berlebih-lebihan didalam masalah Al-Karamah seperti orang-yang yang menjadikan Al-Karamah sebagai ukuran kewalian.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →