📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
G

Gardina daru adini

📍 Kota Depok

Resume

Rawat dan didiklah anak dengan ketulusan hati dan niat yang ikhlas, semata-mata mengharap keridhaan Allah.Canangkan niat demi Allah semata pada seluruh aktivitas edukatif (pendidikan dan pengajaran) anak kita, baik berupa perintah, larangan, nasihat, pengawasan, maupun hukuman.Ikhlas adalah fondasi keimanan dan merupakan keharusan di dalam Islam.Allah tidak akan menerima suatu amal shalih tanpa ada keikhlasan di dalam jiwa pelakunya

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan sub bab hari terakhir menjelang wafat

Rasulullah berpesan kepada umatnya tentang dunia. Janganlah berlomba-lomba mengejar dunia. Agar dunia tidak membuat umatnya binasa sebagaimana umat-umat sebelumnya binasa karena dunia.Sehari sebelum wafat, Rasulullah bersedekah beberapa dinar. Lalu bersabda: “Kami (para nabi) tidak meninggalkan warisan. Apa yang kami tinggalkan menjadi sedekah.” (HR. al Bukhari 6730).Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺPeristiwa-Peristiwa Penting sebelum Lahirnya RasulullahKedua: Kisah Tentara Bergajah1. Asal-usul Tahun Gajah: Nabi Muhammad ﷺ lahir pada Tahun Gajah, dinamakan demikian karena pada tahun tersebut Allah menghancurkan pasukan bergajah yang kisahnya diabadikan dalam QS. Al-Fiil: 1-5.2. Pembangunan Gereja Al-Qullais: Abrahah, wakil Raja Najasyi (penguasa Habasyah) di Yaman, membangun gereja megah bernama al-Qullais di Shan'a untuk menarik perhatian Romawi dan mengalihkan orang Arab agar tidak lagi berhaji ke Ka'bah.3. Pemicu Kemurkaan Abrahah: Seorang pria dari suku Kinanah (Quraisy) yang tidak terima mendatangi al-Qullais lalu mengotori dinding gereja tersebut dengan kotoran manusia.4. Mobilisasi Pasukan Gajah: Abrahah murka dan memimpin pasukan besar ke Makkah untuk menghancurkan Ka'bah menggunakan sekelompok gajah, dipimpin gajah terbesar bernama Mahmud.5. Gagalnya Perlawanan Arab: Kabilah-kabilah Arab sempat mencoba melawan namun kalah karena kalah jumlah, tidak bersatu, dan gentar melihat gajah.6. Penunjuk Jalan Abrahah: Nufail bin Habib al-Khats’ami (tawanan Abrahah) dan Abu Righal (utusan kabilah Tsaqif dari Thaif) dipaksa/diutus menjadi penunjuk jalan pasukan Abrahah menuju Makkah.7. Perampasan Harta Penduduk: Setibanya di al-Mughammas (dekat Makkah), pasukan Abrahah merampas harta penduduk, termasuk 200 ekor unta milik Abdul Mutthalib (pemimpin Quraisy).8. Strategi Non-Militer Quraisy: Suku Quraisy di bawah arahan Abdul Mutthalib sepakat untuk tidak melakukan perlawanan militer sama sekali demi keselamatan mereka.9. Pertemuan: Abdul Mutthalib menemui Abrahah hanya untuk meminta kembali unta-untanya yang dirampas. Saat Abrahah heran mengapa ia tidak membela Ka'bah, Abdul Mutthalib menjawab bahwa dirinya adalah pemilik unta, sedangkan Ka'bah memiliki Pemiliknya sendiri (Allah) yang akan melindunginya.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Bayangkan ada orang lain di ruangan sedang mengawasi anda

Bayangkan ada orang lain di ruangan sedang mengawasi anda Sumber : Don't sweat the small stuff with your family Suatu hari rak saya begitu keras setelah melihat rumah jadi seperti kapal pecah sehabis dipakai bermain oleh anak-anak. Lalu suami saya dengan lemah lembut bertanya seperti " coba kamu bayangkan ada orang lain duduk di ruangan ini mengamati reaksi mu itu." Meskipun faktanya Saya bukan orang yang suka menyembunyikan sesuatu dari orang lain setidak-tidaknya umumnya begitu komentarnya memang sangat mengena. Dengan segera saya menyadari bahwa tanggapan saya terhadap situasi tersebut efek keterlaluan. Saya bertanya pada diri sendiri " apakah kamu akan bereaksi seperti itu jika ada orang lain?" Jawabannya tampaknya tidak. Yang benar adalah meskipun Saya kesal melihat rumah jadi berantakan tentu tidak gunanya menjadi sedemikian jengkel. Mendingan energinya untuk hal-hal lain. Ini adalah latihan yang sangat menarik untuk dicoba dan kadang-kadang memberi pencerahan. Jika lain kali atau setiap kali anda merasa agak keseleoan atau mau marah karena sesuatu hal di rumah cobalah untuk membayangkan ada orang asing sedang mencatat kelakuan anda, mungkin sebagai upaya untuk mempelajari respon yang tepat. Melakukan hal demikian dapat dianggap sebagai sikap merendah dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu tombol riset yang telah diulas pada bab sebelumnya. Cara ini akan mempermudah kembalinya segala hal perspektif masing-masing karena akan memperingatkan anda bahwa anda mungkin cuma memusingkan hal-hal kecil. Meskipun saya sama sekali tidak bermaksud menyarani Anda supaya semua tindakan kita didasarkan pada yang mungkin dipikirkan orang lain mengenai kita melakukan hal ini sama saja dengan bersikap superfisial dan tidak berterus terang, Saya kira ada baiknya untuk mempertimbangkan bagaimana idealnya bila kita berhadapan dengan orang lain. Proses ini dapat berfungsi sebagai barometer batiniah yang selalu berupaya mengingatkan agar kita tetap terfokus pada sasaran dan nilai-nilai. Sebagai contoh jika anda alangkah kabut melihat apartemen berantakan mengutuknya terlalu kotor atau kurang luas dan anda berhenti sejenak dan mempraktekkan latihan ini anda mungkin akan tiba-tiba menertawakan diri sendiri dan sekaligus menertawakan kebodohan anda. Jadi jika anda seperti saya ini sedang agak naik tegangannya lakukan apa yang disarankan oleh suami saya dan cobalah untuk membayangkan bagaimana kita dilihat orang lain. Noted: dalam Islam kita memang selalu diawasi oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan ada dua malaikat yang mencatat amal perbuatan kita.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Tabungan KeluargaDari mana sumber tabungan? Tabungan berasal dari pendapatan rumah tangga, yang terbagi menjadi:Pendapatan rutinGaji, upah, atau pendapatan sejenis yang diterima secara mingguan, bulanan, atau tahunan.Pendapatan tidak rutinSeperti warisan, hibah, hadiah, dan pendapatan lainnya.Rumus sederhana:Tabungan = Pendapatan − Pengeluaran konsumtif💰 Faktor yang menentukan jumlah tabunganSemakin besar pendapatan, semakin besar peluang untuk menabung.Keluarga dengan pendapatan lebih tinggi dapat mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk tabungan setelah kebutuhan konsumsi terpenuhi.Pada keluarga dengan pendapatan terbatas, tambahan pendapatan biasanya lebih dulu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sehingga kemampuan menabung sangat rendah atau bahkan tidak ada.📌 Pendapatan tidak rutinPendapatan yang berada di luar perencanaan keuangan rumah tangga sebaiknya dialokasikan untuk tabungan, meskipun dalam praktiknya hal ini cukup jarang dilakukan.🏦 Cara menabungIndividu — menyimpan uang sendiri di rumah.Arisan — beberapa orang menyetor jumlah yang sama secara berkala, lalu setiap bulan salah satu anggota menerima seluruh uang yang terkumpul.Inti pelajarannya:Menabung bukan hanya soal besarnya pendapatan, tetapi juga seberapa baik pendapatan dikelola setelah kebutuhan k onsumsi terpenuhi.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

“Tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”adalah tidak akan memperoleh surga kecuali orang-orang yang bersabar dalam beramal; atau dalam kesulitan; atau dalam meninggalkan maksiat. Adapun pendapat lain mengatakan bahwa nasihat tersebut hanya bisa disampaikan oleh orang-orang yang sabar.(117) Karena hakikat orang yang sabar adalah orang yang meyakini dalam hatinya bahwa ganjaran dari sisi Allah جل جلاله itu lebih baik dari dunia dan seisinya.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 6 bag 3

Masalah tersebut telah diterangkan dalam bab ini dengan beberapa hal yg cukup jelas antara lain:Ayat dalam surat al-isra'. Diterangkan dalam ayat ini bantahan terhadap kaum musyrikin yg berdoa meminta kepada orang-orang sholeh. Maka, ayat ini mengandung suatu penjelasan bahwa perbuatan mereka itu syirik akbar. Ayat dalam surah at-Taubah. Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa kaum ahli kitab telah menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan² selain Allah, dan Allah juga menjelaskan bahwa mereka hanya di perintahkan untuk beribadah kepada satu sembahan, yaitu Allah dan itu semua disertai dengan penjelasan bahwa Tafsir ayat ini jelas dan tidak dipermasalahkan lagi, yaitu mematuhi orang-orang alim dan rahib-rahib dalam tindakan mereka yg bertentangan dengan hukum Allah dan maksudnya bukan berdoa kepada mereka. Kata² Al-Khalil Ibrahim kepada orang-orang kafir, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yg kamu sembah tetapi aku telah menyembah Tuhan yg telah menciptakan ku".Disini beliau mengecualikan Allah dari segala sembahan. Pembebasan diri dari segala sembahan yg batil dan pernyataan setia kepada sembahan yg haq, yaitu Allah. Adalah Tafsir yg sebenarnya dari syahadat "Laa Ilaaha Ilaaha". Allah subhanahu wata'ala berfirman "Dari Ibrahim menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yg kenal kepada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu".(az-zukhruf:28) Ayat dalam surah Al-Baqarah yang berkaitan dengan orang-orang kafir, yang dikatakan oleh Allah dalam firmannya "Dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari neraka".(Al-Baqarah:167)

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI

1. DUKUNG DENGAN VALIDASITunjukkan bahwa perasaan anak itu nyata, boleh dirasakan, dan dapat dikelola. Dengan menamai dan memvalidasi perasaan, kita mengajarkan bahwa perasaan mereka tidak apa-apa.Contoh:Situasi: Anak merasa sedih saat diantar ke sekolah.💬 “Kamu merasa sedih saat diantar, ya? Masuk akal, ditinggalkan di sekolah bisa terasa berat.”Situasi: Anak tidak ingin pergi latihan sepak bola.💬 “Sepak bola terasa agak sulit sekarang, ya? Masuk akal. Mari kita pikirkan hal ini bersama-sama.”Hindari respons seperti:❌ “Tapi, sisa hari itu menyenangkan, kan?”❌ “Tapi, kamu kan suka sepak bola!”2. “DARI MANA IDEMU...?”Daripada hanya memuji hasil, tanyakan proses berpikir anak.💬 “Dari mana idemu menggambar itu?”💬 “Dari mana idemu memulai cerita seperti itu?”💬 “Dari mana idemu menyelesaikan soal Matematika itu?”💬 “Dari mana idemu menggunakan bahan-bahan itu bersamaan?”Pertanyaan seperti ini membantu anak mengenali dan menghargai cara berpikirnya.💬 “Bagaimana pendapatmu tentang...?”Pesannya kepada anak:“Hal-hal di dalam diri saya menarik dan berharga.”3. ASPEK INTERNAL DARIPADA EKSTERNALFokuskan perhatian pada kualitas dan proses dalam diri anak, bukan hanya hasil atau label.🌱 ASPEK INTERNAL:• Usaha dalam latihan• Sikap saat menang dan kalah• Kemauan mencoba hal baru• Kemauan mencoba soal tambahan• Waktu yang digunakan untuk belajar• Antusiasme terhadap suatu pelajaran🏆 ASPEK EKSTERNAL:• Jumlah gol atau home-run• Nilai dan nilai ujian• Label “pemain paling berharga”• Label “anak terpintar”Semakin kita fokus pada aspek internal, semakin anak belajar menghargai dirinya—bukan hanya apa yang berhasil ia capai.4. “KAMU BENAR-BENAR TAHU APA YANG KAMU RASAKAN” / “TIDAK APA-APA MERASA SEPERTI INI”Kepercayaan diri dimulai dari kemampuan anak untuk mempercayai perasaannya sendiri.💬 “Kamu benar-benar tahu apa yang kamu rasakan saat ini.”💬 “Wow, kamu benar-benar mengenal dirimu sendiri.”Situasi: Anak menempel pada Anda di taman.💬 “Kamu belum siap untuk bergabung. Tidak apa-apa. Kamu benar-benar tahu bagaimana perasaanmu saat ini.”Situasi: Anak menangis karena tidak diundang ke acara menginap.💬 “Kamu sangat kecewa. Boleh saja kamu merasa seperti ini.”🌿 Intinya:Bantu anak mengenali, mempercayai, dan menghargai perasaan serta kualitas dalam dirinya. Dari sanalah rasa percaya diri tumbuh.GOOD INSIDEMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kenned y)

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Mendidik Anak Diawali Dari Mendidik Diri - Ust Abu Salma Muhammad

Orang Tua Harus Mengisi Diri Sebelum Mengisi AnakDi sinilah pentingnya memahami bahwa pendidikan harus diawali dari diri sendiri.Dalam pendidikan ada:Ada pendidik dan ada yang dididik.Anak-anak kita adalah mutarabbi.Dan guru pertama mereka adalah:kita sebagai orang tua.Tetapi seorang guru tidak mungkin memberikan sesuatu yang tidak dia miliki.Orang Barat mengatakan:You cannot pour from an empty bottle.“Engkau tidak bisa menuangkan sesuatu dari botol yang kosong.”Maka kalau kita ingin menjadi guru bagi anak-anak kita, kita harus mengisi diri kita terlebih dahulu.Apa yang harus kita isi pertama kali?Tauhid.Akidah yang benar.Kalau kita sendiri tidak belajar tauhid dan akidah,Bagaimana kita bisa melindungi anak kita dari kesyirikan?Kalau kita sendiri tidak mengenal Allah, bagaimana kita bisa memperkenalkan Allah kepada anak kita?Karena itu, orang tua harus memulai dari dirinya:Belajar, memahami, mengamalkan, kemudian mengajarkan.

💬 0 komentar📅 3 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 September 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect — Keberkahan adalah Tentara Allah

Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi menggambarkan barakah seperti “tentara” dari Allah yang dikirim untuk menopang sesuatu. Jadi, ketika Allah meletakkan barakah pada sesuatu, bukan berarti jumlahnya secara ajaib harus bertambah, tetapi dampak dan manfaatnya bisa menjadi jauh lebih besar daripada apa yang terlihat secara angka.Contohnya:Harta diberi barakah → bukan sekadar menjadi banyak, tetapi cukup, bermanfaat, dan membawa kebaikan.Anak diberi barakah → bukan sekadar bertambah secara usia, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang baik.Tubuh diberi barakah → kekuatan dan kesehatan yang ada digunakan untuk kebaikan.Waktu diberi barakah → waktu yang terbatas mampu diisi dengan banyak hal yang bermanfaat.Hati diberi barakah → memiliki ketenangan dan kebahagiaan meskipun keadaan tidak selalu sempurna.Jadi, barakah membuat sesuatu “lebih” tanpa harus membuat sesuatu itu “lebih banyak”.Ini mungkin inti paling menarik dari konsep barakah:yang bertambah bukan selalu kuantitasnya, tetapi kebaikan, manfaat, kecukupan, dan dampaknya.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & wings 1 - Langkah-langkah praktis untuk membantu anak-anak menentukan pilihan sendiri.

Langkah-langkah praktis untuk membantu anak-anak menentukan pilihan sendiri:• Terapkan kebijakan pengambilan keputusan secarasukarela.Beri mereka informasi yang bisa mereka serap tentangapa pun yang harus mereka putuskan.•Mundurlah selangkah ke belakang dan biarkan merekamembuat pilihan sendiri.• Biarkan mereka menanggung konsekuensi akan kepu-tusan/pilihan mereka.Terkadang mereka akan memilih opsi yang tidak terlalu bagus dan dalam prosesnya memetik pelajaran.Jangan merendahkan anak Anda. Sebaliknya, dukung dan beri dia semangat pada saat-saat seperti itu.Ketika membuat pilihan baik yang menghasilkan konsekuensi positif, rasa percaya diri anak terhadap kemampuan mereka sendiri akan tumbuh.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 September 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Sebab-sebab mendapatkan Husnul Khotimah

Saudaraku sesama muslim, berbaik sangkalah kepada Allah dan janganlah kalian meninggal dunia, kecuali ber-baik sangka kepada Allah. Karena Dialah kekasihmu, yang melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, pelindungmu, dan yang melimpahkan rezeki kepadamu.Karena itu janganlah Anda berharap kepada selain-Nya, jangan menghendaki rahmat dari selain-Nya. Berlindung dan bertaubatlah kepada-Nya. Karena sesungguhnya Dia men-cintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri, serta mencintai orang-orang yang kembali kepada-Nya.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan sub bab wafatnya Nabi Muhammad

Selama hari-hari sakitnya, Rasulullah banyak berwasiat, diantara:Beliau berwasiat untuk mejaga hubungan baik dengan orang anskjmm mh uBeliau berwasiat agar menjaga husnudzan kepada Alllah diBeliau berwasiat agar menjaga shalatAgar yahudi diusir dari jazirah arab.Peringatan keras agar tidak membangun masjid di agustus kuBuku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka2 September 2026
N
Nuriska Garnitasari

📍 Kota Bandung

Ikuti iramanya barulah dia akan menyesuaikan

Aku terkesan dengan kisah yang dijadikan contoh untuk penggambaran highlight mengenak keterikatan.Penulis menceritakan pengalamannya belajar berlari kepada dua pelari berbeda. Pelari A memberikan arahan dan koreksi pada penulis setelah melihat penulis berlari beberapa kali. Pelari B mengajak berlari bersama dengan pace si penulis (pelari pemula), beberapa kali berlari bersama sambil mengobrol. Tak terasa si penulis sudah di pace berbeda dan lebih cepat dari sebelumnya. Cara pelari B berkesan sekali karena dia mau menyesuaikan kecepatan lari dan mengikuti ritmesi penulis sampai akhirnya penulis bisa berlari dalam kecepatan yang lebih cepat.

💬 0 komentar📅 2 Sep 2026Baca selengkapnya →