📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari sinilah Islam dimulaiHikmah KedelapanTaniat Luhur yang dimiliki oleh Bangsa Arab3. KeberanianMenganggap mati demi membela pendapat, kaum, sahabat, atau tetangga sebagai kehormatan tertinggi.Keberanian dan kedermawaan menjadi kunci jihad raga dan harta untuk kejayaan Islam.Pemimpin perang Muslim (seperti Khalid bin al-Walid) selalu berada di barisan paling depan, berbeda dengan jenderal kafir yang bersembunyi.Ditunjukkan oleh sahabat seperti al-Barra’ bin Malik yang nekat menerobos benteng musuh demi membuka gerbang bagi pasukan Islam.4. Izzah (Menjaga Kehormatan)Lebih memilih mati secara terhormat daripada hidup menanggung rasa malu dan kehinaan.Menganggap kematian dalam situasi sulit dengan kepala tegak jauh lebih baik daripada hidup damai tetapi terhina.5. Kesabaran dan Kekuatan Mental yang TinggiTerbentuk karena hidup di lingkungan geografis yang keras, kering, serta kondisi ekonomi yang susah (jauh dari kemegahan).Menjadi faktor utama pesatnya perkembangan Islam karena mampu menghadapi jalan dakwah yang terjal dan penuh tekanan.Mampu bertahan dalam jihad meski fasilitas terbatas (misal: hanya makan beberapa butir kurma) dan sanggup menghadapi cuaca panas, keletihan, serta kepungan musuh yang lama.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Bagaimana Menghadapi Sang Anak yang Suka Sekali Memegang Kemaluannya?

1. Jangan langsung memarahi atau menghakimi anak. Tanyakan terlebih dahulu alasan anak melakukan hal tersebut. Bisa jadi ia sedang merasa penasaran atau memiliki kebutuhan tertentu yang belum dipahami orang tua.2. Gunakan nada bicara yang baik dan penuh empati. Hindari pertanyaan dengan nada mengintimidasi. Tujuannya bukan sekadar menghentikan perilaku anak, tetapi memahami apa yang sedang ia rasakan dan mencari jalan keluarnya.3. Sediakan “fasilitas” untuk meredakan rasa penasaran anak. Orang tua perlu menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bertanya, termasuk mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Jangan langsung marah atau panik ketika anak bertanya.4. Berikan informasi sesuai kemampuan berpikir anak. Orang tua dapat menggunakan buku atau video edukatif sebagai media agar informasi tentang tubuh dan seksualitas dapat diterima anak dengan cara yang sesuai dengan logikanya.5. Ingat, anak bukan versi mini dari orang tua. Anak memiliki cara berpikir, rasa ingin tahu, dan kebutuhan pemahaman yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu belajar memahami dunia anak, bukan hanya menuntut anak memahami sudut pandang orang dewasa.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringkasan bab Jika Akhirnya Memilih Cerai

Berapa lama masa ‘iddah?Wanita yang ditinggal mati suamiPertama, wanita yang ditinggal mati suami dalam keadaan hamil, masa ‘iddahnya adalah dengan melahirkan, baik masa kelahiran dekat atau jauh (QS Ath-Thalaq: 4).Kedua, wanita yang ditinggal mati suami dalam keadaan tidak hamil, masa ‘iddahnya adalah empat bulan sepuluh hari, baik sesudah disetubuhi ataukah tidak (QS. Al Baqarah: 234; HR Bukhari no 5334 dan Muslim no 1491).Wanita yang tidak ditinggal mati suamiPertama, wanita yang diceraikan dalam keadaan hamil, masa ‘iddahnya sampai ia melahirkan (QS Ath-Thalaq: 4)Kedua, wanita yang memiliki quru’ bagi wanita yang masih mengalami haidh, yaitu menunggu sampai tiga kali quru’ (QS. Al Baqarah: 228). Ada yang berpendapat quru’ adalah suci, seperti pendapat dalam madzhab Syafi’i. Ada yang berpendapat maknanya adalah haidh.Ketiga, wanita yang tidak memiliki masa haidh yaitu perempuan yang belum datang bulan dan wanita monopause (berhenti dari haidh), maka masa ‘iddahnya adalah tiga bulan (QS Ath-Thalaq: 4)Keempat, wanita yang dicerai sebelum disetubuhi maka ia tidak memiliki masa ‘iddah (QS. Al Ahzab: 49)Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad  Abduh Tuasikal.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan: Keutamaan Berjalan ke Masjid

Ringkasan: Keutamaan Berjalan ke Masjid3. Menghapus dosa dan meninggikan derajatSetiap langkah menuju masjid memiliki pahala.Satu langkah dapat menjadi sebab terhapusnya satu dosa, dan langkah berikutnya meninggikan derajat.Karena itu, berjalan menuju masjid dianjurkan dengan tenang, bukan tergesa-gesa.Rasulullah ﷺ bersabda:“Apabila kalian mendatangi shalat, janganlah kalian mendatanginya dengan tergesa-gesa. Namun, datangilah dengan berjalan dan tenanglah.” (HR. Muslim)4. Hidangan di SurgaPergi ke masjid dan pulang setelah melaksanakan shalat memiliki keutamaan yang besar.Orang yang rumahnya jauh dari masjid tetap mendapatkan pahala dari langkah-langkah perjalanan pergi dan pulang.Ada seorang dari golongan Anshar yang rumahnya jauh dari masjid. Ia tidak ingin rumahnya dekat dengan masjid karena ingin setiap langkah kakinya dicatat sebagai pahala.Rasulullah ﷺ bersabda:“Allah telah mengumpulkan semua itu untukmu.”🌷 Pesan utama:Jangan menganggap jauh atau banyaknya langkah menuju masjid sebagai beban. Setiap langkah adalah pahala, menghapus dosa, meninggikan derajat, dan menjadi jalan menuju surga.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Remaja dan Pra-dewasaRemaja belum sepenuhnya matang dalam mengambil keputusan. Bagian otak yang mengatur pertimbangan, risiko, dan pengendalian impuls masih berkembang hingga awal usia 20-an.Karena itu, emosi remaja bisa terasa sangat kuat dan mereka lebih mudah bertindak impulsif sebelum memikirkan dampaknya.Remaja membutuhkan cinta, perhatian, optimisme, batasan, dan ruang untuk mengekspresikan diri. Perilaku yang tampak berlebihan tidak selalu berarti ada masalah besar.Energi emosional mereka dapat diarahkan ke kreativitas, musik, olahraga, atau kegiatan positif lainnya, selama tetap ada batasan yang tepat.Saat menghadapi perilaku yang membuat orang tua tidak nyaman, gunakan 3 langkah:Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Sampaikan masalah dengan tenang.Diskusikan solusi bersama, bukan langsung menyalahkan atau menghukum.Dengarkan sudut pandang remaja. Ketika orang tua mencoba melihat masalah dari perspektif anak, emosi biasanya lebih mudah mereda dan hubungan dapat diperbaiki.Dalam kisah Camila, konflik tentang rokok membaik ketika orang dewasa berhenti menghakimi, mendengarkan sudut pandang remaja, dan menggunakan humor untuk mencairkan ketegangan.Orang tua juga perlu menyadari bahwa pengalaman dan emosi remaja berbeda dengan cara pandang orang dewasa. Jangan langsung menyangkal apa yang mereka rasakan.Intinya:Remaja bukan sekadar “anak yang sulit”. Mereka sedang berada dalam tahap perkembangan dengan emosi yang kuat dan kemampuan mengendalikan impuls yang belum matang. Tugas orang tua adalah memberi batasan sekaligus ruang, mendengarkan, memahami, dan membantu mereka belajar mengambil keputusan.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Dan laut pun tetap terbelah. Pada saat itu, Fir’aun menyadari bahwa ini adalah ujian besar baginya, namun ia tetap sombong dan berusaha menjaga harga dirinya di hadapan rakyatnya. Bahkan, menurut Ibnu Katsir, Fir’aun bersikap angkuh di hadapan para pembesarnya, berkata, “Laut ini terbelah karena saya adalah Tuhan.”Akhirnya, seluruh pasukan Fir’aun pun menyusul, dan saat mereka berada di tengah lautan, Allah جل جلاله menutup kembali laut tersebut. Maka tenggelamlah Fir’aun bersama bala tentaranya. (42)Allah جل جلاله menenggelamkan mereka semua pada tanggal 10 Muharram.Tidak ada seorang pun dari Bani Israil yang tertinggal; mereka semua selamat menyeberangi lautan. Sebaliknya, tidak ada seorang pun dari pengikut Fir’aun yang selamat. Seluruh pengikut Nabi Musa عليه السلام berhasil selamat, sementara seluruh pengikut Fir’aun tenggelam di dalam lautan.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
E
Eka Pajriani Haeruddin

📍 Kota Makassar

Ringkasan - Penjelasan Tentang Kadar yang Terpuji dari Ilmu-ilmu yang Terpuji

Ketahuilah, bahwa ilmu-ilmu yang terpuji terbagi menjadi dua:Pertama: Terpuji sampai puncak tertingginya, semakin banyak semakin lebih utama dan lebih bagus. Ilmu ini adalah ilmu tentang Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan dan hikmah-Nya dalam menetapkan akhirat sebagai balasan dunia. Kedua: Ilmu yang tidak terpuji darinya kecuali dalam kadar tertentu, yaitu ilmu yang telah kami sebutkan termasuk ke dalam fardhu kifayah. Setiap ilmu darinya terdapat kadar minimal, kadar pertengahan, dan kadar mendalami.Maka jadilah satu dari dua orang: Orang yang menyibukkan diri dengan diri sendiri atau berkonsentrasi untuk orang lain setelah merampungkan diri sendiri. Jangan menyibukkan diri dengan sesuatu yang memperbaiki orang lain sebelum engkau memperbaiki diri sendiri. Sibukkanlah dirimu dalam rangka memperbaiki batinmu dan membersihkannya dari sifat-sifat tercela, seperti tamak, hasad, riya dan ujub sebelum engkau memperbaiki lahirmu.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 20 Agustus

Mensucikan jiwa dengan membaca Alqur'an serta beristighfar."Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan"." - QS. Al-Furqon: 30)Ayat tersebut termasuk ayat yang menggambarkan sifat orang kafir.Kita sebagai wanita yang Khairunnisa jangan sampai ikut-ikut dengan sifat orang kafir yang mengabaikan Al-Qur'an (Wal iyyadzubillah).Saat membaca Alqur'an niatkan untuk membersihkan jiwa. Niatkan untuk dekat dengan Allah ﷻ, niatkan untuk menyembuhkan luka batin. Sebagaimana Allah ﷻ turunkan Al-quran bukan sekedar kitāb. Ia adalah obat, cahaya, penuntun hidup. Sudah semestinya seorang Khairunnisa selalu membacanya dan menghidupkannya.Selain itu yang dapat menyucikan jiwa adalah senantiasa berdzikir. Salah satu bentuk dzikir kepada Allah ﷻ adalah beristighfar."Sesungguhnya hatiku terkadang diliputi (oleh sesuatu), dan sungguh aku beristighfar kepada Allah seratus kali dalam sehari."- HR Muslim No. 2702.Usahakan untuk membasahi lisan untuk terus berdzikir, agar hati bersih. Selain kita dapat terhindar dari godaan syaiton.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 14 Memahami Arti Bacaan Sholat Disertai Dzikir dan Doa Setelah Shalat

TASYAHUD AKHIRTasyahud akhir dilakukan dengan bangun dari sujud sambil mengucapkan takbir, kemudian duduk tawarruk, yaitu dengan mengeluarkan kaki kiri, menegakkan kaki kanan, lalu duduk di atas sisi kiri. Isyarat dengan Jari Telunjuk.Disunahkan memberi isyarat dengan jari telunjuk tangan kanan ketika tasyahud. Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu isyarat tersebut:- Mazhab Hanafi: isyarat dilakukan ketika mengucapkan kata la dan jari diletakkan kembali ketika sampai pada kata Allah.- Mazhab Maliki: isyarat dilakukan sejak membaca tasyahud hingga akhir salat dengan menggerakkan jari.- Mazhab Hanbali: isyarat dilakukan ketika mengucapkan kata Allah.- Mazhab Syafi’i: isyarat dilakukan ketika mengucapkan la ilaha illallah.Bacaan Tasyahud AkhirBacaan tasyahud akhir sama dengan tasyahud awal. Namun, setelah syahadat ditambahkan salawat Ibrahimiyah:Allahumma salli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama sallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, fil-‘alamina innaka hamidum majid.Salawat merupakan doa dan penghormatan kepada Rasulullah ﷺ. Salawat juga menjadi bentuk cinta kita kepada beliau karena melalui perjuangan berat Rasulullah ﷺ, kaum Muslimin dapat mempelajari dan mengikuti agama Islam dengan benar.Allah ﷻ berfirman:“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab: 56)Menurut Imam Al-Qurthubi, salawat Allah kepada Nabi berarti rahmat dan keridaan-Nya kepada beliau. Salawat para malaikat berarti doa dan permohonan ampun mereka untuk Rasulullah ﷺ. Sedangkan salawat umat Rasulullah ﷺ merupakan doa dan penghormatan kepada beliau.Disebutkan pula bahwa Nabi Ibrahim AS pernah mendoakan umat Nabi Muhammad ﷺ agar mendapatkan keselamatan. Sebagai bentuk kebaikan dan balasan atas doa tersebut, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk bersalawat kepada Nabi Ibrahim AS dalam tasyahud akhir.Doa Perlindungan Sebelum SalamSebelum salam, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa untuk memohon perlindungan dari empat perkara:Allahumma inni a‘udhu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil-qabri, wa min fitnatil-mahya wal-mamat, wa min syarri fitnatil-masihid-dajjal.Artinya, kita memohon perlindungan kepada Allah dari:1. Siksa neraka Jahannam —tempat terburuk di akhirat dan balasan bagi orang yang mendapatkan azab karena keburukan amalnya.2. Azab kubur — siksaan di alam barzakh hingga datangnya hari kiamat.3. Fitnah kehidupan dan kematian — cobaan dalam urusan dunia maupun agama. Fitnah kehidupan dapat berupa musibah pada diri, harta, dan keluarga, maupun penyimpangan dari ajaran agama yang benar. Fitnah kematian mencakup ujian ketika menghadapi sakratul maut dan pertanyaan malaikat di alam kubur.4. Fitnah Dajjal — ujian besar menjelang hari kiamat. Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan dan menyesatkan banyak manusia dengan tipu dayanya.Keempat perkara tersebut merupakan ujian berat yang akan dihadapi manusia. Karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah darinya dalam tasyahud akhir sebelum salam.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandungan bab 3 (barangsiapa yang mengamalkan tauhid dengan semurni murninya, akan masuk surga tanpa hisab

Mengetahui adanya tingkatan² manusia dalam tauhidPengertian mengamalkan tauhid dengan semurni-murninya.Sanjungan Allah kepada Nabi Ibrahim, karena sama sekali tidak pernah termasuk orang² yg berbuat syirik kepada Allah.Sanjungan Allah kepada para tokoh wali (sahabat Rasulullah)Tidak meminta ruqyah', tidak meminta supaya lukanya ditempel dengan besi yang dipanaskan dan tidak melakukan tathayyur adalah termasuk pengalaman tauhid yang murni.Bahwa tawakkal kepada Allah adalah sifat yg mendasari sikap tersebut.Dalam ilmu para sahabat, karena mereka mengetahui bahwa orang² yg dinyatakan dalam hadits tersebut tidak dapat mencapai derajat dan kedudukan yg demikian itu kecuali dengan amal.Gairah dan semangat para sahabat untuk berlomba² dalam mengerjakan amal kebaikan.Keistimewaan Ummat islam dengan kuantitas dan kualitas.Keutamaan pengikut nabi Musa.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Lingkungan anak

Ringkasan pembahasanKonvensional vs Tidak KonvensionalStruktur keluarga, baik konvensional maupun tidak, tidak terlalu menentukan perkembangan kognitif dan emosional anak.Anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal tidak otomatis lebih buruk atau lebih baik dibandingkan anak dari keluarga konvensional.Faktor yang lebih penting adalah konsistensi, kualitas interaksi, keamanan, perhatian, dan pendidikan dari orang tua.Lingkungan sekitar sangat memengaruhi kondisi dan perkembangan anak.Konflik keluarga serta kecemasan anak tentang keamanan dan perlindungan dapat mengganggu konsentrasi dan proses belajar.Kesimpulan: kasih sayang, perhatian, konsistensi, dan pola asuh yang baik lebih penting dalam membantu anak tumbuh bahagia daripada sekadar bentuk atau struktur keluarganya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Strategi Menghadapi Keraguan dan Rasa Malu

1. Periksa Diri Sendiri• Perhatikan perasaan & dorongan Anda saat anak ragu atau malu.Ingat:“Memperhatikan perasaan saya bukan berarti saya orang tua yang buruk. Semua perasaan diperbolehkan, sama seperti yang saya katakan kepada anak-anak. Mengetahui pemicu saya sendiri akan membantu memisahkan pengalaman saya dari pengalaman anak saya.”• Jika sifat pemalu/keras kepala anak mengganggu Anda, ubahlah penilaian Anda. Kesediaan anak untuk tidak ikut kerumunan mungkin akan Anda hargai kelak.Ubah pikiran Anda:“Anak saya tahu siapa dirinya, apa yang membuatnya nyaman & tidak, bahkan saat orang lain berbeda. Betapa berani, betapa mengagumkan, betapa percaya diri!”---2. Validasi + “Kamu Akan Tahu Kapan Kamu Siap”• Validasi perasaan anak, jangan langsung meyakinkan. Anggap keraguan anak nyata. Ini membuat mereka lebih nyaman & terbuka terhadap berbagai respons.• Kalimat ampuh:“Kamu akan tahu kapan kamu siap untuk …”→ Menunjukkan Anda percaya pada anak → mereka belajar percaya diri.→ Menyiratkan bahwa rasa tidak nyaman akan berubah seiring waktu.Contoh percakapan:Di pertemuan lingkungan:“Sepertinya kamu butuh waktu sebentar. Tenang saja. Kamu akan tahu kapan kamu siap untuk berbicara.”Saat acara pengenalan murid baru:“Kamu belum pernah ke sini. Tidak apa-apa kamu tunda dahulu. Kamu bisa tetap berada di dekat Ibu. Kamu akan tahu kapan kamu siap untuk bergabung.”Bagaimana jika anak tidak pernah merasa siap?Ingat DPE: anak mungkin butuh istirahat dari pertemuan besar.Coba strategi lain:1. Ceritakan pengalaman Anda saat kecil (menghilangkan rasa malu).2. Vaksinasi emosional (bicarakan perasaan yang mungkin muncul).3. Persiapan (akan dijelaskan selanjutnya).---3. Persiapan• Persiapkan anak sebelum acara, baik dari sisi logistik maupun emosi.Contoh percakapan:“Kita akan bertemu banyak saudara hari ini. Kita akan pergi ke rumah Tante Marsha untuk makan siang. Kamu akan melihat Tante Marsha, Om Rex, dan anak-anak mereka, Piper dan Evan. Ada juga Tante Fiona dan Tante Lauren dengan bayi mereka, Jasper. Nenek dan Kakek mungkin juga akan mampir.Hmm... bagaimana rasanya, bersama begitu banyak orang... di rumah yang berbeda... dengan sepupu-sepupu yang sudah lama tidak bertemu denganmu? Ibu ingin tahu apakah itu akan terasa agak repot pada awalnya, terutama jika orang dewasa langsung mendatangimu dan mengajukan banyak pertanyaan...”• Prediksi perasaan lebih dulu → seolah-olah Anda mengizinkan anak merasakannya.Ini setengah perjuangan dalam regulasi emosi. Cukup jeda, tanpa menambah solusi. Lihat apa yang dilakukan anak Anda selanjutnya.---4. Hindari Pelabelan• Label seperti “pemalu” atau “pendiam” membuat anak terjebak dalam peran kaku.• Alih-alih melabeli, sampaikan dugaan paling empatik terhadap perilakunya.Contoh percakapan:“Aisha, mengapa kamu begitu pemalu?”→ Jawaban yang empatik:“Aisha tidak pemalu. Aisha sedang mencari tahu apa yang membuatnya nyaman, dan itu bagus. Dia akan bercerita lebih banyak tentang tahun ajarannya nanti saat dia sudah siap.”• Usap punggung anak saat mengatakan hal ini, agar ia tahu bahwa Anda memihaknya.GOOD INSIDEMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →