๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka7 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari Sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari Sinilah Islam dimulaiHikmah diutusnya Nabi Muhammad di Jazirah ArabHikmah PertamaJazirah Arab Hidup secara sederhana dan tidak memiliki sejarah, budaya, filsafat, hukum, atau perundang-undangan terperinci. Berbeda dengan Kerajaan Romawi & Yunani. Memiliki hukum yang teratur serta undang-undang terperinci. Filsafat (Aristoteles, Plato, Socrates) menjadi sumber utama hukum dan agama mereka. Lalu Persia Dipengaruhi ideologi komunis Mazdak (melegalkan pernikahan inses) dan Zoroaster (menjadikan api lambang kemurnian) serta Mesir, India, & China memiliki sejarah kuno yang panjang serta aturan khusus yang telah ditetapkan ratusan tahun sebelumnya.Dengan kondisi masyarakat Jazirah Arab yang hidup belum dengan banyak aturan/hukum ini memudahkan untuk menjaga kemurnian dan keaslian risalah Islam. Jika Islam turun di tempat yang kaya filsafat/hukum seperti Romawi, Perisa, China, India, dan dibawa oleh Nabi yang pandai membaca-menulis, Islam akan dituduh sebagai ajaran imitasi atau hasil adopsi dari ajaran terdahulu (seperti Konfusius, Buddha, atau Socrates).Jika Islam turun di Palestina, ia berisiko dianggap hanya sebagai perpanjangan atau jiplakan dari agama Yahudi dan Nasrani (Taurat dan Injil). Padahal, meski sama-sama menyerukan tauhid, Islam hadir sebagai syariat penyempurna dan paripurna. Lalu jika Islam turun di daerah yang sudah banyak hukum dan aturannya akan menyulitkan Pengikisan Adat Jahiliah (Contoh Kasus Tabanni)Islam berupaya keras mengikis aturan buruk masa Jahiliah, salah satunya adat tabanni (menisbatkan anak angkat ke nama ayah angkatnya).Kasus Zaid bin Haritsah: Dahulu dipanggil Zaid bin Muhammad. L Setelah Zaid bercerai dengan Zainab bintu Jahsy, Allah memerintahkan Rasulullah untuk menikahi Zainab. Pernikahan ini bertujuan untuk menghapus adat tabanni dan menegaskan bahwa status anak angkat tidak sama dengan anak kandung (karena mantan istri anak kandung haram dinikahi).

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 7 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka7 Agustus 2026
N
Nailah

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Barat

Mata Menata Wanita

Aurat bagi wanita, beberapa catatan penting itu mengenai :Pertama : Wanita diperintahkan menutup auratKedua :Wanita diperintahkan untuk tidak menggunakan parfum yang aromanya wangi dan tercium oleh yang lainKetiga : Wanita muslimah berdandan sejatinya untuk suaminga bukan untuk diluar rumahnya Keempat : perhiasan wanita, Allah melarang para wanita pamer perhiasan dihadapan lelaki yang bukan mahram. Kecuali perhiasan yang tampak

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 7 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka7 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Ringkasan โ€” The Book You Wish Your Parents Had ReadPhilippa Perry1. Jangan buru-buru memberikan penjelasan pada perilaku anakAnak tidak selalu membutuhkan alasan atau penjelasan panjang ketika melakukan sesuatu yang tidak sesuai harapan kita.Daripada langsung mengatakan โ€œkarena kamu lelahโ€ atau mencari pembenaran, cobalah memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan dan dibutuhkan anak.Perilaku anak dapat menjadi petunjuk tentang perasaannya.2. โ€œMereka hanya mencari perhatianโ€Semua orang, termasuk anak, membutuhkan perhatian.Anak mendapatkan perhatian melalui berbagai cara. Jika kebutuhan perhatian tidak terpenuhi, perilaku tertentu bisa muncul untuk mendapatkannya.Perhatian bukan sesuatu yang harus dianggap sebagai manipulasi atau perilaku buruk.3. Anak belajar dari pengalaman dan contohAnak yang lebih besar mulai mengembangkan strategi untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan.Mereka belajar melalui pengalaman, mengamati orang lain, dan mencoba berbagai cara.Kita perlu membantu mereka memahami perasaan dan kebutuhannya, bukan sekadar menghentikan perilakunya.4. โ€œMereka hanya memanipulasiโ€Jangan terlalu cepat memberi label bahwa anak sedang memanipulasi.Anak mungkin memang sedang berusaha mendapatkan sesuatu, tetapi belum memiliki kemampuan matang untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung.Tugas orang tua adalah membantu anak menemukan cara yang lebih tepat.5. Keterampilan sosial perlu dipelajariAnak tidak otomatis tahu cara berinteraksi, meminta bantuan, mengatasi frustrasi, atau menyelesaikan masalah.Keterampilan ini perlu diajarkan dan dilatih, bukan hanya dituntut.Ketika anak frustrasi atau kesulitan, dukungan orang tua dapat membantu mereka belajar menghadapinya.6. Jangan terlalu cepat memberi label atau diagnosisPerilaku anak yang sulit tidak selalu berarti ada sesuatu yang โ€œsalahโ€ pada anak.Perry mengingatkan bahwa penilaian terhadap perilaku anak dapat dipengaruhi oleh cara orang dewasa melihatnya.Intervensi atau pengobatan untuk mengendalikan perilaku sebaiknya bukan selalu menjadi langkah pertama.7. Carilah bantuan ketika diperlukanJika orang tua merasa tidak sanggup menghadapi perilaku anak, mencari bantuan profesional bukanlah kegagalan.Semakin cepat mendapatkan bantuan, semakin besar kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan anak.Semakin lama masalah hubungan dibiarkan tanpa solusi, semakin lama pula waktu yang mungkin dibutuhkan untuk memperbaikinya.๐ŸŒฑ Inti pesannyaAlih-alih bertanya, โ€œBagaimana cara menghentikan perilaku anak?โ€ cobalah bertanya, โ€œApa yang sedang terjadi pada anak dan apa yang sebenarnya ia butuhkan?โ€Anak tidak hanya membutuhkan perilakunya diperbaiki, tetapi juga membutuhkan orang dewasa yang mau memahami, membantu, dan mengajarinya cara yang lebih baik.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 7 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka7 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

๐Ÿ“ Kota Serang

Masa Pengajaran ~Kenalkan Azan

Masa pengajaran dimulai saat usia 7 tahunKenalkan azan dengan menjelaskan mengapa azan disyariatkan dan keutamaan nya di sisi Jelaskan kita wajib menjawan azan ketika mendengarkannya, karena itu memiliki keutamaan yang besar & setelah azan disunahkan berdoaWajib pula mengajarkan beberapa hal:Muazin adalah orang yang lehernya paling panjang di hari kiamatSeluruh alam menjadi saksi bagi muazin pada hari kiamat

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 7 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka7 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Kandungan bab 1 Tauhid (Hakikat dan Kedudukannya)

Hikmah di utusnya para rasul, (ialah: Untuk menyerah Tauhid dan melarang syirik. Pengutusan Rasul telah mencakup seluruh umat. Bahwa ajaran para nabi adalah satu yaitu: Tauhid (pemurnian ibadah kepada Allah). Masalah besar, yaitu: bahwa ibadah kepada Allah tidak akan dapat terwujud dengan sebenarยฒnya kecuali dengan mengingkar thaghut. Dan inilah pengertian firman Allah "Barangsiapa ingkar kepada thaghut dan berikan kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tapi yang sangat kuat".(Al-Baqoarah:256). Pengertian thaghut bersifat umum, meliputi setiap yang di agungkan selain Allah. Ketiga ayat muhkamat yang tersebut dalam surat Al An'am menurut kaum salaf, mempunyai kedudukan yang penting, karena di dalamnya terkandung sepuluh masalah, yang pertama adalah larangan terhadapa perbuatan syirik. Ayatยฒ muhkamat yang tersebut dalam surat al-isra' mengandung delapan belas masalah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 7 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka7 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Bab 13 - Apa yang Menyebabkan Rendahnya Harga Diri atau Kurangnya Kepercayaan Diri pada Anak?

Apa yang Menyebabkan Rendahnya Harga Diri atau Kurangnya Kepercayaan Diri pada Anak?Harga diri dan kepercayaan diri tidak terbentuk begitu saja. Keduanya dipengaruhi oleh pengalaman sehari-hari, cara anak diperlakukan, dan bagaimana orang dewasa merespons mereka.โœฆ Pola Pikir Permanen (Fixed Mindset)Jika anak percaya bahwa mereka tidak bisa melakukan sesuatu, mereka akan semakin yakin bahwa tidak ada gunanya mencoba.Contoh:- "Aku tidak bisa, tidak ada gunanya mencoba."- "Aku payah sekali di Matematika."- "Aku tidak bisa berenang."Anak yang memiliki pola pikir permanen cenderung menerima kelemahan yang mereka yakini dan tidak berusaha mengubahnya. Akibatnya, harga diri dan kepercayaan diri mereka semakin menurun.---โ˜ Perundungan (Bullying)Perundungan, baik dari teman sebaya maupun anggota keluarga, dapat dengan cepat mengikis harga diri dan kepercayaan diri anak.Anak sering mulai mempercayai apa yang dikatakan oleh pelaku perundungan tentang dirinya. Akibatnya, mereka merasa tidak berharga dan semakin kehilangan kepercayaan diri.---โœฟ PujianMemberi pujian terus-menerus tidak selalu meningkatkan kepercayaan diri anak.Anak dapat merasa bahwa mereka dicintai karena keberhasilannya. Ketika pujian berhenti, kepercayaan dirinya pun dapat menurun.---๐ŸŽ Motivasi EkstrinsikAnak yang terlalu sering diberi hadiah untuk melakukan sesuatu cenderung bergantung pada motivasi dari luar.Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan untuk merasakan kepuasan karena melakukan sesuatu atas kemauan sendiri atau merasa bangga terhadap usahanya.---๐Ÿท MelabeliUcapan seperti:- "Jangan konyol."- "Kamu sangat ceroboh."- "Kamu membuatku marah."Jika terus diulang, anak akan mulai mempercayai komentar negatif tersebut dan mewujudkannya dalam perilaku mereka.Mempermalukan anak untuk mengubah perilaku juga dapat merusak harga diri dan kepercayaan dirinya.---๐Ÿš Helicopter ParentingTerlalu cepat membantu, mencegah masalah, atau selalu mengawasi anak dapat memberi pesan:ยซ"Aku tidak percaya kamu bisa melakukannya sendiri."ยปHal ini membuat anak merasa tidak mampu mandiri dan dapat menurunkan kepercayaan dirinya.---โ™ก Mengabaikan Emosi yang SulitMengabaikan emosi anak atau meresponsnya dengan kalimat seperti:- "Jangan konyol, kamu baik-baik saja."- "Berhenti menangis sekarang."- "Tenangkan dirimu, berhenti marah-marah."dapat membuat anak merasa bahwa emosinya tidak penting. Akibatnya, mereka mulai meragukan harga diri dan merasa dirinya tidak cukup baik.---๐ŸŒฑ KesimpulanHarga diri dan kepercayaan diri anak dapat terkikis oleh berbagai pengalaman, seperti pola pikir permanen, perundungan, pujian yang kurang tepat, motivasi ekstrinsik yang berlebihan, pelabelan, helicopter parenting, dan mengabaikan emosi yang sulit.Karena itu, cara kita berbicara, merespons, dan memperlakukan anak setiap hari memiliki peran penting dalam membentuk cara mereka memandang dirinya sendiri.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 7 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka7 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

๐Ÿ“– Good Inside: Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik Dr. Becky Kennedy

Kekasaran dan Pembangkangan (Bagian 2)Jangan TerpancingJangan bereaksi hanya pada kata-kata anak. Lihat perasaan yang tersembunyi di balik perilakunya. Anak merasa aman ketika orang tua tetap tenang dan tidak ikut terpancing.Langkah:Tetapkan batas dengan tenang.Akui perasaan atau kebutuhan anak.Contoh percakapan Anak: "Aku benci Ibu!" Ibu: "Kamu pasti sedang sangat marah. Ibu tetap tidak mengizinkan itu, dan Ibu tetap mencintaimu."Tegaskan Kewenangan AndaTegas bukan berarti menghukum atau menakut-nakuti. Orang tua tetap memegang batas sambil membantu anak belajar mengendalikan impulsnya.Yang dilakukan:Pertahankan batas dengan konsisten.Alihkan ke pilihan yang lebih aman bila memungkinkan.Latih pengendalian diri saat anak sudah tenang.Contoh percakapan Anak: "Aku mau lompat di sofa!" Ibu: "Ibu tidak akan membiarkanmu melompat di sofa. Ayo kita lompat di kasur atau di luar."Katakan yang SebenarnyaSaat menetapkan aturan yang tidak disukai anak, sampaikan dengan jujur sambil memvalidasi perasaannya. Kejujuran membangun rasa percaya dan kerja sama.Contoh percakapan Ibu: "Ibu tahu kamu kecewa belum boleh main iPad. Aturannya tetap berlaku. Sambil menunggu, kita cari kegiatan lain, ya."Terhubunglah dan Buatlah Peraturan Saat Semua Orang Sudah TenangDi balik pembangkangan, anak sering kali sedang meminta dipahami. Setelah emosi mereda, dengarkan sudut pandangnya lalu buat atau tinjau kembali aturan bersama.Contoh percakapan Ibu: "Sekarang kita sudah tenang. Ceritakan apa yang membuatmu marah. Setelah itu kita cari cara supaya besok lebih baik."Footer

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 7 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka7 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

๐Ÿ“ Kota Depok

jangan buru-buru ya bu!

Lagi baca tentang spesialisasi olahraga sejak dini.Yang bikin aku berhenti cukup lama bukan soal prestasi, tapi kalimat tentang kelelahan mental, cedera karena penggunaan berlebihan, dan beban yang terlalu berat untuk anak-anak.Kadang yaaa kita terlalu fokus pada โ€œanak berbakatโ€, sampai lupa bahwa anak juga manusia kecil yang sedang tumbuh.Jadi paham kan yg kuajarkan di grup parenting @komunitas.beekind ..Masa kecil tidak harus selalu dipenuhi target. Anak perlu bermain, mencoba banyak hal, bosan, tertawa, gagal, lalu menemukan minatnya sendiri.Prestasi itu baik. Tapi hati yang sehat, tubuh yang utuh, dan masa kecil yang bahagia jauuuuuuhhh lebih berharga. Belajar jadi orang tua yang tidak terburu-buru ya bu! ๐ŸŒฟ๐Ÿ“šโœจ#jejakpustaka #komunitasbeekind #parenting

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 7 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Bab 13 - Menangani Rendahnya Harga Diri dan Kurangnya Kepercayaan Diri

Menangani Rendahnya Harga Diri dan Kurangnya Kepercayaan DiriHarga diri yang rendah dan kurangnya kepercayaan diri sering kali menjadi akar dari berbagai perilaku yang dianggap "sulit". Karena itu, sebelum berfokus pada perilakunya, penting untuk memahami apa yang sedang dirasakan anak.Contoh Perilaku yang Mungkin Berasal dari Harga Diri Rendah- Merengek - Berusaha mendapatkan perhatian orang tua karena merasa tidak nyaman dengan dirinya. - Akibatnya, anak menjadi lebih menuntut.- Merajuk - Merasa dunia tidak berpihak kepada mereka. - Percaya bahwa dirinya tidak pernah cukup baik.- Perilaku agresif atau penuh kekerasan - Melampiaskan perasaan tidak nyaman kepada orang lain. - Menyalahkan orang lain atas perasaan yang mereka alami.- Perilaku sulit di sekolah - Sering menjadi cara untuk menutupi kurangnya kepercayaan diri terhadap kemampuan akademik.- Mengumpat atau membantah - Digunakan untuk menyembunyikan perasaan rapuh dan tidak percaya diri.- Mengabaikan permintaan orang tua - Kadang bukan karena membangkang. - Anak meragukan kemampuannya, sehingga memilih menolak daripada gagal.- Sulit menerima kekalahan - Merasa harus selalu menang agar dianggap berharga. - Kekalahan memperkuat keyakinan bahwa dirinya tidak cukup baik.- Merundung (bullying) - Membuat orang lain merasa buruk dapat menjadi cara tidak sadar untuk membuat dirinya merasa lebih baik.Hal yang Perlu Dipahami- Anak sering mengekspresikan rasa cemas, takut, atau tidak nyaman melalui perilaku, bukan melalui kata-kata.- Perilaku yang sulit sering kali merupakan sinyal adanya pergulatan emosi, bukan sekadar kenakalan.Mitos yang Perlu DiluruskanAnak yang benar-benar memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang sehat:- Emosinya lebih stabil.- Tidak merasa perlu merendahkan orang lain.- Tidak perlu mengendalikan atau mendominasi orang lain agar merasa berharga.Sebaliknya, anak yang tampak sangat arogan atau terlalu percaya diri belum tentu benar-benar percaya diri. Sering kali mereka justru:- Menyembunyikan rasa tidak aman.- Berpura-pura berani agar kelemahannya tidak terlihat.- Menunjukkan perilaku antisosial sebagai bentuk perlindungan diri.Kerangka Berpikir Gentle DisciplineSaat menghadapi perilaku anak, tanyakan tiga hal berikut:Mengapa (Why)?- Mengapa anak memiliki masalah dengan harga diri atau kepercayaan dirinya?Bagaimana (How)?- Bagaimana perasaan anak sebenarnya di balik perilakunya?Apa (What)?- Apa yang ingin kita bantu ubah melalui pendekatan gentle discipline, sehingga anak memiliki keyakinan yang lebih sehat tentang dirinya?

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka6 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Quote bab 2 dari buku Maukah Jadi OrangTua Bahagia?

Ikhas itu jika dari tinjauan emosi adalah pikiran dan perasaan yang di dalamnya ada semangat, syukur, damai dan senang. Maka jika misalkan kita pergi mengantarkan anak sekolah dengan semangat, itu sudah ikhlas namanya. Jika kita mengajarkan kepada anak bagaimana beribadah yang benar dengan semangat, itu sudah ikhlas namanya.-dr. Aisah Dahlan-

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 6 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’