Bab 4 Dari Sinilah Islam dimulai
Bab 4Dari Sinilah Islam dimulaiHikmah diutusnya Nabi Muhammad di Jazirah ArabHikmah PertamaJazirah Arab Hidup secara sederhana dan tidak memiliki sejarah, budaya, filsafat, hukum, atau perundang-undangan terperinci. Berbeda dengan Kerajaan Romawi & Yunani. Memiliki hukum yang teratur serta undang-undang terperinci. Filsafat (Aristoteles, Plato, Socrates) menjadi sumber utama hukum dan agama mereka. Lalu Persia Dipengaruhi ideologi komunis Mazdak (melegalkan pernikahan inses) dan Zoroaster (menjadikan api lambang kemurnian) serta Mesir, India, & China memiliki sejarah kuno yang panjang serta aturan khusus yang telah ditetapkan ratusan tahun sebelumnya.Dengan kondisi masyarakat Jazirah Arab yang hidup belum dengan banyak aturan/hukum ini memudahkan untuk menjaga kemurnian dan keaslian risalah Islam. Jika Islam turun di tempat yang kaya filsafat/hukum seperti Romawi, Perisa, China, India, dan dibawa oleh Nabi yang pandai membaca-menulis, Islam akan dituduh sebagai ajaran imitasi atau hasil adopsi dari ajaran terdahulu (seperti Konfusius, Buddha, atau Socrates).Jika Islam turun di Palestina, ia berisiko dianggap hanya sebagai perpanjangan atau jiplakan dari agama Yahudi dan Nasrani (Taurat dan Injil). Padahal, meski sama-sama menyerukan tauhid, Islam hadir sebagai syariat penyempurna dan paripurna. Lalu jika Islam turun di daerah yang sudah banyak hukum dan aturannya akan menyulitkan Pengikisan Adat Jahiliah (Contoh Kasus Tabanni)Islam berupaya keras mengikis aturan buruk masa Jahiliah, salah satunya adat tabanni (menisbatkan anak angkat ke nama ayah angkatnya).Kasus Zaid bin Haritsah: Dahulu dipanggil Zaid bin Muhammad. L Setelah Zaid bercerai dengan Zainab bintu Jahsy, Allah memerintahkan Rasulullah untuk menikahi Zainab. Pernikahan ini bertujuan untuk menghapus adat tabanni dan menegaskan bahwa status anak angkat tidak sama dengan anak kandung (karena mantan istri anak kandung haram dinikahi).
















