📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Masalah Tidur

TIDUR 🌙1. Mengapa Waktu Tidur Sering Sulit?Mengasuh anak sepanjang hari sudah melelahkan. Ketika anak memprotes, menunda waktu tidur, atau terbangun di tengah malam, orang tua tentu merasa frustrasi—terlebih karena waktu tidur anak adalah saat yang dinantikan untuk beristirahat dan memiliki waktu bagi diri sendiri.Jika Anda merasa kesulitan menghadapi protes waktu tidur, Anda tidak sendirian.2. Akar Masalah: Takut Akan PerpisahanGangguan tidur sering kali dipicu oleh rasa takut akan perpisahan.Pada malam hari, anak perlu berada sendirian selama berjam-jam dan merasa cukup aman untuk dapat tertidur. Namun, malam dapat terasa menakutkan bagi anak karena:• Gelap dan sendirian• Tubuh mulai melambat, tetapi pikiran justru semakin aktif• Muncul pikiran-pikiran yang menakutkan• Khawatir apakah orang tua tetap ada meski tidak terlihatAnak merasa paling aman ketika dekat dengan orang tuanya. Karena itu, berpisah pada malam hari bisa terasa sangat berat.3. Tidur Juga Dipengaruhi Kecemasan di Siang HariTidur dapat menjadi waktu ketika anak mengekspresikan kecemasan dan pergulatan dari bagian lain dalam hidupnya.Perubahan lingkungan seperti:• Memulai sekolah• Melihat pertengkaran orang tua• Kelahiran adik• Pindah rumahdapat membuat anak merasa tidak aman. Jika anak belum memahami bahwa dirinya tetap aman, ia akan semakin sulit berpisah dengan orang tua saat malam hari.Anak cenderung ingin tetap dekat dengan orang tua ketika menghadapi perubahan. Dan kebalikan dari didampingi orang tua adalah berpisah pada malam hari.4. Bagaimana Kita Membantu?Perubahan tidur merupakan proses dua tahap:1. Bantu anak merasa aman terlebih dahulu.Latih anak menghadapi dan mengatasi masalah pada siang hari, ketika risikonya lebih rendah. Setelah merasa cukup aman, anak akan lebih siap berpisah pada malam hari.2. Setelah itu, terapkan strategi tidur yang lebih tenang.Jangan sampai rasa frustrasi orang tua membuat kita melupakan apa yang sebenarnya sedang dialami anak.Ketika orang tua menjadi dingin, menghukum, atau reaktif, anak yang sedang mencari bantuan untuk menenangkan diri justru merasa semakin kesepian dan terancam. Akibatnya, kebutuhan anak akan kehadiran orang tua semakin kuat dan siklusnya terus berlanjut.5. Hindari Pendekatan yang Menambah KetakutanBanyak panduan tidur hanya berfokus pada perilaku dan mengabaikan kesulitan di balik protes atau terbangunnya anak di tengah malam.Pendekatan seperti:• Mengabaikan ketakutan anak• Mengunci pintu kamar• Tidak merespons ketika anak berteriak ketakutandapat membuat anak semakin takut dan merasa ditinggalkan.Yang kita butuhkan adalah pendekatan yang memenuhi kebutuhan tidur semua orang, sekaligus tetap menghormati kebutuhan emosional anak.6. Tujuan Utamanya: Menanamkan Rasa AmanAnak yang sulit berpisah sering kali merasa aman ketika orang tua hadir, tetapi takut ketika orang tua tidak ada.Tugas kita adalah membantu anak merasakan bagian-bagian dari hubungan orang tua-anak yang memberikan rasa aman, sehingga ia dapat merasa:aman • nyaman • percayaBila kehadiran orang tua dapat “ditanamkan” dalam lingkungan anak, ia dapat merasakan fungsi menenangkan dari hubungan tersebut bahkan ketika orang tua tidak berada di sana.Inilah tujuannya.Saat mempertimbangkan suatu strategi tidur, tanyakan:“Apakah ini membantu anak bertahan menghadapi ketidakhadiran saya, atau justru membuatnya semakin takut ketika saya tidak ada?”7. Ingat, Perubahan Membutuhkan WaktuTujuan kita adalah membangun rasa aman, bukan memaksakan kapan anak harus langsung tidur pulas.Perubahan tidur bisa membutuhkan waktu, bahkan sering kali lebih lama dari yang kita inginkan.Sementara tidur masih terganggu, jangan lupakan kebutuhan diri sendiri:• Bergantian bangun malam dengan pasangan, jika memungkinkan• Memberikan anak waktu bermain mandiri agar Anda dapat beristirahat• Mengambil waktu istirahat atau cuti bila memungkinkan• Memanfaatkan hal-hal kecil yang dapat membantu memulihkan tenagaMungkin semua itu terasa belum cukup. Namun, sekumpulan hal kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membuat perbedaan. Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik, Dr. Becky Kennedy.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka4 hari lalu
N

Naella ulia

📍 -

Pakai Sampai Rusak atau Beli jika memang butuh

Mbak Candraa, ana sering banget khilaf pas ada sale gamis. Susah nahan. Sudah sering dinasihati suami tapi kare sendiri jadi ngerasa bebasIstilah kerennya sekarang impulsive buying. Apalagi Hmmm, ini banyak banget dirasakan oleh kaum hawa. platform yang nyebar racun produk ke kita. Jadi gimana sekarang banyak banget influencer, akun jualan, dan dong cara menahan diri dari belanja baju atau apapun terus-terusan?Kebanyakan kita mudah tergiur ketika melihat promo atau edisi terbatas. Seakan rugi banget kalau nggak beli saat itu juga. Padahal barang tersebut nggak kita butuhkan. Coba ikuti cara-cara berikut, deh, biar bisa lebih mudah menahan diri.Kadang kita mudah tergiur gegara banyak melihat online shop. 1. Sortir followingmu. Bukan cuma influencer ya, tetapi isi sosmed kita kebanyakan akun-akun jualan yang akhirnya sering muncul iklan-iklan. 2. Tentukan standar. Tidak semua barang cocok untuk keseharian kita. Misal ibu yang memiliki anak, akan sangat terb terbantu jika membeli pakaian yang tidak perlu disetrika, model simpel tanpa rumbai-rumbai, atau jilbab yang memudahkan untuk menggendong. Juga, pakaian yang digunakan model tidak selalu cocok untuk kita gunakan. Pertimbangkan baik-baik sebelum membeli.3. Beri batasan. Bikin budget jajan untuk bulanan, ya. Jangan karena pakai uang sendiri kita jadi semena-mena membelanjakannya. Tubuh kita hanya satu, sepekan hanya ada tujuh hari. Buat apa menumpuk barang banyak-banyak? Orang tidak akan peduli kita menggunakan barang yang sama berkali-kali.4. Hindari tempat yang berpotensi. Kalau memang berniat berubah, harus komitmen juga untuk menghindari tempat yang bisa memicu diri berbelanja. Misal scrolling di marketplace, jalan-jalan ke mall. Nanti jadi laper mata, akhirnya belanja lagi.sendiri jadi ngerasa bebas.5. Sadari tiap barang yang kita miliki. Kalau pake metode Konmari, nih, teman-teman an diminta untuk mengeluarkan barang yang dimiliki dari tempatnya, Selanjutnya periksa satu persatu hingga kita Kadang orang nggak nyadar dia udah punya barang menyadari sebanyak apa barang yang kita miliki. dengan model dan kegunaan yang sama gegara tertumpuk dalam lemari atau tempat penyimpanan. Kalau sudah dikeluarkan, insyaallah lebih gamblang ya isinya.6. Matikan notifikasi aplikasi tertentu. Biar pas ada flash sale atau diskon-diskon gitu kita nggak gatel ingin belanja.7. Lakukan riset sebelum berbelanja.8. Jangan langsung check out. Masukin keranjang dulu beberapa jam atau hari, ya. Dipikir-pikir dulu butuh beli atau nggak?9. Miliki prinsip pakai sampai rusak dan habis.Teman-teman juga bisa menanyakan hal ini kepada diri sendiri sebelum check out suatu barang1. Kenapa beli ini?2. Apakah uangnya cukup dari anggaran jajan bulanan?3. Sudah punya barang sejenis belum4. Apakah aku butuh? Akan sesering apa kugunakan? 5. Apakah aku bisa memakainya sampai rusak5. Apakah aku sanggup dan tahu cara merawatnya6. Apa harus sekarang belinya?7. Kira-kira kalau nggak diskon, tetap beli nggak?8. Misal sudah tidak terpakai, kuapakan barang ini? Nyampah tidak, ya?Jika setelah menimbang banyak hal ternyata kita benar-benar memerlukannya, barulah kita membelinya. Jika tidak, tahan diri ya. Barang lucu, tuh diketawain, bukan dibeli.THE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi, Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 15 - Makna Disiplin yang Sesungguhnya

📌 Makna Disiplin yang SesungguhnyaDisiplin yang sesungguhnya, atau gentle discipline, bukan tentang hukuman, melainkan tentang pengajaran dan pembelajaran. Dalam proses ini, orang tua dan anak sama-sama belajar."Disiplin adalah tentang mengajar dan belajar, bukan menghukum."---📌 Kapan Memulai Gentle Discipline?Salah satu pertanyaan yang sering diajukan orang tua adalah, "Usia berapa saya harus mulai mendisiplinkan anak?"Jawabannya adalah: tidak pernah terlalu dini untuk memulai.Sejak bayi lahir, orang tua sudah mengajarkan banyak hal melalui interaksi sehari-hari."Sejak bayi lahir, Anda sudah mendisiplinkan mereka."---📌 Peran Orang TuaSebagai orang tua, Anda adalah guru yang paling berpengaruh dalam kehidupan anak.Tugas Anda tidak sesulit yang dibayangkan. Anda hanya perlu:✅ Menghormati anak✅ Memahami anak✅ Membimbing mereka dengan lembut"Hormati, pahami, dan pandu anak dengan lembut."---📌 Menjadi Guru yang BaikUntuk menerapkan gentle discipline secara efektif, ingat prinsip SPACE:• Stay Calm — Tetap tenang• Proper Expectations — Harapan yang sesuai• Affinity with Your Child — Kedekatan dengan anak• Connect and Contain Emotions — Menghubungkan dan mengelola emosi• Explain and Example — Menjelaskan dan memberi teladan"Anda adalah role model terbaik yang dimiliki anak."---📌 Pahami Perkembangan AnakAnak belum memiliki kemampuan berpikir dan mengendalikan diri seperti orang dewasa.Mereka masih belajar: • Empati• Berpikir logis• Memahami sudut pandang orang lain• Mengendalikan impuls"Jangan menghukum anak hanya karena mereka memiliki otak anak-anak."💡 Inti PesanGentle discipline bukan tentang mengendalikan anak melalui hukuman, tetapi tentang membimbing mereka dengan tenang, penuh hormat, sesuai tahap perkembangan mereka.

💬 0 komentar📅 11 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Hereafter focus vs wordly focus

Hustle culture cenderung berpikir pendek: target kuartal ini, promosi berikutnya, tren yang sedang naik, hasil yang harus kelihatan sekarang. Sementara Barakah Culture berpikir lebih panjang—bahkan sampai sesuatu yang kita kerjakan tetap memberi manfaat setelah kita sudah tidak ada.Contoh penulisnya bagus banget: jangan cuma mengejar bukunya jadi bestseller beberapa minggu, tapi menulis sesuatu yang mungkin masih bermanfaat 100 tahun lagi. Jadi pertanyaannya bergeser dari “seberapa cepat aku mendapatkan hasil?” menjadi “seberapa jauh manfaat dari apa yang aku kerjakan bisa bertahan?”

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Apakah Anak Harus Dipukul Ketika Meninggalkan Shalat?

Ringkasan — Apakah Anak Harus Dipukul Ketika Meninggalkan Shalat?Ini merupakan masalah penting yang memiliki pembahasan fikih tersendiri. Penerapannya bergantung pada kondisi masing-masing anak.Sebelum memberikan hukuman, orang tua perlu memahami:Apakah anak sudah memahami bahwa meninggalkan shalat adalah dosa?Apakah anak sudah mengetahui tata cara shalat dan hukum-hukumnya?Apakah anak sudah memahami dan mampu menjalankan shalat dengan baik?Secara umum, orang tua dianjurkan untuk bersikap lembut kepada anak. Kelembutan merupakan langkah pertama dalam mendidik, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan dicabut dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk.”(HR. Muslim)🌿 Intinya:Pahami terlebih dahulu kondisi dan kesiapan anak. Ajarkan shalat dengan kelembutan, kesabaran, dan kasih sayang. Tujuannya bukan sekadar membuat anak takut terhadap hukuman, tetapi menumbuhkan kecintaan anak kepada shalat dan membiasakannya untuk taat kepada Allah.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MENGHADAPI MASALAH TAKUT BERPISAH PADA ANAK

🌸 1. MENGHADAPI KECEMASAN ANDA SENDIRISadari perasaan Anda saat berpisah dengan anak—sedih, gugup, atau cemas. Itu wajar. Tidak perlu menyingkirkannya, tetapi tetap bertanggung jawab mengelolanya agar dapat menjadi pemimpin yang tenang bagi anak.💬 “Hai, kegelisahan. Kamu boleh berada di sini. Aku akan menyapamu, tetapi saat berpamitan aku akan memintamu mundur agar anakku tahu bahwa ia aman pergi.”2. BICARALAH TENTANG PERPISAHAN & PERASAANBicarakan perpisahan sebelum terjadi. Jelaskan ke mana anak pergi, siapa yang akan menjaganya, apa yang akan dilakukan, dan seperti apa tempatnya.💬 “Mungkin awalnya terasa sulit karena berpisah dengan Ibu dan berada di tempat baru. Tidak apa-apa kalau kamu merasa sedih.”Dengan anak yang lebih besar, lakukan hal yang sama sebelum menginap, berkemah, atau menghadapi pengalaman baru.3. RUTINITAS + LATIHANBuat rutinitas perpisahan yang singkat, sederhana, dan konsisten.Contoh: 💬 “Ayah peluk kamu, bilang ‘Sampai jumpa, Nak!’ dan ‘Ayah akan selalu kembali’, lalu Ayah pergi.”Latih bersama anak melalui bermain peran. Latihan membuat perpisahan terasa lebih akrab dan aman.4. OBJEK PERALIHANBoneka, selimut, atau foto keluarga dapat menjadi penghubung antara rumah dan tempat baru.💬 “Apakah ada sesuatu yang ingin kamu bawa untuk mengingatkanmu akan rumah?”Ajarkan anak menggunakan benda tersebut sebagai pengingat bahwa keluarga tetap dekat meskipun sedang tidak bersama.5. BERCERITASetelah berkumpul kembali, ceritakan pengalaman perpisahan bersama anak.💬 “Tadi berpamitan terasa sulit. Kamu sedih, lalu kamu menarik napas, melihat foto keluarga, dan akhirnya bergabung dengan teman-teman. Ibu kembali sesuai janji!”Menceritakan kembali pengalaman membantu anak melihat bahwa perpisahan hanyalah satu bagian dari kisah yang lebih besar—dan ia mampu melewatinya.Good InsideMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kenned y)

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Kisah Utsman bin Affan رضي الله عنهDari Ibnu Mas'ûd رضي الله عنه, dia berkata, “Kami pernah bersama Nabi ﷺ pada suatu perang. Saat itu pasukan kaum muslim mengalami kesulitan, hingga aku melihat kepayahan di wajah kaum muslim dan kebahagiaan di wajah kaum munafik. Ketika Rasulullah ﷺ melihat kondisi itu, beliau bersabda, yang artinya, 'Demi Allah, tidaklah akan tenggelam matahari ini, hingga kalian mendapatkan rezeki dari Allah.'”Utsman رضي الله عنه mengetahui hal tersebut dan membeli 14 unta beserta seluruh muatannya yang berisi makanan lalu dia mempersembahkan sembilan dari tunggangan tersebut kepada Rasulullah ﷺ. Ketika Rasulullah melihat hal itu, beliau bersabda, “Apakah ini?” Para sahabat berkata, “Utsman yang telah mengirimnya kemari.” Maka terlihatlah kebahagiaan di wajah Rasulullah ﷺ dan tampak kesedihan di wajah kaum munafik. Lalu saya melihat Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putihnya kedua ketiak beliau untuk mendoakan Utsman dengan suatu doa yang belum pernah saya dengar beliau memanjatkannya untuk seseorang, baik sebelumnya maupun sesudahnya. Beliau berdoa, “Ya Allah, berilah Utsman. Ya Allah, berbuat baiklah terhadap Utsman.” (Dikeluarkan oleh ath-Thabarâni dan Ibnu 'Asâkir dari Abu Mas'ûd).

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandungan bab 8 tentang ruqyah dan tamimah

Kandungan bab 8 tentang ruqyah dan tamimah 1. Pengertian ruqyah dan tamimah.2. Pengertian tiwalah.3. Bahwa ketiga jenis ini semuanya, tanpa terkecuali, termasuk syirik.4. Adapun ruqyah dengan menggunakn ayat-ayat suci al-Qur’an atau do’a-do’a yang telah diajarkan Rasulullah untuk mengobati ‘ain atau sengatan, tidak termasuk hal tersebut. 5. Jika tamimah itu dari ayat-ayat suci al-Qur’an, dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, apakah termasuk hal tersebut atau tidak?6. Mengalungkan tali busur panah pada leher binatang untuk menangkal atau mengusir ‘ain, juga termasuk syirik.7. Ancaman berat bagi orang yang mengenakan kalung dari tali busur panah.8. Keistimewaan pahala bagi orang yang memutuskan tamimah dari tubuh seseorang.9. Kata-kata Ibrahim an-Nakha’I tersebut di atas tidaklah bertentangan dengan perbedaan pendapat yang yang telah di sebutkan, karena yang di maksud Ibrahim adalah para sahabat Abdullah bin Mas’ud.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
N

Naella ulia

📍 -

Merawat dan memperbaiki

Cara jadi istri yang qanaahQanaah adalah bekal kita hidup tenang di dunia. Sifat qana'ah ini membuat kita ridha terhadap segala bentuk pemberian Allah yang telah ditetapkan, nggak membuat diri dihinggapi ketidakpuasan, juga perasaan kurang atas apa yang telah diberikan. Inparkeringkang bagi seluruh wanita yang secara naluriah menyukain harta benda. Namun bukan berarti tidak bisa kita menggapainya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 14 - Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Hampir Menyerah?

📝 Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Hampir Menyerah?📌 Realita Gentle Discipline➡️ Tidak ada jalan pintas untuk memperbaiki masalah perilaku anak tanpa konsekuensi jangka panjang.➡️ Gentle discipline membutuhkan:☑ Kesabaran☑ Konsistensi☑ Usaha yang terus-menerus☑ Komitmen jangka panjang➡️ Karena itu, wajar jika orang tua sesekali merasa lelah, kewalahan, atau ingin menyerah.---💡 Ketika Merasa Ingin MenyerahJangan hanya membayangkan "libur" dari pengasuhan.➡️ Ambillah waktu untuk beristirahat jika memungkinkan.Manfaatnya:⬜ Memulihkan energi⬜ Menenangkan pikiran⬜ Menguatkan kembali tekad untuk melanjutkan pengasuhan📍 Merawat diri bukan kemewahan, tetapi kebutuhan.> Anda tidak bisa menuang dari gelas yang kosong.---🔍 Lihat ke Dalam DiriSaat muncul keinginan untuk menyerah, tanyakan:❓ "Mengapa saya merasa seperti ini?"Sering kali jawabannya:• Keraguan diri• Rasa takut salah• Kehilangan percaya diri📌 Keinginan menyerah sering kali merupakan sinyal bahwa ada kebutuhan emosional yang perlu diperhatikan.---⚖️ Dua Pilihan Saat TakutFEAR⬅️ Forget Everything And Run(Lupakan semuanya lalu lari)• Menyerah• Menghindari tantangan• Kembali pada kebiasaan lama━━━━━━━━━━━━➡️ Face Everything And Rise(Hadapi semuanya lalu bangkit)• Mengakui ketakutan• Belajar dari kesalahan• Terus bertumbuh sebagai orang tua• Tetap melanjutkan gentle discipline---🧠 Pertarungan SebenarnyaBukan melawan anak.Bukan melawan keadaan.Tetapi melawan:⬜ Keraguan diri⬜ Ketakutan⬜ Pola pikir yang menghambat pertumbuhan---🤍 Pesan Utama➡️ Saat ingin menyerah, jangan langsung berhenti.➡️ Beristirahatlah, rawat diri, lalu evaluasi apa yang sebenarnya sedang Anda rasakan.➡️ Pilih untuk menghadapi dan bangkit, karena setiap langkah kecil yang konsisten akan membantu Anda menjadi orang tua yang lebih baik bagi diri sendiri dan anak-anak Anda.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →