Fiqih Wanita muslimah bersama RabbNya
Keridhaan Allah menjadi tujuan seorang muslimah sejati.
Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka
Keridhaan Allah menjadi tujuan seorang muslimah sejati.
Nabi Musa bertekad untuk berjalan dalam waktu. Ada khilaf di antara para ulama tentang makna kata tersebut: ada yang mengatakan setahun; ada yang mengatakan bertahun-tahun.Artinya, Nabi Musa berkeinginan kuat untuk mendatangi orang alim tersebut, Nabi Khadhir, meskipun harus berjalan puluhan tahun. Ini menunjukkan keagungan ilmu, di mana Nabi Musa tawaduk merendahkan dirinya, meninggalkan kaumnya yang begitu banyak hanya untuk menuntut ilmu.Padahal ilmu tersebut bukanlah ilmu yang berkaitan dengan pengaturan kaum Bani Israil. Ilmu yang dimiliki Musa @ tentu sudah lebih cukup untuk beriman kepada Allah ุฌู ุฌูุงูู dan untuk mengatur Bani Israil, akan tetapi Musa tetap semangat untuk menambah ilmu. (133)Padahal Nabi Musa lebih mulia daripada Nabi Khadhir dengan kesepakatan para ulama. Ini menunjukkan bahwa Nabi Musa memiliki sifat tawaduk yang luar biasa.Hal ini juga mengajarkan bahwa tidak masalah bagi seseorang yang lebih mulia untuk menuntut ilmu dari orang yang mungkin berada di bawahnya, selama ada ilmu yang belum ia ketahui.
Firdha Ayu
๐ Kota Makassar
tahapan dalam melaksanakan bekam. agar mendapatkan manfaat tentu kt hrus paham dgn tahapan sesuai sop
Fokus dengan apa yang bisa kita kendalikan
๐ Kabupaten Banggai
๐ Poin Penting dari Dua Gambar1. Hakikat Tauhid dan Syahadat โLฤ ilฤha illallฤhโTauhid adalah memurnikan ibadah dan kecintaan hanya kepada Allah.Lฤ ilฤha illallฤh bukan sekadar diucapkan, tetapi harus diwujudkan dengan:Mengingkari seluruh sesembahan selain Allah.Menetapkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.Memurnikan cinta, ibadah, dan penghambaan kepada Allah.2. Teladan Nabi Ibrahim ุนููู ุงูุณูุงู Nabi Ibrahim berkata:โSesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang telah menciptakanku.โ๐ Pelajarannya:Harus berlepas diri dari segala bentuk sesembahan yang batil.Hanya menyembah Allah, Sang Pencipta.Inilah makna sebenarnya dari Lฤ ilฤha illallฤh.3. Mencintai Allah Saja Belum CukupOrang kafir pun dapat memiliki kecintaan kepada Allah.Namun, jika mereka tetap menyembah atau mencintai sesembahan lain sebagai tandingan Allah, maka mereka belum bertauhid dengan benar.Tauhid menuntut cinta kepada Allah yang murni tanpa menyekutukan-Nya.4. Perlindungan Darah dan HartaRasulullah ๏ทบ bersabda bahwa orang yang mengucapkan โLฤ ilฤha illallฤhโ dan mengingkari sesembahan selain Allah, maka darah dan hartanya terlindungi.๐ Maknanya: Tidak cukup hanya:Mengucapkan kalimat syahadat.Memahami artinya.Mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan.Tetapi harus benar-benar mengingkari dan meninggalkan segala bentuk sesembahan selain Allah.5. Kesimpulan UtamaโLฤ ilฤha illallฤhโ = berlepas diri dari seluruh sesembahan selain Allah dan memurnikan seluruh ibadah, cinta, serta penghambaan hanya kepada Allah.โจ Intinya: Tauhid bukan hanya menetapkan Allah sebagai Tuhan, tetapi juga menolak segala bentuk kesyirikan dan sesembahan selain Allah.
Mempertanyakan Pendekatan Anda dalam Hal PendisiplinanKadang-kadang, kritik, saran dari orang lain, atau hasil yang tidak terlihat dengan cepat dapat membuat orang tua meragukan pendekatan pengasuhan yang mereka pilih. Saat merasa rapuh dan mulai mempertanyakan diri sendiri, banyak orang tua yang menerapkan gentle discipline melakukan beberapa hal berikut:๐ฑ Kembali Mengingat Prinsip DasarMenempatkan diri pada posisi anak dan bertanya: "Bagaimana saya ingin diperlakukan jika saya berada di posisi mereka?"Mengingat kembali filosofi pengasuhan yang diyakini.Bertanya pada diri sendiri:Apakah cara yang saya lakukan benar-benar membantu anak?Apakah anak saya sehat, bahagia, dan berkembang dengan baik?Fokus pada tujuan jangka panjang, bukan hanya perilaku yang muncul minggu ini.๐ญ Merefleksikan Diri dan SituasiMundur sejenak untuk menilai keadaan dengan lebih tenang.Mengingat kembali kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai bersama anak.Menilai apakah masalah sebenarnya berasal dari anak atau dari diri sendiri.Bertanya dengan jujur: "Apakah ini benar-benar penting, atau saya hanya sulit menerima perubahan?"โค๏ธ Memahami Anak dengan EmpatiMengamati anak dan berusaha memahami apa yang mereka rasakan.Menerima bahwa anak juga mengajarkan banyak hal kepada orang tua.Mengingat bahwa perilaku anak sering kali memiliki akar masalah yang perlu dipahami, bukan sekadar dihentikan.๐ค Mencari Dukungan dan PenguatanBerdiskusi dengan pasangan untuk meneguhkan kembali nilai dan tujuan pengasuhan yang disepakati.Bergabung dengan komunitas atau kelompok pengasuhan yang memiliki nilai serupa untuk mendapatkan dukungan dan saran.Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memiliki pandangan pengasuhan yang sejalan.๐ก๏ธ Menyikapi Kritik dari Orang LainMenghargai masukan orang lain karena biasanya mereka bermaksud baik.Tetap sopan, tetapi tidak merasa harus mengikuti semua saran yang diberikan.Menyadari bahwa setiap keluarga memiliki nilai dan tujuan pengasuhan yang berbeda.Bertanya pada diri sendiri: "Apakah saya ingin anak saya tumbuh seperti anak yang dijadikan contoh oleh orang tersebut?" Jika jawabannya tidak, maka tidak perlu mengubah arah pengasuhan hanya karena tekanan dari luar.๐ Mempercayai Diri SendiriMengingat alasan mengapa memilih pendekatan gentle discipline.Percaya pada insting dan keyakinan sebagai orang tua.Menerima bahwa keraguan adalah hal yang wajar dalam perjalanan pengasuhan.Meyakinkan diri bahwa kita sedang berusaha menjadi orang tua terbaik yang kita bisa.๐ฏ Berpikir Jangka PanjangMembayangkan seperti apa anak di masa depan dan bagaimana mereka akan mengenang masa kecilnya.Menyadari bahwa jalan pintas seperti hukuman keras mungkin menghentikan perilaku sesaat, tetapi belum tentu menyelesaikan akar masalah.Belajar dari pengalaman masa kecil sendiri dan berupaya memutus pola pengasuhan yang menyakitkan agar tidak terulang pada generasi berikutnya.Inti PesanKetika mulai meragukan pendekatan pengasuhan yang dipilih, banyak orang tua memilih untuk kembali pada nilai-nilai yang mereka yakini, melihat perkembangan anak secara menyeluruh, mencari dukungan yang sehat, serta tetap fokus pada tujuan jangka panjang. Mereka menyadari bahwa pengasuhan bukan tentang hasil yang instan, melainkan tentang membangun hubungan, karakter, dan kesejahteraan anak untuk masa depan. ๐ท
Karakter Teman yang Saleh * Teman yang saleh memiliki kedudukan yang sangat utama, bahkan menyerupai atau melebihi saudara kandung. * Rasulullah SAW bersabda bahwa anugerah terbaik dari Allah setelah saudara yang saleh adalah teman yang selalu membantu ketika kita mengingat Allah, serta mengingatkan ketika kita lupa. * Hakikat persahabatan yang baik adalah saling mendukung dan membimbing untuk senantiasa bertakwa serta tidak melupakan Allah SWT.Keutamaan Cinta Karena Allah * Persahabatan dan rasa cinta yang didasari ikhlas karena Allah SWT memiliki kedudukan yang sangat mulia. * Orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan mendapatkan kecintaan dan perlindungan khusus dari-Nya.
Camkanlah keadaan yang ria mencerminkan keadaan batiniah Sumber: Don't sweat the small stuff with your family Strategi filosofi ini telah banyak membantu saya melewati masa dewasa saya. Nilainya yang paling berharga adalah membantu Anda memperoleh kembali perspektif anda ketika hidup anda nampak tidak tenang atau di luar kendali. Ini berasal dari pemahaman bahwa dunia lahiriyah Anda,lingkungan Anda, tingkat kebisingan, kondisi relatif tenang atau kacau balau dalam hidup anda biasanya merupakan cerminan dunia batiniah anda, tingkat kedamaian dan keseimbangan atau tiadanya keduanya yang anda alami dalam pikiran anda. Banyak orang menolak strategi ini karena ini terasa begitu mudah. Siapa yang mau percaya bahwa kalau cowoknya hidup anda adalah akibat pikiran yang tak karuan meskipun cuma sebagian? Bagaimanapun lebih mudah bagi kita untuk percaya bahwa penyebab kacauannya hidup kita di akibatkan oleh lingkungan jadwal dan tanggung jawab anda. Namun jika mau mengakui bahwa pesan ini benar ini akan sangat membantu karena meskipun anda hanya sedikit memiliki Kendari di luar lingkungan anda anda mempunyai kemampuan untuk mengubah dari dalam. Salah satu buku favorit saya adalah wherever you go, there you are tulisan John kabat zinn. Perhatikan sejenak inti judul ini. Dengan lugas ini menyebutkan bahwa jika anda gugup, terburu-buru, dan tidak rapi di satu rumah, entah bagaimana Anda pasti akan menciptakan suasana yang serupa di manapun Anda berada. Sebagai contoh pernahkah anda mengenal seseorang yang terlambat melulu? Benarkah akan membantu jika anda memberinya 10 menit ekstra supaya ia tidak telat? Tidak. Alasannya sangat sederhana: kebiasaan yang membentuk kecenderungan terlambat bukanlah jam, atau waktu sepanjang hari atau bahkan hal-hal yang mesti dikerjakan hari itu. Sebaliknya kebiasaan itu berasal dari kebiasaan batiniyah kecenderungan untuk menunda hingga menit-menit terakhir. Anda dapat mengubah fakta eksternalnya ke mana seseorang pergi siapa yang ditemui dan seterusnya, namun orang tersebut akan menemukan cara untuk muncul telat. Ia akan memiliki sederetan alasan bagus tetapi faktanya ia tetap terlambat. Kebiasaan ini seperti halnya kebiasaan-kebiasaan yang lain muncul dari dalam diri seseorang dan tercermin dalam kehidupannya. Bagian paling membantu dari informasi ini berhubungan dengan pernyataan, "mana yang lebih dulu ada ketenangan pikiran atau ketenangan hidup?" Jika Anda memikirkan judul buku karangan kabatZiin , jawabannya meskipun sulit diakui sangat jelas : ketenangan pikiran mendahului kehidupan lahiriah yang lebih damai. Dengan kata lain jika hidup anda tampaknya begitu berat titik awal untuk memulai perbaikan adalah dari dalam pikiran anda sendiri. Mungkin anda memerlukan istirahat atau mengubah kecepatan langkah anda. Mungkin anda membutuhkan sedikit waktu luang buat diri anda sendiri jadi anda harus mengurangi kegiatan menonton televisi dan mencoba membaca-baca buku yang bermanfaat. Akan bermanfaat belajar meditasi atau banyak berdoa? Mungkin Anda harus mengurangi waktu tidur Anda atau bangun lebih pagi supaya bisa punya waktu sendirian. Setiap orang akan membutuhkan resep yang berbeda karena masing-masing memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun cukup dengan memahami bahwa akar dari segala masalah dalam kehidupan terletak di dalam diri masing-masing bukan dari lingkungan Anda sering sangat membantu karena ini akan menunjukkan pangkal segala kesalahan : diri kita sendiri. Lain kali jika anda merasa kewalahan atau frustasi pelankan langkah anda dan mengancalah pada diri sendiri. Jika anda mau melakukannya Saya yakin anda akan setuju bahwa kehidupan lahirnya merupakan cerminan dari batiniyah anda. Cukup dengan memperhatikan hubungan ini anda pasti tahu benar langkah apa yang bisa diambil untuk mencegah persoalan.
Anak adalah cermin orang tua.Cermin memantulkan apa yang ada di depannya.Begitu pula anak.Anak sering kali menjadi cermin dari apa yang terjadi di dalam rumah.Jika anak suka berbohong, kita perlu melakukan introspeksi.Jika anak mudah marah, kita perlu melihat bagaimana pola kemarahan di rumah.Jika anak tidak menghormati orang lain, kita perlu melihat bagaimana orang tua memperlakukan orang lain.Bukan berarti setiap kesalahan anak pasti disebabkan oleh orang tua.Tidak sesederhana itu.Tetapi anak sangat kuat dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya.Karena itu, orang tua harus berani melakukan muhasabah.Jangan setiap kali anak melakukan kesalahan, kita langsung bertanya:โBagaimana cara memperbaiki anak?โTanyakan juga:โApa yang perlu saya perbaiki dari diri saya?โ
Tentang ucapan andaikata
๐ Kota Surabaya
Selama ini kita mudah menganggap: lebih banyak = lebih baik. Lebih banyak saudara, lebih banyak uang, lebih banyak waktu, lebih banyak kesempatan. Tapi konsep barakah membalik logika itu: sesuatu yang sedikit tetapi diberkahi bisa jauh lebih baik daripada sesuatu yang banyak tetapi tidak membawa kebaikan.Contoh Yusuf dan Musa yang dipakai penulis cukup kuat. Nabi Yusuf punya 11 saudara, tetapi banyaknya saudara tidak otomatis berarti banyaknya dukungan. Sementara Nabi Musa hanya memiliki satu saudara, Nabi Harun, tetapi Harun justru menjadi pendamping dan penolong dalam dakwahnya. Jadi yang menentukan bukan sekadar berapa banyak, melainkan apa yang Allah letakkan di dalamnya.Dan menariknya, penulis juga menegaskan bahwa barakah tidak selalu berarti sedikit. Sesuatu yang sudah banyak pun bisa Allah beri barakah sehingga manfaatnya semakin luas. Jadi bukan โsedikit itu pasti berkahโ, melainkan:Yang sedikit bisa menjadi cukup karena barakah.Yang banyak bisa menjadi semakin bermanfaat karena barakah.
Penolakan atau pengabaian yang berulang bisa membuat si anak berasumsi:๏ปฟ๏ปฟTidak seharusnya aku berpikir sebanyak itu.๏ปฟ๏ปฟBahkan kalau aku berpikir, sebaiknya aku tidak banyak bertanya.๏ปฟ๏ปฟOrangtuaku jadi jengkel kalau aku bertanya.Mengetahui jawaban itu tidak benar.โข Rasa ingin tahuku akan menimbulkan hardikan.๏ปฟ๏ปฟAku mungkin ditertawakan.๏ปฟ๏ปฟMereka toh tidak tahu jawabannya (mereka juga tidakpeduli akan jawabannya).๏ปฟ๏ปฟAtau yang lebih buruk lagi, aku akan cari jawabannya di tempat lain (yang bisa jadi berbahaya).
๐ฟ Menghadapi Opini dan Saran yang Tidak DiinginkanHampir setiap orang tua pernah menerima komentar atau saran pengasuhan yang tidak sesuai dengan keyakinannya."Anda sebaiknya mengabaikan tantrumnya; ini akan mengajarinya bahwa tidak ada yang peduli sehingga dia akan berhenti.""Jika dia berbicara seperti itu kepadaku, aku akan mengurungnya di kamar sepanjang hari.""Anda perlu bersikap lebih tegas kepada mereka. Tamparan kecil berhasil untuk saya ketika anak-anak berperilaku buruk."Komentar seperti ini sering kali sulit diterima. Bukan hanya cara kita mengasuh yang dipertanyakan, tetapi juga perilaku anak kita. Namun, memahami alasan di balik kritik tersebut dapat membantu kita merespons dengan lebih bijak.โ Karena Mereka Peduli kepada KitaSering kali, saran diberikan karena orang lain melihat kita sedang kesulitan dan ingin membantu.Misalnya, mereka melihat kita kelelahan menghadapi tantrum, lalu menawarkan solusi yang menurut mereka efektif. Meskipun sarannya mungkin tidak cocok bagi kita, motivasi mereka biasanya adalah kepedulian.Dalam situasi seperti ini, kita dapat menghargai perhatian mereka sambil menjelaskan mengapa pendekatan yang mereka sarankan tidak sesuai dengan nilai atau tujuan pengasuhan yang kita pilih.โ Karena Mereka Tidak Memahami Pilihan KitaPerbedaan generasi sering kali melahirkan perbedaan cara pandang tentang pengasuhan.Seorang nenek mungkin tidak memahami mengapa kita tetap mendampingi anak yang sedang tantrum. Dalam pemahamannya, anak yang berperilaku seperti itu dahulu akan dihukum atau dipukul agar belajar bersikap sopan dan patuh.Karena itu, ia mungkin khawatir anak kita akan tumbuh menjadi anak yang tidak disiplin jika kita tidak bersikap lebih "keras". Dalam situasi seperti ini, penjelasan yang tenang, disertai informasi atau referensi yang dapat dipercaya, sering kali lebih membantu daripada perdebatan.โ Karena Cara Kita Berbeda dari Cara Kita Dulu DibesarkanKritik jenis ini sering datang dari orang tua kita sendiri.Mungkin dahulu kita dipukul atau dikirim ke kamar ketika berperilaku tidak baik. Kini, ketika anak kita melakukan hal yang sama, kita memilih memeluknya, mendengarkan perasaannya, dan membimbingnya memahami emosinya.Ketika orang tua berkata, "Saya dulu melakukan itu kepada kalian dan kalian baik-baik saja," mereka mungkin merasa bahwa pilihan kita merupakan penilaian terhadap cara mereka membesarkan kita.Padahal, memilih pendekatan yang berbeda tidak selalu berarti menyalahkan masa lalu. Kita hanya mengambil keputusan berdasarkan pemahaman dan pengetahuan yang tersedia saat ini. Karena itu, penjelasan yang lembut dan penuh penghargaan biasanya lebih mudah diterima.โ Karena Kritik Itu Berasal dari Luka Mereka SendiriIni mungkin alasan yang paling jarang terjadi, tetapi juga yang paling sulit dihadapi.Ada orang-orang yang pernah mengalami luka mendalam dalam hidupnya dan menutupi rasa sakit tersebut dengan kepahitan. Mereka lebih mudah mengkritik atau menyerang orang lain daripada menghadapi pergumulan mereka sendiri.Dalam situasi seperti ini, penting untuk mengingat bahwa kritik tersebut sering kali bukan tentang kita atau keluarga kita. Kritik itu lebih banyak mencerminkan kondisi orang yang menyampaikannya.Respons terbaik biasanya sederhana:"Terima kasih atas sarannya. Akan saya pertimbangkan."Setelah itu, kita dapat melanjutkan pilihan pengasuhan yang kita yakini. Jika hubungan tersebut terus-menerus membawa dampak buruk bagi kesehatan emosional kita, membatasi interaksi juga bisa menjadi pilihan yang bijaksana.โจ Inti PembahasanTidak semua kritik lahir dari niat buruk. Sebagian muncul karena kepedulian, sebagian karena perbedaan pemahaman, sebagian lagi karena pengalaman masa lalu yang berbeda. Ketika kita mampu memahami alasan di balik komentar yang diberikan, kita akan lebih mudah merespons dengan tenang, tanpa kehilan gan keyakinan terhadap pilihan pengasuhan yang kita jalani.
Semoga dengan banyaknya edukasi di sosial media, membuat para ayah bisa hadir ya.Menyala gen alpha! Produk millenial eaa..#jejakpustama #komunitasbeekind
Dzikir kpd Allah bisa memudahkan kesulitan dan meringankan beban beratDzikir kpd Allah bisa menyingkirkan sgl ketakutan dalam hati hamba,hingga mendatangkan rasa aman didalam hatinya
Mencela Dan Melaknat (Part 1)Mencela, mencaci maki, dan melaknat merupakan ucapan yang tidak memiliki manfaat, bahkan dapat menjadi dosa yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.Allah Taโala melarang menyakiti kaum mukminin dengan perkataan maupun perbuatan. Allah berfirman:โDan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.โ(QS. Al-Ahzab: 58)Rasulullah ๏ทบ juga bersabda:โMencela seorang Muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah kekufuran.โ (HR. Bukhari dan Muslim)Fasik berarti keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Adapun kekufuran dalam hadis tersebut berkaitan dengan memerangi seorang Muslim dan tidak serta-merta berarti seseorang keluar dari Islam hanya karena melakukan perbuatan tersebut.Orang yang gemar mencela juga digambarkan dengan celaan yang sangat keras. Rasulullah ๏ทบ bersabda:โDua orang yang saling mencaci adalah dua setan yang saling mencaci dan saling berdusta.โ (HR. Ahmad dan Abu Dawud)Seorang mukmin sejati bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji, atau menyakiti orang lain dengan lisannya.Terlebih ketika sedang marah. Ketika emosi tidak terkendali, seseorang bisa mengucapkan laknat kepada manusia, hewan, benda, atau sesuatu yang sebenarnya tidak berhak dilaknat.Ini bukan perkara sepele. Laknat adalah ucapan yang mengandung doa agar seseorang dijauhkan dari rahmat Allah. Karena itu, seorang Muslim harus berhati-hati terhadap lisannya.Rasulullah ๏ทบ bersabda:โOrang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.โ(HR. Muslim)Lebih mengerikan lagi, apabila seseorang melaknat orang yang tidak berhak mendapat laknat, maka laknat tersebut dapat kembali kepada orang yang mengucapkannya.Karena itu, ketika marah, jangan biarkan lisan mengambil alih kendali hati. Jangan sampai beberapa detik kemarahan membuat kita mengucapkan kalimat yang justru menjadi keburukan bagi diri sendiri.MuhasabahBerapa kali lisan kita mencela ketika marah?Berapa kali kita melaknat tanpa berpikir?Jangan merasa ringan dengan dosa lisan hanya karena tidak meninggalkan luka yang terlihat.Ada luka yang tidak terlihat oleh mata, tetapi tercatat di sisi Allah.Jaga lisan sebelum ucapan menjadi penyesalan yang tidak bisa ditarik kembali.
Rawat dan didiklah anak dengan ketulusan hati dan niat yang ikhlas, semata-mata mengharap keridhaan Allah.Canangkan niat demi Allah semata pada seluruh aktivitas edukatif (pendidikan dan pengajaran) anak kita, baik berupa perintah, larangan, nasihat, pengawasan, maupun hukuman.Ikhlas adalah fondasi keimanan dan merupakan keharusan di dalam Islam.Allah tidak akan menerima suatu amal shalih tanpa ada keikhlasan di dalam jiwa pelakunya
Rasulullah berpesan kepada umatnya tentang dunia. Janganlah berlomba-lomba mengejar dunia. Agar dunia tidak membuat umatnya binasa sebagaimana umat-umat sebelumnya binasa karena dunia.Sehari sebelum wafat, Rasulullah bersedekah beberapa dinar. Lalu bersabda: โKami (para nabi) tidak meninggalkan warisan. Apa yang kami tinggalkan menjadi sedekah.โ (HR. al Bukhari 6730).Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits
Pembahasan kedua mengenai kasih sayang yang dapat dipraktekan dengan tindakan lembut pada anak. Memberikan kesan nyaman dan aman, anak merasakan rasa sayang dari tindakan ortu.
Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบPeristiwa-Peristiwa Penting sebelum Lahirnya RasulullahKedua: Kisah Tentara Bergajah1. Asal-usul Tahun Gajah: Nabi Muhammad ๏ทบ lahir pada Tahun Gajah, dinamakan demikian karena pada tahun tersebut Allah menghancurkan pasukan bergajah yang kisahnya diabadikan dalam QS. Al-Fiil: 1-5.2. Pembangunan Gereja Al-Qullais: Abrahah, wakil Raja Najasyi (penguasa Habasyah) di Yaman, membangun gereja megah bernama al-Qullais di Shan'a untuk menarik perhatian Romawi dan mengalihkan orang Arab agar tidak lagi berhaji ke Ka'bah.3. Pemicu Kemurkaan Abrahah: Seorang pria dari suku Kinanah (Quraisy) yang tidak terima mendatangi al-Qullais lalu mengotori dinding gereja tersebut dengan kotoran manusia.4. Mobilisasi Pasukan Gajah: Abrahah murka dan memimpin pasukan besar ke Makkah untuk menghancurkan Ka'bah menggunakan sekelompok gajah, dipimpin gajah terbesar bernama Mahmud.5. Gagalnya Perlawanan Arab: Kabilah-kabilah Arab sempat mencoba melawan namun kalah karena kalah jumlah, tidak bersatu, dan gentar melihat gajah.6. Penunjuk Jalan Abrahah: Nufail bin Habib al-Khatsโami (tawanan Abrahah) dan Abu Righal (utusan kabilah Tsaqif dari Thaif) dipaksa/diutus menjadi penunjuk jalan pasukan Abrahah menuju Makkah.7. Perampasan Harta Penduduk: Setibanya di al-Mughammas (dekat Makkah), pasukan Abrahah merampas harta penduduk, termasuk 200 ekor unta milik Abdul Mutthalib (pemimpin Quraisy).8. Strategi Non-Militer Quraisy: Suku Quraisy di bawah arahan Abdul Mutthalib sepakat untuk tidak melakukan perlawanan militer sama sekali demi keselamatan mereka.9. Pertemuan: Abdul Mutthalib menemui Abrahah hanya untuk meminta kembali unta-untanya yang dirampas. Saat Abrahah heran mengapa ia tidak membela Ka'bah, Abdul Mutthalib menjawab bahwa dirinya adalah pemilik unta, sedangkan Ka'bah memiliki Pemiliknya sendiri (Allah) yang akan melindunginya.