Rangkuman 9 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita
7. Mencela dan Mengutuk (Part 3)Mencela dan melaknat memiliki banyak variasi dan bentuknya, yakni antara lain:Mencela waktu.Mencela waktu, tatkala tertimpa suatu bencana atau musibah, sepertinya mereka mencela Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena Allah-lah yang mengatur segala sesuatu dengan kuasa dan hikmahnya.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:«“Anak cucu Adam menyakiti-Ku. Ia mencela masa, padahal Akulah pengatur masa. Aku membalikkan siang dan malam.”» [HR. Bukhari dan Muslim]Riwayat lain menyebut:«“Jangan mencela masa, karena sesungguhnya Allah-lah pengatur masa.”»Mencela angin.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Janganlah kalian mencela angin. Bila melihat sesuatu yang tidak kalian suka, ucapkan: Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan apa yang diperintahkan kepadanya.”»[HR. Tirmidzi]Mencela ayam.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Janganlah kalian mencela ayam jantan, karena sesungguhnya ia membangunkan untuk sholat.”»(Shahihul Jami'), [HR. Abu Dawud]Mencela kutu.Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Jangan mencelanya. Mereka adalah sebaik-baik binatang, karena membangunkan kalian untuk mengingat Allah.”»[HR. Tabrani].Mencela hewan.Dari Imran bin Husain radhiyallahu anhu, ia berkata:Saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedang berada dalam perjalanan, ada seorang wanita Anshar yang merasa jemu di atas punggung unta. Kemudian wanita itu melaknatnya.Mendengar laknat seperti itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Ambillah apa yang ada padanya dan tinggalkanlah ia karena ia terkutuk.”»Imran berkata:«“Seakan-akan aku melihatnya sekarang, ia perempuan itu berjalan di antara manusia tanpa seorang pun memperhatikannya.”»[HR. Muslim]Mencela demam.Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjenguk Ummu Saib atau Ummu Musyayyab. Lalu berkata:«“Ummu Saib atau Ummu Musyayyab, kenapa kamu gemetar?”»Ia menjawab:«“Demam, semoga Allah tidak memberkahinya.”»Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:«“Jangan mencela demam, karena demam menghapus kesalahan-kesalahan manusia laksana tungku pandai besi menghilangkan kotoran besi.”»[HR. Muslim]













