# AMALAN SEORANG MUSLIMAH SEHARI SEMALAM Pada dasarnya, amalan yang dilakukan oleh laki-laki juga merupakan amalan yang dapat dilakukan oleh wanita. Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan laki-laki dan wanita yang beriman dalam banyak ayat Al-Qur'an. Hal ini menunjukkan bahwa baik laki-laki maupun wanita hendaknya berusaha untuk beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan memperbanyak amal saleh.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa siapa saja yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik. Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan keberkahan.Oleh karena itu, secara umum amalan keseharian seorang wanita dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak jauh berbeda dengan amalan seorang laki-laki. Memang terdapat beberapa perbedaan dalam perkara tertentu, tetapi secara umum seorang wanita juga dapat mengisi hari-harinya dengan berbagai amal saleh.## Pentingnya Menjaga Waktu dan UmurHal yang perlu kita sadari adalah bahwa kita hidup pada zaman ketika waktu sangat mudah terbuang. Padahal, umur dan waktu yang Allah berikan kepada kita akan dimintai pertanggungjawaban.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa seorang hamba akan ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga menyebutkan bahwa ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.Karena itu, ketika kita menyadari bahwa umur akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita harus mulai mempersiapkan jawaban: untuk apa umur kita digunakan dan ke mana waktu kita dihabiskan?Jangan sampai ketika ditanya oleh Allah, ternyata sebagian besar waktu kita habiskan untuk perkara yang tidak bermanfaat.Pembahasan mengenai amalan keseharian wanita muslimah ini merupakan salah satu upaya untuk membantu kita mengatur dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Seorang wanita memiliki banyak rutinitas dalam kehidupan sehari-hari, seperti makan, tidur, memasak, mengurus suami, mengurus anak, dan berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya. Semua aktivitas tersebut hendaknya diatur sehingga menjadi aktivitas yang bermanfaat dan, dengan niat yang benar, dapat menjadi jalan untuk memperoleh pahala.## Jangan Sampai Waktu Terbuang Sia-SiaSalah satu permasalahan pada zaman sekarang adalah banyaknya waktu yang terbuang karena internet, media sosial, berita, dan berbagai hal yang membuat kita penasaran untuk melihat sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.Terkadang seseorang dapat menghabiskan berjam-jam di depan televisi atau layar handphone hanya untuk melihat berita, mengikuti kehidupan orang lain, membaca komentar, atau melihat berbagai hal yang tidak memberikan manfaat.Sebagian informasi memang bermanfaat, tetapi banyak pula yang hanya membuat umur kita berlalu tanpa memberikan nilai bagi kehidupan kita.Karena itu, mari kita renungkan: setelah umur kita berjalan sekian lama, apa produktivitas yang sudah kita hasilkan? Berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk membaca Al-Qur'an, berdzikir, belajar, beribadah, membantu keluarga, dan melakukan amal saleh? Dan berapa banyak pula waktu yang terbuang untuk menonton, mengikuti berita yang tidak bermanfaat, membaca komentar, serta melihat berbagai kemewahan yang tidak perlu?Sementara itu, umur kita terus berjalan dan semakin mendekatkan kita kepada pertemuan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan agar kita memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa muda sebelum masa tua, waktu luang sebelum datang kesibukan, kesehatan sebelum datang sakit, masa hidup sebelum datang kematian, dan kekayaan sebelum datang kemiskinan.Selama masih muda, manfaatkan masa muda untuk beramal saleh. Selama masih sehat, manfaatkan kesehatan untuk beribadah. Selama masih memiliki waktu luang, gunakan untuk perkara yang bermanfaat. Selama masih hidup dan masih bisa bernapas, berdzikir, membaca Al-Qur'an, serta merenungkan keagungan Allah, lakukanlah amal tersebut sebelum datang kematian.Demikian pula dengan harta. Selama masih memiliki kemampuan, manfaatkan harta untuk bersedekah dan berinfak. Betapa banyak orang yang menyesal setelah meninggal dunia karena tidak sempat bersedekah, padahal ketika hidup ia memiliki harta.Oleh karena itu, jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar kemewahan, mengikuti kehidupan para artis, melihat barang-barang mewah, atau memperhatikan perkara dunia yang tidak membawa manfaat. Bukan berarti kita tidak boleh menikmati kehidupan. Kita boleh berjalan-jalan, berekreasi bersama anak dan suami, atau menikmati waktu bersama keluarga. Namun, kita harus menyadari bahwa waktu kita terbatas.## Memulai Hari dengan Bangun Sebelum SubuhSalah satu cara untuk mengatur waktu adalah dengan memulai hari sejak sebelum Subuh.Yang terbaik adalah seorang wanita berusaha memiliki waktu untuk berdua dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala pada sepertiga malam terakhir. Waktu tersebut merupakan waktu yang sangat baik untuk berdoa, memohon kepada Allah, dan mendekatkan diri kepada-Nya.Tidak harus dalam waktu yang lama. Jika belum mampu bangun satu jam sebelum Subuh, cukup mulai dengan setengah jam. Bahkan, jika hanya mampu beberapa belas menit, tetaplah berusaha.Misalnya, jika waktu Subuh sekitar pukul 04.00, kita dapat mengatur waktu tidur agar bisa bangun sekitar pukul 03.30 atau sebelumnya. Kita dapat mengerjakan salat malam dan salat Witir meskipun hanya beberapa rakaat.Yang penting adalah membangun kebiasaan dan memiliki tekad.Sering kali seseorang mampu bangun sangat pagi ketika memiliki keperluan tertentu. Misalnya, ketika harus mengejar pesawat, seseorang dapat bangun pukul 01.00 atau 02.00 karena takut terlambat dan mengalami kerugian.Maka, hendaknya kita memiliki perhatian yang lebih besar terhadap kehidupan akhirat. Jangan sampai kita rela bangun sangat pagi untuk urusan dunia, tetapi merasa berat untuk bangun beberapa menit untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.## Amalan Ketika Bangun TidurKetika bangun tidur, jangan lupa membaca doa bangun tidur. Kita juga dapat mengamalkan sunnah-sunnah yang dianjurkan ketika bangun tidur, termasuk membaca ayat-ayat terakhir Surah Ali 'Imran sebagaimana disebutkan dalam materi.Untuk membantu bangun malam, kita dapat memasang alarm. Letakkan alarm agak jauh dari tempat tidur sehingga kita harus bergerak untuk mematikannya.Setelah bangun, kita dapat melaksanakan salat malam, salat Witir, kemudian berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.Inilah waktu yang sangat baik untuk mencurahkan segala keluh kesah kepada Allah. Jika memiliki masalah, jangan hanya mencurahkan semuanya kepada manusia. Curhatlah kepada Allah.Katakan kepada Allah bahwa hanya kepada-Nya kita berharap. Serahkan segala urusan kepada-Nya dan mohon pertolongan-Nya.Perbanyak pula istighfar pada waktu sahur. Waktu sahur merupakan waktu yang sangat baik untuk beristighfar dan memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.## Ketika Mendengar Azan SubuhKetika azan berkumandang, tinggalkan sejenak handphone dan aktivitas lainnya. Dengarkan azan dengan penuh perhatian dan ikuti lafaz yang diucapkan muazin.Setelah azan selesai, bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berdoa kepada Allah agar memberikan wasilah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.Di antara amalan sederhana yang dapat dilakukan ini terdapat keutamaan yang besar. Karena itu, jangan meremehkan amalan yang terlihat sederhana.Setelah azan, kita dapat melaksanakan salat sunnah dua rakaat sebelum Subuh atau yang dikenal dengan salat qabliyah Subuh.Dua rakaat sebelum Subuh memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat memperhatikan dua rakaat ini dan tidak meninggalkannya.Dalam materi disebutkan contoh bacaan: rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Surah Al-Kafirun, sedangkan rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas.Setelah salat sunnah, kita dapat menggunakan waktu sebelum iqamah untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.## Wanita dan Salat di RumahBagi seorang wanita, salat di rumah merupakan perkara yang sangat baik. Wanita tidak harus menunggu iqamah di masjid sebagaimana orang yang berada di masjid.Selama waktu salat masih ada, seorang wanita tetap dapat melaksanakan salat sesuai waktunya.Misalnya, jika azan Subuh telah berkumandang tetapi seorang wanita baru bangun beberapa saat kemudian, selama matahari belum terbit, ia masih dapat melaksanakan salat qabliyah Subuh kemudian salat Subuh.Hal yang sama berlaku pada salat lainnya. Seorang wanita tidak harus menunggu iqamah di masjid. Yang menjadi perhatian adalah waktu salatnya masih tersedia.Jika seseorang tertinggal salat qabliyah Subuh, dalam materi juga disebutkan bahwa ia dapat mengerjakannya setelah salat Subuh atau pada waktu lainnya sesuai tuntunan yang dipelajari.## Dzikir Pagi dan PetangSetelah selesai salat Subuh, salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah dzikir pagi.Dzikir pagi dan petang merupakan amalan yang sangat baik untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupan. Di dalamnya terdapat doa memohon petunjuk, pertolongan, perlindungan, dan berbagai kebaikan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.Kita tidak perlu merasa bahwa dzikir tersebut terlalu lama. Jika dibaca dengan perlahan dan penuh penghayatan, mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit.Kalau kita mampu menghabiskan waktu setengah jam atau satu jam untuk membaca berita dan melihat handphone, seharusnya kita juga mampu menyediakan waktu beberapa menit untuk berdzikir kepada Allah.Jika belum hafal, kita dapat menggunakan buku atau aplikasi sebagai panduan.Yang terpenting adalah membiasakan diri sehingga hati merasa ada sesuatu yang kurang apabila tidak melakukan dzikir pagi dan petang.## Mengisi Waktu dengan Perkara yang BermanfaatSetelah menyelesaikan ibadah, gunakan waktu yang ada untuk aktivitas yang bermanfaat.Kita dapat menelepon orang tua, saudara, kakak, adik, atau teman. Jika dilakukan dengan niat silaturahmi dan menyenangkan hati orang lain karena Allah, insyaallah aktivitas tersebut dapat menjadi bernilai pahala.Jika ingin refreshing, pilihlah refreshing yang bermanfaat. Misalnya, menonton kajian atau video yang memberikan manfaat. Bahkan aktivitas duniawi seperti belajar memasak juga dapat bernilai baik apabila diniatkan karena Allah.Dengan demikian, kita berusaha agar tidak ada waktu yang terbuang hanya untuk melihat berita yang tidak bermanfaat, mengikuti kehidupan orang lain, membaca komentar yang tidak perlu, atau melihat berbagai perkara yang hanya menjadi beban pikiran.## Salat DhuhaSekitar pukul 09.30, 10.00, atau 10.30 merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan salat Dhuha.Waktu salat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan telah berlalu beberapa waktu, hingga sebelum masuk waktu Zuhur.Dalam materi disebutkan bahwa waktu yang lebih utama adalah ketika matahari sudah mulai terasa panas dan sebelum masuk waktu Zuhur.Salat Dhuha minimal dua rakaat. Jika mampu, dapat mengerjakan lebih dari dua rakaat.Seorang wanita dapat berusaha menjadikan salat Dhuha sebagai bagian dari rutinitas hariannya. Dengan demikian, di tengah kesibukan rumah tangga, tetap terdapat waktu khusus untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.## Istirahat Juga Bagian dari Mengatur WaktuJika merasa lelah, seorang wanita juga boleh beristirahat. Tidur di siang hari dapat menjadi salah satu cara untuk mengembalikan tenaga agar dapat menjalankan aktivitas dengan lebih baik.Misalnya, setelah suami dan anak-anak menyelesaikan aktivitas masing-masing, seorang wanita dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pekerjaan.Istirahat bukan berarti membuang waktu apabila dilakukan dengan niat menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri agar dapat kembali menjalankan kewajiban dengan baik.## Menyambut Waktu ZuhurSeorang wanita hendaknya memiliki perhatian terhadap waktu salat. Ketika waktu Zuhur sudah dekat, mulailah mempersiapkan diri.Ketika azan berkumandang, lakukan sebagaimana ketika mendengar azan Subuh: dengarkan, jawab azan, bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.Setelah itu, dapat melaksanakan salat sunnah qabliyah Zuhur, kemudian salat Zuhur.Dalam materi disebutkan bahwa salat qabliyah Zuhur dapat dikerjakan empat rakaat atau dua rakaat. Setelah salat Zuhur, dapat dilanjutkan dengan salat sunnah ba'diyah.## Berusaha Menghafal Al-Qur'anDi usia berapa pun, seorang wanita hendaknya tidak berhenti belajar dan menghafal Al-Qur'an.Salah satu target yang dapat diusahakan adalah memiliki hafalan Juz 'Amma.Caranya adalah dengan mencari guru tahfidz atau bergabung dengan kelompok belajar. Kita dapat melakukan setoran hafalan secara rutin, meskipun hanya satu ayat.Tidak perlu merasa terbebani dengan target yang terlalu besar. Jika mampu menghafal satu ayat secara rutin, teruslah lakukan. Jika membutuhkan waktu satu tahun atau bahkan dua tahun, tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah adanya usaha dan istiqamah.Memiliki hafalan Al-Qur'an juga dapat membantu meningkatkan semangat dalam beribadah. Ketika memiliki hafalan, kita dapat membacanya dalam salat sunnah, salat malam, dan berbagai kesempatan lainnya.## Memanfaatkan Waktu Menjelang AsarSetelah menyelesaikan berbagai aktivitas, manfaatkan waktu menjelang Asar dengan perkara yang bermanfaat.Ketika azan Asar berkumandang, kembali lakukan amalan sebagaimana ketika mendengar azan: menjawab azan, bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.Setelah itu, laksanakan salat Asar.Untuk salat Asar tidak terdapat salat rawatib qabliyah dan ba'diyah sebagaimana pada beberapa salat lainnya. Namun, dalam materi disebutkan adanya anjuran salat empat rakaat sebelum Asar. Salat tersebut merupakan salat sunnah yang dianjurkan, meskipun bukan termasuk sunnah muakkadah.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mendoakan rahmat bagi orang yang melaksanakan salat empat rakaat sebelum Asar.## PenutupInti dari pembahasan ini adalah bagaimana seorang wanita muslimah dapat memanfaatkan waktu yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya.Kehidupan seorang wanita memang dipenuhi dengan berbagai aktivitas: mengurus rumah, memasak, mengurus anak, melayani suami, beristirahat, belajar, dan melakukan berbagai kegiatan lainnya. Namun, dengan niat yang benar, aktivitas duniawi pun dapat menjadi bernilai ibadah.Karena itu, jangan biarkan waktu berlalu tanpa manfaat.Bangunlah sebelum Subuh, dekatkan diri kepada Allah, laksanakan salat malam dan Witir, jawab azan, jaga salat wajib dan sunnah, berdzikir pagi dan petang, membaca Al-Qur'an, menghafalnya, melaksanakan salat Dhuha, beristirahat ketika diperlukan, menjaga hubungan dengan keluarga, dan mengisi waktu luang dengan perkara yang bermanfaat.Kita tidak tahu berapa lama lagi umur kita. Yang pasti, setiap hari yang berlalu berarti umur kita semakin berkurang.Maka, selama Allah masih memberikan kesehatan, kesempatan, waktu, dan kehidupan, manfaatkanlah semuanya untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.Semoga setiap waktu yang kita gunakan untuk kebaikan menjadi bekal bagi kita ketika bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.