Nasihat Untukmu Wahai Muslimah - Ustadz Dr. Firanda Andirja
Ciri-ciri orang beriman : mau memberi nasehat jika diminta dan siap untuk diberi nasihat.Karenanya Allah berfirman (yang artinya) :“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu merugi (laki-laki dan perempuan, tua maupun muda), kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran.” (Al-’Asr : 1-3)Tawashi : saling berwasiat yaitu saling menasehati maka seorang mukmin jika diminta nasehat, maka dia menasehati. Dan jangan angkuh/sombong jika dinasehati.Do'a :“Ya Allah, jadikanlah hari terbaik kami adalah hari bertemu dengan Engkau, jadikanlah umur kami yang terbaik adalah umur yang terakhir dan jadikanlah amal kami yang terbaik adalah penutupnya.”Definisi Wanita ShalihahDalam Surat An-Nisa’ : 34, menjelaskan tentang siapa yang dimaksud dengan wanita Shalihah.“Wanita-wanita yang shalihah adalah wanita yang taat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada, dengan penjagaan yang Allah berikan kepadanya.”Isyarat bahwasanya wanita tidak bisa menjaga dirinya dan harta suaminya ketika suaminya tidak ada kecuali dengan penjagaan Allah.Wanita shalihah : mampu menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada dan harta suaminya meskipun suaminya tidak tahu.Ciri wanita shalihah : yang menunaikan hak Allah (dengan qonitatnya) dan menunaikan hak suami (dengan hafidhatnya)Hak-hak lain, itu nomor 2. Hak utama : hak Allah dan hak suami.Dalam banyak hadits, Rasulullah menggabungkan kedua hal ini. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,“Jika seorang wanita shalat 5 waktu (hak Allah), berpuasa Ramadhan (hak Allah), menjaga kemaluannya (hak Allah; tidak boleh berzina. Dan hak suami; tidak boleh berkhianat sama suaminya), dan taat kepada suaminya (hak suami), maka dikatakan kepadanya, ‘masuklah ke dalam Surga dari pintu mana saja yang kau kehendaki.’” (HR Ahmad)Tugas wanita shalihah : menunaikan hak Allah dan hak suami.Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan menyuruh seorang istri sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)Rasulullah menyampaikan di akhir hadits, “Tidak mungkin seorang wanita menunaikan hak Allah sampai dia menunaikan hak suaminya.”Ayat-ayat yang terkait hak Allah, banyak disebutkan dalam surat Al-Ahzab.Surat Al-Ahzab : 59Allah berfirman,“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri-putrimu, dan wanita-wanita kaum mukminin. “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan agar mereka tidak diganggu. Dan sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab : 59)Jilbab wajib cuman untuk 3 model wanita : Istri Nabi, Anak Nabi, dan Wanita-wanita Muslimah.Selain 3 wanita ini, jilbab tidak wajib.Nabi diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan kepada istrinya, putrinya, dan wanita mukminat agar menjulurkan jilbab mereka ke tubuh mereka. Kemudian Allah menyebutkan ‘sebab’ kenapa mereka harus memakai jilbab. “Agar mereka dikenal sehingga mereka tidak diganggu.”Ada yang mengatakan:1. Dahulu ada 2 model wanita: wanita merdeka (al-Harair) dan wanita-wanita budak (Ima)Wanita budak : tidak pakai jilbab.Wanita merdeka : pakai jilbab.Disuruh untuk memakai jilbab : agar tahu ini wanita merdeka, jangan sampai diganggu sebagaimana wanita budak sering diganggu.2. Maksudnya, ‘hendaknya pakai jilbab’ agar diketahui bahwa wanita yang berjilbab ini wanita yang 'afifat (wanita yang menjaga diri; bukan wanita yang nakal, atau yang mudah diganggu)Fungsi jilbab : menjaga wanita. Agar orang yang melihat mengetahui bahwa wanita tsb adalah wanita yang baik-baik, sehingga pria segan untuk menggoda, mengganggu, iseng, usil sama wanita tsb.Para ulama menjelaskan ketika wanita memakai jilbab, jilbabnya harus menggambarkan akan hal ini. Bukan jilbab yang malah menarik perhatian atau jilbab yang membuat lelaki semakin memandangnya, atau jilbab yang membuat orang untuk iseng menggodanya.Ketika memakai jilbab gunakan jilbab yang syar'i (yang mewujudkan tujuan ini)Sekarang banyak jilbab-jilbab tetapi justru menarik perhatian.Makanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan di akhir zaman ada wanita yang berpakaian tapi telanjang.Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,“Ada 2 model manusia yang belum pernah aku lihat (dan 2 golongan ini menjadi peghuni Neraka) 1. Ada laki-laki yang memiliki cambuk seperti ekor sapi sedang menyiksa manusia, dan2. Wanita yang berpakaian tapi telanjang, jalannya berlenggak-lenggok yang menarik perhatian, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita ini tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma wangi Surga.”Wanita yang berpakaian tapi telanjang ada beberapa model:1. Berpakaian tapi sangat tipis sehingga nampak dibalik pakaiannya.2. Berpakaian tapi terbuka auratnya. Pakaiannya kekecilan semua. Sehingga lengan, betis, paha, dan dada nya terlihat.3. Menutup seluruh tubuhnya tapi terlihat lekuk tubuhnya.Meskipun tidak terlihat warna kulit tapi lekukan tubuhnya kelihatan dengan pakaian tsb. Dan sudah ada di zaman sekarang.Ada istilahnya Jilbub/Jilbob.Jilbab yang syar'i : Jilbab yang tidak menarik perhatian.Pakaian yang dilarang oleh Nabi : Pakaian Syuhra (pakaian yang menarik perhatian)Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda : “Barangsiapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia maka Allah akan membuat dia memakai pakaian kehinaan pada hari kiamat kelak.”Pakaian syuhrah (pakaian ketenaran) : 1. Pakaian yang terlalu indah sehingga menarik perhatian 2. Pakaian yang terlalu buruk sehingga juga menarik perhatianNabi Shallallahu'alaihi Wasallam pakai pakaian seperti sahabat yang lain. Sehingga saat ada orang datang dari luar, mereka bingung ‘Muhammad yang mana?’ Karena pakaian Nabi sama, modelnya sama. Sehingga para sahabat menyarankan untuk membuat gundukan agar Nabi duduk diatas gundukan tsb sehingga orang dapat mengenal mana Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam.Demikian juga saat Nabi berhijrah dari Mekkah menuju Madinah. Nabi berhijrah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'anhu dan banyak kaum Anshar yang belum pernah melihat Nabi dan belum pernah melihat Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ketika Nabi masuk di Madinah, mereka menyambut Abu Bakar karena mengira Abu Bakar itulah yang Nabi. Mereka menyalami Abu Bakar, dan Abu Bakar pun diam saja.Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam duduk kemudian ada terik matahari dan Abu Bakar menaungi Nabi, barulah mereka tahu ternyata Nabi yang satunya.Tujuan jilbab : agar tidak dilihat, agar orang segan melihat. Bukan malah membuat semakin dilihat.Pakai warna apa saja boleh. Mau merah, kuning, hijau.Karena di daerah kita seperti itu.Tetapi bila warna tsb terlalu menarik perhatian maka itu bukan pakaian syar'i.Jangan memakai pakaian yang membuat lelaki melirik.Fungsi Jilbab Syar’i diluar rumah bagi wanita : pahalanya mengalir terus.Karena dia sedang menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ditengah-tengah para wanita yang tidak memakai pakaian syar’i, dia pakai pakaian Syar’i.Ini kemuliaan seorang wanita dan sebab diampuni oleh Allah.Allah menyuruh demikian : karena Allah sayang kepada kita (wanita). Supaya kita (wanita) tidak rusak hatinya, tidak diganggu dan dilirik oleh lelaki.Jangan memakai pakaian yang sudah indah-indah kemudian dipajang di medsos.Demi Allah, Ibu-Ibu yang memakai jilbab syar'i : itulah ibu-ibu yang bahagia.Wanita yang keluar sana sini bicara dengan lelaki, kontak dengan para lelaki, dilirik sama laki-laki, jadi pusat perhatian, ingin diperhatikan : wanita yang tidak bahagia, karena tujuan dia ingin diperhatikan sama lelaki. Suami di rumah tidak diperhatikan tapi ingin diperhatikan oleh lelaki diluar, ingin dilihat, ingin dipuji.Bahagia itu di rumah. Ciptakan keindahan bersama suami.Surat Al-Ahzab : 28-29Ayat-ayat ini turun kepada istri-istri Nabi tapi berlaku juga kepada wanita-wanita mukminah.Yaitu, Nabi menyuruh istri-istrinya untuk memilih; Memilih Nabi atau dunia.Para sahabat berjihad bersama Nabi sehingga mereka meraih banyak ghanimah (harta rampasan perang), mulailah mereka memberikan kepada istri-istrinya. Namun, istri-istri Nabi tidak diberikan seperti wanita-wanita yang ada. Istri-istri Nabi kesembilannya kompak meminta tambahan uang belanja dapur.Menunjukkan bahwa : wanita tidak maksum. Mereka salah untuk menjadi contoh bagi kita sehingga mereka memperbaiki diri mereka.Nabi tidak kuat, dan tidak tidur di rumah satu istri pun. 9 istri ditinggalkan semua oleh Nabi. Kota Madinah pun menjadi heboh. Menyangka bahwa Nabi telah menceraikan istri-istrinya. Banyak sahabat yang menangis.Akhirnya Umar bin Khaththab mengecek, ternyata tidak.Setelah 1 bulan Nabi memboikot istri-istri Nabi, turunlah ayat untuk menyelesaikan permasalahan.Allah berfirman (yang artinya) :“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, ‘jika kalian menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka kemarilah, aku akan berikan mut’ah dan aku akan menceraikanmu dengan cara yang baik.Artinya : Kalian kalau begini caranya, tidak pantas menemaniku (Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam)Tapi jika kalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya dan Surga (kesenangan di akhirat) maka Allah siapkan bagi wanita-wanita yang muhsinah diantara kalian ganjaran yang agung’.” (Al-Ahzab : 28-29)Ketika turun ayat ini, Nabi datangi istrinya satu persatu. Akhirnya, sembilan istri Nabi memilih Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, siap hidup susah bersama Rasulullah Shallallaahu’alaihi Wasallam. Hingga setelah itu, Allah melarang Nabi untuk menikahi wanita yang lain setelah sembilan istri Nabi semuanya ridha dengan kehidupan Nabi.Jadilah wanita yang orientasinya akhirat.Seharusnya kita mulai menata diri untuk orientasi akhirat.Beli mobil bagus niatkan untuk bersafar agar bisa dakwah, agar bisa silaturahmi, agar anak nyaman saat bersafar. Bukan untuk saingan sama tetangga.Pikiran kita harus selalu akhirat. Sehingga semua kegiatan kita, semua yang kita beli, semua yang kita keluarkan, semuanya berpahala disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.Maka, jangan salah bergaul. Karena jika salah bergaul, wanita yang tadinya ukhrawi, pikirannya selalu qanaah, ibadah. Begitu salah bergaul dengan wanita yang pikirannya sosialita, pikirannya menjadi dunia, style, gaya.Dalam hadits, Rasulullah bersabda, “Silahkan makan, minum, konsumtif, belanja, dengan syarat tidak boleh berlebih-lebihan (israf) dan sombong.”Israf menurut Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari :“Membeli sesuatu dengan harga yang mahal dengan manfaat yang kecil.”Mengeluarkan biaya yang banyak, untuk meraih sesuatu yang manfaatnya sedikit.Contoh: tas harganya 600 juta.Fungsi tas : cuman simpan hp.Silahkan membeli barang yg bagus jika memang harganya cocok dan manfaatnya luar biasa.Surat Al-Ahzab : 31Allah berfirman, “Siapa diantara kalian (istri-istri Nabi) yang taat kepada Allah dan RasulNya dan beramal shaleh, maka Kami akan memberikan kepada dia pahala dua kali lipat dan Kami siapkan baginya rezeki yang mulia (Surga).”Seorang wanita berusaha memiliki amal shaleh. Kesehariannya hendaknya punya amal shaleh. Buatlah jadwal rutin amal shaleh.Awalnya terasa berat namun lama-lama akan ketagihan, dan akan terasa ringan. Jika tidak melakukan, akan merasa ada yang kurang.Wanita shalihah jangan sampai BENGONG. Diam gak tahu mau ngapain.Akhirnya buka Youtube ➡️ lihat berita artis ➡️ nonton ➡️ waktu jadi terbuang.Jika bengong ➡️ baca dzikir.Jangan sampai umur kita terbuang TANPA amal shaleh.Umur kita terbatas. Setiap detik yang kita lewati akan mempengaruhi level kebahagiaan kita di Alam Barzakh maupun di akhirat.Semua grup yang membuat kita (wanita) bengong, tinggalkan.Semua grup yang membuat kita (wanita) semakin lupa dengan akhirat, tinggalkan grup itu.Jika ada pengajian yang mengatakan : masuk Surga kalau dekat dengan Ustadz Fulan, Syekh Fulan, Habib Fulan, maka ini adalah pengajian sesat.Orang bisa selamat dengan amal shalehnya sendiri-sendiri.Surat Al-Ahzab : 32 Allah berfirman :“Wahai Istri Nabi, kalian tidak seperti wanita-wanita yang lain, jika kalian bertakwa kepada Allah. Maka jangan tunduk (mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga orang yang punya penyakit akan condong kepadamu. Dan ucapkanlah perkataan yang baik.”Para ulama mengatakan, hukum asal suara wanita bukan aurat selama dia bicara yang wajar.Dan bisa menjadi aurat jika mendayu-dayu.Wanita memang dari sana nya suaranya halus, lembut.Maka jangan menyengaja-i suara yang mendayu.Jika bicara dengan laki-laki, bicaralah dengan suara yang wajar jangan genit-genit.Tidak mengapa wanita berbicara dengan laki-laki selama tidak khalwat.Surat Al-Ahzab : 33Allah berfirman,“Dan hendaklah kamu menetap di rumahmu dan jangan bertabarruj sebagaimana bertabarruj nya bertingkah laku orang-orang Jahiliyah dahulu. Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian wahai ahlul bait dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.”Wanita di rumah saja jika diniatkan karena Allah : mendapatkan pahala.Keluar rumah hanya untuk keperluan saja.Maka, berusaha ciptakan kenyamanan di rumah.Berusaha menjadikan rumah sebagai kenyamanan.Ibu-ibu yang hobi keluar rumah : ada masalah.Ini perbedaannya laki-laki dengan wanita.Laki-laki disuruh keluar, cari rezeki.Allah mengatakan, “Bertebaranlah di muka bumi, cari rezeki. Carilah karunia Allah ke tempat-tempat tinggi cari rezeki.”Sedangkan perempuan tidak. Sampai Rasulullah mengatakan bahwa shalat wanita di rumahnya lebih afdhal daripada di masjid.Jangan suka tampil.Yang suka tampil : wanita jahiliyah dahulu. Agar dilihat oleh para lelakiIbu-ibu berusahalah shalat malam.Karena kan ada istirahatnya (haid)Harusnya habis libur, semangat lagi.Surat Al-Ahzab : 35Allah berfirman, “Laki-laki muslim dan wanita-wanita muslimah, laki-laki mukmin dan wanita-wanita mukminah, laki-laki dan wanita yang taat beribadah, sabar dalam beribadah, jujur gak suka bohong, wanita yang sabar,(Bersabar untuk tidak nonton korea butuh kesabaran, untuk tidak nonton macam-macam buttuh kesabaran. Agar tidak ditonton : jangan di klik)yang khusyuk (takut kepada Allah), wanita-wanita yang sering bersedekah, wanita-wanita yang suka berpuasa, yang menjaga kemaluan mereka,(Diantara bentuk menjaga kemaluan : tidak berinteraksi dengan laki-laki yang tidak halal baginya. Jangan membuka celah sama sekali)Jaga kemaluan : jaga dari hal-hal yang bisa mengantarkan pada pengkhianatan.banyak berdzikir kepada Allah.”





