📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Perilaku: Semua adalah KomunikasiTopik: Lebih Jauh Tentang TantrumTantrum bukan sekadar perilaku buruk atau taktik anak untuk mendapatkan sesuatu. Tantrum merupakan cara anak mengungkapkan perasaan seperti frustrasi, marah, sedih, kecewa, atau merasa kehilangan kendali.Saat anak tantrum, orang tua perlu melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik perilaku tersebut, bukan hanya berusaha menghentikan tantrumnya.Validasi perasaan sangat penting. Kita bisa mengatakan, misalnya: “Kamu marah karena aku tidak membiarkanmu melakukan itu.” Anak tetap boleh merasakan marah, meskipun perilakunya tetap perlu dibatasi.Tantrum dapat dipengaruhi oleh kelelahan, lapar, terlalu banyak stimulasi, perubahan situasi, keterbatasan kemampuan anak, atau rasa tidak berdaya.Orang tua perlu membedakan antara perasaan dan perilaku: perasaan anak diterima, tetapi perilaku yang menyakiti diri sendiri/orang lain tetap diberi batas.Hindari mempermalukan, mengancam, atau membuat anak merasa bahwa emosinya salah. Sebaliknya, dampingi anak sampai ia kembali tenang.Ketika anak sudah tenang, orang tua dapat membantu anak memahami apa yang terjadi, mengenali perasaannya, dan mencari solusi.Jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa anak “keras kepala”. Perilaku anak sering kali merupakan petunjuk tentang kebutuhan atau kesulitan yang sedang mereka alami.Dalam menghadapi anak, penting untuk melihat peran kita sendiri dalam situasi tersebut. Kadang perilaku anak muncul atau semakin kuat karena pola interaksi antara anak dan orang tua.Orang tua juga perlu mengenali pemicu tantrum, misalnya tuntutan yang terlalu tinggi, terlalu banyak aktivitas, atau kurangnya waktu istirahat, lalu melakukan penyesuaian.Memberikan pilihan dan kesempatan untuk mandiri dapat membantu anak merasa memiliki kendali dan kompetensi, sehingga frustrasi berkurang.Tujuannya bukan membuat anak tidak pernah tantrum, tetapi membantu anak belajar mengelola emosi, memahami kebutuhannya, menyelesaikan masalah, serta berkembang menjadi lebih mandiri.Inti pesannyaTantrum adalah komunikasi. Daripada hanya bertanya “Bagaimana menghentikan tantrumnya?”, lebih membantu jika kita bertanya: “Apa yang sedang anak coba komunikasikan melalui perilakunya?”Dan yang paling penting: lepaskan keharusan untuk selalu menjadi pihak yang benar atau menang-kalah. Dengan melihat situasi sebagai sesuatu yang dibangun bersama, kita lebih mudah memahami peran kita dan mengajarkan kerja sama serta kolaborasi kepada anak.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan: Cara Rukuk yang Benar

🌷 Ringkasan: Cara Rukuk yang Benar1. Cara melakukan rukukMembungkukkan badan.Meletakkan kedua tangan di lutut.Melakukan rukuk dengan tuma’ninah, yaitu tenang dan tidak tergesa-gesa.2. Jangan “mencuri” dalam shalat Rasulullah ﷺ menyebut orang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya sebagai orang yang “mencuri dalam shalat.”3. Sempurnakan rukuk dan sujud Rukuk dan sujud harus dilakukan dengan benar dan sempurna, termasuk meluruskan tulang belakang/punggung dan tidak terburu-buru.🌸 Intinya:Shalat yang baik bukan hanya banyak gerakannya, tetapi setiap gerakan dilakukan dengan benar, tenang, dan sempurna.Sumber: Ingin Anak Anda Rajin Shalat? — HR. Ahmad no. 23311 dan HR. Nasa’i no. 1110.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 11 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-An’am: 63Allah subhanahu wata'āla berfirman mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya akan anugerah yang telah diberikan-Nya kepada sebagian dari mereka yang dalam keadaan kritis dari bencana di daratan dan di lautan, yakni mereka yang dalam keadaan bingung karena tertimpa bencana kesusahan di darat dan di laut yang mengamuk ombaknya karena ditiup badai. Dalam keadaan seperti itu mereka mengesakan Allah dalam doanya —bukan kepada yang lain-Nya— serta tidak mempersekutukan-Nya. Pengertian ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman Allah dalam ayat-ayat yang lain:Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru, kecuali Dia. (Al Israa':67), hingga akhir ayat.Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata), "Sesungguhnya jika Engkau menye­lamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.” (Yunus:22)Atau siapakah yang memimpin kalian dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). (An Naml:63)Dan dalam surat ini Allah subhanahu wata'āla berfirman:katakanlah, "Siapakah yang dapat menyelamatkan kalian dari bencana di darat dan di laut, yang kalian berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lembut.”(Al An'am:63)Yang dimaksud dengan tadharru dalam ayat ini ialah dengan suara keras, sedangkan khufyah artinya dengan suara perlahan, yakni kalian berdoa kepada-Nya dengan suara keras dan suara perlahan....(dengan mengatakan), "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari ini,dari kesempitan atau bencana ini....tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”Yakni sesudah selamat darinya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 11 Agustus

"Melayani suami adalah ujian sekaligus ibadah. Sebagaimana suami diuji dengan mencari nafkah, maka istri diuji dengan mengurus rumah tangga dan meraih keridhaan suaminya.""Wanita yang berkah adalah yang hidup sederhana, tidak menuntut berlebihan dan memahami kemampuan suaminya. Ia percaya diri dengan kesederhanaan dan justru dari situlah kemuliaan terpancar."

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
G

Gardina daru adini

📍 Kota Depok

Bab 7~

Yang bisa kita lakukan adalah terus berusaha mendidik, memberi contoh, dan mendoakan mereka.Bahkan hal-hal sederhana seperti menyusui atau menyuapi bisa jadi momen untuk berdoa, semoga apa yang masuk ke tubuh mereka menjadi kebaikan dan membuat mereka tumbuh menjadi anak yang baik, semangat belajar, dan dekat dengan Allah.Jadi, jangan terlalu mengandalkan emosi atau memaksa anak berubah sesuai keinginan kita.Kita ikhtiar mendidik, Allah yang memberi hidayah.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MENGHADAPI RENGEKAN (Bagian 2)

1. Menyalurkan Keluh Kesah Batin Anda SendiriJika Anda merasa terpicu oleh rengekan anak dan Anda dibesarkan dalam rumah tangga yang tidak menoleransi luapan perasaan, cobalah sesuatu.Saat ini, letakkan tangan Anda di dada dan katakan kepada diri sendiri:“Tidak apa-apa kita membutuhkan bantuan dan merasa tidak berdaya.”Mengeluhlah tentang berapa banyak surel yang harus Anda balas, betapa Anda tidak ingin membersihkan rumah, dan betapa lelahnya Anda.Ironisnya, semakin Anda menerima rengekan sendiri, semakin sedikit Anda terpicu olehnya.Ketika anak Anda merengek dan darah Anda mendidih, katakan dengan lantang:“Sebentar. Ibu perlu menarik napas dalam-dalam.”Kemudian, letakkan tangan Anda di dada dan katakan kepada diri sendiri:“Saya aman. Saya bisa melewati ini.”Sambil menarik napas dalam-dalam.Contoh kalimat:“Tidak apa-apa kita membutuhkan bantuan dan merasa tidak berdaya.”“Sebentar. Ibu perlu menarik napas dalam-dalam.”“Saya aman. Saya bisa melewati ini.”2. HumorRespons terbaik untuk rengekan seorang anak adalah keceriaan orang dewasa.Ketika kita menanggapi rengekan dengan kekonyolan atau humor, kita memberikan apa yang paling dibutuhkan seorang anak: keterhubungan dan harapan, yang hadir dalam momen-momen yang menyenangkan.Keceriaan dimaksudkan untuk menghubungkan dan menambah kegembiraan, bukan menjauhkan.Contoh:Ketika anak merengek, Anda dapat merespons dengan nada bercanda:“Oh tidak, tidak, tidak...”(bernyanyi)Atau:“Rengekan itu masuk ke sini lagi!”Kemudian, sambil melihat anak:“Oke, Ibu tidak tahu bagaimana mereka bisa masuk, tapi ayo kita keluarkan bersama-sama!”3. Sampaikan Kembali Permintaan dengan Suara Anda Sendiri dan LanjutkanBanyak orang tua percaya bahwa mereka harus membuat anak mengulangi permintaan dengan suara yang “lebih kuat” setelah merengek, agar tidak “mendukung” rengekannya.Tidak ada yang salah dengan hal ini. Tidak masalah untuk mengatakan:“Bisakah kamu menanyakan hal itu lagi tanpa merengek?”Namun, lakukan dengan cara yang tidak terlalu bertele-tele atau mengendalikan.Kadang, momen kecil dapat meningkat menjadi pertengkaran hebat ketika orang tua bersikeras agar anak mengulangi permintaan dengan nada yang lebih “tepat”.Hal ini tidak sepadan. Daripada menuntut anak mengulangi perkataan, lebih manusiawi jika kita memberikan contoh dan melanjutkannya.Contoh:Anak:“Ayah, aku butuh bukuuuu!”Daripada:“Katakan lagi dengan suara yang lebih kuat.”Cobalah:“Ayah, bisakah tolong ambilkan buku yang kamu butuhkan?”Atau cukup sampaikan permintaannya dengan tegas dan singkat:“Tolong ambilkan buku itu.”4. Lihat KebutuhannyaKetika anak-anak merengek, mereka meminta lebih banyak perhatian, keterhubungan, dan lebih banyak validasi sekaligus.Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menanggapi kebutuhan yang ditunjukkan ini.Contoh:Letakkan ponsel dan katakan:“Ibu meletakkan ponsel karena merasa terganggu dan kamu telah menyadarinya. Ibu di sini sekarang, Ibu di sini.”Berjongkoklah sejajar dengan anak dan katakan:“Ada yang membuatmu gelisah? Ibu percaya padamu. Mari kita cari tahu.”Berempatilah dengan keadaan anak:“Kadang-kadang rasanya sulit sekali menjadi seorang anak. Ibu tahu.”Berikan pelukan:“Keluarkanlah, Sayang. Semuanya terasa begitu buruk. Ibu di sini bersamamu. Tidak apa-apa.”Validasi membantu anak merasa dipahami, bukan sekadar merasa bahwa permintaannya dipenuhi.Good InsideMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Ringkasan Tafsir QS. Ar-Ra’d: 4–6

Kebenaran Al-Qur’an dan bukti kekuasaan AllahAyat-ayat ini melanjutkan penjelasan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah di bumi, bantahan terhadap pengingkaran hari kebangkitan, serta keseimbangan antara rahmat Allah dan azab-Nya.QS. Ar-Ra’d: 4 — Tanda-tanda Kekuasaan Allah di BumiAllah menjelaskan berbagai tanda kekuasaan-Nya pada bumi:bumi dibentangkan luas untuk tempat hidup manusia,gunung-gunung dipancangkan agar bumi stabil,sungai dan mata air dialirkan untuk kehidupan makhluk,buah-buahan diciptakan beraneka warna, bentuk, rasa, dan bau,setiap jenis diciptakan berpasang-pasangan,malam dan siang bergantian dengan teratur.Semua keteraturan ini menunjukkan kebesaran, kebijaksanaan, dan keesaan Allah bagi orang yang mau berpikir.PelajaranAlam semesta bukan terjadi secara kebetulan.Keberagaman ciptaan menunjukkan kesempurnaan ilmu Allah.Pergantian siang dan malam mengingatkan bahwa Allah mengatur waktu dan kehidupan manusia.QS. Ar-Ra’d: 5 — Bantahan terhadap Pengingkaran KebangkitanOrang-orang musyrik merasa heran dan berkata:“Apakah setelah kami menjadi tanah kami akan dibangkitkan kembali?”Allah membantah keheranan mereka:Mereka mengakui Allah menciptakan langit dan bumi.Penciptaan langit dan bumi jauh lebih besar daripada penciptaan manusia.Allah yang mampu menciptakan pertama kali tentu lebih mampu membangkitkan kembali setelah mati.Karena pengingkaran itu, Allah menyebut mereka sebagai orang-orang kafir yang akan mendapat belenggu dan menjadi penghuni neraka yang kekal.PelajaranMengingkari kebangkitan berarti mengingkari kekuasaan Allah.Kebangkitan bukan perkara mustahil bagi Allah.Akibat kekafiran adalah kehinaan dan azab yang kekal.QS. Ar-Ra’d: 6 — Manusia Meminta Azab DisegerakanOrang-orang kafir meminta agar azab segera diturunkan sebagai bentuk ejekan kepada Nabi ﷺ, padahal seharusnya mereka meminta rahmat dan petunjuk.Allah mengingatkan bahwa:banyak umat terdahulu telah dibinasakan,kisah mereka menjadi pelajaran bagi manusia,Allah menunda azab karena luasnya ampunan dan kasih sayang-Nya,namun Allah juga sangat keras siksa-Nya bagi orang yang terus durhaka.Ayat ini menggabungkan harapan (raja’) dan rasa takut (khauf).PelajaranJangan meremehkan ancaman Allah.Jangan putus asa dari ampunan Allah.Hati seorang mukmin harus seimbang antara berharap rahmat Allah dan takut kepada azab-Nya.Inti Pesan Ayat 4–6Alam semesta dengan segala keteraturannya adalah bukti nyata kekuasaan Allah. Karena Allah mampu menciptakan bumi, gunung, sungai, tumbuhan, dan mengatur malam serta siang, maka membangkitkan manusia setelah mati bukanlah hal yang sulit bagi-Nya. Orang yang mengingkari kebangkitan sedang menutup mata dari bukti-bukti yang jelas. Meski demikian, Allah tetap membuka pintu ampunan bagi manusia, namun azab-Nya sangat keras bagi yang terus-menerus mendustakan kebenaran.Hikmah UtamaBiasakan mentadabburi alam agar iman bertambah.Yakin bahwa hari kebangkitan pasti terjadi.Gunakan akal untuk mengenali tanda-tanda kekuasaan Allah.Pelihara keseimbangan antara ikhtiar, harapan kepada rahmat Allah, dan rasa takut kepada azab-Nya.Segera bertaubat sebelum datang hukuman Allah.Kesimpulan SingkatQS. Ar-Ra’d ayat 4–6 mengajarkan bahwa alam semesta adalah bukti kekuasaan Allah, kebangkitan manusia setelah mati adalah pasti, dan seorang mukmin harus hidup di antara harapan akan ampunan Allah dan rasa takut terhadap azab-Nya.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Better me- anna silvia

“Tidak perlu terlalu memuja seseorang, nanti kamu bisa kecewa. Jangan juga terlalu membenci orang, nanti kamu bisa kecewa juga. Lebih baik bersikap biasa-biasa saja.Yang baik tidak sebaik itu, dan yang jahat juga tidak sejahat itu. Anggap saja semua manusia sebagai manusia yang bisa berbuat salah dan bisa berbuat benar. Kalau seseorang berbuat benar, hargai. Kalau seseorang berbuat salah, maafkan. Sudah selesai, tidak perlu dibuat ribet. Cukup biasa-biasa saja.”— Better Me, Anna Silvia

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 13 - Mengembangkan Keterampilan Menyelesaikan Masalah

🌱 Mengembangkan Keterampilan Menyelesaikan Masalah- Berikan anak ruang untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Terlalu sering ikut campur—seperti mengakhiri perdebatan kakak-adik, menyelesaikan puzzle, atau membantu mengerjakan PR—dapat menghambat kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah.- Tunjukkan bahwa Anda percaya mereka mampu. Ketika anak merasa tidak bisa, katakan: «“Ini kelihatannya sangat rumit, tetapi aku percaya kamu bisa.”»- Dorong mereka untuk berpikir kritis dan logis dengan mengajukan pertanyaan, bukan langsung memberikan solusi. «“Menurutmu, bentuk yang kamu perlukan mempunyai sisi yang lurus atau gendut?”» «“Bisakah kamu memikirkan sesuatu yang bisa membantu?”»- Setiap masalah yang berhasil mereka selesaikan secara mandiri dapat membantu membangun harga diri dan kepercayaan diri mereka.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-A’raf:172-173

172, Ingatlah pula -wahai Muhammad- ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak-anak Adam keturunan mereka dan meminta pengakuan mereka akan sifat rububiyahNya (ketuhanan-Nya) yang telah Dia sematkan didalam fitrah mereka, yaitu pengakuan bahwa Allah adalah pencipta dan Tuhan mereka. Dia bertanya kepada mereka, “Bukankah Aku ini Tuhan kalian?” mereka semua menjawab, “Ya, Engkau adalah Tuhan kami.” Lalu Allah berfirman, Sesungguhnya Kami hanya menguji kalian dan mengambil perjanjian dari kalian agar kelak di hari Kiamat kalian tidak mengingkari hujah yang Allah tunjukkan kepada kalian dan supaya kalian tidak beralasan bahwa kalian tidak mengetahui hal itu.173, Atau supaya kalian tidak beralasan bahwa para leluhur kalianlah yang melanggar perjanjian itu kemudian menyekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan kalian hanya meniru praktik syirik yang kalian dapatkan dari para leluhur kalian. Lalu kalian berkata, “Apakah Engkau -wahai Tuhan kami- akan menghukum kami dengan azab yang disebabkan perbuatan para leluhur kami yang membatalkan amal perbuatan mereka lantaran mereka menyekutukan Allah? Jadi, kami sama sekali tidak tahu apa-apa dan karena kami hanya meniru para leluhur kami’.”

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →