Az-Zukhruf : 67
Bahwa di hari kiamat teman akrab saling bermusuhan satu sama lain kecuali orang yang bertakwa
Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind
Bahwa di hari kiamat teman akrab saling bermusuhan satu sama lain kecuali orang yang bertakwa
Ketika membaca ayat quran jangan berkata โah Bani Israel kan memang pembangkang.โ Tapi coba ambil pelajaran tentang hal-hal yang Allah murkai dari mereka.
Tafsir Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:33)Allah Subแธฅฤnahu wa Taโฤlฤ menerangkan bahwa Dia mencobai penduduk Mekah dengan menganugrahi mereka nikmatยญnikmat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak, sebagaimana Allah Subแธฅฤnahu wa Taโฤlฤ telah mencobai pemilik-pemilik kebun, seperti yang diterangkan pada ayat 17-33. Akhirnya pemilik kebun itu insaf dan bertobat kepada Allah Subแธฅฤnahu wa Taโฤlฤ. Demikian pula penduduk Mekah yang kemudian menjadi insaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Mekah.Ayat ini merupakan peringatan bagi orang-orang kafir Quraisy, bahwasanya azab di akhirat itu lebih besar daripada azab di dunia. (68)Apa kaitan kisah Ashabul Jannah dan orang-orang kafir Quraisy? pada firman Allah ๏ทป,ุฅููููุง ุจูููููููุงููู ู ููู ูุง ุจูููููููุง ุฃูุตูุญูุงุจู ุงููุฌููููุฉูโSungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun (Ashabul Jannah).โ (QS. Al-Qalam : 17)Para ulama menjelaskan bahwa sisi kemiripan Ashabul Jannah dengan orang-orang kafir Quraisy adalah Ashabul Jannah diberi kenikmatan oleh Allah ๏ทป namun tidak mensyukurinya, adapun orang-orang kafir Quraisy juga diberi kenikmatan dengan diutusnya Nabi Muhammad ๏ทบ namun mereka juga tidak mensyukurinya. Di antara kenikmatan yang diberikan kepada orang-orang kafir Quraisy adalah mereka diberi kenikmatan keamanan di kota Mekkah; mereka dimudahkan dalam perdagangan; mereka diberi kenikmatan sebagai pengurus Kaโbah; dan kenikmatan terakhir adalah Allah ๏ทป sempurnakan dengan diutusnya seorang Nabi dari kalangan mereka. Akan tetapi dengan semua ini mereka tidak bersyukur. Maka sebagaimana Ashabul Jannah yang tidak bersyukur dikirimkan teguran oleh Allah ๏ทป, demikian pula orang-orang Quraisy dikirimkan teguran karena tidak bersyukur. (69)Oleh karenanya hal ini merupakan dalil bahwasanya ujian bukan hanya kekurangan dan kesulitan. Akan tetapi Allah ๏ทป juga menamakan kenikmatan yang diperoleh Ashabul Jannah dan orang-orang kafir Quraisy sebagai ujian. Oleh karena itu kesehatan, kenikmatan, keamanan, dan yang lainnya juga termasuk ujian(70).Akan tetapi antara Ashabul Jannah dan orang-orang kafir Quraisy terdapat perbedaan. Bedanya adalah orang-orang kafir Quraisy tetap berada dalam kekufuran mereka meskipun telah datang teguran Allah ๏ทป terhadap mereka. Adapun Ashabul Jannah sadar tatkala ditegur oleh Allah ๏ทป, maka mereka langsung bertaubat kepada Allah ๏ทป(71). Bahkan sebagian Ahli Tafsir seperti As-Saโdi dan yang lainnya mengatakan bahwa zahirnya Allah ๏ทป memberi ganti kepada Ashabul Jannah(72). Bahkan ada yang mengatakan bahwa hari itu juga Allah ๏ทป tumbuhkan kebun yang lebih baik daripada kebun yang Allah ๏ทป hancurkan karena mereka kembali kepada Allah ๏ทป(73). Hal ini merupakan dalil bahwasanya ketika seseorang berbuat dosa dan sadar, kemudian dia kembali kepada Allah ๏ทป, maka bisa jadi Allah ๏ทป memberikan ganti dengan yang lebih baik sebagaimana yang dialami oleh Ashabul Jannah.
Beberapa kemuliaan bagi orang yang hafal Al-Qur'anTerdapat beberapa kemuliaan bagi orang yang hafal Al Qur'an, yaitu :1. Mendapt kenikmatan berupa mahkota kehormatan dan perhiasan keagungan.2. Allah selalu meridhainya, serta ditambahkannya kebaikan pada setiap ayat, sebagai tambahan baginya terhadap tingkatan dan derajatnya di surga, sesuai dengan jumlah ayat yang telah ia hafal dari Al-Qur'anAllah berfirman : "Katakanlah, 'Kesenangan di dunia ini hanyalah sebentar saja dan akhirat itu lebih baik untuk orang - orang yang bertakwa, dan kalian tidak akan dianiaya sedikitpun." (An-Nisa : 77)
Perhatikanlah bagaimana hikmah yang Allah ๏ทป tanamkan dalam setiap kejadian; terkadang, sesuatu yang kita benci dapat mendatangkan kebaikan. Ketika ibu Nabi Musa melepaskan anaknya di Sungai Nil, ia merasakan kesedihan dan kekhawatiran yang mendalam. Tentu saja ia membenci keadaan ini dan ingin selalu bersama anaknya serta menyusuinya, namun ia tetap menjalankan perintah Allah ๏ทป untuk melepaskan anaknya.Ternyata, di balik tindakan tersebut terdapat hikmah yang luar biasa: ibunya dapat kembali bertemu dengan anaknya dan bahkan dipekerjakan di istana Firโaun. Akhirnya, ia merasakan kebahagiaan di atas kebahagiaan yang tidak terduga.Nabi Musa tumbuh di kerajaan Firโaun dan dikenal sebagai anak angkat Firโaun yang hebat. Sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa ketika seorang manusia telah mencapai kedewasaan dan sempurna akalnya, biasanya hal itu diidentikkan dengan usia 40 tahun. Jika demikian, tidak salah jika ada yang menyimpulkan bahwa Nabi Musa hidup bersama Firโaun selama kurang lebih 40 tahun.(9) Setelah mencapai usia 40 tahun, Nabi Musa diangkat menjadi nabi dan dianugerahi pengetahuan.
Untuk menguatkan hubungan suami istri, dimana sikap saling pengertian dan mengalah menjadi kunci untuk mencapai ridha Allah dan keharmonisan dalam rumah tangga.Mengeluhkan kepada Allah adalah tanda keimanan yang kuat, sedangkan mengeluhkan kepada sesama manusia menunjukkan kelemahan iman dan ketidaktahuan akan rahmat Allah.Berbicaralah dengan lemah lembut kepada istri kalian, perindah akhlak dan perbuatan kalian terhadapnya. Perlakukanlah istri dengan kebaikan, sebagaimana kalian ingin diperlakukan dengan baik olehnya.Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal.
Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqฤn (25:23)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210831. Maksud amal mereka di sini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia. Amal-amal itu tidak dibalasi oleh Allah Subแธฅฤnahu wa Taโฤlฤ karena mereka tidak beriman.Firman Allah subhanahu wata'ฤla:Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (Al Furqaan:23).Ini terjadi pada hari kiamat di saat Allah menghisab amal perbuatan yang telah dilakukan oleh semua hamba, amal yang baik dan amal yang buruk. Maka Allah memberitahukan bahwa orang-orang musyrik itu tidak akan memperoleh sesuatu imbalan pun dari amal-amal perbuatan yang telah mereka lakukan, padahal mereka menduga bahwa amal perbuatannya itu dapat menyelamatkan diri mereka. Demikian itu karena amal perbuatannya tidak memenuhi syarat yang diakui oleh syariat, yaitu ikhlas dalam beramal karena Allah atau mengikuti syariat Allah. Setiap amal perbuatan yang dilakukan tidak secara ikhlas dan tidak sesuai dengan tuntunan syariat yang diridai adalah batil. Amal perbuatan orang-orang kafir itu tidak memenuhi salah satu dari kedua syarat tersebut, dan adakalanya kedua syarat tersebut tidak terpenuhi sehingga lebih jauh dari diterima. Untuk itu.Allah subhanahu wata'ฤla berfirman: Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kamijadiยญkan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23)Mujahid dan As'-Sauri mengatakan bahwa makna qadimna ialah Kami hadapi. Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi, sedangkan sebagian lain ada yang mengatakannya 'Kami datangi'.Firman Allah subhanahu wata'ฤla:lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23)Sufyan As-Sauri mengatakan dari Abu Ishaq, dari Al-Haris, dari Ali r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Yaitu sinar matahari apabila memasuki sebuah lubang dinding.Hal yang sama diriwayatkan dari perawi lainnya yang bukan hanya seorang, dari Ali r.a. Hal yang semisal diriwayatkan-pula dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Sa'id Ibnu Jubair, As-Saddi, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.Hal yang sama dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri, yaitu sinar matahari yang memasuki lubang dinding rumah seseorang di antara kalian, seandainya dia meraupkan tangannya pada sinar itu, ia tidak dapat menangkapnya.Ali ibnu AbuTalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Yang dimaksud ialah air yang ditumpahkan.Abul Ahwas meriwayatkan dari Abu Ishaq. dari Al-Haris, dari Ali, โhaba 'amansuran" bahwa makna al-haba ialah laratnya hewan. Hal yang semisal diriwayatkan pula oleh Ibnu Abbas dan Ad-Dahhak, juga dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: debu yang beterbangan. (Al Furqaan:23) Tidakkah engkau melihat pohon yang kering bila tertiup angin? Makna yang dimaksud adalah seperti dedaunannya yang berguguran itu.Abdullah Ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepadaku Asim ibnu Hakim, dari Abu Sari' At-Ta-i,dari Ubaid ibnu Ya'la yang mengatakan bahwa sesungguhnya al-haba itu adalah debu yang diterbangkan oleh angin.Kesimpulan dari semua pendapat di atas mengisyaratkan kepada makna yang dikandung oleh ayat. Demikian itu karena mereka telah melakukan banyak amal perbuatan yang menurut dugaan mereka benar. Tetapi ketika ditampilkan di hadapan Raja, Hakim Yang Mahaadil, yang tidak pernah kelewat batas dan tidak pernah menganiaya seseorang (Dialah Allah), ternyata kosong belaka, tiada artinya sama sekali. Kemudian hal itu diumpamakan dengan sesuatu yang tiada artinya lagi berserakan, yang oleh pemiliknya tidak ada artinya sama sekali. Hal yang sama telah diungkapkan oleh Allah subhanahu wata'ฤla melalui firman-Nya:Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras. (Ibrahim:18), hingga akhir ayat.Dan firman Allah subhanahu wata'ฤla:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan. (Al Baqarah: 264)Juga firman Allah subhanahu wata'ฤla:Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang- orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. (An Nuur:39)untuk prompt AI jika mau boleh menggunakan prompt ini:"Tolong buatkan teks di atas dalam bentuk foto dalam format story Instagram. Dengan menggunakan simbol siluet tanpa wajah yang sesuai. Menggunakan stabilo warna kuning dan garis warna merah untuk membuat penekanan pada kata atau kalimat yang menjadi poin. Menggunakan latar belakang warna kertas yang sesuai. Tertata rapi dan mudah dipahami. Dimuat dalam 1 halaman"
Qs.Al-Mulk:4
Siti Nadiroh
๐ Kabupaten Brebes
โููุฅูุฐูุง ุงููุนูุดูุงุฑู ุนูุทููููุชู ๏ดฟูค๏ดพโTerjemahan"Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)"โAdalah jamak (kata plural) dari ููุงููุฉู ุนูุดูุฑูุงุกู yaitu unta betina yang hamil besar dimana usia kehamilannya sudah 10 bulan ke atas dan sebentar lagi akan melahirkan. Jadi ketika usia kandungan unta telah mencapai 10 bulan unta tersebut dinamakan ุนูุดูุฑูุงุกู , dan demikian terus namanya hingga melahirkan. Karena biasanya usia kandungan unta adalah 12 bulan dan terkadang bisa sampai 13 bulan. Unta yang sudah kandungannya sudah berusia 10 bulan lebih adalah harta yang berharga bagi orang-orang arab di zaman dahulu, karenanya Allah menggunakannya sebagai permisalan. Kalau unta ingin melahirkan, biasanya sang pemilik unta sudah mengetahuinya, maka sang pemilik unta akan mengawasi kapan untanya akan melahirkan. Bahkan terkadang perkara-perkara yang lain tidak dia perdulikan demi memperhatikan proses melahirkan unta tersebut.โPada hari kiamat kelak, jika ada orang yang mengurus unta maka dia akan meninggalkan untanya (Lihat Tafsri Al-Qurthubi 19/229). Ini adalah gambaran bahwa pada hari kiamat kelak apabila ada harta yang paling dia cintai maka dia akan ketakutan dan tidak akan memperdulikan harta tersebut. Harta apapun yang sangat dia cintai akan dia tinggalkan pada hari kiamat karena dahsyatnya hari tersebut.
Allah menciptakan manusia berpasang pasangan.
Bagian 1๐ผ Kekasaran dan Pembangkangan (Bagian 1)๐ฑ Dua Cara Memandang Perilaku AnakSaat anak berkata kasar atau membangkang, orang tua memiliki dua pilihan:โ "Anak saya tidak menghargai saya."โ "Anak saya sedang mengalami masa-masa sulit dan belum mampu mengelola emosinya."๐ฌ Mengapa Anak Berkata Kasar?Sering kali perilaku kasar muncul karena anak:Merasa disalahpahami.Merasa tidak didengarkan.Merasa frustrasi karena keinginannya tidak terpenuhi.Belum mampu mengatur emosi yang besar.โก๏ธ Kata-kata kasar adalah gejala, bukan akar masalah.๐ผ Sudut Pandang Orang TuaPerasaan tidak dihargai dapat sangat memicu orang tua sehingga terdorong berteriak atau menghukum. Padahal, sering kali hukuman dilakukan agar orang tua merasa lebih baik, bukan karena membantu anak belajar mengelola emosinya.Jika perilaku anak dipandang sebagai disregulasi emosi, orang tua lebih mudah bertanya:"Apa yang sedang dirasakan anak?""Apa yang membuatnya begitu kewalahan?""Apakah ia merasa tidak didengar atau tidak dipahami?"๐ Contoh Pengibaratan (Antar Pasangan)Bayangkan Anda menjalani hari yang sangat melelahkan. Saat sedang sibuk membereskan dapur, pasangan bertanya:"Sudah beres belum mencuci piring?"Anda menjawab dengan nada tinggi:"Aku sudah mengerjakan banyak hal! Tidak sempat mengurus semuanya sendiri!"Alih-alih membalas:"Jangan bicara seperti itu!"Pasangan justru berkata:"Sepertinya hari ini kamu benar-benar kewalahan. Ceritakan, apa yang terjadi? Aku ingin memahami."Empati membuat seseorang merasa dipahami sehingga lebih mudah kembali tenang. Prinsip yang sama juga berlaku pada anak.
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Janganlah kalian berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengabaikan perintah-perintah-Nya dan melanggar larangan-larangan-Nya dan janganlah kalian mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kalian, seperti hutang dan lain-lain, sedangkan kalian tahu bahwa apa yang kalian lakukan adalah pengkhianatan, sehingga kalian termasuk ke dalam golongan para pengkhianat. Ketika kecintaan kepada harta dan anak mendorong seseorang untuk berlaku khianat maka Allah mengabarkan bahwa keduanya merupakan fitnah. Dia berfirman,Ketahuilah-wahai orang-orang mukmin- bahwa harta dan anak-anak kalian sejatinya merupakan cobaan dan ujian dari Allah untuk kalian karena harta dan anak-anak kalian dapat menghalangi-halangi kalian beramal untuk akhirat dan mendorong kalian untuk berkhianat. Ketahuilah bahwa di sisi Allah terdapat pahala yang sangat besar, maka janganlah kalian kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala itu karena terlalu sibuk mengurus harta dan anak-anak kalian, serta berlaku khianat demi kepentingan mereka.
Ayat 152-157
tilawah 1/2 juz 2 dan Tafsir alquran al baqarah ayat ke 5 mengenai orang orang memiliki sifat sifat ketakwaan berada dalam jalan kebenaran. mereka mendapatkan apa yg mereka inginkan dan terhindar dari apa yg mereka takutkan.
Seorang praktisi STOA seharusnya merasakan keceriaan senantiasa dan sukacita yg terdalam, krn ia mampu menemukan kebahagiaan sendiri, dan tdk menginginkan sukacita yg lebih daripada sukacita yg dtg dri dlm (inner joys) - Seneca (On Happy Life)
Berjihad dan beriman kepada Allah lebih utama dibanding menyediakan minum bagi jemaah haji
Sebagian orang cenderung menghindari ketakutannya dan memilih berada di zona nyaman, sebagian lainnya memilih terjun langsung menfhadapi masalahยฒ, demi mencapai keinginannnya.
Menjalani hari seperti biasanya
Sesungguhnya kamu wahai Rasul tidak akan mampu memberi hidayah taufik kepada siapa yang kamu inginkan hidayahnya, karena hal itu ada di tangan Allah. Dia memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki kepada iman dan memberi taufik kepadanya, dan Dia lebih mengetahui siapa yan patut mendapatkan hidayah sehingga Dia pun memberinya hidayah.
Menanamkan harapan dan cita-cita dalam jiwa pada dasarnya merupakan hal positif yang berguna untuk memakmurkan kehidupan di dunia, namun jika berlebihan akan terjerumus menjadi panjang angan-angan (thul al-amal) yang berpotensi merusak hati. Kondisi ini membuat seseorang tenggelam dalam memuja hawa nafsu dan terlalu sibuk mengejar kenikmatan duniawi, sehingga hatinya membatu, hilang semangat untuk beribadah, dan akhirnya memalingkan diri dari mempersiapkan bekal akhirat. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah Shalallahualaihiwassalam: "Kebaikan generasi pertama umat ini dengan kezuhudan dan keyakinan, sedangkan generasi akhirnya binasa karena kekikiran dan angan-angan kosong" (HR. Ahmad dalam Az-Zuhd, Ath-Thabrani dalam Al-Ausath, karya Al-Baihaqi). Salah satu pendorong utama timbulnya panjang angan-angan ini adalah anggapan keliru bahwa umurnya masih panjang dan kematian masih jauh seperti pemuda yang terbuai oleh masa muda dan kebugaran fisiknya padahal takdir kematian tidak pernah memandang usia, tingkat kesehatan, maupun benteng perlindungan seseorang.