TALBIS IBLIS #11TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI KAUM ZUHUDUSTADZ DR.FIRANDA ANDIRJA, LC.MAZuhud yg mereka fahami adalah : meninggalkan dunia secara mutlak, namun ternyata tidak seperti yg mereka fahamiPerhatian terhadap hak-hak keluarga🍄Diantara Orang-orang yg zuhud senantiasa diam dan kontinu dalam diamnya, sehingga bersendiri dan menjauhkan diri dari bercengkerama dg istri. Akhirnya mereka hanya menyakiti hati istri mereka.Nabi ﷺ bersabda :“Sesungguhnya istrimu juga punya hak atasmu”.Salman Arfarisi menegur Abu Darda, karena : Abu Darda sangat senang beribadah kepada Allah ﷻ sehingga kurang memberikan hak istrinyaSalman menegur dg berkata : ‘sesungguhnya Rabb mu punya hak, jasadmu punya hak, tamumu juga punya hak dan istrimu punya hak yg untuk kau tunaikan. Maka penuhilah masing-masing haknya.’Islam bisa dijalankan semua manusia,karena ada porsinya.Rasulullah ﷺ bercanda,bermain-main dg anak-anak,ngobrol bersama istri-istrinya dan lomba lari bersama Aisyah, serta banyak hal yg dilakukan Nabi ﷺ dg akhlaknya yg mulia.🍄Orang yg zuhud menjadikan istrinya seperti janda dan anaknya seperti anak yatim, karena dia tidak ngobrol dan meninggalkan anak dan istri mereka dan juga karena akhlak mereka yg buruk. Menurut mereka, ini dilakukan agar mereka tidak lalai dari akhirat.Mereka tidak memahami bahwa dekat dg keluarga akan membantu mereka dekat dg akhirat. Dg mengajari anak-anak dapat pahala, menunaikan nafkah kepada istri dapat pahala, mencari nafkah untuk keluarga dapat pahala.Rasulullah ﷺ bersabda :“Wahai Jabir kenapa engkau tidak menikahi seorang gadis, engkau bisa bermain dg nya dan dia bisa bermain dg mu”Bercanda dg istri adalah tujuan syariat karena melakukan ini berpahalaRasulullah ﷺ tidak pernah melalaikan hak-hak istrinya🍄Orang-orang zuhud ini tidak menggauli istrinya,Akhirnya dia melalaikan yg wajib karena ingin melaksanakan sesuatu yg dianggap sunnah padahal tidak terpuji.🍄Diantara orang zuhud, mereka kagum dg amal solehnya ( dia kagum dg baca Al Qur’annya, dia kagum dg sedekahnya, dia kagum dg zuhud nya). Jika ada yg memujinya, maka dia memandang itu perkataan yg benar.Kata Imam Jawzi : ‘ bahwa seseorang tidak boleh memandang amalnya hebat’Rasulullah ﷺ tidak pernah memandang amalnya hebat, beliau selalu beristighfarAllah begitu agung, Amalnya tidak ada apa-apa dibanding keagungan Allah.Nabi ﷺ berkata :“Tidak seorang dari kalian masuk surga dg amalnya. Apakah engkau tidak masuk surga dg amalmu, wahai Rasulullah? Tidak,saja juga demikian.”Amal ini yg mendatangkan rahmat, rahmat Allah lah yg memasukkan kita ke dalam surga.Diantara orang-orang yg zuhud ini menanti-Menanti kapan karamah nya muncul. Dan dikhayalkan kepada mereka, jika mereka berada di suatu sungai, maka mereka akan bisa berjalan di atas air.Jika ada datang permasalahan kepada mereka, kemudian meraka berdoa,ternyata doanya tidak dikabulkan maka mereka menggerutu dalam dirinya.Seakan-akan dia bekerja kepada Allah, dia meminta gaji kepada Allah, tapi tidak diberi.Jika meraka sadar, bahwa mereka hanya hamba seperti budak sahaya yg dimiliki majikannya.Apa yg kita banggakan di depan Allah, yg memberikan segalanya Allah ﷻJika mereka memandang bagaimana Allah memberi mereka taufik untuk bisa menuntut ilmu maka ini wajib untuk disyukuri dan harusnya mereka takut, karena kurang menjalankan rasa syukur kepada Allah ﷻ .Nabi ﷺ setelah buang hajat beristighfar karena buang hajat adalah nikmat dari AllahSeharusnya seseorang jangan merasa amalnya hebat, harusnya di lebih sibuk lagi karena amalannya masih kurangNabi Ibrahim alayhissalam bersama Ismail ketika membangun kakbah, ini bukan pekerjaan yg mudah,ini pekerjaan berat, selalu mengucapkan ‘terimalah amalan kami’ . Nabi Ibrahim tidak pernah merasa amalannya hebat, sampai Nabi Ibrahim berdoa lagi :’jangan Engkau hinakan aku pada hari manusia dibangkitkan’.Jangan seseorang terpedaya dg amalnya, khawatir dia akan terkena penyakit ujub.Ibnu Qayyim mengatakan :‘Bisa jadi Seorang melakukan maksiat dia masuk surga, bisa seorang melakukan amal soleh masuk neraka ‘Mengapa demikian ???Orang yg melakukan maksiat kemudian dia menyesal, dan bertaubat kepada Allah, sehingga merasa dirinya rendah karen dosa yg dia lakukan,dan akhirnya dia masuk surga. Sementara yg melakukan amal soleh, dia ujub ( bangga), dia merasa hebat, dan akhirnya masuk ke neraka.TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM SUFIOrang-orang sufi merupakan bagian dari orang-orang zuhudOrang sufi,punya ciri-ciri khas tersendiri daripada orang zuhud secara umumIbnu Jqwzi berkata :Sufiyah adalah : termasuk sesuatu daripada orang-orang yang zuhudKaum sufiyah lebih spesifik daripada kaum zuhud secara umumMereka berbeda dengan memiliki sifat-sifat tertentu dan kondisi-Kondisi tertentu serta memiliki ciri-ciri tertentu.Tasawuf adalah : suatu metode yg dimulai dari zuhud secara totalitasKemudian dg berjalannya waktu, mereka mulai melonggarkan tidak sekedar zuhud secara totalitas tapi mulai mendengarkan lantunan musik, joget-joget.Akhirnya sebagian orang-orang awam yg mencari akhirnya condong kepada kaum sufiyah.Kaum sufiyah walaupun joget-joget kemudian dengar musik tapi mereka zuhud. seperti pakaian dan gaya hidup mereka zuhud.Sebaliknya pencari dunia juga senang dg sufiyah, karena ada santai-santainya seperti senandung,dllAsal SufiyahDi zaman Nabi tidak ada sufiyah, yang cuma muslim dan dikatakan mukminDan akhirnya karena mereka meninggalkan dunia,sibuk zuhud dan mereka mempunyai metode sendiri, berbeda dg yg lain. Mereka punya akhlak-akhlak khusus.Sufiyah : mengkhususkan dirinya berkhidmat kpd Allah di masjidil Haram, dahulu ada seorang lelaki yg dikenal dg Sufah. Yg namanya Sufah Al Ghoir bin mur, maka mereka berafiliasi kepada orang ini. Karena mereka menyangka kita mirip dg dia. Yang fokus untuk beribadah dan mengurus kakbah, maka kami pun bernisbah kpd mereka dgn nama SufiyahKepada siapa sufi bernisbah ??Sebelum adanya Islam ada suatu kaum namanya Sufah. Mereka meninggalkan dunia dan fokus ibadah kepada Allah dan tinggal di sekitar kakbah.Ada pendapat yg lain:Sufiyah bukan dari Sufah Al Ghoir bin murSufiyah itu nisbah kepada Sufah , Sufah yg dimaksud: tambahan yg dibuat Nabi di belakang Nabawi yg cuma ada atapnya , sehingga orang-orang tidur di sana. Yg tinggal disana orang miskin yg tidak punya tempat tinggal. Karena mereka hidup dg zuhud, baju mereka kotor,ada yg punya baju cuma 1. Mereka begini karena kondisinya demikian.Kata Imam Jawzi :Yg tinggal dibelakang masjid Nabawi yg ada atapnya, mereka adalah orang-orang fakir yg datang kpd Nabi untuk belajar dan mereka tidak punya keluarga di Madinah dan mereka juga tidak punya harta. Maka disebut lah mereka dg ahlul Sufah.Hasan Al Basri :Sufah dibangun untuk orang-orang miskin di kalangan kaum muslimin. Maka orang-orang datang membebantuan sebisanya.Mereka tinggal di belakang masjid karena darurat, merekapun makan dari sedekah karena darurat.Ketika kaum muslimin sudah dibukakan harta oleh Allah ﷻ ,mereka tidak lagi tinggal di Sufah.Penisbahan Sufiyah kepada Sufah adalah penisbahan yg salah