📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
D
Dewi lestari

📍 Banjarbaru

Talbis Iblis #2 : PENGANUT AQIDAH DAN AGAMA YANG MENYIMPANG

Talbis Iblis #2 : PENGANUT AQIDAH DAN AGAMA YANG MENYIMPANGUstadz Dr.Firanda Andirja,MABab 5 : Talbis Iblis berkaitan dengan Aqidah dan AgamaPenganut Shofisme ada 3 Mazhab1.Al-Innadiyah : benar2 mengingkari adanya hakekat.2.Al-indiyyah : Tidak ada kebenaran/hakikat yg objektif3.Ad-driyah : tidak tahu apakah hakekat itu ada atau tidak.Kelompok lain yang menyimpang1.Ad-dahriyyah (menolak adanya tuhan/Atheis):alam terjadi tanpa ada yang menjadikan2.Thabaiyyin:Alam diatur bukan oleh tuhan tapi natural3.Tsanawiyyah:Tuhan itu ada 2 -tuhan pencipta kebaikan -tuhan pencipta keburukan

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Talbis Iblis #2 Penganut Akidah dan Agama-Agama yang Menyimpang

Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis — Bab 5Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A.Tema: Talbis Iblis terhadap Penganut Akidah dan Agama-Agama yang MenyimpangPada bab kelima (Al-Bab Al-Khamis), Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah membahas tentang rincian talbis (tipuan/rancangan syubhat) Iblis yang dilancarkan kepada para penganut akidah, filsafat, dan agama-agama yang menyimpang.Sebelum memasuki pembahasan agama Yahudi, Nasrani, dan Majusi, beliau sengaja memulainya dari dunia Filsafat Yunani kuno. Secara kronologis, filsafat Yunani berkembang sebelum kemunculan agama Yahudi dan Nasrani (khususnya periode perkembangannya), dan pemikiran Yunani inilah yang kelak menyusup serta merusak kemurnian agama-agama Samawi, termasuk memicu lahirnya berbagai firqah menyimpang di dalam tubuh umat Islam.Bab ini membahas 3 kelompok besar:Kaum Sofis (Sufastha'iyah)Kaum Ateis (Ad-Dahriyah & At-Thabi'iyun)Kaum Dualis (As-Sanawiyah/Majusi)1. Kelompok Pertama: Kaum Sufastha'iyah (Sofisme/Sofis)Iblis masuk kepada para pemikir Yunani awal melalui kelompok bernama Sufastha'iyah. Mereka adalah kaum yang awalnya mencari hakikat kebenaran, namun berakhir menjadi kelompok yang mengingkari hakikat realitas objektif (skeptisisme ekstrem).Sejarah mencatat kelompok ini sempat viral di Yunani dan memiliki banyak pengikut, sampai akhirnya muncul tiga filsuf besar—Socrates, Platon, dan Aristoteles—yang membantah habis-habisan mazhab ini. Kaum Sufastha'iyah terbagi ke dalam 3 madzhab utama:Al-Inadiyah: Kelompok yang menolak dan menentang adanya realitas secara mutlak. Mereka menganggap semua yang ada di alam ini adalah semu/tidak nyata.Al-Indiyah (Relativisme/Subjektivisme): Kelompok yang menilai bahwa hakikat kebenaran objektif itu tidak ada. Kebenaran bersifat relatif-subjektif, tergantung siapa yang memandangnya ("Kebenaran itu menurut saya, atau menurut kamu").Al-La Adriyah (Agnostisisme): Kelompok "Tidak Tahu". Mereka berada dalam keraguan abadi; ketika ditanya apakah hakikat itu ada atau tidak, mereka menjawab, "Saya tidak tahu."Di dalam kitabnya, Al-Imam Ibnul Jauzi berfokus membedah dan membantah kelompok pertama (Al-Inadiyah).A. Metode Bantahan Logika terhadap Kaum Al-InadiyahPara ulama mematahkan argumen kaum yang menolak realitas ini dengan metode mengembalikan premis kepada diri mereka sendiri. Tanyakan kepada mereka:"Keyakinan kalian yang menyatakan bahwa 'Realitas objektif itu tidak ada', apakah pernyataan kalian tersebut merupakan sebuah hakikat yang nyata (fakta objektif) atau bukan?"Dari pertanyaan ini, muncul dua kemungkinan konsekuensi logis:Jika mereka menjawab "Ya, pernyataan kami adalah fakta/hakikat yang nyata": Berarti secara tidak langsung mereka telah mengakui bahwa di dunia ini ada hakikat objektif yang nyata. Maka runtuhlah mazhab mereka.Jika mereka menjawab "Tidak, pernyataan kami pun bukan sebuah hakikat/fakta nyata": Maka pendapat mereka otomatis batal dan gugur dengan sendirinya, sehingga tidak perlu didengar lagi.Karena kaum Sofis ini menolak segala patokan dasar realitas, banyak ulama yang menyatakan bahwa berdiskusi dengan mereka secara teologis adalah hal yang sia-sia, sebab tidak ada pijakan dasar (common ground) yang disepakati bersama.B. Pendekatan Kisah dan AnalogiMeskipun melelahkan, para ulama tetap berusaha menyembuhkan penyakit syubhat pemikiran ini menggunakan analogi atau pembuktian berbasis kejadian nyata.1. Analogi Rembulan Kembar (Ibnu Aqil) Ibnu Aqil mengisahkan pendekatan untuk menyadarkan orang yang cara pandangnya rusak (mirip kaum Al-Indiyah yang menganggap semua kebenaran subjektif itu benar). Diibaratkan ada seorang ayah yang memiliki anak bermata juling. Saat bulan purnama, si anak melihat ke langit dan berkata, "Ayah, rembulan di atas ada dua."Sang ayah menjawab, "Rembulan hanya satu, Nak." Si anak bersikeras karena itulah yang matanya tangkap. Sang ayah kemudian meminta si anak menutup mata julinya. Setelah ditutup, si anak akhirnya mengakui, "Oh iya Ayah, sekarang rembulannya tinggal satu." Ketika mata julinya dibuka lagi, ia melihat dua lagi.Kesimpulan: Realitas objektifnya adalah rembulan tetap satu. Cara pandang subjektif si anak yang melihat dua rembulan bukanlah sebuah kebenaran, melainkan tanda bahwa alat indranya sedang sakit.2. Kisah Onta yang Dicuri (Abul Qasim Al-Balkhi) Ibnul Jauzi menukil kisah dari Abul Qasim Al-Balkhi tentang seorang penganut Sufastha'iyah yang berdebat dengan seorang ahli ilmu kalam. Sepanjang debat, orang Sofis ini selalu berkelit menggunakan logikanya bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini. Diam-diam, Orang Alim ini menyuruh seseorang untuk membawa pergi unta milik orang Sofis tersebut.Ketika debat selesai dan si Sofis hendak pulang, ia terkejut karena untanya hilang. Ia kembali ke dalam dan berteriak, "Untaku dicuri! Tadi saya mengikatnya di luar!"Orang Alim tersebut menjawab dengan tenang, "Tenang dulu. Jangan-jangan kamu tadi ke sini tidak naik unta, kamu hanya berkhayal saja." Si Sofis menjawab marah, "Tidak! Saya yakin dan tidak ragu sama sekali kalau saya ke sini naik unta!"Orang Alim itu tersenyum dan mematikan argumennya:"Bagaimana bisa kamu menolak semua hakikat di dunia ini dan menganggap kenyataan itu sama dengan mimpi, tetapi dalam urusan untamu yang hilang, kamu mendadak sangat yakin pada sebuah hakikat objektif?" Seketika itu juga, orang Sofis tersebut tersadar dari kekeliruan pemikirannya.2. Kelompok Kedua: Kaum Ateis (Ad-Dahriyah & At-Thabi'iyun)Iblis kemudian menjerumuskan kelompok manusia yang menolak keberadaan Tuhan Pencipta. Di dalam kitab, kelompok ini dibagi menjadi dua:Ad-Dahriyah (Materialis Abadi): Mereka percaya bahwa alam semesta ini sudah ada dengan sendirinya sejak dulu secara abadi tanpa ada permulaan, dan berjalan begitu saja tanpa campur tangan Pencipta.At-Thabi'iyun (Naturalis): Mereka mencoba tampil ilmiah dengan menyatakan bahwa alam semesta diatur secara otomatis oleh hukum alam atau tabiat fisik fisik (nature), bukan oleh Tuhan.A. Bantahan Logika Sebab-Akibat terhadap Kaum Ad-DahriyahSecara hukum akal dasar (axiomatic knowledge), sebuah akibat tidak mungkin ada tanpa adanya sebab (kausalitas).Jika kita melihat sebuah gedung kokoh yang tinggi, akal sehat kita pasti langsung menyimpulkan bahwa ada arsitek dan tukang yang membangunnya. Tidak mungkin gedung tersebut tiba-tiba muncul dan tersusun dengan sendirinya dari tanah. Maka, bagaimana mungkin langit yang megah tanpa tiang, bumi yang terhampar luas, serta keteraturan lintasan bintang dan matahari bisa dianggap ada begitu saja tanpa Pencipta?Saking logisnya prinsip ini, seorang Arab Badui di padang pasir pun mampu berargumen dengan cerdas:"Adanya kotoran unta menunjukkan adanya unta yang pernah lewat, dan adanya bekas jejak kaki menunjukkan ada orang yang pernah berjalan. Maka langit yang memiliki gugusan bintang dan bumi yang memiliki jalan-jalan luas, bukankah itu semua menunjukkan adanya Dzat yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui?"B. Membaca Dalil Penciptaan pada Diri SendiriAl-Imam Ibnul Jauzi mengajak kita merenungkan anatomi tubuh manusia sebagai bantahan mutlak atas teori kebetulan:Anatomi Gigi dan Lidah: Perhatikan formasi gigi kita. Gigi seri di depan didesain tajam untuk memotong makanan, sementara gigi geraham di belakang didesain tebal untuk menggerus makanan. Lidah bertugas membolak-balik makanan dengan refleks yang sempurna tanpa pernah tertelan secara tidak sengaja. Sistem pencernaan mengolahnya menjadi darah. Apakah rancangan presisi ini bisa terjadi secara "kebetulan"?Anatomi Jari Tangan: Struktur jari tangan kita diciptakan dengan panjang yang berbeda-beda. Namun, keajaibannya terjadi saat kita mengepalkan atau melipat tangan kita; seluruh ujung jari akan bertemu secara presisi dan membentuk permukaan yang rata sehingga fungsional untuk menggenggam barang.C. Bantahan Syubhat: "Tuhan Tidak Terlihat, Berarti Tidak Ada"Kaum ateis menolak Tuhan karena Dia tidak bisa diindrawi secara visual. Bantahan ulama cukup menggunakan analogi internal manusia: Jiwa/Ruh dan Akal.Kita semua sepakat dan sangat yakin bahwa di dalam tubuh kita terdapat jiwa yang menggerakkan fisik, serta ada akal yang memproses pikiran. Namun, apakah ada di antara kita yang pernah melihat bentuk fisik dari ruh atau akal tersebut? Tidak ada. Keberadaan keduanya diketahui secara pasti melalui dampak dan fungsinya pada tubuh. Begitu pula dengan Allah; keberadaan-Nya mutlak diketahui melalui keteraturan alam semesta ini, meskipun zat-Nya tidak terlihat oleh mata di dunia.D. Bantahan terhadap Kaum At-Thabi'iyun (Naturalis)Fisikawan sekuler (seperti Stephen Hawking di era modern) sering menyatakan bahwa alam ini cukup digerakkan oleh hukum fisika yang baku (seperti hukum gravitasi), sehingga peran Tuhan tidak diperlukan lagi.Bantahan Ibnul Jauzi & Para Ulama:Justru keberadaan hukum alam (sunnatullah) yang sangat rapi, baku, terstruktur, dan bisa dirumuskan secara matematis itu merupakan bukti mutlak bahwa ada Dzat yang Maha Cerdas yang menciptakan dan menetapkan hukum baku tersebut. Jika aturan itu ada dengan sendirinya tanpa pengatur, niscaya jalannya alam semesta akan amburadul dan saling bertabrakan. Selain itu, hukum alam tidak memiliki kehendak bebas (independent will); mereka diatur, bukan mengatur.3. Kelompok Ketiga: Kaum As-Sanawiyah (Dualisme / Majusi)Kelompok ini terpedaya oleh Iblis dalam hal jumlah kedudukan Tuhan. Karena melihat di dunia ini ada dua realitas yang kontradiktif (ada kebaikan dan ada keburukan), mereka berasumsi bahwa tidak mungkin satu Tuhan menciptakan dua hal yang saling bertolak belakang. Akhirnya, mereka menetapkan adanya dua Tuhan: Tuhan Pencipta Kebaikan (Cahaya/Api) dan Tuhan Pencipta Keburukan (Kegelapan). Salah satu varian dari sekte ini adalah agama Majusi (Zoroastrianisme).A. Bantahan Logika Kontradiksi Dua TuhanGunakan simulasi logika jika di alam semesta ini benar-benar ada dua Tuhan yang setara kuasanya:1. Kontradiksi Dua TuhanMisalnya ada dua Tuhan.Jika keduanya memiliki kehendak berbeda:Kemungkinan pertama : Keduanya berhasil.Maka sesuatu bisa:bergerak dan diam sekaligus. ---> Mustahil.Kemungkinan kedua : Keduanya gagal.Maka keduanya lemah ---> Bukan Tuhan.Kemungkinan ketiga : Salah satu menang.Berarti:yang menang adalah penguasa sejati,yang kalah bukan Tuhan.Maka hanya ada satu Tuhan.Secara matematis dan logika, keteraturan alam semesta membuktikan bahwa kendali kepemimpinan mutlak hanya dipegang oleh Satu Penguasa Tunggal (Esa).B. Bantahan Realitas Fungsi Cahaya dan KegelapanKaum Majusi mengklaim bahwa cahaya selalu identik dengan kebaikan dan kegelapan selalu identik dengan keburukan. Fakta di lapangan mematahkan teori ini:Kegelapan tidak selamanya buruk: Ketika seseorang sedang diburu oleh musuh yang ingin membunuhnya, kegelapan malam menjadi berkah dan kebaikan yang menyelamatkan nyawanya. Kegelapan juga dibutuhkan makhluk hidup untuk beristirahat.Cahaya/Api tidak selamanya baik: Api yang diagungkan oleh kaum Majusi sebagai simbol kebaikan sering kali menjadi agen bencana yang membakar rumah, menghancurkan peradaban, dan melenyapkan nyawa manusia.Oleh karena itu, pembagian sifat Tuhan berdasarkan dualisme unsur fisik ini adalah sebuah cacat logika yang sangat nyata.Inti Pelajaran🔹 Talbis Iblis sering dimulai dari kerusakan cara berpikir sebelum kerusakan ibadah.🔹 Akal yang sehat, fitrah yang lurus, dan wahyu yang benar selalu saling mendukung.🔹 Semakin seseorang mengenal ciptaan Allah, semakin kuat alasan untuk mentauhidkan-Nya.🔹 Semua penyimpangan akidah pada akhirnya bertabrakan dengan fitrah, akal sehat, atau realitas yang tidak bisa mereka hindari.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
N
Niken Tambang Raras

📍 Kota Palu

Materi 2 Talbis Iblis

Oleh Ust. Dr. Firanda Andirja M.A. yang membahas kitab Talbis Iblis (Bab 5) karya Ibnu Jauzi mengenai jerat-jerat iblis (talbis) pada penganut akidah dan agama yang menyimpang:1. Talbis Iblis pada Kaum Sofisme (Suthaiyah)Filsafat Yunani kuno muncul secara zaman sebelum Yahudi dan Nasrani, dan pengaruh pemikirannya melebar hingga ke penganut agama Samawi. Salah satu sekte filsafat yang dibahas adalah Suthaiyah (Sofisme), yaitu kaum pengingkar hakikat yang meragukan segala sesuatu.Sekte ini terbagi menjadi 3 mazhab utama:-Al-Inadiyah: Kelompok yang benar-benar menentang dan mengingkari adanya hakikat. Mereka menganggap apa yang kita lihat tidak jelas kebenarannya dan terjebak dalam keraguan total.Bantahan Ibnu Jauzi terhadap Al-Inadiyah:Para ulama menerapkan kaidah berpikir kaum sofisme kepada diri mereka sendiri dengan pertanyaan: "Apakah keyakinan kalian yang mengingkari hakikat itu sendiri ada hakikatnya (benar nyata) atau tidak?".Jika mereka menjawab keyakinan mereka ada hakikatnya, berarti mereka secara tidak langsung mengakui adanya hakikat.Jika mereka menjawab keyakinan mereka tidak ada hakikatnya, maka otomatis mazhab atau argumen mereka batal dan runtuh dengan sendirinya.-Al-Indiyah: Kelompok yang menganggap kebenaran itu tidak ada yang absolut, melainkan bersifat relatif-subjektif. (Pemikiran inilah yang menjadi cikal bakal paham liberalisme modern).Cara membantahnya adalah: Mempertanyakan apakah pandangannya ada berpotensi salah atau tidak? Kalau ada potensi salah maka pemikiran ini layak ditinggalkan.-Al-La Adriyah (Agnostisisme): Kelompok yang menyatakan ketidaktahuan total ("saya tidak tahu apakah hakikat itu ada atau tidak").2. Talbis Iblis pada Kaum Ateis (Penolak Keberadaan Tuhan)Kelompok ini terbagi menjadi dua paham utama:-Ad-Dahriyah: Berkeyakinan bahwa alam semesta ini terjadi dan ada begitu saja dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan (tanpa Tuhan).Bantahan Logika terhadap Dahriyah:Menggunakan hukum dasar kausalitas (sebab-akibat): Akibat tidak mungkin muncul tanpa sebab.Jika melihat sebuah bangunan yang kokoh, akal sehat pasti meyakini ada pembangunnya. Maka, langit, bumi, dan jagat raya yang sangat teratur ini mustahil ada tanpa pencipta.Dianalogikan dengan perkataan orang Arab Badui: "Adanya kotoran onta menunjukkan adanya onta, dan adanya bekas kaki menunjukkan adanya orang yang berjalan." Kita tidak perlu melihat zat-Nya untuk meyakini keberadaan-Nya, melainkan cukup melihat dampak ciptaan-Nya.Anatomi tubuh manusia: Keserasian susunan gigi (gigi geraham untuk menggerus, gigi depan untuk memotong), fungsi lidah, sistem pencernaan, hingga struktur anatomi jari tangan yang presisi adalah bukti nyata bahwa manusia dirancang secara khusus oleh Sang Pencipta.Bantahan argumen "Tuhan tidak terlihat": Di dalam tubuh manusia terdapat jiwa dan akal yang tidak kasat mata, namun semua orang meyakini keberadaannya secara global karena melihat fungsi dan dampaknya pada tindakan manusia.-Ath-Thabi'iyun: Berkeyakinan bahwa alam diatur oleh aturan alam atau tabiat (natural), bukan oleh Tuhan langsung.Bantahan terhadap Ath-Thabi'iyun (Paham Aturan/Tabiat Alam):Sama halnya dengan Fisikawan modern (seperti Stephen Hawking) yang menganggap alam berjalan otomatis karena hukum fisika baku sehingga tidak butuh Tuhan.Bantahan: Justru adanya hukum atau aturan alam (sunnatullah) yang sangat rapi, baku, dan bisa dirumuskan secara matematis itu membuktikan adanya Zat yang Maha Cerdas yang membuat dan mengatur aturan tersebut. Jika tidak ada yang mengatur, aturan alam akan amburadul.Tabiat atau unsur alam tidak bisa bereaksi sendiri melainkan harus dikumpulkan, dan hasil reaksinya sering kali melahirkan sifat baru yang berbeda dari unsur asalnya. Ini menunjukkan unsur tersebut diatur, bukan mengatur.3. Talbis Iblis pada Kaum Tsanawiyah (Penganut Dua Tuhan)Kelompok yang meyakini adanya dua tuhan (Dualisme), di antaranya adalah penganut Majusi (Zoroaster). Logika keliru mereka muncul karena melihat ada kebaikan dan keburukan di dunia, lalu menyimpulkan tidak mungkin satu tuhan menciptakan keduanya. Mereka meyakini:-Tuhan Cahaya/Api (Pencipta Kebaikan) -Tuhan Kegelapan (Pencipta Keburukan) Bantahan Logika terhadap Konsep Dua Tuhan:Jika ada dua tuhan yang memiliki kehendak yang bertolak belakang (contoh: Tuhan A ingin seseorang bergerak, sedangkan Tuhan B ingin orang tersebut diam), maka ada 3 skenario logis.Keinginan keduanya terpenuhi: Orang tersebut bergerak sekaligus diam pada detik yang sama. Ini mustahil karena menggabungkan dua hal yang kontradiktif.Keinginan keduanya gagal: Orang tersebut tidak bergerak sekaligus tidak diam. Ini juga mustahil dan membuktikan keduanya lemah serta tidak pantas menjadi tuhan.Hanya satu keinginan yang berhasil: (Misal: orang tersebut akhirnya bergerak). Berarti tuhan yang keinginannya sukses telah mengalahkan tuhan yang lain. Maka secara logika, yang berkuasa penuh dan layak menjadi Tuhan hanyalah Satu Tuhan.Bantahan terhadap Pembagian Tugas Cahaya dan Gelap:Logika Majusi patah karena kenyataannya kegelapan tidak selalu membawa keburukan (misalnya: kegelapan malam bermanfaat untuk istirahat atau bersembunyi dari musuh) Begitu pula dengan api/cahaya yang tidak selalu membawa kebaikan karena bisa membakar dan menghancurkan. Iblis menjerat mereka dengan memanfaatkan kekaguman mereka terhadap besarnya manfaat api, hingga akhirnya mereka terjerumus menyembah api.Dicatat oleh Niken Ummu Uwais

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
N
Nursafitri

📍 Kabupaten Berau

Ringkasan Bab 3 Penganut Akidah Dan Agama Yang menyimpang

Tablis iblis #2 -Penganut Akidah Dan Agama Yang MenyimpangUstadz Firanda andirja حفظه اللهAl imam Ibnul zaujiy rahimahullah ta'ala membuka dengan pembahasan tentangSyuhbat kerancuan pemikiran yang dilancarkan oleh iblis kepada penganut pemikiran yang berasal dari filsafat Yunani yg meragukan segala sesuatu dan mereka ada beberapa madzhabKaum sufsuthaiyyahFilsafat Yunani sudah ada sebelum yahudi dan Nasrani , pengaruh nya melebar hingga masuk ke Agama Agama sawawiyahDiantara ahli filsafat yunaniSofisme sufsuthaiyyah > yang mengingkari hakikatAwalnya , ulama falasifah mengatakan alam semesta muncul karena tabiat , namun banyak khilaf yang kuat diantara mereka , tidak ada dalil masing masing , karena mereka hanya mengikuti akal saja , lalu muncullah sufsuthaiyyah yang mengingkari hakikatSufisme > Yang mengingkari hakikatDan mereka terdiri dari 3 madzhabAl inadiyah benar benar mengingkari . Menentang adanya hakikat.Al indiyah kebenaran/hakikat itu tak ada yang absolut, tetapi relatif subjektif tidak kebenaran yang objektifAbsten "tidak tahu" apakah mereka ada atau tidak 'saya tidak tahu'Bantahan Ibnul jauzi rahimahullah ta'ala-keyakinan kalian ini mengingkari hakikat , apakah ada hakikatnya atau tidak?2 kemungkinan-jika mereka bilang ada hakikatnya , berarti madzhab mereka .-jika mereka berkata tidak ada hakikatnya , maka bathil .Orang orang yang mengatakan bahwasanya tidak ada satu yang hakikat , semuanya tidak ada kepastian maka perlu diperbaiki , karena mereka terjebak pada satu khayalan 'khurofat' .kaum atheis (yang menolak adanya Tuhan/Pencipta)Ada beberapa kelompok-Dahriyah =alam itu ada tanpa ada yang menjadikanBantahan iman jauzi-Ilmu dasar (namanya akibat tidak mungkin muncul tanpa sebab)Logika jika kita melihat suatu bangunan pasti ada yang membangunnyaBeliau membantah syuhbat Tuhan tidak terlihat jadi tidak ada .Logika adanya jiwa dan akal yang tidak terlihatBegitupun dengan Allah Subhanahu wa ta'ala Tuhan kita meskipun kita tidak MelihatNya , maka bukti bukti menunjukan bahwa Dia ada .-Kita mengetahui adanya akal dan jiwa kita secara global , kita tidak bisa princi akal kita bagaimana jiwa kita bagaimana tapi kita yakini ada , dan meskipun hanya tertangkap secara global tidak terlihat secara nyata , tetapi tidak seorang pun menolak untuk menatapkan akal dan jiwa ,Thoba'iyyun = alam semesta diatur bukan oleh Tuhan tapi tobi'i (natural)Berusaha ilmiyah dengan mengatakan ada tabiat yang mengaturBantahan Ibnul jauzi-tabiat tersebut tercipta oleh AllahKarena dia ikut aturan .KelompokAts-tsanawiyyah (Tuhan itu ada 2)-Tuhan Pencipta kebaikan-Tuhan pencipta keburukanMajusi Tuhan 2-Tuhan Api/cahaya pencipta kebaikan-Tuhan kegelapan pencipta keburukan.Ada manusia tertipu dengan iblis sehingga akhirnya mereka meyakini bahwa Tuhan itu ada 2Logika mereka melihat ada kebaikan ada keburukan sehingga mereka mengatakan ini 2 TuhanBantahan Ibnul jauzi logika 2 TuhanJika 2 Tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu, misalnya Tuhan no 1 ingin si A bergerak sementara Tuhan no 2. Ingin si A diam , apa yang terjadi maka ada 3 kemungkinankeduanya terpenuhi keinginannya (karena sama sama Tuhan) Si A bergerak sekaligus diam karena Tuhan satu Ingin dia bergerak Tuhan 2 ingin dia diam , sehingga hasilnya 2² nya berhasil si A bergerak sekaligus diam (maka ini mustahil) Karena gabungan 2 hal saling bertengtanganKeduanya tidak terpenuhi keinginannya.si A Tuhan pertama ingin si A bergerak ternyata si A tidak bergerak , si B ingin tidak bergerak ternyata si A bergerak ini juga mustahil. Yang keduanya tidak pantas jadi tuhanSalah satunya terpenuhi keinginannya dan yang lain tidak , maka yang terpenuhi keinginannya yang berhak jadi Tuhan-logika keduaTaruhlah tuhan kegelapan selalu menciptakan keburukan menurut keyakinan majusiBukankah gelap sering bermanfaat .#jejakcahaya~Nursafitri

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Talbis Iblis #2 Penganut Aqidah dan Agama yg Menyimpang

Bab ke 5 : Penyebutan ttg talbis iblis atau syubhat iblis dalam aqidah² dan agama².Al Imam Al zauzi Rahimahuta'la membuka dengan Syubhat/kerancuan yang dilancarkan oleh iblis kepada penganut sutsyutoiah. Sutsyutoiah adalalah berasal dari filsafat Yunani. Yaitu sofisme : yg meragukan segala sesuatu. Ada beberapa mahzab sofisme ini. Beliau meninjau bahwasanya filsafat ditinjau gayanya orang² yunani. Mrk sudah ada sblm zaman ibrani dan nashoro. Diantara ahli filsafat yunani adalah sofisme, Sofisme mereka adalah orang² yg mengingkari hakikat. Sutsyutoiyah ini teridiri dari 3 mahzab : Al inadiah : benar² menentang adanya hakikat. Al indiah : mereka bilang kebenaran/ hakikat itu tidak ada yg tetapi relative subyektive. Tdk ada kebenaran yg obyektive. Contoh madu menurut kita yg ga sakit manis, tp menurut yg sakit pahit. Bantahannya : pertama keyakinanmu ini apakah pasti benar? Mrk akan menjawab subyektivitas tp bisa jadi menurut selain kami tidak benar.La Adriyya : Abstain atau tidak tau apakah hakikat ada atau tidak saya tidak tau. Ini mahzab Sutsyuthoiyyah. Mrk kaum yg terjebak dalam keraguan. Iblis telah masuk ke pemikiran mereka.Bagaimana cara membantah mereka? Disini ibnu zauzi mengatakan cara membantah mereka, para ulama mengatakan diantaranya :Keyakinan kalian ini yaitu menginggkari hakikat, apakah ada hakikatnya? Ada atau tidak? Bagaimana cara membantah mereka? Disini ibnu zauzi mengatakan cara membantah mereka, para ulama mengatakan diantaranya : (Cara membantah) ada 2 jawaban : Jika mereka menjawab ada hakikatnya, berarti batillah mahzab mrk (keyakinan mereka). Jika mrk berkata tidak ada hakikatnya maka batil jg mahzab mrk. Betapa banyak ulama yg putus asa berdiskusi dgn mereka.Ad dahriah menolak adanya tuhan pencipta. Dikelompokan menjadi 2 yaitu : 1) atheis (menolak adanya Tuhan) alam itu ada tanpa ada yg menjadikan yaitu tanpa Tuhan. 2) At thobariah : Alam semesta diatur tapi tobi'at (menolak adanya Tuhan) beliau menggunakan logika dgn ilmu dasar, namanya akibat tidak mungkin muncul tanpa sebab. Contohnya bangunan tinggi paati ada yg membangun bangunan tsb ( kata ibnu zauzi). Beliau membantah syubhat Tuhan tidak terlihat jadi tidak tidak ada. Dan logika adanya jiwa dan akal yg tidak terlihat. Bantahannya : tabiat tsb tercipta pasti ada yg membuat/yg mengatur yaitu Allah.Tuhan itu ada 2 (Tsanawiyah) yaitu Tuhan yg mencipta kebaikan dan Tuhan yg menciptakan keburukan. Majusi : Tuhan kebaikan adalah cahaya, dan Tuhan keburukan adalah kegelapan. Bantahan ibnu zauzi Logika 2 Tuhan tsb ingin melakukan sesuatu misalnya misalnua Tuhan no 1 ingin si A bergerak, Tuhan 2 ingin si A diam, maka ada 2 kemungkinan. Kemungkinan 22nya bisa terpenuhi dan hal ini mustahil. Kemungkinan kedua, tidak terpenuhi keinginanannya. Ini mustahil krn menggabungkan hal yg mustahil. Kemungkinan ke 3 salah satunya terpenuhi keinginannya dan yg lainnya tidak.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Penganut aqidah dan agama yang menyimpang

Berikut adalah rangkuman dari video kajian Ust. Dr. Firanda Andirja M.A. mengenai bab kelima dari kitab Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi, yang membahas tipu daya iblis terhadap penganut akidah dan agama yang menyimpang:1. Kelompok Sutoiya / Sofisme (Filsafat Yunani)Pengertian: Kelompok ini berasal dari pemikiran filsafat Yunani yang meragukan segala sesuatu dan berujung pada pengingkaran terhadap hakikat objektif.Tiga Mazhab Utama:Al-Inadiah: Kelompok yang benar-benar menentang dan mengingkari adanya hakikat apa pun.Al-Indiah: Kelompok yang menganggap kebenaran itu tidak ada yang absolut, melainkan bersifat relatif dan subjektif tergantung siapa yang memandangnya.Al-La Adriah: Kelompok skeptis/agnostik yang selalu menyatakan "tidak tahu" apakah hakikat itu sebenarnya ada atau tidak ada.Bantahan terhadap Al-Inadiah: Ibnul Jauzi menerapkan kaidah mereka sendiri untuk mematahkan argumen mereka. Jika ditanyakan apakah keyakinan mereka yang mengingkari hakikat itu sendiri memiliki "hakikat" atau tidak, maka ada dua kemungkinan. Jika mereka menjawab ada hakikatnya, berarti mazhab mereka batil karena mereka mengakui adanya suatu hakikat. Jika mereka menjawab tidak ada hakikatnya, maka pendapat mereka pun otomatis batil dan tidak perlu diyakini. Ust. Firanda juga menceritakan kisah seorang penganut Sofisme yang kehilangan untanya; ketika ia bersikeras yakin bahwa ia datang menunggangi unta, ia secara tidak langsung telah menetapkan adanya suatu hakikat nyata.Bantahan terhadap Al-Indiah (Relativisme): Jika keyakinan mereka hanya didasarkan pada pandangan subjektif dan menurut pihak lain bisa saja salah, maka keyakinan tersebut tidak layak dipertahankan sebagai kebenaran murni. Terdapat pula variasi mazhab yang menolak hakikat dengan berargumen bahwa alam semesta selalu berubah secara konstan (seperti aliran air sungai), sehingga tidak ada hakikat yang menetap.2. Kaum Ateis (Penolak Adanya Tuhan)Ibnul Jauzi membagi kaum ateis ke dalam dua kelompok besar:Dahriah: Kelompok yang memercayai bahwa alam semesta ada dan terjadi dengan sendirinya secara natural tanpa ada Tuhan yang menciptakan.Thoba'iyun (Cobaiyah): Kelompok yang menyatakan bahwa alam semesta diatur oleh hukum alam atau tabiat, bukan oleh entitas Tuhan.Bantahan terhadap Dahriah: Menggunakan hukum dasar sebab-akibat. Sama halnya seperti sebuah bangunan megah yang mustahil berdiri tanpa ada yang membangunnya, maka jagat raya, langit, dan bumi yang begitu teratur juga mustahil ada dengan sendirinya. Selain itu, merenungkan keselarasan anatomi tubuh manusia sendiri—seperti fungsi gigi geraham untuk menggerus makanan, lidah untuk membolak-balik makanan, hingga proporsi panjang-pendek jari tangan saat digenggam—merupakan dalil kuat atas keberadaan Pencipta.Bantahan mengenai "Tuhan Tidak Terlihat": Sesuatu yang nyata tidak harus selalu bisa dilihat secara langsung oleh mata. Manusia secara logis memercayai keberadaan akal dan jiwa di dalam tubuh mereka karena bisa merasakan dampaknya, meskipun keduanya tidak dapat dilihat secara kasat mata.Bantahan terhadap Thoba'iyun: Adanya hukum alam atau aturan (sunnatullah) yang sangat rapi, baku, dan memiliki rumus fisika yang konsisten justru menjadi bukti mutlak adanya Zat Agung yang merancang aturan tersebut, bukannya meniadakan peran Tuhan.3. Kelompok Tsanawiyah (Paham Dua Tuhan)Pengertian: Kelompok yang meyakini bahwa Tuhan itu ada dua karena logika mereka tidak dapat menerima jika satu Tuhan menciptakan kebaikan sekaligus keburukan secara bersamaan. Contoh utamanya adalah penganut Majusi (Zoroaster) yang memercayai adanya Tuhan Cahaya/Api sebagai pencipta kebaikan dan Tuhan Kegelapan sebagai pencipta keburukan.Bantahan Logika terhadap Dua Tuhan: Jika dua Tuhan memiliki keinginan yang bertolak belakang (misal: Tuhan pertama ingin seseorang bergerak, sedangkan Tuhan kedua ingin orang tersebut diam), maka secara logis hanya ada tiga kemungkinan:Keduanya terpenuhi: Mustahil karena seseorang tidak bisa berada dalam kondisi diam sekaligus bergerak pada satu waktu yang sama.Keduanya gagal: Menunjukkan keduanya lemah dan sama-sama tidak pantas menjadi Tuhan.Salah satu terpenuhi: Maka Tuhan yang keinginannya berhasil terlaksana dan mengalahkan keinginan Tuhan lainnya itulah yang merupakan Tuhan yang sebenarnya, sehingga kepemimpinan alam semesta tetap kembali kepada Tuhan yang Esa.Bantahan terhadap Konsep Cahaya dan Kegelapan: Logika penganut Majusi keliru karena kegelapan tidak selalu membawa keburukan (kegelapan bisa bermanfaat, misalnya untuk bersembunyi dari musuh), dan cahaya atau api tidak selalu mendatangkan kebaikan (api sering kali membakar, merusak, dan menghancurkan).

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
L
Lisna Febriani

📍 Kota Tasikmalaya

Talbis Iblis 2

Talbis Iblis 2: Tipu Daya Iblis Terhadap Akidah & AgamaDibawakan oleh Ust.Firanda Andirja, MAIblis menyesatkan manusia bukan hanya dari hawa nafsu. Tapi juga dengan Syubhat (kerancuan berpikir) agar kita meragukan kebenaran yang sudah jelas.1️⃣ Kaum Sofisme: Mereka yang meragukan hakikat kebenaran.3 Mazhab Sufstha'iyyah:1) Al-'Inadiyah : Mengingkari adanya kebenaran2) Al-Indiyyah : Kebenaran itu relatif, tergantung sudut pandang 3) Al-La Adriyyah : Mengaku tidak tahu apapun, selalu raguBantahan:• Mereka jatuh dalam kontradiksi • Jika mereka berkata "TIDAK ADA KEBENARAN" maka ucapan itu sendiri dianggap benar• Jika berkata "SEMUANYA DIRAGUKAN" maka berarti ia yakin dengan keraguannya📝Pelajaran√ Kebenaran itu ada & bisa diketahui√ Keraguan berlebih adalah pintu kesesatan2️⃣ Kaum Dahriyah & Thaba'iyyin (Atheis)Dahriyah : alam tercipta sendiri tanpa penciptaThaba'iyyin : alam diatur hukum alam semata tanpa TuhanSyubhat Mereka:Alam semesta tercipta dengan sendirinya, tidak perlu pencipta.Bantahan:• Akibat tidak muncul tanpa sebab• Keteraturan menunjukan adanya pengatur• Sesuatu tidak mungkin menciptakan dirinya sendiri3️⃣ Kaum Tsanawiyah (Majusi)Meyakini adanya 2 TuhanTuhan kebaikan (cahaya) & Tuhan Keburukan (kegelapan)Syubhat Mereka:Dua kekuatan ini mengatur alam semestaBantahan:• Jika ada 2 Tuhan pasti terjadi pertentangan• Jika keduanya menghendaki hal berlawanan maka hanya ada 3 kemungkinan:1. Keduanya berhasil = mustahil2. Keduanya gagal = keduanya lemah3. Salah satunya berhasil = Yang berhasil adalah Tuhannya

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
N
Nunung Sair

📍 Kabupaten Halmahera Utara

Ringkasan kitab talbis iblis #2 "Penganut aqidah dan agama yang menyimpang"

Judul: Kajian Kitab #2 Talbis Iblis "Penganut Aqidah & Agama Yang Menyimpang"Pemateri: Ustadz Firanda Andirja, MA Al imam Ibnu Zauji membuka dengan pembahasan tentang kerancuan pemikiran yang dilancarkan iblis kepada para shofisme.Ahli filsafat Yunani adalah shofisme adalah orang-orang yang mengingkari hakekat/kebenaran.Terdiri atas 3 mazhab.1. Al-Inadiyah, menentang adanya hakekat.2. Al-India, kebenaran/hakekat tidak ada hakekat yang absolut, tetapi relatif subjektif. Tidak ada kebenaran yang objektif.3. Laa Adriyyah, tidak tahu apakah hakekat ada atau tidak mereka tidak tahu.Al inadiyah adalah kaum yang terjebak dalam keraguan. Iblis telah masuk kedalaman pikiran mereka dan menolak adanya kebenaran.Cara membantah terhadap kaum ahofisme menurut ibnu Zauji. Apakah keyakinan kalian bahwa tidak ada hakekat, apakah ada hakekatnya atau tidak?Jawabannya, jika mereka berkata ada hakekat berarti bathil mazhab mereka.Jika mereka berkata tidak ada hakekatnya, maka bathil juga mazhab mereka.Banyak ulama yang beputus asa berdiskusi dengan orang-orang mazhab shofisme ini.Kelompok kedua yang dibantah ibnu Zauji yaitu Ad-Dahriyah, menolak adanya Tuhan. Contohnya kaum atheis.1. Ad-Dahriyah mengatakan alam sudah ada tanpa ada yang menciptakan.2. Ath-Thobaiyun mengatakan alam semesta bukan diatur oleh Tuhan, tapi thobi'i(natural).Kelompok ketiga ats-Tsanawiyah mengatakan Tuhan itu ada dua.1. Tuhan ada 2, yaitu:• Tuhan pencipta kebaikan• Tuhan pencipta keburukan 2. Majusi, Tuhan 2• Tuhan api/cahaya, pencipta kebaikan.• Tuhan kegelapan, pencipta keburukan.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
R
Riva Aktivia

📍 Kota Palembang

Talbis iblis #2: Pada pengaruh aqidah dan agama yang menyimpang

Talbis iblis #2 Pada pengaruh aqidah dan agama yang menyimpang talbis iblis pada sufi. Sufisme berasal dari filsafat yunani yang mengingkari adanya kebenaran sendiri terbagi lagi, ada yg sangat mengingkari kebenaran, ada yang mengatakan bahwa kebenaran itutidak ada yg absolut, lalu ada yang berpendapat tidak tau apakah kebenaran itu ada atau tidak golongan 1, sangat mengingkari kebenaran. mereka terjebak dalam keraguan. Cara membantah ➡️diskusi dan cerita golongan 2➡️ relativisme, kebenaran itu tidak ada yg absolut, tergantung subjektifitas sehingga kebenaran itu relatif bisa benar bisa tidak sehingga tidak bisa dipaksakan. Cara membantah ➡️diskusi golongan 3➡️ penolak adanya Tuhan➡️atheis. Terbagi 2 addahriyah➡️alam terjadi sendiri tanpa pencipta. Thoba'iyun➡️alam semesta terbentuk oleh aturan alam bukan karena Tuhan. Cara membantah addhaahriyah➡️gunakan sebab-akibat dan perbandingan. Cara membantah Thoba'iyun alam semesta itu tercipta karena aturan dari Allah. golongan berikutnya mengatakan bahwa Tuhan itu ada 2. Golongan ini terbagi 2 yaitu pertama mereka yang mengatakan Tuhan pencipta kebaikan dan Tuhan pencipta keburukan. Kedua majusi mengatakan Tuhan api/cahaya kebaikan dan Tuhan kegelapan keburukan.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis 2: Penganut Aqidah dan Agama yang menyimpang

Talbis Iblis #2: Penganut Aqidah dan Agama MenyimpangUstadz. Dr. Firanda AndirjaSyubhat iblis kepada penganut aqidah dan agama yang menyimpang yaitu diantaranya adalah ahli filsafat yunani yaitu kelompok pertama: shofisme, mereka adalah orang-orang yang mengingkari hakikat. Mereka juga terdiri dari 3 madzhab:Al ‘inadiyah: orang-orang yang menentang adanya hakikat. Kaum ini selalu terjebak dalam keraguan. Mereka selalu mengkhayal dengan khayalan diluar kemampuan mereka. Ibnul Jauzi membantah madzhab ini dengan cara:Terapkan kaidah mereka kepada mereka sendiri dengan bertanya kepada mereka apakah keyakinan mengingkari hakikat  itu ada hakikatnya?. Ada 2 kemungkinan jawaban dari mereka, jika mereka menjawab ada hakikatnya, berarti bathil lah madzhab mereka dan jika mereka berkata tidak ada hakikatnya, maka bathil juga madzhab mereka.Metode ceritaAl ‘indiyah: mereka menyebutkan kebenaran/hakikat itu tidak ada yang absolut, tetapi relatif subjektif. Masing-masing memiliki pandangan yang berbeda yang dikembalikan kepada pendapat atau keyakinan seseorang. Ibnul Jauzi membantah dengan cara:berdiskusi atau bertanya tentang Keyakinan ini apakah pasti benar? jika mereka menganggap keyakinan ini benar tetapi ada kemungkinan keyakinan menurut yang lain tidak benar. Ibnul Jauzi mengatakan jika mereka menjawab demikian maka masih ada kemungkinan salah dari sisi yang lain maka jangan diyakini kebenarannya berarti pendapat mereka tertolak.Laa adriyah: tidak mengetahui bahwa hakikat itu ada atau tidak.Kelompok kedua yang dibantah Ibnul Jauzi adalah kaum Atheis (menolak adanya Tuhan/Pencipta) dan kaum ini memiliki 2 kelompok:Ad Dahriyah, mereka mengatakan bahwa alam itu ada tanpa ada yang menjadikan. Ibnul Jauzi membantah dengan cara:Menggunakan ilmu dasar yaitu yang namanya akibat tidak mungkin muncul tanpa sebab. Logika sederhana, jika kita melihat suatu bangunan pasti ada yang membangunnya.Membantah syubhat bahwa Tuhan tidak terlihat sehingga dianggap tidak ada dengan logika adanya jiwa dan akal yang tidak terlihat namun tetap dianggap ada. Maka demikian pula meski kita tidak melihat Allah, tetapi ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa Allah itu ada.Ath Thoba’iyun, mereka berkata bahwa alam semesta diatur bukan oleh Tuhan tapi natural (dengan sendirinya). Ibnul Jauzi membantah dengan cara:Dengan memahami bahwa ta’biat tersebut tercipta oleh Allah karena tabi’at tidak akan bisa bereaksi kecuali dikumpulkan kemudian bercampur dan terjadi reaksi yang lain. Reaksi yang muncul inilah yang menyelisihi sifat tabi’at awal tersebut dan ini menunjukkan berarti ada yang mengaturnya.Kelompok ketiga yang dibantah oleh Ibnul Jauzi adalah Ats Tsanawiyah.Menganggap Tuhan itu ada 2, yaitu pencipta kebaikan dan keburukan. Tanpa menunjukkan jenis TuhannyaMajusi, kelompok yang percaya bahwa ada Tuhan api/cahaya (pencipta kebaikan) dan Tuhan kegelapan (pencipta keburukan).Bantahan Ibnul Jauzi terhadap kelompok mereka:Dengan logika 2 Tuhan, jika 2 Tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu. Contoh:Tuhan 1: ingin A bergerakTuhan 2: ingin A diamMaka, kemungkinan yang pertama jika kedua Tuhan tersebut terpenuhi keinginannya sehingga Si A bergerak sekaligus diam, ini adalah suatu hal yang mustahil. Kemungkinan yang kedua, kedua Tuhan tersebut keinginannya tidak terpenuhi dan ini juga hal yang mustahil karena tidak bisa menggabungkan hal yang kontradiktif. Dan kemungkinan yang ketiga jika salah satu Tuhan terpenuhi keinginannya dan yang lainnya tidak, maka Tuhan yang terpenuhi keinginannya yang berhak jadi Tuhan karena mengalahkan Tuhan lainnya dan ini kembali lagi ke logika yang bahwasannya Tuhan itu cuma satu.Dengan logika, jika ada Tuhan kegelapan yang diartikan sebagai Tuhan pencipta keburukan maka hal ini tidak benar karena tidak selalu kegelapan itu tidak bermanfaat dan Tuhan api/cahaya yang diartikan sebagai Tuhan pencipta kebaikan pun juga tidak benar karena api/cahaya tidak selalu bermanfaat pula. Maka logika mereka tidak benar dan menyelisihi kenyataan yang ada.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

TALBIS IBLIS #2 PENGANUT AQIDAH & AGAMA YANG MENYIMPANG

      Shofisme (Ibnu Jauzi dalam kitabnya Talbis Iblis) adalah yang mengingkari hakikat (hakikat itu tidak ada), terdiri dari 3 mazhab:1.     Menentang adanya hakikatBantahan Ibnu Jauzi terhadap mereka:(a) Keyakinan kalian (mengingkari hakikat) apakah ada hakikatnya?Jawabannya 2 kemungkinan:- Jika mereka bilang ada hakikatnya, berarti mazhab mereka batil- Jika mereka bilang tidak ada hakikatnya, maka batil juga(b) Metode cerita2.    Kebenaran/ hakikat itu tidak ada yang absolut tetapi relatif subjektif (tidak ada kebenaran yang objektif)Bantahan Ibnu Jauzi terhadap mereka:Keyakinan ini apakah pasti benar?Mereka akan menjawab menurut kami benar tapi bisa menurut selain kami tidak benar3.    Tidak tahu (apakah hakekat ada atau tidak saya tidak tahu)       Kaum Atheis (yang menolak adanya Tuhan):1.     DahriyahAlam itu ada tanpa ada yang menjadikanBantahan Ibnu Jauzi terhadap mereka:(a)  Ilmu dasar (namanya akibat tidak mungkin muncul tanpa sebab)Logika jika kita melihat suatu bangunan pasti ada yang membangunnya(b) Beliau membantah syubhat Tuhan tidak terlihat jadi tidak adaDengan logika adanya jiwa dan akal yang tidak terlihat2.    Tabi’irinAlam semesta diatur bukan oleh Tuhan tapi tabi’i (natural)Berusaha ilmiah dengan mengatakan adanya tabi’at yang mengaturBantahan Ibnu Jauzi terhadap mereka:(a)  Tabi’at tersebut tercipta oleh Allah karena dia ikut aturan       Tsanawiyah (Tuhan itu ada 2):1.     -      Tuhan pencipta kebaikan-          Tuhan pencipta keburukan2.    -      Tuhan api / cahaya pencipta kebaikan-          Tuhan kegelapan/ pencipta keburukanBantahan Ibnu Jauzi terhadap mereka:(a)  Logika 2 TuhanJika 2 Tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu:Tuhan (1) ingin A bergerakTuhan (2) ingin A diamMaka ada beberapa kemungkinan:(a)  Keduanya terpenuhi keinginannya, si A bergerak sekaligus diam (mustahil)(b) Keduanya tidak terpenuhi keinginannya, si A tidak bergerak & si A bergerak, mustahil & gagal menjadi Tuhan(c)  Salah satunya terpenuhi keinginannya, yang terpenuhi keinginannya yang layak menjadi Tuhan (b) Logika ke-2Taruhlah Tuhan kegelapan selalu menciptakan keburukan, bukankah gelap sering bermanfaat?

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
N
Nur Fitri Yanuar Misilu

📍 Kota Gorontalo

Ringkasan Materi 2 - Penganut Aqidah dan Agama yang Menyimpang

Catatan Kajian Kitab Talbis IblisMateri #2 “Penganut Aqidah dan Agama yang Menyimpang" –Oleh Ustad Firanda Andirja hafidzahullahu(2 Juni 2026)Bab 5: Talbis iblis yang berkaitan dengan akidah dan agama-agamaPenulis membuka pembahasan dengan syubhat kerancuan pemikiran iblis kepada penganut shu shuthoiyah (shofisme; meragukan segala sesuatu). Orang-orang yang mengingkari hakikat/kebenaran. Munculnya mereka ini adalah karena ulama mereka berusaha mengembalikan asal muasal alam kepada natural/tabiat (entah asal alam adalah api, udara, atau atom). Karena keraguan ini muncullah mazhab shofisme.Mereka terdiri atas 3 mazhab1. Al Inadiyah: menentang adanya hakikat2. Al indiyah: kebenaran itu relatif subjektif, tidak ada yang absolut. Tidak ada hakikat yang objektif3. Laa adriyah: tidak tahu (ada atau tidaknya, mereka tidak tahu).Al-Inadiyah: apa yang kita lihat sekarang bisa jadi sesuai dengan apa yang kita lihat, bisa jadi pula berbeda dengan apa yang dilihat. Tidak jelas/tidak ada hakikat. Mereka adalah kaum yang terjebak dalam keraguan. Bantahan penulis: “Apakah perkataan kalian apakah ada hakikatnya atau tidak?” Jika mereka mengatakan ada hakikatnya, maka keyakinan mereka adalah bathil. Jika mengatakan tidak ada hakikatnya, maka keyakinannya juga bathil.Banyak ulama yang putus asa untuk berdiskusi dengan mereka. harus ada pijakan yang disepakati bersama terlebih dahulu. Karena mereka pun tidak yakin apakah sesuatu yg mereka lihat ada atau tidak.Abul wafa’ Ibn Aqil tetap mengajak mereka berdiskusi. Karena mereka sedang sakit dan perlu diluruskan. Kata beliau seperti mempunyai seorang anak yang juling, melihat bulan ada 2. Beliau meminta untuk tidak putus asa menyadarkan mereka, siapa tahu tetap akan mendapat hidayah.- Contoh lain ada seorang shofisme yang datang menunggangi unta, maka ditanya oleh orang yang melihatnya apa dia datang membawa unta. Shofisme itu berkata dia yakin membawa unta. Akhirnya orang yg melihatnya itu menyadarkan dia dengan berkata bahwa yang awalnya shofisme menentang hakikat dan meragukan segalanya, kali ini dia yakin bahwa dia membawa unta, maka keyakinannya tentang hakikat tadi batal. Akhirnya dia sadar.- Orang-orang seperti ini harus diperbaiki karena mereka terjebak pada khayalan dan khurofat.Al-indiyyah: kembali kepada indi (menurutku). Masing-masing subjektif dan tidak dipaksakan.Bantahan penulis: - apakah keyakinan ini pasti benar. mereka akan menjawab: subjektif (menurut kami benar), tapi bisa jadi menurut selain kami tidak benar. hal ini berarti pendapat mereka tertolak. Keyakinannya bisa jadi ada sisi salah menurut orang lain. Kalau masih ada salahnya untuk apa lagi diyakini.Ad-dahriyah: penolak adanya tuhan pencipta.termasuk kaum atheis yang menolak adanya tuhan. - menurut mereka alam terjadi sendiri tanpa ada yang menjadikan.Bantahan penulis: ilmu dasar yaitu namanya akibat tidak akan muncul tanpa sebab. Karena di dalam ilmu dasar ada sebab dan akibat. Seperti jika kita melihat suatu bangunan, maka ada yang membangunnya. Bahkan seseorang merenungkan tentang kehadiran dirinya, maka sudah cukuplah dirinya menjadi dalil kalau Tuhan itu ada, tidak terjadi dengan sendirinya. Bahkan untuk membahas manusia, bagaimana anggota tubuhnya ada, tidak akan cukup dibahas di buku ini.Mengetahui adanya sesuatu tidak harus dengan melihatnya, tapi kita bisa melihat dampak keberadaannya.di dalam tubuh kita ada jiwa dan akal yang tidak terlihat. Tapi kita yakin ada jiwa di dalam tubuh ini yang mengaturnya, dan ada akal yang berpikir untuk bertindak. Walau kita tidak bisa memperinci, tapi kita tahu bahwa jiwa dan akal itu adaThobaiyyin: ada tabiat yang mengatur. Misalnya berkumpul 4 elemen (api, angin, batu--semisal) dan terjadilah semesta.Bantahan: tabiat/aturan alam tersebut tercipta oleh Allah. Segala ilmu fisika (grativitasi, dsb), maka ini ada pengaturannya, semuanya baku dan bisa diteliti dan ditemukan rumusnya. Maka ini berarti ada yang membuat aturan yang luar biasa yaitu Tuhan, tidak terjadi dengan sendirinya.Ats-Tsanawiyyah: tuhan itu ada 2. Di antaranya ada majusiyah. - Tuhan 2: Menurut mereka ada tuhan kebaikan dan tuhan keburukan. - Majusi: tuhan api (pencipta kebaikan) dan tugan kegelapan (pencipta keburukan)Bantahan penulis:1. Logika 2 tuhan. Jika 2 tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu, misal Tuhan no.1 ingin si A bergerak, Tuhan no. 2 ingin si A diam. maka apa yang terjadi? ada 3 kemungkinan.- terpenuhi keinginannya (karena sama-sama Tuhan) maka ini mustahil, karena 2 hal yang bertentangan- keduanya tidak terpenuhi kehendaknya (karena bertentangan), bergerak dan tidak bergerak digabungkan maka mustahil. keduanya tidak pantas jadi tuhan karena keduanya gagal. - salah satu terpenuhi keinginannya dan yang lainnya tidak. maka yang terpenuhi keinginannya yang berhak menjadi tuhan.2. Logika ke-2. Jika tuhan kegelapan selalu menciptakan keburukan menurut Majusi, maka bukankah gelap sering bermanfaat juga? Di saat gelap ada yang ingin bersembunyi dari pembunuh (misal). Jika api memberi manfaat, maka bukankah api juga sering mendatangkan keburukan.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
N
Nur Fathiyyah

📍 Kota Depok

Talbis iblis #2

Bab 5 : Tentang Penyesatan Iblis Dalam Aqidah dan Agama(1) Kaum Sufsuthaiyyah Secara zaman, filsafat Yunani sdh ada sebelum Yahudi dan Nasrani, dan pengaruh mereka melebar sehingga masuk ke agama-agama samawiyahDiantara ahli filsafat Yunani : Sofisme (Sufsuthaiyyah) = Yang mengingkari hakikatAwalnya, ulama falasifah mengatakan alam semesta muncul karena tabiat, namun banyak khilaf yg kuat diantara mereka jg, tidak ada dalil masing-masing karena mereka hanya mengikuti akal saja.Lalu muncullah sufsuthaiyyah yang mengingkari hakikat.Ada 3 madzhab Sufsuthaiyyah:Al-'Inadiyah : Menentang adanya hakikat (penuh dengan keraguan)Al-'Indiyyah : Kebenaran/hakikat itu tidak ada yang absolut, tetapi relatif subjektif. Tidak ada hakikat yang objektif. Contoh yg mereka berikan: Madu bagi kamu manis, tapi bagi org yg sakit pahit. Apakah dua2nya salah? jawabannya tidak, ini madzhab relatifismAl-La Adriyyah: "Tidak tahu". Apakah hakikat ada atau tidak saya tidak tahu Bantahan Ibnul Jauzi:Al-'Inadiyah:Keyakinan kalian (mengingkari hakeikat) apakah ada hakekatnya? Ada 2 kemugkinan: (1) Jika mereka bilang ada hakekatnya, berarti bathil lah madzhab mrk; (2) Jika mereka berkata "tidak ada hakekatnya" maka bathil juga madzhab mrk*Banyak para ulama yang menyerah berdiskusi dgn mereka, karena mereka tidak memiliki pijakan, tidak punya keyakinan. Mereka perlu diperbaiki, karena mrk berada pada khayalan Metode cerita : Abu al-Qasim al-Balkhi menceritakan bahwa seorang lelaki dari kaum Sofistik biasa datang kepada salah seorang ahli kalam. Suatu kali dia datang kepadanya lalu berdebat dengannya. Ahli kalam itu menyuruh mengambil kendaraannya. Ketika dia keluar, dia tidak melihatnya, maka dia kembali dan berkata: "Kendaraanku dicuri." Dia (si Sofistik) berkata: "Celaka kamu! Mungkin kamu tidak datang dengan berkendaraan." Dia berkata: "Tidak, aku datang berkendaraan." Dia berkata: "Pikirkanlah!" Dia berkata: "Ini adalah perkara yang aku yakini." Dia terus berkata kepadanya: "Ingatlah!" Dia berkata: "Celaka kamu! Celaka kamu! Ini bukan tempat untuk mengingat. Aku tidak ragu bahwa aku datang dengan berkendaraan." Dia berkata: "Bagaimana kamu mengklaim bahwa tidak ada hakikat bagi sesuatu apa pun dan bahwa keadaan orang yang terjaga seperti keadaan orang yang tidur?" Maka si Sofistik itu terdiam dan kembali dari mazhabnya.Al-'IndiyyahKeyakinanmu ini apakah pasti benar? Mereka akan menjawab, menurut kami benar tapi bisa menurut selain kami tidak benar. Ibnul Jauzi mengatakan, berarti pendapat kalian tertolak karena masih ada sisi kesalahan menurut orang lain.(2) Kaum Atheis : Yang Menolak Adanya TuhanAda 2 kelompok:Ad-dahriyah : "alam itu ada tanpa ada yang menjadikan" (alam kebetulan)Bantahan Ibnul Jauzi: Ilmu dasar (namanya akibat tidak muncul tanpa sebab). Bahkan seseorang kalau menerungkan tentang dirinya, maka cukup dirinya menjadi dalil bahwasanya Tuhan itu ada, bukan makhluk yg terjadi dengan dirinya sendiri. Badan kita saja kalau mau dijelaskan secara detail maka tidak cukup dalam buku ini. Lihatlah jari-jari, ukurannya ada yg panjang ada yg pendek tapi ketika dilipat jadi ratasecara logika: jika kita melihat suatu bagunan pasti ada yang membangunnya. apalagi alam semestaThobai'iyyun: "alam semesta diatur bukan oleh Tuhan tapi tabi'i (natural). Berusaha ilmiyah dengan mengatakan ada tabi'at yang mengatur.Bantahan Ibnul Jauzi: Tabi'at tersebut tercipta oleh Allah. Diantara yang menunjukkan bahwasanya tabi'at tidak bisa mengatur adalah dia tidak bereaksi kalau tidak berkumpul, berarti dia memang diatur bukan secara independen mengatur. Karena dia ikut aturan(3) Ats-Tsanawiyah (Tuhan itu ada 2)Tuhan ada 2 : Tuhan pencipta kebaikanTuhan pencipta keburukanMajusi. Tuhan ada 2:Tuhan api/cahaya: pencipta kebaikanTuhan kegelapan: pencipta keburukanBantahan Ibnul Jauzi : Logika pertama yaitu logika 2 Tuhan : Jika 2 Tuhan tsb ingin melakukan sesuatu: Tuhan 1 ingin si A bergerak, Tuhan 2 ingin si A diam. Maka ada beberapa kemungkinan: (1) Keduanya terpenuhi keinginannya yaitu si A bergerak sekaligus diam = mustahil(2) Keduanya tidak terpenuhi keinginannya yaitu tuhan pertama ingin si A bergerak ternyata si A tidak bergerak dan tuhan kedua ingin si A tidak bergerak tapi si A bergerak = mustahil dan keduanya tidak pantas jadi Tuhan. (3) Salah satunya terpenuhi keinginannya dan yang lainnya tidak, maka yang terpenuhi keinginannya itulah yang berhak jadi tuhan.Logika ke-2 : Taruhlah tuhan kegelapan selalu menciptakan keburukan (menurut keyakinan majusi). Kata Ibnul Jauzi "Bukankah gelap sering bermanfaat, ketika ada seorang yg ingin dibunuh dia bisa bersembunyi dalam kegelapan" Kata mereka juga api itu selalu bermanfaat juga tidak benar, bukankah api banyak yang tidak bermanfaat (membakar, menghancurkan) = menyelisihi kenyataan yg ada.Mereka mengatakan api adalah tuhan karena iblis masuk dalam benak mereka memperlihatkan bahwa api memberi banyak manfaat luar biasa akhirnya mereka beribadah kepada api tsb.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
S
Sherlinda Fitriani

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi #2 Talbis Iblis : Penganut Aqiqah dan Agama yang Menyimpang

Ringkasan materi #2: Talbis Iblis pada Penganut Aqidah dan Agama yang Menyimpang disampaikan oleh Ustadz Firanda:Ikhtisar SingkatBab ini menjelaskan bagaimana iblis menyesatkan manusia melalui berbagai penyimpangan aqidah dan pemikiran. Ibnul Jauzi membahas kelompok-kelompok yang mengingkari hakikat kebenaran, menolak keberadaan Allah, atau meyakini adanya lebih dari satu tuhan. Beliau kemudian membantah pemikiran-pemikiran tersebut dengan argumentasi logis dan dalil akal yang sederhana namun kuat.Poin-Poin Utama1. Kaum Sofis (Sufastha'iyah)Kelompok yang terpengaruh filsafat Yunani dan mengingkari hakikat kebenaran.a. Al-'InadiyahMengingkari adanya hakikat secara mutlak.Selalu ragu terhadap segala sesuatu dan tidak memiliki pijakan keyakinan.Bantahan Ibnul Jauzi:"Apakah keyakinan kalian bahwa tidak ada hakikat itu sendiri merupakan hakikat?"Jika ya, berarti mereka mengakui adanya hakikat.Jika tidak, maka keyakinan mereka sendiri tidak bisa dipercaya.b. Al-'IndiyahMenganggap kebenaran bersifat relatif dan subjektif.Tidak ada kebenaran absolut menurut mereka.Bantahan Ibnul Jauzi:"Apakah pendapat kalian ini pasti benar?"Jika mereka mengakui kemungkinan salah, maka keyakinan tersebut tidak layak dijadikan pegangan.c. Kaum yang Abstain (Agnostik)Mengaku tidak mengetahui hakikat sesuatu secara pasti.Menolak mengambil kesimpulan tentang kebenaran.---2. Ad-Dahriyah (Ateis)Menolak keberadaan Allah sebagai pencipta.Meyakini alam semesta ada dengan sendirinya tanpa pencipta.Bantahan Ibnul Jauzi:Segala akibat pasti memiliki sebab.Keberadaan alam menunjukkan adanya pencipta.Banyak hal diyakini keberadaannya meskipun tidak terlihat secara langsung, seperti akal dan jiwa.Demikian pula Allah, keberadaan-Nya diketahui melalui tanda-tanda dan ciptaan-Nya.---3. Kaum Thabi'iyyah (Naturalis)Menganggap alam berjalan karena tabiat atau hukum alam semata.Menafikan peran Allah dalam penciptaan dan pengaturan alam.Bantahan Ibnul Jauzi:Tabiat dan hukum alam tidak berdiri sendiri.Reaksi dan keteraturan alam menunjukkan adanya pengatur.Hukum alam merupakan sunnatullah yang diciptakan dan ditetapkan oleh Allah.---4. Ats-Tsanawiyah (Penganut Dualisme)Kelompok yang meyakini adanya dua sumber kekuatan atau dua tuhan.Bentuk-bentuknya:1. Tuhan pencipta kebaikan dan tuhan pencipta keburukan.2. Kaum Majusi yang meyakini tuhan cahaya/api dan tuhan kegelapan.Bantahan Ibnul Jauzi:a. Argumen Konflik KehendakJika ada dua tuhan dan keduanya menghendaki hal yang bertentangan:Keduanya berhasil → mustahil karena dua hal yang berlawanan tidak bisa terjadi bersamaan.Keduanya gagal → keduanya bukan tuhan.Salah satu berhasil → yang menang itulah yang layak disebut tuhan.Kesimpulan: Tuhan hanya satu.b. Argumen Manfaat dan MudaratKegelapan tidak selalu buruk; terkadang bermanfaat.Cahaya atau api tidak selalu baik; bisa pula membahayakan.Karena itu pembagian mutlak antara "tuhan kebaikan" dan "tuhan keburukan" tidak sesuai dengan kenyataan.Kesimpulan BabTalbis (tipu daya) iblis dalam masalah aqidah sering muncul dalam bentuk keraguan terhadap kebenaran, pengingkaran terhadap keberadaan Allah, pengultusan hukum alam, atau keyakinan adanya lebih dari satu tuhan. Ibnul Jauzi menunjukkan bahwa penyimpangan tersebut dapat dibantah dengan fitrah manusia, akal sehat, dan logika yang konsisten, yang semuanya mengarah kepada pengakuan bahwa kebenaran itu ada dan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta dan pengatur alam semesta.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
R
Regita Dwi Ananda

📍 Kota Bandung

Talbis iblis-2

Talbis Iblis-2Imam ibnu zaujiy :Subhat kerancuan pemikiran yg dilancarkan oleh iblis kepada penganut pemikiran sufisme yg meragukan segala sesuatu. Mereka ada beberapa madzab.Diantara filasafat yunani adalah sufisme. Mereka adalah yg mengingkari hakekat. Mereka terdiri dari 3 madzabAl indadiyah (menentang adanya hakekat)Al indiyah (kebenaran itu relatif, subjektif. Tidak ada yg objektif)Al adriyah (tidak tahu)Kaum atheis (yang menolak adanya tuhan)Dahriyah, alam terjadi tanpa ada yg menjadikan. Bantahan : ilmu dasar (sebab-akibat) logika nya jika kita melihat suatu bangunan pasti ada yang membangun nya. Bantahan syubhat tuhan tidak terlihat jadi tidak ada, dengan logika adanya jika ada akal yg tidak terlihat. Sesuatu itu bisa diketahui adanya tidak mesti dilihat, tapi bisa dirasakan dampak keberadaannya. Seperti strom/listrikToba'iyyun, alam semesta bukan oleh tuhan tapi tobi'i (natural) aturan alam. Mereka berusaha ilmiah dengan menyatakan ada tabi'at yang mengatur. Mereka mengatakan alam semesta kembali kepada api, air, udara dan tanah, mereka berpendapat berkumpulnya unsur tadi sehingga terjadi alam semesta. Bantahannya ibnu jauzi : tabi'at tersebut tercipta oleh Allah ﷻ tabiat tidak bisa terkumpul sendiri kecuali ada yg mengaturAtsanawiyyah (Tuhan itu ada 2)Tuhan 2Tuhan pencipta kebaikanTuhan pencipta keburukanMajusi Tuhan 2Tuhan api/cahaya, pencipta kebaikanTuhan kegelapan , pencipta keburukanBantahan Logika 2 tuhan : jika 2 tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu, misalnya Tuhan 1 ingin si A bergerah sementara Tuhan 2 ingin si A diam. Dan apa yg terjadi? Ada 3 kemungkinankeduanya terpenuhi keinginannya (mustahil)Tidak terpenuhi keinginanya (mustahil, keduanya tidak pantas jadi tuhan)Salah satunya terpenuhi keinginanya dan yg lainnya tidak (yg terpenuhi keinginannya yg berhak jadi tuhan)Banyahan Logika ke 2:Taruhlah tuhan kegelapan selalu menciptakan keburukan. Bukankah gelap sering bermanfaat?Tuhan api, bukannya api juga banyak memberikan manfaat?

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 2 : Talbis Iblis #2

Kajian ini membahas Bab Kelima dari kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi, yang membongkar tipu daya dan syubhat iblis terhadap para penganut akidah, filsafat, dan agama-agama yang menyimpang.Terdapat 3 kelompok besar:Kaum Sofisme : berasal dari filsafat Yunani kuno yang memiliki ciri khas meragukan segala hal dan mengingkari hakikat kebenaran objektif. Pemikiran mereka terbagi menjadi 3 mazhab utama: Al-Inadiyyah: benar-benar menentang dan menolak adanya hakikat pada segala sesuatu. Al-Indiyyah: menganggap tidak ada kebenaran absolut; semua kebenaran bersifat relatif dan subjektif. Al-La Adriyyah: Kelompok agnostik yang selalu mengatakan "saya tidak tahu" apakah hakikat itu ada atau tidak.Cara Membantah Kaum Sofisme:Berikan Logika Pemikiran: Tanyakan kepada mereka, "Apakah keyakinan kalian yang menyatakan 'tidak ada hakikat' itu ada hakikatnya?" Jika mereka menjawab ada, berarti mereka mengakui adanya hakikat (mazhab mereka batal). Jika mereka menjawab tidak ada hakikatnya, maka pendapat mereka tidak perlu dipercaya.Berikan Kisah Pembuktian Fakta: Ibnul Jauzi menceritakan seorang penganut sofisme yang kehilangan ontanya setelah berdiskusi. Ketika ia mengeluh ontanya dicuri, ulama menyindirnya, "Mungkin kamu cuma berkhayal naik onta." Orang tersebut langsung menegaskan ia yakin 100% tadi naik onta, yang membuktikan bahwa pada dasarnya manusia tidak bisa lepas dari mengakui sebuah hakikat nyata.Kelompok ateis: kelompok yang menolak adanya Tuhan pencipta, terbagi menjadi:Dahriyyah: yakin bahwa alam semesta ini ada begitu saja sejak dulu dan terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan.Thoba'iyyun: yakin bahwa alam ini diatur oleh hukum alam/tabiat (nature) itu sendiri, bukan oleh Tuhan.Cara membantah Kaum ateis:Berikan Hukum Sebab-Akibat: Secara ilmu dasar, akibat tidak mungkin terjadi tanpa adanya sebab. Jika melihat sebuah bangunan kokoh kita tahu pasti ada pembangunnya, maka langit, bumi, dan keteraturan jagat raya yang luar biasa ini mustahil terjadi tanpa ada Pencipta.Pengamatan Tatanan Tubuh Manusia: Mengamati anatomi tubuh sendiri (seperti fungsi gigi geraham untuk mengunyah, lidah untuk membolak-balik makanan, struktur jari tangan) sudah sangat cukup menjadi bukti desain penciptaan Tuhan yang maha sempurna.Menyanggah perkataan "Tuhan Tidak Terlihat": Manusia meyakini adanya akal dan jiwa di dalam tubuh mereka padahal keduanya tidak terlihat secara kasat mata. Begitu pula keberadaan Tuhan, dapat diyakini secara pasti melalui dampak dan bukti-bukti keteraturan ciptaan-Nya.Membantah Aturan Tabiat/Fisika: Penemuan rumus fisika atau hukum alam yang baku (seperti teori gravitasi) justru membuktikan adanya entitas Maha Cerdas yang membuat aturan tersebut menjadi baku, bukan malah membuktikan Tuhan tidak ada.Kaum Tsanawiyyah / Dualisme (Agama Majusi): Kelompok yang meyakini bahwa Tuhan itu ada dua. Kaum Majusi meyakini adanya Tuhan Cahaya/Api sebagai pencipta kebaikan, dan Tuhan Kegelapan sebagai pencipta keburukan. Iblis memberikan syubhat kepada mereka agar menyembah api karena melihat api memberikan banyak manfaat.Cara Membantah Kaum Dualisme:Berikan Logika Kontradiksi Dua Penguasa: Jika ada dua Tuhan, lalu Tuhan pertama ingin menggerakkan seseorang sedangkan Tuhan kedua ingin mendiamkannya, apa yang terjadi? Jika dua keinginan terwujud, maka orang tersebut bergerak sekaligus diam (mustahil). Jika dua-duanya gagal, berarti keduanya lemah dan tidak pantas jadi Tuhan. Maka secara logis, hanya akan ada satu keinginan Tuhan yang menang, menunjukkan bahwa Tuhan itu Esa.Logika tentang Kegelapan & Cahaya: Logika mereka patah karena dalam realitasnya, kegelapan tidak selalu membawa keburukan (misal: bermanfaat untuk bersembunyi atau istirahat), dan cahaya api tidak selalu membawa kebaikan (misal: bisa membakar dan menghancurkan).

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 2

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 2Oleh Ustadz Firanda AndirjaBAB KELIMA: TENTANG PENYESATAN IBLIS DALAM AKIDAH DAN AGAMAPenyesatan Iblis terhadap Kaum SofistikSang Syaikh berkata: "Mereka adalah kaum yang dinisbatkan kepada seorang lelaki yang disebut Sofista. Mereka mengklaim bahwa segala sesuatu tidak memiliki hakikat (mengingkari hakikat) dan bahwa apa yang kita anggap mustahil bisa jadi sesuai dengan yang kita saksikan, dan bisa jadi berbeda dengan yang kita saksikan."Alirannya disebut Shofisme.Shofisme adalah pengingkar hakikat.Terbagi menjadi 3 madzab: ◦ Al inadiah : benar2 mengingkari adanya hakikat. Cara membantah menurut Ibnul Jauzy kepada Al inadiah: 1. Keyakinan kalian ini yaitu mengingkari hakikat, apakah ada hakikatnya atau tidak? Jika mereka bilang ada hakikatnya berarti matilah keyakinan mereka. Jika mereka bilang tidak ada hakikatnya maka batal juga madzab mereka. Sang Syaikh berkata: "Abu al-Wafa' Ibnu Aqil telah membantah perkataan ini dengan berkata: 'Sesungguhnya ada kaum yang berkata: Bagaimana kita berbicara dengan mereka? Puncak kemungkinan perdebatan adalah mendekatkan yang masuk akal kepada yang dapat dirasakan dan bersaksi dengan yang dapat disaksikan untuk mendalilkan yang gaib. Sedangkan mereka tidak berkata dengan hal-hal yang dapat dirasakan, maka dengan apa mereka diajak bicara?'Dia berkata: "Ini adalah perkataan yang sempit pandangannya. Tidak sepantasnya berputus asa dari mengobati mereka, karena apa yang menimpa mereka tidak lebih dari waswas. Tidak sepantasnya kita menyempitkan pandangan kita dari mengobati mereka, karena mereka adalah kaum yang dikeluarkan oleh gejala penyimpangan temperamen. Perumpamaan kita dan mereka adalah seperti seorang lelaki yang dikaruniai anak yang juling, yang selalu melihat bulan dalam bentuk dua bulan, sehingga dia tidak ragu bahwa di langit ada dua bulan. Ayahnya berkata kepadanya: 'Bulan itu satu, dan keburukannya ada di matamu. Pejamkan mata julingmu dan lihatlah!' Ketika dia melakukannya, dia berkata: 'Aku melihat satu bulan karena aku menutup salah satu mataku sehingga yang satu hilang.' Dari perkataan ini muncul keraguan kedua. Ayahnya berkata kepadanya: 'Jika demikian seperti yang kamu sebutkan, maka pejamkan yang sehat!' Dia melakukannya dan melihat dua bulan, maka dia tahu kebenaran perkataan ayahnya." 2. Metode ceritaAbu al-Qasim al-Balkhi menceritakan bahwa seorang lelaki dari kaum Sofistik biasa datang kepada salah seorang ahli kalam. Suatu kali dia datang kepadanya lalu berdebat dengannya. Ahli kalam itu menyuruh mengambil kendaraannya. Ketika dia keluar, dia tidak melihatnya, maka dia kembali dan berkata: "Kendaraanku dicuri." Dia (si Sofistik) berkata: "Celaka kamu! Mungkin kamu tidak datang dengan berkendaraan." Dia berkata: "Tidak, aku datang berkendaraan." Dia berkata: "Pikirkanlah!" Dia berkata: "Ini adalah perkara yang aku yakini." Dia terus berkata kepadanya: "Ingatlah!" Dia berkata: "Celaka kamu! Celaka kamu! Ini bukan tempat untuk mengingat. Aku tidak ragu bahwa aku datang dengan berkendaraan." Dia berkata: "Bagaimana kamu mengklaim bahwa tidak ada hakikat bagi sesuatu apa pun dan bahwa keadaan orang yang terjaga seperti keadaan orang yang tidur?" Maka si Sofistik itu terdiam dan kembali dari mazhabnya. ◦ Al indiah : kebenaran/hakikat adalah relative subjective/tidak ada yang absolute dan objective tergantung siapa yang memandangnya (relativisme)An-Naubakhti berkata: "Satu golongan dari orang-orang yang pura-pura bodoh telah mengklaim bahwa segala sesuatu tidak memiliki satu hakikat pada dirinya sendiri, tetapi hakikatnya menurut setiap kaum sesuai dengan apa yang mereka yakini tentangnya. Madu dirasakan pahit oleh penderita penyakitkuning dan dirasakan manis oleh yang lain. Mereka berkata: 'Demikian juga alam ini, ia qadim menurut orang yang meyakini keqadimannya, dan baru menurut orang yang meyakini kebaruannya. Warna adalah jisim menurut orang yang meyakininya sebagai jisim, dan aradh (sifat) menurut orang yang meyakininya sebagai aradh.' Mereka berkata: 'Seandainya kita bayangkan tidak adanya orang-orang yang meyakini, maka perkara itu bergantung pada adanya orang yang meyakini.'Cara membantah menurut Ibnul Jauzy kepada Al indiah: Keyakinan mereka apakah pasti benar. Mereka akan menjawab : menurut kami benar tapi bisa jadi menurut selain kami tidak benar. Jika jawaban mereka seperti itu maka jangan diyakini sebagai suatu kebenaran ◦ La adriah : tidak tahu atau abstain. Apakah hakikat ada atau tidakPenyesatan Iblis terhadap Kaum Ad dahriyahSang Penyusun berkata: "Iblis telah menipu banyak makhluk bahwa tidak adaTuhan dan tidak ada Pencipta, dan bahwa segala sesuatu ini ada tanpa yang mewujudkannya. Mereka ini, karena tidak dapat merasakan Sang Pencipta dengan indra dan tidak menggunakan akaluntuk mengenal-Nya, maka mereka mengingkari-Nya." Ad dahriyah adalah menolak adanya Tuhan. Atau dikenal dijaman sekarang dengan istilah Atheis.Terbagi menjadi 2 madzab: ◦ Dahriyah : alam itu ada tanpa ada yang menjadikanCara membantah menurut Ibnul Jauzy kepada Dahriyah: 1. Menggunakan logika ilmu dasar : akibat tidak mungkin muncul tanpa sebab. Jika kita melihat suatu bangunan pasti ada yang membangun, apalagi alam semesta?. Betapa bagusnya perkataan sebagian orang Arab: "Sesungguhnya kotoran unta menunjukkan adanya unta." Maka bangunan langit yang tinggi dengan kelembutan ini dan pusat bumi yang rendah dengan kekentalan ini, bukankah keduanya menunjukkan adanya Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui?. Kemudian, seandainya manusia merenungkan dirinya sendiri, itu sudah cukup sebagai dalil dan menyembuhkan dahaga. Karena dalam jasad ini terdapat hikmah-hikmah yang tidak dapat disebutkan seluruhnya dalam sebuah kitab. Barang siapa merenungkan pembentukan gigi untuk memotong, pembentukan geraham untuk menggiling, lidah yang membolak-balik makanan yang dikunyah, penguasaan hati atas makanan untuk memasaknya, kemudian mengalirkannya ke setiap anggota tubuh sesuai dengan kadar yang dibutuhkannya dari makanan. 2. Beliau membantah syubhat Tuhan tidak terlihat jadi tidak ada. Dengan logika adanya jika dan akal yang tidak terlihat ◦ Thabi'iyyin : alam semesta diatur bukan oleh Tuhan tapi tabi'i (natural). Berusaha ilmiyah dengan mengatakan ada tabiat yang mengatur.Cara membantah menurut Ibnul Jauzy kepada Thabi'iyyin:Tabiat tersebut tercipta oleh Tuhan. Tabiat tidak bisa bereaksi kecuali telah berkumpul artinya tabiat juga teratur tidak bisa independen. berkumpulnya tabi'at-tabi'at itu berdasarkanwujudnya, bukan berdasarkan perbuatannya. Kemudian telah terbukti bahwa tabi'at-tabi'at tidak berbuat kecuali dengan berkumpul dan bercampur, dan itu menyelisihi tabi'atnya, maka itu menunjukkan bahwa mereka dipaksa. Mereka telah mengakui bahwa tabi'at-tabi'at itu tidak hidup, tidak berilmu, dan tidak berkuasa. Diketahui bahwa perbuatan yang tersusun dan teratur tidak akan terjadi kecuali dari yang berilmu lagi bijaksana. Bagaimana bisa berbuat orang yang tidak berilmu dan tidak berkuasa?Penyesatan Iblis terhadap Kaum Tsanawiyah (Dualisme) atau MajusiyahMereka adalah kaum yang berkata bahwa pencipta alam ada dua: Tuhan pencipta kebaikan dan Tuhan pencipta keburukan. Majusi berkata bahwa Tuhan ada dua yaitu Tuhan api/cahaya pencipta kebaikan dan Tuhan kegelapan pencipta keburukan.Cara membantah Ibnul Jauzy pada Tsnawiyah dan Majusiyah: 1. Logika 2 Tuhan. Jika 2 Tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu pada jasad yang sama tapi dengan 2 perintah yang berbeda maka akan ada beberapa kemungkinan: keduanya terpenuhi keinginannya tapi mustahil dilakukan oleh jasad tersebut, keduanya tidak terpenuhi keinginannya tapi mustahil menggabungkan 2 kegiatan dalam 1 waktu, salah satunya terpenuhi sedangkan yang satunya tidak maka yang terpenuhi keinginannya itulah yang berhak jadi Tuhan 2. Anggaplah Tuhan kegelapan selalu menciptakan keburukan tapi bukankah gelap itu sering bermanfaat? Bukankah api juga bermanfaat?

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 2 Talbis Iblis

Talbis IblisMateri 2Penganut Aqidah Agama & Agama yang menyimpanghttps://youtu.be/QO-5aAvHCIM?si=vhuEB_jI47FHfS0KPembukaan bab yaitu kerancuan iblis terhadap aqidahOrang orang yang mengingkari hakekat adalah ahli ahli filsafatShofisme = pengingkar hakikat (yang mengikari hakikat)Banyak yang berselisih dengan adanya orang yang mengingkari hakikatShofisme terdiri 3 mahzab :1. Menentang adanya hakikat2. Kebenaran relatif / tidak ada yg absolut bukan objektif3. Tidak tau sama sekaliCara membantah mereka: perkataan kalian ini tidak ada hakikat , bisa jadi benar padahal tidak benar / keyakinan kalian mengingkari kalian apa ada hakikatnya ? (perkataan Ibnu jauzi)Lalu ada 2 jawaban jika :1. Jika ada hakikatnya = batillah mahzab mereka2. Tidak ada hakikatnya = batillah merekaSudah diskusi dengan mereka, karena mereka aj tidak ada keyakinan dan tidak percaya hakikatAdapun 3 mahzab tersebut adalah :1. Al inadiyah : menolak adanya hakikat sama sekali2. Al indiyah : menanggap relatif /subjatif dan tidak objektif3. Al Adriyah : tidak tau sama sekaliAdanya kaum atheis (Dariyah) : adalah kaum yang menolak adanya Tuhan pencipta. Mereka meng anggap semua di dunia ini adalah terjadi karena sendirinya dan bisa diatur oleh tabiat.Bantahan untuk kaum atheis : adanya alam semesta. Pagi dan siang dan malam. Maka itu adalah semua Tuhan yang mengatur.Assanawiyah : menanggap Tuhan itu dua1. Tuhan takdir yang menciptakan kebaikan2. Tuhan takdir yang menciptakannya keburukanMajusi : Tuhan ada 2 yaitu Tuhan api / Tuhan cahaya & Tuhan Kegelapan pencipta kegelapan.Bantahan Ibnu jauzi : tidak mungkin ada 2 tahun karena jika itu terjadi maka akan terjadi pertentangan dan kerusakan di alam semesta ini.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #2

Talbis Iblis #2 Kajian ini membahas Bab Kelima dari kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, yang menguraikan berbagai bentuk talbis (tipuan) Iblis terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang dalam aqidah dan keyakinan. Berikut ringkasan poin-poin utamanya:1. Mazhab Sofisme (Suthaiyah)Kelompok ini dicirikan dengan sikap meragukan segala sesuatu dan menolak adanya kebenaran yang pasti. Mereka terbagi menjadi tiga golongan:• Al-InadiyahKelompok yang menolak adanya hakikat atau kebenaran secara mutlak.• Al-IndiyahKelompok yang meyakini bahwa kebenaran bersifat relatif dan subjektif, bergantung pada sudut pandang masing-masing individu.• Al-AdriyahKelompok yang bersikap ragu-ragu dan menyatakan tidak tahu (agnostik) terhadap ada atau tidaknya suatu hakikat.Bantahan:Imam Ibnul Jauzi membantah pemikiran ini dengan logika yang sederhana. Jika mereka mengklaim bahwa tidak ada hakikat atau kebenaran, maka pernyataan mereka sendiri juga tidak memiliki hakikat. Dengan demikian, argumentasi mereka otomatis gugur dengan sendirinya.2. Kelompok Dahriyah (Ateis)Kelompok ini menolak keberadaan Allah sebagai Pencipta alam semesta.• DahriyahBerpendapat bahwa alam semesta terjadi dengan sendirinya tanpa ada pencipta.• Thabi'iyyahBerpendapat bahwa alam semesta berjalan dan diatur oleh tabiat atau hukum alam semata tanpa campur tangan Tuhan.Bantahan:Adanya keteraturan yang sangat kompleks dalam alam semesta menunjukkan adanya perancang yang Maha Bijaksana. Mustahil sesuatu yang begitu teratur tercipta tanpa sebab dan tanpa pencipta.Analogi tentang akal dan jiwa manusia. Keduanya tidak dapat dilihat secara fisik, namun keberadaan dan pengaruhnya nyata. Demikian pula Allah, meskipun tidak terlihat oleh mata manusia, keberadaan-Nya dapat diketahui melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya yang tersebar di alam semesta.3. Kelompok Tsanawiyah (Penganut Dua Tuhan)Kelompok ini, seperti kaum Majusi, meyakini adanya dua kekuatan atau dua tuhan yang mengatur alam:• Tuhan kebaikan yang diidentikkan dengan cahaya atau api.• Tuhan keburukan yang diidentikkan dengan kegelapan.Bantahan:Keyakinan ini bertentangan dengan logika. Jika terdapat dua tuhan yang memiliki kehendak berbeda, maka hanya ada beberapa kemungkinan:• Jika salah satu menang dan yang lain kalah, maka yang menanglah yang berhak disebut Tuhan.• Jika keduanya sama-sama tidak mampu menjalankan kehendaknya, maka keduanya tidak layak disebut Tuhan.Selain itu, anggapan bahwa api selalu baik dan kegelapan selalu buruk juga tidak sesuai dengan realitas. Dalam kehidupan, api bisa memberikan manfaat maupun mudarat, demikian pula kegelapan. Oleh karena itu, tidak benar mengaitkan kebaikan dan keburukan secara mutlak kepada unsur-unsur tersebut.KesimpulanBagaimana Iblis menyesatkan manusia melalui kerancuan berpikir dan penyimpangan aqidah. Berbagai kelompok yang menyimpang pada hakikatnya dibangun di atas asumsi yang bertentangan dengan akal sehat, fitrah manusia, dan dalil yang benar. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berpegang teguh pada aqidah yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para sahabat dan salafus shalih agar terhindar dari berbagai bentuk talbis Iblis.

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya2 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

DAY-2 TALBIS IBLIS, PENGANUT AQIDAH DAN AGAMA YANG MENYIMPANG

TALBIS IBLIS, PENGANUT AQIDAH DAN AGAMA YANG MENYIMPANG Di pertemuan ke-2, kitab Talbis Iblis memasuki bab 5 yang membahas tentang penganut aqidah dan agama yang menyimpang. Iblis melancarkan tipuannya melalui syubhat kepada para penganut shuthoiyyah/shofisme/filsuf Yunani. Al Imam Ibnu Jauzi menyebutkan bahwa filsuf Yunani ini lebih dulu ada daripada Majusi, Yahudi dan Nashara. Pengaruh filsuf Yunani masuk ke agama-agama samawi.Shofisme adalah firqoh yang mengingkari hakikat dan terbagi menjadi 3 mahdzab, yaitu:Al-Innadiyyah; mahdzab yang menentang adanya hakikat/kebenaran.Al-Indiyyah; mahdzab yang menganut bahwa kebenaran/hakikat itu tidak ada yang absolut tetapi relatif/subyektif (tidak ada kebenaran yang obyektif)Alaa-adriyyah; mahdzab yang menganut abstain/"tidak tahu" (apakah hakikat/kebenaran itu ada atau tidak, saya tidak tahu)Al Imam Ibnu Jauzi hanya membahas firqoh dari mahzab Al-Innadiyyah dan Al-Indiyyah saja. Adapun untuk mahdzab Alaa-adriyyah tidak beliau bahas.AL- INNADIYYAHPemahaman mahdzab al-innadiyyah adalah apa kita lihat saat ini bisa jadi berbeda dengan apa yang kita lihat saat (tidak ada hakikat). Sehingga muncul ketidakjelasan dan keraguan. Inilah tipuan iblis melalui syubhat.Sejarah munculnya mahdzab Shofisme ini karena thoba'iiyyin yakni ulama falasifa yang berusaha mengembalikan asal muasal alam kepada natural. Seperti, apakah asal muasal alam itu dari api atau udara atau atom atau dari beberapa unsur. Untuk membantah mahdzab al-innadiyah, para ulama berkata, "perkataan kalian ini ada hakikatnya atau tidak?" Atau "keyakinan kalian ini (mengingkari hakikat) apakah ada hakikatnya?" Jika mereka menjawab tidak ada hakikatnya maka perkataan mereka bathil. Dan jika menjawab dengan ada hakikatnya, maka tetaplah bathil mahdzab mereka. Sangatlah sia-sia dan percuma jika berdiskusi dengan orang-orang dari mahdzab al-innadiyyah, karena mereka selalu ragu-ragu.Al Imam Ibnu Jauzi bercerita, dari Abul Qosim Al Balkhi, suatu ketika ada seorang dari shofisme berdiskusi dengan seorang alim. Seorang alim menyuruh kawan lainnya untuk mengambil tunggangan orang shofisme. Setelah selesai berdiskusi dan orang shofisme merasa menang sendiri, ia tidak mendapati tunggangannya di tempat semula. Kemudian orang shofisme kembali menghampiri orng alim dan mengabarkan bahwa tunggangannya telah dicuri orang. Lalu orang alim mengatakan bahwa ketika orang shofisme menghampirinya, dia tidak membawa hewan tunggangan. Karena merasa membawa hewan tunggangan, orang shofisme berkata bahwa dia yakin sekali membawa hewan tunggangan. Berkatalah kembali orang alim kepada orang shofisme, "sungguh lucu engkau, menolak hakikat tapi saat hewan tungganganmu tak ada engkau memiliki keyakinan." Seketika orang shofisme itu sadar akan kekeliruan mahdzab yang dianutnya.AL-INNDIYYAHNagi mahdzab al-inndiyah, mereka memahami bahwa tidak ada kebenaran yang obyektif, semuanya subyektifitas atau relatif.Contoh pemikiran orang yang bermahdzab al-inndiyyah: madu itu rasanya manis bagi orang yang sehat dan rasanya pahit bagi orang yang sakit. Apakah kedua pernyataan ini salah? Jelas tidak! Karena tergantung siapa yang merasakannya.Cara membantah orang al-inndiyyah menurut Al Imam Ibnu Jauzi:Tanyakan kepada mereka, "Apakah hal ini pasti benar?" Maka mereka akan menjawab, "menurut kami benar, namun bisa jadi menurut selain kami hal itu salah." Maka Al Imam Ibnu Jauzi mengatakan, "jika kalian merasa ada kemungkinan salah dari sisi yang lain, maka janganlah diyakini kebenarannya!" Artinya pendapat pemahaman mahdzab ini tertolak. Kelompok kedua dari mahdzab al-inndiyyah adalah kelompok ahdariyyah (kelompok yang menolak adanya tuhan/kaum atheis). Dan kelompok ini dibagi lagi menjadi 2 yaitu:Kelompok Dahriyyah: alam itu terjadi tanpa ada yang menjadikannya.Kelompok Thoba'iyyn: alam semesta itu diatur bukan oleh Tuhan tetapi terjadi secara natural/tabi'at.Cara membantah orang Dahriyyah menurut Al Imam Ibnu Jauzi:Menggunakan logika dasar/ilmu dasar sebab akibat. Dimana adanya akibat pasti dimulai karena ada sebabnya. Contohnya, adanya suatu bangunan disebabkan karena ada yang membangunnya. Begitupun adanya matahari, langit, bulan pasti ada yang "membuatnya". Tidak semua akibat yang terjadi bisa dilihat penyebabnya. Contohnya bagian-bagian tubuh manusia, bentuknya ada tapi tidak terlihat cara membuatnya dan cara bertumbuhnya.Tuhan tidak terlihat bulan berarti tidak ada. Sama seperti adanya akal dan jiwa meskipun tidak terlihat.Kelompok Thoba'iyyn berusaha ilmiah dengan menyatakan ada tabiat yang mengatur. Maka bantahan Al Imam Ibnu Jauzi terhadap pemahaman kelompok Thoba'iyyn, adalah:Aturan alam/tabi'at tercipta karena Allah. Karena tabi'at-tabi'at itu tidak bisa bereaksi dengan sendirinya tanpa adanya yang menggerakkan sesuai aturan Allah. Pecahan mahdzab al-inndiyyah adalah kelompok Ats-Tsanawiyah yakni tuhan itu ada 2, tuhan pencipta kebaikan dan tuhan pencipta kebaikan. Bagi Majusi Ats-Tsanawiyah yakni tuhan ada 2, tuhan api/cahaya itu tuhan pencipta kebaikan dan tuhan kegelapan itu tuhan pencipta keburukan.Bantahan Al Imam Ibnu Jauzi terhadap kelompok Ats-Tsanawiyah adalah:Menggunakan logika 2 tuhan, jika tuhan 1 ingin si A bergerak dan tuhan 2 ingin si A diam, maka ada beberapa kemungkinan. Pertama; keinginan kedua tuhan terpenuhi. Dimana si A bergerak sekaligus diam. Namun penggabungan ini sangatlah mustahil. Kedua; kedua tuhan tidak terpenuhi keinginannya. Dimana si A diinginkan tuhan 1 bergerak tapi malah diam dan tuhan 2 menginginkan si A diam tapi malah bergerak. Korelasi ini juga mustahil dan dianggap tidak pantas menjadi tuhan sebab gagal memerintah. Ketiga; salah satu tuhan terpenuhi keinginannya dan yang satunya tidak. Maka yang terpenuhi keinginannyalah yang berhak menjadi tuhan. Dan pada akhirnya tuhan hanya bisa satu.Bantahan Al Imam Ibnu Jauzi akan pemahaman kelompok Majusi yang bertuhan 2:Majusi menganggap bahwa tuhan api adalah tuhan kebaikan padahal api tidak selalu baik bahkan bisa membakar. Begitupula mengganggap bahwa tuhan kegelapan ada tuhan keburukan, padahal saat bersembunyi dari penjahat tempat yang gelap merupakan tempat yang aman karena tidak terlihat.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote

💬 0 komentar📅 2 Jun 2026Baca selengkapnya →