Kitab: Aqidah Ath-Thahawiyah Pemateri: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A Penulis: Al Imam Abu Jaโfar Ath Thahawi Rahimahullah Beliau mengatakan rahimahullฤh:ุฌูููู ุงูููููู
ู ุจูู
ูุง ูููู ููุงุฆููู ุฅูููู ููููู
ู ุงูููููุงู
ูุฉูAl-Qalam telah kering dengan apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.Dalam hadits, Allฤh ๏ทป menyuruh al-Qalam untuk menulis segala sesuatu ilฤ an taquma as-sฤโah (sampai datang hari kiamat), sudah kering al-Qalam dengan apa yang akan terjadi hingga hari kiamat. Sudah tidak bisa dirubah lagi, itu maksudnya. Tidak bisa dirubah lagi, semuanya sudah ditakdirkan oleh Allฤh ๏ทป. Antum mau merubah bagaimanapun, tidak bisa. Antum mengatakan, โSaya akan menggerakkan tangan saya ke kanan,โ yaitu memang sudah ditakdirkan oleh Allฤh ๏ทป di dalam Lauแธฅul Maแธฅfลซแบ ke kanan. Antum punya keinginan sebenarnya untuk menggerakkan tangan ke kiri, tapi antum gerakkan ke kanan. Memang sudah ditakdirkan oleh Allฤh ๏ทป dalam Lauแธฅul Maแธฅfลซแบ. Demikian, antum punya keinginan, keinginan antum juga sudah ditulis. Menggerakkan tangan ke kanan juga sudah ditulis oleh Allฤh ๏ทป.ููู
ูุง ุฃูุฎูุทูุฃู ุงูุนูุจูุฏู ููู
ู ูููููู ููููุตููุจูููDan apa yang mengenai seorang hamba atau yang luput dari seorang hamba, maka itu tidak mungkin akan mengenainya. Apa yang sudah ditulis Allฤh ๏ทป di dalam Lauแธฅul Maแธฅfลซแบ tidak akan mengenai seseorang maka tidak akan mengenai orang tersebut. Sudah ditulis oleh Allฤh ๏ทป, dia tidak akan meninggal di perang ini, maka meskipun dikepung oleh ratusan musuh, kalau memang Allฤh ๏ทป tidak menulis bahwa dia meninggal di perang tersebut, dia akan selamat. Ada saja di sana cara, jalan, sebab, sehingga menjadikan dia selamat. Tidak terkena pedang, tidak terkena tombak, tidak terbunuh, mungkin karena dia sakit atau sebab yang lain sehingga saat itu dia tidak bisa mengikuti perang, misalnya. Itu sudah ditakdirkan oleh Allฤh ๏ทป atau karena sebab yang lain.Sebaliknyaููู
ูุง ุฃูุตูุงุจููู ููู
ู ูููููู ููููุฎูุทูุฆูููapa yang sudah ditulis oleh Allฤh ๏ทป di dalam Lauแธฅul Maแธฅfลซแบ akan menimpa seseorang, maka itu tidak akan mungkin luput dari dirinya. Misalnya, rugi dalam perdagangan, sakit, terkena penyakit yang parah, atau mobilnya tertabrak, dan seterusnya. Apa yang sudah ditulis oleh Allฤh ๏ทป menimpa seseorang, maka tidak mungkin luput dan terlepas dari apa yang sudah Allฤh ๏ทป takdirkan tersebut.Di dalam hadits yang disebutkan tentangุฅูููู ุฃูููููู ู
ูุง ุฎููููู ุงูููููู ุงููููููู
ู ููููุงูู ูููู: ุงููุชูุจูDisebutkan sebelumnya, Ubadah Ibn aแนฃ-แนขฤmit, seorang sahabat Nabi ๏ทบ, berkata kepada putranya, sebagaimana Nabi ๏ทบ memberikan wejangan, memberikan nasehat kepada Abdullah bin โAbbฤs raแธiyallฤhu โanhumฤ yang saat itu masih kecil, untuk beriman kepada takdir. Di sini, Ubadah Ibn aแนฃ-แนขฤmit sedang memberikan nasehat kepada putranya.ููุง ุจููููููุ ุฅูููููู ูููู ุชูุฌูุฏู ุทูุนูู
ู ุญููููููุฉู ุงููุฅููู
ูุงูู ุญูุชููู ุชูุนูููู
ู ุฃูููู ู
ูุง ุฃูุตูุงุจููู ููู
ู ูููููู ููููุฎูุทูุฆููู ููู
ูุง ุฃูุฎูุทูุฃููู ููู
ู ูููููู ููููุตููุจูููWahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan merasakan hakekat dari keimanan, rasa dari keimanan, kelezatan iman. Engkau tidak akan merasakan kelezatan iman sampai engkau menyadari, mengimani, bahwa apa yang ditulis akan menimpamu tidak akan luput darimu, dan apa yang ditulis luput darimu maka tidak akan menimpamu. Yaitu seseorang memiliki keyakinan yang kuat terhadap apa yang ditulis oleh Allฤh. Segala sesuatu sudah ditulis oleh Allฤh, barulah dia akan merasakan nikmatnya iman, kelezatan iman.Coba antum praktekkan pada diri antum sendiri, menyadari bahwasanya segala sesuatu sudah ditulis oleh Allฤh. Apa yang ditulis akan menimpaku, maka tidak akan luput dariku, dan apa yang ditulis luput dariku, maka tidak akan mungkin menimpaku. Maka akan memiliki pengaruh yang besar pada hati seseorang terhadap keimanan seseorang. Bagaimana dia akan berubah dalam memandang kehidupan, kerja dalam keadaan semangat, berdakwah dalam keadaan dia semangat, belajar dalam keadaan dia semangat, dengan dia menyadari bahwa semua sudah ditulis oleh Allฤh. Tidak ada kekhawatiran, tidak ada rasa takut, yang ada adalah optimisme. Senantiasa แธฅusnuzh zhann kepada Allฤh ketika dia mendapatkan musibah, dalam keadaan dia menghadapi musibah tersebut dengan kesabaran, dengan hati yang besar.Ketika dia mendapatkan kenikmatan juga demikian, tidak ada rasa sombong dan juga memamerkan apa yang dia punya. Semuanya sudah ditulis oleh Allฤh. Ketika dia mendapatkan hidayah, dia bersyukur. Ketika dia melihat orang lain sesat, maka dia memiliki rahmat dan kasih sayang kepada orang tersebut. Ini ditanamkan oleh Ubadah dan aแนฃ-แนขฤmit kepada anaknya. Coba kita berusaha untuk menanamkan ini kepada anak-anak kita. Mereka akan memiliki bekal yang sangat kuat untuk menghadapi kehidupan mereka di masa yang akan datang yang penuh dengan fitnah.Sebaliknya, jangan kita ajarkan mereka, kita contohkan mereka ketidak-ridhaan, ketidak-ridhaan dengan takdir Allฤh. Terkadang anak kita melakukan sesuatu yang menjadikan kita marah, kemudian akhirnya kita menumpahkan amarah kita, seakan-akan kita tidak pernah belajar tentang masalah keimanan dengan takdir Allฤh. Ini kalau dia melihat yang demikian setiap hari, bagaimana dia bisa memahami dengan baik tentang masalah takdir Allฤh?Jadi, kalau kita sudah mengajarkan kepada mereka, dan mencontohkan, mempraktekkan langsung bagaimana keimanan kita terhadap takdir Allฤh, ketika kita mendapatkan rezeki, ketika kita mendapatkan musibah, atau melihat anak kita mendapatkan rezeki, dan melihat anak kita melakukan sebuah kesalahan yang mendatangkan musibah, lalu kita bisa mempraktekkan dengan baik bagaimana menyikapi itu semua, bagaimana beriman dengan takdir Allฤh dalam itu semua. Tentunya ini memiliki pengaruh yang besar kepada anak-anak kita.