📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
D
Dinda Anisya Rahma

📍 Kota Tegal

Ringkasan Materi #8

BismillahirrahmanirrahiimTalbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bagian 4)Karya Imam Ibnul Jauzi rahimahullah1. Tipu Daya Iblis dalam Ibadah HajiIbnul Jauzi menjelaskan bahwa seseorang bisa saja telah menunaikan haji, tetapi masih terjatuh dalam berbagai kesalahan yang merusak kesempurnaan ibadahnya.Bentuk-bentuk talbis dalam haji:a. Haji tanpa memperhatikan hak manusiaBerangkat haji tanpa ridha orang tua.Masih memiliki utang atau kezaliman yang belum diselesaikan.Berhaji dengan harta yang syubhat (meragukan).Menjadikan haji sebagai sarana rekreasi dan kebanggaan.b. Bangga dengan jumlah haji dan lamanya tinggal di tanah suciSibuk menghitung berapa kali wuquf atau berapa tahun menjadi mujawir.Fokus pada status dan penghormatan manusia, bukan memperbaiki hati.c. Akhlak buruk saat perjalanan hajiBertengkar, memukul teman perjalanan, dan menyakiti orang lain hanya karena urusan dunia.d. Menganggap haji otomatis menghapus semua dosaTetap bermaksiat, meninggalkan shalat, dan curang dalam muamalah.Padahal haji mabrur hanya diraih dengan takwa.“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”(QS. Al-Baqarah: 197)e. Berbuat bid’ah dalam manasikMenambah-nambah amalan yang tidak diajarkan Nabi ﷺ demi dianggap lebih zuhud atau lebih saleh.Nabi ﷺ melarang bentuk-bentuk ibadah yang tidak sesuai tuntunan.“Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ.”f. Salah memahami tawakalBerangkat haji tanpa bekal lalu mengaku bertawakal.Imam Ahmad menjelaskan bahwa hakikatnya ia bergantung kepada bekal orang lain, bukan bertawakal kepada Allah.2. Tipu Daya Iblis terhadap Para Pejuang (Jihad)a. Rusaknya niatIblis menipu sebagian orang agar berjihad karena:Ingin dipuji.Ingin disebut pemberani.Fanatisme kelompok.Mengincar harta rampasan perang.Padahal Nabi ﷺ bersabda:“Barang siapa berperang agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi, maka dialah yang berada di jalan Allah.”b. Bahaya riya’Riya’ dapat menghapus pahala amal sebesar apa pun.Dalam hadits Muslim disebutkan tiga golongan pertama yang diseret ke neraka:Orang yang mati dalam peperangan namun berjuang agar disebut pemberani.Orang yang belajar dan mengajar ilmu agar disebut alim.Orang yang bersedekah agar disebut dermawan.Mereka melakukan amal besar, tetapi niatnya bukan karena Allah.c. Contoh keikhlasan para salafAbdullah bin Al-Mubarak menutupi identitasnya setelah berhasil mengalahkan musuh agar tidak dikenal dan dipuji manusia.Ibrahim bin Adham bahkan tidak mengambil bagian dari harta rampasan agar pahalanya lebih sempurna.d. Talbis dalam harta rampasan perangSebagian pejuang mengambil harta rampasan sebelum dibagikan secara syar’i.Mereka mengira semua harta musuh boleh diambil sesuka hati, padahal itu termasuk dosa besar.Nabi ﷺ pernah mengabarkan bahwa seorang yang dianggap syahid ternyata diazab karena mengambil sehelai kain dari harta rampasan sebelum pembagian.Bahkan beliau bersabda:“Tali sandal dari api, atau dua tali sandal dari api.”Menunjukkan bahwa mengambil harta rampasan perang yang belum di bagi adalah dosa yang sangat berat meskipun nilainya kecil.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI10 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 03 - Pengantar Penjelasan Kitab Nawaqidul Islam Bagian 3

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang ke tiga dari Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Nawaqidul Islam yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah.Diantara kaidah yang disebutkan oleh ulama Ahlussunnah wal Jama’ah di dalam masalah pembatal keislaman adalah:• Terkadang seseorang mengucapkan ucapan yang kufur atau melakukan amalan yang kufur akan tetapi tidak dihukumi sebagai orang yang kafir, karena di sana ada syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika seseorang dihukumi sebagai orang yang kafir. Diantaranya:1. BalighApabila dia belum baligh, anak kecil misalnya, dia mengatakan Aku adalah Tuhan. Ucapan dia ini adalah ucapan yang kufur dan tidak diragukan dia adalah ucapan yang kufur. Tapi karena yang mengucapkan adalah seorang anak kecil yang belum baligh, maka tidak dihukumi anak kecil tersebut sebagai orang yang keluar dari agama Islam.Nabi Shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengatakan,رفع القلم عن ثلاثة : عن صبي حتى يبلغ، وعن نائم حتى يستيقظ ، وعن مجنون حتى يفيق“Diangkat pena dari tiga golongan: dari anak kecil sampai dia baligh, dan dari orang yang tidur sampai dia bangun, dan dari orang yang gila sampai dia sadar.” [HR. At Tirmidzi]2. BerakalApabila ada seorang muslim yang tidak berakal mengucapkan ucapan yang kufur, maka tidak dianggap kafir, karena dia mengucapkan ucapan tersebut dalam keadaan dia tidak berakal.Orang yang mabuk misalnya, dia mengucapkan ucapan yang kufur, maka tidak dianggap sebagai orang yang kafir.3. Diantara syaratnya seseorang mengucapkan atau melakukan kekufuran, dalam keadaan dia memiliki kehendak sendiri dan bukan sedang dipaksa oleh orang lain.Terkadang seseorang dipaksa untuk mengucapkan ucapan yang kufur atau melakukan perbuatan yang kufur, padahal hatinya mengingkari. Dia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dia yakin seyakin-yakinnya dengan Islam, tetapi apabila dia tidak mengucapkan kalimat kufur tersebut, dia akan dibunuh atau diancam akan disiksa. Kondisinya dipaksa untuk mengucapkan kalimat kufur. Kalau itu terjadi, maka hal ini tidak mengeluarkan dia dari Islam.Ucapan dia adalah ucapan yang kufur, akan tetapi tidak dihukumi sebagai orang yang kafir atau musyrik.Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,(مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ إِیمَـٰنِهِۦۤ إِلَّا مَنۡ أُكۡرِهَ وَقَلۡبُهُۥ مُطۡمَىِٕنُّۢ بِٱلۡإِیمَـٰنِ وَلَـٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلۡكُفۡرِ صَدۡرࣰا فَعَلَیۡهِمۡ غَضَبࣱ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِیمࣱ)[Surat An-Nahl 106]“Barangsiapa yang kufur kepada Allah setelah keimanan dia, kecuali orang yang dipaksa, sedangkan hatinya dalam keadaan tenang dengan keimanan. Akan tetapi orang yang lapang dengan kekufuran, maka merekalah orang-orang yang mendapatkan kemarahan dari Allah dan merekalah orang-orang yang mendapatkan adzab yang besar.”Ayat ini turun ketika Ammar bin Yasir radhiyallahu Ta’ala ‘anhu dipaksa oleh orang-orang musyrikin untuk mengucapkan kalimat kufur, disuruh untuk mencela Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam dan saat itu beliau dalam keadaan disiksa, sehingga beliau pun terpaksa mengucapkan kalimat kufur padahal di dalam hati, beliau tenang dengan keimanan.Rasulullah shallallāhu’ alaihi wa sallam bersabda,إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِي عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ“Sesungguhnya Allah telah memaafkan untukku dari ummatku, kesalahan, lupa, dan apa yang mereka dipaksa untuk melakukannya.” [HR. Ibnu Majah]Dari sini kita mengetahui kehati-hatian ahlussunnah di dalam masalah Nawaqidul Islam dan di dalam masalah pengkafiran. Apalagi di dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَن قَال لِأَخِيْهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا“Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya, Wahai orang yang kafir, maka sungguh kekafiran ini kembali kepada salah satu diantara keduanya.” [HR. Bukhari dan Muslim]Menghukumi bahwasanya si fulan adalah kafir,si fulan adalah musyrik, ini dilakukan oleh para ulama yang ilmunya sudah mendalam, yang terpenuhi pada dirinya syarat-syarat sebagai seorang mujtahid (mufti) yang berfatwa di dalam hukum-hukum agama.Masuk kita pada pembahasan kitab ini.Berkata Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Beliau memulai kitab ini dengan Basmalah, meniru Allah di dalam Al-Qur’an, karena ayat yang pertama di dalam mushaf adalah Basmalah. Dan yang ke dua meneladani Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam karena ketika Beliau menulis surat-surat dakwah kepada Islam, Beliau Shallallāhu ‘alaihi wa sallam memulai surat-surat tersebut dengan Basmalah. Dan inilah yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman ‘alaihissalam ketika mengirim surat kepada Bilqis. Beliau memulai dengan Basmalah.Allah berfirman menceritakan ucapan Ratu Bilqis,(إِنَّهُۥ مِن سُلَیۡمَـٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ)[Surat An-Naml 30]“(berkata Ratu Bilqis), Ini adalah dari Sulaiman dan isinya Bismillahirrahmanirrahim.”Yaitu surat Nabi Sulaiman diawali dengan Basmalah.Memulai dengan Basmalah maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Allah. Karena ب di dalam ucapan بسم الله adalah ب Al Isti’anah, yaitu huruf ب yang maknanya memohon pertolongan.بسم الله Dengan menyebut nama Allah, maksudnya adalah Aku memohon pertolongan kepada Allah dengan menyebut nama-Nya.Ismullah, yaitu nama Allah di sini mencakup seluruh nama Allah. Karena di dalam Bahasa Arab, apabila sebuah kata yang mufrod (tunggal) disandarkan, maka maknanya adalah umum.Ismu (nama) adalah tunggal. Disandarkan kepada lafdzul jalalah yaitu Allah, sehingga maknanya semua nama Allah. Ini seperti kata نعمة الله di dalam firman Allah,یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱذۡكُرُوا۟ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ عَلَیۡكُمۡ[Surat Al-Ahzab 9]“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah atas kalian.”Nikmat di sini adalah mufrod (tunggal), tapi maksudnya adalah sebutlah atau ingatlah nikmat-nikmat Allah atas kalian.Demikian pula dengan kalimat Basmalah. Dengan menyebut nama Allah, maksudnya adalah nama-nama Allah. Dan nama-nama Allah yang paling baik maksudnya adalah nama-nama Allah yang paling baik yang Allah sebutkan di dalam firman-Nya,وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَاۤءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ[Surat Al-A’raf 180]“Dan Allah, Dia-lah yang memiliki Asmaul Husna, maka hendaklah kalian berdo’a dengannya.”Allah adalah lafdzul jalalah dan Dia adalah nama Allah yang paling besar. Nama-nama Allah yang lain disandarkan pada lafdzul jalalah.Seseorang mengatakan Ar Rahman adalah diantara nama-nama Allah, Ar Rahim adalah diantara nama-nama Allah, Al ‘Aziz adalah diantara nama-nama Allah. Namun tidak bisa dia mengatakan bahwa Allah adalah diantara nama-nama Ar Rahman.Dan lafdzul jalalah berasal dari kata Al Ilaah, artinya adalah Al Ma’bud (yang disembah). Sehingga makna Allah adalah sesembahan yang berhak disembah.Ar Rahman adalah nama Allah yang maknanya Maha Penyayang. Nama ini mengandung sifat Rahmah (kasih sayang). Dan nama-nama Allah adalah nama-nama yang memiliki makna, sehingga dinamakan dengan Asmaul Husna karena dia mengandung makna yang paling baik. Berbeda dengan nama makhluk. Terkadang seseorang memiliki nama yang baik, namun dia memiliki perangai yang buruk. Namanya Sholeh tetapi dia bukan orang yang sholeh. Namanya Abdullah, tetapi dia menyekutukan Allah.Ar Rahim artinya juga Maha Penyayang. Nama ini mengandung sifat Ar Rahmah.Perbedaan antara Ar Rahman dan Ar Rahim bahwa Ar Rahman mengandung sifat kasih sayang Allah yang mencakup seluruh makhluk, baik yang beriman maupun yang tidak beriman. Orang yang kafir di dunia juga mendapatkan sebagian dari rahmat Allah, seperti nikmat hidup, nikmat waktu, nikmat sehat, nikmat rezeki, dll.Ar Rahim mengandung sifat kasih sayang Allah yang Allah khususkan bagi orang-orang yang beriman, seperti hidayah kepada Islam, kenikmatan di dalam alam kubur, kenikmatan di dalam surga, dll.Allah berfirman,وَكَانَ بِٱلۡمُؤۡمِنِینَ رَحِیمࣰا[Surat Al-Ahzab 43]“Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla sangat sayang kepada orang-orang yang beriman.”Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI10 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Halaqah 53

Penjelasan Umum Bab dan Pembahasan Dalil Kedua QS An Nisa 60 Bag 02Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Kitāb Fadhlul Islāmالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-53 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.Semakin tinggi keislaman seseorang, semakin pasrah dengan keputusan Allah dan rasul-Nya. Bahkan seandainya keputusan tersebut berbeda dan bertentangan dengan hawa nafsunya, dia siap untuk meninggalkan hawa nafsunya tadi dan menggunakan keputusan Allah dan rasul-Nya. Bahkan seandainya keputusan tersebut bertentangan dengan keinginan dari orang tuanya, keinginan dari orang yang dia cintai. Dia yakin bahwasanya apa yang diputuskan oleh Allah dan rasul-Nya itu lebih baik, bagi dirinya dan orang lain.Ini semakin kuat dan semakin besar kepasrahan seorang muslim.Oleh karena itu dalam beberapa ayat Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan tentang kewajiban untuk bertahakum dan merasa ridho dengan keputusan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.Sampai Allah Subhanahu Wa Ta’ala menafikan keimanan dari seseorang sampai dia berhukum dan menjadikan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, sebagai hakim.{فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا} [النساء : 65]Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.فَلَا وَرَبِّكَTidak demi Rabbmu.Apa yang tidak?لَا يُؤْمِنُونَMereka tidak akan beriman.Tidak dinamakan beriman.حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْSampai menjadikan dirimu sebagai hakim di dalam perselisihan yang terjadi di antara mereka.Makanya seorang muslim, ketika dia terjadi perselisihan, baik dengan temannya, dengan keluarganya, dengan siapa saja, yang pertama kali dalam hatinya muncul keputusan Allah dan rasul-Nya. Karena itulah yang paling baik bagi saya. Saya siap, baik keputusan tersebut sesuai dengan pendapat saya sementara ini, atau sesuai dengan pendapat teman saya.Kalau memang itu adalah keputusan dari Allah dan rasul-Nya. Bukan justru mencari-cari bagaimana pendapat tadi sesuai dengan dicarikan dalilnya supaya kelihatan ilmiah dan seterusnya. Tidak.Buka hanya menjadikan Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam, sekadar sebagai hakim saja, tidak cukup berhenti sampai di situ, tapi ada perkara yang lain harus dia lakukan. Bagaimana seandainya Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam sudah mengeluarkan sebuah hukum. Bagaimana seandainya dia sudah menemukan hadits yang memberikan keputusan, menunjukkan yang benar terhadap apa ya dia perselisihkan.حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًاKemudian mereka tidak menemukan di dalam diri mereka haroj, berat hati terhadap keputusan Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam.Kalau masih ada haroj, masih ada berat hati di dalam hatinya berarti masih لَا يُؤْمِنُونَ. Kapan menjadi sempurna? Ketika di dalam hatinya dia menemukan kelapangan atas keputusan dari Allah dan juga rasul-Nya.ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَTerhadap apa yang Engkau putuskan wahai Muhammad.وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًاDan mereka menyerahkan diri dengan sebenar-benar penyerahan.Ini adalah sikap seorang muslim.Dan dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan :{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا} [الأحزاب : 36]Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًاTidak boleh bagi seorang yang beriman baik laki-laki maupun wanita apabila Allah dan rasul-Nya sudah memutuskan sesuatu untuk dia.أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًاMaka tidak boleh dia memiliki pilihan yang lain.Pilihan yang satu bagi orang yang beriman baik laki-laki maupun wanita adalah apa yang diputuskan oleh Allah dan rasul-Nya itu saja. Dan dia yakin seyakin-yakinnya disitulah kebaikan bagi dirinya, maslahat bagi dirinya. Meskipun secara dhohir mungkin di depannya dia melihat sepertinya merugikan dia, menghancurkan kehidupannya, dan seterusnya.Tapi orang yang beriman yakin bahwasanya dibalik keputusan Allah dan rasul-Nya tersebut ada hikmah, ada maslahat.Oleh karena itu, ayat ini jelas di antara kesempurnaan Islam seseorang adalah ketika dia bertahakum kepada Allah Azza wa Jalla dan rasul-Nya di dalam seluruh perkara yang dia hadapi. Ini adalah termasuk konsekuensi dari keislaman dia. Dan barangsiapa yang bertahakum kepada thaghut, maka ini adalah meninggalkan satu di antara konsekuensi Islam, karena dia berarti masih beriman dengan thaghut tersebut. Padahal dalam Islam, kalau sudah menyerahkan diri kepada Allah, maka dia harus meninggalkan thaghut tersebut, maka barangsiapa yang bertahakum kepada thaghut, menunjukkan bahwasanya dia masih meninggalkan sebagian dari konsekuensi Islam. Dan ini adalah tercela dan di sini Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menisbahkan tahakum kepada thaghut ini sebagai bentuk penyesatan dari syaiton. Dan ini menunjukkan bahwasanya tahakum kepada thaghut, ini adalah perintah dari syaiton. Dan inilah yang diinginkan oleh syaiton. Dan ini adalah bentuk dari kesesatan dan itu semua menunjukkan bahwasanya ini adalah bertentangan dengan Islam itu sendiri.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Talbis Iblis #8:

Talbis Iblis Kepada Ahli Ilmu (bag.4) - Ustad Dr. Firanda Andirja MAKata Ibn Zauji rahimahullah talbis iblis terkait ibadah haji, beliau berkata terkadang kewajiban haji itu sudah terpenuhi tapi seseorang ini ingin berhaji lagi (haji sunnah) membuat orang tua marah, misal orang tua punya keperluan ini adalah talbis Iblis, Jika sudah melakukan haji wajib ya sudah. Atau misalkan dia haji tapi dia masih punya kewajiban2 yg belum terpenuhi misalkan :•Masih punya hutang•Masih ada hak2 orang yg harus dipenuhi misalnya hak2 orang yg terdzolimi• Ada yg haji karena harta syubhat atau harta haram• Ada yg haji karena ingin jalan2 •Ada yg berhaji krn ingin dikatain orang misalkan "pah haji, atau bu haji"•Ada yg berhaji dengan hati yg kotor.Syariatnya haji yaitu bertemu dengan jama'ah haji dgn orang² di negri lagi agar bisa mengambil pelajaran dan bisa saling mencintai dgn sesama kaum muslimin•Ada yg berhaji utk mengumpulkan jumlah hajinya.•Ada yg berhaji sambil jualan Untuk haji yg mabrur ada aturanya yaitu harus sesuai sunnah, membersihkan hati, tidak melakukan maksiat, tdk berbuat dzolim. • Iblis juga menipu mereka yg berbuat bid'ah ketika manasik haji ada orang yg sengaja membuka pundaknya. Sebaik2nya petunjuk adalah petunjuk nabi SAW.Sebagian kaum ditipu oleh iblis yaitu harus bertawakal ketika berhaji. sehingga mereka berhaji tanpa bekal. Kau hanya ingin numpang makan tapi bilang bertawakal. Tawakal itu harus ikhtiar sambil hati bertawakal kpd Allah SWT.(Dalam surat Al baqarah ttg Tawakal)

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI10 Juni 2026
N
Nurul

📍 Kota Depok

Silsilah ilmiyyah : pembahasan kitab al-utsulu ats-tsalatsah

Halaqah 28 : Tingkatan Dalam⁸ Agama Islam Dan Dalil Rukun IslamHalaqah yang ke-28 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.Kemudian beliau mengatakan :وهو ثلاث مراتب: الإسلام، والإيمان، والإحسان، وكل مرتبة لها أركانDan Dīnul Islām yang khusus yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alayhi wa sallam ada 3 tingkatan.⑴ Islām (الإسلام)⑵ Imān (الإيمان)⑶ Ihsān (الإحسان)√ ISLĀM adalah amalan-amalan dhāhir.√ IMĀN amalan-amalan bathin.√ IHSĀN adalah puncak dari Imān dan Islām.Orang yang pertama kali masuk kedalam agama Islām kemudian dia bersyahadat, secara dhāhir dia melakukan amalan-amalan Islām, tapi jika keimanannya belum sampai kedalam hatinya hanya sekedar الإستسلم بعمل الظاهر (keimanan tersebut belum sampai kedalam relung hatinya) maka tingkatannya masih Islām.قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَاOrang-orang Arab (Badui) mereka mengatakan آمَنَّا padahal mereka baru masuk Islām. Tingkat kwalitas keislāmannya masih dasar, tapi mereka mengatakan آمَنَّا (Kami beriman).قُلْ لَمْ تُؤْمِنُواKalian belum beriman (maksudnya) adalah keimanan itu belum benar-benar masuk kedalam hati kalian, tapi dhāhir kalian sudah إستسل (sudah bersyahadat, shalāt).وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَاAkan tetapi ucapkanlah yang lebih tepat adalah أَسْلَمْنَا (Kami menyerahkan diri)وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْDan belum masuk keimanan ini kedalam hati-hati kalian (maksudnya) adalah keimanan yang sempurna. Adapun iman yang merupakan dasar dan juga pondasi seperti beriman kepada Allāh, beriman kepada rasūl, beriman kepada hari akhir telah mereka miliki.Misalnya :√ Meyakini bahwasanya Allāh yang memiliki rububiyyah, Dia-lah Allāh yang menciptakan.√ Meyakini bahwasanya Allāh-lah, satu-satunya Dzat yang berhak untuk disembah.√ Meyakini bahwasanya Allāh ada.√ Meyakini bahwasanya Allāh memiliki nama dan juga sifat.Rukun Imān yang enam yang menjadi pondasi seorang muslim ada di dalam hati mereka, hanya saya kadarnya baru kadar minimal.Kadar yang lebih dari kadar minimal belum mereka miliki karena belum masuk kedalam hati mereka.وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْKalau kadar minimal sudah membaik, kemudian sedikit demi sedikit ada tambahan di dalam diri mereka, barulah mereka naik tingkatannya menjadi seorang mukmin.Berarti setiap mukmin adalah muslim karena dia telah melewati tingkatan Islām. Karena amalan dhāhir terus dia jaga dan keimanan terus dia pupuk sehingga bertambah keiman di dalam hatinya.Tapi tidak semua muslim menyerahkan diri dengan dhāhirnya,Seseorang dinamakan orang yang beriman karena dalam hatinya dia memiliki (sekedar)kadar minimal keimanan dan belum masuk kadar iman yang menjadi kadar tambahan.كل مؤمن مسلم وليس كل مسلم مؤمناًKalau dia terus istiqāmah di dalam melakukan amalan dhāhir, melakukan amalan yang bathin, terus belajar dan belajar. Kemudian mengenal tentang muraqabatullāh (mengenal lebih dalam tentang Allāh) sehingga amalan-amalan dhāhir dan bathin tadi dikerjakan dengan baik karena dia merasa diawasi oleh Allāh.Semakin baik tawakalnya, semakin baik mahabbahnya semakin baik raja dan khaufnya sehingga mencapai puncak kebaikan, maka dia akan berpindah kepada tingkatan yang terakhir (tingkatan yang paling tinggi) yaitu Ihsān.كل محسن مؤمن و ليس كل مؤمن محسناMenunjukkan bahwasanya setiap orang yang muhsin pasti dia muslim dan pasti dia mukmin TAPI tidak setiap orang yang muslim muhsin, tidak setiap orang yang beriman muhsin.Kemudian beliau mengatakan:وكل مرتبة لها أركان“Dan masing-masing dari tingkatan ini memiliki rukun-rukun”Yang dimaksud dengan rukun adalah الجزء الأقوى من شئ (bagian yang paling kuat dari sesuatu).Misalnya :Rukun Islām ada 5, jadi bagian yang paling kuat dari rukun Islām ini jumlahnya ada 5.Rukun Imān ada 6, jadi bagian yang paling kuat dari rukun Imān ini jumlahnya ada 6Rukun Ihsān ada 1 (satu)Jadi masing-masing dari tingkatan ini memiliki أركان dan dia adalah juz yang paling kuat. Kalau sampai أركان ini tidak ada, maka batal keislāman, keimānannya atau Ihsānnya karena أركان ini harus ada didalam setiap martabat tadi.Kemudian beliau mengatakan:فأركان الإسلام خمسة:Arkānul Islām (rukun Islām) jumlahnya ada lima sebagaimana sabda Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam dari hadīts Ibnu Umar radhiyallāhu ‘anhu.Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ“Islām dibangun di atas lima perkara,Ucapan beliau dibangun diatas lima perkara menunjukkan bahwasanya perkara ini adalah perkara yang paling penting di dalam Islām.Sehingga Islām yang didalamnya banyak perkara, bisa tegak bisa terbangun menjadi sebuah bangunan di atas lima perkara ini.Lima perkara ini adalah perkara yang paling penting di dalam agama Islām tanpa-nya maka seseorang bisa batal keislāmannya.Islām dibangun di atas lima perkara; Syahadat ‘Lā ilāha illallāh dan (syahadat) Muhammad adalah hamba Allāh dan Rasūl-nya, menegakkan shalāt, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhān”.(Hadīts riwayat Al-Bukhāri dan Muslim dan dibawakan oleh Imam An-Nawawi didalam Al-arbain An-Nawawiyah hadīts ke-3)Kemudian beliau mengatakan:ودليل قوله تعالى : { إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ} وقوله تعالى : {وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ}Sesungguhnya agama disisi Allāh maksudnya adalah agama yang benar disisi Allāh.Kalau disisi manusia, orang Nashrani (misalnya) mengatakan agama mereka yang benar. Orang Yahūdi mengatakan agama mereka yang benar .وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ لَيْسَتِ ٱلنَّصَـٰرَىٰ عَلَىٰ شَىْءٍۢ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَىٰ لَيْسَتِ ٱلْيَهُودُ عَلَىٰ شَىْءٍۢDan orang-orang Yahūdi berkata: “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahūdi tidak mempunyai sesuatu pegangan”.(QS. Al-Baqarah: 113)Allah berfirman :كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَMasing-masing dari mereka ( kelompok orang-orang musyrikin) mereka bangga dengan sesembahannya dan menyalahkan orang yang menyembah selain sesembahannya. (QS. Ar-Rum 32)Tetapi kalau disisi Allāh maka yang benar adalah agama Islām.Jika ingin diterjemahkan : “Sesungguhnya agama yang benar” JANGAN menerjemahkan “Sesungguhnya agama yang paling benar ” Karena kalau “Yang paling benar” berarti agama yang lain juga benar, TAPI Islām yang paling benar.Sehingga terjemah yang shahīh mengatakan yang benar, agama yang benar disisi Allāh adalah ISLĀM adapun selainnya maka agama itu salah. Benar bukan disisi Allāh tapi benar disisi pengikut atau penganutnya.Kalau disisi Allāh رب السماوات والأرض yang semuanya akan kembali kepada Allāh. Orang yang beriman kepada Allāh dan hari akhir maka harusnya dia mencari agama yang benar disisi Allāh bukan benar disisi manusia.Kemudian beliau mengatakan:وقوله تعالى : {وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ}“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islām maka tidak akan diterima dari-nya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Āli-Imrān:85)Orang yang memang takut kepada Allāh dan dia percaya kepada hari akhir maka harusnya dia mencari agama agama Islām.Barangsiapa yang mencari selain agama Islām maka Allāh tidak akan menerima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.Datang di hari kiamat setelah dia capek didunia setelah dia menyangka itulah yang diterima itulah yang membawa keselamatan bagi dia, di akhirat ternyata dia datang di hari kiamat dalam keadaan amalan yang dia lakukan dia dunia tidak diterima disisi Allāh.Jadi dari dua dalīl ini, beliau ingin menegaskan makna Islām secara umum adalah agama para nabi dan rasūl, agaman yang benar disisi Allāh dan agama yang diterima disisi Allāh Azza wa Jalla.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
A
Alfiah fajri

📍 Kota Bogor

Tak bisa iblis #8

TALBIS IBLIS #8​TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bag-4)​— Ustadz DR. FIRANDA ANDIRJA, M.A —​TALBIS IBLIS TERKAIT IBADAH HAJI​Terkadang seorang sudah melaksanakan ibadah haji, dan kewajiban haji sudah selesai. Karena kewajiban haji hanya sekali seumur hidup. Orang ini ingin melakukan haji lagi, haji sunnah yang tidak sesuai dengan aturan.​CONTOH :​Dia berhaji lagi tidak diridhoi oleh orang tuanya​Terkadang seorang berhaji ternyata punya hutang, atau kezaliman yang belum diselesaikan​Terkadang seorang berhaji hanya mau jalan-jalan​Terkadang berhaji dengan harta yang syubhat​Terkadang berhaji hanya ingin diketemui orang-orang​Terkadang sebagian jemaah haji mereka berkumpul di sekeliling kakbah namun dengan hati yang kotor dan batin yang tidak bersih​Terkadang berhaji hanya untuk memperbanyak jumlah hajinya​Terkadang ada yang berhaji memukul teman-teman haji untuk memerintahkan mengambilkan dia air​Terkadang yang berhaji tidak memperhatikan shalatnya​Terkadang berhaji sambil berjualan, dan jualannya dikurangi timbangannya​Iblis menipu mereka ketika sedang manasik haji yaitu melakukan bid'ah yaitu yang bukan bagian dari manasik haji​Sebagian orang melakukan dalam ihram mereka yang tidak dicontohkan​Sebagian mereka ketika berhaji mengaku bertawakal, mereka berangkat haji tanpa bekal​PARA ULAMA BERKATA :​Gambar Ka'bah: Allah mensyariatkan haji, agar bisa menyaksikan ketika melaksanakan ibadah haji mendapatkan manfaat-manfaatnya.​Gambar Orang Berdebat (Silang Merah): Jangan berdebat ketika haji karena bisa mengganggu kenyamanan haji.​Gambar Tas/Ransel: Berbekallah ketika haji, sebaik-baiknya bekal adalah takwa.​NABI BERSABDA :​"Siapa yg berhaji karena Allah, tidak melakukan kata-kata yg menimbulkan syahwat, tidak melakukan jamak ketika sedang ihram, dan tidak melakukan maksiat maka dia akan bersih dari dosa-dosanya seperti baru dilahirkan dari perut ibunya."​TALBIS IBLIS TENTANG JIHAD​Iblis telah menyesatkan banyak orang masalah jihad, maka mereka keluar untuk berjihad sementara diantara mereka ada niatnya yang untuk bangga-banggaan dan riya, agar dikata sang pemberani, untuk mencari ghanimah.​3 ORANG PERTAMA YANG DIAZAB DI NERAKA JAHANNAM :​Seorang yang mati syahid, dengan agar dikatakan pemberani​Ustad yang belajar ilmu agama, agar dikatakan alim, ahli Qur'an​Orang dermawan, agar dikatakan dermawan​Imam Jawzi mengatakan :"Lihatlah orang yang ikhlas ini, bagaimana dia takut ikhlasnya terganggu karena dilihat orang, dia takut orang memujinya."​Iblis menipu seorang mujahid ketika dia menang dan mendapat ghanimah, dia mengambil ghanimah yang bukan haknya.​Tanda Peringatan: Sebelum ghanimah (harta rampasan perang) dibagi tidak boleh diambil.​PENGARUH IMAN DAN ILMU UNTUK MENJAGA DIRI DARI FITNAH HARTA​Tanda Peringatan: Hati-hati, jangan makan sedikitpun dari harta orang lain karena bahaya.​CATATAN KAJIAN@komunitas.beekind#jejakcahaya

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026

Talbis IBLIS #08 Terhadap Ahli Ilmu

Talbis Iblis dalam Ibadah Haji:• Haji Sunah yang Mengabaikan Hak Orang Tua: Iblis membujuk seseorang untuk berhaji sunah meski orang tuanya sedang membutuhkan bakti atau kehadiran mereka.• Haji dengan Harta Haram/Syubhat: Mengingatkan bahwa Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Berhaji dengan harta haram (seperti uang hasil kezaliman atau hutang yang belum diselesaikan) tidak akan diterima.• Niat yang Salah: Ada yang berhaji hanya untuk jalan-jalan, pamer gelar "Pak Haji", atau sekadar bangga dengan jumlah frekuensi haji.• Pelanggaran Etika & Bidah: Larangan bertengkar atau berdebat (jidal) selama haji, serta larangan melakukan ritual yang tidak dicontohkan Rasulullah (seperti membuka pundak saat tawaf yang tidak disyariatkan atau perilaku berlebihan lainnya).• Salah Paham tentang Tawakal: Iblis menipu sebagian orang dengan dalih "bertawakal" untuk pergi haji tanpa bekal yang cukup, padahal itu justru merepotkan orang lain dan melanggar syariat tentang kemampuan (istitha'ah).Talbis Iblis dalam Jihad:• Niat yang Tidak Ikhlas: Iblis menggoda orang yang berjihad agar memiliki niat untuk pamer keberanian, membela kesukuan, atau mengejar harta rampasan perang (ghanimah), bukan karena Allah.• Harta Ghulul (Mengambil Rampasan Secara Tidak Sah): Peringatan keras bagi mujahid agar tidak mengambil harta rampasan sebelum dibagikan oleh pemimpin (Amir), karena sekecil apa pun harta tersebut (bahkan hanya tali sandal), itu bisa menjadi api neraka.• Pentingnya Iman dan Ilmu: Untuk terhindar dari fitnah harta, seorang mukmin harus menggabungkan iman dan ilmu. Ilmu menjaga seseorang agar tetap di atas jalan syariat, sementara iman menjaga ketulusan hati.Kajian ini menekankan bahwa setiap ibadah memerlukan keikhlasan dan ilmu yang benar sesuai syariat.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 8

Talbis iblis kepada ahli ilmuIbadah hajiIbadah haji sudah selesaiIngin haji sunnah, tapi orang tua marahLain kali kalau haji wajibHaji itu wajib bagi yang mampuUtangnya sudah dia lunaaiBekal yang cukup untuk di sanaBekal yang cukup untuk keluarga yang ditinggalkanHaji pengen jalan jalan di madinah di mekkahTerkadang ada orang yang berhaji pakai uang syubhat, ada haji pakai uang haramKalau pakai uang haram tidak ada labbaikHaji hanya ingin dilihat/riya Niat pamer dan mencari gelarMendahulukan ibadah sunnahMemaksa mencium hajar aswad berkali kali  hingga menyakiti/mendzolimi orang lainIblis menipu mereka yang hajiHaji itu agar para jamaah di hati mereka dekat, bukan dekat secara hati tapi musuh musuhan dan itu bisa dicapai diatas ketakwaan, senggol senggolan marah marahan Kalau lagi haji jangan debatApalagi marahan sama istri saat haji, ini menderita Bertengkar sama orang aja ga boleh apalagi sama istri Harus hati bersihHarus tahan marah biar dekat Tujuan haji hanya untuk memperbanyak haji nya Saya wukuf 20 kali di padang arafah, itu tidak bolehMereka ada yang di tipu iblisMereka rajin ibadah haji tapi shalat tidak diperhatikanDiantara mereka ada yang sambil berjualan menuju haji ternyata jualan nya dikurangiBerhaji dengan takwaBerbekallah haji dengan takwaSebaik baik bekal adalah takwa Bagaimana kau berhaji sementara kau berbuat maksiatIblis berkata yang penting kau selesai haji Allah Maha Pengampun, enggak begitu Allah mengampuni kalau haji nya mabrur Tidak melakukan maksiatTidak boleh rafats yaitu berbuat kata kata yang menimbulkan syahwatJangan berfikir yang penting saya sudah wukuf di arafahIblis menipu merekaDiantara mereka ada yang berbuat bid'ah saat manasik haji yang bukan bagian dari manasik haji Sebaik baik petunjuk, petunjuk Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallamSebaik baik ibadah, ibadawh nya MuhammadSebaik baik shalat, shalat nya MuhammadAmbillah caraku tentang manasik haji darikuJangan nekat hajian tanpa bekalBagaimana kau haji  tapi merepotkan rombonganmuBagaimana kau haji tapi istrimu dan anakmu kelaparan di rumah Talbis jihad fii sabilillahIblis telah banyak menipu mereka saat jihad Ada yang riya Ingin dikatakan sang jagoanAda yang perang ingin mencari ghanimahDia mengambil ghanimah padahal itu bukan hak nyaNgambil sendiri sebelum dikumpulkan oleh amir itu ga bolehNgambil tali sendal/kain dari harta perang tidak boleh dan tidak termasuk mati syahid  dan bikin dia masuk nerakaJangan ambil hak orang walau sedikit

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Talbis iblis #8

TALBIS IBLIS #8TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bag-4)Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA, M.A🍄Talbis iblis terkait ibadah hajiTerkadang seorang sudah melaksanakan ibadah haji,dan keawajiban haji sudah selesai.Karena kewajiban haji hanya sekali seumur hidup.Orang ini ingin melakukan haji lagi,haji sunnah yg tidak sesuai dg aturan.Contoh :🍃Dia berhaji lagi tidak diridhoi oleh orang tuanya🍃Terkadang seorang berhaji ternyata punya hutang, atau kezaliman yg belum diselesaikan🍃Terkadang seorang berhaji hanya mau jalan-jalan🍃Terkadang berhaji dengan harta yang syubhat🍃Terkadang berhaji hanya ingin diketemui orang-orang🍃Terkadang sebagian jemaah haji mereka berkumpul di sekeliling kakbah namun dengan hati yg kotor           dan batin yg tidak bersih🍃Terkadang berhaji hanya untuk memperbanyak jumlah hajinya🍃Terkadang ada yg berhaji memukul teman-teman haji untuk memerintahkan mengambilkan dia air🍃Terkadang yang berhaji tidak memperhatikan shalatnya🍃Terkadang berhaji sambil berjualan, dan jualannya dikurangi timbangannya🍃Iblis menipu mereka ketika sedang manasik haji yaitu melakukan bid’ah yaitu yg bukan bagian dari     manasik haji🍃Sebagian orang melakukan dalam ihram mereka yg tidak dicontohkan🍃Sebagian mereka ketika berhaji mengaku bertawakal,mereka berangkat hai tanpa bekal para ulama berkata: Allah mensyariatkan haji, agar mereka bisa menyaksikan ketika melaksanakan ibadah haji mendapatkan manafaat-manfaatnya,jangan berdebat ketika haji karena bisa mengganggu kenyamanan hajiBerbekal lah ketika haji, sebaik-baiknya bekal adalah takwaNabi bersabda :“Siapa yg berhaji karena Allah, tidak melakukan kata-kata yg menimbulkan syahwat, tidak melakukan jamak ketika sedang ihram, dan tidak melakukan maksiat maka dia akan bersih dari dosa-dosanya seperti baru dilahirkan dari perut ibunya.”🍄Talbis iblis tentang jihadIblis telah banyak orang masalah jihad, maka mereka keluar untuk berjihad sementara diantara mereka ada niatnya yg untuk banga-banggan dan riya, agar dikata sang pemberani, untuk mencari ghonimah3 orang pertama yg diazab di neraka jahannam :Seorang yg mati syahid,dengan agar dikatakan pemberaniUstad yg belajar ilmu agama,agar dikatakan alim,ahli qur’anOrang dermawan, agar dikatakan dermawanImam Jawzi mengatakan :‘lihatlah orang yg ikhlas ini, bagaimana dia takut ikhlasnya terganggu karena dilihat orang, dia takut orang memujinya ‘🍃iblis menipu seorang mujahid ketika dia menang dan mendapat ghanimah, dia mengambil ghanimah yg bukan haknya     Sebelum ghanimah (harta rampasan perang)dibagi tidak boleh diambil     Pengaruh iman dan ilmu untuk menjaga diri dari fitnah harta     Hati-hati, jangan makan sedikitpun dari harta orang lain karena bahaya.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi ke 8 Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu bagian ke 4 Bersama Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA M.A

Materi ke 8Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu bagian ke 4Bersama Ustadz DR.FIRANDA ANDIRJA M.A📚🖋️﷽Talbis Iblis terhadap ibadah2,berkata Ibnu Jauzi:-Talbis Iblis terhadap ibadah HajiTerkadang seseorang sudah melaksanakan kewajiban ibadah haji,karena ibadah haji itu hanya sekali seumur hidup,terkadang org tsb ingin melakukan lagi  haji sunnah,tp terkadang hahi tsb tdk sesuai aturan,contoh:ketika dia hendak berhaji tpi tidak diridhoi oleh orang tuanya(krna sudah berhaji sebelumnya)krna berbakti kpd ortu lebih utama~>ini termasuk talbis iblis,terkadang seseorang berhaji dan ini haji pertamanya tpi ternyata dia mempunyai hutang/kedzoliman2 yg dia blm selesaikan krna haji adalah wajib bagi org yg mampu,terkadang berhaji jg hanya utk pesiar/jalan2,terkadang seseorang berhaji dgn harta yg syuhbat,sebagian fuqoha mengatakan:ketika seseorang berhaji dgn harta yg syubhat maka hajinya tdk diterima,ada yg diantara mereke berhaji utk mencari popularitas ingin dikenal orang,sebagian jamaah haji berkumpul di sekeliling ka’bah dengan hati yg kotor dan batin yg tdk bersih maka iblis menampakkan kpd mereka yg penting org tsb berhaji~>padahal yg dimaksud berhaji adalah para jamaah haji itu dekat hatinya bukan sekedar jasad yg berkumpul tpi hatinya tidak bersih(dan itu hanya bisa dibangun dgn hati penuh ketakwaan).Allah mensyariatkan haji diantaranya karena mereka bs melaksanakan ibadah haji dengan manfaat2nya diantaranya bertemuu dengan banyak kaum muslimin,ketika berhaji dilarang berjiddal(debat kusir),ada juga yg berhaji hanya sekedar memperbanyak jumlah hajinya,byk org yg tinggal di Madinah dan Mekkah mau pergi berhaji tp tdk membersihkan hatinya,sebagian orang berhaji bersama rombongannya kemudian sebagian dipukul untuk pergi mencari air,semangat haji tpi tidak memeriksa sholatnya,ada diantara mereka berjualan ketika sedng berhaji tpi mengurangi takaran timbangan2nya,berhajilah dengan takwa karena sebaik2nya orang hendak berhaji adalah dengan takwa,berhaji tetapi berbuat dzolim(menyerobot masuk ke tenda2 orang)dia menyangka sudah berhaji tpi tidak berhati2 dengan poin2 diatas.Iblis juga menipu mereka dgn2 amalan2 bid’ah ketika sedang melakukan manasik haji (ketika sedang ihram mereka melakukan praktid bid’ah),Hadits2 yg diriwayatkan oleh Bukhari saja:Rasulullah ﷺ melihat seseorang yg sedang thawaf membawa tali utk mengikatkan tali tsb kepada hidung temannya yg lain,maka Rasulullah ﷺ memutuskan tali tsbDalam riwayat disebutkan maksudnya adalah :Hadits tsb utk tdk melakukan berbuat bid’ah di dlm ibadah.Kalau ada org berkreasi ketika umroh,maka jangan lah diikutiKarena sebaik2nya berhaji adalah hajinya Rasulullah ﷺ(Shalat 2 rakaat sesudah sa’i adalah bid’ah),jgn mengkhususkan yg umum.Sebagian kaum ditipu oleh iblis ketika dia berhaji mengaku dia bertawakkal,dan mereka berhaji tanpa bekal,mereka berada si puncak kesalahanAllah menyuruh utk berbekal ketika berhaji,krna engkau akan merepotkan org ketika tdk berbekal.Tawakkal adalah ada ikhtiar sambil menyerahkan hati kpd Allah,itulah kenapa Allah sangat menyarankan berhajilah untuk yg mampu agar org yg berhaji tsb mempunyai bekal(bekal utk diri sendiri dan bekal utk keluarga yg ditinggalkan)Qs Al Baqarah:”Berbekalah ketika berhaji”(makanya supaya tdk merepotkan orang)-Talbis Iblis tentang urusan JihadIblis telah menipu banyak orang dlm urusan berjihad,maka mereka pun keluar dri rumah utk berjihad sementara dari mereka ada yg niatnya untuk berbangga2 diri riya’,dan kadang ingin dikatakan jagoan,kdg juga hanya sekedar mencari ghonimahIbnu Mas’ud berkata:Berhati2 lah,jangan kalian berkata ketika org berperang mati syahid,krna ada sebagian org berperang hanya utk mencari ghonimahDlm masalah jihad niat itu ada bermacam2Ada 3 orang yg diazab di neraka jahanam:1.seorang mati syahid kemudian dihadirkan,Allah mengingatkan org tsb nikmat2 yg Allah berikan kepadanya,apa yg engkau lakukan dgn nikmat2 tsb wahai fulan?dia berkata:aku berperang demi engkau ya Allah sampai aku mati syahid,kata Allah engkau dusta,engkau berperang supaya dikatakan pemberani maka engkau tdk dapat apa2,malaikat menyeratnya meletakkan mukanya di atas api jahanam kemudian melemparnya ke neraka2.tentang ustadz yg belajar ilmu agamaSupaya dibilang alim,ahli Al Qur’an,ahli hadits,dan ternyata akhirnya dia terkenal maka akan masuk neraka3.tentang orang dermawanKetika Allah bertanya tentang hartanya apa yg dilakukan terhadapnya,dia berkata”semua jalan yg kau suruh aku infaq utk jalanMu ya Allah maka aku infaq ya Allah”,Allah berkata :Engkau berdusta,engkau berinfaq supaya dikatakan engkau dermawan maka masuklah engkau ke nerakaBahwasanya tdk smua jihad niatnya tulusIbnu Jauzi berkata :lihatlah para ulama yg menjaga keikhlasannyaPara salaf berusaha menyembunyikan amal sholeh mereka krna takut riya’,sementara sebagian kita sangat pede pamer amal sholehnya.Yg semakin sholeh akan takut riya’.Adapun Ibrahim bin Qaddam ketika berperang tdk mengambil ghonimah sama sekali krna ingin pahalanya sempurna.Talbis Iblis dalam jihad Ibnu Jauzi berkata :Iblis terkadang menipu seorang mujahid,ketika dia menang maka dia mengambil ghonimah pdhl itu bukan hak dia mungkin dia tdk punya ilmu sehingga menyangka harta semua orang kafir itu halal,kapan dia dapat dia boleh ambilPdhl dlm aturan jihad tdk boleh mengambil ghonimah sebelum semuanya dikumpulkan terlebih dahulu oleh Amir,kemudian dibagi,tdk boleh mengambil sendiri,ketika mengambil sendiri sebelum pembagian namanya ghulul.Dalam hadits Abu Hurairah berkata:Suatu hari kami berangkat dlm peranf Khaibar,dan akhirnya kami menaklukkan Khaibar dan ada ghanimah,ketika itu kami tdk mendapatkan ghanimah harta,kami hanya mendapatkan ghanimah berupa makanan,pakaian.Kemudian kami melewati suatu lembah dan berama Nabi ada budaknya,,ketika kami singgah di lembah tsb maka budaknya Rasulullah ﷺ melepas pelana untanya Nabi,tb2 ada panah asing mengenai dia maka diapun meninggal krna panah tsb,kami melihatnya maka kami pun memberikan selamat kepadanya karena mati syahid,tpi Nabi membantahnya :Tidak,krna budak tsb diam2 telah mengambil kain dari hasil ghanimah perang khaibar padahal belum ada pembagian.Orang2 pun takut mendengarnya,ada yg mengambil tali sandal pun mengembalikannya.Pengaruh iman dan ilmu untuk menjaga diri dari menjaga harta:Bisa jadi seorang mujahid tau bahwasanya mengambil harta sebelum pembagian itu haram,tetapi krna dia tdk sabar melihat harta maka hatinya bs berubah,mungkin dia menyangka yg penting dia sudah berjihad maka akan termaafkan karena amal jihad nya,maka dampaklah dari iman dan ilmu,kalau punya ilmu tpi tidak punya iman maka akan tetap mengambil,tetapi ketika punya iman tpi tidak punya ilmu maka tdk apa2 mengambil.Maka pentingnya berkumpulnya antara iman dan ilmu supaya seseorang tdk berani mengambil yg haram.Kita harus berhati2,jangan sampai kita makan sedikitpun dari harta orang lain karena urusannya akan panjang,jangan diremehkan

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya10 Juni 2026
N
Nadya Nandadita Islamina

📍 Kota Bandung

Talbis Iblis #8: Talbis Iblis Kepada Ahli Ilmu (Bag-4)" oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

📜 RANGKUMAN KAJIAN: TALBIS IBLIS #8Puncak Tipu Daya Setan Terhadap Kaum Sufi dan Ahli Zuhud📌 1. ASAL USUL DAN SEJARAH KAUM SUFI (TASAWUF)Pada bagian awal, kajian ini membedah akar kata dan latar belakang munculnya kaum Sufi sebelum mereka jauh melenceng akibat perangkap iblis. Al-Imam Ibnul Jauzi menyebutkan lima pendapat mengenai asal-usul penamaan tersebut secara bahasa beserta kritikannya:Nisbah kepada Suffah: Dikaitkan dengan sekelompok orang bernama Suffah (Al-Ghouf bin Murr) pada zaman jahiliyah yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk melayani Masjidil Haram.Nisbah kepada Penghuni Suffah (Ahlus Suffah): Sering dikaitkan dengan para sahabat miskin yang tinggal di emperan Masjid Nabawi. Namun, secara tata bahasa Arab, nisbah ini dikritik karena seharusnya membentuk kata As-Suffi, bukan As-Sufi.Nisbah kepada Al-Sufanah: Dikaitkan dengan nama sejenis tumbuhan di padang pasir karena mereka gemar mencabut atau memakan tumbuhan tersebut demi bertahan hidup. Secara bahasa, bentuk nisbahnya seharusnya Al-Sufani.Nisbah kepada Sufatil Qofa: Merujuk pada sehelai rambut yang tumbuh di belakang leher. Filosofinya digambarkan seperti seorang hamba yang pasrah total digiring menuju Allah dan memalingkan wajah sepenuhnya dari makhluk.Nisbah kepada Al-Shuf (Bulu Domba/Wol): Ini adalah pendapat yang paling kuat dan logis secara bahasa. Istilah ini lahir karena pada awal kemunculannya, mereka sengaja mengenakan pakaian dari bahan wol kasar sebagai simbol kezuhudan. Pakaian wol ini jika terkena keringat akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.Hakekat Awal Gerakan Tasawuf:Pada masa-masa awal, esensi dari gerakan ini sebenarnya adalah gerakan zuhud dan latihan jiwa (riyadhatun nafs). Tujuan aslinya sangat mulia, yaitu mendidik diri untuk menolak akhlak-akhlak tercela dan menumbuhkan perangai terpuji seperti sabar (al-hilm), bijaksana, ikhlas, jujur, serta membersihkan hati.📌 2. MODEL TALBIS IBLIS: MENINGGALKAN DUNIA SECARA BERLEBIHANTipu daya iblis mulai masuk secara perlahan ketika mereka mengabaikan pentingnya ilmu syar'i. Iblis membelokkan niat zuhud yang semula baik menjadi perilaku ekstrem yang melanggar fitrah dan syariat:Menolak Hal-Hal yang Bermanfaat: Setan membisikkan bahwa zuhud berarti harus menyiksa diri. Mereka mulai menolak makanan yang bergizi, enggan mengenakan pakaian yang layak, bahkan menolak tidur berbaring demi memperbanyak ibadah malam secara ekstrem.Memandang Harta sebagai "Kalajengking": Mereka menyamakan harta benda mutlak dengan racun kalajengking yang harus dijauhi. Padahal, di dalam Islam, harta yang dipegang oleh orang saleh adalah sarana kemaslahatan yang sangat besar untuk menikah, menafkahi keluarga, menunaikan ibadah haji, bersedekah, serta membangun masjid.Mengamalkan Hadits Palsu: Karena mayoritas dari mereka hanya fokus pada ibadah fisik dan enggan menuntut ilmu hadits, mereka dengan mudah terjebak mengamalkan hadits-hadits palsu (maudhu') yang berisi motivasi-motivasi berlebihan tentang keutamaan menyiksa diri atau meninggalkan dunia secara total.📌 3. KONFLIK ANTARA ILMU DAN IBADAHSalah satu perangkap iblis yang paling merusak dalam bab ini adalah membenturkan antara kedudukan ilmu syar'i dan ibadah praktis. Kaum yang terkena talbis ini memandang bahwa:Menuntut ilmu dianggap sebagai penghalang dari beribadah kepada Allah. Mereka mengabaikan majelis ilmu karena merasa waktu mereka akan habis untuk menghafal dan memahami hukum syariat, dibanding melakukan shalat atau dzikir.Iblis menipu mereka dengan pemikiran bahwa "ilmu itu hanya untuk diamalkan, dan amalan hanyalah gerakan anggota badan (seperti shalat dan puasa)." Mereka lupa bahwa ilmu adalah pokok dari segala ibadah, dan tanpa ilmu, ibadah lahiriah seseorang bisa menjadi rusak atau bid'ah.📌 4. MELALAIKAN IBADAH HATI DAN BERFOKUS PADA LAHIRIAHAkibat meminggirkan ilmu, fokus ibadah mereka menyempit hanya pada kuantitas gerakan fisik (ibadah jawarih) dan melalaikan esensi yang paling utama, yaitu ibadah hati:Mereka sangat rajin menegakkan shalat-shalat sunnah yang panjang di siang dan malam hari, namun membiarkan batin mereka dipenuhi oleh penyakit hati seperti kesombongan, merasa diri paling suci, meremehkan orang awam, hingga penyakit riya' (pamer).Mereka memaksakan amalan-amalan lahiriah yang berat hingga fisik mereka rusak (bahkan ada kisah sebagian ahli ibadah terdahulu yang matanya menjadi buta atau otaknya menjadi kering karena memaksakan diri puasa terus-menerus tanpa nutrisi). Perilaku ini dilarang karena jiwa dan tubuh memiliki hak yang wajib ditunaikan.📌 5. PRINSIP DAN SOLUSI SELAMAT DARI TIPU DAYA SETANUstadz Firanda Andirja menekankan beberapa prinsip penting di akhir pembahasan sebagai benteng pertahanan seorang muslim:Uzlah Harus dengan Ilmu dan Zuhud: Mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia (uzlah) demi ketenangan ibadah tidak boleh dilakukan secara serampangan. Jika uzlah dilakukan tanpa ilmu, ia akan berubah menjadi zallah (ketergelinciran/kesesatan). Jika dilakukan tanpa zuhud, ia akan menjadi illah (penyakit hati).Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ secara Proporsional: Kedekatan kepada Allah tidak diukur dengan perasaan, akal pikiran, atau cara-cara buatan sendiri yang ekstrem (bid'ah). Teladan terbaik adalah Nabi Muhammad ﷺ yang shalat malam namun tetap tidur, berpuasa namun tetap berbuka, serta tetap menikmati kehidupan dunia yang halal dengan menikahi wanita.Islam adalah Agama yang Adil dan Seimbang: Islam tidak menyuruh manusia memusuhi dunia secara membabi buta. Dunia adalah ladang bercocok tanam yang halal, yang dilarang adalah ketika dunia merusak hati dan melalaikan manusia dari berdzikir serta mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala.Secara garis besar, kesimpulan dari kedua kajian tersebut adalah sebuah peringatan keras agar kita tidak tertipu oleh kuantitas ibadah lahiriah yang justru merusak pahala dan melanggar syariat.Berikut adalah 3 poin kesimpulan utamanya:Ilmu adalah Fondasi Utama Ibadah: Beribadah tanpa didasari ilmu syar'i yang benar hanya akan membuat seseorang terjebak dalam sikap ekstrem (ghuluw), menyiksa diri, atau mengamalkan bid'ah. Ilmu berfungsi sebagai penuntun agar ibadah kita sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ.Kualitas Hati Lebih Utama daripada Kuantitas Fisik: Setan sering menipu manusia untuk fokus mengejar target lahiriah (seperti buru-buru mengkhatamkan Al-Qur'an tanpa tadabur, atau shalat malam berkaat-rakaat) sementara batinnya dibiarkan rusak oleh penyakit hati seperti riya' (pamer), ingin dipuji, merasa diri paling suci, dan sombong.Islam adalah Agama yang Adil dan Seimbang: Kedekatan kepada Allah tidak diukur dengan cara menjauhi dunia secara ekstrem (seperti menolak makanan halal, enggan menikah, atau menolak mencari nafkah). Ibadah yang benar adalah yang menyeimbangkan antara hak Allah, hak sesama manusia (keluarga), dan hak tubuh kita sendiri.Intisari: Sembunyikanlah amalanmu sebisa mungkin sebagaimana kamu menyembunyikan aib-aibmu. Beribadahlah secara proporsional sesuai petunjuk Nabi ﷺ, bukan berdasarkan perasaan atau ambisi pribadi yang dibisikkan oleh setan.

💬 0 komentar📅 10 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya12 Juni 2026
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis materi 7

Talbis Iblis Materi 7Talbis iblis terhadap ahli ilmuhttps://youtu.be/rob23KKuAe0?si=6TQKJ69HZqWSAFmsTalbis iblis sibuk dengan yang tidak utamaYaitu lupa memperbaiki yang batinTalbis iblis dalam membaca AlquranKarena tujuan utama adalah memperbaiki bacaan dan mengamalkan dr Quran tsbTalbis iblis terhadap adab dalam membaca AlquranYang salah yaitu sampai mengganggu orang lain spt menyetel murotal sampai malam, ber dzikir teriak teriak sampai malam , menampakan ke riyaanTalbis iblis terhadap ibadah puasaSebaik baiknya puasa adalah puasa Daud (sehari puasa, sehari gak)Tablis iblis terhadap samarnya RiyaSalah satunya menceritakan atau mengumbar amal soleh kepada orang lain

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
S
SULUNG SURYO DARMAWATI

📍 Kota Bekasi

Talbis Iblis-7

Talbis Iblis - 7Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu Bagian 3Oleh Ustadz Firanda Andirja Hafizhahullahu Ta'ala Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan bahwa di antara talbis (tipuan) iblis terhadap ahli ibadah adalah membuat seseorang sibuk dengan amalan yang kurang utama sehingga melalaikan amalan yang lebih utama. Seseorang mungkin rajin shalat malam, memperbanyak shalat sunnah siang dan malam, namun tidak memperhatikan perbaikan batinnya. Padahal hati penuh dengan penyakit seperti riya, ujub, hasad, sombong dan penyakit lainnya yang membutuhkan perbaikan dan pengobatan. Demikian pula seseorang bisa sangat rajin beribadah tetapi tidak memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, apakah berasal dari sumber yang halal atau tidak. Padahal memperbaiki penyakit hati dan menjaga kehalalan makanan lebih utama daripada memperbanyak ibadah sunnah.Kemudian Ibnul Jauzi menyebutkan talbis iblis terhadap para pembaca Al Qur’an. Setan menggoda sebagian orang dengan memperbanyak tilawah tetapi tanpa tartil dan tanpa tadabbur. Mereka membaca dengan sangat cepat hanya untuk mengejar target khatam. Memang sebagian salaf pernah mengkhatamkan Al Qur’an dalam sehari atau bahkan dalam satu rakaat, namun hal tersebut bukan kebiasaan yang mereka lakukan setiap hari. Membaca Al Qur’an dengan tartil, perlahan, dan penuh pemahaman lebih disukai oleh para ulama. Rasulullah bersabda bahwa orang yang mengkhatamkan Al Qur’an kurang dari tiga hari tidak dianggap memahami Al Qur’an dengan baik.Tujuan utama membaca Al Qur’an adalah mentadabburi ayat-ayatnya agar iman bertambah dan mudah diamalkan. Karena itu seorang muslim hendaknya tidak hanya memperhatikan kuantitas bacaan, tetapi juga kualitasnya. Ketika membaca Al Qur’an, hendaknya menghadirkan berbagai niat, seperti mengharap pahala setiap huruf yang dibaca, mencari petunjuk, mengharapkan rahmat Allah, mentadabburi ayat-ayat-Nya, serta menjadikan Al Qur’an sebagai obat dan ruqyah bagi dirinya. Al Qur’an diturunkan untuk diamalkan. Membaca hanyalah tahap pertama, setelah itu tadabbur, kemudian mengamalkan kandungannya. Jangan sampai seseorang hanya menjadikan akhir surat sebagai target, tetapi hendaknya berhenti pada keajaiban-keajaiban Al Qur’an, merenungkannya, dan mengguncangkan hatinya dengan ayat-ayat tersebut.Ibnul Jauzi juga menjelaskan talbis iblis terhadap sebagian qari yang membaca Al Qur’an dengan suara keras di tempat yang mengganggu orang lain, seperti di menara masjid atau melalui pengeras suara sehingga mengganggu orang tidur, orang sakit, atau orang yang sedang beribadah. Selain mengganggu orang lain, perbuatan tersebut juga membuka pintu riya karena seseorang mudah terpesona dengan suaranya sendiri atau ingin didengar manusia. Sunnah terbaik adalah sunnah Nabi dan para sahabat. Apa yang tidak dicontohkan oleh mereka hendaknya tidak dijadikan kebiasaan dalam ibadah.Beliau juga mengingkari perbuatan sebagian orang yang setelah selesai mengkhatamkan Al Qur’an kemudian menampakkan hal itu di hadapan banyak orang agar diketahui bahwa dirinya telah khatam. Para salaf justru menyembunyikan amal-amal mereka. Ada yang menutupi mushafnya ketika ada orang masuk agar tidak diketahui sedang membaca Al Qur’an. Imam Ahmad rahimahullah sering mengkhatamkan Al-Qur’an namun tidak diketahui kapan beliau mengkhatamkannya. Mereka sangat menjaga keikhlasan dan takut terhadap riya karena riya merupakan senjata setan yang sangat ampuh untuk menggugurkan amal saleh.Pada pembahasan puasa, Ibnul Jauzi menjelaskan tentang puasa sepanjang tahun (puasa dahr). Para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Ada yang memakruhkan, ada yang mengharamkan, ada yang membolehkan, bahkan ada yang menganggapnya mustahab. Namun meskipun dianggap boleh, Ibnul Jauzi menjelaskan adanya dua kekurangan besar. Pertama, puasa terus-menerus dapat melemahkan seseorang sehingga tidak maksimal dalam mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk kebutuhan biologis istrinya. Kedua, seseorang bisa melalaikan hak-hak wajib karena terlalu sibuk dengan amalan sunnah. Padahal Rasulullah telah menegaskan bahwa puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, yaitu puasa sehari dan berbuka sehari.Hadits Abdullah bin Amr bin Ash menunjukkan bahwa Rasulullah melarang sikap berlebihan dalam ibadah. Ketika Abdullah ingin berpuasa setiap hari dan menghidupkan seluruh malam dengan ibadah, Nabi menasihatinya agar tidur, berbuka pada sebagian hari, dan tidak memaksakan diri. Beliau menegaskan bahwa tidak ada puasa yang lebih utama daripada puasa Nabi Daud. Karena itu, walaupun terdapat sebagian salaf yang berpuasa setiap hari, hal tersebut tidak dapat mengalahkan petunjuk Nabi yang secara tegas menyebutkan keutamaan puasa Daud. Bahkan sebagian orang terdahulu yang memaksakan diri berpuasa terus-menerus mengalami gangguan kesehatan karena tubuh mereka tidak mampu menanggungnya. Oleh sebab itu, ibadah harus dilakukan sesuai kemampuan dan tidak boleh sampai membahayakan diri.Pembahasan terakhir adalah tentang samar dan tersembunyinya riya. Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa seseorang yang terkenal selalu berpuasa bisa jadi suatu hari tidak berpuasa, namun ia menyembunyikan hal tersebut agar popularitasnya tidak berkurang. Ini termasuk bentuk riya yang sangat halus. Seandainya ia benar-benar ingin ikhlas, maka ia tidak akan peduli apakah manusia mengetahui dirinya berpuasa atau tidak. Demikian pula orang yang senang menceritakan amalannya kepada orang lain dengan alasan agar dicontoh. Setan sering membisikkan bahwa amal tersebut perlu disebarkan agar menjadi teladan, padahal bisa jadi tujuan tersembunyinya adalah mencari penghormatan dan pujian manusia.Para salaf sangat takut terhadap riya. Mereka berusaha keras menyembunyikan amal-amal saleh mereka sebagaimana mereka menyembunyikan dosa-dosa mereka. Bahkan ketika seseorang benar-benar ikhlas sekalipun, jika ia menampakkan amal yang sebenarnya bisa disembunyikan, maka ia kehilangan keutamaan amal rahasia yang pahalanya lebih besar daripada amal yang diketahui manusia. Oleh karena itu, seorang muslim harus selalu waspada terhadap pintu-pintu riya yang sangat banyak dan sangat samar.Di antara bentuk riya yang tersembunyi adalah seseorang yang terbiasa puasa Senin-Kamis lalu ketika diajak makan berkata, “Ini hari Kamis kan?” agar orang mengetahui kebiasaannya berpuasa. Ada pula yang memandang rendah orang yang tidak berpuasa, padahal belum tentu dirinya lebih baik di sisi Allah. Ada juga yang rajin berpuasa tetapi tidak menjaga lisannya dari ghibah, tidak menjaga pandangannya dari hal yang haram, dan tidak memperhatikan kehalalan makanannya. Semua itu termasuk tipuan setan yang membuat seseorang merasa ibadahnya telah cukup, padahal banyak kekurangan yang masih harus diperbaiki.Karena itu, seorang hamba hendaknya berusaha memperbaiki kualitas ibadahnya, menjaga keikhlasan, tidak mencari pujian manusia, dan tidak peduli terhadap sanjungan maupun celaan mereka. Yang terpenting adalah amal tersebut diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pintu-pintu riya sangat banyak dan sangat halus, sehingga seorang muslim harus selalu waspada dan terus memohon kepada Allah agar diberikan keikhlasan dalam seluruh ibadahnya.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

Day-7 TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAH, BAGIAN 3

Talbis iblis terkait sibuk dengan yang tidak utama sehingga meninggalkan yang utama. Al Imam Ibnu Jauzi berkata, bahwa syaithon telah menggoda banyak dari ahli ibadah, kalian melihat mereka sholat sunnah di malam dan siang hari tetapi mereka tidak terlalu perhatian dengan perkara batinnya. Padahal di dalam batin banyak sekali aib dan mereka juga tidak memperhatikan tentang apa yang mereka makan. Padahal memeperhatikan hal-hal tersebut memperbaiki penyakikt-penyakit batin, halalnya dari sumber yang mana itu lebih utamadaripada memperbanyak sholat-sholat sunnah. Maksudnya, jangan sampai terlalu sibuk dengan yang dzohir tapi lupa masalah batin. Sibuk sholat sunnah tapi tidak memperhatikan kehalalan makanan yang dimakannya.Talbis iblis terkait sibuk ibadah dalam membaca Al-Qur’an. Al Imam Ibnu Jauzi berkata, bahwa syaithon menggoda suatu kaum dengnan memperbanyak tilawah Al-Qur’an dengan hazan (cepat, terburu-buru) tanpa mentartil, fokus baca cepat berjuz-juz. Metode membaca seperti ini tidak terpuji. Diriwayatkan dari sebagian salaf, ada dia antara mereka yang baca Al-Qur’an khatam dalam sehari, bahkan ada yang mengkhatamkan dalam 1 rakaat seperti yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan radhiallahu anhu dan Imam Abu Hanifah rahimahullah. Namun menurut Al Imam Ibnu Jauzi, hal ini merupakan perkara yang jarang bagi mereka, “Dan (mungkin) siapa diantara para salaf yang selalu mengkhatamkan Al-Qur’an? Mereka memang pernah melakukan mengkhatamkan Al-Qur’an sehari atau dalam 1 rakaat, jarang”. Mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sehari atau dalam 1 rakaat diperbolehkan, tapi membaca dengan tartil dan pelan lebih disukai. Rasulullah shalallahhu alaihi wasalam bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an khatam dalam 3 hari, maka ia tidak paham dan tidak faqih”. Ibnu Rajab Al Hambali menyebutkan dalam kitabnya yang tentang keutamaan beribadah di bulan Ramadhan, bahwasanya larangan Nabi shalallahu alaihi wasalam tentang mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari 3 hari, berlaku diluar bulan Ramadhan. Adapun saat Ramadhan maka sebagian salaf mengkhatamkan sehari sekali. Diriwayatkan oleh Imam Syafi’i rahimahullah, bahawa beliau mengkhatamkan sehari 2 kali disaat Ramadhan.Tujuan membaca Al-Qur’an adalah mentaburi/memahami maknanya. Karena dengan mentaburi bacaan Al-Qur’an akan meningkatkan iman. Kualitas membaca Al-Qur’an lebih diutamakan dari pada kuantitasnya. Solusi agar terhindar dari talbis iblis adalah ketika membaca Al-Qur’an diniatkan untuk tadabur.Ada beberapa niat yang dapat ditunaikan saat membaca Al-Qur’an, diantaranya:Niat Tilawah, dimana tiap huruf mendapatkan 10 pahala.Niat Tadabur, mendapatkan rahmat Allah, mendapatkan ampunan Allah.Niat Mengamalkan, menambah keimananFudhail bin I’yad pernah berkata, “Sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan untuk diamalkan, dan untuk dapat diamalkan adalah dengan mentadaburinya. Maka sebagian orang hanya membatasi mengamalkan Al-Qur’an hanya dengan membacanya saja. Sehingga saat sudah mengkhatamkan AL-Qur’an merasa sudah mengamalkan, padahal belum. Membaca Al-Qur’an adalah tahapan awal, tahapan selanjutnya adalah tadabur dan tahapan ketiga adalah mengamalkan.Al Imam Ibnu Jauzi mengatakan bahwa iblis telah membuat rancu para pembaca Al-Qur’an (Qori). Mereka membaca Al-Qur’an 1 juz atau 2 juz di menara masjid di malam hari dengan suara yang kencang. Maka qori tersebut telah mengumpulkan 2 kesalahan, yaitu:Mengganggu orang tidurMemaparkan diri terjerumus dalam riya’Diantaranya juga orang baca Al-Qur’an sesaat sebelum atau setelah adzan. Sehingga mengganggu orang yang hendak sholat sunnah.Jalankan sunnah dengan mengikuti Nabi shalallahu alaihi wasalam. Ibnu Mas’ud berkata, “Siapa yang ingin berteladan kepada sunnah, maka berteladanlah kepada orang yang sudah meninggal (para sahabat)”. Karena menyelisihi sunnah akan menumbalkan sunnah yang lainnya.Berkata Al Imam Ibnu Jauzi, bahwa diantara perkara yang menakjubkan yang beliau lihat, ada seorang yang menjadi imam sholat subuh di hari Jumat, setelah mengucap salam dalam sholatnya, orang itu di hadapan jama’ahnya membaca surat Al Muawidzatain (An-Naas, Al-Falaq). Kemudian orang itu membaca doa khatam Qur’an. Hal ini bukan metode yang diajarkan para salaf. Adapun para salaf terdahulu, mereka menyembunyikan ibadah mereka.Seorang tabi’in Rubi’ bin Husain, seluruh amalnya tersembunyi. Bahkan saat ada orang yang bertamu dirumahnya saat ia membaca Al-Qur’an, ia menutup Al-Qur’an itu dengan bajunya.Imam Ahmad bin Hambal rahimahulhah tidak diketahui kapan beliau khatam. Riya’ adalah senjata syaithon paling ampuh untuk menggugurkan amal.Talbis iblis terkait ahli ibadah yang puasa. Syaithon menggoda sebagian kaum untuk melaksanakan puasa secara terus-menerus. Puasa sunnah itu bertingkat-tingkat;Tingkatan pertama: puasa dzahar. Puasa setiap hari kecuali hari-hari yang dilarang puasa seperti hari I’d, hari tasyrik. Terjadi khilaf dari para ulama tentang puasa ini, yakni pendapat pertama: bahwasanya tidak dianjurkan puasa setiap hari. Ibnu Hazm menghukumi haram sedangkan mahdzab Hanafiyah yang dipilih oleh Ibnu Taimiyyah menghukumi makruh. Pendapat kedua: diperbolehkan puasa setiap hari. Mahdzab Syafi’i menghukumi mustahab sedangkan mahdzab Hambali dan Ibnu Jauzi menghukumi Jaiz. Tingkatan kedua: puasa Daud. Puasa sehari, berbuka sehari. Rasulullah bersabda, “tidak ada puasa yang lebihafdhol daripada ini!”Tingkatan ketiga: puasa sehari, berbuka 2 hari.Puasa dzahar memiliki peringkat pertama, namun yang lebih afdhol adalah puasa Daud.Meskipun puasa dzahar diperbolehkan, ada 2 kekurangan bagi orang yang melaksanakan puasa dzahar, yaitu:Puasa yang terus menerus ini dapat menyebabkan orang yang melakukannya menjadi lemah untuk mencari rizki, menghalangi untuk memenuhi kebutuhan biologis istrinya. Betapa banyak kewajiban yang terlalaikan gara-garamenjalankan sunnah yang salah.Menyebabkan seseorang yang berpuasa dzahar ini terluput dari keutamaan anjuran lebih afdholnya puasa Daud. Hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu, Rasulullah bertemu denganku, kemudian Rasulullah berkata, “Bukankah telah disampaikan kepadaku kabar bahwasanya engkau senantiasa sholat malam. bukankah engkau yang berkata aku akan sholat malam dan aku akan senantiasa puasa di siang hari”. Abdullah bin Amr bin Ash menjawab, “benar ya Rasulullah aku telah mengatakan demikian”. Maka Rasulullah menasehati Abdullah bin Amr bin Ash, “Jangan sholat semalam suntuk, tetapi sholat dan tidurlah! Dan janganlah puasa setiap hari, puasa dan berbukalah! Jika mau, puasalah 3 hari dalam sebulan (ayyamul bidh). Karena puasa 3 hari dalam sebulan, sama seperti kau puasa setiap hari setahun penuh.” Lalu Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Ya Rasulullah, saya mampu puasa lebih dari 3 hari”. Dan Rasulullah mengatakan, “puasalah sehari berbuka 2 hari!” Abdullah bin Amr bin Ash masih saja mengatakan, “saya lebih mampu puasa lebih dari itu, ya Rasulullah”. Rasulullah menjawab, “puasalah puasanya nabi Daud, itulah puasa yang terbaik”. Abdullah bin Amr bin Ash tetap mengatakan, “saya masih mampu puasa lebih dari itu”. Dan Rasullah menasehatkan, “tidak ada yang lebih baik daripada puasa nabi Daud”.Puasa berturut-turut tidak mengapa. Seperti puasa ayyamul bidh, puasa berturut-turut 3 hari. Puasa 9 hari berturut-turut di bulan Dzulhijjah. Jadi bukan puasa selama setahun penuh. Meski puasa dzahar diperbolehkan, tapi hadits nabi lebih diutamakan. Larangan puasa jika tidak mampu hingga mendzolimi diri. Karena puasa bukanlah alat untuk bunuh diri/menyakiti diri sendiri.Talbis Iblis terkait dengan samarnya riya’. Al Imam Ibnu Jauzi, bisa jadi seseorang yang terkenal karena puasa setiap hari dan tidak berbuka. Adapun jika dia berbuka, dia bersembunyi agar orang lain tidak tahu guna mempertahankan popularitasnya. Inilah riya’ yang tersembunyi. Jika orang tersebut ikhlas dalam ibadah, harusnya ia menunjukkan kepada orang lain saat dia berbuka lalu melanjutkan puasanya kembali. dan katakan sejujurnya bahwa sedang tidak puasa tidak perlu mencari alasan.Ada juga orang riya’ secara terang-terangan dengan menampakkan ibadahnya, syaithan merancukan pikirannya dengan mengatakan, “ceritakan saja ibadahmu!” Sebagian lagi menyuruh murid-muridnya untuk mempopulerkan gurunya dengan cara mempubilkasikan amalan ibadah gurunya.Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Sungguh seorang hamba melakukan amal ibadah dalam kesendiriannya, tidak ada yang tahu. Maka syaithon menggodanya hingga ia menceritakan amal ibadahnya. Maka pahalanya berpindah dari pahala karena amal tersembunyi turun derajat ke pahala amal yang terlihat. Dan amal yang tersembunyi pahalanya lebih besar daripada amal yang terlihat”.Para salaf, mereka adalah orang yang paling ikhlas menyembunyikan amal ibadahnya karena takut riya’. Mereka bersusah payah untuk menyembunyikan amal sholihnya dan berkebalikan dengan zaman sekarang.Al Imam Ibnu Jauzi juga berkata bahwa sebagian dari mereka juga ada yang puasa Senin-Kamis. Jika diajak untuk makan-makan, orang itu akan berkata, “ini hari apa? Hari Kamis, kan?” (riya’ tersembunyi). Jadi lebih baik, katakanlah, “maaf saya sedangn puasa!” Sebab saat mengatakan hari ini hari Kamis, seakan-akan hendak memberitakan bahwa kebiasaannya selalu puasa sunnah Senin-Kamis. Dan inilah riya’ tersembunyi.Diantara mereka ada yang puasa Senin-Kamis, tapi memandang orang-orang yang tidak puasa dengan nada menghina. Misal, “Katanya penghafal qur’an, koq tidak puasa?” Ingat, bahwa berpuasa bukan untuk menghina orang lain.Diantara mereka ada yang berpuasa tapi tidak peduli ifthornya makan apa. Entah makanan yang haram atau syubhat, mereka tidak peduli.Diantara mereka ada yang puasa tapi ghibah, tidak menundukkan pandangan.Waspadalah terhadap riya’ karena ibadah. Jangan pedulikan pujian dan cercaan manusia. Karena sesungguhnya pintu-pintu riya’ sangatlah banyak.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
L
Lathifah Aulia Dewi

📍 Kabupaten Boyolali

Talbis Iblis 007 Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bagian 3)

Sibuk dengan yang Tidak Utama dan Meninggalkan yang UtamaImam Ibnul Jauziy: Jangan sampai seseorang sibuk dengan yang zhohir (ibadah-ibadah shalat sunnah) kemudian lupa dengan memperbaiki batin.Jangan sampai rajin ibadah tapi tidak memperhatikan apa yang dimakan (halal/haram).Dalam Bacaan Qur’anSetan menggoda dengan memperbanyak tilawah Qur’an tapi dengan cepat tanpa tartil. Metode membaca dengan cepat sekali inilah kondisi yang tidak terpuji. Memang sebagian salaf membaca Qur’an khatam dalam sehari, sehari dua kali, bahkan dalam satu rakaat. Namun, ini perkara yang jarang. Bukan setiap hari.Sulit bagi kita meng-qiyaskan diri kita dengan para ulama. Imam Syafi’i, sejak usia 15 tahun sudah menjadi mufti di Mekah. Ketika beliau membaca Al-Qur’an, beliau sudah paham, ketika baca maka seluruh tafsirnya terbawa dengan bacaannya. Berbeda dengan kita yang baca belum paham. Padahal tujuan utama baca Al-Qur’an adalah mentadabburi ayat-ayatnya.Seseorang hendaknya berusaha membaca A-Qur’an untuk dipahami. Adapun target sekian juz tanpa tartil hanya yang penting mencapai target saja tanpa tadabbur maka itulah talbis iblis. Selain memperhatikan kuantitas bacaan maka hendaknya yang lebih utama juga memperhatikan kualitas yang dia baca.Beberapa niat ketika membaca Al-Qur’an:Tilawah: setiap huruf mendapat sepuluh pahala.Tadabbur: agar Allah memberikan rahmat dan petunjuk kepada kita.Ruqyah diri sendiri.Nabi mencela orang Khawarij karena mereka membaca Al-Qur’an tapi tidak memahaminya.Nasihat: mulai sekarang baca Qur’an dan tadabbur.Cara paling mudah menambah iman: membaca Al-Qur’an (yang berkualitas).

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Talbis iblis #7 talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 3)

‎Talbis iblis#7‎Talbis iblis terhadap ahli ilmu ( bag.3)‎Bersama Ustadz DR Firanda Andirja MA hafidzhahullah ‎‎∆sibuk dengan yang tidak utama sehingga meninggalkan yang utama‎Perkataan imam Ibnu Jauzi rahimahullahu ta'ala:setan telah banyak menggoda dari para ahli ibadah,mereka sholat malam,sholat Sunnah di malam hari,sholat Sunnah di siang hari tetapi mereka tidak perhatian dalam perbaikan batin mereka padahal kita tau dalam batin ini banyak sekali aib.dan mereka tidak memperhatikan tentang apa yang mereka makan padahal memperhatikan hal-hal tersebut memperbaiki penyakit² batin dan perhatian terhadap halalnya apa yang kita makan,dari sumber yang mana itu lebih utama daripada memperbanyak sholat ² Sunnah.‎=› jangan sampai seseorang sibuk dengan yang dhohir (seperti ibadah²) sedangkan lupa memperbaiki yang batin.‎‎∆talbis iblis dalam pembacaan Al Qur'an ‎•menggoda mereka untuk membaca Alquran hanya fokus kepada target khatam tanpa tadabbur.‎Perkataan Ibnu Jauzi rahimahullahu ta'ala:setan menggoda suatu kaum dengan memperbanyak tilawah Qur'an tetapi mereka membaca Alquran dengan hazzan (cepat) tanpa mentartil.metode seperti ini membaca dengan cepat sekali,inilah kondisi yang tidak terpuji.‎Ada sebagian salaf yang meriwayatkan: ada diantara mereka yg baca Alquran,hatam dalam waktu sehari,bahkan ada yang mengkhatamkan Al-Quran dalam 1 rakaat,seperti yg diriwayatkan oleh Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu dan imam abu hanifah rahimahullahu ta'ala:mereka baca Alquran 1 rakaat khatam.‎Namun kata imam Ibnu Jauzi: namun ini adalah perkara yang jarang dari mereka.dan siapa diantara para salaf yg selalu seperti ini,(bukan setiap hari) meskipun hal ini boleh,akan tetapi membaca dengan Tartil (dg pelan²)itu lebih disukai oleh para ulama.‎Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam:orang Yang baca Al Qur'an kurang dari 3 hari maka dia tidak paham Al Qur'an.‎=›hadist ini berlaku untuk di luar ramadhan ‎=»seseorang membaca Alquran itu untuk di pahami karena itulah tujuan dari membaca alquran.jika sudah di pahami maka iman semakin mudah untuk bertambah,dan mudah untuk di amalkan.‎Point: seseorang selain memperhatikan tentang kuantitas yg dia baca, yg lebih utama adalah dia memperhatikan kualitas apa yang dia baca.‎Pesan :niat kita membaca Alquran adalah untuk mentadabburi Al Qur'an agar Allah memberi Rahmat kepada kita,agar kita mendapat petunjuk ketika membaca Al Qur'an.‎Nabi mencela orang2 khawarij karena mereka baca Alquran,mereka tidak paham( tidak mentadabburi)‎Sabda Rasulullah:mereka baca Alquran namun tidak melewati tenggorokan mereka tidak sampai ke hati hanya sampai di lisan.‎Sesungguhnya Al Qur'an itu di turunkan untuk di amalkan,maka sebagian orang hanya membatasi mengamalkan Al-Qur'an dg hanya membacanya saja .Riwayat‎= Sehingga dia merasa jika telah mengkhatamkan Al-Quran berarti dia telah mengamalkannya.‎Nasehat ustadzah: mulai sekarang membaca Alquran berusaha untuk mentadabburi agar ketika kita baca maka bertambah kualitasnya dan imannya.‎Jangan jadikan Al Qur'an dalam tujuan akhirnya tapi jadikan keajaiban keajaiban Al Qur'an dalam hatimu.‎Imam Ibnu Jauzi: iblis telah menggoda sekelompok ahli qori,membaca Al Qur'an di menara masjid di malam hari dg suara yg keras dan beramai² bisa 1 juz atau 2 juz di malam hari.maka mereka telah mengumpulkan 2 kesalahan yaitu: mengganggu orang lain yg tidur dan menampakkan ibadah (terjerumus dalam riya').‎=› termasuk menyetel murrotal di masjid saat org lain tidur di malam hari pun bisa berdosa karena mengganggu orang lain‎•membaca Al Qur'an ketika ada yang adzan‎•bedizkir menggunakan mic dan bersenandung setelah adzan pun bisa mengganggu orang lain yang hendak sholat Sunnah.‎✓ sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi shalallahu alaihi wasallam.‎Siapa yg ingin bersunnah ( berteladan) maka berteladan lah kepada orang yang sudah meninggal dunia ( para sahabat) dan ittiba lah jgn bikin bid'ah.‎∆ada seseorang yang mengimami sholat subuh pada hari Jumat setelah selesai sholat kemudian di depan jamaah Dy membaca 3 qul dan doa khatam Al-Qur'an.‎imam Ahmad bin Hambal sering baca Alquran dan tidak di ketahui kapan dia khatam Qur'an.‎Godaan setan dalam ibadah puasa‎•puasa terus menerus‎Khilaf di kalangan para ulama: puasa terus menerus kecuali di hari yg dilarang puasa (hari Ied,hari tasyrik)‎Ada 2 pendapat; tidak di anjurkan berpuasa tiap hari ( haram Ibnu Hazm,makruh mahdzah Hanafiyah)‎Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: tidak ada yg lebih afdhol dari puasa daud.‎di bolehkan (mustahab mahdzab syafi'i,Jaiz Hambali.)‎Catatan: meskipun boleh tetapi ada kekurangan yang menimpa orang yg melakukan ini setiap hari yaitu: bisa jadi lemah sehingga badannya lemah untuk mencari rizki.dan bisa membuat dia terhalang dari memberikan kebutuhan biologis istri nya‎Sesungguhnya istrimu mempunyai hak untuk kau tunaikan,menjauhkan dia dari terluput dari keutamaan dari sabda nabi shalallahu alaihi wasallam.( Sebaik-baik puasa adalah puasa nabi daud.puasa sehari,berbuka sehari)‎=›meskipun ada yang mengatakan ada para salaf yang berpuasa tiap hari tetapi dalil nabi lebih utama.‎• samarnya riya' ‎Bisa jadi terkenalnya seseorang karena puasa terus menerus,maka dia tidak pernah berbuka, kalaupun dia berbuka sehari (tidak berpuasa) diapun bersembunyi,agar popularitas dia tidak jatuh.‎•melakukan ibadah untuk mencari pujian manusia‎•riya' terang2an dg mengatakan puasanya tiap hari‎Syubhat setan:menceritakan amal Sholih kepada orang lain untuk menjadi teladan‎✓ingatlah Allah lebih tahu tentang hati seseorang ‎catatan: sembunyikan lah kebaikan-kebaikan mu seperti engkau sembunyikan dosa2mu‎abu sufyan Ats tsauri:sungguh seorang hamba melakukan amal ibadah secara sendirian(tidak ada yang tahu),maka setan menggoda nya sampai dia omongin,maka pahala dia berpindah yang tadinya di amalan tersembunyi turun menjadi pahala amal yang terlihat.‎Note:para salaf terdahulu sjaa takut riya' sehingga menyembunyikan amalan nya,,apakah kita merasa lebih baik dari para salaf?‎Kalau dulu para salaf bersusah payah menyembunyikan amal Sholeh kalau zaman sekarang orang bersusah payah untuk meng-upload amal Sholeh nya.‎•ada orang yang berpuasa Sunnah Senin Kamis dengan mengabarkannya.‎ada yg memandang hina orang orang yang tidak puasa Senin Kamis.‎Ada yg berpuasa tetapi tidak memikirkan iftharnya pakai makanan apa(haram atau syubhat)‎Ada orang yg berpuasa tetapi ghibah dan nonton bioskop.‎Syubhat iblis: jika kamu puasa maka dosa kamu akan terampuni.‎Nasehat ustadz:seseorang kalau beribadah,dia harus waspada,jangan sampai ibadahnya hancur gara-gara riya' dan setan menghapuskan riya' dalam diri seseorang bahkan dengan cara yang sangat tersembunyi.akhirnya kita pun meninggal dan bertemu dengan Allah sendiri-sendiri,maka penting kan lah ibadah kita jangan pedulikan pujian manusia dan cercaan manusia.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #7 - Talbis Iblis kepada Ahli Ibadah (Bag-3)

1. Sibuk dengan Ibadah Zahir, Melupakan Batin dan Rezeki HalalSetan menggoda banyak ahli ibadah sehingga mereka sibuk memperbanyak ibadah zahir seperti salat sunah siang dan malam, namun mengabaikan perbaikan batin mereka. Padahal, batin dan hati manusia penuh dengan penyakit yang harus diobati. Selain itu, mereka sering luput memperhatikan dari mana sumber makanan mereka. Memperbaiki penyakit batin dan memastikan makanan berasal dari sumber yang halal jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak salat sunah.2. Talbis Iblis dalam Tilawah Al-Qur'anIblis juga memiliki jebakan khusus bagi mereka yang rajin membaca Al-Qur'an:Mengejar Target Tanpa Tadabur: Setan menggoda seseorang untuk membaca Al-Qur'an dengan sangat cepat (hazzan) tanpa tartil, semata-mata untuk mengejar target khatam berjuz-juz. Padahal, tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk dipahami (tadabur) agar iman bertambah dan mudah diamalkan. Nabi ﷺ bersabda bahwa orang yang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari tiga hari tidak akan memahaminya.Mengganggu Waktu Istirahat (Rawan Riya): Membaca Al-Qur'an menggunakan pengeras suara (misalnya di menara masjid) di malam hari atau menjelang azan. Ini mengumpulkan dua kesalahan besar: mengganggu orang yang sedang tidur, salat malam, atau berdoa, serta sangat rawan mendatangkan penyakit riya karena sulit menghindar dari perasaan ingin didengar dan dipuji.Pamer Khatam Al-Qur'an: Sengaja membaca doa khatam Al-Qur'an secara keras di hadapan jamaah setelah salat agar orang-orang tahu bahwa ia baru saja khatam. Berbeda dengan teladan para ulama Salaf, seperti Imam Ahmad bin Hambal, yang sangat rajin membaca Al-Qur'an namun tidak ada satu pun orang yang tahu kapan beliau mengkhatamkannya.3. Talbis Iblis dalam Ibadah PuasaDalam hal ibadah puasa, godaan iblis datang dalam bentuk sikap berlebihan yang merugikan:Puasa Dahar (Terus-Menerus): Berpuasa setiap hari (selain hari-hari yang diharamkan). Menurut Ibnu Jauzi, melakukan ini memunculkan dua kerugian: (1) Membuat tubuh lemah sehingga melalaikan kewajiban seperti mencari nafkah dan menunaikan hak biologis istri. (2) Luput dari keutamaan puasa yang paling disukai Allah, yakni Puasa Daud (sehari puasa, sehari berbuka).Memaksakan Diri: Memaksakan berpuasa sunah dalam kondisi sakit, kurang gizi, atau tidak mampu, hingga membahayakan tubuh bahkan membinasakan diri. Beribadah tidak boleh sampai memaksa jiwa melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya.4. Khafiyur Riya' (Riya yang Tersembunyi dan Samar)Penyakit riya (ingin dipuji) adalah senjata iblis yang paling ampuh untuk menggugurkan pahala amal saleh. Riya dapat muncul dalam bentuk yang sangat halus:Menjaga Status Popularitas: Seseorang yang dikenal selalu puasa sunah, suatu ketika ia berhalangan dan tidak puasa. Ia kemudian menyembunyikan kenyataan bahwa ia sedang berbuka agar popularitasnya sebagai "ahli puasa" tidak jatuh di mata masyarakat. Jika ia benar-benar ikhlas, seharusnya ia bersikap biasa saja dan tidak takut orang tahu bahwa ia sedang tidak puasa.Berdalih "Untuk Menjadi Teladan": Menceritakan amalan pribadi, seperti, "Saya sudah 20 tahun tidak pernah putus puasa sunah". Setan membisikkan syubhat bahwa hal itu diceritakan "agar menjadi teladan", padahal sering kali tujuannya adalah agar dihormati. Sama halnya jika seseorang membiarkan muridnya mempublikasikan amalan rahasianya di media. Ulama Salaf dahulu bersusah payah menyembunyikan amal saleh, namun orang zaman sekarang bersusah payah mempublikasikannya.Sindiran Halus saat Puasa: Ketika ditawari makan saat puasa, ia membalas dengan sindiran, "Ini hari apa ya? Bukannya hari Kamis?" seakan ingin mengabarkan bahwa ia terbiasa puasa Senin-Kamis. Akan jauh lebih aman dari riya jika ia menjawab dengan sederhana, "Maaf, saya sedang puasa."Puasa Tapi Tetap Bermaksiat: Berpuasa namun tetap melakukan maksiat seperti gibah, menonton aurat, berkata kotor, atau memakan yang haram, karena merasa ibadah puasanya akan otomatis menghapus semua dosa tersebut.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman Materi Talbis Iblis 7

Talbis Iblis 7 " Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah Bagian 2"🎙️ Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC., M.A.◾Sibuk dengan yang tidak utama sehingga meninggalkan yang utama. Setan telah banyak menggoda banyak ahli ibadah. Kamu melihat mereka shalat sunnah di malam hari, shalat sunnah di siang hari tetapi mereka tidak perhatian terhadap perbaikan batin mereka. Padahal kita tau pada batin ini banyak sekali aib dan mereka juga tidak memperhatikan apa yang mereka makan. Padahal memperhatikan hal-hal tersebut itu lebih utama daripada memperbanyak shalat-shalat malam. Maksudnya jangan sampai seseorang sibuk dengan yang zahir kemudian lupa untuk memperbaiki yang batin. Batin ini penuh dengan penyakit, dimana kita perbaiki sedikit demi sedikit dan perlu kita obati. Demikian jangan sampai rajin ibadah (shalat terus) tetapi tidak peduli dan tidak memperhatikan sumbernya halal atau haram apa yang kita makan.◾Dalam membaca al-qur'an Setan telah menggoda suatu kaum dengan memperbanyak tilawah qur'an. Tetapi mereka membaca al-qur'an dengan cepat tanpa mentartil tanpa dibaca pelan-pelan. Seorang berusaha membaca Al-Qur'an untuk dipahami. Karena itu adalah keutamaan atau tujuan dari membaca al-qur'an. Kalau sudah dipahami iman akan bertambah dan mudah untuk diamalkan. Maka selain memperhatikan kuantitas membaca al-qur'an yang lebih utama adalah memperhatikan kualitas apa yang dia baca. Maka mulai sekarang kita rubah baca al-qur'an dengan niat untuk tadabur. Niat yang bisa kita pasang ketika membaca Al-qur'an adalah niat tilawah dan untuk mentadaburinya. Oleh karena seorang ketika membaca al-qur'an dia mengumpulkan beberapa niat sehingga baca qur'annnya berkualitas. Banyak perkataan dari Ibnu Mas'ud radhiallahu'anhu melarang akan hal ini. Jangan jadikan akhir qur'an sebagai tujuanmu tapi berhentilah kepada keajaiban-keajaiban al-qur'an. Goyangkan hati, pikiran, renungkan maka akan datang bacaan yang berkualitas yang sangat mudah menambah iman. ◾ Membuat rancu sekelompok ahli baca qur'anDahulu tidak ada microphone, toa atau speaker sehingga kalau adzan di menara sehingga suara terdengar. Masalahnya bukan adzan, mereka membaca Al-Qur'an di menara masjid dimalam hari dengan suara yang kencang yang dia kumpulkan kemudian dikeluarkan dengan keras. Bisa jadi maksudnya beberapa orang dibaca ramai-ramai. Maka Mereka ini telah mengumpulkan dua kesalahan: ✓ Menganggu orang tidur✓ Memaparkan diri kepada terjerumus dalam riya. Sehingga orang seperti ini bisa jadi berdosa,  bukan mendapatkan pahala tetap dosa.Riya adalah senjata setan yang paling ampuh dalam rangka menggugurkan amal shaleh seseorang. Maka seseorang waspada terhadap talbis Iblis. ◾Ibadah PuasaSetan menggoda kepada sebagian kaum, mereka puasa terus menerus (puasa addahar) dan itu hukumnya boleh jika tidak berpuasa pada hari-hari yang diharamkan. Jadi puasa sunnah bertingkat-tingkat:✓ Puasa sehari berbuka dua hari (yang paling tinggi)✓ Puasa duad yaitu sehari puasa sehari berbuka (tidak ada yang lebih afdhol dari ini)✓ Puasa dahar yaitu puasa setiap hari dengan syarat ketika hari-hari yang diharamkan puasa tidak boleh berpuasa (yang lebih tinggi lagi namun ada khilaf diantara para ulama). Puas dahar ini ada 2 pendapat:✓ Tidak dianjurkan berpuasa setiap hari. Yang mengatakan ini ada dua pendapat yaitu haram seperti Ibnu Hazim rahimahullahu dan makru oleh Mazhab Hanafiyah. Dan dipilih oleh Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta'ala bahwasanya puasa dahar hukumnya makru. Dan banyak dalil yang menunjukkan kemaruhan atau keharamanmya. ✓ Diperbolehkan. Inipun ada dua pendapat yaitu mustahab seperti mazhab syafi'i dan jaiz seperti mazhab hambali. Intinya kita mengambil pendapat yang membolehkan sebagaimana pendapat madzhab hambali. Meskipun boleh selama tidak puasa pada hari-hari yang dilarang. Meskipun demikian Rasulullah telah bersabda "Tidak ada puas yang lebih afdhol dari puasa daud". Maka hadist ini telah jelas menjadi penentu bahwasanya puasa yang paling terbaik adalah puasa daud. Dan puasa daud adalah puasa yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. ◾Samarnya riyaSeseorang itu ada yang riyanya tersembunyi dan ada yang terang-terangan. Setan membuat syuhbat dengan berkata ceritalah saja sama orang agar kamu jadi teladan. Kata Imam At-Tsauri "Ketika seorang hamba melakukan amal ibadah dalam kesendiriannya tidak ada yang tahu. Maka setan menggodanya sampai akhirnya dia katakan". Maka pahala dia pindah, tadinya pahala amal tersembunyi turun derajat menjadi pahala amal yang terlihat. Pahala amal yang tersembunyi lebih besar dibandingkan amal yang terlihat. Dulu para ulama salaf bersusah payah menyembunyikan amal shaleh mereka padahal keikhlasan mereka lebih besar. Maka waspada jangan tergoda oleh setan. Minimal kalaupun kita ikhlas maka pahalanya berkurang (indah tersembunyi ke ibadah terlihat). Riya itu sangat tipis maka berhati-hatilah. Kita harus waspada jangan sampai ibadah hancur akibat riya. Dan setan menghembuskan Riya dalam diri seseorang bahkan dengan cara yang tersembunyi.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #7: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah (Bagian 3)

Sibuk Dengan Amalan Zahir dan Lupa Dengan Amalan BatinKata Imam Ibnul Jauzi: Setan menggoda banyak ahli ibadah sehingga mereka sangat rajin melakukan salat sunah di malam dan siang hari, namun abai terhadap perbaikan batin (hati). Padahal di dalam batin manusia terdapat banyak sekali aib dan penyakit hati yang harus diobati sedikit demi sedikit.Kelalaian dalam Makanan: Banyak ahli ibadah yang rajin salat tetapi tidak memedulikan dari mana sumber makanan yang mereka makan (halal atau haram).Memperbaiki penyakit batin dan memastikan kehalalan makanan jauh lebih utama daripada sekadar memperbanyak kuantitas salat sunnah.Talbis Iblis dalam Membaca Al-Qur'an (Tilawah)Membaca Terlalu Cepat (Hazn): Setan menggoda suatu kaum untuk memperbanyak tilawah, tetapi mereka membacanya dengan sangat cepat tanpa tartil demi mengejar target khatam berjuz-juz. Metode membaca terburu-buru ini adalah kondisi yang tidak terpuji.Menyikapi Riwayat Para Salaf:Memang ada riwayat bahwa sebagian Salaf (seperti Utsman bin Affan dan Imam Abu Hanifah) pernah mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu hari atau bahkan dalam satu rakaat salat.Namun, Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa hal tersebut adalah perkara yang jarang dilakukan (bukan menjadi rutinitas harian mereka).Membaca dengan perlahan (tartil) jauh lebih disukai oleh para ulama.Larangan Nabi ﷺ: Nabi ﷺ bersabda bahwa orang yang mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari, maka dia tidak akan paham (faqih).Pengecualian di Bulan Ramadan: Ibnu Rajab Al-Hambali menjelaskan bahwa larangan khatam kurang dari 3 hari berlaku di luar Ramadan. Di bulan Ramadan, para ulama (seperti Imam Syafi'i yang khatam dua kali sehari) memperbanyak kuantitas karena keutamaan waktu. Namun, sulit mengkiaskan diri kita dengan Imam Syafi'i yang sudah menguasai ilmu tafsir sejak muda.Tujuan Utama Al-Qur'an adalah Tadabur:Al-Qur'an diturunkan untuk ditadabburi ayat-ayatnya agar iman bertambah dan mudah diamalkan. Target kuantitas (seperti grup-grup khataman) yang mengabaikan tadabbur adalah bentuk talbis iblis.Beberapa niat yang bisa dipasang saat membaca Al-Qur'an:Niat Tilawah (mendapat pahala 10 kebaikan per huruf).Niat mentadabburi al-Quran (merenungkan makna).Niat mencari rahmat dan petunjuk Allah.Niat untuk menyembuhkan diri sendiri (ruqyah).Nabi ﷺ mencela kaum Khawarij karena membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tulang selangkang mereka (hanya di lisan, tidak masuk ke dalam hati/tidak ditadabburi).Nasihat Fudhail bin Iyadh & Ibnu Mas'ud:Al-Qur'an diturunkan untuk diamalkan, dan membaca adalah tahap paling awal sebelum tadabbur dan amal.Ibnu Mas'ud melarang menjadikan "akhir surat" sebagai tujuan utama. Berhentilah pada keajaiban-keajaiban Al-Qur'an untuk menggetarkan hati.Bacalah Al-Qur’an dengan bacaan yang berkualitas, dipahami maknanya, ditabburi, dan diamalkan.Talbis Iblis: Membaca Al-Qur'an Secara Keras & Mengganggu Orang LainFenomena Membaca di Menara/Mikrofon Masjid: Imam Ibnul Jauzi menyebutkan adanya sekelompok qari (ahli baca Al-Qur'an) yang membaca Al-Qur'an dengan suara sangat keras di malam hari (di menara masjid pada zaman dahulu).Dua Kesalahan yang Dilakukan:Mengganggu Orang Tidur/Ibadah: Suara keras tersebut mengganggu orang yang sedang tidur, orang sakit, atau orang lain yang sedang fokus salat malam/berdoa secara khusyuk. Kritik untuk masjid zaman sekarang yang menyalakan murattal dengan mikrofon luar 1–2 jam sebelum azan subuh.Terpapar Dengan Riya: Membaca Al-Qur'an di tempat umum/menggunakan mikrofon pada jam 3 malam sangat sulit untuk menjaga hati dari sifat riya (ingin dipuji orang).Mengganggu Setelah Azan: Hal yang sama terjadi jika seseorang membaca Al-Qur'an atau bersenandung/berselawat keras-keras setelah azan dikumandangkan, sehingga mengganggu jemaah lain yang ingin salat sunah atau berdoa di antara azan dan iqamah.Oleh karena itu, sunnah yang terbaik adalah sunnah dari Nabi ﷺ dan para sahabat, Jika Nabi dan para sahabat tidak melakukannya, maka itu Islam yang terbaik. Kata Ibnu Mas’ud: Siapa yang ingin berteladan, maka berteladanlah kepada orang yang sudah meninggal.Kaedah: tidaklah ada sunnah yang baru muncul, kecuali ada sunnah yang ditumbalkan.Memamerkan Khatam Al-Qur'anKisah Imam yang Pamer: Ibnu Jauzi menceritakan kebiasaan aneh seorang imam salat subuh di hari Jumat. Setelah salat, ia langsung membaca surah Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq & An-Naas) dan doa khatam Al-Qur'an di depan jemaah agar orang-orang tahu bahwa ia telah khatam.Metode Salaf dalam Menyembunyikan Amal:Para Salaf dahulu sangat antusias menyembunyikan ibadah mereka.Contohnya, jika mereka sedang membaca Al-Qur'an di rumah lalu ada orang masuk, mereka akan langsung menutup Al-Qur'an dengan bajunya agar orang tidak tahu bahwa ia sedang membaca Al-Qur’an.Imam Ahmad bin Hambal sangat sering membaca Al-Qur'an, tetapi orang-orang tidak pernah tahu kapan pastinya beliau khatam.Bahaya Riya: Riya adalah senjata setan yang paling ampuh untuk menggugurkan amal saleh yang sudah susah payah dilakukan berhari-hari.Talbis Iblis dalam Ibadah PuasaPuasa Dahr (Setiap Hari): Setan menggoda sebagian orang untuk melakukan puasa sepanjang tahun (puasa dahr), di mana mereka hanya berbuka pada hari-hari yang diharamkan (dua hari raya dan hari tasyrik).Hukum Puasa Dahr di Kalangan Ulama:Pendapat Pertama: Tidak dianjurkan. Sebagian menganggapnya haram (seperti Ibnu Hazm) dan sebagian menganggapnya makruh (sebab Nabi ﷺ menegaskan tidak ada puasa yang lebih utama dari Puasa Daud—puasa selang-seling sehari).Pendapat Kedua: Memperbolehkan (mustahab dalam Mazhab Syafi'i, atau boleh/Jaiz dalam Mazhab Hambali).Dua Kekurangan Puasa Dahar Menurut Ibnu Jauzi:Membuat Fisik Lemah: Tubuh menjadi terlalu lemah untuk mencari nafkah bagi keluarga (padahal mencari nafkah adalah kewajiban/jihad) serta tidak mampu memenuhi kebutuhan biologis/nafkah batin istri. Jangan sampai mengorbankan hal wajib demi amalan sunah yang salah kaprah.Terluput dari Keutamaan Puasa Terbaik: Kehilangan keutamaan Puasa Daud, yang merupakan puasa paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala.Kisah Abdullah bin Amr Bin Ash: Nabi ﷺ menegur Abdullah bin Amr yang berniat puasa setiap hari dan salat malam suntuk. Nabi ﷺ memerintahkannya untuk tidur, berbuka, dan menyarankan puasa 3 hari dalam sebulan (seperti puasa setahun penuh karena kelipatan pahala). Ketika Abdullah merasa masih mampu lebih, batasan tertinggi yang diberikan Nabi adalah Puasa Daud.Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik puasa adalah puasa Daud.” Puasa Daud puasa sehari, berbuka sehari.Menyikapi Salaf yang Puasa Setiap Hari: Jika ada riwayat Salaf yang puasa setiap hari, hal itu karena mereka mampu membagi waktu, mungkin tidak memiliki keluarga, atau melakukannya di penghujung hayat mereka. Namun, sabda Nabi ﷺ tetap menjadi penentu utama (faisal).Memaksakan Diri hingga Merusak Tubuh: Ibnu Jauzi menceritakan orang-orang terdahulu yang memaksakan puasa terus-menerus padahal makanan kurang bergizi, hingga menyebabkan mata mereka menjadi buta atau otaknya kering. Memaksa jiwa di luar kemampuan hukumnya tidak boleh (haram), bahkan dalam puasa wajib Ramadhan pun ada keringanan jika sakit.Samarnya Sifat Riya (Khofiyur Riya)Riya yang Terselubung pada Orang yang Berpuasa: Seseorang yang populer di masyarakat selalu berpuasa setiap hari, ketika suatu hari ia terpaksa tidak berpuasa (karena sakit/halangan), ia akan berbuka secara sembunyi-sembunyi agar popularitasnya tidak jatuh. Ini adalah bentuk riya yang sangat samar.Solusi Ikhlas dari Ibnu Jauzi: Jika ingin ikhlas, harusnya ia berani memperlihatkan dirinya sedang tidak berpuasa di hadapan orang yang mengenalnya selalu berpuasa, kemudian setelah itu ia melanjutkan puasanya diam-diam tanpa menceritakannya kepada siapa pun.Pamer Berkedok "Menjadi Teladan": Ada orang yang pamer terang-terangan dengan berkata, "Saya sudah 20 tahun tidak pernah absen puasa." Setan memberikan syubhat (talbis) bahwa ucapan itu bertujuan agar menjadi motivasi/teladan bagi orang lain. Padahal, niat asli di dalam hati rawan bergeser ingin dihormati.Pahala Berpindah ke Buku Catatan Amal Terang-terangan (Diwanul Alaniah): Jika seseorang menceritakan amalan tersembunyinya kepada orang lain, setan berhasil memindahkan catatan pahalanya dari pahala amalan rahasia (yang sangat besar) menjadi pahala amalan terang-terangan (yang nilainya lebih rendah), atau bahkan gugur total jika berujung riya.Seseorang yang ditawari makan pada hari Kamis sengaja menolak dengan berkata, "Ini hari apa ya? Hari Kamis kan?" Ucapan ini adalah bentuk riya terselubung untuk menunjukkan rutinitasnya. Jauh lebih baik jika ia langsung berkata, "Maaf, saya sedang puasa," tanpa perlu membawa-bawa nama harinya.Merendahkan Orang Lain & Lalai Menjaga Lisan: Setan juga menggoda orang yang berpuasa untuk memandang rendah orang lain yang tidak berpuasa. Selain itu, banyak orang yang berpuasa tetapi tidak menjaga lisan dari gibah, berkata kasar, atau melihat hal yang haram karena merasa puasanya sudah menghapus semua dosa tersebut.KesimpulanPintu-pintu riya yang dibisikkan setan sangat banyak dan halus.Kelak kita akan meninggal dunia dan menghadap Allah sendirian. Oleh karena itu, fokuslah pada kualitas keikhlasan ibadah kita agar diterima di hadapan Allah. Bukan pujian manusia. Percuma dipuji manusia jika ternyata hina di hadapan Allah.Jangan pedulikan pujian manusia dan jangan pedulikan cercaan manusia. Yang penting ibadah kita benar dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya9 Juni 2026
S
Syfa Adinna Shabra

📍 Kabupaten Karanganyar

#7 - TALBIS IBLIS KEPADA AHLUL IBADAH³

•┈┈┈┈••❁🌸﷽🌸❁••┈┈┈┈•[ ] Sibuk dengan yang utama sehingga meninggalkan yang utama. Jangan sampai kita sibuk dengan yang dzohir, tapi lupa memperbaiki yang bathin. Kita sholat terus tapi tidak memperhatikan sumber makanan yg dimakan (halal/tidak). ____________________________________10- Talbis Iblis terhadap Ahlul Qur'an dalam Membaca Al-Qur'an. Iblis mengacaukan sebagian orang dengan banyaknya bacaan al-Qur’an. Mereka membacanya dengan cepat (hazan) tanpa tartil dan tanpa memastikan kebenarannya, dan ini merupakan perbuatan yang tak terpuji.》Memang benar terdapat riwayat bahwa sebagian ulama Salaf dahulu ada yang mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sehari, atau bahkan mengkhatamkannya dalam satu rakaat salat (seperti yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan رضي الله عنه dan Imam Abu Hanifah رحمهاللهتعالى). Namun, Ibnu Jauzi menegaskan bahwa hal tersebut adalah perkara yang jarang dilakukan dan bukan menjadi rutinitas harian mereka sepanjang tahun.》Meskipun mengkhatamkan Al-Qur'an setiap hari itu diperbolehkan, para ulama lebih menyukai membaca al-qur’an secara perlahan (tartil). Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya : "Tidak akan paham (Al-Qur'an) orang yang membacanya (khatam) kurang dari tiga hari.”(HR. Abu Dawud No. 1390, Tirmidzi No. 2949, sahih).》Ibnu Rajab Al-Hambali:Beliau menyebutkan dalam kitabnya bahwa larangan Nabi ﷺ untuk mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari 3 hari itu berlaku di luar bulan Ramadan. Adapun di dalam bulan Ramadan, sebagian Salaf mengkhatamkan Al-Qur'an sehari sekali, bahkan Imam Asy-Syafi'i diriwayatkan mengkhatamkannya 2× sehari.⚠️ Tujuan utama dalam membaca al-qur'an adalah untuk ditadabburi ayat-ayatnya. Jika sudah dipahami maka iman akan semakin bertambah, dan lebih mudah untuk mengamalkan. Lebih utama perhatikan kualitas daripada kuantitas.Iblis mengacaukan sebagian orang dari kalangan para qurra’, mereka membaca al-Qur’an di menara masjid pada malam hari dengan satu suara yang tinggi sebanyak satu atau dua juz, mereka menggabungkan dua perkara buruk, mengganggu orang-orang yang sedang tidur dan resiko riya’. Di antara mereka ada yang membaca di masjidnya saat adzan, karena saat itu orang-orang sedang berkumpul di masjid.》Ibnul Jauzi rahimahullah : bahwa di antara perkara menakjubkan yang pernah aku saksikan di antara mereka adalah seorang laki-laki yang shalat Shubuh di hari Jum’at, dia menoleh lalu membaca mu’awwidzatain dan mengucapkan doa khatam al-Qur’an, agar orang-orang mengetahui, saya telah mengkhatamkan al-Qur’an.》Ini bukanlah jalan hidup salaf, karena para salaf menyembunyikan ibadah mereka. Amal perbuatan ar-Rabi’ bin Khutsaim adalah rahasia, terkadang dia sudah membuka mushaf lalu seseorang masuk kepadanya, maka dia menutupinya dengan pakaiannya.Ahmad bin Hanbal banyak membaca al-Qur’an tanpa diketahui berapa banyak telah mengkhatamkannya.11- Talbis Iblis atas Mereka Pada Cara Puasa.Iblis mengacaukan sebagian orang, dia membaguskan bagi mereka puasa terus menerus, hal ini memang boleh bila seseorang berbuka di hari-hari yang dilarang berpuasa padanya, hanya saja ia tetap mengandung masalah dari dua sisi:1. Puasa seperti ini bisa melemahkan kekuatan, akibatnya seseorang tidak kuasa bekerja untuk keluarganya, tidak mampu menafkahi istrinya secara batin. Dalam ash-Shahihain dari Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya istrimu memiliki hak atasmu. ” Berapa banyak yang wajib tersia-siakan akibat amalan sunnah ini.2. Dia kehilangan yang utama, karena Nabi  telah bersabda secara shahih, “Sebaik-baik puasa adalah puasa Dawud, dia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.” Dari Abdullah bin Amru bahwa dia berkata, Rasulullah bertemu denganku, beliau bertanya kepadaku, “Aku dengar kamu melakukan shalat semalam suntuk? Bahwa kamu adalah yang berkata, Aku akan shalat malam dan berpuasa di siang hari?” Aku menjawab, “Benar, wahai Rasulullah. Aku memang berkata demikian.” Nabi bersabda, “Bangun dan tidurlah, berpuasa dan berbukalah, berpuasalah tiga hari perbulannya, karena ia setara dengan puasa setahun.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku mampu lebih dari itu.” Nabi bersabda, “Puasalah satu hari dan berbukalah satu hari, ini adalah puasa paling baik, ia adalah puasa Dawud.” Aku berkata, “Ya Rasulullah, aku mampu lebih.” Rasulullah menjawab, “Tidak ada yang lebih utama darinya.” (Diriwayatkan dalam ash-shahihain).》Ada 3 tingkatan puasa:● Puasa sehari berbuka dua hari● Puasa sehari berbuka sehari (puasa Daud)Kata Nabi: “Tidak lebih afdol daripada ini”● Puasa setiap hari (Dahr) kecuali hari-hari diharamkan puasa. Ada khilaf di kalangan para ulama tentang hukum Puasa Dahr, secara umum ada 2 pendapat:1. Tidak dianjurkanAda yang mengatakan haram seperti kata Ibnu Hazm dan ada yang mengatakan makruh seperti mazhab Hanafi dan Ibnu Taimiyah.Rasulullah bersabda: “Tidak ada yang lebih afdol kecuali puasa Nabi Daud”2. DiperbolehkanMazhab Hambali membolehkan (Ibnu Jauzi Mazhab Hambali)11- Talbis Iblis pada Niat Puasa. 》Terkadang seorang ahli ibadah sudah dikenal berpuasa setiap hari (puasa dahr). Dia mengetahui bahwa perbuatannya sudah diketahui masyarakat, maka dia sama sekali tidak berbuka, bila dia berbuka, maka dia menyembunyikannya agar kedudukannya tidak jatuh. Ini termasuk riya’ yang samar, seandainya dia bermaksud ikhlas dan menutupi keadaan niscaya dia berbuka di depan orang-orang yang mengetahuinya berpuasa, kemudian kembali berpuasa tanpa diketahui.》Mereka ada yang memberitahukan puasa yang telah dia lakukan, dia berkata, “Sudah dua puluh tahun ini aku tak pernah berbuka.” Iblis mengacaukannya dengan alasan bahwa kamu harus memberitahukannya agar diikuti. Padahal Allah lebih mengetahui maksud seseorang.Sufyan ats-Tsauri berkata, “Sesungguhnya seorang hamba melakukan suatu amal secara rahasia, lalu setan menggodanya hingga dia menceritakannya, amalnya pun berpindah dari catatan amal rahasia kepada amalan terang-terangan.” 》Di antara mereka ada yang terbiasa puasa Senin dan Kamis, seandainya dia diundang dan ada hidangan makan, dia berkata, “Hari ini Kamis.” Seandainya dia berkata, “Aku berpuasa” Niscaya ia adalah ujian, akan tetapi ucapannya, “Hari ini Kamis.” Maksudnya bermakna bahwa saya berpuasa setiap hari Kamis.》Di antara mereka ada yang merendahkan manusia karena dia berpuasa sedangkan mereka tidak. Di antara mereka ada yang selalu berpuasa tetapi tak pernah berpikir dengan apa dia berbuka, tidak menjauhi ghibah saat berpuasa, tidak menghindari pandangan, tidak menjauhi kata-kata yang tak berguna, Iblis berbisik kepadanya, “Puasamu menepis hukuman dari dirimu.” Semua ini adalah talbis Iblis.

💬 0 komentar📅 9 Jun 2026Baca selengkapnya →