STRATEGI MENGHADAPI MASALAH “AIR MATA”
1. Bicaralah tentang Air MataBicarakan tentang menangis dengan anak saat dia tidak sedang menangis.Misalnya saat membaca buku:> “Dia terlihat sedih. Ayah ingin tahu apakah dia akan menangis. Kadang-kadang Ayah menangis ketika sedih. Kadang-kadang tidak. Yang mana pun tidak apa-apa.”Atau ceritakan pengalaman Anda:> “Ayah masih ingat ketika seusiamu, Ayah ingin membeli es krim, tapi es krim sandwich-nya kehabisan. OH, TIDAK! Ayah menangis. Ayah sangat kecewa.”Menangis bukan sesuatu yang memalukan. Ketika kita bercerita bahwa kita juga pernah menangis, bahkan karena hal yang tampak sepele, anak tidak akan merasa sendirian dengan air matanya.---2. Hubungkan Air Mata dengan Arti PentingSampaikan kepada anak:> “Air mata memberi tahu kita bahwa ada sesuatu yang penting yang terjadi di dalam tubuh kita.”Terkadang tubuh mengetahui sesuatu sebelum pikiran memahaminya. Kita mungkin menangis tanpa tahu alasannya, tetapi kita tetap bisa tahu bahwa kita baik-baik saja.Pesan penting untuk anak: Bersabarlah dalam memahami air mata dan pesan dari tubuh. Jangan menyalahkan diri sendiri karena menangis.---3. Pertanyaan SokratesAjak anak berpikir mendalam dan mempertanyakan anggapan bahwa menangis adalah tanda kelemahan.Beberapa pertanyaan:Menurut kamu, apa yang dikatakan air mata kepada kita?Apakah air mata itu baik, buruk, atau bukan keduanya?Tahukah kamu bahwa air mata dapat melepaskan stres dari tubuh? Bukankah itu menarik?Mengapa ada orang yang tidak suka menangis?Bisakah anak laki-laki dan perempuan menangis?Bisakah orang dewasa dan anak-anak menangis?Apakah pria dan wanita boleh menangis?Apakah lebih baik anak perempuan atau anak laki-laki yang menangis, atau boleh keduanya? Mengapa?Bagaimana kamu mengetahui hal itu?Tujuannya bukan mencari jawaban yang benar, tetapi mendorong anak untuk berpikir dan memahami air matanya.GOOD INSIDEMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kenn edy)














