📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
M

Mega P

📍 -

Tafsir Al-Furqan:50

Sesungguhnya Kami telah menurunkan hujan di sebagian tempat dan tidak menurunkannya di tempat yang lain, agar orang-orang yang diberi hujan mengingat nikmat Allah yang dikaruniakan kepada mereka, lalu bersyukur kepada Allah.Dan agar orang-orang yang tidak diberi hujan ingat lalu mereka segera bertaubat kepada Allah Jalla wa 'Ala agar Allah mengaruniakan rahmat-Nya dan memberi minum kepada mereka. Kebanyakan manusia berpaling dan kufur terhadap nikmat-nikmat yang telah Kami karuniakan kepada mereka, misalnya ucapan mereka: Kami diberi hujan karena bintang ini dan bintang itu.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Halaqah yang ke enam dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitab Al-Ushulu As-Sittah

Halaqah yang ke enam dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitab Al-Ushulu As-Sittah yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi rahimahullah.Beliau mengatakan,الأَصْلُ الثَّاني: أَمَرَ اللهُ بِالاجْتِماعِ في الدِّينِ، وَنَهَى عَن التَّفَرُّقِ فيهِ؛ فَبَيَّنَ اللهُ هَذا بَيانًا شافِيًا تَفْهَمُهُ الْعَوامُّPokok yang ke dua:Bahwasanya Allah Subhānahu wa Ta’āla telah memerintahkan kita untuk bersatu, berkumpul di dalam agama, dan melarang kita untuk saling berpecah belah.Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla telah menjelaskan perkara ini, yaitu perintah untuk bersatu, berkumpul, dan larangan berpecah belah di dalam Al Qur’an dengan penjelasan yang sudah cukup, yang sangat jelas dipahami oleh orang awam sekalipun.Artinya apa yang Allah perintahkan tersebut bukanlah sesuatu yang sulit untuk dipahami.Ayat-ayat yang menjelaskan tentang perintah untuk bersatu adalah ayat-ayat yang jelas dipahami oleh seorang yang awam, seorang yang cerdas, semuanya memahami tentang perintah Allah Subhānahu wa Ta’āla ini.Diantaranya adalah firman Allah Subhānahu wa Ta’āla:1. Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian meninggal dunia kecuali kalian dalam keadaan sebagai seorang yang Muslim (menyerahkan dirinya kepada Allah).”(QS. Ali Imran: 102)2. Kemudian Allah berfirman,وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ……“Dan hendaklah kalian semua berpegang teguh dengan hablullah (dengan Al Qur’an, berpegang teguh dengan As Sunnah), kalian semuanya (baik laki-laki maupun wanita) dan janganlah kalian saling berpecah belah.”(QS. Ali Imran: 103)Jelas ayat ini menunjukkan kepada kita tentang perintah dari Allah Subhānahu wa Ta’āla supaya kita semuanya bersatu di dalam berpegang teguh dengan Al Qur’an, berpegang teguh dengan As Sunnah, berpegang teguh dengan agama ini.Dan jelas menunjukkan tentang larangan berpecah belah di dalam agama karena Allah berfirman,وَلَا تَفَرَّقُوا۟“Dan janganlah kalian saling berpecah belah.”Orang yang awam pun memahami tentang firman Allah Subhānahu wa Ta’āla ini.3. Dan di dalam ayat lain Allah mengatakan,وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُوا۟ وَٱخْتَلَفُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَـٰتُ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ“Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang saling berpecah belah, saling ber-ikhtilaf, setelah datang kepada mereka Al Bayyinat (keterangan yang jelas, dalil yang jelas). Dan merekalah orang-orang yang mendapatkan adzab yang pedih.(QS. Ali Imran: 105)Orang yang berpecah belah dan berselisih, padahal sudah mengetahui dalilnya maka ini mendapatkan ancaman adzab dari Allah Subhānahu wa Ta’āla.4. Di dalam ayat yang lain Allah mengatakan,شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحٗا وَٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ وَمَا وَصَّيۡنَا بِهِۦٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓۖ أَنۡ أَقِيمُواْ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُواْ فِيهِۚ“Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla telah mensyari’atkan bagi kalian dari agama ini, apa yang Allah wasiatkan kepada Nuh dan telah diwahyukan kepadamu wahai Muhammad dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, hendaklah kalian menegakkan agama ini dan janganlah kalian saling berpecah belah di dalam agama ini.”(QS. Asy Syura: 13)Perintah dari Allah Subhānahu wa Ta’āla dan ini yang diwahyukan oleh Allah kepada Nuh, kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, kepada Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam supaya kita menjalankan agama ini dan supaya kita tidak saling berselisih dan berpecah belah diantara kita.5. Di dalam ayat yang lain Allah mengatakan,إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمۡ وَكَانُواْ شِيَعٗا لَّسۡتَ مِنۡهُمۡ فِي شَيۡءٍۚ إِنَّمَآ أَمۡرُهُمۡ إِلَى ٱللَّهِ“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka saling berkelompok kelompok dalam golongan-golongan, Engkau wahai Muhammad tidak termasuk golongan mereka. Dan urusan mereka (perkara mereka) dikembalikan kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla.”(QS. Al An’ām: 159)Ayat yang banyak, yang menunjukkan tentang perintah Allah Subhānahu wa Ta’āla kepada kita untuk bersatu di dalam agama Allah, bersatu di dalam hak, bersatu di dalam berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan larangan untuk berpecah belah di dalam agama ini.Orang yang awam sekalipun mereka memahami tentang perkara ini.Oleh karena itu beliau mengatakan,“Ayat-ayat ini dipahami oleh orang-orang awam sekalipun apalagi oleh para ulama dan para penuntut ilmu.”Kemudian beliau mengatakan,وَنَهَانَا أَنْ نَكُوْنَ كَالذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا قَبْلَنَا فَهَلَكُوْاDan Allah Subhānahu wa Ta’āla telah melarang kita menjadi orang-orang sebelum kita yang berselisih (berpecah belah) seperti orang-orang sebelum kita, yaitu orang-orang Yahudi dan Nashrani, yang mereka berpecah belah, berselisih di dalam agama mereka, maka akhirnya mereka hancur dan dihancurkan oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla karena sebab perselisihan mereka.Dan di dalam hadits Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam menerangkan bahwasanya, “Orang-orang Yahudi telah berselisih dan berpecah belah menjadi 70 golongan, dan orang-orang Nashrani telah berpecah belah menjadi 72 golongan, dan ummatku (kata beliau) akan berpecah belah menjadi 73 golongan.”Dan kita dilarang untuk mengikuti jalan-jalan orang-orang Yahudi dan Nashrani.Tidaklah beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam menerangkan dan mengabarkan kepada kita tentang perpecahan orang-orang Yahudi dan Nashrani kecuali diantaranya adalah untuk mengingatkan kita, jangan sampai kita terperosok di dalam apa yang mereka sesat di dalamnya.Orang-orang Yahudi dan Nashrani berpecah belah di dalam agamanya dan kita dilarang untuk mengikuti kesesatan mereka di dalam berpecah belah ini

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran Ayat 56-57

56. Adapun orang-orang yang kafir terhadapmu dan terhadap kebenaran yang engkau bawa kepada mereka maka Aku akan menyiksa mereka dengan siksa yang berat di dunia dalam bentuk pembunuhan, penawanan, penistaan dan semisalnya, dan di akhirat dalam bentuk azab neraka. Sungguh, mereka tidak memiliki penolong yang dapat melindungi mereka dari azab tersebut.57. Adapun orang-orang yang beriman kepadamu dan kepada kebenaran yang engkau bawa kepada mereka dan mereka mau melaksanakan amal saleh, seperti salat, zakat, puasa, menjalin persaudaraan dan lain-lain maka Allah akan memberi mereka ganjaran atas amal perbuatan itu secara sempurna, tanpa ada pengurangan sedikit pun." Pembicaraan tentang para pengikut Isa Almasih ini adalah sebelum pengutusan Nabi Muhammad -sallâhu 'alaihi wa sallam- yang telah dikabarkan sendiri oleh Almasih. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. Salah satu kezaliman yang paling besar ialah menyekutukan Allah -Ta'âlâ- dan mendustakan para rasul-Nya.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Air Mata (Bagian 1)

Coba refleksikan: Bayangkan Anda sedang berbicara dengan teman lalu tiba-tiba menangis. Apa yang terlintas?a. “Tidak ada alasan untuk menangis. Ini konyol.”b. “Ini akan membuat teman saya rikuh.”c. “Saya ingin tahu apa yang ingin disampaikan tubuh saya. Ini pasti penting.”Tidak ada jawaban benar atau salah. Perhatikan: apakah Anda mengkritik diri sendiri, mengkhawatirkan reaksi orang lain, atau merespons dengan kepedulian dan welas asih?Cara kita memandang air mata dapat menunjukkan bagaimana tangisan diperlakukan dalam keluarga kita sejak kecil. Air mata memang universal, tetapi reaksi kita terhadapnya dibentuk oleh pengalaman masa lalu.💧 Air Mata adalah SinyalAir mata merupakan bagian dari sistem keterikatan. Ia memberi sinyal bahwa seseorang membutuhkan dukungan emosional dan keterhubungan. Air mata menunjukkan apa yang kita rasakan dan seberapa kuat perasaan itu.Namun, kerentanan anak melalui tangisan juga dapat menjadi pemicu emosi bagi orang tua.🔄 Siklus yang Bisa DiwariskanPemicu emosi kita sering berkaitan dengan apa yang dulu kita pelajari untuk tutupi. Karena itu, rasa malu terhadap tangisan dapat diwariskan dari generasi ke generasi.Anak menangis karena membutuhkan dukungan. Orang tua bisa terpicu karena dahulu terbiasa menutup kebutuhan emosionalnya sendiri. Akhirnya, siklus mempermalukan terus berulang.Sebaliknya, tangisan anak juga dapat memicu rasa bersalah orang tua karena menganggap kesusahan anak sebagai kesalahan atau kekurangan dirinya.🌱 Mari Menjadi Titik PorosMari ubah pola ini. Ingat:«“Tubuh tidak pernah berbohong. Air mata adalah cara tubuh mengirimkan pesan tentang apa yang dirasakan seseorang. Saya tidak harus menyukai air mata saya atau anak saya. Tapi, saya harus menghormatinya.”»“Air Mata Palsu”?Mengapa kita menyebutnya palsu?Ketika kita melabeli tangisan sebagai “palsu”, kita menghakimi anak, menciptakan jarak, dan mudah melihatnya sebagai manipulatif atau “musuh”.Sebaliknya, dekati anak dengan rasa ingin tahu, kasih, keterhubungan, dan pikiran terbuka, dengan keyakinan bahwa anak selalu berusaha sebaik mungkin dengan sumber daya yang ia miliki.Ketika seseorang merasa perasaannya tidak diakui, disangkal, atau diremehkan, emosinya bisa semakin meningkat. Tubuhnya semakin tegang karena sangat ingin dilihat dan dimengerti.Jadi, jangan hanya melihat ekspresi di permukaan. Lihatlah kebutuhan yang belum terpenuhi.💬 Contoh kalimat:- “Ayah tahu ada hal penting yang terjadi padamu. Ayah peduli. Ayah ada di sini.”- “Ayah bisa melihat betapa sedihnya kamu. Ayah percaya kepadamu.”Dan ingat: empati bukan berarti menyerah. Kita tetap dapat memegang batasan dengan tegas sambil mendekati anak dengan empati, validasi, dan keterhubungan.Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Jagalah Kesehatan Anda

Jagalah Kesehatan Anda Sumber : Don't sweat the small stuff with your family Saya mengatakan kepada seorang teman bahwa salah satu strategi dalam buku ini adalah saran untuk menjaga kesehatan. Meskipun ia merasa bahwa nasehat itu sangat bagus ia bertanya ,"lalu apa hubungannya menjadi kesehatan dengan tidak mempersoalkan masalah-masalah kecil dalam keluarga?" Selesai memberinya jawaban yang memuaskan saya menyadari bahwa mungkin banyak orang yang ingin tahu juga karena kalau dilihat dari luarnya kedua hal tersebut tampak tidak ada hubungannya. Keduanya justru erat kaitannya!Pikirkan apa yang terjadi setiap kali di keluarga anda ada yang jatuh sakit. Entah itu cuma pilek atau flu satu hal yang pasti terjadi bila anda merasakan tidak nyaman dalam jangka waktu cukup lama seluruh rumah jadi ikut menderita dan demikian juga kesehatan badan Anda. Pertama-tama akan jauh lebih sukar menjaga segala sesuatu tetap bersih dan rabi jika anda sakit. Anda juga jadi lebih sulit melaksanakan kewajiban Anda dan juga akan susah mengerjakan apa yang anda sukai. Selain itu anda jadi tidak bisa melakukan banyak hal dari menjawab telepon hingga maka beda waktu bersama orang-orang yang anda sayangi bahkan tidak bisa membersihkan lemari pakaian . Dan anda mungkin setuju bahwa semakin banyak yang tidak bisa anda lakukan semakin tegang anda. Anda jadi gampang marah dan dengan demikian anda jadi uring-uringan dan bersikap reaktif. Semua itu akan dapat membuat anda menjadi senewen. Tentu saja ini menunjukkan bahwa kesehatan anda adalah faktor penting yang telah anda memusingkan hal-hal ramai di rumah atau tidak. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa anda tidak boleh sakit sama sekali atau Anda boleh menggunakan kondisi kurang sehatnya anda sebagai alasan untuk mempersoalkan hal-hal kecil. Namun saya menganggap bahwa anda mungkin ingin mempertimbangkan pentingnya kesehatan: hal-hal seperti kebersihan ,diet, gizi, kebiasaan tidur, olahraga yang cukup, gizi tambahan, dan faktor-faktor lain.Sakit pilek atau flu yang sebenarnya bisa dihindari dengan kebiasaan hidup sehat yang agak lebih baik akan merugikan anda baik dalam waktu maupun tenaga ketimbang langkah sederhana yang bisa Anda ambil untuk menjadi orang yang peduli kesehatan. Tentu saja kita tidak dapat mengendalikan segala sesuatu yang dapat terjadi pada tubuh kita. Namun bagi kebanyakan orang masih banyak kesempatan untuk meningkatkan kesehatan pribadi. Saya sangat menyarani anda untuk mempertimbangkan strategi ini sebagai bagian penting dari usaha memperbaiki mutu hidup kita secara keseluruhan. Saya cukup yakin bahwa jika anda lebih sehat sedikit saja Anda tidak akan terlalu memusingkan hal-hal kecil di rumah.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah ﷻ, maka tidak ada masalah yang tidak terselesaikan, tidak ada keinginan yang tidak terkabulkan, tidak ada dosanya yang tidak terampuni, dan tidak ada nyawa yang tercabut kecuali dalam keadaan husnul khatimah.Mudah-mudahan Allah berkenan memperpanjang umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah ﷻ dan mengubah segala perilaku kita sambil menyiapkan bekal hingga kematian datang. Firman-Nya, yang artinya:"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (Ali-Imran: 133)

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

tafsir Al Mukhtasar QS Al Kahfi ayat 28

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Kahfi ayat 28 Tetapkanlah dirimu untuk selalu bersama orang-orang yang berdoa kepada Tuhan mereka di awal hari dan di penghujungnya dengan menghaturkan doa ibadah dan doa permohonan secara ikhlas hanya mengharap ridhoan-Nya.v janganlah dua matamu berpaling dari mereka karena ingin duduk bersama orang-orang kaya dan memiliki kedudukan, dan jangan pula engkau mengikuti orang yang Kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami, yang memerintahkan engkau untuk mengusir orang-orang miskin dari majelismu, dan hanya mengedepankan hawa nafsunya daripada ketaatan terhadap Tuhannya, dan sungguh amalannya hanyalah kesia-siaan.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 81 | Dua Macam Ilmu

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahPemateri: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.APenulis: Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullahالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-81 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:فَهَذَا جُمْلَةُ مَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ مَنْ هُوَ مُنَوَّرٌ قَلْبُهُ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللهِ تَعَالَىٰMaka ini adalah beberapa perkara yang dibutuhkan oleh seseorang yang diterangi hatinya di antara wali-wali Allāh.Jadi keyakinan-keyakinan tentang takdir tadi, pasrah dan menerima, mengimani tentang takdir, dan tidak berlebihan dalam memikirkan takdir. Tapi dia pikirkan dirinya sendiri, bagaimana dia beramal shalih, bagaimana dia selamat di Surga, dia beriman dengan takdir, beriman dengan syariat Allāh. Maka ini diyakini oleh orang yang diterangi hatinya oleh Allāh, bukan orang yang gelap hatinya dan tidak memiliki cahaya.Adapun orang-orang yang ta’ammuk tadi, itu orang-orang yang gelap hatinya. Adapun orang yang diberikan cahaya hatinya oleh Allāh, cahaya iman, cahaya Islam, percaya dan juga menyerahkan diri kepada Allāh, maka tidak akan dia melakukan yang demikian. Min auliyāʾillāh yang mereka adalah termasuk wali-wali Allāh, bukan wali-wali syaitān. Adapun wali-wali syaitān, maka mereka terjerumus dalam ucapan mereka, “Lima fa’ala? (Kenapa Allāh melakukan?)”.وَهِيَ دَرَجَةُ الرَّاسِخِينَ فِي العِلْمِDan ini adalah derajatnya, tingkatannya orang-orang yang dalam ilmunya.Kita dapatkan justru orang-orang yang dalam ilmunya mereka istiqāmah, iman dengan takdir, dan terus mereka beramal. Ini keadaan orang-orang yang dalam ilmunya, berbeda dengan orang yang dangkal ilmunya, yang dia merasa dirinya dalam, padahal itu adalah menunjukkan kedangkalan tentang ilmunya. Maka kita lihat dia mengutak-atik sesuatu yang merupakan rahasia Allāh tentang takdir ini. Orang-orang yang kuat di dalam ilmu, kokoh di dalam masalah ilmu.لِأَنَّ العِلْمَ عِلْمَانِKarena ilmu itu ada dua macamعِلْمٌ فِي الخَلْقِ مَوْجُودٌ، وَعِلْمٌ فِي الخَلْقِ مَفْقُودٌIlmu yang ada kita dapatkan pada makhluk (bisa kita dapatkan di sekitar kita), dan ilmu yang tidak ada hanya Allāh ﷻ yang mengetahui. Jadi ada ilmu yang diketahui oleh makhluk, ada ilmu yang tidak ada (tidak diketahui) oleh makhluk, yang mengetahui hanya Allāh ﷻ saja.Ilmu yang diketahui oleh makhluk, seperti kita mengetahui tentang nama dan juga sifat Allāh, ini Allāh ﷻ memberitahu kepada kita. Allāh ﷻ memberitahu kepada kita beriman dengan takdir. Ini adalah ilmu yang Allāh ﷻ beritahukan kepada kita tentang adanya hari kiamat, Allāh ﷻ memberitahukan itu kepada kita. Ilmu yang tidak ada pada diri kita, yaitu seperti rahasia Allāh ﷻ, apa yang ada di dalam Lauh al-Mahfūdh berupa takdir Allāh ﷻ.فَإِنْكَارُ العِلْمِ المَوْجُودِ كُفْرٌMengingkari ilmu yang ada pada makhluk, yaitu mengingkari nama dan juga sifat Allāh ﷻ, mengingkari tentang hari akhir, adalah kekufuran.وَادِّعَاءُ العِلْمِ المَفْقُودِ كُفْرٌSebaliknya, mengaku mengetahui ilmu yang mafqud, mengaku mengetahui ilmu yang sebenarnya tidak diketahui oleh makhluk tapi hanya Allāh ﷻ saja yang mengetahuinya, adalah kekufuran. Maka mengaku mengetahui ilmu yang ghaib, padahal itu adalah rahasia Allāh ﷻ, ini adalah kekufuran.وَلَا يَثْبُتُ الإِيمَانُ إِلَّا بِقَبُولِ العِلْمِ المَوْجُودِ، وَتَرْكِ طَلَبِ العِلْمِ المَفْقُودِBagaimana sempurna dan sahih keimanan seseorang tidak sah, tidak benar keimanan seseorang kecuali dengan menerima ilmu yang maujūd, ilmu yang sudah sampai kepada kita, ilmu tentang agama ini, ilmu tentang syariat ini, ilmu tentang keimanan terhadap hari akhir, ilmu tentang nama dan juga sifat Allāh ﷻ. Kita harus menerimanya.وَتَرْكِ طَلَبِ العِلْمِ المَفْقُودِDan kita harus meninggalkan mencari-cari ilmu yang tidak ada pada diri kita, yang hanya diketahui oleh Allāh ﷻ. Di antaranya adalah tentang masalah qadar, yang merupakan rahasia Allāh ﷻ. Jadi yang dimaksud dengan ilmu yang mafqud di sana adalah perkara-perkara yang ghaib.قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ “Katakanlah (Muhammad), ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allāh,’….” (QS. An-Naml: 65)عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا ٢٦ إِلَّا مَنِ ٱرْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ … ٢٧“(Dialah) Yang Mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya….” (QS. Al-Jinn: 26-27)

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan: Beriman dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat

Tentu. Berikut ringkasan yang dibuat singkat dan mudah di-copy paste berdasarkan materi tersebut.🌿 Ringkasan: Beriman dengan Sifat-Sifat Fisik MalaikatDi antara bentuk beriman kepada malaikat adalah mengimani sifat-sifat mereka yang telah dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.Sifat malaikat terbagi menjadi:Sifat fisik (penciptaan)Sifat akhlak (perangai)Sifat-sifat fisik malaikat:✨ 1. Diciptakan dari cahayaRasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat diciptakan dari cahaya.(HR. Muslim)🪽 2. Memiliki sayapMalaikat memiliki jumlah sayap yang berbeda-beda: ada yang 2, 3, 4, bahkan lebih. Allah juga mampu menambah jumlah sayap sesuai kehendak-Nya.Dalam hadits disebutkan bahwa Jibril عليه السلام memiliki 600 sayap.(QS. Fāthir: 1; HR. Bukhari dan Muslim)⚪ 3. Bukan laki-laki dan bukan perempuanAllah menafikan bahwa malaikat adalah perempuan. Tidak ada dalil yang sahih bahwa malaikat adalah laki-laki.(QS. Ash-Shāffāt: 150)🍽️ 4. Tidak makan dan tidak minumDalam kisah Nabi Ibrahim عليه السلام, para malaikat datang sebagai tamu, tetapi mereka tidak memakan hidangan yang disuguhkan.(QS. Adz-Dzāriyāt: 24–28)📌 Inti MateriMalaikat diciptakan dari cahaya, memiliki sayap dengan jumlah yang beragam, bukan laki-laki maupun perempuan, serta tidak makan dan tidak minum.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 06 | Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalāsah (Bagian 06)

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasahبسم اللّه الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang ke-6 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.Kemudian beliau mengatakan:اعلم رحمك الله أنه يجب على كل مسلم ومسلمة، تعلم هذه الثلاث مسائل، والعمل بهن:Ketahuilah! Semoga Allāh merahmatimu.Dan ucapan اعلم menunjukkan bahwasanya apa yang akan beliau sampaikan setelah itu merupakan sesuatu yang penting untuk di dengar dan diperhatikan dan juga diketahui oleh seorang muslim.Beliau mengatakan :اعلم رحمك اللهKembali beliau mendo’akan kebaikan untuk kita setiap pembaca, setiap pendengar yang membaca kita beliau ini.Dido’akan dengan rahmat oleh beliau dan rahmat artinya kasih sayang dan ini mencakup kasih sayang baik dalam perkara dunia maupun dalam perkara agama.Apabila seseorang mendapatkan kasih sayang dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla baik dunia maupun agama tentunya ini adalah sebuah kebahagian yang luar biasa bagi seorang muslim.أنه يجب على كل مسلم ومسلمة، تعلم هذه الثلاث مسائلWajib bagi setiap muslim dan juga muslimah, baik laki-laki maupun wanita, dari berbagai daerah.Ucapan beliau:⇒ Yajibu يجب (wajib) artinya apabila dikerjakan, seseorang mendapat pahala dan apabila ditinggallan maka dia berdosa.⇒ Maksud dari muslim dan muslimah disini adalah yang mukallaf (sudah dibebani oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan syar’iat)تعلم هذه الثلاث مسائلWajib bagi mereka untuk mempelajari tiga perkara berikut ini.Disebutkan oleh beliau, bahwa seorang muslim berusaha untuk berilmu, beramal, berdakwah dan bersabar.Dan disini beliau ingin menyampaikan kepada kita, diantara ilmu yang wajib untuk dipelajari yaitu 3 perkara yang akan beliau sebutkan.والعما بهن:Dan juga mengamalkan 3 perkara ini.Apa 3 perkara tersebut?الأولى: أن الله خلقنا ورزقنا ولم يتركنا هملاً، بل أرسل إلينا رسولاً، فمن أطاعه دخل الجنة، ومن عصاه دخل النار.• Pertama | Sesungguhnya Allāh telah menciptakan kita dan memberikan rejeki kepada kita dan tidak meninggalkan kita begitu saja.Beliau mengatakan: “Sesungguhnya Allāh telah menciptakan kita”, dan ini perkaranya jelas didalam Al Qurān banyak Allāh Subhānahu wa Ta’āla sebutkan bahwasanya Allāh adalah pencipta segala sesuatu.Allāh menciptakan segala sesuatu (ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍۢ) menciptakan manusia, menciptakan jinn, hewan, tumbuhan dan selain Allāh adalah ciptaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”(QS. Al Baqarah: 21)Ilmu yang pertama dan hendaknya kita amalkan adalah kita mengetahui bahwasanya Allāh yang telah menciptakan kita dan Allāh lah yang telah memberikan rejeki kepada kita.Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak menciptakan kita begitu saja kemudian tidak diberikan rejeki tapi Allāh menciptakan dan memberikan rejeki.وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا‘Dan tidak ada makhluk hidup yang melata dipermukaan bumi kecuali Allāh memberikan rejeki kepada meraka”(QS. Hūd: 6)Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ“Sesungguhnya Allāh Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.”(QS. Adz Dzāriyāt: 58)Sesungguhnya Allāh menciptakan kita dan memberikan rejeki kepada kita.Itulah yang bisa kita sampaikan.وبالله التوفيق و الهدايةوالسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pencerminan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai nur Ilahi pada langit dan bumi (Ayat 34-35)

Tafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:34)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pencerminan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai nur Ilahi pada langit dan bumi (Ayat 34-35)Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian wahai para manusia, ayat-ayat Al Qur’an yang memberi petunjuk secara jelas kepada kebenaran. Dan memberikan contoh-contoh dari kisah umat-umat sebelum kalian, yang Mukmin maupun yang kafir. Dan manfaat apa yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman dan balasan apa yang telah dirasakan oleh orang-orang kafir, sehingga bisa dijadikan sebagai contoh dan ibroh (pelajaran) bagi kalian. Dan sekaligus sebagai pelajaran bagi orang-orang yang takut dan khawatir terhadap azab Allah.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan:42

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:42)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla yang menyitir ucapan orang-orang kafir:Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita. (Al Furqaan:42)Mereka bermaksud bahwa dia hampir saja membelokkan mereka dari menyembah berhala, sekiranya mereka tidak sabar dan tabah serta tetap menyembah berhala-berhala sembahan mereka. Maka Allah subhanahu wata'āla berfirman mengancam mereka:Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab. (Al Furqaan:42), hingga akhir ayat.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandungan bab 5 bag 2

Supaya menjaga diri dari tindakan dzolim terhadap seseorang. Diberitahukan oleh Rasulullah bahwa doa orang madzlum (di dzalimi) dikabulkan Allah. Diantara bukti-bukti tauhid adalah hal-hal yg dialami oleh Rasulullah dan para Sahabat seperti kesulitan, kelaparan, dan wabah penyakit. Sabda Rasulullah "Sunggu aku akan serahkan bendera komando perang ini" Dan seterusnya, adalah salah satu tanda² kenabian beliau. Sembuhnya kedua mata Ali setelah diludahi oleh Rasulullah termasuk pula dari tanda kenabian beliau. Keutamaan Ali. Keistimewaan para Sahabat (karena hasrat mereka yg besar sekali dalam kebaikan dan sikap mereka yg senantiasa berlomba-lomba dalam mengajarkan amal shaleh). Ini dapat dilihat pada perbincangan mereka dimalam menjelang perang Khaibar, tentang siapakah diantara mereka yang akan diserahi bendera komando perang, masing-masing merek menginginkan agar dirinyalah yg menjadi orang yg memperoleh kehormatan itu. Iman Qadar, karena bendera komando tersebut tidak diserahkan kepada orang yg sudah berusaha, malah diserahkan kepada orang yg tidak berusaha untuk memperolehnya. Etika didalam jihad, sebagaimana terkandung dalam sabda Rasulullah, "melangkahlah kedepan dengan tenang".Disyariatkan untuk berdakwah mengajak kepada islam, sebelum perang. Syariat ini berlaku pula terhadap mereka yg sudah pernah didakwahi dan diperangi sebelumnya. Dakwah dengan cara yg bijaksana, sebagaimana di isyaratkan dalam sabda beliau "Dan sampaikanlah kepada meraka hak Allah dalam islam yg wajib mereka laksanakan".Mengetahui hak Allah dalam islam. Kemuliaan dakwah dan pahala bagi seorang da'i yg memasukkan satu orang saja kedalam islam. Boleh bersumpah didalam menyampaikan petunjuk.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Utang dalam Rumah TanggaUtang sebaiknya dihindari karena dapat membawa seseorang pada kegelisahan, kebohongan, dan tidak menepati janji.Sebelum berutang, usahakan mencari solusi lain, seperti menambah pemasukan atau mengurangi pengeluaran.Jika memang harus berutang, pilih pinjaman tanpa bunga dan sebatas kebutuhan.Saat berutang, niatkan sungguh-sungguh untuk melunasinya. Allah akan menolong orang yang memiliki niat baik untuk membayar utangnya.Ketika sudah mampu, segerakan melunasi dan jangan menunda-nunda.Orang yang memberikan pinjaman telah melakukan kebaikan kepada orang lain, sehingga kebaikan tersebut hendaknya dibalas dengan kebaikan.Menunda pembayaran utang padahal mampu hukumnya haram dan merupakan bentuk kezaliman.Intinya: Utang dapat menjadi ancaman bagi ketenangan rumah tangga dan beban keluarga. Karena itu, hindari utang sebisa mungkin dan jika terpaksa berutang, lakukan dengan penuh tanggung jawab serta segera lunasi ketika mampu.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al-Qashash: 60)Di sini Allah جل جلاله menyebutkan bahwa harta itu hanya perhiasan dunia yang Allah جل جلاله berikan, baik kepada orang beriman maupun orang yang kafir (tidak beriman). Pemberian harta dari Allah جل جلاله kepada seorang hamba bukanlah sebagai bukti kecintaan Allah جل جلاله kepadanya.“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanku.’ Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku menghinakanku.’ Sekali-kali tidak (demikian). Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.” (QS. Al-Fajr: 15–17)Oleh karena itu, harta bukanlah bukti kecintaan Allah جل جلاله kepada seseorang. Begitu pula sebaliknya, kekurangan harta tidak berarti Allah جل جلاله membenci seseorang.Ketika orang-orang musyrikin berbangga dengan kekayaan mereka, Allah جل جلاله memberikan peringatan melalui ayat tersebut dan menyebutkan kisah Qarun, seorang yang sangat kaya namun dibenamkan ke dalam bumi oleh Allah جل جلاله karena ingkar dan kufur kepada-Nya.Kisah ini mengingatkan mereka bahwa kekayaan yang mereka miliki tidak menjamin keselamatan atau kedudukan di sisi Allah جل جلاله.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Beriman kepada Takdir Allah Halaqah 6

Halaqah yang ke enam dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang “Cara Beriman dengan Takdir Bagian 3”.Selain beriman dengan penulisan takdir azali yang mencakup seluruh perkara, maka para ulama menyebutkan bahwa termasuk beriman dengan penulisan takdir adalah beriman dengan beberapa jenis penulisan takdir yang lain, yang merupakan bagian dari penulisan takdir azali.⑴ Takdir UmriYaitu penulisan takdir seseorang di awal umurnya ketika di dalam rahim ibunya. Ditulis rezeki, ajal, amalan, kesengsaraan dia, dan kebahagiaannya.Dalilnya adalah hadits Abdullah Ibnu Mas’ud radiallahu ‘anhu.Rasulullah ﷺ bersabda,إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ،(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaanya di perut ibunya selama 40 hari, kemudian di dalamnya sebagai segumpal darah selama 40 hari, kemudian di dalamnya sebagai segumpal daging selama 40 hari, kemudian diutus seorang Malaikat kemudian meniup nyawa di dalamnya dan diperintahkan dengan 4 kalimat yaitu menulis rezekinya, ajalnya, amalannya, dan apakah dia sengsara atau orang yang bahagia.”[HR Al Bukhari dan Muslim]⑵ Takdir HauliYaitu takdir khusus kejadian selama satu tahun ditentukan di malam Lailatul Qadar.Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَفِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ[QS Ad-Dukhan 3- 4]“Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Qur’an pada malam yang berbarakah. Sesungguhnya Kami memberikan peringatan, di dalamnya dipisahkan seluruh perkara yang kokoh.”⑶ Takdir YaumiYaitu pelaksanaan apa yang sudah ditulis pada waktu yang sudah ditentukan.Dalilnya adalah firman Allah,.. ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ[QS Ar-Rahman 29]“Setiap hari Dia (Allah) dalam sebuah urusan.”Diantara urusan Allah adalah mengampuni dosa, menciptakan, melenyapkan, menghidupkan, mematikan, memuliakan dan menghinakan, memberi dan menahan, dll.Dan perlu diketahui bahwa Takdir Yaumi, Hauli, dan Umri tidak keluar dari apa yang sudah tertulis di dalam takdir azali.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 6: Cara Beriman Dengan Takdir Allah ﷻ Bagian 3

Halaqah 6:Cara Beriman Dengan Takdir Allah ﷻ Bagian 3🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىBeriman dengan penulisan takdir azali yang mencakup seluruh perkara, maka para ulama menyebutkan bahwa beriman dengan beberapa jenis penulisan takdir yang lain, merupakan bagian dari penulisan takdir azali.⑴ Takdir UmriYaitu penulisan takdir seseorang di awal umurnya ketika di dalam rahim ibunya. Ditulis rezeki, ajal, amalan, kesengsaraan dan kebahagiaannya.Dalilnya adalah hadits Abdullah Ibnu Mas’ud radiallahu ‘anhu.Rasulullah ﷺ bersabda:إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ،(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaanya di perut ibunya selama 40 hari, kemudian di dalamnya sebagai segumpal darah selama 40 hari, kemudian di dalamnya sebagai segumpal daging selama 40 hari, kemudian diutus seorang Malaikat kemudian meniup nyawa di dalamnya dan diperintahkan dengan 4 kalimat yaitu menulis rezekinya, ajalnya, amalannya, dan apakah dia sengsara atau orang yang bahagia.” (HR Al Bukhari dan Muslim)⑵ Takdir HauliYaitu takdir khusus kejadian selama satu tahun ditentukan di malam Lailatul Qadar.Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَفِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ“Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Qur’an pada malam yang berbarakah. Sesungguhnya Kami memberikan peringatan, di dalamnya dipisahkan seluruh perkara yang kokoh.”(QS. Ad-Dukhan: 3-4)⑶ Takdir YaumiYaitu pelaksanaan yang sudah ditulis pada waktu yang sudah ditentukan.Dalilnya adalah firman Allah,.. ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ“Setiap hari Dia (Allah) dalam sebuah urusan.”(QS. Ar-Rahman: 29)Diantara urusan Allah adalah mengampuni dosa, menciptakan, melenyapkan, menghidupkan, mematikan, memuliakan dan menghinakan, memberi dan menahan, dll.Dan perlu diketahui bahwa Takdir Yaumi, Hauli, dan Umri tidak keluar dari apa yang sudah tertulis di dalam takdir azali.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →