Materi ke 4Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi dan KhawarijBersama Ustadz DR.Firanda Andirja M.Aبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِKita tahu bahwasanya dalam Islam tidak dikenal dengan pemahaman reinkarnasi. Kita punya konsep tentang pembalasan, yang konsep tersebut dijelaskan dengan gamblang dalam Al-Qur'an maupun hadis-hadis Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya siapa yang berbuat di dunia ini,maka ada pembalasannya. Pembalasannya terkadang dimulai di dunia, kemudian dilanjutkan di alam barzakh, dan yang paling kuat pembalasannya adalah di alam akhirat kelak.Makanya, agama kita mengenal ada namanya hari kebangkitan. Hari kebangkitan, di situ ada yaumul hisab, hari perhitungan, di mana akan diaudit, ya, tentang amal semua yang pernah kita lakukan, kemudian setelah itu ditimbang, setelah itu baru kemudian adanya pembalasan. Dan konsep dalam Islam sangat jelas dan detail, ya.Adapun sistem pembalasan dalam agama-agama yang lain, terkadang ada yang berbeda. Seperti sebagian agama berkeyakinan tentang adanya reinkarnasi. Reinkarnasi ini banyak tersebar di pemahaman di India, ya. Yaitu meyakini bahwasanya seorang melakukan keburukan, maka dia akan dibalas di dunia ini dalam kehidupan berikutnya, dalam kehidupan berikutnya.Jika dia melakukan kebajikan di masa kehidupan sekarang, maka dia akan meninggal kemudian dibangkitkan atau dihidupkan kembali dalam kehidupan berikutnya dalam strata, dalam kondisi yang lebih baik. Ya, dalam kondisi yang lebih baik. Jika dia di masa kehidupan sekarang dia berbuat keburukan, lantas dia mati, maka dia akan dibangkitkan atau dihidupkan dalam kehidupan berikutnya di dunia ini juga, namun dalam kehidupan yang sangat buruk, bisa jadi dalam bentuk hewan, hewan-hewan yang hina.Yang menjadi bantahan secara sederhana, bahwasanya namanya konsep pembalasan, konsep pembalasan, seharusnya seorang sadar bahwasanya dia sedang dibalas, dan apa yang dialami sekarang merupakan dampak dari perbuatan masa lalunya. Sehingga dia merasakan pembalasan sekarang. Dia merasa bahagia karena dia tahu, "Dulu saya pernah berbuat kebaikan," atau dia sekarang dalam kondisi tersiksa karena dia tahu, "Dulu dia melakukan keburukan."Tetapi kenyataannya, kita sekarang di atas muka bumi ini, mungkin ada orang yang sudah reinkarnasi berkali-kali, mungkin kalau menurut keyakinan mereka, mungkin saya sendiri sudah reinkarnasi entah berapa kali, dan tidak ada seorang pun dari kita yang pernah merasakan atau mengingat masa lalunya. Ketika tidak seorang pun mengingat masa lalunya, berarti konsep pembalasan tersebut tidak ada faedahnya. Konsep pembalasan tersebut tidak ada faedahnya. Namanya konsep pembalasan itu, harusnya dia tahu tentang apa yang telah dia lakukan sebelumnya, sehingga dia merasakan dampaknya sekarang. Baru itu dikatakan sebagai konsep pembalasan yang benar.Adapun dia merasakan kehidupan sekarang kondisi buruk atau kondisi baik yang merupakan akibat perbuatan masa lalunya, sementara dia tidak ingat tentang masa lalunya, maka ini bukan konsep pembalasan yang, yang tepat.Pemikiran reinkarnasi ini asalnya berasal dari India, kemudian menjalar sampai ke sebagian kaum muslimin, ya, yang terpengaruh, ya. Sebagian kaum muslimin yang terpengaruh, ya.Al-Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah Ta'ala, ya, menjelaskan di antara syubhat yang menjadikan sebagian orang berpendapat tentang reinkarnasi, yaitu kata beliau: "Anna arbabat tanasukh..." (Dia menyebutkan perkataan Abul Qasim al-Balkhi Rahimahullah yang berkata): "Anna arbabat tanasukh lamma ra'au alamal athfal was shibak wal baha'im, istahala 'indahum an yakuna alamuha yumtahanu bihi ghairuha...".Jadi, ketika pembesar-pembesar pemikir-pemikir reinkarnasi melihat anak-anak ada yang kesakitan, atau hewan-hewan yang kesakitan, ya. Anak lahir dalam kondisi sakit padahal tidak punya dosa, gampangnya demikian. Maka mereka berkata, "Enggak mungkin sakitnya anak-anak ini adalah takdir dari Tuhan untuk menguji orang tuanya, misalnya." Dia bilang, "Enggak mungkin." Ini anak dalam kondisi sakit tentu akibat dari perbuatan dia dalam kehidupan sebelumnya.Anak ini sakit, atau seorang dilahirkan dalam kondisi misalnya tidak sempurna tubuhnya, dia memang ini adalah akibat dari perbuatan sebelumnya. Sehingga dengan demikian, dia mengatakan bahwasanya apa yang dialami oleh orang sekarang ini, anak-anak kecil sakit padahal tidak punya dosa, atau anak kecil dilahirkan dalam kondisi sakit atau tidak sempurna tubuhnya, ini akibat dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Sehingga dia menyimpulkan atau mereka menyimpulkan bahwasanya ada kehidupan sebelumnya yang dampaknya baru kelihatan sekarang. Nah, inilah yang disebut dengan reinkarnasi. Disebut reinkarnasi.Ini syubhat sederhana,apa namanya, yang mereka katakan, katakan demikian.Mereka kemudian menjelaskan bahwasanya proses reinkarnasi,mereka sebut ada beberapa tahapan jika seorang sudah meninggal dunia. Jika seorang sudah meninggal dunia, maka dia akan masuk dalam satu alam. Disebutkan oleh Ibnul Jauzi, tentu konsep reinkarnasi ini tidak merupakan satu model masing-masing. Karena yang berpendapat reinkarnasi ini banyak dan masing-masing punya konsep reinkarnasi sendiri-sendiri.Apa yang disampaikan oleh Ibnul Jauzi tentu belum tentu sama dengan reinkarnasi yang disampaikan oleh penganut-penganut agama yang lain, atau yang disampaikan oleh orang-orang Islam yang terpengaruh dengan pikiran reinkarnasi. Tetapi yang disampaikan oleh Ibnul Jauzi Rahimahullah Ta'ala, intinya bahwasanya jika seorang meninggal dunia,maka dia akan berpindah pada alam yang lain.Suatu alam yang sederhana,kemudian nanti intinya dia akan hidup kembali.Ada penjelasan, ada beberapa tahapan, empat tahapan.Intinya, dia akan mampir pada suatu alam tertentu, kemudian dia dilahirkan. Kalau dia jiwanya adalah jiwa yang baik, maka dia akan hidup kembali bercampur dengan cahaya matahari maka dia menjadi seperti sayur-sayuran.Kemudian dimakan oleh... dia jadi sayur-sayuran dulu. Dia rohnya itu mampir di sayur-sayuran, kemudian dimakan oleh manusia, kemudian berubahlah dia rohnya masuk ke dalam manusia. Kemudian dilahirkan kedua kali.Dilahirkan kedua kali,melalui perut seorang wanita. Kemudian lahirlah dia untuk kehidupan yang kedua kalinya.Tergantung dia dulu baik atau tidak. Kalau dia baik, maka dia akan dilahirkan dalam kondisi orang yang stratanya baik, entah ekonominya baik, entah tubuhnya yang baik.Dan sebaliknya, kalau dia selama dalam kehidupan sebelumnya dia melakukan keburukan,maka dia akan mampir di suatu alam tertentu, kemudian dia pun berubah menjadi serangga-serangga yang dimakan oleh hewan-hewan, maka rohnya kemudian pergi ke hewan. Setelah itu, hewan tersebut melakukan perkawinan, kemudian lahirlah dia melalui hewan yang lain.Hewan yang, yang lain.Maka lahirlah dia sebagai hewan. Dan nanti dia akan menjadi manusia kembali setelah 1000 tahun. Ini salah satu konsep tentunya, yang disampaikan Ibnul Jauzi. Tentu tidak semua orang berpendapat tentang reinkarnasi punya pendapat seperti ini.Tapi intinya mereka sepakat, bahwasanya kehidupan sekarang adalah hasil dari kehidupan sebelumnya. Seseorang di kehidupan sebelumnya, apa yang dia lakukan pembalasannya dalam kehidupan yang sekarang.Yang sekarang,Bisa jadi seorang dari manusia di zaman sebelumnya, kehidupan sebelumnya, kemudian sekarang jadi hewan, bisa jadi. Bisa jadi seorang di zaman sebelumnya manusia kemudian sekarang menjadi seorang yang miskin, yang sengsara, yang cacat misalnya,karena dia dulu buruk pada kehidupan sebelumnya. Dan sebaliknya, bisa jadi sekarang dia menjadi orang yang kaya, orang yang berkecukupan ekonominya, orang yang terpandang karena sebelumnya dia dalam kehidupan yang baik, sehingga dibalas sekarang dengan kondisi yang, yang baik.Ada cerita lucu disampaikan oleh Ibnul Jauzi di sini.Dia berkata: Anba'ana Muhammad bin Abi Thahir al-Bazzar, wa anba'ana 'Ali bin al-Muhsin, 'an abihi, qala haddatsani Abul Hasan 'Ali bin Nazhif al-Mutakallim, qala: Kana yahdhuru ma'ana bi Baghdad syaikhun lil Imamiyyah, yu'rafu bi Abi Bakr ibn al-Fallas. Fahaddatsana annahu dakhala 'ala ba'dhi man kana ya'rifuhu bit tasyayyu'.Jadi, pemikiran reinkarnasi ini juga sampai kepada sebagian kaum muslimin yang berpaham Syiah. Jadi, Abu Bakar ibn al-Fallas bercerita: suatu hari dia bertemu dengan sebagian orang yang dikenal dengan memiliki pemahaman Syiah. Kemudian orang ini terpengaruh dan akhirnya, tsumma shara yaqulu bimadzhabi ahlit tanasukh. Kemudian orang ini akhirnya dari pemahaman Syiah, beranjak selanjutnya menjadi pemahaman orang yang memiliki pemahaman reinkarnasi, ya.Fawajadtuhu baina yadaihi sinnaur aswad wahuwa yamsahuha,m.Maka aku mendapati dia, di depan dia ada seekor kucing yang berwarna hitam, dan dia sedang mengusap-ngusap kucing tersebut. Ini orang yang punya pemahaman reinkarnasi sedang mengusap-ngusap kucing. Wayahukku baina 'ainaiha. Dan dia pun menggaruk-garuk, di antara kedua mata kucing tersebut.Wara'aituhu wa 'ainuhu tadma' kama jarat 'adatus sananiri bidzalik.Maka aku melihat ketika digosok-gosok begini, maka kucing tersebut menangis, ada air mata keluar. Wahuwa yabki buka'an syadidan. Kemudian orang ini juga menangis. Orang yang bikin-bikin kucing ini, ikut menangis karena kucingnya menangis, dia ikut menangis.Aku berkata kepada dia, "Lima tabki?" Kenapa kamu menangis?Faqala: "Waihaka!" Celaka engkau! "Ama tara hadzihis sinnaur tabki kullama masahtuha?" Tidakkah kau lihat kucing ini ketika aku usap, dia menangis? "Hadzihil ummi la syakka." Ini adalah ibuku, tidak salah lagi! Ini kucing ibuku! Jadi, dia merasa kucing ini adalah reinkarnasi ibunya dalam kehidupan berikutnya. "Ini adalah ibuku." "Wainnama tabki min ru'yatiha ilayya hasrah." Dia menangis ketika melihat aku karena dia menyesal. Dia menangis. Dia menganggap kucing ini yang menangis ini yang keluar air matanya yang dia usap-usap adalah ibunya.Wa akhadza yukhatibuha khitaba man 'indahu annahu tafhamu 'anhu. Maka dia mulai ngobrol sama kucing tersebut, seakan-akan kucing ini paham tentang apa yang dia ucapkan. Waja'alatis sinnaur tashihu qalilan qalilan. Dan mulailah kucing tersebut teriak sedikit, mengeluarkan suara sedikit-sedikit. Dia ngomong terus, kucing itu mulai mengeluarkan suara.Aku bertanya kepada orang ini, "Fahiya tafhamu 'anka kama tukhatibuha bih?" Emang dia paham kamu ajak ngobrol sama dia gitu? Emang dia paham?Orang ini berkata, "Na'am!" Iya, kucing ini ibu saya, dia paham apa yang saya ucapkan.Faqultu (aku berkata), "Atafhamu anta siyahaha?" Apakah kau paham teriakan kucing tersebut? Kamu paham enggak? Dia paham kucing itu paham ucapanmu. Kamu paham enggak maksud teriakan kucing tersebut?Qala: "La." Kata dia, "Saya tidak paham."Faqultu (aku berkata), "Fa anta idzan al-mansukh wahiya al-insan." Kalau gitu, kamu ini yang apa namanya... jelmaan hewan kepada manusia, dan ibumu adalah manusia. Kamu yang hewan, dia yang manusia.Al Quran turun kpn kaum muhajirin dan Anshor,3 diskusi yg ingin dilakukkan orang Khawarij dengan Ibn Abbas,yaitu:1.kenapa Ali bin Abi Thalib menjadikan laki2 sebagai hakim dlm urusan Allah,pdhl Allah berfirman “Hukum Allah adalah milik Allah”2.Sesungguhnya dia telah berperang dan ketika dalam perang Jamal,namun dia tidak menawan org2 yg diperangi dan tidak mengambil ghanimah,kalau yg diperangi adalah kaum mukminin maka tdk boleh diperangi,kalau mereka kafir knp tdk diambil ghanimahnya,kenapa Ali tdk paham syariat3.Ali bin Abi thalib telap menghapus dari tulisannya,ketika diskusi dengan Muawiyyah RA,kalo dia bukan amirul mukminin maka dia adalah amirul kafirinBantahan Ibn Abbas terhadap pertanyaan-pertanyaan diatas:“Aku akan bacakan ayat kepada kalian,dimana aku akan membantah syubhat kalian yg pertama,maka dia mengatakan :1.Sesungguhnya Allah telah menjadikan para laki2 sebagai hakim dlm permasalahan kurang 1/4 dirham,Allah jg menyuruh laki2 menyelesaikan permasalah pd rumah tangga2.Yang terjadi peperangan Ali dengan ummul mukminin Aisyah,siapa yg berani menawan Aisyah?(“Dan istri2 Nabi adalah ibunda kaum mukminin”)3.Ketika Rasulullah ﷺ menandatangin perjanjian hudaibiyyah,rasulullah mengganti nama rasulullah dengan Muhammad sajaDiantara dari 6000 kaum tersebut,2000 dinataranya kembali kpd Ali,dan sisanya tidak mau kembali,Ali tdk memulai peperangan terlebih dahuluMereka meyakini Ali sebagai org kafirDi tengah perjalanan orang2 khawarij bertemuu dengan Abdullah bin Khabab,kabar tersebut sampai kepada telinga Ali,maka murkalah Ali dan mencari siapa yg membunuh Abdullah,maka Ali berkata perangilah merekaDiantara sisa2 khawarij:1.Abdurrahman bin Muljim2.Alburoq bin Abdillah3.Amr bin Mubakkar AttamimiKemudian 3 org ini berkumpul di Mekkah di bulan Ramadhan,dan menyepakati utk membunuh Ali bin Abi thalib,muawiyyah,amr bin ash,maka Ali bin Abi Thalib terbunuh ketika sholat subuhKetika Ali bin Abi Thalib wadat,Abdullah bin Muljim dipotong tangan kanan kiri,kaki,matanya diberi besi panas,dia tidak teriak2,ketika akan dipotong lidahnya dia ketakutan,dia mengatakan aku takut ketika mati tdk bs berdzikir kepada Allah.Itulah tipu daya kaum khawarij,orang yg melihat akan terpesona seolah2 mereka itu wali Allah,taat beribadah pdahal sesungguhnya dia adalah penghuni neraka,ketika mau mati dia berdzikir kpd Allah pdhl dialah pembunuh Ali Bin Abi Thalib.“Khawarij adalah anjing2 penghuni neraka jahanam(mereka masuk neraka dalam keadaan mengenaskan~>ada yg mengatakan tubuh mereka menjadi anjing)”