📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan: Beriman dengan Sifat-Sifat Fisik Malaikat

Tentu. Berikut ringkasan yang dibuat singkat dan mudah di-copy paste berdasarkan materi tersebut.🌿 Ringkasan: Beriman dengan Sifat-Sifat Fisik MalaikatDi antara bentuk beriman kepada malaikat adalah mengimani sifat-sifat mereka yang telah dikabarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.Sifat malaikat terbagi menjadi:Sifat fisik (penciptaan)Sifat akhlak (perangai)Sifat-sifat fisik malaikat:✨ 1. Diciptakan dari cahayaRasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat diciptakan dari cahaya.(HR. Muslim)🪽 2. Memiliki sayapMalaikat memiliki jumlah sayap yang berbeda-beda: ada yang 2, 3, 4, bahkan lebih. Allah juga mampu menambah jumlah sayap sesuai kehendak-Nya.Dalam hadits disebutkan bahwa Jibril عليه السلام memiliki 600 sayap.(QS. Fāthir: 1; HR. Bukhari dan Muslim)⚪ 3. Bukan laki-laki dan bukan perempuanAllah menafikan bahwa malaikat adalah perempuan. Tidak ada dalil yang sahih bahwa malaikat adalah laki-laki.(QS. Ash-Shāffāt: 150)🍽️ 4. Tidak makan dan tidak minumDalam kisah Nabi Ibrahim عليه السلام, para malaikat datang sebagai tamu, tetapi mereka tidak memakan hidangan yang disuguhkan.(QS. Adz-Dzāriyāt: 24–28)📌 Inti MateriMalaikat diciptakan dari cahaya, memiliki sayap dengan jumlah yang beragam, bukan laki-laki maupun perempuan, serta tidak makan dan tidak minum.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 06 | Pengantar Al-Ushulu Ats-Tsalāsah (Bagian 06)

🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasahبسم اللّه الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang ke-6 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.Kemudian beliau mengatakan:اعلم رحمك الله أنه يجب على كل مسلم ومسلمة، تعلم هذه الثلاث مسائل، والعمل بهن:Ketahuilah! Semoga Allāh merahmatimu.Dan ucapan اعلم menunjukkan bahwasanya apa yang akan beliau sampaikan setelah itu merupakan sesuatu yang penting untuk di dengar dan diperhatikan dan juga diketahui oleh seorang muslim.Beliau mengatakan :اعلم رحمك اللهKembali beliau mendo’akan kebaikan untuk kita setiap pembaca, setiap pendengar yang membaca kita beliau ini.Dido’akan dengan rahmat oleh beliau dan rahmat artinya kasih sayang dan ini mencakup kasih sayang baik dalam perkara dunia maupun dalam perkara agama.Apabila seseorang mendapatkan kasih sayang dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla baik dunia maupun agama tentunya ini adalah sebuah kebahagian yang luar biasa bagi seorang muslim.أنه يجب على كل مسلم ومسلمة، تعلم هذه الثلاث مسائلWajib bagi setiap muslim dan juga muslimah, baik laki-laki maupun wanita, dari berbagai daerah.Ucapan beliau:⇒ Yajibu يجب (wajib) artinya apabila dikerjakan, seseorang mendapat pahala dan apabila ditinggallan maka dia berdosa.⇒ Maksud dari muslim dan muslimah disini adalah yang mukallaf (sudah dibebani oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan syar’iat)تعلم هذه الثلاث مسائلWajib bagi mereka untuk mempelajari tiga perkara berikut ini.Disebutkan oleh beliau, bahwa seorang muslim berusaha untuk berilmu, beramal, berdakwah dan bersabar.Dan disini beliau ingin menyampaikan kepada kita, diantara ilmu yang wajib untuk dipelajari yaitu 3 perkara yang akan beliau sebutkan.والعما بهن:Dan juga mengamalkan 3 perkara ini.Apa 3 perkara tersebut?الأولى: أن الله خلقنا ورزقنا ولم يتركنا هملاً، بل أرسل إلينا رسولاً، فمن أطاعه دخل الجنة، ومن عصاه دخل النار.• Pertama | Sesungguhnya Allāh telah menciptakan kita dan memberikan rejeki kepada kita dan tidak meninggalkan kita begitu saja.Beliau mengatakan: “Sesungguhnya Allāh telah menciptakan kita”, dan ini perkaranya jelas didalam Al Qurān banyak Allāh Subhānahu wa Ta’āla sebutkan bahwasanya Allāh adalah pencipta segala sesuatu.Allāh menciptakan segala sesuatu (ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍۢ) menciptakan manusia, menciptakan jinn, hewan, tumbuhan dan selain Allāh adalah ciptaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”(QS. Al Baqarah: 21)Ilmu yang pertama dan hendaknya kita amalkan adalah kita mengetahui bahwasanya Allāh yang telah menciptakan kita dan Allāh lah yang telah memberikan rejeki kepada kita.Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak menciptakan kita begitu saja kemudian tidak diberikan rejeki tapi Allāh menciptakan dan memberikan rejeki.وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا‘Dan tidak ada makhluk hidup yang melata dipermukaan bumi kecuali Allāh memberikan rejeki kepada meraka”(QS. Hūd: 6)Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ“Sesungguhnya Allāh Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.”(QS. Adz Dzāriyāt: 58)Sesungguhnya Allāh menciptakan kita dan memberikan rejeki kepada kita.Itulah yang bisa kita sampaikan.وبالله التوفيق و الهدايةوالسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pencerminan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai nur Ilahi pada langit dan bumi (Ayat 34-35)

Tafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:34)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pencerminan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai nur Ilahi pada langit dan bumi (Ayat 34-35)Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian wahai para manusia, ayat-ayat Al Qur’an yang memberi petunjuk secara jelas kepada kebenaran. Dan memberikan contoh-contoh dari kisah umat-umat sebelum kalian, yang Mukmin maupun yang kafir. Dan manfaat apa yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman dan balasan apa yang telah dirasakan oleh orang-orang kafir, sehingga bisa dijadikan sebagai contoh dan ibroh (pelajaran) bagi kalian. Dan sekaligus sebagai pelajaran bagi orang-orang yang takut dan khawatir terhadap azab Allah.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan:42

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:42)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla yang menyitir ucapan orang-orang kafir:Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita. (Al Furqaan:42)Mereka bermaksud bahwa dia hampir saja membelokkan mereka dari menyembah berhala, sekiranya mereka tidak sabar dan tabah serta tetap menyembah berhala-berhala sembahan mereka. Maka Allah subhanahu wata'āla berfirman mengancam mereka:Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab. (Al Furqaan:42), hingga akhir ayat.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandungan bab 5 bag 2

Supaya menjaga diri dari tindakan dzolim terhadap seseorang. Diberitahukan oleh Rasulullah bahwa doa orang madzlum (di dzalimi) dikabulkan Allah. Diantara bukti-bukti tauhid adalah hal-hal yg dialami oleh Rasulullah dan para Sahabat seperti kesulitan, kelaparan, dan wabah penyakit. Sabda Rasulullah "Sunggu aku akan serahkan bendera komando perang ini" Dan seterusnya, adalah salah satu tanda² kenabian beliau. Sembuhnya kedua mata Ali setelah diludahi oleh Rasulullah termasuk pula dari tanda kenabian beliau. Keutamaan Ali. Keistimewaan para Sahabat (karena hasrat mereka yg besar sekali dalam kebaikan dan sikap mereka yg senantiasa berlomba-lomba dalam mengajarkan amal shaleh). Ini dapat dilihat pada perbincangan mereka dimalam menjelang perang Khaibar, tentang siapakah diantara mereka yang akan diserahi bendera komando perang, masing-masing merek menginginkan agar dirinyalah yg menjadi orang yg memperoleh kehormatan itu. Iman Qadar, karena bendera komando tersebut tidak diserahkan kepada orang yg sudah berusaha, malah diserahkan kepada orang yg tidak berusaha untuk memperolehnya. Etika didalam jihad, sebagaimana terkandung dalam sabda Rasulullah, "melangkahlah kedepan dengan tenang".Disyariatkan untuk berdakwah mengajak kepada islam, sebelum perang. Syariat ini berlaku pula terhadap mereka yg sudah pernah didakwahi dan diperangi sebelumnya. Dakwah dengan cara yg bijaksana, sebagaimana di isyaratkan dalam sabda beliau "Dan sampaikanlah kepada meraka hak Allah dalam islam yg wajib mereka laksanakan".Mengetahui hak Allah dalam islam. Kemuliaan dakwah dan pahala bagi seorang da'i yg memasukkan satu orang saja kedalam islam. Boleh bersumpah didalam menyampaikan petunjuk.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Utang dalam Rumah TanggaUtang sebaiknya dihindari karena dapat membawa seseorang pada kegelisahan, kebohongan, dan tidak menepati janji.Sebelum berutang, usahakan mencari solusi lain, seperti menambah pemasukan atau mengurangi pengeluaran.Jika memang harus berutang, pilih pinjaman tanpa bunga dan sebatas kebutuhan.Saat berutang, niatkan sungguh-sungguh untuk melunasinya. Allah akan menolong orang yang memiliki niat baik untuk membayar utangnya.Ketika sudah mampu, segerakan melunasi dan jangan menunda-nunda.Orang yang memberikan pinjaman telah melakukan kebaikan kepada orang lain, sehingga kebaikan tersebut hendaknya dibalas dengan kebaikan.Menunda pembayaran utang padahal mampu hukumnya haram dan merupakan bentuk kezaliman.Intinya: Utang dapat menjadi ancaman bagi ketenangan rumah tangga dan beban keluarga. Karena itu, hindari utang sebisa mungkin dan jika terpaksa berutang, lakukan dengan penuh tanggung jawab serta segera lunasi ketika mampu.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al-Qashash: 60)Di sini Allah جل جلاله menyebutkan bahwa harta itu hanya perhiasan dunia yang Allah جل جلاله berikan, baik kepada orang beriman maupun orang yang kafir (tidak beriman). Pemberian harta dari Allah جل جلاله kepada seorang hamba bukanlah sebagai bukti kecintaan Allah جل جلاله kepadanya.“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanku.’ Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku menghinakanku.’ Sekali-kali tidak (demikian). Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.” (QS. Al-Fajr: 15–17)Oleh karena itu, harta bukanlah bukti kecintaan Allah جل جلاله kepada seseorang. Begitu pula sebaliknya, kekurangan harta tidak berarti Allah جل جلاله membenci seseorang.Ketika orang-orang musyrikin berbangga dengan kekayaan mereka, Allah جل جلاله memberikan peringatan melalui ayat tersebut dan menyebutkan kisah Qarun, seorang yang sangat kaya namun dibenamkan ke dalam bumi oleh Allah جل جلاله karena ingkar dan kufur kepada-Nya.Kisah ini mengingatkan mereka bahwa kekayaan yang mereka miliki tidak menjamin keselamatan atau kedudukan di sisi Allah جل جلاله.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Beriman kepada Takdir Allah Halaqah 6

Halaqah yang ke enam dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang “Cara Beriman dengan Takdir Bagian 3”.Selain beriman dengan penulisan takdir azali yang mencakup seluruh perkara, maka para ulama menyebutkan bahwa termasuk beriman dengan penulisan takdir adalah beriman dengan beberapa jenis penulisan takdir yang lain, yang merupakan bagian dari penulisan takdir azali.⑴ Takdir UmriYaitu penulisan takdir seseorang di awal umurnya ketika di dalam rahim ibunya. Ditulis rezeki, ajal, amalan, kesengsaraan dia, dan kebahagiaannya.Dalilnya adalah hadits Abdullah Ibnu Mas’ud radiallahu ‘anhu.Rasulullah ﷺ bersabda,إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ،(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaanya di perut ibunya selama 40 hari, kemudian di dalamnya sebagai segumpal darah selama 40 hari, kemudian di dalamnya sebagai segumpal daging selama 40 hari, kemudian diutus seorang Malaikat kemudian meniup nyawa di dalamnya dan diperintahkan dengan 4 kalimat yaitu menulis rezekinya, ajalnya, amalannya, dan apakah dia sengsara atau orang yang bahagia.”[HR Al Bukhari dan Muslim]⑵ Takdir HauliYaitu takdir khusus kejadian selama satu tahun ditentukan di malam Lailatul Qadar.Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَفِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ[QS Ad-Dukhan 3- 4]“Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Qur’an pada malam yang berbarakah. Sesungguhnya Kami memberikan peringatan, di dalamnya dipisahkan seluruh perkara yang kokoh.”⑶ Takdir YaumiYaitu pelaksanaan apa yang sudah ditulis pada waktu yang sudah ditentukan.Dalilnya adalah firman Allah,.. ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ[QS Ar-Rahman 29]“Setiap hari Dia (Allah) dalam sebuah urusan.”Diantara urusan Allah adalah mengampuni dosa, menciptakan, melenyapkan, menghidupkan, mematikan, memuliakan dan menghinakan, memberi dan menahan, dll.Dan perlu diketahui bahwa Takdir Yaumi, Hauli, dan Umri tidak keluar dari apa yang sudah tertulis di dalam takdir azali.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 6: Cara Beriman Dengan Takdir Allah ﷻ Bagian 3

Halaqah 6:Cara Beriman Dengan Takdir Allah ﷻ Bagian 3🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىBeriman dengan penulisan takdir azali yang mencakup seluruh perkara, maka para ulama menyebutkan bahwa beriman dengan beberapa jenis penulisan takdir yang lain, merupakan bagian dari penulisan takdir azali.⑴ Takdir UmriYaitu penulisan takdir seseorang di awal umurnya ketika di dalam rahim ibunya. Ditulis rezeki, ajal, amalan, kesengsaraan dan kebahagiaannya.Dalilnya adalah hadits Abdullah Ibnu Mas’ud radiallahu ‘anhu.Rasulullah ﷺ bersabda:إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ،(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaanya di perut ibunya selama 40 hari, kemudian di dalamnya sebagai segumpal darah selama 40 hari, kemudian di dalamnya sebagai segumpal daging selama 40 hari, kemudian diutus seorang Malaikat kemudian meniup nyawa di dalamnya dan diperintahkan dengan 4 kalimat yaitu menulis rezekinya, ajalnya, amalannya, dan apakah dia sengsara atau orang yang bahagia.” (HR Al Bukhari dan Muslim)⑵ Takdir HauliYaitu takdir khusus kejadian selama satu tahun ditentukan di malam Lailatul Qadar.Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَفِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ“Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Qur’an pada malam yang berbarakah. Sesungguhnya Kami memberikan peringatan, di dalamnya dipisahkan seluruh perkara yang kokoh.”(QS. Ad-Dukhan: 3-4)⑶ Takdir YaumiYaitu pelaksanaan yang sudah ditulis pada waktu yang sudah ditentukan.Dalilnya adalah firman Allah,.. ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ“Setiap hari Dia (Allah) dalam sebuah urusan.”(QS. Ar-Rahman: 29)Diantara urusan Allah adalah mengampuni dosa, menciptakan, melenyapkan, menghidupkan, mematikan, memuliakan dan menghinakan, memberi dan menahan, dll.Dan perlu diketahui bahwa Takdir Yaumi, Hauli, dan Umri tidak keluar dari apa yang sudah tertulis di dalam takdir azali.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Mendidik Anak Diawali Dari Mendidik Diri - Ust Abu Salma Muhammad

Ada seorang ulama salaf, 'Utbah bin Abi Sufyan yang memberikan nasihat indah untuk kepada para orangtua.“Jadikanlah hal pertama yang engkau mulai dalam mendidik anak-anakmu adalah memperbaiki dirimu sendiri. Sesungguhnya mata mereka terikat dengan matamu. Yang baik menurut mereka adalah apa yang engkau anggap baik, dan yang buruk menurut mereka adalah apa yang engkau anggap buruk.”Ini merupakan prinsip yang sangat penting :Perbaikan anak berawal dari perbaikan orang tua.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar - Surat Al Anfal

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah akan menggunakan hartanya untuk menghalang-halangi manusia dari agama Allah. Mereka terus mengeluarkan harta mereka tetapi apa yang mereka inginkan tidak akan terwujud. Kemudian kegemaran mereka menggunakan harta (untuk tujuan yang jahat) itu akan berakhir dengan penyesalan karena mereka telah kehilangan harta mereka tetapi tidak berhasil mencapai cita-cita mereka dan mereka akan dikalahkan oleh orang-orang mukmin. Orang-orang yang kafir kepada Allah akan digiring ke dalam neraka Jahannam kelak di hari kiamat, lalu mereka akan memasukinya untuk selama-lamanya.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 11

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 11وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَArtinya:“Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah berbuat kerusakan di bumi.’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.’”Catatan :Melanggar nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh agama akan mengakibatkan kerusakan di muka bumi, bahkan dapat menyebabkan kehancuran.لَا تُفْسِدُوا — La tufsidu“Janganlah berbuat kerusakan.”Di sini objek dari kata tufsidu (berbuat kerusakan) tidak disebutkan secara khusus.Dalam kaidah tafsir, apabila objek tidak disebutkan, maka hal tersebut memberikan faedah umum.Artinya, larangan ini mencakup berbagai bentuk kerusakan apa pun di muka bumi, di antaranya:- Kerusakan dalam akidah.- Melakukan maksiat.- Menebarkan syubhat.- Melakukan dusta.- Kemunafikan.- Berbagai bentuk penyimpangan dari syariat Allah.Jadi, kerusakan yang dimaksud tidak hanya kerusakan secara fisik.Jangan disangka bahwa kerusakan hanya berupa merusak lingkungan, bangunan, atau sesuatu yang terlihat secara kasatmata. Maksiat, kekufuran, kemunafikan, dan dusta juga merupakan bentuk kerusakan yang dianggap sebagai kerusakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.فِي الْأَرْضِ — Fil ard“Di muka bumi.”Kerusakan yang dilakukan manusia di muka bumi tidak terbatas pada kerusakan fisik. Ketika manusia menyimpang dari petunjuk Allah, melakukan maksiat, berdusta, menyebarkan kebatilan, dan merusak akidah, maka itu pun termasuk kerusakan.قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ“Mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.’”Inilah jawaban kaum munafik ketika mereka ditegur.Mereka tidak menerima teguran tersebut. Bahkan mereka ngeyel dan merasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah kebaikan.Perhatikan kata إِنَّمَا (innamā) yang bermakna “hanyalah”.Seakan-akan mereka mengatakan:“Kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan. Adapun kalian yang menganggap kami salah, justru kalian yang tidak memahami keadaan.”Inilah salah satu sifat orang munafik: ketika melakukan kerusakan, ia justru menganggap dirinya sedang melakukan kebaikan.Bahkan ketika ada orang yang menegur dan mengingatkan mereka, teguran tersebut dianggap sebagai kesalahan. Mereka seakan-akan membalik keadaan: orang yang melakukan kerusakan merasa dirinya sebagai pembawa perbaikan, sedangkan orang yang mengingatkan justru dianggap sebagai perusak.Mereka merasa melakukan perbaikan melalui aturan-aturan yang mereka buat sendiri, termasuk dengan menghalalkan apa yang Allah haramkan dan menyimpang dari syariat-Nya.MuhasabahJangan sampai kita memiliki sifat seperti mereka:melakukan kesalahan, tetapi merasa benar;meninggalkan syariat, tetapi merasa sedang memperbaiki;ditegur, tetapi justru merasa orang lain yang salah.Karena salah satu bahaya terbesar bukan hanya ketika seseorang melakukan dosa, tetapi ketika hatinya sudah tidak lagi menganggap dosa itu sebagai dosa.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 4 Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita

4. GibahGibah adalah membicarakan orang lain dengan sesuatu yang tidak disukainya ketika orang tersebut tidak ada.Bila kita membicarakannya dan ucapan kita itu benar, maka itu termasuk menggunjing (gibah). Adapun jika kita membicarakannya dan ucapan tersebut tidak benar, maka itu termasuk berdusta kepadanya.Gibah adalah perkara yang Allah Subhanahu wa Ta'ala haramkan. Allah menjelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 12. Ayat ini menggambarkan buruknya gibah dengan perumpamaan yang sangat berat: orang yang menggunjing saudaranya seperti memakan daging saudaranya yang telah mati.Gibah merupakan salah satu perkara yang tercela dan dosanya besar karena berkaitan dengan hak-hak orang lain.Maka, sangatlah beruntung orang-orang yang disibukkan dengan dirinya sendiri; disibukkan memperbaiki dan melihat aib dirinya, sehingga ia tidak sibuk mengurus aib orang lain.Dalam buku ini, penulis memperingatkan para pembaca. Beliau mengatakan:“Saudariku yang mulia, di samping membersihkan lisan dari gibah, Anda juga harus membersihkan telinga dari mendengarkan gunjingan, sebab orang yang mendengar gibah sama seperti orang yang mengucapkannya.”Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 36:“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.”Ibnu Abi Dunya meriwayatkan dengan sanadnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:“Barang siapa yang saudaranya sesama Muslim dipergunjingkan di dekatnya, namun tidak ia tolong, padahal ia mampu menolongnya, Allah akan menghinakannya di dunia dan di akhirat.”Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan:“Barang siapa yang membela harga diri saudaranya saat dipergunjingkan, menjadi kewajiban bagi Allah untuk membebaskannya dari neraka.”

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI31 Agustus 2026
N
Nurul

📍 Kota Depok

Silsilah ilmiyyah : pembahasan kitab al-ushulu ats-tsalatsah #3

Halaqah 56 : Landasan Ketiga Ma’rifatul Nabiyyikum Muhammadin – Misi Utama Diutusnya Nabi Muhammad ﷺ👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-TsalasahSekarang beliau mengenalkan kepada kita tentang apa yang beliau bawa, apa misi beliau dan ini adalah bagian dari Ma’rifatun-nabiy mengenal tentang apa yang menjadi misi Nabi tersebut.Beliau mengatakanبعثه الله بالنذارة عن الشرك ويدعو إلى التوحيدAllah mengutus beliau dengan peringatan dari kesyirikan dan berdakwah kepada Tauhid. Allah ﷻ mengutus beliau dengan dua perkara ini.Yang pertama mengutus beliauبالنذارة عن الشركuntuk mengingatkan manusia dari kesyirikan, ini adalah tujuan utama diutusnya Nabi ﷺ sebagaimana ini adalah tujuan utama diutusnya para Nabi dan juga para Rosul sebelum beliau ﷺ, diutus untuk mengingatkan manusia dari kesyirikan. Karena asalnya manusia adalah berada di atas Tauhid.Allah ciptakan manusia asalnya berada di atas Tauhid, ini adalah Fithrahفِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاوَإِنِّى خَلَقْتُ عِبَادِى حُنَفَاءَDan sesunguhnya aku telah menciptakan hamba hambaku dalam keadaan mereka ini hunafah, sudah berlalu tentang makna hunafah yaitu Hanif, muwahhid, muqbil ‘Alallah. Allah ciptakan para hambanya asalnya adalah mereka dalam keadaan bertauhid.Kemudian setelah itu mereka menjadi musyrik disebabkan oleh الشَّيَاطِينُوَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْKemudian setelah itu mereka didatangi oleh الشَّيَاطِينُ dan akhirnya memalingkan mereka dari agama mereka yaitu memalingkan mereka dari At-Tauhid, menunjukkan bahwa asal manusia adalah Tauhid. Karena ada sebagian orang dan mereka itulah orang-orang kafir tentunya, seorang peneliti atau professor menurut penelitian dia manusia ini dulu sebelumnya/asalnya manusia dulu itu adalah musyrikin atau sebelumnya kosong yaitu tidak mengenal pencipta, dalam keadaan mulhid yaitu keadaan tidak mengakui adanya pencipta.Akhirnya dia mulai membandingkan diantara sesembahan sesembahan tadi. Kemudian dia berkembang lagi sampai akhirnya dia menyembah kepada yang menciptakan perkara-perkara tadi atau benda benda tadi, kemudian akhirnya menurut penelitian dia jadilah manusia sekarang menyembah Tuhan.Jadi dianggapnya awalnya manusia itu mereka berada di atas illhat tidak mengenal Allah setelah terjadi kesyirikan barulah setelah itu terjadi Tauhid. Maka ini adalah menyelisihi dalil yang demikian bahkan Allah menciptakan manusia awalnya adalah sebagai Muwahhidin. Syirik ini adalah terjadi setelah itu karena ini terjadi setelah itu maka Nabi dan juga para Rosul diutus oleh Allah untuk mengembalikan mereka kepada Al-Hanifi. Diutus kepada mereka untuk mengembalikan manusia dari jalan yang menyimpang kepada jalan yang lurus.Yang kedua, ويدعو إلى التوحيدDan kemudian mendakwahkan mereka kepada TauhidMengingatkan mereka tentang kesyirikan dan mendakwahi mereka untuk kembali kepada Tauhid yang merupakan asal dan Fithrah dari manusia. Inilah inti dari dakwah Rosulullah ﷺ. Tahdzir dari kesyirikan dan itu adalah Nafiy dan dakwah kepada Tauhid dan ini adalah Isbat.النذارة عن الشركIni adalah makna Nafiy menafikan segala sesembahan selain Allahويدعو إلى التوحيد ini adalah Isbat yaitu menetapkan Allah sebagai satu-satunya sesembahan. Dan inilah makna dari kalimat laa ilaaha illallah dengannyalah beliau diutus. Dan para Nabi dan juga para Rosul sebelumnya sama, diutus oleh Allah ﷻ untuk mendakwahkan manusia kepada Tauhid ini.Allah ﷻ mengatakanوَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖSebagaimana Allah بَعَثۡ Nabi-Nya ﷺ untuk mengingatkan kepada Tauhid maka demikianlah Allah ﷻ juga mengutus para Nabi dan Rosul sebelumnyaDalam ayat ini juga terdapat (misi Rasulullah) yang beliau sampaikan..النذارة عن الشرك ويدعو إلى التوحيد

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka31 Agustus 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 14 - Mengatasi Momok-Momok Pengasuhan

🌿 Mengatasi Momok-Momok PengasuhanMemahami perilaku anak dan mengetahui cara meresponsnya dengan tepat adalah langkah penting. Namun, tantangan terbesar dalam menerapkan gentle discipline sering kali bukan terletak pada anak, melainkan pada diri kita sendiri sebagai orang tua.Pengetahuan tentang pengasuhan perlu disertai dengan kemampuan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, orang tua perlu belajar mengenali dan mengelola dirinya sendiri, termasuk:• Kepercayaan diri sebagai orang tua.• Keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menghadapi tantangan pengasuhan.• Pola pikir yang dimiliki tentang diri sendiri dan anak.• Kemampuan mengelola emosi, terutama saat marah, kecewa, atau frustrasi.Gentle discipline bukan hanya tentang membantu anak mengembangkan keterampilan emosional dan perilaku yang sehat, tetapi juga tentang pertumbuhan dan pengelolaan diri orang tua. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai “momok pengasuhan” yang dapat menghambat penerapannya.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As-Sa'di Al-`Ankabūt (29:53)

(53) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kebodohan orang-orang yang mendustakan para rasul dan syariat yang mereka bawa, dan bahwa mereka mengatakan agar segera diturunkan azab, dan tam-bahan pendustaan mereka, ﴾ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Kapan janji ini, kalau kalian memang orang-orang yang benar?" (Al-Anbiya`: 38). Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡلَآ أَجَلٞ مُّسَمّٗى ﴿ "Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan," yang sudah ditetapkan waktu terjadinya, dan sekarang masih belum saatnya, ﴾ لَّجَآءَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "benar-benar telah datang azab kepada mereka," disebabkan mereka menganggap Kami tidak mampu dan karena mereka mendustakan yang benar. Maka kalau saja Kami menghukum mereka disebabkan kobodohan me-reka, niscaya perkataan mereka menjadi faktor yang mempercepat untuk ditimpakannya bala dan azab terhadap mereka. Akan tetapi, sekalipun demikian, mereka tidak bisa menghambat turunnya azab, karena ia akan datang menimpa mereka ﴾ بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya." Azab itu pun terjadi, sebagaimana diberitakan oleh Allah سبحانه وتعالى. Tatkala mereka datang menuju Badar dengan congkak dan berbangga diri, seraya mengira bahwa mereka akan memperoleh apa yang mereka angan-angan-kan, maka Allah membinasakan mereka, membunuh para pembesar mereka dan menghabisi sejumlah orang-orang jahat mereka, se-hingga tidak ada satu rumah pun milik mereka melainkan ditimpa oleh musibah itu. Azab menimpa mereka dari arah dan waktu yang tidak mereka duga, dan azab itu menimpa mereka sedangkan me-reka tidak sadar.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →