Juz 29 dan Tafsir Al Kafirun
Tilawah Juz 29 dan Tafsir Surah Al Kafirun.
Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind
Tilawah Juz 29 dan Tafsir Surah Al Kafirun.
Wanita Muslimah & Kewajiban Memelihara Diri (Tubuhnya) :1. Sederhana dalam makan dan minum2. Rajin berolahraga3. Berbadan & berpakaian bersih4. Penuh perhatian terhadap mulut & giginya5. Selalu merawat keindahan rambut6. Berparas menarik7. Menghindari tabarruj & tidak berlebih-lebihan dalam berhias
Sesuatu yang lebih baik daripada kesenangan duniawi yaitu orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dengan menaatinya dan meniggalkan maksiat kepadaNya.
Jika Allah langsung mengabulkan doa yang buruk kepada diri, anak2 maka akan binasa.
Ubahlah rasa khawatir akan masa depan dengan berbaik sangka kepada Allah
ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 77 | Amalan Seseorang Dinilai di Akhirnya Bagian 2Halaqah 77 | Amalan Seseorang Dinilai di Akhirnya Bagian 2Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-77 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَالْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ“Dan amalan-amalan adalah dengan akhir-akhirnya.”Amalan yang dianggap di sisi Allāh ﷻ itu adalah sesuai dengan amalan terakhir yang dia lakukan.Disebutkan dalam sebuah riwayat:فِيْمَا يَظْهَرُ لِلنَّاسِDia mengamalkan amalan penduduk Surga sesuai dengan apa yang terlihat oleh manusia.Dzhahirnya, dia melakukan amalan penduduk Surga. Bagaimana dengan batinnya? Batinnya, Allāh yang tahu. Jadi, dzhahirnya dia mungkin berpakaian Muslim, dzhahirnya dia pergi ke masjid, dzhahirnya dia berinfaq. Tapi Allāh mengetahui apa yang ada di dalam hati seseorang.Inilah yang menyebabkan dia tidak istiqāmah, mungkin ada riya’, mungkin ada kesombongan, dan Allāh ﷻ tidak bisa ditipu. Itulah yang menjadikan ketidakistiqāmahan, karena seseorang hanya memperhatikan amalan dzhahirnya saja, sementara di dalam hatinya menyimpan kebusukan, ketidakikhlasan. Ketika dia bersama orang lain, yang terlihat adalah kebaikan, amal shāliḥ, tapi ketika sendirian, dia melakukan kemaksiatan.فِيْمَا يَظْهَرُ لِلنَّاسِSesuai dengan apa yang dilihat oleh manusia.Baik, tapi ketika sendirian, tanpa ada yang melihat, dia mengikuti hawa nafsunya. Ini yang menjadi sebab seseorang menyimpang. Sebelumnya berada di shaf terdepan dalam menuntut ilmu, tapi kemudian mulai menjauh, hingga akhirnya tidak terlihat sama sekali. Bahkan sudah terdengar dia berada di barisan lain, bukan lagi di barisan Ahlussunnah, melainkan mengikuti Ahlul Bid’ah.Berarti ucapan beliauفِيْمَا يَظْهَرُ لِلنَّاسِSesuai dengan apa yang dilihat oleh manusia, ini menunjukkan pentingnya menjaga batin kita. Beramal shāliḥ, menuntut ilmu, shalat, tapi jangan hanya memperhatikan dzhahir saja. Kita juga harus memperhatikan batin dan keikhlasan, agar Allāh ﷻ menjaga kita. Jika seseorang menjaga amalan shāliḥ baik yang dzhahir maupun yang batin, maka insyā Allāh dia akan terus diberikan taufiq oleh Allāh ﷻ.Dengan syarat apa? Dengan syarat menjaga dzhahir dan batin. Dia berusaha sebagai seorang Salafi, mengikuti salaf baik dzhahiran maupun bāṭinan, dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Maka orang yang demikian, insyā Allāh, akan dijaga oleh Allāh ﷻ.Barang siapa yang hidup di atas sesuatu, maka dia akan meninggal di atas sesuatu tersebut.مَنْ عَاشَ عَلَى شَيْءٍ مَاتَ عَلَيْهِBarang siapa yang hidup di atas sesuatu, maksudnya adalah dzhahiran wa bāṭinan (dzhahir dan batin) dia hidup di atas Sunnah, di atas ketaatan kepada Allāh ﷻ, maka Allāh ﷻ akan memuliakannya dengan mematikannya di atas Sunnah dan Islām. Ini bagi orang dzahir dan batinnya baik, makanya kita berusaha untuk memperbaiki batin kita.وَمَنْ مَاتَ عَلَى شَيْءٍ بُعِثَ عَلَيْهِBarang siapa yang meninggal di atas sesuatu, maka dia akan dibangkitkan di atas sesuatu tersebut.Ini bukan hadith, tapi ini adalah sesuatu yang sering kita dengar.Dalam sebuah hadith, misalnya, orang yang meninggal dalam keadaan bertalbiyah, maka Allāh ﷻ akan membangkitkannya dalam keadaan bertalbiyah.Jadi, jika seseorang ingin dibangkitkan oleh Allāh ﷻ dalam keadaan baik, maka dia harus menjaga dzhahir dan batinnya. Jangan hanya memperhatikan dzhahir. Yang menyebabkan seseorang menyimpang adalah karena rusaknya batin.Jika seseorang menjaga dzhahir dan batinnya, insyā Allāh, Allāh ﷻ akan menjaganya, sebagaimana dia hidup di atas ketaatan, maka dia juga akan meninggal di atas ketaatan.وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ…Salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan penduduk Neraka. Dia adalah seorang yang kafir, melakukan apa yang dia inginkan berupa perbuatan yang haramحَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌSehingga tidak ada antara dia dan Neraka kecuali satu jengkal saja, menunjukkan dekatnya dia dengan Neraka. Tinggal dia mati, maka dia akan masuk ke dalam Neraka karena dia berada di atas kekufuran.فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُNamun, telah ditulis oleh Allāh sebelumnya dalam Lauḥul Maḥfūẓ bahwa orang ini akan masuk ke dalam Surga, jika memang demikian, akan dimudahkan oleh Allāh.فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِAkhirnya dia pun mengamalkan amalan penduduk Surga. Entah bagaimana, dia masuk ke dalam agama Islām dan istiqāmah.فَيَدْخُلُهَاLalu dia pun masuk ke dalam Surga.Ada saja sebab kalau Allāh ﷻ menghendaki seseorang masuk ke dalam Surga, maka Allāh ﷻ akan menjadikan sebab-sebab sehingga dia pun masuk ke dalam agama Islām, istiqāmah, dan meninggal di atas agama Islām.Hal ini menunjukkan bahwa Al-A’māl bil-Khawātim—amalan itu sesuai dengan akhirnya. Karena itu, jangan sampai seseorang tertipu dengan keadaan dirinya saat ini. Dia tidak tahu apa yang akan menjadi akhir dari amalannya. Oleh karena itu, seseorang harus memperbanyak doa:يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَYā Muqallibal-Qulūb, ṯsabbit qalbī ʿalā dīnik!Ya Allāh, tetapkan hatiku di atas agama-Mu!Mengulang-ulang doa ini, khawatir kalau kemaksiatan yang kita lakukan bisa jadi akan membawa kita melakukan perkara yang lebih besar dari itu.Ini termasuk doa yang sering dibaca oleh Nabi ﷺ. Hati manusia berada di antara jari-jari Allāh ﷻ, yang Dia gerakkan dan goyangkan sebagaimana yang Dia kehendaki. Sekarang kita mencintai Tauhid, kita senang kepada Sunnah Nabi ﷺ, kita mencintai ilmu. Alḥamdulillāh, Allāh ﷻ memberikan hidayah kepada kita.Namun, ingatlah, hati manusia berada di antara jari-jari Allāh ﷻ, yang Dia gerakkan sesuai dengan apa yang Dia inginkan. Karena itu, seseorang harus senantiasa berdoa kepada Allāh ﷻ agar diberikan ketetapan hati. Allāh ﷻ berfirman:رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُRabbana la tuzigh qulubana ba’da idh hadaitana wahab lana milladunka raḥmatan innaka Antal-Wahhāb.Ya Allāh , janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberikan hidayah kepada kami.
Halaqah 52 : Landasan Ketiga Ma’rifatul Nabiyyikum Muhammadin – Silsilah Nasab Nabi Muhammad ﷺBeliau mengatakanوهو محمد بن عبد الله بن عبد المطلب بن هاشمDia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyimوهاشم من قريشHasyim ini adalah dari Quraisy.Abdullah bapaknya Rosulullah ﷺ adalah orang yang sangat disayangi oleh Abdul Muthalib. Abdul Muthalib kalau tidak salah namanya Syaibah, dia dikenal dengan Abdul Muthalib. Al-Muthalib ini adalah saudaranya Hasyim. Karena saat itu dia berada di Madinah yang saat itu bernama dengan Yatsrib diantara keluarga ibunya. Karena Hasyim memiliki beberapa istri diantaranya ada yang di Makkah dan ada diantaranya yang berada di Madinah.Saat itu Hasyim meninggal di Madinah, akhirnya pamannya yaitu Mutholib mendengar bahwasanya Hasyim punya anak di Madinah. Akhirnya Al-Muthalib datang ke kota Madinah meminta kepada saudara saudara dari ibunya untuk membawa Syaibah.Setelah sebelumnya keluarganya berat untuk melepas Syaibah, dibawa lah oleh Al-Muthalib ke Makkah dan ketika sampai ke Makkah orang menyangka Syaibah ini adalah seorang budak, karena belum pernah melihat sebelumnya. Budaknya Al-Muthalib sehingga orang memanggilnya dengan Abdul Muthalib, ini adalah budaknya Al-Muthalib dan sampai besar pun dikenal dengan Abdul Muthalib. Abdul Muthalib ini juga seorang pemuka, kita tahu kisahnya bagaimana dia ketika datang Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah kemudian Abrahah mengambil 200 onta milik Abdul Muthalib. Kemudian datanglah Abdul Muthalib, dan Abrahah ketika melihat Abdul Muthalib datang akhirnya dia turun dari singgasananya duduk bersama dengan Abdul Mutholib. Kemudian bertanya apa yang kau inginkan, dia mengatakan aku ingin engkau mengembalikan 200 unta yang kau ambil. Kemudian Abrahah menyebutkan Ana menyangka bahwasanya Antum akan meminta Ana lebih dari ini. Ana datang ke sini untuk menghancurkan rumah tersebut yang merupakan agamamu dan juga agama nenek moyangmu. Ana kira Antum akan datang dan mengatakan Tolong jangan engkau hancurkan rumah ini, tapi justru engkau datang ke sini hanya mengatakan saya pengen unta. Sebelumnya saya sangat menghormati dirimu setelah mendengar ucapan ini kedudukan engkau menjadi jatuh di mataku. Seharusnya engkau sebagai seorang pemuka bertanggung jawab terhadap agama, orang-orang yang ada di bawahmu yang Antum minta seharusnya kepada saya adalah tolong jangan engkau hancurkan rumah ini. Itu yang saya sangka sebelumnya tapi ternyata Abdul Muthalib lebih cerdas dari apa yang disangka oleh Abrahah.Dia mengatakan aku ini adalah pemilik dari onta onta tadi, 200 onta tadi adalah aku pemiliknya maka aku meminta sesuai dengan hakku karena aku adalah pemiliknya dan aku yang bertanggung jawab terhadap onta onta tadi. Adapun rumah yang akan kau hancurkan ini bukan milikku itu punya Robb dan dialah yang akan menjaga rumah tadi. Jadi tanggung jawab saya adalah onta onta tadi adapun rumah yang akan kalian hancurkan, itu memiliki Robb yang akan menjaga rumah tadi dari serangan kalian.Keyakinan Abdul Muthalib bahwasanya rumah Allah akan dijaga. Akhirnya dikembalikan ontanya dan dia terus melaksanakan apa yang menjadi rencananya ternyata tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Satu gajah dia bawa dari Yaman untuk menghancurkan Baitullah tadi Ka’bah ternyata dia tidak mau bergerak menuju ke Ka’bah. Setiap kali dia disuruh untuk berdiri ke arah Ka’bah dia tidak mau tapi kalau menghadap ke arah keluar berkebalikan dengan Ka’bah dia segera berlari.Ini kejadian yang luar biasa menunjukkan tentang bagaimana kakek Nabi Muhammad ﷺ memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan orang-orang Quraisy di zamannya, demikian pula Hasyim bapaknya Abdul Muthalib ini juga termasuk orang yang memiliki kedudukan yang tinggi dikenal oleh mereka. Hasyim inilah yang pertama kali mencanangkan programرِحۡلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيۡفِJikalau musim panas mereka datang ke Syam jikalau musim dingin mereka datang ke Yaman, karena kalau musim panas di Syam ini dalam keadaan dingin dan kalau musim dingin di Makkah maka di Yaman ini dalam keadaan tidak dingin, sambil mereka menghindari musim dingin yang keterlaluan di Makkah mereka Ke Yaman sambil berdagang disana.Demikian pula Abdullah bapaknya Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang sangat disayangi oleh Abdul Muthalib termasuk anak emasnya yang sangat disayangi, sehingga pernah Abdul Muthalib dia bernazar apabila sudah memiliki 10 anak laki-laki maka dia akan menyembelih salah satunya, kemudian pakai undian setiap kali diundi yang keluar adalah nama Abdullah padahal ini adalah anak yang sangat dia sayangi. Karena dia sangat sayang dengan Abdullah dan tidak ingin kehilangan dia, dia ganti dengan onta. Jadi diulang lagi sampai keluar yang lain atau selain Abdullah sesuai dengan jumlahnya tadi diulang lagi dan seterusnya sampai keluar yang dia inginkan berapa kalinya dilemparkan tadi dihitung. Jumlah yang keluar itu lah jumlah onta yang harus dia sembelih jadi dilempar lagi di lempar lagi yang penting bagaimana bukan Abdullah meskipun dia harus kehilangan mungkin ratusan onta demi menyelamatkan Abdullah.Jadi mereka adalah silsilah orang orang yang mulia, anaknya adalah Muhammad ﷺ, jadi nasab beliau adalah nasab yang mulia. Orang-orang yang terkemuka di kenal nasabnya oleh orang-orang Quraisy bukan orang yang bawahan atau orang yang tidak dikenal. Nasab beliau adalah nasab yang ma’ruf, nenek moyangnya adalah nenek moyang yang dikenal keutamaanya di antara orang-orang Quraisy. Dan Hasyim ini adalah termasuk Quraisy dan Quraisy adalah bangsa Arab yang paling mulia, sudah dikenal sejak zaman dahulu keutamaan orang-orang Quraisy di antara kabilah kabilah yang lainوقريش من العربdan Quraisy adalah termasuk bangsa Arabوالعرب من ذرية إسماعيل بن إبراهيم الخليلdan bangsa Arab adalah termasuk keturunan Ismail Bin Ibrahim Al Khalil.
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik, "Siapakah yang memberi rizki kepada kalian dari langit, yaitu dengan turunnya hujan dan dari bumi, yaitu dengan tumbuhnya berbagai tanaman dan pepohonan yang kalian dan binatang peliharaan kalian makan? Dan siapakah yang berkuasa memberikan pendengaran dan penglihatan yang kalian pergunakan? Dan siapakah yang memiliki hidup dan mati di alam ini, yang mengeluarkan makhluk yang hidup dari yang mati juga sebaliknya, yang kalian ketahui maupun tidak? Dan siapakah yang mengatur langit, bumi dan segala isinya, mengatur urusan kalian dan seuruh makhluk?" Maka mereka pasti akan menjawab, "Allah." Katakanlah kepada mereka, "Apakah kalian tidak takut akan siksa Allah apabila kalian menyembah bersama Allah dengan selaian-Nya?"Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Silsilah Ilmiyyah – Beriman Kepada MalaikatTema: Beriman dengan Keberadaan Malaikat Allah🔹 1. Beriman kepada keberadaan malaikatBeriman kepada malaikat berarti meyakini bahwa mereka benar-benar ada.Pengetahuan tentang keberadaan malaikat termasuk ilmu yang wajib diketahui oleh seorang Muslim.Allah ﷻ menyebutkan tentang malaikat dalam Al-Qur’an, dan Rasulullah ﷺ menjelaskan dalam hadits-hadits sahih tentang nama, sifat, amalan, serta pertemuan mereka dengan para nabi dan orang-orang saleh.Semua itu menunjukkan kebenaran keberadaan malaikat.Kaum Muslimin telah bersepakat tentang keberadaan malaikat. Bahkan umat-umat yang mendustakan para rasul pun mengakui adanya malaikat.🔹 2. Dalil tentang keberadaan malaikat 📖 QS. Al-Mu’minun: 24 Kaum kafir dari kaum Nabi Nuh mengakui adanya malaikat, namun mereka mengingkari kerasulan Nabi Nuh.➡️ Ini menunjukkan bahwa keberadaan malaikat merupakan perkara yang dikenal dan diakui.📖 QS. Al-Baqarah: 3“Mereka beriman kepada yang gaib.”➡️ Malaikat termasuk perkara gaib yang wajib diimani oleh orang yang bertakwa.🔹 3. Sikap seorang Muslim terhadap malaikat ❌ Tidak boleh mengingkari keberadaan malaikat.❌ Tidak boleh meragukannya hanya karena tidak pernah melihat atau mendengar mereka.❌ Tidak boleh menakwil keberadaan malaikat dengan penakwilan yang tidak berdasar, seperti menganggap malaikat hanya simbol kekuatan baik dan bukan makhluk yang nyata.⚠️ Barang siapa mengingkari keberadaan malaikat setelah datang kepadanya ilmu dan hujjah yang jelas, maka ia telah kufur.✨ Kesimpulan:Malaikat adalah makhluk Allah yang benar-benar ada. Keberadaan mereka merupakan perkara gaib yang wajib diimani. Seorang Muslim wajib meyakini keberadaan mereka berdasarkan Al-Qur’an dan hadits yang sahih.
Inti Masalah• Waktu makan mudah memicu emosi karena terasa berkaitan dengan kemampuan orang tua memenuhi kebutuhan anak.• Anak menolak makanan → orang tua merasa “gagal” atau menjadi orang tua yang buruk.• Anak menolak aturan → orang tua terdorong untuk semakin mengontrol.• Semakin anak merasa dikontrol → semakin kuat penolakan dan keinginannya menegaskan kemandirian.→ Akhirnya terjadi perebutan kekuasaan dan frustrasi semua pihak.Dua Konflik yang Bersinggungan1. Konflik internal orang tuaKetidakamanan: “Apakah saya sudah menjadi orang tua yang baik?”2. Konflik eksternal anakKedaulatan tubuh: “Kapan saya boleh memutuskan sendiri? Apakah Ibu percaya kepada saya?”🌿 Pembagian Tanggung Jawab — Ellyn SatterTugas ORANG TUA:→ Menentukan APA yang diberikan→ Menentukan DI MANA makanan diberikan→ Menentukan KAPAN makanan diberikanTugas ANAK:→ Menentukan APAKAH ia mau makan→ Menentukan BERAPA BANYAK yang ia makan dari makanan yang tersediaMengapa Kerangka Ini Penting?Pembagian tanggung jawab membantu membangun: ✓ Pola makan yang sehat✓ Pengaturan diri✓ Kepercayaan diri✓ Persetujuan✓ Rasa aman dan kemandirianIbarat sebuah wadah:Orang tua menetapkan batas luarnya — apa, di mana, kapan.Di dalam batas tersebut, anak bebas mengeksplorasi dan mengekspresikan dirinya melalui keputusan makan.💭 Pengingat untuk Orang TuaTugas saya adalah APA–KAPAN–DI MANA.“Saya sudah menyajikan makanan, menentukan waktu dan tempat makan.Saya sudah menjalankan bagian saya dengan baik.”Jika anak hanya makan pasta dan tidak mau sayur:→ Itu bagian anak.→ Kembalilah pada peran sendiri.→ Tetap jalankan tugas dan percayai anak mengerjakan bagiannya.❤️ IDE TERPENTINGMeminimalkan kecemasan seputar makanan lebih penting daripada konsumsi makanan.Tentu ada pengecualian jika anak memiliki kondisi medis atau dokter menyampaikan masalah kesehatan tertentu. Namun, tetap penting memperhatikan perasaan anak saat makan.🌱 IntinyaAnak membutuhkan orang tua yang: menetapkan batas + memancarkan kepercayaan + menghormati individualitas.Anak memiliki sedikit ruang untuk mengendalikan hidupnya.Makanan dan toilet training adalah area penting bagi orang tua untuk memeriksa kembali keinginan mengontrol dan memberikan kebebasan yang dibutuhkan anak untuk bereksplorasi, bereksperimen, dan berkembang.Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik, Dr. Becky Kennedy.
Ringkasan halaman 48–49:Anak bisa mengalami luka emosional akibat kehilangan, konflik, atau keadaan keluarga.Tidak ada cara untuk sepenuhnya melindungi anak dari penderitaan dan kecemasan.Orang tua perlu hadir, mendampingi, mendengarkan, dan menerima perasaan anak.Jangan menyalahkan atau menolak perasaan anak; berikan dukungan agar mereka merasa aman.Keluarga dan teman yang penuh kasih dapat membantu mengurangi rasa kehilangan.Jika orang tua tetap bersama, cinta, kebaikan, kepedulian, dan rasa hormat sangat penting untuk menciptakan rasa aman bagi anak.Inti: Anak tidak selalu bisa terhindar dari masalah, tetapi kasih sayang, pendampingan, dan lingkungan yang aman dapat membantu anak menghadapi kehidupan dengan lebih kuat.
Silsilah Ilmiyyah 9:Beriman Kepada Takdir AllahHalaqah 2:Dalil Wajibnya Beriman Kepada Takdir Allāh ﷻUstadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىBeriman dengan takdir Allah yang baik dan yang buruk adalah termasuk salah satu diantara enam rukun iman yang harus diimani dan telah tetap kewajibannya di dalam Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma.• Dari Al-Qur’an Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ“Sesungguhnya Kami telah menciptakan segala sesuatu dengan ketentuan.”[QS. Al-Qamar: 49] Dan Allah berfirman:… وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا“Dan Dia menciptakan segala sesuatu maka Dia pun menentukan dengan sebenar-benar penentuan.”[QS. Al-Furqan:2]Dan Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:… ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا“Dan perkara Allah adalah ketentuan yang sudah ditakdirkan.”[QS. Al-Ahzab:38]• Adapun dari As-Sunnah maka Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya oleh Malaikat Jibril alaihissalam tentang iman:أن تؤ من با لله وملا ئكته وكتبه ورسله واليوم الا خر وتؤ من بالقدرخيره وشره“Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari Akhir, dan engkau beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk.” [HR Muslim] Dan beliau ﷺ bersabda:كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى العَجْزُ والكَيْسُ“Segala sesuatu dengan takdir sampai ketidak mampuan dan kecerdasan.” [HR Muslim]• Adapun dari Ijma, maka kaum muslimin telah bersepakat atas wajibnya beriman dengan takdir Allah dan bahwasanya orang yang mengingkari takdir Allah maka dia telah keluar dari agama Islam.Berkata Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma ketika mendengar tentang munculnya orang-orang yang mengingkari takdir dan bahwasanya kejadian terjadi dengan sendirinya tanpa takdir.فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْهُمْ وَأَنَّهُمْ بُرَآءُ مِنِّي، وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ، لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ“Apabila kamu bertemu dengan mereka maka kabarkanlah kepada mereka bahwa aku (Abdullah Ibnu Umar) berlepas diri dari mereka dan mereka pun berlepas diri dariku. Demi Dzat yang Abdullah Ibnu Umar bersumpah dengan-Nya seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud kemudian menginfakkannya maka Allah tidak akan menerima darinya sampai dia beriman dengan takdir.” [Atsar ini diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam shahihnya]Yang demikian karena Allah tidak menerima amalan orang yang kafir dan termasuk kekufuran apabila seseorang mengingkari takdir Allah azza wajalla.Berkata Al Imam An Nawawi rahimahullah,hوَقَدْ تَظَاهَرَتِ الْأَدِلَّةُ الْقَطْعِيَّاتُ مِنَ الْكِتَابِ وِالسُّنَّةِ وَإِجْمَاعِ الصَّحَابَةِ وَأَهْلِ الْحَلِّ وَالْعَقْدِ مِنَ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ عَلَى إِثْبَاتِ قَدَرِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى“Telah banyak dalil-dalil yang jelas tetapnya yang saling menguatkan dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma Shahabat dan para Ahlul Halli wal Aqdi, (yaitu orang-orang yang punya wewenang dari tokoh-tokoh kaum muslimin) dari kalangan salaf dan kholaf yang menunjukkan atas penetapan takdir Allah Subhānahu wa Ta’āla.” [Al Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnu Al Hajjaj jilid I hal 155]Dan berkata Ibnu Hajar rahimahullah,و مذهب السلف قاطبة أن الأمورَ كلها بتقدير الله تعالى“Dan Manhaj seluruh salaf bahwa perkara-perkara semuanya dengan takdir Allah Ta’āla.” [Fathul Baari jilid 11 hal 478]@dnfnunu | @komunitas.beekind | #JejakIlmuHSI
Janganlah kalian memakan binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Allah
Mensyukuri nikmat Allah dan mengakui berasal darinya
Siti Nadiroh
📍 Kabupaten Brebes
Beginilah nasib Abu Lahab (yang berhak mendapatkan kutukan Allah ﷻ dan siksa-Nya), yang sangat membenci dan memusuhi Rasulullah ﷺ, serta memerangi dakwah beliau dengan keji. Menjelang kematiannya, berbagai kehinaan dan kerendahan ditempakan kepadanya serta dinyatakan sebagai orang yang celaka.Abu Rafi’ bekas sahaya Rasulullah ﷺ berkata, “Allah ﷻ memanah dengan adas hingga membunuhnya. Ketiga putranya itu membiarkannya selama tiga hari setelah kematiannya. Jasadnya tidak dikubur, kecuali setelah mengeluarkan aroma tidak menyenangkan.Kaum Quraisy menghindari adas ini sebagaimana mereka menghindari wabah kolera. Hingga seorang lelaki Quraisy berkata kepada mereka, “Celakalah kalian berdua, tidakkah kalian merasa malu jika ayah kalian jasadnya membusuk di rumahnya karena tidak kalian kuburkan?” Keduanya menjawab, “Kami takut jika luka ini menular.” Lelaki berkata, “Pergilah, aku akan membantu kalian mengurus jasadnya.” Demi Allah, mereka tidak memandikannya kecuali menyiramkan air dari kejauhan tanpa mendekatinya. Setelah itu, mereka membawanya ke dataran tinggi Makkah dan menyandarkannya di sebuah dinding. Kemudian mereka melemparinya dengan bebatuan.”
Tafsir Ibnu KatsirQS Al-Araf:178Allah subhanahu wata'āla berfirman bahwa barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, maka sesungguhnya dia telah merugi, kecewa, dan sesat tanpa dapat dielakkan lagi. Karena sesungguhnya sesuatu yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi, dan sesuatu yang tidak dikehendakiNya pasti tidak akan terjadi. Karena itulah di dalam hadis Ibnu Mas'ud r.a. disebutkan hal seperti berikut:Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan, memohon hidayah, dan memohon ampun hanya kepada-Nya. Dan Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu kami dan keburukan-keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah, tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya Dan saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.Hadis selengkapnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para pemilik kitab sunnah dan kitab-kitab lainnya,
📍 Kota Surabaya
Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah dua serigala lapar yang dilepaskan di tengah sekawanan kambing lebih merusak daripada ambisi seseorang terhadap harta dan kedudukan yang merusak agamanya.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini menjadi peringatan bagi seorang pengusaha: yang berbahaya bukanlah memiliki harta atau mengejar kesuksesan, tetapi ketika ambisi terhadap keduanya membuat takwa dikorbankan.Tanpa takwa, bisnis bisa berubah menjadi arena untuk membenarkan segala cara: mengejar omzet dengan kebohongan, mengorbankan kejujuran demi keuntungan, atau mengejar nama dan pengakuan hingga melupakan Allah. Karena itu, jangan hanya berdoa agar bisnis dibesarkan. Berdoalah agar ketika harta dan kedudukan dibesarkan, iman dan takwa tetap lebih besar.
📍 Kota Surabaya
Ada beberapa poin yang sangat ngena:1. Saat rezeki lapang, jangan perlakukan seluruhnya sebagai “uang untuk dinikmati”Nabi Yusuf mengarahkan agar hasil panen selama 7 tahun subur tetap disimpan dalam bulirnya, supaya tahan lama dan tidak cepat rusak.Kalau ditarik ke finansial:Ketika income sedang baik, tidak semua peningkatan income harus berubah menjadi peningkatan lifestyle.Sebagian perlu diamankan untuk masa depan.2. Saving bukan berarti tidak boleh menikmati rezekiIni bagian yang menarik dari tafsir Ibnu Katsir: “Terkecuali sekadar apa yang kalian makan…”Jadi bukan disuruh menyimpan semuanya. Ada yang boleh dikonsumsi. Tetapi secukupnya.Ibnu Katsir bahkan menekankan “Makanlah dalam kadar yang minim, jangan berlebih-lebihan…”Ini bukan berarti Islam mengajarkan kita harus hidup sengsara.Tapi ada prinsip: Consume → save → prepareDari kisah Nabi Yusuf, ada pelajaran tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi masa sulit. Rezeki yang banyak belum tentu membuat seseorang aman. Kalau tidak dikelola, kelapangan hari ini bisa habis sebelum kesempitan datang.
Rachmatika
📍 Kota Administrasi Jakarta Barat
Sesungguhnya apa yang mereka kerjakan dan mereka anggap sebagai perbaikan adalah perbutan kerusakan, akan tetapi mereka tidak menyadarinya karena kebodohan dan pengingkaran mereka.
KRITERIA KELUARGA TANGGUHApresiasi dan AfeksiMemiliki kepedulian satu satu dan saling mengekspresikannya. Catet nih, diekspresikan. Sesederhana suami memuji masakan istri, istri yang mengucapkan terimakasih kepada suami ketika uang bulanan masuk rekening. KomitmenYaitu seberapa banyak anggota keluarga menginvestasikan waktu dan energi pada aktivitas keluarga dan tidak membiarkan aktivitas lain menyita terlalu banyak waktu interaksi dengan keluarga. Kesetiaan kepada pasangan juga termasuk bagian komitmen. Komunikasi PositifMenyempatkan waktu untuk berbicara dan mendengarkan satu sama lain agar tetap terhubung. Bercanda pun menjadi aspek penting dalam komunikasi positif, mengekspresikan perasaan hangat, mengurangi kecemasan, menghibur, dan membantu menghadapi situasi sulit.