📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka24 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Better me - Anna Silvia

Alasan mengapa harus menerima hal-hal diluar kontrol kita(1)Seperti kepompong yang retak akhirnya menjadi kupu-kupu. Kepompong yang retak itu bukan karena cacat atau rusak, tetapi karena memang begitu cara kerjanya.Tujuan dari kepompong itu adalah untuk tempat si kupu-kupu bertransformasi. Bukan tempat tinggal si kupu-kupu untuk selamanya. Ternyata retaknya itu bukan sesuatu yang buruk, melainkan sebagai awal yang baru.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 6

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:6)Tema: KEPASTIAN HARI KIAMAT (Ayat 1-37)Subtema: Orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa (Ayat 1-12)Kaum ‘Ad merupakan kaum yang lebih dahulu ada dibandingkan kaum Tsamud. Oleh karenanya kaum ‘Ad disebut kaum ‘Adanil Ula (kaum ‘Ad yang pertama), adapun kaum Tsamud disebut sebagai kaum ‘Ad yang kedua (15). Karena antara kaum ‘Ad dan kaum Tsamud mereka memiliki hubungan keturunan, yaitu dimana kaum Tsamud asalnya merupakan keturunan dari kaum ‘Ad. Intinya kaum ‘Ad adalah kaum yang dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang.Kaum ‘Ad merupakan kaum yang dahulunya istimewa karena Allah ﷻ banyak kenikmatan kepada mereka. Mereka diberi keutamaan oleh Allah ﷻ berupa tubuh yang besar dan kuat melebihi nenek moyang mereka yaitu kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِن بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً“Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan.” (QS. Al-A’raf : 69)Akan tetapi karena saking kuatnya mereka, ternyata kenikmatan tersebut mengantarkan mereka kepada kesombongan. Sebagaimana firman Allah ﷻ,فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۖ أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ“Maka adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (QS. Fusshilat : 15)Karena kesombongan dan pembangkangan mereka terhadap Nabi Hud ‘alaihissalam, maka Allah ﷻ mengirimkan azab kepada mereka berupa angin. Adapun angin tersebut bukanlah angin biasa, melainkan angin yang disifat dengan صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ. Adapun angin صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ ini memiliki tiga sifat. Pertama, dia adalah angin yang sangat dingin lagi sangat menyiksa. Kedua, dia adalah angin yang sangat bising dan keras, sebagaimana tafsiran Imam Al-Qurthubi dan Thahir Ibnu ‘Asyur terhadap makna صَرْصَرٍ (16). Ketiga, dia adalah angin yang sangat kencang. Bahkan karena saking kencangnya (17), Allah ﷻ menggambarkannya sebagaimana kencangnya angin tersebut di dalam surah Al-Qamar. Allah ﷻ berfirman,إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّ، تَنزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنقَعِرٍ“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus, yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.” (QS. Al-Qamar : 19-20)Maka kita bisa bayangkan bagaimana badan mereka yang sangat kuat dan besar, akan tetapi angin lebih mampu untuk mengangkat badan-badan mereka. Ketika angin tersebut datang, mereka bersembunyi mencari tempat yang aman, ada yang masuk ke dalam gua, turun ke bawah sumur. Tetapi angin tersebut seakan-akan mencari mereka, memasuki semua tempat persembunyian mereka bagaimanapun sempitnya. Angin tersebut masuk ketempat-tempat persembunyian mereka lalu mengambil mereka, seperti sebuah pohon yang dicabut hingga ke akar-akarnya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka24 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa pada hari kiamat kelak, Allah ﷻ mematikan seluruh manusia, dan beliaulah yang pertama kali bangun. Ketika beliau sadar, tiba-tiba beliau melihat Nabi Musa sudah sadar.Apakah Nabi Musa ‘alaihissalam lebih dahulu sadar sebelum Nabi Muhammad ﷺ sehingga menandakan bahwa Nabi Musa ‘alaihissalam memiliki kemuliaan dari sisi tersebut? Ataukah beliau tidak dimatikan karena pernah dipingsankan saat hendak melihat Allah ﷻ di Bukit Thursina? Kondisi tersebut bisa menjadikan Nabi Musa ‘alaihissalam memiliki kelebihan.Intinya, secara umum dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ lebih utama daripada seluruh nabi. Namun, ada beberapa nabi yang memiliki kelebihan pada hal-hal tertentu.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI24 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Beriman kepada Qadha dan Qadhar halaqah 1

Halaqah yang pertama dari Silsilah Ilmiyyah Beriman dengan Takdir Allah adalah tentang “Pengertian Al Qadha dan Al Qadar”.Al Qadha dan Al Qadar adalah dua kata yang apabila berdampingan maka masing-masing memiliki makna tersendiri.Al QadhaSecara bahasa diantara maknanya adalah memutuskan, menyelesaikan, menyempurnakan, dan mewajibkan.Allah berfirman,وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ…[QS Al-Isra’ 23] “Dan Rabb-mu mewajibkan supaya kalian tidak menyembah kecuali kepada-Nya.”Dan Allah berfirman,وَاللَّهُ يَقْضِي بِالْحَقِّ ۖ…[QS Ghafir 20] “Dan Allah memutuskan dengan benar.”Dan Allah berfirman,فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ…[QS Al-Baqarah 200] “Maka apabila kalian menyelesaikan manasik haji kalian hendaklah kalian mengingat Allah, seperti kalian mengingat bapak-bapak kalian atau lebih banyak.”Adapun secara syariat yang dimaksud dengan Al Qadha adalah apa yang Allah putuskan pada makhluk-Nya baik berupa pengadaan, peniadaan, atau perubahan sesuai dengan Qadar atau ketentuan Allah sebelumnya.Al QadarSecara bahasa adalah menentukan.Adapun secara syariat maka Al Qadar adalah apa yang sejak dahulu atau azali sudah Allah tentukan akan terjadi.Dengan demikian Al Qadar lebih dahulu daripada Al Qadha, karena Al Qadar adalah ketentuan Allah sejak azali sedangkan Al Qadha adalah keputusan Allah setelah itu, berupa pengadaan atau peniadaan atau pengubahan. Dan keduanya saling melazimi tidak bisa dipisah satu dengan yang lain.Apa yang Allah tentukan akan Dia putuskan dan apa yang menjadi keputusan Allah maka itulah yang dia tentukan sebelumnya.Namun apabila kata Al Qadha atau Al Qadar datang sendiri dalam sebuah kalimat maka maknanya mencakup makna kata yang lain.Al Qadha adalah ketentuan Allah sejak dahulu dan keputusan-Nya. Demikian pula Al Qadar adalah ketentuan Allah sejak dahulu dan keputusan-Nya.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 46-47

Dia (Isa) berbicara kepada manusia ketika masih bayi, sebelum waktunya berbicara. Dia juga berbicara kepada manusia ketika dewasa, setelah kekuatan fisik dan kedewasaannya sempurna. Dia berbicara kepada mereka tentang ajaran yang bersisi seruan untuk memperbaiki urusan agama dan dunia mereka dan dia termasuk orang-orang saleh dalam berbicara dan bertindak.Maryam mengungkapkan keheranannya tentang dirinya yang bisa mempunyai anak tanpa seorang suami dengan mengatakan "Bagaimana mungkin aku punya anak, sedangkan aku tidak pernah didekati oleh laki-laki manapun, bsik secara halal maupun haram?!" Malaikat menjawabnya, "Sama seperti Allah menciptakan anak untukmu tanpa ayah, Dia juga menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya dengan cara yang tidak biasa. Apabila Allah menghendaki sesuatu, Dia cukup mengatakan kepada-Nya, "Jadilah", maka jadilah sesuatu itu. Jadi tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya."

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah : 25 balasan untuk orang beriman kepada Allah Ta’ala dan beramal Saleh

25) Jika ancaman tersebut di atas diperuntukkan bagi orang-orang kafir, maka berikanlah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang beriman kepada Allah -Ta'alā- dan beramal saleh bahwa mereka akan mendapatkan balasan yang menyenangkan. Yaitu Surga yang sungai-sungainya mengalir dari bawah istana-istana dan pohon-pohonnya. Setiap kali mereka disuguhi hidangan berupa buah-buahan yang bagus, mereka berkata, "Ini sama seperti buah-buahan yang pernah kita nikmati sebelumnya." Karena buah-buahan itu mirip sekali dengan buah-buahan yang ada di dunia.Mereka diberi hidangan buah-buahan yang bentuknyadan namanya mirip dengan buah-buahan yang ada di dunia agar mereka tertarik kepada-Nya karena merasa sudah kenal sebelumnya. Namun cita rasa dan kelezatannya benar-benar berbeda. Di dalam Surga itu mereka mempunyai isteri-isteri yang bersih dari segala hal menjijikkan yang terbayang di benak penduduk dunia. Mereka hidup dalam kenikmatan abadi yang tidak akan berbatas. Berbeda dengan kenikmatan dunia yang serba terbatas.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Surat ar-ra'd

Allah lah yang meninggikan tujuh langit dengan kekuasaan-Nya tanpa tiang sebagaimana yang kalian lihat, kemudian Dia beristiwa (yakni ala wa irtafa'a (tinggi dan meninggi)) di atas Arsy, yaitu istiwa yang selaras dengan keagungan dan kebesaran-Nya. Dia menundukkan matahari dan bulan untuk kemanfaatan manusia. Masing-masing dari keduanya beredar di orbitnya hingga hari Kiamat. Dia mengatur urusan dunia dan akhirat, Dia menjelaskan kepada kalian tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan-Nya dan bahwa tiada Illah yang berhak disembah kecuali Dia; agar kalian yakin kepada Allah dan tempat kembali kepada-Nya. Karena itu, percayalah dengan janji dan ancaman-Nya, dan murnikan peribadatan untuk-Nya semata.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka24 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Diterimanya Sedekah Meskipun Salah Sasaran Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Ada seseorang berkata, ‘Sungguh aku malam ini benar-benar akan bersedekah.’ Lalu ia pun keluar membawa sedekahnya dan meletakkannya di tangan seorang pelacur (yang dia kira orang miskin). Keesokan paginya, orang-orang membicarakan, ‘Tadi malam ada sedekah diberikan kepada pelacur!’ Orang itu berkata, ‘Ya Allah, bagi-Mu segala puji atas (sedekah yang jatuh kepada) pelacur. Aku akan bersedekah lagi malam ini.’ Lalu ia keluar lagi membawa sedekahnya, kemudian ia meletakkannya di tangan seorang kaya. Keesokan paginya, orang-orang membicarakan, ‘Tadi malam ada sedekah diberikan kepada orang kaya!’ Orang itu berkata, ‘Ya Allah, bagi-Mu segala puji atas (sedekah yang jatuh kepada) orang kaya. Aku akan bersedekah lagi.’ Lalu ia keluar lagi membawa sedekahnya, kemudian ia meletakkannya di tangan seorang pencuri. Keesokan paginya, orang-orang membicarakan, ‘Tadi malam ada sedekah diberikan kepada pencuri!’ Maka ia berkata, ‘Ya Allah, bagi-Mu segala puji atas (sedekah yang jatuh kepada) pelacur, dan atas orang kaya, dan atas pencuri.’ Lalu ia didatangi (oleh malaikat atau dalam mimpi) dan dikatakan kepadanya, ‘Adapun sedekahmu, sungguh telah diterima. Adapun pelacur itu, semoga ia menjaga kehormatan dirinya (tidak berzina lagi) berkat sedekah itu. Dan semoga orang kaya itu mengambil pelajaran sehingga ia mau berinfak dari apa yang Allah berikan kepadanya. Dan semoga pencuri itu menjaga dirinya (tidak mencuri lagi) berkat sedekah itu.'” (HR. Muslim)

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan:37

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:37)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Firman Allah subhanahu wata'āla:Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu. (Muhammad:10)Demikian pula yang telah dilakukan oleh Allah subhanahu wata'āla terhadap kaum Nuh a.s. yang mendustakan Rasul-Nya. Barang siapa yang mendustakan salah seorang rasul Allah, berarti ia mendustakan semua rasul Allah, sebab tidak ada bedanya antara rasul yang satu dengan rasul yang lainnya. Seandainya Allah menakdirkan untuk mengutus kepada mereka semua rasul, maka pastilah mereka akan mendustakan para rasul Allah itu. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. (Al Furqaan:37)Allah subhanahu wata'āla tidak mengutus kepada mereka selain Nuh a.s. saja. Ia tinggal di kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun, seraya menyeru mereka untuk menyembah Allah subhanahu wata'āla dan memperingatkan mereka akan azab Allah (bila mereka tidak menaati seruannya).Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit (Huud:40)Karena itulah Allah menenggelamkan mereka semuanya, sehingga tiada seorang pun dari mereka yang tersisa, dan tidak ada seorang Bani Adam pun yang ada di muka bumi tersisa kecuali orang-orang yang menaiki perahu Nuh a.s.dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. (Al Furqaan:37)Yakni pelajaran yang dijadikan sebagai peringatan bagi mereka, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung), Kami bawa (nenek moyang) kalian ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kalian dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (Al Haaqqah:11-12)Kami biarkan kalian menaiki bahtera menempuh ombak lautan agar kalian ingat akan nikmat Allah kepada kalian, bahwa kalian telah diselamatkan dari tenggelam, dan menjadikan kalian termasuk keturunan orang-orang yang beriman kepada-Nya dan membenarkan perintah-Nya.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka24 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 16 Memahami Arti Bacaan Sholat Disertai Dzikir dan Doa Setelah Shalat

Zikir dan Doa Setelah Sholat FarduSetelah selesai sholat fardu, dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, tetapi melanjutkannya dengan zikir dan doa.Zikir Setelah SholatBeristighfar 3 kali.Membaca: Allahumma antas-salamu wa minkas-salam, tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram.Membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.Membaca tasbih 33 kali — Subhanallah.Membaca tahmid 33 kali — Alhamdulillah.Membaca takbir 33 kali — Allahu akbar.Menyempurnakannya dengan: La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.Membaca Ayat Kursi.Doa Setelah SholatSetelah berzikir, kita dapat memohon kepada Allah sesuai kebutuhan dan hajat. Di antara doa yang dapat dipanjatkan adalah:Memohon ampunan kepada Allah.Mendoakan kedua orang tua.Memohon agar Allah menjadikan kita orang yang bersyukur atas nikmat-Nya.Memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.Memohon keluarga dan anak-anak yang saleh.Memohon perlindungan dari berbagai keburukan.Memohon perlindungan dari keburukan yang berasal dari anggota tubuh kita.Memohon kemudahan ketika menghadapi kesulitan.Memohon kebaikan dunia dan akhirat.Adab BerdoaAgar doa lebih sempurna, di antara adabnya adalah:Memilih waktu yang mustajab.Menghadap kiblat.Mengangkat kedua tangan.Mengawali doa dengan memuji Allah, kemudian bersalawat kepada Nabi ﷺ.Meminta kebaikan dan tidak memohon sesuatu yang buruk.Yakin kepada Allah dan tidak ragu terhadap pertolongan-Nya.Mengulangi doa tiga kali.Tidak tergesa-gesa dalam menunggu terkabulnya doa.Intinya: setelah sholat, gunakan waktu untuk mendekat kepada Allah melalui zikir dan doa. Mohonlah ampunan, kebaikan, keberkahan, perlindungan, serta kebaikan untuk diri sendiri, orang tua, keluarga, dan kehidupan dunia hingga akhirat.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah ayat 7

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 7خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌArtinya:“Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”Makna KhatamaDi sini, khatama artinya menutup atau mengunci.Mereka ini seperti sudah distempel. Maksudnya, tidak ada lagi perubahan. Mau diberi nasihat, sudah tertutup; tidak bisa terbuka atau tidak peduli. Hati mereka tertutup.Mereka diberi tahu, tetapi tidak mendengar.Kita berdoa semoga Allah membuka hati mereka dan memberikan hidayah. Tetapi kalau sudah ditutup oleh Allah, yakni orang kafir yang hatinya telah distempel, sampai kapan pun mereka tidak mendapatkan hidayah.Jadi, ini menunjukkan bahwa orang kafir yang belum distempel atau belum dicap hatinya masih mungkin mendapatkan hidayah. Tetapi jika Allah sudah menjelaskan bahwa hati mereka telah distempel atau ditutup, mereka tidak mungkin mendapatkan hidayah.Hati, Pendengaran, dan Penglihatan yang TertutupDi sini pendengaran dan penglihatan mereka tertutup sehingga mereka tidak bisa melihat kebenaran.Kebenaran sudah ada di depan mata, tetapi mereka tidak bisa memahami.Allah berfirman:“Sungguh, Kami benar-benar telah memenuhi neraka Jahanam dari kalangan jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar.”Di sini Allah sudah menutup hati mereka.‘Adzabun ‘AzimKemudian Allah berfirman:وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ“Dan bagi mereka azab yang amat berat.”Kata ‘adzabun berbentuk nakirah atau tankir, yang salah satu tujuannya adalah untuk menunjukkan ta’zhim, yaitu pengagungan atau menunjukkan betapa besarnya sesuatu.Maksudnya, ini bukan azab sembarangan. Azabnya luar biasa, baik secara kualitas maupun kuantitas, dan hanya Allah yang mengetahuinya.Kata ‘azim artinya dahsyat atau luar biasa, yang semakin menekankan bahwa azab tersebut benar-benar sangat berat.Hati Adalah Pemimpin Anggota TubuhKata para ulama, Allah mendahulukan penyebutan qulub, yaitu hati.Penyebutan hati didahulukan karena hati sangat penting. Hati disebut sebagai malikul a‘dha’, yaitu raja atau pemimpin bagi anggota tubuh yang lainnya.Sehingga hati memiliki pengaruh yang luar biasa.Rasulullah ﷺ bersabda bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuh. Itulah hati.Namun, meskipun hati adalah pemimpin bagi anggota tubuh, anggota tubuh juga memiliki pengaruh terhadap hati.Dosa dan Noda Hitam pada HatiRasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ketika seorang hamba melakukan dosa, akan diberikan satu titik hitam pada hatinya.Jika ia bertaubat dan meninggalkan dosa tersebut, maka titik hitam itu dihapuskan.Namun, jika ia terus melakukan maksiat, maka noda hitam tersebut akan semakin bertambah hingga menutupi hatinya.Inilah yang perlu kita waspadai.Dosa yang dilakukan terus-menerus dapat membuat hati semakin tertutup dan semakin sulit menerima kebenaran.PenutupInilah sifat-sifat orang kafir yang dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 6–7.Sedangkan Allah menjelaskan sifat-sifat orang beriman dalam QS. Al-Baqarah ayat 1–5.Tinggal kita memilih, mana di antara kedua jalan tersebut yang akan kita tempuh.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka24 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan — Temanilah Anak Shalat di Masjid

Ringkasan — Temanilah Anak Shalat di MasjidMengapa anak perlu dibiasakan ke masjid?Membentuk kebiasaan sejak diniKehadiran anak di masjid membuat mereka terbiasa melihat orang-orang melaksanakan shalat berjamaah. Dari sini anak belajar bahwa shalat adalah bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.Belajar dari lingkungan dan teladanAnak dapat melihat langsung orang dewasa, para jamaah, dan orang-orang saleh yang menjaga shalat. Lingkungan masjid menjadi tempat yang baik untuk menanamkan kebiasaan beribadah.Masjid memberikan ketenangan dan kekuatan imanMasjid adalah rumah Allah. Berada di dalamnya dapat memberikan ketenangan jiwa, menambah kekuatan iman, dan membuat seseorang merasakan kelezatan dalam beribadah.Membentuk kebiasaan baik hingga dewasaKebiasaan pergi ke masjid sejak kecil diharapkan terbawa hingga dewasa dan menjadi bagian dari kehidupan anak.Tentang anak-anak di masjid:Tidak ada ketetapan dalam Al-Qur'an maupun sunnah yang melarang anak-anak hadir di masjid untuk shalat. Anak terkadang bermain atau menangis, dan hal tersebut pernah terjadi pada masa Nabi ﷺ. Bahkan para sahabat biasa mengajak anak-anak mereka yang masih kecil ke masjid.Pesan penting:🌷 Jangan menjauhkan anak dari masjid hanya karena mereka masih kecil.🌷 Dampingi dan ajarkan adab di masjid secara bertahap.🌷 Jadikan masjid sebagai tempat anak belajar mencintai shalat dan ibadah.Intinya:Jika anak tidak dibiasakan mengenal masjid dan shalat sejak kecil, maka lingkungan di luar masjid yang akan lebih banyak membentuk mereka.Masjid bukan hanya tempat untuk shalat, tetapi juga tempat menanamkan iman dan membentuk kebiasaan baik anak sejak dini.

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI24 Agustus 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 76

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 76 | Amalan Seseorang Dinilai di AkhirnyaHalaqah 76 | Amalan Seseorang Dinilai di AkhirnyaKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-76 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَالْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ“Dan amalan-amalan adalah dengan akhir-akhirnya.”Amalan yang dianggap  di sisi Allāh ﷻ itu adalah sesuai dengan amalan terakhir yang dia lakukan. Kalau misalnya selama di dunia dia dalam keadaan kufur, terakhir hidupnya dia masuk dalam agama Islam, maka al-a‘mal bil-khawātim, amalan itu sesuai dengan akhirnya, dia akan masuk ke dalam surga karena dia meninggal di atas Islam meskipun sebagian besar hidupnya adalah di atas kekufuran tapi kalau akhirnya diakhiri dengan keislaman maka dia masuk ke dalam Surga.Sebaliknya, kalau seseorang sebagian besar hidupnya hidup di dalam Islam kemudian terakhirnya dia meninggalkan Islam dan meninggal di atas kekufuran maka dia masuk ke dalam Neraka.Ini menunjukkan bahwasanya diantara jenis manusia ada diantara mereka yang dari awal sampai akhir Istiqomah, dari semenjak dia lahir, lahir di tengah-tengah orang Islam dan orangtuanya juga di atas sunnah, dia kenal sunnah semenjak kecil, menjadi seorang penuntut ilmu, akhirnya menjadi seorang mungkin ulama dan sampai dia meninggal dunia di atas Islam.Ada diantara mereka dari sejak awal kehidupannya itu di atas kekufuran artinya tinggal di tengah-tengah orang yang kafir dan tumbuh sebagai anak yang diajari tentang kekufuran, sehingga dia dewasa dalam keadaan dia kufur sampai dia tua dan sampai dia meninggal dunia dalam keadaan dia kufur.Dan ada di antara manusia yang berbeda keadaannya di awal dengan di akhir, ada yang di awalnya Islam akhirnya kufur, ada yang di awalnya dia kufur di akhirnya dia Islam. Kalau yang pertama tadi kalau dia meninggal di atas Islam maka akan masuk ke dalam surga, kalau seseorang meninggal di atas kekufuran maka akan masuk ke dalam neraka, bagaimana dengan orang yang berpindah tadi dari Islam ke kufur atau dari kufur ke Islam mana yang dipakai? al-a‘mal bil-khawātim, amalan itu sesuai dengan akhirnya.Dalam sebuah hadits, dari ʿAbdullāh bin Masʿūd raḍiyallāhu ʿanhu, Rasūlullāh ﷺ bersabda:إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكِتَابِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، فَوَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا.Sesungguhnya salah seorang di antara kalian akan dikumpulkan penciptaannya oleh Allāh ﷻ di dalam perut ibunya, 40 hari pertama itu sebagai Nutfah, 40 hari yang kedua sebagai ‘alaqah, kemudian 40 hari yang ketiga sebagai Mudhghah, genap 120 hari Allāh ﷻ akan mengirimkan malaikat kemudian dia meniupkan nyawa (ruh) sehingga hiduplah segumpal daging tersebut yang sudah sempurna anggota badannya.Kemudian diperintahkan malaikat tadi untuk menulis rezkinya, ajalnya, amalannya, apakah dia adalah termasuk orang yang bahagia atau orang yang celaka. Kemudian Beliau ﷺ menyebutkan, dan sungguh salah seorang di antara kalian mengamalkan amalan penduduk surga, sebagai seorang muslim yang taat, kemudian tidak ada jarak di antara dia dengan surga kecuali satu dzira’ saja, satu jengkal saja, menunjukkan bahwasanya dia mengamalkan amal sholeh, seorang muslim mengamalkan amal sholeh sampai jarak antara dia dengan surga adalah jarak yang dekat, akan tetapi sudah didahului dengan takdir Allāh ﷻ, takdir Allāh ﷻ disebutkan bahwasanya orang ini akan masuk ke dalam nerakaفَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِakhirnya karena memang sudah ditakdirkan sebelumnya pasti akan dimudahkan untuk melakukan sesuatu yang akhirnya menjadi sebab dia masuk kedalam Neraka, sehingga akhirnya yang awalnya dia kelihatannya mengamalkan amalan penduduk Surga, akhirnya dengan satu sebab dia melenceng dan menyimpang kemudian melakukan amalan penduduk nerakaفَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَاsehingga akhirnya dia pun masuk ke dalam neraka, karenaكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُapa yang sudah ditulis oleh Allāh ﷻ pasti akan terjadi, orang akan dimudahkan untuk melakukan sesuatu yang memang dia ditakdirkan untuknya.Buatkan gambarnya yang bagus, warna pastel ungu, mudah dibaca, tidak perlu ada gambar orang, ada gambar bunga lecil dan bintal kecil, pelangi kecil, tanaman kecil..buat semenarik mungkin yaa..biar orang lain senang bacanya

💬 0 komentar📅 24 Agu 2026Baca selengkapnya →