📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 43-45

43 Wahai Maryam! Perpanjanglah berdiri di waktu salat, bersujudlah kepada Tuhanmu, dan rukuklah kepada-Nya bersama orang-orang yang rukuk di antara hamba-hamba-Nya yang saleh!" 44 Kisah tentang Zakaria dan Maryam -‘alaihimassalām- tersebut adalah bagian dari perkara gaib yang Kami wahyukan kepadamu -wahai Rasul-. Engkau tidak berada di antara para ulama dan orang-orang saleh yang ketika itu berseteru tentang siapa yang paling berhak mengasuh Maryam, sampai akhirnya mereka terpaksa menggunakan undian. Mereka melempar pena masing-masing dan pena Zakaria -‘alaihissalām- menjadi pemenangnya. 45 Ingatlah -wahai Rasul- ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu tentang anak yang Dia ciptakan tanpa seorang ayah, melainkan dengan kalimat dari Allah, yaitu dengan mengatakan, 'Jadilah!', maka jadilah seorang anak dengan izin Allah. Nama anak itu ialah Almasih Isa bin Maryam. Dia memiliki kedudukan yang tinggi di dunia dan di akhirat dan dia termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah -Ta‘ālā-.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka21 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Firman Allah ﷻ di dalam surat Al-Baqarah ayat 261, yang artinya: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."Firman Allah ﷻ di dalam surat al-Baqarah ayat 265, yang artinya:"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat."

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka21 Agustus 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Lingkungan anak

Ringkasan:Hasil survei menunjukkan bahwa 70% remaja menyetujui hubungan orang tua dan anak, sedangkan hanya 33% orang tua yang menyetujuinya. Orang tua terkadang tidak menyadari tekanan emosional yang dialami anak akibat hubungan keluarga yang kurang sehat.Orang tua perlu berani menyadari kesalahan, memperbaiki perilaku, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pasangan serta keluarga. Jika orang tua berpisah, tetaplah saling menghargai dan tidak terus menonjolkan kesalahan mantan pasangan.Anak merasa dirinya merupakan bagian dari kedua orang tuanya. Karena itu, menyebut salah satu orang tua sebagai “orang jahat” dapat menyakiti perasaan anak dan membuatnya mengalami beban emosional.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Asy-Syuara

1️⃣ Awasi hatimu dan perbaikilah, sebab yang akan selamat di akhirat nanti hanyalah yang hatinya selamat (dari keburukan)2️⃣ Waspadalah dari orang-orang yang menyesatkan, agar kita tidak ikut tersesat dan ikut masuk neraka3️⃣ Carilah teman yang saleh dan baik, dengan harapan bisa mendapat syafaat dari mereka di akhirat nanti biiznillah

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah : 5

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:5)Tema: KEPASTIAN HARI KIAMAT (Ayat 1-37)Subtema: Orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa (Ayat 1-12)Catatan kaki:211273. Yang dimaksud dengan "kejadian luar biasa itu" ialah petir yang amat keras yang menyebabkan suara yang mengguntur yang dapat menghancurkan.Telah dimaklumi bahwa kaum Tsamud dibinasakan dengan صَيْحَةٌ (suara yang sangat keras). Namun dalam ayat ini Allah ﷻ menggunakan ungkapan طَاغِيَةٌ yang bermakna sesuatu yang melampaui batas. Ada dua penafsiran ulama tentang maksud dari kata طَاغِيَةٌ.Pendapat pertama, Allah ﷻ menggunakan kata طَاغِيَةٌ dalam ayat ini untuk menunjukkan bahwa mereka dibinasakan dengan suara keras yang tidak wajar dan sangat melampaui batas. Jika suara guntur di zaman sekarang yang sering didengar oleh manusia saja terkadang membuatnya ketakutan, maka suara guntur yang terdengar oleh kaum Tsamud saat itu adalah suara guntur yang sangat keras melampaui batas sehingga membuat mereka meninggal dunia. Inilah kenapa Allah ﷻ menyebut طَاغِيَةٌ.Pendapat kedua, yang dimaksud dengan طَاغِيَةٌ adalah Qudar bin Salif, yaitu orang yang membunuh untanya Nabi Shalih ‘alaihissalam (12). Ketika Nabi Shalih ‘alaihissalam diutus kepada kaum Tsamud, bersamaan dengan itu Allah ﷻ kirimkan unta Allah ﷻ sebagai mukjizat. Dan Nabi Shalih ‘alaihissalam telah melarang dan memperingatkan kaumnya agar jangan sampai berani mengganggu unta tersebut, karena mereka bisa ditimpa azab dengan sebab itu. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ“Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa azab’.” (QS. Hud : 64)Namun mereka tidak menghiraukan itu. Dan sebagaimana firman Allah ﷻ,كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا، إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا“(Kaum) Tsamud telah mendustakan (Rasul-Nya) karena mereka melampaui batas (zalim), ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka.” (QS. Asy-Syams : 11-12)Akhirnya mereka pun bermusyawarah, lalu bangkitlah seorang yang disebut oleh Ahli sejarah namanya adalah Qudar bin Salif (13). Dia bangkit dan pergi untuk membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Dia lah yang disebut dengan طَاغِيَةٌ, yaitu orang yang sangat zalim dan telah melampaui batas karena kenekatannya untuk membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Namun yang perlu diperhatikan di sini adalah walaupun yang membunuh hanya Qudar bin Salif seorang, akan tetapi Allah ﷻ menyandarkan perbuatan Qudar bin Salif terhadap mereka seluruhnya(14). Oleh karenanya kita dapati Allah ﷻ berfirman tentang mereka,فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا، وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا“Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah), dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.” (QS. Asy-Syams : 14-15)Meskipun yang melakukan hanya satu orang, akan tetapi karena yang lainnya telah bermusyawarah dan ridha dengan dibunuhnya unta Nabi Shalih ‘alaihissalam, maka hukum bagi yang lainnya pun sama, yaitu mereka dihukumi ikut membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Oleh karenanya tatkala Allah ﷻ mengatakan,فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ“Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.”Yaitu seakan-akan Allah ﷻ mengatakan “Adapun kaum Tsamud, mereka telah dibinasakan karena perbuatan satu orang dan mereka ridha.” Oleh karena itu, ini juga merupakan peringatan terkait sikap setuju terhadap sebuah kemaksiatan. Bisa jadi seseorang tidak melakukan kemaksiatan, kesyirikan, dan kekufuran itu secara langsung, tetapi dia setuju dan tidak berusaha mengingkarinya, maka bisa jadi dia ikut mendapat dosa dan terkena dampak dari perbuatan tersebut sebagaimana yang dialami oleh kaum Tsamud.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka21 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Sebelumnya, ketika Fir’aun tenggelam, ternyata Jibril ﷺ datang dengan menaiki kudanya. Setiap langkah kudanya meninggalkan bekas. Sebagian ulama mengatakan bahwa bekas pijakan kudanya berwarna hijau.Ternyata, bekas pijakan kuda tersebut diambil dan dikumpulkan oleh Samiri karena bekas tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa. Entah siapa yang memberikan wahyu kepadanya untuk melakukan hal itu.Ketika membuat patung, dia mencampurkan pijakan kuda Jibril ﷺ ke dalam patung tersebut. Tiba-tiba timbul suatu keajaiban, yaitu keluarnya suara dari patung sapi tersebut. Termasuk tabiat manusia, ketika melihat sedikit keajaiban, mereka akan menganggapnya sebagai Tuhan. Itulah sebab mereka menyembah patung sapi tersebut.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Anjuran Menikah

Tafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:32)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Anjuran menikah (Ayat 32-33)Catatan kaki:210804. Maksudnya, hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita-wanita yang tidak bersuami dibantu agar mereka dapat kawin.Nikahkanlah (wahai orang-orang yang beriman) seseorang yang belum mempunyai pasangan di antara kalian, baik lelaki maupun perempuan, hamba sahaya kalian yang shalih, baik lelaki maupun perempuan. Jika orang yang hendak menikah demi menjaga kehormatannya adalah orang fakir, maka Allah pasti akan mencukupinya dengan keluasan rizki-Nya. Allah adalah Yang Mahaluas, Mahabanyak kebaikan-Nya, Mahaagung karunia-Nya dan Maha Mengetahui keadaan para hamba-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka21 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Terakhir: Ketika Anak Sudah Dewasa” membahas bagaimana hubungan orang tua dan anak berubah ketika anak telah dewasa.Orang tua perlu melepaskan anak secara bertahap dan membiarkan mereka mengambil keputusan sendiri.Meski anak sudah dewasa, orang tua tetap menjadi tempat aman untuk kembali, tetapi bukan lagi sebagai pengatur kehidupan mereka.Orang tua sebaiknya menghargai, memperhatikan, dan menyayangi anak tanpa membandingkan pencapaian mereka dengan orang lain.Hindari sikap kompetitif, menyalahkan, mengkritik, atau merasa bahwa kesuksesan anak adalah hasil jasa orang tua.Jika terjadi konflik, orang tua perlu memahami perasaan dan perilaku anak, bukan langsung menganggap anak tidak peduli atau tidak sopan.Pola hubungan masa kecil dapat terbawa sampai dewasa. Karena itu, orang tua perlu menyadari bagaimana kebiasaan lama memengaruhi hubungan dengan anak sekarang.Hubungan orang tua–anak adalah ikatan yang berlangsung seumur hidup, sehingga perlu terus dijaga melalui komunikasi dan saling menghormati.Pada akhirnya, peran orang tua dan anak dapat saling bergeser. Ketika anak dewasa, orang tua mungkin justru membutuhkan bantuan anak.Kunci hubungan yang sehat adalah kepercayaan, fleksibilitas, saling menghargai, dan kesediaan melepaskan kontrol.Intinya: Anak yang sudah dewasa tetap membutuhkan kasih sayang orang tua, tetapi dalam bentuk yang berbeda: bukan mengatur, melainkan mendukung, mempercayai, menghormati, dan memberi ruang untuk menjalani hidupnya sendiri.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka21 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 21 Agustus

"Sesungguhnya wanita itu adalah aurat. Maka apabila ia keluar (dari rumahnya), setan akan menghiasinya (di mata orang lain). Kondisi yang paling dekat dirinya dengan wajah Rabb-nya adalah ketika ia berada di bagian terdalam di rumahnya." - HR. At-Tirmidzi, No.1173Bukan berarti wanita tak boleh keluar rumah sama sekali, tapi hukum asalnya adalah berada di rumah lebih utama. Di sanalah ladang pahala yang luas terbentang. Di sanalah amal-amal besar bisa tumbuh tanpa harus keluar menantang bahaya atau sorotan.Di rumah ibadah lebih tersembunyi dan lebih dekat dengan keikhlasan. Di situlah pahala mengalir tanpa henti. Serta wanita yang menetap di rumah dengan menjaga niat karena Allah ﷻ dan sungguh-sungguh, akan mulia.Tafsiran dari QS. Al-Ahzab:33, bahwa wanita yang di rumah adalah:1. Bentuk penghormatan dan isyarat bahwa rumah adalah tempat paling mulia bagi seorang wanita.2. Wanita yang menetapi rumahnya dengan penuh kesadaran akan meraih kemuliaan dan ketenangan.3. Kebahagiaan, yaitu berbahagialah dengan menetap di rumah.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 21 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Yūnus: 85​Kaum Bani Israil telah melakukan hal tersebut (bertawakal). Mereka mengatakan:​ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةً لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ​"Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim."​Penjelasan Makna & Tafsir Para Ulama​Penjelasan Umum:​Makna: Janganlah Engkau memberikan kemenangan kepada mereka atas kami dan menjadikan mereka berkuasa atas kami, sehingga mereka mengira bahwa semata-mata mereka berkuasa karena berada di pihak yang benar sedangkan kita berada di pihak yang batil, yang menyebabkan mereka berada di atas angin.​Riwayat: Dituturkan juga bersumber dari Abu Mijlaz dan Abud-Duha.​Penafsiran Mujahid (Riwayat Ibnu Abu Nujaih & Lain-Lain):​Makna 1: Janganlah Engkau mengazab kami melalui kekuatan Fir'aun dan pasukannya, dan jangan pula melalui tangan kekuasaan (malaikat) dari sisi Engkau yang pada akhirnya kaum Fir'aun akan mengatakan: "Seandainya mereka berada di pihak yang benar, tentulah mereka tidak disiksa dan kita pun tidak dapat berkuasa atas mereka. Terlebih lagi menindas kita."​Makna 2 (Riwayat Abdur-Razzak dari Ibnu Uyainah dari Ibnu Abu Nujaih): Janganlah Engkau membiarkan mereka dapat menguasai kami karena mereka pasti akan memfitnah kami.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka21 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

🌿 Naungan Arsy Allah Yang Maha Pengasih

🌿 Naungan Arsy Allah Yang Maha PengasihPada hari kiamat, matahari didekatkan hingga sangat dekat dengan manusia. Keadaan menjadi sangat panas. Manusia berkeringat sesuai dengan amal dan keadaannya; ada yang keringatnya sampai mata kaki, lutut, dada, leher, bahkan ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri.Namun, Allah memberikan naungan Arsy-Nya kepada tujuh golongan yang mendapatkan perlindungan-Nya.👤 Salah satunya adalah orang yang hatinya terikat dengan masjid. Ia mencintai masjid dan senang mendatanginya untuk beribadah.🌸 Pelajaran untuk orang tua:Didiklah anak-anak agar mencintai masjid. Buatlah mereka merasa senang ketika pergi ke masjid dan tanamkan kecintaan kepada rumah Allah sejak kecil.🤲 Doa:Semoga Allah melindungi kita dalam naungan-Nya pada hari kiamat.7 golongan yang mendapat naungan Allah:Pemimpin yang adil.Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.Orang yang hatinya terikat dengan masjid.Dua orang yang saling mencintai karena Allah.Orang yang diajak berzina tetapi menolak karena takut kepada Allah.Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi.Orang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga meneteskan air mata.📖 HR. Bukhari dan Muslim

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →