📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka21 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Hai Nak - Reda Gaudiamo

Hai Nak,Membanding-bandingkan diri dengan orang lain itu : capek deh. Berhentilah.Matahari dan bulan nggak membanding-bandingkan diri. Mereka bersinar dengan caranya sendiri.Bakalan repot sih, kalau bulan mendadak pengen jadi kayak matahari. Bakalan panas juga malam hari kita, kan?Atau matahari pengen jadi bulan? Aduh, cucian bakal nggak ada yang kering, karena mataharinya redup.Nak, kamu dan siapapun di sekitarmu : beda. Unik.Nggak usah membandingkan diri. Apa yang kamu punya, dia nggak punya.Berbahagialah dengan apa yang kamu miliki. Biarkan dia berbahagia dengan apa yang dia miliki.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 27-28

27. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Janganlah kalian berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengabaikan perintah-perintahNya dan melanggar larangan-laranganNya dan janganlah kalian mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kalian, seperti hutang dll, sedangkan kalian tahu bahwa apa yang kalian lakukan adalah pengkhianatan, sehingga kalian termasuk ke dalam golongan para pengkhianat.Ketika kencintaan kepada harta dan anak mendorong seseorang untuk berlaku khianat maka Allah mengabarkan bahwa keduanya merupakan fitnah. Dia berfirman,28. Ketahuilah -wahai orang-orang mukmin- bahwa harta dan anak-anak kalian sejatinya merupakan cobaan dan ujian dari Allah untuk kalian karena harta dan anak-anak kalian dapat menghalang-halangi kalian beramal untuk akhirat dan mendorong kalian untuk berkhianat. Ketahuilah bahwa disisi Allah terdapat pahala yang sangat besar, maka janganlah kalian kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala itu karena terlalu sibuk mengurus harta dan anak-anak kalian, serta berlaku khianat demi kepentingan mereka.​

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al A'raf : 171

QS Al A'raf:171Tafsir Al Muyassar Dan ingatlah (wahai Rasul) ketika Kami mengangkat bukit ke atas Bani Israil, seakan-akan bukit itu awan yang menaungi mereka dan meyakini bahwa bukit itu akan menimpa mereka, jika mereka tidak mau menerima hukum-hukum Taurat. Kami berfirman kepada mereka: "Peganglah dengan teguh apa yang telah kami berikan kepada kalian", yakni kerjakanlah syariat-syariat yang Aku berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh dan ingatlah perjanjian-perjanjian yang telah Kami ambil dari kalian, tepatilah isi perjanjian itu agar kalian bertakwa kepada Rabb kalian sehingga kalian akan selamat dari siksa-Nya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka25 Agustus 2026
H

Haerul Anisa

📍 Kabupaten Bandung

Definis Keluarga Tangguh

Dalam menjalani tantangan kehidupan, pasti ada kalanya kita mengalami jatuh bangun, bertemu dengan hal-hal yang tidak sesuai harapan, dan tentu itu rasanya tidak nyaman. Oleh karenanya, kita di perlukan mempunyai daya juang (ketangguhan) agar mampu bertahan dengan badai kehidupan dan mencari jalan keluar. Selain ketangguhan secara personal, ternyata keluarga juga harus memiliki ketangguhan. Karena akan mempunyai pola hubungan dan interaksi yang baik antaranggota keluarga.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al-Mukhtashar AL Baqarah:7

Karena Allah telah menutup dan mengunci rapat hati mereka beserta kebatilan yg ada didalamnya. Allah juga menutup telinga mereka sehingga mereka tidak bisa mendengar -dalam arti menerima dan mengukuti- kebenaran. Dan Allah -Ta'ala- juga menutup mata mereka sehingga mereka tidak bisa melihat kebenaran yg sangat jelas di hadapan mereka. Dan kelak di Akhirat mereka akan mendapatkan azab yg sangat berat. Setelah menjelaskan sifat" orang" kafir yg rusak secara lahir dan batin, selanjutnya Allah -Ta'ala- menjelaskan sifat" ornag munafik yg rusak batinnya tetapi lahirnya nampak baik di mata manusia.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tazkiyatun Nufus

Memiliki kawan dan majelis yang shalihAllah taala berfirman:وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥ ۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan-nya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.QS. Al-Kahf: 28

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Teori Agar Tidak Ujub Saat Berderma

Cara pandang yang membalik posisi kita saat bersedekah.Merasa lebih butuh kepada orang yang menerima.Bukan dalam arti kita benar-benar lebih membutuhkan secara materi, tapi menyadari bahwa kitalah yang sedang membutuhkan pahala, ampunan, dan keberkahan dari Allah. Jadi jangan merasa, “Aku sudah membantu dia.” Justru kita yang sedang diberi kesempatan untuk beramal.Sadari bahwa kita sedang bermuamalah dengan Allah.Orang yang menerima sedekah hanyalah perantara. Yang sebenarnya kita harapkan bukan pujian atau balasan dari manusia, tetapi balasan dari Allah. Karena itu, setelah memberi, nggak perlu merasa punya jasa besar kepada orang tersebut.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

SIKAP KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA

Allah taala berfirman:وَمَا جَعَلۡنَٰهُمۡ جَسَدٗا لَّا يَأۡكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَمَا كَانُواْ خَٰلِدِينَDan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.Tema: SIKAP KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA (Ayat 1-20)QS. Al-'Anbiyā: 8Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka22 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

The Happiest Kids in the world

Bagi orang Belanda, pergi bertamasya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Keluarga kelas menengah Belanda rata-rata bertamasya sebanyak 3 kali setahun, dengan 3 sampai 4 minggu sekali bertamasya. Hal ini tidak akan terbayangkan terjadi Inggris, apalagi bagi orang tua yang bekerja di AS. Memang semua orang sudah terbiasa dengan kata-kata hampa, 'Orang Amerika hidup untuk bekerja dan orang Eropa bekerja untuk hidup'. Selain liburan-liburan ini, orang Belanda juga senang bepergian jika ada libur panjang akhir pekan."

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Tadabbur Qs Taubah: 122

Dalam konteks Perang Tabuk, ayat ini menjelaskan bahwa tidak semua kaum Muslimin harus pergi bersama Rasulullah ﷺ. Sebagian pergi menjalankan tugas, sementara sebagian lainnya tinggal untuk memperdalam agama, kemudian mengajarkannya kepada kaumnya ketika kembali. Dari sini aku jadi melihat bahwa menuntut ilmu juga bagian dari perjuangan. Ada kalanya kita memang perlu berhenti sejenak, duduk, belajar, bertanya, dan memperdalam. Bukan berarti sedang nggak melakukan apa-apa, tapi sedang menyiapkan bekal agar ilmu yang dipelajari bisa diamalkan dan bermanfaat untuk orang lain.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Inilah Hukum Kausalitas dari Allah yang berlaku universal, jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri (al-Isra': 7).* Yang dimaksud balasan di sini adalah balasan jangka pendek (dunia). Tentu saja, dengan ikhlas dan iman, kita akan peroleh nilai plus, berupa balasan jangka panjang (akhirat) yaitu ridha, pahala, dan surga dari-Nya. "Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya (di dunia) dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan itu di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat." (as-Syura: 20)

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali Imran ayat 39-41

39. Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan kelahiran Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri dari hawa nafsu dan seorang nabi di antara orang-orang saleh."40.Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa memiliki anak, padahal aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."41._Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda." Allah berfirman, "Tandamu ialah engkau tidak dapat berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari."

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka20 Agustus 2026
Q

Qur'aniah Ali

📍 Kabupaten Bantul

Mendidik Anak Tanpa Amarah (Hal. 61-65)

Lakukan yang Terbaik, Lalu Bertawakal1. Manusia wajib berusaha sebaik mungkinDalam mendidik anak, kita dituntut untuk bersungguh-sungguh melakukan usaha terbaik.Berusaha memperbaiki diri, mengasuh, membimbing, dan menghindarkan anak dari keburukan.2. Usaha harus disertai pertolongan AllahJangan hanya mengandalkan kemampuan diri.Setelah berusaha, minta pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah atau putus asa.3. Bedakan antara yang bisa diusahakan dan yang di luar kendaliYang bisa kita ubah: lakukan dengan sungguh-sungguh.Yang tidak bisa kita kendalikan: terima dengan tenang, rida, dan pasrah kepada takdir Allah.Hindari terus berkata “seandainya aku...” karena hanya membuka pintu penyesalan.4. Anak adalah milik AllahOrang tua hanya diberi amanah untuk mengasuh, membimbing, mendidik, dan mendoakan.Hasil akhirnya bukan sepenuhnya berada di tangan kita.Karena itu, jangan sampai kekhawatiran terhadap anak membuat kita terus marah dan kehilangan ketenangan.5. Tawakal adalah penyeimbang usahaTawakal bukan berarti berhenti berusaha.Berusaha maksimal → berdoa → serahkan hasil kepada Allah.Apa pun hasilnya, lapangkan hati menerima takdir Allah karena kita yakin hanya Allah yang mampu memberi manfaat dan mencegah mudarat.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →