📍 Kota Surabaya
QS At Taubah: 18
Tafsir Ibnu Katsir pada QS. At-Taubah ayat 18 ini menarik karena ukuran “memakmurkan masjid” ternyata tidak berhenti pada ramainya bangunan atau aktivitas fisik masjid, tetapi berkaitan erat dengan kualitas iman orang yang datang dan memakmurkannya.Allah menyebut beberapa ciri orang yang layak disebut sebagai orang yang memakmurkan masjid:Beriman kepada Allah dan hari akhirIni menjadi fondasi pertama. Memakmurkan masjid bukan sekadar aktivitas sosial atau kebiasaan, tetapi lahir dari tauhid dan keyakinan terhadap akhirat.Mendirikan salatIbnu Katsir menukil bahwa salat merupakan ibadah badaniah yang paling besar. Jadi, kedekatan seseorang dengan masjid seharusnya terlihat dalam penjagaan salatnya.Menunaikan zakatIni menarik karena setelah ibadah yang manfaatnya terutama kembali kepada diri sendiri, disebutkan zakat yang manfaatnya mengalir kepada orang lain. Seolah-olah orang yang benar-benar memakmurkan masjid bukan hanya rajin beribadah secara personal, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.Tidak takut kecuali kepada AllahIbnu Abbas menjelaskan maknanya dengan tidak menyembah kecuali Allah. Jadi keberanian yang dimaksud bukan sekadar keberanian fisik, tetapi kemurnian tauhid: tidak tunduk kepada selain Allah dalam perkara ibadah.Mereka adalah orang yang diharapkan mendapat petunjukKata ‘asa (“mudah-mudahan”) jika berasal dari Allah, menurut penjelasan yang dinukil Ibnu Katsir, mengandung makna kepastian. Jadi ini bukan sekadar harapan yang samar; mereka adalah orang-orang yang berada di jalan kebahagiaan dan petunjuk













