Memaafkan
Seperti kisah Nabi Yakub. Memaafkan oranglain perlu waktu
Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind
Seperti kisah Nabi Yakub. Memaafkan oranglain perlu waktu
Tafsir Al-MukhtasharSurah Al-Baqarah (2): 6–7Tema: Sifat-Sifat Orang KafirQS. Al-Baqarah: 6Allah telah menetapkan bahwa orang-orang kafir yang terus-menerus berada dalam kesesatan dan pembangkangan tidak akan beriman. Karena itu, ada atau tidak adanya peringatan kepada mereka, hasilnya sama saja.QS. Al-Baqarah: 7Allah telah menutup dan mengunci rapat hati mereka beserta kebatilan yang ada di dalamnya. Allah juga menutup pendengaran mereka, sehingga mereka tidak dapat menerima dan mengikuti kebenaran. Allah menutup penglihatan mereka, sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran yang jelas di hadapan mereka. Di akhirat, mereka akan mendapatkan azab yang sangat berat.Inti TafsirOrang-orang kafir yang terus-menerus membangkang terhadap kebenaran tidak mengambil manfaat dari peringatan. Hati, pendengaran, dan penglihatan mereka tertutup dari menerima kebenaran. Akibatnya, mereka mendapatkan azab yang berat di akhirat.#JejakAyat@komunitas.beekind@elisasuci
Kiat curhat istri pada suami:Carilah momen ketika suami dalam keadaan tenang dan memiliki waktu luang untuk mendengarkanKetika cuthat, sampaikan dengan bahasa yang embut dan jelasUsahakan untuk tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga mencari solusi bersama.Setelah curhat, beri kesempatan bagi suami untuk memberikan pendapat atau solusi.Ucapkan terima kasih setelah curhat, sebagai apresiasi atas waktu dan perhatian yang telah suami berikan.Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal.
Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:245)Tema: BEBERAPA HUKUM SYARIAT (Ayat 215-252)Subtema: Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di jalan Allah (Ayat 243-252)Siapa gerangan yang berkenan berinfak di jalan Allah dengan baik dan hanya berharap pahala dari-Nya semata, sehingga Allah melipatgandakan untuknya dengan jumlah yang besar, pahala yang tiada terhitung dan balasan yang tidak terhingga? Allah menahan dan memberi, maka berinfaklah dan jangan hitung-hitungan, karena Allah adalah Maha Memberi rizki, Dia mempersempit rizki hamba-hamba yang Dia kehendaki dan melapangkannya bagi yang lain. Milik-Nya hikmah yang mendalam dalam hal itu, hanya kepada-Nya-lah kalian akan kembali setelah mati, lalu Dia akan membalas kalian atas perbuatan-perbuatan kalian.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di dalam Kitab Shahihnya, Ibnu Abi Hatim, dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Ibnu Umar, bahwa ketika turun ayat, matsalul ladziina yungfiquuna amwaalahum fi sabiilillaahi ka matsali habbah…(perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih..) sampai akhir ayat (Al Baqarah: 261), berdoalah Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam: "Ya Rabb. Semoga Engkau melipatgandakan untuk umatku." Maka turunlah ayat ini yang menjanjikan akan melipatgandakan tanpa batas.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Membaca Surah Al-fatihahMaknanya:Salah satu surat teragung. Setiap ayat mengandung banyak hikmah dan keistimewaan. Serta merupakan rukun shalat dan merupakan moment berdialog antara hamba dan Rabbnya.Membaca SuratSetelah Al-fatihah disunahkan membaca surat pendek ataupun panjang pada dua rakaat pertama.Gerakan Rukuk :Ketika hendak rukuk disunnahkan mengakat tangan seperti takbiratul ihram.Mengucapkan takbir hendak turun untuk rukuk.Posisi badan membungkuk lurus dengan kedua kaki terbuka sejajar.Badan bungkuk dengan lurus dengan kepala yang sejajar.Posisi kedua tangan di lutut dimana tangan terengang jari-jarinya bukan dirapatkan.Doanya :Pilihan pertama :سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ"Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung dan dengan memuji-Mu."Pilihan kedua:سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي"Mahasuci Engkau ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu. Ya Allah, ampunilah aku."Bacaannya minimal 3x dan cukup hanya 1x.Maknanya :Ketika rukuk bentuk penghormatan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala baik perkataan (bacaan tasbih) maupun perbuatan (gerakan menunduk).Rukuk mengandung keistimewaan yang luar biasa dimana seorang mukmin meraih keberuntungan dan kemenangan di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu sepantasnya hadirkan hati dan pikiran dalam rukuk dimana memiliki keutamaan yang luar biasa.
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (al-Baqarah: 276)Sedekah. Sebuah kata yang teramat sering kita dengar, namun amat jarang kita amalkan. Masih banyak orang yang belum tahu tentang pengaruh sedekah yang sangat luar biasa, sehingga ia lebih memilih menyimpan hartanya dengan baik. Setiap hari, ia memandangi angka-angka dalam buku rekeningnya, yang mana sebenarnya tiap hari semakin berkurang keberkahannya. Harta yang disedekahi akan terus menjadi ‘subur’. Ia akan terus berkembang dan berkembang. Namun sebaliknya. Jika ia tercampur dengan riba, maka harta itu lambat laun akan habis.
Pada hari Kiamat nanti setiap orang akan menemukan kebaikan yang pernah dikerjakannya secara nyata tanpa ada yang dikurangi sedikit pun. Sebaliknya, setiap orang yang melakukan keburukan berandai-andai sekiranya ada masa yang panjang antara dirinya dengan keburukannya tersebut. Akan tetapi, mana mungkin ia bisa mendapatkan apa yang diandai-andaikannya itu?! Allah memperingatkan kalian agar takut kepada-Nya maka janganlah kalian menjerumuskan diri kalian ke dalam murka-Nya dengan melakukan perbuatan dosa. Allah Maha Penyantun bagi hamba-hamba-Nya karena itulah Dia memperingatkan dan menakut-nakuti mereka.Katakanlah -wahai Rasul-, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah maka ikutilah ajaran yang kubawa secara lahir dan batin, niscaya kalian akan mendapatkan cinta Allah, dan Dia akan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat.”
Hikmah Keempat: Bangsa Arab Tidak Tunduk di bawah Suatu Pusat Pemerintahan atau pun Kekuasaan Tertentu1. Jazirah Arab tidak memiliki pemerintahan terpusat atau penguasa tunggal.2. Kota Makkah dipimpin dewan perwakilan dari 10 suku yang menerapkan sistem koalisi mirip demokrasi tanpa kediktatoran.3. Ketiadaan kekuasaan sentral (seperti Romawi atau Persia) membuat musuh Islam tidak memiliki kekuatan tunggal yang besar untuk menghentikan dakwah.4. Sikap Kabilah Lain: Banyak suku memilih menjadi penonton netral saat Quraisy berseteru dengan kaum muslimin.5. Pemanfaatan Hukum Buatan: Rasulullah memanfaatkan hukum buatan manusia yang berlaku di Makkah selama tidak bertentangan dengan akidah.6. Bantahan untuk Pemahaman Keliru: Teks ini menyanggah pandangan bahwa umat Islam harus menolak semua hukum buatan manusia.7. Syarat Penggunaan Hukum: Hukum buatan manusia hanya dilarang jika terbukti bertentangan dengan hukum Allah.8. Contoh Praktis hukum buatan manusia yang dipakai: Rasulullah berlindung kepada Muth'im bin 'Adi (seorang musyrik) saat kembali dari Thaif. Abu Bakar dan Utsman bin Mazh'un juga pernah menerima perlindungan dari tokoh musyrik demi keamanan beribadah.
Tafsir QS. Al-Baqarah : 1الم"Alif Lam Mim"Sering disebut al-huruf al-muqatha'a yaitu huruf yang dibaca perhuruf bukan perkata. Dan ini banyak di dalam al-qur'an. Seperti طه يس ن ق dan lainnya.Ada khilaf dikalangan para ulama tentang penafsiran al-huruf muqatha'a ini. Ada 2 pendapat jika digabungkan:Mutasyabiha yaitu tidak ada yang tau maknanya kecuali Allah (pendapat sebagai salaf).Berusaha mencari maknanya. Dan disini ada dua metode :✓ Masing-masing huruf mengandung makna karena setiap huruf mewakili suatu kata (Bisa dilihat dalam tafsir al-Qurtubi).✓ Tidak mencari maknanya tetapi mencari hikmahnya (Pendapat yang terkuat).الم merupakan isyarat akan mukjizat al-qur'an. Kenapa ?. Karena al-qur'an turun dengan bahasa arab terdiri huruf hijaiyah yang diucapkan oleh orang quraisy, orang-orang arab namun mereka tidak bisa mendatangkan semisal al-qur'an.
Ayat 33 Rabb yang mengetahui segala perbuatan kalian yang akan membalas segala perbuatan kalian. Di awal surat Allah meminta untuk berbuat baiklah berbakti kepada kedua orang tuanya. Lalu di ingatkan lagi di ayat ini, Allah kasih syafaat kepada yang di kehendaki (hak Allah). Pada ayat ini, potongan الۡغَرُ ada 2 pendapat artinya syaitan lalu artinya secara umum yaitu kedudukan, jabatan dan harta. Artinya bisa menyebabkan kemaksiatan dan melalukan dosa Ayat 34 tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan di kerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui karna kepastian hanya Allah yang tahu.
Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?
Kebohongan Orang TuaThe Book You Wish Your Parents Had Read — Philippa PerryRahasia dan kebohongan dalam keluarga tetap dapat berdampak pada anak, bahkan ketika anak tidak mengetahui fakta sebenarnya. Anak sering kali dapat merasakan adanya sesuatu yang tidak terbuka melalui suasana dan perilaku orang tua.Ketika orang tua berdusta atau menutupi informasi untuk melindungi anak, mereka sebenarnya dapat mengabaikan naluri anak. Anak menangkap adanya ketidaksesuaian antara apa yang dikatakan dan apa yang mereka rasakan.Contoh kasus A menunjukkan bagaimana rahasia besar keluarga—orang tua berpisah, identitas ayah kandung disembunyikan, dan kematian ayah kandung—berpotensi berkaitan dengan masalah perilaku A saat remaja.Orang tua awalnya menganggap perilaku A sebagai masalah yang harus “diobati”. Namun, terapis mengajak mereka melihat bahwa perilaku adalah bentuk komunikasi. Pertanyaan pentingnya bukan hanya “Bagaimana menghentikan perilaku ini?”, tetapi “Apa yang sedang dikomunikasikan melalui perilaku ini?”Menyembunyikan kenyataan dengan alasan melindungi anak justru dapat membuat anak merasakan kecemasan, kebingungan, atau ketidaknyamanan tanpa memahami penyebabnya.Anak mungkin tidak mengingat suatu peristiwa secara sadar, tetapi pengalaman keluarga tetap dapat memengaruhi cara mereka merasakan dan memahami dunia. Karena itu, jangan menganggap anak tidak terpengaruh hanya karena mereka tidak mengingat atau belum memahami suatu kejadian.Perry menekankan bahwa keterbukaan yang sesuai usia lebih sehat daripada kebohongan. Informasi dapat disampaikan secara bertahap, dengan bahasa yang dapat dipahami anak, tanpa membebani mereka dengan detail yang belum mereka perlukan.Orang tua tidak harus menceritakan semua hal kepada anak. Namun, jika suatu rahasia memengaruhi kehidupan keluarga atau hubungan dengan anak, menyembunyikannya dapat membuat anak merasakan ada sesuatu yang salah.Anak membutuhkan kepastian bahwa mereka dicintai, diterima, dan aman, bahkan ketika keluarga sedang menghadapi masalah.Inti pesannya:Anak tidak selalu membutuhkan semua informasi, tetapi mereka membutuhkan kejujuran yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka untuk memahami.Perilaku anak sering kali merupakan komunikasi dari sesuatu yang belum mampu mereka ungkapkan dengan kata-kata.
al-Hasan al-Bashri berkata, "Orang yang fakih hanyalah orang yang zuhud di dunia, menginginkan akhirat, memahami agamanya, teguh dalam beribadah kepada Tuhannya, berhati bersih, dan berlidah jernih dari kehormatan kaum Muslimin, menjaga diri dari harta mereka dan tulus (memberikan kebaikan untuk mereka)."(Sebagian darinya diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Ibthal al-Hiyal)
1. Pisahkan tempat tidur anakAnak laki-laki dan perempuan tidak tidur satu kasur.Anak sesama jenis pun dianjurkan berbeda selimut.2. Jika hanya 1 kamarOrang tua perlu menyiasati waktu hubungan intim.Anak bisa ditidurkan sementara di luar kamar.3. Tetap jaga anak meski kondisi terbatasMenjaga anak membutuhkan usaha dan pembiasaan.Jangan mengabaikan penjagaan hanya karena takut repot.4. Usahakan lingkungan yang baikBerdoa dan berusaha memiliki tempat tinggal serta lingkungan yang layak dan sehat.Prioritaskan kesehatan fisik, psikis, mental, dan pikiran anak.
Allah taala berfirman:وَلَا يَأۡتَلِ أُوْلُواْ ٱلۡفَضۡلِ مِنكُمۡ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤۡتُوٓاْ أُوْلِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينَ وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلۡيَعۡفُواْ وَلۡيَصۡفَحُوٓاْ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٌDan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 1,Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang dusta (Ayat 14-26)Catatan kaki:210801. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar Raḍiyallāhu ʻAnhu bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya atau pun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Ᾱisyah Raḍiyallāhu ʻAnhā. Oleh karena itu, turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu, dan menyuruh memaafkan, dan berlapang dada terhadap mereka, sesudah mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.QS. An-Nūr: 22Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:22)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang dusta (Ayat 14-26)Catatan kaki:210801. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar Raḍiyallāhu ʻAnhu bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya atau pun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Ᾱisyah Raḍiyallāhu ʻAnhā. Oleh karena itu, turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu, dan menyuruh memaafkan, dan berlapang dada terhadap mereka, sesudah mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan di dalam agama dan kelapangan rizki di antara kalian bersumpah bahwa mereka tidak akan menyambung silaturrahim dengan kerabatnya yang fakir, dan terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan. Yakni orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk menutupi dan memenuhi kebutuhan mereka dan terhadap orang-orang yang hijrah di jalan Allah dengan tidak memberikan bantuan kepada mereka karena dosa yang telah mereka lakukan. Hendaknya mereka memaafkan keburukan mereka dan tidak menghukum mereka. Apakah kalian tidak menginginkan jika Allah mengampuni kalian? Maka hendaknya mereka memaafkannya. Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun kepada para hamba-Nya lagi Maha Pengasih kepada mereka. Dalam ayat ini terdapat anjuran untuk memaafkan dan berlapang dada meskipun dibalas dengan keburukan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Maha Suci Allah dengan sifat kesempurnaan Nya, sebagai Pencipta. Menciptakan malaikat yg memiliki sayap. Ada yang dua, tiga, empat dan banyak lagi
Al Mulk ayat 8
Self integrity. Komit dalam omongan agar kamu tidak menyepelekan diri sendiri.
Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:44)Di awal-awal dakwah Nabi ﷺ, Allah menyuruh Nabi ﷺ agar menyerahkan perkara Abu Jahal, Al-Walid bin Al-Mughirah, beserta kaum musyrikin lainnya kepada Allah, karena Allah ﷻ memiliki cara sendiri untuk membinasakan mereka (89). Yaitu Allah akan membinasakannya secara perlahan dan berangsur sedikit demi sedikit tanpa mereka sadari. Kata سَنَسْتَدْرِجُهُم berasal dari kata إِسْتِدْرَاج yang artinya tahapan demi tahapan. Artinya adalah Allah ﷻ bisa menaikkan mereka kepada puncak kesesatan sedikit demi sedikit, atau Allah ﷻ turunkan mereka secara perlahan(90). Oleh karenanya Allah ﷻ mengatakan,مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ“Dari arah yang tidak mereka ketahui (tidak disadari).”Yaitu bisa jadi mereka ditambah rezekinya, kemudian mereka meyakini hal itu merupakan kemuliaan dari Allah ﷻ. Padahal sebenarnya hal tersebut adalah istidraaj, Allah ﷻ ingin membinasakan mereka tanpa mereka sadari. Sesungguhnya rencana Allah itu sangat besar bagi orang yang menentang perintah-Nya dan mendustakan para Rasul-Nya (91).Oleh karena itu, jika kita berhadapan dengan orang yang menzalimi kita, kalau kita tidak mampu untuk memperbaiki orang tersebut atau membalasnya maka hendaknya kita menyerahkan urusan tersebut kepada Allah ﷻ. Biarlah Allah ﷻ yang menangani orang tersebut, dan jangan mempedulikannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Nabi Musa ﷺ takut tatkala dia mendatangi Fir’aun seorang diri, perkataannya bisa salah dan terbata-bata. Karena dikisahkan bahwa Fir’aun konon adalah orang yang pandai bersilat lidah. Maka Nabi Musa ﷺ meminta kepada Allah Jalla Jalaluhu untuk mengutus Harun bersamanya.Banyak ahli tafsir, termasuk sahabat seperti Ibnu Abbas, menyebutkan bahwa Nabi Musa ﷺ tidak lancar berbicara dan sering terbata-bata. Hal ini disebabkan oleh peristiwa Nabi Musa yang pernah memakan bara api yang melukai lidahnya, sehingga ia mengalami cedera yang menyebabkannya kesulitan untuk berbicara.Dalam tafsir, disebutkan bahwa ketika Nabi Musa masih kecil, ia pernah digendong oleh Fir’aun. Saat berada dalam gendongan, Nabi Musa memukul dan menarik janggut Fir’aun. Hal ini membuat Fir’aun marah dan berkata kepada istrinya, “Wahai istriku, melihat tingkah lakunya sekarang, anak ini sepertinya kelak ketika dewasa akan membunuhku.”Istri Fir’aun menenangkan suaminya dan berkata, “Wahai Fir’aun, dia hanyalah anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Cobalah kamu uji.” Fir’aun kemudian menguji Nabi Musa dengan memberikan pilihan antara batu permata atau bara api. Akhirnya, Nabi Musa memilih bara api dan memakannya, menunjukkan bahwa ia memang masih kecil dan tidak mengetahui apa yang dilakukannya (22).Akan tetapi, tidak ada riwayat yang marfu’ dari Nabi Muhammad ﷺ tentang hal ini. Ada kemungkinan kisah ini berasal dari kisah Israiliyat.Kesahihan riwayat-riwayat di atas patut diragukan karena Nabi Musa ﷺ tidak disebutkan dalam ayat-ayat yang lain bahwa beliau gagap, akan tetapi beliau mengalami kekakuan berbicara tersebut disebabkan karena ketakutannya menghadapi Fir’aun. Sebagaimana orang pada umumnya tatkala bertemu dengan orang hebat, terkadang bicaranya terbata-bata karena grogi atau takut. Oleh karena itu, Nabi Musa meminta Nabi Harun ﷺ diutus membersamainya.Di antara faedah kisah ini adalah tentang ketulusan Nabi Musa. Ketika Nabi Musa diberikan tugas mulia, yaitu berdakwah kepada Fir’aun, beliau meminta bantuan dari orang lain—yakni saudaranya, Harun—dan dengan rendah hati mengakui keutamaan Harun yang lebih fasih berbicara.Inilah akhlak mulia seorang dai; ia tidak melihat dai lain sebagai saingan, melainkan sebagai partner dalam dakwah. Seorang dai yang baik merasa senang ketika ada yang membantunya dalam berdakwah dan tulus mengakui kekurangannya.