📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 30

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:30)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang nabi-Nya, yaitu Muhammad ﷺ. Bahwa dia mengatakan:Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan. (Al Furqaan:30)Demikian itu karena orang-orang musyrik tidak mau mendengar Al-Qur'an dengan penuh ketaatan, tidak mau pula mendengarnya. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Firman-Nya dalam ayat lain:Dan orang-orang yang kafir berkata, "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya. (Fussilat: 26), hingga akhir ayat.Apabila dibacakan Al-Qur'an kepada mereka, mereka melakukan hiruk-pikuk dan banyak berbicara tentang hal lainnya hingga orang-orang tidak dapat mendengarkannya. Ini merupakan salah satu sikap yang meng­gambarkan ketidakacuhan kepada Al-Qur'an, tidak mau beriman kepada Al-Qur'an serta tidak membenarkannya, termasuk sikap meninggalkan Al-Qur'an. Termasuk sikap tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah tidak mau merenungkan dan memahami maknanya. Termasuk ke dalam pengertian tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah tidak mengamalkannya dan tidak melaksanakan perintah-perintahnya, serta tidak meninggalkan larangan-larangannya. Termasuk pula ke dalam pengertian tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah mengesampingkannya, lalu menuju kepada yang lainnya, baik berupa syair, pendapat, nyanyian atau main-main, cerita atau pun metode yang diambil bukan darinya.Semoga Allah Yang Maha Penganugerah lagi Mahakuasa atas segala sesuatu menyelamatkan kita dari hal-hal yang membuat-Nya murka, dan menggerakkan kita kepada hal-hal yang diridai oleh-Nya, seperti meng­hafal Al-Qur'an-Nya, memahaminya, dan mengamalkan apa yang di­kandungnya di tengah malam dan siang hari, sesuai dengan cara yang disukai dan diridai-Nya. Sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pemberi.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As-Sa’di Al-Hijr (15:85)

﴿وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ﴾1. Penciptaan langit dan bumi tidak sia-siaAllah ﷻ menegaskan bahwa Dia tidak menciptakan langit, bumi, dan segala isinya dengan sia-sia dan batil. Semuanya diciptakan dengan benar dan penuh hikmah, agar menjadi petunjuk atas:• Kesempurnaan Pencipta• Kekuasaan-Nya• Luasnya rahmat-Nya• Hikmah-Nya• Ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatuHal ini menunjukkan bahwa hanya Allah-lah yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.2. Hari Kiamat pasti datangSesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang dan tidak diragukan lagi.Penciptaan langit dan bumi jauh lebih dahsyat dibandingkan penciptaan manusia. Maka, kedatangan hari Kiamat bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Allah.3. Perintah untuk memaafkan dengan cara yang baikAllah berfirman:“Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”Yaitu memberikan maaf tanpa diikuti tindakan menyakiti orang yang dimaafkan.Bahkan, membalas sikap buruk dengan kebaikan dan dosa dengan ampunan, agar seseorang mendapatkan pahala dan ganjaran besar dari Rabbnya.4. Makna “dengan cara yang baik”Memaafkan dengan cara yang baik adalah memaafkan dengan cara yang elegan, terbebas dari kedengkian dan gangguan, baik melalui ucapan maupun tindakan.Namun, bukan berarti setiap kesalahan harus selalu dimaafkan tanpa mempertimbangkan keadaan.Tidak boleh memberikan maaf ketika keadaan menuntut penerapan hukuman. Misalnya terhadap orang-orang yang melampaui batas dan berbuat aniaya, yang tidak ada terapi bermanfaat bagi mereka kecuali dengan dijatuhkannya hukuman.Jadi, memaafkan dengan cara yang baik bukanlah memaafkan secara tidak tepat, tetapi memaafkan dengan bijaksana dan pada tempatnya.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

1/2 Juz 6 dan Tafsir An Nisa ayat 79

Tilawah 1/2 Juz 6 dan ringkasan Tafsir surah An Nisa ayat 79berisi penegasan bahwa segala nikmat atau kebaikan datangnya dari karunia Allah, sedangkan musibah atau keburukan yang menimpa manusia disebabkan oleh dosa dan kesalahan diri mereka sendiri. Di ayat ini, Allah juga menegaskan pengutusan Nabi Muhammad sebagai rasul untuk seluruh manusia dan menjadikan-Nya sebagai saksi.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Tafsir At-Taysir Ar-Rahman (55:20)

Tafsir Tafsir At-TaysirAr-Rahman (55:20)Artinya diantara dua lautan yang saling bertemu tersebut terdapat pembatas, sehingga dua jenis air ini tidak bisa bercampur dengan yang lainnya. Dalam beberapa ayat, Allah menjelaskan dua jenis air ini, diantaranya Allah berfirman:وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُراتٌ وَهذا مِلْحٌ أُجاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُما بَرْزَخاً وَحِجْراً مَحْجُوراً“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS. Al-Furqan:53)Dan pada ayat yang lain Allah berfirman,وَما يَسْتَوِي الْبَحْرانِ هَذَا عَذْبٌ فُراتٌ سائِغٌ شَرابُهُ وَهذا مِلْحٌ أُجاجٌ“Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit.” (QS. Fathir: 12)Lalu pada ayat yang lain,أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَراراً وَجَعَلَ خِلالَها أَنْهاراً وَجَعَلَ لَها رَواسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حاجِزاً أَإِلهٌ مَعَ اللَّهِ“Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?” (QS. An-Naml: 61)Pada ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa maksud dari dua jenis air ini adalah air tawar dan air asin. Sedangkan penghalang atau pembatas dari dua jenis air yang bertemu, para ulama berbeda pendapat. Dan yang paling kuat menurut Ibnu Katsir bahwa pembatas antara dua laut itu adalah bumi yang kering(58). Seandainya tidak ada bumi, maka air laut dan air sungai akan bersatu. Dan itu hanya akan terjadi pada hari kiamat kelak. Sebagaimana firman Allah,وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ“Dan apabila lautan dijadikan meluap.” (QS. Al-Infithar: 3)Tatkala air laut meluap, maka akan bersatu dengan air sungai, air asin dengan air tawar. Akan tetapi, sebelum tiba hari kiamat Allah menjadikan penghalang antara air sungai dengan air laut, yaitu bumi berupa tanah yang kering dan ditempati manusia.Adapun menurut sebagian ulama yang lain seperti Al-Qurthubiy, Asy-Syinqithiy dan Ibnu ‘Asyur adalah pembatas yang tidak kelihatan. Artinya ada suatu lokasi dimana air tawar dan air asin bertemu, namun tidak bisa bersatu. (59)Bahkan, ada sebagian ulama yang menafsirkan bahwa di dalam laut terkadang ada air tawar yang mengalir. Sehingga jika ada penyelam yang menyelami lautan hingga bagian paling dalam, maka dia akan mendapati air tawar tersebut dan berada di bawah lautan. Air tawar tersebut terpisah dengan air laut dan tidak bercampur antara yang satu dengan yang lain.(60)Meskipun pendapat Ibnu Katsir lebih kuat, bahwa pembatas yang dimaksud adalah bumi atau tanah kering yang menghalangi antara air laut dengan air tawar. Namun, itulah dua tafsiran ulama yang disebutkan oleh para ahli tafsir.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka13 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan – Keutamaan Shalat

Ringkasan – Keutamaan ShalatTujuan mengenalkan keutamaan shalat kepada anak:Agar anak semakin senang, termotivasi, dan semangat menjaga shalat, karena mengetahui besarnya pahala dan manfaatnya.🌸 1. Shalat dapat menghapus dosaRasulullah ﷺ mengibaratkan shalat lima waktu seperti mandi lima kali sehari di sungai yang mengalir di depan rumah.Jika seseorang mandi lima kali sehari, tentu kotoran di tubuhnya akan hilang.Demikian pula, shalat lima waktu menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa.Shalat merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya karena memberi kesempatan untuk terus membersihkan diri dari dosa.Pesan untuk anak:“Nak, setiap kali kita shalat, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk membersihkan diri dari dosa. Karena itu, yuk kita jaga shalat lima waktu dengan senang hati.”

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar : Al-A’raf

Diantara makhluk-makhluk Kami ada umat yang mendapatkan petunjuk dengan kebenaran dan mengajak orang lain kepadaNya sehingga mereka pun mendapatkan petunjuk, dan dengan kebenaran itu pula mereka berlaku adil dan tidak curang dalam memutuskan perkara.Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan tidak beriman kepadaNya, melainkan ingkar keadaNya, Kami akan buka untuk mereka pintu-pintu rezeki, bukan untuk memuliakan mereka, tetapi untuk mengelabui mereka agar mereka terus melanjutkan kesesatan yang mereka jalani, kemudian azab Kami akan menimpa disaat mereka jaya dan lengah.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tazkiyatun nufus

Tazkiyatun nufus :10 kiat menyucikan jiwaSyaikh prof. Dr. Andur Razzaq bin abdul muhsin al-badrMenjadikan alquran sumber tazkiyatun nufusIbnu Abbas radhiyallahu anhu berkata : allah telah menjamin orang yang mengikuti Alquran tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan sengsara di akhirat. Kemudian ia membacaفَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَ" lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (Qs. Thaha : 123)Tolong buatkan rangkuman diatas dalam satu kembar kertas berwarna putih ada garis seperti buku tulis

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Araf: 131

Kadang manusia baru mengingat Allah ketika kesulitan datang, lalu kembali lalai ketika kesulitan itu diangkat. Saat mendapat nikmat merasa itu karena usaha sendiri, tetapi saat mendapat musibah sibuk mencari siapa yang harus disalahkan.Padahal, nikmat maupun musibah sama-sama seharusnya mengingatkan kita kepada Allah. Tabiat ini ternyata bukan hal baru. Sejak zaman kaum Nabi Musa, manusia sudah diuji dengan kecenderungan yang sama: mengingat Allah ketika membutuhkan-Nya, tetapi melupakan-Nya ketika keadaan kembali baik.

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka14 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Membayar Utang Dengan Kelebihan

Menariknya, Rasulullah ﷺ pernah melunasi utang dengan sesuatu yang lebih baik dari yang beliau pinjam. Jadi, ternyata memberi lebih saat melunasi utang tidak otomatis berarti riba.Tapi ini juga bukan berarti setiap utang boleh dibayar lebih. Ada batas yang perlu diperhatikan: tambahan itu tidak boleh disyaratkan sejak awal atau menjadi kesepakatan dalam utang. Jadi, jangan sampai kita mengambil kesimpulan, ‘Oh, berarti kalau bayar utang lebih itu sunnah.’ Yang dicontohkan adalah kebaikan dalam pelunasan, bukan menjadikan tambahan sebagai syarat utang

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →