📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 75-76

82 Barang siapa berpaling setelah ada janji yang diperkuat dengan kesaksian dari Allah dan para rasul-Nya, mereka itulah orang-orang yang keluar dari agama Allah dan keluar dari ketaatan kepada-Nya.83 Apakah orang-orang yang keluar dari agama Allah dan keluar dari ketaatan kepada-Nya itu hendak mencari agama lain selain agama yang Allah pilihkan untuk para hamba-Nya (yaitu Islam)? Padahal hanya kepada Allah -Subhânahu- semua makhluk yang ada di langit dan bumi ini tunduk dan berserah diri, baik secara sukarela seperti orang-orang mukmin, maupun karena terpaksa seperti orang-orang kafir. Kemudian hanya kepada-Nyalah semua makhluk akan dikembalikan pada hari Kiamat untuk menjalani penghitungan amal dan menerima balasannya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Kisah Utsman bin Affan رضي الله عنهDari Ibnu Mas'ûd رضي الله عنه, dia berkata, “Kami pernah bersama Nabi ﷺ pada suatu perang. Saat itu pasukan kaum muslim mengalami kesulitan, hingga aku melihat kepayahan di wajah kaum muslim dan kebahagiaan di wajah kaum munafik. Ketika Rasulullah ﷺ melihat kondisi itu, beliau bersabda, yang artinya, 'Demi Allah, tidaklah akan tenggelam matahari ini, hingga kalian mendapatkan rezeki dari Allah.'”Utsman رضي الله عنه mengetahui hal tersebut dan membeli 14 unta beserta seluruh muatannya yang berisi makanan lalu dia mempersembahkan sembilan dari tunggangan tersebut kepada Rasulullah ﷺ. Ketika Rasulullah melihat hal itu, beliau bersabda, “Apakah ini?” Para sahabat berkata, “Utsman yang telah mengirimnya kemari.” Maka terlihatlah kebahagiaan di wajah Rasulullah ﷺ dan tampak kesedihan di wajah kaum munafik. Lalu saya melihat Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putihnya kedua ketiak beliau untuk mendoakan Utsman dengan suatu doa yang belum pernah saya dengar beliau memanjatkannya untuk seseorang, baik sebelumnya maupun sesudahnya. Beliau berdoa, “Ya Allah, berilah Utsman. Ya Allah, berbuat baiklah terhadap Utsman.” (Dikeluarkan oleh ath-Thabarâni dan Ibnu 'Asâkir dari Abu Mas'ûd).

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI5 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 89 | ‘Arsy dan Kursi Allāh ﷻ adalah Benar Adanya

Kitab: Aqidah Ath-Thahawiyah Pemateri : Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A Penulis : Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāhالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-89 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَالعَرْشُ وَالكُرْسِيُّ حَقٌّ‘Arsy dan juga Kursiy ini adalah benar adanya, dan keduanya adalah makhluk Allāh ﷻ yang disebutkan oleh Allāh ﷻ di dalam Al-Qur’ān, dan juga disebutkan tentang sebagian sifatnya di dalam dalil. Maka kita katakan bahwa ‘Arsy dan Kursi itu adalah benar. Jangan kita ingkari meskipun mungkin kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya. Selama itu dikabarkan oleh Allāh ﷻ atau dikabarkan oleh Nabi ﷺ, maka harus kita imani.Al-‘Arsy ini adalah makhluk Allāh ﷻ yang paling besar, makhluk Allāh ﷻ yang paling tinggi, makhluk Allāh ﷻ yang pertama kali diciptakan oleh Allāh ﷻ. Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy, dan Kursi Allāh ﷻ sebagaimana dinukil dari Abdullah bin ‘Abbās, ini adalah mawḍi’u qadamihi, yaitu tempat kedua kaki Allāh ﷻ. Tentunya Abdullah bin ‘Abbās raḍiyallāhu ‘anhumā tidak mengatakan yang demikian kecuali pernah mendengar itu dari Nabi ﷺ, karena hal yang seperti ini tidak mungkin dari ijtihad seorang sahabat. Pasti dia pernah mendengarnya dari Nabi ﷺ.Disebutkan bahwa Kursi ini adalah makhluk. Ada sebuah hadits di mana Nabi ﷺ mengatakan:إِنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ فِي النِّسْبَةِ إِلَى الْكُرْسِيِّ كَسَبْعِ دَرَاهِمَ أُلْقِيَتْ فِي تُرْسٍ“Sesungguhnya langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi Allāh itu seperti tujuh dirham (koin) yang dilemparkan ke tameng.”Tameng di sini adalah seperti perisai besar yang digunakan oleh seseorang yang berperang untuk melindungi dirinya. Tujuh koin dirham yang dilemparkan di tameng tersebut merupakan permisalan tujuh langit dibandingkan dengan Kursi Allāh ﷻ. Lihatlah bagaimana perbandingan antara tujuh koin dirham tadi dengan tameng, yang tentunya jauh lebih besar daripada koin tadi.Padahal, kalau kita melihat langit yang pertama saja, kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya. Ketika kita melihat cerita para ahli tentang bagaimana besarnya bumi, ternyata di sana ada planet yang lebih besar, dan matahari berlipat-lipat lebih besar daripada bumi. Kita membayangkan betapa besarnya matahari, ternyata di sana ada yang lebih besar daripada matahari dan jauh lebih besar daripada matahari, berjutaan kali lipat lebih besar dari matahari.Ternyata kita berada di satu galaksi, yaitu kumpulan bintang-bintang yang besar yang jumlahnya jutaan bintang, dan di sana banyak bintang yang lebih besar daripada matahari. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya galaksi Bima Sakti, di mana keberadaan kita berada, dan ternyata di alam semesta ini ada jutaan atau miliaran galaksi-galaksi yang merupakan kumpulan dari bintang-bintang. Galaksi Bima Sakti adalah salah satu di antara galaksi-galaksi tersebut. Itu semuanya berada di bawah langit yang pertama. Baru langit yang pertama, demikian besarnya.Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang ketebalan langit. Ternyata langit bukan sesuatu yang tipis, tetapi dia adalah sesuatu yang tebal. Dari bawah sampai atas, itu membutuhkan 500 tahun perjalanan untuk sampai dari bawah ke atas. Kemudian, untuk mencapai langit yang berikutnya juga membutuhkan 500 tahun perjalanan. Dari langit yang pertama sampai langit yang kedua, jika langit yang pertama kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya, lalu bagaimana dengan langit yang kedua, yang jauh lebih besar daripada langit yang pertama. Dan dia juga memiliki ketebalan yang sama. Antara langit yang kedua dengan lainnya juga demikian, lalu bagaimana dengan langit yang ketujuh? Allāhu Akbar. Maka tentunya ini adalah makhluk yang sangat besar.Tujuh langit ini dibandingkan dengan Kursi Allāh, maka ini seperti tujuh koin dirham yang dilemparkan di tameng tadi. Berarti, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kursi Allāh. Kursi Allāh jauh lebih besar. Bahkan disebutkan dalam hadits yang lain, itu seperti tujuh cincin yang dilemparkan di tengah padang pasir. Subḥānallāh, ini menunjukkan betapa besarnya Kursi Allāh. Sehingga Allāh ﷻ berfirman di dalam Al-Qur’ān:وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ(QS. Al-Baqarah: 255)Kursi Allāh ini meluas meliputi langit dan bumi, jauh lebih besar daripada langit dan bumi. Maka kita harus beriman dengan adanya Kursi ini. Diriwayatkan, dinukil dari Abdullah bin ‘Abbās bahwaمَوْضِعُ قَدَمَيْ الرَّحْمٰنِitu adalah tempat kedua kaki Allāh ﷻ. Kita tetapkan kaki Allāh ﷻ sesuai dengan keagungan-Nya, tidak sama dengan kaki makhluk. Dan kita tetapkan Kursi bahwasanya di sana ada makhluk Allāh yang dinamakan dengan Kursi.Al-‘Arsy juga demikian. Al-‘Arsy ini jauh lebih besar daripada Kursi Allāh. Kalau tadi kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya Kursi Allāh, maka bagaimana dengan ‘Arsy? Disebutkan dalam hadits, perbandingan antara Kursi dengan ‘Arsy Allāh itu seperti cincin yang dilemparkan di tengah padang pasir. Bagaimana seseorang bisa membayangkan tentang besarnya ‘Arsy Allāh? Dia adalahالْعَرْشِ الْمَجِيدِ‘Arsy yang sangat agung dan sangat besar. Dia adalah makhluk Allāh ﷻ yang paling besar, dan Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy.Jika itu adalah benar ciptaan Allāh ﷻ, maka bagaimana dengan yang menciptakan? Allāh ﷻ lah yang Maha Besar. Bagaimana seseorang bisa sombong dan tidak mau beribadah kepada Allāh ﷻ? Dia adalah makhluk yang sangat kecil. Seseorang seharusnya bersyukur bahwa Allāh ﷻ yang Maha Besar, demikian Maha Besarnya Allāh, namun Allāh ﷻ memperhatikan kita yang sangat kecil. Allāh ﷻ memberikan kita rezeki dan kenikmatan oleh Allāh ﷻ yang Maha Besar, yang Maha Rahmān, yang sangat memperhatikan setiap hamba-Nya.وَالعَرْشُ وَالكُرْسِيُّ حَقٌّ، كَمَا بَيَّنَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ‘Arsy dan Kursiy ini adalah benar adanya sebagaimana Allāh ﷻ menerangkan di dalam Al-Qur’ān,وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَdan banyak di dalam Al-Qur’ān Allāh ﷻ menyebutkan tentang ‘Arsy. Allāh ﷻ berfirman:ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ“Kemudian Allāh ﷻ beristiwa’ di atas ‘Arsy.”(QS. Al-A’rāf: 54)Dan Allāh ﷻ berfirman:وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء“Dan ‘Arsy Allāh ﷻ adalah berada di atas air.”(QS. Hūd: 7)Dan firman Allāh ﷻ:وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ“Dan Dia-lah Allāh ﷻ, Rabb bagi ‘Arsy yang sangat besar.”(QS. At-Tawbah: 129)Allāh ﷻ mensifati ‘Arsy dengan beberapa sifat, di antaranya adalah kebesaran. Bahwasanya ‘Arsy ini sangat besar, dan Allāh ﷻ beristiwa di atasnya, dan bahwasanya Allāh ﷻ adalah Rabb bagi ‘Arsy. Allāh ﷻ mensifati ‘Arsy ini dengan al-Karīm, sebagaimana firman Allāh:فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ“Maka Maha Tinggi Allāh, Raja yang sebenar-benarnya. Tidak ada ilah selain Dia, Rabb bagi ‘Arsy yang mulia.”(QS. Al-Mu’minūn: 116)Maka, apa yang datang di dalam Al-Qur’ān berupa kabar-kabar tentang ‘Arsy, harus kita imani.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

An Nisa 21

bahwa istri sebelum akad nikah adalah haram bagi suami, dan tidaklah ia merelakan dirinya agar halal baginya kecuali dengan mahar tersebut yang telah diberikan suami kepadanya, dan bila ia telah bercampur dengannya, menggaulinya dan menyentuhnya dengan sentuhan yang awalnya adalah haram sebelum itu dan tidaklah ia mau menyerahkannya kecuali dengan kompensasi, sesungguhnya ia telah merenggut hal yang harus diberi kompensasi, maka wajiblah atasnya memberikan kompensasi tersebut,

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al kahf

### 🌷 Kesimpulan QS. Al-Kahf Ayat 23–24Jangan terlalu yakin dengan rencana kita, karena masa depan sepenuhnya berada dalam kehendak Allah. Ketika berencana melakukan sesuatu, sertakan “insyaAllah” dengan hati yang benar-benar menyadari bahwa kita hanya mampu berusaha, sementara terjadinya sesuatu adalah dengan izin Allah.Ayat ini juga mengajarkan bahwa mengingat Allah adalah bagian dari memperbaiki kesalahan, ketika kita lupa mengucapkan insyaAllah atau lalai dalam mengingat-Nya.> 🌸“Rencanakan dengan baik, berusahalah dengan sungguh-sungguh, tetapi gantungkan harapan hanya kepada Allah.”Inti ayat: Rencana ada di tangan kita, tetapi hasilnya tetap milik Allah.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ibnu Katsir: Surah Ar-Ra’d Ayat 38–39

Pengutusan Rasul-Rasul kepada Umat Manusia Merupakan Sunnatullah (Ayat 30–43)Subtema Ayat 38Hidup Berkeluarga Tidak Bertentangan dengan KerasulanSubtema Ayat 39Setiap Masa Memiliki Ketentuan dan Jawaban yang Allah TetapkanAYAT 38“Dan sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.”1. Rasul Adalah Manusia Biasa yang Dipilih AllahAllah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bukanlah rasul pertama yang:MenikahMemiliki istriMemiliki anakMakan dan minumBeraktivitas dalam kehidupan sehari-hariSeluruh rasul sebelum beliau juga demikian.Hikmah AyatAyat ini membantah ejekan orang-orang kafir yang menganggap:“Bagaimana mungkin seorang nabi mempunyai istri dan anak?”Padahal seluruh nabi adalah manusia yang dipilih Allah untuk menerima wahyu.2. Kerasulan Tidak Bertentangan dengan Kehidupan KeluargaMenikah bukan kekurangan.Sebaliknya, menikah termasuk:Sunnah para nabiKesempurnaan fitrah manusiaJalan menjaga kehormatan diriDalilQS. Al-Kahfi: 110“Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian yang diberi wahyu kepadaku.”Nabi Muhammad ﷺ tetap manusia:MakanTidurBerkeluargaNamun beliau memiliki keistimewaan berupa wahyu.3. Sunnah Para RasulRasulullah ﷺ bersabda:“Aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan tidur, aku makan daging dan menikahi wanita. Barang siapa membenci sunnahku maka ia bukan termasuk golonganku.”PelajaranIslam bukan agama yang mengajarkan:Menyiksa diriMembujang demi ibadahMeninggalkan dunia sepenuhnyaTetapi Islam mengajarkan keseimbangan.4. Empat Sunnah Para RasulDalam hadits disebutkan:Empat perkara sunnah para rasul:Memakai wewangian.Menikah.Bersiwak.Memakai pacar (henna).PelajaranPara nabi mengajarkan:KebersihanKeindahanKeluarga yang baikMenjaga fitrah manusia5. Mukjizat Tidak Terjadi Sesuka RasulAllah berfirman:“Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan suatu mukjizat kecuali dengan izin Allah.”Maknanya:Rasul tidak mengatur mukjizat.Rasul tidak mampu membuat mukjizat sendiri.Mukjizat hanya terjadi atas izin Allah.Pelajaran PentingMukjizat adalah:Kekuasaan Allah.Bukti kerasulan.Bukan permainan atau tontonan.Karena itu ketika orang kafir meminta mukjizat sesuai keinginan mereka, Nabi ﷺ tidak dapat mendatangkannya kecuali jika Allah menghendaki.6. Bagi Tiap-Tiap Masa Ada KetentuanAllah berfirman:“Bagi tiap-tiap masa ada kitab (ketentuan) yang tertentu.”Maknanya:Semua telah ditetapkan Allah.Setiap kejadian memiliki waktu yang telah ditentukan.Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan.PelajaranAllah mengetahui:Awal dan akhir segala sesuatu.Waktu terjadinya setiap peristiwa.Masa berlaku setiap syariat.AYAT 39Teks Ayat“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”1. Allah Maha Mengatur Segala UrusanAyat ini menunjukkan:Allah mengubah apa yang Dia kehendaki.Allah menetapkan apa yang Dia kehendaki.Semua berada di bawah kekuasaan-Nya.Tidak ada satu pun makhluk yang dapat menghalangi keputusan Allah.2. Makna “Menghapus dan Menetapkan”Para ulama tafsir menjelaskan beberapa makna:A. Dalam SyariatAllah dapat:Menghapus hukum tertentu (nasakh).Menggantinya dengan hukum lain yang lebih sesuai.Contoh:Beberapa hukum dalam syariat terdahulu dihapus dan diganti oleh syariat Nabi Muhammad ﷺ.B. Dalam Takdir TahunanAllah menetapkan:RezekiMusibahPeristiwa tahunanLalu Allah mendahulukan atau menunda sebagian sesuai hikmah-Nya.C. Dalam Catatan AmalSebagian amal:DihapusDiampuniDiganti dengan pahalaSesuai kehendak Allah.3. Ummul Kitab (Lauh Mahfuz)Allah berfirman:“Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”Makna Ummul KitabYaitu:Lauh MahfuzTempat seluruh ketetapan Allah tertulis.Di dalamnya terdapat:Takdir makhlukRezekiAjalPeristiwa alamKetentuan syariatSemuanya berada dalam ilmu Allah yang sempurna.4. Hubungan Takdir dan DoaPara sahabat dan ulama salaf memahami bahwa:Doa merupakan sebab yang Allah jadikan untuk terjadinya perubahan pada takdir yang bersifat mu’allaq (tergantung sebab).HaditsRasulullah ﷺ bersabda:“Tidak ada yang dapat menolak takdir selain doa.”Dan:“Tidak ada yang dapat menambah umur selain kebaikan.”PelajaranSeorang muslim harus:Banyak berdoa.Tidak pasrah kepada dosa.Tidak putus asa dari rahmat Allah.Karena doa termasuk sebab yang Allah syariatkan.5. Doa Para SalafBeberapa sahabat dan tabi’in berdoa:“Ya Allah, jika Engkau mencatatku termasuk orang yang celaka, maka hapuskanlah dan jadikan aku termasuk orang yang berbahagia.”Mereka memahami:Allah Maha Kuasa.Allah Maha Pengampun.Allah menerima taubat.6. Takdir yang Tidak BerubahSebagian ulama menjelaskan bahwa ada ketetapan yang telah final di sisi Allah.Di antaranya:Ilmu Allah yang azali.Apa yang tertulis dalam Lauh Mahfuz.Ketentuan akhir yang Allah ketahui.Allah mengetahui seluruh perubahan yang akan terjadi sejak awal.Tidak ada sesuatu pun yang baru bagi ilmu Allah.Hikmah Utama Ayat 38–39Tentang RasulRasul adalah manusia.Rasul menikah dan memiliki keluarga.Kehidupan keluarga tidak mengurangi kemuliaan kenabian.Tentang MukjizatMukjizat hanya terjadi dengan izin Allah.Rasul tidak berkuasa mendatangkannya sesuka hati.Tentang TakdirAllah mengatur seluruh urusan makhluk.Allah menghapus dan menetapkan sesuai hikmah-Nya.Segala sesuatu berada dalam ilmu Allah.Tentang DoaDoa adalah ibadah yang sangat besar.Doa termasuk sebab yang Allah jadikan untuk memperoleh kebaikan.Seorang mukmin tidak boleh berhenti berdoa.Poin-Poin Penting untuk DihafalAyat 38✅ Para rasul adalah manusia.✅ Para rasul menikah dan memiliki keturunan.✅ Menikah termasuk sunnah para rasul.✅ Mukjizat hanya terjadi dengan izin Allah.Ayat 39✅ Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki.✅ Di sisi Allah terdapat Lauh Mahfuz.✅ Doa dan amal saleh merupakan sebab datangnya kebaikan.✅ Semua takdir berada dalam ilmu dan hikmah Allah.KesimpulanAr-Ra’d ayat 38–39 menjelaskan bahwa kehidupan berkeluarga tidak bertentangan dengan kerasulan karena seluruh nabi juga memiliki istri dan keturunan. Mukjizat bukan berada di tangan para rasul, tetapi terjadi semata-mata dengan izin Allah. Allah adalah Pengatur seluruh urusan makhluk; Dia menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki sesuai hikmah-Nya, sedangkan seluruh ketetapan berada dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz). Karena itu seorang mukmin diperintahkan untuk beriman kepada takdir, memperbanyak doa, dan bersandar sepenuhnya kepada Allah.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Kandungan bab 8 tentang ruqyah dan tamimah

Kandungan bab 8 tentang ruqyah dan tamimah 1. Pengertian ruqyah dan tamimah.2. Pengertian tiwalah.3. Bahwa ketiga jenis ini semuanya, tanpa terkecuali, termasuk syirik.4. Adapun ruqyah dengan menggunakn ayat-ayat suci al-Qur’an atau do’a-do’a yang telah diajarkan Rasulullah untuk mengobati ‘ain atau sengatan, tidak termasuk hal tersebut. 5. Jika tamimah itu dari ayat-ayat suci al-Qur’an, dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, apakah termasuk hal tersebut atau tidak?6. Mengalungkan tali busur panah pada leher binatang untuk menangkal atau mengusir ‘ain, juga termasuk syirik.7. Ancaman berat bagi orang yang mengenakan kalung dari tali busur panah.8. Keistimewaan pahala bagi orang yang memutuskan tamimah dari tubuh seseorang.9. Kata-kata Ibrahim an-Nakha’I tersebut di atas tidaklah bertentangan dengan perbedaan pendapat yang yang telah di sebutkan, karena yang di maksud Ibrahim adalah para sahabat Abdullah bin Mas’ud.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir al-furqan:50

Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (darinya). (Al Furqaan:50)Maksudnya, Kami turunkan hujan di suatu kawasan, sedangkan di lain kawasan tidak Kami turunkan, dan Kami tiupkan awan melewati suatu kawasan dan melampauinya menuju ke kawasan yang lain, lalu kawasan itu diberi hujan yang cukup sehingga menjadi subur, sedangkan kawasan yang sesudahnya tidak kebagian hujan barang setetes pun. Allah sengaja memperbuat demikian karena mempunyai alasan dan hikmah yang hanya Dia sendirilah yang mengetahuinya.Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud r.a. mengatakan, tiadalah suatu tahun mempunyai hujan yang lebih banyak daripada tahun yang lain, tetapi Allah-lah yang mempergilirkannya menurut apa yang dikehendaki-Nya. Kemudian dibacakan ayat berikut, yaitu firman-Nya:Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (darinya), maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari nikmat. (Al Furqaan:50)Yaitu agar mereka mengambil pelajaran melalui bumi yang dihidupkan oleh Allah subhanahu wata'āla sesudah matinya melalui air hujan, bahwa Allah Mahakuasa untuk menghidupkan orang-orang mati dan tulang-belulang yang telah hancur. Atau agar orang yang tidak beroleh hujan menjadi ingat bahwa sesungguhnya tidak sekali-kali ia mengalami musim kering hanyalah karena suatu dosa yang dilakukannya. Karena itu, ia sadar dan menghentikan perbuatan dosanya.Umar maula Uqbah pernah mengatakan bahwa pada suatu ketika Jibril a.s. ikut mengantar jenazah hingga sampai di tempat pengebumian­nya. Maka Nabi ﷺ. bertanya, "Hai Jibril, sesungguhnya saya ingin mengetahui tentang hal ikhwal awan." Maka Jibril menjawab, "Hai Nabi Allah, inilah malaikat penjaga awan, maka tanyakanlah langsung kepadanya." Malaikat penjaga awan berkata, "Didatangkan kepada kami surat perintah yang bercap (di dalamnya tertulis perintah)' Siramilah negeri anu dan anu dengan siraman hujan!'."Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, hadis berpredikat mursal.Firman Allah subhanahu wata'āla:maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari nikmat. (Al Furqaan:50)Ikrimah mengatakan bahwa manusia yang dimaksud ialah orang-orang yang mengatakan, "Kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu." Apa yang diutarakan oleh Ikrimah ini senada dengan apa yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang diketengahkan di dalam kitabSahih Muslim yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ. di suatu hari bersabda kepada para sahabatnya sehabis hujan di malam harinya:"Tahukah kalian apa yang dikatakan oleh Tuhan Kalian?” Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi ﷺ. bersabda, "Sebagian di antara hamba-hamba-Kupagi hari ini ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Adapun orang yang mengatakan, 'Kami diberi hujan berkat kemurahan dan rahmat Allah, ' maka dia adalah orang yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang. Adapun orang yang mengatakan, 'Kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu,' maka orang itu kafir kepada-Ku dan percaya kepada bintang-bintang.”

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI6 hari lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 14 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 02)

Silsilah Ilmiyyah Al-Ushul Ats-TsalatsahMengenal Allah ﷻ Melalui Ayat-Ayat dan Makhluk-NyaTujuan PembahasanSetelah mengetahui bahwa Allah adalah Rabb seluruh alam, muncul pertanyaan:“Bagaimana engkau mengenal Rabbmu?”Jawaban yang diajarkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah:فقل بآياته ومخلوقاته“Aku mengenal Rabbku melalui ayat-ayat-Nya dan makhluk-makhluk-Nya.”1. Cara Mengenal Allah ﷻA. Melalui Ayat-Ayat AllahYang dimaksud ayat di sini adalah:Ayat KauniyahTanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat di alam semesta.Contohnya:Pergantian siang dan malamMatahariBulanLangitBumiGunungLautanTumbuhanHewanSemua itu menunjukkan:Kebesaran AllahIlmu AllahHikmah AllahKekuasaan AllahB. Melalui Makhluk-Makhluk AllahMakhluk adalah segala sesuatu selain Allah.Seluruh makhluk:Diciptakan dari tidak ada menjadi ada.Memerlukan Allah.Tidak mampu berdiri sendiri.Dengan memperhatikan makhluk, seseorang akan mengenal:Keagungan AllahKesempurnaan AllahKekuasaan AllahKebijaksanaan Allah2. Tafakur Menjadi Jalan Mengenal AllahSemakin seseorang:MerenungMemikirkan ciptaan AllahMengamati alam semestaMaka semakin bertambah:Ma’rifatullah(Pengenalan terhadap Allah)Iman(Keyakinan kepada Allah)Ketundukan(Kepatuhan terhadap perintah Allah)Karena ia melihat bukti-bukti kekuasaan Allah di sekelilingnya.3. Sebagian Tanda Kekuasaan AllahSyaikh menyebutkan:ومن آياته الليل والنهار والشمس والقمر“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari dan bulan.”4. Tanda Kekuasaan Allah pada Malam dan SiangA. Allah Menciptakan Malam dan Siang dengan HikmahAllah tidak menciptakannya secara sia-sia.Fungsi SiangWaktu bekerjaWaktu mencari rezekiWaktu beraktivitasWaktu memenuhi kebutuhan hidupFungsi MalamWaktu beristirahatWaktu menenangkan tubuhWaktu memulihkan tenagaWaktu tidurB. Hikmah Pergantian Siang dan MalamDengan adanya pergantian tersebut:Kehidupan berjalan normal.Tubuh manusia mendapatkan keseimbangan.Manusia dapat mengatur waktu.Manusia dapat menghitung hari.C. Jika Hanya Ada SiangAkan muncul banyak mudarat:Sulit beristirahat dengan sempurna.Kehidupan tidak seimbang.Sulit membedakan hari.D. Jika Hanya Ada MalamAkan muncul banyak kesulitan:Aktivitas manusia terganggu.Banyak pekerjaan tidak dapat dilakukan.Kebutuhan penerangan sangat besar.Kehidupan menjadi lebih sulit.PelajaranPergantian siang dan malam menunjukkan:Rahmat AllahHikmah AllahIlmu AllahKekuasaan AllahAllah mampu:Mengubah siang menjadi malamMengubah malam menjadi siang5. Tanda Kekuasaan Allah pada MatahariKeistimewaan MatahariAllah menciptakan matahari:Sangat besarMenghasilkan cahayaMenghasilkan panas yang bermanfaatManfaat MatahariBagi ManusiaSumber cahaya alamiMembantu kesehatan tubuhMembantu aktivitas manusiaBagi TumbuhanMembantu proses pertumbuhanMenjadi sumber kehidupanBagi KehidupanMengurangi kebutuhan penerangan pada siang hariMenunjang keseimbangan alamJarak Matahari yang Sangat TepatAllah meletakkan matahari pada jarak yang sempurna.Jika Terlalu DekatBumi akan rusak.Kehidupan tidak dapat berlangsung.Jika Terlalu JauhManusia tidak memperoleh manfaat yang cukup.Kehidupan terganggu.Pelajaran dari MatahariMatahari menunjukkan:Ilmu AllahAllah mengetahui apa yang paling baik bagi makhluk-Nya.Hikmah AllahSegala sesuatu diciptakan dengan ukuran yang tepat.Qudrah AllahAllah mampu menciptakan dan mengatur matahari setiap saat.Kehidupan AllahAllah Maha Hidup dan tidak pernah lalai mengurus makhluk-Nya.6. Allah Tidak Pernah LalaiAllah berfirman:لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ“Allah tidak mengantuk dan tidak tidur.”(QS. Al-Baqarah: 255)Maknanya:Allah selalu mengatur alam semesta.Allah selalu menjaga langit dan bumi.Tidak ada satu pun urusan yang luput dari pengawasan-Nya.7. Tanda Kekuasaan Allah pada BulanBulan juga merupakan salah satu ayat Allah yang sangat besar.Perbedaan Bulan dan MatahariMatahariMemancarkan sinar yang kuat.Menghasilkan panas.BulanMemantulkan cahaya yang lembut.Tidak membakar seperti matahari.Hikmah Diciptakannya BulanAllah menjadikan bulan:Memiliki fase-fase tertentu.Memiliki kedudukan-kedudukan tertentu.Menjadi alat perhitungan waktu.Fungsi BulanMenentukan TanggalManusia dapat mengetahui:Awal bulanPertengahan bulanAkhir bulanMenentukan TahunManusia dapat menghitung:Bulan-bulan HijriahPergantian tahunDalilQS. Yunus: 5وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ“Dan Allah menetapkan bagi bulan manzilah-manzilah agar kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.”Buah Tafakur terhadap Ciptaan AllahOrang yang merenungkan:MalamSiangMatahariBulanLangitBumiakan semakin:Mengenal Allah (Ma’rifatullah)Bertambah ImannyaYakin terhadap Kekuasaan AllahTunduk kepada Perintah AllahMengagungkan AllahPoin-Poin Penting untuk DihafalCara Mengenal AllahMelalui ayat-ayat-Nya.Melalui makhluk-makhluk-Nya.Ayat Kekuasaan Allah yang DisebutkanMalamSiangMatahariBulanHikmah MalamIstirahatKetenanganTidurHikmah SiangAktivitasBekerjaMencari rezekiManfaat MatahariCahayaPanasKehidupanManfaat BulanMenentukan tanggalMenentukan bulanMenghitung tahunKesimpulanAllah ﷻ dapat dikenal melalui ayat-ayat kekuasaan-Nya dan makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Pergantian malam dan siang, serta penciptaan matahari dan bulan, menunjukkan kesempurnaan ilmu, hikmah, rahmat, dan kekuasaan Allah. Semakin seseorang bertafakur terhadap ciptaan Allah, semakin bertambah pengenalannya kepada Allah, keimanannya kepada-Nya, dan ketundukannya terhadap syariat-Nya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI6 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 14: Perbedaan Iradah Kauniyah Qadariah & Iradah Syar’iyyah Dinniyah

Halaqah 14:Perbedaan Iradah Kauniyah Qadariah & Iradah Syar’iyyah Dinniyah🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Perbedaan antara Iradah Kauniyah Qadariyyah dan Iradah Syar’iyyah Diniyyah diantaranya:1. Iradah Kauniyah melazimkan terjadinya apa yang diinginkan oleh Allah.Misalnya Allah menginginkan menciptakan matahari maka terciptalah matahari.Sedangkan Iradah Syar’iyyah maka tidak melazimkan terjadinya apa yang Allah inginkan, seperti secara syari’at Allah menginginkan ke-Islam-an Abu Lahab tetapi hal tersebut tidak terjadi.2. Bahwa Iradah Kauniyah tidak melazimkan apa yang Allah inginkan tersebut dicintai oleh Allah, akan tetapi terkadang kejadiannya ada yg dicintai oleh Allah, misal keimanan orang yang beriman.Dan terkadang ada yang kejadiannya tidak dicintai oleh Allah, seperti kemaksiatan.Adapun Iradah Syar’iyyah maka kejadiannya pasti sesuatu yang dicintai oleh Allah, seperti keimanan orang yang beriman, ketaatan orang yang taat, dll.3. Iradah Kauniyah tidak melazimkan bahwa itu diperintah oleh Allah, sedangkan Iradah Syar’iyyah melazimkan bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah, artinya setiap yang diinginkan oleh Allah secara syari’at berarti dia diperintahkan.@dnfnunu | @komunitas.beekind | #JejakIlmuHSI

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
N

Naella ulia

📍 -

Merawat dan memperbaiki

Cara jadi istri yang qanaahQanaah adalah bekal kita hidup tenang di dunia. Sifat qana'ah ini membuat kita ridha terhadap segala bentuk pemberian Allah yang telah ditetapkan, nggak membuat diri dihinggapi ketidakpuasan, juga perasaan kurang atas apa yang telah diberikan. Inparkeringkang bagi seluruh wanita yang secara naluriah menyukain harta benda. Namun bukan berarti tidak bisa kita menggapainya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Cerminan Kekuasaan Allah — Ayat 41–46

Ayat ini sangat indah untuk direnungkan, terutama pada bagian “وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ — dan kepada Allah-lah tempat kembali.”🌿 Tadabbur QS. An-Nūr: 42Tema: Hukum Perzinaan dan PergaulanSubtema: Cerminan Kekuasaan Allah — Ayat 41–46Inti ayat:Allah menegaskan bahwa seluruh kerajaan langit dan bumi mutlak milik-Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang benar-benar memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri. Pada akhirnya, semua akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat.✨ Pelajaran pentingAllah adalah pemilik mutlak segala sesuatu.Apa yang kita miliki—harta, keluarga, kesehatan, kedudukan bahkan kehidupan—sejatinya adalah amanah dari Allah.Kekuasaan manusia hanyalah sementara.Sebesar apa pun seseorang merasa berkuasa, semuanya akan berakhir. Kekuasaan yang sempurna dan kekal hanyalah milik Allah.Semua makhluk pasti kembali kepada Allah.Tidak ada yang bisa menghindar dari hari ketika seluruh amal diperlihatkan dan dipertanggungjawabkan.Kesadaran akan “tempat kembali” seharusnya memengaruhi cara kita hidup.Ketika menghadapi godaan, konflik, ketidakadilan, atau penilaian manusia, kita diingatkan bahwa yang paling penting bukan bagaimana manusia menilai kita, tetapi bagaimana Allah menilai kita.Ayat ini mengajarkan ketundukan kepada Allah.Karena Dia adalah Pemilik dan Raja seluruh alam, maka aturan dan batasan yang Allah tetapkan—termasuk dalam pergaulan dan kehormatan diri—bukan untuk memberatkan, tetapi sebagai bentuk penjagaan-Nya kepada manusia.🌸 Renungan:Jika seluruhnya milik Allah dan kepada-Nya pula kita akan kembali, maka jangan sampai kita terlalu sibuk menjaga penilaian manusia, sementara lupa menjaga penilaian Allah terhadap diri kita.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 14 - Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Hampir Menyerah?

📝 Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Hampir Menyerah?📌 Realita Gentle Discipline➡️ Tidak ada jalan pintas untuk memperbaiki masalah perilaku anak tanpa konsekuensi jangka panjang.➡️ Gentle discipline membutuhkan:☑ Kesabaran☑ Konsistensi☑ Usaha yang terus-menerus☑ Komitmen jangka panjang➡️ Karena itu, wajar jika orang tua sesekali merasa lelah, kewalahan, atau ingin menyerah.---💡 Ketika Merasa Ingin MenyerahJangan hanya membayangkan "libur" dari pengasuhan.➡️ Ambillah waktu untuk beristirahat jika memungkinkan.Manfaatnya:⬜ Memulihkan energi⬜ Menenangkan pikiran⬜ Menguatkan kembali tekad untuk melanjutkan pengasuhan📍 Merawat diri bukan kemewahan, tetapi kebutuhan.> Anda tidak bisa menuang dari gelas yang kosong.---🔍 Lihat ke Dalam DiriSaat muncul keinginan untuk menyerah, tanyakan:❓ "Mengapa saya merasa seperti ini?"Sering kali jawabannya:• Keraguan diri• Rasa takut salah• Kehilangan percaya diri📌 Keinginan menyerah sering kali merupakan sinyal bahwa ada kebutuhan emosional yang perlu diperhatikan.---⚖️ Dua Pilihan Saat TakutFEAR⬅️ Forget Everything And Run(Lupakan semuanya lalu lari)• Menyerah• Menghindari tantangan• Kembali pada kebiasaan lama━━━━━━━━━━━━➡️ Face Everything And Rise(Hadapi semuanya lalu bangkit)• Mengakui ketakutan• Belajar dari kesalahan• Terus bertumbuh sebagai orang tua• Tetap melanjutkan gentle discipline---🧠 Pertarungan SebenarnyaBukan melawan anak.Bukan melawan keadaan.Tetapi melawan:⬜ Keraguan diri⬜ Ketakutan⬜ Pola pikir yang menghambat pertumbuhan---🤍 Pesan Utama➡️ Saat ingin menyerah, jangan langsung berhenti.➡️ Beristirahatlah, rawat diri, lalu evaluasi apa yang sebenarnya sedang Anda rasakan.➡️ Pilih untuk menghadapi dan bangkit, karena setiap langkah kecil yang konsisten akan membantu Anda menjadi orang tua yang lebih baik bagi diri sendiri dan anak-anak Anda.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →