📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Talbis iblis#13 ustadz firanda adirja

Talbis iblis -13Ustadz firanda adirjaTalbis iblis terhadap kaum sufiImam al jauzy menentang dan membantah sebagian pendapat sebagian ulama terhadap kaum suffiyyah tentang jenis tulisan buku tentang khayalan seseorang. Membuat hati terenyuh tentang sesuatu yang membuat mu menghayal. Membayangkan sesuatu seandainya.. Dan seandainya. *Maka pelajari ilmu dari para salaf, sehingga kita tidak perlu lagi buku buku yang lain. Ambil lah ibroh dari al quran dan hadist*. Peringatan lah manusia dari buku akademik haris musahibi, karena dia tergelincir dalam pemahaman suffiyyah. Banyak ulama membantah kaum ini bukan untuk menjatuhkan tapi untuk meluruskan syariat. Model model kesalahan kaum suffiyyah-Menyampaikan riwayat tentang kaum suffiyyah aqidah yang rusakMakhluk itu satu kesatuan (wahdatul wujud) Firaun itu masuk surga Menyalahi kaum nabi musaHamba adalah tuhan. Tuhan itu hambaAlhulu liyah -Tuhan menempati tempat nyaOrang sufi abdu hamzah dia orang sufi sedang ceramah, tiba tiba ada burung gagak bersuara, dia kaget kemudian dia bilang labaik labaik, seakan seakan ada ilahi yang memanggil nya.dia menganggap itu panggilan atau mengingat kan dia untuk berzikir. Al syaroz lu ma suffiyyah.. Sekelompok kaum suffiyyah bermazhab hululliyyah... Kita lihat pemandangan yang indah berarti Allah ada di situ. Aku kangen sama Allah,, allah mempunyai sifat kangen dan hasratTokoh suffiyyah yang paling bahaya al halaz . Al husein masum al halaz dia mengaku mempunyai kesaktian, dia bisa mengambil buah dari surga. Dia sakti dan di liputi jin. Dia pengikut nya banyak. Banyak orang terpedaya dengan dia, dia merasa dirinya tuhan. Talbis iblis terhadap kaum suffiyyah dalam bersuci Mereka di buat was was dalam berwudhu. Talbis iblis terhadap kaum suffiyyah dalam shalat terkait niat dan lain lain nya. Setiap kaum sufi itu punya amal amal sendiri, zikir zikir sendiri, thoriqoh thoriqoh sendiri. *yang nama nya islam itu semua tahu, untuk siapa saja dari mana saja*Mereka punya sunah sunah bersendirian dengan sunah sunah tersebut. Mereka punya baju khas yaitu tambalan tambalan. Tidak ada ulama yang menyuruh sholat dua rakaat saat masuk islam, padahal itu tidak ada yang ada hanya suruh mandi saat masuk islamTalbis iblis terhadap kaum suffiyyah tentang tempat tinggal mereka. Mereka punya ribat ribat atau banguna khusus untuk ibadah di tempat tersebutIni bantahan ibnu jauzyMereka bikin bangunan itu bidah, bangunan dalam IsIam itu masjidMereka menghalangi kaki mereka kemasjidMereka bertasyabuh dengan orang nashoroMereka tersiksa diantara mereka anak anak muda, sehingga mereka tersiksaMereka menjadikan diri mereka orang orang zuhud

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Materi 13

TALBIS IBLISMateri 13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)​Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.Sumber Rujukan: Kitab Talbis Iblis karya Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah​1. Pendahuluan​Kaum Sufi tidak memiliki satu model tunggal, melainkan bervariasi (bermodel-model).​Al-Imam Ibnul Jauzi mengkritisi beberapa kitab yang dianggap mendukung paham Sufi, seperti Ihya Ulumuddin (Al-Ghazali), Qutul Qulub (Abu Thalib Al-Makki), dan Luma' as-Sufiyah (Abu Nashr as-Sarraj).​2. Kritisi terhadap Metode "Al-Wasawis wal Khatarat"​Definisi: Metode penulisan yang mendorong pembaca untuk membayangkan skenario (seperti sakaratul maut, alam barzakh, atau hari kiamat) agar hati menjadi terenyuh/takut.​Tokoh Utama: Al-Harits al-Muhasibi (dengan bukunya seperti Tawahum).​Pandangan Ulama Salaf:​Imam Ahmad bin Hambal: Menyarankan untuk tidak duduk bersama pengikut aliran ini dan memperingatkan bahaya pemikiran mereka.​Abu Zar'ah ar-Razi: Menganggap metode ini sebagai bentuk bid'ah. Beliau menegaskan bahwa orang yang tidak bisa mengambil pelajaran (ibrah) dari Al-Qur'an, Sunnah, dan atsar Salaf, maka ia tidak akan mendapatkan pelajaran dari buku-buku khayalan tersebut.​Alasan Penolakan:​Bukan metode yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ maupun generasi Salaf.​Berpotensi membentuk kepribadian yang tidak sesuai dengan syariat.​Al-Harits al-Muhasibi juga dinilai terjerumus dalam bid'ah Kullabiyah (ilmu kalam dalam sifat Allah).​3. Prinsip Ibnul Jauzi dalam Membantah​Mensucikan Syariat: Bantahan dilakukan bukan untuk menjatuhkan pribadi seseorang, melainkan sebagai kewajiban ilmiah untuk membela kebenaran agar masyarakat tidak tertipu.​Tidak Ada yang Maksum: Meskipun seseorang dikenal sebagai orang saleh atau zahid, jika ia melakukan kesalahan fatal dalam akidah atau syariat, maka ia harus dibantah.​Kebenaran di Atas Person: Ketundukan seorang muslim hanyalah kepada dalil syar'i, bukan kepada tokoh.​4. Penyimpangan Akidah: Hululiyah & Ittihadiyah​Ibnul Jauzi memaparkan kerusakan akidah sebagian tokoh Sufi yang terjerumus dalam:​Wahdatul Wujud: Keyakinan bahwa Allah dan alam semesta adalah satu kesatuan (seperti laut dan ombaknya). Tokoh sentralnya adalah Ibnu Arabi.​Al-Hulul: Keyakinan bahwa Tuhan menempati sebagian makhluk-Nya (seperti air dalam gelas).​Ittihadiyah: Keyakinan bahwa Allah dan makhluk bersatu (seperti kopi dan susu).​Contoh Kasus:​Abu Hamzah: Sufi yang menyangka suara burung gagak adalah suara Ilahi dan membalasnya dengan "Labaik, Labaik" (seolah menanggapi panggilan Allah). Ia dituduh sebagai penganut paham Hululiyah.​Al-Hallaj (Husin bin Mansur): Seorang yang mengaku dirinya Tuhan. Ulama sepakat atas kekafirannya dan ia dihukum mati. Meski begitu, banyak pengikutnya yang masih fanatik karena kebodohan mereka terhadap ijma' ulama.​5. Tipuan Iblis dalam Ibadah​A. Waswas dalam Bersuci​Setan membuat kaum Sufi terjebak dalam waswas yang berlebihan (misalnya harus bersuci dengan air sungai dalam jumlah yang sangat banyak dan enggan menggunakan air sedikit), padahal hal tersebut tidak disyariatkan.​B. Inovasi Ibadah (Salat & Wirid Khusus)​Banyak tarekat menciptakan ritual atau salat khusus yang tidak ada dalilnya (misal: salat dua rakaat khusus setelah memakai pakaian tertentu).​Logika Bantahan: Jika amalan tersebut dari Islam, seharusnya semua umat Islam boleh dan tahu cara mengamalkannya. Klaim "wirid khusus untuk kelompok tertentu" adalah tanda ajaran menyimpang.​C. Pembangunan Ribat (Tempat Ibadah Khusus)​Ibnul Jauzi mengkritik pembangunan ribat dengan enam alasan:​Merupakan bangunan bid'ah (karena tempat ibadah umat Islam hanyalah masjid).​Menjadi saingan bagi masjid sehingga meredupkan syiar masjid.​Menghalangi pelakunya dari pahala langkah kaki menuju masjid.​Menyerupai cara hidup rahib Nasrani (memisahkan diri dari masyarakat).​Menyiksa diri (misalnya anak muda yang menahan syahwat karena tidak menikah demi ibadah di ribat).​Menjadi sarana untuk pamer kezuhudan dan mencari penghasilan dari belas kasih orang lain (tidak bekerja).​6. Kesimpulan Utama​Islam bersifat universal dan terbuka bagi semua orang untuk mengamalkan dalil yang benar.​Setiap amalan ibadah harus berpijak pada tuntunan Rasulullah ﷺ dan pemahaman Salafus Shalih.​Pentingnya menjaga syariat dari kotoran bid'ah, meskipun yang membawanya adalah orang-orang yang dicintai masyarakat.​

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
F
Fatimah Azzahrah

📍 Kabupaten Banggai

Talbus iblis terhadap kaum sufiyyah bagian 2

Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc. M. ATALBIS IBLIS#13Talbis iblis terhadap kaum Sufi bagian 2kitab sufiyyah yang di bantah oleh Ibnul Jauzi diantaranyaAl wasawis wal khatarat, yaitu jenis buku yang menjelaskan tentang Khayalan- khayalan seseorang. Yang terkenal membawa jenis tulisan ini bernama Al haris Al Muhasibih menulis buku jga yang judul nya tawahum, isi bukunya khayalan² sakratul maut dan di alam barzakh. Buku² seperti ini di takdir oleh para ulama,- Imam Ahmad bin Hambal melarang muridnya duduk   Bersama orang² yang bermazhab seperti Al Haris Al Muhasibih - Abu zur'ah Ar Razi ketika di tanya tentang Haris Al  Muhasibih dan tulisan²nya, Abu Zur'ah berkata "jauhilah  engkau dari buku² seperti ini, ini adalah buku² bid'ah dan   buku² kesesatan, hendaknya engkau berpegang teguh dengan atsar (hadits Rasulullah dan atsar dari para    sahabat), ketika engkau belajr hadits dan atsar dari para salaf, engkau sdh tdk butuh lagi buku² seperti ini. Dan siapa yang tdk bisa mengambil ibrah dari Al qur'an dan sunnah² nabi maka tidak ada ibrah dari buku² seperti ini. Imam Ahmad mentadzhir masyarakat dari Al Haris Al Muhasibih karena dia kesalahannya - Menulis buku yang mendukung sufiyyah dengan istilah Al wasawis wal khatar- Berbicara tentang sifat, ikut bermazhab dengan mazhabnya Ibnu kullab, (pemikiran Al Kullabiyyah) pemikiran yang muncul diantara jahmiyyah, mu'tazilah, dan Ahlu sunnah. Ditengah²nya ada madzhab Kullabiyyah yang di ikuti oleh Al Haris Al Muhasibih. Abu Bakar Al khallal berkata "peringatkanlah manusia dari bahayanya Al Haris Al Muhasibih dengan peringatan yang “Pemikiran yang keliru muncul dari siapapun tdk boleh di ikuti” ‌Tokoh² Sufiyyah yang terjerumus dalam Aqidah Al hululiyyah/Al Ittihadiyyah- Abu Hamzah selalu mengucapkan labbaik ketika mendengar sesuatu, dia menganggap suara yang dia dengar adalah suara dari Allah untuk mengingatkan dia supaya berdzikir - Abu Nasr As Sarraj (penulis bukuLuma' Sufiyyah) berkata "telah sampai kepada ku bahwasanya sekelompok dari kaum sufiyyah bermazhab hulul mereka menyangka bahwasanya Allah memilih sebagian jasad untuk Allah tempatkan padanya makna² rububiyyah (makna² ketuhanan), kemudian tersebut di cabut makna² kemanydiaan, ada yang mengatakan Allah meletakkan nilai² ketuhanan pada pemandangan yang undah di lihat", dan "telah sampai kepadaku dari sekelompok Ahlu Syam mereka mengaku bahwasanya mereka bisa melihat Allah dengan hati mereka di dunia, sebagaimana orang² akan melihat Allah pada hari kiamat dengan mata mereka" Abu Nasr As Sarraj jga berkata bahwasanya Gulamal Khalil mendengar Abu Al Hasan An Nuri berkata "aku rindu (berhasrat) kepada Allah dan Allah juga rindu kepada ku".Abu Al qodi membantah dengan berkata "Orang hululiyyah berpendapat Allah memiliki sifat rindu"Ibnul Jauzi membantah dengan mengatakan Allah mempunyai sifat rindu salah dari tiga sisi1. Nama sifat rindu hanya kepada yang di nikahi 2. Sifat² Allah yang ada hanya mencintai 3. Tidak ada dalilnya Di antara tokoh yang paling berbahaya dari tokoh hululiyyah adalah- Al Husain bin Mansur Al Hallaj, mengatakan dirinya berati dengan Tuhan, mengaku dirinya sebagai Tuhan dan dia punya kesaktian². Diantara kesaktiannya dia mengaku bisa mengambil buah dari surga. Mengaku bisa membuat Al qur'an.Para ulama telah sepakat bahwasanya darahnya Al Hallaj halal (boleh di bunuh). Dan yang pertama mengatakan diantara para hakim² yang berani memutuskan bahwasanya Al Hallaj kafir adalah Abu Umar Al Qodi. Rasullulah bersabda "Darah seorang muslim tdk halal kecuali satu diantara 3, diantara nya orang yang murtad".Banyak orang² Sufi yang fanatik kepada Al Hallaj karena kebodohan mereka, dan tdk peduli dengan ijma' fuqaha'. Tipuan iblis terhadap kaum sufiyyah dalam bersuciDibuat was² sehingga ketika bersuci memakai air yang banyak, Mereka tdk berwudhu kecuali dari sungai. Syaitan menggoda kaum sufiyyah sebagaimana syaitan menggoda ahli ibadah yang tdk berilmu. Mereka memiliki sunnah² yang mereka bersendiri dalam sunnah tersebut, dan mereka bernisbah pada sunnah tersebut. Diantaranya mereka memakaikan baju khas sufi dan sholat 2 rakaat setelah memakai baju tersebut. Mereka salah dari 6 perkara - Membuat bangunan bid'ah (bangunan khusus ibadah tetapi bukan masjid). Ribath. - Menjadikan bangunannya saingan bagi masjid. - Menghalangi diri mereka dari pahala melangkahkan kaki ke masjid, karena mereka tdk ke masjid tapi ke ribath. - Mereka bertasyabbuh dengan orang² nasrani. - Mereka tersiksa karena banyak dari mereka anak² muda, sementara mereka tidak menikah karena sibuk ibadah di ribath² tersebut. - Mereka menjadikan diri mereka suatu tanda (mereka kenalkan diri mereka ke masyarakat bahwa diri mereka orang² zuhud).

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bag-2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Kritik Terhadap Literatur SufiUlama Salaf (seperti Imam Ahmad bin Hambal) dan Ibnu Jauzi memperingatkan bahaya buku-buku sufi yang berlandaskan al-wasawis wal khatarat (khayalan).Buku-buku tersebut dinilai keliru karena mendramatisir kematian atau alam barzakh hanya demi memancing emosi pembacanya.Pendidikan umat yang benar seharusnya berpegang teguh pada dalil pasti dari Al-Qur'an dan Hadis, bukan sekadar imajinasi.Tiga Penyimpangan AkidahWahdatul Wujud: Keyakinan bahwa pencipta dan makhluk adalah satu kesatuan (seperti ajaran Ibnu Arabi yang menganggap Firaun masuk surga).Al-Hululiyah: Keyakinan bahwa Tuhan turun dan menempati tubuh makhluk-Nya (seperti ajaran yang dianut oleh Al-Hallaj).Ittihadiyah: Keyakinan bahwa Tuhan dan makhluk bersatu hingga tidak bisa dipisahkan (dianalogikan seperti kopi dan susu yang diaduk menjadi satu).Kasus Kesesatan Al-HallajAl-Hallaj adalah tokoh sufi terkemuka penganut aliran Hululiyah.Ia dieksekusi mati berdasarkan kesepakatan para ulama pada zamannya karena terbukti murtad dan mengaku sebagai Tuhan.Bentuk kesesatannya termasuk menyebarkan ajaran menyimpang, mengaku bisa menyaingi firman Tuhan, hingga memposisikan dirinya sebagai Ar-Rahman Ar-Rahim.Talbis Iblis Terhadap Sufi dalam Bersuci dan IbadahPenyakit Was-was: Akibat minimnya ilmu agama, setan menipu ahli ibadah sufi dengan keraguan berlebihan. Contohnya, menganggap wudu tidak sah jika airnya sedikit, sehingga mereka mewajibkan diri berwudu langsung di sungai.Eksklusivisme Ibadah: Mereka menciptakan amalan, sunnah, zikir rahasia, hingga salat yang dikhususkan hanya untuk kelompok (tarekat) mereka sendiri.Bertentangan dengan Syariat: Praktik tertutup ini menyalahi esensi syariat Islam yang bersifat universal dan terbuka bagi seluruh umat.Larangan Pembangunan Tempat Ibadah Khusus (Ribat)Imam Ibnu Jauzi mengkritik keras pembuatan ribat (bangunan yang dikhususkan hanya untuk tempat beribadah kelompok tertentu).Hal ini dianggap menyimpang karena menyerupai tradisi agama Nasrani yang mendirikan kuil-kuil khusus.Pembangunan ribat juga menyaingi fungsi utama masjid dan merugikan pelakunya karena mereka kehilangan keutamaan serta pahala melangkahkan kaki ke masjid.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
A
Alfiah fajri

📍 Kota Bogor

Talbis iblis 13

Materi #13: Talbis Iblis terhadap Kaum Sufi​(Ringkasan Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. berdasarkan kitab Talbis Iblis karya Ibnu al-Jauzi)​"Setiap amalan yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah ﷺ maka amalan tersebut tertolak."— (HR. Muslim)​Berbagai bentuk tipu daya Iblis yang menimpa sebagian kelompok sufi, baik dalam metode pendidikan, aqidah, maupun praktik ibadah. Berikut poin-poin utamanya:​1. Kritik terhadap Metode Pendidikan Sufi​Ustadz Firanda menjelaskan bantahan Imam Ibnu al-Jauzi terhadap sebagian metode pendidikan sufi yang menggunakan tawahhum (khayalan atau imajinasi) sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Metode semacam ini dinilai tidak memiliki landasan dari Salafush Shalih dan berpotensi menjerumuskan pelakunya ke dalam bid'ah.​2. Aqidah yang Menyimpang​Dibahas beberapa keyakinan yang dianggap menyimpang dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, di antaranya:​Hululiyah, yaitu keyakinan bahwa Allah menempati makhluk-Nya.​Wahdatul Wujud, yaitu keyakinan bahwa seluruh wujud pada hakikatnya adalah satu.​Ittihadiyah, yaitu keyakinan bersatunya Tuhan dengan makhluk.​Menurut penjelasan beliau, keyakinan-keyakinan tersebut bertentangan dengan aqidah Islam yang benar.​3. Kisah Al-Hallaj​Kajian ini juga mengulas tentang Al-Husain bin Manshur Al-Hallaj, seorang tokoh yang terkenal dengan ucapan dan ajaran yang dianggap mengandung unsur kekufuran. Para ulama menilai pemikirannya menyimpang dan menetapkan hukuman terhadapnya karena dianggap telah keluar dari ajaran Islam.​4. Bid'ah dalam Ibadah dan Tempat Tinggal​a. Waswas dalam Bersuci Sebagian orang terjerumus ke dalam sikap berlebihan ketika bersuci, seperti menggunakan air secara berlebihan dan mengulang-ulang wudhu karena waswas. Sikap ini dianggap sebagai salah satu bentuk tipu daya setan yang menjauhkan seseorang dari tuntunan syariat yang mudah dan sederhana.​b. Sunnah Khusus yang Dibuat-buat Dikritik pula adanya amalan-amalan khusus yang tidak memiliki dalil dari Nabi ﷺ, seperti zikir atau salat tertentu yang dikaitkan dengan pakaian atau keadaan tertentu tanpa dasar syariat yang sahih.​c. Pembangunan Ribat Ibnu al-Jauzi juga mengkritik tradisi membangun ribat (tempat ibadah atau tempat berkumpul khusus) yang dijadikan alternatif selain masjid. Menurut beliau, praktik ini berpotensi memecah persatuan kaum muslimin, mengurangi peran masjid sebagai pusat ibadah, dan menyerupai tradisi kependetaan Nasrani.​Pelajaran yang Dapat Diambil​[x] Ibadah harus dibangun di atas dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah.​[x] Menjaga kemurnian aqidah merupakan kewajiban setiap muslim.​[x] Waswas dan sikap berlebihan dalam beragama dapat menjadi pintu masuk tipu daya setan.​[x] Semangat beribadah harus diiringi dengan ilmu agar tidak terjatuh ke dalam bid'ah dan penyimpangan

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI17 Juni 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Halaqah yang ke-58 dari Silsilah ‘IlmiyahBerimān Kepada hari Akhir adalah tentang “Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Kedalam Neraka Bagian yang keempat”

Halaqah yang ke-58 dari Silsilah ‘IlmiyahBerimān Kepada hari Akhir adalah tentang “Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Kedalam Neraka Bagian yang keempat”Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam neraka adalah dosa wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya.Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:Diperlihatkan kepadaku bahwa sebagian besar penduduk neraka adalah wanita. Mereka telah ingkar.Dikatakan kepada beliau:Apakah mereka ingkar kepada Allāh ?Beliau bersabda: “Mereka ingkar kepada suami-suami mereka, Mengingkari kebaikan-kebaikan mereka, Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sekian lama, kemudian dia melihat darimu sesuatu yang tidak membuat dia senang, maka wanita tersebut akan berkata, “Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun darimu”.(Hadīts Riwayat Bukhāri dan Muslim)Seorang wanita yang shālihah hendaklah bersyukur kepada Allāh , kemudian bersyukur kepada suaminya, karena dengan sebabnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla√ Menjaga dia sebagai seorang istri.√ Menutupi kekurangannya.√ Menunaikan hajatnya dan lain-lain.Dan secara umum, bersyukur kepada orang lain yang pernah berbuat baik kepada kita diperintahkan dalam agama Islām.Apabila seseorang tidak bisa membalas maka hendaknya dia mendo’akan dengan kebaikan, baik di hadapan orang tersebut maupun tidak di hadapannya.Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:“Barang siapa yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah. Kalau kalian tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, maka do’akanlah dengan kebaikan sampai kalian merasa bahwasanya kalian telah membalas kebaikannya”(Hadīts Shahīh Riwayat Abū Dāwūd dan An-Nasā’i)Dan di antara dosa yang membahayakan kehidupan seorang hamba di akhirat adalah tiga dosa yang tercantum didalam sabda Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam.◆ Tiga orang yang Allāh harāmkan masuk surga:⑴ Pecandu khamr (minuman keras)⑵ Anak yang durhaka⑶ Dayyuts (laki-laki yang membiarkan kejelekan di dalam keluarganya)(Hadīts Hasan Riwayat Imām Ahmad di dalam Musnadnya)Seorang kepala keluarga yang membiarkan kemaksiatan di dalam keluarganya dan memfasilitasi, dikhawatirkan terkena ancaman ini.Seorang kepala keluarga dituntut untuk tegas dan lembut dengan keluarganya.Rasa sayang bukan berarti harus memberi semua yang diminta, Dan mendidik mereka untuk taat tidak identik denga kekerasan, Istri dan anak adalah ujian dan titipan Allāh.Kewajiban kita adalah mengerahkan tenaga semaksimal mungkin untuk menjaga diri dan keluarga kita dari neraka, dan hidayah di tangan Allāh Subhānahu wa Ta’āla⇒Dan di antara dosa yang membahayakan adalah durhaka terhadap kedua orang tua.Dan di antara bentuk durhaka adalah menyakiti orang tua dengan lisan, dengan sikap ataupun dengan tangan.Seorang muslim dan muslimah diperintah untuk berlemah-lembut kepada orang tua. Merendahkan diri di hadapan mereka, dan menaati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat.Dan di antara bentuk bakti yang paling berharga kepada orang tua kita adalah mengeluarkan mereka dari kegelapan, kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan menuju cahaya Tauhīd, Sunnah dan ketaatan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ālaDan di antara dosa yang membahayakan adalah dosa seorang pejabat yang menipu bawahan atau rakyatnya.Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:“Tidaklah seorang hamba, Allāh berikan jabatan kemudian dia mati dalam keadaan menipu bawahan atau rakyatnya kecuali Allāh akan mengharamkan dia masuk ke dalam surga”(Hadīts Riwayat Bukhāri dan Muslim)Di antara bentuk menipu kepada rakyat adalah tidak menasehati mereka demi keselamatan dunia dan akhirat mereka, tidak memenuhi hak-hak mereka, tidak berbuat adil di antara mereka dan lain-lain(diharamkan masuk surga di sini bahwasanya pelakunya tidak bisa masuk surga secara langsung, namun dia berhak untuk diadzab di dalam neraka terlebih dahulu apabila Allāh menghendaki)Ini adalah beberapa contoh dosa-dosa besar dan para ulama telah mengarang buku khusus tentang dosa-dosa besar, kita pelajari supaya kita bisa menjauhi.Keyakinan ahlusunnah bahwasanya pelaku dosa besar di bawah kehendak Allāh, Kalau Allāh menghendaki, maka Allāh akan mengampuni, dan kalau Allāh menghendaki, maka Allāh akan mengadzabnya terlebih dahulu, sebelum dimasukkan ke dalam surga.Dan adzab neraka bagi pelaku dosa besar, meski tidak selamanya namun bukan sesuatu yang ringan.Satu menit dibakar dengan api dunia adalah perkara yang berat. Maka bagaimana dibakar dalam waktu yang lama dengan api akhirat yang jauh lebih panas.Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:“Api kalian adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari neraka jahanam”(Hadīts Riwayat Bukhāri dan Muslim)Kesabaran di dalam menahan hawa nafsu di dunia, bagi seorang muslim jauh lebih ringan dan lebih mudah dari pada kesabaran di dalam menghadapi adzab neraka di akhirat.Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla melindungi kita dan keluarga kita dari api neraka.Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
S
Sylvia Eka Putri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Talbis iblis terhadap kaum Sufi (bagian 2)

Talbis iblis #13Talbis iblis terhadap kaum Sufi (bagian 2)Diantara kitab yang Iman Al Jauzy bantah adalah al-wasāwis al-khaṭṭārah yaitu buku tentang hayalan hayalan seseorang yang terkenal membawa tulisan ini Al Harist Al Muwasibi.Bukunya tawahum yang isinya membayangkan kematian sehingga orang yang membacanya menjadi takut namun buku ini ditahzir oleh para ulama diantaranya ketika diantaranya oleh Imam Ahmad yang melarang muridnya utk membaca buku tsb.Abu Zur’ah Ar ra’zi seorang ahli hadist ttg Al harist Al Muhasibi dia mengatakan utk tidak membaca buku ini karena ini adalah buku kesesatan.Karena bukan cara salaf untuk mendidik karena tidak sesuai dengan cara yang diajarkan oleh quran dan sunnah.Imam Ahmad mentahzir Al Harist Al Muhasibi karena alasanmenulis buku yang mendukung sufiyah dgn buku al-wasāwis al-khaṭṭārah (membayangkan)Berbicara ttg sifat ikut bermahzab dengan Ibnul Qulab yaitu pemikiran yang muncul antara jamiyah dan Muhtazilah ditengah2 ada namanya Qulabiyah diantara pengikutnya adalah Al Harist Al Muhasibi.Imam Al Jauzy menyebutkan juga ulama yang menyimpang lainya seperti Abu Hamid Al ghazali tapi masih membantah dengan sopan dan memberi uzur.Membantah aqidahnya yang menyimpang bukan pribadinya.Kesalahan kesalahan kaum sufiyahTokoh tokoh sufiyah yang terjerumus dalam aqidahwahdatul wujud (Allah adalah makhluk) yang digaungkan oleh tokoh Ibnu al robi dalam kitabnya Fushul hikam yg mengatakan Fir’aun masuk syurga karena dia sangat mengenal AllahAl hululiyah (Allah menempati makhluk)Berarti Tuhan merendahkan diri utk bisa bergabung dengan makhluknyaAl Ittihadiyah (Allah dan makhluk bersatau yang tidak bisa dipisahkan)Ibnu Al Jauzy menyampaikan riwayat ada seorang sufi yang bernama Hamzah yang ceramah dimesjid dan diterima orangSuatu hari dia ceramah ada burung gagak diatas mesjid dna kaget dgn suara burung gagak tsb dan dia berkata “labaik labaik” orang mengatakan dia Zindiq dan terkadang dia menyangka suara burung gagak adalah Allah mengingatkan dia dengan suara tsbAda sekelompok sufiyah yang bermahzab hululiyyah mereka menyangka Allah memilih sebagian jasad utk Allah tempatkan padanya makna rububiyah dan dicabut nilai kemanusiaan.Ada sekelompok ahlul syam mereka mengaku mereka bisa melihat Allah dgn hati mereka dunia sebagaimana mereka bisa melihat Allah dengan mata mereka di akhiratSyaraj berkata dgn menukil dr orang sufiyah bahwasanya Abu hasan Anuri salah seorang tokoh sufiyah pernah berkata dia pernah berhasrat kepada Allah dan Allah juga berhasrat kepadanya makanya Al qodi Abu Yala mengatakan “orang hululiyah mempunyai sifat kangen”dan ini dibantah oleh Ibnu Jauzy bahwa hasrat ini salah dari 3 sisi yaitusisi nama sifat tersebut dari ahli bahasa namanya hasrat itu hanya pada yang dinikahiSifat Allah hanya “Allah mencintai,Allah menyukai”. (Yuhibbu)Darimana dia tau Allah kangen karena tidak ada dalilnyaDiantara tokoh yang paling berbahaya adalah Al Husein bin Mansur Al hallaj yang di bunuh dan dibakar oleh ulama karena kafir yang mengaku dirinya Tuhan dan punya kesaktian diantara bisa mengambil buah dari syurgaSabda Rasululloh“Darah muslim tidak halal kecuali 1 diantara 3 diantaranya orang yg meninggalkan agama”Setelahnya masih banyak kaum sufi yang fanatik terhadapnya karena kebodohannya dan tidak peduli dengan ijma ulamaTalbis iblis yang lain terhadap sufiyah yaitu dalam bersuciSufi lebih parah dari ahli ibadah sehingga mereka diberikan rasa was was dan akhirnya menggunakan air yang banyak dan menganggap beewudhu dgn air sedikit tidak sah.Talbis iblis terhadap sufiyah yang sholatMereka menggoda lebih parah dari ahli ibadahMuhammad bin Tohir Al maqdisi pernah menyebutkan diantara sunnah mereka diantara sholat 2 rakaat setelah memakai baju yang ditambal (khas sufiyah)Mereka berdalil dengan hadist nabi menyuruh Sumamah mandi dan ini dibantah karena Sumamah masuk islam dan disuruh mandiTalbis iblis terkait tempat tinggal merekaMereka membangun tempat namanya Ribath,tinggal dan beribadah disituAdapun ahli ibadah mereka membuat bangunan khusus utk menyendiri beribadahKata Imam Al Jauzy kalopun mereka baik akan tetap salah dari 6 sisi yaitubangunannya bid’ah karena tempat ibadah islam adalah mesjidMembangunnya utk saingan dengan mesjidMenghalangi pahala langkah kaki kemesjidBertasyabuh dengan org nasara yang mempunyai kuil utk beribadahMereka tersiksa karena tidak menikah karena sibuk ibadah diribath tsbMereka menjadikan diri mereka suatu tanda bahwa mereka orang orang zuhud sehingga banyak yang datang mencari berkah kepada mereka

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
S
Sortha Nauli

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis iblis 13 kpd kaum Sufi bagian 2

TALBIS IBLIS 13Talbis Iblis kepada kaum sufi bag.2Ustadz DR Firanda Andirja M.ADiantara kitab yg beliau bantah adl jenis tulisan yg dikenal dg istilah wal wasawis al wasawis wal khatarat, yaitu jenis tulisan buku yg menjelaskan tentang khayalan khayalan seseorang. Yang membawa jenis tulisan ini adl Al Harits Al muhasibi. Salah satu judul buku nya Tawahum, awal kitab ia menyebutkan, bayangkan jika kau meninggal dunia, datang kepada mu sakaratul maut, malaikat maut, jdi kita di suruh membayangkan. Sehingga orang2 yg membaca buku tsb merasa trenyuh, takut. Namun ternyata buku ini di tahdzir oleh para ulama. Salah satunya Imam ahmad bin hambal. Beliau mentahdzir manusia dari masyarakat al harits al muhasibi krn dua kesalahannya, pertama dia menulis buku yg mendukung sufiyah dg istilah al wasawis wal khatarat, dan juga dia berbicara ttg sifat, dia mengikuti mahzab nya ibnu khulab (khulabiyah, pemikiran yg muncul di antara jahmiyah, mutazilah dan ahlus sunnah). Al Harits berbicara ttg sifat2 Allah, maka al imam bin hambal memboikotnya, maka Al harits pun bersembunyi sampai dia meninggal dunia.Ibnu Jauzi menyebutkan beberapa ulama yg tergelincir pemahaman kaum sufiyah, beliau membantah dg memberi udzur, beliau memberi judul Tanziihus syariah, yaitu pasal ttg mensucikan syariat, yaitu mensucikan dia syariat dari pemikiran2 dan keyakinan2 yg salah. Beliau berkata, jika telah jelas perkataan dari guru2 mereka kaum sufiah dan juga telah nampak kesalahan2 dari guru2 mereka krn jauhnya mereka dari ilmu, kalau memang yg di nukil dri guru2 mereka itu memang benar perkataan dari guru mereka memang harus di bantah. Tidak ada sungkan2 dalam membela al haq. Adapun orang2 yg meniru2 orang2 tsb dan bukan dari golongan mereka, maka kesalahan mereka lbh parah. Kemudian beliau (Ibnu Jauzi) berkata, kami akan menyampaikan beberapa kesalahan2 kaum sufiyah dan Allah mengetahui. Bukan lah maksud kami untuk mencari2 kesalahan, tetapi untuk mensucikan syariat.Ketundukan itu hanya kepada dalil yang datang dari syariat bukan kepada seorang sosok.Menyampaikan hal hal yang di riwayatkan dari kaum sufiyah tentang akidah akidah mereka yang rusak.Maka diantara nya beliau sebutkan ttg tokoh2 sufiyah yg terjerumus dalam akidah al hululiyah atau al itihadiyah. Al hululiyah itu meyakini Allah menempati makhluk. Ini tidak boleh dan tidak pantas krn sama saja merendahkan Allah bila Allah dibilang menempati makhluk. Dan Al itihadiyah yg mengatakan Allah dan makhluk satu kesatuan yg tdk bs dipisahkan. Ini semua kesesatan. Salah satu tokoh berbahaya dari mahzab al hululiyah adl al husin bin mansur al hallaj yg kemudian dibunuh oleh para ulama. Para ulama sepakat kalau dia kafir, kemudian dia dibunuh dan dibakar jasadnya. Al halaj mengklaim kalau dirinya adl Tuhan dan mempunyai kesaktian2. Disebutkan adz zahabi, diantara kesaktian nya dia mengaku bisa mengambil buah dari surga. Kata Ibnu Jauzi, para ulama telah sepakat bahwasa nya darah nya al halaj adalah halal. Ibnu Jauzi melanjutkan perkataannya, banyak org2 sufi yg taasub/fanatik kepada al haj karena kebodohan mereka dan tidak perduli dg ijma fuqoha. Ibnu Jauzi menyebutkan godaan iblis kepada model sufi yg lain atau kesalahan2. Diantara nya penyebutan tentang godaan iblis terhadap kaum sufiah dalam bersuci. Beliau berkata, orang sufi lebih parah dalam mendapat godaan iblis. Sampai mereka dibuat was2 kalau bersuci memakai air yg banyak. Krn kl memakai sedikit air wudhu nya akan tidak sah karena was2.Diantaranya juga talbis iblis kpd kaum mereka perkara sholat. Kata Ibnu Jauzi, setan menggoda kaum sufiyah sebagaimana menggoda ahli ibadah yg tidak berilmu bahkan untuk kaum sufiyah setan menambah lebih banyak godaannya. Dan di antara sunnah2 kaum mereka(sufi mempunyai sunnah2 tersendiri), yaitu mereka sholat 2 rakaat dg memakai baju yg di tambal2 (baju khas sufiyah yaitu banyak tambalan2). Mereka berdalil dg hadist sumamah, bahwasanya Nabi menyuruh sumamah untuk mandi. Maka dibantah oleh Ibnu Jauzi. Kalau sumamah itu masuk islam, disuruh mandi oleh Rasulullah, sunnah nya ketika orang baru masuk islam harus mandi. Adapun sholat 2 rakaat yg disebutkan, maka tdk seorang pun menyuruh org yg masuk islam harus sholat 2 rakaat.Dan diantara perkara yg buruk di kalangan sufiyah adl kaum sufi itu punya sunnah2 tersendiri. Padahal seharusnya kaum muslimin itu semua sama. Para fuqoha lbh mengerti dari sunnah2 Rasulullah shalallahu alaihiwasalam.Tipuan Iblis terhadap orang orang sufi terkait dengan tempat tinggal mereka.Ibnu Jauzi mengatakan, adapun membangun2 ribath ribath (tempat sufi beraktifitas, beribadah bertempat tinggal) adapun ahli2 ibadah, sekelompok ahli2 ibadah mereka membuat bangunan2 khusus untuk mereka bersendirian ibadah disitu. Walau mereka baik, tetapi mereka tetap salah dari 6 sisi.Mereka membangun bangunan bid'ah, karena tempat ibadah orang islam itu mesjid gk ada yg nama nya ribathMereka menjadikan ribath sebagai saingan bagi mesjid. Akhirnya jemaah mesjid jdi berkurang krn lbh senang beribadah di tempat mereka.Mereka menghalangi pahala mereka untuk ke mesjid, krn lbh senang beribadah di ribathMereka bertasyabuh dg orang2 nashoro, krn dahulu org2 nashoro mereka mempunyai kuil2 tuk beribadah.Mereka tersiksa krn bnyk diantara mereka adl anak2 muda krn harus beribadah di ribath2, sehingga menahan hawa nafsu mereka.mereka menjadikan diri mereka suatu tanda kl mereka adl orang2 zuhud. Sehingga org2 mendatangi mereka tuk cari berkah.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #13

Talbis Iblis #13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bag-2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.APenyimpangan Metode Al-Wasawis Wal Khatarat * Kitab Tawahum karya Al-Harith al-Muhasibi dikritik karena mendidik jiwa lewat khayalan sakaratul maut dan alam barzakh, bukan metode Salaf. * Ditahzir oleh Imam Ahmad dan Abu Zur'ah karena Al-Quran dan atsar sahabat sudah cukup menjadi pengingat tanpa perlu buku khayalan. * Al-Muhasibi diboikot karena dua kesalahan fatal, yaitu mendukung metode sufi menyimpang dan mengikuti bidah akidah Kullabiyah.Sikap Adil Ulama Membela Syariat * Pembantahan tokoh besar seperti al-Muhasibi dan al-Ghazali murni untuk menjaga kesucian agama, bukan menjatuhkan personalitas. * Kepatuhan hanya milik dalil syariat, status sosial dan kedudukan tinggi seseorang tidak boleh menghalangi koreksi atas kesalahannya.Tiga Akidah Penyatuan Zat yang Sesat * Wahdatul Wujud: Keyakinan makhluk dan Tuhan bersatu. Tokohnya Ibnu Arabi mengklaim Firaun masuk surga karena mengenal Allah. * Hululiyah: Keyakinan Tuhan menempati jasad makhluk, seperti mengklaim mendengar suara Allah lewat embusan angin atau burung gagak. * Ittihadiyah: Keyakinan dua zat berbeda antara Tuhan dan makhluk melebur menjadi satu kesatuan utuh layaknya kopi susu.Penyimpangan Ekstrem Tokoh Al-Hallaj * Mengaku sebagai tuhan, mengirim surat atas nama Ar-Rahman Ar-Rahim, dan mengklaim bisa membuat ayat tandingan Al-Quran. * Memanipulasi pengikut dengan keramat palsu seperti mendatangkan buah surga di musim kering menggunakan bantuan jin. * Para ulama dan hakim di zamannya sepakat menjatuhkan vonis murtad, menghukum mati, lalu membakar jasadnya di Baghdad.Penyimpangan Bersuci, Salat, dan Tempat Tinggal * Was-was ekstrem saat wudu sehingga boros air dan hanya mau berwudu di sungai karena menganggap air di rumah tidak sah. * Membuat ritual sendiri seperti salat khusus setelah memakai baju tambalan dan merahasiakan wirid dari orang luar kelompok. * Membangun Ribat (pondok ibadah khusus) yang menyalahi syariat karena menjadi bidah bangunan, menyaingi masjid, mengurangi pahala langkah ke masjid, menyerupai rahib Nasrani, menolak menikah, dan hidup dari belas kasihan tanpa mau bekerja.KesimpulanPenyimpangan kaum sufi bersumber dari rekayasa syariat, was-was ibadah, eksklusivitas tempat tinggal, hingga puncaknya berujung pada kekufuran akidah penyatuan zat. Islam telah sempurna bagi semua manusia tanpa ada amalan rahasia, di mana setiap ibadah wajib bersandar pada petunjuk Al-Quran dan sunnah yang dipahami para sahabat, bukan pada perasaan atau khayalan.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 13: Talbis Iblis #13

Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)Kritik terhadap Kitab Khayalan Mistis (Al-Wasawis al-Khatarat)Kritik Kitab Tawahum: Ibnu Jauzi mengkritik keras buku karya Al-Harits Al-Muhasibi yang mendidik pembacanya menggunakan metode khayalan ekstrem (seperti menyuruh membayangkan detail sakaratul maut atau dialog malam pertama di kubur).Sikap Tegas Ulama Salaf: Imam Ahmad bin Hambal dan Abu Zur’ah Ar-Razi melarang umat duduk di majelis tersebut dan mencap buku bertema khayalan hati ini sebagai bidah. Parameter utama untuk melembutkan hati haruslah bersumber dari Al-Qur'an, sunah, dan atsar sahabat, bukan dari imajinasi buatan manusia.Adab Membela Syariat (Tanziihus Syariah)Kebenaran di Atas Personal: Ibnu Jauzi menegaskan kewajiban membantah kesalahan tokoh-tokoh besar (seperti Al-Ghazali atau Al-Muhasibi) demi menjaga kesucian syariat agar tidak tercampur kotoran bidah.Bantahan Bukan Kebencian: Menjelaskan kesalahan seorang ulama bukanlah bentuk penghinaan, melainkan amanah ilmiah dan rasa sayang agar masyarakat tidak mengikuti ketergelinciran tersebut.Tolak Ukur adalah Dalil: Umat Islam diingatkan agar tidak tertipu oleh pembelaan kaum jahil yang berkata, "Mengapa engkau membantah orang yang zahid, alim, dan dicari berkahnya?" Tidak ada manusia yang maksum di dunia ini selain Rasulullah SAW.Teologi Penyatuan Zat dan Penyimpangan AkidahIbnu Jauzi mengulangi dan memaparkan bahaya laten tiga teologi sufisme ekstrem yang berujung pada kekufuran:Wahdatul Wujud (Ibnu Arabi): Paham kesatuan alam dan Tuhan. Di dalam kitab Fususul Hikam, Ibnu Arabi mengklaim Firaun masuk surga karena ucapan "Ana rabbukumul a'la" dinilai sebagai puncak makrifat (Firaun sadar dirinya adalah penampakan Tuhan).Kisah Abu Hamzah (Al-Hululiyah): Mengaku mendengar suara burung gagak lalu berteriak "Labbaik, Labbaik!" karena meyakini suara alam adalah representasi penjelmaan Tuhan. Masyarakat Baghdad menghukumnya sebagai zindik.Klaim Kasmaran Mistis (Isyq): Klaim Abul Hasan An-Nuri yang mengaku saling kangen-mengkangeni dengan Allah dibantah ulama. Secara bahasa, kata Isyq hanya berlaku untuk hasrat asmara jasmani makhluk (suami-istri) dan tidak boleh disematkan kepada Allah.Fitnah Besar Al-Hallaj (Al-Husain bin Mansur)Pengakuan sebagai Tuhan: Al-Hallaj adalah tokoh sufi ekstrem abad ke-4 yang dieksekusi mati atas kesepakatan (ijma') ulama dan hakim di Baghdad karena mengaku dirinya adalah Tuhan (Hululiyah).Kesaktian Palsu: Menggunakan bantuan jin untuk memanipulasi pengikutnya, seperti klaim bisa mengambil buah segar langsung dari surga di tengah musim kemarau.Ejekan Terhadap Al-Qur'an: Ketika mendengar ulama membaca Al-Qur'an, Al-Hallaj mengejek dan berkata bahwa ia juga sanggup mengarang kalimat tiruan yang serupa karena merasa dirinya adalah Tuhan.Surat Berdarah & Eksekusi: Pengikutnya kedapatan membawa surat bertuliskan "Dari Ar-Rahman Ar-Rahim (Al-Hallaj) untuk Fulan". Al-Hallaj akhirnya dihukum potong tangan-kaki, dipenggal, dan jasadnya dibakar. Ibnu Jauzi mengkritik kaum sufi belakangan yang tetap fanatik membelanya karena bodoh terhadap hukum fikih.Tipuan Waswas dan Pembuatan Ritual BaruWaswas dalam Bersuci (Thaharah): Iblis menipu sebagian ahli ibadah sufi dengan penyakit waswas akut, seperti menggunakan air wudu secara berlebihan (boros) hingga ada yang menolak wudu di rumah dan harus pergi ke sungai karena ragu pada kesucian air keran.Kultus Amalan Rahasia: Mengkritik kelompok tarekat tertutup yang mengklaim memiliki zikir atau wirid spesial rahasia (seperti wirid yang tidak boleh diketahui oleh suami sendiri). Syariat Islam itu terbuka untuk seluruh alam; jika ada amalan yang sengaja dirahasiakan, itu adalah tanda kesesatan.Salat Baju Bertambal: Membuat syariat ritual baru berupa salat dua rakaat khusus setelah memakai pakaian khas sufi bertambal-tambal (Muraqqa'ah), yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW maupun para ulama fikih.Kritik terhadap Pembangunan Ribat (Padepokan Sufi)Ibnu Jauzi menjabarkan 6 alasan mengapa pembangunan pondok khusus (Ribat) di luar masjid sebagai pusat isolasi ibadah kaum sufi dinilai salah:Bangunan Bidah: Tempat ibadah resmi umat Islam hanyalah masjid.Menyaingi Masjid: Membuat masjid di sekitarnya menjadi sepi karena jamaah berpindah ke padepokan.Kehilangan Pahala: Menghalangi diri dari keutamaan pahala langkah kaki menuju masjid.Menyerupai (Tasyabuh) Nasrani: Meniru perilaku rahib Nasrani yang suka mengisolasi diri di kuil/biara kecil di luar gereja.Menyiksa Fitrah: Membiarkan pemuda-pemuda sufi menahan syahwat dan melarang mereka menikah dengan dalih fokus beribadah di dalam Ribat.Kedok Malas Bekerja: Menjadikan padepokan sebagai simbol pamer ke-zuhud-an agar masyarakat datang berziarah, membawa berkah komersil, dan memberi uang, sehingga kaum sufi tersebut tidak mau bekerja dan menggantungkan hidup pada belas kasih orang lain.Kesimpulan Ibnu Jauzi: jika ingin beribadah, pergilah memakmurkan masjid, bukan malah mendirikan tempat-tempat khusus tersendiri untuk kelompok tarekatnya.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Talbis iblis #13

TALBIS IBLIS #13TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI  KAUM SUFI (Bag.2)USTADZ DR.FIRANDA ANDIRJA, LC.MAImam Jawzi membantah sebagian ulama yang menulis buku yg mendukung Sufiyah📚Jenis tulisan yg terkenal dengan : Al Wasawis wal Khatarat yaitu jenis tulisan buku  yg menjelaskan tentang khayalan seseorang, yg terkenal membawa tulisan ini : Al Harith Al Muhasibi Rahimahullah. Salah satu judul bukunya : At Tawahhum.  Dia mengajak pembaca membayangkan keadaan akhirat.Namun buku model begini di ta’zir oleh para ulama.Diantaranya Imam Akhmad Rahimahullahu Ta’ala ketika ditanya tentang Al Harith Al Muhasibi;Kata Imam Akhmad kepada muridnya :’menurutku, jangan  kalian duduk bersama mereka ‘Diriwayatkan dari Sa’id bin Amr Al Barzu’i :Seorang ahli hadist Abu Zur’ah Ar Razi ditanya tentang tulisan-tulisan Al Harith Al Muhasibi :‘Jauhilah engkau dari buku-buku seperti ini,ini adalah bid’ah dan buku-buku kesesatan, hendaknya engkau berpegang teguh kepada hadist dan atsar dari para sahabat. Jika sudah belajar dari para sahabat tidak akan perlu lagi buku-buku seperti ini’.Ada yg bertanya lagi, bagaimana pembaca yang terenyuh hatinya nya?‘Siapa yg tidak bisa mengambil Ibrah dari Al Qur’an dan juga, sunnah-sunnah Nabi dan atsar salaf, maka tidak ada ibrah dari buku-buku seperti ini’.Apakah ada imam terdahulu pernah menulis buku-buku seperti ini, adapun Al Harith Al Muhasibi menyelisihi para ulama .Betapa cepat orang-orang terjerumus dalam bid’ah-bid’ah.Jadi menurut Imam Akhmad dan Abu Zur’ah ar Razi  : ini bukan cara salaf dalam mendidikImam Akhmad menta’zir masyarakat dari Al Harith Al Muhasibi karena 2 kesalahan:Dia menulis buku yang mendukung Sufiyah, dengan istilah Al Wasawis wal Khatarat ( bayangkan-bayangkan)Berbicara tentang sifat  mazhabnya Ibnu Kullab. Ini pemikiran Al Kullabiyyah (pemikiran yang muncul di antara Jamiyah dan Mu’tazilah dan ahlusunnah )MENSUCIKAN SYARIAT DARI PEMIKIRAN YANG SALAHImam Jawzi berkata :Telah jelas dari perkataan guru kaum sufiyah dan telah tampak kesalahan-kesalahan guru mereka karena jauhnya dari ilmu, jika memang yg dinukil dari para guru Sufiyah itu benar maka memang harus dibantah. Tidak ada sungkan-sungkan dalam membela kebenaran. Ini adalah pemikiran keliru tidak boleh diikuti.Adapun orang yang meniru-niru orang tersebut dan bukan dari golongan mereka, maka kesalahan mereka lebih parah.Para ulama dari dulu sampai sekarang saling membantah, dengan tujuan untuk menjelaskan kebenaran.Ketundukan itu kepada hanya dalil yg datang dari syariat bukan kepada personalAkidah Tokoh-tokoh sufiyah yg rusakAbu Hamzah. Ketika mendengar suatu suara angin berhembus, air mengalir ,suara burung berkicau berkata :’labbaik labbaik’ . Dia menganggap suara tersebut suara dari Allah untuk mengingatkan dia supaya berzikir. Seakan-akan Allah menempati makhlukAbu Nasr Al Sarraj. Sekelompok kaum sufiyah yg bermazhab Hululiyyah, mereka menyangka bahwasanya Allah ﷻ memilih sebagian jasad untuk Allah tempatkan pada nya makna-makna rububiyah. Dan ada juga mereka bisa melihat Allah dg hati nya di dunia sebagaimana nanti orang-orang akan melihat Allah di hari kiamat dg mata mereka. Ada juga yg berkata rindu kepada Allah dan Allah juga rindu kepada dirinya. Imam Jawzi membantah tentang Allah yg memiliki sifat  Al isyq(Hasrat) salah dr 3 sisi: 1. Dari sisi nama sifat, secara bahasa Al isyq : itu hanya kepada yg dinikahi             2.  Sifat Allah : Yuhibbu ( mencintai) ini yg ada dalam Al-Qur’an 3. Dari mana mereka tahu bahwa Allah berhasrat kepada merekatokoh yg paling berbahaya : Al Husain bin Mansyur Al Hallaj (dibakar dan  dibunuh oleh para     ulama). Al Hallaj mengaku dirinya Tuhan dan punya kesaktian-Kesaktian. Diantara kesaktian nya yaitu dia bisa mengambil buah dari surga. Dia pernah berkata ketika mendengar Amr bin Usman membaca Al qur’an bahwa dia juga bisa bikin seperti apa yg kamu baca, karena dia merasa dirinya tuhan. Para ulama sepakat darahnya Al Hallaj adalah halal ( boleh dibunuh)    Rasulullah ﷺ bersabda : “Darah seorang muslim tidak halal kecuali 1 diantara 3, orang yg meninggalkan agama,orang yg sudah menikah lalu berzina, jiwa dibalas dg jiwa” ( HR.Buhkori &Muslim)         Banyak yg fanatik dg Al Hallaj karena kebodohan mereka dan tidak peduli dg ijma’Talbis iblis terhadap kaum sufiyah dalam bersuciMereka dibuat was-was sehingga menggunakan air yg banyakKaum sufi mengejek Aqil Al Balkhi ketika berwudhu karena menggunakan air sedikitMenurut mereka dg berwudhu sedikit air tidak sahTalbis iblis terhadap kaum sufiyah terkait shalatSetan menggoda kaum sufiyah seperti menggoda ahli ibadah yg tidak berilmuMereka melakukan sunnah 2 rakaat setelah memakai baju yg ditambal-tambalKaum sufiyah punya sunnah-sunnah tersendiri yang tidak diketahui oleh kaum-kaum yg lainBantahan imam JawZi:Harusnya kaum muslimin semuanya sama,para ahli fikih  lebih mengetahui tentang sunah Nabi ﷺTalbis iblis terhadap kaum sufi terkait tempat tinggal merekaMembangun ribath-ribath (tempat mereka disana melakukan ibadah ,kumpul-kumpul bersama guru-guru). Mereka bersendirian disini untuk beribadah kepada AllahDalam hal ini mereka salah dalam 6 perkara :mereka bikin bangunan begini merupakan bid’ah, karena bangunan untuk ibadah orang Islam adalah masjidMereka menjadikan bangunan ini saingan masjidMereka menghalangi diri dari pahala melangkahi kakak ke masjidMereka bertasyabbuh  (meniru) dg NasraniMereka tersiksa karena banyak diantara mereka anak-anak muda yg menahan syahwatMereka menjadikan diri mereka suatu tanda yaitu orang-orang zuhud, agar orang-orang tertarik mereka dan ziarah kepada mereka, memberi uang kepada mereka( tendang yg mereka terima uang haram,uang syubhat), mereka tidak bekerja dan menunggu belas kasihan orang-orang, dan agar orang mencari berkah kepada mereka

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #13 - Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bag-2)

1. Kritik Terhadap Buku-Buku Khayalan (Al-Wasawis wal Khatarat)Dalam mengoreksi ajaran Sufi, Ibnul Jauzi membantah gaya tulisan atau buku-buku yang mengandalkan khayalan semata untuk membuat pembacanya terenyuh. Salah satu tokoh yang membawa gaya tulisan ini adalah Al-Harith Al-Muhasibi melalui bukunya yang berjudul Tawahhum.Isi buku tersebut mengajak pembacanya berkhayal secara berlebihan, seperti menyuruh membayangkan detik-detik sakaratul maut, berhadapan dengan malaikat maut, dan malam pertama di alam barzakh. Meskipun sekilas buku tersebut tampak berhasil membuat orang takut dan bertobat, para ulama Salaf justru memberikan tahdzir (peringatan keras) terhadapnya.Imam Ahmad bin Hambal melarang murid-muridnya untuk duduk bersama pengikut Al-Muhasibi. Sementara itu, Abu Zur'ah Ar-Razi menegaskan bahwa bagi mereka yang tidak bisa mengambil ibrah (pelajaran) murni dari Al-Qur'an dan Sunnah, maka tidak akan ada ibrah yang benar dari buku-buku khayalan seperti itu.Al-Harith Al-Muhasibi sendiri ditahdzir karena tergelincir dalam dua kesalahan fatal:Menulis buku yang mendukung metode kesufian (al-wasawis) dan menyelisihi metode ahlusunnah.Terjerumus dalam pemikiran ilmu kalam bermazhab Al-Qullabiyah ketika membahas sifat-sifat Allah.2. Adab Mengkritik Ulama: Tunduk Pada Dalil, Bukan FigurImam Ibnul Jauzi memberikan contoh yang luar biasa dalam membantah penyimpangan. Beliau tetap menggunakan bahasa yang objektif dan sopan meskipun yang dibantah adalah tokoh-tokoh besar yang mungkin dicintai masyarakat, seperti Abu Hamid Al-Ghazali dan Al-Harith Al-Muhasibi. Ibnul Jauzi menamai pasal bantahannya dengan Tanzihus Syari'ah (Mensucikan Syariat).Prinsip utamanya adalah kebenaran tidak boleh disembunyikan. Jika ada tokoh alim yang tergelincir, kesalahannya harus dijelaskan secara ilmiah agar umat tidak ikut tersesat. Ketundukan umat Islam haruslah kepada dalil mutlak, bukan pada sosok atau figur personal, karena tidak ada manusia yang maksum (terpelihara dari dosa dan kesalahan) selain Rasulullah ﷺ.3. Rusaknya Akidah Tokoh-Tokoh Sufi EkstremIbnul Jauzi juga membongkar berbagai akidah sesat yang diyakini oleh beberapa tokoh sufi masa lampau:Wahdatul Wujud: Akidah yang meyakini bahwa Tuhan adalah alam semesta ini, dan alam ini adalah Tuhan. Tokoh yang menggaungkan paham ini adalah Ibnu Arabi, yang pemahamannya menyimpang jauh sampai meyakini bahwa Firaun masuk surga karena Firaun dianggap menyadari dirinya adalah Tuhan.Al-Hululiyah: Keyakinan bahwa Allah menempati sebagian makhluk-Nya, ibarat air yang menempati ruang di dalam gelas.Al-Ittihadiyah: Keyakinan bahwa Allah dan makhluk melebur bersatu tak terpisahkan, ibarat kopi dan susu yang diaduk menjadi satu.Contoh tokoh penganut ajaran menyimpang ini:Abu Hamzah: Seorang tokoh Hululi yang menyangka suara alam adalah suara Tuhan yang sedang menegurnya. Jika ia mendengar suara burung gagak berteriak, ia akan merespons dengan "Labbaik, Labbaik" seolah Tuhan sedang memanggilnya.Abul Hasan An-Nuri: Ia dengan lantang mengaku rindu ('isyq atau berhasrat) kepada Allah dan mengklaim Allah pun rindu padanya. Pemahaman ini dibantah oleh para ulama karena kata 'isyq secara bahasa Arab hanya ditujukan pada hasrat biologis/hubungan pernikahan, sehingga sangat tidak pantas disematkan kepada Allah.Al-Hallaj (Al-Husain bin Mansur): Tokoh sufi ekstrem paling berbahaya yang menggunakan bantuan jin sehingga seolah memiliki kesaktian. Puncaknya, ia mengaku sebagai Tuhan, mengklaim bisa membuat ayat tandingan Al-Qur'an, dan tertangkap menulis surat berbunyi: "Dari Ar-Rahman Ar-Rahim (maksudnya dirinya sendiri) kepada si Fulan...". Akibat kemurtadannya yang nyata, para ulama di zamannya bersepakat (ijma') untuk menghukum matinya.4. Talbis Iblis dalam Ibadah dan BersuciOrang-orang Sufi kerap kali dijebak oleh iblis untuk membuat aturan-aturan baru dan tersiksa dalam beribadah:Penyakit Was-was: Beberapa kaum Sufi memiliki keraguan ekstrem dalam bersuci sehingga merasa air wudu biasa tidak sah dan memaksakan diri wudu langsung di sungai karena takut air di permukiman statusnya haram.Membuat Sunnah/Syariat Tarekat Khusus: Mereka sering membanggakan zikir rahasia atau amalan spesial (misal: kewajiban salat khusus setelah memakai pakaian bertambal khas sufi) yang diklaim hanya boleh diamalkan oleh kaum tarekatnya dan tidak boleh diketahui orang luar. Bantahan Ustadz Firanda sangat logis: Islam adalah rahmatan lil 'alamin. Syariat ini diturunkan terbuka untuk siapa saja. Para ahli fikih jauh lebih mengetahui apa yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad ﷺ daripada klaim ajaran tertutup milik kelompok tertentu.5. Kritik Terhadap Pembuatan Tempat Ibadah Khusus (Ribat)Kaum Sufi sering kali memisahkan diri dari masyarakat luas dan membangun tempat ibadah khusus (sering disebut Ribat) untuk menetap dan berkumpul murni dengan guru mereka saja. Imam Ibnul Jauzi menyebut ada 6 kesalahan fatal di balik eksistensi bangunan khusus ini:Bid'ah secara syariat, karena tempat ibadah dan pusat berkumpulnya kaum muslimin sejatinya adalah Masjid.Menjadi saingan Masjid, yang membuat jemaah Masjid di sekitarnya justru berkurang dan sepi.Kehilangan keutamaan pahala besar dari langkah-langkah kaki menuju Masjid yang dijanjikan dalam hadis.Tasyabuh (meniru) kebiasaan rahib agama Nasrani yang suka mengurung diri untuk beribadah di kuil-kuil khusus.Menyiksa diri sendiri, di mana banyak pemuda pengikut sufi di Ribat menahan syahwat untuk tidak menikah sama sekali dengan dalih ingin fokus beribadah.Menjadi ajang mencari popularitas (riya), karena para penghuninya umumnya tidak bekerja mencari nafkah, melainkan membentuk citra sebagai "orang zuhud" untuk memancing kunjungan warga guna mendapatkan belas kasih, pujian, dan sumbangan.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI17 Juni 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 58

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 58 | Dalil Bahwa Orang-orang Beriman Akan Melihat Allāh di AkhiratHalaqah 58 | Dalil Bahwa Orang-orang Beriman Akan Melihat Allāh di AkhiratKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāhكما نطق به كتاب ربناSebagaimana yang telah ada didalam Al-Qur’an (kitab Rabb kita),Sebagaimana telah diucapkan oleh kitab Rabb kita atau yang disebutkan dalam kitab Rabb kita yaitu Al-Qur’an, beliau menyebutkan di sini satu diantara dalil-dalil yang menunjukkan tentang bahwasanya orang-orang yang beriman akan melihat Allāh di Surgaوُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ نَّاضِرَةٌإِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ[QS Al Qiyamah 22-23]Wajah² dihari tersebut dalam keadaan berseri²/ dalam keadaan bergembira terlihat di dalam wajah mereka kegembiraan yang luar biasa, gembira dengan nikmat-nikmat yang mereka dapatkan ketika mereka masuk ke dalam Surga, selamatkan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dari Jahanam dimasukkan ke dalam Surga dan seluruhnya adalah kenikmatan dan di situ mereka selama-lamanya di dalam Surga, terlihat kegembiraan yang ada di dalam hati-hati mereka itu terpancar pada wajah-wajah mereka kegembiraan yang luar biasa, tentunya lebih dari kegembiraan penduduk dunia dengan dunianya kegembiraan orang-orang yang fasiq dengan kefasikannya itu adalah laasayy sesuatu yang tidak ada apa-apanya dibanding dengan kegembiraan penduduk Surga saat itu dengan balasan yang Allāh subhanahu wa ta’ala berikan kepada mereka di dalam Surga,وُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ نَّاضِرَةٌ ۙ‏ ٢٢Wajah-wajah di hari tersebut dalam keadaan berser²اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ‏ ٢٣Dalam keadaan mereka memandang kepada Rabb mereka,Kata نَاظِرَ dalam bahasa Arab ada beberapa penggunaan terkadang disebutkan نَاظِرَ tanpa ada setelahnya (Illa, atau fii) tapi langsung dengan objeknya kalau demikian penggunaannya maka maksudnya adalah menunggu, نَاظِرَ setelahnya langsung objek maka ini artinya adalah menunggu seperti misalnya firman Allāh subhanahu wa ta’ala ketika Allāh menyebutkan tentang ucapan orang-orang munafik laki² & wanita yang mereka meminta kepada orang-orang yang beriman untuk menunggu , Allāh mengatakan,يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا…[QS Al Hadid 19]Hari dimana orang2 munafik baik laki-laki maupun wanita mereka berkata kepada orang² yang beriman انظُرُونَا /tunggu kalian yaitu ketika sebelum orang-orang yang beriman mereka menyeberangi Shirat dan sebelumnya berkumpul antara orang² yang beriman dengan orang² munafik kemudian Allāh subhanahu wa ta’ala berkehendak untuk memisahkan antara orang² yang beriman dengan orang² munafik diberikan orang² yang beriman cahaya sehingga dengannya mereka bisa berjalan tentunya sesuai dengan iman dan juga amal saleh mereka semakin besar iman dan juga amal saleh mereka maka akan semakin besar cahaya yang mereka akan dapatkan saat itu sehingga kalau semakin besar cahayanya semakin mudah dan semakin cepat dia berjalan ada orang yang beriman yang lebih kecil keimanannya lebih lemah keimanannya maka dia akan mendapatkan cahaya sesuai dengan kadar amal saleh, orang² yang munafikun maka Allah subhanahu wa ta’ala awalnya memberikan kepada mereka cahaya setelah mereka merasa bergembira merasa bisa menipu Allāh dan juga RasulNya ternyata Allāh subhanahu wa ta’ala menghendaki untuk memadamkan cahaya orang² munafikun, akhirnya mereka tidak memiliki cahaya mereka tertipu sebagaimana mereka dahulu menipu Allāh dan juga RasulNya sekarang mereka ditipu, dalam keadaan mereka tidak memiliki cahaya dan orang-orang yang beriman terus maju dengan cahaya yang mereka bahkan mereka mengatakan,انظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَTunggu, kami ingin mendapatkan cahaya kalianقِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْDikatakan kepada mereka mundur kalian, karena mereka adalah orang² munafik menampakkan keislaman tapi mereka menyembunyikan kekufuran yang berhak untuk mendapatkan cahaya yang sebenarnya adalah orang² yang beriman luar dan dalamnya adapun orang yang hanya menampakkan dhahirnya Islam di dalamnya adalah kekufuran maka irji’u mundur kalianفَالْتَمِسُوا نُورًاCari kalian cahaya sendiriIni penggunaan انظُرُو tanpa ada di sana illa tanpa ada di sana fii maknanya adalah menunggu .Terkadang انظُرُو setelahnya adalah fii maka maknanya adalah memikirkan contoh misalnya firman Allāh ﷻ,أَوَلَمْ يَنظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ..Apakah mereka tidak melihat (فِي) didalam kerajaan langit dan juga bumi,Maksudnya adalah memikirkan tentang kebesaran kerajaan Allāh subhanahu wa ta’ala yang ada di atas maupun yang ada di bumi ini ketika seseorang memikirkan tentang kerajaan Allāh dan kebesaran Allāh maka dia akan merasakan ketenangan dan juga ketentraman di dalam hidupnya,Inilah kerajaan Rabbku yang kusembah segala sesuatu adalah milik Allāh, kenapa kita takut dengan makhluk, kenapa kita takut dengan kemiskinan, kenapa kita takut dengan masa depan? Allāh subhanahu wa ta’ala yang Maha kaya lihat kerajaanNya yang ada di langit maupun yang ada di bawah itu adalah semuanya milik Allāh dan engkau adalah hamba Allāh jadikan kita takut kepada Allāh subhanahu wa ta’ala menjadikan kita merasa rendah dan jauh dari ketakaburan, makhluk selain kita banyak yang mereka tunduk kepada Allāh .Berarti انظُرُو disini adalah memikirkan.Disana ada انظُرُو illa, kalau setelahnya adalah illa maka maknanya adalah melihat dengan mata, kalau tadi melihat dengan pikiran seperti misalnya firman Allāh subhanahu wa ta’ala,أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْApakah mereka tidak melihat kepada unta bagaimana unta diciptakan oleh Allāh,seseorang mengatakanانظُرُو إِلَىAku melihat kepada dinding maka maknanya dalam melihat dengan matanya ini penggunaan yang harus kita perhatikan dalam bahasa Arab namanya huruf jar ini ada pengaruhnya, pengaruh dalam istidlal, pengaruhnya ini memiliki makna dalam kehidupan kita sehari-hari juga kita hendaklah teliti dalam menggunakan ini dalam kita berbicara dengan orang lain Nahdhortu jidal (salah) tapi kalau Nahdhortu illal jidal (shahih ) Nahdhortu jidal berarti antum menunggu dinding , tapi kalau mengatakan Nahdhortu ilaljidal (kita melihat Dinding) kalau kita mengatakan Nahdhortu fil jidal (aku melihat didalam dinding/ maksudnya memikirkan).Sekarang yg ada didalam Ayat iniوُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ نَّاضِرَةٌ ۙ‏ ٢٢اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ‏ ٢٣Wajah-wajah dari tersebut dalam keadaan berseri-seri kepada Rabb mereka, mereka memandang.Apa yang dipakai di sini, huruf ila berarti maknanya adalah memandang dengan mata-mata mereka makanya kita katakan hak melihat Allāh subhanahu wa taala itu adalah hak,إيانا بالابصر، dalam keadaan langsung dengan wajah² mereka dengan pandangan² mereka.Kemudian yang kedua di sini pemandang di sini نَّاضِرَةٌ disandarkan kepada Al wujuh karena sebelumnyaوُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ نَّاضِرَةٌ ۙ‏اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ‏Berarti نَّاضِرَةٌ disini wujuh dan wujuh (wajah²) ini tempat adanya mata kita mata kita ini berada di wajah ini juga semakin menguatkan bahwasanya yang dimaksud dengan melihat di sini adalah melihat dengan mata mereka, kita harus yakini bagaimana caranya wallahu taala alam , yang menjelaskan kita meyakini bahwasanya kita akan melihat Allāh dalam Surga, kita berdoa semoga Allāh subhanahu wa taala memudahkan kita untuk masuk ke dalam Surganya Allāh dan melihat Allāh subhanahu wa ta’ala bersama orang² yang beriman yg lain, orang yang cinta kepada sesuatu maka kalau kecintaannya itu adalah benar dan sebelumnya dia belum pernah melihat dia akan rindu untuk benar-benar melihat sesuatu tersebut, ketika di dalam hati seseorang ada kecintaan misalnya terhadap Rasulullah ﷺ kecintaan yang sebenarnya yang luar biasa maka seorang umat dia akan berkeinginan rindu seandainya dia bisa melihat meskipun hanya sebentar orang yang dia cintai itu Rasulullah ﷺ dengan sebagian mereka mungkin di berikan keutamaan oleh Allāh subhanahu wa taala melihat Nabi ﷺ di dalam mimpinya jika Allāh subhanahu wa taala mengetahui tentang kebenaran seseorang kejujuran seseorang yang ingin melihat Nabi ﷺ, seseorang hamba yang setiap hari yang dia sujud kepada Allāh, setiap hari dia berdzikir kepada Allāh, setiap hari dia merasakan kenikmatan dari Allāh subhanahu wa ta’ala dan seluruh nikmat adalah dari Allāh dari awal sampai akhir, selama ini dia hanya mendengar apa yang Kalamullah didalam Al-Qur’an mendengar nama²Nya mendengar sifat²Nya, mendengar tentang keagunganNya kalau memang sampai & meningkat keimanannya semakin tinggi keimanannya maka dia akan rindu untuk bertemu dengan Allāh subhanahu wa ta’ala, rindu melihat Allāh senang dan cinta untuk bertemu dengan Allāh subhanahu wa ta’ala yang selama ini diagungkan yang selama ini dia rela bersabar untuk Allāh bersabar untuk menjaga shalat lima waktunya bersabar, ketika dia berdakwah ketika dia dicela orang dirintangi dia bersabar untuk Allāh maka dia ingin segera bertemu dengan Allāh banyak kerinduan yang membara di dalam hatinya untuk bertemu dengan Allāh barangsiapa yang demikian keadaannya maka Allāh juga senang bertemu dengan orang tersebut,مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُBarangsiapa yang senang untuk bertemu dengan Allāh, maka Allāh subhanahu wa ta’ala senang bertemu dengan orang tersebut.Sebagian orang² yang beriman ketika mereka melihat fitnah yang besar didunia dan dia mengingat Allāh dia punya keinginan di dalam hatinya untuk segera bertemu dengan Allāh dan meninggalkan dunia yang dan seisinya kematian itu adalah gembiraan tersendiri bagi seorang al-muhib yang mencintai Allāh subhanahu wa ta’ala, karena dengannya dia akan bertemu dengan Allāh subhanahu wa ta’ala, orang yang mencintai sesuatu paling di sesuatu tersebut adalah sesuatu yang sangat berharga di dalam kehidupannya Allāh subhanahu wa ta’ala yang menciptakan dia yang memberikan nikmat kepadanya telah memberikan dia hidayah maka harusnya ada di dalam diri kita masing-masing keinginan untuk bertemu dengan Allāh dan untuk melihat Allāh subhanahu wa ta’ala.Silahkan masing-masing melihat pada dirinya sudahkah perasaan tersebut ada ya sudahkah kita memiliki mahabbah kecintaan untuk bertemu dengan Allāh Nabi ﷺ mengatakan,Barangsiapa yang senang bertemu dengan Allāh maka Allāh senang untuk bertemu dengannya,وُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ نَّاضِرَةٌ ۙ‏٢٢اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ‏ ٢٣dan di sini didahulukanاِلٰى رَبِّهَاSebelum نَاظِرَةٌ dan asalnya adalahنَاظِرَةٌ اِلٰى رَبِّهَاketika dia dibalik dan dimajukan kedepan menunjukkan bahwasanya disini ada penekanan/ penguatan sungguh-sungguh mereka akan melihat wajah Allāh subhanahu wa ta’alaاِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌmereka akan melihat Rabb-nya

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Talbis iblis 13: talbis iblis terhadap kaum Sufi bagian 2

Berikut adalah rangkuman dari video kajian "Talbis Iblis #13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bagian 2)" yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A., berdasarkan pembahasan kitab Talbis Iblis karya Al-Imam Ibnul Jauzi:1. Kritik terhadap Buku Berbasis Khayalan (Al-Wasawis wal Khatarat)Imam Ibnul Jauzi mengkritik genre tulisan yang sengaja memancing emosi jamaah melalui khayalan berlebihan (misalnya menyuruh pembaca membayangkan detail sakaratul maut atau siksa kubur secara dramatis). Tokoh yang mempopulerkan metode ini adalah Al-Harith Al-Muhasibi melalui kitabnya At-Tawahhum.Sikap Ulama Salaf: Ulama besar seperti Imam Ahmad bin Hambal dan Abu Zur'ah Ar-Razi memperingatkan umat dari buku-buku ini. Mendidik umat dengan manipulasi emosi dan khayalan bukanlah jalan para Salaf; Salaf mendidik dengan berpegang pada dalil Al-Qur'an dan Sunnah.Al-Muhasibi juga diboikot oleh Imam Ahmad karena ia terpengaruh pemikiran ilmu kalam dari mazhab Al-Qullabiyyah.2. Prinsip Membantah Kesalahan TokohDalam mengkritik tokoh-tokoh yang tergelincir, Imam Ibnul Jauzi mencontohkan adab membantah untuk mensucikan syariat (Tanziihus Syari'ah).Jika seorang tokoh berbuat salah, kesalahannya wajib dijelaskan secara ilmiah agar umat tidak ikut tersesat, tidak peduli seberapa dicintai atau dianggap "wali" tokoh tersebut.Membantah kesalahan ulama bukan berarti menjatuhkan kehormatannya secara personal, melainkan bentuk penjagaan terhadap kemurnian agama, karena tidak ada manusia yang maksum (terpelihara dari kesalahan) selain Rasulullah ﷺ.3. Akidah Menyimpang di Kalangan SufiIbnul Jauzi membedah beberapa akidah rusak yang dianut oleh sebagian kelompok:Wahdatul Wujud: Keyakinan bahwa Allah dan seluruh makhluk adalah satu kesatuan (seperti lautan dan ombaknya). Tokoh utamanya, Ibnu Arabi, bahkan sampai berani membenarkan Fir'aun dan menganggap semua penyembah berhala pada hakikatnya menyembah Allah.Al-Hululiyyah: Keyakinan bahwa Tuhan menempati makhluk-Nya (seperti air mengisi gelas). Contohnya adalah tokoh sufi Abu Hamzah yang merespons suara burung gagak atau desiran angin dengan ucapan "Labbaik" (Aku penuhi panggilan-Mu) karena mengira Allah sedang berbicara menempati makhluk tersebut.Al-Ittihadiyyah: Keyakinan bahwa Tuhan dan makhluk melebur bersatu secara tak terpisahkan (seperti kopi yang diaduk dengan susu).4. Kesesatan Tokoh Al-HallajAl-Hallaj adalah pentolan penganut Hululiyyah/Ittihadiyyah yang sangat fatal kesesatannya. Ia terang-terangan mengaku sebagai Tuhan, membuat tandingan firman Allah, dan menulis surat kepada pengikutnya dengan mengatasnamakan dirinya sebagai Ar-Rahman Ar-Rahim. Karena kekafiran dan kemurtadannya ini, para ulama di Baghdad berijmak (sepakat) untuk menghukum mati Al-Hallaj. Jasadnya kemudian dipotong dan dibakar. Ironisnya, karena kebodohan, masih ada pengikut sufi di masa kini yang mengagungkan Al-Hallaj.5. Tipu Daya Iblis dalam Praktik IbadahWas-was dalam Bersuci: Iblis membuat sebagian orang sufi berlebih-lebihan saat berwudu karena perasaan was-was. Mereka menghamburkan banyak air atau tidak mau berwudu di rumah karena merasa hanya air sungai yang suci.Ibadah dan Wirid Rahasia: Banyak tarekat menciptakan ritual, zikir, atau tata cara salat eksklusif yang hanya boleh diketahui anggotanya. Ustadz Firanda menegaskan: Islam adalah agama terbuka untuk semua orang (rahmatan lil 'alamin). Jika ada amalan "rahasia" yang para ulama ahli fikih pun tidak mengetahuinya, dipastikan itu adalah ajaran menyimpang.6. Kesalahan Pembangunan Tempat Ibadah Khusus (Ribat)Sebagian kaum sufi enggan ke masjid dan lebih memilih membangun Ribat (padepokan/pondok khusus) untuk menyendiri. Imam Ibnul Jauzi mencatat enam pelanggaran dalam hal ini:Merupakan bangunan bid'ah, karena tempat ibadah umat Islam secara syariat adalah masjid.Menciptakan tandingan bagi masjid, sehingga memecah belah jamaah.Menghalangi mereka dari pahala besar melangkahkan kaki menuju masjid.Bertasyabuh (menyerupai) tradisi rahib-rahib Nasrani yang mengisolasi diri di kuil.Menyiksa diri dengan menahan syahwat karena banyak pemuda di sana sengaja tidak menikah demi fokus ibadah.Menjadikan diri mereka "ikon" kezuhudan untuk dikunjungi masyarakat, yang sering kali ujung-ujungnya membuat mereka sekadar mengharap belas kasihan (sumbangan) dan meninggalkan kewajiban bekerja.Buatkan flyer dari rangkuman di atas pada selembar kertas dengan ukuran yang optimal untuk story instagram

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI17 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Halaqah 58

Pembahasan Dalil Kelima Hadits Dari Sahabat Abdillah Bin Amr Radhiyallohu ‘Anhu Bag 02Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Kitāb Fadhlul Islāmالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-58 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.Kalau kita teliti banyak sekali apa yang diamalkan oleh ahlul bid’ah dan lain-lain ternyata memang ada asalnya di dalam agama orang-orang Bani Israil. Contoh, misalnya menjadikan kuburan sebagai masjid. Ini ada asalnya di dalam apa yang dilakukan oleh Bani Israil.Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam mengatakan :ألا وإن من كان قبلكم كانوا يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد، ألا فلا تتخذوا القبور مساجد؛ فإنيي أنهاكم عن ذلك (رواه مسلم)Man Kana qoblakum di sini adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani.Kemudian ulama yang mereka tidak mengamalkan ilmunya, maka ini ada di dalam diri orang-orang Yahudi. Orang yang semangat beramal tapi tidak berdasarkan ilmu, sebagaimana ini adalah ahlul bid’ah, maka ini dilakukan oleh Nasrani. Tidak lepas dari dua ini,1. Mungkin dia berilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya.2. Atau dia semangat beramal tapi dia tidak kembali kepada ilmu.Contoh yang lain maulud nabi, mereka juga menjadikan hari lahirnya Isa sebagai hari raya mereka, ada di dalam Bani Israil. Contoh yang lain, kalau kita melihat sejarah di abad pertengahan dan ketika orang-orang Kristen, mereka punya kedudukan, mereka memeras orang-orang yang ada di bawah dengan kaffarotu adz-dzunub, suququl ghufron, yakni ada surat-surat yang di situ ada permintaan untuk bertobat, ingin mendapatkan ampunan, maka harus membayar. Itu ada di dalam perilaku orang-orang Nasrani. Nyanyi-nyanyi dan menjadikan itu sebagai ibadah, menjadikan patung, menjadikan gambar, ini juga dilakukan oleh orang-orang Nasrani. Mereka memiliki gambar Yesus atau patung Yesus, dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, secara umum tadi. Kembali kepada thiriqotun-nashoro, semangat dalam beramal, tapi kurang berilmu.{وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ} [الحديد : 27]Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya.Dan mereka membuat rohbaniyyah yang mereka buat-buat sendiri.Membuat bid’ah dalam agama, itu seperti orang-orang Nasrani. Atau seperti yang ada dalam hadits Abu Waqid Al-Laitsy Radhiyallahu Anhu, ada di antara umat Islam yang mengatakan seperti yang diucapkan oleh Bani Israil kepada Musa.عن أبي واقد الليثي قال: “خرجنا مع رسول الله ﷺ إلى حنين ونحن حدثاء عهد بكفر، وللمشركين سدرة يعكفون عندها وينوطون بها أسلحتهم يقال لها ذات أنواط. فمررنا بسدرة، فقلنا: يا رسول الله، اجعل لنا ذات أنواط كما لهم ذات أنواط، فقال رسول الله ﷺ: الله أكبر، إنها السنن. قلتم والذي نفسي بيده كما قالت بنو إسرائيل لموسى: اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ [الأعراف:138]، لتركبن سنن من كان قبلكم” رواه الترمذي وصححهOrang-orang Yahudi, mereka menyukai sihir, menyukai dukun, demikian pula di dalam umat Islam ada yang demikian. Melakukan sihir, menyukai sihir, menyukai dukun.Fitnah Bani Israil yang pertama adalah perempuan, demikian pula banyak di antara umat Islam yang terfitnah dengan wanita, dan seterusnya.Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengarang sebuah kitab, Iqtidho ash-shirothil mustaqim mukholafatu ashabil jahim. Termasuk konsekuensi dari jalan yang lurus adalah kita harus menyelisihi jalan orang-orang yang mereka adalah ashabul jahim. Di situ disebutkan oleh beliau tentang di antara bentuk tasyabbuh umat Islam terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani. Termasuk di antaranya adalah membuat peringatan-peringatan yang tidak ada dasarnya. Dan orang-orang Yahudi sebagaimana dalam atsar, ketika mereka mengucapkan kepada Umar bin Khattab sebuah ayat.أنَّ رَجُلًا، مِنَ اليَهُودِ قالَ له: يا أمِيرَ المُؤْمِنِينَ، آيَةٌ في كِتَابِكُمْ تَقْرَؤُونَهَا، لو عَلَيْنَا مَعْشَرَ اليَهُودِ نَزَلَتْ، لَاتَّخَذْنَا ذلكَ اليومَ عِيدًا. قالَ: أيُّ آيَةٍ؟ قالَ: {اليومَ أكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وأَتْمَمْتُ علَيْكُم نِعْمَتي ورَضِيتُ لَكُمُ الإسْلَامَ دِينًا} [المائدة: 3] قالَ عُمَرُ: قدْ عَرَفْنَا ذلكَ اليَومَ، والمَكانَ الذي نَزَلَتْ فيه علَى النبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، وهو قَائِمٌ بعَرَفَةَ يَومَ جُمُعَةٍ.Bermudah-mudahan membuat sebuah perayaan, padahal ini adalah tauqifiyah. Demikian pula ada sebagian kaum muslimin ada yang mentang-mentang ini adalah kejadian yang besar, hijrahnya Nabi, turunnya Al-Qur’an, isra dan mi’raj, mereka jadikan ini sebagai peringatan. Maka ini adalah termasuk bentuk tasyabbuh dengan orang-orang Yahudi dan juga Nasrani. Dan di sini juga beliau sebutkan tentang masalah pakaian juga demikian. Masalah hari raya.Termasuk di antaranya tawassul bis sholihin, ini dilakukan oleh orang-orang Nasrani. Apa yang mereka yakini tentang Isa? Mereka bertawasul dengan Isa alaihimassalam. Nah, di sini beliau, apa hubungannya dengan ucapan beliau ini dengan ucapan setelahnya, tentang masalah tafarruqul ummah? Ini adalah contoh dari sebelumnya, akan menimpa umat ini apa yang menimpa Bani Israil. Termasuk di antaranya adalah tafarruq. Tafarruq umat ini akan terjadi sebagaimana ini terjadi pada Bani Israil. Itu sudah kaidah, apa yang menimpa Bani Israil akan menimpa kepada umat ini. Kalau Bani Israil ada perpecahan di antara mereka, maka di dalam umat ini juga akan ada perpecahan.ليأتينَّ على أمَّتي ما أتى على بني إسرائيل حَذوَ النَّعلِ بالنَّعلِ ، حتَّى إن كانَ مِنهم من أتى أُمَّهُ علانيَةً لَكانَ في أمَّتي من يصنعُ ذلِكَ ، وإنَّ بَني إسرائيل تفرَّقت على ثِنتينِ وسبعينَ ملَّةً ، وتفترقُ أمَّتي على ثلاثٍ وسبعينَ ملَّةً ، كلُّهم في النَّارِ إلَّا ملَّةً واحِدةً ، قالوا : مَن هيَ يا رسولَ اللَّهِ ؟ قالَ : ما أَنا علَيهِ وأَصحابيDan sesungguhnya Bani Israil telah berpecah belah, mereka menjadi 72 golongan.Kenapa mereka berpecah belah?Ini sudah disebutkan dalam ayat.(إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ) (الأنعام: من الآية159)Kenapa mereka menjadi syiya’an?Karena mereka farroqu diinahum. Sebabnya adalah karena mereka memisah-misah agama Islam yang dibawa oleh Nabi Musa, agama Islam yang dibawa oleh Nabi Isa. Tidak sempurna di dalam keislamannya, tidak kaffah di dalam keislamannya.Yang ini benar-benar manut, taat, tapi dalam hal ini dia masih mengikuti hawa nafsunya. Dalam masalah ini dia Islam, namun dalam hal yang lain dia masih mengikuti hawa nafsunya, belum menyerahkan diri secara total kepada Allah. Sehingga terjadi perpecahan di antara mereka. Seandainya mereka semuanya, sama-sama Islam secara kaffah yang dibawa oleh Nabi mereka, niscaya tidak akan terjadi perpecahan di antara mereka.Sebagaimana hal ini menimpa orang-orang Bani Israil, maka dia akan menimpa umat ini.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Talbis Iblis #13: Talbis Iblis Terhadap Kaum Sufi (Bag-2)

Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis — Bab 10 (Bagian 2)Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A. Tema: Penyesatan Iblis Terhadap Kaum Sufiyah dalam Akidah, Tokoh, dan Fikih Praktis1. Kritik Metode Imajinasi Kematian (Al-Khatarat) & Boikot Terhadap Al-Harits Al-MuhasibiAl-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah melanjutkan pembahasan mengenai penyimpangan literasi di dalam tubuh kaum sufi. Salah satu corak penulisan yang dikritik keras oleh para ulama salaf adalah buku-buku yang berfokus pada pembahasan Al-Wasawis wal-Khatarat (bisikan batin dan lintasan pikiran) menggunakan metode imajinasi/pengandaian. Tokoh utama yang memopulerkan corak tulisan ini adalah Al-Harits Al-Muhasibi rahimahullah melalui kitabnya yang berjudul At-Tawahum (Kitab Imajinasi).A. Metode Kitab At-TawahumDi dalam kitab tersebut, Al-Muhasibi mendidik pembacanya dengan untaian kalimat pengandaian secara psikologis:"Bayangkanlah seandainya saat ini maut sedang menjemputmu, bayangkanlah apa yang diucapkan malaikat maut kepadamu... Bayangkanlah malam pertamamu di alam barzakh, bayangkanlah saat engkau didudukkan oleh Munkar dan Nakir..."Metode ini secara lahiriah sangat menarik dan mampu membuat hati pembacanya terenyuh, menangis, bahkan memicu pertobatan seketika. Namun, metode mendidik jiwa (tarbiyah) yang berbasis khayalan dan pengandaian ini ditolak dan ditahdzir keras oleh para imam ahlusunah.B. Tahdzir Para Imam Salaf Terhadap Al-MuhasibiSikap Al-Imam Ahmad bin Hanbal: Ketika murid beliau bertanya mengenai majelis Al-Harits Al-Muhasibi, Imam Ahmad memberikan peringatan yang sangat tegas: "Laa araka an-tajlisahum" (Aku melarangmu duduk di majelis mereka). Imam Ahmad memboikot (hajr) Al-Muhasibi karena dua kesalahan fatal:Membawa metode tarbiyah baru berbasis khatarat/imajinasi yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat.Tergelincir ke dalam ilmu kalam dengan mengadopsi pemikiran teologi Mazhab Kullabiyah (pemikiran Abdullah bin Kullab yang berdiri di antara pemikiran Mu'tazilah dan Ahlusunah dalam bab Sifat Allah). Akibat boikot keras dari Imam Ahmad ini, Al-Muhasibi terpaksa hidup bersembunyi hingga akhir hayatnya di Baghdad.Sikap Al-Imam Abu Zur'ah Al-Razi: Berdasarkan catatan Sa'id bin 'Amr Al-Bardha'i, ketika Abu Zur'ah ditanya mengenai kitab-kitab Al-Muhasibi yang melembutkan hati pembacanya, beliau menjawab dengan tegas: "Jauhilah kitab-kitab tersebut! Itu adalah kitab-kitab bid'ah dan kesesatan. Hendaknya engkau mutlak berpegang teguh pada atsar (hadis Nabi dan riwayat para sahabat)." Ketika ada seseorang yang membela Al-Muhasibi dengan berkata: "Bukankah di dalam kitab-kitab tersebut terdapat pelajaran (ibrah) yang berharga bagi jiwa?", Abu Zur'ah menyapu bersih syubhat tersebut dengan kalimat emas:"Barang siapa yang tidak mampu mengambil pelajaran dari Al-Qur'an dan Sunnah, niscaya ia tidak akan pernah bisa mengambil pelajaran dari buku-buku khayalan seperti ini."Apakah pernah dinukil riwayat bahwa Al-Imam Malik, Sufyan Ats-Tauri, atau Al-Auza'i menulis kitab bertema pengandaian psikologis seperti itu? Tidak pernah. Mengajar umat dengan metode yang tidak pernah diajarkan oleh salafus saleh hanya akan membentuk kepribadian komunitas menyimpang yang keluar dari rel Al-Qur'an dan Sunnah. Abu Zur'ah menutup fatwanya dengan ucapan pilu: "Betapa cepatnya jemaah manusia terjerumus ke dalam urusan bid'ah."2. Kaidah Emas Tanziihus Syariah (Etika Kritik Ilmiah Antar-Ulama)Sebelum melangkah jauh membongkar kesesatan kaum sufi, Al-Imam Ibnul Jauzi menulis sebuah pasal khusus yang sangat menyentuh yang diberi judul Pasal Tanziihus Syariah (Mensucikan Syariat).Beliau memberikan uzur dan etika tertinggi ketika terpaksa harus membantah tokoh-tokoh besar yang dicintai dan dihormati oleh jemaah masyarakat, seperti Al-Harits Al-Muhasibi dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali.Beliau merumuskan kaidah ilmiah dalam mengkritik tokoh:Syariat di Atas Segalanya: Jika kesalahan dari pemikiran tokoh sufi tersebut sudah nyata dan sanad perkataannya valid, maka wajib hukumnya bagi ahlul ilmi untuk membantahnya demi menjaga kemurnian syariat Allah. Tidak boleh ada rasa segan (ewuh pakewuh) yang menahan kebenaran hanya karena sosok yang salah adalah tokoh besar atau figur publik.Bukan untuk Menjatuhkan Personal: Tujuan membantah murni didasarkan atas rasa cemburu (ghirah) untuk membela agama dari kotoran bid'ah, bukan untuk mencari-cari kesalahan, menjatuhkan harga diri, atau menghina personal ulama yang bersangkutan.Ketundukan Hanya pada Dalil: Kaum awam yang kurang akal sering kali menggugat: "Mengapa kalian berani membantah Fulan, padahal ia adalah seorang alim yang zahid, yang jemaahnya ribuan dan dicari berkahnya?" Ibnul Jauzi menegaskan bahwa ketundukan mutlak seorang muslim hanya diberikan kepada dalil syariat, bukan kepada personal figur manusia. Seorang tokoh bisa jadi merupakan penghuni surga atau wali Allah, namun kedudukan tingginya tidak boleh menghalangi para ulama untuk meluruskan kekeliruannya. Di atas muka bumi ini, tidak ada satu pun manusia yang maksum dari dosa dan khilaf kecuali Rasulullah ﷺ.3. Kesesatan Akidah Kaum Sufi (Hululiyah, Ittihadiyah, Wahdatul Wujud)Iblis menggeser pemikiran kaum sufi dari masalah kezuhudan praktis menuju kesesatan akidah yang membinasakan. Puncak kesesatan tersebut berakar pada filosofi penyatuan antara Zat Pencipta (Khaliq) dan makhluk melalui tiga doktrin teologi:A. Wahdatul Wujud (Pantheisme Monisme)Doktrin ini meyakini kesatuan zat alam semesta; alam semesta beserta seluruh isinya adalah perwujudan lahiriah dari Zat Allah itu sendiri. Tidak ada pemisahan antara Tuhan dan makhluk. Tokoh utama yang menggaungkan akidah kufur ini adalah Ibnu 'Arabi melalui kitabnya Fushushul Hikam dan Al-Futuhat Al-Makkiyyah.Implikasi Kesesatan Akidah Ibnu 'Arabi:Beliau memfatwakan bahwa Firaun mati dalam keadaan beriman dan masuk surga karena ucapan Firaun: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi" dinilai sebagai kesadaran spiritual tertinggi bahwa dirinya adalah bagian dari zat Tuhan.Beliau menyalahkan kaum Nabi Nuh karena membatasi penyembahan Tuhan hanya pada lima berhala (Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, Nasr), dan menyalahkan kaum Nasrani karena membatasi tuhan hanya pada jasad 'Isa bin Maryam. Menurut Ibnu 'Arabi, benda apa pun yang disembah oleh manusia di muka bumi ini, pada hakikatnya mereka sedang menyembah Allah, karena Allah adalah zat alam itu sendiri.Beliau menulis syair kufur: "Hamba adalah Tuhan, dan Tuhan adalah hamba. Duhai sekiranya aku tahu, siapakah yang sebenarnya sedang dibebani kewajiban syariat (jika hamba adalah Tuhan itu sendiri)?"B. Al-Hululiyah (Inkarnasi/Imanensi)Meyakini bahwa Zat Allah turun dan menempati jasad makhluk-makhluk pilihan-Nya yang telah suci. Analogi sederhananya seperti air jernih yang dituangkan ke dalam sebuah gelas kaca; gelasnya ada dan airnya ada sebagai dua entitas berbeda, namun air menempati ruang di dalam gelas tersebut. Pemikiran ini merendahkan martabat ketuhanan karena memaksa Zat Allah untuk turun level menyesuaikan diri dengan ruang makhluk yang ditempati-Nya.C. Al-Ittihadiyah (Amalgamasi Zat)Meyakini meleburnya dua zat yang berbeda (Zat Tuhan dan zat makhluk) menjadi satu kesatuan entitas baru yang tidak dapat dipisahkan lagi komponen aslinya. Analogi sederhananya seperti kopi hitam yang diaduk bersama susu cair menjadi minuman kopi susu.D. Kasus Kesesatan Tokoh Sufi Mengenai Akidah HululIbnul Jauzi membawakan beberapa riwayat nyata dari penyimpangan tokoh sufi abad ketiga akibat meyakini akidah Hulul:Kasus Burung Gagak Abu Hamzah As-Sufi: Suatu hari ketika Abu Hamzah sedang berceramah di atas mimbar Masjid Tarsus, tiba-tiba seekor burung gagak di atas atap masjid bersuara dengan nyaring. Mendengar suara tersebut, Abu Hamzah langsung berteriak histeris secara demonstratif: "Labbaik! Labbaik! Labbaik!" (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah). Kaum muslimin yang berakal sehat di masjid tersebut tersentak lalu mengutuknya sebagai seorang zindiq hululi. Mereka mengerti bahwa Abu Hamzah meyakini suara burung gagak tersebut adalah personifikasi dari suara Allah yang sedang mewujud pada makhluk-Nya. Akibat peristiwa itu, masyarakat menyita kuda miliknya dan menjualnya di depan pintu masjid sambil berteriak: "Ini adalah kuda milik si zindiq!" Diketahui, setiap kali Abu Hamzah mendengar desiran angin, gemercik air mengalir, atau kicauan burung, ia selalu berteriak Labbaik karena menganggap Allah bersemayam di dalam suara alam tersebut.Klaim Penyimpangan Jemaah Syam: Abu Nasr As-Sarraj mencatat ada sebagian sekte sufi yang meyakini bahwa Allah sengaja memilih jasad-jasad manusia pilihan untuk ditempati sifat-sifat ketuhanan (Ma'anir-Rububiyyah) setelah sifat kemanusiaannya (Ma'anils-Basyariyyah) dicabut. Di antaranya ada sekelompok sufi di negeri Syam yang mengaku bisa melihat Allah secara langsung menggunakan mata batin mereka di dunia, persis seperti orang-orang beriman melihat Allah di surga kelak.Doktrin Cinta Asmara (Al-'Isyq) Abul Hasan An-Nuri: Tokoh sufi ini pernah mengklaim: "Aku mengalami asmara yang menggebu-gebu (isyq) kepada Allah, dan Allah pun merindukan diriku." Doktrin ini dibantah keras oleh Al-Qadhi Abu Ya'la dan Imam Ibnul Jauzi dari 3 sisi syar'i:Secara bahasa Arab, kata Isyq hanya boleh digunakan untuk hasrat asmara romantis yang disertai nafsu biologis (seperti cinta suami kepada istri), sehingga sangat tabu dan kufur disematkan kepada Allah.Syariat hanya menggunakan istilah Yuhibb (Mencintai/Menyukai), tidak boleh membuat istilah sendiri di luar Al-Qur'an.Merupakan bentuk kelancangan batin; dari mana ia mengklaim tahu bahwa Allah sedang merindukan dan mencintai dirinya tanpa adanya wahyu?4. Fragmen Sejarah Kontroversial dan Eksekusi Mati Al-HallajSalah satu gembong penganut akidah Hululiyah dan Ittihadiyah yang paling fenomenal di dalam sejarah Islam adalah Al-Husain bin Mansur Al-Hallaj (eksekusi mati pada awal abad ke-4 Hijriyah di Baghdad).A. Tipu Daya Sihir dan Kesaktian Palsu Al-HallajAl-Hallaj mengelabui pengikutnya menggunakan bantuan jin dan sihir. Di dalam kitab Siyar A'lam An-Nubala', Al-Imam Adz-Dzahabi mencatat beberapa kesaktian palsu Al-Hallaj:Ia mengklaim mampu mengeluarkan buah-buahan segar musim panas di tengah musim dingin yang kering, lalu mengklaimnya sebagai buah yang ia petik langsung dari surga. Suatu hari, pengikutnya memprotes karena mendapati buah "surga" tersebut ternyata berisi ulat. Al-Hallaj berkilah dengan santai: "Di surga memang tidak ada ulat, namun buah ini mengalami gangguan proses kargo saat melintasi atmosfer dunia, sehingga dihinggapi ulat."Ketika ia menantang seorang ulama ahlusunah dengan berkata: "Mintalah apa saja, niscaya jasad Nabi 'Isa di dalam diriku akan mengabulkannya." Sang ulama melihat kepala dirinya yang botak lalu berkata: "Aku ingin engkau mengembalikan rambut kepalaku menjadi muda dan lebat kembali agar aku bisa menikah lagi." Al-Hallaj seketika terdiam dan menolak karena jin tidak memiliki kemampuan biologis untuk mengubah struktur usia manusia.B. Klaim Mengarang Tandingan Al-Qur'an'Amr bin 'Utsman Al-Makki (seorang ulama yang awalnya merupakan guru Al-Hallaj) mengisahkan: "Suatu hari aku sedang berjalan di lorong kota Makkah bersama Al-Hallaj sambil aku membaca ayat Al-Qur'an. Tiba-Bray al-Hallaj berkomentar dengan sombong: 'Aku juga mampu mengarang dan mengucapkan kalimat tandingan yang serupa dengan Al-Qur'an yang engkau baca itu!' Seketika itu juga aku mengutuknya dan mengusirnya dari hidupku."C. Kasus Surat "Ar-Rahman Ar-Rahim" & Sidang Tiga Ulama BaghdadPihak keamanan Khilafah Abbasiyah di Baghdad menangkap seorang sufi bernama Abu Bakar bin Hams yang kedapatan selalu membawa kantong tas siang dan malam tanpa pernah dilepas. Setelah digeledah, di dalam tas tersebut ditemukan lembaran kitab tulisan tangan Al-Hallaj yang berbunyi:"Minar-Rahmanir-Rahim ila Fulan bin Fulan..." (Surat dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Si Fulan bin Fulan).Al-Hallaj menggunakan asma'ul husna Allah untuk melabeli dirinya sendiri selaku penulis surat. Doktrin ini disidangkan di hadapan Mahkamah Penguasa Baghdad. Hakim mengajukan pertanyaan jebakan teologis: Jika penerima surat mengakui surat itu dari Allah, berarti ia mengaku sebagai Nabi. Pengikut tersebut ketakutan lalu membela diri: "Bukan, surat ini bukan ditulis oleh Al-Hallaj, ini adalah tulisan tanganku sendiri." Hakim membalas: "Jika engkau yang menulisnya sendiri dengan label Ar-Rahman Ar-Rahim, berarti engkau yang sedang mengklaim dirimu sebagai Tuhan!"Pengikut tersebut akhirnya membela diri menggunakan tameng filsafat Hulul: "Kami tidak mengklaim diri sebagai tuhan secara mandiri, namun jasad kami hanyalah alat tulis, sedangkan Zat yang menggerakkan tangan kami untuk menulis surat ini sesungguhnya adalah Allah."Untuk memutus syubhat ini, Mahkamah Baghdad memanggil tiga tokoh sufi terkemuka di zaman tersebut untuk dimintai kesaksiannya mengenai doktrin Al-Hallaj:Nama Tokoh SufiFatwa dan Sikap Teologis di Depan MahkamahNasib Akhir Keputusan HukumAbu Muhammad Al-Jariri"Orang yang mengucapkan doktrin ini hukumnya adalah kafir murtad, dan aku berlepas diri dari pemikirannya."Selamat (Dibebaskan)Abu Bakar As-Sibli"Orang yang berbicara dengan kalimat seperti ini harus dimasukkan ke dalam rumah tahanan/penjara."Selamat (Dibebaskan)Ibnu 'Atha'"Aku secara penuh menyetujui, mendukung, dan membenarkan seluruh isi akidah Al-Hallaj."Dijatuhi Hukuman Mati (Dieksekusi bersama Al-Hallaj)D. Eksekusi Akhir Al-HallajBerdasarkan fatwa resmi dari mayoritas fuqaha lintas mazhab (dipelopori oleh Hakim Abu Umar bin Hammad), Al-Husain bin Mansur Al-Hallaj resmi dijatuhi hukuman mati sebagai orang murtad yang melakukan kerusakan akidah (zindiq).Ia diikat di tiang kayu, dipertontonkan di hadapan publik kota Baghdad, lalu dieksekusi dengan cara dipotong kedua tangan dan kakinya, dipenggal kepalanya, dan jasadnya wajib dibakar hingga menjadi abu demi memutus syubhat kesaktian palsunya.Hanya ada satu ulama yang memilih bersikap netral (tawaqquf), yaitu Abul Abbas bin Suraij (ulama besar madzhab Syafi'i), yang berkata: "Aku tidak mengerti apa maksud esensi dari kalimat yang diucapkan Al-Hallaj, maka aku tidak berkomentar." Namun, ijma' para ulama lainnya tetap bulat mengeksekusi Al-Hallaj. Ibnul Jauzi menyayangkan hingga hari ini masih banyak oknum kaum sufi yang membela mati-matian sosok Al-Hallaj murni karena fanatisme buta (ta'ashub) dan kebodohan mereka terhadap keputusan ijma' para fuqaha sejarah.5. Talbis Iblis dalam Fikih Praktis Kaum Sufi (Thaharah dan Salat Jubah Ijazah)Iblis tidak hanya merusak ranah teologi kaum sufi, namun juga mengacaukan praktik ibadah praktis sehari-hari mereka melalui dua pintu fikih:A. Penyakit Waswas dalam Thaharah (Bersuci)Iblis menanamkan penyakit waswas yang sangat parah di dalam hati kaum sufi saat berwudu. Mereka mengira kesucian batin wajib ditunjang dengan mengguyur air wudu dalam jumlah ratusan liter secara berlebihan (israf).Kritik Ibnu 'Aqil: Ulama besar madzhab Hambali, Ibnu 'Aqil, pernah sengaja masuk ke markas pengasingan sufi (Ribat). Beliau sengaja mempraktikkan wudu sunnah yang sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ, yaitu hanya menghabiskan air sebanyak satu mud (sekitar setengah liter air). Menyaksikan hal tersebut, kaum sufi di markas tersebut tertawa merendahkan dan mengejek wudu Ibnu 'Aqil tidak sah. Bahkan, sebagian dari mereka menderita waswas akut sehingga menolak berwudu menggunakan air sumur rumah dan memaksakan diri harus berjalan jauh menuju sungai besar karena menganggap air selain sungai dihantui syubhat najis.B. Memproduksi "Sunnah Tandingan" (Salat Dua Rakaat Jubah Tambalan)Kaum sufi mengklaim memiliki paket "Sunnah Spesial" yang hanya eksklusif diketahui dan diamalkan oleh internal tarekat mereka sendiri, sedangkan kaum muslimin dan para ahli fikih tidak mengetahuinya. Salah satunya adalah kewajiban mendirikan Salat Dua Rakaat Khusus Pasca-Memakai Jubah Tambalan (Muraqqa'ah) selaku simbol baiat pertobatan sufi.Mereka memaksakan dalil sejarah masuk Islamnya sahabat Thumamah bin Utsal yang disuruh mandi oleh Nabi ﷺ.Bantahan Fikih Ibnul Jauzi: Tindakan Thumamah bin Utsal adalah mandi murni karena baru masuk Islam, dan tidak pernah ada syariat dari Nabi ﷺ yang memerintahkan Thumamah untuk mendirikan shalat dua rakaat khusus pasca-memakai baju tertentu. Ibnul Jauzi menegaskan kaidah yang sangat logis: Jika amalan tersebut benar-benar bersumber dari sunnah Nabi ﷺ, niscaya para ahli fikih (fuqaha) adalah manusia pertama yang paling tahu dan paling dahulu mengamalkannya, karena keseharian fuqaha dihabiskan untuk membedah teks dalil. Klaim adanya "wirid rahasia" atau "amalan khusus yang tidak boleh diketahui orang lain (bahkan oleh pasangan sendiri)" adalah ciri mutlak dari gerakan kebatinan yang sesat. Islam diturunkan secara transparan untuk seluruh alam (Rahmatan lil 'Alamin).6. Enam Kerusakan Sistematis Pembangunan Ribat (Biara Sufi)Kaum sufi sengaja mendirikan bangunan-bangunan khusus di luar masjid yang mereka beri nama Ribat (pondok pengasingan khusus) sebagai tempat memusatkan ibadah dan mengisolasi diri bersama syekh mereka. Al-Imam Ibnul Jauzi membongkar 6 kerusakan sistematis dari pembangunan Ribat ini:Mendirikan Bangunan Bid'ah: Pusat peribadahan jamaah yang disyariatkan secara resmi di dalam Islam hanyalah Masjid. Tidak ada syariat untuk mendirikan bangunan tandingan dengan label spiritual khusus.Menyaingi Fungsi Masjid Jami': Keberadaan Ribat memicu pecahnya konsentrasi umat dan mengurangi jumlah jemaah yang memakmurkan masjid jami', karena kaum sufi lebih memilih mengurung diri di pondok internal mereka sendiri.Gugurnya Pahala Melangkah ke Masjid: Dengan mengisolasi diri di dalam Ribat, mereka secara otomatis menghalangi diri dari keutamaan hadis Nabi ﷺ mengenai pahala berlipat ganda dari setiap ayunan langkah kaki menuju rumah Allah (masjid).Meniru Tradisi Rahib Nasrani (Tasyabbuh): Konsep mengurung diri di dalam bangunan khusus (Ribat) adalah jiplakan mutlak dari tradisi para pendeta Nasrani yang mengisolasi diri di dalam kuil/biara batiniah mereka, bukan mendatangi gereja jamaah.Penyiksaan Biologis Menolak Menikah: Ribat diisi oleh pemuda-pemuda usia produktif yang dipaksa menahan syahwat biologisnya dan menolak menikah demi mengejar target wirid batin, sehingga menyiksa fitrah jasad mereka.Menjadi Badge Pengemis Sosial: Keberadaan Ribat dijadikan simbol pamer kemiskinan agar masyarakat menaruh belas kasihan. Mereka mengabaikan kewajiban bekerja mencari nafkah, lalu duduk manis menunggu datangnya donasi uang (yang sering kali bercampur antara harta halal, haram, dan syubhat) dari para pengunjung yang datang untuk "mencari berkah" kepada mereka.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi ke 13 Talbis Iblis kepada Kaum Sufi bagian ke 2

Talbis Iblis kepada Kaum Sufi (Bagian 2)Bersama Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ A. Kritik terhadap Kitab At-Tawahhum karya Al-Harits Al-MuhasibiAt-Tawahhum adalah kitab yang menggunakan metode khayalan/imajinasi untuk menggambarkan perjalanan jiwa dan akhirat.Menurut kajian ini, sebagian ulama memperingatkan dari kitab-kitab yang banyak berisi khayalan dan angan-angan (thul al-amal).Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad memperingatkan agar tidak duduk bersama orang-orang yang mengikuti pemikiran tersebut.Sa’id bin ‘Amr menilai tulisan-tulisan seperti itu banyak berisi ungkapan “bayangkanlah” dan “seandainya”, sehingga dianjurkan berpegang pada Al-Qur’an, Sunnah, dan atsar para sahabat.Pelajaran agama yang benar harus bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman salaf.B. Kritik terhadap Al-Harits Al-MuhasibiDisebut menyelisihi sebagian ulama dalam beberapa pemikiran.Imam Ahmad dan Abu Zur’ah Ar-Razi memberikan tahdzir terhadap sebagian karya-karyanya karena:Mendukung pemikiran tasawuf yang dianggap menyimpang dari metode Ahlus Sunnah.Terpengaruh pemikiran Ibn Kullab (Kullabiyyah).C. Sikap Ibnu Al-Jauzi terhadap Ulama yang KeliruIbnu Al-Jauzi mengkritik beberapa tokoh yang dianggap tergelincir dalam sebagian pemikiran tasawuf, seperti:Al-Harits Al-MuhasibiAbu Hamid Al-GhazaliBeliau membantah dengan adab dan memberikan uzur terlebih dahulu.Tujuan bantahan adalah menjaga kemurnian syariat, bukan mencari-cari kesalahan.Kebenaran diukur dengan dalil, bukan dengan kedudukan tokoh.Tidak ada manusia yang ma’shum selain Muhammad.⸻D. Penyimpangan Aqidah yang Dikaitkan dengan Sebagian Kelompok Sufi1. Wahdatul WujudKeyakinan bahwa wujud Allah dan makhluk hakikatnya satu.2. HululiyahKeyakinan bahwa Allah menempati makhluk.3. IttihadiyahKeyakinan bahwa Allah dan makhluk bersatu menjadi satu.Kesimpulan kajian: seluruh keyakinan tersebut dianggap sesat dan bertentangan dengan aqidah Islam yang benar.⸻E. Contoh Penyimpangan yang DisebutkanAda yang menganggap suara burung sebagai panggilan dari Allah.Ada yang mengaku melihat Allah dengan hati di dunia sebagaimana orang beriman melihat Allah di akhirat.Ada yang mengatakan Allah “berhasrat” atau “rindu” kepada manusia tanpa dalil yang sah.Kesalahan pernyataan tersebut:Istilah tersebut tidak digunakan untuk Allah dalam syariat.Yang ditetapkan dalam dalil adalah Allah mencintai (yuhibbu).Tidak ada dalil yang menunjukkan Allah “rindu” kepada seseorang secara khusus.⸻F. Kasus Al-Husain bin Manshur Al-HallajDipandang sebagai tokoh paling berbahaya dalam aqidah hululiyah.Dikenal mengaku memiliki berbagai karamah dan kemampuan luar biasa.Para ulama pada masanya menilai aqidahnya menyimpang.Disebut bahwa para fuqaha bersepakat mengkafirkannya dan akhirnya dihukum mati di Baghdad.Meski demikian, sebagian pengikut tetap fanatik kepadanya dan tidak menerima keputusan para ulama.⸻G. Talbis Iblis dalam BersuciSetan menimbulkan was-was berlebihan dalam wudhu dan bersuci.Menggunakan air secara berlebihan karena merasa belum suci.Ada yang hanya mau berwudhu dengan air sungai atau cara-cara yang memberatkan diri.Padahal Nabi ﷺ berwudhu dengan air yang sedikit.⸻H. Talbis Iblis dalam ShalatKaum sufi yang kurang berilmu dapat digoda setan dalam ibadah sebagaimana ahli ibadah lainnya.Muncul amalan-amalan khusus yang tidak memiliki dasar dari Sunnah.Sebagian tarekat memiliki dzikir dan ritual khusus yang tidak diajarkan Nabi ﷺ.Jalan keselamatan adalah mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ yang terbuka bagi seluruh kaum muslimin.Contoh:Shalat dua rakaat khusus setelah memakai pakaian tambalan.Berdalil dengan hadits Tsumamah bin Utsal.Bantahan Ibnu Al-Jauzi: Tsumamah diperintahkan mandi karena masuk Islam, bukan karena memakai pakaian tertentu.⸻I. Kritik terhadap Ribath (Tempat Khusus Kaum Sufi)Ibnu Al-Jauzi menyebut enam sisi kesalahan dalam membangun tempat ibadah khusus selain masjid:Membuat bangunan ibadah yang tidak dicontohkan syariat.Menjadi saingan bagi masjid sehingga jamaah berkurang.Mengurangi kesempatan memperoleh pahala melangkah ke masjid.Menyerupai tradisi rahib Nasrani yang memiliki tempat ibadah khusus.Menyebabkan sebagian pemuda meninggalkan pernikahan dan menahan syahwat secara tidak syar’i.Menjadi sarana mencari popularitas sebagai orang zuhud sehingga menarik simpati dan bantuan masyarakat.⸻Kesimpulan Utama KajianSyariat Islam harus diambil dari Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para sahabat serta salafus shalih.Setiap amalan, dzikir, dan keyakinan harus memiliki dalil yang sah.Fanatisme kepada tokoh tidak boleh mengalahkan ketaatan kepada dalil.Penyimpangan aqidah dan ibadah harus dijelaskan secara ilmiah demi menjaga kemurnian agama.Talbis iblis dapat terjadi melalui sikap berlebihan dalam ibadah, was-was, ritual tanpa dalil, maupun keyakinan yang menyimpang dari aqidah Islam yang benar.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 13

Talbis iblis#13 Terhadap kaum sufiTalbis iblis terhadap kaum sufi dengan berbagai model 1. Kritik terhadap kitab tawahhum. Isi buku tersebut khayalan dan angan angan, bayangkan, seandainya, imam ahmad rahimahullah berkata kepada muridnya jangan kau duduk sama mereka, orang orang yang bermadzhab dengan pemikiran seperti itu. Hendaknya kau berpegang teguh dengan al qur'an, sunnah, atsar salaf. 2. Kritik terhadap al harits al muhasibi. Disebut menyelisihi sebagian ulama dalam beberapa pemikiran, imam ahmad dan abu zu'rah memberikan tahdzir karena yang pertama mendukung pemikiran tasawuf yang menyimpang dari ahlus sunnah, yang kedua terpengaruh ibn kullab (kullabiyyah)3. Sikap ibnu jauzi terhadap ulama yang keliru. Pertama menyampaikan bantahan dengan adab dan memberi uzur terlebih dahulu. Kedua tujuan nya menjaga kemurnian syariat, bukan mencari cari kesalahan. Ketiga kebenaran diukur dengan dalil, bukan kedudukan tokoh. Keempat tidak ada manusia yang ma'shum selain Muhammad shallallaahu'alaihi wasallam.4. Penyimpangan aqidah yang dikaitkan dengan sebagian kelompok sufi. Wahdatul wujud. Hululiyah. Ittihadiyah5. Contoh penyimpangan yang disebutkan. Ada yang mengatakan Allah berhasrat atau rindu kepada manusia tanpa dalil yang sah. Ada yang mengaku melihat Allah dengan hati di dunia sebagaimana orang beriman melihat Allah di akhirat. Tidak boleh bilang Allah berhasrat. 6. Kasus al husain bin mansur al hallaj. Dipandang sebagai tokoh paling berbahaya dalam aqidah hululiyah.  Mengaku memiliki berbagai karomah dan kemampuan luar biasa. Para ulama menilai aqidah nya menyimpang. 7. Talbis iblis dalam bersuci. Pertama menimbulkan was was bersihkan wudhu dan bersuci. Kedua menggunakan air berlebihan karena merasa belum suci. Ketiga ada yang hanya mau berwudhu menggunakan air sungai atau cara yang memberatkan hati. Keempat padahal Nabi berwudhu dengan air sedikit. 8. Talbis iblis dalam shalat. Kaum sufi yang kurang berilmu dapat digoda setan. Muncul amalan amalan khusus. Sebagian tarekat memiliki dzikir dan ritual khusus. 9. Kritik terhadap ribath. Pertama buat bangunan ibadah yang tidak dicontohkan syariat. Menjadi saingan bagi masjid sehingga jamaah berkurang. Menyerupai tradisi rahib nasrani.

💬 0 komentar📅 17 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya18 Juni 2026
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

‎Materi#12  Tentang sejarah, hakikat, serta penyimpangan yang terjadi dalam kelompok sufi

‎Materi#12  Tentang sejarah, hakikat, serta penyimpangan yang terjadi dalam kelompok sufi dari perspektif Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A., yang merujuk pada kitab Talbis Iblis karya Ibnu Jauzi. Berikut adalah poin-poin utama dari penjelasan beliau:‎‎1. Asal Usul dan Hakikat Tasawuf.‎Awalnya, tasawuf muncul sebagai usaha untuk melatih jiwa agar zuhud terhadap dunia, membersihkan diri dari akhlak buruk, dan menghiasi diri dengan sifat-sifat mulia seperti sabar dan ikhlas.‎Terdapat berbagai perbedaan pendapat mengenai etimologi kata “Sufi”, antara lain dinisbahkan kepada pakaian bulu domba (suf), ahlus suffah, atau orang yang memalingkan manusia dari makhluk kepada Allah.‎2. Tipuan Iblis terhadap Kaum Sufi‎Ustadz Firanda menjelaskan bahwa Iblis menipu kaum sufi melalui beberapa cara, yang semakin parah seiring berjalannya waktu:‎• Meninggalkan Dunia secara Ekstrem‎Menolak hal-hal yang bermanfaat bagi jasad, tidak mau berbaring, dan memaksakan jiwa secara berlebihan yang tidak sesuai dengan tuntunan Nabi.‎• Berpegang pada Hadis Palsu‎Banyak di antara mereka yang mengamalkan ajaran berdasarkan hadis-hadis lemah atau palsu.‎• Bid'ah dan Ciri Khas Khusus‎Mengatur aturan atau “sunnah” sendiri dalam ibadah, seperti pakaian tambal-tambal yang diniatkan sebagai ibadah (padahal dahulu Nabi dan sahabat melakukannya karena keterpaksaan atau kebutuhan), serta adanya praktik zikir, nyanyian, dan tarian (sama') yang tidak diajarkan Rasulullah.‎• Penyimpangan Akidah‎Munculnya pemahaman seperti wahdatul wujud, hululiyah, dan ittihadiyah yang menganggap adanya penyatuan antara Tuhan dan makhluk.‎3. Kritik terhadap Kitab-Kitab Sufi.‎Ustadz Firanda menyoroti beberapa kitab yang dianggap mengandung penyimpangan akidah atau hadis batil, seperti Luma' as-Sufiyah, Qutul Qulub, hingga Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.‎Beliau menjelaskan bahwa meskipun buku-buku tersebut memiliki manfaat, isinya banyak yang tidak layak dikonsumsi orang awam karena mengandung takwil yang keliru dan hadis yang tidak valid.‎‎4. Penutup‎Penyebab banyaknya pengikut tasawuf adalah karena kecenderungan jiwa terhadap metode yang tampak “bersih” secara lahiriah dan memberikan kenyamanan psikologis (seperti nyanyian atau qasidah), dibandingkan dengan syariat yang menuntut kedisiplinan dan perjuangan keras (jihad) sebagaimana dicontohkan oleh para Salaf.‎‎

💬 0 komentar📅 16 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya17 Juni 2026
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

DAY-12 TALBIS IBLIS TERHADAP KAUM SUFI

Asal-Usul Istilah 'Sufi'Sufi ssecara bahasa ada 5 pendapat :Nisbah kepada suffah: Sekelompok orang atau orang yang dikenal suffah gelarnya suffah namanya adalah Al-ghouts bin Murr. Yang di zaman jahiliyah, orang tersebut hari-harinya mengkhidmatkan dirinya kepada Masjidil Haram. Nisbah kepada penghuni suffah (ahlus suffah): Jika nisbah kepada Suffah harusnya Suffiy bukan sudah. Nisbah kepada sufana: Sufana semacam tumbuhan. Dan kaum Sufi yang ini suka mencabut tanaman di padang pasir. Kritik Al Imam Ibnu Jauzi, jika dinisbahkan ke sufana harusnya suufani bukan sufi.Nisbah kepada saufatul kaufah (rambut yang tumbuh di belakang leher): Orang yang dinisbahkan kepada rambut tersebut, seakan-akan kaum Sufi. Dan banyak yang mengikutinya karena seakan-akan orang yang mengikuti rambut panjang tersebut adalah orang-orang yang memalingkan dari makhluk menuju ke Allah subhanahu wa ta'ala. Nisbah kepada bulu domba/suf (wool): Berawal dari pakaian orang sufi dari bahan wool, yang kalau berkeringat bau badannya tidak enak. Sehingga nisbahnya kepada sufi. Pada awalnya kaum Sufi itu adalah orang-orang yang zuhud. Al Imam Ibnu Jauzi menjelaskan, intinya kaum tasawuf/safiyyah didalamnya ada pelatihan jiwa dan berusaha untuk berjuang menolak dari perangai akhlak-akhlak yang buruk dan menggantinya dengan akhlak yang baik seperti zuhud, bijaksana, sabar, ikhlas. Dan sifat-sifat ini dapat menghantarkan kepada surga. Inilah sifi pertama kali. Lalu iblis menggoda mereka disetiap generasi hingga generasi belakangan. Hakikat Awal TasawufSecara historis, tasawuf pada mulanya adalah gerakan zuhud untuk melatih jiwa, memperbaiki akhlak, serta menjauhkan diri dari perangai buruk seperti hasad dan sombong, demi mendapatkan ganjaran di akhirat. Namun, Al Imam Ibnu Jauzi menekankan bahwa seiring waktu, syaithon mulai menipu kaum Sufi dengan berbagai penyimpangan.Model Tipuan Iblis terhadap Kaum SufiPenolakan Dunia secara Berlebihan. Menganggap zuhud harus meninggalkan segala kenikmatan (seperti menolak makanan atau tidak mau berbaring), yang seringkali didasarkan pada hadis-hadis palsu.Sibuk dengan 'Lintasan Hati' Perhatian beralih dari syariat ke arah bisikan atau lintasan hati.Ciri Khas Bid'ah: Menciptakan aturan sendiri, seperti mengenakan baju tambal-tambal (muraqqaah) sebagai identitas ibadah, padahal pada masa Nabi, hal tersebut dilakukan hanya karena kondisi kemiskinan (terpaksa).Kegiatan Musik dan Tari: Munculnya ritual sama' (mendengar nyanyian/musik), wajad (ekstase), dan menari-nari (raqs) yang dianggap sebagai ibadah.Khayalan dan Wahdatul Wujud: Akibat lapar ekstrem atau latihan tertentu, muncul khayalan mistis hingga keyakinan kufur seperti hululiyah (Tuhan menempati makhluk), ittihadiyah (penyatuan), dan wahdatul wujud (kesatuan eksistensi).Kritik terhadap Literatur SufiIbnu Jauzi mengkritik buku-buku yang menyebarkan hadis palsu dan akidah menyimpang, seperti Qutul Qulub karya Abu Thalib Al-Makki, Risalah karya Al-Qusyairi, serta Ihya Ulumuddin karya Abu Hamid Al-Ghazali. Kitab-kitab tersebut banyak memuat hadis batil dan takwil yang tidak berdasar, meskipun di dalamnya terdapat aspek manfaat bagi orang yang berilmu.KesimpulanBahwa manusia cenderung tertarik pada jalan Sufi karena keindahan bahasanya dan kenyamanan yang ditawarkan (nyanyi-nyanyi, joget), yang dianggap lebih 'ringan' dibanding ketegasan syariat dan sejarah para sahabat. Fenomena ini diperparah dengan banyaknya tokoh Sufi yang kini justru mencari kedudukan dekat dengan penguasa, bertolak belakang dengan prinsip zuhud masa awal.

💬 0 komentar📅 16 Jun 2026Baca selengkapnya →