📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Hereafter focus vs wordly focus

Hustle culture cenderung berpikir pendek: target kuartal ini, promosi berikutnya, tren yang sedang naik, hasil yang harus kelihatan sekarang. Sementara Barakah Culture berpikir lebih panjang—bahkan sampai sesuatu yang kita kerjakan tetap memberi manfaat setelah kita sudah tidak ada.Contoh penulisnya bagus banget: jangan cuma mengejar bukunya jadi bestseller beberapa minggu, tapi menulis sesuatu yang mungkin masih bermanfaat 100 tahun lagi. Jadi pertanyaannya bergeser dari “seberapa cepat aku mendapatkan hasil?” menjadi “seberapa jauh manfaat dari apa yang aku kerjakan bisa bertahan?”

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Kahfi: 68 — Keterbatasan Pengetahuan Manusia

Nabi Musa diberi tahu bahwa beliau mungkin tidak akan mampu bersabar, karena akan melihat sesuatu yang belum beliau ketahui ilmunya.Menariknya, Musa bukan tidak peduli pada kebenaran. Justru beliau sangat kuat dalam nahi munkar. Ketika melihat sesuatu yang menurutnya salah, beliau tentu ingin menegur.Tapi ada satu hal yang belum beliau tahu: di balik kejadian yang tampak buruk, ternyata ada maslahat yang besar.Mungkin aku juga perlu mengingat ini ketika menghadapi sesuatu yang belum kupahami.Aku boleh berpikir, mempertimbangkan, dan berusaha mencari kebenaran. Tapi aku juga harus ingat: pengetahuanku selalu terbatas. Allah tahu apa yang belum aku tahu.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al - Baqarah 158

Sesungguhnya dua bukit yang dikenal dengan nama Safa dan Marwah di dekat Ka'bah itu termasuk tanda tanda syariat Islam yang nyata, maka barang siapa yang pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah tidak ada dosa baginya untuk melaksanakan sai di antara kedua bukit tersebut. Pernyataan "tidak ada dosa" di sini dimaksudkan untuk menenteramkan hati sebagian orang Islam yang enggan melaksanakan sai di sana karena menganggap itu adalah bagian dari ritual jahiliah. Allah menjelaskan bahwa sai di antara Şafă dan Marwah adalah bagian dari manasik haji. Barang siapa melaksanakan ibadah-ibadah sunah secara sukarela dan ikhlas karena Allah, maka Allah akan berterima kasih kepada-Nya. Dia akan menerima ibadahnya dan akan memberinya balasan yang setimpal, karena Dia Maha Mengetahui siapa yang berbuat baik dan berhak mendapatkan pahala.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Anfal : 2

Tafsir Ibnu KatsirQS Al-Anfal : 2🌷 Sifat Orang-Orang Beriman1. Hati gemetar ketika nama Allah disebut«“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka.”»Ibnu Abbas menjelaskan bahwa orang beriman berbeda dengan orang munafik. Ketika nama Allah disebut, hati orang beriman terpengaruh sehingga mereka terdorong untuk melaksanakan kewajiban.Mujahid dan As-Saddi mengatakan bahwa hati orang mukmin gemetar karena takut kepada Allah.2. Melaksanakan perintah AllahRasa takut kepada Allah mendorong orang beriman untuk:- Melaksanakan perintah-Nya.- Meninggalkan larangan-Nya.- Tidak terus-menerus melakukan dosa ketika telah diingatkan.3. Iman bertambah ketika mendengar ayat Allah«“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya).”»Artinya, kepercayaan mereka kepada Allah semakin kuat, tebal, dan mendalam.Ayat ini menjadi dalil bahwa iman dapat bertambah dan berkurang. Ini merupakan pendapat jumhur ulama, di antaranya Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal.4. Bertawakal hanya kepada Allah«“Dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”»Orang beriman:- Tidak berharap kepada selain Allah.- Tidak berlindung kecuali kepada-Nya.- Tidak meminta kebutuhan kecuali kepada-Nya.- Mengetahui bahwa apa yang Allah kehendaki pasti terjadi.- Mengetahui bahwa apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.Sa'id bin Jubair mengatakan:“Tawakal kepada Allah merupakan induk keimanan.”🌿 Inti CatatanOrang yang benar-benar beriman adalah orang yang hatinya takut ketika nama Allah disebut, melaksanakan perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, bertambah imannya ketika mendengar ayat-ayat Allah, dan bertawakal hanya kepada-Nya.📖 Ayat yang SemaknaQS Ali Imran : 135Orang yang berbuat dosa kemudian mengingat Allah, memohon ampun, dan tidak meneruskan perbuatannya.QS An-Nazi'at : 40–41Orang yang takut kepada kebesaran Allah dan menahan diri dari hawa nafsu, maka surga menjadi tempat tinggalnya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Hanya Allah yang Berhak Disembah

Al-Ma’idah ayat 17Ayat ini membantah keyakinan yang menuhankan Nabi Isa عليه السلام. Dalam tafsir dijelaskan bahwa Isa adalah hamba dan makhluk Allah, bukan Tuhan. Allah memiliki kekuasaan mutlak atas seluruh makhluk, termasuk Isa dan Maryam. Jika Allah menghendaki sesuatu, tidak ada seorang pun yang mampu menghalangi kehendak-Nya.Intinya:➡️ Hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak dan hanya Allah yang berhak disembah.Al-Ma’idah ayat 18Ayat ini membantah anggapan sebagian Yahudi dan Nasrani bahwa mereka adalah “anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Tafsir menjelaskan bahwa manusia tetaplah makhluk Allah dan tidak boleh merasa memiliki kedudukan khusus yang membuatnya terbebas dari dosa dan pertanggungjawaban.Allah memiliki hak untuk mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki, dan seluruh manusia akan kembali kepada-Nya untuk mendapatkan keputusan yang adil.Intinya:➡️ Jangan merasa aman dari dosa hanya karena merasa dekat dengan Allah. Kedekatan kepada Allah harus dibuktikan dengan iman, ketaatan, dan amal.2. Kandungan utama kedua ayatSecara keseluruhan, Al-Ma’idah 17–18 mengajarkan beberapa hal:Tauhid adalah dasar utamaIsa عليه السلام adalah hamba Allah, bukan Tuhan.Seluruh makhluk berada di bawah kekuasaan Allah.Allah memiliki kekuasaan mutlakLangit, bumi, dan seluruh yang ada di antara keduanya adalah milik Allah.Tidak ada yang mampu menghalangi keputusan Allah.Jangan merasa memiliki “jaminan khusus” dari AllahMengaku sebagai orang yang dicintai Allah tidak berarti bebas dari dosa dan hukuman.Manusia tetap akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.Allah Maha AdilSemua manusia akan kembali kepada Allah.Allah memberikan keputusan berdasarkan kehendak dan keadilan-Nya, dan Dia tidak menzalimi hamba-Nya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat At-Taubah

Surat At Taubah : 36Sesungguhnya jumlah bulan dalam setahun menurut keputusan dan ketentuan Allah ialah dua belas bulan. Itulah yang ditetapkan Allah didalam Lauh Mahfuz pada awal Dia menciptakan langit dan bumi. Diantara dua belas bulan itu ada empat bulan haram, yaitu bulan-bulan yang didalamnya perang diharamkan oleh Allah. Tiga bulan diantaranya berurutan, yakni Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram, dan satu bulan terpisah, yakni Rajab. Hal tsb (yaitu jumlah bulan dalam setahun dan larangan berperang pada empat bulan) diantaranya merupakan ajaran agama yang lurus. Oleh karena itu, janganlah kalian menzhalimi diri sendiri dengan mengobarkan perang pada bulan-bulan haram itu dan menginjak-injak kehormatannya.--Allah Ta’ala telah menetapkan dalam syariat-Nya adanya empat bulan haram (Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab) yang memiliki kedudukan istimewa. Dalam bulan-bulan ini, kita dituntut untuk lebih menjaga diri dari maksiat dan lebih giat dalam ketaatan dan ketakwaan.Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa penyebutan “bulan haram” menunjukkan adanya pengagungan dan pemuliaan khusus, sehingga dosa di dalamnya lebih berat dan amal saleh lebih ditekankan.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Apakah Anak Harus Dipukul Ketika Meninggalkan Shalat?

Ringkasan — Apakah Anak Harus Dipukul Ketika Meninggalkan Shalat?Ini merupakan masalah penting yang memiliki pembahasan fikih tersendiri. Penerapannya bergantung pada kondisi masing-masing anak.Sebelum memberikan hukuman, orang tua perlu memahami:Apakah anak sudah memahami bahwa meninggalkan shalat adalah dosa?Apakah anak sudah mengetahui tata cara shalat dan hukum-hukumnya?Apakah anak sudah memahami dan mampu menjalankan shalat dengan baik?Secara umum, orang tua dianjurkan untuk bersikap lembut kepada anak. Kelembutan merupakan langkah pertama dalam mendidik, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan dicabut dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk.”(HR. Muslim)🌿 Intinya:Pahami terlebih dahulu kondisi dan kesiapan anak. Ajarkan shalat dengan kelembutan, kesabaran, dan kasih sayang. Tujuannya bukan sekadar membuat anak takut terhadap hukuman, tetapi menumbuhkan kecintaan anak kepada shalat dan membiasakannya untuk taat kepada Allah.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI5 hari lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Silsilah Ilmiyyah Beriman kepada Malaikat – Beriman dengan Amalan-Amalan Malaikat (Bagian Ketiga)

RINGKASAN MATERI6. Orang yang Menjenguk Orang yang SakitOrang yang menjenguk saudaranya sesama muslim yang sakit mendapatkan doa dari para malaikat.• Jika menjenguk pada pagi hari, 70.000 malaikat berselawat untuknya hingga sore.• Jika menjenguk pada sore hari, 70.000 malaikat berselawat untuknya hingga pagi.• Ia juga mendapatkan buah-buahan di Surga.(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, sahih)7. Malaikat Mengaminkan Ucapan Baik di Samping Orang Sakit atau MeninggalKetika menghadiri orang yang sakit atau meninggal, hendaknya mengucapkan ucapan yang baik, karena malaikat akan mengaminkan apa yang diucapkan.(HR. Muslim)8. Malaikat Mengaminkan Doa untuk Saudara Se-IslamBarangsiapa mendoakan kebaikan untuk saudaranya sesama muslim secara diam-diam tanpa sepengetahuannya, maka malaikat yang ditugaskan akan berkata:“Aamiin, dan bagimu yang semisalnya.”(HR. Muslim)🌸 Pelajaran penting:Mendoakan saudara sesama muslim secara sembunyi-sembunyi merupakan amalan yang utama karena lebih dekat kepada keikhlasan. Doa tersebut juga menjadi sebab seseorang mendapatkan kebaikan yang semisal dengan apa yang ia doakan untuk saudaranya.🤲 Mari perbanyak mendoakan kebaikan untuk saudara-saudara sesama muslim, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

TAFSIR AL-MUKHTASAR Surah Ar-Ra’d Ayat 14

📖 Hanya Allah semata pemilik hak untuk disembah, tidak seorang pun berserikat dengan Allah di dalamnya.Berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang musyrikin selain Allah tidak dapat mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepadanya dalam masalah apa pun.Doa mereka kepada berhala hanya seperti orang haus yang mengulurkan tangannya ke air lalu mengangkatnya ke mulutnya untuk minum, namun air itu tidak pernah sampai ke mulutnya.Doa orang-orang kafir kepada berhala-berhala mereka hanya sia-sia dan jauh dari kebenaran karena berhala-berhala itu tidak kuasa mendatangkan manfaat atau menolak mudarat untuk mereka.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MENGHADAPI MASALAH TAKUT BERPISAH PADA ANAK

🌸 1. MENGHADAPI KECEMASAN ANDA SENDIRISadari perasaan Anda saat berpisah dengan anak—sedih, gugup, atau cemas. Itu wajar. Tidak perlu menyingkirkannya, tetapi tetap bertanggung jawab mengelolanya agar dapat menjadi pemimpin yang tenang bagi anak.💬 “Hai, kegelisahan. Kamu boleh berada di sini. Aku akan menyapamu, tetapi saat berpamitan aku akan memintamu mundur agar anakku tahu bahwa ia aman pergi.”2. BICARALAH TENTANG PERPISAHAN & PERASAANBicarakan perpisahan sebelum terjadi. Jelaskan ke mana anak pergi, siapa yang akan menjaganya, apa yang akan dilakukan, dan seperti apa tempatnya.💬 “Mungkin awalnya terasa sulit karena berpisah dengan Ibu dan berada di tempat baru. Tidak apa-apa kalau kamu merasa sedih.”Dengan anak yang lebih besar, lakukan hal yang sama sebelum menginap, berkemah, atau menghadapi pengalaman baru.3. RUTINITAS + LATIHANBuat rutinitas perpisahan yang singkat, sederhana, dan konsisten.Contoh: 💬 “Ayah peluk kamu, bilang ‘Sampai jumpa, Nak!’ dan ‘Ayah akan selalu kembali’, lalu Ayah pergi.”Latih bersama anak melalui bermain peran. Latihan membuat perpisahan terasa lebih akrab dan aman.4. OBJEK PERALIHANBoneka, selimut, atau foto keluarga dapat menjadi penghubung antara rumah dan tempat baru.💬 “Apakah ada sesuatu yang ingin kamu bawa untuk mengingatkanmu akan rumah?”Ajarkan anak menggunakan benda tersebut sebagai pengingat bahwa keluarga tetap dekat meskipun sedang tidak bersama.5. BERCERITASetelah berkumpul kembali, ceritakan pengalaman perpisahan bersama anak.💬 “Tadi berpamitan terasa sulit. Kamu sedih, lalu kamu menarik napas, melihat foto keluarga, dan akhirnya bergabung dengan teman-teman. Ibu kembali sesuai janji!”Menceritakan kembali pengalaman membantu anak melihat bahwa perpisahan hanyalah satu bagian dari kisah yang lebih besar—dan ia mampu melewatinya.Good InsideMeletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kenned y)

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 75-76

82 Barang siapa berpaling setelah ada janji yang diperkuat dengan kesaksian dari Allah dan para rasul-Nya, mereka itulah orang-orang yang keluar dari agama Allah dan keluar dari ketaatan kepada-Nya.83 Apakah orang-orang yang keluar dari agama Allah dan keluar dari ketaatan kepada-Nya itu hendak mencari agama lain selain agama yang Allah pilihkan untuk para hamba-Nya (yaitu Islam)? Padahal hanya kepada Allah -Subhânahu- semua makhluk yang ada di langit dan bumi ini tunduk dan berserah diri, baik secara sukarela seperti orang-orang mukmin, maupun karena terpaksa seperti orang-orang kafir. Kemudian hanya kepada-Nyalah semua makhluk akan dikembalikan pada hari Kiamat untuk menjalani penghitungan amal dan menerima balasannya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka5 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Kisah Utsman bin Affan رضي الله عنهDari Ibnu Mas'ûd رضي الله عنه, dia berkata, “Kami pernah bersama Nabi ﷺ pada suatu perang. Saat itu pasukan kaum muslim mengalami kesulitan, hingga aku melihat kepayahan di wajah kaum muslim dan kebahagiaan di wajah kaum munafik. Ketika Rasulullah ﷺ melihat kondisi itu, beliau bersabda, yang artinya, 'Demi Allah, tidaklah akan tenggelam matahari ini, hingga kalian mendapatkan rezeki dari Allah.'”Utsman رضي الله عنه mengetahui hal tersebut dan membeli 14 unta beserta seluruh muatannya yang berisi makanan lalu dia mempersembahkan sembilan dari tunggangan tersebut kepada Rasulullah ﷺ. Ketika Rasulullah melihat hal itu, beliau bersabda, “Apakah ini?” Para sahabat berkata, “Utsman yang telah mengirimnya kemari.” Maka terlihatlah kebahagiaan di wajah Rasulullah ﷺ dan tampak kesedihan di wajah kaum munafik. Lalu saya melihat Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putihnya kedua ketiak beliau untuk mendoakan Utsman dengan suatu doa yang belum pernah saya dengar beliau memanjatkannya untuk seseorang, baik sebelumnya maupun sesudahnya. Beliau berdoa, “Ya Allah, berilah Utsman. Ya Allah, berbuat baiklah terhadap Utsman.” (Dikeluarkan oleh ath-Thabarâni dan Ibnu 'Asâkir dari Abu Mas'ûd).

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI5 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 89 | ‘Arsy dan Kursi Allāh ﷻ adalah Benar Adanya

Kitab: Aqidah Ath-Thahawiyah Pemateri : Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A Penulis : Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāhالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-89 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَالعَرْشُ وَالكُرْسِيُّ حَقٌّ‘Arsy dan juga Kursiy ini adalah benar adanya, dan keduanya adalah makhluk Allāh ﷻ yang disebutkan oleh Allāh ﷻ di dalam Al-Qur’ān, dan juga disebutkan tentang sebagian sifatnya di dalam dalil. Maka kita katakan bahwa ‘Arsy dan Kursi itu adalah benar. Jangan kita ingkari meskipun mungkin kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya. Selama itu dikabarkan oleh Allāh ﷻ atau dikabarkan oleh Nabi ﷺ, maka harus kita imani.Al-‘Arsy ini adalah makhluk Allāh ﷻ yang paling besar, makhluk Allāh ﷻ yang paling tinggi, makhluk Allāh ﷻ yang pertama kali diciptakan oleh Allāh ﷻ. Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy, dan Kursi Allāh ﷻ sebagaimana dinukil dari Abdullah bin ‘Abbās, ini adalah mawḍi’u qadamihi, yaitu tempat kedua kaki Allāh ﷻ. Tentunya Abdullah bin ‘Abbās raḍiyallāhu ‘anhumā tidak mengatakan yang demikian kecuali pernah mendengar itu dari Nabi ﷺ, karena hal yang seperti ini tidak mungkin dari ijtihad seorang sahabat. Pasti dia pernah mendengarnya dari Nabi ﷺ.Disebutkan bahwa Kursi ini adalah makhluk. Ada sebuah hadits di mana Nabi ﷺ mengatakan:إِنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ فِي النِّسْبَةِ إِلَى الْكُرْسِيِّ كَسَبْعِ دَرَاهِمَ أُلْقِيَتْ فِي تُرْسٍ“Sesungguhnya langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi Allāh itu seperti tujuh dirham (koin) yang dilemparkan ke tameng.”Tameng di sini adalah seperti perisai besar yang digunakan oleh seseorang yang berperang untuk melindungi dirinya. Tujuh koin dirham yang dilemparkan di tameng tersebut merupakan permisalan tujuh langit dibandingkan dengan Kursi Allāh ﷻ. Lihatlah bagaimana perbandingan antara tujuh koin dirham tadi dengan tameng, yang tentunya jauh lebih besar daripada koin tadi.Padahal, kalau kita melihat langit yang pertama saja, kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya. Ketika kita melihat cerita para ahli tentang bagaimana besarnya bumi, ternyata di sana ada planet yang lebih besar, dan matahari berlipat-lipat lebih besar daripada bumi. Kita membayangkan betapa besarnya matahari, ternyata di sana ada yang lebih besar daripada matahari dan jauh lebih besar daripada matahari, berjutaan kali lipat lebih besar dari matahari.Ternyata kita berada di satu galaksi, yaitu kumpulan bintang-bintang yang besar yang jumlahnya jutaan bintang, dan di sana banyak bintang yang lebih besar daripada matahari. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya galaksi Bima Sakti, di mana keberadaan kita berada, dan ternyata di alam semesta ini ada jutaan atau miliaran galaksi-galaksi yang merupakan kumpulan dari bintang-bintang. Galaksi Bima Sakti adalah salah satu di antara galaksi-galaksi tersebut. Itu semuanya berada di bawah langit yang pertama. Baru langit yang pertama, demikian besarnya.Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang ketebalan langit. Ternyata langit bukan sesuatu yang tipis, tetapi dia adalah sesuatu yang tebal. Dari bawah sampai atas, itu membutuhkan 500 tahun perjalanan untuk sampai dari bawah ke atas. Kemudian, untuk mencapai langit yang berikutnya juga membutuhkan 500 tahun perjalanan. Dari langit yang pertama sampai langit yang kedua, jika langit yang pertama kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya, lalu bagaimana dengan langit yang kedua, yang jauh lebih besar daripada langit yang pertama. Dan dia juga memiliki ketebalan yang sama. Antara langit yang kedua dengan lainnya juga demikian, lalu bagaimana dengan langit yang ketujuh? Allāhu Akbar. Maka tentunya ini adalah makhluk yang sangat besar.Tujuh langit ini dibandingkan dengan Kursi Allāh, maka ini seperti tujuh koin dirham yang dilemparkan di tameng tadi. Berarti, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kursi Allāh. Kursi Allāh jauh lebih besar. Bahkan disebutkan dalam hadits yang lain, itu seperti tujuh cincin yang dilemparkan di tengah padang pasir. Subḥānallāh, ini menunjukkan betapa besarnya Kursi Allāh. Sehingga Allāh ﷻ berfirman di dalam Al-Qur’ān:وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ(QS. Al-Baqarah: 255)Kursi Allāh ini meluas meliputi langit dan bumi, jauh lebih besar daripada langit dan bumi. Maka kita harus beriman dengan adanya Kursi ini. Diriwayatkan, dinukil dari Abdullah bin ‘Abbās bahwaمَوْضِعُ قَدَمَيْ الرَّحْمٰنِitu adalah tempat kedua kaki Allāh ﷻ. Kita tetapkan kaki Allāh ﷻ sesuai dengan keagungan-Nya, tidak sama dengan kaki makhluk. Dan kita tetapkan Kursi bahwasanya di sana ada makhluk Allāh yang dinamakan dengan Kursi.Al-‘Arsy juga demikian. Al-‘Arsy ini jauh lebih besar daripada Kursi Allāh. Kalau tadi kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya Kursi Allāh, maka bagaimana dengan ‘Arsy? Disebutkan dalam hadits, perbandingan antara Kursi dengan ‘Arsy Allāh itu seperti cincin yang dilemparkan di tengah padang pasir. Bagaimana seseorang bisa membayangkan tentang besarnya ‘Arsy Allāh? Dia adalahالْعَرْشِ الْمَجِيدِ‘Arsy yang sangat agung dan sangat besar. Dia adalah makhluk Allāh ﷻ yang paling besar, dan Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy.Jika itu adalah benar ciptaan Allāh ﷻ, maka bagaimana dengan yang menciptakan? Allāh ﷻ lah yang Maha Besar. Bagaimana seseorang bisa sombong dan tidak mau beribadah kepada Allāh ﷻ? Dia adalah makhluk yang sangat kecil. Seseorang seharusnya bersyukur bahwa Allāh ﷻ yang Maha Besar, demikian Maha Besarnya Allāh, namun Allāh ﷻ memperhatikan kita yang sangat kecil. Allāh ﷻ memberikan kita rezeki dan kenikmatan oleh Allāh ﷻ yang Maha Besar, yang Maha Rahmān, yang sangat memperhatikan setiap hamba-Nya.وَالعَرْشُ وَالكُرْسِيُّ حَقٌّ، كَمَا بَيَّنَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ‘Arsy dan Kursiy ini adalah benar adanya sebagaimana Allāh ﷻ menerangkan di dalam Al-Qur’ān,وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَdan banyak di dalam Al-Qur’ān Allāh ﷻ menyebutkan tentang ‘Arsy. Allāh ﷻ berfirman:ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ“Kemudian Allāh ﷻ beristiwa’ di atas ‘Arsy.”(QS. Al-A’rāf: 54)Dan Allāh ﷻ berfirman:وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء“Dan ‘Arsy Allāh ﷻ adalah berada di atas air.”(QS. Hūd: 7)Dan firman Allāh ﷻ:وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ“Dan Dia-lah Allāh ﷻ, Rabb bagi ‘Arsy yang sangat besar.”(QS. At-Tawbah: 129)Allāh ﷻ mensifati ‘Arsy dengan beberapa sifat, di antaranya adalah kebesaran. Bahwasanya ‘Arsy ini sangat besar, dan Allāh ﷻ beristiwa di atasnya, dan bahwasanya Allāh ﷻ adalah Rabb bagi ‘Arsy. Allāh ﷻ mensifati ‘Arsy ini dengan al-Karīm, sebagaimana firman Allāh:فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ“Maka Maha Tinggi Allāh, Raja yang sebenar-benarnya. Tidak ada ilah selain Dia, Rabb bagi ‘Arsy yang mulia.”(QS. Al-Mu’minūn: 116)Maka, apa yang datang di dalam Al-Qur’ān berupa kabar-kabar tentang ‘Arsy, harus kita imani.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

An Nisa 21

bahwa istri sebelum akad nikah adalah haram bagi suami, dan tidaklah ia merelakan dirinya agar halal baginya kecuali dengan mahar tersebut yang telah diberikan suami kepadanya, dan bila ia telah bercampur dengannya, menggaulinya dan menyentuhnya dengan sentuhan yang awalnya adalah haram sebelum itu dan tidaklah ia mau menyerahkannya kecuali dengan kompensasi, sesungguhnya ia telah merenggut hal yang harus diberi kompensasi, maka wajiblah atasnya memberikan kompensasi tersebut,

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al kahf

### 🌷 Kesimpulan QS. Al-Kahf Ayat 23–24Jangan terlalu yakin dengan rencana kita, karena masa depan sepenuhnya berada dalam kehendak Allah. Ketika berencana melakukan sesuatu, sertakan “insyaAllah” dengan hati yang benar-benar menyadari bahwa kita hanya mampu berusaha, sementara terjadinya sesuatu adalah dengan izin Allah.Ayat ini juga mengajarkan bahwa mengingat Allah adalah bagian dari memperbaiki kesalahan, ketika kita lupa mengucapkan insyaAllah atau lalai dalam mengingat-Nya.> 🌸“Rencanakan dengan baik, berusahalah dengan sungguh-sungguh, tetapi gantungkan harapan hanya kepada Allah.”Inti ayat: Rencana ada di tangan kita, tetapi hasilnya tetap milik Allah.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →