📰 Postingan Member

Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI6 hari lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 14 | Landasan Pertama, Ma’rifatullah (Bagian 02)

Silsilah Ilmiyyah Al-Ushul Ats-TsalatsahMengenal Allah ﷻ Melalui Ayat-Ayat dan Makhluk-NyaTujuan PembahasanSetelah mengetahui bahwa Allah adalah Rabb seluruh alam, muncul pertanyaan:“Bagaimana engkau mengenal Rabbmu?”Jawaban yang diajarkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah:فقل بآياته ومخلوقاته“Aku mengenal Rabbku melalui ayat-ayat-Nya dan makhluk-makhluk-Nya.”1. Cara Mengenal Allah ﷻA. Melalui Ayat-Ayat AllahYang dimaksud ayat di sini adalah:Ayat KauniyahTanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat di alam semesta.Contohnya:Pergantian siang dan malamMatahariBulanLangitBumiGunungLautanTumbuhanHewanSemua itu menunjukkan:Kebesaran AllahIlmu AllahHikmah AllahKekuasaan AllahB. Melalui Makhluk-Makhluk AllahMakhluk adalah segala sesuatu selain Allah.Seluruh makhluk:Diciptakan dari tidak ada menjadi ada.Memerlukan Allah.Tidak mampu berdiri sendiri.Dengan memperhatikan makhluk, seseorang akan mengenal:Keagungan AllahKesempurnaan AllahKekuasaan AllahKebijaksanaan Allah2. Tafakur Menjadi Jalan Mengenal AllahSemakin seseorang:MerenungMemikirkan ciptaan AllahMengamati alam semestaMaka semakin bertambah:Ma’rifatullah(Pengenalan terhadap Allah)Iman(Keyakinan kepada Allah)Ketundukan(Kepatuhan terhadap perintah Allah)Karena ia melihat bukti-bukti kekuasaan Allah di sekelilingnya.3. Sebagian Tanda Kekuasaan AllahSyaikh menyebutkan:ومن آياته الليل والنهار والشمس والقمر“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari dan bulan.”4. Tanda Kekuasaan Allah pada Malam dan SiangA. Allah Menciptakan Malam dan Siang dengan HikmahAllah tidak menciptakannya secara sia-sia.Fungsi SiangWaktu bekerjaWaktu mencari rezekiWaktu beraktivitasWaktu memenuhi kebutuhan hidupFungsi MalamWaktu beristirahatWaktu menenangkan tubuhWaktu memulihkan tenagaWaktu tidurB. Hikmah Pergantian Siang dan MalamDengan adanya pergantian tersebut:Kehidupan berjalan normal.Tubuh manusia mendapatkan keseimbangan.Manusia dapat mengatur waktu.Manusia dapat menghitung hari.C. Jika Hanya Ada SiangAkan muncul banyak mudarat:Sulit beristirahat dengan sempurna.Kehidupan tidak seimbang.Sulit membedakan hari.D. Jika Hanya Ada MalamAkan muncul banyak kesulitan:Aktivitas manusia terganggu.Banyak pekerjaan tidak dapat dilakukan.Kebutuhan penerangan sangat besar.Kehidupan menjadi lebih sulit.PelajaranPergantian siang dan malam menunjukkan:Rahmat AllahHikmah AllahIlmu AllahKekuasaan AllahAllah mampu:Mengubah siang menjadi malamMengubah malam menjadi siang5. Tanda Kekuasaan Allah pada MatahariKeistimewaan MatahariAllah menciptakan matahari:Sangat besarMenghasilkan cahayaMenghasilkan panas yang bermanfaatManfaat MatahariBagi ManusiaSumber cahaya alamiMembantu kesehatan tubuhMembantu aktivitas manusiaBagi TumbuhanMembantu proses pertumbuhanMenjadi sumber kehidupanBagi KehidupanMengurangi kebutuhan penerangan pada siang hariMenunjang keseimbangan alamJarak Matahari yang Sangat TepatAllah meletakkan matahari pada jarak yang sempurna.Jika Terlalu DekatBumi akan rusak.Kehidupan tidak dapat berlangsung.Jika Terlalu JauhManusia tidak memperoleh manfaat yang cukup.Kehidupan terganggu.Pelajaran dari MatahariMatahari menunjukkan:Ilmu AllahAllah mengetahui apa yang paling baik bagi makhluk-Nya.Hikmah AllahSegala sesuatu diciptakan dengan ukuran yang tepat.Qudrah AllahAllah mampu menciptakan dan mengatur matahari setiap saat.Kehidupan AllahAllah Maha Hidup dan tidak pernah lalai mengurus makhluk-Nya.6. Allah Tidak Pernah LalaiAllah berfirman:لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ“Allah tidak mengantuk dan tidak tidur.”(QS. Al-Baqarah: 255)Maknanya:Allah selalu mengatur alam semesta.Allah selalu menjaga langit dan bumi.Tidak ada satu pun urusan yang luput dari pengawasan-Nya.7. Tanda Kekuasaan Allah pada BulanBulan juga merupakan salah satu ayat Allah yang sangat besar.Perbedaan Bulan dan MatahariMatahariMemancarkan sinar yang kuat.Menghasilkan panas.BulanMemantulkan cahaya yang lembut.Tidak membakar seperti matahari.Hikmah Diciptakannya BulanAllah menjadikan bulan:Memiliki fase-fase tertentu.Memiliki kedudukan-kedudukan tertentu.Menjadi alat perhitungan waktu.Fungsi BulanMenentukan TanggalManusia dapat mengetahui:Awal bulanPertengahan bulanAkhir bulanMenentukan TahunManusia dapat menghitung:Bulan-bulan HijriahPergantian tahunDalilQS. Yunus: 5وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ“Dan Allah menetapkan bagi bulan manzilah-manzilah agar kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.”Buah Tafakur terhadap Ciptaan AllahOrang yang merenungkan:MalamSiangMatahariBulanLangitBumiakan semakin:Mengenal Allah (Ma’rifatullah)Bertambah ImannyaYakin terhadap Kekuasaan AllahTunduk kepada Perintah AllahMengagungkan AllahPoin-Poin Penting untuk DihafalCara Mengenal AllahMelalui ayat-ayat-Nya.Melalui makhluk-makhluk-Nya.Ayat Kekuasaan Allah yang DisebutkanMalamSiangMatahariBulanHikmah MalamIstirahatKetenanganTidurHikmah SiangAktivitasBekerjaMencari rezekiManfaat MatahariCahayaPanasKehidupanManfaat BulanMenentukan tanggalMenentukan bulanMenghitung tahunKesimpulanAllah ﷻ dapat dikenal melalui ayat-ayat kekuasaan-Nya dan makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Pergantian malam dan siang, serta penciptaan matahari dan bulan, menunjukkan kesempurnaan ilmu, hikmah, rahmat, dan kekuasaan Allah. Semakin seseorang bertafakur terhadap ciptaan Allah, semakin bertambah pengenalannya kepada Allah, keimanannya kepada-Nya, dan ketundukannya terhadap syariat-Nya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI6 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 14: Perbedaan Iradah Kauniyah Qadariah & Iradah Syar’iyyah Dinniyah

Halaqah 14:Perbedaan Iradah Kauniyah Qadariah & Iradah Syar’iyyah Dinniyah🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Perbedaan antara Iradah Kauniyah Qadariyyah dan Iradah Syar’iyyah Diniyyah diantaranya:1. Iradah Kauniyah melazimkan terjadinya apa yang diinginkan oleh Allah.Misalnya Allah menginginkan menciptakan matahari maka terciptalah matahari.Sedangkan Iradah Syar’iyyah maka tidak melazimkan terjadinya apa yang Allah inginkan, seperti secara syari’at Allah menginginkan ke-Islam-an Abu Lahab tetapi hal tersebut tidak terjadi.2. Bahwa Iradah Kauniyah tidak melazimkan apa yang Allah inginkan tersebut dicintai oleh Allah, akan tetapi terkadang kejadiannya ada yg dicintai oleh Allah, misal keimanan orang yang beriman.Dan terkadang ada yang kejadiannya tidak dicintai oleh Allah, seperti kemaksiatan.Adapun Iradah Syar’iyyah maka kejadiannya pasti sesuatu yang dicintai oleh Allah, seperti keimanan orang yang beriman, ketaatan orang yang taat, dll.3. Iradah Kauniyah tidak melazimkan bahwa itu diperintah oleh Allah, sedangkan Iradah Syar’iyyah melazimkan bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah, artinya setiap yang diinginkan oleh Allah secara syari’at berarti dia diperintahkan.@dnfnunu | @komunitas.beekind | #JejakIlmuHSI

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
N

Naella ulia

📍 -

Merawat dan memperbaiki

Cara jadi istri yang qanaahQanaah adalah bekal kita hidup tenang di dunia. Sifat qana'ah ini membuat kita ridha terhadap segala bentuk pemberian Allah yang telah ditetapkan, nggak membuat diri dihinggapi ketidakpuasan, juga perasaan kurang atas apa yang telah diberikan. Inparkeringkang bagi seluruh wanita yang secara naluriah menyukain harta benda. Namun bukan berarti tidak bisa kita menggapainya.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Cerminan Kekuasaan Allah — Ayat 41–46

Ayat ini sangat indah untuk direnungkan, terutama pada bagian “وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ — dan kepada Allah-lah tempat kembali.”🌿 Tadabbur QS. An-Nūr: 42Tema: Hukum Perzinaan dan PergaulanSubtema: Cerminan Kekuasaan Allah — Ayat 41–46Inti ayat:Allah menegaskan bahwa seluruh kerajaan langit dan bumi mutlak milik-Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang benar-benar memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri. Pada akhirnya, semua akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat.✨ Pelajaran pentingAllah adalah pemilik mutlak segala sesuatu.Apa yang kita miliki—harta, keluarga, kesehatan, kedudukan bahkan kehidupan—sejatinya adalah amanah dari Allah.Kekuasaan manusia hanyalah sementara.Sebesar apa pun seseorang merasa berkuasa, semuanya akan berakhir. Kekuasaan yang sempurna dan kekal hanyalah milik Allah.Semua makhluk pasti kembali kepada Allah.Tidak ada yang bisa menghindar dari hari ketika seluruh amal diperlihatkan dan dipertanggungjawabkan.Kesadaran akan “tempat kembali” seharusnya memengaruhi cara kita hidup.Ketika menghadapi godaan, konflik, ketidakadilan, atau penilaian manusia, kita diingatkan bahwa yang paling penting bukan bagaimana manusia menilai kita, tetapi bagaimana Allah menilai kita.Ayat ini mengajarkan ketundukan kepada Allah.Karena Dia adalah Pemilik dan Raja seluruh alam, maka aturan dan batasan yang Allah tetapkan—termasuk dalam pergaulan dan kehormatan diri—bukan untuk memberatkan, tetapi sebagai bentuk penjagaan-Nya kepada manusia.🌸 Renungan:Jika seluruhnya milik Allah dan kepada-Nya pula kita akan kembali, maka jangan sampai kita terlalu sibuk menjaga penilaian manusia, sementara lupa menjaga penilaian Allah terhadap diri kita.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Bab 14 - Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Hampir Menyerah?

📝 Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Hampir Menyerah?📌 Realita Gentle Discipline➡️ Tidak ada jalan pintas untuk memperbaiki masalah perilaku anak tanpa konsekuensi jangka panjang.➡️ Gentle discipline membutuhkan:☑ Kesabaran☑ Konsistensi☑ Usaha yang terus-menerus☑ Komitmen jangka panjang➡️ Karena itu, wajar jika orang tua sesekali merasa lelah, kewalahan, atau ingin menyerah.---💡 Ketika Merasa Ingin MenyerahJangan hanya membayangkan "libur" dari pengasuhan.➡️ Ambillah waktu untuk beristirahat jika memungkinkan.Manfaatnya:⬜ Memulihkan energi⬜ Menenangkan pikiran⬜ Menguatkan kembali tekad untuk melanjutkan pengasuhan📍 Merawat diri bukan kemewahan, tetapi kebutuhan.> Anda tidak bisa menuang dari gelas yang kosong.---🔍 Lihat ke Dalam DiriSaat muncul keinginan untuk menyerah, tanyakan:❓ "Mengapa saya merasa seperti ini?"Sering kali jawabannya:• Keraguan diri• Rasa takut salah• Kehilangan percaya diri📌 Keinginan menyerah sering kali merupakan sinyal bahwa ada kebutuhan emosional yang perlu diperhatikan.---⚖️ Dua Pilihan Saat TakutFEAR⬅️ Forget Everything And Run(Lupakan semuanya lalu lari)• Menyerah• Menghindari tantangan• Kembali pada kebiasaan lama━━━━━━━━━━━━➡️ Face Everything And Rise(Hadapi semuanya lalu bangkit)• Mengakui ketakutan• Belajar dari kesalahan• Terus bertumbuh sebagai orang tua• Tetap melanjutkan gentle discipline---🧠 Pertarungan SebenarnyaBukan melawan anak.Bukan melawan keadaan.Tetapi melawan:⬜ Keraguan diri⬜ Ketakutan⬜ Pola pikir yang menghambat pertumbuhan---🤍 Pesan Utama➡️ Saat ingin menyerah, jangan langsung berhenti.➡️ Beristirahatlah, rawat diri, lalu evaluasi apa yang sebenarnya sedang Anda rasakan.➡️ Pilih untuk menghadapi dan bangkit, karena setiap langkah kecil yang konsisten akan membantu Anda menjadi orang tua yang lebih baik bagi diri sendiri dan anak-anak Anda.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI6 hari lalu
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 89

Halaqah 89 | ‘Arsy dan Kursi Allāh ﷻ adalah Benar AdanyaKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ATranskrip: ilmiyyah.comالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-89 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-Aqidah Ath-Thahawiyah yang ditulis oleh Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi rahimahullāh.Beliau mengatakan rahimahullāh:وَالعَرْشُ وَالكُرْسِيُّ حَقٌّ‘Arsy dan juga Kursiy ini adalah benar adanya, dan keduanya adalah makhluk Allāh ﷻ yang disebutkan oleh Allāh ﷻ di dalam Al-Qur’ān, dan juga disebutkan tentang sebagian sifatnya di dalam dalil. Maka kita katakan bahwa ‘Arsy dan Kursi itu adalah benar. Jangan kita ingkari meskipun mungkin kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya. Selama itu dikabarkan oleh Allāh ﷻ atau dikabarkan oleh Nabi ﷺ, maka harus kita imani.Al-‘Arsy ini adalah makhluk Allāh ﷻ yang paling besar, makhluk Allāh ﷻ yang paling tinggi, makhluk Allāh ﷻ yang pertama kali diciptakan oleh Allāh ﷻ. Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy, dan Kursi Allāh ﷻ sebagaimana dinukil dari Abdullah bin ‘Abbās, ini adalah mawḍi’u qadamihi, yaitu tempat kedua kaki Allāh ﷻ. Tentunya Abdullah bin ‘Abbās raḍiyallāhu ‘anhumā tidak mengatakan yang demikian kecuali pernah mendengar itu dari Nabi ﷺ, karena hal yang seperti ini tidak mungkin dari ijtihad seorang sahabat. Pasti dia pernah mendengarnya dari Nabi ﷺ.Disebutkan bahwa Kursi ini adalah makhluk. Ada sebuah hadits di mana Nabi ﷺ mengatakan:إِنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ فِي النِّسْبَةِ إِلَى الْكُرْسِيِّ كَسَبْعِ دَرَاهِمَ أُلْقِيَتْ فِي تُرْسٍ“Sesungguhnya langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi Allāh itu seperti tujuh dirham (koin) yang dilemparkan ke tameng.”Tameng di sini adalah seperti perisai besar yang digunakan oleh seseorang yang berperang untuk melindungi dirinya. Tujuh koin dirham yang dilemparkan di tameng tersebut merupakan permisalan tujuh langit dibandingkan dengan Kursi Allāh ﷻ. Lihatlah bagaimana perbandingan antara tujuh koin dirham tadi dengan tameng, yang tentunya jauh lebih besar daripada koin tadi.Padahal, kalau kita melihat langit yang pertama saja, kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya. Ketika kita melihat cerita para ahli tentang bagaimana besarnya bumi, ternyata di sana ada planet yang lebih besar, dan matahari berlipat-lipat lebih besar daripada bumi. Kita membayangkan betapa besarnya matahari, ternyata di sana ada yang lebih besar daripada matahari dan jauh lebih besar daripada matahari, berjutaan kali lipat lebih besar dari matahari.Ternyata kita berada di satu galaksi, yaitu kumpulan bintang-bintang yang besar yang jumlahnya jutaan bintang, dan di sana banyak bintang yang lebih besar daripada matahari. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya galaksi Bima Sakti, di mana keberadaan kita berada, dan ternyata di alam semesta ini ada jutaan atau miliaran galaksi-galaksi yang merupakan kumpulan dari bintang-bintang. Galaksi Bima Sakti adalah salah satu di antara galaksi-galaksi tersebut. Itu semuanya berada di bawah langit yang pertama. Baru langit yang pertama, demikian besarnya.Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang ketebalan langit. Ternyata langit bukan sesuatu yang tipis, tetapi dia adalah sesuatu yang tebal. Dari bawah sampai atas, itu membutuhkan 500 tahun perjalanan untuk sampai dari bawah ke atas. Kemudian, untuk mencapai langit yang berikutnya juga membutuhkan 500 tahun perjalanan. Dari langit yang pertama sampai langit yang kedua, jika langit yang pertama kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya, lalu bagaimana dengan langit yang kedua, yang jauh lebih besar daripada langit yang pertama. Dan dia juga memiliki ketebalan yang sama. Antara langit yang kedua dengan lainnya juga demikian, lalu bagaimana dengan langit yang ketujuh? Allāhu Akbar. Maka tentunya ini adalah makhluk yang sangat besar.Tujuh langit ini dibandingkan dengan Kursi Allāh, maka ini seperti tujuh koin dirham yang dilemparkan di tameng tadi. Berarti, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kursi Allāh. Kursi Allāh jauh lebih besar. Bahkan disebutkan dalam hadits yang lain, itu seperti tujuh cincin yang dilemparkan di tengah padang pasir. Subḥānallāh, ini menunjukkan betapa besarnya Kursi Allāh. Sehingga Allāh ﷻ berfirman di dalam Al-Qur’ān:وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ(QS. Al-Baqarah: 255)Kursi Allāh ini meluas meliputi langit dan bumi, jauh lebih besar daripada langit dan bumi. Maka kita harus beriman dengan adanya Kursi ini. Diriwayatkan, dinukil dari Abdullah bin ‘Abbās bahwaمَوْضِعُ قَدَمَيْ الرَّحْمٰنِitu adalah tempat kedua kaki Allāh ﷻ. Kita tetapkan kaki Allāh ﷻ sesuai dengan keagungan-Nya, tidak sama dengan kaki makhluk. Dan kita tetapkan Kursi bahwasanya di sana ada makhluk Allāh yang dinamakan dengan Kursi.Al-‘Arsy juga demikian. Al-‘Arsy ini jauh lebih besar daripada Kursi Allāh. Kalau tadi kita tidak bisa membayangkan bagaimana besarnya Kursi Allāh, maka bagaimana dengan ‘Arsy? Disebutkan dalam hadits, perbandingan antara Kursi dengan ‘Arsy Allāh itu seperti cincin yang dilemparkan di tengah padang pasir. Bagaimana seseorang bisa membayangkan tentang besarnya ‘Arsy Allāh? Dia adalahالْعَرْشِ الْمَجِيدِ‘Arsy yang sangat agung dan sangat besar. Dia adalah makhluk Allāh ﷻ yang paling besar, dan Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy.Jika itu adalah benar ciptaan Allāh ﷻ, maka bagaimana dengan yang menciptakan? Allāh ﷻ lah yang Maha Besar. Bagaimana seseorang bisa sombong dan tidak mau beribadah kepada Allāh ﷻ? Dia adalah makhluk yang sangat kecil. Seseorang seharusnya bersyukur bahwa Allāh ﷻ yang Maha Besar, demikian Maha Besarnya Allāh, namun Allāh ﷻ memperhatikan kita yang sangat kecil. Allāh ﷻ memberikan kita rezeki dan kenikmatan oleh Allāh ﷻ yang Maha Besar, yang Maha Rahmān, yang sangat memperhatikan setiap hamba-Nya.وَالعَرْشُ وَالكُرْسِيُّ حَقٌّ، كَمَا بَيَّنَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ‘Arsy dan Kursiy ini adalah benar adanya sebagaimana Allāh ﷻ menerangkan di dalam Al-Qur’ān,وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَdan banyak di dalam Al-Qur’ān Allāh ﷻ menyebutkan tentang ‘Arsy. Allāh ﷻ berfirman:ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ“Kemudian Allāh ﷻ beristiwa’ di atas ‘Arsy.”(QS. Al-A’rāf: 54)Dan Allāh ﷻ berfirman:وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء“Dan ‘Arsy Allāh ﷻ adalah berada di atas air.”(QS. Hūd: 7)Dan firman Allāh ﷻ:وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ“Dan Dia-lah Allāh ﷻ, Rabb bagi ‘Arsy yang sangat besar.”(QS. At-Tawbah: 129)Allāh ﷻ mensifati ‘Arsy dengan beberapa sifat, di antaranya adalah kebesaran. Bahwasanya ‘Arsy ini sangat besar, dan Allāh ﷻ beristiwa di atasnya, dan bahwasanya Allāh ﷻ adalah Rabb bagi ‘Arsy. Allāh ﷻ mensifati ‘Arsy ini dengan al-Karīm, sebagaimana firman Allāh:فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ“Maka Maha Tinggi Allāh, Raja yang sebenar-benarnya. Tidak ada ilah selain Dia, Rabb bagi ‘Arsy yang mulia.”(QS. Al-Mu’minūn: 116)Maka, apa yang datang di dalam Al-Qur’ān berupa kabar-kabar tentang ‘Arsy, harus kita imani.

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka6 hari lalu
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Wanita Bekerja1. Hukum wanita bekerjaPada dasarnya, wanita boleh bekerja di luar rumah, selama memenuhi batasan-batasan syariat.Hukumnya dapat berubah menjadi sunnah atau wajib apabila ada kebutuhan tertentu, dan dapat menjadi haram jika melanggar ketentuan syariat.Peran utama wanita tetap mencakup mendidik anak, mengatur rumah, dan melayani suami.2. Ketika wanita perlu bekerja Wanita dapat bekerja apabila terdapat kebutuhan, misalnya:Tidak ada pihak yang menafkahi dirinya.Menjadi janda atau berpisah dengan suami dan perlu memenuhi kebutuhan hidup.Membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.Membantu biaya pendidikan anak/adik.Merawat atau membantu orang tua yang sudah lanjut usia.3. Pekerjaan yang sesuaiPekerjaan wanita harus tetap memperhatikan aturan dan batasan syariat.Pekerjaan yang membutuhkan keahlian wanita seperti dokter, perawat, guru, atau profesi lainnya dapat menjadi pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat.Tetap perlu menjaga kehormatan, aurat, interaksi dengan lawan jenis, dan kewajiban terhadap keluarga.4. Izin suamiJika wanita telah menikah, pekerjaan dan aktivitas di luar rumah perlu memperhatikan izin serta kesepakatan dengan suami.Suami juga tidak semestinya melarang tanpa alasan yang benar apabila pekerjaan tersebut dibutuhkan dan sesuai syariat.Dalam kehidupan rumah tangga, keputusan sebaiknya dilakukan dengan musyawarah dan mempertimbangkan kepentingan keluarga.5. Menjaga adab ketika keluar rumah Wanita muslimah dianjurkan menjaga:Pakaian dan auratCara berbicara dan berinteraksiTidak berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramTidak menimbulkan fitnahTetap menjaga kehormatan dan keamanan diri.Intinya:Wanita bekerja bukan sesuatu yang otomatis haram. Hukumnya bergantung pada kebutuhan, jenis pekerjaan, kondisi keluarga, izin/kesepakatan suami, serta terpenuhi atau tidaknya batasan syariat. Pekerjaan tidak boleh sampai mengabaikan kewajiban dan keharmonisan rumah tangga

💬 0 komentar📅 10 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 hari lalu
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al Muyassar Al Baqarah:98

Barangsiapa memusuhi Allah, malaikat-malaikat-Nya dan utusan-utusan-Nya dari kalangan malaikat dan manusia, khususnya dua malaikat Jibril dan Mikail, karena orang-orang yahudi mengklaim bahwa musuh mereka adalah Jibril sedangkan Mikail adalah kawan mereka. Katakanlah kepada mereka bahwa siapa yang memusuhi salah seorang dari keduanya, berarti telah memusuhi yang lain sekaligus memusuhi Allah. Karena Allah adalah musuh bagi orang-orang yang mengingkari apa yang dia turunkan kepada Rasul-Nya Muhammad.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect - Barakah Culture

Makin baca The Barakah Effect, makin merasa bahwa solusi dari hustle culture ternyata bukan sekadar “slow down”. Kita bisa mengurangi kesibukan, hidup minimalis, ambil waktu untuk retreat, atau belajar lebih mindful dan itu semua memang baik. Tapi kalau cara pandang kita terhadap kesuksesan masih sama, akar masalahnya belum benar-benar berubah.Yang ditawarkan adalah Barakah Culture: sebuah cara pandang yang berakar pada iman. Jadi kita nggak hanya bertanya, “Berapa banyak yang bisa aku capai?” tapi juga, “Apakah yang aku kejar ini membawa keberkahan?” Karena mungkin yang kita butuhkan bukan hidup yang semakin penuh, melainkan hidup yang lebih bermakna dengan apa yang Allah sudah titipkan.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Kahfi: 44 - Pertolongan Allah yang Paling Haq

Setelah kisah tentang seseorang yang begitu yakin dengan hartanya, Allah mengingatkan:“Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar.”Ini adalah pengingat bahwa dalam hidup, kita boleh punya harta, rencana, kemampuan, pekerjaan, bahkan banyak hal yang kita perjuangkan. Tapi semuanya tetap hanya sebab. Tempat bersandar yang sebenarnya tetap Allah.Dan kalau akhirnya Allah yang menjadi tempat kita berharap, maka tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.Karena Allah adalah sebaik-baik pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi balasan.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Anfal : 1

Tafsir Al-Muyassar QS Al-Anfal : 1Sahabat-sahabatmu bertanya kepadamu (wahai Rasul) tentang harta rampasan saat Perang Badar, bagaimana kamu akan membaginya kepada mereka? Katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya harta rampasan itu adalah urusan Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah yang akan membaginya menurut perintah Rabb-nya." Takutlah kalian akan siksa Allah dan janganlah berani berbuat maksiat kepada-Nya. Hindarilah pertikaian dan permusuhan karena harta itu, perbaikilah hubungan di antara kalian, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian orang-orang yang beriman. Karena sesungguhnya keimanan akan membawa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

💬 0 komentar📅 9 Sep 2026Baca selengkapnya →