Warisan pengasuhan
Melihat kebelakang dan memahami masa kecil kita bukan untuk menyalahkan, tapi supaya kita tidak tanpa sadar melampiaskan luka lama ke anak.Dengan menyadari nya , kita bisa memilih: meneruskan cinta , bukan meneruskan luka
Laporan harian dan catatan ilmu dari member komunitas Beekind
Melihat kebelakang dan memahami masa kecil kita bukan untuk menyalahkan, tapi supaya kita tidak tanpa sadar melampiaskan luka lama ke anak.Dengan menyadari nya , kita bisa memilih: meneruskan cinta , bukan meneruskan luka
Kebenaran Al-Qur’an dan bukti kekuasaan AllahAyat-ayat awal Surah Ar-Ra’d menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu yang benar dari Allah serta mengajak manusia memperhatikan alam semesta sebagai bukti kekuasaan dan kesempurnaan ilmu-Nya.QS. Ar-Ra’d: 1 — Kebenaran Al-Qur’anMakna AyatSurah ini diawali dengan huruf-huruf muqatha’ah (Alif Lām Mīm Rā). Para ulama menjelaskan bahwa surat-surat yang diawali huruf-huruf tersebut mengandung isyarat tentang kemuliaan Al-Qur’an dan tantangan kepada manusia bahwa kitab ini berasal dari Allah.Allah menegaskan:“Kitab yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah benar.”Artinya, Al-Qur’an adalah wahyu yang hak, tidak ada keraguan padanya.Pelajaran UtamaAl-Qur’an berasal dari Allah.Kebenarannya pasti dan tidak bercampur keraguan.Penolakan manusia bukan karena kurangnya bukti, tetapi karena keingkaran, hawa nafsu, dan kemunafikan.Allah juga menyebutkan bahwa kebanyakan manusia tidak beriman, meskipun kebenaran telah jelas.QS. Ar-Ra’d: 2 — Bukti Kekuasaan Allah di LangitLangit ditinggikan tanpa tiang yang terlihatAllah meninggikan langit tanpa tiang penyangga yang dapat dilihat manusia. Hal ini menunjukkan kekuasaan-Nya yang sempurna.Sebagian ulama berpendapat langit memiliki penyangga yang tidak terlihat, sedangkan pendapat yang lebih kuat menurut konteks ayat adalah bahwa langit ditinggikan tanpa tiang yang tampak sama sekali.Allah bersemayam di atas ‘ArasyAllah bersemayam di atas ‘Arasy dengan cara yang layak bagi keagungan-Nya, tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk.Matahari dan bulan tunduk kepada AllahKeduanya bergerak sesuai ketetapan Allah dan akan terus berjalan sampai waktu yang telah ditentukan, yaitu hingga datangnya kiamat.Tujuan penyebutan tanda-tanda langitSemua itu dijelaskan agar manusia:mengenal keesaan Allah,menyadari kekuasaan-Nya,dan meyakini adanya pertemuan dengan Allah pada hari akhir.QS. Ar-Ra’d: 3 — Bukti Kekuasaan Allah di BumiSetelah menyebut langit, Allah mengarahkan perhatian kepada bumi.Bentangan bumiAllah membentangkan bumi sehingga manusia dapat hidup dan beraktivitas di atasnya.Gunung-gunungGunung dipancangkan untuk menstabilkan bumi dan menjadi bagian dari keteraturan ciptaan Allah.Sungai dan mata airAllah mengalirkan sungai dan mata air untuk menghidupkan bumi dan makhluk yang ada di atasnya.Buah-buahan yang beragamBuah-buahan berbeda warna, bentuk, rasa, dan bau, padahal berasal dari tanah dan air yang sama. Perbedaan ini menunjukkan kebijaksanaan dan kekuasaan Allah.Berpasang-pasanganAllah menciptakan segala sesuatu berpasangan, seperti jantan dan betina, manis dan pahit, besar dan kecil, dan berbagai pasangan lainnya.Pergantian malam dan siangMalam dan siang silih berganti secara teratur. Ketika yang satu pergi, yang lain datang. Pergantian ini menunjukkan pengaturan Allah atas waktu dan kehidupan manusia.Inti Pesan Ayat 1–3Al-Qur’an yang benar mengajak manusia melihat alam semesta. Langit yang terangkat, matahari dan bulan yang teratur, bumi yang terbentang, gunung, sungai, tumbuhan, buah-buahan, serta pergantian malam dan siang semuanya adalah tanda-tanda yang menunjukkan:Allah Maha Esa,Allah Maha Kuasa,Allah Maha Bijaksana,dan Allah mampu membangkitkan manusia kembali pada hari kiamat.Hikmah dan PelajaranYakin bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah.Biasakan mentadabburi alam sebagai jalan mengenal Allah.Keteraturan alam menunjukkan adanya Pengatur yang Maha Sempurna.Keberagaman ciptaan mengajarkan kebesaran dan hikmah Allah.Pergantian siang dan malam mengingatkan bahwa hidup berjalan dalam aturan Allah.Keyakinan kepada hari akhir semakin kuat ketika melihat kekuasaan Allah dalam penciptaan.Kesimpulan SingkatSurah Ar-Ra’d ayat 1–3 menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran dari Allah dan seluruh alam semesta—langit, matahari, bulan, bumi, gunung, sungai, tumbuhan, serta pergantian malam dan siang—merupakan bukti nyata kekuasaan, ilmu, dan kebijaksanaan Allah yang mengantarkan manusia kepada iman dan keyakinan akan pertemuan dengan-Nya.
CARA MENINGKATKAN HARGA DIRI & KEPERCAYAAN DIRI ANAK🌱 Fondasinya bukan pujian.Fondasinya adalah cinta tanpa syarat.Salah satu hal terpenting dalam membantu anak memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang sehat adalah memastikan mereka merasakan:«“Aku dicintai bukan karena aku selalu baik, pintar, menurut, atau berhasil. Aku dicintai karena aku adalah aku.”»Anak yang merasa diterima dan dicintai akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk belajar menghargai dirinya sendiri.---1. Cintai anak tanpa menjadikan perilakunya sebagai syaratAnak perlu mengetahui bahwa perilakunya bisa dikoreksi, tetapi nilai dirinya tidak pernah berkurang.Anak boleh melakukan kesalahan.Anak boleh marah.Anak boleh menangis.Anak boleh kecewa.Anak boleh gagal.Semua itu tidak membuatnya menjadi anak yang buruk atau tidak layak dicintai.Kita tetap bisa berkata:“Mama tidak membolehkan kamu memukul. Memukul itu tidak boleh. Tapi Mama tetap sayang kamu.”Pesannya jelas:Perilakumu bisa salah, tetapi kamu tidak menjadi manusia yang salah.---2. Terima anak sebagai dirinya sendiriMenerima anak bukan berarti membiarkan semua perilakunya.Menerima berarti kita tidak terus-menerus berusaha mengubah kepribadian anak agar sesuai dengan keinginan kita.Kita belajar mengenali:- sifatnya,- kekuatannya,- kelemahannya,- kebutuhan emosinya,- cara berpikirnya,- dan hal-hal yang membuatnya berbeda dari kita.Anak tidak membutuhkan orang tua yang terus mengatakan:“Kamu harus jadi seperti ini.”Ia membutuhkan orang tua yang menyampaikan:“Aku mengenalmu. Aku melihatmu. Aku menerimamu. Dan aku akan membantumu bertumbuh.”---3. Dengarkan anak dengan sungguh-sungguhKetika anak bercerita, jangan hanya mendengar kata-katanya.Cobalah memahami apa yang sedang terjadi di balik kata-kata itu.Ketika anak berkata:“Aku benci sekolah!”Mungkin yang sebenarnya ingin ia sampaikan adalah:“Aku merasa tidak mampu.”“Aku takut gagal.”“Aku merasa tidak diterima.”Ketika anak menangis karena hal yang menurut kita kecil, jangan buru-buru mengatakan:“Ah, begitu saja kok menangis.”Bagi anak, mungkin itu bukan “hal kecil”.Ketika perasaannya terus-menerus dianggap tidak penting, anak dapat belajar:“Perasaanku tidak penting.”Dan pada akhirnya:“Mungkin aku juga tidak penting.”---4. Bantu anak melewati emosi yang besarAnak belum selalu mampu menenangkan dirinya sendiri.Ketika mereka marah, kecewa, takut, atau sedih, mereka membutuhkan orang dewasa untuk membantu mereka melewati emosi tersebut.Bukan dengan menghilangkan semua masalahnya.Bukan pula dengan membiarkan perilaku yang salah.Tetapi dengan tetap hadir.“Kamu sedang marah, ya. Mama temani. Kita tidak boleh memukul, tapi kamu boleh marah.”Inilah salah satu pesan penting yang perlu diterima anak:«“Aku tetap aman dan tetap dicintai, bahkan ketika emosiku sedang besar.”»---5. Jangan gunakan rasa malu dan pengucilan sebagai alat disiplinKetika anak melakukan kesalahan, kita mungkin tergoda untuk menjauhkan mereka sebagai bentuk hukuman:“Pergi ke kamar!”“Mama tidak mau bicara dengan kamu!”“Kalau masih nakal, jangan dekat-dekat Mama!”Masalahnya bukan hanya pada hukuman tersebut.Pesan emosional yang mungkin diterima anak adalah:«“Orang tuaku hanya mau dekat denganku ketika aku bersikap baik.”»Anak kemudian dapat belajar bahwa penerimaan harus diperjuangkan dengan menjadi “anak yang baik”.Padahal, yang perlu dipelajari anak adalah:“Mama tidak menerima perilakuku, tetapi Mama tetap menerima diriku.”---❤️ BEDAKAN DUA HAL INI❌ Menolak anak karena perilakunya“Mama tidak mau sama kamu kalau kamu seperti ini!”Pesan yang diterima:«“Ada bagian dari diriku yang membuatku tidak layak dicintai.”»✅ Mengoreksi perilaku sambil tetap menerima anak“Perbuatanmu tidak boleh dilakukan. Mama akan menghentikanmu. Tapi Mama tetap sayang kamu.”Pesan yang diterima:«“Aku tetap berharga meskipun aku melakukan kesalahan.”»Perbedaan ini terlihat kecil dalam kalimat, tetapi bisa sangat besar dalam pengalaman emosional seorang anak.---🌱 JADI, DARI MANA HARGA DIRI DIMULAI?Bukan dari:- anak selalu menang,- anak selalu dipuji,- anak selalu berhasil,- anak selalu menjadi yang terbaik,- atau anak selalu mendapatkan apa yang diinginkannya.Harga diri yang sehat tumbuh ketika anak berulang kali mengalami:“Aku diterima.”“Aku didengarkan.”“Perasaanku penting.”“Aku boleh melakukan kesalahan.”“Aku tetap dicintai ketika aku sedang kesulitan.”“Orang tuaku membimbingku, bukan mempermalukanku.”Dari pengalaman-pengalaman kecil yang terjadi setiap hari itulah anak perlahan membangun suara di dalam dirinya:«“Aku berharga.”“Aku mampu belajar.”“Aku tidak harus sempurna untuk dicintai.”“Kesalahanku tidak menentukan siapa diriku.”»Dan kelak, ketika suara orang tua tidak lagi selalu berada di sampingnya, suara itu dapat menjadi suara yang ia gunakan untuk memperlakukan dirinya sendiri.🌷 Inilah mengapa gentle discipline bukan sekadar tentang membuat anak berperilaku baik.Lebih jauh dari itu, kita sedang membantu anak membangun hubungan yang sehat dengan dirinya sendiri.Karena anak yang sejak kecil belajar:“Aku tetap berharga ketika aku gagal,”akan memiliki bekal yang jauh lebih kuat untuk menghadapi kegagalan, penolakan, kritik, dan kesalahan tanpa langsung menyimpulkan:“Aku tidak cukup baik.”Dan mungkin, inilah salah satu hadiah paling berharga yang dapat kita berikan kepada seorang anak:bukan kehidupan tanpa kesalahan, tetapi keyakinan bahwa dirinya tetap berharga ketika melakukan kesalahan.
Tilawah Juz 4 dan Tafsir surah Al Imran ayat 2-4menegaskan keesaan, kekuasaan, dan ilmu Allah yang mutlak, serta diturunkannya Al-Qur'an dan Taurat/Injil sebagai petunjuk. Ayat-ayat ini juga membedakan antara orang yang berilmu mendalam (memahami ayat mutasyabihat) yang berdoa agar tidak disesatkan, dan orang yang hatinya condong pada kesesatan.
Setan menakut nakuti dengan kemiskinan
Tidak boleh ikut ulama yang menghalalkan apa yang Allah haramkan, dan tidak boleh ikut ulama yang mengharamkan apa yang Allah halalkan
Kenapa kita suka mendengarkan musik?Karena musik itu enak dan asyik.Coba kalau kita bicara se-enak dan se-asyik itu, orang-orang, termsuk anak-anak suka mendengarnya.Banyak orangtua membentak-bentak anak agar kata-katanya didengar.Coba nyalakan TV dengan suara keras. Enak tidak mendengarnya?Tidak enak, bukan?
Tafsir Al-MuyassarAl-'A`rāf (7:168)Kami membagi-bagi Bani Israil menjadi beberapa golongan di bumi, di antara mereka ada yang menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak hamba-hamba-Nya. Dan di antara mereka ada yang bersikap teledor dan aniaya terhadap diri mereka sendiri. Kami menguji mereka dengan kesejahteraan hidup dan keluasan rizki dan Kami juga menguji mereka dengan kehidupan yang sulit dan berbagai musibah agar mereka kembali taat kepada Allah dan bertaubat dari semua kedurhakaan kepada-Nya.
Faidah AyatHari kiamat adalah hari di mana manusia terpisah menjadi beberapa kelompok secara permanen, dan ini merupakan akhir pertemuan antara penghuni surga dan penghuni neraka tanpa ada perjumpaan lagi setelahnya.• Orang yang beriman sepenuh hati dan membuktikannya dengan amal shalih akan ditempatkan di surga, menikmati kebahagiaan, serta mendapatkan segala kenikmatan di surga• Orang-orang yang mengingkari nikmat Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya akan terpisah menuju tempat siksaan (Jahanam) dan menetap di dalamnya.• Ketika seorang mukmin merasa sedih melihat ketidakadilan atau kejahatan di dunia, ayat ini menjadi penenang bahwa kelak akan ada pembalasan dan pemisahan yang adil dan sempurna dari Allah.
Tilawah juz 3 dan Tafsir Al- Baqarah ayat 285 - 286.berisi tentang Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan sesuatu yang sanggup dilakukannya, karena agama Allah dibangun di atas asas kemudahan, sehingga tidak ada sesuatu yang memberatkan di dalamnya. Barangsiapa berbuat baik, dia akan mendapatkan ganjaran atas apa yang dia lakukan, tanpa dikurangi sedikitpun. Dan barangsiapa berbuat buruk, dia akan memikul dosanya sendiri, tidak dipikul oleh orang lain. Serta berisi Doa ampunan dosa lupa dan salah, doa meminta keringanan beban, serta Doa perlindungan (Tafsir al-Mukhtashar)
Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa kaum Saba' berpaling dari peringatan agar bersyukur atas kenikmatan yang diberikan kepada mereka. Mereka telah diperingatkan oleh orang-orang saleh di antara mereka agar taat dan bersyukur atas kenikmatan yang telah Allah berikan kepada mereka, tetapi mereka berpaling. Ketika mereka berpaling dan tidak bersyukur dan kufur terhadap nikmat Allah, akhirnya Allah memberikan hukuman kepada mereka.
Mereka merasa seakan-akan selama ini mereka hidup di dunia hanya sebentar saja. Hari akhirat dinamakan hari akhirat karena itu adalah hari terakhir, hari penghujung yang tidak ada lagi hari setelahnya.Seseorang yang membandingkan kehidupan yang abadi dan kekal dengan kehidupannya yang selama ini dia jalani di dunia ini niscaya tidak akan bisa dibandingkan.Diibaratkan dalam matematika, jika 100 tahun dibandingkan dengan kekekalan niscaya tidak akan bisa dibandingkan.Kebanyakan kita, 1/3 waktu hidupnya kita digunakan untuk tidur. Andaikan umur manusia itu 60 tahun, kemudian 1/3 waktunya digunakan untuk tidur yaitu 20 tahun. Kemudian masa kecil sampai dia dewasa 15 tahun.60 dikurangi 20 tinggal 40, 40 dikurangi 15 tinggal 25 tahun. Itulah hidup yang hakiki. Sehingga hidup yang benar-benar dia rasakan hanya sebentar.Lantas berapa tahun yang dia gunakan untuk beribadah dibandingkan untuk mencari dunia dari umurnya tersebut?Oleh karena itu, seseorang yang cerdas akan lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.
Hubungan orang tua dan anak tidak akan rusak karena kita pernah salah . Hubungan itu rusak kalau setelah "merusak" kita diam saja dan tidak "memperbaiki"
Memulai hari dengan bismillah lalu menutupnya dengan Alhamdulillah
Tilawah 1/2 juz 3 dan Tafsir Al Baqarah ayat 275 - 276 Tentang RibaAllah Mengumumkan perang kepada orang orang yang memakan RIBA
Disunnahkan melihat ke arah tempat sujud
Allah lebih mengetahui dari apa yang kita ketahui
Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:25)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang kedahsyatan hari kiamat dan semua peristiwa besar yang terjadi padanya. Antara lain ialah terbelahnya langit, lalu mengeluarkan kabut putih, yaitu naungan yang berupa cahaya yang amat besar lagi menyilaukan mata. Pada hari itu malaikat-malaikat turun dari langit, lalu mengelilingi semua makhluk di padang mahsyar. Kemudian datanglah Tuhan Yang Mahasuci lagi Mahatinggi untuk memutuskan peradilan.Mujahid mengatakan bahwa hal ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla melalui firman-Nya:Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan. (Al Baqarah:210), hingga akhir ayat.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Ammar ibnul Haris, telah menceritakan kepada kami Muammal, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid, dari Yusuf ibnu Mahran, dari Ibnu Abbas, bahwa ia membaca ayat berikut, yaitu firman-Nya: Dan (ingatlah) hari (ketika itu) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkan malaikat bergelombang-gelombang. (Al Furqaan:25) Kemudian Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah menghimpun makhluk pada hari kiamat di suatu padang yang amat luas, jin, manusia, binatang ternak, binatang pemangsa, burung-burung, dan semua makhluk lainnya. Lalu terbelahlah langit yang paling bawah dan para penghuninya turun, mereka berjumlah jauh lebih banyak daripada jin, manusia, dan semua makhluk lainnya. Lalu para penghuni langit itu mengelilingi jin, manusia, dan semua makhluk. Kemudian terbelah pula langit yang kedua. Para penghuninya turun, lalu mengelilingi para malaikat yang telah turun sebelum mereka, jin, manusia, dan makhluk lainnya, mereka mempunyai bilangan yang jauh lebih banyak daripada para penghuni langit terbawah dan semua makhluk yang telah ada. Lalu terbelah pulalah langit yang ketiga, dan turunlah para penghuninya yang jumlah mereka jauh lebih banyak daripada penduduk langit yang terbawah, penduduk langit yang kedua, dan semua makhluk. Kemudian mereka mengelilingi para malaikat yang telah turun sebelumnya, juga jin, manusia, dan semua makhluk. Demikianlah seterusnya, penduduk setiap langit turun dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada sebelumnya berkali lipat, hingga terbelahlah langit yang ketujuh. Penduduk langit yang ketujuh turun dalam jumlah jauh lebih banyak daripada penduduk langit sebelumnya, dan lebih banyak daripada jin, manusia, dan semua makhluk. Lalu mereka mengelilingi para malaikat yang telah turun sebelum mereka dari kalangan penduduk langit, juga jin, manusia serta semua makhluk lainnya. Lalu turunlah Tuhan kita Yang Mahaagung lagi Mahamulia dalam naungan awan putih, sedangkan di sekitar-Nya terdapat malaikat-malaikat karubiyyin. Jumlah malaikat karubiyyin jauh lebih banyak daripada semua penduduk langit yang tujuh lapis, juga jin, manusia, dan semua makhluk. Mereka mempunyai tanduk seperti mata-mata tombak, mereka tinggal di bawah 'Arasy, suara mereka gemuruh mengucapkan tasbih, tahlil, dan taqdis kepada Allah subhanahu wata'āla Jarak antara bagian telapak kaki seseorang dari mereka sampai ke mata kakinya sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun. Tinggi antara mata kaki sampai lututnya sama dengan perjalanan lima ratus tahun. Tinggi antara lutut sampai pangkal pahanya sama dengan perjalanan lima ratus tahun. Tinggi antara pangkal paha sampai tenggorokannya sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun. Dan tinggi antara bagian bawah tenggorokannya sampai ke bagian bawah telinganya sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun. Sedangkan tinggi selebihnya (sampai ke kepalanya) sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun. Neraka Jahanam adalah penggaruknya.Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim lengkap dengan lafaznya.Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepadaku Al-Hajjaj, dari Mubarak ibnu Fudalah, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad'an, dari Yusuf ibnu Mahran, ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan bahwa sesungguhnya langit ini apabila terbelah akan turun darinya para malaikat yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada manusia dan jin. Peristiwa ini akan terjadi di hari pertemuan, yaitu di hari bertemunya penduduk langit dan penduduk bumi. Maka di awal kedatangan mereka penduduk bumi mengatakan, "Tuhan kita telah datang." Lalu para malaikat berkata, "Belum datang, tetapi akan datang." Kemudian terbelahlah langit yang kedua. Setelah itu terbelah pula langit lainnya, langit demi langit, dan turunlah para malaikat yang menghuninya dalam jumlah jauh lebih banyak daripada sebelumnya, sampai langit yang ketujuh. Maka turunlah dari langit yang ketujuh para malaikat yang jumlah mereka jauh lebih banyak daripada semua malaikat yang turun sebelumnya dan jin serta manusia. Maka turunlah malaikat karubiyyin, lalu turunlah Tuhan kita dengan diusung oleh delapan malaikat penyangga' Arasy. Ketinggian antara mata kaki setiap malaikat sampai dengan lututnya sama dengan jarak perjalanan tujuh puluh tahun, dan ketinggian antara pahanya sampai ke pundaknya sama dengan jarak perjalanan tujuh puluh tahun. Setiap malaikat dari semua malaikat itu tidak memandang wajah temannya karena masing-masing malaikat meletakkan kepalanya di antara kedua susunya (yakni menundukkan kepalanya) seraya mengucapkan, "Subhanal Malikil Quddus" (Mahasuci Tuhan, Raja Yang Mahasuci). Pada kepala mereka terdapat sesuatu yang mencuat seakan-akan seperti mata tombak, sedangkan 'Arasy berada di atasnya. Hanya sampai di sini kisah hadis.Pada garis besarnya hadis ini bersumber dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad'an, di dalam sebagian besar konteksnya terdapat ke-daif-an, juga mengandung kemungkaran yang berat.Di dalam hadis yang menceritakan tentang As-Sur (sangkakala) telah disebutkan kisah yang mendekati kisah ini, hadisnya cukup terkenal. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.Sesungguhnya Allah subhanahu wata'āla telah berfirman:Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung 'Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. ( Al-Haqqah: 15-17)Syahr ibnu Hausyab mengatakan bahwa para malaikat penyangga 'Arasy ada delapan. Empat malaikat di antara mereka mengatakan, "Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, bagi-Mu segala puji atas sifat Penyantun-Mu padahal Engkau mengetahui." Sedangkan yang empat lainnya mengucapkan, "Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, bagi-Mu segala puji atas maaf-Mu, padahal Engkau ber-kuasa." Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.Abu Bakar ibnu Abdullah mengatakan, "Apabila penduduk bumi melihat 'Arasy turun kepada mereka dari atas, maka semua pandangan mata terbelalak memandang ke arahnya, semua persendian tulang mereka bergetar, dan kalbu mereka copot dari tempatnya di dada mereka menuju ke tenggorokan mereka."Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir ibnu Sulaiman, dari Abdul Jalil, dari Abu Hazim,dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa Allah subhanahu wata'āla saat turun terdapat seribu hijab antara Dia dan Makhluk-Nya, sebagian dari hijab itu terdiri atas nur (cahaya) dan kegelapan. Maka air yang ada dalam kegelapan itu mengeluarkan suara yang membuat hati menjadi copot. Kisah ini mauquf hanya sampai pada Abdullah ibnu Amr, bersumber dari ucapannya, barangkali dia menyimpulkannya dari takwil surat Az-Zamilatain, (Al-Muddas's'ir dan Al-Muzzammil). Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.Duntuk prompt AI jika mau boleh menggunakan prompt ini:
Juz2½2
📍 Kota Surabaya
Selama ini, aku mengira menjadi penjamin utang hanyalah bentuk bantuan kepada orang lain. Ternyata, dalam fiqih muamalah, penjaminan memiliki aturan yang sangat rinci dan konsekuensi yang berbeda, tergantung akad yang digunakan.Islam mengenal beberapa bentuk akad penjaminan (akad tausyiq), di antaranya rahn, kafalah, dan dhamanah. Rahn adalah penjaminan dengan barang (gadai), kafalah adalah penjaminan terhadap orang, sedangkan dhamanah adalah penjaminan terhadap utang atau harta.Yang paling menarik bagiku adalah perbedaan antara kafalah dan dhamanah.Pada akad kafalah, tugas penjamin hanya memastikan pihak yang berutang hadir ketika dibutuhkan. Setelah berhasil menghadirkannya kepada pemberi utang, tanggung jawab penjamin selesai. Adapun urusan pelunasan tetap menjadi kewajiban orang yang berutang.Berbeda dengan dhamanah. Dalam akad ini, penjamin tidak hanya membantu menghadirkan orang yang berutang, tetapi juga bertanggung jawab atas pelunasan utangnya. Jika pada akhirnya pihak yang berutang tidak mampu atau tidak dapat ditemukan, penjamin wajib melunasi utang tersebut. Setelah itu, hak tagih berpindah kepada penjamin.Dari sini aku belajar bahwa dalam Islam, tolong-menolong bukan berarti tanpa aturan. Syariat memberikan batasan yang jelas agar hak setiap orang tetap terjaga dan tidak ada pihak yang dirugikan. Bahkan seseorang yang ingin menjadi penjamin pun harus memenuhi syarat, seperti berakal, baligh, tidak berada dalam pembatasan pengelolaan harta, dan melakukannya secara sukarela.Semakin belajar fiqih muamalah, semakin aku menyadari bahwa Islam mengatur bukan hanya ibadah, tetapi juga hubungan antarmanusia dengan sangat detail. Aturan-aturan ini bukan untuk mempersulit, melainkan untuk menghadirkan keadilan, kepastian, dan rasa aman bagi semua pihak.